|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Sun May 16, 2010 6:10 am | |
| LARI TANPA ALAS KAKI SEHATKAH? Sebenarnya yang menjadi permasalahan adalah bukan pada apa yang dikenakan pada kaki, namun pada bagaimana kaki dapat dengan sempurna menyentuh permukaan tanah. Dengan berlari tanpa alas kaki, seseorang mempunyai kemampuan untuk mengubah cara kaki menginjak permukaan lantai, dengan penekanan lebih kepada kaki bagian depan. " Sedangkan jika menggunakan sepatu, kaki cenderung mendarat pada bagian tumit terlebih dahulu," papar Christopher McDougalls pengarang buku best seller Born to Run.
Penelitian menunjukkan bahwa pelari yang bertelanjang kaki akan mendarat dengan kaki depan lebih dullu. Dengan demikian hal ini dapat mengurangi benturan yang mungkin terjadi. Sementara pelari yang menggunakan sepatu, akan selalu menyentuh permukaan tanah dengan tumit atau kaki bagian belakang. Lari tanpa alas kaki membuat seseorang dapat mendarat atau menyentuh permukaan tanah dengan lebih ringan. Pelatihan beladiri juga menerapkan berlari tanpa menggunakan alas kaki, alasannya sebenarnya cukup sederhana, disamping karena dulu belum ada sepatu, berlari tanpa menggunakan sepatu dipercaya akan membuat kaki menjadi lebih kuat dan lebih tangkas. Pelakunya lebih menyatu dengan alam sekitar dan dipercaya cara ini juga menjadikan tubuh lebih bugar.
Lalu, apakah berlari dengan kaki bagian depan lebih dulu menyentuh permukaan lebih bagus? Hal ini ditampik Prof Jeffrey A Ross DPM MD, Kepala Klinik Tulang di RS Ben Taub, Houston, yang menyarankan untuk berlari dengan bagian tumit menyentuh permukaan terlebih dahulu untuk lari jarak jauh. Ia melihat banyak sprinter atau pelari cepat yang berlari dan bertumpu pada kaki depannya. "Namun, bila dalam lari jarak jauh pelari lebih sering bertumpu dengan kaki bagian depan ketika berlari, maka akan memperbesar resiko cedera pada urat," ujar Ross yang juga bertindak sebagai juru bicara Kedokteran Olah Raga dari American College. Ross menyebutkan, berlari jarak jauh dengan berat badan bertumpu pada kaki bagian depan akan mempetinggi resiko cedera lutut.
Disisi lain, ahli tulang lainnya mengatakan bagi sebagian orang, minimnya bertumpu pada bagian tumit malah lebih bagus, terutama bagi mereka yang sering mengalami keseleo ketika berlari. "Sebagian orang merasa lebih baik dengan berlari tanpa alas kaki, sebagian lagi mungkin berpendapat hal itu malah membuatnya merasa tidak nyaman," sebut James Christina, Direktur American Podiatric Medical Association ( APMA ), Assosiasi Ahli Tulang Amerika. APMA tidak mendukung lari bertelanjang kaki ataupun menolaknya. Christina mengatakan hal tersebut bergantung pada masing masing individu yang menjalani dan dilihat dari efek yang mungkin ditimbulkan. "Sebab, sampai saat ini belum ada penelitian mendalam berkaitan dengan hal tersebut," katanya.
Perlu diketahui, lari bertelanjang kaki ini lebih sulit dilakukan jika orang tersebut telah cukup berumur. Menurut Ross, ketika masih muda kaki akan menghasilkan efek pegas lebih baik. Lengkungan didaerah kakipun berada dalam kondisi yang berbentuk yang masih baik. Problem semacam kulit kaki yang menebal, juga belum begitu meresahkan.
Berlari dengan kaki telanjang memang bagus, tetapi tidak disarankan untuk yang mempunyai penyakit: 1. DM 2. Penyakit vaskular 3. Memiliki gangguan sistim imun ( misalnya HIV ) 4. Penderita radang sendi 5. Mereka yang memiliki resiko tinggi infeksi
Bagi pemula, Christopher McDougalls menyarankan untuk mencoba berlari dalam jarak pendek lebih dahulu pada minggu minggu pertama. Kemudian pada minggu minggu berikutnya jarak tempuh bisa ditambah sesuai kapasitas yang pelari. Tidak bisa dipungkiri, luka pada kaki memang berpeluang besar akan terjadi, namun jika sudah lama dilakukan, pelari akan terbiasa dengan hal ini. Bisa juga berkonsultasi dengan ahli tulang untuk membahas hal ini. Sumber: Seputar Indonesia Kamis 18 Februari 2010
Last edited by gitahafas on Mon Aug 02, 2010 8:29 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Fri May 21, 2010 6:58 am | |
| LARI TELANJANG KAKI LEBIH SEHAT DAN CEPAT Merry Wahyuningsih - detikHealth Skotlandia, Sepertinya Anda tak perlu buang banyak uang untuk membeli sepatu lari yang mahal, karena sebuah studi membuktikan lari bertelanjang kaki lebih sehat dan aman. Peneliti di Glasgow University, Skotlandia, menemukan bahwa pelari yang tidak menggunakan sepatu alias tanpa alas kaki cenderung berlari bertumpu pada jari kaki atau bagian tengah kaki. Sedangkan pelari yang menggunakan sepatu berlari bertumpu pada tumit.
Seperti dilansir dari GeniusBeauty, Jumat (7/5/2010), hasil studi menunjukkan bahwa mereka yang tanpa alas kaki saat berlari lebih aman, mengurangi risiko cedera lutut dan pergelangan kaki. Peneliti mengatakan tanpa alas kaki lengkungan kaki manusia menjadi kuat dan berfungsi sebagai penyerap goncangan yang besar. Tapi pada tahun 70-an sejak pelari pertama kali menggunakan sepatu, orang-orang juga mulai menggunakan sandal atau sepatu saat berlari.
Diperkirakan bahwa pelari yang menggunakan sepatu menghentakkan tumitnya ke tanah sekitar 1000 kali per mil. Menghentakkan tumit sama saja dengan 'memukul tumit dengan palu', yaitu menopang 1,5 sampai 3 kali dari berat badan. Sedangkan pelari tanpa alas kaki menggunakan teknik berbeda yang lebih lembut, yaitu langkah geser yang halus.
Para ahli mendorong untuk beralih pada kebiasaan lama, yaitu berlari tanpa alas kaki. Dengan bertelanjang kaki maka bisa berlari secara bertahap dan halus, karena berlari dengan cara ini melibatkan otot-otot yang berbeda dibandingkan dengan berlari menggunakan sepatu. Studi lain yang dilakukan peneliti di Amerika Serikat dan telah diterbitkan dalam jurnal Nature juga menunjukkan bahwa pelari yang bertelanjang kaki dapat mengurangi beban tubuh saat berlari.
"Orang-orang yang tidak memakai sepatu ketika berlari memiliki langkah yang luar biasa," ujar Daniel Lieberman, peneliti dari Universitas Harvard, seperti dilansir dari Dailytech. Hal ini penting untuk menjalankan perlombaan yang panjang, yang menjelaskan mengapa kinerja pelari yang tidak menggunakan sepatu begitu luar biasa. Ini terbukti pada pelari marathon legendaris, Abebe Bikila asal dari Ethiopia, yang dapat memenangkan medali emas dalam Olimpiade Marathon 50 tahun lalu tanpa alas kaki.
Last edited by gitahafas on Mon Aug 02, 2010 8:29 am; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Sat May 22, 2010 8:01 pm | |
| AMANKAH OLAHRAGA SAAT PERUT KOSONG? Rabu, 7/7/2010 | 09:56 WIB KOMPAS.com - Niat hati ingin membakar lemak lebih banyak, maka kita pun memilih untuk tidak mengisi perut saat ingin berolahraga. Sehatkah ini? Menurut Michele Stanten, Prevention Fitness Director, hal ini sah-sah saja dilakukan. Hanya saja jangan berharap kita akan melunturkan lemak lebih banyak. Sebuah penelitian membuktikan, orang yang berolahraga dengan perut kosong justru membakar lemak lebih sedikit dibanding yang mengisi perutnya 1-2 jam sebelum berolahraga. Stanten yang juga instruktur fitness bersertifikat ini kemudian menjelaskan, jika kita melakukan olahraga jalan dengan perut kosong, kita hanya mampu 30-40 menit berjalan. “Tapi setiap orang punya kadarnya masing-masing,” katanya. Untuk menemukan ukuran yang tepat, Stanten meminta kita untuk melakukan uji coba kecil-kecilan.
Caranya, cobalah mengonsumsi camilan yang kandungan kalorinya adalah 200 kalori. Bisa berupa cracker roti gandum, pisang dengan satu sendok makan selai kacang, atau keju rendah lemak. Setelah itu amati seberapa kuat kita melakukan olahraga. Lalu bandingkan apa yang terjadi ketika kita tidak makan sama sekali sebelum olahraga. “Biasanya saat kita tidak mengisi perut sebelum berolahraga, kita akan makan lebih banyak pasca olahraga. Alhasil kalori yang masuk lebih banyak dari yang terbakar,” tukasnya. Kita tentu tidak mau ini terjadi kan?
Last edited by gitahafas on Mon Aug 02, 2010 8:47 am; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Sat May 22, 2010 8:08 pm | |
| MAKAN APA SEBELUM OLAHRAGA? Selasa, 26 Mei 2009, 07:48 WIB Petti Lubis VIVAnews - Sebagian orang percaya bahwa makan sesaat sebelum berolah raga dapat menimbulkan perasaan tak nyaman dan kram perut. Biasanya, kram perut terjadi, karena Anda mengkonsumsi makanan tinggi protein dan lemak, sebab bahan makanan jenis ini memerlukan waktu lama untuk dicerna. Karena itu, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan ringan kaya karbohidrat (seperti roti bakar, kentang panggang, atau pasta dua atau tiga jam sebelum mulai berolah raga. Karbohidrat (zat tepung dan berbagai jenis gula) merupakan sumber energi terpenting bagi otot yang sedang bekerja. Tubuh hanya dapat menyimpan karbohidrat dalam jumlah terbatas di hati dan otot sebagai glikogen. Setiap kali Anda berolah raga, cadangan glikogen Anda akan berkurang. Maka itu, sebaiknya jangan berolahraga dalam keadaan perut kosong
Sedangkan, setelah berolahraga, tingkat gizi makro tubuh berkurang dan syaraf otot membutuhkan penyegaran. Ini sebabkan makanan setelah olahraga merupakan makanan penting tiap hari untuk mereka yang ingin menambah berat tubuh. Selalu cobalah untuk makan dalam satu jam setelah olahraga untuk hasil optimal. Dengan mengatur waktu asupan makanan dan minuman sesuai pola latihan, dan memilih diet seimbang tinggi karbohidrat, Anda dapat tetap aktif untuk waktu yang lebih lama, berolahraga lebih semangat, tidak mudah lelah, mengurangi risiko mengalami cedera, serta membuat tubuh lebih fit dan bugar.
Untuk menghindari kelelahan dan meningkatkan performa Anda saat berolahraga, sebaiknya Anda : - Mengudap camilan kaya karbohidrat kurang lebih 2 jam sebelum berolah raga—misalnya sereal, buah segar, buah kering, yoghurt buah, susu, roti gandum atau sandwich.
- Mengganti cadangan glikogen dengan makanan tinggi karbohidrat setelah berolah raga (kira-kira 30-60 menit). Bisa langsung makan berat, seperti nasi, pasta, dan kentang, atau sekedar cemilan kaya karbohidrat seperti sereal sarapan pagi, pisang, roti, agar-agar, wafer sereal, jus, atau minuman berenergi.
- Tak perlu menunggu rasa haus untuk menggantikan cairan yang hilang ketika berolahraga. Anda bisa minum sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Selain berkhasiat memaksimalkan kekuatan tubuh, minum air selagi berolahraga juga akan mencegah timbulnya sakit kepala dan degup jantung tak beraturan. Jika olahraga dilakukan lebih dari satu jam, minumlah sports drink untuk menggantikan cairan elektrolit yang hilang dan karbohidrat.
Last edited by gitahafas on Mon Aug 02, 2010 8:49 am; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Sat May 22, 2010 8:23 pm | |
| MAKAN APA SEBELUM BEROLAHRAGA? Rabu, 9 Februari 2011 | 17:03 WIB KOMPAS.com — Ada orang yang bisa berolahraga jalan pagi tanpa makan lebih dahulu, tetapi ada pula yang harus makan dahulu. Memang tubuh perlu bahan bakar untuk mendapatkan stamina yang baik. Namun, jika "salah makan" sebelum berolahraga, makanan bisa membuat perut mual atau kembung. Makanan apa yang terbaik supaya perut tetap nyaman dibawa jalan pagi? Inilah beberapa tip dari klub jalan kaki di Amerika Serikat, American Volkssport Association.
- Bagi yang tidak biasa sarapan bisa minum jus buah untuk mendapatkan sedikit kalori, mengingat semalaman perut habis berpuasa.
- Bagi yang biasa sarapan makanan berlemak, berserat, dan berprotein, tunggulah hingga 3-4 jam agar pencernaan mengolah makanan tersebut. Setelah itu boleh berolahraga. Atau simpan makanan itu untuk disantap seusai berolahraga. Sebagai gantinya, pilih menu sarapan yang ringan saja, seperti roti dan buah-buahan.
- Apabila menu sarapannya ringan atau rendah lemak, lakukan 1-3 jam sebelum berolahraga. Anda akan mendapatkan manfaat dari kalorinya tanpa mengalami gangguan perut.
- Apabila hanya memilih camilan berkarbohidrat seperti pisang, jus buah, yogurt rendah lemak, camilan itu bisa disantap 30-90 menit sebelum berolahraga. (GHS/rin)
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:35 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 4:51 am | |
| ATURAN MAKAN SEBELUM OLAHRAGA Senin, 1/3/2010 | 16:55 WIB KOMPAS.com - Makan sebelum dan sesudah berolahraga sangat penting untuk menyediakan bahan bakar yang diperlukan untuk berlatih, sekaligus memulihkan tubuh sesudahnya. Masalahnya, banyak orang yang begitu khawatir akan kekurangan tenaga, lalu makan kenyang dengan porsi penuh. Tidak mengherankan jika ia lalu malah ingin muntah saat olahraga. Jenny Schwartz, ahli gizi dan personal trainer untuk Midtown Tennis Club Chicago, mengatakan bahwa pengaturan gizi seimbang tetap penting sebelum dan sesudah latihan. Untuk itu, simak tips mengenai pengaturan makan selama berolahraga ini:
Makan sebelum berolahraga. "Makan sebelum berolahraga penting untuk latihan yang efisien dan berhasil," tutur Schwartz. Hal ini disebabkan tubuh kita perlu bahan bakar untuk berlatih, dan bahan bakar yang tepat akan membantu Anda tampil dalam kondisi prima.
Jangan lupa minum. Saat berolahraga, tubuh kita kehilangan banyak air melalui keringat. Kita perlu minum lebih banyak air untuk menghindari efek negatif dehidrasi, seperti kelelahan dan penyakit yang berkaitan dengan panas. Selain itu juga untuk membantu tubuh mencerna makanan secara efisien. Konsumsi snack seimbang. Anda bisa mengonsumsi snack berkarbohidrat dengan sedikit protein dan lemak. Karbohidrat menyediakan energi untuk bergerak, sedangkan protein dan lemak membuat energi tersebut berlangsung lebih lama dan membuat Anda tetap terpuaskan.
Jangan melewatkan makan. Makan sebelum dan sesudah latihan akan membantu menstabilkan gula darah, memperbaiki latihan, dan mempercepat pemulihan usai latihan. Jangan hanya makan sehat saat latihan. Menurut Midtown Tennis Club, bagaimana dan apa yang Anda konsumsi sehari-hari sama pentingnya dengan apa yang Anda makan pada hari dimana Anda harus berlatih. Bila saat latihan Anda selalu berusaha memenuhi diet seimbang, namun hari lain Anda kembali makan makanan berlemak, percuma saja.
Makan usai latihan. Jangan meremehkan manfaat makan makanan ringan usai berlatih. Menurut Schwartz, "Hal ini sama pentingnya dengan makan sebelum latihan. Tubuh kita telah membakar bahan bakar, dan merusak jaringan otot. Anda perlu mengisi lagi tubuh Anda dengan makanan."
Atur jadwal makan Anda. Idealnya, Anda perlu makan 1-3 jam sebelum berlatih, tergantung pada jenis latihan yang Anda lakukan, dan lama latihan. “Jika Anda berencana untuk berlatih dalam waktu lama, atau lebih dari 1 hingga 1,5 jam, makanlah dua jam sebelumnya. Kemudian, makanlah makanan pendongkrak energi 30 menit sebelum mulai latihan, atau makanlah snack tersebut di sela-sela latihan yang berlangsung lama," ungkapnya. Jangan mengonsumsi makanan berkalori nol. Snack sehat yang mengandung karbohidrat dengan sedikit protein dan lemak bisa menjadi pilihan. Mengonsumsi energy drink atau permen memang akan memberikan kepuasan instan, namun makanan berkalori kosong seperti ini tidak menyediakan gizi sebelum dan sesudah latihan. Anda bisa mendongkrak energi dengan energy bar atau nutrition bar seperti SoyJoy atau L-Men Hi Protein Bar.
Makan satu jam setelah latihan. Jika latihan Anda tergolong berat dan lama, konsumsi kembali energy bar dalam 30 menit usai berlatih. Setelah itu makanlah makanan dalam porsi yang lebih besar satu atau dua jam setelah berlatih. “Metabolisme berada pada puncaknya dari sekitar 30 menit hingga satu jam setelah latihan, yang artinya Anda sedang membakar kalori terbanyak saat ini. Itulah waktu optimal untuk mengisi bahan bakar dan menghilangkan berat badan," kata Schwartz.
Jangan makan berlebihan. Schwartz menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang membuat Anda merasa berat atau lamban. Berolahraga dalam keadaan perut kenyang bisa membuat Anda merasa lesu, karena tubuh Anda berusaha untuk mencerna dan mempertahankan energi untuk berlatih. Schwartz juga memperingatkan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu tinggi kadar lemak atau seratnya, karena bisa menyebabkan perut Anda mulas atau kembung.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:36 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 4:53 am | |
| MAKANAN TERBAIK SETELAH BEROLAH RAGA Senin, 8 November 2010, 16:15 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni VIVAnews - Anda mungkin sudah tahu kalau protein adalah nutrisi penting untuk membuat membentuk otot lebih kencang, sekaligus menjaga bentuk tubuh tetap ramping. Perlu Anda tahu, selain protein ada nutrisi lain yang sebaiknya juga dikonsumsi usai berolahraga. Makanan yang Anda konsumsi setelah berolaharga memang harus diperhatikan agar hasil latihan jadi lebih maksimal. Ketahui empat makanan terbaik yang sebaiknya Anda konsumsi setelah berolahraga, seperti dikutip dari Idiva.
1. Susu Susu mengandung casein yang bisa membantu mengurangi lemak tubuh dan membuat otot lebih berbentuk. Susu juga mengandung laktosa serta kalsium yang membantu pemulihan otot dan tulang setelah berolahraga. Dengan minum susu setelah olahraga, elektrolist yang hilang ketika Anda berkeringat juga bisa segera tergantikan. Pilih saja susu dengan sedikit lemak dan sedikit gula.
2. Gandum Karbohidrat juga nutrisi yang harus Anda penuhi terutama setelah berolaharga cukup keras. Olahraga mengurangi jumlah glikogen pada tubuh. Dengan konsumsi karbohidrat sehat bisa segera membantu memulihkan glikogen otot. Glikogen ini juga mencegah rusaknya jaringan otot, yang menjaga otot tetap kenyal dan kencang.
3. Telur Telur, terutama bagian putihnya mengandung protein tinggi. Protein tersebut mengandung asam amino yang membantu pembentukan kembali jaringan otot yang rusak akibat olahraga keras. Bagian kuning telurnya mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D and E. Telur juga sumber mineral, fosfor dan iodin.
4. Pisang Pisang adalah sumber kalium yang membuat otot berfungsi dengan tepat dan bisa membantu meringankan kram dan nyeri otot. Jadi, pastikan Anda menyertakan pisah dalam menu makanan wajib setelah olahraga.
SEGARNYA SUSU COKLAT, PULIHKAN OTOT YANG PENAT Sabtu, 05 Juni 2010 02:36 WIB REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Susu coklat memiliki manfaat lebih baik untuk proses pemulihan setelah latihan fisik yang berat, dibandingkan minuman olahraga lain. Demikian disebutkan sebuah penelitian. Dalam empat studi yang dilakukan secara berurutan, peneliti mengungkap, susu coklat dapat memperbaiki dan membangun kembali otot-otot, jauh lebih efektif dibandingkan minuman karbohidrat yang didesain khusus. Hasil penelitian itu kemudian dipresentasikan oleh James Madison University ke hadapan konferensi American College of Sports Medicine di Seattle, AS. Para peneliti meyakini, minum susu coklat rendah lemak setelah latihan fisik yang berat sekaligus untuk menyiapkan otot-otot agar berfungsi lebih baik pada pertandingan selanjutnya untuk para atlit. Manfaat dari kombinasi karbohidrat dan protein yang tersedia dalam susu coklat sangat sesuai bagi pemulihan. Penelitian juga mengungkap, susu coklat yang memiliki perbandingan sesuai dari karbohidrat dan protein dapat menambah tenaga bagi otot yang lelah dan protein dalam susu dapat membantu otot yang ideal. Susu juga menyediakan cairan untuk rehidrasi dan elektrolit, termasuk potasium, kalsium dan magnesium yang hilang karena latihan fisik, termasuk untuk olahraga rekreasi atau atlet profesional setelah aktivitas yang berat.
Last edited by gitahafas on Sun Aug 21, 2011 1:24 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 5:02 am | |
| TIPS MAKAN DAN OLAHRAGA SEHAT Kamis, 26 Maret 2009 18:00 WIB Media Indonesia HIDUP sehat merupakan impian setiap orang. Dengan sehat, Anda bisa hidup berkualitas. Ingin hidup sehat? Mulailah dengan mengubah pola makan dan aktivitas fisik Anda. Beberapa tips sederana berikut bisa membantu Anda memulainya.
1. Mulailah hari Anda dengan sarapan Jangan pernah lupa mengawali hari dengan sarapan. Dengan perut terisi, Anda akan lebih semangat menghadapi hari dan beraktivitas. Selain itu, hasil pekerjaan Anda akan jauh lebih baik. Tidak harus makan berat, Anda bisa memilih paduan buah dengan susu rendah lemak, roti gandum dengan selai kacang atau yogurt dengan buah.
2. Bergeraklah Sangat mudah untuk menyesuaikan waktu berolahraga dengan rutinitas harian Anda. Daripada naik mobil, berjalan atau bersepada akan lebih baik saat Anda ingin mengunjungi teman. Sediakan waktu 10 menit setiap jam untuk menggerakkan tubuh saat Anda membaca, mengerjakan tugas atau menonton TV. Tinggalkan eskalator atau lift dan pilihlah tangga. Cobalah melakukan hal-hal kecil ini selama 30 menit sehari.
3. Snack cerdas Snack merupakan salah satu cara terbaik untuk mengisi energi kembali. Pilihlah snack dari berbagai kelompok makanan yang berbeda-beda. Segelas susu rendah lemak dengan biskuit, apel atau seledri dengan selai kacang atau sereal. Jika Anda bisa makan dengan cerdas, tentunya dengan menyesuaikan takaran, Anda juga bisa mengkonsumsi kue, kripik atau permen.
4. Tingkatkan olahraga Olahraga yang lebih intens bagus bagi kesehatan. Berkeringat dan bernapas kuat akan membantu jantung untuk memompa darah dengan lebih baik. Selain itu, bisa juga membuat Anda lebih berenergi dan terlihat lebih baik. Mulailah dengan pemanasan untuk meregangkan otot-otot. Tambahkan 20 menit aktivitas aerobik seperti lari, jogging, atau menari. Selanjutnya ikuti dengan aktivitas yang membuat Anda lebih kuat seperti push-up atau angkat beban. Setelah itu, jangan lupa melakukan pendinginan dengan melakukan peregangan dan menarik napas dalam-dalam.
5. Seimbangkan makanan Anda Anda tidak harus berhenti makan hamburger, kentang goreng dan es krim agar bisa sehat. Anda hanya perlu cermat dalam menentukan frekuensi dan jumlah yang Anda makan. Tubuh memerlukan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin dan mineral lainnya (vitamin C, A, besi, kalsium) dari berbagai jenis makanan.
6. Olahraga dengan keluarga atau teman Berolahraga dengan teman atau keluarga akan jauh lebih menyenangkan daripada sendirian. Ajaklah teman atau keluarga untuk bergabung dalam acara tertentu, misalnya bersepeda atau mendaki.
7. Perbanyak konsumsi biji-bijian, buah dam sayuran Jenis makanan ini kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi, vitamin, mineral dan serat. Selain itu, rasanya juga enak. Anda bisa memilih buah yang Anda suka dan cobalah untuk menambahkan sayuran mentah dalam sandwich atau salad Anda.
8. Makanan bukan masalah bagus atau buruk Pola makan yang sehat sama seperti teka-teki silang. Setiap makanan berbeda. Beberapa makanan mungkin mempunyai kandungan lemak, gula, atau garam yang lebih banyak sedangkan makanan lain mungkin mengandung lebih banyak vitamin atau serat. Semua makanan ini punya fungsi tersendiri bagi tubuh. Apa yang menentukan makanan baik atau buruk adalah cara Anda mengkombinasikannya. Karena itu, sangat penting untuk menyeimbangkan pilihan makanan Anda. Jika Anda mengkonsumsi makanan tinggi lemak di pagi hari, ada baiknya makan yang berlemak rendah di malam hari. Jangan lupa takaran sedang. Jika 1 potong makanan sudah membuat Anda kenyang, lupakan potongan berikutnya.
9. Nikmati pola makan dan olahraga Anda Ambil manfaat positif dari setiap aktivitas fisik yang Anda lakukan dengan teman dan makanlah makanan yang Anda sukai. Puaskan selera petualangan Anda. Cobalah jenis olahraga, game serta makanan yang baru. Jika Anda bertambah kuat, mainkan lebih lama. Anda akan terlihat dan merasa lebih baik. Jangan lupa menetapkan target yang realistis, jangan melakukan perubahan terlalu banyak pada saat bersamaan. Lakukan satu per satu.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:39 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 5:06 am | |
| AIR PUTIH DAN OLAH RAGA Selasa, 13 Mei 2008 | 11:25 WIB Kompas.com - Agar tidak dehidrasi ketika berolahraga, ikuti aturan minum air putih berikut. Dua jam sebelum olahraga, minum 3 gelas (600 cc) air putih, dan 1 gelas (300 cc) 15-20 menit sebelum memulai berolahraga. Selama berolahraga, usahakan minum 1 gelas (200 cc) air putih setiap 20 menit.
Setelah berolahraga, minumlah air putih sebanyaknya (semampu Anda). Suhu air yang Anda minum sebaiknya berkisar 10-15 derajat Celcius agar mudah diserap tubuh.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 4:30 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 5:08 am | |
| TAK ADA ISTILAH TUA UNTUK OLAHRAGA Sabtu, 16/04/2011 12:05 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Tak ada istilah tua untuk olahraga. Tubuh orang tua tetap bisa merespons aktivitas gerak sama baiknya dengan kondisi tubuhnya saat masih muda. Sayangnya, beberapa orang tua justru lebih fokus pada produk anti penuaan dan melupakan usaha untuk tetap sehat dengan berolahraga. "Berolahraga adalah 'peluru ajaib' untuk memastikan tetap panjang umur dan mendapatkan kualitas hidup yang baik," jelas Colin Milner, CEO dari International Council on Active Aging, seperti dilansir Preventdisease, Sabtu (16/4/2011).
Para ahli kesehatan mengatakan bahwa salah satu cara terbaik meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangkal masalah kesehatan seperti ketika Anda masih dalam kondisi prima dan berusia muda adalah berolahraga. Sayangnya, hanya sedikit orang yang mau melakukan olahraga saat sudah memasuki usia senja. Dalam studi yang dilakukannya, Milner mencatat bahwa 85 persen orang berusia di atas 65 tahun memiliki masalah kesehatan yang dapat menghalangi mereka untuk berolahraga.
Sedangkan masalah lain, seringkali orang yang berumur lanjut lebih terfokus pada obat anti penuaan eksternal dan melupakan usaha untuk membuat tubuhnya tetap sehat, yaitu berolahraga. "29 miliar dolar dikeluarkan setiap tahunnya untuk obat anti penuaan, sebagian besar dihabiskan untuk hal-hal eksternal, seperti Botox dan implan payudara. Semua itu tidak berdampak pada kesehatan Anda dari dalam. Tantangannya adalah untuk membantu orang-orang agar menyadari bahwa mereka harus fokus pada pencegahan daripada penyempurnaan (penampilan)," jelas Milner.
Milner menjelaskan, olahraga yang dilakukan saat Anda masih muda hingga memasuki usia tua sangat bermanfaat bagi tubuh untuk menjauhkan dari berbagai penyakit yang berbahaya termasuk membuat Anda awet muda, ketimbang harus menyempurnakan tampilan dengan menggunakan produk anti penuaan eksternal. "Dalam 10 tahun terakhir, saya telah melihat lebih banyak penelitian yang mencerminkan manfaat olahraga dalam mengurangi risiko berbagai gangguan medis, mulai dari sakit jantung sampai depresi dengan efek operasi empedu kandung kemih," tutur James Blumenthal, seorang profesor psikologi medis di Duke University Medical School.
Selain pemangkasan risiko berbagai macam penyakit, Blumenthal menambahkan, olahraga pada usia tua telah terbukti dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kepercayaan diri dan kondisi fisik sehingga lebih mudah untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari. Meskipun semua ini kabar baik tentang bagaimana olahraga dapat memperbaiki kehidupan individu yang lebih tua, kuncinya adalah untuk memotivasi orang-orang tersebut untuk tetap bergerak.
Bagi orang-orang yang cenderung untuk berolahraga, Milner mengatakan motivator nomor satu 50 persen berasal sendiri, karena orang-orang tersebut tertarik dengan tetap sehat. Tapi bagi orang-orang yang tidak memiliki keinginan yang kuat dari diri sendiri untuk berolahraga, Milner mengatakan dokter dapat membantu. "52 persen dari dokter mengatakan kepada pasien mereka untuk berolahraga, tetapi hanya 14 persen yang benar-benar melakukan resep itu," kata Milner. Pesan yang harus disampaikan adalah bahwa olahraga bukanlah pilihan. Olahraga harus dilakukan sebagai bagian dari rutinitas Anda, seperti halnya menyikat gigi.
Menurut Milner, cara lain untuk mendorong orang tua untuk melakukan olahraga adalah untuk menjelaskan bagaimana olahraga bisa membuat orang independen atau mandiri. "Satu alasan mengapa orang dewasa perlu dibantu dalam hidup adalah kurangnya kekuatan kaki, sehingga mereka tidak bisa keluar dari kursi, berjalan menaiki tangga atau melakukan fungsi sendiri," kata Milner. Jadi, jika mereka memulai berolahraga mereka akan jauh lebih mungkin untuk hidup mandiri, membawa belanjaan sendiri dan bermain dengan cucu.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:31 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 5:36 am | |
| PLUS MINUS DARI OLAHRAGA LARI, RENANG DAN SEPEDA Senin, 25/04/2011 07:38 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Bisa jadi lari, sepeda dan renang adalah 3 jenis olahraga yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Tapi bagaimana perbandingan dari ketiga jenis olahraga ini? Lari, sepeda dan renang adalah latihan kardio yang paling populer dan hampir semua orang memiliki akses untuk melakukannya. Semua kegiatan ini bisa memberikan tubuh yang sehat dan pembakar kalori yang sangat baik. Untuk mengetahui perbedaan ketiganya, maka simaklah perbandingan ketiga jenis olahraga ini seperti dikutip dariLifemojo, Senin (25/4/2011) yaitu:
Kemampuan membakar kalori Lari: olahraga ini merupakan pembakar kalori terbaik diantara yang lain, seseorang bisa saja membakar 500-800 kalori per jam Sepeda: olahraga ini umumnya membakar kalori sebanyak 350-650 kalori per jam Renang: olahraga ini bisa membakar 350-700 kalori per jam
Risiko cedera Lari: merupakan salah satu olahraga dengan rawan cedera tertinggi akibat adanya tekanan yang terkait dengan latihan tersebut Sepeda: olahraga ini memiliki dampak risiko yang rendah Renang: olahraga ini memiliki dampak risiko yang lebih rendah pada tungkai, sendi dan otot karena adanya sifat mendukung dari air. Studi menunjukkan olahraga dalam air setinggi pinggang akan mengurangi tekanan pada sendi sebesar 50 persen, jika setinggi dada mengurangi tekanan pada sendi sebanyak 75 persen. Hal ini membuat olahraga kolam bagus untuk orang yang baru pulih dari cedera.
Biaya Lari: biaya yang dikeluarkan bisa dibilang tidak ada karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, hanya dibutuhkan sepasang sepatu lari yang nyaman. Sepeda: biaya yang dikeluarkan terbilang mahal, hal ini tergantung dari jenis sepeda yang dipilihnya. Renang: olahraga ini terbilang murah dari segi peralatan, yang dibutuhkan hanya sebuah akses mudah untuk masuk ke kolam renang.
Efek terhadap tubuh Lari: termasuk latihan beban yang bisa membantu membangun kepadatan tulang dan melindungi dari osteoporosis. Latihan ini bagus untuk kaki terutama betis dan paha belakang. Sepeda: latihan ini bagus untuk membentuk dan mengencangkan paha, paha depan, otot-otot betis dan daerah panggul. Renang: latihan ini umumnya memberikan manfaat bagi tubuh secara menyeluruh, tapi secara konsisten bisa membangun kepadatan kaki, punggung, bahu dan otot lengan.
Manfaat secara kardio Lari: meningkatkan aliran darah dan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga bermanfaat bagi memori, konsentrasi dan ketahanan fisik. Sepeda: latihan ini baik untuk jantung dan dapat mengurangi timbulnya penyakit jantung. Renang: melatih tubuh agar bisa menggunakan oksigen secara efisien.
Tidak dianjurkan pada Lari: orang yang memiliki masalah dasar pada jantung sebaiknya menghindari olahraga ini, serta orang dengan masalah pada pergelangan kaki, lutut dan sendi pinggul. Sepeda: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang memiliki masalah tubuh bagian belakang dan rheumatoid Renang: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang fobia terhadap air
Bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, asma, angina (gangguan jantung), tekanan darah tinggi atau baru melakukan operasi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Karenanya pemilihan jenis olahraga yang tepat sepenuhnya tergantung pada kondisi kesehatan serta tujuan dari berolahraga.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:32 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 6:39 am | |
| JANGAN SALAH SAAT BERLARI Kamis, 28/04/2011 09:17 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Berlari dan berjalan merupakan bentuk olahraga yang rendah risikonya. Tapi sebagian besar orang tidak berlari dengan benar yang membuatnya tidak mendapatkan manfaat maksimal dan berisiko mengalami cedera. Setidaknya ada 6 kesalahan yang biasa dilakukan orang ketika sedang berlari. Seperti dikutip Lifemojo, Kamis (28/4/2011), kesalahan saat berlari ini yang seharusnya dihindari.
Terlalu lebar melangkah Setiap orang memang memiliki panjang langkah yang berbeda-beda. Tapi ketika seseorang melangkahkan kakinya lebih lebar atau panjang kemungkinan bisa menyebabkan postur tubuh yang buruk dan sakit punggung. Karena itu daripada mengambil langkah lebar, lebih baik mengambil langkah pendek-pendek dan berjalan lebih cepat.
Salah menggunakan alas kaki Menggunakan alas kaki yang salah tidak hanya membuat orang merasa tidak nyaman tapi juga menjadi rentan cedera. Alas yang digunakan harus ringan serta fleksibel yang memungkinkan orang untuk bebas bergerak dan membuat kaki tidak sakit dari tumit hingga ujung kaki. Jika ingin lama berjalan, pilihlah sepatu yang agak longgar sehingga tidak sakit ketika kaki membengkak. Karena lama berjalan dengan sepatu ketat bisa menyebabkan rasa sakit dan kram.
Pakaian yang tidak tepat Pakaian yang salah bisa mengganggu termoregulasi (kemampuan tubuh untuk menjaga suhu di dalam agar tidak terlalu berbeda dengan suhu lingkungan) yang nantinya mempengaruhi efisiensi berjalan. Pilihlah pakaian sesuai dengan kondisi lingkungan, jika iklim panas gunakan pakaian yang menyerap keringat dan jika iklim dingin gunakanlah jaket.
Kurangnya ayunan lengan Normalnya ketika berjalan atau berlari maka lengan akan terayun untuk mengimbangi gerakan kaki, serta membantu gerakan tubuh sehingga bisa berjalan lebih cepat. Kurangnya ayunan lengan bisa memberikan banyak tekanan pada punggung yang bisa menimbulkan nyeri. Jadi pastikan lengan mengayun maju mundur berlawanan arah gerakan kaki.
Postur tubuh yang salah Postur tubuh yang tidak benar bisa menyebabkan masalah seperti sakit leher, nyeri punggung dan bahu serta kesulitan bernapas. Ketika berlari pastikan tubuh berdiri tegak, jangan membungkuk, tarik perut dan jaga lengkungan alami tulang belakang untuk mencegah tekanan atau stres yang tidak semestinya.
Overtraining Terlalu semangat membakar kalori bisa membuat orang berlari di luar kapasitasnya yang memicu overtraining. Dampak yang timbul adalah merasa lelah, mudah marah, nyeri dan sakit kepala. Jika seperti ini lebih baik beristirahat dan menyegarkan diri.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:34 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 6:44 am | |
| 9 ALASAN PENTINGNYA JALAN KAKI Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 4 Juni 2011 | 06:08 WIB KOMPAS.com - Menjaga agar tubuh selalu dalam kondisi sehat dan bugar sebenarnya mudah dilakukan. Kita tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk tetap sehat. Cara sederhana dan paling mudah adalah dengan teratur berjalan kaki. Dengan berjalan kaki selama 30-45 menit setiap hari, ternyata anda bisa mengubah hidup menjadi lebih sehat dan bermakna. Berikut ini adalah alasan mengapa Anda harus meluangkan waktu untuk berjalan kaki di tengah kesibukan rutinitas sehari-hari :
1. Mudah: untuk memulai berjalan, yang Anda butuhkan hanyalah sepasang sepatu berjalan. Anda bisa berjalan di mana saja (di taman, teras, atau di atas treadmill) dan kapan saja (siang sore pagi, atau bahkan larut malam hari setelah makan malam). Mulailah dengan 10 sampai 15 menit, setelah itu dapat ditingkatkan secara bertahap.
2. Meningkatkan semangat : Berjalan ternyata dapat meningkatkan semangat, suasana hati, menghilangkan stres. Sebuah studi yang dimuat dalam Annals of Behavioral Medicine menunjukkan, siswa yang berjalan secara teratur memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang terlalu sering duduk, berolahraga sedikit atau tidak sama sekali. Berjalan juga dapat membantu Anda mendapatkan oksigen lebih selain juga dapat memfasilitasi pelepasan endorfin dan mendapatkan hormon baik.
3. Meningkatkan otak : Ini adalah fakta bahwa melakukan latihan dalam bentuk apapun bisa membantu meningkatkan kemampuan fisik, mental dan kewaspadaan. Sebuah studi yang dilakukan oleh National Council of Aging menyimpulkan bahwa, berjalan kaki 45 menit sehari bisa mempertajam kemampuan mental.
4. Mengurangi risiko sakit jantung dan stroke : Berjalan selama 30 sampai 45 menit setiap hari membantu meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini juga membantu dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga melakukan fungsi pelindung secara keseluruhan.
5. Mempertahankan tingkat gula darah: Berjalan kaki selama 45 menit di pagi hari bisa membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah. Misalnya, berjalan selama 10 sampai 15 menit setelah makan dapat membantu menurunkan gula darah postprandial. Sedangkan berjalan kaki selama 30 menit atau lebih pada malam hari membantu dalam mengendalikan kadar gula darah. Berjalan tidak hanya menguntungkan bagi penderita diabetes, tetapi juga membantu dalam mengurangi resiko terkena diabetes pada orang-orang yang rentan terhadap penyakit ini. Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pittsburgh menemukan bahwa berjalan kaki selama 30 menit sehari memperkecil risiko diabetes untuk orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan maupun yang tidak.
6. Mencegah disfungsi seksual : berjalan cepat selama setidaknya dua mil (3.2 km) setiap hari bisa mengurangi impotensi pada pria. Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat Journal of American Medical Association dan efeknya lebih terlihat pada pria berusia tengah baya dan pada pria penderita diabetes.
7. Mengurangi risiko kanker : berjalan sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan kanker. Ini dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk pulih dan bertahan hidup. Berjalan juga dapat meningkatkan rasa lapar pada pasien sehingga membantu mereka untuk meningkatkan minat makan. Berjalan juga membantu dalam mengurangi risiko berbagai jenis kanker seperti payudara dan usus besar. Sebuah makalah yang disajikan pada Pertemuan Tahunan ke-95 American Association for Cancer Research di Orlando menunjukkan bahwa berjalan meningkatkan kelangsungan hidup penderitaan dari kanker payudara.
8. Menjaga berat badan : apakah Anda mempunyai keinginan menurunkan atau menambah berat badan? berjalan ternyata salah satu jenis latihan yang dapat membantu Anda terkait kedua masalah tersebut. Berjalan bila diikuti dengan diet terkontrol membantu Anda dalam menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak beberapa inci. Berjalan juga bisa sebagai latihan aerobik untuk membantu Anda dalam menjaga berat badan setelah tujuan Anda tercapai.
9. Panjang umur : sebuah penelitian jantung di Honolulu yang melibatkan 8.000 pria, ditemukan bahwa dengan berjalan dua mil (3.2 km) per hari mengurangi risiko kematian hampir 50 persen. Risiko kematian akibat kanker bahkan ditemukan lebih rendah. Beberapa studi lain juga mengungkap temuan yang sama. Jadi, berjalan membuat hidup anda lebih lama.
Apa yang dibutuhkan untuk mulai berjalan? Yang dibutuhkan hanyalah sedikit motivasi dan sepasang sepatu. Selain itu, untuk menunjangnya anda bisa mengajak beberapa teman untuk berjalan. Sehingga berjalan dalam sebuah kelompok menjadi lebih menyenangkan.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:40 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 10:12 am | |
| EXPERT EXCERCISE TIPS Senin, 23 Februari 2009 18:00 WIB Media Indonesia Mempertahankan kondisi badan agar tetap fit merupakan suatu tantangan. Sebagian besar orang kesusahan untuk berolahraga tanpa didampingi oleh pelatih. Tahukah Anda rahasia dari orang-orang yang tetap berolahraga secara rutin sepanjang hidupnya? Berikut, para pakar fitnes membagikan tips, trik dan rahasia mereka untuk Anda.
1. Konsisten Chase Squires warga Colorado yang semula obesitas mengaku, kunci dari keberhasilannya adalah konsistensi bukan kecepatan."Saya mulai dengan treadmill 20 menit sehari," ujar Squires."Perbedaan antara saya dengan orang lain yang juga berjuang untuk menurunkan berat badan adalah bahwa saya melakukannya setiap hari. Tidak ada program latihan atau olahraga di dunia ini yang akan berhasil jika Anda tidak melakukannya secara konsisten."
2. Mengikuti rutinitas olahraga yang efektif Berikut 3 cara terbaik yang bisa Anda lakukan:
# Memperkuat latihan. Bahkan 20 menit sehari dua kali seminggu bisa membantu menguatkan seluruh tubuh.
# Latihan berkala. Bentuk yang paling mendasar dari latihan berkala adalah jalan selama 2 menit, kemudian lari dua menit, dan ulangi lagi. Cara ini sangat efisien dari segi waktu dan merupakan cara berolahraga yang produktif.
# Meningkatkan latihan kardio/aerobik. Anda bisa mengakumulasikan 60 menit atau lebih sehari dalam sehari mulai dari aktivitas fisik dengan intensitas rendah sampai menengah, misalnya jalan, lari, atau menari.
3. Menetapkan tujuan yang realistis "Jangan menetapkan tujuan yang terlalu sempurna padahal tidak akan bisa dicapai," ujar Kara Thompson, juru bicara International Health Racquet and Sportsclub Association (IHRSA). "Lebih baik fokus pada peningkatan kebiasaan-kebiasaan hidup sehat." Dengan kata lain, jangan cemas jika Anda belum bisa lari sejauh jarak yang Anda inginkan, jadikanlah jalan 15 menit sehari menjadi kebiasaan, kemudian tambahkan waktunya, jaraknya, serta intensitasnya secara berkelanjutan.
4. Cari teman Temukanlah teman yang Anda suka dan tentu saja yang berniat menerapkan pola hidup yang lebih sehat."Saling mendorong, berolahraga bersama, dan gunakanlah kesempatan ini untuk saling mendekatkan diri dan memperkuat hubungan," tambah Thompson.
5. Rencanakan sesuai dengan jadwal Anda Jika Anda terlalu sibuk untuk pergi ke gym, Anda bisa berolahraga di rumah. Anda tidak memerlukan peralatan olahraga yang mewah agar bisa tetap sehat. Rumah dan kantor Anda pasti mempunyai lantai, cobalah manfaatkan untuk berolahraga sederhana yang bisa menguatkan area tubuh tertentu seperti pinggang dan pinggul, kaki dan paha, dada dan lengan (seperti push up). Lakukan 10-12 kali setiap latihan, tambahkan repetisi dan intensitasnya untuk menguatkan tubuh.
6. Gembiralah Pastikan Anda memilih aktivitas yang Anda sukai. Jika benci dengan angkat beban, jangan pergi ke gym. Anda bisa menurunkan berat badan dan membentuk tubuh dengan jenis olahraga atau aktivitas fisik mana pun. Pilihlah olahraga yang tepat dan mudah dilakukan, mendaki gunung mungkin olahraga yang sangat menarik tetapi jika Anda tinggal di kota, Anda tidak akan bisa melakukannya setiap hari.
7. Perhatikan waktu Tubuh Anda adalah jam yang akurat. Berolahragalah saat tubuh Anda berenergi. Jika Anda bersemangat di pagi hari, aturlah jadwal aktivitas fitnes Anda di pagi hari, jika biasanya Anda selalu semangat sepanjang hari, aturlah jadwal Anda di siang atau sore hari. Berolahraga saat tubuh berenergi akan membuahkan hasil yang lebih baik.
8. Berkonsultasilah dengan ahlinya Jika Anda masih pemula, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan ahlinya untuk menentukan jenis olahraga yang tepat. Bagi beberapa orang, fleksibilitas, keseimbangan dan kelincahan, mungkin lebih penting daripada latihan kekuatan atau aerobik. Dengan berkonsultasi dulu dengan ahlinya, Anda akan tahu bagian terlemah Anda dan lebih fokus terhadap bagian tersebut.
9. Inspirasi "Fitnes merupakan bagian dari pikiran," ujar pakar fitnes Allan Fine dari Alberta, Canada. Salah satu cara agar tetap termotivasi adalah dengan membaca blog atau web site dari orang-orang yang telah berhasil."Siapa yang menginspirasi Anda?"
10. Sabarlah Ingatlah, walapun Anda mengikuti semua tips ini, akan ada masa Anda tetap mengalami kesulitan, tetapi jangan menyerah, tetap tentukan tujuan Anda. Sabarlah dan jangan menyerah maka Anda akan berhasil.
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 1:41 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 01, 2010 12:35 pm | |
| SEDINGIN APA AIR YANG BOLEH DIMINUM SETELAH OLAHRAGA? Vera Farah Bararah - detikHealth - Rabu, 23/06/2010 09:47 WIB Jakarta, Selama ini beredar mitos yang menyebutkan kalau orang habis olahraga tidak boleh minum air dingin karena bisa berbahaya. Sebenarnya minum air dingin malah dianjurkan tapi ada batas suhunya. Bagaimana pun air dingin yang dikonsumsi akan diserap lebih cepat oleh tubuh dibandingkan dengan air biasa atau air yang hangat. American College of Sport Medicine juga merekomendasikan untuk mengonsumsi air atau minuman lainnya yang dingin saat olahraga atau setelah olahraga. Seperti dikutip dari Walking.about.com, Rabu (23/6/2010) penelitian telah menunjukkan bahwa air dingin bisa melewati perut lebih cepat. Karena itu air akan segera dikirim ke usus dan penyerapannya di tubuh juga menjadi lebih cepat.
Selama dan setelah berolahraga, seseorang pasti ingin segera menggantikan cairan tubuhnya yang hilang akibat keringat. Karena itu mengonsumsi air dingin atau minuman yang dingin memang diperbolehkan. Alasan lainnya boleh mengonsumsi air dingin adalah sebagian besar masyarakat akan merasa lebih baik dan memungkinkan orang tersebut untuk minum lebih banyak dan lebih sering.
Tapi ada batasan suhu dingin tersebut. Jangan sampai terlalu dingin. Seberapa dingin suhu air minum yang disarankan? Air dingin yang dimaksud disini adalah air yang sejuk dan ideal untuk dikonsumsi, selain itu memiliki suhu sekitar 15 derajat Celsius. Kondisi ini sama dengan segelas air putih yang ditambahkan 2-3 batu es. Jadi air dingin yang dimaksud disini bukanlah air yang sangat dingin dan berasal dari freezer.
Kebutuhan untuk mengonsumsi air saat berolahraga memang penting dan sangat diperlukan. Karena saat melakukan aktivitas tersebut, tubuh mengeluarkan cairan yang lebih banyak dari biasanya melalui keringat. Untuk itu agar tidak terjadi dehidrasi, seseorang perlu mengonsumsi air yang cukup. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat berolahraga adalah jika di tengah-tengah aktivitas merasa haus, maka segera minum. Sebelum berolahraga seseorang juga mengonsumsi air putih dan setelah berolahraga. Namun hendaknya tidak mengonsumsi air putih sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit sehingga menghindari tersedak. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Tue Jun 14, 2011 2:38 pm; edited 4 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |