Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 IpTek

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3 ... 8 ... 16  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:14 pm

TERJAWAB, MISTERI HOBBIT DI FLORES
Senin, 28 Juni 2010, 12:03 WIB Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Fosil kerangka kecil 'hobit' yang ditemukan di Liang Bua, sebuah gua kapur di Flores, tahun 2003 lalu terus jadi misteri dalam dunia arkeologi, apakah itu fosil anak kecil, atau manusia abnormal? Fosil wanita purba yang diperkirakan berusia 18.000 tahun itu jauh lebih kecil dari ukuran manusia purba lainnya. Arkeolog terkemuka menasbihkan fosil itu sebagai nenek moyang baru manusia, Homo florensiesis -- yang disama-samakan dalam tokoh kerdil dalam film 'Lord of The Ring', Frodo Baggins -- dan mendapat julukan 'hobbit'.

Seperti dimuat Discovery.com, penelitian terbaru yang dimuat dalam Jurnal Boogeography yang dipimpin Hanneke Meijer dari Pusat Penelitian Biodiversiti Belanda, menyajikan alternatif jawaban. Catatan arkeologi menunjukkan, spesies nenek moyang manusia, homo erectus datang ke Flores, Nusa Tenggara Timur, pada masa pertengan jaman Pleistocene -- antara 781.000 dan 126.000 tahun lalu.

Homo floresiensis tidak tampak di masa-masa akhir periode Pleistocene, antara 126.000 dan 12.000 tahun lalu. Meijer yakin setelah masa isolasi Pulau Flores, homo erectus beradaptasi dan berkembang menjadi hobbit, meski banyak arkeolog tak sepakat bahwa manusia purba dari Flores yang berbadan dan berotak kecil itu adalah metamorfosa dari homo erectus. Kunci untuk memahami hobbit Flores, kata Meijer, adalah dengan mempersempit lingkup cara pandang, yakni fokus pada lingkungannya di Flores.

Dia menjelaskan, di Flores, menurut data fosil, beberapa penduduk pulau, termasuk reptil dan mamalia, memiliki pengalaman pengkerdilan (dwarfism) atau menjadi raksasa (gigantism). Fakta menunjukan, bahwa kasus-kasus yang terjadi pada hewan yang terisolasi akan mengalami perubahan besar tubuh secara drastis -- karena perubahan pemangsaan atau sumber makanan. Alih-alih melihat mundur, arkeolog harus melihat fenomena di Flores sebagai contoh adaptasi evolusioner. • VIVAnews


MANUSIA HOBBIT DI FLORES MENGECIL KARENA KEKURANGAN YODIUM
Selasa, 28/09/2010 18:04 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Perth, Manusia kerdil atau hobit yang ditemukan di Flores ternyata bukan spesies berbeda dari manusia modern. Penelitian membuktikan, tubuh para hobit menjadi kerdil hanya karena kekurangan yodium. Temuan kontroversial ini mematahkan dugaan bahwa hobit yang diperkirakan hidup 15.000 tahun lalu itu merupakan spesies baru yang berbeda dengan manusia. Bahkan spesies itu sudah diberi nama Homo floresiensis, sesuai tempat penemuan yakni di Pulau Flores. Peneliti dari University of Western Australia, Australia, Prof Charles Oxnard pertama kali melontarkan dugaan itu pada tahun 2008. Karena memicu perdebatan sengit, ia lalu membandingkan tengkorak hobit dengan tengkorak simpanse dan manusia.

Hasil penelitian lanjutan itu akhirnya dimuat di jurnal PLoS ONE baru-baru ini. Prof Oxnard mengatakan temuan terbarunya ini telah menegaskan teorinya bahwa hobit merupakan spesies yang sama dengan manusia modern. Berdasarkan analisis, tidak ada perbedaan antara hobit dengan manusia modern atau Homo sapiens. Para hobit menjadi kerdil karena congenital hypothyroidism atau kekurangan hormon tiroid yang memicu gangguan pertumbuhan atau kretinisme. "Kretinisme disebabkan oleh berbagai macam faktor lingkungan, termasuk di antaranya defisiensi atau kekurangan yodium," ungkap Prof Oxnard seperti dikutip dari Sciencedaily, Selasa (28/9/2010).

Ia memperkirakan kurangnya asupan yodium di masa itu adalah penyebab kretinisme pada manusia hobit. Menurutnya, hal ini konsisten dengan kecenderungan kretinisme hipotiroid endemik yang terjadi di Indonesia pada masa kini. Fosil manusia hobit yang terkenal itu ditemukan tahun 2003 di Liang Bua, sebuah gua di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur. Ilmuwan menemukannya saat mencari bukti terjadinya migrasi manusia pertama di Asia yang berasal dari Australia. Popularitas manusia hobit pernah diangkat dalam film trilogi The Lord of The Rings yang fenomenal. Dari situ digambarkan manusia hobit adalah makhluk-makhluk kerdil.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 29, 2010 7:59 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:25 pm

NENEK MOYANG ORANG ASIA ASALNYA ASIA TENGGARA
Nurul Ulfah - detikHealth - Jumat, 11/12/2009 18:10 WIB
Jakarta, Ilmuwan se-Asia berhasil berhasil melakukan pemetaan keragaman genetik di Asia. Dugaan selama ini nenek moyang orang Asia dari China ternyata terbalik. Yang benar nenek moyang orang China yang berasal dari Asia Tenggara. Studi ini juga semakin memperkuat penemuan sebelumnya bahwa nenek moyang semua manusia berasal dari Afrika, artinya Adam sebagai manusia pertama di dunia berasal dari Afrika.

Untuk pertama kalinya, lebih dari 90 ilmuwan dari konsorsium Pan-Asian SNP dinaungi oleh Human Genome Organisation (HUGO) melakukan studi terhadap 73 populasi Asia Tenggara dan Asia Timur untuk mempelajari pola migrasi dalam sejarah manusia dan hubungan antara genetik dan penyakit. Studi yang dipublikasikan dalam majalah Science 10 Desember 2009 ini menunjukkan bahwa akar genetik manusia berhubungan sangat erat dengan kelompok etnik dan kelompok bahasa.

Studi ini juga menjelaskan bahwa di masa lalu terdapat satu jalur utama migrasi manusia ke Asia, yaitu melalui Asia Tenggara, bukan jalur migrasi majemuk melalui jalur utara dan selatan, sebagaimana banyak dikemukakan sebelumnya. "Hal ini berarti nenek moyangnya orang China adalah orang Asia Tenggara, bukan sebaliknya," kata Prof Sangkot Marzuki, direktur lembaga Eijkman yang juga penggagas studi ini, dalam acara seminar 'Mapping Human Genetic Diversity in Asia' di gedung Lembaga Biologi Molekul Eijkman, Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Selain itu fakta terbaru menunjukkan bahwa semua gen yang ada pada manusia sekarang ternyata berasal dari Afrika. "Semua yang hidup sekarang setelah dites DNA-nya ternyata merujuk pada persamaan DNA orang Afrika," jelas Prof Sangkot. Peneliti dari 10 negara di Asia berkumpul untuk memahami bagaimana manusia terhubung satu sama lain dan hasilnya bisa dijadikan acuan untuk menangani berbagai masalah yang berhubungan dengan penyebaran genetik manusia.

"Untuk Indonesia, sebuah kepulauan dengan lebih dari 500 populasi etnik, data semacam ini sangat penting dalam pendekatan kesehatan masyarakat dan distribusi penyakit," ujar Prof Sangkot. Aplikasi untuk kesehatan antara lain memudahkan untuk mengambil sampel data sebuah penyakit karena distribusi penyakit ternyata berkembang seiring dengan migrasi penduduk, jadi penyakit lebih mirip-mirip di suatu daerah. "Jadi ngambil sampel nggak perlu banyak-banyak karena rata-rata gennya sama," kata Prof Sangkot.

Selain itu, data yang dihasilkan ini juga diperlukan untuk pencarian gen yang terkait dengan penyakit. "Misalnya mencari gen orang yang terkena avian influenza karena pada dasarnya manusia itu tahan flu burung. Justru kalau kena berarti ada kelainan genetik," tutur Prof Sangkot. Studi ini juga berguna untuk menentukan jenis obat berdasarkan genetiknya, karena tidak semua obat cocok untuk gen yang berbeda.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 7:50 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:28 pm

MUTASI GENETIK ORANG TIBET HANYA BUTUH 3000 TAHUN
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Jumat, 02/07/2010 11:16 WIB
Oakland, Mutasi genetik membuat orang Tibet mampu bertahan hidup dengan lapisan oksigen yang tipis di pegunungan. Ternyata, mutasi tersebut terjadi kurang dari 3.000 tahun sehingga tercatat sebagai mutasi genetik tercepat pada manusia.
Dikutip dari Sciencedaily, Jumat (2/7/2010), pakar evolusi dari University of California, Rasmus Nielsen mengungkap hal itu ketika meneliti DNA dari 50 orang Tibet. Ia lalu membandingkannya dengan 40 orang dari etnis Han dari Beijing.

Sampel orang Tibet diambil dari 2 desa yang berada di ketinggian 4.300 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan 4.600 mdpl. Seluruhnya telah mewakili sedikitnya 3 generasi yang selama hidupnya tinggal di wilayah tersebut. Dalam penelitian tersebut Nielsen menemukan sedikitnya 30 gen yang mengalami mutasi genetik, lebih banyak ditemukan pada orang Tibet daripada orang Han. Prevalensinya lebih dari 90 persen pada orang Tibet, dan kurang dari 10 persen pada orang Han.

Berdasarkan analisis, etnis Tibet dan Han berasal dari nenek moyang yang sama. Pemisahan terjadi sekitar 2.750 tahun lalu, menjadi 2 kelompok yang menghuni pengunungan Tibet dan dataran China. Sejak saat itu, mutasi terjadi pada 30 gen sementara 20.000 gen lainnya masih memiliki kemiripan. Meski hanya terjadi pada 30 gen, Nielsen menilai perubahan tersebut merupakan yang tercepat yang pernah diamati pada manusia.

Salah satu gen yang mengalami mutasi adalah EPAS1, yang disebut juga super athlete gen. Ketika ditemukan beberapa tahun lalu, gen tersebut banyak dikaitkan dengan peningkatan performa atlet sehingga dijuluki demikian. Gen tersebut menentukan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan yang kekurangan oksigen. Diduga, gen tersebut mampu menyeimbangkan metabolisme yang membutuhkan oksigen (aerob) dengan metabolisme tanpa oksigen (anaerob). Temuan ini diharapkan bisa mengungkap mekanisme tubuh dalam beradaptasi dengan oksigen yang menipis. Sebab beberapa penyakit seperti epilepsi dan schizophrenia juga sering dikaitkan dengan kondisi kekurangan oksigen saat berada di dalam kandungan.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 7:55 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:31 pm

DITEMUKAN, GEN 'PANJANG UMUR'
Jum'at, 2 Juli 2010, 07:45 WIB Ita Lismawati F. Malau
VIVAnews - Sejumlah ilmuwan dari Amerika Serikat mengklaim telah menemukan gen yang 'bertanggung jawab' pada umur panjang manusia. Akurasi penemuan ini mencapai 77 persen. Dikutip dari laman The Telegraph 1 Juli 2010, tim peneliti asal Boston University melakukan penelitian terhadap seribu orang lebih yang berumur 100 tahun dan membandingkan dengan populasi umum.

Hasilnya, peneliti menemukan kesamaan DNA pada orang-orang yang bisa hidup panjang. Terlepas dari kondisi lingkungan dan sejarah kesehatan seseorang, gen ini mampu bekerja secara kompleks untuk memberikan usia panjang. Peneliti yang dikepalai Professor Paola Sebastiani lalu menamai model unik genetika termasuk 150 variannya dengan sebutan single nucleotide polymorphisms (SNPs). Peneliti pun menilai bahwa penemuan ini bisa digunakan generasi muda melalui proses treatment dan pencegahan dari ancaman penyakit. Gen ini memungkinkan hidup sampai 100 tahun terlepas dari apapun gaya hidup yang anda pilih.

Berdasarkan hipotesa bahwa orang yang sudah tua membawa varian gen tertentu ini, tim peneliti terus mengembangkan studi kepada manusia lanjut usia.
Penyakit tua yang kerap menyerang para kakek dan nenek ternyata 'tertunda' bagi mereka yang memiliki varian ini. Kesimpulannya, 150 varian gen ini juga bisa digunakan untuk memprediksi apakah seseorang bisa berumur sampai 90 atau bahkan lebih tua-dengan tingkat akurasi cukup tinggi. Selain itu, tim juga menganalisa 19 kelompok genetik lainnya yang diduga menjadi 'karakter' 90 persen studi mengenai umur panjang.

Menurut mereka, perbedaan tanda genetik ini biasanya berkorelasi dengan penyakit tua seperti dementia dan hipertensi. Ini pun bisa membantu pengungkapan apakah seseorang masuk kelompok umur sangat sehat. Penemuan ini bisa membantu pencegahan penyakit yang menyerang di usia senja termasuk menurunnya kemampuan tubuh. Meski demikian, Profesor Sebastiani menambahkan "Prediksi ini belum sempurna. Meski ini akan menyumbang kepada pengetahuan varian gen manusia, namun penelitian korelasi manusia dan lingkungan hidupnya masih minim. Misalnya, gaya hidup yang sangat penting kontribusinya agat manusia panjang umur." Hasil penelitian ini dirilis di Journal Science.(hs)


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 7:57 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:35 pm

APAKAH MANUSIA MASIH BEREVOLUSI?
Selasa, 27 Oktober 2009 | 14:30 WIB
KOMPAS.com — Manusia modern (Homo sapiens) masih terus berevolusi. Meski banyak yang meyakini bahwa seleksi alam telah berhenti karena kini hampir setiap orang hidup cukup lama untuk memiliki anak, penelitian baru dari Massachussets mengenai populasi membuktikan bahwa evolusi masih berlangsung. Sebuah tim peneliti yang dipimpin ahli Biologi Evolusi Universitas Yale, Stephen Stearns, mendapati bahwa seleksi alam tak lagi didorong kemampuan survival, tetapi tergantung pada perbedaan kesuburan perempuan. “Variasi dari kesuksesan reproduksi masih ada di antara kita sehingga beberapa sifat yang berhubungan dengan kesuburan terus dibentuk oleh seleksi alam,” kata Stearns. Artinya, wanita dengan lebih banyak anak akan lebih mudah menurunkan sifat-sifat tertentu pada keturunannya.

Tim Stearns memeriksa statistik 2.238 wanita pasca-menopause yang berpartisipasi pada Penelitian Jantung Framingheart, yang mencatat sejarah medis 14.000 penduduk di Framingham sejak 1948. Para peneliti mencari hubungan antara karakteristik fisik wanita—termasuk tinggi, berat, tekanan darah, serta kadar kolesterol—dan jumlah keturunan mereka.

Mereka menemukan, wanita yang gemuk (bukan kegemukan) cenderung memiliki banyak anak. “Wanita dengan kadar lemak yang sedikit, tak berovulasi,” ujar Stearns. Hal sama juga terjadi pada wanita dengan tekanan darah dan kadar kolesterol yang rendah. Menggunakan analisis statistik canggih yang memasukkan faktor-faktor sosial dan budaya yang bisa memengaruhi angka kelahiran, para peneliti menemukan bahwa ciri-ciri tersebut diturunkan dari ibu ke anak perempuan dan cucu perempuannya.

Bila tren tersebut terus berlanjut tanpa perubahan hingga 10 generasi mendatang, rata-rata wanita Framingham pada tahun 2409 akan lebih pendek 2 cm, 1 kg lebih berat, mempunyai jantung yang lebih sehat, memiliki anak pertama 5 bulan lebih cepat, dan memasuki menopause 10 bulan lebih lambat dari wanita sekarang.

“Evolusi ini berjalan lambat, tapi mirip dengan apa yang kita lihat pada tumbuhan dan hewan. Sepertinya tak ada pengecualian terhadap manusia,” ujar Stearns mengenai penelitian yang dipublikasikan pada 21 Oktober dalam Procceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Douglas Ewbank, seorang demografer di Universitas Pennsylvania yang juga berperan dalam analisis statistik, mengatakan bahwa faktor budaya yang cenderung berdampak lebih menonjol dari seleksi alam pada pembentukan generasi mendatang menyebabkan orang-orang cenderung menyepelekan efek evolusi.

“Perubahan yang kita ramalkan tahun 2409 dapat saja terhapus oleh hal sederhana, seperti, katakanlah, program makan siang di sekolah. Namun, apa pun yang terjadi, tahun 2409, wanita Framingham cenderung akan lebih pendek 2 cm dan 1 kg lebih berat dibanding mereka yang tidak mengalami seleksi alam. “Evolusi merupakan proses yang lambat. Kita tak melihatnya pada kakek nenek kita, tapi seleksi itu ada.”

Sementara itu, Steve Jones, ahli biologi evolusi di Universitas College London yang pernah mengatakan bahwa evolusi manusia mendekati akhir, menganggap studi Framingham merupakan contoh penting bagaimana seleksi alam masih berjalan melalui perbedaan kemampuan reproduksi. Namun, Jones menganggap bahwa variasi kesuburan wanita seperti yang diukur dalam studi Framingham kurang penting dalam mempengaruhi evolusi manusia, dibanding variasi kesuburan pria. Menurutnya, sperma memiliki lebih banyak kemungkinan mutasi dibanding indung telur, terutama di kalangan pria berusia lebih tua.

"Bila dahulu lazim jika seorang pria memiliki banyak anak di usia senja dari beberapa istri, kini pria cenderung hanya memiliki satu istri dan sedikit anak di usia muda. Berkurangnya jumlah ayah berusia senja memiliki efek pada laju mutasi dan mengurangi munculnya diversitas baru. Padahal, inilah yang menjadi material utama evolusi," kata Jones. "Namun (meski materi evolusi makin jarang) mesin evolusi Darwin tidaklah berhenti. Ia hanya menjadi sangat melambat."


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:01 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:39 pm

OTAK LEBIH BESAR BUKAN BERARTI LEBIH PINTAR
Kamis, 26 November 2009 | 09:43 WIB
KOMPAS.com - Serangga kecil bisa jadi lebih cerdik daripada hewan besar, walau otaknya hanya seukuran kepala jarum, demikian hasil penelitian yang dimuat di jurnal Current Biology edisi 17 November. Dari penelitian terdahulu para ilmuwan menemukan bahwa hewan besar mungkin perlu otak yang juga besar karena lebih banyak bagian yang harus dikendalikan. Contohnya untuk menggerakkan otot yang lebih besar maka diperlukan saraf lebih banyak dan lebih besar juga. Namun hal itu tak sejalan dengan kecerdasan.

"Pada otak yang lebih besar seringkali tak ditemukan kompleksitas yang lebih, tapi hanya pengulangan dari sirkuit saraf yang sama. Mungkin ini membantu mengingat detil dari citra dan suara, tapi tak menambah tingkat kerumitan pemikiran," kata Lars Chittka, profesor pakar bidang indra dan ekologi perilaku dari Universitas Queen Mary, London. "Analoginya dalam bidang komputer, otak lebih besar itu seperti hard-disk yang besar, tapi bukan prosesor yang lebih canggih."

Argumen mereka sesuai dengan beberapa riset terdahulu yang menyatakan bahwa lompatan kecerdasan manusia jutaan tahun lalu kemungkinan besar bukan karena ukuran semata. Bahkan menariknya, menurut para peneliti lain, ukuran otak manusia malah mengecil seiring evolusi terkini. Di dunia hewan, perbedaan ukuran otak bisa ekstrim: otak paus bisa berbobot hampir 9 kg, dan berisi lebih dari 200 miliar sel saraf, sementara otak manusia hanya sekitar 1,25 kg hingga 1,45 kg, dan diperkirakan berisi 85 miliar sel saraf. Otak lebah madu malah hanya 1 mg dan sel sarafnya tak lebih dari sejuta.

Meski begitu, Chittka dan koleganya, Jeremy Niven dari Universitas Cambridge berulangkali menemukan penelitian yang membuktikan bahwa serangga mampu berperilaku pintar. Lebah madu misalnya bisa berhitung, mengkategorikan benda-benda yang serupa seperti membedakan anjing atau wajah manusia, memahami konsep 'sama' dan 'beda', dan membedakan bentuk-bentuk simetris dan asimetris.

Walau perkembangan ukuran otak memang ada pengaruhnya pada kemampuan berperilaku pintar pada hewan, kebanyakan perbedaan ukuran hanya terjadi pada bagian tertentu dari otak. Ini seringkali terlihat pada hewan dengan indra yang lebih tajam, seperti pada penglihatan atau pendengaran, atau kemampuan bergerak dengan akurat.

Para peneliti menuturkan bahwa pemikiran 'tingkat lanjut' sebenarnya tak perlu jumlah saraf neuron yang tinggi. Model komputer juga menunjukkan bahwa kesadaran pikiran bisa dihasilkan dengan sirkuit saraf yang sangat kecil, yang secara teoritis muat di dalam otak serangga. Kenyataannya, model-model komputer ini menyatakan bahwa kegiatan berhitung bisa dilakukan hanya dengan beberapa ratus sel saraf dan hanya beberapa ribu sel saraf cukup untuk menimbulkan kesadaran.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:14 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:43 pm

FISIK AJAIB MANUSIA SUPER
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Selasa, 06/07/2010 07:56 WIB
Jakarta, Bukan hanya dalam komik, manusia super juga ada di dunia nyata. Beberapa orang memiliki keistimewaan fisik, sehingga mampu menahan sambaran petir, berendam di bawah titik beku atau memanjat gedung tinggi tanpa alat. Keistimewaan itu ada yang didapat melalui latihan keras, ada pula yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan. Yang jelas, keistimewaan itu membuat para manusia super mampu melampaui batas-batas kemampuan fisik yang ada pada manusia normal.

Ketahanan fisik yang kuat membuat orang-orang ini kebal terhadap sambaran petir, padahal kalau manusia normal mungkin sudah tewas. Orang-orang ini juga memiliki tubuh yang sehat sehingga mampu berjalan di atas gedung tinggi. Beberapa manusia super yang pernah terncatat, seperti dikutip dari Livescience, Selasa (6/7/2010), adalah sebagai berikut.

Manusia petir
Dalam satu tahun, rata-rata hanya ada 1 dari 7.500 manusia yang tersambar petir. Namun dalam kurun waktu 35 tahun, seorang polisi hutan di Virginia, Roy Cleveland Sullivan mengalaminya sebanyak 7 kali atau rata-rata 5 tahun sekali. Sullivan yang dijuluki manusia penghantar petir oleh Guiness World of Record memang bekerja di taman nasional Shenandoah, Virginia, daerah rawan petir yang tercatat mengalami badai sedikitnya 35-45 hari dalam satu tahun. Uniknya ia tewas pada tahun 1985 di usia 71 tahun, bukan karena tersambar petir melainkan bunuh diri dengan pistol karena cintanya ditolak.

Manusia laba-laba
Dijuluki sebagai manusia laba-laba, Alain Robert telah menaklukkan sebagian besar gedung pencakar langit di seluruh dunia termasuk menara Eiffel dan Sears Tower. Berkali-kali pria asal Prancis ini ditangkap karena memanjat tanpa izin, bahkan pernah diusir dari China. Umumnya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak gedung tidak lebih dari 1 jam, dan Robert melakukannya tanpa istirahat. Ia mengaku bahwa kombinasi latihan, pengkondisian fisik, dan teknik yang sempurna membuatnya mampu berpegangan pada setiap tonjolan kecil pada kusen jendela.

Manusia 50/50/50
Pada tahun 2006, seorang warga Los Angeles bernama Dean Karnazes mendapat julukan 50/50/50 setelah mengikuti 50 lomba lari marathon di 50 negara bagian selama 50 hari berturut-turut. Karnazes memulainya di ajang Lewis and Clark Marathon di St Louis pada 17 September, dan menyelesaikannya dalam New York City Marathon pada 5 November. Karnazes juga pernah berlari sejauh 217 km tanpa istirahat, menyusuri Lembah Kematian di Gurun Majove pada temperatur 120 derajat celcius. Selain itu, ia pernah melakukannya di Kutub Selatan pada suhu -40 derajat celcius.

Manusia beku
Untuk urusan lari marathon di daerah kutub, seorang petualang Belanda punya rekor yang lebih ekstrem. Wim Hof, pria nekat tersebut, melakukannya di Kutub Utara pada suhu -29 derajat celcius dengan bertelanjang dada. Rekor lain yang pernah ia torehkan adalah berendam dalam es selama 1 jam 44 menit pada tahun 2007. Selain itu, pria kelahiran tahun 1959 ini memegang rekor bertahan di udara terbuka selama 72 menit di Kutub Utara dengan hanya mengenakan celana pendek. Untuk bisa menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan, Hof mengaku belajar Tummo seperti yang dilakukan para pendeta Yoga di Tibet. Dengan cara itu ia bisa mengatur fokus energi, dan mengalihkannya menjadi panas tubuh.

Manusia berleher superkuat
Pemilik tinggi 2 meter dan berat badan 155 kg, John Evans saat ini memegang 25 rekor Guiness untuk 11 kategori yang berhubungan dengan angkat beban. Berbagai benda pernah diangkatnya, termasuk sepeda motor, perahu dan mesin cuci. Namun yang terberat adalah sebuah mobil mini (159 kg), yang ia seimbangkan selama 33 detik di kepala tanpa menggunakan tangan. Evan mengaku, rahasianya untuk menyeimbangkan beban di kepala terletak di leher. Pria itu memang memiliki leher cukup besar, dengan diameter mencapai 60 cm.

Nenek dengan kekuatan super
Pemegang rekor Guiness yang lain adalah Sakinat Khanapiyeva, wanita tertua yang mampu membengkokkan berbagai benda dari besi. Nenek berusia 76 tahun asal Dagestan, Russia itu sanggup mengangkat dumbel seberat 24 kg, mematahkan tapal kuda, dan membengkokkan rel kereta api setebal 5 cm. Menurut catatan Guiness, kemampuan itu dimiliki sang nenek sejak berusia 10 tahun. Ketika itu ia sudah mampu memindahkan karung gandum seberat 299 kg, yang setara dengan berat badan 4 orang dewasa.(up/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:17 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 9:50 pm

KEMATIAN PALING ANEH DALAM SEJARAH
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Selasa, 06/07/2010 11:18 WIB
Jakarta, Setiap orang punya jalan masing-masing menuju kematian, seperti sakit atau kecelakaan. Dan menurut sejarah, ada beberapa kematian yang dianggap paling aneh. Apa saja? Dilansir dari Health24, Selasa (6/7/2010), berikut 8 kematian yang paling aneh sepanjang sejarah:

1. Kegembiraan yang fatal (Fatal hilarity)
Tak hanya baik untuk kesehatan, tertawa terbahak-bahak yang berlebihan juga bisa menyebabkan kematian. Hal ini terjadi pada Chrysippus, seorang filsuf Yunani yang menghabiskan saat terakhirnya di bumi setelah tertawa terbahak-bahak. Ia meninggal saat tertawa melihat keledainya yang mabuk setelah diberi minum wine. Kejadian ini disebut 'kegembiraan yang fatal' dan setidaknya ada dua kasus yang tercatat dalam sejarah. Kematian ini biasanya disebabkan oleh sesak nafas atau gagal jantung. Dalam beberapa kasus, korban telah tertawa sepanjang malam, dan akhirnya meninggal pada hari berikutnya.

2. Peradangan di selaput perut (Peritonitis)
Jangan memasukkan sesuatu yang bukan makanan ke dalam mulut. Itulah peringatan untuk menghindari terjadinya peritonitis atau radang selaput perut. Peritonitis adalah peradangan membran serosa yang melapisi rongga perut, menyebabkan infeksi, pendarahan internal dan kematian yang panjang dan menyakitkan. Ini terjadi pada Sherwood Anderson, seorang penulis yang menelan tusuk gigi di sebuah pesta makan malam pada tahun 1941. Tusuk gigi mengantarkannya pada kematian.

3. Keracunan darah (Blood poisoning)
Pada tahun 1911, Jack Daniels si pemilik perusahaan wiski yang menggunakan namanya sebagai merek, meninggal karena mengalami keracunan darah. Keracunan ini bermula karena adanya infeksi di salah satunya jari kakinya. Pada saat infeksi terjadi, ia mengalami sebuah kejadian yang membuatnya sangat marah hingga menendang sesuatu dan membuat infeksi kakinya semakin parah. Infeksi tersebut membuatnya mengalami keracunan darah, ia juga mengalami masalah dalam mengingat kombinasi. Ini membuat kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal.

4. Masturbasi fatal (autoerotic asphyxiation)
Pada tahun 1994, wartawan Inggris dan politikus Partai Konservatif, Stephen Milligan, meninggal karena autoerotic asphyxiation, atau yang biasa dikenal sebagai 'scarfing'. Autoerotic asphyxiation (AEA) adalah praktik seksual ketika seseorang melakukan masturbasi fatal dengan mencekik diri sendiri. Hal ini dianggap menyenangkan karena terjadi pengurangan aliran darah ke otak dan adanya pelepasan endorphines.

5. Kecelakaan aneh
Kecelakaan bisa saja terjadi pada setiap orang, tapi kecelakaan yang dialami Isadora Duncan benar-benar aneh. Wanita yang dijuluki 'Mother of Modern Dance' ini mengalami kecelakaan di Nice, Prancis, pada tahun 1926. Saat itu, ia menggunakan mobil beratap terbuka dan mengenakan syal panjang yang terbelit di lehernya. Tapi naas, angin membuat syal tersebut berkibar, tersangkut di roda dan akhirnya menarik Isadora dari tempat duduknya hingga menyeret beberapa meter ke belakang mobil. Ia tewas seketika karena patah leher.

6. Masokisme diri kanibalistik (Self-induced cannibalistic masochism)
Bernd-Jurgen Brandes adalah orang yang mengalami seksual masokisme, yaitu gangguan seksual yang mendapat kepuasan dari rasa sakit pada diri sendiri (menyakiti diri sendiri), baik yang berasal dari orang lain atau dengan diri sendiri. Pada tahun 2001, ia memposting iklan di internet dan menyatakan bahwa dia sedang mencari seseorang yang bersedia makan penis dan tubuhnya.Armin Meiwes penuh semangat menjawab iklan tersebut. Pada awalnya, mereka berdua makan penis Brandes hingga putus, setelah itu Meiwes membunuh Brandes dengan menikam beberapa kali di leher dan kemudian memakannya.

7. Kematian oleh game komputer
Lee Seung Seop, pria 28 tahun asal Korea ini meninggal karena dehidrasi dan gagal jantung setelah 50 jam bermain game komputer 'World of Warcraft', game online multiplayer. Selama bermain, ia sangat sedikit minum dan tidak pernah makan. Ia akhirnya pingsan karena kelelahan dan mati tak lama kemudian.

8. Tubuh terbakar spontan (Spontaneous Human Combustion atau SHC)
Pada 1951, Mary Hardy Reeser alias ‘The Cinder Lady’, mengalami kebakaran secara tiba-tiba ketika sedang duduk di ruang tamunya. Yang tersisa hanyalah kaki kirinya dengan sepatu yang masih terpasang dan tengkoraknya yang kemudian menyusut. Penyebab SHC hingga kini masih menjadi misteri. Kejadian ini boleh dibilang tak masuk akal, karena korban yang terbakar hingga tewas tidak sedang berada dalam dekat api atau mengalami korsleting. Tapi tubuhnya tiba-tiba seperti meledak dari dalam hingga membakar seluruh tubuhnya. (mer/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:19 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 10:11 pm

MANUSIA PURBA LEBIH MAHIR DARI DUGAAN
Jumat, 13 Agustus 2010 | 08:17 WIB
KOMPAS.com - Manusia purba Australopithecus afarensis, spesies yang diduga nenek moyang manusia modern ternyata juga pemakan daging serta mahir menyembelih dan memotong binatang dengan "pisau" atau alat potong dari batu.

Jurnal Nature, Kamis (12/8/2010), menyebutkan, bukti-bukti ini terlihat pada bekas potongan, guratan, atau goresan benda tajam pada dua tulang binatang purba Etiopia berusia sekitar 3,4 juta tahun dan ditemukan serpihan batu. Pernah juga ditemukan alat potong dari batu di Gona, Etiopia, yang berusia 2,5 juta tahun.

Hasil ini mengundang kontroversi di kalangan peneliti dan arkeolog karena selama ini tidak ada alat potong dari batu yang ditemukan bersama fosil manusia purba tersebut. Dugaan selama ini adalah bahwa mereka sekadar menggunakan batu-batuan yang ada di sekitar mereka. (AP/BBCNEWS/LUK)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 13, 2010 10:48 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 10:33 pm

LIDAH MANUSIA BISA MERASAKAN KALSIUM
Kamis, 21 Agustus 2008 | 17:11 WIB
JAKARTA, KAMIS - Sensasi rasa ternyata tak terbatas manis, asam, asin, dan pahit, seperti kita ketahui selama ini. Beberapa tahun lalu, rasa umami yang merupakan sensasi sedap atau lezat seperti rasa gurihnya penyedap rasa telah diterima sebagai rasa kelima. Tak cukup di situ saja karena lidah manusia mungkin dapat membedakan cita rasa keenam. Reseptor-reseptor indera pengecap yang menyebar di permukaan lidah manusa ternyata dapat merasakan kehadiran kalsium.

"Kalsium berasa calcium-y. istilah tersebut memang sangat asing. Kira-kira pahit dan sedikit asam," ujar Michael Tordoff, pakar genetika perilaku dari Pusat Rasa Kimia Monell di Philadelphia, AS. Ia mengatakan timnya menyimpulkannya sebagai rasa kelima setelah melakukan serangkaian penelitian.
Menurutnya, manusia secara tidak sadar sebenarnya telah merasakan kalsium dalam air tawar meskipun kandunganya sangat kecil. Jika kandungannya kecil, rasa tersebut dapat diterima lidah. Namun, dalam kandungan banyak justru tidak enak.

Fenomena rasa kalsium itu mungkin berhubungan dengan tingkat rasa pahit dan kandungan kalsium pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Rasa kalsium inilah yang menurut Tordoff menyebabkan seseorang kadang-kadang tidak menyukai sayura-sayuran dan buha-buahan jenis tertentu. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada susu dan produk olahannya. Meskipun kadar kalisumnya tinggi, masih kalah kuat dengan lemak dan protein sehingga tak begitu terasa.

"Beberapa jensi hewan memiliki kememapuan pengecap kalsium sangat baik sehingga mereka dapat mencari dan mengonsumsi sesuai kebutuhan tubuhnya," ujar Tordoff. Misalnya, badak yang sering menjilati tanah atau air laut. Kemampuan mendeteksi kalsium ditentukan gen yang disebut CaSR. Gen tersebut ditemukan pada ginjal, otak, dan usus. "kami baru tahu kalau gen tersebut juga ada pada lidah," ujar Tordoff.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:26 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 10:56 pm

KLINIK KESUBURAN BAYAR MAHAL UNTUK SEL TELUR UNGGULAN
Sabtu, 27 Maret 2010 | 11:32 WIB
KOMPAS.com — Klinik kesuburan bersedia membayar mahal untuk sel telur dari donor lulusan universitas terkenal, apalagi kalau berpenampilan menarik dan dari suku etnis tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa harga yang dipatok sering kali jauh lebih tinggi dari batasan yang telah ditetapkan.
Dilansir bahwa pasutri yang memiliki kesulitan berketurunan ada yang bersedia membayar 50.000 dolar AS atau sekitar Rp 450 juta untuk sel telur yang diharapkan bisa memberikan keturunan yang pintar dan berpenampilan menarik.

Sejarahnya, bayi tabung pertama dilahirkan pada 1983. Metode ini dilakukan dengan memasukkan sel telur dari donor yang telah dibuahi ke dalam tubuh wanita yang ingin hamil. Praktik ini umumnya dilakukan oleh para wanita yang mengalami kegagalan ovarium, wanita di atas 40 tahun yang ingin punya anak, atau bahkan pasangan homoseksual yang ingin memiliki anak dengan bantuan seorang wanita sebagai ibu pengganti. Menurut peraturan ASRM (Perkumpulan Kesehatan Reproduksi AS), bayaran untuk donor sel telur yang direkomendasikan adalah sekitar 5.000 dollar AS, yaitu sekitar Rp 45 juta, dan bayaran ini boleh saja lebih kalau ada pertimbangan tertentu, tapi sebaiknya tidak lebih dari 10.000 dollar AS atau Rp 90 juta.

Akan tetapi, pengamatan pada 100 iklan yang mencari donor sel telur di AS, setengah dari jumlah tersebut menawarkan lebih dari 5.000 dollar AS dan sekitar seperempatnya menawarkan lebih dari batasan 10.000 dollar AS itu. Peraturan ASRM itu juga sebenarnya melarang adanya diskriminasi harga berdasarkan karakteristik pribadi atau etnisitas sang donor. Namun, penelitian itu menunjukkan bahwa nilai ujian SAT (ujian standar di AS untuk pendaftaran universitas) turut menentukan harga sel telur dan iklan-iklan. "Pengomoditasan menjadi masalah ketika nilai moneter diberikan pada sel telur manusia, terutama apabila harga yang lebih tinggi diberikan untuk sel telur dari donor dengan ciri pribadi tertentu," tulis Aaron D Levine, profesor kebijakan publik dari Institut Teknologi Georgia, dalam karya tulisnya yang berjudul The Hastings Center Report ("Laporan dari Pusat Hastings").

Penelitiannya menunjukkan bahwa kebanyakan iklan untuk donor jelas-jelas menyatakan syarat penampilan atau etnisitas bagi para donor. Ia menyatakan bahwa kesulitan mendisiplinkan hal ini adalah karena tak adanya ancaman pidana yang berarti bagi pihak yang mengabaikan peraturan ini.
Dikhawatirkan bahwa harga yang terlalu tinggi bisa membutakan para wanita pendonor terhadap risiko-risiko menyumbang sel telur, contohnya adalah eksploitasi wanita.

Polemik masih bergulir tentang isu pengomoditasan ini. John A Robinson, profesor ilmu hukum dari Universitas Texas, mengomentari penelitian Levine dan menyatakan, "ASRM tak pernah menyatakan apa salahnya apabila membayar lebih untuk para donor yang lebih sehat, lebih subur, IQ-nya lebih tinggi, atau memiliki ciri penampilan tertentu yang lebih menarik."

Jika tak dikompensasi dengan cukup, bisa jadi sulit sekali mencari wanita donor sel telur. Robinson juga berargumen bahwa umumnya kita pun dalam mencari pasangan hidup memiliki standar-standar tertentu untuk penampilan, maka apa salahnya apabila klinik kesuburan juga memasang standar.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:28 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 11:00 pm

DIET DENGAN TERAPI AROMA ANTI LAPAR
Kamis, 24 Desember 2009 | 06:05 WIB
KOMPAS.com - Aroma anti-lapar ternyata bisa membantu memerangi epidemi kegemukan yang melanda dunia, dengan cara membuat kita merasa sudah kenyang, demikian diungkapkan para ilmuwan baru-baru ini. Semua orang sadar bahwa ada aroma yang bisa membangkitkan selera, dan juga bau yang membuat kita mual dan hilang selera. Tapi tahukah Anda, ada pula molekul dalam aroma makanan yang bisa memicu bagian tertentu dari otak sehingga merasa kenyang. Aroma yang membantu meredakan rasa lapar itu adalah aroma yang yang naik dari mulut ke rongga di balik hidung ketika kita mengunyah, begitulah penemuan tim Rianne Ruijschop, pakar teknologi makanan dari Pusat Riset Makanan NIZO, di Ede, Belanda. "Hasil temuan ini tak disangka-sangka," kata Ruijschop. "Kita cukup terkejut dan antusias atas hasil temuan ini."

Variasi temuan
Aroma, rasa, dan tekstur tertentu bisa membuat kita merasa kenyang. Beberapa fakta yang ditemukan antara lain:

* Makanan padat yang harus dikunyah dan ditelan, dan dengan begitu menghasilkan aroma yang tertinggal lama, terbukti lebih mengenyangkan daripada makanan yang cair.

* Aroma yang berkaitan dengan lemak, karbohidrat, atau protein, bisa menambah rasa kenyang, mungkin karena aroma-aroma ini menandakan bahwa makanan yang dikonsumsi mengandung energi tinggi.

* Aroma yang lebih rumit, dengan banyak komponen, lebih mengenyangkan daripada yang monoton. Aroma yang rumit bisa membuat otak kita merasa bahwa kita telah mengkonsumsi banyak jenis makanan, dan menyimpulkan bahwa porsinya pastilah besar.

* Ukuran sampel makanan juga berpengaruh, karena sampel dalam potongan kecil memperlama timbulnya efek akibat aroma.

Dalam percobaan, para peneliti dapat mengubah-ubah tingkat kekenyangan yang ditimbulkan dari berbagai makanan. Contohnya, membuat suatu minuman yang beraroma kuat seperti makanan padat bisa meningkatkan rasa kenyang.

Rasa kenyang
Temuan-temuan ini bisa membantu para peneliti menciptakan generasi baru makanan dengan aroma yang mengenyangkan, sehingga bisa memerangi obesitas dan kecenderungan kelebihan makan. Para ilmuwan bisa menambahkan kapsul yang bisa meningkatkan atau memperlama rasa yang tertinggal di mulut atau menambahkan aroma tertentu. Di samping efek aroma, mereka juga mungkin bisa menciptakan bahan yang bisa dikunyah-kunyah, atau memperkecil potongan makanan sehingga orang lebih banyak mengunyah; karena makin banyak mengunyah membuat kita berpikir porsi makanan lebih banyak. Aroma-aroma yang rumit bisa ditambahkan, dan juga aroma yang membuat kita berpikir bahwa makanan yang dikonsumsi kaya akan energi.

Pada temuannya baru-baru ini, Ruijschop mengatakan bahwa dengan mengendalikan aroma mereka bisa mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi kira-kira 10 persen. Kini para ilmuwan tengah melakukan penelitian jangka panjang untuk melihat apa efek pada orang yang telah berbulan-bulan mengkonsumsi makanan yang aromanya telah diubah.

Walau aroma bisa membantu mengurangi obesitas tapi, "ini saja bukan merupakan solusi," kata Ruijschop. "Intinya adalah untuk mengubah pola hidup."
Ruijschop dan para mitranya telah menjabarkan temuan mereka pada edisi 11 November jurnal Agricultural and Food Chemistry. (C17-09)


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:30 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 11:04 pm

MERANCANG ULANG SEL PUNCA
Kamis, 11 Juni 2009 | 10:06 WIB Evy Rachmawati
KOMPAS.com - Penggunaan sel punca telah membuka jalan revolusi untuk mengatasi berbagai penyakit dan kerusakan jaringan tubuh. Namun, pengembangan sel punca embrionik yang mampu membentuk beragam tipe jaringan terbentur masalah etika. Karena itu, kini teknik pemrograman ulang sel manusia banyak dikembangkan. Pada dasarnya, setiap organ dan jaringan tubuh dibentuk oleh sel-sel tertentu yang berasal dari sel punca. Dalam kehidupan kita, sel punca berperan dalam regenerasi organ dan jaringan yang rusak atau hilang setiap hari.

Boleh dibilang, sel punca adalah sumber dari semua sel di dalam individu, tidak terdiferensiasi dan bisa memperbanyak diri. Salah satu tipe sel punca adalah sel punca embrionik yang diisolasi dari bagian inner cell mass blastosis, tahap paling awal perkembangan manusia yaitu lima hari setelah pembuahan. Sel punca yang digambarkan sebagai pluripotent, mampu jadi semua jenis sel.

Sementara itu, sel punca dewasa adalah sel tunas yang diisolasi dari jaringan dewasa seperti sumsum tulang atau darah dan bisa memperbanyak diri, tetapi kemampuan diferensiasinya terbatas untuk menjadi jenis sel tertentu. Karena bisa menjadi beragam sel tubuh, sel punca bisa menyediakan jaringan untuk mengganti sel-sel yang rusak dalam terapi diabetes, jantung, dan penyakit lain.

Namun, sel punca dewasa dianggap kurang optimal hasilnya daripada sel punca embrionik dalam hal tipe jaringan yang bisa dibentuk. ”Akan tetapi, riset sel punca embrionik dihadapkan pada masalah etika karena embrio harus dihancurkan bila hendak diambil sel puncanya. Ini berarti menghilangkan satu kehidupan yang dimulai sejak pembuahan,” kata Ketua Komisi Bioetika Nasional Prof Umar Anggara Jenie.

Debat etika ini memacu penelitian untuk mendapat teknik pemrograman ulang dari sel somatik dengan faktor penentu sel punca pluripotensi. Menurut Perhimpunan Penelitian Sel Punca Internasional, pembuatan induced pluripotent cells (iPS) adalah cara lain menciptakan sel punca pluripotent. Sel punca embrionik dan sel iPS punya banyak kesamaan karakteristik, termasuk kemampuan jadi sel semua organ dan jaringan, tetapi keduanya tidak identik.

Selama ini para peneliti sudah berhasil memprogram ulang berbagai jenis sel tikus, antara lain sel hati dan sel epitel lambung. Jadi, sel fibroblast tikus dewasa telah diprogram ulang ke keadaan tidak terdiferensiasi yang menyerupai sel punca embrio. Hasilnya, sel iPS buatan ini terlihat sama dengan sel punca yang berasal dari embrio.

Tim peneliti dipimpin James Thompson dari Universitas Wisconsin Madison dan Shinya Yamanaka dari Universitas Kyoto Jepang menggemparkan dunia ketika berhasil membuat metode untuk memprogram ulang sel punca dewasa jadi pluripotent pada November 2007. Sel-sel ini disebut iPS Cells yang secara genetik dimodifikasi dengan memasukkan empat faktor transkripsi DNA penting dalam sel embrionik ke genom sel punca dewasa dengan memakai virus.

Tak lama kemudian, pada Desember lalu, George Daley dari Harvard Medical School di Boston, Massachusetts, dan rekan juga menunjukkan sel iPS dapat dibuat dari beragam sel dewasa. ”Pada banyak pasien, kami dapat menggunakan biopsi kulit untuk menstabilkan sel pluripotent,” kata Daley dalam situs Nature.

Namun, menurut Yuda Heru Fibrianto, peneliti sel punca dari Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, efisiensi dari pembentukan sel iPS relatif rendah. Ada kemungkinan penggunaan asal sel itu yang menyebabkan sel punca tidak berdiferensiasi secara tetap, integrasi retrovirus dalam tempat khusus tidak disyaratkan untuk induksi sel iPS.

Kini tim ilmuwan yang dipimpin Juan Carlos Izpisua Belmonte di Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California, berhasil meningkatkan efisiensi pemrograman ulang lebih dari 100 kali dan mempersingkat waktu proses. Mereka membuat sel iPS dari keratinosit (materi pembentuk lapisan terluar kulit dan protein pembuat rambut, kulit, kuku) yang ditempelkan pada rambut manusia.

Metode ini sederhana dan praktis untuk menciptakan sel punca demi terapi penyakit tertentu yang semula sulit dilakukan karena rendahnya efisiensi proses pemrograman ulang. Metode ini sekaligus menghindari prosedur pembedahan untuk mengumpulkan sel organ tertentu demi memperoleh sel punca.

Sel iPS memberi bukti nyata untuk pengobatan anemia sel dengan memakai model tikus. ”Metode iPS memberi janji yang diberikan sebelumnya oleh terapi kloning, yaitu tidak butuh pemakaian obat penekan kekebalan untuk mencegah penolakan dari sel transplantasi yang tak cocok, memperbaiki kelainan genetik, dan secara berulang mendiferensiasi sel iPS ke dalam tipe sel yang diinginkan untuk melanjutkan pengobatan,” kata Yuda.

Di Indonesia
Riset sel punca di banyak negara berkembang pesat dengan metode makin canggih. Di Indonesia, aktivitas riset yang memakai sel punca dewasa mulai dilakukan sejumlah lembaga swasta dan perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
Meski masih dalam tahap penelitian, pengobatan sel punca mulai dilakukan untuk mengatasi serangan jantung, osteoartritis, dan luka bakar.
Tim peneliti dari Unit Luka Bakar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, misalnya, meneliti keamanan dan efikasi dari aplikasi sel punca pada luka bakar derajat 2 atau kerusakan kulit yang melibatkan sebagian besar dermis.

Dalam riset itu, sel punca diambil dari tali pusat yang diisolasi dan diproses oleh Stem Cell and Cancer Institute (SCI). Menurut dokter spesialis bedah plastik dari FKUI/RSCM, dr Yefta Moenadjat, dari Unit Luka Bakar FKUI/RSCM, dalam proses penyembuhan luka, aplikasi sel punca mempersingkat fase inflamasi, memperbaiki fase fibroplasia dan mempercepat proses epithelialisasi pada daerah yang umumnya sulit terjadi.

Kini sejumlah peneliti juga tengah mengembangkan sel iPS disertai aplikasi preklinik maupun klinis sebagaimana dilakukan di Pusat Penelitian Sel Punca UGM. ”Kami juga akan membuat iPS universal sehingga didapatkan pluripotent sel punca yang siap pakai bagi siapa saja yang membutuhkan,” kata Yuda Heru Fibrianto dalam seminar yang diprakarsai Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI).

Selain bisa mengakhiri debat etika seputar sel punca embrionik dan potensi sebagai terapi masa depan, aplikasi sel iPS bukan berarti bebas masalah. Menurut Yuda, sejumlah rintangan yang dihadapi adalah, bagaimana menghindari gen berbahaya sebagai bagian faktor pemrograman ulang, mencegah penggunaan pengantar gen dari vektor retrovirus pembawa risiko masuknya mutagen. ”Yang juga penting adalah, bagaimana mengembangkan sel iPS manusia yang sehat dan kuat,” ujarnya.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:32 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 11:11 pm

SUDAH DIUJUNG LIDAH TAPI LUPA!
Jumat, 26 Februari 2010 | 19:32 WIB
KOMPAS.com - Sebal rasanya kalau tiba-tiba anda lupa suatu istilah, padahal rasanya sudah di ujung lidah tapi mendadak lupa. Suatu penelitian mempelajari hubungan antara fenomena kelupaan ini dengan tingkat keseringan pemakaian kata-kata tertentu. Temuan riset ini bisa membantu ilmuwan memahami cara otak kita mengatur dan mengingat bahasa. Untuk mempelajari fenomena ini para peneliti mempelajari orang-orang yang fasih dalam dua bahasa dan juga orang-orang tuli yang berkomunikasi memakai bahasa isyarat sesuai standar Bahasa Isyarat America (ASL).

"Kami ingin melihat apakah orang-orang yang memakai bahasa isyarat bisa juga mengalami kelupaan mendadak itu," jelas Karen Emmorey, direktur dari Laboratorium Bahasa dan Ilmu Syaraf Kognitif di San Diego State University. Emmorey dan para rekannya menemukan bahwa ternyata para pemakai bahasa isyarat juga kadang mengalami fenomena kelupaan mendadak itu, dan frekuensinya juga hampir sama dengan pemakai bahasa verbal biasa, yaitu kira-kira seminggu sekali.

Terlebih lagi, mirip dengan para pemakai bahasa verbal yang kadang lupa suatu istilah tapi kira-kira tahu huruf awalnya, para pemakai bahasa isyarat juga bisa lupa tapi kira-kira tahu sebagian gerakan untuk suatu istilah. Dan bila lupa, para pengisyarat itu lebih bisa mengingat-ingat bentuk tangan ketika menggerakkan suatu istilah, atau bagian tubuh mana yang dipakai untuk istilah itu dan arahnya, daripada mengingat gerakannya sendiri.

Emmorey memandang hal ini sebagai suatu kesamaan dengan para pembicara verbal, karena kedua grup ini sama-sama bisa mengingat suatu kata melalui awalannya. "Dalam bahasa ada suatu keistimewaan dalam awalan," tutur Emmorey. Salah satu dugaan mengapa kita kadang lupa suatu istilah adalah karena mungkin di otak kita, pada saat bersamaan, muncul kata lain yang mirip bunyinya sehingga otak kita terhalang untuk mengingat kata yang dimaksud. Mekanisme ini disebut hambatan fonologis. Untuk menguji teori ini, tim Emmorey membandingkan orang-orang yang bilingual dengan orang-orang yang bisa ASL dan juga Bahasa Inggris.

Suatu penelitian lain sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang-orang bilingual lebih sering mengalami fenomena lupa-di-ujung-lidah ini dibanding orang yang hanya fasih dalam satu bahasa. Para ahli menyimpulkan bahwa dengan penguasaan dua bahasa maka orang-orang bilingual juga dua kali lebih rentan untuk mengalami hambatan fonologis.

Kalau memang benar begitu, maka semustinya ini tak terjadi pada orang-orang yang bisa bahasa verbah (Inggris) dan juga bahasa isyarat ASL, karena semustinya kedua cara komunikasi itu tak saling 'bertabrakan', satunya mengandalkan bunyi sedangkan satu lagi gerakan. Tapi ternyata, dibandingkan orang-orang yang bilingual Inggris-Spanyol, orang-orang yang bisa Bahasa Inggris, dan ASL mengalami kelupaan di ujung lidah ini sama seringnya. Maka bisa dilihat bahwa dalam hal ini bukan hambatan fonologis biang masalahnya.

Jadi Emmorey kini mencurigai bahwa kelupaan ini adalah karena pemakaian yang kurang sering. Sederhananya, makin jarang suatu kata dipakai, maka makin sulit otak mengingatnya. Jadi misalnya orang tersebut bilingual Inggris-Indonesia maka kemungkinan separuh waktunya ia memakai Bahasa Inggris, dan separuh lagi memakai Bahasa Indonesia, jadi waktunya terbagi kalau dibanding dengan orang yang cuma berbahasa tunggal.

Tentunya ide ini harus diuji lebih lanjut dulu. Emmorey memaparkan hasil penelitiannya para pertemuan tahunan Asosiasi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Amerika di San Diego, California, 19 Februari, 2010.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:39 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jul 02, 2010 11:31 pm

INILAH ALAT PEMBACA PIKIRAN
Sabtu, 12 Desember 2009 | 10:11 WIB
KOMPAS.com — Penelitian baru kini tengah dilakukan untuk peranti otak nirkabel yang kelak diharapkan bisa memindai pikiran dengan cepat untuk mengambil data percakapan demi menolong orang yang mengalami kerusakan otak agar bisa berkomunikasi. Baru-baru ini, para ilmuwan menciptakan peranti otak untuk membantu komunikasi bagi orang yang tak bisa lagi berbicara dengan cara membaca gelombang otak lewat elektroda yang ditempel ke kepala. Sayangnya, ini terbukti sangat lamban, kira-kira hasilnya satu kata per menit sehingga tak mungkin diterapkan pada pembicaraan normal dan interaksi sosial.

Kini, ahli saraf kognitif Frank Guenther dari Universitas Boston bersama para koleganya menunjukkan suatu peranti otak yang memakai elektroda yang ditanamkan langsung dalam otak demi meneliti cara bicara dalam waktu riil. "Tak lama lagi, individu yang telah lumpuh total sehingga tak bisa berbicara akan memiliki kemungkinan untuk bersuara lewat komputer laptop," kata Guenther.

Para ilmuwan bekerja bersama sukarelawan berumur 26 tahun yang hampir lumpuh total akibat stroke yang dialaminya di usia 16 tahun. Mereka menanamkan elektroda dengan dua kawat ke bagian otak yang tugasnya memikirkan dan menjalankan gerakan yang berhubungan dengan berbicara.
Elektroda itu mencatat sinyal dari otak ketika sang sukarelawan mencoba berbicara, lalu secara nirkabel data itu dikirim pada suatu alat synthesizer suara. Penundaan antara aktivitas otak dan hasil suara rata-rata hanyalah 50 milidetik. Ini cukup mendekati pembicaraan normal.

"Ia (sukarelawan) cukup bersemangat, terutama selama beberapa hari pertama ketika kami memakaikan alat itu dan seiring ia membiasakan diri," ucap Guenther, "Saya yakin dari sisi dia, kemajuan kami terlihat lelet. Kami pun kadang merasa begitu. Tapi biar bagaimanapun ia senang bisa mendapatkan hasil suara dengan waktu riil atas kehendaknya untuk bicara, dan ia bekerja keras dengan senang hati bersama kami selama percobaan."

Para peneliti berfokus pada huruf vokal karena komponen suaranya telah dipelajari selama puluhan tahun dan peranti lunaknya sudah tersedia untuk dengan cepat menghasilkan suara. Tingkat akurasi huruf-huruf vokal yang dihasilkan sang sukarelawan lewat synthesizer itu maju pesat dari 45 persen menjadi 89 persen akurat dalam 25 sesi selama lima bulan.

"Sukarelawan kami bisa menghasilkan urutan bunyi vokal seperti 'ah-ii'. Ini gerakan gerakan vokal yang cukup mudah."
Guenther menerangkan. "Tantangan berikutnya adalah menghasilkan suara konsonan. Ini akan memerlukan synthesizer yang berbeda, yaitu suatu synthesizer artikulasi di saat sang pemakai akan mengendalikan gerakan suatu lidah maya.

"Synthesizer macam ini memungkinkan terbentuknya suatu kata penuh, tapi sistemnya lebih rumit untuk dikendalikan sang pemakai," lanjutnya, "Ini, dan dipadukan dengan tambahan elektroda untuk memindai dan memancarkan data, nanti mustinya bisa membuka jalan atas terciptanya sistem untuk menghasilkan kata-kata dan kalimat penuh."

Sistem yang sekarang digunakan mengambil data hanya dari dua kawat. "Dalam setahun akan memungkinkan untuk menanam sistem dengan 32 kawat," kata Guenther, "Dengan ini kita bisa memindai lebih banyak neuron, yang akhirnya dapat mengendalikan synthesizer dan menghasilkan suara yang lebih baik. Para ilmuwan menjabarkan penemuan mereka di jurnal PLoS ONE edisi 9 Desember 2009.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:42 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

IpTek

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 16Goto page : 1, 2, 3 ... 8 ... 16  Next

 Similar topics

-
» PARADE IPTEK 2010, Lomba Essay, Lomba Software, Lomba Flash
» IpTek

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-