Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 How to Stay Healthy

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 6, 7, 8 ... 17 ... 27  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Mon Jul 12, 2010 7:01 pm

MAKANAN BERSINERGI, PENYAKIT PERGI
Kamis, 27 Mei 2010 | 08:45 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Makanan yang bersinergi akan menambah penyerapan zat gizi yang tentu saja bermanfaat bagi kesehatan. “Sinergi itu terjadi saat dua atau lebih zat gizi bekerja bersama untuk memperoleh manfaat sehat yang tidak bisa dihasilkan bila zat gizi itu sendirian,” ujar David R. Jacobs, Ph.D.
Profesor epidemiologi di University of Minnesota, Amerika Serikat itu lalu mencontohkan sinergi antara tomat dan brokoli dalam sup. Gabungan dua bahan kimia pelawan penyakit dari makanan tersebut membantu mencegah kanker prostat lebih efektif ketimbang bila mereka dikonsumsi sendiri-sendiri.

Ada sekitar enam pasang makanan yang dapat memberikan manfaat kesehatan secara optimal bagi kita.
1. Kalsium dan vitamin D, Pasangan Si Tulang Sehat
Sudah kita ketahui bahwa kalsium dapat menguatkan tulang. Hanya saja, kalsium tidak bisa bekerja sendiri. Untuk bisa menghasilkan tulang sehat, diperlukan vitamin D, fosfor, atau fosfat. “Pembentukan tulang akan terjadi dengan bagus apabila rasio kalsium dengan fosfat seimbang, juga vitamin D. Semua zat-zat tersebut ada dalam makanan,” ujar DR. Abas Basuni Jahari, MSc, ahli gizi dari Puslitbang Gizi Depkes RI. Kalsium yang berlebih tanpa kehadiran fosfat, hanya akan dibuang percuma. Begitu juga sebaliknya. Bila kadar fosfat berlebih sedangkan kalsium kurang, kekurangannya akan diambil dari tulang supaya jumlahnya dalam darah seimbang. Kondisi ini tentu saja tidak baik bagi tulang.

Steven Pratt, MD, penulis buku SuperFoods HealthStyle : Proven Strategies for Lifelong Health menyebutkan bahwa vitamin D merupakan pengatur utama dari penyerapan kalsium. Ini artinya, tanpa ketersediaan vitamin D, tulang tidak akan memperoleh manfaat maksimal dari makanan kaya kalsium. Menurut Susan E. Brown, Ph.D, Direktur Osteoporosis Education Project, tanpa vitamin D yang cukup, tubuh menyerap 65 persen kalsium lebih sedikit.Beruntunglah Indonesia yang mendapat sinar matahari sepanjang tahun. Paparan sinar matahari pagi selama 10-15 menit mampu membantu pengolahan provitamin D yang ada di tubuh kita menjadi vitamin D, sehingga kebutuhan akan vitamin ini tercukupi. Paparan sinar matahari terbaik adalah pada pukul 06.00-09.00.

Sayangnya, gaya hidup saat ini membuat masyarakat Indonesia cenderung menghindari sinar matahari. Orang Indonesia takut berlama-lama berada di bawah sinar matahari. Seperti dikatakan Dr. Bambang Setiyohadi, Sp.PD-KR, konsulen rematologi di RSCM, “Penduduk Indonesia sekarang ini lebih sering menghindari sinar matahari karena takut hitam.” Coba kombinasi salmon dan yogurt. Carol Fenster, Ph.D, penulis Gluten Free Quick and Easy, merekomendasi kombinasi yoghurt kaya kalsium dengan salmon yang merupakan sumber vitamin D, untuk membantu pembentukan tulang.

2. Karbohidrat dan Protein, Pasangan Si Pemulih Otot
Dijelaskan Monique Ryan, ahli gizi olahraga dan penulis Sports Nutrition for Endurance Athletes, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein diikuti olahraga akan mempercepat perbaikan dan penyembuhan otot. “Juga mencegah penurunan daya tahan tubuh,” ujar Ryan, seperti dikutip Alternative Medicine. Efek sinergetik itu membuat kadar insulin lebih tinggi yang membuat otot-otot Anda secara cepat mengisap zat gizi seperti asam amino dan glukosa, sehingga siap digunakan untuk lari di treadmil atau berlatih yoga.

Coba tempe dan kentang. Kentang merupakan makanan dengan indeks glikemik tinggi. Dengan demikian, ucap Ryan, akan segera diangkut oleh sel-sel otot untuk meningkatkan proses pemulihan secara lebih cepat. Sementara itu, tempe yang berasal dari kedelai yang difermentasi menjadi sumber protein yang sangat baik. Dalam tempe terkandung asam amino esensial yang dapat memperbaiki otot, seperti yang terdapat dalam daging. Namun, tempe punya kelebihan, yakni mengandung kalsium, magnesium, dan potasium lebih banyak. Selain itu, karena merupakan produk fermentasi, tempe mengandung bakteri yang bermanfaat bagi usus yang hampir serupa dengan yogurt. Bakteri ini memperbaiki sistem pencernaan dan daya tahan. Kata Fenster, “Buat saya tempe itu seperti daging. Saya melapisinya dengan rempah-rempah lalu memanggangnya.” Bila dihidangkan dengan kentang rebus atau kentang tumbuk dan salad, bisa menjadi makanan usai berolahraga.

3. Zat besi dan Vitamin C, Si Pasangan Vegetarian
Bila Anda seorang vegan alias vegetarian murni, pasti bergantung pada tahu, legum, dan bayam untuk memperoleh zat besi. Di satu sisi, Anda menyelamatkan diri dari lemak jenuh dari daging, tetapi sebenarnya tubuh menyerap hanya 20 persen zat besi dari tumbuhan yang disebut zat gizi nonheme. Penyerapan ini bisa ditingkatkan bila Anda meminta bantuan. “Asam askorbat yang populer dengan nama vitamin C memperbaiki ketersediaan zat besi nonheme dua hingga tiga kali lipat. Vitamin ini berperan dalam menghasilkan enzim yang terkait dengan perubahan zat besi nonheme menjadi bentuk yang lebih mudah diserap, yaitu zat besi ferrous,” ujar Georgianna Donadio, Ph.D, Direktur Program untuk National Institute of Whole Health di Massachusetts.

Karena status zat besi yang baik dapat memperbaiki ingatan, penambahan makanan kaya vitamin C dalam makanan yang telah diperkaya zat besi, membantu Anda memiliki daya ingat yang lebih baik. Pasangan ini bisa diperoleh dari quinoa dan paprika. Dijelaskan oleh George Mateljan, penulis The World’s Healthiest Foods, “Quinoa tak hanya unik, tetapi juga merupakan sumber zat besi yang terkonsentrat dan mengandung protein komplet.”
Quinoa adalah sejenis padi-padian, mirip gandum. Menambahkan paprika yang kaya vitamin C saat memasak quinoa akan meningkatkan penyerapan zat besi.

4. Lemak dan Karotenoid, Si Pencegah Kanker
Jangan langsung menuduh lemak sebagai biang keladi gangguan kesehatan. Tak semua lemak bersifat jahat. Lemak tak jenuh, menurut Donadio, memudahkan perkembangan membran sel sehat yang membuatnya lebih mudah bagi karotenoid sayur untuk masuk ke sel tersebut. Penelitian di Ohio State University dan Iowa State University menunjukkan bahwa menambahkan lemak baik seperti minyak zaitun ke dalam mangkuk salad Anda bisa meningkatkan sejumlah pelawan kanker, karotenoid-antioksidan pelindung jantung seperti lutein, likopen, dan betakaroten.

Untuk memperoleh kandungan likopen Anda bisa menyantap pizza. Ini karena tomat yang terdapat dalam pizza dipadati oleh likopen. Likopen merupakan antioksidan yang menurunkan risiko kanker prostat, payudara, paru, dan lainnya, juga memiliki efek perlindungan terhadap jantung. Penelitian menunjukkan bahwa penyerapan likopen yang terbaik adalah bila tomat dimasak dengan minyak zaitun. Sebuah studi membuktikan, kombinasi tomat dan brokoli lebih efektif dalam memperlambat pertumbuhan tumor daripada mengonsumsi tomat atau brokoli secara sendiri-sendiri. Untuk memperoleh manfaat lebih, coba panaskan potongan tomat dan brokoli dengan minyak zaitun. Cara lain, coba minyak rami dan tomat. Minyak berwarna hijau ini sangat baik berkat keseimbangan dari asam lemak omega-6, omega-3 dan sejumlah vitamin E. Tambahkan minyak rami pada potongan tomat segar untuk menyerap seluruh likopennya.

5. Folat dan Vitamin B6, Pasangan di Jantung Sehat.
Folat maupun asam folat termasuk vitamin B, yaitu B9, yang larut dalam air. Keduanya memang sama. Yang membedakan hanya bentukannya. Folat dijumpai secara alami pada sayuran hijau serta buah. Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat yang biasa digunakan sebagai suplemen atau yang ditambahkan pada makanan.
“Setiap hari, setiap orang membutuhkan 600 mkg asam folat,” ujar Dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG(K). Menurut spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI ini, sekitar 200 mkg folat diperoleh melalui asupan makanan, yaitu sayuran dan buah. Sayang, hanya sekitar 45 persen folat yang diserap tubuh. Sisanya mesti dipenuhi melalui suplemen maupun makanan yang difortifikasi.

Kekurangan asam folat berdampak tidak baik, terlebih pada wanita hamil. Dijelaskan oleh Kepala Divisi Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSCM ini, wanita hamil yang kekurangan asam folat, janinnya berisiko mengalami neural tube defect (NTD). Secara alami perempuan bisa mengasup folat dari sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, kelompok padi-padian, jeruk, pisang, dan hati. Hati sapi mengandung folat tertinggi dibanding sumber yang lain. Dalam 84 gram hati sapi terkandung hampir 200 mikrogram folat. Ini karena menurut DR. Bernard Joseph Venn, peneliti senior dari Department of Human Nutrition, University of Otago, Selandia Baru, hati merupakan tempat disimpannya folat pada hewan.

Hanya saja, lebih dari 80 persen folat dalam makanan seringkali hilang saat pemasakan dan tidak dapat diserap dengan mudah dibandingkan asam folat sintetis. Belum lagi kandungan folat dalam sayuran tidak terlalu tinggi. Berbeda dengan asam folat yang bisa dijumpai pada susu maupun suplemen. Agar mendapat hasil yang lebih baik, asam folat harus diberikan bersama vitamin B6, B12, C, E, dan zinc. Gabungan folat dan vitamin B6, B12, serta komponen lain akan mengurangi peningkatan kadar homosistein. Kadar homosistein yang tinggi menyumbang pada kejadian penyakit jantung, degenerasi makular, alzheimer, dan osteoporosis. Folat dan vitamin B6 berperan penting dalam memecahkan produk sampingan metabolik ini. Hasil penelitian dari Nurse’s Health Studi menunjukkan, asupan lebih tinggi kedua zat gizi ini dikaitkan dengan kejadian penyakit jantung dan kanker payudara yang lebih rendah. Coba bayam dan alpukat. Dalam bayam terkandung folat yang berkualitas. Juga vitamin B6 dan substansi yang disebut betaine yang menurunkan homosistein. Tambahkan alpukat dalam salad bayam dan Anda akan mendapat tambahan folat dan vitamin B6. Alpukat juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang akan membantu menyerap betakaroten bayam dan lutein pelindung mata.

6. Asam Elagik dan Kuersetin, Si Pencegah Kanker (lagi)
Wah, apa pula ini? Jangan mengerutkan dahi dulu. Terdengar agak asing, tetapi sebenarnya ilmu modern telah mengidentifikasi lebih dari 5.000 fitokimia bioaktif yang berbeda dalam buah, sayur, dan biji-bijian. Penelitian mengungkapkan bahwa zat kimia pelawan kanker akan bekerja lebih baik secara bersama-sama. Investigasi Journal of Nutrition menunjukkan, asam elagik makin memperkuat kuersetin, si pembunuh sel kanker.

Coba apel dan rasberi. Menurut Mateljan, apel dan rasberi berisi kuersetin dan asam elagik yang sangat besar. Bila Anda sudah memasukkan bayam dan alpukat dalam salad, Fenster menyarankan menambah rasa manis dengan potongan apel dan rasberi segar. “Anda juga bisa menambahkan buah ini saat membuat muffin supaya terasa manis,” katanya. @ Diana Yunita Sari


Last edited by gitahafas on Sun Aug 01, 2010 8:05 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Mon Jul 12, 2010 7:09 pm

20 PENYAKIT DAN MAKANAN YANG HARUS DIPANTANG
Kamis, 11/03/2010 12:45 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Makanan membuat manusia bertahan hidup. Namun makanan juga menjadi musuh jika seseorang menderita penyakit. Menghindari makanan yang dipantangkan adalah cara terbaik yang dapat dilakukan penderita berbagai macam penyakit. Menjauh dari makanan yang dipantangkan adalah langkah pencegahan agar penyakit yang diderita tak sering-sering kambuh yang bisa menggangu aktifitas sehari-hari.

Berikut adalah jenis penyakit dan pantangannya, seperti dikutip dari eHow dan BBCNews, healthandage, Kamis (11/3/2010).
1. Jantung
Hindari makanan yang berlemak, seperti daging, jeroan, minyak santan serta makanan yang mengandung banyak garam.

2. Hepatitis A
Hindari buah-buahan dan sayuran mentah, terutama yang tidak bisa dikupas. Hindari kerang mentah, tiram, remis, mayones, keju, krim, yogurt dan hindari makan ikan dari perairan yang berpotensi terkontaminasi.

3. Anemia
Kurangi konsumsi kafein dan alkohol karena bisa mengikat darah. Makan makanan yang kaya zat besi seperti apel, pisang, aprikot, plum, asparagus, labu, ubi rambat, brokoli dan sayuran berdaun hijau, daging merah, tahu dan biji-bijian.

4. Diabetes
Hindari konsumsi makanan yang mengandung gula, tepung dan tinggi karbohidat. Juga hindari buah-buahan seperti durian, air kelapa, pisang ambon.

5. Kanker
Hindari makanan yang banyak mengandung akrilamida, yang terdapat pada makanan yang dipanggang dan digoreng seperti kentang goreng, keripik, roti goreng, biskuit, kerupuk dan sarapan sereal.

6. Liver
Hindari makanan yang mengandung banyak protein seperti daging, susu, kacang-kacangan, dan produk kedelai. Juga hindari makanan yang mengandung banyak garam.

7. Asma
Hindari makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih seperti susu, keju dan produk susu lainnya, gula putih, tepung putih, roti putih dan coklat. Hindari juga makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti telur, susu, gandum, ikan, kerang, kacang-kacangan, kedelai dan kacang tanah, serta makanan yang mengandung sulfida seperti acar, sayuran dan buah-buahan kering, dan udang.

8. Maag
Hindari konsumsi kafein, makanan pedas, makanan pedas seperti daging dan jeroan, minuman berkarbonasi, susu, jeruk, dan tomat.

9. Migrain
Hindari konsumsi rokok, minuman beralkohol, kopi, cokelat dan produk-produk cokelat, teh hitam dan hijau dan minuman ringan. Hindari juga makanan dengan bahan pengawet dan aditif seperti MSG ((monosodium glutamat), kaldu ekstrak, atau produk protein nabati terhidrolisis dengan label yang menyebutkan "rasa alami".

10. Wasir
Jangan makan makanan yang bersifat panas dan mengandung lemak (penyebab sembelit) seperti makanan pedas, daging, jeroan, dan juga junk food. Makanlah makanan yang mengandung banyak serat, seperti sayuran, roti gandum, buah, sereal, dan kacang-kacangan.

11. Sinusitis
Hindari makanan yang digoreng, tepung makanan, gula putih, tepung terigu, beras, pai, rempah-rempah yang kuat, daging dan produk daging.

12. Autis
Hindari makanan yang mengandung protein gluten seperti gandum, oat, barley, makanan kasein pada susu, pancake, pemanis buatan.

13. Rematik
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan produk daging, kerupuk jengkol, mentega, krim, sosis, daging ham, telur, dan semua produk susu.

14. Tifus
Hindari makanan berserat tinggi seperti gandum utuh dan biji-bijian. Juga hindari kacang mete mentah, kubis, paprika, lobak, bawang putih, bawang merah, rempah, acar, makanan yang digoreng, daging, semua jenis buah-buahan mentah kecuali pisang dan pepaya.

15. Malaria
Makanan yang harus dihindari adalah kopi, teh kental, makanan olahan, saus, bumbu masak, acar, gula, tepung putih, minuman beralkohol, dan semua produk daging.

16. Keputihan
Hindari makanan yang dapat merangsang lendir seperti nanas, ketimun, telur, dan udang.

17. Osteoporosis
Hindari makanan berlemak seperti daging, susu, santan, margarin, hotdog, hamburger, kopi dan minuman berkafein, coklat, dan minuman berkarbonasi.

18. Epilepsi
Hindari makanan yang mengandung glutamin (asam amino yang dapat menyebabkan serangan epilepsi) seperti biji-bijian, gandum, oat, susu yang kadar glutamin tinggi, kacang-kacangan, kedelai, dan produk daging terutama daging kelinci.

19. Demam Berdarah
Hindari makanan cepat saji (junk food), makanan berlemak seperti daging, santan, susu tinggi lemak. Perbanyak konsumsi buah dan air putih.

20. Prostat
Hindari minuman berkafein seperti kopi, makanan pedas, makanan lemak terutama daging merah, dan juga alkohol.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 01, 2010 8:09 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Mon Jul 12, 2010 7:12 pm

LEBIH BAIK MANA: LALAPAN ATAU SAYURAN YANG DIMASAK?
Selasa, 8 Januari 2008 | 18:50 WIB Susanto, Agus
Kompas.com - Sayuran mentah (lalapan) nilai gizinya lebih baik daripada sayuran matang, tapi lebih berisiko tertular bakteri penyakit. Ikuti berbagai kiat agar tetap memperoleh gizi secara optimal. Mengkonsumsi sayuran merupakan suatu hal yang harus dilakukan bila kita ingin hidup sehat. Kondisi tubuh yang bugar dan awet muda, dapat dicapai dengan mengkonsumsi sayuran secara teratur dalam porsi yang cukup. Penyebabnya, karena sayuran merupakan pabrik vitamin, mineral, antioksidan dan serat pangan. Semuanya itu sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Vitamin yang banyak terdapat pada sayuran adalah vitamin C dan B komplek. Beberapa sayuran juga merupakan sumber bagi vitamin A, D, dan E. Karotenoid (prekursor vitamin A), vitamin C dan vitamin E merupakan antioksidan alami, yang sangat berguna untuk melawan serangan radikal bebas penyebab penuaan dini dan berbagai penyakit kanker. Mineral yang banyak terdapat pada sayuran adalah zat besi, seng, mangan, kalsium, dan fosfor. Dibandingkan dengan sumber serat yang lain, sayuran merupakan sumber yang paling baik dan utama. Kandungan serat pada sayuran sangat bermanfaat dalam pencegahan berbagai penyakit. Sayuran menjadi penangkal kanker usus besar, aterosklerosis dan penyakit jantung, kencing manis (diabetes mellitus), penyakit batu empedu, dan lain-lain.

Jenis Sayuran
Berdasarkan bagian yang dipanen, sayuran dikelompokkan menjadi lima: (1) sayuran umbi (wortel, bit, lobak, kentang, bawang); (2) sayuran buah (cabai, tomat, mentimun, terung, labu siam, pare); (3) sayuran polong (buncis, kacang panjang, kecipir); (4) sayuran daun (bayam, kangkung, daun singkong, sawi); dan (5) sayuran bunga (kembang kol). Mengingat vitamin merupakan komponen gizi yang sangat mudah rusak, maka kata kunci utama yang harus diperhatikan dalam memilih sayuran adalah tingkat kesegarannya. Kesegaran sayuran merupakan parameter terpenting yang akan menentukan kualitas hidangan, citarasa, daya awet, dan perolehan nilai gizinya. Teknik memilih sayuran yang segar, dibedakan atas kelompok sayuran

Tujuan Memasak
Tujuan pemasakan sayuran adalah: (1) menguraikan pektin yang terkandung pada dinding sel agar teksturnya menjadi lunak, (2) membunuh kuman penyakit, (3) agar senyawa beracun alami tidak aktif, (3) menguraikan residu pestisida agar tidak berbahaya bagi tubuh, (4) mengubah senyawa komplek menjadi lebih sederhana, sehingga mudah untuk dicerna dan diserap tubuh. Dibandingkan bahan segarnya, proses pemasakan dapat menurunkan kandungan gizinya. Oleh karena itu, proses memasak harus dapat mengkombinasikan dua kepentingan. Pertama, kepentingan pemenuhan selera, dan kedua kepentingan kebutuhan gizi. Dengan demikian, memasak harus dianggap sebagai suatu pekerjaan seni, supaya bahan yang dimasak tidak hancur dan hilang khasiatnya bagi tubuh.

Lalapan
Makan lalapan dengan sambal terasi beserta nasi beraroma daun pandan yang masih hangat mengebul, merupakan kenikmatan luar biasa bagi penggemar masakan Sunda. Budaya makan lalapan sangat baik untuk dikembangkan, karena mudah penyajiannya dan banyak manfaatnya. Secara garis besar, lalapan dibedakan atas lalapan mentah dan lalapan matang. Jenis sayuran yang umum dipakai sebagai lalapan mentah adalah daun kemangi, daun poh-pohan, daun jambu mete, kenikir, terong bulat, kacang panjang, tomat, mentimun dan kol. Untuk lalapan matang, umumnya menggunakan bahan wortel, labu siam, kacang panjang, buncis, kecipir, daun singkong, bayam, kangkung, paria (pare) dan kol. Ditinjau dari perolehan gizinya, lalapan mentah mengandung unsur gizi lebih banyak dibandingkan lalapan matang. Tapi ditinjau dari segi keamanannya, lalapan mentah lebih berisiko dibandingkan lalapan matang.

Faktor-faktor yang perlu dicurigai dalam mengkonsumsi lalapan mentah adalah:
1. Residu pestisida. Budidaya sayuran tidak terlepas dari masalah hama dan penyakit tanaman. Untuk menjaga serangan hama, petani menggunakan aneka merek pestisida. Pemanenan sayuran tidak boleh dilakukan ketika sayuran habis disemprot pestisida, karena residu pestisida masih tertinggal pada sayuran sampai beberapa hari setelah penyemprotan, terutama saat kemarau. Menurut beberapa penelitian, masa tunggu antara waktu terakhir pemakaian pestisida dengan waktu panen sekitar 1-5 minggu. Masa tunggu tersebut tergantung dari jenis pestisida yang digunakan. Masa tunggu pada pestisida yang bersifat sistemik (terserap ke dalam bahan) lebih lama daripada pestisida nonsistemik (hanya menempel di permukaan). Pestisida yang sukar larut dalam air memiliki masa tunggu lebih lama dibandingkan pestisida yang mudah larut dalam air.

2. Pencucian yang tidak sempurna. Berbagai penelitian menunjukkan adanya beberapa zat kimia dalam pestisida yang tidak hilang akibat pencucian, apalagi kalau pencucian tidak dilakukan dengan teknik yang benar.

3. Kualitas air pencuci. Air yang bersih adalah air yang tidak berwarna, berbau dan berasa, serta bebas dari mikroba pathogen. Sumber air yang tidak bersih sering tercemar oleh berbagai kontaminan, terutama bakteri penyebab penyakit infeksi, seperti penyakit tipus oleh bakteri Salmonella typhi, disentri oleh Shigella dysentriae, kolera oleh Vibrio cholerae dan tuberkulosis oleh Mycobacterium. Untuk lebih amannya, cuci lalapan dengan air matang.

4. Kontaminasi bakteri berbahaya. Untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai media tempat tumbuh sayuran, petani sering menggunakan pupuk organik berupa humus atau kotoran ternak (bahkan kotoran manusia). Kebiasaan petani membuang hajat di tanah, ikut memperparah kemungkinan kontaminasi bakteri berbahaya ke sayuran. Terutama sayuran yang menjalar di permukaan tanah atau yang ketinggiannya dekat dengan tanah. Contoh bakteri patogen yang berasal dari tinja adalah Eschericia coli yang dapat menimbulkan diare, Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi penyebab demam tifus. Salmonella juga dapat menyebabkan gangguan perut, dengan gejala berak-berak, sakit kepala, muntah-muntah dan demam yang berlangsung selama 1-7 hari.

5. Senyawa racun alami. Beberapa jenis bahan pangan, mengandung senyawa beracun alami, misalnya saponin pada kedelai, kacang tanah, bayam, dan asparagus; goitrogen pada kol dan lobak; asam sianida pada daun singkong, solanin pada kentang, dan lain-lain. Senyawa beracun tersebut hanya dapat dihilangkan melalui proses pencucian dan pemasakan dengan suhu yang tepat.

Tidak Perlu Khawatir
Untuk membuat lalapan matang, sayuran harus dimasak lebih dulu. Pemasakan sayuran untuk lalapan harus dilakukan sedemikian rupa agar teksturnya tidak hancur. Pemasakan sebaiknya dilakukan dengan teknik blansir, yaitu pelunakan bahan dengan cara pencelupan beberapa saat (sekitar 5 menit) pada suhu air mendidih, yang kemudian segera disiram dengan air dingin (matang) agar pemanasan tidak berlanjut. Cara ini sangat baik untuk pemasakan sawi, kubis, bayam, kacang panjang, wortel, pare dan labu siam. Oleh karena waktu blansir sangat ditentukan oleh tekstur bahan segarnya. Blansir sebaiknya dilakukan untuk masing-masing sayuran, tidak dicampur satu sama lain. Sayuran sebaiknya diblansir dalam keadaan utuh dan pemotongan dilakukan setelah proses blansir selesai.

Berdasarkan uraian di atas, jelas mengkonsumsi lalapan matang lebih aman dibandingkan lalapan mentah. Walaupun demikian, kita tidak perlu terlalu khawatir bila akan mengkonsumsi lalapan mentah, sepanjang bahan tersebut dipersiapkan dengan cara yang higienis dan bebas kontaminan berbahaya. Sejauh ini belum pernah dilaporkan adanya kasus orang keracunan atau kematian, akibat mengkonsumsi lalapan mentah. Untuk lebih memastikan keamanannya, sedapat mungkin kita memelihara sendiri di halaman rumah atau di dalam pot, tanaman yang dapat digunakan sebagai lalapan. Dengan demikian kita tahu persis bahwa bahan tersebut bebas dari pestisida dan kontaminasi bakteri berbahaya dari tinja manusia.
DR.Ir. Made Astawan
Dosen di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi-IPB


Last edited by gitahafas on Sun Aug 01, 2010 8:10 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Mon Jul 12, 2010 7:17 pm

TELUR BOLEH DISANTAP SETIAP HARI
Kamis, 24/6/2010 | 13:01 WIB
KOMPAS.com — Kuning telur kaya akan nutrisi esensial yang penting bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah kolin. Kolin penting untuk menjaga kelancaran fungsi metabolisme tubuh. Banyak mitos yang menyebutkan kalau mengonsumsi kuning telur dapat menimbulkan risiko penyakit jantung. Padahal, hasil penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinic Nutrition menyebutkan bahwa telur hanya memiliki sedikit kadar lemak jenuh sehingga tidak mengganggu kesehatan jantung.

Yang jadi masalah adalah jika telur digoreng, kemudian dikonsumsi setiap hari lebih dari sebutir oleh penderita sakit jantung atau orang dengan kecenderungan sakit jantung. Demikian dikatakan dr Lany Dewi Wijono, SpGK, ahli gizi dari RS Mitra Kemayoran. Sebenarnya, lanjut dr Lany, kebutuhan seseorang akan suatu nutrisi, termasuk protein dan vitamin dalam telur, berbeda-beda tergantung kondisi dan aktivitas masing-masing. Satu kuning telur mengandung 25 persen kebutuhan kolin harian. Untuk penderita sakit jantung, cukup konsumsi 2 kuning telur setiap minggu. Jika tak punya riwayat penyakit jantung, kita boleh mengonsumsi sebutir telur rebus setiap hari.
(Lily Turangan/Intan Sari Boenarco/Prevention Indonesia)


Last edited by gitahafas on Sun Aug 01, 2010 8:13 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Tue Jul 13, 2010 8:51 am

BAHAYA KONSUMSI TELUR MENTAH
Jumat, 11/12/2009 14:43 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Mencampur telur mentah dalam minuman seperti jamu, minuman energi atau makanan sudah menjadi kebiasaan sejumlah orang. Telur mentah untuk campuran minuman dan makanan itu dipercaya cukup higienis dan aman dikonsumsi. Adakah bahaya konsumsi telur mentah? Meski ada beberapa penyakit yang ditimbulkan dari makanan mentah namun masih banyak ditemukan orang yang memasak makanannya tidak sampai matang, begitupun halnya dengan telur.

Sebagian besar kontroversi mengenai konsumsi telur mentah masih terjadi. Ada beberapa ahli yang mengatakan risiko seseorang terkena penyakit jika mengonsumsi telur mentah sangatlah kecil. Tapi ada juga yang menganggap sebaliknya karena di dalam telur mentah terdapat bakteri yang dikenal sebagai Salmonella enteritidis. Bakteri ini bisa menyebabkan keracunan pada makanan.

Data statistik secara global menunjukkan hanya ada sekitar 1 dari 30.000 ribu telur yang mengandung bakteri ini. Tapi tidak ada yang tahu telur mana yang terbebas dari bakteri berbahaya ini. Maka untuk menghindarinya lebih baik hanya mengonsumsi telur yan matang saja. Seperti dikutip dari Healthmad, Jumat (11/12/2009), bakteri Salmonella enteritidis biasanya ditemukan dalam kuning telur, tapi sebagian besar putih telur tidak kebal terhadap bakteri ini.

Satu-satunya cara untuk menghindarinya adalah dengan memasaknya hingga matang. Akibatnya bakteri penyebab penyakit pada makanan akan mati, tapi tidak merusak protein yang terkandung dalam telur. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah sangat berisiko tinggi terkena kontaminasi seperti pada anak-anak, orangtua, ibu hamil, orang yang sakit serta orang yang kondisi tubuhnya sedang capek atau lelah.

Selain bakteri Salmonella tersebut, dalam telur mentah juga terdapat zat avidin. Zat ini mampu mengikat biotin sehingga makanan tidak dapat dicerna, akibatnya membuat kadar biotin dan hemoglobin dalam urin menurun. Biotin adalah koenzim yang ikut berperan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat, selain itu zat ini juga larut dalam air.

Jadi ingat, memakan telur mentah ada bahaya keracunan akibat baketri dan zat avidin di dalam telur mentah bisa mengikat biotin dengan gejala mengantuk, penurunan berat badan, insomnia, gangguan pada kulit serta nyeri pada ototnya. Hal ini disebabkan oleh terganggunya metabolisme dari zat makronutrien dalam tubuh. (ver/ir)


Last edited by gitahafas on Sun Aug 01, 2010 8:13 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 10:25 am

MITOS MAKANAN 'BERBAHAYA'
Agar Anda bisa kembali mengkonsumsi ‘makanan terlarang’, inilah mitos-mitos makanan yang telah dibantahkan. Selamat menikmati!
Mitos 1. Gula berkalori lebih tinggi dari pemanis lain
Ternyata… Pemanis seperti ‘madu alami’ terbentuk dari molekul gula yang sama, dan menghasilkan jumlah kalori yang sama, yaitu 4 kalori per gram. Gula natural membuat makanan bergizi terasa lebih nikmat tanpa membuat berat badan bertambah. Namun konsumsi gula tidak boleh lebih dari 10 persen dari total kalori yang diperlukan tubuh.

Mitos 2. Telur meningkatkan kadar kolesterol
Ternyata… Jenis kolesterol dalam telur tidak mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Jadi silakan menikmati telur untuk sarapan, makan siang dan makan malam, tanpa rasa bersalah! “Riset tidak pernah menunjukkan hubungan antara konsumsi telur dengan risiko penyakit jantung atau penyumbatan pembuluh darah,” ujar Don Layman, PhD., profesor di Fakultas Ilmu Makanan dan Nutrisi Universitas Illnois.

Mitos 3: Lemak jenuh meningkatkan kolesterol
Ternyata…Beberapa jenis lemak jenuh berguna bagi tubuh. Makanan seperti kelapa dan cokelat mengandung kolesterol yang disebut lemak jenuh yang ‘baik’. Ini bukan sebuah izin untuk bebas mengkonsumsi makanan berlemak jenuh karena lemak apapun cenderung berkalori besar.

Mitos 4: Menambah garam = membuat darah tinggi
Ternyata… Garam dalam air mendidih justru membuat sayuran lebih bernutrisi. Garam juga mempercepat proses memasak sehingga nutrisi yang hilang menjadi lebih sedikit. Penulis buku On Food & Cooking, Harold McGee, merekomendasikan satu sendok teh garam setiap satu gelas air. Jumlah sodium, penyebab darah tinggi, yang diserap makanan sangat kecil.

Mitos 5: Gorengan membuat gemuk
Ternyata...Gorengan yang sehat BISA dibuat, meski tidak termasuk ayam goreng restoran cepat saji Tapi jika menggunakan minyak nabati seperti kedelai, atau minyak kacang, Anda bisa membuat sajian gorengan yang lezat dan sehat.

Sumber: Internet


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 9:31 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 11:04 am

JANGAN TERJEBAK PRODUK RENDAH LEMAK
Jum'at, 1 Mei 2009, 07:01 WIB Irma Kurniati, Mutia Nugraheni
VIVAnews – Saat menjalani diet, memilih makanan pasti akan sangat selektif. Biasanya seseorang yang sedang diet cenderung memilih makanan yang berlabel ‘non fat’. Padahal sebenarnya produk tersebut tidak selalu membantu Anda dalam mengurangi berat badan. Selain itu, lemak tidak sepenuhnya buruk, tubuh masih tetap membutuhkan lemak untuk menghasilkan tenaga.

Lemak sangat penting untuk proses penyerapan vitamin (A, E, D, dan K). Jika tubuh kekurangan lemak, kulit akan cepat keriput dan rambut menjadi kering. Lemak juga mendukung sistem saraf untuk memproduksi hormon yang melindungi tubuh dari hipotermia. Jika mengikuti diet 2000 kalori, tubuh membutuhkan sekitar 70 gram lemak setiap hari. Seperlima dari 70 gram (sekitar 15 gram) seharusnya terdiri dari lemak jenuh (daging merah, mentega) dan sisanya lemak tak jenuh (ikan, minyak sayur).

Biasanya seseorang yang merasa lapar saat diet, mengatasinya dengan mengonsumsi produk rendah lemak. Hal itu merupakan jebakan, karena produk rendah lemak biasanya kandungan kalorinya hanya berkurang 11% dari produk biasa. Padahal jika mengonsumsi produk yang berlemak sehat atau segelas yogurt, akan membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Untuk itu, sebelum menentukan produk untuk mendukung diet Anda sebaiknya ketahui fakta-fakta dibalik produk tersebut.
• Yogurt rendah lemak
Untuk membuat yogurt non-fat terasa nikmat, produsen akan menambahkan kandungan karbohidrat di dalamnya lebih banyak daripada yogurt biasa. Untuk itu baca baik-baik kandungannya, perhatikan kandungan kalori, lalu jika tanpa lemak tidak berarti kandungan kalorinya nol.

• Mayonnaise, fat-free cake, dan mentega rendah lemak
Produk tersebut biasanya mengandung transfat. Lemak tersebut berbentuk cair (contohnya minyak sayur) yang melalui proses pembekuan makanan.

Transfat sering digunakan untuk pembuatan margarin, kue krim dan kue kering. Lemak tersebut bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam darah dan bisa berefek negatif pada liver.

• Sereal fitnes
Sereal fitnes biasanya mengandung 350-400 kalori per 100 gram. Jika dibandingkan, dua telur dadar hanya menambahkan 200 kalori pada tubuh Anda. Sereal ini sebenarnya tidak membantu menurunkan berat badan Anda.

• Minuman diet bersoda
Minuman diet bersoda mengandung pemanis buatan. Rasanya lebih manis daripada gula biasa tetapi tidak mengandung kalori. Memang terlihat ideal, tetapi tubuh kita terlalu pintar untuk dikelabui. Hormon insulin diproduksi tubuh untuk bisa mencerna gula. Rasa manis itu memicu produksi insulin termasuk pemanis buatan.
Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan kalori yang cukup dan malah meminta energi tambahan yang membuat Anda merasa lapar. Jangan heran jika Anda merasa lapar setelah minum diet soda.

Hubungan makanan tanpa lemak dan kesuburan
Penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health dan Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat menunjukkan bahwa jika seorang wanita ingin memiliki anak harus, ia harus mengurangi konsumsi makanan tanpa lemak. Menurut penelitian, wanita yang mengonsumsi lebih dari dua porsi makanan tanpa lemak per hari akan meningkatkan risiko infertilitas karena berhubungan dengan proses ovulasi hingga 85 %. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Human Reproduction.

• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 9:23 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 11:38 am

JANGAN KONSUMSI MAKANAN YANG TAK BISA DISANDINGKAN
Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 28/08/2009 18:16 WIB
Jakarta, Setiap orang pasti pernah mendengar beberapa mitos yang menyebutkan beberapa makanan tidak boleh dimakan bersamaan, seperti mitos buah semangka dengan sirup jeruk atau permen mint dengan softdrink. Tapi itu semua hanya mitos saja, lalu jenis makanan apa saja yang tidak boleh dijadikan satu?

Ada berbagai jenis makanan berbeda yang bisa dikonsumsi oleh semua orang, tapi ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan secara bersama-sama. Karena jika dikonsumsi bersama-sama tidak hanya membuat rasa menjadi tidak enak tapi juga bisa menimbulkan risiko efek samping yang negatif. Hal ini karena setiap makanan memiliki struktur kimia yang berbeda-beda, beberapa dari jenis makanan tersebut jika dikonsumsi bersama-sama kemungkinan akan menghasilkan reaksi kimia yang tidak menguntungkan di dalam tubuh, seperti dikutip dari Newsgd, Jumat (28/8/2009).

Ini dia beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan bersama-sama:
Susu kedelai dengan telur. Karena susu kedelai bisa mengurangi aktivitas dari enzim protease, yang digunakan oleh tubuh untuk membantu memetabolisme protein. Sementara diketahui bahwa telur merupakan makanan yang kaya akan protein.

Susu dengan coklat. Seperti diketahui bahwa susu kaya akan protein dan kalsium sementara coklat kaya akan oxalic acid. Jika dikonsumsi bersama-sama, kalsium dari susu dan oxalic acid dari coklat bisa bergabung dan membentuk kalsium oksalat yang tidak dapat larut dalam tubuh. Akibatnya bukan hanya tidak bisa dicerna oleh tubuh tapi bisa menyebabkan diare.

Buah kesemek dengan kentang manis. Kentang menghasilkan asam hidroklorik di dalam perut, asam ini bisa menyebabkan buah kesemek yang dikonsumsi mengendap dalam tubuh. Endapan tersebut bisa menjadi batu yang tidak bisa larut, sehingga bisa mengganggu pencernan.

Beberapa buah-buahan dengan makanan laut. Buah anggur, delima atau kesemek tidak boleh digabung dengan makanan laut, karena bisa menyebabkan mual dan perut kembung serta rasa sakit pada perut dan diare. Ini karena buah-buahan tersebut mengandung tannin yang jika digabungkan dengan protein bisa menghasilkan zat yang tidak larut dan tidak bisa dicerna. Sebaiknya mengonsumsi buah-buahan tersebut 4 jam setelah makan makanan laut.

Produk susu dengan brokoli, kacang kedelai dan bayam. Zat kimia yang terkandung di dalam sayuran ini bisa memberikan efek negatif terhadap proses metabolisme kalsium dari produk susu. Agar terhindar dari efek samping yang bisa ditimbulkan oleh makanan-makanan tersebut, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan itu secara bersama-sama. Untuk mensiasatinya berilah jarak waktu antar makanan dan jangan terlalu berlebihan mengonsumsinya.


Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 2:41 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 11:39 am

MENANGKAL PENYAKIT DENGAN POLA MAKAN SEHAT
27-07-2004 | dr. Theresia Diah Arini
Banyak penyakit dapat dicegah dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Di antaranya adalah kanker, yang juga salah satu penyebab utama kematian di banyak negara, termasuk di Indonesia. Ada banyak hal yang diduga menjadi pemicu munculnya kanker di dalam tubuh, dan salah satu di antaranya adalah pola makan yang tidak baik. Kendati tidak semua kanker berkaitan dengan pola makan, namun pola makan yang sehat sudah jelas akan menurunkan risiko terjadinya kanker. Di samping itu, pola makan sehat juga terbukti bermanfaat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan kerusakan ginjal.

Berikut ini beberapa tips pola makan yang sehat yang dapat digunakan :
1. Perbanyak konsumsi bahan makanan dari tumbuhan
Bahan makanan dari tumbuhan merupakan bahan makanan utama untuk pencegahan kanker. Hal ini karena sayur dan buah merupakan sumber utama phytochemicals, yaitu zat alamiah yang berfungsi melindungi tubuh dari pembentukan tumor. Dengan mengkonsumsi 2 ? 4 porsi buah-buahan dan 3 ? 5 porsi sayur-sayuran, diperkirakan akan menurunkan risiko kanker sebesar 20 %.

2. Perbanyak jumlah serat dalam makanan sehari-hari
Mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan makanan berserat sebagai pengganti karbohidrat sederhana (seperti tepung atau gula), merupakan pilihan yang tepat untuk mencegah obesitas dan kanker. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah, tidaklah terdapat pada daging, susu, keju maupun minyak. Sedangkan proses pemutihan tepung terigu justru akan menghilangkan kandungan serat gandum.

Serat bermanfaat memperlambat waktu pencernaan makanan sehingga rasa kenyang terasa lebih lama dan tubuh dapat menyerap zat gizi dari makanan dengan baik. Serat juga berikatan dengan asam empedu yang mengandung kolesterol dan akan mengeluarkannya dari tubuh lewat tinja, sehingga akhirnya kadar kolesterol akan turun. Manfaat serat yang lainnya yang tak kalah penting adalah efek anti sembelit yang dimilikinya, sehingga kesehatan usus menjadi lebih baik karena buang air besar dapat dilakukan secara lancar setiap hari.

3. Minimalkan penggunaan lemak jenuh
Lemak jenuh yang terkandung pada produk hewani seperti daging, susu, dan keju akan meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner. Bahan pangan yang dapat digunakan untuk menggantikan lemak jenuh adalah minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak canola yang mengandung lemak tak jenuh. Selain mengurangi risiko penyakit, minyak nabati relatif tidak meningkatkan berat badan.

4. Variasi makanan
Susunlah menu makanan secara bervariasi, menggunakan berbagai jenis sayur dan buah. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral dan antioksidan yang alami. Antioksidan adalah penghancur radikal bebas yang ada dalam tubuh. Radikal bebas berbahaya bagi sel tubuh dan berperan menimbulkan kanker. Lingkungan yang tercemar, bahan makanan yang diawetkan serta asap rokok merupakan contoh sumber radikal bebas di sekitar kita. Konsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan akan menurunkan kadar radikal bebas di dalam tubuh sehingga mencegah kerusakan jaringan tubuh dan terjadinya kanker.

5. Bahan makanan alami
Pilihlah bahan makanan yang masih alami. Proses pengolahan bahan pangan seringkali malah menghilangkan zat gizi dan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Riset para ahli telah menunjukkan bahwa zat gizi, nutrisi, dan antioksidan dari bahan pangan alami lebih baik kualitasnya dari pada yang berupa olahan ataupun berupa suplemen makanan.

6. Makan secukupnya
Makanlah secukupnya, dalam artian jangan sampai kekurangan namun juga janganlah berlebihan. Kekurangan zat gizi karena makan terlalu sedikit sudah tentu akan menyebabkan tubuh tidak memiliki modal yang cukup untuk metabolisme sehari-hari dan untuk membangun kekebalan terhadap penyakit. Namun demikian makan yang berlebihan juga akan menyebabkan penimbunan bahan makanan yang tidak terpakai sehingga terjadi kegemukan dan peningkatan kadar lemak, yang justru akan membebani kerja organ hati, jantung, dan ginjal.

7. Makan secara teratur
Sedapat mungkin aturlah agar makan dilakukan secara teratur waktunya. Hal ini penting karena sekresi asam lambung dan enzim pencernaan umumnya mengikuti irama harian sesuai dengan jadwal makan sebelumnya. Tidak teraturnya jadwal makan dapat menyebabkan berbagai keluhan sakit maag, karena adanya iritasi dari asam lambung dan enzim pencernaan pada saluran cerna yang kosong.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 9:32 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 12:38 pm

10 CARA TINGKATKAN METABOLISME
Jumat, 14 Januari 2011 | 09:32 WIB
KOMPAS.com - Tentu kita sudah tahu bahwa metabolisme menurun dan berat badan naik seiring bertambahnya usia. Memang penuaan tak dapat dihindari, tetapi ada pola olahraga dan makan yang bisa menghambatnya. Agar metabolisme tetap tinggi, kuncinya adalah melakukan olahraga dan diet tinggi metabolisme yang dikembangkan Dan Bernadot, PhD, RD, associate professor nutrisi dan kinesiologi dari Georgia State University, dan Tammy Lakatos, RD, penulis buku Fire Up Your Metabolism. Dengan metabolisme yang bagus Anda bakal punya energi, lebih fit, baju pun terasa lebih longgar.

1. Cukup makan Anda butuh memangkas kalori untuk menurunkan berat badan, tetapi terlalu rendah kalori juga membahayakan metabolisme. Saat itu tubuh akan mengerem metabolisme, dan mulai membakar jaringan otot untuk dijadikan energi. Karena itu, jangan diet terlalu ketat. Makanlah kudapan pukul 10.00 dan di sore hari di antara waktu makan untuk menghidupkan mesin metabolisme.

2. Jangan lupa sarapan Makan pagi akan menaikkan metabolisme dan menjaganya tetap tinggi sepanjang hari. Tak heran, orang yang melewatkan sarapan justru 4,5 kali lebih berisiko gemuk. Jika tak sempat sarapan, minumlah yoghurt atau sarapan oatmeal plus susu rendah lemak.

3. Minum teh hijau Kafein dijumpai pada kopi dan teh. Kafein merupakan stimulan sistem saraf, sehingga dapat menaikkan metabolisme lima hingga delapan persen. Menurut sebuah penelitian di Jepang, secangkir teh hijau dapat menaikkan metabolisme hingga 12 persen. Para peneliti percaya bahwa katekin dalam teh mampu mempercepat metabolisme.

4. Perangi lemak dengan serat Penelitian membuktikan bahwa serat dapat membakar lemak sampai 30 persen. Penelitian juga membuktikan bahwa orang yang makan banyak serat paling sedikit mengalami kenaikan berat badan. Perbanyaklah serat dengan mengonsumsi buah dan sayur, sehingga tubuh mendapatkan kurang lebih 25 gram serat sehari.

5. Minum air putih dingin Para peneliti Jerman menemukan bahwa minum enam gelas air dingin dapat menaikkan metabolisme sampai kurang lebih 50 kalori sehari. Ini cukup untuk melenyapkan 2,5 kilogram setahun. Mengapa demikian? Tubuh memerlukan energi untuk memanaskan air dingin agar sesuai dengan suhu tubuh.

6. Gaya hidup organik Penelitian dari Kanada melaporkan bahwa terlalu banyak racun tubuh menyebabkan kesulitan penurunan berat badan. Mungkin karena racun ikut merusak proses pembakaran energi dalam tubuh. Penelitian lain mengungkapkan, pestisida memicu kenaikan berat badan. Karena itu, jauhi racun. Kalau bisa, beli buah dan sayur yang ditumbuhkan secara alami atau organik.

7. Jangan lupakan protein Tubuh membutuhkan protein untuk menjaga kesehatan otot. Konsumsilah daging bebas lemak atau ikan sebagai menu sehari-hari. Protein dapat membakar kalori sampai 35 persen.

8. Konsumsilah zat besi Zat besi diperlukan untuk membawa oksigen yang dibutuhkan otot buat membakar lemak. Tambahkan zat besi dalam tubuh dengan makan daging bebas lemak, kacang-kacangan, dan bayam.

9. Tambah vitamin D Ini adalah vitamin yang diperlukan untuk menjaga metabolisme. Tambah vitamin D dengan mengonsumsi tuna, udang, tahu, telur.

10. Minum susu Ada bukti dari penelitian bahwa kekurangan kalsium bisa memperlambat metabolisme. Penelitian juga mengungkapkan bahwa konsumsi kalsium lewat susu atau yoghurt rendah lemak dapat mengurangi penyerapan lemak dari makanan lain. @ diy


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 9:35 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 12:40 pm

NUTRISI MAKANAN ORGANIK DIRAGUKAN
Minggu, 06 Februari 2011 10:10 WIB Media Indonesia
KONTRAS dengan berbagai pemahaman yang beredar di masyarakat mengenai sehatnya makanan organik. Studi yang dilakukan pihak Universitas Sydney malah mengemukakan bahwa makanan yang tumbuh tanpa pestisida atau herbisida tidak dapat dikategorikan sebagai sehat. Hal ini karena tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makanan tersebut mengandung lebih banyak nutrisi daripada makanan yang tumbuh secara konvensional. Menurut studi yang dilakukan School of Molecular Bioscience, masyarakat harus tetap mengonsumsi buah dan sayur yang tumbuh dengan cara konvensional karena lebih murah dan sehingga bisa dimakan dalam jumlah yang banyak. Untuk mencapai kesimpulan itu, para peneliti mengamati literatur internasional pada produk organik dengan melakukan analisis di laboratorium makanan Australia dan menyurvei para profesional kesehatan Australia tentang makanan organik.

Menurut rencana, hasilnya akan dipublikasikan pada jurnal internasional Critical Reviews in Food Science and Nutrition. "Dari analisis yang telah dilkaukan dengan membandingkan kadar nutrisi kedua jenis makanan, kami menyimpulkan bahwa perbedaan komposisi nutrisi sangatlah sedikit," menurut salah satu peneliti Profesor Samir Samman, seperti dikutip dari The Sunday Telegraph, Senin (31/1). "Beberapa profesional kesehatan memang memercayai bahwa makanan organik memiliki lebih banyak nutrisi dan memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan. Namun, sayangnya saran ini dikemukakan tanpa ada bukti ilmiah untuk mendukungnya," ujarnya. (Pri/OL-06)


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 9:33 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 8:09 pm

TAK ADA JAMINAN UNTUK PANGAN ORGANIK DI INDONESIA
Kamis, 17/12/2009 18:03 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Tren penggunaan produk pangan organik mulai dari sayur, beras, buah terus berkembang. Tapi siapa yang bisa menjamin produk tersebut benar-benar organik karena hingga kini belum ada badan khusus yang memberikan standarisasi produk organik. "Konsumsi produk organik di Indonesia lebih ke arah life style (gaya hidup) bukan masalah keamanan pangannya. Tidak ada jaminan apakah organik atau bukan, karena memang tidak ada pihak yang melakukan standarisasinya," kata Direktur Pusat Penelitian Kimia Prof. (Ris) Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono ketika dihubungi detikHealth, Kamis (17/12/2009).

Acuan yang dipakai di Indonesia, pangan organik adalah produk yang bebas pestisida lalu kemudian mendapat stempel SNI. Namun tidak ada kajian khusus apakah benar produk tersebut betul-betul bebas bahan kimia atau tidak dalam proses pengelolaannya hinga penjualan. "Kalau di negara lain seperti Thailand saja ada badan yang melakukan kajian, bahkan India butuh 6 tahun sebelum memastikan produk tersebut benar-benar organik," kata alumnus Institut Teknologi Bandung yang mengambil S3 di Southern Illinois University. Di Amerika misalnya, produsen organik harus mendapat sertifikat USDA Organic untuk menjamin produknya organik sungguhan. Di Jepang ada JAS, Australia terdapat Australian Certified Organic atau BIO di Jerman yang semuanya bernaung di bawah Organic Crop Improvement Association (OCIA).

Karena belum ada standarnya tersebut, Leonardus dan tim yang menemukan minyak goreng tanpa pemanasan (diolah dengan ragi tempe) tidak berani menyebut produknya sebagai pangan organik. Meskipun beberapa produsen yang sudah menggunakan aplikasi ini menamakan produknya dengan minyak goreng organik.
"Siapa yang berhak menentukan organik, kan belum ada. Jadi saya lebih suka menyebut minyak goreng itu dengan minyak goreng tanpa pemanasan," katanya.

International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM) sendiri telah mengeluarkan beberapa standar untuk menyebut produk organik. Mulai dari lahan yang digunakan, cara budidaya pertaniannya, teknologi pendukung hingga pemasarannya. Sementara di Indonesia pelaku industri organik masih berjalan sendiri dengan pemahaman organik yang berbeda. Terkadang dengan cukup memakai pupuk organik saja, produsen sudah mengklaim produknya organik.

Memang ada SNI yang dikeluarkan departemen pertanian tapi di lapangan belum bisa berjalan sesuai harapan. Istilah organik sendiri sebenarnya tidak menjamin bahwa produknya bebas sepenuhnya dari residu karena faktor polusi lingkungan pastinya ada. Meski begitu bisa dikurangi semaksimal mungkin melalui standar pengolahannya yang diterapkan.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 9:39 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 8:19 pm

NUTRISI SESUAI PERASAAN
Selasa, 10/08/2010 08:18 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Perubahan suasana hati alias mood sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, terlebih lagi bagi wanita. Untuk mengatasi perubahan mood tersebut, makanan dengan nutrisi sehat dan tepat menjadi salah satu solusinya. Dilansir dari Sheknows, Selasa (10/8/2010), berikut beberapa nutrisi yang tepat untuk mengatasi suasana hati:

1. Nutrisi saat sedang sedih
Ketika Anda sedang sedih, cobalah mengonsumsi makanan ringan yang rendah protein, rendah lemak tapi tinggi karbohidrat. Alasannya karena ketika makanan tinggi karbohidrat tidak terhambat oleh protein atau lemak, maka asam amino triptophan akan meningkat di otak dan berubah menjadi serotonin, yaitu neurotransmiter yang menstimulasi suasana hati dan membatasi keinginan makan (carving). Contohnya, popcorn, havermut polos dengan sedikit susu dan madu, serta bagel (sejenis donat) dengan irisan pisang.

2. Nutrisi saat sedang depresi
Perasaan terharu dan depresi bisa diredakan makanan yang kaya dengan omega-3, yang banyak ditemukan dalam lemak sehat yaitu lemak ikan, seperti salmon, herring dan tuna.

3. Nutrisi saat sedang bosan
Saat bosan, secangkir kopi dapat merangsang sistem saraf untuk tetap waspada dan lebih mudah berkonsentrasi. Namun, jangan membiasakan diri bergantung dengan kafein. Batasi diri untuk tidak mengonsumsi kopi lebih dari 3 cangkir (5 ons) sehari.

4. Nutrisi saat sedang sensitif atau mudah tersinggung
Ketika Anda sedang mudah tersinggung, seperti pada wanita yang sedang mengalami PMS (pre-menstruasi syndrome), cobalah makan dengan tidak lebih dari 5000 kalori dan mengandung lebih banyak mineral tembaga. Contoh diet kaya tembaga antara lain ayam, pisang dan alpukat.

5. Nutrisi saat sedang kelelahan berat
Orang yang mudah merasa lelah sangat mungkin mengalami kekurangan zat besi atau anemia. Anemia adalah kekurangan gizi yang paling umum di dunia dan sangat umum di kalangan wanita usia subur. Orang yang mengalami kondisi kelelahan sebaiknya banyak makan makanan yang kaya zat besi, seperti kacang, biji-bijian dan sayur-sayuran. Selain itu, zat besi juga banyak terkandung dalam udang, ikan, ayam tanpa kulit atau daging kalkun.(mer/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 9:41 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Wed Jul 14, 2010 8:23 pm

MENIKMATI RASA MAKANAN SEHAT
Rabu, 8 September 2010 | 10:36 WIB
Kompas.com - Apa tujuan dari program diet kita? Memiliki lingkar pinggang yang ramping atau membentuk perut rata? Jika ini yang terlintas di kepala, apakah dengan demikian si pemilik tubuh proporsional tak perlu mengatur pola konsumsi mereka? Percaya atau tidak, pinggang ramping dan perut rata adalah bonus dari menjalani program diet atau pengaturan pola makan. Karena sebenarnya, ilmu gizi membuat teori tentang pola konsumsi sehat adalah untuk membuat kita tetap dalam kondisi prima. Dan kondisi prima akan membuat seluruh fisik dan emosi kita menjadi lebih stabil. Stabil dalam arti fisik adalah memiliki bentuk tubuh yang proporsional. Sedangkan dalam terminologi emosi, stabil berarti mampu mengendalikan setiap situasi dengan menyelaraskan logika dan psikologi. Oleh karena itu, berhentilah berpikir bahwa diet hanya untuk yang orang yang memiliki berat badan berlebih. Ada jalur sederhana sebenarnya, jika kita tetap ingin sehat. Coba lakukan trik-trik menikmati makanan berikut ini dan perhatikan apa yang terjadi pada tubuh kita.

1. Kurangilah ‘interaksi’ dengan si manis.
Saat di kantor atau di rumah, berapa kali kita minum kopi? Jangan lupa untuk menghitung berapa sendok gula yang kita tuangkan ke dalamnya. Atau kadang-kadang, kita juga menambahkan susu untuk menyempurnakan ramuan kopi espresso yang kita seduh. Setelah itu, bayangkan berapa banyak gula yang masuk ke dalam tubuh. Itulah sumber dari besarnya kalori yang oleh timbangan ditunjukkan dengan bobot yang berlebih. Sebenarnya, kita tak sulit untuk membuat timbangan menurunkan angka bobot kita. Cukup jauhkan wadah gula dari pandangan kita. Cara ini akan memberikan lompatan yang besar dalam status sehat kita. Atau coba ganti gula pada kopi dengan madu. Sebab madu adalah pemberi rasa manis yang angka kalorinya rendah.

2. Jangan tergila-gila dengan rasa asin.
Awalnya kita menyalahkan lidah karena tak juga merasa ada sensasi rasa nikmat dalam makanan. Walhasil kita terbiasa untuk menambahkan garam pada makanan. Dari hanya sedikit, lama-lama menjadi bukit. Mungkin terdengar aneh, ada orang yang suka menambahkan garam dalam makanannya. Tapi percayalah, pada saat kita merasa garam adalah penambah rasa yang nikmat, garam akan menjadi kebutuhan baru untuk selalu dihadirkan saat kita makan. Itu mengapa pada restoran, garam adalah salah satu penambah rasa yang diberikan secara cuma-cuma. Kita baru mengetahui garam yang masuk ke dalam tubuh sudah terlalu banyak adalah ketika tekanan darah berada di atas level normal, alias hipertensi. Oleh karena itu, cobalah untuk menikmati berbagai cita rasa alami yang ada dari dalam makanan. Plus hindari makanan-makanan olahan. Sebab makanan ini biasanya akan mengandalkan sodium untuk membuatnya bertahan lama. Itu mengapa, rata-rata per kemasan memiliki 80 persen sodium lebih banyak dibanding masakan segar yang kita olah dari bahan baku segar.

3. Waspadalah terhadap dessert.
Berapa diantara kita yang masih mencari keripik kentang atau kue cokelat, sebagai makanan penutup di malam hari? Sebenarnya, makanan penutup bisa menjadi akhir dari ritual makan yang menyenangkan atau justru sebaliknya. Itu semua tergantung dari pilihan makanan penutup atau dessert kita. Jadi, ketimbang memilih makanan penutup yang justru menambah kalori dalam tubuh. Lebih baik pilih makanan penutup yang menyempurnakan kerja sistem pencernaan, seperti buah, salad, atau yogurt dengan taburan granola. Atau jika memang harus menikmati sesuatu yang berbau cokelat, pilihlah dark chocolate. Ini adalah cokelat aman yang akan memasok antioksidan ke dalam tubuh tanpa kadar gula atau lemak yang tinggi. (PreventionIndonesiaonline/Siagian Priska)


Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 11:39 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: How to Stay Healthy   Thu Jul 15, 2010 11:56 am

MENGAKALI MAKANAN JAHAT JADI SEHAT
Rabu, 01/09/2010 17:15 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Makanan yang lezat umumnya tidak sehat karena mengandung berbagai komponen jahat seperti kalori dan lemak. Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengurangi kandungan tersebut dengan tetap menjaga citarasa. Dikutip dari MensHealth, Rabu (1/9/2010), modifikasi yang dimaksud bisa diterapkan pada beberapa jenis makanan lezat berikut ini.

Burger
Makanan ini menggunakan daging sapi yang banyak mengandung lemak. Selain itu, roti putih yang digunakan juga banyak mengandung gula sederhana yang memberikan beban glukosa yang lebih tinggi bagi bagi tubuh. Untuk mengurangi kadar lemak, ganti daging sapi dengan yang lebih tipis. Lapisi irisan tersebut dengan bawang dan sayuran untuk mencegah agar daging tidak gosong, sekaligus memberikan kandungan vitamin dalam burger. Jika ada, pilih daging sapi organik karena mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 yang baik bagi kesehatan jantung dan otak. Sedangkan untuk menutupnya, gunakan roti gandum yang lebih sedikit mengandung gula namun kaya akan serat. Modifikasi ini mengurangi 6 gram lemak tak jenuh dalam setiap porsi burger. Sebagai gantinya, ada tambahan 47 mikrigram beta karoten, 5 gram serat dan allicin yakni senyawa penting bagi sistem kekebalan tubuh.

Pizza
Makanan khas Italia ini mengandung kalori dan lemak cukup tinggi. Kalori berasal dari karbohidrat sederhana, sedangkan kandungan lemak paling banyak terdapat pada penggunaan minyak kering paprika atau pepperoni. Untuk mengurangi kandungan kalori, gunakan tepung karbohidrat kasar yang dicirikan dengan lapisan kerak yang lebih tipis. Kurangi keju, ganti pepperoni dengan dada ayam yang mengandung lebih banyak protein dibandingkan lemak. Tambahkan juga beberapa irisan bawang untuk menambah serat. Sayuran tersebut juga banyak mengandung alicin, senyawa yang bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Modifikasi ini telah mengurangi 10 gram lemak tak jenuh dalam setiap porsi pizza. Sebagai gantinya, kandungan protein menjadi 2 kali lipat lebih banyak, ditambah kandungan ekstra serat dan allicin.

Fish and Chips (Ikan dan kentang goreng)
Makanan yang terdiri dari ikan dan kentang goreng ini memang gurih dan menggugah selera. Namun tak diragukan lagi, semua komponen yang digunakan adalah sumber lemak dan garam yang tidak baik bagi kesehatan jantung maupun pembuluh darah. Jenis ikan yang digunakan bisa dipilih untuk mengurangi kandungan lemak, misalnya dengan salmon. Selain kandungan lemak jahatnya rendah, ikan ini kaya akan DHA dan asam lemak omega-3 yang baik bagi perkembangan otak. Hindari juga kentang goreng, ganti dengan kentang panggang yang diberi sedikit minyak zaitun. Pilihan ini jauh lebih sehat karena dapat mengurangi terbentuknya lemak jahat. Modifikasi ini telah mengurangi 8 gram lemak tak jenuh dalam setiap porsi fish and chips. Sebagai gantinya adalah tambahan asam lemak omega-3 sebanyak 4 gram.

Nachos (Keripik Jagung pakai krim keju)
Dalam tiap porsi makanan khas Meksiko ini, 13 keping keripik jagung terkandung 120 kalori dan 6 gram lemak. Ditambah krim saus dan acar jalapeno-pepper, total kandungan jahatnya kira-kira menjadi 26 gram lemak tak jenuh dan 1.129 kalori dalam tiap porsinya. Agar kandungan lemaknya berkurang, keripik jagung sebaiknya tidak digoreng melainkan dibakar. Taburi dengan tomat yang dipotong dadu untuk menambahkan serat dan senyawa antikanker likopen, serta jalapeno pepper segar untuk mengurangi kandungan garam. Tidak tanggung-tanggung, modifikasi ini mampu memangkas 677 kalori, 22 gram lemak tak jenuh dan 2.500 mg garam natrium dalam setiap porsi nachos. Sedangkan kandungan sehat yang ditambahkan adalah 14 gram serat serta 2.300 mikrogram senyawa antikanker likopen.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 11:40 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
 

How to Stay Healthy

View previous topic View next topic Back to top 
Page 7 of 27Goto page : Previous  1 ... 6, 7, 8 ... 17 ... 27  Next

 Similar topics

-
» How to Stay Healthy
» Best Diet Tips Ever to Lose Weight & stay healthy...
» how can i keep my hair healthy when it must stay in a bun 5 days a week?
» Virile mane-- stay the course?
» Life Extension Healthy Hair Spray

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-