Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Wanita

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3 ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue May 17, 2011 6:54 pm

SINGLE PARENT, KENAPA TIDAK?
Kamis, 2 Desember 2010 - 15:49 wib Lastri Marselina - Okezone
PERCERAIAN memaksa Anda menjadi orangtua tunggal bagi si kecil. Kesedihannya mungkin adalah Anda tidak akan merasakan kenikmatan berbagi saat merawatnya. Menjadi orangtua tunggal tidak hanya akan terasa melelahkan secara fisik maupun emosional, tanpa dukungan yang baik. Namun, ketahuilah Anda dapat melakukannya sendiri dengan sangat baik dan penuh manfaat bagi si kecil. Simak penjabaran buku “Panduan Kesehatan Keluarga” oleh Dr Miriam Stoppard berikut ini untuk tahu lebih lanjut.

Memilih Jadi Orangtua Tunggal?
Dari sisi emosional, kemampuan dan dana, Anda lebih siap mengurus si kecil seorang diri. Jika Anda berpisah dengan pasangan saat hamil atau begitu selesai melahirkan, itu memang berat. Tapi ingatlah mengatasi masalah emosional akibat berpisah dengan orang lain sambil merawat si bayi mungil akan cenderung berdampak pada kemampuan Anda mengatasi semuanya. Orangtua Tunggal Dapat Berdampak Positif

1. Anda tidak harus selalu bersedih dan merasa buruk terhadap diri Anda. Justru Anda dan si kecil akan mendapat manfaat dari hubungan istimewa yang Anda ciptakan.

2. Cenderung mengembangkan ikatan yang lebih kuat dengan sang anak. Kasih sayangnya tidak terbagi-bagi.

3. Keluarga besar, nenek-kakek, paman-bibi biasanya dengan senang hati membantu Anda merawatnya. Anak akan mendapatkan lagi manfaat dari dukungan dan curahan kasih sayang.

4. Merawat bayi sendirian merupakan sebuah keberhasilan yang besar. Jiwa Anda akan menguat seiiring memerhatikan tumbuh-kembang anak.

5. Perceraian tersebut memang tepat. Bayi lebih baik hidup dengan seseorang yang penuh kasih sayang daripada dua orang yang saling bertengkar.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:03 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Mon May 23, 2011 12:39 pm

BERSAHABAT DENGAN MANTAN SUAMI, KENAPA TIDAK?
Selasa, 30 November 2010 - 13:39 wib Dewi Arta - Okezone
TAK terhindarkan bahwa efek perceraian bisa menghancurkan keharmonisan sebuah rumah tangga. Hal ini jelas menyakitkan bagi pasangan yang telah menikah dalam waktu yang cukup lama, terlebih bila buah hati yang menjadi korbannya. Namun, hadirnya perceraian dalam rumah tangga tak berarti membuat Anda menghindari sang mantan suami untuk menjadi teman terbaik. Dalam hal ini, Anda mungkin telah kehilangan pasangan, namun di sisi lain Anda bisa mendapatkan seorang teman yang sudah mengenal Anda cukup lama. Cenderungnya tak sedikit di antara mereka yang telah bercerai, terus melakukan upaya untuk mencoba bersahabat dengan mantan pasangan mereka. Karena menjalin persahabatan dengan mantan suami memang nyatanya tidaklah sulit. Datingtips memberikan Anda trik berikut:

Kepentingan anak sebagai prioritas
Selalu tempatkan kepentingan anak-anak di posisi teratas. Jadilah dewasa selama proses perceraian berlangsung dan tetaplah melakukan hal yang benar, meskipun sulit menurut Anda. Jangan berharap bahwa setiap hal akan baik-baik saja dan berjalan dengan cepat. Tetaplah berlaku sopan, terutama ketika perceraian baru saja terjadi. Penting untuk diingat bahwa pada masa-masa inilah, emosi kalian masih tinggi. Oleh karena itu, tetaplah mengontrol emosi dengan baik.

Jika Anda dan pasangan sudah memutuskan berpisah, mungkin pasangan masih terbilang sangat sensitif dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan persahabatan. Dalam hal ini, Anda dituntut harus mengerti si dia. Mungkin mantan suami tidak atau belum siap menjadi sahabat Anda. Hal ini dikarenakan si dia masih merasakan sakit atas keputusan perpisahan ini. Oleh sebab itu, biarkan dia menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk mengobati kesedihannya, sebelum siap bertemu dengan Anda kembali.

Cinta dan chemistry antara kalian berdua mungkin sudah hilang, tetapi jika Anda ingin menjalin persahabatan dengan mantan suami, lakukan ini secara perlahan. Penting untuk diingat, janganlah membawa masa lampau ketika status kalian sudah tak lagi terikat tali pernikahan atau berhentilah terus menyalahkan mantan pasangan, tetapi fokuslah pada kehidupan Anda yang baru.

Sebelum menuju sebuah perceraian, ada baiknya untuk mengingat dan merenungkan kembali janji nikah yang pernah kalian ucapkan dahulu ketika menikah. Namun bila perceraian adalah keputusan akhir yang harus ditempuh, Anda masih bisa merawat buah hati bersama-sama, termasuk menjaga hubungan Anda bersama mantan suami. Berjanji untuk saling menghormati keinginan dan perasaan masing-masing, memperlakukan satu sama lain dengan baik dan sopan, meski tak lagi berada dalam ikatan pernikahan. Jadi, tak ada salahnya kan menjadi sahabat untuk mantan suami? Ayo buktikan bahwa Anda juga bisa menjadi sahabat terbaiknya!


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:04 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Jun 04, 2011 8:48 pm

PERCERAIAN LEBIH DARI SEKEDAR KEHILANGAN PASANGAN
Jum'at, 5 November 2010 - 17:19 wib Fitri Yulianti - Okezone
SEPERTI kenyataan yang ditampilkan media massa, cerai kini menjadi kata yang sering diumbar. Banyak fenomena cerai menyisakan kepahitan, bukan hanya kepada suami dan istri, tapi juga banyak pihak lain. Ketika kita mulai berkencan dengan seseorang dan hubungan mengarah semakin serius, kita bertemu dengan teman dan keluarga yang turut mengawal hubungan bersama pasangan. Bahkan, tak jarang hubungan kita dengan mereka lebih kuat ketimbang hubungan kita dengan pasangan.

Saat sebagian pasangan menemukan diri mereka kurang cocok dengan mertua, sebagian lainnya justru meraskan berbeda. Mereka bisa dekat dengan keluarga pasangan, dan dalam beberapa kasus, lebih dekat daripada keluarga sendiri. Ibu mertua bisa bersahabat dengan menantu perempuannya, dan banyak orang tanpa saudara kandung bisa mendapatkan saudara baru (ipar) dalam sebuah ikatan pernikahan.

Namun, bagaimana jika ikatan harus putus karena pernikahan berakhir dengan perceraian? Terutama, jika pernikahan berakhir dengan sebuah catatan menyedihkan. Perceraian adalah suatu proses yang menyakitkan, tak peduli betapa damai perceraian tersebut dikatakan. Dan dalam banyak kasus, ketika Anda bercerai, Anda tidak hanya bercerai dan kehilangan pasangan, tetapi juga teman-teman dan anggota keluarga. Seperti dikutip BounceBack, sulit untuk melepaskan diri dari kenyataan bahwa Anda tidak akan pernah menjadi sahabat dari saudara ipar atau mertua jika bukan karena menikah dengan pasangan.

Kita membutuhkan dorongan fisik dan mental untuk melewati hari-hari usai perceraian yang biasanya diisi oleh pasangan. Namun setelah perceraian, dukungan dari teman dan keluarga bisa membingungkan. Bagaimana Anda bisa mendapat dukungan mereka ketika mereka juga perlu dan ingin mendukung mantan pasangan? Tentu, ini bukan hanya sulit untuk Anda, tapi juga sulit bagi mertua yang menyayangi Anda.

Perceraian mengirimkan gelombang kejut yang dapat memengaruhi hampir setiap anggota keluarga, terutama jika mereka telah mengembangkan hubungan yang kuat dengan Anda. Ayah mertua mesti meredam keinginan untuk merangkul cucunya setiap saat. Kita tahu bahwa perceraian juga selalu memengaruhi anak-anak. Tapi, kita terkadang melupakan kenyataan bahwa keluarga besar juga merasakan dampak perceraian Anda.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:05 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Jun 04, 2011 9:29 pm

PLEASE, JANGAN 'OBRAL' KATA CERAI!
Kamis, 28 Oktober 2010 - 15:01 wib - okezone
CERAI, itulah satu kata yang selayaknya tak terucap dari Moms atau Dads. Namun ketika pertengkaran demi pertengkaran terjadi dan amarah membuncah, satu kata yang “diharamkan” ini sepertinya mudah sekali dilontarkan. Waduh! Apa sebenarnya yang memicu seseorang mudah berkata cerai? Bagaimana menghadapi pasangan seperti ini? Menurut Dr Adriana S Ginanjar MS, Kordinator Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kata cerai dengan ringan diucapkan. Pertama, kebiasaan masa pacaran yang terbawa terus hingga menikah. “Banyak pasangan ketika pacaran sering kali jika ada masalah bukannya dibicarakan baik-baik tapi langsung bilang putus,” katanya.

Adriana, sebagai konselor pernikahan mengatakan bahwa pihak laki-laki sebagai suami lebih berhati-hati dalam mengucap kata cerai dibandingkan perempuan.
“Beberapa suami yang datang berkonsultasi mengaku kalau pernyataan cerai dari istri itu sangat menyakitkan. Karena terasa sebagai satu bentuk penolakan. ‘Kalau bercerai saya merasa seperti sudah tidak ada gunanya, tidak minat apapun pada saya’ begitu yang diakui mereka. Sebaliknya, jika pihak laki-laki yang mudah berucap cerai biasanya si perempuan akan bertahan dulu, menelan rasa sakit, menekannya, hingga baru kemudian meledak,” papar Adriana.

Si Pemarah
Tak dapat dipungkiri ada orang-orang tertentu yang kecenderungannya sedikit-sedikit bilang cerai. Padahal, masalah yang mereka hadapi tidak besar. Mungkin sebetulnya tidak ada niat ke arah itu, hanya sebagai bentuk dari kemarahannya saja. Pribadi yang seperti ini adalah tipe pemarah. Kata cerai diucapkan karena sudah frustasi dengan pertengkaran-pertengkaran yang terjadi.

Bahkan menurut Adriana lagi, terkadang bukan cuma kata cerai yang terlontar namun juga rentetan kata-kata menyakitkan, seperti ungkitan-ungkitan kejadian masa lalu, baik menyangkut pasangan maupun keluarganya. Tipe pemarah biasanya adalah sosok yang tidak sabaran, selalu menyalahkan orang lain, sulit introspeksi diri, mudah putus asa, dan tidak berpikir bahwa pernikahan itu membutuhkan komitmen.

“Mereka yang mudah bilang cerai biasanya hanya melihat dari banyak ketidakcocokan dalam pernikahan mereka. Biasanya mereka berasal dari latarbelakang yang selalu diistimewakan oleh keluarganya. Misalnya, anak semata wayang yang selau jadi anak emas orangtuanya. Ketika dia harus mengalah dan toleran dalam pernikahan, dia menolak dan lebih memilih cerai,” jelas psikolog yang menamatkan S2-nya pada program Marriage and Family Therapy di Purdue University, West Lafayette, Amerika Serikat.

Menariknya, dalam kasus-kasus khusus motivasi, orang yang mudah berkata cerai adalah demi kebutuhan mendapatkan perhatian. Tipe seperti ini biasanya akan royal sekali mengumbar kata cerai meski pada akhirnya tidak benar-benar bercerai karena kebutuhannya lebih pada perhatian.

Komitmen dan Toleransi
Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi pasangan sering mengumbar kata cerai? “Kata cerai itu seharusnya tidak diucapkan sama sekali kalau memang tidak ada niat ke sana,” jawab Adriana.

Perempuan yang juga menulis sebuah buku berjudul “Pelangi di Akhir Badai, Mengungkap, Menghadapi, dan Memaafkan Perselingkuhan Suami” ini lebih lanjut mengatakan bahwa orang-orang yang tidak mudah berkata cerai, ketika satu waktu mengamini keinginan pasangannya untuk bercerai berarti di kepalanya sudah terbentuk niat tersebut. Jadi, hal yang harus diingat dan dikuatkan adalah pondasi komitmen perkawinan. Perkawinan memang naik-turun. Tak ada yang pernah mengalami perkawinannya dalam kondisi baik terus.

“Masalah adalah bagian dari perkawinan itu sendiri. Introspeksi bahwa kita sendiri juga punya kesalahan,” ujar Adriana.

Menurutnya, lihat seberapa besar masalah yang dihadapi. Jika memang sangat besar, cari cara untuk menyelesaikannya. Jika tidak mampu mengatasinya sendiri, Anda butuh bantuan orang lain seperti psikolog atau ahli agama. Minta maaf secara terbuka pada pasangan. Sebagai catatan, ada masalah-masalah tertentu dalam perkawinan yang memang tidak dapat dipaksakan untuk diatasi, tetapi harus ditoleransi. Misalnya, kebiasaan suami yang suka mencandai istri di depan umum padahal istri tidak suka sama sekali akan hal itu. Suami musti mengurangi kadarnya, sang istri juga mulai membiasakan diri dengan selera humor sang suami tersebut.

“Masalah yang seperti itu kadang membuat frustasi, tapi kita tidak dapat memaksa pasangan untuk berubah. Itu artinya Anda harus toleransi dan menerimanya ,” tutup Adriana.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:06 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Jun 07, 2011 8:33 pm

HATI HATI, PERNIKAHAN BURUK RUGIKAN KESEHATAN ANDA
Senin, 6 September 2010 - 11:50 wib Adhini Amaliafitri - Okezone
APA jadinya jika Anda bertahan terlalu lama dalam suatu hubungan tidak sehat? Menurut Howard Rankin PhD, seorang psikolog klinis dan pendiri The Rankin Center untuk ilmu saraf dan kesehatan integratif, pernikahan yang buruk atau hubungan asmara tidak sehat dapat merugikan kesehatan seseorang. "Dampak dari hubungan negatif melampaui harga diri, masuk ke dalam tubuh sendiri," papar Dr Rankin yang dinukil dari Woman’s Day, Senin (6/9/2010). Dr Rankin juga menjelaskan, di bawah tekanan stres kronis, sistem kekebalan tubuh menurun. Dan ini menjadi penyebab berbagai penyakit masuk ke dalam tubuh kita.

“Baru-baru ini sebuah studi yang dialami penderita kanker payudara menunjukkan banyak wanita percaya bahwa kanker disebabkan oleh stres. Secara teknis, tidak ada yang menderita kanker karena stres. Tapi, apa yang terjadi adalah penekanan sistem kekebalan oleh stres yang berkepanjangan membuatnya lebih mungkin. Artinya, tubuh tidak dapat melawan kanker dan menciptakan suatu lingkungan di mana sel-sel kanker dapat tumbuh,” jelas Dr Rankin.

Lantas, bagaimana Anda bisa mendapatkan kesehatan dan kebahagiaan setelah bertahun-tahun berada dalam hubungan negatif? "Sangat penting melihat semua hubungan utama dalam kehidupan Anda dan mengevaluasi kembali. Mana yang bekerja untuk Anda dan mana yang tidak," kata Dr Rankin. “Ketahuilah bahwa berpisah selalu sulit. Tapi kadang-kadang perlu dan tetap fokus pada realitas situasi. Salah satu cara terbaik untuk memberi kebahagiaan diri sendiri dan meningkatkan kesehatan adalah mengingat bahwa ada kemungkinan yang tidak terbatas bagi Anda di luar sana,” tukas Dr Rankin.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:07 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Jun 07, 2011 9:02 pm

KOMUNIKASI LANCAR, PENGHANGAT HUBUNGAN
Jum'at, 15 Oktober 2010 - 10:44 wib - okezone
DENGAN komunikasi yang berjalan lancar, maka hubungan keluarga pun harmonis. Bagaimana menciptakan komunikasi yang ideal dalam keluarga?
Memiliki keluarga harmonis pastilah menjadi impian semua orang. Keluarga harmonis mampu memberikan energi positif bagi semua anggota keluarga. Perasaan nyaman, tenteram, dan bahagia, terus mereka rasakan. Namun sayang, untuk menciptakan suasana ini bukanlah hal yang gampang. Banyak kendala yang harus Anda hadapi. Sifat dan karakter anggota keluarga yang berbeda adalah salah satu kendalanya.

Selain itu, komunikasi antarkeluarga juga memegang peranan penting. Untuk menciptakan keluarga yang harmonis, memang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Untuk itu, komunikasi menjadi salah satu kunci menciptakan keharmonisan keluarga. “Walaupun komunikasi mudah dilakukan, tetapi tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik,” ucap sosiolog keluarga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Dr Erna Karim MSi.

Erna membenarkan, komunikasi memang menjadi satu kunci untuk mengharmoniskan keluarga. Untuk itu, komunikasi tidak hanya dimulai dari pihak suami atau istri, tetapi dari keduanya atau dari semua anggota keluarga yang ada di dalam satu rumah. Banyak fakta yang menyebutkan, komunikasi yang tidak sehat banyak menjadi penyebab timbulnya masalah keluarga yang berujung pada perceraian.

Tidak adanya kecocokan 100 persen merupakan masalah yang umum terjadi dalam satu keluarga.Karena setiap orang memiliki pribadi unik yang berbeda dan setiap pasangan pun dibesarkan oleh keluarga yang berbeda. Untuk itu, diperlukan komunikasi yang terjalin dengan baik. Karena apa pun masalah yang menimpa, baik masalah kecil maupun besar, apabila dikomunikasikan dengan baik, maka hubungan rumah tangga pun akan terus bersinar guna terciptanya hubungan yang harmonis.

”Lakukan komunikasi yang efektif, yaitu komunikasi yang datang dari dua arah,” ucap Erna. Dengan komunikasi yang efektif, maka dapat membentuk karakter psikologis, spiritual, bahkan dapat membina hubungan seksual yang harmonis. Itu sebabnya, melakukan komunikasi efektif menjadi hal yang wajib dibangun dalam setiap anggota keluarga dan itu bisa dilakukan kapan saja. Semisal berkomunikasi pada saat makan malam atau saat bersantai setelah melakukan aktivitas seharian. Atau saat bekerja, komunikasi masih tetap berjalan melalui telepon atau berkirim pesan lewat SMS.

”Gunakan waktu yang efektif untuk sharing, ngobrol, atau bahkan curhat (mencurahkan isi hati), baik itu dari suami, istri, maupun anak-anak,” jelasnya. Untuk membentuk suatu keluarga dengan keadaan yang harmonis pasti diawali dari proses pacaran terlebih dahulu. Nah, di fase itulah sebaiknya pola komunikasi yang baik sudah ditanamkan. Jadi, selain ada persiapan mental bagi pasangan yang ingin membangun keluarga, persiapan dalam membangun keluarga yang harmonis juga sudah harus tercipta sejak masa pacaran.

Konselor perkawinan dan keluarga dari Universitas Indonesia, Adriana Soekandar Ginandjar menuturkan, komunikasi yang macet atau tidak berjalan lancar menjadi kendala dalam upaya suami-istri untuk berekonsiliasi. ”Bila komunikasi sudah sangat parah, maka terkadang susah sekali untuk mencari jalan keluarnya,” tandas psikolog yang juga menjabat sebagai Pimpinan Sekolah Mandiga ini.

Tantangan komunikasi untuk menjaga keluarga tetap harmonis di era modern seperti sekarang memang semakin berat. Itu sebabnya, para perempuan Indonesia harus mengetahui cara berkomunikasi yang efektif. Komunikasi ini bisa dilakukan dengan mendengarkan dengan hati, mampu mengungkapkan dan mengekspresikan diri dengan baik, serta fasih dalam menyampaikan bahasa nonverbal yang memberikan rasa nyaman.

Jika mendapatkan masalah dalam berkomunikasi, segera kenali pola komunikasi yang bermasalah. Kemudian, ajak pasangan untuk memperjelas, apa yang diinginkan untuk mencari jalan keluar. Keharmonisan keluarga sangatlah berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya keluarga harmonis, secara positif juga berdampak pada perkembangan perilaku sehat bagi anak remaja. Selain itu, remaja yang berada pada lingkungan keluarga harmonis cenderung terhindar dari perilaku negatif, seperti merokok, penyalahgunaan obat, depresi, dan lainnya.

Komunikasi bisa dikatakan klasik dan tidak ada habisnya. Tetapi komunikasi merupakan kunci dan menjadi jalan membangun sebuah keluarga yang harmonis. Untuk itu, mari tanamkan komunikasi yang efektif yang berperan penting untuk menjaga keutuhan keluarga.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:07 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sun Jun 12, 2011 1:22 pm

MELANGKAH LEBIH RINGAN LEWATI PROSES PERCERAIAN
Senin, 8 Februari 2010 - 12:42 wib Fitri Yulianti - Okezone
BAGI pasangan yang sedang mengurus perceraian, proses ini pasti terasa sangat berat. Apalagi jika perceraian juga menyeret masalah hak asuh dan pembagian harta gono-gini. Nyatanya, saling menjaga ikatan pertemanan selama dan setelah proses perceraian membantu masa transisi Anda berjalan lebih melegakan. Tak ada pasangan yang menginginkan perceraian. Saat ketakutan tersebut tak bisa dihindari, tentu bukan sikap bijak jika Anda terus-menerus meratapi diri dan menyesali keadaan. Temukan cara untuk Anda bisa hidup lebih bahagia setelah perceraian. Dan simak bagaimana Modern Mom menuntun Anda melewati masa sulit ini dengan langkah yang lebih ringan, berikut ini:

Libatkan seorang mediator
Memiliki seseorang yang bisa dipercaya dan dihargai pendapatnya saat percekcokan menguap akan membantu Anda melewati masalah di balik perceraian dengan lebih mudah. Rancang sebuah pertemuan dengan seorang mediator, seperti pembimbing spiritual sesuai agama dan keyakinan yang Anda anut, terapis, atau teman dekat. Carilah orang yang adil, mampu melihat masalah, dan mengambil keputusan dengan jernih. Dengan mediator, Anda bisa menyampaikan berbagai keluhan, berdiskusi, dan akhirnya setuju untuk mematuhi aturan dan rekomendasi yang dibuatnya.

Buat aturan dasar dan patuhi bersama
Aturan dasar yang bisa Anda buat, contoh sepakat untuk tidak bertanya tentang kehidupan cinta masing-masing usai perceraian. Buat juga aturan tentang rencana liburan; saat masing-masing bisa membawa anak-anak atau Anda berdua liburan bersama anak-anak. Buatlah batasan terhadap bentuk perhatian yang akan diberikan selama bersama mereka. Batasan-batasan tersebut bisa membuat Anda berdua merasa lebih nyaman dalam bertindak.

Hindari gosip seputar mantan pasangan
Terdapat batasan apa yang bisa Anda bagi kepada teman-teman dekat dan anggota keluarga. Mereka adalah pihak yang turut merasakan efek perceraian Anda.
Anda bisa membuat segala sesuatunya lebih melegakan dan lebih mudah bagi siapapun dengan tidak “membakar” gosip rumah tangga terdahulu. kalau Anda mendengar komplain atau perkataan tajam tentang mantan pasangan, menjauhlah dari obrolan tersebut atau katakan bahwa Anda tidak ingin membahasnya. Lambat laun, mereka akan menyadari bahwa Anda tidak tertarik untuk membicarakan kegagalan itu.

Fokus pada hal positif
Daripada meratapi kegagalan pernikahan, buatlah sebuah daftar tentang berbagai hal yang bisa Anda lakukan dalam tahapan kehidupan Anda berikutnya. Saat single, banyak kegiatan bisa Anda lakukan, seperti kencan dengan kekasih baru, hangout dengan teman dekat, melakukan paket liburan sendiri (single vacation), bergabung di situs kencan, menggeluti hobi baru, dan sebagainya. Perubahan status pernikahan menjadi waktu yang baik untuk Anda menemukan kembali diri daripada hanya berkubang dengan kesedihan.

Tinggalkan masa lalu
Ingat bahwa status hubungan Anda telah berubah. Buang jauh-jauh foto atau barang kenangan yang bisa mengingatkan Anda pada mantan pasangan. Jika Anda punya anak, Anda bisa menyimpan sebagian kenangan tersebut untuk menjaga rasa cintanya dengan mantan pasangan atau orangtuanya. Kemudian, cobalah mendekorasi ulang ruangan dengan gaya Anda untuk menjaga motivasi hidup tetap “hidup”.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:08 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Thu Jun 16, 2011 10:37 am

KOMUNIKASI JAGA KEUTUHAN KELUARGA
Senin, 8 Februari 2010 - 11:10 wib - okezone
KOMUNIKASI adalah salah satu kunci hangatnya hubungan keluarga. Untuk itu, tanamkan kebiasaan berkomunikasi pada seluruh anggota keluarga mulai dari sekarang. Psikolog ternama asal Amerika Serikat, Neil Clark Warren, dalam bukunya yang berjudul Learning to Live With the Love of Your Life, mengatakan bahwa waktu yang singkat sekitar lima hingga sepuluh menit saja. Waktu yang singkat tersebut bila digunakan secara efektif sangat bermanfaat mempertahankan keakraban keluarga.

Apa pun itu masalah yang menimpa, entah masalah besar ataupun ringan, apabila dikomunikasikan dengan lancar pasti akan terselesaikan. Sebaliknya, seringan apa pun persoalan tanpa komunikasi yang baik, akan menjadi masalah besar. Komunikasi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tak harus menunggu momen spesial. Dikatakan konselor perkawinan dan keluarga dari Universitas Indonesia, Dr Adriana Soekandar Ginandjar Msi, bahwa komunikasi yang macet atau tidak berjalan lancar, menjadi kendala dalam upaya suami-istri untuk berekonsiliasi.

Bila komunikasi sudah sangat parah, terkadang susah sekali untuk mencari jalan keluarnya. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa komunikasi yang tidak sehat dan tidak jelas sering menjadi penyebab timbulnya masalah keluarga yang berujung pada perceraian. “Segera kenali pola komunikasi yang bermasalah. Lalu, perjelas apa yang diinginkan untuk mencari jalan keluar,” ungkap psikolog yang juga menjabat sebagai Pimpinan Sekolah Mandiga ini.

Sebaiknya jangan pernah berhenti berkomunikasi antar pasangan untuk menghindari perceraian. Komunikasi yang lancar hendaknya dimulai saat masih berpacaran, di mana pada saat berpacaran adalah fase penjajakan. Adriana menuturkan, tantangan komunikasi untuk menjaga keluarga tetap harmonis di era modern seperti sekarang memang semakin berat. Maka itu, para perempuan Indonesia harus mengetahui cara berkomunikasi yang efektif seperti dapat mendengarkan dengan hati, mampu mengungkapkan dan mengekspresikan diri dengan baik, serta fasih dalam menyampaikan bahasa nonverbal yang memberikan rasa nyaman.

”Tidak hanya itu, inspirasi komunikasi efektif bisa didapatkan dari kejadian sehari-hari, lingkungan sekitar dan pengalaman orang lain,” tandasnya dalam acara peluncuran situs www.maribicara. com, yaitu sebuah situs yang menyediakan layanan konsultasi komunikasi dengan pakarnya yang diadakan Sariwangi sebagai kelanjutan program kampanye “SariWangi Mari Bicara” di Hotel Intercontinental, Sabtu (30/1) kemarin.

Gunakan waktu yang efektif untuk ngobrol atau sharing atau bahkan curhat (mencurahkan isi hati) baik itu dari suami maupun istri, sehingga keindahan dalam berpacaran akan terus dipupuk dan dijaga hingga perkawinan. Yang tentunya buahnya akan dituai anak-anak di kemudian hari, yang hendak berumah tangga. Bahkan diketahui bahwa berkomunikasi untuk membicarakan masalah keluarga banyak caranya dan berbeda-beda tiap pasangan, yang juga bisa dilakukan melalui seks atau melakukan hubungan suami istri.

Perselingkuhan, ketidak harmonisan, masalah ekonomi,atau keegoisan bisa menjadi penyebab adanya perceraian yang bisa diselesaikan dengan komunikasi. Salah satu cara untuk menjalin komunikasi yang efektif, bisa dilakukan dengan cara melakukan ritual minum teh bersama. Secara hakikat, memang aktivitas ngeteh merupakan medium yang tepat untuk berkomunikasi dan bertukar pikiran. Ditambah pula dengan kandungan theanine dalam teh yang memberikan rasa tenang pada diri, sehingga momen menikmati teh SariWangi menjadi saat yang tepat untuk berbicara, berbagi dan menyambung rasa dengan pasangan.

Salah satu pasangan yang kerap mempertahankan rumah tangganya dengan melakukan komunikasi yang efektif adalah pasangan Ira Wibowo dan Katon Bagaskara. Pasangan selebriti yang berbeda latar belakang budaya ini mengungkapkan bahwa perbedaan budaya dan kesibukan di antara mereka, memberikan tantangan tersendiri dalam mengomunikasikan pendapat dan menjaga keharmonisan keluarga. ”Kami memiliki kewajiban untuk menjalankan komitmen kami sejak awal pernikahan, yaitu selalu berkomunikasi meski sesibuk apapun kami. Hasilnya, selama 14 tahun usia pernikahan, kami tidak pernah tidak bicara lebih dari 1 hari penuh, dan biasanya kami memanfaatkan momen minum teh SariWangi sebagai salah satu kesempatan untuk saling berkomunikasi terutama bila ada ganjalan,” tutur mereka di acara yang sama.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:09 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Jun 18, 2011 5:20 pm

JIKA JARAK MEMISAHKAN PASANGAN
Selasa, 19 Januari 2010 - 12:12 wib - okezone
BAGAIMANA rasanya bila Anda harus berpisah berbulan-bulan atau malah bertahun-tahun dengan pasangan? Entah karena alasan bekerja maupun tugas belajar di luar negeri, misalnya. Tak mudah memang menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab berdua dan kini harus dipikul seorang diri. Bagaimana caranya agar tetap sukses mengasuh anak walau jarak ribuan kilometer memisahkan Anda dan pasangan?

1. Deal with Your Children

Terapkan Aturan
Pertahankan kesepakatan bersama. Percayalah bahwa kebiasaan ini mengajarkan tentang konsistensi-dalam jangka panjang sang buah hati pun merasa nyaman. Misalnya, aturan jadwal makan anak. Niscaya saat si kecil tahu kapan dia harus makan, ia pun tidak merasa lapar dan lebih nyaman saat beraktivitas.
Sering kali pekerjaan kantor dan rumah “menumpuk” di kepala. Alhasil Anda gampang mengalami “tegangan” tinggi. Tapi sayang, saat kembali ke rumah, si kecil asyik mengobrak-abrik rumah. Kalau hanya mengikuti emosi sesaat, jadilah pertengkaran hebat. Sebaiknya Anda bersabar. Tanyakan mengapa anak melakukan hal itu. Dan beritahu apa yang seharusnya ia lakukan.

Dengarkan keluh kesah anak
Pekalah terhadap perasaan anak. Walau kedua orangtuanya tidak ada pada saat bersamaan didekatnya, upayakan bahwa istri atau suami yang langsung berada dihadapannya bisa menyelami perasaannya. Percayalah, buah hati akan merasa secure dan ikatan batin antara orangtua dan anak pun semakin lekat.

Mengatur ledakan emosi
Acapkali orangtua dan anak sulit mendapat kata sepakat. Ujung-ujungnya adalah frustasi dan emosi. Masing-masing beranggapan argumennya paling benar. Kalau hal ini dibiarkan, anak merasa terabaikan. Masalah pun tidak selesai, namun semakin bertambah. Karena itu, istri atau suami musti mengatur emosi. Carilah waktu yang tepat untuk membicarakan kesepakatan itu.

Tetap lakukan kontak
Jadikan tradisi bagi anak untuk berkomunikasi dengan ayah dan ibunya. Meski berada di luar negeri sekalipun, upayakan “jauh di mata dekat di hati”. Misalnya saat menelepon anak, selain menanyakan kabar, Anda bahkan bisa mendongeng sebelum tidur. Atau cara lain, Anda berkirim surat atau e-mail dengan anak.

2. Deal with Yourself

Sharing
Jelas bahwa menjadi single parent bukan perkara mudah. Banyak persoalan muncul, tapi semua musti ditangani sendiri. Tentu saja, istri atau suami membutuhkan dukungan. Umpamanya saja, Anda bisa join pada sebuah perkumpulan single parents. Anda bisa mendapatkan dukungan serta sharing dari teman sesama single parents dan bagaimana mereka menghadapi masalahnya. Atau bagilah kisah Anda dengan saudara atau sahabat yang Anda percayai.

Manjakan diri
Meski lelah “merajai” tubuh dan batin, ambillah waktu untuk diri sendiri, seperti membaca buku favorit, merawat tubuh, menonton film favorit, istirahat dari rutinitas sejenak.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:10 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Jun 21, 2011 9:32 am

BEBAS DARI NIAT SELINGKUH
Senin, 11 Januari 2010 - 12:09 wib Adhini Amaliafitri - Okezone
MERAIH kisah cinta yang sempurna dibutuhkan usaha dan pengorbanan. Tak jarang cobaan kerap datang dan mengikis benih-benih cinta yang bersemayam dalam hubungan rumah tangga. Jika Anda dan pasangan berpikir bijak, tentu saja hal ini bisa terlewati. Menilik berbagai godaan yang paling sering mengancam indahnya kisah cinta, salah satunya adalah perselingkuhan. Pasalnya, selingkuh sudah menjadi sesuatu yang tak asing lagi di telinga kita.

Penyebabnya beragam, mulai dari mengusir kebosanan, aksi balas dendam, dan mencari sensasi petualangan baru. Dalam kamus perselingkuhan, kesempatan merupakan pemicu terbesar terjadinya perselingkuhan. Bila kesempatan terbuka lebar, maka perselingkuhan pun bisa terjadi dengan mudah.
Salah satu cara menangkal perselingkuhan, meski kesempatan terbuka lebar adalah selalu mengingat kenangan masih bersama pasangan. Seperti yang diulas Lovingyou berikut:

Rekam jejak perjalanan rumah tangga
Kembali mengingat perjalanan rumah tangga yang telah dibina, merupakan salah satu lem perekat keharmonisan Anda dan pasangan. Apalagi jika mengingat hal-hal gila yang telah dilakukan bersama selama ini. Selain itu, mengingat kenangan romantis yang telah dirajut berdua, bisa mendatangkan keinginan untuk mengulanginya lagi. Bahkan, bertukar ide dan merencanakan masa depan bersama bisa menjadi senjata ampuh meredam niat selingkuh.

Anda bisa mengikuti cara unik ini, yaitu duduk bersama pasangan dan buatlah daftar kolektif dari semua hal yang selalu berdua ingin lakukan. Selain itu, Anda bisa menulis semua lokasi menarik yang ingin Anda kunjungi untuk berpetualang bersama pasangan. Termasuk juga kenangan manis di masa lalu yang menjadi favorit berdua. Dengan menguntai impian masa depan dan membuat rencana bersama, maka rasa saling memiliki selalu terekam di benak masing-masing pasangan. Potensi untuk berselingkuh pun semakin kecil.

Menghidupkan lagi gelora asmara
Mengarungi mahligai perkawinan dengan gaya hidup yang itu-itu saja adalah keluhan besar di antara pasutri. Untuk itu, Anda bisa mengerjakan hal-hal baru untuk menghidupkan kembali gelora asmara seperti masa di awal pernikahan. Libatkan pasangan dengan lebih banyak bertukar pikiran dan berbagi. Sehingga tidak ada hal yang dipendam dan memicu terjadinya perselingkuhan.

Menciptakan momen romantis
Jangan biarkan satu bulan atau satu tahun berlalu tanpa memori, gairah, dan tawa. Tidak ada momen paling romantis selain Anda bisa memanfaatkan waktu bersama pasangan dengan baik. Jadikan kebersaamaan menjadi kunci utama menuju perkawinan abadi.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:11 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Jun 21, 2011 9:34 am

HIDUPKAN API ASMARA LAYAKNYA PENGANTIN BARU
Jum'at, 8 Januari 2010 - 16:26 wib Adhini Amaliafitri - Okezone
PASANGAN pengantin baru memiliki energi untuk hidup bersama. Seiring berjalannya waktu, hal-hal yang membosankan dalam hidup disinyalir dapat mengurangi api asmara. Gairah dan cinta yang dimiliki di awal hubungan sering kali dibayangi oleh isu-isu yang lebih mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun, selalu ada cara menciptakan hubungan pasutri dengan energi cinta baru. Jika Anda ingin membuat api asmara bak masa-masa di awal pernikahan, tip dari Loving You berikut bisa diterapkan.

Saling berbagi
Berusahalah untuk mengidentifikasi harapan serta impian Anda, dan juga pasangan. Lalu, saling memberi saran dan dukungan untuk bersama-sama meraihnya. Bukan memendam masalah sendiri, dan tidak melibatkan pasangan yang selama ini mendukung Anda dalam situasi suka atau duka.

Pasangan adalah sahabat
Ada kalanya, Anda memosisikan pasangan layaknya seorang sahabat yang perlu mendapatkan dukungan semangat saat menghadapi masalah berat. Di sini, posisi Anda menjadi teman berbagi cerita yang baik bagi dia.

Sentuhan romantis
Romantisme dalam kehidupan keluarga dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Misalnya, bergandengan tangan, berbagi sepotong kue, mencium hidung pasangan, atau menulis surat cinta pada pasangan terkasih. Langkah ini sangat penting Anda lakukan untuk membuat hubungan pasutri tetap harmonis.

Saling berempati
Cinta tidak memaksa orang menjadi pribadi yang bukan dirinya. Jadi, sebaiknya Anda jangan mencoba mengubah kepribadiannya atau memaksanya untuk mengikuti keinginan Anda. Tidak semua hubungan pasutri dapat bertahan dengan cara ini. Sebab, kunci utama pernikahan tetap langgeng adalah kreativitas dan fleksibilitas.(tty)


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:12 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Jun 21, 2011 9:37 am

PERNIKAHAN KEDUA BAGI SINGLE MOM
Jum'at, 8 Januari 2010 - 14:26 wib Adhini Amaliafitri - Okezone
MENJADI single mother setelah bercerai, tentu tak mudah. Apalagi jika berhubungan dengan masalah hati, butuh waktu untuk pemulihan. Namun, terhanyut dalam kesedihan tak akan membawa Anda kembali pada kenangan lama. Ketika sudah berhasil bangkit dari kesedihan dan menemukan pria baru, lalu Anda merasa siap untuk mengikat cinta dalam mahligai pernikahan, maka segera utarakan rasa itu pada sang kekasih. Tidak ada yang salah bila Anda membiarkan pasangan lebih dulu tahu bahwa Anda siap untuk berkomitmen dengannya. Jika Anda masih malu, tak perlu berbicara terus terang. Namun Anda dapat memberitahunya lewat sikap serta perhatian. Nah, jika Anda ingin mengirimkan sinyal tersebut, tip dari Sheknows berikut bisa disimak:

Membahas hobi si dia
Menunjukkan perhatian lebih terhadap hobi si dia, terhadap otomotif, atau gadget, bisa menjadi langkah awal yang baik. Dengan menunjukkan ketertarikan Anda terhadap dunia yang digemarinya, itu merupakan suatu cara untuk membiarkan pasangan tahu bahwa ia dicintai dan diterima apa adanya oleh Anda.

Lihat reaksi si dia pada anak Anda
Jika anak Anda sudah cukup umur untuk diajak diskusi, beritahukan pada mereka bahwa Anda tengah dekat dengan seorang pria. Katakan pada anak-anak, bahwa mereka tetap akan jadi prioritas hidup Anda. Selanjutnya, single mom sebaiknya mulai mengenalkan teman kencan saat hubungan telah berada di tahap serius. Pasalnya, banyak cerita yang kita dengar dari single mom yang telah menjalani hidup dengan anak-anak mereka, tanpa adanya kasih sayang. Bila pasangan terlihat klop dengan anak-anak, dan menyanyangi mereka seperti dia menyayangi keponakan-keponakannya, barulah Anda dapat lebih yakin bahwa dirinya memang bisa dijadikan figur ayah untuk anak-anak Anda.

Berani mengungkapkan keinginan untuk menikah
Asmara bukan hanya untuk anak-anak! Biarkan dia tahu bahwa Anda begitu mengingat bagaimana semuanya dimulai. Dari awal perkenalan, sampai membina hubungan asmara. Gunakan perasaan cinta serta gairah Anda untuk memulai hidup baru bersama-sama. Dengan jujur mengatakan bahwa Anda sudah siap bila ia berniat meneruskan hubungan ke jenjang pernikahan.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:13 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Jun 21, 2011 9:45 am

MENJAGA IKATAN PERNIKAHAN TETAP KUAT
Senin, 14 Desember 2009 - 11:31 wib Fitri Yulianti - Okezone
MAKEOVER tak hanya dalam urusan kecantikan, sebab pernikahan pun memerlukannya. Apa yang harus dicari dan dihindari dalam renovasi hubungan, Anda perlu memahaminya. Belakangan, terapi pernikahan sebagai upaya pencegahan dari "penyakit" semakin ngetren. Penulis Elizabeth Weil dalam tulisannya di the New York Times mengatakan, pernikahan bisa berjalan sempurna jika kedamaian di dalamnya ditingkatkan dan diperdalam. Yang terpenting, antara suami istri pasangan bersedia dengan penuh kerelaan untuk merenovasi pernikahan. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa menghangatkan gelora cinta Anda dan pasangan, seperti dilansir Your Tango.

Ingat kembali tujuan pernikahan
Apa yang Anda berdua inginkan dalam pernikahan? Apa yang harus diubah, dan apa yang sebaiknya ditinggalkan? Tuliskan dalam sebuah daftar dan bandingkan dengan daftar yang juga dibuat pasangan. Bisa jadi, Anda akan menemukan banyak ketidaksesuaian dalam tujuan pernikahan. Selaraskan kembali tujuan umum pernikahan Anda berdua agar tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Ciptakan sesi saling mengapresiasi
Duduk bersama pasangan dan buat daftar apa yang membuat Anda dan pasangan saling mencintai. Contohnya, cara pasangan membuatkan Anda sarapan saat hari Minggu, saat menyandarkan bahu Anda selama dia mengendarai mobil, atau tertawa saat Anda memesan salad dan menyantap porsi besar pesanannya. Biarkan masing-masing saling mengakui dan menghargai berbagai hal, baik besar maupun kecil terhadap apa yang telah dilakukan untuk pasangan.

Seks menawan
Mulai dengan mengatakan pada pasangan apa yang Anda sukai dalam kehidupan seks Anda berdua. Kemudian, alih-alih menunjukkan apa yang tidak pasangan lakukan, berbagilah fantasi seks Anda, seperti panggilan telpon seksi saat bekerja di kantor, satu malam tanpa anak-anak hingga Anda berdua bisa berjalan bebas di sekitar rumah, dan lainnya. Dengan itu, Anda berdua memperkaya pengalaman seks yang tak melulu di ranjang.

Maafkan dan lupakan
Pernikahan tak lepas dari ujian dan perselisihan. Kalau banyak masalah terasa pahit atau Anda mulai merasa bosan, kembali lakukan langkah-langkah ini mulai poin pertama. Ingat, Anda sedang berusaha untuk ke luar dari masalah yang monoton. Karenanya, pemahaman bersama, peningkatan kepedulian, dan gairah bercinta tidak akan bisa diperbaiki jika saling tuduh siapa yang bersalah dan mengungkap kembali kekecewaan masa lalu. Saatnya untuk mulai kehidupan baru yang lebih indah.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:16 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Jun 21, 2011 9:50 am

HIDUP BAHAGIA SETELAH PERCERAIAN
Jum'at, 20 November 2009 - 12:46 wib Fitri Yulianti - Okezone
PALU hakim telah diketuk. Kini, Anda tak lagi berstatus suami atau istri seseorang. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan seorang diri? Di antara rasa sedih dan frustasi, masih banyak hal positif dari perceraian. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat berstatus single lagi, seperti dikutip Loving You, Jumat (20/11/2009).

Dekor ulang rumah
Anda bisa mendekor ulang rumah. Pilih desain interior yang memberi efek menyegarkan untuk memperbarui sensasi diri terhadap lingkungan. Dekor ulang memudahkan Anda melupakan banyak kenangan bersama mantan pasangan selama hidup bersama. Ekspresikan imajinasi dan kreativitas Anda dalam setiap detail rumah.

Tebar pesona
Saat ke luar bersama suami, Anda tak bisa bebas mengenakan rok mini atau tank top seksi. Kini, Anda bisa kembali tebar pesona di depan pria dengan busana dan penampilan menggoda.

Kencan dengan seseorang yang lebih muda, lebih hot, dan lebih baik
Dengan penampilan memikat, siapa tahu saja Anda bisa menemukan seseorang yang jauh lebih baik, muda, dan hot daripada mantan pasangan. Ada satu ungkapan, saat satu pintu ditutup, maka pintu lain terbuka. Status single membuka kesempatan Anda bertemu sosok baru yang berpotensi jadi pasangan idaman.

Beli barang mahal
Ingatkah saat takut ketahuan suami karena menghabiskan anggaran belanja untuk membeli barang mahal? Kini, Anda bisa memakai uang tanpa takut dimarahi; membeli tas ataupun sepasang sepatu mahal. Anda juga bisa traveling ke berbagai tempat yang belum pernah dikunjungi. Pergi sendiri memberi kesempatan Anda untuk lebih rileks atau melakukan sesuatu yang ekstrim. Tentukan kemana tujuan traveling, apa yang akan Anda lakukan, dan kapan. Kalau takut pergi sendiri, ajak teman-teman lain yang berstatus single.

Introspeksi
Sebelum menemukan sosok idaman baru, Anda harus meluangkan waktu untuk instropeksi untuk "menemukan" diri sendiri. Perceraian tidak menutup kemungkinan Anda membina hubungan baru. Perceraian berarti memulai hidup dengan cinta dan diri yang baru.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 22, 2011 11:17 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12118
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Wed Jun 22, 2011 10:23 am

28 HAL PEMICU PERDEBATAN RUMAH TANGGA
SELASA, 21 JUNI 2011, 09:55 WIB Mutia Nugraheni, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Berbeda pendapat dalam kehidupan rumah tangga, merupakan hal normal, meski perbedaan ini seringkali menimbulkan perdebatan kecil antar pasangan. Adanya perdebatan menunjukkan tanda bahwa sebuah hubungan berjalan baik. Namun, hati-hati jangan sampai perdebatan kecil itu menjadi 'bencana' dalam rumah tangga. Sebuah perusahaan asuransi, Esure Home Insurance, melakukan survei secara langsung untuk mengetahui daftar masalah keluarga yang menimbulkan hampir 2.500 adu argumen per tahun. Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, survei ini memperoleh hasil, bahwa timbulnya perdebatan bukan karena masalah yang berkaitan dengan hal besar. Namun, karena masalah sepele dan sederhana.

Hal pertama yang sering menjadi biang keladi timbulnya argumen justru karena tiap pasangan tidak saling mendengarkan. Hasil survei ini didapat dari penelitian yang melibatkan 3.000 orang yang hidup dengan pasangan atau terlibat dalam hubungan jangka panjang. Masalah uang, melalaikan tugas-tugas rumah dan mendengkur sepanjang malam muncul sebagai alasan penyebab perdebatan dalam keluarga. Sementara, masalah seks bukanlah penyebab utama terjadinya pertengkaran. Masalah berebut saluran televisi justru lebih sering memicu terjadi perdebatan, termasuk juga berdebat soal menu apa yang akan dimasak untuk makan malam. Topik ini, mungkin saja terjadi dua kali setiap minggunya. Berikut daftar lengkap 28 hal pemicu perdebatan rumah tangga.

1. Tidak menjadi pendengar yang baik - 112
2. Menghabiskan uang belanja terlalu banyak - 109
3. Berbagai isu soal uang - 108
4. Tidak membantu pekerjaan rumah - 105
5. Mendengkur saat tidur - 102
6. Terlalu banyak tagihan - 98
7. Makanan - 92
8. Mengemudi kecepatan - 91
9. Mengabaikan untuk mengambil barang dengan naik tangga - 90
10. Membersihkan rumah - 90
11. Saluran televisi - 89
12. Perilaku anak-anak - 88
13. Pakaian kotor dan berbohong tentang rumah - 88
14. Waktu terbaik untuk berhubungan seks - 87
15. Tidak memberi perhatian yang cukup untuk satu sama lain - 84
16. Berbagi tugas menidurkan anak di tempat tidur - 83
17. Meninggalkan cucian kotor dalam mesin cuci - 82
18. Pulang larut malam - 82
19. Main-main di dapur - 82
20. Berjalan di dalam rumah dengan sepatu berlumpur - 80
21. Memanjakan anak-anak - 79
22. Menggunakan bahasa yang buruk di hadapan anak-anak - 79
23. Memasak makan malam - 79
24. Membiarkan lemari pintu terbuka - 79
25. Bagaimana memarkir mobil yang benar- 77
26. Mengabaikan panggilan telepon - 76
27. Tidak bersikap sopan - 75
28. Lupa untuk mengatakan "Aku mencintaimu" - 69

Semua terkesan sepele, namun argumen-argumen ini jika ditotal bisa mencapai 2.455 argumen dalam setahun. Menurut Nikki Sellers, pimpinan dari Esure Home Insurance, perdebatan sebanyak 7 kali sehari tampaknya tak terlalu berbahaya. Semuanya bisa diatasi jika masing-masing pasangan saling memahami dan mengerti kebiasaan satu sama lain. Perselisihan justru bisa dijadikan 'bumbu' yang menghidupkan suasana rumah tangga. (umi)

• VIVAnews


KESETARAAN GENDER JUGA HARUS TERJADI DIRUMAH
Tenni Purwanti | Dini | Jumat, 26 Agustus 2011 | 21:16 WIB
KOMPAS.com - Seorang laki-laki pernah mengungkapkan kepada kelompok perempuan, "Katanya sudah persamaan gender, kok bangku di bus mesti didahulukan kepada perempuan? Bukankah kalian menuntut persamaan, jadi jangan meminta perbedaan dong?" Rupanya di antara masyarakat kita masih ada salah pengertian dalam menerima misi gender equality (kesetaraan gender). Kesetaraan gender kerap disalahartikan dengan equation gender (persamaan gender). Padahal equality tidak sam adengan equation. Kesetaraan gender bukan berarti persamaan gender, semua disamakan antara laki-laki dengan perempuan. Kesetaraan gender mengangkat persamaan akses, peluang partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama antara laki-laki dan perempuan.

Hal ini disampaikan Erna Surjadi dalam buku terbaru yang ditulisnya, yakni Gender Skateboard. Buku ini merupakan buku ketiga yang ditulis setelah buku Gender Harmony dan Bagaimana Mencegah KDRT. Buku setebal 267 halaman ini berisi 17 bab dengan kisah-kisah nyata tentang kehidupan rumah tangga. Di akhir setiap kisah, Erna menambahkan pembahasan dari sisi sosiologi dan teori keluarga, sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Buku ini menjadi semacam pedoman pemahaman kesetaraan gender terutama untuk kehidupan rumah tangga, yang dibahas dari sisi teori sekaligus kasus-kasus yang telah terjadi di masyarakat. Di halaman 53 Erna menulis, "Ibaratnya tangan kiri dan tangan kanan, keduanya sama dihargai, dicuci dengan sabun dan disayangi, walaupun lebih sering tangan kanan yang digunakan. Bukan berarti tangan kiri dilatih atau diubah persis seperti tangan kanan. Kesetaraan di sini berarti suami-istri memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan, perkembangan, keuangan, pekerjaan, makanan, rekreasi, waktu luang, dan lain sebagainya."

Pemberian kesempatan kepada kaum perempuan menurut Erna tidak berarti dikompensasikan dengan "kekuasaan gender" karena demokrasi tidak dikenal dalam demokrasi yang adil. Penguasaan sumber daya kebanyakan dimiliki kaum laki-laki di ranah publik, namun bukan berarti berlanjut ke rumah tangga. Seyogyanya penguasaan ranah domestik dan publik dapat diseimbangkan antara laki-laki dan perempuan sebagai mitra sejajar dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa, demikian tulis Erna di halaman 54. Erna menyebutkan pula bahwa pasangan yang membangun gender harmony artinya telah berupaya mengangkat rasa hormat atau penghargaan (respect) terhadap pasangannya untuk mencapai kerukunan (united) dalam berbagai aspek kehidupan: sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Politik di sini dihubungkan dengan proses pengambilan keputusan yang tidak lagi didominasi suami (sesuai budaya patriarki) namun bersama-sama berdasarkan egalitaria etos dimana suami-istri adalah mitra sejajar dalam kehidupan rumah tangga. Maka, dengan satu kesepakatan proses untuk maju -dianalogikan dengan skateboard- pasangan suami-istri memiliki dasar pijak yang sama, tidak sendiri-sendiri dan hanya bertemu ketika dibutuhkan (apakah untuk hubungan seksual atau kepentingan publik).

Di halaman 182 Erna memaparkan tentang The Five Freedom yang disusun oleh Virginia Satir (seorang penasehat keluarga) dalam bukunya The Family. Lima kebebasan tersebut adalah:
1. Kebebasan untuk melihat dan mendengar (menyimpulkan) apa yang ada di sini dan saat ini, dan bukannya apa yang telah ada, akan ada, dan seharusnya ada.
2. Kebebasan untuk berpikir apa yang dipikirkan pasangannya, dan bukannya yang harus pasangannya pikirkan.
3. Kebebasan untuk merasakan apa yang pasangannya rasakan, bukan apa yang harus dirasakan pasangannya.
4. Kebebasan untuk bertanya apa yang pasangannya inginkan, bukan menunggu diberi izin.
5. Kebebasan untuk mengambil risiko atas diri sendiri, bukan memilih yang paling aman dan selalu bermain untuk keselamatan.

Menurut Erna, setiap orang memiliki kebebasan ini. Maka ketika seseorang memakainya perlu dipikirkan bahwa orang lain pun memiliki kebebasan yang sama. Begitu pula dalam hubungan suami-istri. Ketika ditemui Kompas Female dalam peluncuran bukunya di Graha Kenisah, Jakarta, Senin (22/8/2011) lalu, Erna mengatakan buku yang ditulisnya juga perlu dibaca oleh pasangan yang masih pacaran. "Jangan sampai salah pilih suami atau istri. Harus cari yang punya visi-misi yang sama. Buku ini bisa jadi gambaran buat mereka, apa saja masalah yang dihadapi dalam keluarga," ujar Erna. Itu sebabnya bukunya juga membeberkan bab dengan judul "Spirit Gender di Masa Pacaran". Di halaman 127 ia menjelaskan bahwa masa pacaran seharusnya dapat dipakai untuk memelajari karakter masing-masing pasangan, menyesuaikan diri, dan memutuskan apakah dapat berselancar ria di kemudian hari sebagai pasangan suami-istri. Erna menyarankan agar semasa pacaran para pasangan dapat membangun kebebasan untuk melihat dan mendengar, merasakan, menanyakan keinginan, memikirkan apa yang pasangan pikirkan, serta berani mengambil resiko untuk kepentingan berdua dengan penuh integritas diri. Tak lupa kepada misi bersama untuk membangun keluarga mandiri, maju, sehat, dan sejahtera.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 10, 2011 6:25 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Wanita

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 12Goto page : 1, 2, 3 ... 10, 11, 12  Next

 Similar topics

-
» lelaki menyerupai wanita
» 10 tindakan membuat wanita merasa nyaman
» Kementerian Pembangunan Wanita Sasar Lahirkan 4,000 Usahawan
» kenapa wanita berkerjaya lambat menamatkan zaman dara??
» Swine Flu H1N1 : Wanita muda dijangkiti H1N1 meninggal (Kosmo)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-