|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Fri Aug 20, 2010 5:42 pm | |
| BERAT BADAN, INDIKATOR KESEHATAN Selasa, 8 Februari 2011 | 09:51 WIB Kompas.com - Badan yang sehat antara lain ditengarai dengan kemampuan tubuh untuk mempertahankan berat badan ideal. Berat badan ideal adalah berat badan yang serasi dengan tinggi badan menurut rumus tertentu kemudian hasilnya disesuaikan dengan standar yang telah ditentukan. Pada orang dewasa, dikenal dengan rumus indeks massa tubuh, yakni berat badan (BB) dibagi dengan tinggi badan (meter) kuadrat. Sedangkan pada bayi dan balita dapat diukur dengan menimbangnya, kemudian dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Anak yang sehat, makin bertambah umur, bertambah berat badannya. "Anak berusia satu tahun ke atas, tiap tahunnya BB akan bertambah 2,5 kg sampai mereka berusia 18 tahun. Orangtua harus curiga jika dua bulan berturut-turut BB anaknya tidak bertambah," kata Dr.Idrus Jus'at, dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Jakarta. Pada orang dewasa, indeks massa tubuh (IMT) yang normal adalah 18,5 - 24,9. Nilai IMT 25 dikategorikan kelebihan berat badan dan 27 ke atas tergolong kegemukan dan obesitas. Meski dipakai secara luas, namun IMT ini tidak bisa menjadi alat ukur untuk berat badan anak-anak dan para binaragawan yang memiliki banyak otot. Anda perlu mewaspadai jika nilai IMT mencapai 27. Orang-orang yang kegemukan lebih rentan terkena berbagai penyakit. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa penyakit yang berkaitan dengan nilai IMT yang tinggi, seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker, tekanan darah tinggi, dislipidemia (kolesterol tinggi), stroke, gangguan tidur, osteoartritis, dan sebagainya.
FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MENIMBANG BERAT BADAN Sabtu, 13/08/2011 10:04 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Mengukur berat badan adalah hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah ia memiliki berat badan ideal, kurang atau justru berlebih. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menimbang berat badan. Berat badan adalah salah satu indikator untuk mengetahui apakah dirinya memiliki tubuh yang sehat atau tidak. Karena itu pemeriksaan berat badan sebaiknya dilakukan secara teratur. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menimbang berat badan, seperti dikutip dari Lifemojo, Sabtu (13/8/2011) yaitu:
1. Sebaiknya menimbang berat badan di pagi hari saat perut dalam keadaan kosong. Hal ini karena berat badan cenderung berfluktuasi sepanjang hari akibat dari berbagai kegiatan seperti makan, retensi keringat, air di dalam tubuh dan bahkan sembelit.
2. Segala sesuatu yang dikenakan di tubuh bisa berkontribusi terhadap berat badan, misalnya celana jeans perempuan sekitar 700 gram dan kemeja sekitar 250 gram. Karenanya jika ingin mengetahui berapa berat badan yang sebenarnya, lakukan di tempat pribadi tanpa menggunakan pakaian.
3. Mewaspadai makanan tertentu yang bisa menyebabkan retensi air, sebaiknya hindari tepung terigu, tepung jagung dan makanan dengan kadar garam tinggi serta menghindari makanan manis, jus buah, air kelapa dan sup saat malam hari.
4. Umumnya berat badan akan naik secara otomatis sekitar 1-1,5 kg saat sedang mengalami menstruasi, tapi akan turun kembali dengan sendirinya setelah masa menstruasi berakhir.
5. Frekuensi yang baik untuk mengukur berat badan sebaiknya jangan setiap hari, tapi cukup sekali saja dalam waktu seminggu. Kondisi ini cukup normal untuk melihat fluktuasi berat badan serta bisa menjadi motivator yang optimal.
6. Beberapa jenis obat seperti antibiotik tertentu bisa menyebabkan terjadinya retensi air, sehingga berat badan cenderung meningkat ketika tubuh mengonsumsi obat tersebut.
Last edited by gitahafas on Sat Aug 13, 2011 7:39 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Sun Aug 22, 2010 9:51 pm | |
| IDEALKAH BERAT BADAN ANDA? Kamis, 5 Agustus 2010, 13:53 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Setiap orang mengidamkan memiliki berat badan ideal. Sebab, tidak hanya membuat percaya diri, bobot tubuh ideal juga bisa membuat Anda terhindar dari berbagai penyakit. Masalahnya, masih banyak orang yang tidak menyadari memiliki berat badan berlebih. Sehingga, tubuh rentan terserang penyakit. Ingin mengetahui berat badan ideal Anda? Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bentuk tubuh Anda untuk mengetahui seberapa besar tingkat risiko Anda terserang penyakit. Antara lain:
Bentuk tubuh pir: Pada umumnya, bentuk tubuh seperti buah pir banyak dimiliki wanita, karena timbunan lemak lebih banyak berada di sekitar pinggul. Orang dengan bentuk tubuh layaknya buah pir, memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, darah tinggi dan kencing manis dibandingkan dengan orang dengan bentuk tubuh seperti buah apel.
Bentuk tubuh apel: Biasanya, bentuk tubuh seperti apel banyak dijumpai pada kaum pria. Bentuk tubuh bulat seperti apel ini disebabkan karena konsentrasi lemak terdapat pada sekitar pinggang. Orang dengan bentuk tubuh seperti apel berisiko tinggi terkena serangan jantung, hipertensi dan kencing manis.
Nah, untuk mengetahui apakah Anda memiliki berat badan ideal atau justru kelebihan berat badan, Anda bisa menguji sendiri di rumah. Berikut panduan yang bisa Anda ikuti, seperti dikutip dari Yayasan Jantung Indonesia:
1. Bercermin Biasanya, dengan sering bercermin Anda bisa menyadari bila berat badan naik atau turun. Lewat cara ini, ketika bobot tubuh melonjak, Anda dapat segera memperbaiki pola makan.
2. Mencubit Cubit kulit sisi samping pinggang atau bagian bawah lengan Anda. Bila lipatannya lebih tebal dari 2,5 cm maka kemungkinan Anda kelebihan lemak.
3. Cek Indeks Massa Tubuh (IMT) Anda Satuan IMT ini menjadi pengukur ideal atau tidaknya berat tubuh seseorang. Dihitung dengan rumus membagi nilai berat badan (kg) dengan tinggi badan (dalam satuan meter dikuadratkan)
Jika hasilnya: 1. IMT < 17,0: tubuh Anda sangat kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.
2. IMT 17,0 – 18,4: tubuh Anda kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.
3. IMT 18,5 – 25,0 : berat badan termasuk kategori normal atau ideal.
4. IMT 25,1 – 27,0 : tubuh Anda gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat ringan.
5. IMT > 27,0 : tubuh Anda sangat gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat berat (obesitas).
Perhitungan IMT ini perlu rutin dan sering dilakukan karena berkaitan dengan kandungan lemak tubuh dan sebagai indikasi risiko terjangkit penyakit kronis.
4. Perhatikan bentuk tubuh (perbandingan pinggang dan pinggul) Perbandingan pinggang dan panggul menunjukkan tempat lemak tubuh Anda terkumpul. Untuk mengetahui timbunan lemak pada rongga perut dapat diketahui melalui perbandingan antara ukuran lingkar pinggang dengan lingkar pinggul. Atau, lebih dikenal sebagai nilai rasio lingkar pinggang dan pinggul (waist to hip ratio).
Dengan menggunakan alat meteran, lingkar pinggang diukur tepat di atas pusar, sedangkan lingkar pinggul diukur tepat di bagian pertengahan bokong. Jika hasil pembagian besarnya di atas 0,9 dapat dijadikan indikasi berisiko tinggi terkena sindroma metabolik. Misalnya, ukuran lingkar pinggang Anda sebesar 85 cm, sedangkan ukuran pinggul 90 cm. Setelah 85 dibagi 90, hasilnya 0,94. Ternyata, Anda berisiko terkena penyakit yang berkaitan dengan kegemukan.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 2:06 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 7:46 am | |
| CARA MENGHITUNG TUBUH GEMUK ATAU KURUS Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 08/01/2010 18:00 WIB Jakarta, Saat ingin menurunkan berat badan, seseorang diharuskan untuk menghitung berapa indeks massa tubuhnya (BMI). Karena hasil dari perhitungan BMI ini bisa menentukan apakah seseorang sudah ideal, kurus atau termasuk kelebihan berat badan. Cara untuk menghitung nilai indeks massa tubuh berdasarkan nilai tinggi dan berat badan yang dimiliki. Perhitungan ini berlaku sama untuk laki-laki maupun perempuan. Seperti dikutip dari BBC, Jumat (8/1/2010), cara menghitungnya dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut.
Misalnya seseorang perempuan berusia 30 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter). Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43. Berarti nilai BMI dari perempuan tersebut sebesar 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal/normal.
Kategori BMI adalah: 1. Nilai indeks massa tubuh kurang dari 19 tergolong ke dalam kelompok kurus. 2. Nilai 19-24,9 masuk ke dalam kelompok ideal. 3. Nilai antara 25-29,9 masuk kelompok kelebihan berat badan (gemuk). 4. Jika mencapai nilai 30 atau lebih maka orang tersebut masuk ke dalam kelompok obesitas.
Risiko kesehatan akan bertambah besar jika seseorang memiliki nilai indeks massa tubuh 25 atau lebih. Karena akan semakin besar kemungkinan orang tersebut terkena penyakit jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan berolahraga. Risiko kesehatan yang kemungkinan dimiliki oleh orang dengan nilai indeks massa tubuh di atas 25 adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung, stroke, diabetes, arthritis, sakit pinggang atau juga berhubungan dengan psikologisnya.
Bagi yang memiliki indeks massa tubuh besar tidak ada salahnya untuk mulai melakukan diet yang sehat dengan mengurangi asupan kalori, perbanyak aktivitas fisik, menerapkan pola hidup yang sehat atau dengan berkonsultasi ke dokter gizi. BMI merupakan salah satu alat untuk mengetahui apakah seseorang perlu melakukan diet atau tidak, tapi BMI ini hanya untuk melihat kelebihan berat badan akibat lemak. Jadi untuk orang yang berotot, atletis, ibu hamil, pembacaan BMI mungkin akan kurang tepat.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 2:07 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 7:50 am | |
| BERAPA KALORI YANG DIBUTUHKAN DALAM SEHARI? Sabtu, 11/9/2010 | 10:00 WIB KOMPAS.com - Berapa sebenarnya standar asupan kalori per hari? Standar umum kalori yang dibutuhkan seseorang ternyata berbeda-beda. Faktor-faktor seperti jenis kelamin, umur, berat badan, kegiatan fisik, keadaan fisiologis (misalnya ibu hamil), dan lain-lain. Tetapi secara umum, laki-laki membutuhkan 2.500 kalori per hari, sementara perempuan butuh sekitar 2.200 kalori per hari. "Yang pasti, patokannya adalah gizi seimbang," kata Ratna Yuliana, SP, pakar gizi.
Gizi seimbang meliputi keanekaragaman makanan, antara makanan sumber zat tenaga (karbohidrat), yaitu makanan pokok, sumber zat pembangun (protein) melalui lauk pauk, dan sumber zat pengatur melalui sayuran dan buah. Protein bisa hewani seperti daging, ikan, atau telur, maupun protein nabati, seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Selain seimbang komponen zat, juga seimbang waktu makannya. Makan pagi, siang, malam, plus snack. Juga keseimbangan antara asupan (jumlah yang dimakan) dan kebutuhan, yaitu angka kecukupan kalori, yang 2.200 dan 2.500 tadi.
Porsi makan yang disarankan Ratna haruslah 4 sehat 5 sempurna, meliputi nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan snack. Untuk makanan pokok, seperti nasi, misalnya, laki-laki membutuhkan sekitar 5 piring per hari. "Satu piring sekitar 200 gram, jumlah kalorinya sekitar 300 kalori. Sementara perempuan membutuhkan 3 piring nasi per hari, dibagi 3 kali waktu makan, pagi-siang-malam," jelasnya.
Konsumsi lauk pauk, baik laki-laki maupun perempuan hampir sama, sehari sekitar 2 potong. Satu potong atau satu porsinya sekitar 50 gram. Lauk ini bisa dibagi jadi lauk hewani seperti daging, telur, atauikan, dan protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Tahu atau tempe sehari 3 potong, sekitar 50 gram. Sedangkan sayuran, kebutuhan laki-laki maupun perempuan hampir sama, yaitu 1 porsi per hari, sekitar 100 gram. Buah juga minimal 1 porsi, sekitar 100 gram. Jika ukuran buahnya kecil, bisa mengambil 2-3 potong, pokoknya beratnya 100 gram. Konsumsi snack sehari 1 porsi, sekitar 150-250 kalori.
Jadi, pada perempuan misalnya, jika kebutuhan kalori per harinya 2.200 kalori, bisa dibagi menjadi makan pagi sekitar 20 persen, makan siang dan makan malam 30 persen, dan sisanya snack. Snack bisa 2 kali, pagi dan sore, masing-masing 10 persen. "Laki-laki pembagiannya sama, cuma kebutuhan kalorinya lebih banyak, yaitu 2.500 kalori," lanjut lulusan program studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, Bogor ini. Patokan takaran untuk awam biasanya ukuran rumah tangga. Misalnya satu iris kue, beratnya sekitar 15-20 gram. Paling berat 50 gram.
"Kandungan kalorinya memang enggak bisa dilihat begitu saja, tergantung komposisi bahan pembuatnya. Penyumbang kalori paling besar pada makanan tergantung bahan utamanya. Misalnya lemper, kandungan utamanya dari beras ketan. Penyumbang kalori terbesarnya adalah beras ketan. Opor ayam, penyumbang kalori terbesarnya adalah daging ayam dan santannya. "Yang tinggi kalori biasanya karbohidrat dan lemak," tutup Ratna.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 2:18 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 7:51 am | |
| MAKANAN PEMBAKAR LEMAK Rabu, 18 Agustus 2010 | 13:24 WIB Kompas.com - Cara paling efektif untuk mempercepat metabolisme, proses ketika tubuh membakar kalori, adalah dengan menurunkan berat badan atau membangun lebih banyak otot. Namun, Anda juga bisa melakukannya dengan cara secara rutin mengasup makanan-makanan berikut ini:
Serelia utuh dan oat Karbohidrat kompleks dan serat meningkatkan metabolisme dengan cara menjaga kadar insulin tetap rendah setelah kita makan. Hal ini akan bermanfaat karena produksi insulin akan mengirim sinyal pada tubuh untuk menyimpan lemak. Dan ketika tubuh menyimpan cadangan lemak, metabolisme jadi lebih lambat sehingga kalori yang dibakar lebih sedikit.
Kalsium Susu Meski mengandung lemak, namun sebenarnyaKalsium dalam susu akan memicu metabolisme. Penelitian yang dilakukan tim dari University of Tennessee menemukan, pelaku diet yang mengonsumsi 1.200 mg kalsium setiap hari, berat badannya turun lebih banyak dibanding yang kurang mengonsumsi sumber kalsium.
Teh hijau dan kopi Teh hijau dan kopi mengandung kafein yang bisa mempercepat detak jantung (heart rate). Makin cepat detak jantung kita, makin banyak kalori yang dibakar. Selain itu, teh hijau juga mengandung senyawa kimia yang disebut EGCG yang bekerja seperti kafein yang mempengaruhi sistem saraf sehingga bekerja lebih cepat dalam membakar kalori.
Dalam sebuah riset para peneliti menemukan kombinasi kafein dan 90mg EGCG setiap hari membantu mempercepat pembakaran kalori, baik pada saat tubuh beristirahat atau beraktivitas. Penelitian lain menemukan, para tentara yang mengonsumsi kafein 12 jam sebelum aktivitas fisik mendapatkan dua manfaat ganda, yakni tidak mudah lelah dan menghirup oksigen lebih banyak. Semakin banyak oksigen yang dipakai, makin banyak kalori yang terbakar.
Protein daging Ketika mencerna protein dari daging, tubuh memerlukan energi lebih banyak dibanding mencerna karbohidrat atau lemak. "Karena itu, makin banyak protein yang diasup, makin sulit tubuh mencernanya sehingga kalori yang dibakar dalam proses ini lebih banyak," kata Dough Kalman, direktur nutrisi dari Miami Research Associates.
Salmon dan tuna Beberapa penelitian menunjukkan, hormon leptin secara langsung mempengaruhi metabolisme dan menentukan kalori yang harus dibakar dan disimpan. Peneliti dari University of Wisconsin menemukan tikus yang memiliki kadar leptin lebih rendah memiliki metabolisme lebih cepat dan membakar kalori lebih lebih banyak dibanding yang hormon leptinnya tinggi. Bagaimana cara menurunkan kadar leptin? Makanlah ikan.
Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 2:36 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 8:09 am | |
| MAKAN LEBIH SEDIKIT TAPI BERKUALITAS Rabu, 21 Juli 2010 | 15:21 WIB Kompas.com - Mengapa lagi-lagi soal makan? Karena justru apa yang kita makan menentukan seperti apa sosok kesehatan kita. Bukan saja agar lebih menyehatkan, pilihan makan yang tidak tepat menyengsarakan. Studi di Cina menunjukkan, benar kelebihan asupan protein daging berkorelasi dengan kejadian kanker. Dan memang studi di semua negara juga menunjukkan hal seperti itu. Kanker terkait dengan menu harian juga, bukan hanya daging-dagingan, melainkan segala unsur yang ada dalam menu harian kita. Bagaimana bijak kita menyikapinya? Pak Slamet, 76 tahun umurnya sekarang. la membaca kalau mau panjang umur tidak boleh rakus makan. Makin bertambah umur, makin dikurangi makannya. Kebanyakan makan berkorelasi dengan banyak penyakit yang akan bermunculan. Pak Slamet mulai patuh untuk tidak rakus. Apa yang kemudian terjadi?
la menjadi lemah, kurang bertenaga, dan kelihatan pucat. Lain dari itu, berat badannya di bawah berat ideal kalau dihitung indeks massa tubuhnya (BMI). Saking patuh dan ketatnya pada anjuran sedikit makan dan tidak rakus, badannya menderita. Lain dari itu, sekarang ia gampang masuk angin. Pulang dari jalan-jalan di mal, masuk angin. Baru pulang dari pesta, tidak enak badan. Apa yang salah?
Porsi dikurangi, lauk pauk tidak Yang benar itu bukan semuanya serba dikurangi, sehingga selain porsi makan, keanekaragaman menu juga berkurang. Keadaan demikian yang bikin tubuh mengalami kekurangan gizi. Padahal, sampai umur berapa pun kebutuhan tubuh akan segala jenis zat gizi atau nutrien tidak berubah. Tubuh butuh lebih 40 jenis nutrien setiap hari. Sebagian besar bersifat esensial. Artinya, nutrisi tidak boleh tak ada dalam menu harian lantaran tubuh tak bisa membuatnya sendiri.
Kita tahu tubuh membutuhkan sejumlah asam amino esensial, selain lemak esensial, dan mineral esensial juga. Kelompok nutrisi ini yang tidak boleh tidak ada dalam menu harian. Ibarat mesin mobil, tubuh bisa pincang berputarnya jika satu atau lebih zat gizi tidak terpenuhi dari menu harian. Gejalanya belum tentu nyata. Mungkin muncul sebagai keluhan ringan, yang biasanya tak diabaikan. Umumnya mengeluh letih, lesu, lelah. Jadi yang benar itu porsi makan yang harus makin dikurangi. Kalau makan nasi, ya porsi nasinya, rotinya, atau sumber karbohidratnya yang dikurangi.
Kendati bukan tergolong lemak, kelebihan asupan karbohidrat ditimbun jadi gajih juga. Sementara asupan lauk pauknya, termasuk protein, lemak baik yang jenuh maupun tak jenuh, serta vitamin-mineral, harus tetap tidak boleh dikurangi. Kekurangan gizi bukan saja mengganggu kelancaran metabolisme tubuh, sehingga organ tubuh tidak optimal bekerja. Pada titik nadirnya, mungkin memunculkah penyakit juga.
Namanya penyakit kurang gizi bila kekurangannya sudah mencapai tahap ekstrem. Contohnya serangan seriawan atau seriawan hebat pada pelaut yang kekurangan sayur mayur dan buah di laut lepas selama berbulan-bulan. Muncul penyakit skorbut, seriawan hebat sekujur rongga mulut dan bibir.
Kita mengenal pula sejumlah penyakit pada anak yang kurang gizi hebat, seperti kulit bersisik, rabun senja, rambut jagung, kaki bengkak (honger oedem), dan bibir anak dalam kandungan sumbing bila ibu hamil, misalnya, kurang vitamin B6, dan sumsum tulang belakang anak menganga bila ibu hamil kekurangan asam folat, dan banyak lagi.
Karena itu, jangan abaikan kecukupan nutrisi harian. Terutama bagi kaum usia lanjut yang tanpa sadar membatasi asupan menu harian, bukan saja porsinya, melainkan juga lauk pauknya sebagai sumber nutrien, dan sebagian bersifat esensial.
dr.Handrawan Nadesul
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 1:49 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 8:11 am | |
| TRIK CERDAS KONSUMSI MAKANAN Kamis, 24 Februari 2011, 16:26 WIB VIVAnews - Sebagai pekerja, Anda pasti lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah. Untuk makan siang, bahkan sarapan dan makan malam pun seringkali harus membeli makanan di luar. Kebiasaan makan di luar ini seharusnya dibarengi dengan sikap selektif Anda dalam memilih makanan. Itu karena dengan banyaknya pilihan menu makanan di luar, bisa membuat Anda menjadi tidak terkontrol. Makan di restoran, warung atau rumah makan memang menjadi pilihan utama para pekerja yang sibuk. Makan di rumah pun lebih sering dilakukan saat akhir pekan, padahal masakan rumah itu jauh lebih sehat.
"Hal itu membuat mereka yang seringkali makan di luar berisiko mengalami kegemukan, kolesterol atau darah tinggi," kata dr Diana Suganda, ahli nutrisi dari InterMED Health Care & Beauty Clinis, saat ditemui di Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, 24 Februari 2011. Untuk menghindarinya, Anda memang harus lebih selektif dalam memilih makanan. Menurutnya, batasi konsumsi makanan yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, seperti daging merah, susu murni dan unggas. Itu karena lemak jenuh bisa memicu peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah yang berdampak pada penyakit jantung koroner.
"Lebih baik memilih daging putih, seperti ikan laut atau pun ikan air tawar. Olahannya pun sebaiknya dikukus atau dipanggang. Konsumsi daging merah sebenarnya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan lemak dan protein tubuh tetapi sebaiknya jangan berlebihan. Variasikan dengan menu makanan lain, agar lebih sehat," kata dr Diana. Keseimbangan nutrisi juga tak kalah penting. Asupan karbohidrat, protein, lemak, dan serat harus diperhatikan. Pastikan, ketika Anda memilih menu makanan saat makan di luar, nutrisinya terpenuhi dengan baik.
"Seringkali seseorang hanya mengonsumsi karbohidrat, lemak dan protein, seperti nasi dan lauk pauk. Kebutuhan tubuh akan serat pun jadi tidak terpenuhi. Padahal serat sangat penting untuk melancarkan pencernaan dan membantu sistem pengeluaran berfungsi dengan baik," kata dr Diana Jika memang tidak ada sayur atau Anda tidak suka sayur, mengonsumsi buah adalah cara lain untuk memenuhi kebutuhan serat. Sediakan saja buah dingin dalam potongan kecil. Anda bisa menikmatinya sambil bekerja sebagai cemilan sehat.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 1:52 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 8:32 am | |
| BEBAS DARI DILEMA KESEHATAN Rabu, 24 November 2010 | 15:50 WIB Hidup penuh pilihan. Dan ketika kita bicara mengenai pilihan, tawaran yang diberikan tidak selamanya bertolak belakang. Bahkan tak jarang, kita justru menemukan tawaran yang untung dan ruginya beda tipis. Situasi itu juga terjadi saat kita harus memutuskan pilihan mana yang lebih sehat diantara pilihan sehat lainnya. Jadi, mari bebaskan diri dari dilema pilihan sehat berikut ini:
1. Memesan dessert atau gelas kedua wine sebagai penutup makan di restoran? Pilihlah : dessert. Para peneliti menyarankan agar perempuan hanya menikmati segelas wine setiap harinya, tak lebih dari itu. “Menikmati alkohol pada level moderat dapat menekan risiko serangan jantung. Tapi khusus untuk perempuan, limitnya adalah segelas sehari,” ucap Jo Ann Manson, kepala pencegahan penyakit dari Boston’s Brigham and Women’s Hospital. Dan menurut Heather Spencer Feigelson, PhD., senior epidemilogis dari American Cancer Society, alkohol tetap memicu terjadinya kanker payudara. “Lebih baik memilih dessert ketimbang mengonsumsi alkohol. Sebab segelas alkohol saja bisa menimbulkan risiko kanker.” Jangan lupa, karena umumnya dessert memiliki kandungan gula yang tinggi, kita tetap harus sadar ketika menikmatinya. Sebab terlalu membebaskan diri dengan dessert juga bisa menimbulkan risiko baru yaitu obesitas, diabetes, dan serangan jantung. Cobalah untuk memilih sorbet atau kue tart buah ketimbang cheesecake.
2. Bangun siang atau bangun pagi dan berolahraga? Pilihlah : Bangun pagi dan berolahraga. Idealnya, kita tidur 7-8 jam di malam hari. Dan apabila kita melengkapinya dengan olahraga rutin setiap pagi maka dapat mengoptimalkan kerja jam biologis kita. Alhasil, kita tak memerlukan alarm karena setiap pagi, kita akan bangun di waktu yang sama dan tubuh meminta untuk gerakan kebugaran. “Sinar matahari pagi akan menjadi signal bagi jam biologis kita untuk membuat tubuh bereaksi lebih teratur,” ungkap Shawn D. Youngstedt, PhD., peneliti kesehatan tidur dari University of South Carolina di Columbia. Tapi apabila jam tidur kita kurang dari 7-8 jam, sebaiknya tambah jam tidur. Khususnya pada ibu-ibu yang baru melahirkan, mereka akan memiliki jam tidur baru karena di malam hari harus terbangun untuk menyusui bayi. Kondisi ini membutuhkan kecukupan tidur agar tubuh kita tetap sehat dan fokus melakukan berbagai aktivitas.
3. Saat terjadi benturan, lebih baik mengompresnya dengan air hangat atau es? Pilihlah : Kompres dengan es. Waktu adalah indikator yang tepat untuk memilih apakah menggunakan air hangat atau es. Dan banyak pakar kesehatan olahraga berpendapat, 24-48 jam pertama pasca cedera otot akan sangat baik jika diredam dengan es. “Olahraga berat akan menyebabkan jaringan otot kita ‘terluka’. Lukanya bisa saja sangat tipis, berukuran mikroskopik tapi bisa menyebabkan peradangan dan rasa sakit," ucap Cedric Bryant, PhD., kepala psikolog olahraga pada American Council on Exercise. “Dan es akan sangat berperan untuk mengurangi rasa sakit serta menghambat pembengkakan.
”Bryant menyarankan kita untuk mengompres selama 15-20 menit, 3 kali sehari. Jika kebetulan stok es kita habis, gunakan makanan beku kemasan yang tersimpan di dalam freezer sebagai kompresan untuk pertolongan pertama pada cedera otot. Jangan lupa, setelah 48 jam, air hangat akan sangat membantu otot cedera kembali pulih. Sebab air hangat membuat peredaran darah kembali lancar sehingga proses pemulihan otot yang rusak bisa segera dilakukan. “Merendam otot yang sakit dalam air hangat juga akan membantu,” ucap Carol E.Torgan, PhD., jurubicara untuk American College of Sports Medicine. Lengkapi juga dengan pemanasan ringan atau olahraga mudah agar otot tidak terlalu lama dalam keadaan kaku.
4. Sarapan dengan donat atau tidak sarapan sama sekali? Pilihlah : sarapan dengan donat. “Terlelap dalam tidur selama 8 jam di malam hari bukan berarti tubuh kita tidak perlu pasokan energi baru. Apabila kita tidak sarapan maka rasa lapar tak akan bisa dialihkan, plus gula darah kita menurun drastis hingga membuat kita kesulitan berkonsentrasi,” ucap Kristine Clark, PhD., RD., direktur nutrisi olahraga pada Penn State University, Pennsylvania. Itu mengapa Clark dan pakar kesehatan lainnya sepakat mengingatkan kita agar tidak melewatkan sarapan. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan, responden yang tidak sarapan justru akan menyantap lebih banyak kalori dalam sehari penuh. Coba lengkapi donat kita dengan segelas susu low-fat. “Setidaknya kita ikut mensuplai protein ke dalam tubuh, tak hanya lemak,” ucap Clark. Tambahan protein ini akan membuat kita kenyang lebih lama, ketimbang hanya sarapan dengan donat.
5. Sebelum berlari, peregangan 5 menit atau jalan 5 menit? Pilihlah : Jalan 5 menit. Ketika kita mengawali agenda lari kita dengan jalan selama 5 menit, maka kita sudah meminta tubuh untuk bersiap-siap. Baru secara perlahan, percepat langkah kaki kita hingga kemudian kita benar-benar berlari. Plus, cara ini juga akan memperkecil risiko terjadinya cedera otot. “Beberapa penelitian menyarankan kita untuk melakukan pemanasan dan jalan kaki adalah pemanasan yang paling mudah serta aman. Hasilnya akan berbeda jika kita justru mengawalinya dengan peregangan. Ini bisa menyebabkan cedera karena kita justru menarik otot-otot untuk bergerak,” ucap Julie Gilchrist, ahli epidemiolog dari Center for Disease Control Injury Center di Atlanta. Gilchrist juga anggota tim yang mengamati 350 penelitian mengenai peregangan dengan cedera otot. Jika ingin melakukan peregangan, waktu yang tepat adalah setelah kita melakukan pemanasan. Sebab menurut Gilchrist, peregangan adalah bagian dari pendinginan atau rangkaian gerakan yang dilakukan setelah tubuh benar-benar hangat.
6. Saat kita hanya punya waktu 30 menit untuk berolahraga, angkat beban atau berlari di atas treadmill? Pilihlah : keduanya. Ini adalah contoh situasi di mana kedua pilihan dianggap para ahli akan sangat membantu kesehatan tubuh kita. Para peneliti percaya, aerobik dan olahraga beban merupakan olahraga yang penting bagi tubuh. “Cara kerjanya berbeda, tapi keduanya saling melengkapi,” ucap Carol Torgan. Saat kita melakukan latihan angkat beban, maka massa otot kita akan bertambah. Ini akan mempercepat proses pembakaran kalori dan mengendalikan kadar gula dalam darah. Keuntungan lainnya, memiliki otot tubuh yang kuat akan membuat gerak tubuh lebih ringan. Latihan angkat beban juga akan menjaga kepadatan tulang. Sementara berlari di atas treadmill akan membuat jantung dan paru-paru kita tetap sehat. Agar keduanya dapat dilakukan, cobalah 15 pertama lakukan latihan angkat beban dan sisanya dengan berlari di atas treadmill. Demikian saran Liz Neporent, ahli kesehatan olahraga yang juga menciptakan berbagai buku olahraga, salah satunya adalah The Fat Free Truth. (Siagian Priska)
Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 2:14 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 9:13 am | |
| CARA MUDAH HIDUP SEHAT Jum'at, 15 April 2011 - 08:34 wib Okezone MENJALANI hidup sehat sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Kebiasaan sederhana pun bisa membuat Anda sehat. Misalnya dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi sayur dan buah. Polusi, kesibukan yang padat, serta gaya hidup yang serbainstan sudah menjadi makanan sehari-hari warga perkotaan. Tak heran bila gaya hidup tak sehat tersebut berakibat buruk bagi kesehatan. Nah untuk mengimbanginya, hal-hal sederhana bisa Anda lakukan. Dengan berolahraga misalnya. Olahraga bisa memberi banyak manfaat untuk kesehatan, di antaranya meningkatkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi, meningkatkan stamina, mengendalikan kolesterol, mengoptimalisasi metabolisme, menjaga kesehatan saluran cerna, termasuk membakar lemak.
“Jika tidak sempat berolahraga, Anda tetap bisa menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi yang juga menjadi solusi hidup sehat,” kata pakar kesehatan dari Departemen Kesehatan RI, dr Lily S Sulistyowati MM. Lily menuturkan, kesibukan kadang membuat seseorang kurang memperhatikan asupan makanan. Padahal, apa yang kita makan memengaruhi kesehatan tubuh. Tubuh membutuhkan nutrisi yang didapat dari makanan dan pilihan sehat bisa dilakukan dengan mengonsumsi sayuran dan buah.
Selain kaya serat yang baik bagi pencernaan, sayuran merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan senyawa alami lain, yang melindungi tubuh dari penyakit. Sementara buah-buahan itu sendiri mengandung berbagai zat yang berkhasiat untuk kecantikan, kesehatan, dan awet muda. Bahkan berdasarkan penelitian, orang-orang yang tinggal di daerah tropis lebih awet muda dibanding orang-orang Barat.
“Untuk memperoleh manfaat yang maksimal bagi kesehatan, mengonsumsi buah-buahan dan sayur tidak boleh sembarang,” ungkap dokter yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Promosi Kesehatan dari Depkes RI. Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber makanan yang mengandung gizi lengkap dan sehat. Dalam hal ini, Indonesia termasuk negara penghasil buah terbesar di dunia, namun kenyataannya tingkat konsumsi buah masih sangat rendah di Indonesia.
Berdasarkan informasi dari Departemen Pertanian tahun 2010, konsumsi sayur dan buah di Indonesia masih kecil dibandingkan dengan konsumsi yang dianjurkan organisasi kesehatan dunia (WHO). Masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi rata-rata 40 kg sayur per kapita per tahun, sedangkan anjuran WHO adalah 73 kg sayur per kapita per tahun. Sedangkan untuk buah, hanya 32 kg sayur per kapita per tahun, padahal WHO menganjurkan 65 kg sayur per kapita per tahun.
“Minimnya konsumsi sayur dan buah dapat berdampak buruk untuk kesehatan, semisal bisa membuat kebutuhan nutrisi tubuh tidak tercukupi, bahkan menimbulkan masalah kesehatan serius,” tandasnya dalam acara seminar bertema “Hidup Sehat dengan Sayur dan Buah” yang diadakan oleh Super Indo di gerai Super Indo cabang Pancoran, Jakarta. Dalam mengonsumsi sayur dan buah ini pun tidak boleh sembarang. Untuk sayur, pilih sayuran berwarna hijau yang merupakan sumber kaya karoten (provitamin A).
Semakin tua warna hijaunya, maka semakin banyak kandungan karotennya. Kandungan betakaroten pada sayuran membantu memperlambat proses penuaan dini, mencegah risiko penyakit kanker, meningkatkan fungsi paru-paru, dan menurunkan komplikasi yang berkaitan dengan diabetes. Di dalam sayuran dan buah juga terdapat vitamin yang bekerja sebagai antioksidan. Antioksidan dalam sayur dan buah bekerja dengan cara mengikat lalu menghancurkan radikal bebas serta mampu melindungi tubuh dari reaksi oksidatif yang menghasilkan racun.
“Jadi, untuk memenuhi gizi seimbang sehari-hari, kita tidak perlu makan makanan yang mahal. Yang penting, menu tersebut terlengkapi yang dibutuhkan tubuh,” ucap dokter lulusan Universitas Padjajaran ini. Lily menyarankan agar konsumsi buah dan sayur sebanyak 5 kali atau 5 porsi per hari, namun dengan jenis yang berbeda karena itu merupakan anjuran untuk melakukan diet yang sehat dan seimbang. Selain itu, dengan rajin mengonsumsi buah dan sayur, maka akan terasa lebih mudah dari yang dibayangkan dan murah biayanya untuk melakukan gaya hidup sehat.
Diingatkan oleh Lily, bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu,tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter, buah apa yang cocok untuk dikonsumsi karena sistem imun setiap orang berbedabeda. Jadi, pelajarilah sinyal tubuh masing-masing dan periksa genetik kita. “Waspadai dan pilihlah makanan yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Artis sekaligus presenter ternama, Soraya Haque mengaku, untuk hidup sehat dirinya kerap menerapkan konsumsi sayur dan buah-buahan setiap harinya. Soraya menyarankan agar buah yang dikonsumsi langsung dikunyah, terutama untuk mereka yang masih memiliki fungsi pengunyahan yang baik. Hal tersebut dikarenakan saat mengunyah menghasilkan enzim yang baik untuk pencernaan.
“Jangan terlalu sering makan jus buah atau jus sayur karena yang lebih baik mengonsumsi buah adalah dengan dikunyah agar lambung kita dapat bereaksi dengan baik dan melatih gigi,” sarannya di acara yang sama. Soraya juga menganjurkan untuk memilih dan membeli buah dan sayur lokal negeri sendiri karena produk luar yang ada di dalam negeri pastinya mengalami masa pengiriman dalam waktu tertentu.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 1:53 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 9:47 am | |
| PERUBAHAN KECIL BERDAMPAK BESAR Kompas - Selasa, 27 Juli 2010 Kompas.com - Untuk dapat menikmati kehidupan dan menjalani pekerjaan, kita bukan cuma butuh yang sehat tapi juga fit dan bugar. Ada banyak cara untuk mendapatkannya, termasuk dengan hal-hal kecil yang sesungguhnya memiliki dampak besar bagi kesehatan.
1. Warnai piring Anda Studi selama 14 tahun menemukan mereka yang pola makannya kaya akan sayur dan buah-buahan memiliki risiko 70 persen terkena kanker usus. Karena itu, selalu masukkan unsur sayuran dan buah dalam menu harian Anda serta mulailah mengurangi makanan yang digoreng.
2. Selalu sarapan Survei terhadap lebih dari 2000 orang yang berhasil menurunkan berat badan rata-rata 30 kilogram dan mampu menjaga berat badannya selama lima tahun menunjukkan 78 persen dari responden rutin melakukan sarapan 7 hari dalam seminggu.
3. Mencari ikan Mengonsumsi ikan minimal satu kali dalam seminggu bisa menghalau risiko terkena serangan jantung. Rahasianya ada pada omega-3 yang terkandung dalam ikan. Untuk menjaga kandungan omega-3, sebaiknya ikan diolah dengan cara dikukus.
4. Jaga ereksi dengan blueberi Blueberi mengandung komponen yang akan meningkatkan sirkulasi darah, termasuk yang menuju organ vital.
5. Berjiwa sosial Mereka yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain bukan saja mendapat manfaat kebahagiaan tapi juga kesehatan. Sebuah survei menunjukkan mereka yang suka melakukan kegiatan sosial lebih panjang umur.
6. Latih otot perut 75 persen gangguan atau nyeri punggung sebenarnya bisa dicegah dengan membangun kekuatan otot perut. Latihan crunchs layak dilakukan setiap hari jika Anda mulai sering mengeluh sakit punggung.
7. Cukup satu cangkir kopi Bila ngopi bersama teman telah jadi bagian dari cara Anda bersosialisasi, Anda mungkin tak harus mengubah kebiasaan ini, hanya saja berhentilah pada satu cangkir pertama. Tambahan satu cangkir kopi mengandung kafein akan menambah detak jantung Anda 16 bit per menit.
8. Bergaul dengan orang-orang bahagia Kalau Anda ingin menghilangkan kebiasaan marah-marah, cobalah bergaul dengan orang-orang yang bukan pemarah. Ingatlah bahwa perasaan dan perbuatan biasanya menular. Jadi, bergaulah dengan orang-orang yang biasa bersikap positif.
9. Menangis itu sehat Menangis merupakan cara manjur untuk membebaskan diri dari himpitan emosi dan jauh lebih sehat ketimbang menyalurkannya kepada orang yang tak bersalah.
10. Perbanyak H2O Salah satu alasan mengapa sembelit lebih sering terjadi ketika usia bertambah adalah karena pada umumnya makin tua seseorang, minumnya semakin sedikit. Makin sedikit Anda minum, makin keras dan makin selit buang air besar Anda.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 1:55 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Aug 25, 2010 11:29 am | |
| CARA MUDAH LEBIH SEHAT DI 2010 Jumat, 01/01/2010 06:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Setiap orang pasti ingin menjadi lebih baik di tahun baru termasuk dalam masalah kesehatan. Apa yang harus dilakukan agar bisa lebih sehat di tahun 2010? Saat pergantian tahun banyak resolusi yang ingin diwujudkan seperti menurunkan berat badan atau lebih rajin dalam berolahraga. Tapi terkadang hal tersebut sulit sekali untuk dilakukan. Seperti dikutip dari New York Times, Jumat (1/1/2010) Dr Mehmet Oz memberikan beberapa tips mudah yang bisa dilakukan agar di tahun 2010 menjadi lebih sehat, yaitu:
1. Komitmen untuk meluangkan waktu makan bersama keluarga. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Minnesota, Harvard and Rutgers didapatkan bahwa anak-anak dan remaja yang memiliki kebiasaan makan bersama dengan keluarga cenderung akan banyak mengonsumsi sayur, buah, kalsium, vitamin dan gizi yang lebih baik serta sedikit junk food. Selain itu juga menurunkan risiko berperilaku buruk seperti merokok, alkohol dan narkoba.
2. Melakukan yoga selama 7 menit sehari. Dengan melakukan yoga selama 7 menit setiap harinya, maka orang tersebut akan memiliki teknik pernapasan yang lebih baik, lebih santai serta dapat mengendalikan emosi dan pikirannya. Yoga ini bisa dilakukan pada pagi hari sebelum memulai aktivitas dan tidak ada salahnya untuk bangun sedikit lebih awal.
3. Membiasakan tidur lebih awal. Orang dewasa yang tidak mendapatkan waktu istirahat cukup berisiko terkena serangan jantung, stroke dan obesitas dibandingkan dengan orang yang memiliki waktu istirahat cukup. Disarankan orang dewasa memiliki waktu tidur antara 7-8 jam dan sudah bersiap untuk istirahat setangah jam sebelumnya.
4. Buatlah sedikit ruang di depan televisi. Membuat resolusi untuk mengurangi jadwal menonton televisi adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Sebaiknya gunakan waktu menonton televisi sambil melakukan hal yang menyehatkan. Misalnya dengan melakukan olahraga di depan televisi, seperti treadmill, sit up, push up atau aerobik. Jadi seseorang bisa melakukan dua kegiatan sekaligus.
5. Menyediakan camilan yang sehat. Terkadang sebelum tiba waktu makan siang atau makan malam perut sudah terasa lapar, sehingga banyak orang yang menyelingi waktu tersebut dengan mengonsumsi camilan. Pilihlah camilan yang mengandung kadar gula dan lemak rendah, seperti yogurt, puding atau irisan buah segar.
6. Berikan waktu 2 minggu. Apapun resolusi yang ingin dicapai di tahun 2010 nanti, pastikan seseorang melakukannya minimal selama dua minggu. Karena dalam waktu 2 minggu otak manusia melakukan proses untuk membuat suatu keputusan mengenai impian yang ingin dicapai. Jika dalam waktu dua minggu hal tersebut bisa berjalan dengan baik, maka impian tersebut bsia saja terwujud.
Tapi diantara semua tips tersebut, hal yang paling penting adalah niat kuat agar bisa memiliki tubuh yang jauh lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 1:57 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Tue Aug 31, 2010 8:15 pm | |
| MAKANLAH 6 SENDOK MAKAN SAJA! Senin, 11/10/2010 | 10:55 WIB KOMPAS.com - Banyak cara yang ditempuh orang untuk menjadi langsing. Dari mengatur pola makan, olahraga, hingga akupunktur. Bila segala cara yang dilakukan tidak memberikan hasil, sebagian orang lalu melakukan prosedur operasi gastric bypass (mengikat lambung). Namun setelah operasi, Anda tetap harus mengontrol porsi makan, makan secara perlahan, dan mengunyah dalam hitungan tertentu untuk mengurangi kapasitas perut. Ribet, ya? Namun kini ada prosedur baru yang bisa diterapkan oleh pasien obesitas. Pasangan suami-istri ahli hipnoterapi klinis Martin dan Marion Shirran dari Elite Clinic, Spanyol, memiliki metode yang mereka sebut sebagai Gastric mind Band (GmB). Metode yang sudah dijalankan selama tiga tahun ini mengombinasikan hipnotisme dengan program edukasi, yang memungkinkan pasien untuk menurunkan berat badan seefektif jika mereka melakukan operasi gastric bypass.
Pasangan ini menguraikan berbagai tips dan trik metode ini dalam buku berjudul Shirran's Solution: The Gastric mind Band. Kunci untuk menjalankan GmB adalah mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, dengan sangat perlahan, seperti jika Anda menjalani operasi pengikatan lambung. Setelah operasi, lambung yang diikat akan berkurang kapasitasnya dari 1 liter menjadi hanya 20 ml. Paling banyak, Anda hanya bisa makan enam sendok makan (apapun makanannya) setiap kali makan. Bandingkan dengan porsi rata-rata berukuran dua kepalan tangan, yang akan memenuhi kapasitas normal lambung.
Dengan menghipnosis diri telah melakukan pengikatan lambung (dalam GmB), Anda tidak perlu terlalu ketat dengan diet, namun membatasi porsi makan saja. Daging tidak boleh lebih besar dari seukuran sekotak kartu remi (85 gr), sedangkan ikan tak boleh lebih besar dari buku cek (113-141 gr). Suka makan pasta? Anda boleh tetap makan, tetapi ukurannya tidak boleh lebih besar dari kepalan tangan Anda (sesudah dimasak). Potong kecil-kecil, kunyah lebih perlahan, dan konsentrasilah pada apa yang Anda makan. Makan dengan sumpit bisa membantu Anda untuk mencegah Anda makan terlalu banyak dan cepat. Jika makan dengan cepat, Anda akan cenderung makan lebih banyak. Sebab, saat otak mendapat pesan bahwa Anda kenyang, Anda akan menelan lebih banyak daripada yang Anda perlukan.
Pasien gastric band juga didorong untuk mengonsumsi makanan mereka dalam cara tertentu. Misalnya, daging lebih dulu, karena daging akan menetap lebih lama di dalam lambung Anda. Jika Anda sudah merasa kenyang sebelum sempat makan kentang (atau karbohidratnya), berhenti saja. Jika Anda operasi gastric, potongan daging tak boleh lebih dari seukuran kuku jari tangan, dan harus dikunyah 10 kali untuk memastikan daging dicerna dengan baik. Dengan GmB, Anda tidak perlu seketat itu, tapi pastikan setiap suapan harus dihitung. Pelajari warna dan tekstur makanan Anda, dan analisa rasanya. Indera pengecap ada dalam mulut Anda, bukan perut Anda. Jadi, semakin lama makanan itu ada di dalam mulut, semakin banyak kenikmatan yang Anda dapatkan dari situ.
Anda juga didorong untuk tidak memedulikan makanan yang tersisa. Makanan yang berlebih pasti akan dibuang, entah itu dibuang ke perut atau dibuang ke tempat sampah. Prinsipnya, jangan memperlakukan perut Anda seperti tempat sampah. Berat badan pasien gastric band biasanya akan turun secara perlahan, hanya sekitar 900 gr setiap minggu. Dengan meniru cara makan mereka, maka Anda pun bisa mendapatkan hasil yang sama. Untuk menurunkan berat sekitar 450 gr seminggu, Anda perlu mengurangi asupan makanan hingga 500 kalori sehari. Nah, meskipun Anda tidak melakukan operasi pengikatan lambung, Anda bisa mencoba menerapkan trik yang disarankan oleh pasangan Shirran ini. Tidak terlalu susah, kan?
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 2:04 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Sep 01, 2010 7:15 pm | |
| 'YOU ARE WHAT YOU EAT' Kamis, 14/10/2010 18:15 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Ungkapan 'kamu adalah apa yang kamu makan' sepertinya memang tepat untuk menggambarkan permasalahan kesehatan yang terjadi saat ini. Makanan bisa menjadi kunci untuk membuat tubuh tetap sehat sekaligus kunci untuk membuat tubuh jatuh sakit. Ungkapan 'kamu adalah apa yang kamu makan' bukan berarti bahwa orang akan menjadi ayam ketika makan ayam. Ungkapan sebenarnya adalah apa yang Anda makan akan tergambar dalam kesehatan tubuh Anda. Ungkapan ini menekankan bahwa orang harus benar-benar memperhatikan apa yang ia masukkan ke dalam tubuhnya. Apa yang orang masukkan ke dalam tubuh sangatlah mempengaruhi kesehatan dan kehidupannya. Kandungan gizi dari makanan yang masuk ke tubuh sangat menentukan komposisi membran sel, sumsum tulang, darah dan hormon.
Orang kehilangan sekitar 300 miliar sel setiap hari hingga usia tua dan sel-sel tersebut harus diganti. Makanan merupakan sumber utama yang dapat menggantikan sel-sel tubuh yang hilang setiap harinya. Tubuh seseorang secara harfiah dihasilkan dari makanan yang ia makan. Sebelum tahun 1993, daftar penyebab utama kematian di dunia, khususnya negara besar seperti Amerika Serikat adalah penyakit jantung, kanker dan stroke. Namun pada tahun itu Michael J. McGinnis MD dan William Foege MD, mengubah paradigma tersebut dengan menerbitkan laporan tentang penyakit dalam Journal of American Medical Association.
Para ilmuwan tersebut menyimpulkan bahwa lebih dari separuh kematian tahunan di Amerika Serikat (sekitar 1 juta orang) adalah kematian prematur (dini) yang sebenarnya bisa ditunda dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Kematian prematur di usia dini bisa dicegah dengan memodifikasi pola makan dan gaya hidup seperti tidak merokok, atur pola makan sehat, olahraga, tidak mengonsumsi alkohol, tidak menggunakan narkoba dan berperilaku seksual yang aman. "Kebiasaan makan tak sehat, merokok, dan tak olahraga menyebabkan 700.000 kematian prematur di AS pada tahun 1990," jelas Michael J. McGinnis, MD, seperti dilansir dari MSNBC, Kamis (14/10/2010).
Di tahun 2004, sekelompok ilmuwan di Center for Disease Control and Prevention (CDC) juga telah mengkaji masalah ini dan mencapai kesimpulan yang sama. Makanan yang tidak sehat juga menambah risiko kematian prematur, yaitu karena obesitas (kegemukan) dan diabetes. Makanan yang sehat adalah makanan mengandung cukup gizi, cukup nutrisi, cukup kalori, bebas dari zat aditif seperti pewarna, perasa, pemanis, zat pengawet dan hormon buatan.
Makanan akan menjadi tidak sehat bila telah bersinggungan dengan penambahan bahan kimia, gula, garam, minyak berbahaya dan kalori yang tidak diperlukan. Padahal, makanan yang baik dan sehat dapat memperbaiki kesehatan gen tubuh dan juga mengurangi risiko penyakit kronis hingga 80 persen. Jadi kondisi tubuh sangat dipengaruhi oleh makanan yang masuk baik makanan yang sehat maupun yang tidak sehat. Tubuh perlu menggantikan miliaran sel setiap hari dan makanan yang dikonsumsi adalah sumber utama untuk menggantikan sel-sel tersebut.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 2:05 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Wed Sep 01, 2010 7:21 pm | |
| TIPS MAKAN SESUAI KEBUTUHAN Minggu, 8 Agustus 2010, 15:30 WIB Indra Darmawan, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Mengendalikan bobot tubuh memang susah-susah gampang. Bagi sebagian orang, sepertinya kurang praktis bila musti hitung-hitungan kalori setiap kali hendak mengunyah makanan. Mereka biasanya menjadikan celana sebagai patokan. Jika celana sudah terasa sesak, maka asupan kalori makanan sudah mulai harus diatur. Tapi, ada juga orang-orang yang menginginkan pengurangan berat badan dengan menghitung kalori. Banyak yang bisa menurunkan berat badan dengan diet harian dengan makan makanan yang mengandung 1.500 kalori. Tapi, bila ingin mendapat pengurangan berat badan yang lebih presisi, ada cara sederhana untuk menghitung jumlah kalori.
Rumusnya: Berat badan Anda (kg) x 2,2 (pound/kg) x 12 = kalori yang dibutuhkan (kal) Misalnya berat badan Anda 50 kg. Maka kalori yang dibutuhkan tubuh Anda adalah 50 x 2,2 x 12 = 1320 kalori
Nah, untuk menurunkan berat badan Anda sebesar 1 pound atau 0,453 kg setiap pekan, maka Anda perlu mengurangi 500 kalori per hari. Sementara untuk menurunkan berat badan sebesar 2 pound atau 0,9 kg setiap pekan, maka Anda musti mengurangi 1000 kalori per hari. Tapi menurut ahli diet dari Nutrition Communication from the Friedman School of Nutrition Science and Policy at Tufts University, Wright Brierley, M.S., R.D pengurangan berat badan sebaiknya tidak lebih dari target pengurangan 1200 kalori per hari atau 2 kg per minggu.
Sebab, dengan target itu akan sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan target juga agak sulit untuk bisa dipenuhi secara konsisten. Nah tentunya perlu kreativitas dan kepandaian untuk mencampur dan mencocokkan pilihan menu sarapan, snack, makan siang, dan makan malam, agar mencapai jumlah kalori yang pas. Berikut ini contoh pengaturan kalori yang bisa diikuti:
• sarapan untuk 300 - 350-kalori, misalnya sepotong Banana-Bran Muffins yang mengandung 320 kalori.
• Kue untuk 250 kalori atau kurang, misalnya popcorn keju
• makan siang 325 sampai 400 kalori, misalnya Broccoli-Cheese Pie yang mengandung 365 kalori
• 500 kalori makan malam, misalnya pizza jagung asap dan kacang hitam Orang-orang kadang meremehkan kelebihan asupan kalori sebesar 20 hingga 40 persen. Untuk itu, penting juga mengikuti tips untuk membantu mengurangi “distorsi porsi” sehingga berhasil mencapai jumlah kebutuhan kalori yang pas. Caranya:
• Atur jumlah porsi makanan di piring Anda Dari pada mengonsumsi 1 porsi makan malam penuh, lebih baik kurangi 1 porsi makanan di piring menjadi ½ porsi. Ganti setengahnya dengan sayuran, seperempat dengan protein (ikan, unggas tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, kacang atau tahu). Isi seperempat lainnya dengan kacang-kacangan atau makanan bertepung (beras merah atau gandum utuh seperti roti gandum).
• Pandai-pandai menakar ukuran Tak perlu menggunakan gelas ukur setiap kali Anda ingin mendapatkan ukuran menu yang sempurna. Tapi kira-kira saja takaran sendok yang pas, atau seberapa jauh mangkuk bisa diisi oleh porsi sereal Anda.
• Pilih gelas tinggi atau kurus Orang biasanya minum 34 persen lebih banyak dari gelas pendek dan lebih lebar daripada gelas yang tinggi dan lebih kurus. Jadi lebih baik pilih gelas yang tinggi dan kurus saat meminum minuman seperti segelas jus, sebab jumlah asupan minuman ini sudah pasti akan lebih banyak mengandung kalori.
• Pesan porsi yang lebih kecil. Jelas, pilihan ukuran yang lebih kecil akan memiliki lebih sedikit kalori, dan penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung untuk makan, rata-rata, 22 persen lebih banyak ketika mereka ditawarkan makanan yang berporsi lebih besar.
• Berhati-hatilah dengan nama menu menarik. Memberikan daftar nama menyenangkan bisa membuat orang lebih tertarik untuk makan. Nama "Black Forest Cake Double Chocolate" biasanya akan lebih menggiurkan daripada sekadar "Chocolate Cake"?
• Makan lezat, makanan memuaskan. Studi menunjukkan bahwa orang lebih suka dessert setelah makan biasa-biasa saja daripada setelah satu kali makan makanan pokok yang mengenyangkan.
MENGAPA ANDA TAK BISA BERHENTI MAKAN? Asep Candra | Sabtu, 23 April 2011 | 20:13 WIB Kompas.com - Hmmmm... enak sekali makan Ibu dan Anak itu”, gumam saya, waktu melihat mereka sedang makan donat penuh coklat di suatu ruang tunggu di bandara. Terlihat wajahnya yang puas dan menikmati donat demi donat yang masuk ke dalam mulutnya. Saya tidak tahu berapa potong donat yang telah mereka makan. Tapi saya lihat, mereka baru berhenti, setelah penumpang sudah harus boarding. Sampai di pesawat, waktu saya berjalan ke toilet, Ibu dan Anak ini yang duduk di bangku belakang, terlihat lagi sedang asyik-asyiknya kembali makan donat-donat itu. Air liur saya seperti mau menetes, seperti ingin juga menikmatinya, tapi syukurlah saya tidak jadi membelinya waktu di bandara.
Ada keinginan untuk itu juga, paling tidak buat oleh-oleh, namun urung, timbul pertanyaan dalam diri saya, “apa tidak lebih baik saya membawa oleh-oleh yang lebih sehat?” Setelah kembali duduk di kursi, bayangan Ibu dan Anak yang lagi menikmati donat itu masih menyelimuti saya. “Kenapa mereka makan seperti itu? Apakah memang mereka lagi lapar, membutuhkannya? Apa hanya karena punya uang, kemudian membelinya? Atau bahkan sekedar ingin menikmatinya, merasakan kelezatannya?” Entahlah, tapi banyak kita sekarang, makan hanya dengan alasan-alasan seperti itu, karena punya, tersedia, lagi ditraktir, karena makan itu nikmat, lezat.
Disamping bayangan Ibu dan Anak itu, pikiran saya menerawang jauh kepada beberapa pasien yang pernah saya rawat, yang mempunyai kebiasaan yang sama. Sebagian besar mereka sekarang sedang mengalami masalah dengan kesehatannya. Ada yang dengan obesitas, hipertensi, kencing manis, ganguan jantung dan sebagainya. Seorang pasien, wanita, masih sangat muda sekali, umur sekitar 30 tahun yang konsultasi dengan saya beberapa minggu lalu, bahkan mengalami obesitas, diabetes mellitus dan gagal jantung. Pasien ini memang mempunyai kebiasaan minum eskrim dan minuman kemasan, terutama minuman kaleng yang sangat manis itu.
Menurut pengakuan pasien, kebiasaan itu bahkan sudah dimulainya sejak duduk di sekolah menengah pertama. Dua sampai tiga atau bahkan lebih minuman kaleng favoritnya, diteguknya setiap hari, belum lagi makanan, minuman manis lainnya. Waktu saya tanyakan,” kenapa sampai begitu?” “Ngak tahu dokter”, jawabnya. “Saya seperti tidak bisa menghentikannya. Saya merasa gelisah, tidak tenang, belum puas sebelum mendapatkannya”, katanya lagi. Melihat Ibu dan Anak yang sedang menikmati donat itu, dan beberapa pasien saya dengan perilaku yang sama, saya ingat sebuah buku tentang Prediabetic. Salah satu yang dibahas secara singkat dalam buku itu adalah apa yang dinamakannya sebagai Food addictions, suatu perilaku makan yang banyak menjangkiti kita sekarang dan juga pada mereka menjelang timbulnya diabetes mellitus.
Sebagai suatu kecanduan, food addictions, tidak jauh berbeda sebenarnya dengan kecanduan lainnya seperti alkohol, rokok, bahkan obat-obatan. Perubahan kimiawi yang terjadi juga hampir sama. Di otak, pada orang gemuk dapat terjadi peningkatan neurotransmitter dopamin, yang mempunyai efek menenangkan, merasa puas, terutama setelah mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat olahan dan gula.
Maka, tidak heran Anda akan bolak balik membuka pintu kulkas mencari makanan dan minuman yang anda simpan di dalamnya. Anda juga akan memilih makanan dan minuman yang manis-manis. Sambil duduk menonton TV mulut Anda tidak akan berhenti memamah sesuatu yang Anda sukai. Bahkan, untuk sekedar merasa senang, puas, menghilangkan kebosanan mulut Anda akan sibuk dengan sebuah permen di dalamnya.
Food addictions tidak timbul serta merta, namun, sedikit- demi sedikit meracuni Anda, sehingga Anda tidak menyadarinya. Andaikan pagi ini Anda menyantap 15 potong donat atau menyedot dua liter minuman kaleng itu sekaligus, anda mungkin akan mual, muntah, Anda akan menghentikannya. Tapi, karena Anda mengambil coklat, donat itu satu demi satu, akhirnya satu kotak coklat, donat itu akan Anda habiskan. Satu mangkok eskrim juga akan Anda cicipi sendok demi sendok sampai Anda merasa puas. Kebutuhan Anda untuk merasa puas dengan makanan yang dapat meyebabkan kecanduan ini, seperti coklat, eskrim, donat, pizza, minuman kaleng, cemilan yang manis-manis, semakin lama semakin meningkat. Kemudian, Anda akan sangat mudah tergoda menikmatinya.
Food addictions, sebagai suatu kecanduan makan, perilaku berulang yang sudah lama, sangat sulit menghentikannya. Sebenarnya banyak kita menderitanya sekarang. Sayang, kita tidak menyadarinya. Kita baru sadar kalau kita sudah terbentur dengan masalah-masalah kesehatan yang diakibatkannya. Kadang-kadang itu sudah terlambat!
Irsyalrusad, Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Last edited by gitahafas on Mon Jul 25, 2011 1:46 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: How to Stay Healthy Thu Sep 09, 2010 11:30 am | |
| CINTAI TUBUH SEPERTI INI BIAR HASILNYA RAMPING Jumat, 06/08/2010 08:11 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Menurunkan berat badan bukanlah hal yang sulit dilakukan bila Anda mencintai diri sendiri. Sebaliknya bila berat badan menjadikan Anda selalu berpikir negatif pada tubuh sendiri, penurunan berat badan memang jadi hal yang sulit. Tak sedikit orang yang berusaha keras untuk dapat menurunkan berat badannya. Tapi kebanyakan orang lupa bahwa inti dari menurunkan berat badan adalah rasa cinta terhadap tubuh dan kesehatan diri sendiri. Dilansir dari Care2, Jumat (6/8/2010), cintai tubuh seperti di bawah ini biar hasilnya ramping:
1. Lakukan kegiatan yang menghargai diri sendiri Hormati dan rawatlah tubuh sendiri. Luangkan waktu untuk merasakan Anda berada di dalam tubuh sendiri. Oleskan lotion dengan aroma yang membuat pikiran rileks.
2. Jadikanlah bayangan Anda di cermin sebagai teman, meski ia tampak lebih gemuk Lihatlah diri Anda di cermin dan katakan 'Kamu terlihat sempurna dan begitu cantik, persis seperti saya'.
3. Hormatilah berkah pada tubuh Anda setiap hari Tuhan menciptakan tubuh Anda dengan sempurna, maka hormatilah berkah tersebut dengan tidak merusaknya dan hiduplah dengan pola hidup yang sehat. Biasakan juga memiliki pikiran yang positif seperti 'Saya menarik, saya mudah untuk dicintai (lovable) dan saya sempurna dengan cara sendiri'.
4. Hormati semangat yang sempurna dalam diri Anda dengan makanan yang luar biasa Pilih sayuran mentah yang berwarna-warni, buah-buahan segar dan aneka makanan segar yang indah. Tubuh Anda tidak memerlukan junk food, melainkan makanan sehat bergizi, produk organik, daging bebas hormon, biji-bijian seperti gandum dan beras merah.
5. Tambahkan jus hijau yang alami pada menu makanan Anda Jus hijau alami berperan sebagai detoks yang dapat membersihkan racun dan menstabilkan gula darah dalam tubuh. Minum 3-4 porsi jus hijau per hari dapat membantu menghilangkan hasrat makan yang rakus (craving).
6. Hanya makan pada saat Anda merasa lapar 'Dengarkan' apa yang tubuh katakan. Makan dengan perlahan dan tidak murka. Ketika Anda sudah merasa tidak lapar, maka berhentilah makan.
7. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda masukkan ke dalam mulut Jika jiwa dan semangat diibaratkan sebagai Tuhan, maka tubuh merupakan tempat ibadahnya. Maka hormati dan hati-hatilah ketika Anda memasukkan sesuatu ke dalam tubuh.
8. Hindari makan ketika Anda sedang emosional Orang yang sedang emosional biasanya akan makan dengan murka dan tidak peduli dengan apa yang dimakannya. Bila Anda sedang marah atau merasa kecewa, maka sebaiknya hindarilah makanan.
9. Gerakkan tubuh indah Anda Tak perlu melakukan olahraga yang berat, hanya dengan berjalan kaki minimal 20-30 menit per hari sudah cukup untuk membuat tubuh indah Anda berada pada berat badan yang ideal. Luangkan juga waktu untuk meditasi.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 16, 2011 2:19 pm; edited 2 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |