Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Wanita

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 9, 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Nov 11, 2011 3:59 pm

CEK KESEHATAN PRANIKAH, HARUSKAH?
Lusia Kus Anna | Jumat, 11 November 2011 | 11:23 WIB
Kompas.com - Tahun ini, jumlah penduduk dunia diprediksi menembus angka tujuh miliar jiwa. Sebagai negara keempat terbesar di dunia, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 per tahun, jumlah penduduk Indonesia pada 2011 sudah 241 juta. Kalau yang lahir adalah bayi-bayi yang sehat, tidak masalah. Kalau sebaliknya? Bisa menjadi beban keluarga, masyarakat, dan negara. Karena itulah diperlukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. "Tujuan pernikahan antara lain untuk memperoleh buah hati yang unggul. Dengan pemeriksaan ini, akan terlihat benih dari calon suami maupun istri, apakah campuran dari kedua bibit ini bisa menghasilkan benih buah yang unggul atau tidak," ungkap Dr.Handrawan Nadesul. Diungkapkan, semakin berbeda ras dan kebudayaan, semakin bagus senyawa yang terbentuk pada keturunan nantinya. Sebaliknya, jika masih dekat garis darah, kemungkinan melahirkan anak cacat lebih besar. Selain itu, dijumpainya penyakit atau kelainan tertentu namun tidak disembuhkan lebih dulu, bisa "membahayakan" perkawinan. Masing-masing pihak akan saling menyalahkan. Bukan itu saja, kondisi tersebut juga bisa membahayakan calon bayi yang dikandung.

Enam bulan sebelum
Tujuan lain dari pemeriksaan kesehatan pranikah adalah supaya calon ibu dan ayah dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat agar anak yang dikandung tergolong anak unggul, tak kurang apa pun dalam tumbuh kembangnya. Konsep foetal programming, seperti pernah dituliskan Dr.Handarawan, berarti mengupayakan agar program menciptakan anak unggul sudah dimulai sejak sebelum menikah. Mereka yang sudah mengetahui dalam diri dan keluarganya terdapat riwayat talasemia, hemofilia, atau masalah terkait darah lainnya, sebaiknya mengecek kesehatan sebelum menikah agar anak dengan gangguan darah batal terbentuk. Demikian pula yang memiliki masalah kesehatan termasuk diabetes, kanker, buta warna, atau gangguan jiwa. Ia merekomendasikan calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan enam bulan sebelum menikah. Hasil pemeriksaan kesehatan pranikah sekaligus dapat digunakan untuk melihat ada atau tidaknya rhesus negatif, kelainan pada darah, penyakit autoimun, kelainan kromosom, atau ada tidaknya riwayat keluarga dan cacat bawaan. (GHS/Esti Setia Sari)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Nov 11, 2011 4:40 pm

TAK PERLU MERASA BERSALAH MENJADI IBU BEKERJA
Christina Andhika Setyanti | Dini | Jumat, 11 November 2011 | 09:25 WIB
KOMPAS.com - Ketika harus meninggalkan anak di rumah untuk pergi bekerja, apa yang sering Anda rasakan sebagai seorang ibu bekerja? Apakah kasihan melihatnya menangis, ataukah perasaan bersalah karena tak dapat menemaninya? Ternyata, semua rasa kasihan, tak tega, atau rasa bersalah ini seharusnya Anda kesampingkan. "Ketika harus bekerja dengan alasan apapun, jangan pernah merasa bersalah kepada anak karena Anda harus pergi meninggalkannya untuk bekerja," tukas konsultan anak Hanny Muchtar Darta, saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Menurut penelitian, adanya perasaan bersalah pada ibu bekerja akan menimbulkan energi negatif pada anak. Working mom yang dihantui rasa bersalah biasanya akan membuat mereka cenderung memenuhi semua permintaan anak. Dengan memenuhi semua permintaan anak, sang ibu berharap anak akan menjadi bahagia. Bila anak bahagia, rasa bersalah itu pun akan terkikis.

Sayangnya, cara ini akan membuat anak cenderung memanfaatkan rasa bersalah Anda untuk dapat "menguasai" Anda. Agar anak tidak merasa lebih powerful dibandingkan ibunya, diperlukan komunikasi antara ibu dan anak untuk menjelaskan alasan mengapa Anda harus bekerja dan meninggalkannya. "Jelaskan ke anak mengapa Anda bekerja. Misalnya untuk membantu ayah agar bisa punya rumah yang layak, atau untuk membiayai pendidikan mereka," tukasnya.

Berikan alasan yang masuk akal dan logis untuk dicerna anak. Jangan sekali-kali memberikan anak alasan yang dibuat-buat, seperti, "Mama bekerja untuk membeli susu kamu". Meskipun itu alasan yang tepat, namun bisa membuat anak berpikir, lebih baik ia tidak perlu minum susu yang tidak disukainya daripada ibunya harus bekerja. Selain menjelaskan tujuan Anda bekerja, jelaskan juga kepada anak bahwa Anda suka melakukan pekerjaan itu. "Jangan hanya beri tahu anak alasan ekonomi saja, tapi jelaskan juga bahwa Anda melakukan pekerjaan itu dengan ikhlas dan senang," tambah Hanny. Dengan penjelasan ini, anak juga mengerti bahwa ibunya memiliki pekerjaan yang menyenangkan. Anak menjadi lebih mengerti bahwa ibunya tidak bekerja hanya harus memenuhi kebutuhannya saja, dan lebih "rela" melepas ibunya pergi bekerja.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Nov 12, 2011 6:14 pm

9 HAL TERPENTING BAGI PEREMPUAN
Penulis : Annisa Indri Lestari 29 Oktober 2011 09:00 WIB Media Indonesia
PEREMPUAN sering mengorbankan kebutuhan mereka untuk keluarganya. Waktu istirahat terkadang sering diabaikan demi mencapai tujuan hidup keseluruhan. Terlepas dari hal itu, untuk mencapai keseimbangan hidup dan perkawinan, sembilan faktor di bawah ini sangat penting bagi keberlangsungan hidup seorang perempuan:

Seks
Bercinta menjadi peran utama agar hubungan perkawinan harmonis. Cara termudah menjadwalkan seks adalah memilih hari untuk aktivitas seksual. Luangkan waktu khusus untuk memanjakan pasangan Anda.

Kumpul dengan teman perempuan
Luangkan waktu dengan teman-teman perempuan untuk sekedar curhat atau bersenda gurau. Kegiatan ini membantu mengurangi stes dan menormalkan apa yang telah Anda alami dalam mengatur anggaran rumah tangga.

Berkegiatan dengan anak
Setelah selesai memasak makanan favorit anak-anak Anda, alangkah baiknya membantu mereka dengan pekerjaan rumah dan menengahi pertengkaran. Energi emosional akan keluar setiap kali Anda bergaul dengan anak. Anda tentu akan dihormati dan dihargai serta menciptakan hubungan yang sehat antara orang dewasa dan anak-anak.

Luangkan waktu sendiri
Tidak saja memenuhi kebutuhan orang lain, Anda juga perlu membiarkan pikiran beristirahat dan mengembara. Lakukan hal sederhana seperti meditasi, merajut atau berjalan-jalan solo. Anda bisa mempelajari bagaimana melakukan hal yang bermanfaat bagi kesehatan.

Manjakan sisi kreatif
Gunakan otak kanan Anda untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif. Misalnya menjadi pemain gitar amatir atau penyair. Menjadi kreatif akan meningkatkan kebahagiaan Anda. Siapa tahu karya kreatif Anda bisa menghasilkan pundi-pundi uang.

Belajar sesuatu yang baru
Salah satu cara menstimulasi otak adalah dengan belajar ketrampilan baru. Kemampuan ini secara keseluruhan juga meningkatkan kognitif Anda. Coba cari komunitas lokal di perguruan tinggi atau perpustakaan umum untuk berlatih bahasa baru dengan kursus online.

Tidur
Pikiran, tubuh dan emosi semuanya terhubung. Jika Anda kurang tidur berdampak buruk bagi kesehatan. Selesaikan kegiatan dan tugas-tugas sebelum waktu tidur Anda.

Jadi relawan
Orang yang menjadi sukarelawan kenyataannya sering menemukan dirinya bahagia. Perasaan itu muncul biasanya karena membantu orang lain dan selalu merasa dibutuhkan.

Olahraga
Dengan berolahraha bisa meningkatkan kesehatan dan kewarasan jiwa. Luangkan waktu 15 menit beberapa kali seminggu untuk berjalan kaki. Anda bisa yoga dan pilates di ruang keluarga dengan instruksi dari DVD. (*/OL-06)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Nov 12, 2011 6:20 pm

INGIN BAHAGIA SETIAP HARI?
Dwi Indah Nurcahyan - Okezone - Sabtu, 12 November 2011 13:13 wib
BANYAK orang sulit mencapai kebahagiaan karena mereka kesulitan menikmati hidup. Nah, untuk menciptakan kebahagiaan berikut ini cara-cara yang dapat dilakukan. Kebahagiaan sebenarnya bukanlah barang mahal dan dapat digapai dengan cara sederhana. Sayangnya, tak semua orang dapat dengan mudah mendapatkan kebahagiaan ini. Nah, jika Anda tertarik untuk mewujudkannya dalam hari-hari Anda, Idiva memiliki jurusnya.

Atur perasaan Anda
Memilih untuk bahagia adalah sebuah pilihan. Karenanya diperlukan keberanian untuk meramalkan perasaan Anda. Tatalah hati Anda dan ubahlah gelombangnya agar selalu stabil merasakan kebahagiaan. “Sebagian besar kebahagiaan dalam kehidupan berasal dari luar diri Anda. Jadi, cukup memilih berbagai hal di luar diri Anda yang dapat membuat hati bahagia dan biarkan kebahagiaan menghampiri Anda,” ujar seorang konselor di India Shiyani.

Membuat indikator kebahagiaan
Biasakanlah setiap satu jam sekali untuk bertanya pada diri sendiri “Bagaimana suasana hati saya?” kata sutradara film Bhavna Talwar. Setelah itu temukanlah kebahagiaan walaupun dalam hal-hal kecil guna mengatasi rintangan hidup. Tak hanya itu, teruslah melakukan hal-hal kecil yang membuat Anda bahagia.

Tidak menjadikan orang lain sebagai parameter
Kecemburuan dapat menghancurkan kebahagiaan Anda. Karenanya jangan menjadikan orang lain sebagai patokan dalam mengukur kebahagiaan Anda. Ingat, kebahagiaan masing-masing orang itu berbeda satu sama lain.

Bersyukur
Bersyukur dapat membuat kita menjadi sadar diri. Jadi, jangan pernah lupa untuk memanjatkan syukur atas semua yang Anda dapatkan dan lalui karena hal tersebut dapat memberikan kedamaian luar biasa.

Jangan tergantung pada orang lain
Menggantungkan diri pada orang lain tidak akan membuat Anda bahagia. Sebaliknya, Anda hanya akan dibuat kecewa olehnya. Karenanya, jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, karena yang merasakan kebahagiaan tersebut adalah diri Anda sendiri.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Nov 15, 2011 9:43 am

RISIKO MELAHIRKAN TERLALU SERING
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Selasa, 15 November 2011 | 07:51 WIB
KOMPAS.com - Memiliki banyak anak kini kurang diminati para orangtua dengan alasan biaya hidup dan pendidikan yang semakin mahal. Di luar masalah finansial sebenarnya melahirkan terlalu sering beresiko buruk bagi kesehatan ibu dan bayi. "Makin sering hamil, makin buruk dampaknya bagi kesehatan karena meningkatkan risiko kematian ibu," kata Dr.Philip Darney, direktur Bixby Center for Global Reproductive Health, Universitas California, AS, seperti dikutip Foxnews. Menurut Darney, wanita yang melahirkan anak lima orang atau lebih memiliki risiko kehamilan bermasalah. Salah satu komplikasi yang mungkin dialami adalah perdarahan saat persalinan. Di Indonesia sendiri, saat ini perdarahan masih menjadi penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Rahim, organ tempat janin berkembang, terdiri dari jaringan otot. Kehamilan yang terlalu rapat akan mengendurkan otot-otot tersebut sehingga setelah persalinan rahim menjadi sulit berkontraksi untuk kembali ke ukurannya yang semula dan terjadilah perdarahan. Obat-obatan biasanya kurang berhasil mengatasinya. Menurut penjelasan dr.Prima Progestian, Sp.OG, selain risiko perdarahan ada beberapa risiko yang harus dihadapi wanita yang melahirkan terlalu sering.

1. Risiko placenta previa dan plasenta akreta meningkat.
Placenta previa adalah kelainan letak plasenta yang seharusnya di atas rahim malah di bawah, sehingga menutupi jalan lahir.

2. Meningkatnya intervensi dalam persalinan seperti pemasangan infus atau induksi (rangsangan) agar tanda persalinan muncul.
Induksi bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau memecahkan kantung ketuban.

3. Usia ibu yang terlalu tua juga menyebabkan risiko kecacatan janin, komplikasi pada ibu (preeklampsia atau diabetes gestasional).

4. Risiko bayi dilahirkan prematur akibat jaringan parut dari kehamilan sebelumnya bisa menyebabkan masalah pada plasenta bayi.
Menurut dr.Prima, meski sampai sekarang belum ada batasan pasti berapa banyak ibu boleh hamil dan dioperasi caesar, namun menurut riset diperoleh kurva bahwa melahirkan anak di atas tiga orang maka risiko komplikasi akan meningkat. "Untuk operasi caesar ada konsensus bahwa batasannya tidak lebih dari tiga kali," katanya.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Wed Nov 16, 2011 6:58 pm

PERAWATAN DI SALON BISA TULARKAN HEPATITIS
Lusia Kus Anna | Rabu, 16 November 2011 | 15:27 WIB
Kompas.com - Memanjakan tubuh di salon dengan berbagai perawatan kecantikan seperti perawatan kuku atau penataan rambut sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar perempuan. Walau perawatan-perawatan itu bisa meningkatkan rasa percaya diri namun ternyata ada bahaya kesehatan yang mengintai. Menurut laporan terbaru yang disampaikan dalam pertemuan the American College of Gastroenterology ke-76 di Washington D.C, AS, terungkap risiko penularan hepatitis melalui alat-alat yang biasa dipakai di salon. Alat-alat yang bisa menjadi sumber penularan infeksi antara lain alat untuk manicure, pedicure, dan pisau cukur. Menurut Dr.David A.Johnson, seorang peneliti, bila tidak disterilkan alat-alat tersebut bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman bahkan menularkan penyakit yang ditularkan oleh darah seperti hepatitis B dan C. "Kuncinya adalah pada kepatuhan pemilik salon untuk membersihkan dan menggunakan disinfektan untuk mencegah penyebaran penyakit," kata Johnson, ketua divisi gastroenterologi dari Eastern Virginia Medical School. Ia menambahkan isu mengenai infeksi lewat alat salon memang bukan hal baru. Evaluasi dilakukan setelah adanya kasus penularan hepatitis C akut yang diduga kuat disebabkan karena perawatan manicure/pedicure. Dalam penelitiannya ia menganalisa 18 studi yang menyebutkan ada kemungkinan penularan hepatitis B dan C dari alat salon. Memastikan bahwa alat-alat salon yang dipakai sudah steril memang agak sulit, tetapi Dr.Johnson menyarankan agar kita membawa alat menicure atau pedicure sendiri, terutama jika Anda termasuk orang yang gemar melakukan perawatan di salon.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Nov 29, 2011 6:48 pm

8 MITOS KELIRU SOAL MENOPAUSE
Bramirus Mikail | Asep Candra | Selasa, 29 November 2011 | 15:08 WIB
KOMPAS.com - Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan bertambahnya usia perempuan. Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan.
Ada beberapa anggapan keliru soal menopause yang masih banyak dipercaya oleh kalangan perempuan. Berikut ini adalah mitos-mitos tentang menopause dan kebenaran akan faktanya :

1. Menopause berarti Anda sudah tua
Faktanya: Rata-rata usia menopause seorang perempuan adalah 51 tahun dan usia ini tidaklah terlalu tua untuk jaman sekarang. Bahkan, beberapa perempuan sudah memasuki masa menopause pada usia 28 tahun yang mana fenomena ini disebut menopause dini. Penyebab menopause dini belum diketahui secara pasti, meskipun ada yang mengaitkannya dengan pengaruh dari faktor genetik. Beberapa perempuan biasanya memasuki masa menopause dini karena penyakit atau pengangkatan indung telur saat operasi.

2. Mudah gemuk
Faktanya: Banyak wanita mengeluhkan berat badan mereka bertambah mendekati masa menopause. Perlu diketahui, bertambahnya berat badan bukan disebabkan karena Anda mengalami menopause, melainkan karena faktor penuaan, ini juga terjadi pada pria. Dengan menjaga pola diet dan melakukan aktivitas fisik yang teratur - (latihan kekuatan penting artinya untuk membakar kalori) - Anda dapat melewati menopause tanpa mengalami penambahan berat badan.

3. Setiap wanita alami depresi saat menopause
Faktanya: Studi menunjukkan, kebanyakan perempuan dengan menopause tidak mempunyai masalah terkait mood atau suasana hati. Beberapa riset bahkan melaporkan, usia antara 45-55 tahun merupakan masa-masa terbaik dari kehidupan seorang perempuan. Perasaan mudah tersinggung, umumnya sering disebabkan oleh hot flashes dan masalah tidur tidak terdiagnosis. Hot flashes terjadi akibat perubahan kadar hormon dengan gejala seperti rasa panas yang berlebihan. Penyebab lain yang mungkin adalah efek samping dari obat atau masalah tiroid yang tidak terdiagnosis.

4. Menopause merusak kulit Anda
Faktanya: Secara bertahap, kulit Anda tidak akan menjadi lebih rapuh atau rusak karena menopause. Tetapi kerusakan kulit umumnya disebabkan karena beberapa faktor seperti paparan sinar matahari, merokok dan genetika. Merokok dapat mempercepat proses keriput pada kulit. Beberapa penelitian menunjukkan, individu yang merokok biasanya terlihat lebih tua ketimbang mereka yang tidak merokok. Jika Anda ingin menjaga kulit tetap terawat, gunakan tabir surya dan jauhi asap rokok.

5. Kehidupan seks Anda sudah berakhir
Faktanya: Masalah hormon bukan satu-satunya yang memengaruhi hasrat seseorang untuk melakukan hubungan seksual. Beberapa hal lain seperti kualitas hubungan, pendidikan, perasaan tentang tubuh sendiri, tingkat stres, dan bahkan kualitas tidur, semuanya juga bisa mempengaruhi kehidupan seks seorang perempuan.

6. Menopause sengsara bagi semua orang
Faktanya: Ada sejumlah besar variasi bagaimana menopause mempengaruhi perempuan. Hampir tiga perempat di antaranya mengalami hot flashes, gejala menopause paling umum, tetapi hanya sebagian kecil mengatakan hot flashes sangat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.
Justru banyak perempuan yang mengaku senang memasuki periode menopause dan mengatakan bahwa mereka dapat menikmati aktivitas seks karena tidak perlu khawatir akan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

7. Setiap orang membutuhkan "pengganti" hormon
Faktanya: Ketika beberapa tenaga kesehatan (dokter) percaya bahwa mengonsumsi estrogen dapat mencegah penyakit jantung dan demensia, mayoritas perempuan yang memasuki masa menopause justru tidak melakukan terapi hormon. Saat ini, kebanyakan perempuan jarang yang melakukan terapi hormon karena beberapa dokter menyadari tentang potensi bahaya, yang mencakup peningkatan risiko kanker payudara dan masalah kardiovaskular.

8. Terapi hormon alami lebih aman daripada terapi hormon konvensional
Faktanya: Anda mungkin pernah mendengar banyak tentang terapi hormon "bioidentik" , yang sering disebut-sebut lebih aman untuk digunakan. Jangan tertipu oleh pernyataan itu. Ingat, kelompok obat bioidentik tidak masuk dalam persetujuan badan pengawas obat dan makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA).


Last edited by gitahafas on Sat Dec 10, 2011 10:44 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Dec 10, 2011 10:42 am

JANGAN KATAKAN INI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA
Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 5 Desember 2011 | 11:50 WIB
KOMPAS.com -Ketika berhadapan dengan teman, keluarga atau bahkan istri yang menderita kanker payudara, biasanya Anda akan melontarkan kata-kata penyemangat. Tetapi sadarkah bahwa beberapa niat baik Anda berupa ungkapan atau kata-kata motivasi justru dapat berdampak buruk bagi mereka. Menurut psikiater sekaligus direktur layanan psiko-onkologi di Creighton University di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, Jeffrey Knajdl setidaknya, ada lima ungkapan yang sering disampaikan oleh perawat atau pendamping dengan maksud memberi semangat. Tetapi efek yang terjadi justru sebaliknya, ungkapan ini justru dapat memutus komunikasi dan memperburuk suasana hari pasien kanker payudara. Inilah lima ungkapan yang dapat memperburuk suasana hati penderita kanker :

1. "Semuanya akan baik-baik"
Anda tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi dengan pasien kanker payudara. Menurut Knajdl, kata-kata itu tidak lebih hanya sekedar basa-basi saja dan justru membuat rasa kepercayaan diri mereka menurun. "Ini tidak membuatnya merasa lebih baik. Karena mereka tahu ungkapan itu tidak selalu benar," katanya. Solusi : Perempuan dengan kanker payudara hanya ingin mendengar bahwa Anda akan selalu mendampinginya dalam segala kondisi. Anda harus berada di sana untuk mereka. "Teruslah mengatakan padanya bahwa Anda akan berada di sana dengan dia dan Anda akan melalui ini bersama-sama," sarannya.

2. "Saya tahu bagaimana perasaan Anda"
Kata-kata ini hampir selalu kita ucapkan apabila melihat seseorang sedih atau kesal. Masalahnya adalah, ketika Anda berkata, saya tahu bagaimana perasaan Anda, hal ini justru akan meningkatkan rasa isolasi pasien. Pasien akan beranggapan bahwa Anda tidak ingin membahas tentang penyakitnya. Anda bisa mengatakan kata-kata itu apabila mengalami kondisi yang sama dengan mereka. Solusi: Menurut Knajdl, sebuah pendekatan akan lebih baik, misalnya dengan menanyakan sesuatu seperti, "Bagaimana suasana hati Anda?" Jika orang yang Anda rawat sedang cemas atau sedih, ini dapat memberinya kesempatan untuk mencurahkan segala bentuk perasaannya kepada Anda. Cara ini lebih baik ketimbang pasien terus menyimpan segala keluh kesahnya seorang diri.

3. "Coba tetap bersikap positif, rileks, dan menghindari stres membantu kesembuhan Anda"
Pasien kanker seringkali mendengarkan nasihat seperti ini. Mereka dalam kondisi terpuruk dan Anda tak ingin perasaan terpuruk itu mempersulit proses penyembuhan. Sangat disayangkan, banyak sekali literatur mengatakan bahwa penderita kanker payudara mengalami sakit karena rasa cemas, stres dan dan mereka bisa sembuh apabila selalu merasa senang dan berpikir positif. Tetapi kenyataannya yang terjadi adalah mereka justru menjadi lebih khawatir karena selalu berpikir bagaimana cara agar tidak cemas. Mereka juga merasa bersalah karena dirinya tidak merasa bahagia. Solusi: Ketika pasien tegang atau cemas, mintalah dia untuk mengidentifikasi apa yang menjadi pemicu munculnya stres dan lakukan sesuatu yang bisa membuatnya beristirahat. Dengan kata lain, jangan hanya mengatakan "santai," tetapi ikut membantunya dengan cara mengatasi permasalahannya.

4. "Kita bisa mengalahkan penyakit ini"
Kata-kata ini seringkali dilontarkan untuk memberi semangat dan kekuatan bagi mereka yang menyandang penyakit cukup berat. Namun, pandangan berbeda justru dilontarkan oleh Knajdl. Ia mengatakan bahwa sulit untuk seseorang bisa menang melawan kanker hanya dengan bermodalkan sikap optimistis dan kemauan yang kuat. "Ada berbagai macam faktor yang mendasari mengapa beberapa orang bisa sembuh dengan cara ini dan yang lainnya tidak. Bagi mereka yang sembuh, hanya faktor keberuntungan saja," ucapnya. Solusi: Cara terbaik untuk membantu mereka (penderita kanker) merasa positif dan penuh harapan adalah dengan terus meyakinkannya bahwa Anda akan selalu bersama-sama mereka, tetap merawat dan mendukung dia dan membuatnya senyaman mungkin selama menjalani terapi.

5. "Selamat, Anda sudah selesai menjalani kemoterapi"
Sebagai pendamping pasien, Anda akan merasa senang ketika pengobatan selesai. Tetapi apa yang Anda rasakan belum tentu sama dengan apa yang mereka (pasien) alami. Ketika pengobatan selesai, tidak ada yang dapat mereka lakukan kecuali menunggu, dan tentu saja ini akan kembali menimbulkan perasaan cemas bagi mereka. Solusi : Beri dia kesempatan untuk mengungkapkan bagaimana perasaannya. Coba tanyakan pertanyaan terbuka, seperti, "Bagaimana perasaan Anda sekarang setelah menyelesaikan kemo?" Cara ini akan memungkinkan Anda untuk mengendalikan respon. Intinya adalah, apa pun yang dia rasakan tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah Anda harus siap mendengarkan apa pun yang dia katakan.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Dec 10, 2011 10:43 am

MAMMOGRAFI PERKECIL RISIKO KEMATIAN SAMPAI 50%
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 7 Desember 2011 | 10:21 WIB
KOMPAS.com - Deteksi dini merupakan kunci untuk melawan kanker payudara. Sebuah riset terbaru menunjukkan, perempuan yang mendapatkan mamogram secara rutin dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara hampir setengahnya (50 persen). "Studi kami menambahkan lebih lanjut bukti bahwa skrining mamografi jelas mengurangi mortalitas (kematian) akibat kanker payudara," kata Dr Suzie Otto, seorang peneliti senior di departemen kesehatan masyarakat, Erasmus Medical Center, Rotterdam, Belanda. Studi ini dipublikasikan secara online pada 6 Desember 2011 dalam journal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Seperti diketahui, para ahli sampai saat ini masih memperdebatkan soal jadwal yang tepat untuk seorang perempuan melakukan skrining mamografi. Beberapa ahli menilai, perempuan harus mulai melakukan skrining mamografi pada usia 40 tahun. Sementara yang lain berpendapat perempuan harus memulainya secara rutin pada usia 50 tahun.

Dalam risetnya, Otto melacak 755 pasien yang meninggal akibat kanker payudara pada tahun 1995-2003 dan juga melibatkan 3.739 pasien kanker payudara yang rutin melakukan kontrol. Di antara perempuan dengan kanker payudara, hampir 30 persen tumor ditemukan ketika mereka melakukan skrining. Dan hampir 36 persen dari perempuan belum pernah mendapatkan mammografi.

Peneliti menyimpulkan, perempuan yang mendapatkan skrining, risiko kematian akibat kanker payudara berkurang hingga 49 persen. Sementara, pada perempuan berusia 70-75 tahun memiliki pengurangan risiko kematian terbesar yakni sekitar 84 persen. Sedangkan penurunan risiko kematian pada perempuan muda (50-69 tahun), cenderung lebih kecil, yaitu sebesar 39 persen, tetapi masih dianggap substansial. Dr Stephanie Bernik, kepala bedah onkologi dari Lenox Hill Hospital, New York City mengatakan, ''Temuan ini menambah bukti yang mendukung fakta bahwa mamografi penting dalam meningkatkan deteksi dan kelangsungan hidup".
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Dec 10, 2011 10:43 am

PENYEBAB TERTINGGI KEMATIAN IBU DI INDONESIA
KAMIS, 8 DESEMBER 2011, 16:40 WIB Mutia Nugraheni
VIVAnews - Menciptakan generasi sehat berkualitas, tentu saja tak lepas dari kesehatan ibu. Sayangnya, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2007, angka kematian ibu di Indonesia, masih cukup tinggi. Sebanyak 228 kematian ibu dalam 100 ribu kelahiran hidup. Lalu, apa penyebabnya? "Pendarahan menempati presentase tertinggi atau tempat pertama penyebab kematian ibu, sebesar 28 persen," kata dr. Kartono Muhhammad, pengamat kesehatan masyarakat yang juga mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam acara bincang-bincang Nutritalk, "Peran Bidan dalam Edukasi Gizi Kurangi Risiko Kematian Ibu" yang diselenggarakan Sari Husada di Jakarta, 8 Desember 2011. Anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil, menurut dr. Kartono, jadi penyebab utama terjadinya pendarahan. Termasuk juga infeksi yang merupakan faktor utama pemicu kematian. Lalu, penyebab kematian ibu melahirkan di Indonesia lainnya adalah kondisi eklamsia. Ini terjadi pada ibu yang memiliki tekanan darah tinggi tidak terkontrol saat menjalani proses persalinan. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, misalnya Malaysia, angka kematian ibu di Indonesia 5,2 kali lebih tinggi. Lalu dibandingkan dengan Thailand, 2,4 kali lebih tinggi. Menurut dr. Kartono angka kematian ibu sebenarnya bisa ditekan secara signifikan dengan melakukan edukasi medis pada masyarakat, melalui bidan-bidan di pelosok desa. "Berdasarkan data riskesdas 2007, sebanyak 60 persen proses kelahiran di Indonesia ditangani oleh bidan. Mereka ini memiliki peranan penting dalam menekan angka kematian ibu," kata dr. Kartono. Pada beberapa wilayah terpencil di Indonesia, keberadaan bidan memang sangat penting, terutama karena jumlah dokter sangat sedikit atau bahkan tidak ada. Bidan bahkan bukan hanya dianggap sebagai tenaga medis, tetapi juga berperan besar dalam menggerakkan lingkungan sosial masyarakat.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Dec 10, 2011 10:53 am

WANITA HAMIL & IBU BARU BERISIKO TINGGI TB
JUM'AT, 9 DESEMBER 2011, 16:43 WIB Anda Nurlaila
VIVAnews - Para dokter mengingatkan, para ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan dalam enam bulan memiliki risiko lebih tinggi terkena tuberkolosis (TB). Mereka memiliki risiko 70 kali lebih tinggi mengalami tuberkolosis ketimbang wanita dalam populasi normal. Para peneliti dari Badan Perlindungan Kesehatan memperingatkan agar para bidan dan dokter memperhatikan gejala TB karena jika tidak diobati dapat berakibat fatal. Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Medicine Respiratory Critical Care memeriksa catatan medis lebih dari 190.000 wanita di atas 12 tahun. Mereka menemukan, tingkat TB di antara wanita hamil atau wanita yang baru saja melahirkan dalam enam bulan terakhir adalah 15,4 per 100.000 dibandingkan dengan 9,1 per 100.000 di antara populasi umum. Para peneliti percaya, kehamilan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh wanita, membuatnya lebih rentan terhadap penyakit pernapasan. Profesor Ibrahim Abubakar, kepala pengawasan TB di HPA dan seorang spesialis ilmu penyakit menular di University of East Anglia, mengatakan, "Studi ini jelas menunjukkan pedoman di masa depan bagi petugas kesehatan, khususnya bidan dan dokter yang harus memperhitungkan bahwa risiko TB mungkin meningkat selama kehamilan atau segera setelah melahirkan," katanya seperti dikutip Daily Mail. Abubakar melanjutkan, "Wanita hamil dan pasca melahirkan harus diminta mengamati tanda dan gejala penyakit ini, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting, dan jika tidak diobati, dapat mengancam kehidupan." Wanita yang berisiko tinggi diantaranya adalah wanita yang berada di negara dengan kasus TB tinggi. Menurut angka terbaru, di Inggris, terdapat 8.483 kasus TB yang didiagnosis tahun lalu. Ahli menduga, salah satu alasan meningkatnya kasus TB karena imigran yang datang ke Inggris dari bagian-bagian Afrika dan Asia bertambah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi paru-paru. Gejalanya meliputi batuk, demam, kelelahan, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Mon Dec 12, 2011 8:27 am

INILAH GEJALA SERANGAN JANTUNG PADA PEREMPUAN
Bramirus Mikail | Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 30 Desember 2011 | 13:31 WIB
KOMPAS.com - Di Indonesia, penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian terbesar kaum pria. Tetapi, bukan berarti perempuan tidak bisa terkena penyakit ini. Ada beberapa gejala paling umum yang menandai terjadinya serangan jantung seperti rasa sesak di dada, nyeri, dan pusing. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah gejala serangan jantung pada laki-laki dan perempuan sama? Jawabannya, tidak! Dr Larry Weinrauch mengatakan, pada dasarnya, sangat sedikit perempuan pra menopause yang mengalami serangan jantung. Terkecuali, jika mereka merokok, diabetes, atau mengonsumsi pil KB untuk jangka waktu yang panjang. Akan tetapi, lanjutnya, merokok masih menjadi faktor risiko terbesar terkait serangan jantung pada perempuan. Berikut ini adalah gejala-gejala yang harus diwaspadai akan munculnya serangan jantung pada perempuan, seperti yang dipaparkan oleh Weinrauch:

• Mual dan muntah yang tidak akan berhenti
• Sesak napas (tapi tidak mendesah) atau terutama jika anda terbangun di malam hari
• Dada terasa tidaknyaman yang dimulai dari bagian belakang tulang dada dan menjalar ke bahu atau lengan, leher, rahang.
• Ketidaknyamanan di rahang bawah
• Ketidaknyamanan di punggung atas terutama jika terjadi hanya dengan tenaga atau tidak akan pergi
• Ketidaknyamanan di dada atau punggung yang terjadi ketika makan banyak
• Tiba-tiba jantung berdetak sangat cepat bersamaan dengan denyut nadi
• Tiba-tiba hilang kesadaran
• Fisik tidak mampu melakukan pekerjaan rumah tangga biasa

Lantas, siapa yang paling berisiko mengalami gejala ini? Intinya adalah, semakin banyak faktor risiko yang Anda miliki, maka semakin besar risiko Anda menendapatkan serangan jantung, seperti misalnya:

• Berhenti menstruasi
• Merokok
• Riwayat keluarga penyakit jantung sebelum usia 60 tahun
• Tekanan darah tinggi (hipertensi)
• Diabetes
• Obesitas
• Kolesterol tinggi


Last edited by gitahafas on Mon Jan 16, 2012 9:18 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Mon Jan 16, 2012 9:12 am

JANGAN MENIKAH HANYA KARENA TARGET USIA
Christina Andhika Setyanti | Dini | Jumat, 6 Januari 2012 | 20:15 WIB
KOMPAS.com - Usia umumnya merupakan salah satu pertimbangan seseorang saat menikah. Usia berpengaruh pada kesiapan mental seseorang untuk menjalankan bahtera pernikahan. Meskipun usia tidak selalu menjadi penentu tingkat kedewasaan seseorang, paling tidak usia bisa jadi tolok ukur untuk kesiapan menikah. Lantas usia berapa yang pas untuk menikah? Pada tahun 2009 yang lalu, US Census Bereau melaporkan bahwa di Amerika perempuan menikah pada usia 27 tahun dan pria pada usia 29 tahun. Banyak orang yang selalu memiliki target untuk menikah di usia yang cenderung muda, dan perempuan mulai merasa ketakutan ketika belum juga menikah di usia yang sudah lebih dari 25 tahun. "Ketika berumur 27 tahun, teman-teman saya sudah mulai bertunangan dan menikah. Tak jarang hal ini disebut tindakan yang dewasa. Jadi apakah saya belum dewasa ketika saya belum menikah di usia 27 tahun?" ungkap Rachel Jacoby, editor majalah dalam artikelnya di Huffington Post yang berjudul The 27 Club: Why Is 27 The 'Age' To Get Married?.

Perempuan lalu menjadi ketakutan ketika mendekati masa menjadi "perawan tua" (dalam anggapan orang-orang di sekitarnya). Tak jarang pada usia 27, yang dianggap matang untuk menikah, secara tak sadar perempuan memasang target yang harus dipenuhi untuk menikah. Hal ini malah berakibat pada sikap kekanakan dan mencari pria yang bersedia untuk menikahinya saat itu juga. "Tampaknya sangat gila untuk mengakhiri sebuah hubungan serius hanya karena kekasih kita belum ingin terikat lebih lanjut dalam pertunangan atau pernikahan. Padahal mungkin saja pasangan kita itu sedang mempersiapkan modal pernikahan atau membeli rumah terlebih dahulu untuk membahagiakan Anda," tambah Jacoby. Ia menambahkan, tidak ada yang menyangkal bahwa tekanan teman-teman yang sudah menikah membuat para perempuan menjadi lebih terburu-buru untuk mengakhiri masa lajangnya.

Di masa lalu, mungkin banyak orang yang menikah pada usia ini atau bahkan lebih muda. Demi menikah pada waktunya, tak jarang orang rela dijodohkan. Namun apakah Anda sendiri menginginkan hidup yang demikian? Hanya karena ikut-ikutan teman, resah dengan desakan dari lingkungan di sekitar Anda? Sebaiknya menikahlah jika Anda sudah benar-benar siap untuk menikah, dan bukan karena hal lainnya. Usia tidak akan berulang, dan pastinya Anda tak menginginkan pernikahan Anda dilakukan dengan terpaksa, tidak bahagia, dan akhirnya berujung pada penyesalan.

"Itulah sebabnya terburu-buru menikah adalah hal yang konyol bagi saya. Perjalanan kita masih panjang, dan masih mungkin untuk berkembang dalam jangka waktu yang cukup lama. Jadi tidak ada alasan untuk terburu-buru menikah hanya untuk disebut dewasa, kan? Tak ada yang lebih indah daripada menikah dengan penuh kesiapan dari kedua pasangan," tukasnya. Jadi, tak usah terlalu terbebani pada target usia untuk menikah, karena dorongan dari keluarga, atau menikah hanya karena ingin mendapatkan status. Pernikahan adalah hubungan antara dua orang yang akan selalu berkembang dari waktu ke waktu, sehingga tak ada gunanya untuk memaksakan menikah bila memang belum yakin dengan keputusan Anda. Menikahlah karena Anda sudah siap dalam segala halnya.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Mon Jan 16, 2012 9:15 am

CATATAN KESEHATAN IBU DALAM STATISTIK
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Senin, 19 Desember 2011 | 14:13 WIB
Kompas.com - Para ibu yang menjalani proses persalinan atau melahirkan di negara-negara berkembang sebagian besar harus mempertaruhkan nyawanya. Penyebabnya, banyak proses persalinan dilakukan tanpa didukung bantuan tenaga medis yang kompeten.
Simaklah statistik kesehatan ibu menurut data global yang dihimpun dari berbagai organisasi nirlaba dunia dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) :
1. Setiap 90 detik seorang perempuan meninggal pada masa kehamilan atau persalinan.

2. Angka kematian ibu hamil dan melahirkan mencapai 350.000 per tahun atau lebih dari 1.000 orang per hari.

3. Sekitar 99 persen kematian ibu terjadi di negara berkembang.

4. Satu dari 11 ibu yang meninggal karena kehamilan atau persalinan terjadi di Afghanistan.

5. Amerika Serikat menempati urutan ke-50 dalam jumlah kematian ibu, jauh lebih tinggi dibanding negara Eropa, Asia dan Timur Tengah.

6. Sepertiga dari seluruh persalinan di seluruh dunia dilakukan tanpa tenaga profesional.

7. Di tahun 20111, lebih dari 50 juta bayi dilahirkan tanpa bantuan tenaga medis.

8. Bila jumlah bidan ditambah 350.000 orang maka angka kematian ibu dan bayi yang bisa dicegah mencapai 3,6 juta jiwa.

9. Peningkatan 10 persen kemampuan tenaga kesehatan setara dengan penurunan angka kematian ibu sampai 5 persen.

10. Sekitar 80 persen kematian ibu bisa dicegah dengan murah, yakni pemeriksaan kehamilan teratur, keluarga berencana (KB), persalinan dengan tenaga medis, serta perawatan kesehatan selama seminggu setelah persalinan.

11. Sekitar 1 dari 7 perempuan di negara berkembang menikah pada usia 15 tahun.

12. Gadis berusia kurang dari 15 tahun beresiko lima kali lebih besar meninggal saat persalinan.

13. Komplikasi selama kehamilan dan persalinan menjadi penyebab utama kematian pada remaja putri berusia 15-19 tahun. Angkanya mencapai 70.000 kematian setiap tahun.

14. Sekitar 215 juta perempuan yang tidak mau menambah jumlah anak tidak memiliki akses terhadap layanan KB.

15. Setiap tahunnya, kontrasepsi modern bisa mencegah 188 juta kehamilan yang tidak diinginkan.

16. Penggunaan kontrasepsi membantu mencegah 150.000 kematian ibu.

17. Memenuhi kebutuhan calon akseptor KB akan mengurangi kematian ibu sampai 32 persen.

18. Keluarga berencana juga mengurangi kematian bayi sampai 10 persen.

19. Sekitar 25 juta ibu di seluruh dunia telah menerima informasi kesehatan melalui internet dan ratusan ribu ibu menerima informasi tersebut melalui ponsel.

20. Meski penyampaian informasi kesehatan sudah canggih, namun baru 23 negara yang mencapai berhasil target Millenium Developtment Goals (MDG's) nomor 5 yakni mengurangi kematian ibu sampai 75 persen di tahun 2015.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Mon Jan 16, 2012 9:16 am

JANGAN ANGGAP REMEH OPERASI CAESAR
Lusia Kus Anna | Sabtu, 10 Desember 2011 | 13:09 WIB
Kompas.com — Belakangan ini semakin banyak ibu-ibu yang memilih persalinan melalui operasi caesar meskipun tidak ada indikasi medis. Karena operasi ini sangat sering dilakukan banyak orang, lalu menganggapnya ringan, padahal operasi caesar juga menyimpan risiko komplikasi. Risiko utama dari tindakan bedah caesar (seksio sesarea) adalah perdarahan. Meski sebagian besar operasi ini sekarang berjalan lancar, tetap saja seperti halnya operasi lain, menyimpan risiko. "Meski operasi caesar dilakukan ribuan kali setiap harinya, tetap saja berisiko. Apalagi komplikasi perdarahan bisa mengalami perburukan yang cepat dan terkadang tindakan medis tidak bisa mengatasinya," kata Dr Manny Alvarez, ginekolog. Komplikasi dari operasi caesar lainnya adalah infeksi di daerah bekas operasi, luka parut, luka pada saluran kemih, serta pembekuan darah. "Terkadang pembekuan darah memicu embolisme paru yang bisa menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah arteri di bagian paru. Ini bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian," paparnya. Karena itu, ia menyarankan agar setiap ibu hamil mempertimbangkan dengan baik keputusan untuk melahirkan melalui operasi caesar jika tidak ada indikasi medis."Risiko dari tindakan operasi caesar adalah nyata, dan sampai saat ini tidak ada operasi yang 100 persen aman," pungkasnya.
Back to top Go down
View user profile Online
 

Kesehatan Wanita

View previous topic View next topic Back to top 
Page 10 of 12Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 9, 10, 11, 12  Next

 Similar topics

-
» lelaki menyerupai wanita
» Kementerian Pembangunan Wanita Sasar Lahirkan 4,000 Usahawan
» kenapa wanita berkerjaya lambat menamatkan zaman dara??
» Swine Flu H1N1 : Wanita muda dijangkiti H1N1 meninggal (Kosmo)
» Kesehatan Wanita

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-