|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:27 pm | |
| ISTILAH SEKS YANG BIKIN REMAJA PENASARAN Rabu, 22/12/2010 13:46 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Remaja selalu dipenuhi rasa penasaran termasuk mengenai istilah-istilah seks yang belum diketahuinya. Apa saja istilah seks yang membuat remaja penasaran? Seperti dikutip dari buku Questions Kids Ask About Sex, karangan J. Thomas Fitch dan Melissa R. Cox, yang diterbitkan ANDI, Rabu (22/12/2010) ada beberapa istilah seks yang membuat remaja sangat ingin mengetahuinya yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan mimpi basah? Mimpi basah adalah istilah untuk nocturnal emission (keluarnya air mani pada malam hari). Saat sedang tidur, remaja bisa mengalami ereksi pada penisnya yang disertai dengan keluarnya air mani. Ini adalah sesuatu yang normal dan terjadi pada semua laki-laki.
2. Apa yang dimaksud dengan 'making out'? Istilah ini sebenarnya tidak dapat didefinisikan. Tapi beberapa orang menganggap istilah tersebut berarti berciuman dan berpelukan, sementara beberapa orang lain mengganggapnya sebagai hubungan seks.
3. Apa itu seks kering (dry sex)? Seks kering atau dry sex adalah tindakan merangsang orang lain secara seksual dengan masih menggunakan pakaian lengkap. Pada tahap awal, berciuman bisa menjadi hal yang membosankan, sehingga pasangan memilih untuk bercumbu dengan pakaian lengkap. Meskipun tampak aman, tapi hubungan ini mendekati hubungan seks sebenarnya.
4. Apa yang dimaksud dengan promiskuitas? Promiskuitas adalah memiliki lebih dari satu pasangan seksual atau bergonta-ganti pasangan. Padahal semakin banyak pasangan seks makin besar pula kemungkinan terkena penyakit infeksi menular seksual dan risiko kehamilan.
5. Apa yang dimaksud dengan 'date rape'? Date rape adalah paksaan untuk berhubungan seks di luar keinginan seseorang, dalam hal ini misalnya dipaksa oleh pacar saat berkencan atau pergi.
6. Apa yang dimaksud dengan petting? Petting sebenarnya memiliki arti menyentuh atau mencumbu. Dalam hal ini adalah memberikan rangsangan pada organ seksual atau payudara yang biasanya dilakukan dengan tangan atau mulut untuk memberikan kesenangan seksual.
7. Apa yang dimaksud dengan foreplay? Foreplay adalah perangsangan yang didefinisikan sebagai kegiatan seksual sebelum melakukan hubungan seks yang sebenarnya. Kadang disebut juga pemanasan sebelum penetrasi. Kegiatan ini biasanya meliputi ciuman yang intim dan lama, belaian dan sentuhan mulut pada payudara atau kemaluan. Saat ini kegiatan tersebut dikenal juga sebagai outercourse.
8. Apa yang dimaksud dengan masturbasi? Masturbasi adalah perangsangan alat kelamin dengan tangan. Kegiatan ini dapat dilakukan sendirian atau berpasangan.
9. Apa yang dimaksud dengan jerking off? Istilah ini umumnya ditunjukkan pada masturbasi yang dilakukan oleh laki-laki.
10. Apa yang dimaksud dengan aphrodisiak? Zat aphrodisiak adalah sesuatu yang dianggap mampu membangkitkan gairah seksual atau segala sesuatu baik obat atau makanan yang bisa merangsang gairah seksual.
11. Apa yang dimaksud dengan nimfomania? Nimfomania adalah hasrat seksual yang tak terkendali pada laki-laki maupun perempuan.
12. Apa yang dimaksud dengan eksibisionisme? Eksibisionisme adalah suatu penyimpangan seksual yang ditandai dengan keinginan berlebih untuk mempertontonkan alat kelamin di muka umum.
13. Apa yang dimaksud dengan pedofil? Pedofil adalah orang dewasa yang tertarik secara seksual pada anak-anak (kadang menindaklanjuti keinginannya tersebut). Secara psikologis hal ini sangat merusak anak-anak yang dieksploitasi secara seksual oleh orang dewasa.
14. Apa yang dimaksud dengan voyeurisme? Voyeurisme adalah minat yang berlebihan untuk melihat kegiatan seks atau organ seks orang lain, khususnya secara diam-diam.
15. Apa salahnya melakukan binge drinking? Binge drinking sangat berbahaya dan bisa mematikan, karena ia mengonsumsi 4-5 gelas minuman alkohol secara cepat atau sekaligus. Kondisi ini menyebabkan kadar alkohol dalam darah meningkat dan meracuni otak. Studi menunjukkan otak remaja lebih mudah terpengaruh oleh efek racun alkohol.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 8:06 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:39 pm | |
| KENAPA PORNOGRAFI MERUSAK ANAK DAN REMAJA? Senin, 27/09/2010 17:51 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di satu sisi telah membawa dampak positif pada perkembangan kehidupan masyarakat. Namun, di sisi lain juga membawa efek negatif pada perkembangan anak, terutama pornografi. Banyak orang yang belum menyadari bahwa anak dan remaja di Indonesia telah terpapar pornografi dalam jumlah yang tidak bisa dibayangkan dan berpotensi menimbulkan kerusakan otak yang melebihi efek narkoba.
Mengapa pornografi sangat rentan bagi anak dan remaja? "Pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja, yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bila tidak segera diatasi," ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA, dalam acara 'Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi' di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010). Menurut Dr Mark, ada dua bagian otak yang masing-masing berfungsi untuk berpikir logika (Pre Frontal Corteks atau bagian otak depan) dan emosi reaktif (sistem limbik atau bagian tengah otak).
Pada bagian Pre Frontal Corteks (PFC), otak bertanggung jawab untuk mengontrol konsekuensi, tujuan masa depan, kecerdasan dan rasa peduli dengan orang lain. Sedangkan pada bagian limbik, otak bertanggung jawab untuk melindungi dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senang, tidak peduli dengan konsekuensi dan hanya peduli pada diri sendiri (ego). "Pornografi sangat rentan pada anak dan remaja karena bagian logika otak belum berkembang dengan baik," jelas Dr Mark lebih lanjut. Dr Mark menjelaskan, ada 3 tahapan perkembangan otak, yaitu koneksi, pemangkasan dan myelinasi.
1. Koneksi Tahapan ini adalah ketika anak-anak membawa informasi dari lingkungan sekitar dan menyimpannya di neuron (sel-sel otak). Terdapat triliunan sel-sel otak yang saling terkait. Pada tahapan ini bagian limbik otak berkembang sangat awal dan mencapai puncak pada usia 3 bulan, sedangkan bagian logika (PFC) baru mencapai puncak pada usia 3 tahun.
2. Pemangkasan Pada tahapan ini, otak melakukan pemilihan informasi mana yang bisa digunakan dan mana yang dibuang. Sambungan-sambungan saraf yang digunakan akan tetap dan menjadi kuat, sedangkan yang tidak digunakan akan 'hilang'. Pada tahapan ini, limbik akan hilang atau terpangkas di usia 5 tahun, sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 16 tahun.
3. Myelinasi Pada tahapan ini, neuron dilapisi oleh zat yang berlemak, licin seperti lilin yang disebut myelin. Bagian limbik akan mengalami proses myelinasi pada usia 7-8 tahun (otak kelihatan seperti 'orang dewasa'), sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 25 tahun.
Dari 3 tahapan otak tersebut sangat jelas bahwa bagian otak limbik yang tidak peduli dengan konsekuensi berkembang lebih dulu. Nah, pada anak dan remaja yang bagian otak logikanya belum berkembang, pornografi akan sangat berpengaruh dan rentan menyebabkan adiksi (kecanduan) serta bisa merusak tumbuh kembang otak anak.
Pada pecandu pornografi, Dr Mark menjelaskan, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik. Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak tidak bekerja dengan normal bahkan sangat ekstrem, yang kemudian bisa membuatnya mengecil dan rusak.
"Bila bagian otak limbik selalu digunakan untuk pornografi pada anak dan remaja, maka bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat, karena otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi," tutur Dr Mark. Dengan rusaknya otak, maka anak dan remaja akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.
"Tapi sebenarnya pornografi pada anak lebih mudah diatasi ketimbang pada orang dewasa," tegas Dr Mark. Menurut Dr Mark, otak anak yang belum berkembang dengan sempurna sebenarnya bersifat neuro plastic (mudah dibentuk). Di satu sisi akan berdampak buruk karena pengaruh media dan pornografi akan lebih mudah masuk. Tapi di sisi lain pengaruh tersebut bisa lebih mudah dihilangkan bila ada usaha yang dilakukan perlahan untuk memulihkannya, terutama usaha yang dilakukan oleh orangtua.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 8:07 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:41 pm | |
| REMAJA JANGAN TERLALU STRES AGAR TERHINDAR DARI SAKIT JANTUNG Minggu, 10/07/2011 12:12 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Masa remaja adalah masa peralihan yang membuat sebagian besar orang mengalami krisis mental yang sangat labil. Pintar-pintarlah mengelola stres saat remaja, karena remaja yang terlalu stres punya risiko lebih besar mengalami penyakit jantung saat dewasa. "Stres bisa menempatkan anak-anak yang sehat pada peningkatan risiko penyakit jantung," jelas Andrew J. Fuligni, seorang profesor psikiatri Semel Institute for Neuroscience and Human Behavior di UCLA, seperti dilansir Medindia, Minggu (10/7/2011). Saat tertekan, remaja bisa lebih stres ketimbang orang dewasa. Maka itu diperlukan dukungan dari keluarga atau teman agar remaja selalu berpikir positif, bersikap optimitis dan melihat kegagalan dari sisi poitif.
Untuk mengetahui remaja yang terlalu stres dengan risiko penyakit jantung saat dewasa, peneliti menggunakan penanda peradangan (C-reactive protein atau CRP). Frekuensi stres yang lebih tinggi akan membuat CRP lebih besar. "Kebanyakan penelitian tentang stres dan peradangan berfokus pada orang dewasa, tapi hasil ini menunjukkan bahwa kaitan tersebut dapat terjadi pada awal masa remaja, bahkan di antara pria dan wanita muda yang sehat," kata Fuligni. Hasil ini menurutnya, menunjukkan bahwa perubahan substrat biologis dimulai sebelum dewasa.
Peneliti mengamati 69 remaja dengan usia rata-rata 17 tahun dari latar belakang Amerika Latin dan Eropa. Partisipan menyelesaikan daftar catatan harian setiap malam selama 14 hari. Di dalamnya, mereka melaporkan setiap pengalaman interaksi interpersonal negatif dengan keluarga, teman sebaya atau teman sekolah, misalnya konflik dengan keluarga dan teman-teman atau jenis hukuman dari orang tua atau guru. Sampel darah kemudian diambil rata-rata delapan bulan kemudian dan diuji untuk tingkat sirkulasi protein CRP. Dari hasil sampel tersebut terungkap stres yang dialami remaja sehari-hari selama bertahun-tahun akan meningkatan kadar peradangan, yang diukur dengan tingkat CRP yang lebih tinggi, bahkan di antara remaja sehat yang normal.
Last edited by gitahafas on Sun Jul 10, 2011 3:23 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:43 pm | |
| SAAT TERTEKAN REMAJA LEBIH STRES DIBANDING ORANG DEWASA Sabtu, 25/06/2011 12:03 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth California, Remaja kadang-kadang tampak berkembang secara berbeda. Banyak yang menyebutnya dewasa muda, tetapi otak remaja sebenarnya sangat berbeda dari orang dewasa, terutama saat tertekan, stres dan membuat keputusan. Remaja bisa lebih stres ketimbang orang dewasa. "Remaja lebih stres saat tertekan. Jika tekanan itu mengganggu saat membuat keputusan, benar-benar penting untuk memahami mekanisme saraf yang mendasari hubungan antara tingkat stres yang tinggi dan membuat keputusan yang buruk," kata Adriana Galvan, peneliti di University of California, Los Angeles, seperti dilansir Livescience, Sabtu (25/6/2011).
Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, Galvan telah melakukan pemindaian otak remaja untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada tingkat stres remaja, serta proses berpikir dan pengambilan keputusan. Ketika remaja telah mengalami hari yang sangat menegangkan (7 pada skala 1 sampai 7), Galvan meminta mereka melakukan scan otak untuk melihat apa yang terjadi dan untuk menguji bagaimana mereka membuat keputusan. "Para remaja menunjukkan aktivasi lebih dalam pada sistem penghargaan otak daripada orang dewasa ketika membuat pilihan berisiko, dan mereka juga membuat pilihan lebih berisiko daripada orang dewasa," kata Galvan.
Menurut Galvan, perbedaan ini mungkin karena perubahan di wilayah otak yang disebut korteks prefrontal, daerah otak yang membantu mengatur perilaku, termasuk konsekuensi pemahaman masa depan dari tindakan seseorang. "Pada remaja, daerah ini belum matang. Itulah mengapa remaja sering tampak bertindak tanpa sepenuhnya memahami konsekuensi," jelas Galvan. Ketika remaja mengalami stres, itu mengganggu kemampuannya untuk membuat keputusan. Hela tersebut mengganggu bagaimana fungsi otak di daerah yang masih berkembang, terutama sistem penghargaan dan korteks prefrontal. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam ScienceNatio, publikasi online National Science Foundation (NSF).
Last edited by gitahafas on Tue Jul 12, 2011 1:16 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:44 pm | |
| MASALAH SERIUS YANG SERING MENIMPA REMAJA Senin, 13/06/2011 15:08 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Masa remaja adalah masa-masa sulit dalam kehidupan hampir setiap orang. Ada banyak masalah yang terjadi pada remaja, mulai dari jerawat, perubahan emosi, hingga masalah yang tergolong serius. Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah atau di lingkungan pertemanannya. Orangtua harus selalu waspada dan memberi perhatian penuh pada setiap perubahan tingkah laku atau rutinitas remaja agar putra putri kesayangan Anda tidak lepas kendali. Berikut beberapa masalah remaja yang sudah tergolong serius, seperti dilansir Ehow, Senin (13/6/2011):
1. Depresi Mood jelek dan kemarahan bisa menimpa remaja mana pun. Bila terjadi dalam waktu panjang, perilaku atau perubahan suasana hati tersebut bisa menyebabkan remaja mengalami depresi. Jika tidak diobati, depresi dapat menyebabkan masalah di sekolah dan rumah, penyalahgunaan obat, alkohol atau kecanduan internet, gangguan makan, kecelakaan diri, kekerasan atau perilaku berbahaya, bahkan yang lebih buruk bunuh diri. Gejala bisa berupa kesedihan luar biasa, putus asa, rasa bersalah, gelisah, merasa tidak berharga, sulit berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan, kehilangan minat dalam aktivitas, jarang menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman, makan atau tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, banyak menangis, atau bahkan melarikan diri dari rumah.
2. Gangguan makan Remaja perempuan biasanya terobsesi memiliki tubuh yang sempurna hingga akhirnya berbagai cara dilakukan bahkan hingga akhirnya menyebabkan gangguan makan seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa atau binge eating disorder. Remaja yang anoreksia akan makan sangat sedikit, karena khawatir menjadi gemuk dan mengalami masalah kesehatan jangka panjang seperti penurunan berat badan yang parah, penghentian siklus menstruasi, pertumbuhan terhambat, kulit sangat kering dan rambut rontok. Remaja dengan gangguan makan mungkin merasa kesepian, malu, cemas dan depresi, serta memiliki citra diri yang sangat rendah.
3. Kehamilan Kebanyakan kehamilan remaja tidak direncanakan dan banyak ibu-ibu muda yang menghadapi konsekuensi yang berat. Banyak remaja hamil melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan perkembangan organ yang lambat. Sebagian besar merupakan hasil dari kegagalan ibu remaja untuk memelihara diri dan mendapatkan perawatan prenatal yang tepat.
4. Narkoba Remaja menghadapi banyak tekanan kuat dari teman sebaya untuk mencoba obat-obatan, alkohol dan rokok di pesta-pesta dan dalam situasi sosial. Menurut National Institute on Drug Abuse, kebanyakan remaja mencoba narkoba setidaknya sekali pada usia 13 tahun. Obat yang biasa digunakan oleh para remaja termasuk halusinogen, heroin, inhalansia dan metamfetamin (ekstasi), yang semuanya sangat adiktif dan dapat mengakibatkan kesulitan keuangan, medis dan emosional seumur hidup. Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati atau otak, kekurangan sistem kekebalan tubuh atau bahkan kanker.
5. Bunuh diri Depresi, penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol dan agresi bisa menjadi tanda-tanda remaja ingin melakukan bunuh diri. Remaja seperti ini dapat menjadi tidak tertarik pada kegiatan biasanya, menarik diri dari keluarga dan teman-teman, tidur atau makan lebih atau kurang dari biasanya, mengeluh tentang sakit dan nyeri, kehilangan minat di sekolah dan biasanya banyak berbicara tentang bunuh diri lebih sering dari biasanya.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:00 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:45 pm | |
| KIAT ORANGTUA HADAPI DUNIA ABG Kamis, 7 Juli 2011 - 18:42 wib Fitri Yulianti - Okezone REMAJA menjadi usia peralihan yang dihadapi sebagian orangtua dengan penuh ketakutan. Strategi tepat menghadapi remaja akan menjauhkan orangtua dari pikiran buruk dan kekhawatiran tak beralasan. Kasus penculikan dan tindakan asusila terhadap vokalis Vierra jelas mengundang kekhawatiran bagi orangtua. Seperti diberitakan, Widi diculik tiga lelaki tak dikenal saat hendak pulang dari sebuah kafe di kawasan Kemang pada Rabu 6 Juli 2011, sekira pukul 04.00 WIB. Ia memang sempat disekap di dalam mobil selama 30 menit, tapi beruntung para penculik melepaskannya setelah tahu identitas Widi yang seorang artis.
Dunia remaja adalah dunia yang penuh warna di mana anak mulai penasaran untuk mengenal dunia di luar dirinya. Masa remaja juga kerap menjadi momentum bagi seorang anak untuk mendapatkan “tiket kebebasan” dari orangtua. Benarkah? “Anak perlu bergaul, iya. Menurut saya, seorang anak yang belum berusia 21 tahun tetaplah anak-anak. Dia belum bisa bertanggung jawab terhadap dirinya. Di bawah usia itu, meskipun sudah punya KTP, dia masih jadi tanggung jawab orangtua, ada aturan tegas yang harus dia patuhi,” tutur psikolog Ratih Andjayani Ibrahim ketika dihubungi okezone, Kamis (7/7/2011).
“Mengapa 21 tahun? Ini sesuai tahapan perkembangan dari muda menuju dewasa bahwa secara fisik, emosional, dan sosial dia sudah siap diberikan tanggung jawab,” imbuhnya. Banyak cerita bagaimana seorang remaja memberontak untuk mematuhi batasan dan aturan yang diberikan orangtua. Menurut Ratih, kunci kepatuhan anak terletak pada orangtua. “Apakah orangtua bisa mengkomunikasikan aturannya secara baik dan apakah mereka bisa menjadi role model. Intinya, apakah orangtua bisa menjalankan fungsinya dengan baik? Wibawa harus ditegakkan di rumah,” tandasnya.
Wibawa dimaksud, tambah Ratih, bukan sikap otoriter melainkan keterbukaan lewat komunikasi. Seperti juga dikatakan psikolog Dra Emilia Naland MSi, komunikasi mencakup diskusi soal batasan yang diinginkan orangtua kepada anak. “Sifatnya private karena setiap orangtua punya aturan yang berbeda untuk anak-anaknya, misalnya soal pulang malam; apakah anak wajib melapor, apakah orangtua boleh menelpon selama aktivitas anak di luar rumah, apakah anak boleh menginap di rumah temannya, dan sebagainya,” katanya kepada okezone lewat telepon seluler.
Orangtua sepatutnya juga menempatkan diri mereka pada dunia remaja. “Orangtua harus masuk ke dunia remaja. Harus paham bahwa ini adalah dunia yang unik, emosional, dan cara berpikir anak mulai berubah. Caranya, orangtua terlibat dalam akvitas anak,” imbuh psikolog dari Fame (Family and Community Education) ini. Lantas, apakah anak tidak akan merasa risih bila “dibuntuti”? “Kalau sebelumnya orangtua enggak pernah mau tahu aktivitas anak dan pas remaja mau ikut campur, mereka pasti menolak. Orangtua sudah harus dekat sebelumnya,” ujarnya.
Rasa percaya bisa terbangun bila orangtua sudah menjalin komunikasi yang baik dengan anak sebelum akhirnya usia mereka menginjak remaja. “Dengan relasi dan pengasuhan yang baik, anak enggak akan macam-macam kok. Sudah komunikasi baik saja kadang protes dan bertengkar kalau dilarang, apalagi kalau selama ini enggak ada interaksi,” tutup Ratih.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 6:21 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:46 pm | |
| KEBIASAAN REMAJA MAKAN YANG BURUK BISA BERLANJUT SAMPAI TUA Senin, 27/06/2011 09:32 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Minnesota, Remaja paling sering menjadi korban makanan tidak sehat seperti minuman bersoda, junk food atau makanan berpengawet lainnya. Dan bila saat remaja tidak dikontrol dengan baik, kebiasaan makan tersebut bisa bertahan hingga dewasa. Sebuah studi baru menemukan bahwa pola diet dan praktik makan tidak sehat yang dimulai sejak masa remaja sering terus berlanjut hingga usia dewasa. Hal ini berarti anak harus selalu diajarkan makanan sehat terutama memasuki usia remaja. "Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa upaya awal dan berkelanjutan ditujukan untuk pencegahan, identifikasi dini dan pengobatan perilaku makan teratur pada orang muda," kata Dianne Neumark-Sztainer, PhD, MPH, RD, peneliti utama dari University of Minnesota, seperti dilansir Medindia, Senin (27/6/2011).
Studi ini dilakukan dengan menggunakan data dari Project EAT-III (makan dan kegiatan pada remaja dan dewasa muda), sebuah studi 10 tahun longitudinal yang bertujuan untuk memeriksa perilaku makan, aktivitas dan berat variabel di kalangan remaja dan dewasa muda. Peneliti memeriksa catatan untuk 1.030 laki-laki dan 1.257 perempuan. Sepertiga dari peserta (29,9 persen) berada di awal masa remaja pada awal penelitian hingga dewasa muda setelah 10 tahun penelitian. Dan sisanya dua pertiga dari peserta (70,1 persen) berada di pertengahan masa remaja.
Hasilnya, prevalensi pola makan cukup konstan dari masa remaja sampai dewasa muda untuk perempuan pada kedua kelompok umur. Sedangkan pada laki-laki, prevalensi pola makan tetap konstan dari waktu ke waktu dalam kelompok usia yang lebih muda, tetapi secara signifikan meningkat pada kelompok yang lebih tua karena mereka berkembang dari pertengahan masa remaja hingga dewasa tengah muda. Pada perempuan muda, berat badan tidak sehat tetap konstan dari awal masa remaja hingga dewasa muda awal. Namun pada perempuan yang lebih tua, berat badan tidak sehat menunjukkan penurunan yang signifikan secara statistik dari pertengahan masa remaja hingga dewasa muda menengah, tapi masih tetap sangat tinggi. Studi ini akan dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 6:18 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jul 07, 2011 9:54 pm | |
| REMAJA PUTRI BISA KURANG TIDUR KARENA TERTEKAN INGIN KURUS Rabu, 15/06/2011 13:19 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Texas, Orang mungkin menjadi kurang tidur karena mendapat banyak tekanan untuk menjadi kurus, terutama gadis-gadis muda yang banyak mendapatkan tekanan dari teman-temannya untuk bisa menurunkan berat badan atau tetap kurus. "Ada sejumlah besar penelitian mengenai tekanan pada remaja perempuan untuk mengurangi berat badan, tetapi tekanan yang berkaitan dengan kesehatan tidur kurang dieksplorasi dan konsekuensinya sebagian besar tidak diketahui," kata Katherine Marczyk, penyelidik utama studi dari University of North Texas di Denton, Texas, seperti dilansir Healthday, Rabu (15/6/2011).
Marczyk mengatakan banyak tekanan yang dirasakan remaja-remaja putri untuk dapat menurunkan berat badan dan menjadi kurus, seperti tekanan dari teman sebaya, keluarga, pacar dan media. Untuk menyelidiki hal tersebut, peneliti meminta 789 siswa perempuan (rata-rata berusia 12 tahun) sekolah menengah di Texas untuk menggambarkan berapa banyak tekanan yang dirasakan untuk menurunkan berat badan dan menjadi kurus. Para peneliti kemudian menilai kualitas tidur mereka untuk mengukur bagaimana tekanan eksternal menjadi kurus berpengaruh pada banyak tidur yang diperoleh.
Hasilnya, tekanan untuk menjadi kurus dari pacar serta dari media secara signifikan dapat mengurangi waktu tidur remaja putri sekitar 4,5 persen. "Ketidaksesuaian dalam durasi tidur melonjak hingga 6 persen pada gadis kulit putih (sekitar 60 persen dari peserta penelitian) yang menghadapi tekanan untuk menjadi kurus dari teman-teman mereka," kata peneliti. Peneliti mengingatkan bahwa kurang tidur bisa membuat gadis-gadis muda berisiko mengalami masalah kesehatan lainnya, termasuk peningkatan kecemasan dan depresi. Hasil studi telah dipublikasikan pada pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies di Minneapolis.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 12, 2011 2:22 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Fri Jul 08, 2011 11:13 am | |
| AGAR REMAJA TAK GAMPANG JERAWATAN Jumat, 10/06/2011 17:12 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Perubahan hormon yang terjadi secara drastis pada tubuh remaja membuatnya gampang mengalami krisis mental dan perubahan emosi. Perubahan hormon juga salah satunya membuat hampir semua remaja mengalami jerawat. Tapi ada beberapa cara agar remaja tak gampang jerawatan. Dari survei yang dilakukan menunjukkan 1 dari 5 remaja mengalami masalah jerawat yang parah. Jerawat yang parah membuat remaja minder dan secara psikologis menurut pakar kulit Jerry Tan MD dari University of Western Ontario Kanada, bisa menghancurkan kepercayaan diri yang sedang berusaha dibangunnya. Berikut beberapa cara sehat agak remaja tak gampang jerawatan, seperti dilansir Livestrong, Jumat (10/6/2011):
1. Hindari susu Meski tidak semua, tetapi kebanyakan hewan ternak disuntik hormon. Ini akan membuat bahan makanan yang berasal dari hewan seperti unggas atau sapi dapat memicu timbulnya jerawat karena tubuh lebih banyak memproduksi testosteron yang kemudian menyebabkan jerawat.
2. Hindari makanan manis Studi-studi lain telah menemukan bahwa makan makanan manis atau makanan karbohidrat seperti kue, cokelat atau keripik dapat menyebabkan jerawat karena meningkatkan kadar glikemik dalam tubuh. Menghindari makanan tinggi gula seperti permen, sereal, roti putih atau makanan berlemak dan berminyak seperti kentang goreng, mayones dapat membantu mencegah masalah jerawat.
3. Perbanyak makan buah dan sayur Makanan utama yang direkomendasikan untuk mencegah jerawat adalah buah-buahan segar, sayuran, makanan laut dan daging tanpa lemak untuk membantu ketidakseimbangan hormon sehingga dapat mengendalikan dan mencegah jerawat. Kedelai dan produk tahu juga dianjurkan untuk menggantikan daging dan produk susu yang dapat memicu jerawat. Menurut Australia Women's Weekly, diet sehat agar tak mudah jerawatan seharusnya 30 persen lemak, 25 persen protein dan karbohidrat 45 persen. Diet suplemen seperti minyak biji rami atau vitamin A, seng dan teh hijau juga telah dikatakan dapat membantu memperbaiki kondisi jerawat.
4. Menjaga kebersihan Menjaga kebersihan dan kehigienisan sama pentingnya dengan diet makanan sehat untuk mencegah jerawat. Cuci wajah dengan sabun ringan dan produk pembersih bebas minyak. Pastikan mencuci wajah lebih dari dua kali sehari jika Anda bekerja di luar ruangan atau berkeringat lebih banyak. Jangan gunakan sembarangan kain lap pada wajah karena bisa jadi tidak bersih dan malah memicu atau memperburuk arisan.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:02 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Fri Jul 08, 2011 11:16 am | |
| EKSKUL BERMANFAAT ASAL TEPAT Rabu, 11/8/2010 | 10:18 WIB KOMPAS.com - Bagi anak-anak, ekskul (ekstrakurikuler) sekolah memang ibarat timbangan. Di satu sisi ada murid yang menyukai kegiatan ini. Namun, di sisi lain ada juga murid yang merasa ekskul hanya membebani mereka. Hal ini biasanya terjadi bagi murid yang merasa sudah sibuk dengan segala urusan sekolah dan ingin merasakan sedikit kebebasan di luar sekolah. Agar anak Anda mengikuti ekskul yang tepat, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, sesuaikan dengan hobi dan minat. Setiap sekolah tentu memiliki ekskul yang beragam. Mulai dari kesenian, pelajaran, hingga olahraga. Oleh sebab itu, sebaiknya murid menyesuaikan ekskul dengan hobi atau minatnya. Selain itu, jika anak Anda telah mengikuti kursus belajar di luar sekolah, sebaiknya Anda menyarankan mereka mengikuti ekskul yang tidak lagi berhubungan dengan pelajaran. Hal ini untuk membuat agar mereka tidak jenuh.
Kedua, perhatikan waktu ekskul tersebut. Biasanya ekskul diadakan setelah jam pelajaran sekolah berakhir. Ada juga sekolah yang menentukan hari-hari tertentu untuk masing-masing ekskul. Namun, terkadang ada juga ekskul yang mengadakan kegiatan di luar jam sekolah karena kebutuhan tertentu. Jika demi kepentingan sekolah dan murid, hal ini tentu tak masalah dilakukan. Namun, jika murid merasa terlalu diforsir waktunya dan mereka jadi tak sempat istirahat, tentunya hal ini perlu dipertimbangkan kembali.
Ketiga, tentukan tujuan kenapa memilih salah satu ekskul. Jika segala sesuatunya dilandasi dengan niat, maka ke depannya akan menjadi lebih baik. Begitu pula dengan ekskul. Banyak murid yang mengikuti ekskul hanya setengah-setengah. Biasanya mereka mengikuti ekskul hanya karena syarat wajib dari sekolah atau karena sekadar ikut-ikutan teman. Jika hal ini yang terjadi, biasanya murid akan malas melakukannya. Padahal, jika ditelaah, memilih ekskul yang tepat dan niat akan membantu di bidang pekerjaan nantinya. Melalui ekskul, murid akan ditempa bagaimana cara berinteraksi, berkomunikasi, dan berorganisasi. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan dari orangtua agar anaknya tetap semangat mengikuti ekskul.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:04 am; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Fri Jul 08, 2011 5:05 pm | |
| REMAJA BERTATO LEBIH MUDAH TERLIBAT SEKS BEBAS Jumat, 29/04/2011 09:32 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth New York, Waspadai jika anak remaja sudah memutuskan untuk membuat tato permanen, kecuali memang tradisinya mengharuskan demikian. Remaja yang bertato hanya untuk gaya hidup lebih rentan terhadap perilaku berisiko lainnya termasuk seks bebas. Masyarakat moderen cenderung lebih terbuka terhadap beragam ekspresi gaya hidup, termasuk tato di kalangan anak remaja. Jika dahulu hanya orang-orang dengan latar belakang budaya tertentu seperti orang Dayak yang membuat tato, kini semua orang bisa punya tato. Kesan garang seperti preman juga tidak selalu muncul jika tato yang dibuat bentuknya lucu-lucu, misalnya gambar kupu-kupu atau ikan lumba-lumba. Bahkan beberapa orang membuat tato permanen sebagai identitas yang menunjukkan kondisi kesehatannya, misalnya penderita diabetes.
Namun ketika tato sebagai ekspresi gaya hidup dibuat oleh anak remaja, pasti banyak orangtua akan merasa keberatan. Tak hanya akan terkesan nakal atau badung, sebuah penelitian mengungkap remaja yang bertato juga rentan terhadap perilaku berisiko lainnya. Remaja yang memiliki tato 5 kali lebih berisiko terlibat pergaulan bebas, termasuk melakukan seks pranikah. Kecenderungan lain pada remaja bertato adalah 3 kali lebih rentan bergabung dalam sebuah geng, sehingga 2 kali lebih rentan kena masalah di sekolahnya misalnya berkelahi. Dikutip dari health24, Jumat (29/4/2011), penyalahgunaan zat adiktif (substance abuse) juga termasuk perilaku berisiko yang lebih rentan dilakukan remaja bertato. Tidak selalu berupa narkotika dan psikotropika, rokok juga termasuk adiktif yang rentan disalahgunakan oleh remaja bertato.
Dibandingkan remaja yang tidak memiliki tato, perilaku menghisap rokok pada remaja bertato teramati lebih tinggi. Sekitar 60 persen remaja bertato mengaku telah menghisap merokok dalam sebulan terakhir, sementara pada remaja yang tidak bertato angkanya hanya 26 persen. Berbagai fakta ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Timothy Roberts dari Golisano Children's Hospital di New York. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Paediatrics ini melibatkan 6.000 remaja di Amerika Serikat dengan usia antara 17-21 tahun.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:06 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sat Jul 09, 2011 2:08 pm | |
| JANGAN GANGGU HORMON REMAJA Selasa, 12/04/2011 11:57 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Masa remaja adalah masa peralihan yang membuat sebagian besar orang mengalami krisis mental yang sangat labil. Ketidakseimbangan hormon adalah penyebabnya. Jangan dulu senewen lihat remaja yang labil karena memang hormonnya sedang tidak mau diganggu. Saat remaja terjadi perubahan hormon yang drastis yang membuat gejolak di dalam tubuhnya. Perubahan hormon yang belum stabil ini membuat remaja gampang mengalami krisis mental yang berdampak besar pada mood (suasana hati) dan perilaku remaja.
Sekarang ini, gejala ketidakseimbangan hormon pada remaja menjadi sangat umum. Hal ini disebabkan beberapa alasan yang menyebabkan hormonal pasang dan surut secara drastis. Remaja saat ini lebih banyak terkena bahan kimia dibandingkan remaja zaman dulu, bahkan hingga ratusan bahan kimia. Bahan kimia ini tidak hanya berasal dari lingkungan yang tercemar, tetapi juga sebagai pengawet, pewarna makanan serta bumbu makanan dan minuman.
Bahan kimia juga hadir dalam bentuk pestisida pada buah-buahan dan sayuran, plastik, produk kecantikan, dan lainnya, yang masuk ke sistem tubuh sehingga menyebabkan banyak masalah hormonal. Remaja sekarang cenderung lebih sukan makan junk food daripada harus makan makanan seimbang dan makanan segar. Penyebab lain gejala ketidakseimbangan hormon pada remaja adalah stres. Dengan tekanan yang ada di rumah, persaingan di sekolah dan persaingan antar teman membuat remaja berada di bawah tekanan dan stres. Stres ini menyebabkan naik turunnya sekresi hormon dalam tubuh remaja, yang akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan.
Stres juga menempatkan tekanan tambahan pada kelenjar adrenal yang mengatur hormon dalam tubuh. Kelenjar ini terganggu oleh tingkat stres yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan ini menyebabkan beberapa masalah emosional serta fisik lainnya yang berkaitan dengan hormon pada remaja. Kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah besar kortisol yang menurunkan produksi progesteron. Hal ini menyebabkan retensi lemak yang menyebabkan banyak remaja mendapatkan berat badan berlebih dan meningkatkan peluang obesitas remaja.
Apa jadinya bila hormon remaja tidak seimbang? Salah satu gejala ketidakseimbangan hormon yang paling umum pada remaja adalah mudah tersinggung. Gejalanya mencakup beberapa perubahan perilaku serta fisik pada remaja. Gejala ini hilang setelah tubuh menyesuaikan perubahan hormon tersebut. Namun, jika gejala-gejala ketidakseimbangan hormon pada remaja terus terjadi untuk waktu yang lama, maka diperlukan perhatian medis. Gejala lain bila remaja mengalami ketidakseimbangan hormon adalah sebagai berikut, seperti dilansir Buzzle, Selasa (12/4/2011):
- Sering sakit kepala dan migrain - Depresi, kebingungan, kecemasan dan pikiran ingin bunuh diri - Sakit punggung - Serangan asma - Perut kembung - Kram perut - Sikap agresif dan mudah marah - Jerawat - Emosi naik turun - Mual - Kejang - Masalah sinus - Memar - Perubahan gairah seks - Pola tidur berlebihan, insomnia kelelahan dan lesu - Suka makan makanan yang garam dan manis.
Apa yang harus dilakukan? Bila ketidakseimbangan hormon terjadi dalam waktu lama, bisa dilakukan terapi hormon. Hormon progesteron dapat sangat meningkatkan keseimbangan hormon secara keseluruhan. Progesteron membantu menyeimbangkan pengaruh ketidakseimbangan hormon, dan memiliki efek menenangkan pada sistem saraf. Selain terapi hormon, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan bila remaja menunjukkan gejala ketidakseimbangan hormon, yaitu:
- Makan dengan pola makan seimbang, kurangi junk food dan mulailah hari dengan sarapan sehat - Banyak minum air putih - Kurangi minum soda dan minuman yang manis-manis - Rutin olahraga - Mendapatkan sinar matahari yang cukup pada tubuh setiap hari, terutama sinar matahari pagi sebelum jam 10 dan sore setelah jam 3. - Tidur yang cukup dengan ruangan yang gelap. Matikan televisi, komputer dan gadget sebelum tidur. - Perhatikan bahan kimia yang terdapat pada produk perawatan pribadi, seperti untuk perawatan kulit dan rambut - Waspada terhadap bahaya klorin dan fluoride - Cobalah untuk tidak makan atau minum dari kemasan plastik - Tidak merokok, minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang - Dukungan penuh dari keluarga sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan hormon remaja.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:09 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sat Jul 09, 2011 2:10 pm | |
| AGAR REMAJA TAK SALAH CARI TEMAN Selasa, 05/04/2011 12:02 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Masa remaja dikenal sebagai masa peralihan yang membuat anak menjadi labil. Pada usia ini anak sangat rentan dengan kenakalan remaja, tapi sebenarnya orangtua bisa membantu remaja agar tak salah mencari teman. Teman sebaya sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Seorang teman secara signifikan dapat mempengaruhi performa akademis, kecenderungan untuk mengambil risiko dan menjalankan kehidupan secara keseluruhan. Itu sebabnya, teman yang baik juga bisa membuat remaja tumbuh dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung memiliki teman yang baik bila dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan tinggal di lingkungan yang berkualitas, seperti dilansir Physorg.com, Selasa (5/4/2011). Pemantauan dan pengawasan orangtua juga terkait dengan cara remaja memilih teman, meski hal ini tidak konsisten. Penelitian lain menunjukkan bahwa ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya yang tumbuh remaja tidak salah mencari teman, seperti dilansir eckerdacademy.org, yaitu sebagai berikut:
1. Bersifat terbuka dan hangat dengan remaja Langkah ini sering terjadi sebelum seorang anak memasuki masa remaja, tapi sering terlewatkan justru ketika anak memasuki masa-masa yang labil. Remaja yang menikmati hubungan yang sehat dan terbuka dengan orangtua lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas nakal dan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti klub olahraga. Hubungan orangtua dan remaja yang baik dapat digambarkan dengan berpartisipasi dalam kegiatan bersama, sering berkomunikasi dan mengungkapkan kasih sayang satu sama lain.
2. Menyediakan waktu untuk mengenal teman anak remaja Anda Ketika orang tua berusaha untuk menjadi akrab dengan teman-teman anaknya, anak cenderung memilih teman-teman dengan karakteristik lebih pro-sosial, seperti ramah dan bersikap baik.
3. Ajarkan remaja perilaku adaptif Anak-anak yang orangtuanya menekankan perilaku yang baik dan sopan santun dalam situasi sosial cenderung memilih teman-teman dengan pola perilaku yang sama. Itu karena mereka belajar untuk melihat sifat ini sebagai hal yang positif. Ajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi dan menghargai perilaku positif dalam diri orang lain juga membantu mereka untuk memilih teman dengan pola perilaku lebih yang diinginkan.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 12, 2011 2:05 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sat Jul 09, 2011 2:11 pm | |
| 4 CARA PERKOKOH HUBUNGAN DENGAN ANAK REMAJA ANDA 09 Oktober 2010 12:30 WIB Media Indonesia - Penulis : Yulia Permata Sari MASA remaja merupakan momen yang sangat krusial dalam kehidupan seorang anak. Pada saat itu, dinding yang membatasi kehidupan serta karakter anak mulai terbentuk. Meski pun tempat teratas dalam prioritasnya cenderung diisi oleh teman-temannya, sangat penting bagi orang tua untuk tetap menjaga ikatan kuat dengan buah hatinya. Cara terbaik untuk membangun ikatan dengan anak remaja adalah menghabiskan waktu berkualitas bersamanya. Banyak cara yang dapat dilakukan demi mencapai tujuan ini, di antaranya:
Makan bersama Bangun tradisi untuk menikmati waktu makan bersama, baik itu sarapan, makan siang, atau pun makan malam. Duduk bersama dengan anggota keluarga lainnya menghadap meja makan, dan nikmati santapan sambil saling bertukar cerita tenqtang pengalaman hari itu. Hindari gangguan seperti penggunaan ponsel di meja makan atau makan sambil menonton televisi. Jaga percakapan agar tetap ringan dan hindari pertengkaran di meja makan. Subjek apa pun yang terlalu serius sebaiknya tidak dibicarakan di waktu makan.
Jadi teman Cobalah untuk mengerti jalan pikiran dan perasaan anak. Masa remaja merupakan salah satu momen terberat dalam hidupnya karena masalah hormon dan lain sebagainya. Jadilah teman yang baik bagi anak agar ia dapat menumpahkan perasaannya tanpa merasa canggung. Sesekali, ajak putri Anda berbelanja bareng atau temani putra Anda menonton pertandingan olah raga.
Aktivitas bersama Ajak anak menyewa film dan menontonnya bersama, atau rencanakan kegiatan hiking, road trip, atau sekadar berjalan-jalan untuk piknik bulanan. Temani anak melakukan hal-hal yang disenanginya untuk mempererat hubungan. Melibatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersamanya. Hal itu juga mampu membuat anak merasa lebih bertanggung jawab dan terlibat dalam keluarga.
Berbagai rasa Anak remaja memandang orang tuanya sebagai pemberi dukungan. Jawablah semua pertanyaan dan kebingungan di hatinya secara jujur ketika ia datang untuk bertanya.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:18 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sat Jul 09, 2011 2:12 pm | |
| IMMUNISASI YANG DIBUTUHKAN REMAJA Selasa, 31/05/2011 09:16 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Jadwal imunisasi rutin biasanya dikenal diberikan pada bayi atau balita. Tapi ternyata tak pada balita, remaja pun membutuhkan imunisasi baik yang bersifat rutin maupun imunisasi yang diberikan karena keadaan khusus. Imunisasi apa saja? Berikut 4 imunisasi alias vaksin yang direkomendasikan oleh Centers For Disease Control and their Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) untuk semua remaja, seperti dilansir About.com, Selasa (30/5/2011):
1. Vaksin Tdap Tdap adalah vaksin untuk tetanus, diphtheria toxoids dan acellular pertussis. Selain vaksin untuk tetanus, vaksin ini juga melindungi terhadap difteri dan pertusis. Hal ini karena pertusis (batuk rejan) meningkat di kalangan remaja. Vaksin Tdap direkomendasikan untuk remaja usia 11 hingga 12 tahun.
2. Vaksin meningokokus Vaksin meningokokus dikembangkan untuk melindungi remaja terhadap bakteri meningitis. Bakteri meningitis adalah infeksi serius pada otak dan tulang belakang yang membunuh sekitar 10 hingga 15 persen dari orang yang terinfeksi, bahkan dengan perawatan antibiotik. Vaksin ini juga secara rutin diberikan pada remaja usia 11 hingga 12 tahun.
3. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) Vaksin HPV diindikasikan untuk semua perempuan dari usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini melindungi terhadap HPV, virus yang menyebabkan kanker serviks dan genital warts (kulit kelamin).
4. Vaksin influenza Vaksinasi flu sekarang dianjurkan untuk semua anak dari usia 6 bulan sampai 18 tahun. Di Indonesia, vaksin ini biasanya bisa diberikan kapan saja (tidak bergantung musim) yang bisa diberikan rutin setiap tahun sekali.
Sedangkan vaksin pilihan yang mungkin dibutuhkan remaja sesuai dengan masalah kesehatan kronis atau faktor lain, dokter anak biasanya akan menyarankan untuk vaksin berikut:
1. Vaksin hepatitis A Vaksin ini digunakan untuk melindungi terhadap hepatitis A. Dua dosis vaksin diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan terpisah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit hati. Remaja yang tinggal di daerah dengan sejumlah besar kasus hepatitis A harus divaksinasi. Selain itu, remaja yang bepergian ke negara-negara tertentu juga harus mendapatkan vaksin ini.
2. Vaksin Pneumococcal Polysaccharide (PPV23) Pneumokokus dapat menyebabkan penyakit pneumonia, meningitis atau bakteremia. Vaksin ini tidak secara rutin diberikan kepada remaja kebanyakan. Remaja yang mungkin membutuhkan vaksin ini adalah remaja dengan kondisi kronis tertentu, misalnya penyakit sel darah merah sabit, diabetes, penyakit jantung kronis atau penyakit paru-paru kronis.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:04 am; edited 2 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |