Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Hati

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 11, 12, 13
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Wed Nov 09, 2011 4:32 pm

PERBEDAAN HEPATITIS A, B DAN C
Rabu, 09/11/2011 14:39 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak yang mengira semua Hepatitis adalah penyakit hati yang sama, padahal tiap jenisnya berbeda dan mempunyai daya tular dan daya pengobatan yang berbeda pula. Hepatitis itu ada yang kadarnya ringan seperti Hepatitis A dan yang terberat seperti Hepaitis C. Di Indonesia tiga jenis Hepatitis itu adalah A, B dan C yang disebabkan virus. Apa perbedaan dari 3 hepatitis ini? Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang biasanya disebabkan oleh virus. Hepatitis yang terjadi di Indonesia paling banyak disebabkan oleh virus hepatitis A, B dan C. Hepatitis A, B dan C sama-sama disebabkan oleh virus, yaitu Hepatitis Virus tipe A (HVA), Hepatitis Virus tipe B (HVB) dan Hepatitis Virus tipe C (HVC). Namun ketiga virus menular dengan media yang berbeda. Selain Hepatitis A, B dan C, di dunia juga ditemukan Hepatitis D, E, F dan G. Hepatitis D merupakan rekan dari infeksi Hepatitis B dan dapat memperparah infeksi, Hepatitis E hampir menyerupai Hepatitis A yang hanya terjadi di negara-negara berkembang. Sedangkan Hepatitis F baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Untuk virus terbaru Hepatitis G, seringkali terjadi pada infeksi bersamaan dengan Hepatitis B dan atau C. Berikut perbedaan antara Hepatitis A, B dan C, seperti dilansir Mayoclinic, Rabu (9/11/2011):

Hepatitis A
Penularan virus Hepatitis A atau Hepatitis Virus tipe A (HVA) melalui fecal oral, yaitu virus ditemukan pada tinja. Virus ini juga mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, juga terkadang melalui hubungan seks dengan penderita. Gejala Hepatitis A biasanya tidak muncul sampai Anda memiliki virus selama beberapa minggu. Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup bersih. Dalam banyak kasus, infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah Hepatitis B atau C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Meski demikian, Hepatitis A tetap harus diobati dengan baik karena mengurangi produktivitas bagi yang harus dirawat di rumah sakit.

Tanda dan gejala Hepatitis A yaitu:
- Kelelahan
- Mual dan muntah
- Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk)
- Kehilangan nafsu makan
- Demam
- Urine berwarna gelap
- Nyeri otot
- Menguningnya kulit dan mata (jaundice).

Kasus-kasus ringan Hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen. Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit.

1. Istirahat. Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.

2. Anti mual. Salah satu dampak dari infeksiHhepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.

3. Istirahatkan hati. Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.

Pencegahannya untuk Hepatitis A adalah melakukan vaksinasi yang juga tersedia untuk orang-orang yang berisiko tinggi.

Hepatitis B
Hepatitis Virus tipe B (HVB) dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia yaitu kontak seksual, penularan dari ibu ke janin dalam kandungan dan melalui suntikan atau transfusi darah yang tercemar virus Hepatitis B, seperti pengguna narkoba suntik, pengguna alat kesehatan (jarum, pisau, gunting) yang tidak disterilkan sempurna, tindik, tato, pisau cukur, gunting kuku yang tidak steril. Berbeda dengan Hepatitis A, virus Hepatitis B pada sebagian orang dapat menyebabkan Hepatitis B kronis, menyebabkan gagal hati, kanker hati atau sirosis yaitu kondisi yang menyebabkan jaringan parut permanen di hati. Tanda dan gejala Hepatitis B biasanya muncul sekitar 3 bulan setelah terinfeksi dan dapat berkisar dari ringan sampai parah. Tanda dan gejala Hepatitis B hampir sama dengan hepatitis A, yaitu:
- Sakit perut
- Urine gelap
- Demam
- Nyeri sendi
- Kehilangan nafsu makan
- Mual dan muntah
- Kelemahan dan kelelahan
- Kulit menguning dan bagian putih mata (jaundice).

Kebanyakan orang yang terinfeksi Hepatitis B di saat dewasa sepenuhnya pulih. Namun bayi dan anak-anak jauh lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi Hepatitis B kronis. Belum ada obat untuk hepatitis B namun vaksin dapat mencegah penularan penyakit ini. Penyakit Hepatitis B bukan tidak bisa disembuhkan, namun proses pengobatannya biasanya dilakukan dalam jangka waktu lama atau bahkan seumur hidup. Jika tidak diobati, hepatitis B bisa berkembang menjadi sirosis dan kanker hati. Pencegahannya seperti Hepatitis A, Hepatitis B bisa dilakukan dengan vaksinasi.

Hepatitis C
Hepatitis C mempunyai tingkat keparahan yang paling tinggi dibanding Hepatitis A dan B. Sama dengan Hepatitis B, Virus hepatitis C ditularkan lewat darah yang jalan utama infeksinya berasal dari transfusi darah atau produk darah yang belum diskrining (pemeriksaan), saling tukar jarum suntik oleh pengguna narkoba suntik (injecting drug user/IDU) serta jarum atau alat tato dan tindik yang tidak steril. Infeksi virus Hepatitis C juga disebut sebagai infeksi terselubung (silent infection) karena pada infeksi dini seringkali tidak bergejala atau tidak ada gejala yang khas sehingga seringkali terlewatkan. Kebanyakan orang tidak tahu mereka terinfeksi Hepatitis C sampai kerusakan hati muncul atau melalui tes medis rutin. Jika pun ada gejala, Hepatitis C biasanya hanya menunjukkan gejala seperti flu, yaitu:
- Kelelahan
- Demam
- Mual atau nafsu makan yang buruk
- Otot dan nyeri sendi
- Nyeri di daerah hati.

Virus hepatitis C adalah virus yang secara genetik amat variatif dan memiliki angka mutasi tinggi, sehingga memungkinkan generasi virus yang beraneka ragam. Akibatnya belum ada vaksin yang berhasil dibuat untuk mencegah infeksi virus hepatitis C. Sirosis terjadi pada 10-20 persen penderita hepatitis C kronik, dan kanker hati terjadi pada 1-5 persen penderita hepatitis C kronik dalam waktu 20-30 tahun. Serta sekitar 90 persen orang yang baru terinfeksi penyakitnya akan terus berkembang menjadi infeksi kronik. Untuk Hepatitis C hingga kini belum ada vaksin pencegahnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Wed Nov 09, 2011 4:34 pm

HEPATITIS A MUDAH MENULAR TAPI BISA DICEGAH
Jumat, 28/10/2011 15:30 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Belum lama ini, puluhan mahasiswa di Bandung serentak tertular Hepatitis A. Sebelumnya pada 2008, peristiwa serupa juga terjadi di Yogyakarta dan bahkan sempat ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa. Bisakah infeksi Hepatitis A dicegah Seperti diberitakan detikBandung, puluhan mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) serentak dilarikan ke rumah sakit dengan dugaan tertular hepatitis A pada 6-7 Oktober 2011. Hasil pemeriksaan menunjukkan, 12 mahasiswa positif tertular virus yang menyerang hati tersebut. Kasus ini ramai diperbincangkan di berbagai media, karena para mahasiswa tertular dalam waktu yang nyaris bersamaan. Kondisi ini menyiratkan bahwa virus ini sangat mudah menular, sangat potensial menyebar dalam satu lingkungan yang dihuni oleh banyak orang. Sekedar membandingkan, wabah penularan hepatitis A juga pernah terjadi di Yogyakarta pada sekitar tahun 2008. Ketika itu, tak kurang dari 683 orang terinfeksi dan sebagian besar atau sekitar 40 persen korbannya adalah mahasiswa khususnya dari Universitas Gajah Mada (UGM). Ada kemiripan dari kedua kasus tersebut, yakni wabah hepatitis A banyak menjangkiti para mahasiswa. Diyakni, hal ini erat kaitannya dengan kebiasaan sebagian mahasiswa yang kurang mengutamakan kebersihan terutama saat makan di warung maupun kos-kosan.

Seorang peneliti Hepatitis A dari UGM, Prof dr Hari Kusnanto seperti diberitakan detikHealth sebelumnya pernah mengatakan bahwa faktor kebersihan sangat berperan dalam penularan virus hepatitis A. Saat makan di warung, kebersihan ini sering terabaikan dengan alasan supaya lebih praktis. "Satu ember untuk mencuci yang kotor dan satu ember lagi untuk air bersih. Padahal piring atau gelas yang cuci banyak sekali," ungkap Prof Hari kala itu, saat menggambarkan kebiasaan cuci piring di warung-warung yang dinilainya kurang higienis. Untuk mencegah penularan hepatitis A melalui alat makan, Prof Hari menyarankan agar air untuk mencuci piring harus benar-benar bersih dan sering diganti. Jika perlu, air yang digunakan bisa ditambahi kaporit untuk membersihkannya dari pengotor termasuk kuman hepatitis. Selain masalah cuci piring, hal lain yang harus dilakukan untuk mencegah penularan hepatitis A adalah menjalankan pola hidup bersih secara individual. Misalnya cuci tangan pakai sabun dan vaksinasi untuk kelompok berisiko, misalnya seperti dikutip dari Mayoclinic, Jumat (28/10/2011) berikut ini:

1. Anak-anak dan remaja
2. Karyawan laboratorium yang serign kontak dengan virus hepatitis A
3. Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki
4. Orang-orang yang akan bepergian ke wilayah endemis hepatitis A
5. Pemakai obat terlarang, khususnya yang menggunakan jarum suntik
6. Pasien gangguan hati kronis.

Dalam banyak kasus, infeksi hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah herpatitis B atau C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Meski demikian, hepatitis A tetap harus diobati dengan baik karena mengurangi produktivitas bagi yang harus dirawat di rumah sakit. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit.

1. Istirahat. Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.

2. Anti mual. Salah satu dampak dari infeksi hepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.

3. Istirahatkan hati. Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Wed Nov 09, 2011 4:37 pm

KENALI LEBIH JAUH HEPATITIS A
Fitri Yulianti - Okezone Rabu, 9 November 2011 14:32 wib
DINAS Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Jabar) akhirnya menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit hepatitis A setelah penyebarannya mencakup Kota Bandung, Depok, Bogor, dan Tasikmalaya. Apa dan bagaimana penyebaran penyakit hepatitis A? Penyebaran penyakit hepatitis A secara massal tidak hanya terjadi di Bandung. Seperti diberitakan Sindo, dalam dua pekan terakhir, puluhan siswa SMKN 2 Depok, Jawa Barat, terindikasi mengidap penyakit tersebut. Mereka mengalami gejala serupa di waktu bersamaan, yakni mata dan kulit berwarna kuning serta tubuh lemas. Sebelumnya, Oktober lalu puluhan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung yang mayoritas laki-laki dinyatakan terinfeksi virus hepatitis A saat pelaksanaan ujian tengah semester (UTS). Virus hepatitis A juga menyerang warga di sekitar kampus.

Hepatitis A merupakan golongan penyakit hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian. Virus hepatitis A penyebarannya melalui kotoran penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. “Cara penularannya fecal oral (yaitu melalui makanan yang terkontaminasi oleh tinja yang terinfeksi-red). Virus ditemukan pada tinja dan mencapai puncak 1-2 minggu sebelum timbulnya gejala dan berkurang secara cepat setelah timbulnya gejala disfungsi hati. Masa inkubasinya 15-50 hari, rata-rata 28-30 hari,” papar Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K) MARS DTM&H DTCE selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, seperti rilis yang diterima okezone, Rabu (9/11/2011). Dikutip dari Wikipedia, penderita hepatitis A akan mengalami gejala-gejala, seperti demam, lemah, letih, dan lesu, pada beberapa kasus, sering kali terjadi muntah yang terus-menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas.

Diduga jajanan
Hepatitis A memang bukan penyakit berbahaya karena bisa disembuhkan. Namun apabila terjadi secara bersamaan, tetap harus ada penyelidikan. Pihak SMKN 2 Depok bersama Dinas Kesehatan Kota Depok, misalnya, melakukan observasi dengan mewawancarai warung dan kantin di sekitar sekolah, termasuk kondisi air tanah. Penyebabnya belum diketahui, tapi kuat dugaan lantaran jajanan dari warung di sekitar sekolah.

Pencegahan dengan PHBS
Dikatakan Prof Tjandra, tindakan terbaik untuk mencegah penyebaran lebih luas adalah pencegahan berupa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan imunisasi. “Karena Hepatitis A penularannya secara fecal oral, sangat tergantung dengan rendahnya sanitasi, dan personal hygiene, maka dianjurkan kepada masyarakat untuk peningkatan kebersihan, penggunaan jamban yang benar, menerapkan PHBS, misalnya cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet,” sarannya. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk sendiri atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B. Imunisasi hepatitis A dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian. Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang potensial terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah. (ftr)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Wed Nov 09, 2011 6:30 pm

GAGAL HATI AKUT
Senin, 31/10/2011 07:16 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth
Gagal hati akut terjadi ketika hati dengan cepat kehilangan kemampuan untuk berfungsi. Biasanya gagal hati berkembang secara perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Tetapi pada kasus gagal hati akut, dapat berkembang dalam hitungan hari. Gagal hati akut dapat menyebabkan banyak komplikasi, termasuk perdarahan yang berlebihan dan peningkatan tekanan di otak. Istilah lain untuk gagal hati akut adalah fulminant hepatic failure. Gagal hati akut adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan rawat inap. Beberapa penyebab gagal hati akut dapat diatasi dengan pengobatan. Namun dalam situasi lain, transplantasi hati mungkin satu-satunya obat untuk gagal hati akut.

Penyebab
Gagal hati akut terjadi ketika sel-sel hati yang rusak secara signifikan dan tidak mampu lagi untuk berfungsi. Gagal hati akut dapat disebabkan oleh, antara lain:

1. Overdosis acetaminophen
Mengonsumsi terlalu banyak acetaminophen (Tylenol, dan lain-lain) adalah penyebab paling umum dari gagal hati akut di Amerika Serikat. Gagal hati akut dapat terjadi jika mengonsumsi acetaminophen dengan dosis yang sangat besar sekaligus. Atau dapat terjadi jika mengonsumsi acetaminophen dengan dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan setiap hari selama beberapa hari berturut-turut, terutama pada orang dengan penyakit hati kronis.

2. Resep obat
Beberapa resep obat, termasuk antibiotik, obat anti-inflamasi, dan antikonvulsan dapat menyebabkan gagal hati akut.

3. Suplemen herbal
Obat dan suplemen herbal, termasuk kava, ephedra, skullcap, dan pennyroyal, telah dikaitkan dengan kejadian gagal hati akut.

4. Hepatitis dan virus lainnya
Hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis E dapat menyebabkan gagal hati akut. Virus lain yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan virus herpes simpleks.

5. Racun
Racun yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk jamur liar beracun Amanita phalloides, yang kadang-kadang keliru dengan spesies jamur yang dapat dimakan.

6. Penyakit autoimun
Gagal hati dapat disebabkan oleh hepatitis autoimun, yang merupakan sebuah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hati, menyebabkan peradangan dan cedera.

7. Penyakit pembuluh darah di hati
Penyakit pembuluh darah, seperti sindrom Budd-Chiari, dapat menyebabkan penyumbatan yang terbentuk dalam pembuluh darah hati dan menyebabkan gagal hati akut.

8. Penyakit metabolik
Penyakit metabolik langka, seperti penyakit Wilson dan lemak hati akut oleh karena kehamilan, jarang menyebabkan gagal hati akut.

9. Kanker
Kanker yang dimulai di hati atau kanker yang menyebar ke hati dari organ lain di tubuh dapat menyebabkan gagal hati.

Selain penyebab yang telah disebutkan diatas, banyak kasus gagal hati akut tidak memiliki penyebab yang jelas.
Gejala
Tanda dan gejala dari gagal hati akut dapat meliputi:
1. Bola mata menguning (jaundice)
2. Nyeri di daerah perut kanan atas
3. Mual
4. Muntah
5. Kesulitan berkonsentrasi
6. Disorientasi atau kebingungan
7. Rasa mengantuk

Pengobatan
Orang dengan gagal hati akut biasanya dirawat di unit perawatan intensif di rumah sakit. Dalam banyak kasus, pengobatan melibatkan mengendalikan komplikasi dan memberikan waktu untuk menyembuhkan gagal hati.

Pengobatan gagal hati akut dapat meliputi:
1. Obat untuk menyembuhkan keracunan
Gagal hati akut yang disebabkan oleh overdosis asetaminofen atau keracunan jamur diobati dengan obat yang dapat menyembuhkan efek dari racun.

2. Transplantasi hati
Kegagalan hati akut tidak dapat dipulihkan secara tuntas dalam banyak kasus. Dalam situasi ini, pengobatan mungkin hanya dapat dilakukan dengan transplantasi hati. Selama transplantasi hati, ahli bedah akan mengambil hati yang rusak dan menggantinya dengan hati sehat dari donor.

Sumber: MayoClinic
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Thu Nov 10, 2011 3:49 pm

MAKANAN TERCEMAR, SUMBER PENULARAN HEPATITIS A
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Kamis, 10 November 2011 | 14:34 WIB
Kompas.com- Terus bertambahnya siswa yang terinfeksi virus Hepatitis A di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Depok merupakan bukti bahwa penyakit ini sangatlah menular. Hingga Rabu (10/11) kemarin, jumlah penderita mencapai 90 orang. Dalam tiga hari terakhir, terjadi penambahan 22 orang, yang sebelumnya 68 orang. Sebagian kalangan menduga kuat, peristiwa ini terjadi karena lingkungan sekolah telah terkontaminasi oleh penderita sebelumnya. Penyakit hepatitis A terutama ditularkan melalui makanan atau air yang tercemar virus hepatitis A. Penularan dapat dicegah dengan cara selalu menjaga kebersihan tangan. Menurut penjelasan dr.Unggul Budihusodo, Sp.PD, dari Divisi Hepatologi FKUI/RSCM Jakarta, virus hepatitis A terdapat di dalam tinja pasien.
"Jika pasien masih kecil kemudian si ibu menceboki lalu tidak mencuci tangannya sebelum mengolah makanan, maka makanan atau minuman yang terkena bisa tercemar," ujarnya ketika dihubungi KOMPAS.com.

Selain itu, sanitasi yang buruk juga bisa menjadi sumber penyebaran virus hepatitis A. "Jika pasien buang hajat sembarangan atau air dari kakus dialirkan ke selokan, bisa juga jadi sumber penularan," imbuh penasihat Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia ini. Untuk mendeteksi penyakit ini, biasanya dilakukan dengan pemeriksaan feses atau darah. Pemeriksaan bahkan dapat dilakukan dua minggu sebelum gejala penyakit muncul. Menurut Unggul, pencegahan penyakit ini sebenarnya sederhana. "Selalu mencuci tangan dan memastikan semua yang akan kita telan harus bersih dari cemaran," ujarnya. Pencegahan kedua adalah melakukan vaksinasi hepatitis A. "Pada dasarnya jika sudah pernah terkena penyakit ini tubuh akan membuat kekebalan sehingga tidak akan tertular lagi. Namun jika belum pernah kena, segera lakukan vaksinasi," pungkasnya. Sementara itu pengobatan penyakit ini yang penting adalah beristirahat total. "Karena disebabkan oleh virus penyakit ini akan sembuh sendiri," katanya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Thu Nov 10, 2011 3:54 pm

HEPATITIS A SERING TAK BERGEJALA
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Kamis, 10 November 2011 | 15:39 WIB
Kompas.com - Walau penderita hepatitis A dapat dikenali dari gejala mata dan kulit yang menjadi kuning, namun tak sedikit pasien hepatitis A yang tidak mengalami gejala apa pun dan penyakitnya sembuh sendiri. "Ciri utama penyakit hepatitis A adalah mata dan kulit menjadi kuning dan air kencing pekat seperti teh. Tapi ada banyak kasus penularan yang tidak bergejala, terutama pada anak-anak," papar dr.Unggul Budihusodo Sp.PD, konsultan gastroenterohepatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ketika dihubungi KOMPAS.com di Jakarta, Kamis (10/11). Karena tak selalu menimbulkan gejala, adanya infeksi hepatitis A baru dapat diketahui karena di dalam tubuh penderita telah terdapat antibodi. "Antibodi yang terbentuk karena sudah terinfeksi akan membuat seseorang tidak mungkin tertular hepatitis A," jelasnya. Mereka yang belum pernah terkena hepatitis A dianjurkan untuk divaksinasi hepatitis A. Menurut Unggul, di Indonesia hepatitis A bukanlah vaksin wajib untuk anak seperti halnya vaksin hepatitis B. Sementara itu, vaksin hepatitis C sampai sekarang belum ada vaksinnya. Pencegahan penyakit ini juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dengan sanitasi yang baik dan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, pada umumnya virus hepatitis A dapat dicegah penularannya. Walau pun hepatitis A juga menyerang hati, namun penderita bisa sembuh dan penyakitnya tidak menjadi kronis. Pengecualian terjadi pada mereka yang sebelumnya sudah menderita infeksi lainnya, misalnya menjadi carrier (pembawa) virus hepatitis B atau C. Menurut Unggul, pasien hepatitis A bisa dirawat di rumah. "Istirahat harus baik. Jika pasien sulit disuruh istirahat masa penyembuhannya bisa panjang," katanya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Thu Nov 10, 2011 3:56 pm

INFEKSI VIRUS HEPATITIS A TIDAK AKAN BERLANJUT
Evy Rachmawati | Asep Candra | Kamis, 10 November 2011 | 10:54 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Berjangkitnya infeksi hepatitis virus akut A di salah satu sekolah di Depok cukup mengagetkan. Meski demikian, merebaknya kasus virus hepatitis A tidak akan berlanjut jadi hepatitis B karena virusnya berbeda. Menurut dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, melalui surat elektronik, Kamis (10/11/2011), di Jakarta, hepatitis virus A tidak berlanjut jadi hepatitis B yang merupakan penyakit kronis dan bisa memicu sirosis atau pengerasan hati. Oleh karena itu, kalau pernah divaksinasi oleh vaksin hepatitis B, tidak berarti juga sudah terlindungi dari infeksi virus hepatitis A. "Tetapi bisa saja dalam satu kasus pasien mengalami dua macam infeksi, yaitu infeksi virus B dan juga hepatitis virus A," kata Ari menegaskan. "Kita tahu bahwa infeksi hepatitis A merupakan infeksi yang endemis di masyarakat kita. Di akhir musim kemarau ini, saya sudah menangani beberapa kasus hepatitis A," kata dia. Hepatitis A adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, ditularkan melalui makanan dan minuman, dan juga melalui kontak langsung. Selain itu hubungan seksual juga bisa menjadi penyebab tertular hepatitis A jika melakukan seksual secara anal atau oral. Virus ini terdapat pada feses pasien yang terinfeksi. Oleh karena itu, makanan dan minuman menjadi media utama penyebab penularan infeksi ini.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Tue Nov 15, 2011 10:24 am

5 TIPS PENTING PENCEGAHAN HEPATITIS A
Jakarta, 14 November 2011
Hepatitis A ditularkan melalui faecal-oral. Oleh karenanya, salah satu cara pencegahan adalah proses memasak harus dilakukan dengan baik. Ada 5 tips penting, khususnya bagi pembuat atau penjual makanan agar makanan yang diproduksi aman dari virus Hepatitis A. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE Lima tips tersebut adalah:

Pertama, menjaga kebersihan dengan cuci tangan sebelum masak dan setelah keluar toilet, cuci alat-alat masak dan alat makan, dapur harus bersih, tidak ada binatang, serangga dll.

Kedua, pisahkan bahan makanan matang dan mentah dengan menggunakan alat dapur dan alat makan yang berbeda serta simpan di tempat berbeda.

Ketiga, masak makanan hingga matang. Masak sampai matang, terutama daging, ayam, telur, seafood, rebus sup hingga 70 derajat Celcius. Untuk daging dan ayam, pastikan tidak masih berwarna pink serta panaskan makanan yang sudah matang dengan benar.

Keempat, simpan makanan di suhu aman. Jangan simpan makanan matang di suhu ruangan terlalu lama, masukan makanan ke dalam lemari es bila ingin disimpan, sebelum dihidangkan, panaskan sampai lebih dari 60 derajat celcius, serta jangan simpan terlalu lama di lemari es

Kelima, gunakan air yang bersih dan bahan makanan yang baik. Pilih bahan makanan yang segar, air yang bersih, proses memasak yang baik, cuci buah dan sayur dengan baik, serta tidak menggunakan bahan makanan yang sudah kadaluarsa

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, atau e-mail info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Fri Nov 18, 2011 4:19 pm

HEPATITIS A TAK PERLU DITAKUTI BERLEBIHAN
Jumat, 18/11/2011 16:03 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Wabah hepatitis A yang serempak terjadi di Depok, Bandung dan Tasikmalaya membuat banyak masyarakat menjadi panik. Sebenarnya, hepatitis A adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak perlu ditakuti secara berlebihan meski tetap waspada. Banyak yang mengira semua hepatitis adalah penyakit hati yang sama, padahal tiap jenisnya berbeda dan mempunyai daya tular dan daya pengobatan yang berbeda pula. "Hepatitis A tidak perlu ditakuti berlebihan tapi tetap harus waspada," tegas Prof dr Tjandra Yoga Aditama, MPH, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemkes, dalam acara temu media di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (18/11/2011). Hepatitis A adalah tipe hepatitis yang paling ringan dibandingkan hepatitis B dan C, serta termasuk self limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya bila beristirahat dengan baik. Kasus-kasus ringan hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen. "Hepatitis A itu self limiting disease (bisa sembuh dengan sendirinya), jadi dibiarkan saja bisa sembuh sendiri. Tidak perlu terlalu dihebohkan begitu. Tidak perlu khawatir, tidak harus dirawat di rumah sakit, dengan bed rest saja bisa sembuh," jelas Prof Dr Ali Sulaiman, SpPD-KGEH dari Pokja Hepatitis. Hepatitis A termasuk penyakit yang mudah menular karena penularan virus Hepatitis A atau Hepatitis Virus tipe A (HVA) melalui fecal oral, yaitu virus yang menular melalui tinja dan makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, juga terkadang melalui hubungan seks (oral dan anal) dengan penderita. Oleh karena itu, Prof Tjandra menekankan pentingnya upaya pencegahan sehingga virus tidak menyebar luas. Ada 4 hal penting dalam upaya pencegahan hepatitis A, yaitu:

- Cuci tangan pakai sabun (CPTS) pada 5 waktu penting (sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, setelah buang air besar dan air kecil, setelah mengganti popok bayi dan sebelum menyusui anak).
- Penanganan makanan aman yaitu jaga kebersihan, pisahkan makanan matang dan mentah, masak makanan hingga matang, simpan di suhu aman, gunakan air bersih dan bahan makanan yang baik.
- Penyediaan air bersih dan pembuangan limbah.
- Pembuangan tinja yang benar.

Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup bersih. Dalam banyak kasus, infeksi hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah hepatitis B atau C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit.

1. Istirahat.
Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.

2. Anti mual.
Salah satu dampak dari infeksi hepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.

3. Istirahatkan hati.
Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Sat Nov 26, 2011 9:15 am

99% PASIEN HEPATITIS A SEMBUH SEMPURNA
Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 25 November 2011 | 08:13 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa jenis penyakit hepatitis yang dikenal selama ini mulai dari hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Namun dari berbagai macam jenis tersebut, hepatitis A termasuk yang paling ringan ketimbang hepatitis B dan C (menyebabkan sirosis dan kanker hati). Bahkan, sebagian besar pasien hepatitis A akan sembuh dengan sendirinya tanpa ada komplikasi lebih lanjut. "Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa penyakit ini tidak berat, tetapi umumnya 99 persen pasien akan sembuh sempurna. Mungkin hanya 0,5 persen yang menjadi hepatitis berat (dalam istilah kedokteran disebut fulminan). Pada kondisi tersebut, pasien bisa meninggal kalau tidak segera dilakukan transplantasi," kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dr Rino A Gani, SpPD,K-GEH, FINASIM dalam acara temu media di Sekretariat PB PAPDI Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Menurut Rino, gejala klinis infeksi virus hepatitis A sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga gangguan fungsi hati, namun umumnya tidak berat. Kebanyakan 80 persen pasien yang terinfeksi hepatitis tidak mengalami suatu gejala, sehingga pasien tidak sadar kalau dirinya sudah terinfeksi virus. Hanya sekitar 20 persen saja yang menunjukkan gejala. Ia menambahkan, setelah melewati masa inkubasi selama 15-49 hari, barulah pasien dapat merasakan gejala seperti misalnya, lemas, mual, muntah, demam, dan kadang diare. "Hepatitis A termasuk jenis yang akut (berlangsung kurang dari 6 bulan). Sedangkan hepatitis B dan C biasanya hepatitis kronik (lebih dari 6 bulan)," katanya.

Untuk pengobatan infeksi virus hepatitis A dapat dilakukan secara suportif. Karena menurut Rino, tidak ada obat untuk membunuh virus tersebut secara langsung dan memang tidak diperlukan obat-obatan. Pasalnya, virus tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam darah. "Pengobatan suportif yang dimaksud misalnya, kalau pasien muntah harus diberikan obat untuk mengurangi muntahnya. Atau jika pasien kekurangan cairan, dapat diberikan cairan infus untuk mengatasi kekurangan cairan tersebut," jelasnya. Lebih lanjut, ia mengatakan hanya sebagian kecil pasien yang memerlukan rawat inap, yaitu apabila tidak dapat makan dan minum serta terjadi dehidrasi berat. Yang diperlukan pasien adalah cukup istirahat dan makan tinggi kalori, dan protein sesuai keinginan pasien untuk memulihkan kesehatan livernya (hati). "Meski kasus hepatitis A jarang menimbulkan kematian, akan tetapi penderitanya akan mengalami penurunan produktivitas," tandasnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Wed Jan 18, 2012 7:36 pm

TIPS AGAR HATI TAK RUSAK
Rabu, 18/01/2012 17:57 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Hati adalah organ seberat 1,5 kg dan terletak di sisi kanan perut bagian atas. Organ hati akan bekerja keras untuk mengeluarkan racun dan lemak jahat yang dikonsumsi melalui makanan sehari-hari. Jika racun tersebut tidak dikeluarkan bisa memicu berbagai masalah dan penyakit di hati. Penyakit hati tidak datang seketika tapi butuh waktu 20-30 tahun saat risiko itu muncul dalam tubuh. Agar hati tak rusak, jauhi dari faktor-faktor pemicunya. Karena hati juga berfungsi menetralkan racun yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan protein yang melindungi tubuh dari infeksi dan pendarahan maka jika ia tak bekerja sempurna akan menimbulkan penyakit serius mulai hepatitis A hingga kanker hati. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa bikin hati rusak dan tips mencegahnya seperti dilansir IndiaToday, Rabu (18/1/2012):

1. Dari Makanan
Yang paling penting dari makanan untuk hati sehat adalah kombinasi yang seimbang antara karbohidrat, lemak dan protein. Jika terlalu banyak akan berbahaya bagi tubuh. Makan berlebihan akan meningkatkan beban kerja hati dan mengurangi kapasitasnya untuk dapat berfungsi dengan baik. Mengkonsumsi terlalu banyak kalori, terutama dalam bentuk lemak dan alkohol, akan menyebabkan kelebihan yang disimpan dalam hati, sehingga menyebabkan cedera dan mengganggu fungsi hati. "Setidaknya 40% dari makanan harus terdiri dari buah dan sayuran mentah yang dapat meningkatkan kandungan serat, membantu penyerapan lemak, dan membersihkan usus. Lemak baik, yaitu asam lemak esensial yang terkandung dalam makanan seperti minyak ikan, sangat diperlukan oleh membran di setiap sel tubuh dan menjaga fungsi hati yang baik," kata Dr Samiran Nundy dari departemen gastroenterologi bedah dan transplantasi hati, Sir Ganga Ram Hospital, New Delhi. Untuk menjaga makanan tetap bersih, pastikan minum air yang sudah direbus dan memakan makanan yang bersih. Batasi asupan alkohol hingga tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria dan satu gelas sehari untuk wanita. Selain itu, banyak minum air, karena juga akan membantu hati dengan menghilangkan racun melalui ginjal.

2. Beban Kerja Hati Meningkat
Penderita penyakit hati memiliki gejala lesu, kulit pucat dan gangguan yang berkembang menjadi penyakit kuning, perut kembung terisi cairan, muntah darah, kanker, koma hingga kematian. Tiga penyakit hati yang paling sering menyerang adalah fatty liver, hepatitis dan sirosis. Masing-masing penyakit membutuhkan penanganan khusus. Fatty liver adalah suatu kondisi dimana lemak banyak terakumulasi dalam sel-sel hati dan mengganggu fungsinya. Penyebabnya ada banyak, yang paling umum adalah makan berlebihan, serta kekurangan gizi karena kurangnya asupan protein esensial dan vitamin, dan asupan alkohol yang berlebihan. "Lemak berlebihan yang tidak diinginkan dalam hati dapat memicu kerusakan sel hati dan seringkali berkembang menjadi sirosis, di mana hati menjadi keras, coklat, kecil, dan berbintil-bintil. Jadi, mengobati hati yang berlemak harus segera dilakukan sejak dini. Lebih dari obat-obatan apapun, cara terbaik adalah mengubah pola makan dengan memakan lebih sedikit kalori, protein dan lemak, berolahraga secara teratur dan membatasi asupan alkohol," kata Dr Mahendran Govindasamy dari departemen gastroenterologi bedah dan transplantasi hati, Sir Ganga Ram Hospital, New Delhi.

Hepatitis adalah peradangan hati karena virus dalam air yang terkontaminasi, hubungan sex, dan jarum suntik yang digunakan kembali. Hepatitits umumnya dikenal sebagai penyakit kuning. Pada penyakit ini, makanan harus mengandung banyak karbohidrat (50-60 %), protein nabati (20-30%) dan sedikit lemak (10-20%). Makanan yang direkomendasikan adalah buah segar dan jus buah, sayuran, dan protein nabati. Akan lebih baik jika menghindari gorengan berminyak, acar asin, makanan cepat saji, gula, alkohol dan daging merah. Sedangkan sirosis merupakan tahap akhir dari penyakit hati. Terkadang bisa tanpa gejala awal, tapi kemudian terjadi masalah karena retensi garam dan air, sehingga menyebabkan pembengkakan perut dan kaki. Selain makanan yang dianjurkan untuk mengatasi hepatitis, penderita sirosis harus dibatasi asupan garam dan air. "Asupan garam harus tidak lebih dari 2 gram (satu sendok teh) dan tidak lebih dari 1.500 ml (tujuh gelas penuh) cairan per hari. Akan lebih baik jika memakan makanan vegetarian karena protein hewani menyebabkan akumulasi amonia dalam darah yang menyebabkan hati berhenti berfungsi," pungkas Dr Govindasamy.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Tue Feb 21, 2012 12:47 pm

HEPATITIS C TEWASKAN LEBIH BANYAK ORANG DARIPADA HIV
Selasa, 21/02/2012 11:27 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Virus Human Imunnodeficiency Virus (HIV) sangat ditakuti, padahal banyak virus lain yang mudah menular dan sama-sama mematikan misalnya Hepatitis C. Bahkan data terbaru menunjukkan, angka kematian Hepatitis C lebih tinggi dari HIV. Data tersebut dikeluarkan baru-baru ini oleh US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), semacam pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat. Data tersebut disusun berdasarkan laporan yang masuk antara tahun 1999-2007. Dalam periode tersebut, tercatat 13.000 orang di seluruh penjuru Amerika Serikat meninggal dunia karena infeksi HIV. Angka ini masih lebih rendah dibanding kematian akibat infeksi virus lainnya yakni Hepatitis C, yang jumlahnya mencapai 15.000 kasus. Dari sekian banyak kasus kematian akibat infeksi Hepatitis C, usia paruh baya yang masih termasuk kategori usia produktif paling banyak menjadi korban. Tidak kurang dari 70 persen kasus kematian itu terjadi pada kelompok usia 45 hingga 64 tahun.

Sayangnya meski banyak memakan korban jiwa, kewaspadaan atas ancaman Hepatitis C masih belum sebesar HIV. Dari perkiraan 32 juta orang di Amerika Serikat yang terinfeksi saat ini, 75 persen di antaranya tidak menyadari kalau dirinya terinfeksi. "Saat ini infeksi Hepatitis kronis merupakan penyebab kematian terbesar di Amerika Serikat dan sebetulnya bisa dicegah," kata Dr Scott Holmberg, kepala bidang epidemologi dan surveilans dari CDC seperti dikutip dari Healthday, Selasa (21/2/2012). Sebagian besar kasus hepatitis C yang sudah kronis atau menahun akan berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati, lalu bisa juga memicu kanker hati. Untungnya proses ini memakan waktu hingga 10-20 tahun sehingga sangat mungkin diintervensi dengan pengobatan. Sementara untuk penularannya, Hepatitis C tidak jauh berbeda dengan HIV. Virus ini sama-sama menular melalui penggunaan jarum suntik secara bersama-sama, transfusi darah, kontak seksual dan kadang-kadang ditularkan juga dari ibu ke anaknya saat dalam kandungan.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Sun Mar 18, 2012 7:18 pm

APA DAN BAGAIMANA BATU KANDUNG EMPEDU?
Dr. Ari F. Syam Sp.Pd | Asep Candra | Minggu, 18 Maret 2012 | 08:00 WIB
KOMPAS.com - Penyakit kandung empedu menjadi favorit karena kebetulan mengenai tokoh nasional. Proses penanganannya juga berjalan lancar melalui operasi yang berlangsung hanya 1 jam. Satu hari setelah operasi beliau sudah bisa turun dari tempat tidur dan jalan-jalan. Gejala utama peradangan empedu termasuk batu kandung empedu adalah nyeri perut. Nyeri perut sendiri adalah suatu keadaan yang sering ditemukan dan mengantarkan pasien datang ke RS baik di poliklinik maupun gawat darurat RS. Pasien yang datang ke Poliklinik penyakit dalam 30 % karena nyeri perut dan 50-60 % yang datang ke konsultan penyakit lambung dan pencernaan. Nyeri perut yang terjadi bisa tiba-tiba atau kronis. Nyeri perut berhubungan dengan organ yang terkena yang menimbulkan nyeri perut tersebut. Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, bisa berasal dari pancreas, kandung empedu, liver atau usus dua belas jari. Bahkan nyeri perut di ulu hati juga bisa berhubungan dengan serangan jantung dalam hal ini serangan jantung bagian bawah (infark miokard inferior). Nyeri ulu hati karena masalah kandung empedu terjadi karena adanya peradangan pada kandung empedu baik berlangsung akut maupun kronis. Nyeri ulu hari karena masalah di kandung empedu bisa juga terjadi karena adanya batu pada kandung empedu. Jika dianalisa lebih lanjut batu kandung empedu terdiri dari batu kolesterol dan batu pigmen.

Nyeri karena adanya batu kandung empedu berlangsung beberapa saat dan berulang (kolik bilier), biasanya nyeri tersebut dapat menjalar ke punggung belakang. Untuk mengetahui penyebab dari nyeri ulu hati tersebut perlu dilakukan USG abdomen. Melalui pemeriksaan USG abdomen dapat diketahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis pada kandung empedu tersebut. Selain itu melalui pemeriksaan USG juga diidentifikasi adanya batu pada kandung empedu. Pemeriksaan USG abdomen juga dapat mengevaluasi saluran empedu, bisa mengidentifikasi adanya pelebaran saluran empedu. Sumbatan bisa terjadi jika batu yang ada di kandung empedu menyumbat pada saluran empedu tersebut. Data yang ada pada kami 20 % pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan karena gangguan pada kandung empedunya baik berupa batu di kandung empedu atau peradangan pada kandung empedu itu sendiri. Kalau dilihat dari umur 20 % kasus yang mengalami gangguan pada kandung empedu tersebut lebih dari 80 % berumur diatas 40 tahun dan tidak ada yang berumur dibawah 30 tahun. Peradangan pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung tiba-tiba atau akut, bisa ringan dan bisa berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja selain mengenai kandung empedu juga bisa mengenai pancreas. Bahkan bisa terjadi infeksi luas dan sistemik yang dapat membahayakan jiwa.

Pasien dengan peradangan kandung empedu akut perlu dirawat di RS dan perlu mendapat antibiotika sistemik. Kandung empedu yang bermasalah apalagi ada batu didalamnya biasanya memang kandung empedu tersebut harus diangkat (kolesistektomi). Pada kondisi yang ringan dan dengan batu kandung empedu tanpa keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu diatasi dengan operasi. Pengobatan pada batu kandung empedu yang tunggal dan kecil (diameter kurang dari 1,5 cm) cukup dengan diet dan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan yaitu obat yang bekerja melarutkan batu kolesterol yaitu ursodeoxycholic acid (UDCA). Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan. Pada kasus yang memang memerlukan oeprasi, saat ini sebagian besar RS juga telah menerapkan tehnik laparaskopi untuk pengangkatan kandung empedu tersebut, Melalui tehnik ini masa rawat manjadi pendek, komplikasi paska operasi menjadi minimal.

Kenapa seseorang bisa terkena batu empedu?
Wanita lebih banyak pada laki-laki, semakin tinggi umur semakin tinggi terkena batu kandung empedu ini, pada pasien diatas 40 tahun akan lebih berisiko untuk terjadinya batu kandung empedu. Di Amerika 25 % wanita berumur 60 tahun mengalami batu empedu dan setelah diatas 75 tahun hampir 50 % mengalami batu empedu. Resiko lain untuk terjadinya batu kandung empedu antara lain obesitas, diabetes mellitus, pasien dengan sindrom metabolik yaitu dengan obesitas, kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang rendah, trigliserida yang tinggi, tekanan darah yang tinggi, dan juga dengan gula darah yang tinggi, riwayat keluarga dengan kandung empedu, diet tinggi lemak dan tinggi kolesterol dan rendah serat dan yang menarik juga ternyata penurunan berat badan yang mendadak juga bisa menyebabkan terbentuknya batu kandung empedu. Bagi pasien yang sudah dioperasi kandung empedunya juga tetap harus menjaga makannya karena bisa saja terbentuknya pasir dan batu pada saluran empedunya walau kandung empedunya sudah diangkat.

Salam sehat,
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12094
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Hati   Yesterday at 12:23 pm

APA BAHAYANYA BILA TAK PUNYA KANTUNG EMPEDU?
Rabu, 23/05/2012 10:18 WIB Detik Health
Pada tahun 2007 saya pernah menjalani operasi besar pengangkatan kantung empedu (karena adanya batu empedu yang menyumbat). Sehingga sekarang saya tidak mempunyai kantung empedu. Apa efeknya dan berbahayakah jika seseorang sudah tidak mempunyai kantung empedu? Bagaimana cara mengatasi agar tetap bisa hidup sehat tanpa adanya organ kantung empedu? Demikian konsultasi yang saya ajukan sekian dan terimakasih.

Ahmad B (Pria Menikah, 30 tahun), baroXXXX@nipindo.co.id
Tinggi Badan 168 cm dan Berat Badan 73 kg

Jawaban
Ketiadaan kantong empedu (pasca kolesistektomi) bukan merupakan bencana yang harus ditakutkan, kantong empedu milik bapak jelas sudah tidak normal lagi karena sudah ada batu dan membuat sumbatan dan bila dibiarkan akan menimbulkan infeksi saluran empedu yang bisa berlanjut dan meluas menjadi infeksi pada liver (hepatitis atau terbentuknya abses hati/liver), peradangan pada pankreas (pankreatitis) yang akibatnya bisa lebih parah lagi dan sangat serius. Akibat pengangkatan kantong empedu biasanya bersifat jangka pendek, yaitu selama usus belum terbiasa dengan cairan empedu pasca kolesistektomi yang lebih encer sehingga rasa tidak enak, kembung, mual atau diare akan muncul manakala bapak mengonsumsi makanan berminyak atau mengandung lemak. Namun, semuanya akan berakhir setelah masa adaptasi itu berakhir yang lamanya tidak sama satu dengan lainnya. Karenanya, kelak bapak masih tetap boleh mengonsumsi makanan yang mengandung lemak atau goreng-gorengan, namun rasa tidak enak muncul, sebaiknya berhenti dulu. Setelah itu bapak akan terbiasa lagi dan konsumsi makanan sama seperti sebelum operasi namun tetap jangan terlalu berlebihan. Hal lain yang harus diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya maag karena tumpahan asam lambung yang encer pada fase-fase awal pasca kolesistektomi dan keluhannya bisa saja dirasakan di kemudian hari. Pengalaman sehari-hari, pasca pengangkatan kantong empedu, ada yang memberikan obat yang berperan sebagai untuk proteksi permukaan mukosa lambung dari cairan lambung yang sering tumpah, obat ini dikenal sebagai media surfaktan jenis sukralfat. Pemberian obat ini terutama bila mau tidur dan setelah bangun tidur, hal ini bisa dimengerti karena pada saat tidur, duodenum dan lambung lebih sejajar sehingga cairan empedu lebih mudah tumpah kedalam lambung. Untuk itu, coba saja Anda meminta jenis obat tersebut yang saat ini banyak jenisnya, kalau keluhan tetap ada, sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter penyakit dalam yang mendalami gastroenterologi dan sangat mungkin perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi (gastroduodenoskopi).

Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD
Dokter Spesialis Bedah Digestif. Praktik di RS PONDOK INDAH-PONDOK INDAH Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Hati

View previous topic View next topic Back to top 
Page 13 of 13Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 11, 12, 13

 Similar topics

-
» pepatah yg terpahat di hati
» Terlukanya Hati Seorang Lelaki
» [Tips] menjaga kesehatan
» Kesehatan Hati
» Koleksi hal/peristiwa bikin sakit hati + timbul tanda tanya

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-