|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Wed Jan 18, 2012 8:01 pm | |
| AWAS, PENYAKIT JANTUNG HANTUI WANITA MUDA RABU, 18 JANUARI 2012, 16:38 WIB Mutia Nugraheni VIVAnews - Jangan punya anggapan kalau penyakit jantung hanya terjadi pada orang tua. Faktanya, saat ini kasus penyakit jantung yang menyerang wanita berusia 35 tahun, meningkat secara signifikan. Menurut American Heart Association, makin banyak wanita yang meninggal dunia karena penyakit jantung sejak 1984. "Meskipun telah ada penurunan umum dalam kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung, dalam dekade terakhir terjadi peningkatan yang stabil di kalangan wanita usia muda antara 35 hingga 44 tahun," kata Dr Holly Andersen, direktur edukasi Ronald O. Perelman Heart Institute di NewYork-Presbyterian Hospital/Weill Cornell Medical Center, seperti dikutip dari GalTime.com. Untuk mengurangi risiko terkena serangan jantung di usia muda, ada tiga langkah yang bisa Anda lakukan.
1. Kenali gejala Wanita seringkali tak mengalami nyeri dada menyakitkan yang sering dikaitkan dengan gejala serangan jantung. Nyeri dada sebagai gejala serangan jantung memang lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sementara, wanita cenderung mengalami gejala seperti leher, bahu atau nyeri perut. Beberapa juga mengalami mual, muntah, kelelahan atau sesak napas. Untuk itu, sangat penting untuk mengenali gejala serangan jantung pada wanita.
2. Kenali risiko Risiko terkena serangan jantung sangat meningkat jika Anda mengalami obesitas / kelebihan berat badan, perokok, memiliki riwayat kolesterol tinggi, atau diabetes. Termasuk, pada wanita yang mengalami insomnia parah dan riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit jantung.
3. Lakukan tes Beberapa wanita, ada yang tak mengalami rasa sakit atau gejala serangan jantung sama sekali. Kondisi ini dikenal dengan silent 'attack', yang mengakibatkan serangan jantung jangka panjang. Ini membuat jantung kekurangan aliran darah dan oksigen. Jika Anda seorang wanita dalam pasca-menopause dan memiliki setidaknya tiga faktor risiko penyakit jantung, bicarakan dengan dokter untuk melakukan tes. Tes ini untuk mengetahui apakah Anda memiliki penyakit arteri koroner. (umi) |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Wed Jan 18, 2012 8:09 pm | |
| PERKECIL ANGKA KEMATIAN IBU, BAGAIMANA CARANYA? Rabu, 18 Januari 2012 05:05 WIB REPUBLIKA.CO.ID, Saat-saat kehamilan adalah saat paling rawan yang dihadapi oleh seorang perempuan. Selain memikirkan kesehatan badannya sendiri, ia juga harus memikirkan asupan gizi untuk pertumbuhan janin di dalam kandungannya. Saat hamil, menurut ahli obsetri dan ginekologi, dr Damar Pramusinto, SpOG (K), adalah saat yang berisiko. Karena, menurutnya, banyak perempuan yang belum sadar bahwa gizi yang dipenuhinya harus lebih banyak dari saat sebelum ia hamil. Akibatnya, bisa fatal. Inilah yang menyebabkan angka kematian ibu masih besar. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, masih besar. Menurutnya, 55 persen terjadi karena pendarahan dan pre-eclampsia yang juga berkaitan erat dengan gizi yang buruk semasa hamil. Saat hamil, kata dia, risiko yang dihadapi ada tiga hal. Resiko pertama, adalah kehamilan itu sendiri. “Kesehatan dan keadaan ibu hamil dan janin harus dijaga agar senantiasa sehat hingga lahir normal,” katanya, dalam acara Nutritalk di Jakarta, Selasa (17/1). Risiko yang kedua, adalah kesehatan jangka panjang yang menyerang ibu. Sedangkan risiko yang terakhir adalah yang akan dihadapi pada anak hingga masa dewasanya. “Jika asupan nutrisi yang diterima saat ia masih di dalam kandungan kurang, masa tumbuh kembangnya juga kurang optimal," jelasnya.
Beberapa masalah kesehatan yang terjadi pada ibu hamil, misalnya, adalah anemia saat hamil, anemia saat melahirkan, pertambahan berat badan rendah, dan kekurangan energi kronis. Selain itu, Damar menambahkan, malnutrisi juga banyak terjadi pada ibu-ibu hamil di Indonesia. Kurangnya kecukupan gizi ini, bisa terjadi saat perempuan itu hamil, atau bahkan sebelum ia hamil. “Ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dan akan berakibat buruk pada kesehatan janin di masa depan,” ujarnya. Kondisi ini berdampak pada kesehatan ibu dan anak dalam kandungan. Antara lain meningkatkan resiko bayi dengan asfiksia (gangguan pernafasan), berat badan saat lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian ibu dan bayi. Selain itu, juga menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan, partus lama, aborsi, dan infeksi. Ibu hamil dengan kondisi malnutrisi berisiko besar melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Ke depannya, anak tersebut juga berisiko memiliki IQ rendah dan tumbuh kembangnya kurang optimal. “Hal ini nantinya berisiko pada kelanjutan kualitas generasi berikutnya, jadi cucunya juga akan lebih buruk lagi.” Siklus ketidaksehatan ini akan selalu memutar, terus menerus. Generasi yang tumbuh kembangnya kurang optimal, nanti akan melahirkan anak yang kondisinya juga kurang sempurna. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Thu Jan 26, 2012 8:25 pm | |
| HATI HATI! SALAH DIET BIKIN SUSAH HAMIL TRIBUNnews.com – Jum, 10 Jun 2011 10.35 WIB TRIBUNNEWS.COM - Wanita yang terobsesi untuk memiliki tubuh ramping hendaknya hati-hati dalam memilih pola diet yang ingin diterapkan. Sebab pola diet yang salah bisa bikin hormon tak seimbang. Akibatnya wanita bisa mengalami masalah kesuburan alias susah hamil. Ahli gizi dari Kraft Foods Phillippines, Joan Sumpio, RND, FPAN mengatakan kalau asupan gizi yang tidak seimbang bisa menyebabkan gangguan hormon. Kalau hormon mengalami masalah, segala aktifitas tubuh termasuk organ reproduksi bisa ikut terganggu. "Anggap saja wanita tersebut mengalami gangguan menstruasi. Kalau siklus menstruasi tak menentu maka masa subur wanita tersebut juga tidak teratur. Jika masa subur tak teratur atau malah mengalami gangguan," ucap Joan. Joan menambahkan kalau proses ovulasi membutuhkan nutrisi yang seimbang. Meski komposisi nutrisi yang dibutuhkan pada proses ovulasi belum diketahui secara tepat, tapi keberadaan nutrisi jelas berperan penting. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi zat besi dan tingkat kesuburan pada wanita. Ternyata, para wanita yang mengkonsumsi zat besi di dalam jumlah yang lebih tinggi memiliki tingkat resiko infertilitas yang lebih rendah. Konsumsi zat besi hingga 41 mg/hari (batas maksimum yang aman untuk dikonsumsi adalah 45 mg/hari) dapat menurunkan tingkat resiko infertilitas hingga 62 persen. Sekedar catatan, masalah infertilitas yang diamati pada penelitian ini adalah masalah infertilitas yang berhubungan dengan proses ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur). "Kalori juga dibutuhkan oleh wanita yang ingin hamil dan sedang hamil. Sayangnya banyak wanita menjauhi kalori karena takut gemuk," ujar Joan. Karena itu Joan menyarankan agar para wanita yang ingin diet untuk mempertimbangkan pilihan dietnya. Jangan sampai karena salah makan lalu sulit hamil. "Kalau perlu konsultasikan ke ahli gizi. Untuk apa tubuh langsing tapi punya gangguan hormon dan sulit punya anak," imbuh Joan. (*) |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Thu Jan 26, 2012 8:28 pm | |
| CARA BENAR MENGENAKAN BRA Oleh Innes | ghiboo.com – 26 januari 2012 Ghiboo.com - Pemilihan ukuran bra yang tepat tak hanya sekedar menyangga dan menjaga bentuk, ukuran dan tekstur keindahan payudara, namun juga mempengaruhi bagi kesehatan tubuh Anda. Menurut sebuah survei, dua per tiga wanita telah mengalami 5 kali perubahan ukuran bra selama hidupnya, sebagai bentuk perubahan berat badan yang naik turun. Hal inilah yang menyebabkan pentingnya bagi wanita untuk selalu mengukur ukuran lingkar dada dan ukuran cup saat membeli bra. Terlebih lagi kini, banyak wanita yang membeli bra hanya karena model dan warnanya saja. Lucia Niken, Marketing Manager Sorella, yang ditemui dalam jumpa pers Sorella 'Right Support' (7/1) menjelaskan bahwa para wanita jangan pernah malu ataupun risih saat harus mengukur ukuran bra guna mendapatkan bra yang sesuai. Bahkan wanita juga jangan sungkan jika harus menyobanya terlebih dahulu. "Banyak wanita, yang membeli bra dengan satu ukuran. Meskipun memakai merek yang sama, namun beda model, bisa jadi ukurannya berbeda. Selalu lakukan pengecekan ukuran bra dengan mencobanya saat akan membelinya," jelas Lucia. Tak hanya sekedar ukuran bra yang kurang diperhatikan, cara memakai bra dengan benar sering tidak diperhatikan oleh kaum hawa. Cara pemakaian bra yang salah ternyata mempengaruhi bentuk payudara itu sendiri. Itulah pentingnya, wanita harus tahu bagaimana menggunakan bra dengan baik. "Memasang bra yang baik adalah dengan membungkukkan badan dan memasukkan payudara ke dalam cup bra, lalu dipasang pengait dan talinya. Setelah selesai, angkat kedua tangan keatas dan periksalah apakah kedua payudara Anda sudah masuk ke cup dengan sempurna. Bila tak tertopang dengan sempurna, bisa jadi pemilihan bra Anda salah, dan berisiko terjadi iritasi," ungkap Lucia. Cara tersebut tentu saja bisa diterapkan pada payudara dengan ukuran apupan, asalkan selalu menggunakan bra yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Jangan longgar karena payudara bisa melorot, dan jangan pula terlalu kencang, karena bisa iritasi. Setelah mengetahui cara pemakaian bra yang benar, Lucia menegaskan bahwa cara pencucian bra juga sangat mempengaruhi. Dan yang terpenting bagi wanita, untuk mencuci pakaian dalamnya sendiri, termasuk bra, agar tak kehilangan bentuknya. "Rendamlah bra kedalam air sabun (kalau bisa, gunakan deterjen liquid) sebentar saja. Setelah itu, di tepuk-tepuk dan langsung digantung dengan hanger baju. Ingat jangan di peras dan tekuk, karena akan merubah bentuknya," tambahnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Thu Jan 26, 2012 8:30 pm | |
| WARNA MERAH BIKIN LANGSING Oleh Innes | ghiboo.com – 26 Januari 2012 Ghiboo.com - Warna ternyata memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Tak hanya sekedar mempengaruhi suasana hati saja, warna juga dapat mempengaruhi nafsu makan. Menurut penelitian sebelumnya, warna merah memberikan efek psikologis yang merangsang nafsu makan. Namun, penelitian terbaru justru menyatakan hal yang sebaliknya. Penelitian yang dilakukan oleh akademisi Jerman dan Swis mengklaim bahwa makan dari piring berwarna merah justru dapat membantu menurunkan berat badan dan cocok bagi mereka yang sedang diet. Temuan yang dipublikasikan dalam journal Appetite ini didasarkan pada penelitian terhadap 41 pelajar laki-laki yang diminta untuk minum teh dengan cangkir berwarna merah dan biru. Hasilnya, para responden yang menggunakan cangkir merah terbukti hanya meminum kurang dari 44% teh dari cangkir biru. Begitu pula pada percobaan kedua penelitian. Sekitar 109 orang diminta makan 10 pretzel (sejenis kue kering) dalam piring berwarna merah, biru dan putih. Mereka yang makan dengan piring merah lebih sedikit menghabiskan pretzel dibandingkan warna piring lainnya. Peneliti menemukan menyajikan makanan dalam piring merah atau minum dari gelas berwarna bisa mengurangi jumlah porsinya hingga 40 persen. Peneliti menjelaskan bahwa warna merah mendorong orang untuk menghindari porsi makanan dan cemilan, karena warna tersebut berkaitan dengan simbol akan 'bahaya, larangan dan penghentian'. Para peneliti juga menghimbau agar pemerintah dan industri makanan menggunakan kemasan berwarna merah untuk makanan tidak sehat sebagai bentuk pencegahan, dan bisa juga menggunakan interior warna merah di pub atau club malam untuk mencegah orang minum lebih banyak. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Thu Feb 09, 2012 8:31 pm | |
| PENGOBATAN KANKER PAYUDARA BELUM EFEKTIF Kamis, 09/02/2012 11:30 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Jakarta, Perawatan kanker payudara dari tahun 1950 terus mengalami kemajuan. Dengan metode pencegahan melalui skrining dan mamografi yang lebih baik, ternyata penyembuhan kanker payudara masih belum efektif. Hal ini diduga karena hingga kini penyebab kanker payudara belum diketahui. Ilmuwan menduga jika penyebabnya diketahui, maka pencegahan kanker payudara bisa lebih efektif. Sementara berbagai penelitian yang bertujuan mencari penyebab kanker payudara fokus pada kanker yang sudah ada. Hal tersebut merupakan sebuah praktik lama yang didasarkan pada asumsi bahwa semua kanker adalah sama. "Asumsi bahwa semua kanker adalah sama, juga meliputi pengertian sel kanker tumbuh pada tingkat yang sama dan terlihat pada payudara untuk jangka waktu sebelum menyebar. Hal tersebut masuk akal, jika dapat menemukan kanker lebih awal, sehingga dapat menyelamatkan nyawa," kata peneliti seperti dilansir dari TheNewYorkTimes, Kamis (9/2/2012). Studi skrining asli dilakukan pada tahun 1950 pada wanita menopause di New York menunjukkan penurunan 30 persen dalam kematian akibat kanker payudara. Hal ini juga menyebabkan dugaan bahwa jika melakukan skrining pada usia lebih muda dan lebih sering, maka dapat meningkatkan penurunan kematian akibat kanker payudara. Tetapi pada dekade selanjutnya, tingkat keberhasilan skrining tetap hampir sama, bahkan dengan pencitraan yang jauh lebih baik. Hasil skrining mamografi rutin terlihat penurunan 15-20 persen dalam mortalitas pada wanita di atas usia 50 tahun. Setidaknya ada 5 dan mungkin lebih, berbagai jenis tumor payudara, tumbuh dan menyebar pada tingkat yang berbeda. Ada yang begitu agresif bahwa tumor hampir selalu menyebar sebelum terlihat pada mammogram. Tetapi tumor lain, jika dibiarkan saja mungkin tidak pernah menyebar sama sekali dan tidak perlu ditemukan. Gambaran yang lebih rumit menjelaskan mengapa mamografi belum dapat digunakan untuk menurunkan kematian akibat kanker payudara. Sinar-X menemukan beberapa jenis kanker pada suatu titik yang membuat perbedaan dalam menyelamatkan nyawa, tetapi tidak semuanya. Peneliti Inggris telah memperkirakan tahun lalu bahwa, satu kematian akibat kanker payudara dapat dicegah untuk setiap 400 wanita usia 50-70 tahun yang diskrining secara teratur selama periode 10 tahun. Sehingga skrining masih dianggap merupakan alat terbaik yang ada saat ini. Tetapi harus mulai mencari pendekatan lain untuk mengurangi kematian akibat kanker payudara. Seperti pada perkembangan penanganan kanker leher rahim. Pertama, skrining dilakukan dengan pap smear, kemudian sekarang dengan vaksin HPV. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang fokus untuk mengetahui pengetahuan pengobatan dan pencegahan untuk kanker payudara lebih lanjut. Jika penyebab kanker payudara telah ditemukan, maka dapat juga diketahui cara pencegahan paling efektif. Penelitian mengenai kanker payudara harus terus berlanjut untuk dapat mengetahui peyebabnya hingga dapat ditentukan cara pencegahan yang paling efektif. Maka penelitian mengenai kanker payudara harus bergerak ke tingkat berikutnya, di luar skrining untuk kanker yang sudah ada, bahkan di luar obat, yaitu untuk menemukan penyebabnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Thu Feb 09, 2012 8:40 pm | |
| BAHAYA YANG MENGINTAI KETIKA WANITA HAMIL BAYI KEMBAR Rabu, 08/02/2012 08:29 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Kehamilan kembar terdengar menyenangkan, tetapi hal ini terkait dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi pada sang ibu. Ada beberapa risiko komplikasi yang mengintai ibu hamil bayi kembar. Selama kehamilan kembar, risiko kematian perempuan selama kelahiran anak sangat meningkat. Bahkan, bayi akan lebih rentan terhadap bahaya apa pun selama kelahiran. Dalam kasus kehamilan kembar rahim seorang perempuan membawa lebih dari satu anak di dalamnya. Jadi semakin besar jumlah bayi dalam kandungan, bayi akan semakin kecil dan berat badan rendah. Berikut komplikasi yang paling umum pada ibu hamil kembar, seperti dilansir onlymyhealth, Rabu (8/2/2012):
1. Persalinan prematur Kebanyakan bayi kembar akan lahir prematur (lahir sebelum 37 minggu). Bayi biasanya lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2.500 gram) dan butuh bantuan bernapas, makan, melawan infeksi dan tetap hangat. Kerentanan akan semakin meningkat pada bayi yang lahir kurang dari 28 minggu. Banyak organ tubuh mungkin tidak berkembang untuk bertahan hidup di luar rahim ibu dan mungkin terlalu muda untuk berfungsi dengan baik.
2. Hipertensi karena kehamilan Wanita dengan janin kembar lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan placental abruption (terlepasnya plasenta dari rahim)
3. Anemia Anemia sangat umum terjadi pada ibu dengan kehamilan kembar dibandingkan dengan kehamilan tunggal.
4. Lahir cacat Kehamilan kembar meningkatkan risiko menghasilkan bayi dengan kelainan bawaan termasuk cacat tabung saraf, pencernaan dan kelainan jantung.
5. Keguguran Keguguran pada trimester pertama lebih menonjol pada wanita yang memiliki kehamilan kembar. Hal ini mungkin juga disertai pendarahan. Risiko keguguran meningkat pada trimester selanjutnya.
6. Sindrom transfusi twin-to-twin Sindrom transfusi twin-to-twin bisa terjadi selama kehamilan kembar. Dalam pembuluh darah tetap saling terkoneksi dalam plasenta dan mengalihkan darah dari satu janin ke janin lainnya. Terjadi sekitar 15 persen dari kembar yang berbagi plasenta.
7. Jumlah cairan ketuban abnormal Kelainan cairan ketuban lebih sering terjadi pada kehamilan kembar, terutama untuk kembar yang berbagi plasenta.
8. Persalinan caesar Posisi janin abnormal dalam kehamilan kembar meningkatkan kemungkinan terjadinya kelahiran caesar.
9. Perdarahan postpartum Daerah plasenta yang besar dan rahim yang lebih buncit dapat menyebabkan ibu berisiko untuk pendarahan setelah persalinan kehamilan kembar banyak. Untuk itu, dalam kasus kehamilan kembar perawatan ekstra diperlukan. Pemeriksaan USG harus dilakukan untuk memantau perkembangan janin. Kehamilan kembar yang rumit dan jika tidak dirawat dengan benar, dapat menjadi sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Feb 18, 2012 7:56 pm | |
| KENAPA PERUT IBU HAMIL SUKA GATAL? Sabtu, 18/02/2012 13:57 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Salah satu keluhan yang hampir dialami oleh semua ibu hamil adalah rasa gatal di perut. Meski kondisi ini tidak berbahaya, tapi bisa membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Umumnya gatal yang timbul di perut dan kadang payudara ini tidak berbahaya, karenanya ibu hamil tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun sekitar 20 persen dari ibu hamil membutuhkan bantuan khusus tergantung dari derajat rasa gatal yang timbul. Penyebab utama dari kondisi ini adalah adanya perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh serta peregangan kulit terutama di bagian atas perut, seperti dikutip dari Babyandpregnancy, Sabtu (18/2/2012). Sekitar dua pertiga ibu hamil kadang mendapati tangan dan kakinya yang merah dan gatal yang diyakini akibat peningkatan estrogen. Namun rasa gatal yang muncul ini akan hilang dengan cepat setelah ibu tersebut melahirkan.
Umumnya kondisi ini tidak membutuhkan obat untuk mengatasinya. Tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa gatal yang muncul di perut. Biasanya rasa gatal diperburuk oleh cuaca yang panas. Jika berada dalam lingkungan yang hangat atau panas, maka gunakan pakaian yang longgar dan terbuat dari katun sehingga bisa menyerap keringat. Usahakan hindari keluar rumah saat udara panas, terutama ketika tengah hari. Jika memungkinkan bawalah kipas yang bisa membantu tubuh tetap dingin, serta membawa tisu basah. Selain itu hindari mandi dengan menggunakan air hangat karena bisa menambah gatal, lalu gunakan sabun ber pH rendah seperti sabun bayi. Hal terpenting yang harus dipahami ibu hamil adalah jangan menggaruk bagian yang gatal dengan menggunakan kuku, karena bisa memicu luka dan juga iritasi. Jika muncul gatal, ibu hamil cukup mengusap-usap bagian perut.
Namun sekitar 1 persen ibu hamil bisa mengembangkan kondisi yang ditandai gatal, benjolan merah dan ruam seperti di atas perutnya atau disebut pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPPP). PUPPP biasanya dimulai pada trimester ketiga dan lebih umum dialami oleh perempuan yang mengandung bayi kembar atau bayi pertama. Rasa gatal awalnya akan muncul di perut atau sekitar stretch mark (jika ada) dan bisa menyebar ke paha, bokong dan lengan. Kondisi ini tidak berbahaya bagi janin maupun ibu, tapi gatal yang muncul akan sangat mengganggu. Dokter biasanya akan meresepkan salep topikal untuk mengatasi kondisi tersebut, atau bisa juga direkomendasikan pemberian antihistamin. PUPPP ini akan hilang dalam waktu beberapa hari setelah melahirkan. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Mon Feb 20, 2012 5:35 pm | |
| HARUSKAH PEREMPUAN MELAKUKAN PAP SMEAR SETIAP TAHUN? Senin, 20 Pebruari 2012 16:03 WIB REPUBLIKA.CO.ID, Sebagian besar perempuan boleh jadi sudah paham soal pap smear. Ini adalah upaya pemeriksaan usapan leher rahim dan kemudian sel-sel yang diambil dilihat di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi secara dini adanya perubahan atau ketidaknormalan sel-sel leher rahim yang mengarah ke kanker. Pap smear sangat bermanfaat untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan kanker leher rahim. Seperti kanker lainnya, semakin dini diobati, kemungkinan keberhasilan pengobatan menjadi semakin tinggi. Tidak seperti kanker payudara, yang juga sering dialami wanita, tidak ada benjolan yang dapat dideteksi dini pada kanker leher rahim. Kanker leher rahim yang sudah menunjukkan perdarahan vagina dan nyeri, biasanya terjadi setelah kanker berada dalam tahap lanjut.
Tes ini disarankan dilakukan setiap tahun. Namun, benarkah tes tersebut harus dilakukan setiap tahun? Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, seperti halnya tes-tes penapis lainnya, tidak ada tes yang 100 persen akurat. Memang pap smear, terutama yang dilakukan dengan teknik konvensional, memiliki kemungkinan hasil negatif palsu (false negative) yang cukup tinggi, yaitu sekitar 10-29 persen. Saat ini, sudah dilakukan pemeriksaan yang berbasis cairan untuk meningkatkan akurasi dari pap smear. Hasil negatif palsu artinya hasil pap smear dinyatakan negatif, padahal sebenarnya sudah ada sel-sel yang tidak normal. Hal ini akan berakibat pada keterlambatan pengobatan. Hasil positif palsu artinya hasil tes dinyatakan positif, padahal sebenarnya sel-selnya normal. ''Hal ini akan mengakibatkan timbulnya kecemasan dan dilakukannya tes-tes lanjutan yang sebenarnya tidak perlu,'' papar Zubairi dalam satu konsultasi. Dengan segala keterbatasan tersebut, pap smear saat ini masih menjadi pilihan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim karena cukup spesifik mendeteksi adanya kelainan sel serta cara pemeriksaannya mudah, sederhana, dan biayanya murah. Untuk menghindarkan hasil yang tidak akurat, lanjut Zubairi, sebelumnya harus dilakukan persiapan. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah 10-20 hari setelah hari pertama menstruasi. Dua hari sebelum melakukan tes jangan membersihkan (cuci) vagina dengan cairan pembersih, antiseptik, atau alat KB (spermisida), memakai tampon, dan berhubungan intim. Untuk jadwal rutin pemeriksaan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan. Karena, ini terkait dengan hasil tes sebelumnya dan faktor risiko yang dimiliki. Sebagai pedoman, jadwal untuk melakukan pap smear adalah tiga tahun setelah berhubungan intim yang pertama. Setelah itu, sampai usia 30 tahun, tiga tahun sekali. Untuk wanita di atas 30 tahun, jika hasil tes normal dan Anda tidak memiliki faktor risiko, mungkin dokter menganjurkan untuk mengulangnya dua-tiga tahun lagi. Jika hasil pap smear positif, tergantung dari jenis sel yang ditemukan, mungkin hanya akan diminta mengulang pap smear dalam beberapa bulan mendatang atau dilakukan pemeriksaan lanjutan. Sekitar 50-80 persen wanita yang dinyatakan hasil pap smear-nya abnormal, ternyata tidak mengalami kanker leher rahim. Pemeriksaan lanjutan dapat berupa peneropongan leher rahim dan/atau pengambilan sel-sel yang abnormal dengan biopsi atau kuret. ''Kalaupun hasilnya positif kanker, hasil pengobatan kanker leher rahim stadium atau tahap dini jauh lebih baik dibandingkan stadium lanjut,'' ujarnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Feb 21, 2012 12:44 pm | |
| APAKAH KANKER PAYUDARA TERMASUK PENYAKIT KETURUNAN? Selasa, 21 Pebruari 2012 09:02 WIB REPUBLIKA.CO.ID, Selama ini berkembang anggapan bahwa kanker termasuk penyakit keturunan. Bila sang ibu menderita kanker, maka ada kemungkinan sang putri pun akan menderita penyakit serupa. Benarkah demikian? Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, kanker payudara seperti juga kanker yang lain, bukan penyakit yang menular ataupun penyakit keturunan. Kendati begitu, sekitar tujuh persen, jadi hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga. Bila ada orang tua terkena kanker payudara, belum bisa dikatakan bahwa si anak cenderung mendapatkan kanker tersebut di waktu mendatang. Namun, tidak berarti pula kita bisa santai-santai saja. Zubairi menyarankan agar kita tetap memperbaiki gaya hidup dan segera beralih ke gaya hidup sehat. Ada beberapa gaya hidup yang memudahkan munculnya kanker payudara, yaitu makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol. Jadi batasilah konsumsi lemak seperti makanan berlemak, sop buntut, susu full-cream, es krim, sampai jeroan. Hindari pula rokok dan kebiasaan menenggak alkohol. Sebenarnya, kata Zubairi, kanker payudara bisa dicegah. Kecuali bila ada kakak atau adik kandung (first degree relative) yang terkena kanker payudara juga, maka risiko terkena penyakit yang sama menjadi meningkat sekali, artinya sekitar 80 persen kemungkinan mengalami kanker payudara. Bila dua anggota keluarga terdekat terkena kanker payudara, Zubairi menyarankan agar seorang wanita juga memeriksakan darahnya, apakah ada mutasi gen BRCA-1 dan BRCA-2. Mutasi genetik tersebut menandakan kemungkinan terkena kanker payudara di kemudian hari menjadi sekitar 80 persen. Pemeriksaan mutasi genetik BRCA-1 dan BRCA-2 saat ini sudah bisa dikerjakan di RS Kanker Dharmais. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Wed Feb 22, 2012 8:50 pm | |
| AWAS, GEJALA SERANGAN JANTUNG PADA WANITA SULIT DIKENALI Rabu, 22/02/2012 13:30 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth Jakarta, Penelitian menemukan bahwa dua dari lima wanita yang mengalami serangan jantung tidak pernah mengalami nyeri dada. Maka para wanita harus lebih jeli mengenali gejala serangan jantung seperti nyeri leher, rahang, bahu atau punggung, ketidaknyamanan perut atau kesulitan bernapas dengan tiba-tiba. "Ciri khas gejala serangan jantung adalah nyeri dada dan ketidaknyamanan. Namun, wanita cenderung mengalami serangan yang berbeda," kata peneliti, Dr John Canto, direktur pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah di Klinik Watson dan direktur Chest Pain Center di Lakeland Regional Medical Center, Florida. Pria dan wanita yang memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti kegemukan, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau punya keluarga dengan riwayat penyakit jantung, harus sangat berhati-hati jika mengalami kedua gejala ini.
"Nyatanya, kebanyakan orang yang mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan di dada tidak mengalami serangan jantung. Meskipun demikian, jangan menunda untuk mencari tahu. Segera kunjungi pusat layanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang paling efektif," kata Dr Canto seperti dilansir Healthday, Rabu (22/2/2012). Dalam penelitian yang dimuat Journal of American Medical Association, peneliti menganalisis data lebih dari 1,1 juta orang pasien di rumah sakit AS yang mengalami serangan jantung pada tahun 1994 hingga 2006. Sekitar 42 % di antaranya adalah perempuan yang rata-rata lebih tua daripada pria ketika mengalami serangan jantung. Di antara pria dan wanita, lebih dari 35 % pasien tidak mengalami rasa sakit di dadanya. Perempuan lah yang lebih cenderung mengalami serangan jantung tanpa nyeri dada dibandingkan laki-laki, yaitu sebesar 42 % dibandungkan 31 %.
Di rumah sakit, kematian akibat serangan jantung juga lebih sering terjadi pada wanita. Sebanyak 14,6 % wanita meninggal saat masih di rumah sakit dibandingkan dengan pria yang hanya sebanyak 10 %. "Gejala serangan jantung pada perempuan bisa berupa gejala berkeringat, mual dan seperti flu. Memang sulit mengenali gejala-gejala serangan jantung pada wanita. Jika tiba-tiba merasa kegiatan sehari-hari menjadi menakutkan, dan merasa tidak dapat berfungsi dengan baik, maka sebaiknya diperiksa," kata Dr Suzanne Steinbaum, direktur penyakit jantung di Lenox Hill Hospital di New York City dan juru bicara American Heart Association. Penelitian ini menemukan bahwa pada pria dan wanita, terutama perempuan muda, serangan jantung tanpa nyeri dada memiliki risiko kematian yang lebih besar. Salah satu alasannya adalah ketika orang menunda pergi ke UGD, ia akan meremehkan gejala penyakitnya sehingga merasa kurang perlu mengunjungi tenaga kesehatan. Dalam kasus wanita, angka kematian yang lebih tinggi juga dapat disebabkan karena perbedaan penyakit jantung pada pria dan wanita. Ketika peneliti membandingkan wanita tanpa nyeri dada dan pria tanpa nyeri dada, peneliti menemukan resiko kematian yang lebih tinggi pada wanita. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Mon Feb 27, 2012 12:32 pm | |
| PERLUKAH CALON SUAMI TES HIV? Lusia Kus Anna | Senin, 27 Februari 2012 | 07:23 WIB Kompas/Praditya Mahendra DR SAMSURIDJAL DJAUZI Teman saya baru saja melahirkan anak pertamanya. Dia menjalani operasi caesar. Sehari sebelum operasi, dokter melakukan tes HIV dan di luar dugaan hasilnya positif. Dia dalam keadaan tegang karena akan menghadapi operasi, sekarang ditambah kenyataan dia HIV positif. Bagaimana sikap suaminya? Bagaimana pula nasib anaknya nanti, apakah akan tertular? Suaminya amat memahami keadaannya dan berterus terang bahwa dia pernah menggunakan narkoba sewaktu SMA, tetapi hanya setahun dan sejak itu tak pernah memakai narkoba lagi. Suami dalam keadaan sehat, tetapi dokter menganjurkan suami menjalani tes HIV, ternyata hasilnya positif. Teman saya menjadi mengerti bahwa dia tertular dari suaminya, tetapi bagi dia itu tak penting. Dia lebih mengkhawatirkan anaknya, adakah upaya agar anaknya tak tertular HIV? Dokter cukup bijak dengan memberikan informasi yang cukup menggembirakan. Sekarang ada obat virus dan anaknya dapat dikurangi risiko HIV-nya dengan cara operasi caesar serta diberikan susu formula sebagai pengganti air susu ibu. Semua telah dijalaninya. Suaminya dan dia sekarang juga sudah minum obat antiretroviral. Anaknya dalam pemantauan dokter dan sementara harus minum obat pencegahan. Saya jadi berpikir ulang untuk menikah. Apakah bijak jika saya meminta kekasih saya menjalani tes HIV? Apakah sebaiknya perempuan hamil perlu tes HIV? Benarkah jika diketahui sejak dulu dia HIV positif, dapat diberikan obat pencegahan agar bayinya terhindar dari HIV? Apakah sahabat saya telah kehilangan kesempatan untuk melindungi anaknya? Mohon penjelasan dokter.
N di J
Niat untuk membina keluarga sudah tentu disertai harapan keluarga yang sehat dan bahagia. Karena itu, dianjurkan kepada calon pengantin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Di samping pemeriksaan fisik, perlu beberapa pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis penyakit, seperti pemeriksaan kemungkinan talasemia serta penyakit infeksi, termasuk hepatitis B dan HIV. Jadi, sebenarnya tes HIV adalah sebagian saja dari pemeriksaan yang diperlukan. Jangan lupa juga menjalani vaksinasi tetanus toksoid dan rubela. Diharapkan, dengan pemeriksaan kesehatan tersebut, calon suami, calon istri, dan keturunannya kelak akan juga sehat. Jadi, Anda dapat merundingkan dengan calon suami Anda pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Sudah tentu semua berharap hasil pemeriksaannya akan baik. Namun, jika ada penyakit yang terdeteksi, akan ditangani dan juga amat penting dicegah penularannya kepada orang yang kita sayangi, yaitu istri atau suami. Untuk hepatitis B jika belum ada kekebalan perlu dilakukan vaksinasi hepatitis B. Sedangkan jika ibu hamil hepatitis B, anak yang lahir dapat dikurangi risiko penularannya dengan diberi suntikan imunoglobulin dan vaksinasi hepatitis B. Sementara tes HIV memang sekarang dianjurkan untuk ibu hamil. Ibu hamil yang positif HIV dapat diberi upaya pencegahan agar virus tersebut tak menular kepada anaknya. Pencegahan yang dilakukan adalah selama kehamilan minum obat antiretroviral, melahirkan dengan cara operasi caesar, serta mengganti air susu ibu dengan susu formula jika memungkinkan.
Risiko penularan Risiko penularan pada janin dalam kandungan sekitar 7 persen, pada waktu melahirkan cara biasa 15 persen, dan risiko penularan melalui air susu ibu 13 persen. Dengan demikian, keseluruhan risiko penularan adalah 35 persen. Risiko ini dapat diturunkan menjadi kurang dari 2 persen jika ketiga upaya tersebut dapat dilakukan dengan lengkap. Jika selama kehamilan tak sempat minum ARV, jumlah virus HIV dalam tubuh ibu hamil tinggi sehingga risiko menularkan selama melahirkan cara biasa atau pemberian air susu ibu masih tinggi. Karena itulah teman Anda dianjurkan dokter untuk memberikan susu formula. Kita semua sudah memahami sebenarnya air susu ibu adalah makanan terbaik bayi, tetapi pada keadaan ini akan lebih aman menggunakan susu formula. Namun, jika keinginan untuk menggunakan susu formula ini tak dapat dilakukan dengan baik, misalnya karena faktor biaya atau lain-lain, boleh dilakukan pemberian air susu ibu eksklusif. Bayi hanya minum air susu ibu saja selama enam bulan. Kita perlu belajar lebih banyak untuk meningkatkan keberhasilan pencegahan penularan HIV dari ibu hamil ke bayi, misalnya dari Thailand dan Kamboja. Program penanggulangan HIV di Kamboja berhasil menurunkan kasus baru HIV 50 persen, cakupan penggunaan ARV 92 persen, dan penurunan lebih dari 50 persen kasus HIV pada bayi. Untuk dapat meningkatkan keberhasilan penanggulangan HIV, masyarakat harus memahami bahaya HIV dan bagaimana menghindari diri dari penularan penyakit ini. Tes HIV harus tersebar di seluruh Indonesia dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Tes HIV Pakar HIV, Prof Zubairi Djoerban, dalam suatu simposium menganjurkan agar kita menggalakkan tes HIV di masyarakat, terutama untuk pengguna narkoba dan pasangan seksualnya, juga pasangan seksual ODHA, mereka yang terdiagnosis penyakit menular seksual, ibu hamil, penderita tuberkulosis, bahkan siapa saja yang merasa perlu dites. Tanpa tes HIV, kita tak dapat menetapkan apakah seseorang tertular HIV. Kesempatan untuk mengobati hilang dan juga kesempatan untuk mengurangi pencegahan kepada orang lain hilang. Prof Zubairi berharap kita dapat melaksanakan tes HIV pada sekitar 10 juta penduduk kita. Apakah saran ini berlebihan? Ternyata, pada tahun 2010 Afrika Selatan yang berpenduduk 50 juta orang telah melakukan 10 juta tes HIV dan dapat ditemukan sekitar 2 juta yang positif. Mereka yang positif diobati supaya virusnya dapat ditekan agar tidak timbul infeksi oportunistik dan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada pasangan seksualnya. Bagaimana dengan biaya? Sudah tentu tidak seluruh biaya harus dimintakan dari pemerintah. Mereka yang mampu membayar dapat membiayai diri sendiri dan yang tak mampu dibantu oleh pemerintah. Jadi, banyak yang dapat kita bantu untuk sahabat Anda. Terapi HIV sekarang sudah maju dan efektivitasnya tinggi. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Mon Mar 12, 2012 8:13 pm | |
| INDUKSI PERSALINAN BISA MEMICU KOMPLIKASI Lusia Kus Anna | Sabtu, 10 Maret 2012 | 14:24 WIB Kompas.com - Pemberian induksi atau rangsangan untuk memicu proses persalinan seharusnya diberikan pada waktu yang paling tepat. Induksi yang tidak dibutuhkan bisa meningkatkan risiko operasi caesar dan komplikasi pada bayi. Dibandingkan dengan persalinan spontan, merangsang persalinan untuk alasan yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko bedah caesar hingga 67 persen. Dampak lainnya adalah meningkatkan risiko bayi harus dirawat secara intensif di neonatal intensive care unit (NICU). Para ibu yang melahirkan pada atau setelah usia kehamilan 41 minggu lebih tidak memerlukan suntikan penghilang sakit seperti epidural atau analgesik spinal. Mereka yang melahikran di usia kehamilan setelah 37 minggu risikonya untuk mengalami robekan perineum lebih kecil, dan risiko komplikasi persalinan paling rendah ditemukan pada persalinan setelah 38 minggu. Secara umum, risiko komplikasi persalinan yang rendah, baik pada ibu dan bayi adalah persalinan di usia 38-39 minggu secara spontan atau alami. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Australia dengan menganalisa data lebih dari 28.000 perempuan, baik yang melahirkan spontan, induksi karena alasan medis, serta induksi karena alasan yang tidak jelas. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Mon Mar 19, 2012 8:05 pm | |
| PENTINGNYA "HOSPITAL TOUR" SEBELUM MELAHIRKAN Bidan Romana Tari | Asep Candra | Senin, 19 Maret 2012 | 11:28 WIB KOMPAS.com - Pelayanan kesehatan terutama di bidang kebidanan yang memuaskan dan profesional bagi ibu hamil harus menjadi jaminan dari setiap rumahsakit atau klinik bersalin. Hal ini berkaitan juga dengan kesiapan fasilitas pelayanan yang ada di rumah sakit dan bagaimana keramahan para praktisi kesehatan baik medis maupun paramedis. Sebuah pelayanan yang profesional tentu tidak akan ragu untuk memperkenalkan semua fasilitas baik ruang, alat kesehatan penunjang maupun menjelaskan bagaimana prosedur yang akan dilalui para klien atau ibu hamil yang akan melahirkan di sarana kesehatan yang mereka miliki.
Tujuan hospital tour Menengok kembali pelayanan kebidanan di rumah sakit dan klinik bersalin masa dahulu, jarang ibu hamil diberi kesempatan dan diberi tahu manfaat hospital tour atau kunjungan melihat lihat tempat, dimana ia akan dirawat saat melahirkan baik di rumah sakit atau klinik bersalin. Dalam kegiatan tour ini, selain mengunjungi rumah sakit juga untuk mengetahui mengetahui fasilitas yang ada. Namun sayang tempat sarana kesehatan masih belum banyak yang menyediakan layanan hospital tour ini. Hospital tour bukan sekedar melihat ruang kelas perawatan. Seringkali pasien datang ke rumah sakit hanya ingin tahu apa bedanya fasilitas tiap kelas perawatan. Lebih jauh hopital tour atau berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan terutama kebidanan dimaksudkan agar pasien mengenal bagaimana dan apa saja fasilitas pelayanan kesehatan yang bisa ia peroleh di rumah sakit atau klinik bersalin, bagaimana cara persalinan yang ada. Misalnya, layanan waterbirth, hypnobirthing, inisiasi menyusu dini, pijat bayi, senam hamil dan nifas dan sebagainya. Bidan atau petugas yang menjelaskan sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup baik dibidang pelayanan kebidanan di tempat tugas mereka serta mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan peserta hospital tour. Pengetahuan ini penting untuk menimbulkan rasa percaya pada pelayanan kesehatan yang kita berikan.
Petugas pemandu hospital tour adalah perwakilan dari bidan yang ada di ruang bersalin, ruang bayi atau ruang nifas yang dapat menjelaskan secara baik dan memahami betul tentang tersedianya ruang-ruang yang ada di lingkungan kebidanan. Misalnya, fasilitas apa saja yang terdapat di bagian bersalin, bagaimana kesiapan rumah sakit atau klinik bersalin bila terjadi kegawatdaruratan bayi dan ibu, proses merujuk dan fasilitas yang mereka miliki bila tidak merujuk. Semua penjelasan itu seringkali menjadi pertanyaan para ibu hamil dan tak sempat ditanyakan saat berkunjung kontrol ke bidan atau dokter, atau bahkan takut bertanya. Memang tidak semua secara detail harus dijelaskan, minimal calon ibu yang akan melahirkan di situ memiliki gambaran tentang dimana mereka dirawat, siapa yang merawat dan sosialisasi peraturan yang ada selama mereka menjalani perawatan. Pada akhirnya, diharapkan rumah sakit atau klinik bersalin akan semakin terus memperhatikan kebutuhan para pasien, sehingga tercipta suasana yang harmonis antara petugas kesehatan dan pasien ibu hamil selama berada dalam masa perawatan.
Kelas ibu Seringkali komplain dan ketidakpuasan adalah akibat kurangnya informasi kepada pasien tentang fasilitas dan pelayanan apa saja yang berhak mereka dapatkan dan kewajiban selama menjadi pasien di rumah sakit atau klinik bersalin. Menyikapi dan mengantisipasi terjadinya ketidakpuasan pasien atas pelayanan tentu sangat dibutuhkan sebuah program pendampingan bagi ibu hamil sejak masa kehamilan dimulai. Hal ini bisa di wujudkan dengan mengadakan kelas ibu atau bisa juga membuka parent education class sebelum seorang ibu hamil melahirkan. Dalam pendidikan dan penyuluhan kesehatan ibu hamil ini, selain mendapat informasi tentang kesehatan ibu hamil, juga disampaikan mengenai apa yang sebaiknya dilakukan dan dihindari selama hamil, senam hamil dan sebagainya. Pemberi materi adalah dokter ahli kandungan, ahli anak, bidan, ahli gisi, apoteker dan psikolog dan beberapa narasumber terkait.
Mengenal fasilitas dan petugas kesehatan Dalam kelompok kelas ibu ini sekaligus dibuat kegiatan terjadwal untuk mengajak para ibu hamil secara bergantian. Dilaksanakan pada trimester tiga atau memasuki bulan ke tujuh untuk berkeliling di rumah sakit atau klinik bersalin (program hospital tour). Saat berkeliling di rumah sakit atau klinik bersalin, petugas kesehatan menunjukkan fasilitas apa saja yang ada terkait dengan kebidanan, misalnya ruang perawatan bayi, bersalin, nifas, ruang klinik laktasi, tempat penyuluhan, fasilitas ruang ICU bayi, farmasi, kantin, taman dan dimana lokasi ruang operasi bila diperlukan. Kelompok kelas ibu tidak harus masuk ke dalam ruangan bila sedang ada pasien atau kondisi tidak memungkinkan, namun bisa diinformasikan bahwa dalam ruang tersebut ada peralatan apa saja termasuk kelengkapan alat emergensi untuk kasus kegawatdaruratan, dan fasilitas ruang perawatan intensif bayi (neonatal intensife care unit) dan sebagainya.
Membina hubungan baik petugas kesehatan dan pasien Hubungan baik antara bidan dokter dan para ibu hamil dapat dijalin sejak sebelum masa persalinan tiba. Pada kesempatan hospital tour ini, bidan dan dokter dapat berkenalan dengan pasien ibu hamil dan suami yang mengantar. Hubungan baik ini juga menjadi salah satu support penting untuk mengurangi kecemasan para ibu hamil yang akan melahirkan. Biasanya kecemasan umum adalah tidak kenal dengan bidan, takut dimarahi, nanti siapa yang akan menolong, siapa yang diijinkan mendampingi ibu hamil saat proses persalinan dan sebagainya. Minimal, para ibu dapat lebih tenang karena sedikit banyak sudah ada gambaran situasi dan kondisi juga tentang keramahan para bidan dan dokter yang akan menangani persalinan. Apabila layanan hospital tour ini belum ada di tempat dimana kita akan bersalin, pasangan suami istri bisa mengambil waktu khusus sebelum waktu bersalin tiba untuk berkunjung. Sebaiknya ajukan rencana ini kepada dokter atau bidan di tempat bersalin. Saat menuju tempat pelayanan kesehatan perkirakan pula berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan dari rumah menuju ke tempat untuk melahirkan. Share para sahabat sangat membantu upaya peningkatan pelayanan kebidanan, sebenarnya apa sih yang dibutuhkan para ibu bersalin dan keluarganya saat masuk ke tempat bersalin.
Salam hangat Semoga bermanfaat |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Thu Mar 29, 2012 9:02 am | |
| SINDROM WANITA KESEPIAN Julianto Simanjuntak | Asep Candra | Rabu, 28 Maret 2012 | 08:54 WIB KASUS : Kompas.com - Seorang ibu tengah baya, wanita karir berusia 41 tahun bernama Sari (Samaran) datang konsultasi. Suaminya pengusaha sukses dan mapan. Tidak heran kedua anak mereka yang sudah SMP sekolah bertaraf internasional dengan uang sekolah 10 juta/bulan per anak. Punya mobil dan rumah mewah. Sayangnya, hubungan mereka beberapa tahun terakhir hambar. Mereka masing-masing sibuk. Apalagi suami Sari kaku dan sama sekali tidak romantis. Sementara Ibu Sari punya kebutuhan dan bahasa cinta ngobrol dan kebersamaan. Suatu hari di tahun 2002 terjadi banjir besar di Jakarta. Rumahnya di bilangan Jakarta Barat tak luput tertimpa musibah banjir. Lebih dua minggu baru urusan rumah beres pasca banjir. Sayangnya saat itu sang Suami justru berada di luar negeri. Saat itu muncullah eks pacarnya yang memberi perhatian. Datang ke rumah dan membantu, dari membersihkan hingga mengirimkan makanan. Entah bagaimana hati Sari terenyuh dengan kebaikan mantannya ini. Saat si mantan meminta lebih dari sekedar ngobrol diapun tak kuasa menolak. Namun setelah suaminya pulang, mereka tidak mungkin saling bertemu. tetapi lewat telepon dia masih merasakan getaran kasih sayang mantannya yang tidak pernah Sari dapatkan dari suaminya. Inilah yang membuat dia merasa bersalah dan perlu konsultasi. ****** Inilah salah satu penyakit yang menggerogoti sebagian perempuan dan pria, kesepian. Pernahkah Anda mulai merasa tidak betah di rumah. Begitu tiba di rumah ingin pergi lagi. Saat malam tiba mulai mendadak bingung dan merasa tidak ada yang dikerjakan. Ingin ke luar rumah tapi tidak tahu mau ke mana. Tiap bangun tidur muncul pikiran, "Hari ini enaknya ke mana ya?".
Sindrom Sarang Kosong Apakah anda pernah merasa hidup tidak punya tujuan. Mau belanja ke Mal, semua sudah ada. Mau dengarkan musik, bosan. Mau ajak teman jalan, semua sibuk. Akhirnya terpaksa pergi juga sendirian ke Mal, sekedar duduk, makan dan minum. Lihat-lihat, dan tergoda juga untuk belanja. Rasanya ingin membeli barang, tapi tidak dibutuhkan. Setiba di rumah barang itu ditumpuk di gudang. Padahal barang itu mahal. Anehnya kalau dilihat daftar teman di HP (phone-book) Anda punya banyak teman, tetapi dunia ini kok terasa sepi? Serasa tidak menikmati lagi bergaul dengan mereka. Tidak sehangat dulu lagi. Sudah tidak bisa sesering dulu bercanda ha ha hi hi. Kadang mulai ada perasaan diri hanya dimanfaatkan teman. Jadi meski secara prestasi dan jabatan anda oke, uang berlebih tetapi tetap saja ada yang terasa kurang. Merasa tidak puas. Ujung-ujungnya jadi suka ngedumel alias banyak ngomel bin rewel. Mudah merasa bosan dan lelah. Ujung-ujungnya cepat tersinggung. Ditambah lagi komunikasi dengan pasangan mulai hambar. Jarang mengobrol, atau pergi bersama seperti dulu saat anak-anak masih kecil. Kalau bicara cuma sepatah dua kata dan terasa sangat basa-basi. Setiba di rumah suami dan anak-anak sibuk sendiri. Mereka punya kegiatan sendiri. Mulai hati ini cepat tersinggung. Pasangan dan anak buat salah sedikit saja sensitif dan langsung marah. Tidak heran, mulai ada godaan tertarik pada pria lain. Nah, jika anda sudah mulai mengalami semua atau sebagian gejala ini anda harus mulai hati-hati. Anda mungkin sudah masuk ke krisis pertengahan hidup dan mengalami sindrom sarang kosong. Fenomena empty nest syndrom ini biasanya menimpa para ibu tengah baya yang bekerja di rumah dan mampu secara ekonomi. Mulai umur 40-an bahkan sebelum itu. Saat anak masih kecil ada saja yang diurusnya. Tetapi saat anak besar, kuliah lalu pergi meningalkan rumah Anda mulai merasa tidak berguna di rumah. Sebab pekerjaan di rumah sudah ada pembantu. Sementara itu suami yang dulu suka minta bantu, kini sudah lebih mandiri karena merasa bisa dibantu staf atau sekretarisnya. sang suami sepertinya tidak perlu bantuan Anda. Saat seperti inilah kesepian menggigit jiwa dan timbul perasaan tidak berguna dan mempengaruhi banget harga diri anda. Merasa diabaikan.
Sumber masalah Mereka yang terkena sindrom ini umumnya merasa bingung. Sebab secara fisik oke, semuanya ada, dan kondisi anak serta pasangan juga oke-oke saja. tetapi setelah diteliti lebih mendalam ternyata sistem rumah tanggalah yang bermasalah. Sistem pernikahan tidak berfungsi dengan baik. Suami tidak berfungsi sebagai suami, Ayah tidak berfungsi sebagai ayah. Juga sang isri tidak berfungsi sebagai istri. Ibu tidak berfungsi sebagai Ibu. Kehadiran pembantu dan supir sering kali menggantikan fungsi ini sejak pernikahan baru dimulai, saat anak-anak masih kecil. Kesibukan menjadi alasan pasutri tidak lagi memberikan waktu berduaan menikmati makan bersama, dan ngobrol berduaan. Saat anak masih kecil dan nampaknya Anda sibuk dengan anak-anak, ini tidak terasa. Tetapi saat anak dewasa dan meninggalkan rumah, maka kehilangan anak-anak sangat terasa di masa ini. Barulah anda merasa seperti kehilangan pegangan. Kondisi ini diperparah karena selama ini hubungan Anda dengan pasangan tidak harmonis dan romantis. Tidak pernah di tune-up kemesraannya. Tidak pernah mengembangkan keterampilan. Akibatnya, keintiman tidak bertumbuh dengan baik. Hubungan hambar dan sudah seperti teman biasa. Kalau Anda sudah merasa gejala ini pertimbangkanlah untuk memperbaikinya. Mungkin ada sistem perkawinan anda yang salah atau tidak jalan. Mungkin keintiman sudah memudar. Di tengah situasi ini justru paling menakutkan bagi para suami ketika dia tidak siap memasuki usia pensiun. Menjadi sensitif dan cepat marah. Mendadak dia memperlakukan istrinya seperti pegawai kantor. Tentu ini sangat menyebalkan istrinya. Tentu tidak semua orang mengalami sindrom di atas. Tapi kalau sedang mengalaminya, carilah seorang yang dapat membantu Anda mengatasi masalah itu yaitu seorang konselor profesional. Untuk mengantisipasi dan mencegah sindrom sarang kosong, bangunlah keintiman yang sehat dengan pasangan dan anak-anak sejak awal. Bina hubungan akrab dan saling menghargai. menumbuhkan konsep dan harga diri yang sehat. Bukan meletakkan harga diri pada jabatan, pangkat serta harta benda. Tapi justru pada hubungan yang saling mencintai. Tak kalah penting membina hubungan bermakna dengan Tuhan.
Jalan masuk Hidup lebih penting daripada harta dan jabatan. Ya hidup lebih penting daripada fasilitas hidup. Hidup lebih penting dari jabatan dan pangkat. Hidup juga lebih penting dari keberhasilan dan kesenangan. Hidup adalah anugerah yang layak kita syukuri senantiasa. Karena itu selama masih hidup marilah menghargai pasangan dan anak kita. Membuat mereka menjadi orang yang berarti dan berguna. Membuat mereka merasa dicinta atau disayang. Janganlah sampai anak merasa Papanya lebih cinta pekerjaan darpada dirinya. Jangan sampai Anak merasa Mamanya lebih mencintai karir daripada dirinya. Jangan sampai istri merasa suaminya lebih peduli pekerjaan atau teman kantornya, dll. Kesempatan bersama anak toh tidak lama, paling beberapa belas tahun saja. Setelah dewasa mereka akan meninggalkan rumah. Bahkan mungkin sejak masih kuliah. Kelak mereka menikah mereka akan meniru atau mengadopsi pola keintiman keluarga Anda dengan pasangan. Dengan pasangan juga kita tidak tahu bisa berapa lama, sebab kematian bisa sewaktu-waktu menjemput. Karena itu mencegah gejala sarang kosong ini menimpa diri kita, perkuat hubungan satu sama lain. Hangatkan cinta dan kebersamaan. Juga tumbuhkan perasaan mencinta dan saling membutuhkan. Akhirnya jika pernah ada salah, konflik serta luka jiwa yang menghambat komunikasi saat ini, tumbuhkan kemampuan saling memaafkan. Mencintai hingga terluka adalah seni menjalani pernikahan sampai akhir hayat dan Anda puas. Semoga bermanfaat |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |