|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Sat Jun 04, 2011 8:11 pm | |
| PUASA CARA TEPAT BEBASKAN TUBUH DARI RACUN Minggu, 15 Agustus 2010, 11:48 WIB Pipiet Tri Noorastuti VIVAnews - Puasa membuat tubuh tak mendapat asupan makanan selama lebih 12 jam. Itulah yang kemudian memicu kekhawatiran sebagian orang bahwa puasa akan memperburuk metabolisme tubuh. Benarkah? AJ Carlson, Profesor Fisiologi di Universitas Chicago, mengatakan, puasa justru memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Puasa didefinisikan sebagai periode tubuh pantang mengasup semua jenis makanan atau makanan tertentu. Seperti dikutip dari MedIndia, Carlson menjelaskan bahwa puasa justru memberi kesempatan tubuh mengeluarkan racun melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain. "Puasa akan menyempurnakan proses pembersihan tubuh atau detoksifikasi."
Lemak tubuh yang tidak bermanfaat, racun yang terakumulasi dalam sel tubuh akan dikeluarkan. Sel yang sakit, sel-sel mati, lapisan lendir menebal di dinding usus, limbah aliran darah juga dikeluarkan lewat hati, limpa, dan ginjal. Dengan pilihan makanan yang tepat saat sahur dan buka, metabolisme tubuh tak akan terganggu. Secara teori medis, kata Carlson, orang sehat dan tidak memiliki masalah stres serta gangguan emosi dapat bertahan tanpa makanan selama 50-75 hari.
Usahakan mengkonsumsi karbohidrat kompleks saat sahur. Sifatnya lebih lambat dipecah menjadi gula darah sangat membantu metabolisme energi tubuh. Menu karbohidrat ideal sahur antara lain nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Jangan lupakan juga sayur dan buah untuk memaksimalkan proses detoksifikasi.
• VIVAnews
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 1:56 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Jun 08, 2011 7:17 pm | |
| PROSES PEMBUANGAN RACUN SELAMA PUASA Irna Gustia - detikHealth - Selasa, 25/08/2009 14:19 WIB Jakarta, Puasa ramadan sering diartikan waktunya istirahat buat tubuh karena organ-organ tubuh bekerja lebih ringan. Jika puasa dilakukan dengan benar proses pembuangan racun dalam tubuh atau detoksifikasi tubuh akan berjalan sempurna. Detoksifikasi adalah upaya untuk membersihkan racun-racun yang mengendap dalam tubuh. Sebenarnya setiap hari tubuh sudah melakukan detoksifikasi seperti buang air kecil, buang air besar atau melalui keringat.
"Upaya detoksifikasi selama puasa sebenarnya bukan dari makanan yang di makan tapi proses untuk mengisitirahatkan tubuh sejenak dari beban-beban yang berat di luar bulan puasa," kata Dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCTM, MHA, SpJP, FIHA ketika dihubungi detikHealth, Selasa (25/8/2009). Banyak manfaat yang bisa diambil dengan berpuasa yaitu proses detoksifikasi tubuh dari segala racun, mengurangi berat badan, memurnikan kerja otak, terlihat lebih muda, dan bisa melatih kesabaran seseorang. Dr Kasim menceritakan bagaimana proses detoksifikasi yang terjadi selama puasa:
1. Ketika buka puasa, makanlah kurma atau buah, bukan kolak karena proses penyerapan kolak sulit dicerna tubuh. Sementara kurma dan buah mengandung jenis gula yang sederhana, gampang diserap, mengandung elektrolit dan mineral lain. Jika berbuka puasa dengan kurma atau buah lalu dilanjutkan dengan minum air putih beban pencernaan akan berkurang. Proses detoksifikasi mulai berjalan karena kita tidak memberikan beban yang berat ke pencernaan ketika berbuka puasa.
2. Ketika berpuasa orang akan memperbanyak ibadahnya, sebaliknya keinginan makan justru agak direm karena kesibukan beribadah. Tradisi makan besar yang biasanya dilakukan di luar bulan puasa akan berubah saat puasa. Kondisi ini tentunya akan membuat sistem pencernaan mendapat diskon dari beban kerja yang berat.
"Kalau ada yang buka puasa dan makan seperti hari biasa kemudian dia salat Isya tiba-tiba bersendawa malah mengucapkan Alhamdulillah sebenarnya dia melakukan pola makan yang keliru. Pola makan yang tidak berlebihan tidak akan membuat orang bersendawa berlebihan hingga mengeluarkan bunyi yang keras," kata Dr Kasim yang merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Asri Jakarta.
Begitu juga ketika sahur dengan porsi makan yang lebih sedikit dan gerak tubuh selama beribadah yang lebih banyak akan membuat tubuh lebih ringan. Keinginan makan yang lebih sedikit, terlebih bisa mengurangi makan-makanan manis yang tidak alami selama puasa akan direspons positif oleh tubuh. Racun yang dibuang akan lebih sedikit sehingga ginjal, liver dan sistem pencernaan tidak mendapat beban kerja yang berat. Sementara aktivitas jantung juga akan santai karena ibadah yang dilakukan membuat ketenangan. "Jadi kalau puasa dikerjakan dengan benar denyut jantung akan bagus, proses pelepasan insulin berjalan baik dan gula darah akan lebih terkontrol, itu sebenarnya proses detoksifikasi yang terjadi," imbuh Dr Kasim.
Dia juga mengingatkan untuk lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran karena kandungan buah sama seperti kandungan tubuh yang 70-80 persennya berupa air. Jadi detoksifikasi tubuh selama puasa adalah mengurangi beban kerja organ tubuh dengan pola makan yang tidak berlebihan. Jangan sampai bulan puasa malah dijadikan kesempatan untuk konsumtif dengan belanja makanan-makanan enak.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:24 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 3:41 pm | |
| STRATEGI MAKAN DI BULAN PUASA Senin, 16 Agustus 2010 | 09:09 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Puasa Ramadhan sebagai ibadah banyak manfaatnya bagi kesehatan. Supaya kedua tujuan itu dapat tercapai, perlu pengaturan pola makan secara khusus. Terutama mengatur asupan gizi saat berbuka dan sahur. Selama berpuasa, pola makan akan berubah, karena hanya diperbolehkan makan saat pagi sebelum terbit fajar dan menjelang malam hari. Lambung dibiarkan kosong selama sekitar 13 jam. Umumnya, tubuh memerlukan waktu 3 - 5 hari untuk beradaptasi dengan pola makan yang baru ini.
Meski lambung kosong belasan jam, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tubuh akan tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Energi tersebut berasal dari cadangan energi berupa lemak yang tersimpan di bawah kulit, serta glikogen yang tersimpan di otot dan hati. Dari aspek gizi, puasa paling tidak akan mengurangi asupan zat gizi, terutama energi, sekitar 20-30 persen. Namun dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh. Bahkan di negara-negara maju, puasa dijadikan salah satu terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif.
Hindari Es & Balas Dendam Selama berpuasa terjadi perubahan pola makan dari tiga kali menjadi dua kali sehari, dengan jadwal juga berubah. Perubahan frekuensi makan ini akan menurunkan jumlah zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, dalam seminggu pertama umumnya akan terjadi penurunan berat badan karena tubuh belum terbiasa dengan pola makan baru. Dalam minggu-minggu berikutnya tubuh dapat beradaptasi terhadap perubahan.
Puasa yang benar adalah yang memenuhi kaidah agama dan kesehatan. Antara lain tampak dalam perilaku makan dan minum pada saat buka dan sahur. Menyegerakan berbuka puasa saat adzan maghrib tiba, serta menunda sahur hingga mendekati waktu imsak, merupakan strategi puasa yang diajarkan Rasulullah SAW. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi dampak kelaparan berkepanjangan terhadap sistem metabolisme tubuh.
Pada saat berbuka sebaiknya tidak makan dan minum terlampau banyak sebagai tindakan “balas dendam”. Langsung makan makanan berat justru akan membebani kerja lambung yang sudah dibiarkan istirahat sekitar 13 jam. Untuk berbuka puasa umumnya kita memulai dengan makanan manis-manis, mengikuti sunah Nabi, dengan tujuan agar tubuh segera mendapatkan glukosa untuk menormalkan gula darah yang menurun selama 13 jam berpuasa.
Menu pembuka dapat berupa sirup manis, teh manis, aneka kolak, kurma, serta berbagai makanan jajanan. Makanan dan minuman manis sangat mudah dicerna sehingga segera mengembalikan kesegaran tubuh. Porsi energi saat berbuka sebaiknya sekitar 10-15 persen dari total kebutuhan energi sehari. Hindari minum minuman dingin atau yang dicampur es saat berpuka. Es dapat menahan rasa lapar sehingga hidangan lain yang lebih bergizi tidak dapat disantap, akibatnya akan mengurangi asupan zat gizi yang sangat diperlukan tubuh untuk memulihkan stamina.
Makanan Lengkap, Karbohidrat Kompleks Setelah melaksanakan shalat maghrib, sekitar 30 menit setelah awal berbuka, makan malam dapat dilakukan seperti biasa. Jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi adalah makanan lengkap yang mengandung karbohidrat kompleks. Perolehan energi yang disarankan adalah 30-35 persen dari total kebutuhan energi dalam sehari.
Seusai shalat tarawih hingga sebelum tidur (sekitar pukul 21.00), konsumsi pangan sumber karbohidrat, tetapi menghindari konsumsi pangan yang mengandung serat dan protein tinggi. Perolehan energi yang disarankan adalah 10-15 persen dari total kebutuhan energi dalam sehari. Pada saat sahur tidak disarankan mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan, dengan tujuan menabung makanan. Konsumsi berlebihan justru memperburuk kondisi tubuh di siang hari.
Makanan sumber karbohidrat kompleks (nasi, jagung, umbi) dan protein tinggi (susu, telur, ikan, daging merah, daging ayam, tahu atau tempe) dan makanan tinggi serat (sayuran dan buah-buahan) sangat baik untuk dikonsumsi sebagai penyedia energi jangka panjang. Perolehan energi yang disarankan adalah 40-45 persen dari total kebutuhan energi sehari.
Konsumsi Cairan dan Olahraga Selama berpuasa, aturlah agar air yang diminum tetap sekitar 8 gelas per hari, seperti pada hari biasa. Caranya: minumlah 2 gelas pada saat berbuka, 4 gelas setelah shalat tarawih hingga menjelang tidur, 1 gelas saat bangun tidur untuk sahur, dan 1-2 gelas lagi setelah sahur menjelang imsak. Minum air tidak selalu berarti air putih semata, tetapi dapat juga berupa minuman teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam cairan yang dianjurkan untuk dikonsumsi.
Jika ada obat-obatan yang harus dikonsumsi, perlu dilakukan perubahan jadwal konsumsi. Obat-obatan yang biasanya diminum pagi hari bisa diubah ke waktu berbuka puasa, sedangkan dosis sore dipindahkan ke waktu makan sahur. Untuk yang gemar berolah raga, perhatikan jadwal yang tepat, agar tidak mempengaruhi kadar gula sewaktu berpuasa.
Alternatif waktu terbaik untuk olahraga bukan menjelang waktu berbuka, karena kondisi gula darah sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl. Saat yang paling tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah usai salat tarawih. Jenis olahraga sebaiknya yang ringan-ringan saja. @
Prof DR. Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi IPB
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 1:57 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 3:42 pm | |
| PUASA YANG AMAN UNTUK LANJUT USIA Vera Farah Bararah - detikHealth - Kamis, 20/08/2009 09:29 WIB Jakarta, Saat memasuki usia lanjut seseorang akan mengalami perubahan seperti cairan tubuh yang turun dari 60 persen menjadi 45 persen, rasa haus berkurang sehingga berisiko mengalami dehidrasi dan mudah timbul rasa lelah, lemah dan bingung. Lalu amankah orang yang lanjut usia melakukan puasa? Berdasarkan survei yang dilakukan oleh poliklinik Geriatri RSCM didapatkan sebesar 76,5 persen orang usia lanjut bisa melaksanakan puasa, dan 83,3 persen dari jumlah tersebut berhasil menjalankan puasa selama sebulan penuh. Umumnya para usia lanjut tersebut menderita penyakit hipertensi, pengapuran sendi lutut, diabetes melitus, gangguan keseimbangan dan jantung.
"Puasa itu sendiri sebenarnya memberikan beberapa manfaat seperti membatasi makan dan minum sehingga mengurangi asupan kalori, memberikan rasa tenang dan damai serta dengan tarawih membantu mengeluarkan energi sebesar 200 kalori," ujar DR. Dr. Siti Setiati, SpPD, KGer, MEpid dalam acara Simposium Mini 'Tetap Sehat dan Bugar Selama Bulan Ramadhan' di Aula FK-UI RSCM, Jakarta 19 Agustus 2009.
Dr. Siti Setiati menyarankan bagi usia lanjut yang ingin melaksanakan puasa sebaiknya mengatur pola makannya yaitu dengan mengkonsumsi 40 persen kalori saat sahur, 50 persen kalori saat berbuka dengan mengkonsumsi makanan ringan terlebih dahulu dan makanan berat setelah shalat maghrib lalu 10 persen kalori sesudah melakukan tarawih.
Berikut adalah tips berpuasa untuk usia lanjut: 1. Kebutuhan kalori saat berpuasa harus sama dengan saat tidak berpuasa. 2. Konsumsi cairan 8-10 gelas untuk mencegah dehidrasi dengan cara 2 gelas saat berbuka, 3-4 gelas setelah tarawih hingga sebelum tidur, 1 gelas saat bangun tidur dan 1-2 gelas saat sahur. 3. Konsumsi air atau jus buah pada waktu antara berbuka puasa dan sebelum tidur. 4. Hindari terlalu banyak mengkonsumsi es, karena dapat menahan rasa kenyang. 5. Komposisi gizi harus seimbang. 6. Batasi makanan yang digoreng dan tinggi lemak. 7. Saat sahur batasi mengkonsumsi teh atau kopi dan dianjurkan makan makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat. 8. Saat berbuka baik untuk mengkonsumsi kurma atau pisang. 9. Konsumsi vitamin atau mineral. 10. Waspadai terjadinya kekurangan cairan.
"Untuk pasien yang menderita penyakit akut, kondisi tidak bugar serta harus mendapatkan pengobtan melalui suntikan, sebaiknya tidak melakukan puasa terlebih dahulu," ujar DR. Dr. Siti Setiati SpPD yang juga staf pengajar di Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-UI. Bagi usia lanjut yang menderita hipertensi sebaiknya rajin mengontrol tekanan gula darah setidaknya dua kali sehari saat pagi dan malam hari sesudah berbuka, karena saat puasa tekanan darah seseorang bisa berfluktuatif. "Untuk itu orang yang usia lanjut harus dijaga jangan sampai tekanan darahnya melebihi angka 140/90, jika tekanan darah terus naik sebaiknya tidak perlu berpuasa," ujarnya. Selama orang yang usia lanjut tidak mengalami penyakit akut dan sehat-sehat saja, maka aman baginya untuk bisa melakukan puasa di bulan Ramadan nanti. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 3:42 pm | |
| KEBUTUHAN CAIRAN SELAMA PUASA Irna Gustia - detikHealth - Senin, 31/08/2009 14:40 WIB Jakarta, Badan lesu selama puasa salah satunya karena kurangnya cairan di dalam tubuh. Meski berpuasa tidak berarti kebutuhan cairan 2 liter diabaikan. Tetap penuhi kebutuhan cairan dengan konsumsi air putih yang sama seperti tidak puasa. Semua pasti tahu bahwa minum yang ideal setiap hari adalah 2 liter atau setara dengan 8-10 gelas minum normal (isi 200-250 cc). Hal ini penting karena otak dan otot masing-masing terkomposisi 75% dari air. Bahkan tulang pun mengandung setidaknya 20% air.
Namun kadang kebutuhan minum sehari-hari ini sering dikalahkan oleh ketidaknyamanan kalau harus ke toilet berkali kali sementara pakaian kerja adalah celana panjang atau memakai stocking. Belum lagi kebersihan toilet umum juga sering membuat tidak nyaman, sehingga yang dilakukan adalah menahan untuk tidak buang air kecil dan mengurangi minum. Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan kurang minum ini dengan mencukupkan air sejak buka sampai sahur. Penuhi kebutuhan cairan tersebut secara bertahap dari periode buka sampai sahur karena kalau dilakukan sekaligus tentu akan jadi kembung.
"Saran saya adalah menyiasati dengan kembali melakukan ibadah Ramadan semendasar mungkin. Bukankah dianjurkan berbuka puasa dengan yang manis yaitu kurma atau buah lalu minum air?" kata Dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCTM, MHA, SpJP, FIHA kepada detikHealth, Senin (31/8/2009). Modifikasi buah ini bisa dengan buah yang diblender atau di juice, tanpa air dan gula disamping tetap minum air putih. Selain cairan dengan mutu bagus, vitamin, mineral, elektrolit dan ion akan ikut disana, serta karbohidrat dengan mutu prima.
Bagaimana cara minum air putih 2 liter per hari selama ramadan? Dr Kasim memberikan kiat minum air putih yakni ketika buka puasa sehabis makan yang manis seperti kurma dan buah, kemudian sesudah salat Magrib, lalu sambil menunggu waktu Isya dan tarawih, kemudian diantara doa dan zikir yang dikerjakan tiap malam lalu ketika sahur. "Lakukan hal yang sama, sehingga waktu tarawih pun perut tidak penuh, duduk saat salat juga tidak begah, bisa menghindari tahak saat salat yang pada kehidupan sehari-haripun tidak sesuai etika pergaulan, apalagi salat adalah menghadap Allah," katanya .
Dengan minum air putih yang cukup ancaman dehidrasi selama puasa juga bisa dihindari. Kurang mengonsumsi air akan membuat tubuh mengambil air dari komponen yang lebih dekat yaitu darah. Karena kandungan air dalam darahnya diambil maka darah akan menjadi kental, sehingga distribusi darah ke seluruh tubuh akan terganggu. Kondisi inilah yang sangat berpengaruh bagi ginjal, karena ginjal akan susah untuk menyaring racun dalam darah yang kental. Makanya banyak orang yang terkena gangguan ginjal jika kurang minum air putih.
Air putih memiliki banyak sekali manfaat, jika dikonsumsi secara tepat dalam arti tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Manfaat air putih yang sudah jamak adalah menghilangkan dahaga, mencegah dehidrasi, dan menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang lewat keringat, urine atau saat kita bernafas. Jumlah air yang menurun dalam tubuh, akan membuat fungsi organ-organ tubuh kita juga akan menurun, dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, dan virus. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 3:43 pm | |
| MENGAPA SAHUR PENTING? Rabu, 18 Agustus 2010, 03:35 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Bila sering melewatkan sahur karena sulit bangun atau tidak ada selera makan pada dini hari, sebaiknya Anda mulai mengubah kebiasaan buruk ini. Biasanya, lewat asupan makan tiga kali sehari, tubuh mendapatkan ‘bahan bakar‘ untuk diubah menjadi energi yang dibutuhkan selama beraktivitas satu hari penuh. Namun, saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam rentang waktu cukup lama. Yaitu, sekitar 13-14 jam.
Ketika tidak mendapatkan asupan energi yang disimpan sejak sahur, tubuh akan mudah terasa lemas dan loyo di siang hari. Mengapa sahur itu penting? Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition, saat berpuasa, sahur diperlukan sebagai pengganti sarapan yang berfungsi agar tubuh memiliki cadangan energi untuk sepanjang hari.
Selama berpuasa, tubuh akan menggunakan cadangan energi tersebut untuk beraktivitas sehari-hari, seperti untuk bekerja dan berpikir. Biasanya, cadangan energi dari sarapan, atau dalam hal ini sahur, biasanya berlangsung 4-5 jam. Setelah itu, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang ada di sekitar otot dan hati yang disebut glikogen. Sehingga, tubuh masih bisa memiliki energi hingga waktu berbuka, seperti dikutip dari laman Shine.
Namun, menu sahur juga perlu dicermati, karena akan menjadi andalan saat tubuh mencari sumber nutrisi untuk dicerna di siang hari. Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya berapa besar kalorinya. Komposisi zat gizi dari protein, lemak, mineral, dan vitamin juga harus komplet. Menu sahur perlu disiasati, baik oleh mereka yang terbiasa menyusun menu sahur semalam sebelumnya, ataupun bagi sebagian lain yang merasa nyaman memasak hidangan secara spontan sebelum bersantap.
Mereka yang nyaman merancang menu semalam sebelumnya bisa menyiapkan hidangan semacam nasi merah lengkap dengan lauknya, seperti ikan, gepuk, atau ayam panggang, plus sayuran. Mereka yang lebih suka memasak kilat di saat sahur, bisa menyiapkan bahan makanan seperti oatmeal dengan susu dan buah atau hidangan pasta.
Santapan sahur pun harus tersaji dalam porsi tidak berlebih. Bersantap dalam porsi terlalu banyak bisa mendorong sistem pencernaan bekerja terlalu keras dan menyedot energi yang seharusnya bisa tersimpan lebih lama dalam tubuh. Takaran pas santap sahur minimal 250 kalori. Dan, ada baiknya hidangan santap sahur ditambah dengan buah dan yogurt agar cadangan energi bisa optimal.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:26 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 4:13 pm | |
| 11 MANFAAT PUASA Kamis, 19 Agustus 2010 | 15:35 WIB KOMPAS.com — Menjalankan ibadah puasa bukan hanya melaksanakan perintah wajib dari Allah SWT, melainkan juga mendatangkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah 11 di antaranya:
1. Mengistirahatkan sistem pencernaan. Setelah puasa, sistem pencernaan ataupun pengeluaran sisa makanan baik daya kerjanya.
2. Meningkatkan proses detoksifikasi. Puasa akan memperlancar mobilisasi dan pengeluaran racun tubuh.
3. Meningkatkan resolusi proses peradangan, seperti artritis rematoid.
4. Menenangkan reaksi alergi, termasuk asma dan demam.
5. Menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat. Puasa dapat menormalkan tekanan darah dan setelah puasa tekanan darah akan tetap ideal jika yang bersangkutan tetap menerapkan gaya hidup sehat.
6. Membantu menghilangkan kebiasaan buruk dan kecanduan. Banyak orang bisa terbebas dari ketergantungan terhadap tembakau dan alkohol berkat puasa, bahkan ketergantungan obat.
7. Membersihkan kulit dan menjernihkan mata.
8. Merupakan pintu gerbang yang sempurna untuk memulai pola makan sehat.
9. Membantu menurunkan berat badan tanpa rasa lapar yang menyiksa. Banyak orang terkejut karena saat Ramadhan mereka hanya ingin makan sedikit dan bobot tubuh pun berkurang.
10. Membantu meringankan penumpukan cairan abnormal secara lebih cepat, seperti edema pada kaki atau bengkak di perut.
11. Mengembalikan rasa penghargaan terhadap makanan sehat alami. Banyak orang merasa lidah mereka menjadi "hidup" dan peka setelah puasa dan lebih menyukai makanan alami. (GHS/Rin)
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:00 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 4:16 pm | |
| JANGAN TERLALU SERING MENGHANGATKAN MAKANAN Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 25/08/2009 17:55 WIB Jakarta, Saat bulan puasa biasanya masyarakat menghangatkan makanan berbuka puasa untuk nanti dimakan lagi saat sahur. Makanan yang paling sering di hangatkan adalah makanan yang berkuah, tapi ingat jangan terlalu sering menghangatkan makanan. Makanan yang mengandung santan adalah salah satu jenis makanan yang paling sering dihangatkan, karena jika tidak dihangatkan makanan tersebut akan basi dan jika masih bersisa sayang untuk dibuang begitu saja.
"Seharusnya jika makanan sudah lebih dari 4 jam harus dipanaskan, agar tidak tercemar bakteri yang ada di sekitarnya," ujar Dr. Rachmi Untoro, MPH yang ditemui detikHealth di sela-sela acara PT Nestle "Turut Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Lebih Sehat" di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (25/8/2009). Dr. Rachmi menambahkan jika mengonsumsi makanan yang sudah berada di ruang terbuka selama lebih dari 4 jam, kemungkinan makanan tersebut sudah tercemar sangat besar dan bisa menimbulkan penyakit jika mengonsumsinya.
Namun, sebaiknya jangan menghangatkan makanan berulang kali karena bisa menghilangkan zat gizi yang terkandung di dalam makanan tersebut, sehingga saat dimakan nanti zat gizinya sudah sedikit atau bahkan sudah hilang sama sekali. Dan juga untuk makanan yang dihangatkan sebaiknya suhunya hingga 60 derajat C. Sebaiknya tidak menghangatkan makanan lebih dari 2 atau 3 kali, serta perhatikan juga struktur, warna, bau dan kekentalan dari makanan tersebut. Jika sudah ada yang berubah hendaknya makanan tersebut jangan dikonsumsi lagi.
"Saat sahur makanan yang dikonsumsi harus mengandung sumber tenaga berupa karbohidrat, zat pembangun berupa protein baik hewani maupun nabati dan zat pengatur berupa vitamin dan mineral. Hindari makanan yang pedas dan sayuran yang mengandung gas saat sahur," ujar dokter yang mendapatkan gelar Master di bidang Public Health dari School of Hygiene and Public Health di Johns Hopkins University.
Usahakan selama menjalankan ibadah puasa mengonsumsi air putih 2 liter per hari yang diatur waktunya sejak saat berbuka puasa hingga saat sahur, meskipun konsekuensinya akan sering ke kamar mandi. Serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Jadi, masaklah makanan untuk berbuka puasa dan sahur secukupnya sehingga tidak akan bersisa dan Anda tidak perlu menghangatkannya berulang kali agar masih bisa dikonsumsi.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 1:22 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 4:25 pm | |
| SEGAR DAN FIT DI BULAN PUASA Tuesday, 03 August 2010 - Seputar Indonesia INGIN tetap segar dan fit saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan? Yang terpenting harus dijalankan adalah mengonsumsi jenis makanan yang bergizi dan dengan pengolahan yang tepat.
Bulan puasa, bulan penuh berkah dan ampunan sudah di depan mata. Menjagatubuhagarselalusehatdan bugar ketika menjalankan puasa Ramadan akan memberikan kesempatan untuk meraih pahala sebanyak- banyaknya dan bila tiba Hari Idul Fitri kita akan kembali suci dan terbebas dari segala dosa.Apalagi, puasa juga terbukti memberi manfaat yang baik bagi kesehatan.
Dengan berpuasa, organ tubuh diberi kesempatan beristirahat. Pada saat organ beristirahat, sel dan jaringan tubuh melakukan regenerasi sehingga sel tubuh terus mengalami pembaharuan dan sel dalam jaringan tubuh yang terus mengalami pembaharuan menjadikan tubuh selalu segar dan bugar. Namun, perubahan jadwal makan yang tiba-tiba pastinya akan membuat proses metabolisme tubuh juga berubah sehingga perlu penyesuaian di awal-awal bulan puasa. Normalnya, konsumsi makanan atau minuman menjadi bekal energi bagi tubuh selama kurang lebih lima sampai tujuh jam.
Saat puasa konsumsi makan dan minum di kala sahur digunakan untuk bekal energi dan kebutuhan lain selama 16 jam. Wajar saja apabila saat menjalankan ibadah puasa, tubuh biasanya loyo,tidak bersemangat,dan wajah tampak kusut akibat kelelahan beraktivitas.Padahal, di bulan puasa aktivitas kehidupan dan pekerjaan sehari-hari tidak mungkin ditinggalkan. Karena itu, kita perlu upaya ekstra untuk menjaga tubuh tetap segar, fit, dan kuat sepanjang hari di bulan suci ini.
Menurut ahli gizi dari Klinik Hang Lekiu Medical Center,dr Inayah Budiasti MS SpGK, agar tubuh tetap segar sepanjang berpuasa sehingga dapat beraktivitas dengan lancar perlu diperhatikan pengaturan pola makan yang sehat saat sahur.Artinya, kita harus memilih jenis dan proses pengolahan bahan makanan yang baik bagi tubuh. ”Jangan makan gorengan atau yang berasa asam, pedas, dan makanan bersantan,” katanya ketika dihubungi harian Seputar Indonesia, Selasa (3/Cool.
Jenis makanan yang digoreng memerlukan proses pengolahan di usus yang lebih lama. Padahal,cairan di dalam tubuh sangat minim. Seperti diketahui, setiap makanan yang masuk mengalami metabolisme menggunakan cairan dalam tubuh. Yang terjadi, lanjut dia, cairan tubuh semakin habis dan membuat badan lemas dan lesu.Memang,pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat,lemak,vitamin,mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidak sebanyak hari biasa. Jangan lupa selalu mengonsumsi makanan bergizi, baik pada saat sahur maupun berbuka puasa. Walau menu sederhana,yang harus diperhatikan adalah hidangan itu mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin,dan mineral.”
Yang dianjurkan adalah konsumsi sayur bayam, sup ayam, pokoknya yang berserat dan berkuah,” tandas Inayah. Inayah mengungkapkan, makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah mampu menahan rasa lapar.Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat. ”Buah-buahan juga sebaiknya beraneka ragam, sekitar tiga sampai empat jenis,” terangnya. Untuk porsinya, ujar dia, pilih yang sedang. Jangan sampai karena takut kelaparan,pada saat sahur Anda mengonsumsi makanan yang berlebihan.
Yang harus diingat bukan jumlah takaran, tetapi proses pengolahan dan gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh agar badan tetap fit sepanjang hari saat puasa. Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, kata Inayah, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C.Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut. Untuk mencegah dehidrasi tubuh di siang hari, Anda juga dianjurkan banyak minum air putih pada malam hari yang dimulai sehabis buka.
Hal ini berguna untuk mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh karena tubuh membutuhkan delapan gelas sehari.Apalagi, pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik, di ruangan terbuka maupun ber-AC. Bagi penderita sakit lambung, makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mi, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah,sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka,cabai,asam).Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.
Bagi mereka yang memiliki berat badan melebihi ideal,sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterol, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis,seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, dan es krim.
Selain lebih banyak mengonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng. Sementara mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susu dan menghindari makanan yang sulit dicerna, seperti sayuran berserat kasar (daun singkong,daun pepaya).Mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap.Makanlah jumlah yang lebih sedikit,namun dilakukan beberapa kali.
Walaupun tubuh terasa loyo ketika berpuasa,Anda juga disarankan tidak malas berolahraga karena dengan berolahraga tubuh menjadi lebih fit.Memang ketika puasa ada perubahan waktu,misalnya intensitas olahraga sebelum puasa dilakukan tiga sampai empat kali seminggu, tapi di bulan puasa cukup dengan dua sampai tiga kali. Waktu yang paling baik untuk olahraga, yakni menjelang berbuka.
Karena setelah tubuh mengeluarkan keringat, tubuh kembali mendapat asupan berupa minuman atau makanan. Bagi yang tidak terbiasa melakukan olahraga, pada tahap awal penyesuaian sebaiknya melakukan olahraga ringan,seperti jalan kaki.Jangan terlalu memaksa untuk olahraga yang lebih berat, seperti aerobik atau lari karena kebugaran tidak bisa didapatkan secara instan.Akan lebih baik menambah porsi latihan secara bertahap. (rendra hanggara)
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:06 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 4:26 pm | |
| SEHAT LAHIR BATIN DENGAN BERPUASA Selasa, 10 Agustus 2010 | 11:50 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Menahan lapar dan dahaga di siang terik memang menjadi perjuangan tak ringan di kala puasa. Tetapi, meskipun terasa berat, dengan berpuasa, kita bisa mendapatkan berbagai pahala. Bukan hanya rohani saja yang sehat, tetapi juga jasmani. Dari kacamata kedokteran, puasa memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Misalnya, puasa mengajak tubuh makan dan minum secara teratur. "Puasa juga bermanfaat bagi tubuh karena memberikan kesempatan regenerasi sel, menormalkan fungsi jantung dan hati, menghasilkan fungsi protein yang lebih banyak, dan menghilangkan endapan racun," kata Erin Destrini, Dokter di Klinik Jakarta Medical Center (JMC).
Mulyadi Tedjapranata, Dokter Umum sekaligus Direktur Medizone Clinic Jakarta menjelaskan, pada saat berpuasa, seluruh organ tubuh, sirkulasi darah, dan kelenjar getah bening berkesempatan untuk istirahat dari segala aktivitasnya. "Inilah kesempatan selsel tubuh untuk meregenerasi sel-sel baru dan sehat yang akan membuat metabolisme tubuh kita menjadi lebih baik secara keseluruhan," kata Mulyadi. Tubuh pun melakukan pembuangan racun atau detoksifikasi ketika berpuasa. Soalnya, ketika berpuasa, asupan makanan padat seperti nasi, tepung, daging, roti berkurang. Sebaliknya, tubuh lebih banyak mendapat asupan dalam bentuk cairan seperti air putih, jus, atau sup hangat yang berperan penting dalam proses detoksifikasi. Selain itu, menahan nafsu minum dan makan juga akan meningkatkan proses pembuangan racun dari usus besar, hati, ginjal, paru-paru, pankreas, dan kulit.
Menurunkan kolesterol Puasa juga menjadi sarana buat menurunkan kadar kolesterol jahat. Kita tahu bahwa kadar kolesterol tinggi di dalam darah bisa menyebabkan penimbunan kerak-kerak atau plak pada dinding pembuluh darah yang bisa menimbulkan penyumbatan. Jika penyumbatan ini terjadi di pembuluh darah jantung, maka bisa menyebabkan jantung koroner. Jika menyumbat pembuluh darah otak, akibatnya bisa stroke. Nah, berdasarkan berbagai hasil penelitian, puasa ternyata bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Radikal bebas juga bisa ditangkal ketika berpuasa. Puasa akan mengurangi radikal bebas yang mengganggu aktivitas kerja enzim. Radikal bebas ini menyebabkan terjadinya mutasi dan kerusakan dinding sel tubuh. Jika dinding sel rusak, bisa timbul penuaan dini atau bahkan penyakit jantung atau stroke.
Nah, bagi orang sehat, puasa juga akan mengurangi risiko terkena diabetes karena pola makan yang salah. Asal tahu saja; seseorang bisa terkena diabetes karena pola makan salah dan juga karena keturunan. Nah, dengan berpuasa, kita bisa terhindar dari risiko diabetes karena pola makan lebih teratur. Dengan puasa, kita bisa mengurangi konsumsi gula. Konsumsi kalori juga berkurang sehingga kadar gula darah juga bisa berkurang. Yang tidak kalah penting, puasa mengajar kita untuk panjang sabar dan saling memaafkan. "Memaafkan bisa membantu menurunkan tekanan darah dan ketegangan, serta mengurangi stres dan kegelisahan," kata Mulyadi. Sebaliknya, memendam amarah dapat menimbulkan"" penyakit sakit kepala, serangan jantung, asma, dan insomnia. Nah, setelah menimbang semua pahala dan manfaat baik berpuasa tadi, Anda tak perlu ragu-ragu menjalani puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan kali ini. Selamat berpuasa. (Sanny Cicilia Simbolon, Sofyan Nur Hidayat)
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:28 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 4:50 pm | |
| Oo, KOLESTEROL MELONJAK GARA GARA PUASA BALAS DENDAM Kamis, 19/08/2010 18:00 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Puasa sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk meningkatkan kesehatan dengan diet atau detoksifikasi. Tapi yang banyak terjadi puasa justru membuat kolesterol meningkat karena gaya puasanya 'balas dendam'. Hal ini terjadi karena orang cenderung menjadikan saat berbuka puasa sebagai ajang balas dendam terhadap berbagai makanan berkolesterol tinggi. Sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap bulan puasa, orang cenderung mengonsumsi makanan dan minuman manis dan bersantan. Selain itu, ada pula kecenderungan untuk mengurangi aktivitas olah tubuh dengan alasan untuk menyimpan tenaga agar kuat menjalani tugas sehari-hari. Padahal, dengan perubahan pola makan inilah risiko tinggi kolesterol sering mengintai.
"Puasa sebenarnya bagus sekali untuk kesehatan tubuh, sepanjang orang mau membatasi pola makannya. Dan tidak ada itu kata balas dendam," ujar dr Arieska Ann Soenarta, Sp.JP (K), spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah RS Harapan Kita, dalam acara konferensi media 'Kontrol Hidup Kontrol Kolesterol' di Plaza FX, Jakarta, Kamis (19/8/2010). Menurut dr Ann banyak sekali kecenderungan orang makan tidak terkontrol pada bulan puasa, terutama pada saat buka puasa. Hal ini dapat diamati dengan penuhnya restoran-restoran mahal yang menyajikan berbagai makanan termasuk makanan berkolesterol tinggi, di saat buka puasa.
"Meskipun puasa, pola makan kita tetap harus sehat dan tidak boleh berlebihan. Mentang-mentang puasa, makan jangan asal aja, nanti jantungnya juga asal-asalan," jelas dokter yang juga merupakan anggota Badan Pengawas Yayasan Stroke Indonesia. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung koroner. Karena itulah sangat penting bagi masyarakat untuk mulai menyikapi kolesterol dengan bijak sejak dini dan merubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat.
Kolesterol merupakan suatu kata yang sangat umum di masyarakat. Sayangnya, sedikit yang tahu bahwa kolesterol dapat mengganggu siapa saja, tak mengenal usia, gender dan status sosial. Bahkan kolesterol merupakan 'silent killer' yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Selain menyebabkan penyakit jantung, kolesterol tinggi juga merupakan faktor pencetus terjadinya stroke atau serangan otak. Menurut Yayayan Stroke Indonesia, saat ini terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih dalam usia produktif.
"Pada saat bulan puasa, orang-orang muda itu malah yang cenderung melakukanan balas dendam makan," ungkap Dr H. Sutarto Prodjo Disastro, Sp.S., spesialis penyakit saraf serta Ketua Bidang Humas dan Penyuluhan Yayasan Stroke Indonesia. Dr Sutarto memberikan beberapa tips agar kolesterol tetap terkontrol saat puasa:
1. Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti goreng-gorengan, kuning telur, udang, daging terutama jeroan (hati, otak, ginjal, usus, jantung dan lainnya) dan lemak hewani (minyak ikan, minyak ayam, minyak samin dan lainnya). 2. Kurangi makanan yang bersantan. Kalau makan kolak jangan berlebihan, terutama yang mengandung santan. 3. Kurangi juga makanan dan minuman yang manis, terutama bagi yang sudah menderita diabetes sebelumnya. 4. Lakukan olahraga ringan, setidaknya 30-45 menit setiap pagi (sesudah subuh) atau sore (menjelang buka puasa).
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:29 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 4:54 pm | |
| TIPS MAKAN SEHAT SAAT LEBARAN Minggu, 20/09/2009 12:37 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Setelah menjalankan puasa selama sebulan penuh, kini saatnya umat muslim merayakan hari kemenangan. Hari raya lebaran biasanya identik dengan makanan-makanan yang bersantan dan berlemak yang bisa memicu penyakit tertentu. Bagaimana agar bisa tetap sehat selama merayakan hari kemenangan? Pada saat lebaran masyarakat banyak makanan seperti opor ayam, rendang, gulai, sambal goreng ati dan makanan berlemak lainnya. Makanan tersebut biasanya mengandung kolesterol yang tinggi. Untuk itu sangat penting mangatur pola makannya, agar tidak mengganggu perayaan kemenangan lebaran.
"Setiap orang harus memiliki kesadaran untuk selalu melakukan asupan makanan dengan pola diet seimbang,” ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc, seorang ahli gizi saat dihubungi detikHealth, Minggu (20/9/2009). Saptawati menambahkan masyarakat harus tahu apakah asupan makannya sudah seimbang atau belum. Dengan komposisi karbohidrat sekitar 55 sampai 65 persen dari asupan kalori total, asupan lemak sekitar kurang dari 30 persen dari asupan kalori total dan asupan protein sekitar 10 sampai 20 persen dari asupan kalori total. Berikut beberapa tips yang diberikan Saptawati agar tetap sehat saat mengonsumsi makanan lebaran:
1. Makan tetap teratur jadwalnya serta selalu tidak mengambil porsi yang terlalu besar setiap kali makan. Jadwalnya makan pagi sesudah shalat, selingan pagi, makan siang, selingan sore dan makan malam. Semuanya dengan porsi seperti hari-hari biasa. 2. Konsumsi makanan dengan komposisi zat gizi yang seimbang, yaitu lebih banyak sumber karbohidrat kompleks (nasi atau ketupat), sedikit lemak dan protein (opor, gulai) serta sedikit sekali gula, minyak dan garam termasuk kue-kue yang manis. 3. Setiap kali makan harus terdiri dari berbagai jenis makanan termasuk sayur dan buah. Dan jangan setiap kali makan hanya mengambil makanan yang disukai saja atau yang enak rasanya. 4. Selalu ingat bahwa makanan yang kaya kandungan lemak akan memberikan asupan kalori yang paling besar.
”Untuk mengurangi efek terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, usahakan mengurangi makanan yang manis-manis ataupun gorengan dan sebaiknya lebih memilih sayur dan buah saja,” ujar dokter dari Departemen Ahli Gizi FK-UI ini. Jadi, makanan berlemak dan bersantan bukan menjadi halangan dalam merayakan hari kemenangan asalkan porsinya tidak berlebihan. Dan Anda tetap sehat untuk bisa bersilaturahmi ke rumah sanak saudara.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:21 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 5:00 pm | |
| CARA SEHAT MENIKMATI MENU LEBARAN Jumat, 10/09/2010 16:05 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Menu lebaran tentulah sangat mengoda mata dan lidah. Tapi untuk orang-orang dengan penyakit tertentu, beberapa jenis makanan khas lebaran justru menjadi pantangan. Tapi, ada beberapa cara sehat untuk tetap dapat menikmati menu lebaran. Lebaran biasanya identik dengan makanan manis, bersantan dan berlemak. Jenis makanan inilah yang menjadi musuh utama bagi orang dengan penyakit diabetes, kolesterol tinggi, asam urat dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
"Untuk orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, saat lebaran tetap harus mengontrol pola makan. Menu lebaran tetap bisa dinikmati, tapi dengan syarat-syarat tertentu," tutur Dr. H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Jumat (10/9/2010). Menurut Dr Ari, agar menu lebaran tetap dapat dinikmati, ada beberapa syarat yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut:
1. Perhatikan kalori makanan yang dikonsumsi "Biasanya yang menjadi masalah saat lebaran adalah kue-kue yang manis dan mengandung mentega. Cuma icip-icip sedikit tapi kalau makannya sering ya jadi masalah," tambah dokter sekaligus Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia). Untuk itu, orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu benar-benar memperhatikan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuhnya. Jika sudah banyak makan kue-kue manis, maka sebaiknya asupan kalori dari makanan besar harus dikurangi. Hal ini untuk mengimbangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.
2. Serap kolesterol dengan sayur dan buah Bila tetap ingin menikmati menu lebaran, maka perbanyaklah makan sayur dan buah. Sayur dan buah dapat menyerap dan mengimbangi kandungan kolesterol dalam tubuh, juga melancarkan sistem pencernaan.
3. Tetap patuh mengonsumsi obat Meski lebaran, orang dengan kondisi kesehatan tertentu tidak boleh melupakan dan mengabaikan kewajibannya untuk mengonsumsi obat. Selain untuk tetap menjaga kondisi tubuh, minum obat dapat meminimalkan dampak dari menu lebaran yang dikonsumsi.
4. Perhatikan waktu makan "Makan hanya saat sarapan, makan siang dan makan malam saja dan selebihnya sedikit kudapan diantara waktu makan tersebut, dengan memilih buah atau sedikit kue," tulis DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi FKUI kepada detikHealth. Dengan tetap memperhatikan pola makan, memungkinkan orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu untuk dapat menikmati menu lebaran dan tetap sehat.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 5:37 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Jun 14, 2011 5:24 pm | |
| HITUNG KALORI MAKANAN LEBARAN YUK! Sabtu, 11/9/2010 | 09:25 WIB KOMPAS.com — Menu Lebaran identik dengan hidangan yang bersantan, manis, tinggi kalori, dan tinggi lemak. Opor ayam, es buah, rendang, sambal goreng labu, minuman bersoda, dan lain-lain adalah contoh "menu wajib" Lebaran. Opor ayam, misalnya, biasanya memiliki komposisi daging ayam, santan, minyak, dan bumbu. Kata Ratna Yuliana, SP, pakar gizi lulusan Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, Bogor, "Yang paling tinggi menyumbang kalori adalah santannya. Satu porsi opor ayam sekitar 200 gram, dengan 700 kalori. Berarti untuk satu kali makan pagi, sudah kelebihan kalori," kata Ratna. Untuk menyiasatinya, lebih baik nikmati opor ayam tanpa kuah. Ambil daging ayamnya saja, atau ambil dalam porsi yang sedikit.
"Santan ini yang tinggi kalori. Kalau dengan kuah, satu porsi kalorinya 700, tapi kalau hanya daging ayamnya, bisa berkurang jauh, satu porsi hanya 200 kalori," jelasnya. Begitu pun dengan rendang. Satu potong rendang kering dengan berat 337 gram, kandungan kalorinya sekitar 897 kalori.
Minuman, es buah misalnya, satu gelas ukuran 200 ml mengandung 183 kalori. Punch mangga pakai sirup mengandung 247 kalori per gelas. Minuman bersoda apalagi, satu gelas mengandung 300 kalori. Isinya hanya gula, tinggi kalori tanpa kandungan gizi lain. Minuman ringan bersoda, bila dimasukkan ke dalam porsi snack, paling banyak hanya dikonsumsi 250 kalori per hari, yang berarti hanya sekali minum. "Kadang-kadang, kalau Lebaran, kita bertamu ke banyak rumah. Kalau bisa menolak, lebih baik, atau pilih air putih saja. Atau es buah dalam bentuk punch buah-buahan segar. Jangan buah kalengan karena sudah diawetkan, sudah ditambah zat pengawet. Kalau bisa bikin sendiri lebih bagus," papar Ratna.
Kue-kue juga. Kue nastar keju, misalnya, per porsi 100 gram, kalorinya 139 kalori. Sementara cake, misalnya, satu iris brownies 100 gram, kalorinya bisa 671 kalori. "Kalorinya tinggi, soalnya komposisinya terigu, mentega, dan telur itu tinggi lemak, tinggi kalori semua." Makanan-makanan yang identik dihidangkan pada hari Lebaran memang kurang menyehatkan. Sudah telanjur makan makanan ini? Hmm, berarti sekarang saatnya Anda melakukan sesuatu untuk membakar kalori berlebih di hari raya tersebut. Mulai pula mengatur menu hari ini dan seterusnya dengan makanan yang lebih sehat.
Menurut Ratna, kurangi porsi makan, perbanyak air putih, dan jangan lupa berolahraga. Pilihlah lauk yang tidak bersantan, ganti dengan lalapan dan buah. "Kalau mau lebih sehat, bisa urap-urapan misalnya, yang penting lebih banyak porsi sayuran dan buahnya," jelas Ratna. Lauk sebaiknya pilih yang tidak digoreng, seperti pepes ikan atau ikan panggang yang tidak mengandung lemak.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:30 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Jun 15, 2011 8:36 am | |
| AWAS, PENYAKIT KRONIS KUMAT SAAT LEBARAN! Sabtu, 11 September 2010 | 08:04 WIB KOMPAS.com — Berbagai penyakit kronis umumnya akan mengalami kekambuhan setelah Lebaran. Selain karena faktor kelelahan, banyak penyakit kumat gara-gara kita tak sanggup menahan diri untuk menyantap begitu banyak hidangan Lebaran yang lezat. Sayangnya, hidangan istimewa yang tersaji di Hari Raya pada umumnya justru menjadi musuh kesehatan bila dikonsumsi tanpa kontrol dan strategi yang tepat. Selain serba manis, hidangan yang tersaji biasanya tinggi lemak. "Bagi mereka yang sudah punya penyakit kronis, hal ini bisa membuat penyakitnya kambuh. Misalnya saja, gula darah pasien diabetes jadi tidak terkontrol," kata dr Ari F Syam, ahli penyakit dalam dari FKUI RSCM, Jakarta.
Banyak orang yang berkilah, melewatkan satu-dua hari dengan makanan enak tak akan berdampak apa pun bagi kesehatan. Padahal, kalau diperhatikan, kecenderungan orang untuk menyantap menu bersantan, goreng-gorengan, dan serba manis sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Ramadhan. "Jangan heran jika banyak orang yang berat badannya melonjak kembali setelah Lebaran. Pada minggu-minggu pertama setelah Lebaran juga banyak pasien yang datang ke UGD karena stroke akibat darah tingginya kumat atau kolesterolnya tinggi," paparnya. Itu sebabnya, sebelum keblablasan, mengatur jumlah kalori dan jenis sajian yang akan diasup merupakan langkah paling bijak demi kesehatan. "Bagi penderita penyakit kronis, sebaiknya cukupi waktu istirahat dan jangan lupa mengonsumsi obat yang rutin diminum," saran dr Ari. Jadwal olahraga sebaiknya juga jangan dihentikan, paling tidak 30 menit berolahraga untuk membakar kalori.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 18, 2011 2:31 pm; edited 4 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |