Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Anak

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 8 ... 12, 13, 14, 15  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Jan 22, 2012 7:26 am

TIPS MEMBANGUN HARGA DIRI ANAK
Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 21 Januari 2012 | 16:53 WIB
KOMPAS.com - Harga diri atau self esteem adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Membangun citra diri biasanya diawali pada masa kanak-kanak dan sangat tergantung dari apa yang dia dengar tentang dirinya dari orang lain. Jadi, jika seorang anak selama masa hidupnya mendengar pujian, motivasi, dan kritikan yang membangun, maka kemungkinan besar anak itu akan berkembang menjadi pribadi yang baik dan memiliki rasa harga diri yang tinggi. Di sisi lain, jika anak selalu dikritik, diperlakukan kasar dan tidak pernah diberikan penghargaan atas prestasi kecil yang dia dapat, maka anak cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang memiliki kepercayaan diri. Membangun kepribadian seorang anak normalnya dimulai dari lingkungan rumah. Kepribadian individu mulai terbentuk pada masa kanak-kanak, sehingga orang tua mempunyai tanggung jawab besar dalam pembentukan self esteem sang anak. Berikut adalah beberapa tips untuk membangun rasa harga diri yang tinggi pada anak, seperti dikutip Lifemojo :

* Jadilah pendengar yang baik
Di tengah kehidupan modern saat ini, seringkali orang tua sulit meluangkan waktu untuk anak-anak mereka. Sesibuk apa pun, wajib bagi Anda untuk membagi waktu bersama anak-anak setiap hari. Tinggalkan semua pekerjaan Anda, duduk dan bicaralah dengan anak Anda seperti halnya Anda berbicara dengan orang dewasa..

* Pujilah Anak Anda
Anak Anda mungkin datang kepada Anda untuk menunjukkan suatu keahlian atau hasil ujian yang diperolehnya di sekolah. Berikan pujian kepada anak Anda untuk karyanya, namun jangan berlebihan.

* Jangan bandingkan
Orang tua sering membandingkan satu anak dengan anak lain atau tetangga dengan maksud bahwa anak Anda dapat berubah dan menjadi seperti yang Anda harapkan. Namun, ini bukanlah cara yang benar karena dapat mengarah ke pembentukan perasaan rendah diri pada anak yang bersangkutan.

* Jangan mengkritik terlalu keras
Kritik yang keras selalu membawa hasil yang merugikan. Jika Anda ingin mengkritik, lakukan dengan kata-kata yang halus dan jangan sampai menyinggung perasaannya.

* Jadilah contoh
Anak-anak umumnya tidak terlalu bisa banyak mengingat nasihat dari orang tua mereka. Akan tetapi mereka cenderung mengamati perilaku dan sikap Anda. Jadi, berikanlah panutan yang baik pada anak-anak Anda.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Jan 25, 2012 8:22 pm

KOK, SI ANAK COWOK BERGAYA 'MELAMBAI'? BAGAIMANA INI?
Rabu, 25 Januari 2012 13:18 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Punya anak laki-laki, tapi kok suka bermain boneka dan bergaya seperti perempuan? Boleh dibilang, sebagian besar orang tua tidak akan senang melihat kenyataan itu terjadi pada anak laki-laki mereka. Namun, bila ini yang terjadi, psikolog Elly Risman Musa meminta agar para orang tua memahami dulu bagaimana hal ini bisa terjadi. Elly mengatakan, menjadi laki-laki atau perempuan memengaruhi bagaimana penampilan mereka, bagaimana mereka menggerakkan tubuh, bekerja, bermain dan berpakaian/berdandan. Hal ini juga memengaruhi persepsi mereka terhadap diri mereka dan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka. Semua karakteristik menjadi laki-laki atau perempuan disebut gender. Menjadi laki-laki dan perempuan membawa kecenderungan yang berbeda. Anak laki lebih agresif dalam tindakan dan kata-kata daripada anak perempuan sejak usia prasekolah. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa anak perempuan lebih empatik, kooperatif kepada orangtua dan cenderung mencari persetujuan dari orang dewasa.

Pembentukan kepribadian seorang anak laki atau perempuan sangat dipengaruhi oleh cara orangtua memperlakukan anak, pengaruh teman dan budaya. Anak cenderung meniru orang yang dijadikan sebagai model. Pada masa kanak-kanak anak meniru orangtua yang sama jenis kelaminnya. Mereka meniru tingkah laku orangtua atau orang dewasa lain terutama tingkah laku yang mendapat respons positif. Lebih lanjut, ibu tiga orang putri ini mengungkapkan, perlakuan orangtua memengaruhi pengetahuan anak-anak, misalnya anak perempuan tahu bahwa main bola adalah permainan untuk laki-laki. Ayah cenderung memperlakukan anak laki-laki dan anak perempuan secara berbeda daripada ibu. Ayah menunjukkan sikap tidak suka jika anak laki-laki main boneka. Ibu lebih banyak berbicara dengan anak perempuan daripada anak laki-laki. Ayah lebih banyak bermain dengan anak laki-laki daripada dengan anak perempuan.

Teman sebaya memiliki pengaruh yang dapat membentuk kepribadian anak laki-laki maupun anak perempuan dengan cara memberi respons positif atau negatif pada tingkah laku temannya. Biasanya anak laki-laki menunjukkan sikap tidak suka jika ada teman yang bertingkah laku keperempuan-perempuanan. Selain itu media juga dapat memengaruhi tingkah laku anak. ''Sinetron yang sering menampilkan banci dapat memengaruhi pembentukan peran gender anak laki-laki,'' ujarnya. Oleh karena itu, orangtua harus memperlakukan anaknya sesuai jenis kelaminnya dan memberi penguatan pada tingkah laku yang sesuai gendernya. Orangtua juga harus menjadi contoh yang baik untuk anak karena pada awal awal kehidupan, anak mengidentifikasikan dirinya dengan orangtua. Orangtua harus mengembangkan keperempuanan dan keibuan anak perempuan dan mengembangkan kelaki-lakian dan kebapakan anak laki-laki.

Orangtua, lanjut Elly, harus menunjukkan rasa syukur atas anugerah anak baik laki-laki atau perempuan. Terimalah semua kelebihan dan kekurangan anak dari sisi fisik maupun sifat sifat bawaannya agar jati diri anak berkembang apa adanya. Dia akan berkembang menjadi dirinya sendiri. Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati ini menambahkan, pada hal-hal tertentu anak laki maupun perempuan dapat diperlakukan sama misalnya dalam mengajarkan ilmu dan pengetahuan. Orangtua tidak perlu membedakan kesempatan belajar --seperti yang terjadi di waktu lalu di mana anak laki-laki selalu mendapat kesempatan belajar lebih baik dengan anggapan anak perempuan akan tinggal di rumah jadi tidak perlu pendidikan tinggi. Anak perempuan dan anak laki-laki juga sama-sama diajarkan membantu pekerjaan rumah. Sebab, anak laki-laki maupun perempuan juga harus dapat memasak, mencuci, dan membersihkan rumah. Kelak di suatu hari nanti mereka harus tinggal di asrama mereka dapat menata kamar dengan baik. Lebih jauh lagi jika mereka sudah berkeluarga mereka dapat saling membantu.

Pada kasus anak laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan, mungkin disebabkan beberapa faktor. Pertama, anak bergaul dengan kakak yang semuanya perempuan. Bisa jadi anak meniru cara berbicara atau bergaya kakak-kakaknya. Belum lagi respons orangtua atau orang dewasa lain yang tertawa atau tidak marah ketika dia bergaya seperti perempuan. Kalaupun ada kasus yang terjadi sejak kecil, kemungkinan terjadi kelainan kromosom. Namun, kasus ini sangat jarang. Jika ada anak yang seperti ini, secara bertahap orangtua membicarakan pada anak tentang apa apa yang diharapkan dari seorang laki-laki (mengubah cara pandang anak itu agar ada perubahan persepsi tentang dirinya). Ayah mulai dilibatkan dalam pengasuhan agar anak memiliki tokoh identifikasi atau model dari jenis kelamin yang sama. Hal ini harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati dan tidak secara terburu-buru karena anak membutuhkan waktu untuk menyadari adanya perbedaan pada dirinya. ''Sebenarnya penyadaran peran jenis kelamin harus terbentuk sebelum anak memasuki TK sehingga ketika sudah memasuki SD ia akan tahu bagaimana harus bertingkah laku,'' tutur Elly.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Jan 25, 2012 8:44 pm

WASPADAI MAINAN BERACUN DI MAL
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 25 Januari 2012 | 13:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Para orangtua sebaiknya harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih dan memberikan mainan untuk anak. Pasalnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru-baru ini menemukan banyak mainan edukasi yang beredar di pasaran mengandung bahan berbahaya. Pada bulan Maret 2011, YLKI bersama Departemen Kimia FMIPA-Universitas Indonesia melakukan pengujian terhadap beberapa jenis mainan edukasi yang dijual di beberapa tempat, seperti pasar mainan, ITC, dan mal atau pusat perbelanjaan di lima wilayah DKI Jakarta. Beberapa tempat yang menjadi lokasi pengambilan sampel adalah mal-mal besar, seperti ITC Kuningan, Ciputra Mall, ITC Cempaka Mas, Pejaten Village, dan Senayan City. Namun ada juga yang diambil dari pasar mainan terkemuka, seperti Pasar Gombrong. Dari hasil pengujian staf peneliti YLKI ditemukan bahwa banyak produk mainan edukasi yang mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan. "Sebut saja timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan kromim (Cr). Selain kandungan zat-zat kimia ini, tampilan fisik mainan edukasi juga tidak aman untuk anak-anak. Cat yang mudah terkelupas, bau dan warna yang sangat mencolok, serta kurangnya informasi yang jelas dalam kemasan mainan edukasi ini," kata Noor Jehan, staf peneliti dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Rabu (25/1/2012) di kantornya. Noor menambahkan bahwa yang YLKI lakukan saat ini hanyalah sebagian kecil dari mainan yang sering anak-anak gunakan. Menurutnya, masih banyak mainan jenis lain yang mungkin mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, seperti krayon dan lilin. Sementara itu, Sunardi, MSi, Kepala Laboratorium Afiliasi Departemen Kimia FMIPA-Universitas Indonesia, mengatakan, kandungan logam berat dalam cat yang terkandung pada mainan anak-anak biasanya digunakan dalam pewarna dan aditif. "Mayoritas mainan edukasi ini mengandung logam Pb, Hg, Cr, dan Cd, dengan nilai bervariasi," katanya. Berikut ini adalah dampak berbahaya dari kontaminasi logam berat terhadap kesehatan anak, seperti dipaparkan oleh Sunardi:

Timbal (Pb)
- Menyebabkan gelisah, lemas, dan depresi, merusak sistem pencernaan, rasa mual, sakit perut disertai diare.
- Merusak sistem saraf pusat sehingga mati rasa dan vetigo. Gejala yang berat mencakup paralis beberapa kelompok otot sehingga menyebabkan pergelangan tangan dan kaki terkulai, kemudian akan diikuti dengan kejang-kejang dan koma.

Merkuri (Hg)
- Menyebabkan kerusakan keseimbangan, tuli dan gangguan lainnya, bronkitis, paru-paru rusak, dan menyebabkan gagal ginjal.

Krom (Cr)
- Menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi, dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah.

Kadmium (Cd)
- Merusak pembuluh darah. Tekanan darah yang menjadi tinggi bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung dan kerusakan ginjal.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Jan 25, 2012 8:46 pm

OPTIMALKAN 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN ANAK
Lusia Kus Anna | Rabu, 25 Januari 2012 | 14:34 WIB
Kompas.com - Bayi baru lahir sampai berusia dua tahun disebut oleh para pakar gizi sebagai bagian dari kelompok Window of Opportunity. Jika bayi sejak di kandungan kekurangan gizi dan berlanjut sampai ia berusia dua tahun, hilanglah kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidupnya di masa datang. Organisasi kesehatan dunia (WHO) saat ini menyoroti pentingnya mengoptimalkan kualitas gizi anak pada 1.000 hari pertama kehidupannya. 1.000 hari pertama itu meliputi 270 hari dalam kandungan dan 730 hari pada pertumbuhan awal atau dua tahun pertama. Ali Khomsan, Guru Besar dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, menjelaskan bahwa masa 1.000 hari pertama tersebut bersifat ireversible alias tidak dapat digantikan dan diperbaiki. "Pertumbuhan balita adalah sebuah jendela kesempatan, jika terlewat kita tidak bisa kembali lagi dan kerusakannya permanen," katanya dalam sebuah acara revitalisasi posyandu di Bekasi, Jawa Barat (24/1).

Berdasarkan kajian dari berbagai studi tentang pengaruh kekurangan gizi pada pengembangan kecerdasan anak, Martorell menyimpulkan bahwa kekurangan gizi berdampak pada perubahan perilaku sosial, berkurangnya perhatian atau kemampuan konsentrasi, menurunnya kemampuan belajar, serta rendahnya hasil belajar. "Dampak kekurangan gizi pada kemampuan kognitif tidak hanya terjadi pada anak yang mengalami gizi buruk tapi juga anak yang mengalami gangguan pertumbuhan atau anak pendek," kata Prof.Fasli Jalal, dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Gizi berperan dalam proses pembelahan sel syaraf otak sehingga jumlah sel bertambah banyak. Gizi juga amat menentukan pertumbuhan sel syaraf sehingga ukurannya menjadi lebih besar. Karena itu anak yang cerdas adalah anak-anak yang terpenuhi kebutuhan zat-zat gizinya. Dibandingkan sejumlah negara di Asia, kondisi gizi di Indonesia memprihatinkan. Sebagai contoh, tingkat konsumsi susu di Indonesia hanya 7 liter per kapita tiap tahun per orang. Bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 20 liter per kapita per tahun.

Sementara itu, asupan gizi makro di Indonesia, khususnya protein dan kalori, masih rendah. Apabila kekurangan gizi makro, tumbuh kembang anak akan terhambat yang ditandai dengan berat badan kurang. Perbaikan gizi, menurut Ali, perbaikan gizi hendaknya dimulai sejak dalam masa kehamilan, saat menyusui, hingga anak berusia dua tahun. "Mulai dengan melakukan inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI ekslusif. Setelah anak mulai mendapat makanan pendamping ASI, perhatikan jumlah, jenis, jadwal dan keamanan makanan anak," imbuhnya. Untuk mendukung kecukupan gizi anak, variasikan jenis makanan dan juga rasa makanan seperti rasa manis, asin, dan gurih, serta sedikit asam agar bayi dapat terlatih mengecap rasa. Perkenalkan juga dengan makanan selingan seperti bubur kacang hijau, puding dari susu, buah, serta biskuit. Untuk protein hewani, selain daging ayam, dapat pula diperkenalkan pada daging sapi, ikan, dan telur. Perkenalkan aneka makanan tersebut secara bergantian. Dengan pengenalan aneka ragam makanan, kelak si kecil dapat terhindar dari kesulitan makan di usia selanjutnya. Pada kelompok masyarakat tertentu, makanan bergizi sulit diperoleh sehingga kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut karena tidak tersedia dalam makanan rumah tangga atau tersedia tetapi makanan tersebut harus dikonsumsi dalam jumlah banyak, jalan keluarnya adalah memberikan bubuk vitamin mineral (Taburia) yang ditaburkan pada makanan yang dibuat sendiri.

Taburia merupakan produk dari kementrian kesehatan. Cara penggunannya adalah ditaburkan pada makanan kemudian diaduk sampai merata. Taburia komersial juga sudah ada di pasaran. Untuk mengetahui apakah anak sehat, orangtua secara berkala harus menimbang berat badan dan panjang badan di posyandu atau pusat layanan kesehatan. Jika dari penimbangan berat badan bayi dalam dua bulan berturut-turut tidak terjadi tambahan berat badan, kemungkinan pertumbuhan anak terganggu yang merupakan tanda awal kekurangan gizi. Selain aspek fisik, optimalisasi periode emas dua tahun pertama juga dilakukan dengan pemberian stimulasi. "Perkembangan psikososial anak bisa dilatih dengan mengajak anak berkomunikasi, mengajak bercerita, bernyanyi, atau melakukan permainan," kata Mayke Tedjasaputra, M.Psi, dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Stimulasi kecerdasan anak hendaknya disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Mon Jan 30, 2012 7:58 pm

ANAK ANDA BERANJAK REMAJA? INI CARA BERKOMUNIKASI YANG PAS
Kamis, 26 Januari 2012 13:10 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Punya anak yang beranjak remaja ternyata butuh strategi sendiri. Maklum, mereka sedang dalam masa transisi pencarian jati diri. Jika orang tua terlalu keras, anak bisa-bisa mencari oase di luar rumah. Namun, bila terbilang longgar, dampaknya pun tidak lebih baik. Si remaja ini amat mungkin juga terjerumus dalam pergaulan bebas. Bagaimana menghadapi ini? Psikolog anak, Elly Risman Musa, menyarankan, untuk gaul dengan anak-anak remaja yang orang tua butuhkan bukan hanya pengetahuan tentang apa-apa yang sedang in pada kehidupan anak remaja. Yang paling penting adalah sikap kita sebagai orang tua. Sebagai orang tua remaja, kita harus mengontrol emosi dan menempatkan diri sebagai sahabat untuk mereka. Dengan sikap menerima, remaja merasa dipahami dan secara otomatis mereka akan terbuka pada orang tua. Hindari kata-kata menduga terlalu jauh seperti ''Kamu pasti sudah menonton VCD porno. Teman-temanmu kelihatannya anak-anak nakal!!'' ''Bangunlah kepercayaan remaja pada orang tua sehingga mereka aman dan nyaman berbicara pada kita,'' ujar Elly. Sesungguhnya, lanjutnya, mereka memiliki banyak masalah dan membutuhkan teman bicara yang dapat menjadi pendengar yang baik. Jika orang tua menjadi teman curhat remaja berarti Anda menjadi orang tua yang gaul. Anak akan berbicara dengan bahasa atau kata-kata yang biasa mereka gunakan dengan teman. Jika orang tua kurang paham, orang tua dapat bertanya tentang makna bahasa mereka. Secara langsung Anda mengetahui istilah-istilah mereka. Makin banyak Anda kenal dan sesekali menggunakan kata-kata itu, anak makin merasa dekat dengan orang tua. Selanjutnya kita benar-benar menjadi sahabat remaja.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Feb 01, 2012 6:27 am

AYAH PEROKOK HARUS HATI HATI KALAU GENDONG ANAK
Republika – Kam, 3 Nov 2011 10.10 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Penasehat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Hakim Sorimuda Pohan, mengingatkan para ayah perokok agar berhati-hati ketika menggendong anaknya. Apalagi, anaknya yang masih berusia balita. Secara tidak sengaja, sang ayah bisa menularkan penyakit pada anak. Ia menyebutkan kini ada tiga jenis perokok yang ada. “First hand smoker, second hand smoker dan third hand smoker,” kata Hakim di Jakarta, Rabu (2/11). Soal perokok aktif dan pasif, menurutnya, itu sudah ‘pustaka’ lama. First hand smoker adalah perokok pertama. Orang ini merokok sehingga memasukkan sendiri racun ke dalam tubuhnya. Second hand smoker merupakan orang yang menghirup asap rokok. Yang mungkin jarang disadari yakni third hand smoker. Mereka ialah orang yang tidak merokok, tidak menghirup asap rokok tetapi berhubungan langsung dengan perokok. Baginya, ketiga jenis perokok ini memiliki akibat yang sama saja bahayanya. Ia mencontohkan seorang ayah yang biasa merokok di kantor, ketika pulang langsung menggendong anaknya tanpa terlebih dahulu ganti baju atau cuci muka. Tanpa disadari, ayah tersebut telah menjadikan si anak sebagai third hand smoker. “Ayah merokok di kantor, pulang tanpa berwudhu, cium si anak. Niatnya si mau sayang, tapi secara tidak sengaja ia malah memberikan racun pada anak,” ujar dia. Ia menjelaskan, sisa-sisa nikotin bisa saja masih menempel di wajah atau baju ayah. Racun itu akan menguap dan terhirup melalui udara. “Ya seperti orang yang merokok kan nafasnya juga bau rokok,” katanya. Jika kebetulan si anak mempunyai penyakit bawaan asma, dengan udara yang kotor, maka asma akan sulit disembuhkan. “Jadi kalau anak asma dan nggak sembuh-sembuh, cek saja siapa yang bawa racun ke rumah,” ujarnya sambil tersenyum.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Feb 01, 2012 6:34 am

PERANG MELAWAN KEGEMUKAN
Wednesday, 01 February 2012 Seputar Indonesia
Jumlah kasus obesitas di dunia terus membengkak. Pada 2015 diperkirakan sekitar 2,3 miliar orang dewasa akan kelebihan berat badan dan lebih dari 700 juta orang mengalami obesitas. Bagaimana mengatasinya? Tubuh tambun identik dengan kemakmuran.Semakin makmur seseorang,biasanya akan semakin gemuk badannya.Begitulah anggapan sebagian besar orang.Gemuk memang bisa menjadi simbol kemakmuran. Namun,dunia kesehatan memiliki pandangan yang berbeda soal kegemukan. Gemuk justru simbol buruknya kesehatan.Berbagai penyakit pun siap mengintai di balik tumpukan lemak tersebut, mulai diabetes hingga penyakit kardiovaskular. Obesitas tidak hanya dihubungkan dengan penyakit fisik,juga dengan masalah kejiwaan,terutama kecemasan.”Masalah psikososial juga dialami anak-anak yang gemuk,” ungkap Prof Ir H Hardinsyah MS,Ketua Perhimpunan Peminat Gizi Pangan Indonesia (Pergizi Pangan). Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita obesitas meningkat secara drastis.Amerika dan Inggris disebut-sebut sebagai negara dengan kasus obesitas tertinggi di dunia.Bahkan,di Amerika kasus ini cukup menyita perhatian Presiden Barack Obama. Untuk mengerem jumlah angka obesitas ini,Barack Obama menandatangani Healthy Hunger-Free Kids Act.Inilah undang-undang khusus yang disiapkan untuk mengatasinya masalah obesitas pada anak.Undang- undang tersebut mengatur layanan makan siang dan makan malam gratis di sekolah.

Tentu saja dengan menu makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan anakanak. Dalam undang-undang ini,Obama juga menetapkan standar nutrisi untuk semua makanan yang disediakan di kantin sekolah.Tak hanya itu, mesin yang menjual makanan di kantin sekolah pun dikenai standar tertentu.Sang Ibu Negara Michelle Obama juga tergerak membuat program untuk memerangi obesitas. “Kita semua sepakat kebutuhan nutrisi dasar anak-anak negara terkaya di dunia harus terpenuhi,” katanya. Di Inggris,angka obesitas sangat tinggi.Bahkan,Inggris tercatat sebagai negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia.Data perwakilan Eurostat,yang meneliti di 19 negara, menemukan hampir seperempat perempuan Inggris atau 23,9% tercatat mengalami obesitas atau kegemukan pada 2008-2009.Sementara laki-laki yang mengalami obesitas mencapai 22% Untuk menurunkan angka obesitas di Inggris,Menteri Kesehatan Inggris Andrew Lansley meluncurkan tawaran untuk mengurangi tingkat obesitas di Inggris pada 2020.Lansley mengatakan, masyarakat harus lebih jujur kepada diri sendiri mengenai jumlah makanan dan minumannya.

Dia mengatakan, seluruh penduduk Inggris harus mengurangi sekitar 5 miliar kalori dalam makanan mereka per hari dari jumlah yang dikonsumsi sekarang. Obesitas juga memicu keresahan di kawasan Eropa.Bagaimana tidak, lebih dari setengah penduduk dewasa yang tinggal di Eropa mengalami obesitas.Angka obesitas di negara-negara Eropa mencapai dua kali lipat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Tak pelak,perang melawan obesitas dikibarkan di kawasan ini. Di Denmark, misalnya, memberlakukan peraturan yang cukup unik,yaitu memperkenalkan “pajak lemak”terhadap makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. “Pajak lemak”ini disetujui parlemen pada bulan Maret tahun lalu.Pajak ini berlaku untuk makanan dengan kandungan lemak jenuh lebih dari 2,3%.Hasil pendapatan dari pajak itu akan digunakan untuk membantu mendanai upaya memerangi obesitas. “Ini pertama kalinya ada pajak untuk konsumsi lemak,”kata Mike Rayner,Direktur Kelompok Riset Promosi Kesehatan Universitas Oxford, seperti dikutip Telegraph.

Bagaimana dengan Asia? Malaysia sepertinya menjadi negara pertama yang akan mengibarkan perang melawan kegemukan.Akhir November tahun lalu,pemerintah Malaysia menyusun Undang- Undang Antiobesitas.Mereka juga menurunkan subsidi gula. Wakil Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Rosnah Abdul Rishad Shirlin menyatakan,obesitas di Malaysia telah mencapai tahap serius.Menurut dia,60% rakyat Malaysia mempunyai masalah berat badan. Separuh dari persoalan berat badan itu dikategorikan sebagai obesitas atau kegemukan. Untuk itulah,pemerintah Malaysia mengeluarkan sejumlah kebijakan progresif untuk menanggulangi hal tersebut. “Kampanye antiobesitas ini menekankan beberapa hal. Misalnya menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat,”kata Datuk Rosnah.Kementerian Pengajaran Malaysia juga akan melarang penjualan minuman bersoda dan makanan berminyak di kantinkantin sekolah. wuri/rendra
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Feb 01, 2012 6:36 am

PERLUKAH DIET SEJAK KECIL?
Wednesday, 01 February 2012 Seputar Indonesia
Kasus obesitas di kalangan anak-anak terus meningkat jumlahnya.Jika dibiarkan,obesitas ini akan berdampak buruk pada kesehatan. Obesitas pada anak akan berdampak buruk ketika dewasa.Ini dikarenakan obesitas merupakan salah satu penyakit kronis. Pertumbuhannya pun cenderung meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup.Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) secara umum merekomendasikan diet untuk anak berumur dua tahun atau lebih yang memiliki kelebihan berat badan. Mereka dianjurkan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, seperti buah-buahan,sayuran,biji-bijian, kedelai,ikan,dan sedikit daging.Bahkan, pemberian ikan segar kepada anak dan remaja sangat dianjurkan.Sebaiknya mereka mengonsumsi ikan setidaknya dua kali dalam seminggu. Untuk mencegah terjadinya obesitas yang berlarut-larut,diet pada si kecil sangat dibutuhkan.

Namun,peran orang tua sangat penting dalam hal ini.Sebab,anak tidak akan mengerti apa yang dikonsumsinya. Adapun diet yang bisa diberikan untuk anak adalah diet yang diberikan berdasarkan warna makanan. Diet makanan hijau.Kategori makanan hijau adalah makanan yang dapat dikonsumsi si kecil dalam jumlah cukup banyak. Biasanya jenis makanan ini mengandung lemak yang rendah,contohnya ikan,buahbuahan, dan sayur-sayuran dan susu rendah atau bebas lemak.Makanan kuning adalah makanan yang boleh dimakan dengan hatihati (makanan rendah lemak sampai medium,seperti roti atau pasta dari padipadian, taoge,gandum,dan ubi rambat). “Makanan dalam kategori kuning sebaiknya dikonsumsi secara terbatas,yaitu dalam waktu makan saja.Dengan diet berdasarkan warna makanan ini,anak lebih mudah mengerti.Selain itu,orang tua juga mudah mengatur pola makan anaknya,” kata dokter anak di Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina Jakarta (RSPP),Dr Irma Witoelar. Ditambahkan Irma,makanan yang tidak boleh dimakan atau boleh dimakan hanya seminggu sekali,meliputi makanan tinggi lemak,kacang-kacangan,margarin,cokelat, kembang gula,dan makanan digoreng. Makanan tersebut sebaiknya dilambangkan dengan warna merah.

“Pemberian diet sangat rendah kalori dilakukan jika berat badan si kecil lebih dari 140% berat badan ideal (superobesitas).Diet bisa diterapkan kepada anak dan remaja yang obesitas dan disertai penyakit penyerta serta tidak memberikan respons terhadap anjuran diet rendah kalori,”ujar dia. Sementara diet tinggi serat pada anakanak, dapat membantu menurunkan berat badan karena kandungan serat yang tinggi membantu anak merasa lebih cepat kenyang.Kandungan serat yang tinggi pada makanan akan meningkatkan oksidasi lemak. “Diet tinggi serat ini perlu lebih hatihati diberikan karena serat yang berlebih akan mengurangi penyerapan mineral di dalam tubuh,”kata Irma lagi. Selain berdiet,anjur Irma,anak harus dibiasakan untuk melakukan aktivitas fisik yang bisa membuat mereka berkeringat. Aktivitas fisik juga akan meningkatkan masa otot dan membantu mengontrol berat badan. Aktivitas fisik yang baik untuk dilakukan oleh seorang anak adalah bermain sambil berolahraga,seperti berlari,bersepeda, jalan-jalan sore,atau berenang. rendra hanggara
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Feb 05, 2012 5:07 pm

ANAK JAGO KOMPUTER SEJAK TK? JANGAN BANGGA DULU, BERDAMPAK NEGATIF LHO
Republika – Kam, 2 Feb 2012 16.02 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA---Mengajari anak memakai komputer, internet, atau ponsel, ternyata tidak selamanya baik. Ada kecenderungan, anak-anak yang lebih dini mengenal kecanggihan teknologi komunikasi ini akan punya kemampuan dan keterampilan sosial dan empati yang lebih rendah. ''Saat ini jika anak kecewa, ada kecenderungan mereka menarik diri, marah, mudah putus asa atau frustrasi. Sekarang toleransi anak-anak juga rendah, kata psikolog RSUP Dr Sardjito dan dosen psikologi Fakultas Kedokteran UGM, Dr Indria Laksmi Gamayanti, Kamis (2/1). Belum lagi bila anak bisa mengeksplorasi situs porno. Meskipun ahli teknologi informasi mengatakan ada proteksi, situs porno terbukti masih dapat diakses oleh anak-anak. ''Ada kejadian seorang guru memberi tugas kepada anak untuk mencari sebuah informasi di internet, tetapi ternyata yang keluar situs porno. Ada klien saya cerita, anaknya yang baru berusia enam tahun, mendapat kiriman video mesum artis,'' ungkap psikolog perkembangan ini. Karena itu Gamayanti tidak setuju apabila anak TK dan SD sudah belajar komputer dan siswa disuruh mengakes sendiri. Dia pun menyarankan agar proses belajar menarik dan hidup, sebaiknya menggunakan LCD proyektor. Atau, lebih baik hanya guru yang menggunakan komputer serta menjelaskannya, sedangkan murid melihatnya.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Tue Feb 07, 2012 6:30 am

MENDIDIK ANAK AGAR TIDAK MATERIALISTIS
Lusia Kus Anna | Senin, 6 Februari 2012 | 11:31 WIB
Kompas.com - Orangtua zaman sekarang memiliki pekerjaan rumah demikian banyak dalam mengasuh dan membersarkan anak-anaknya. Hal yang paling kentara dan dirasa cukup sulit bagi orangtua adalah membesarkan anak tanpa tumbuh menjadi pribadi materialistis. Upaya orangtua harus demikian kuat agar bombardir iklan di televisi, majalah, maupun pengaruh teman sebaya, yang menjadi beberapa faktor atas sifat materialistis, dapat diredam. Studi yang dilakukan oleh Penn State's Smeal College of Business, seperti dikutip dalam No More Misbehavin' yang ditulis oleh Michele Borba, Ed.D, menyimpulkan bahwa anak-anak sekarang lebih materialistis di usia yang lebih muda lagi. Karena itu, menjadi tugas orangtua untuk menanamkan pemahaman kepada anak bahwa karakter moral, kontribusi terhadap lingkungan, dan kualitas hubungan mereka akan jauh lebih bernilai ketimbang materi yang bisa diperoleh. Dengan kata lain, orangtua perlu meyakinkan anak bahwa identitas mereka tidaklah didasarkan pada apa yang mereka punya, tetapi pada siapa mereka. Orangtua perlu mempelajari sejumlah cara bagaimana cara membesarkan anak tanpa membuat mereka menjadi individu yang materialistis. Berikut cara-cara yang disarankan:

* Membatasi tontonan televisi :
Ini aturan yang sering disebutkan oleh para ahli. Sebaiknya anak tidak menonton lebih dari dua jam setiap hari. Selain sejumlah program yang dibuat banyak yang masih tidak sesuai dengan usia anak, iklan yang muncul di antara program tersebut kerap menarik perhatian anak dan pada akhirnya membuat mereka menginginkannya. Cara lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan perhatian anak saat jeda iklan. Kalaupun tidak, jelaskan kepada anak tentang teknik pemasaran yang biasa digunakan dalam iklan. Atau tonton acara yang tidak ada iklannya.

* Perhatikan apa yang diperhatikan anak:
Bila Anda melihat anak ingin menggunakan celana jins skinny, pakaian dengan merek ternama karena melihatnya di majalah, inilah waktunya untuk menjelaskan kepada mereka agar tidak selalu mengikuti arus. Pada awalnya anak mungkin saja akan kesal, sebal, dan mengatakan Anda tidak paham perasaan mereka. Namun, dengan mengingatkan akan hal tersebut, pada akhirnya anak akan meresapi penjelasan Anda.

* Katakan "tidak":
Bukan tindakan tepat untuk selalu memberikan apa saja yang diinginkan anak. Lagipula, menurut Michele, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup ini 'kan? Mengatakan "tidak" atau menolak membelikan benda-benda yang diinginkan anak bukanlah hal keliru.

* Hadiah tanpa membeli:
Sesekali ada baiknya juga melatih anak untuk tidak membeli hadiah bagi anggota keluarga. Hal itu akan mendorong anak untuk kreatif dalam membuat hadiah tanpa mengeluarkan uang, misalnya membuat kartu, puisi, atau poster yang menggambarkan rasa sayang mereka bagi penerima hadiah.

* Menjadi panutan:
Sebelum terburu-buru menyalahkan iklan di televisi maupun teman sepermainan anak, coba lihat kembali diri sendiri. Apakah Anda gemar mengoleksi barang tertentu yang harganya sangat mahal? Apakah Anda sebagai orangtua suka membeli aneka busana dari perancang atau merek terkemuka? Kalau jawabannya iya, orangtua perlu membenahi diri. Perlu diingat, anak lebih meniru orangtuanya. Dengan kata lain, kalau orangtua ingin memiliki anak yang tidak materialistis, harus bisa menjadi contoh. Percuma saja orangtua mengajarkan anak untuk tidak selalu membeli barang mewah sementara sang ibu masih asyik membeli sepatu atau tas dengan harga selangit.

* Ajarkan prioritas:
Gunakan keputusan berbelanja sebagai peluang untuk mengajarkan perencanaan keuangan, termasuk bagaimana mengontrol keinginan yang tidak perlu. Saat berbelanja untuk keperluan sekolah, misalnya, minta anak untuk membuat daftar barang yang diinginkan lalu buat prioritasnya.

* Latih kesadaran untuk menyumbang:
Tidak harus memaksa anak untuk mau menyumbangkan benda kesayangan mereka. Orangtua bisa menjadi contoh baik dengan menyumbangkan barang sendiri untuk kegiatan amal dan jelaskan alasan Anda melakukan itu. Setelah itu biarkan anak tahu bahwa mereka dapat mendonasikan barang-barangnya juga. Barang tersebut bisa diberikan kepada sepupu yang lebih kecil ataupun kepada anak-anak yang tidak mampu. Hal itu akan membantu anak menyadari bahwa barang hanya objek semata. Mereka juga belajar untuk melepaskan kesenangan dari barang yang dimiliki agar orang lain dapat merasakan, kesenangan yang sama, seperti yang dialaminya.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Tue Feb 07, 2012 6:34 am

BERCAK MERAH SAAT ANAK DEMAM TAK HARUS CAMPAK
Asep Candra | Senin, 6 Februari 2012 | 10:58 WIB
KOMPAS.com - Saat anak demam dan timbul bercak merah di seluruh badan, seringkali dianggap penyakit campak (gabag, karumut). Padahal, campak tidak harus selalu ditandai dengan demam yang disertai bercak merah. Berbagai penyakit lain juga dapat timbul dengan gangguan seperti itu. Kesalahan diagnosis tersebut bukan hanya terjadi pada orang awam, dokterpun sering terkecoh oleh tampilan berbagai penyakit lain yang dianggap sebagai campak. Sehingga, seringkali anak didiagnosis campak lebih dari sekali, karena seharusnya bila terkena penyakit campak seumur hidup tidak pernah terkena lagi karena mempunyai kekebalan alamiah permanen. Bila diagnosis campak tidak benar, anak tidak diimunisasi campak karena sudah mengalami campak, padahal diagnosisnya tidak benar. Keadaan ini berisiko anak dapat terkena penyakit campak yang sebenarnya. Ciri khas penyakit campak adalah bercak merah timbul masih disertai pilek, masih demam tinggi, bercak merah semakin banyak sampai 5-7 hari, dan seminggu berikutnya timbul bekas kehitaman. Penyakit Yang Menyerupai

1. Exantema Subitum.
Kelainan yang disebabkan karena infeksi virus inilah yang paling sering terjadi yang sering dianggap campak. Pada kelainan ini biasanya demam 1-3 hari setelah demam hilang baru timbul bercak kemerahan diseluruh tubuh yang mirip campak. Setelah timbul dalam 2-3 hari akan hilang tidak membekas. Bedanya pada campak bercak merah timbul demam masih terjadi, seminggu setelah itu timbul bekas kehitaman pada bercak merah yang ada. Kelainan ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.

2. DBD.
Pada awal perjalanan penyakit DBD pada hari ke 1-4 kadang juga disertai bercak kemerahan yang mirip campak. Bercak merah ini biasanya akan hilang setelah hari ke 5-7. Manifestasi ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.

3. Rubela.
Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Penyakit ini sering ringan dan serangan sering berlalu tanpa diketahui. Penyakit ini bisa berlangsung satu sampai tiga hari. Anak-anak sembuh lebih cepat daripada orang dewasa. Infeksi dari ibu oleh virus Rubella saat hamil bisa serius, jika ibu terinfeksi dalam 20 minggu pertama kehamilan, anak bisa lahir dengan sindrom rubella bawaan (CRS), yang memerlukan berbagai penyakit tak tersembuhkan yang serius. Aborsi spontan terjadi pada hingga 20% kasus. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan berisiko cacat.

4. Infeksi mononukleoss.
Mononukleosis Infeksiosa adalah penyakit yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr, salah satu dari virus herpes. Setelah menyususp ke dalam sel-sel di Hidung dan tenggorokan, virus ini akan menyebar ke limfosit B (sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap pembentukan antibodi). Infeksi virus Epstein-Barr sering terjadi dan bisa menyerang anak-anak, remaja dan dewasa.

5. Erupsi obat
Erupsi obat alergi atau allergic drug eruption adalah reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat dengan cara sistemik. Pada pemeriksaan fisik, hampir di seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret. Pengobatannya dengan terapi sistemik berupa kortikosteroid dan antihistamin dan topikal.

6. Penyakit Kawasaki.
Penyakit ini juga dikenal sebagai sindrom kelenjar getah bening, penyakit simpul mukokutan, poliarteritis kekanak-kanakan. Sindrom Kawasaki adalah penyakit, sebagian besar bayi, yang mempengaruhi banyak organ, termasuk kulit, selaput lendir, kelenjar getah bening, dan dinding pembuluh darah, tetapi efek yang paling serius adalah pada jantung mana ia dapat menyebabkan dilasi aneurismal parah.

Penyakit Campak
Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.
Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. Penyebab Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus (virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Virus campak ditularkan lewat infeksi droplet lewat udara, menempel dan berbiak pada epitel nasofaring.
Mereka yang rentan terhadap campak adalah:
- bayi berumur lebih dari 1 tahun
- bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
- remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala
- Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari, terdiri dari tiga stadium :

Stadium prodromal, berlangsung 2-4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti dengan batuk, pilek, farings merah, nyeri menelan, stomatitis, dan konjungtivitis. Tanda patognomonik timbulnya enantema mukosa pipi di depan molar tiga disebut bercak Koplik.
Stadium erupsi, ditandai dengan timbulnya ruam makulo-papular yang bertahan selama 5-6 hari. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut di belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, dan akhirnya ke ekstrimitas.
Stadium penyembuhan (konvalesens), setelah 3 hari ruam berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu.
- Sangat penting untuk menentukan status gizi penderita, untuk mewaspadai timbulnya komplikasi. Gizi buruk merupakan risiko komplikasi berat.
- Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: - Panas badan - nyeri tenggorokan - hidung meler (coryza) - batuk (cough) - Bercak Koplik - nyeri otot - mata merah (conjuctivitis). Adanya demam tinggi terus menerus 38,50 C atau lebih disertai batuk, pilek, nyeri menelan, mata merah dan silau bila kena cahaya (fotofobia), seringkali diikuti diare. Pada hari ke 4-5 demam, timbul ruam kulit, didahului oleh suhu yang meningkat lebih tinggi dari semula. Pada saat ini anak dapat mengalami kejang demam. Saat ruam timbul, batuk dan diare bertambah parah sehingga anak mengalami sesak nafas atau dehidrasi.
-2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
- Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. Sekitar 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
- Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Komplikasi
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah (otitis media)
2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.
4. Campak menjadi berat pada pasien dengan gizi buruk dan anak yang lebih kecil
5. Diare dapat diikuti dehidrasi
6. Laringotrakeobronkitis (croup)
7. Bronkopneumonia
8. Reaktifasi tuberkulosis
9. Malnutrisi pasca serangan campak
10. Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), suatu proses degeneratif susunan syaraf pusat dengan gejala karakteristik terjadi deteriorisasi tingkah laku dan intelektual, diikuti kejang. Disebabkan oleh infeksi virus yang menetap, timbul beberapa tahun setelah infeksi merupakan salah satu komplikasi campak onset lambat.

Pencegahan
- Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.
- Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.
- Imunisasi campak termasuk dalam program imunisasi nasional sejak tahun 1982, angka cakupan imunisasi menurun < 80% dalam 3 tahun terakhir sehingga masih dijumpai daerah kantong risiko tinggi transmisi virus campak.
- Strategi reduksi campak terdiri dari : Pengobatan pasien campak dengan memberikan vitamin A . Imunisasi campak PPI : diberikan pada umur 9 bulan. campak dapat diberikan bersama vaksin MMR pada umur 12-15 bulan. Mass campaign, bersamaan dengan Pekan Imunisasi nasional
- Catch-up immunization, diberikan pada anak sekolah dasar kelas 1-6, disertai dengan keep up dan strengthening.

(Dr Widodo Judarwanto SpA adalah dokter spesialis anak dari RS Bunda Jakarta, Klinik Kesulitan Makan, Jl. Rawasari Selatan 50, Cempaka Putih, Jakarta Pusat)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Tue Feb 07, 2012 9:15 pm

MEMUKUL PICU GANGGUAN EMOSI ANAK
Lusia Kus Anna | Selasa, 7 Februari 2012 | 10:37 WIB
Kompas.com - Memukul anak kerap dipakai sebagai cara orangtua untuk mendisiplinkan anaknya. Padahal memberikan hukuman fisik pada anak sebenarnya tidak dibenarkan karena berdampak jangka panjang pada perkembangan emosi anak. Anak-anak yang kerap mendapat pukulan atau cubitan dari orangtuanya akan tumbuh dengan tingkat agresi yang tinggi terhadap orangtua, saudara, teman sebaya, atau pasangannya kelak. Ini karena anak-anak itu justru belajar bahwa tiap kali mereka marah atau kesal bisa diekspresikan dengan memukul. Demikian kesimpulan hasil studi yang dipublikasikan belum lama ini dalam jurnal The Canadian Medical Association. Penelitian dilakukan dengan menganalisa dua penelitian yang berlangsung satu dekade.

Kendati hukuman fisik kini sudah jarang diterapkan para orangtua, tetapi kebanyakan orangtua masih menganggap bahwa hukuman fisik adalah bentuk hukuman yang bisa diterima. Dalam studi tahun 2008 di Amerika Serikat terungkap, 80 persen anak usia prasekolah pernah dipukul orangtua mereka. Dampak pukulan fisik yang diterima anak, menurut peneliti, adalah gangguan mental. Selain lebih agresif, anak juga bisa mengalami kecemasan, depresi, serta beresiko kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Riset pencitraan saraf juga menunjukkan adanya dampak pukulan fisik pada otak anak, terutama jika pukulan terkena pada bagian kepala. Akibat perubahan fungsi otak mereka lebih rentan pada godaan alkohol atau obat terlarang. "Makin agresif anak, makin sering mereka mendapat pukulan dari orangtuanya. Sayangnya, hukuman itu bukannya mengurangi agresivitas anak, malah memperburuk," kata Ron Ensom, pekerja sosial di Children Hospital of Eastern Ontario, Kanada. Orangtua diharapkan mampu mengendalikan emosinya saat menghadapi kesalahan Anak daripada menyesal kemudian. Apalagi tindakan pemukulan pada anak kerap memicu tindakan penganiayaan.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Feb 08, 2012 7:37 pm

AGAR IQ DAN EQ SEIMBANG
Rabu, 08 Pebruari 2012 17:10 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,Anak yang cerdas dan berguna bagi lingkungan bisa menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosi, dan menggunakannya. Anak yang pintar belum tentu cerdas. Sering kali, ada orang yang pandai di sekolah tapi tidak sukses dalam pergaulan dan pekerjaan sehari-hari. Atau sebaliknya, ada orang yang tidak pandai di sekolah tapi happy dan sukses dalam pergaulan dan pekerjaan sehari-hari. Mengapa? Psikolog Eileen Rachman mengatakan, ini semua tidak terlepas dari pentingnya IQ (kecerdasan intelektual) dan EQ (kecerdasan emosi). ''Anak yang cerdas dan berguna bagi lingkungan adalah anak yang dapat menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosi, dan menggunakannya,'' tuturnya. IQ, kata Eileen, sering disamakan dengan intelijensia. Padahal, IQ hanya mengukur sebagian kecil intelijensia atau kecakapan. IQ antara lain hanya mengukur kemampuan membayangkan ruang, melihat lingkungan sekeliling secara menyeluruh, dan mencari hubungan antara satu bentuk dengan bentuk lainnya. Tapi, IQ tidak mengukur kreativitas, kearifan, dan kemampuan sosial.

Jadi, belum tentu anak yang IQ-nya tinggi bakal kreatif. Bisa jadi memang pintar, tapi tidak happy dan sosialisasinya kurang. Anak yang cerdas adalah anak yang bisa berkreasi secara logis dan berguna terhadap apa yang dialami di lingkungannya. Anak yang pintar tapi tidak bisa mengatasi masalah, itu tidak cerdas. Kecerdasan, kata dia, adalah pemahaman dan kesadaran anak terhadap apa yang dialaminya. Di dalam pikirannya, pengalaman ini diubah menjadi kata-kata atau angka. ''Pemahaman berbuah pengetahuan,'' ujar konsultan sumber daya manusia yang juga direktur Experd ini. Namun, dia mengingatkan, terlalu banyak pengetahuan seperti kata-kata, angka, rumus, dan simpulan yang tidak berdasarkan pengalaman dapat menghambat perkembangan anak. Hanya mengandalkan pengalaman, sulit menggambarkannya melalui kata-kata dan angka, juga menghambat perkembangan.

Untuk itu, katanya, perlu merangsang cara belajar anak. Misalnya, dengan mengerjakan puzzle, teka-teki, atau belajar keterampilan baru. Ini bisa mengaktifkan kerja pikiran anak walaupun tidak akan meningkatkan skor IQ-nya. Sama seperti otot. Otot yang terlatih lebih siap bila digunakan. Bagaimana mengoptimalkan kecerdasan anak? Menurut Eileen, itu bisa dilakukan dengan meningkatkan cara belajar, cara membaca, dan cara mengulang. Cara-cara ini perlu diperkenalkan kepada anak, di samping memperkenalkan strategi, mengambil keputusan yang rasional, dan mencetuskan ide selancar mungkin.Cara lain adalah midmapping. Artinya, biasakan anak mendiskripsikan konsep dengan cara menggambarkannya secara bebas, baik dengan kata-kata, warna, maupun gambar. ''Biarkan anak menghubungkannya dengan apa saja.Biarkan ia bebas menggambarkan hubungannya,'' tuturnya.

Eileen menuturkan, agar anak bisa membaca lancar dan pemahaman penuh, menulis secara kreatif, mengeja dan mengingat, mendengar dan berpikir sekaligus pada saat yang sama, maka dibutuhkan koordinasi otak kiri dan kanan dengan baik dan terlatih. Untuk itu, perlu menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan. Menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan bisa dilakukan dengan latihan. Misalnya, olahraga dan senam yang melibatkan kedua tangan dan kaki secara seimbang. Atau menggambarkan angka OO selebar-lebarnya dengan kedua lengan secara berlawanan. Cara menyeimbangkannya, menurut dia, melalui kebiasaan-kebiasaan. Misalnya, menikmati musik dan kesenian lainnya, menikmati warna, ruang, dan bentuk, menghargai kreativitas, dan menghargai kepekaan perasaan. ''Kecakapan anak akan optimal bila semua potensinya dikembangkan,'' tuturnya. Potensi yang dimaksud adalah daya pikir, daya serap, dan emosi.

Bagaimana dengan EQ? Ini menyangkut angka kapasitas mental yang didasari kepekaan emosi, penyadaran, dan kemampuan mengatur emosi. ''Anak yang kapasitas emosi tinggi dapat membedakan emosi negatif dan positif dan tahu cara mengubah emosi negatif menjadi positif,'' ujarnya. Anak dengan kecakapan emosi tinggi, antara lain sadar diri, pandai mengendalikan diri, bisa dipercaya, bisa beradaptasi, dan kreatif. Juga bisa berempati, memahami perasan orang lain, bisa menyelesaikan konflik, bisa bekerja sama dalam tim, berani bercita-cita, bisa berkomunikasi, percaya diri, suka membaca tanpa didorong-dorong, serta mengingat kejadian dan pengalaman dengan mudah.

Untuk mengasah kecakapan emosi, Eileen mengatakan, itu bisa dilakukan dengan membiasakan anak menentukan perasaan dan tidak cepat-cepat menilai orang lain atau situasi. Ajak anak berpikir yang betul. Misalnya, saat dalam penantian. Sebaiknya anak tidak mengatakan, ''Ini menyebalkan.'' Ajak anak mengatakan yang sebenarnya, misalnya, ''Aku tidak sabar.'' Perlu juga mengajak anak menggambarkan kekhawatirannya, menyatakan kebutuhan emosinya, mengajak orang menghormati orang lain, atau mengajak anak merasakan energinya, bukan kemarahan. ''Bila anak marah, ajak ia untuk bersemangat mencari pemecahan masalahnya,'' tuturnya. Bagaimanapun, menurut dia, kecakapan anak akan optimal bila semua potensinya dikembangkan.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Feb 08, 2012 8:00 pm

BERSABAR SAAT SI KECIL MARAH
SINDO Rabu, 8 Februari 2012 13:35 wib
PENELITIAN terbaru menunjukkan bahwa perhatian lebih dari orangtua khususnya ibu pada si kecil ketika tengah marah atau kesal, berdampak positif bagi perkembangan otak sang buah hati. Sering mendapati sang buah hati merasa kesal atau marah? Mungkin Anda kerap kerepotan menghadapinya. Namun, ternyata ibu yang lebih sabar menghadapi perangai anak semacam ini, bukan hanya meredakan kemarahan anak semata. Lebih dari itu, sang ibu sekaligus mendorong perkembangan otak anak menjadi lebih sehat. Selama beberapa dekade, peneliti telah mengobservasi perilaku hewan. Ternyata hewan yang dilimpahi kasih sayang dari induknya sejak dini, memiliki otak yang berbeda dengan hewan yang tidak diberi perhatian serupa dari sang induk. Studi juga menemukan bahwa hewan yang diberi perhatian oleh induknya ini dapat mengatasi stres lebih baik ketimbang hewan yang dibesarkan tanpa perhatian orangtuanya. Hal ini tidak jauh berbeda dengan perilaku manusia. “Dukungan orang tua khususnya pada masa kecil, dampaknya sangat besar dan positif dalam kehidupan anak selanjutnya,” tutur Joan L Luby MD, seorang profesor kejiwaan anak dari Washington University School of Medicine di St Louis, Mo, Amerika Serikat.

Penelitian yang dilakukan Joan ini, seperti dilansir dari Webmd.com, melibatkan 92 anak berusia prasekolah, berlanjut sampai mereka masuk usia sekolah. Untuk proses penelitian ini, Joan dan timnya merekam setiap orang tua dan anak mereka dalam eksperimen yang dinamakan “tugas yang menunggu”. Kemudian anak-anak dengan kisaran usia 4-7 tahun diberikan hadiah yang dibungkus manis, namun dengan syarat mereka hanya boleh membukanya setelah menunggu 8 menit. Sementara itu, sang ibu diminta untuk mengisiformulir yang diberikan. “Kondisi ini amat mencerminkan kehidupan pengasuhan yang sering dihadapi orang. Taruhlah ibu memasak makan malam, dan anak sedang marah-marah. Nah, bagaimana Anda menghadapinya?” tanya Joan. “Saat itulah dibutuhkan dukungan orangtua dalam mengatasi kemarahan si kecil. Seberapa banyak orangtua bisa memberi dukungan kepadanya dan meredakan amarahnya,” timpal Joan. Kemudian, tim peneliti memberi skor pada masing-masing ibu dalam kemampuan mereka membantu anak mengatasi kemarahan yang melanda anak tersebut. Peneliti melanjutkan mengikuti rekam jejak si anak, dan ketika usia anak telah mencapai 7-13 tahun, otak mereka lalu dipindai menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).

Fokus perhatian tim peneliti khususnya adalah ukuran salah satu area di otak yang bernama hippocampus. Hippocampus ini berperan dalam menyimpan memori dan mengatasi stres. Ukuran hippocampus ini berhubungan dengan beberapa faktor, seperti perasaan stres atau depresi yang dihadapi. Ternyata dari 51 anak-anak yang mengikuti penelitian ini tidak mengalami gejala depresi sejak usia prasekolah. Mereka adalah anak-anak yang mendapat perhatian lebih dari ibu mereka dan memiliki hippocampus yang lebih besar seperti tertera hasil scan mereka. Adapun pada anak yang juga tidak mengalami gejala depresi, namun dibesarkan dengan minim kasih sayang, memiliki area hippocampus yang lebih kecil. “Ini penelitian hebat yang membuka kemungkinan untuk memberikan intervensi pada perkembangan anak,” tutur Ian H Gotlib PhD, seorang profesor psikologi di Stanford University. Sementara itu, di antara 41 anak yang menderita depresi sejak usia prasekolah, diketahui tidak mendapat sokongan dari orang tuanya. Anak yang menderita depresi namun tetap mendapat perhatian dari sang ibu memiliki hippocampus yang 6 persen lebih kecil dibandingkan anak-anak yang menerima dukungan penuh. Peneliti mengatakan, hal ini bisa jadi lantaran efek positif dari pola pengasuhan orangtua yang menghalangi efek negatif dari depresi. Tak pelak pengasuhan orang tua khususnya ibu sangat membantu anak mengatasi rasa kesal atau marah yang melanda. Di lain pihak, Ian mengatakan,anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda depresi tetap bisa dibantu.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Thu Feb 09, 2012 8:16 pm

5 TAHUN KOK MASIH CADEL?
Kamis, 09 Pebruari 2012 14:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Anda mulai cemas lantaran si balita belum juga mengucap ''rrr'' dengan sempurna? Tidak perlu cemas. Psikolog anak, Elly Risman, mengatakan, perkembangan bicara anak dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya faktor rangsangan, jenis kelamin anak, faktor kesehatan, sosial ekonomi, dan lain-lain. Jika tidak ada masalah dengan kesehatan coba Ibu perhatikan alat-alat bicara anak yang meliputi lidah, gigi, dan bibir. Apakah gigi anak tidak maju? Gigi yang maju akan memengaruhi keluarnya suara dan sebagai akibatnya kata yang keluar tidak jelas dan mungkin terdengar cadel. Selain itu, perlu juga orang tua mengingat kembali apakah selama proses bayi mengoceh dan berceloteh pada usia delapan bulan mendorong anak untuk berbicara. Pada saat itu anak yang mendapat perhatian dari orang dewasa pada saat berceloteh mendorong bayi untuk meniru suara-suara yang dia dengar. Ia pun merasa diperhatikan sehingga mendorongnya untuk cepat dapat berbicara Ia juga merasa diterima dan hal ini menjadi motivator untuk meningkatkan kemampuan bicaranya. Elly menambahkan, anak yang kurang mendapat rangsangan pada masa bayinya kurang terampil dalam berbicara. Ia tidak memiliki contoh konkret yang benar. Akibatnya perkembangan bicaranya terhambat dan terlambat. Atau untuk cepatnya silakan hubungi dokter anak terdekat. Kalau memang ada kerusakan akan diberikan terapi pengobatan alat bicaranya dan mungkin akan memperoleh obat atau operasi tertentu untuk membenarkan fungsi bicaranya. Jika tidak ada kerusakan akan diberikan terapi bicara pada anak. Namun, lanjut Elly, jika cadel yang dimaksud adalah anak sulit mengucapkan huruf r, mudah-mudahan setelah anak duduk di kelas II SD ia sudah dapat mengucapkan huruf r dengan lancar. Sikap yang harus diambil oleh orangtua dengan anak yang terbelakang bicara adalah bersabar sambil terus berdoa.
Back to top Go down
View user profile Online
 

Kesehatan Anak

View previous topic View next topic Back to top 
Page 13 of 15Goto page : Previous  1 ... 8 ... 12, 13, 14, 15  Next

 Similar topics

-
» Banyak sebab anak lambat bercakap
» DOA MUDAH BERSALIN DAN KESEJAHTERAAN ANAK DALAM KANDUNGAN
» Kesehatan Anak
» Kesehatan Otak
» anak GM mana ya ?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-