|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Thu Jun 10, 2010 8:18 pm | |
| MASTURBASI TAK BIKIN MANDUL, CUMA..... Merry Wahyuningsih - detikHealth - Selasa, 22/06/2010 18:00 WIB New Orleans, Sebagian pria mungkin khawatir tentang frekuensi masturbasi yang terlampau sering dapat mengakibatkan infertilisasi alias kemandulan. Jangan khawatir, masturbasi tak bikin pria mandul, cuma memang ada beberapa gerakan berbahaya yang bisa memicu ejakulasi lambat (terbelakang). Memang ada beberapa mitos yang menyatakan masturbasi bisa menyebabkan kemandulan karena adanya penurunan jumlah sperma. Tapi pada kenyataannya, masturbasi tidak dapat menyebabkan kemandulan.
Masturbasi hanya menurunkan jumlah sperma dalam jangka pendek, biasanya kurang dari 24 jam. Di hari berikutnya, jumlah sperma akan kembali normal. Kehamilan dapat terjadi setelah penetrasi, bahkan pada pria yang sering masturbasi. "Sering masturbasi tidak mengurangi sperma dan juga tidak mempengaruhi kemampuan untuk mencapai ereksi," ujar Dr Erik Castle, konsultan Departemen Urologi di Tulane University, New Orleans, seperti dilansir dari MayoClinic, Selasa (22/6/2010). Menurut Dr Castle, yang justru membuat pria mandul adalah kalau tidak mengalami orgasme (ejakulasi) selama beberapa hari atau lebih. Hal ini karena dapat mengurangi jumlah sperma dengan bentuk normal (morfologi) dan kemampuan untuk bergerak (motilitas).
Morfologi normal dan motilitas mempengaruhi kemampuan untuk mencapai dan membuahi telur pada wanita. Itulah sebabnya, beberapa kali berhubungan seksual dalam seminggu akan memaksimalkan kesempatan untuk hamil, walaupun pria tersebut sering masturbasi. Meski masturbasi tidak menimbulkan dampak negatif, tapi para ahli memperingatkan bahwa beberapa bentuk masturbasi bisa berbahaya. Gerakan yang menggosok sangat cepat atau dengan tekanan berat dan gesekan, dapat memperbesar risiko ejakulasi terbelakang (retarded ejaculation), yaitu jenis disfungsi seksual yang tidak dapat merasakan klimaks atau orgasme, bahkan melalui hubungan seks dengan pasangan sekalipun.
Walaupun masturbasi tidak bisa mempengaruhi jumlah sperma, tapi ada beberapa faktor lain yang bisa menurunkan jumlah sperma seperti dilansir dari Ehow, yaitu: 1. Stres 2. Merokok 3. Obat-obatan terlarang (narkoba) 4. Kurang gizi (malnutrisi) 5. Obesitas 6. Cedera karena sering naik sepeda 7. Mengenakan pakaian dalam atau pakaian renang yang terlalu ketat. (mer/ir)
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 10:56 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Fri Jun 11, 2010 8:52 pm | |
| SEKS BUKAN SEKEDAR PEMENUHAN KEBUTUHAN LAKI LAKI Rabu, 16/6/2010 | 12:07 WIB KOMPAS.com - Tidak semua pasangan suami-istri (pasutri) memiliki pengalaman seksual yang membahagiakan. Dalam hal ini, kepuasan seksual menjadi ukuran kebahagiaannya. Pasalnya, masih banyak pasangan yang minim pengetahuan tentang seks. Umumnya, pasutri hanya memandang seks sekadar kebutuhan lelaki yang harus dipenuhi istri. Banyak akibat yang ditimbulkan dari minimnya pengetahuan dan kurangnya keterbukaan seputar hubungan seksual ini. Pasutri, atau salah satunya, tidak merasa bahagia dan terpuaskan. Terutama perempuan yang lebih sulit mengalami orgasme dibandingkan lelaki. Dampaknya bukan sekadar persoalan kehidupan seks, tetapi juga kepada kualitas hubungan dan kehidupan rumah tangga.
Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, menjelaskan kesulitan perempuan untuk orgasme disebabkan berbagai hal. Namun yang lebih penting untuk diketahui adalah pasutri memahami bahwa perempuan bukan pelayan seks. Artinya, seks dalam hubungan suami-istri bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis lelaki tanpa memperhatikan kebutuhan perempuannya. "Bila perlu lelaki yang dijadikan pelayan, karena lebih sulit membuat perempuan orgasme. Lelaki lebih mudah orgasme karena bentuk penis menonjol dan mudah terangsang. Sedangkan kelamin perempuan sulit dicapai. Karenanya posisi dalam hubungan seks bagi perempuan penting," jelas Prof Wimpie, dalam talkshow "Kebahagiaan Seksual Semu Ereksi Sub-Optimal" yang diadakan oleh PT Pfizer Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Prof Wimpie, lelaki perlu menemukan bagian peka rangsangan pada perempuan. Selain mengatur posisi yang mampu memberikan rangsangan dan kepuasan seksual perempuan. Kekerasan ereksi pada lelaki juga turut mempengaruhi kepuasan seksual perempuan. "Perempuan bisa multiple orgasme asal lelaki bisa mengatur ereksi dan tidak cepat ejakulasi," tambahnya.
Dalam paparan diskusi dikatakan selain rangsangan, posisi, dan ereksi, hubungan seks pasutri bergantung juga pada emosi yang terbangun. Komunikasi yang terbuka menjadi kuncinya. Edukasi seks menjadi solusi paling dini. Pasutri perlu lebih terbuka memahami berbagai masalah seputar seksual. Pola pikir juga mempengaruhi karena dengan pemahaman seks yang baik, lelaki tak sekadar minta dilayani (secara seksual) dari istrinya. Namun juga memberikan kebahagiaan kepada istri, dengan lebih terbuka mengenal kebutuhan seksual perempuan.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 11:00 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Fri Jun 11, 2010 8:58 pm | |
| CAIRAN MANI, APA ISINYA? Senin, 2 November 2009 | 15:28 WIB KOMPAS.com — Cairan mani berfungsi sebagai pelumas dalam hubungan seksual. Setiap ejakulasi, rata-rata pria mengeluarkan cairan mani atau semen sekitar satu sendok teh. Banyak sedikitnya cairan mani ini tergantung pada usia (makin muda makin banyak), kapan terakhir ejakulasi, dan jenis rangsangan yang diterima. Satu sendok teh cairan mani mengandung sekitar 21 kilojoules (kilo kalori) dan 200-500 juta sperma. Karena jumlah sperma hanya sekitar satu persen dari cairan mani, lalu apa yang 99 persen sisanya?
Menurut seksolog Dr Elna McIntosh, selain sperma, cairan mani terdiri dari gula fruktosa, air, ascorbic acid (vitamin C), asam sitrat, enzim, protein, posfat, dan zinc. Karena itu, tak perlu khawatir bila tanpa sengaja menelan cairan mani. Untuk mencegah penularan penyakit seksual, tetap disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks. Kendati demikian, hingga kini masih diperdebatkan, apakah penularan virus HIV bisa terjadi lewat seks oral yang mengandung cairan mani. Yang pasti, tak sedikit penyakit menular seksual yang bisa terjadi lewat seks oral.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 11:01 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Fri Jun 11, 2010 9:04 pm | |
| KAPAN HARUS PERIKSA SPERMA? Jumat, 21 Agustus 2009 | 11:36 WIB Kompas.com - Infertilitas atau ketidaksuburan bisa diakibatkan adanya gangguan di saluran reproduksi pria ataupun wanita. Gangguan di pihak suami bisa berupa gangguan sperma, gangguan ejakulasi, atau impotensi. Oleh karena itu, pria juga perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab gagal hamil dan bagaimana mengatasinya. Lalu, kapan mutu sperma suami perlu diperiksa?
1. Jika istri tidak hamil setahun setelah menikah meski sudah melakukan hubungan seksual secara teratur (2-3 kali seminggu tanpa KB).
2. Jika saat menikah istri berusia 35 tahun, tapi belum juga hamil enam bulan setelah menikah meski melakukan hubungan seksual secara teratur.
3. Jika saat menikah istri berusia 40 tahun, tapi belum juga hamil tiga bulan setelah menikah meski melakukan hubungan seksual secara teratur.
4. Jika ketiga hal tadi menimpa, ada baiknya segera menemui dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Yang paling mudah, memeriksa suami dengan analisis sperma. Namun, yang ideal adalah melakukan pemeriksaan pada kedua pihak, baik istri maupun suami. Analisis sperma pun tak boleh dilakukan sembarangan karena hasilnya bisa bias. Yang paling tepat adalah melakukan analisis sperma ke klinik kesuburan.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 11:03 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Fri Jun 11, 2010 9:09 pm | |
| MENGAPA PRIA MIMPI BASAH? Merry Wahyuningsih - detikHealth - Senin, 05/07/2010 18:00 WIB Jakarta, Anak laki-laki yang sudah memasuki masa pubertas, normalnya akan mengalami mimpi basah. Untuk pertama kali, hal ini mungkin terasa aneh, tapi ini adalah hal yang wajar. Mengapa pria mengalami mimpi basah? Mimpi basah (orgasme spontan) atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan emisi nokturnal, merupakan pengeluaran cairan semen (air mani) di waktu tidur yang biasanya terjadi ketika seorang laki-laki sudah memasuki masa pubertas.
Dilansir dari YoungMensHealthSite, Senin (5/7/2010), emisi noktural biasanya terjadi karena adanya peningkatan hormon testosteron atau kelebihan cairan semen yang tidak dikeluarkan melalui hubungan seksual dan masturbasi. Emisi noktural ini terjadi karena adanya tekanan atau stimulasi pada alat kelamin oleh kasur atau seprai, mimpi erotis, kandung kemih penuh atau kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual.
Mimpi basah ini terjadi pada saat seseorang mengalami tidur dalam atau tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang mana mimpi terjadi. Yang kemudian laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat. Pada saat tidur dalam itu, pria biasanya mengalami ereksi sekitar 3-5 kali. Bila ia mengalami stimulasi kelamin atau mimpi erotis, maka dimungkinkan terjadinya ejakulasi atau orgasme saat tidur, atau yang disebut dengan mimpi basah. Kebanyakan pria mengalami emisi noktural ketika remaja atau dewasa muda, sekitar usia 20-an dan 30-an tahun. Tapi tak jarang pula pria dewasa tua yang mengalaminya.
Frekuensi emisi noktural bisa sangat bervariasi di antara pria, tergantung pada usia dan status perkawinan. Dilansir dari TimesOnline, remaja usia 15 tahun rata-rata mengalami 0,36 kali seminggu atau sekitar 1-2 kali sebulan. Sedangkan orang yang sudah menikah usia 50 tahun bisa mengalaminya 2 bulan sekali. Frekuensi ini cenderung berkurang seiring usia. Tapi banyak pria yang terus mengalaminya hingga usia 70-an tahun. Seorang remaja mungkin memiliki kesulitan mengingat mimpi atau merasa bingung ketika mengalami mimpi basah. Beberapa orang bangun karena merasa risih saat tempat tidurnya basah. Tapi hal ini sepenuhnya normal dan tak perlu malu.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 11:12 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 6:55 am | |
| BISAKAH PEREMPUAN MENGALAMI MIMPI BASAH? Merry Wahyuningsih - detikHealth - Selasa, 06/07/2010 18:30 WIB Jakarta, Mimpi basah selama ini selalu identik dengan laki-laki yang sudah mengalami pubertas. Tapi mungkin banyak orang yang bertanya, bisakah perempuan mengalami mimpi basah? Mimpi basah (orgasme spontan) atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan emisi nokturnal, merupakan pengeluaran cairan semen di waktu tidur yang biasanya terjadi ketika seorang anak laki-laki sudah memasuki masa pubertas.
Tapi ternyata emisi nokturnal atau mimpi basah juga bisa terjadi pada perempuan. Tidak seperti ejakulasi pada laki-laki, emisi nokturnal pada perempuan terjadi karena adanya lubrikasi (pelumasan) pada vagina. Pada laki-laki, emisi noktural biasanya terjadi karena adanya tekanan atau stimulasi pada alat kelamin oleh kasur atau seprai, mimpi erotis, kandung kemih penuh atau kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual.
Tapi seperti dilansir dari WomenHealthZone, Selasa (6/7/2010), pada perempuan lebih karena adanya kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual yang tejadi sebelum ia beranjak ke tempat tidur, yang akhirnya akan menyebabkan terjadinya mimpi erotis. Mimpi basah terjadi ketika seseorang mengalami tahap tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang dalam dan terjadi mimpi, laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan bola mata yaang cepat.
Perempuan juga bisa mengalami mimpi erotis dalam tidurnya. Tapi hanya sedikit perempuan yang dapat mengingat kejadian tersebut, bahkan ada yang lupa sama sekali. Hal inilah yang membuat orang menganggap bahwa perempuan tidak bisa mengalami emisi noktural alias mimpi basah. Tapi mimpi basah pada perempuan adalah normal. Ini tidak berarti bahwa perempuan tersebut mengalami frigiditas (hilangnya minat dan respons seksual) ataupun nymphomania (gairah seksual berlebihan).
Penelitian telah menunjukkan bahwa 40 persen perempuan mengalami mimpi basah sebelum berusia 45 tahun. Tapi mimpi basah pada perempuan tidak terjadi sesering pada laki-laki, perempuan biasanya hanya mengalaminya beberapa kali dalam setahun. (mer/ir)
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 11:14 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 7:07 am | |
| ORGASME, BIKIN WANITA MAKIN SEHAT Sabtu, 14 Maret 2009 | 16:42 WIB KOMPAS.com — Anda, para wanita yang kerap melakukan hubungan seksual, dikatakan lebih sehat atau tidak mudah sakit. Bahkan karier pun bakal menanjak karenanya. "Ada syaratnya, tentu saja," kata psikolog, Lisa Turner. Anda harus benar-benar mengalami orgasme. Orgasme yang tepat, kata Lisa, akan meningkatkan energi Anda. Sayang, sebuah penelitian menunjukkan, 28 persen wanita jarang atau bahkan tidak pernah mengalami orgasme (full orgasm). Padahal, lanjut Lisa, orgasme akan membantu meningkatnya kesehatan dan konsentrasi Anda. Akibatnya, performa bekerja menjadi makin baik. Lisa yakin "Anda akan merasakan makin sehat dan berenergi." Lisa yang juga mengajar tentang perihal "Cinta" mengatakan, setidaknya ada empat tipe orgasme.
Orgasme klitoral Di masa lalu, kita tidak tahu bahwa wanita butuh stimulasi klitoris agar mencapai orgasme. Sekarang, rangsangan atas organ ini sering kali digunakan agar wanita mencapai orgasme.
Orgasme vaginal Tipe ini melibatkan area yang disebut G-spot dan bagian-bagian sensitif lainnya yang berada di dalam vagina. Orgasme ini sangat berbeda dan secara fisik bisa terasa makin intens tergantung kemampuan pasangan memainkan perannya. Tapi yang jelas, saat Anda mencapainya, energi Anda bukannya menurun, malahan meningkat.
Orgasme multipel Saat satu serial hubungan seksual berlangsung Anda mendapatkan dan merasai puncak-puncak kenikmatan (orgasme) beberapa kali seperti untaian mutiara yang berjejer, itulah yang disebut multipel orgasme.
Orgasme seluruh tubuh Memang sangat jarang dialami sebagian besar wanita. Bukan karena sulit dicapai. Dengan latihan yang tepat, wanita, bahkan pria, dapat merasakannya. Kata Lisa, ini dapat berlangsung hingga 30 menit, meski beberapa menit juga bisa.
Yang penting untuk diingat, kata Lisa, trauma masa lalu dan ketidakmampuan kita untuk melepas segala pikiran tentang pekerjaan, hubungan dengan teman, keluarga, dan masalah lain menjadi hambatan paling berarti untuk mencapai orgasme. Karena itu, lepaskanlah dan nikmatilah hingga Anda betul-betul orgasme.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 11:02 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 7:12 am | |
| ORGASME KLITORAL DAN VAGINAL Rabu, 28 Oktober 2009 | 15:30 WIB KOMPAS.com — Orgasme, kedatangannya selalu ditunggu-tunggu dalam siklus hubungan seksual. Orgasme baru muncul bila seseorang mengalami rangsangan seksual yang terjadi secara intens. Nah, orgasme ini merupakan puncak rangsangan tersebut. Hampir semua pria bisa mencapai orgasme setiap melakukan hubungan seksual. Namun, tidak demikian dengan wanita. Pada wanita, terdapat dua jenis orgasme, yaitu orgasme klitoral dan vaginal.
Orgasme klitoral dicapai melalui perangsangan pada organ klitoris. Organ ini terletak di ujung atas bibir kelamin wanita dan sedikit tertutup. Sama seperti dengan penis pada pria, klitoris memiliki banyak sekali saraf sehingga saat sensitif. Ketika klitoris dirangsang, darah mengalir ke organ kecil ini dan membuatnya sedikit membesar. Selanjutnya muncul rasa nikmat yang berawal dari bagian tersebut dan menyebar ke kepala atau ke bawah melalui paha ke kaki. Puting payudara menjadi keras dan kulit menjadi sedikit lebih hangat. Kontraksi otot vagina terasa bergelombang dan getaran ke luar area genital menandai datangnya orgasme.
Bila penis memiliki fungsi prokreasi dan urinasi, satu-satunya tujuan dari organ klitoris adalah untuk memberikan kenikmatan. Berdasarkan sebuah survei terhadap wanita yang melakukan masturbasi, 84 persennya mengaku mendapatkan orgasme yang berasal dari stimulasi di bagian klitoris. Hipokrates, bapak kedokteran, sejak ribuan tahun lalu telah menginformasikan pentingnya organ klitoris. Ia juga percaya bahwa wanita bisa ejakulasi, topik yang masih kontroversial hingga kini.
Untuk mencapai orgasme klitoral perangsangan dapat dilakukan dengan tiga cara, yakni oral, menggunakan tangan (masturbasi), atau hubungan seksual. Perasangan dengan oral dan tangan lebih efektif dibandingkan hubungan seksual. Satu posisi yang diyakini mempermudah wanita mencapai orgasme adalah posisi wanita di atas. Dengan posisi ini, wanita dapat mengatur sendiri rangsangan pada klitoris sehingga mempercepat terjadinya orgasme.
Sementara itu, orgasme vaginal didapat melalui rangsangan pada vagina. Beberapa kalangan menyebut orgasme jenis ini sebagai orgasme G-spot. Yang perlu diketahui, orgasme vaginal tidak bisa dicapai jika hanya mengandalkan perangsangan vagina saja karena sebagian besar penis tidak dapat menyentuh G-spot. Beberapa posisi bercinta yang memungkinkan penetrasi dalam bisa dilakukan untuk mencapai orgasme vaginal ini. Merangsang G-spot dengan tangan juga bisa menjadi pilihan. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 7:14 am | |
| TAK BISA ORGASME? JUJUR SAJA! Kamis, 13 Mei 2010 | 12:24 WIB KOMPAS.com — Berhubungan intim tanpa orgasme bagaikan sayur kurang garam. Celakanya, tak sedikit wanita yang mengalaminya. Banyak faktor yang jadi penyebab kegagalan merasakan sensasi kenikmatan seksual tersebut. Salah satunya karena beban psikis dan kurangnya rangsangan yang efektif dari pasangan. Diduga, antara 20 dan 40 persen perempuan menikah mengalami disfungsi orgasme atau sulit mencapai puncak kepuasan seks. Meski cukup banyak yang sulit mencapai orgasme, ternyata secara umum perempuan lebih suka bicara jujur ketimbang pura-pura puas. Namun, tak sedikit pula yang mengaku terkadang berpura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangannya.
Hal itu tecermin dari sebuah survei yang dilakukan majalah wanita di Amerika Serikat terhadap 2.000 responden. Diketahui, 35 persen responden menjawab lebih suka jujur kepada pasangan soal kepuasan seksual dan 32 persen mengatakan dulu selalu berpura-pura orgasme meski kini tidak lagi. Mengapa harus berbohong? 60 persen responden menjawab untuk membuat pasangannya merasa puas dan 35 persen mengatakan supaya hubungan seksual segera berakhir! "Terkadang saya pura-pura orgasme karena sudah mengantuk. Namun, suami tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyudahi seks," ungkap Lisa (42), salah satu responden.
Psikiatris Anita Clayton, MD, mengatakan, para pria butuh dihargai sehingga kita tak perlu berpura-pura. "Tiap pria tentu ingin memuaskan pasangannya, tapi bagaimana ia bisa melakukannya kalau kita tidak jujur pada usahanya?" kata penulis buku Satisfaction:Woman, Sex and the Quest for Intimacy ini. Yang perlu diketahui adalah bukan cuma wanita saja yang kecewa. Seorang pria yang gagal membawa pasangannya mencapai orgasme juga merasa kecewa karena hubungan seksualnya berlangsung tidak harmonis. Bila tidak segera ditangani, maka hal ini bisa berakibat hilangnya dorongan seksual, baik pada pria maupun wanita. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 7:16 am | |
| MENUNTUN WANITA MENUJU ORGASME Jumat, 18 September 2009 | 14:01 WIB KOMPAS.com - Berbeda dari laki-laki, perempuan memerlukan banyak prasyarat dan syarat agar hubungan seksualnya membuahkan orgasme. Di sinilah pasangan laki-laki banyak mengambil peran. Apa saja yang harus dipahami dan dilakukan pasangan laki-laki sebelum, ketika sedang berlangsung, dan sesudah ritual suami-istri? Menurut dr.Sylvia Detri Elvira, Sp.KJ, dari Departemen Psikiatri FKUI, Jakarta, terdapat beberapa faktor yang mendukung agar orgasme dapat dicapai oleh seorang perempuan, antara lain:
1. Pasangan yang benar-benar disukai, disayangi, dicintai.
2. Suasana romantis yang dialami sebelum dan selama hubungan seksual. Untuk mencapai suasana ini, beberapa jam atau bahkan beberapa hari sebelumnya pasangan dapat memberikan kata-kata yang lembut, menyanjung, dan mengarah ke suasana romantis.
3. Lingkungan yang nyaman. Misalnya, kamar tidur yang tenang dan nyaman. Lampu yang redup dan musik yang lembut dapat membantu terciptanya suasana nyaman dalam kamar tidur.
4. Merasa diinginkan dan dicintai. Perasaan ini sangat diperlukan seorang perempuan. Dari perilaku dan bahasa tubuh dapat diketahui apakah suami atau pasangannya benar-benar menginginkan atau menyenangkan hatinya.
5. Pasangan laki-laki mengerti cara merangsang daerah-daerah tertentu yang membuat pasangannya terangsang, misalnya klitoris atau payudara. Ini tergantung masing-masing individu. Untuk mengetahui hal itu, ia dapat menanyakan dan mendiskusikan kepada sang perempuan atau istri. Ia semestinya juga tidak melakukan perangsangan pada daerah-daerah yang tidak disukai pasangannya.
6. A good flow of natural lubrication. Seorang perempuan akan lebih nyaman bila dapat mengalami lubrikasi secara alamiah. Namun bila sudah tidak mampu, misalnya pada masa menopause, hal ini dapat diatasi dengan pemberian cairan lubrikan sintetis, seperti jelly dengan pelbagai merek yang ada.
Kalau semua upaya di atas telah dilakukan, percayalah seorang perempuan akan terbantu untuk mencapai orgasmenya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 1:02 pm | |
| CUMA BISA ORGASME DENGAN MASTURBASI Kamis, 8 Juli 2010 | 08:33 WIB Kompas.com - "Saya seorang istri, umur 39 tahun. Saya sudah menikah 10 tahun, punya dua anak. Suami umur 45 tahun. Sejak perkawinan kami, hubungan intim tidak pernah memuaskan. Saya tidak pernah bisa orgasme kalau melakukan hubungan intim dengan suami. Suami tidak pernah melakukan pemanasan sebelumnya, maunya langsung saja. Sudah berkali-kali saya bilang jangan begitu, tetap saja tidak berubah. Saya pernah ajak suami nonton film BF, malah dia bilang untuk apa nonton begituan. Akhirnya saya coba-coba merangsang kelamin dengan jari, ternyata saya bisa orgasme dalam waktu tidak lama. Setelah itu saya terbiasa dengan melakukan itu. Mulanya saya lakukan tanpa sepengetahuan suami, tapi akhirnya saya tak bisa sembunyikan dari dia. Waktu hubunagn intim, saya teruskan dengan melakukan sendiri.
Suami suami kaget mengetahui saya lakukan itu. Bahkan waktu orgasme suami juga kaget. Sepertinya tidak tahu kalau waktu orgasme wanita bisa teriak. Suami tidak senang saya lakukan itu. Dia bilang lama-lama saya bisa sakit, tidak normal, cepat tua, tulang keropos, dll. Mohon dijelaskan, apa benar kata suami? Mengapa saya tidak bisa orgasme kalau melakukan hubungan intim denagn suami? Bagaimana caranya agar saya bisa orgasme kalau berhubungan intim? WS, Jakarta
Tak paham seksualitas Dari uraian Anda, saya dapat simpulkan bahwa suami kurang paham tentang seksualitas. Mungkin dia kurang mendapat informasi yang benar tentang seksualias, khususnya seksualitas wanita. Terbukti suami tidak pernah melakukan rangsangan pendahuluan. Padahal, pada saat itu Anda belum terangsang dan belum siap melakukan hubungan seksual.
Tidak benar masturbasi dapat menimbulkan akibat buruk seperti yang dikatakan suami. Masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun. Karena itu, kekagetan suami ketika mengetahui Anda masturbasi dapat dimengerti. Pada dasarnya, karena Anda tidak cukup menerima rangsangan seksual, Anda tidak mengalami orgasme. Dengan melakukan masturbasi, Anda dapat menerima rangsangan fisik yang cukup karena Anda sendiri yang melakukan dan merasakan.
Kalau Anda ingin dapat merasakan orgasme melalui hubungan seksual, beberapa hal berikut harus dilakukan. Pertama, suami harus mendapat informasi yang cukup mengenai seksualitas. Kedua, fungsi seksual suami harus baik, terutama fungsi ereksinya dan mampu mengontrol ejakulasi. Ketiga, tidak ada hambatan psikis terhadap suami. Konsultasi dijawab oleh Prof.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 1:12 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 1:08 pm | |
| 2 PENYAKIT PADA PEREMPUAN BILA TIDAK BISA ORGASME Rabu, 14/07/2010 17:00 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Sebagian wanita memang lebih sulit untuk mencapai klimaks dalam berhubungan seksual. Dan terkadang wanita melakukan orgasme palsu untuk menyenangkan pasangannya. Padahal seks tanpa orgasme justru berakibat buruk bagi kesehatan wanita karena ada 2 penyakit yang mengintainya. Jalan yang harus ditempuh wanita untuk mencapai puncak itu umumnya lebih lama dibanding pria, sehingga tidak jarang wanita menghentikan hasratnya di tengah jalan dan mengaku sudah orgasme demi pasangannya. Diduga hampir 2/3 wanita sering mengaku pura-pura orgasme. Padahal pura-pura orgasme memberikan efek negatif ke kesehatan, tidak hanya psikis tetapi juga kesehatan secara fisik.
Dilansir dari GeniusBeauty, Rabu (14/7/2010), para ilmuwan menyimpulkan bahwa wanita harus mengalami orgasme saat berhubungan seks. Jika tidak, wanita itu dapat mengembangkan penyakit seperti mastopathy (penyakit di payudara semacam gumpalan darah) atau myoma (miom atau tumor rahim) karena stagnasi darah. Gairah seksual menyebabkan peningkatan kadar estrogen dan lonjakan ke organ reproduksi. Dan selama orgasme, darah yang stagnan (darah kotor) akan dibuang dan tubuh akan dibersihkan dari bakteri patogen.
Ketika tidak mengalami orgasme, tubuh wanita akan mengalami stres yang serius. Pada saat tidak tercapai orgasme, darah akan stagnan dan tertahan. Akibatnya, tubuh dapat mengembangkan berbagai penyakit. Selain itu, menurut Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS, Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), tidak mencapai orgasme pada wanita akan berpengaruh negatif ke psikisnya, seperti menjadi sering marah, pemurung atau susah tidur.
Pada awalnya, ilmuwan membuktikan bahwa kurangnya orgasme memiliki efek negatif terhadap kesehatan pria. Menurut data yang dikumpulkan oleh para ahli di Royal University, Belfast, pria yang mengalami orgasme secara teratur selama seks, hidup dua kali lebih lama ketimbang yang jarang mengalaminya. Frekuensi berhubungan seks juga tidak kalah penting bagi kesehatan pria dan wanita. Para ilmuwan merekomendasikan untuk melakukan keintiman sesering mungkin untuk orang yang ingin menjaga kesehatan dan awet muda.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 1:13 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Sun Jun 13, 2010 1:11 pm | |
| KESULITAN ORGASME HARUS DIATASI Selasa, 15/6/2010 | 09:07 WIB KOMPAS.com - Meski informasi sudah semakin terbuka, edukasi seks masih saja minim, termasuk bagi pasangan suami-istri. Masih banyak masalah seksual pasutri yang tak terungkap. Salah satu masalah yang masih sering dialami adalah kesulitan orgasme pada perempuan. Kultur yang menganggap seks tabu dibicarakan menghambat komunikasi pasutri. Akhirnya kebutuhan istri dan suami sulit terpenuhi karena seks dianggap pemenuhan kebutuhan biologis semata. Padahal kepuasan hubungan seksual pasutri mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, menjelaskan perempuan dikatakan sulit orgasme jika terjadi dalam sebagian besar hubungan seksual. Jika hanya terjadi sesekali, ini bukan menjadi masalah. Bahkan penelitian tahun 2000 menyebutkan bahwa 53 persen perempuan tidak pernah orgasme pada tahun pertama perkawinan. Hambatan orgasme dipengaruhi beberapa hal, jelas Prof Wimpie dalam talkshow "Kebahagiaan Seksual Semu Ereksi Sub-Optimal" di Jakarta, beberapa waktu lalu. Di antaranya masalah yang disebabkan oleh pria, serta faktor psikis dan gangguan pada perempuan.
Masalah pada pria Ereksi pada pria ada skalanya. Kesulitan ereksi secara optimal akan mempengaruhi kepuasan hubungan seksualnya. Begitupun dengan posisi hubungan seks, yang sebaiknya lebih diperhatikan pasangan, terutama pria. Pria perlu mencari titik peka perempuan dengan variasi posisi agar hubungan seks bisa lebih efektif bagi perempuan.
Psikis perempuan Hambatan psikis dipengaruhi perjalanan sebelumnya. Trauma masa lalu bisa menimbulkan kesulitan orgasme pada perempuan. Karena itu konseling mengenai psikis perlu dilakukan. Pasutri juga perlu mengkomunikasikan masalah psikis bersama.
Gangguan pada perempuan Kesulitan orgasme juga perlu ditelisik dari sisi perempuannya. Apakah ada gangguan hormon atau saraf yang mempengaruhi hubungan seksual. Bahayanya, banyak pasutri tidak menyadari bahwa masalah ini bisa diatasi. Prof Wimpie mengatakan masih banyak yang mengira masalah seperti ini alamiah. "Edukasi tentang seks masih kurang, inilah yang menyebabkan banyak orang tidak mengetahui bahwa gangguan seks bisa diatasi," tandasnya.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 3:59 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Mon Jun 14, 2010 4:24 pm | |
| TANPA FOREPLAY PEREMPUAN BISA LEBIH FOKUS ORGASME Nurul Ulfah - detikHealth - , Rabu07/10/2009 17:40 WIB Czech, Foreplay selama ini dianggap sebagai tahapan untuk membantu mencapai orgasme yang maksimal. Tapi studi terkini dari Skotlandia menyebutkan bahwa foreplay tidak mempengaruhi orgasme wanita. Meskipun tidak semua orang setuju terhadap penelitian ini, tapi pencapaian orgasme perempuan bisa terbantu hanya dengan fokus pada gerakan vagina dan melakukan hubungan inti langsung menuju vagina. Kedua hal ini dianggap lebih penting ketimbang berlama-lama foreplay. Stuart Body, ketua studi dari University of the West of Scotland melakukan survei terhadap 1.000 orang wanita di berbagai negara di Republik Czech untuk mengetahui pengalaman orgasme mereka.
Dalam The Journal of Sexual Medicine, para ahli mengatakan bahwa orgasme langsung di vagina adalah cara paling ampuh untuk membuat wanita orgasme. Teknik yang disebut dengan orgasme vagina ini merupakan teknik orgasme yang dihasilkan dari rangsangan atau gerakan penis ke dalam vagina tanpa ada stimulasi lainnya, seperti ciuman atau rangsangan di klitoris.
Peneliti mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi teknik orgasme langsung di vagina tersebut adalah panjang penis dan lamanya berhubungan inti (intercourse). Sedangkan lamanya foreplay tidak mempengaruhi tingkat orgasme. Sepertiga atau 34 persen wanita yang mengikuti survei itu mengatakan bahwa ukuran penis yang panjang (14,5 cm) lebih banyak membuat orgasme, namun dua pertiganya mengatakan ukuran penis bukan masalah. Stuart mengatakan bahwa gerakan langsung pada vagina lebih baik daripada melakukan foreplay pada daerah klitoris. "Daerah vagina punya saraf-saraf yang lebih sensitif. Dengan menstimulasi langsug ke daerah itu, orgasme akan lebih cepat tercapai," ujar Stuart.
Namun Dr Gemma O'Brien, seorang psikolog alat reproduksi dari University of New England, Armidale mengatakan bahwa studi dan penemuan teknik tersebut memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan ukuran penis yang panjang yang tidak dimiliki semua pria. Yang lebih penting lagi selain orgasme langsung ke vagina, menurut Stuart adalah kemampuan wanita untuk fokus secara mental pada sensasi yang terjadi vagina tersebut. Kedua teknik yakni gerakan langsung ke vagina dan sikap fokus wanita terhadap proses tersebut menurut para peneliti bisa meningkatkan kemampuan wanita mencapai orgasme. "Teknik itu bisa diterapkan bagi wanita yang kesulitan mencapai orgasme dan meningkatkan kepuasan pasangan," ujar Stuart seperti dikutip dari ABC, Rabu(7/10/2009).
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 3:54 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Seks Tue Jun 15, 2010 8:51 am | |
| DAMPAK MASTURBASI PADA KESEHATAN WANITA Senin, 24 Mei 2010, 01:51 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni VIVAnews - Bagi kaum pria, masturbasi mungkin dianggap hal yang biasa. Tetapi, bagi wanita hal itu dianggap tabu apalagi jika sudah menikah. Carrie Levine, seorang bidan asal Amerika Serikat, mengungkap, masturbasi pada wanita sebenarnya memiliki dampak positif baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Berikut dampak masturbasi pada wanita bagi kesehatan fisik dan psikologis seperti dikutip dari Womentowomen.com 1. Mencegah infesksi serviks dan kandung kemih Penelitian menunjukkan bahwa masturbasi yang dilakukan wanita dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi serviks dan kandung kemih. Hal itu karena ketika masturbasi 'tenda' klimaks terbuka atau membuka leher rahim.
Joann Ellison Rodgers, dalam bukunya berjudul 'Sex: A Natural History', mendeskripsikan proses peregangan dan penarikan lendir di leher rahim, memungkinkan untuk meningkatkan keasaman dalam cairan serviks. Hal ini meningkatkan jumlah bakteri 'baik' dan lebih banyak cairan berpindah dari leher rahim ke dalam organ intim. Lalu, bagi wanita yang sering mengalami infeksi kandung kemih, masturbasi bisa membantu mengurangi rasa sakit.
2. Mencegah penyakit kardivaskular dan diabetes tipe 2 Dalam beberapa penelitian, wanita yang lebih sering mencapai kepuasan bercinta, baik dengan pasangan maupun sendiri, risiko terkena penyakit jantung koroner dan diabetes tipe 2 lebih rendah dibandingkan yang jarang mencapai klimaks.
3. Mengatasi insomnia secara alami Masturbasi dapat mengatasi insomnia secara alami, dengan produksi hormon yang bisa melepaskan ketegangan. Hormon tersebut yaitu hormon dopamin, berfungsi memberikan rasa nyaman, yang produksinya meningkat ketika mencapai klimaks. Setelah itu, hormon oksitosin dan endorfin dilepaskan, yang membuat Anda merasa hangat dan tidur nyenyak.
4. Menstabilkan mood Masturbasi membantu meringankan emosi depresif. Ketika Anda bergairah, hormon dopamin dan tingkat epinefrin dalam tubuh meningkat. Kedua hormon ini bisa membuat mood Anda lebih stabil.
5. Mengatasi stres Dalam bukunya yang berjudul 'For Yourself', ahli terapi seks, Lonnie Barbach menjelaskan bahwa stres dapat membuat ketidakseimbangan dalam tubuh. Ia mengungkapkan, masturbasi dapat membantu mengurangi stres emosional, yaitu dengan meluangkan waktu untuk diri kita sendiri. (umi) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Thu Aug 05, 2010 3:58 pm; edited 2 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |