|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Sun May 02, 2010 6:50 pm | |
| TUMOR HATI Tumor hati bisa jinak (benigna) maupun ganas (maligna). Tumor yang ganas bisa berasal dari hati atau merupakan penyebaran (metasatase) dari bagian tubuh yang lain. Tumor ganas yang berasal dari hati disebut kanker hati primer dan yang berasal dari bagian tubuh yang lain disebut kanker metastatik. Sebagian besar kanker hati merupakan kanker metastatik. Tumor hati yang jinak relatif sering ditemukan, tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala-gejala. Sebagian besar ditemukan pada saat penderita menjalani pemeriksaan skening (misalnya USG, CT atau MRI), untuk alasan lainnya. Beberapa jenis tumor jinak ini menyebabkan hati jadi membesar atau mengalami perdarahan ke dalam rongga perut. Hati biasanya berfungsi secara normal, sehingga pemeriksaan darah memberikan hasil yang normal atau hanya terjadi peningkatan yang ringan dari kadar enzim-enzim hati.
# Yang merupakan tumor jinak hati: Adenoma hepatoseluler # Hemangioma
Yang merupakan tumor ganas hati: # Hepatoma # Kolangiokarsinoma # Hepatoblastoma # Angiosarkoma.
ADENOMA HEPATOSELULER Adenoma Hepatoseluler adalah tumor jinak hati yang sering ditemukan. Adenoma hepatoseluler terutama terjadi pada wanita usia produktif, kemungkinan karena penggunaan pil KB meningkatkan resiko terjadinya tumor ini. Adenoma hepatoseluler biasanya tidak menunjukkan gejala, sehingga sebgaian besar tidak dapat terdeteksi. Meskipun jarang, adenoma ini bisa pecah tiba-tiba dan menyebabkan perdarahan ke rongga perut, sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat. Adenoma sangat jarang berkembang menjadi tumor yang ganas. Adenoma yang disebabkan oleh pil KB sering menghilang setelah pemakaian pil KB dihentikan.
HEMANGIOMA Hemangioma adalah tumor jinak hati yang terbentuk dari massa pembuluh darah yang abnormal. Sekitar 1-5% dewasa memiliki hemangioma hati yang kecil, yang tidak menimbulkan gejala-gejala. Pada bayi, hemangioma yang besar kadang menimbulkan gejala yang mengarah kepada ditemukannya penyakit ini, seperti pembekuan darah yang menyebar luas dan kegagalan hati. Pada keadaan ini mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan. Tumor ini biasanya terdiagnosis hanya jika penderita menjalani pemeriksaan USG atau CT scan. Hemangioma kecil yang tidak menyebabkan gejala, biasanya tidak membutuhkan pengobatan.
KANKER HATI PRIMER LAINNYA Kolangiokarsinoma Merupakan kanker yang berasal dari lapisan saluran empedu di dalam hati atau di dalam saluran empedu. Di negara Timur, infestasi hati oleh parasit (cacing pipih/cacing pita), diduga berperan pada terjadinya kanker ini. Pada penderita kolitis ulserativa dan kolangitis sklerotik menahun, kadang terjadi kolangiokarsinoma.
Hepatoblastoma Hepatoblastoma merupakan kanker yang lebih sering ditemukan pada bayi. Kadang muncul pada anak-anak yang lebih besar dan bisa menghasilkan hormon gonadotropin yang akan menyebabkan terjadinya pubertas dini. Hepatoblastoma biasanya terdeteksi karena menyebabkan menurunnya keadaan kesehatan secara umum dan menyebabkan terbentuknya massa yang besar di perut kanan bagian atas.
Angiosarkoma Angiosarkoma adalah kanker yang jarang, yang berasal dari pembuluh darah di hati. Angiosarkoma bisa disebabkan oleh pemaparan vinil klorida di tempat kerja. Kolangiosarkoma, hepatoblastoma dan angiosarkoma bisa didiagnosis hanya dengan melakukan biopsi hati, dimana contoh jaringan hati diambil dengan sebuah jarum untuk diperiksa dibawah mikroskop. Biasanya, pengobatan hanya sedikit membantu dan sebagian besar penderita meninggal dalam beberapa bulan setelah tumor terdeteksi. Jika dapat terdeteksi secara dini, hanya terapi pembedahan yang dapat memberikan harapan hidup yang lebih panjang. Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 8:52 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 1:25 pm | |
| KANKER HATI METASTATIK Kanker Hati Metastatik adalah tumor-tumor yang telah menyebar ke hati dari bagian tubuh yang lain.
PENYEBAB Tumor ganas metastatik pada umumnya berasal dari paru-paru, payudara, usus besar, pankreas dan lambung. Leukimia dan kanker sel darah lainnya (misalnya limfoma), bisa juga menyebar ke hati. Kadang ditemukannya tumor hati metastatik merupakan petunjuk adanya kanker lain pada penderita.
GEJALA Gejala awalnya sering berupa penurunan berat badan dan berkurangnya nafsu makan. Hati menjadi besar, keras dan tumpul. Bisa juga terjadi demam. Kadang limpa juga ikut membesar, terutama jika kanker berasal dari pankreas. Rongga perut teregang, karena terisi oleh cairan (asites). Jika kanker tidak menyumbat saluran empedu, tidak terdapat jaundice atau terdapat sakit kuning yang ringan. Dalam beberapa minggu sebelum penderita meninggal, jaundice akan bertambah buruk. Penderita juga akan kehilangan kesadaran dan mengantuk karena racun yang terkumpul dalam otak (ensefalopati hepatikum).
DIAGNOSA Pada stadium akhir, kanker hati metastatik akan lebih mudah didiagnosis bila dibandingkan dengan kanker stadium awal. USG, CT scan dan MRI hati bisa menunjukkan adanya kanker, tetapi tidak selalu dapat menemukan tumor-tumor yang kecil atau membedakan suatu tumor dari sirosis dan penyakit lainnya. Tumor sering menyebabkan kelainan fungsi hati, yang bisa diketahui dari pemeriksaan darah. Biopsi hati bisa isemperkuat diagnosa pada sekitar 75% kasus. Untuk membantu memperoleh jaringan kanker dari hati, bisa dipandu oleh USG atau laparoskopi.
PENGOBATAN Tergantung dari jenisnya, obat-obat anti kanker untuk sementara waktu dapat memperkecil ukuran tumor dan memperpanjang harapan hidup penderita, tetapi tidak mengobati kanker secara tuntas.
Obat anti kanker bisa disuntikan ke dalam arteri hepatika, yang akan mengalirkan obat dalam konsentrasi tinggi secara langsung ke sel-sel kanker di hati. Tehnik ini lebih memungkinkan untuk memperkecil tumor dan menimbulkan lebih sedikit efek samping, tetapi belum terbukti bisa memperpanjang harapan hidup penderita.
Terapi radiasi (penyinaran) kadang dapat mengurangi nyeri yang hebat, tetapi tidak terlalu efektif. Jika hanya ditemukan satu tumor, bisa diangkat melalui pembedahan, terutama jika kanker berasal dari usus. Untuk kanker yang meluas, yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkannya. Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 8:58 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 1:28 pm | |
| TROMBOSIS VENA PORTA Trombosis Vena Porta (Portal Vein Thrombosis) adalah sumbatan pada vena porta yang disebabkan karena adanya bekuan darah. Sumbatan vena portal dihasilkan dari trombosis (gumpalan darah) atau penyempitan pada vena portal, yang membawa darah menuju hati dari usus. * Kebanyakan orang tidak mengalami gejala-gejala. Cairan bisa menumpuk di perut, limpa bisa membesar, dan pendarahan berat bisa terjadi pada kerongkongan. * Doppler Ultrasonografi biasanya bisa memastikan diagnosa. * Jika mungkin, penyebabnya diobati, dan obat-obatan kemungkinan digunakan untuk mencegah gumpalan membesar atau untuk memecahkan gumpalan.
Karena vena menyempit atau tersumbat, tekanan pada vena portal meningkat. Peningkatan tekanan ini (disebut hipertensi portal) menyebabkan limpa membesar (splenomegaly). Hal ini juga mengakibatkan peluasan, pembuluh darah terpuntir (varicose) pada kerongkongan (esophageal varices) dan seringkali di dalam perut (portal hypertensive gastropathy). Hal ini bisa mengalami pendarahan parah. Penumpukan cairan pada perut (disebut ascites) tidak umum tetapi bisa terbentuk ketika penyumbatan pada vena portal disertai dengan penyumbatan hati atau kerusakan atau ketika cairan dalam jumlah besar diberikan secara infus untuk menyembuhkan pendarahan besar atau dari varises yang pecah pada kerongkongaqn atau perut. Trombosis vena portal yang terbentuk pada orang dengan sirosis akan menyebabkan kondisi mereka memburuk.
PENYEBAB Sekitar 25% orang dewasa dengan sirosis mempunyai vena portal, mungkin berasal dari aliran darah yang sangat lamban. Vena portal juga disebabkan oleh berbagai kondisi yang membuat darah lebih mungkin menggumpal. Umumnya keadaan berbeda sesuai dengan kelompok usia : 1. Bayi baru lahir : infeksi pada ujung tali pusat (pada pusar). 2. Anak yang lebih tua : penyakit usus buntu. 3. Orang dewasa : sel darah merah yang berlebihan (polycythemia), kanker tertentu (hati, pankreas, ginjal, atau kelenjar adrenalin), operasi, dan kehamilan.
Sering, beberapa kondisi bekerja bersama untuk menyebabkan penyumbatan. Penyebab tersebut tidak diketahui pada sekitar sepertiga orang.
GEJALA Karena vena porta memasok tiga perempat dari pasokan darah hati, maka penyumbatan sebagian maupun penyumbatan total pada vena bisa merusak sel-sel hati; tergantung kepada lokasinya, ukuran bekuannya dan kecepatan terbentuknya bekuan. Penyumbatan akan meningkatkan tekanan di dalam vena porta dan vena-vena lainnya.
Vena di kerongkongan akan membesar. Gejala awal dari penyakit ini sering berupa perdarahan dari vena varikosa di kerongkongan bagian bawah (varises esofageal). Perdarahan ini menyebabkan batuk darah atau muntah darah. Limpa biasanya membesar, terutama pada anak-anak. Pada sekitar sepertiga penderita, penyumbatan berkembang dengan lambat, sehingga memungkinkan terbentuknya saluran darah lainnya (pembuluh kolateral) di sekitar penyumbatan dan pada akhirnya vena porta kembali terbuka. Meskipun demikian, hipertensi portal tetap ada.
DIAGNOSA Dokter menduga trombosis vena porta pada orang yang mengalami beberapa kombinasi pada hal-hal berikut di bawah ini : 1. Pendarahan dari kerongkongan atau varises gastric. 2. Limpa membesar. 3. Kondisi beresiko tinggi (misal, anak dengan infeksi tali pusat atau radang usus buntu akut).
Tes darah untuk mengevaluasi hati seringkali memeperlihatkan cukup normal. Jika penderita mengalami hipertensi portal dan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati menunjukkan hasil yang normal, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah trombosis vena porta. Ultrasonografi Doppler biasanya memastikan diagnosa. Hal ini menunjukkan bahwa aliran darah melalui vena portal berkurang atau tidak ada. Pada beberapa kasus, magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) diperlukan. Angiography dilakukan jika prosedur untuk menciptakan rute alternatif untuk aliran darah direncanakan. Untuk angiography, sinar X pada pembuluh darah dilakukan setelah pewarna radiopaque (dimana terlihat dalam sinar X) disuntikkan ke dalam vena portal.
PENGOBATAN Jika gumpalan darah tiba-tiba menyumbat vena, obat yang memecahkan gumpalan (seperti activator jaringan plasminogen) kadangkala digunakan. Keefektifan pengobatan ini (disebut thrombolysis) tidak jelas. Jika gangguan terbentuk secara bertahap, anticoagulant, seperti heparin, kadangkala digunakan jangka panjang untuk membantu mencegah penggumpalan dari pengulangan atau pembesaran. Anticoagulant tidak memecahkan gumpalan yang ada. Pada anak yang baru lahir dan anak-anak, penyebab (biasanya tali pusat yang terinfeksi atau radang usus akut) diobati.
Masalah yang disebabkan oleh hipertensi portal juga diobati. Pendarahan dari pembuluh darah varicose pada kerongkongan bisa dihentikan menggunakan beberapa teknik berikut : 1. Biasanya, plester karet dimasukkan melalui pipa pelihat elastis (endoscope), dipasang melalui mulut ke dalam kerongkongan. Plester tersebut digunakan untuk mengikat pembuluh darah varicose. 2. Obat-obatan antihipertensi, seperti beta-bloker, mengurangi tekanan di dalam vena portal dan dengan demikian mencegah pendarahan di dalam kerongkongan. (beta bloker juga digunakan pada hypertensive portal gastropathy). 3. Octreotide, obat yang juga menurunkan aliran darah menuju hati dan dengan demikian mengurangi tekanan darah di dalam perut, kemungkinan diberikan secara infus untuk menolong menghentikan pendarahan.
Kadangkala, ketika pengobatan ini tidak efektif, prosedur untuk menciptakan rute pengganti untuk aliran darah, dengan melewati hati, kemungkinan dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan sistem venous portal dengan menciptakan sebuah shunt (penghubung) menuju inferior vena cava. Kesulitan menciptakan sebuah shunt ketika Vena portal tersumbat. Juga, shunt cenderung menjadi tersumbat.
Untuk beberapa orang, cangkok hati diperlukan. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi tekanan di dalam vena porta dan mencegah perdarahan akibat varises esofageal. Yang pertama kali dilakukan adalah mencoba menutup vena varikosa dengan menggunakan tali karet atau menyuntikan suatu bahan kimia melalui endoskopi. Pembedahan diperlukan untuk membuat hubungan (shunt) antara vena porta dengan vena cava, sehingga darah tidak melewati hati dan mengurangi tekanan vena porta. Tetapi pembedahan bypass meningkatkan resiko terjadinya ensefalopati hepatikum (kerusakan otak karena penyakit hati). Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 9:09 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 1:30 pm | |
| ASITES Asites adalah pengumpulan cairan di dalam rongga perut.
PENYEBAB Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun (kronik). Paling sering terjadi pada sirosis, terutama yang diisebabkan oleh alkoholisme. Asites juga bisa terjadi pada penyakit non-hati, seperti kanker, gagal jantung, gagal ginjal dan tuberkulosis.
Pada penderita penyakit hati, cairan merembes dari permukaan hati dan usus. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: - hipertensi portal - menurunnya kemampuan pembuluh darah untuk menahan cairan - tertahannya cairan oleh ginjal - perubahan dalam berbagai hormon dan bahan kimia yang mengatur cairan tubuh.
Penyebab asites: 1. Kelainan di hati - Sirosis, terutama yang disebabkan oleh alkoholisme - Hepatitis alkoholik tanpa sirosis - Hepatitis menahun - Penyumbatan vena hepatik 2. Kelainan diluar hati - Gagal jantung - Gagal ginjal, terutama sindroma nefrotik - Perikarditis konstriktiva - Karsinomatosis, dimana kanker menyebar ke rongga perut - Berkurangnya aktivitas tiroid - Peradangan pankreas.
GEJALA Jika jumlah cairan yang terkumpul tidak terlalu banyak, biasanya tidak menunjukkan gejala. Jumlah cairan yang sangat banyak bisa menyebabkan pembengkakan perut dan rasa tidak nyaman, juga sesak nafas. Jumlah cairan yang sangat banyak, menyebabkan perut tegang dan pusar menjadi datar, bahkan terdorong keluar. Pada beberapa penderita, pergelangan kaki juga membengkak (edema).
DIAGNOSA Pada pemeriksaan perkusi perut, akan terdengar suara tumpul (teredam). USG digunakan untuk mengetahui adanya asites dan menemukan penyebabnya. Parasintesis diagnostik dilakukan untuk memperoleh contoh cairan yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium.
PENGOBATAN Pengobatan dasar dari asites adalah tirah baring dan diet rendah garam, yang biasanya dikombinasikan dengan obat diuretik supaya cairan yang dibuang melalui ginjal lebih banyak jumlahnya. Jika terjadi sesak nafas atau susah makan, dilakukan parasintesis terapeutik, dimana dimasukkan jarum untuk membuang cairan yang terkumpul. Tetapi cairan cenderung akan terkumpul kembali, jika tidak diberikan obat diuretik.
Sejumlah besar albumin sering ikut terbuang ke dalam cairan perut, sehingga mungkin diperlukan pemberian albumin intravena (melalui pembuluh darah). Kadang terjadi infeksi dalam cairan asites, terutama pada sirosis alkoholik. Infeksi ini disebut peritonitis bakterialis spontan, diobati dengan antibiotik. Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:13 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 1:32 pm | |
| HIPERTENSI PORTAL Hipertensi Portal adalah tekanan darah tinggi di dalam vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati).
PENYEBAB Vena porta menerima darah dari seluruh usus, limpa, pankreas serta kandung empedu. Setelah masuk ke hati, darah mengalir ke dalam saluran-saluran kecil yang melewati hati. Pada saat meninggalkan hati, darah dari saluran kecil ini masuk kembali ke dalam sirkulasi besar melalui vena hepatika.
2 faktor yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah dalam pembuluh darah porta, yaitu: #volume darah yang mengalir di dalam pembuluh darah # meningkatnya tahanan terhadap aliran darah yang melewati hati. Di negara-negara Barat, penyebab paling sering dari hipertensi portal adalah meningkatnya tahanan aliran darah akibat sirosis.
Hipertensi portal menyebabkan terbentuknya pembuluh darah venosa (pembuluh kolateral), yang menghubungkan sistem portal dengan sirkulasi besar, sehingga melompati hati (membentuk bypass). Dengan adanya pembuluh kolateral ini, maka zat-zat yang dalam keadaan normal dibuang dari dalam darah oleh hati, akan masuk ke dalam sirkulasi besar. Pembuluh kolateral terbentuk di tempat-tempat tertentu, yang paling penting adalah yang terbentuk di ujung bawah kerongkongan. Di daerah ini, pembuluh akan tersumbat dan meliuk-liuk, membentuk vena varikosa (varises esofagealis). Varises ini rapuh dan mudah mengalami perdarahan. Pembuluh kolateral lainnya bisa terbentuk di sekitar pusar dan pada rektum.
GEJALA Hipertensi portal sering menyebabkan pembesaran limpa. Cairan bisa merembes dari hati dan masuk ke rongga perut, menyebabkan asites. Vena varikosa di bagian bawah kerongkongan dan di lapisan lambung, bisa mengalami perdarahan. Vena varikosa di rektum juga bisa mengalami perdarahan, meskipun sangat jarang terjadi.
DIAGNOSA Pembesaran limpa biasanya bisa dirasakan/diraba melalui dinding perut. Cairan di perut bisa diketahui dari adanya pembengkakan perut dan pemeriksaan perkusi perut memberikan hasil suara yang tumpul. USG dilakukan untuk memeriksa aliran darah di dalam pembuluh darah portal dan bisa menunjukkan adanya pengumpulan carian di perut. CT scan juga bisa digunakan untuk memeriksa pelebaran pembuluh vena. Tekanan dalam sistem portal bisa diukur secara langsung dengan memasukkan jarum melalui dinding perut ke dalam hati atau limpa.
PENGOBATAN Untuk mengurangi resiko perdarahan karena varises esofageal, diusahakan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta, yaitu dengan pemberian propanolol, obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Perdarahan pada varises esofageal merupakan keadaan darurat. Vasopresin atau octreotide bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) untuk mengkerutkan vena yang berdarah. Transfusi darah dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang.
Biasanya dilakukan pemeriksaan endoskopik untuk memastikan bahwa perdarahan berasal dari varises esofageal. Selama prosedur ini dilakukan penyumbatan dengan tali karet atau penyuntikan bahan kimia. Jika perdarahan berlanjut, dimasukkan kateter dengan balon di ujungnya, melalui hidung menuju ke kerongkongan. Pemompaan balon akan menekan vena varikosa dan biasanya bisa menghentikan perdarahan.
Jika perdarahan berlanjut atau berulang, dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (shunt), diantara sistem vena portal dengan sistem vena besar. Hal ini akan menurunkan tekanan di dalam vena porta, karena tekanan di dalam sistem vena besar lebih rendah. Pembedahan shunt biasanya berhasil menghentikan perdarahan, tetapi relatif berbahaya. Pembedahan ini juga meningkatkan resiko terjadinya kelainan fungsi otak karena kegagalan hati (ensefalopati hepatikum). Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:13 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 1:34 pm | |
| ATRESIA BILIER Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Fungsi dari sistem empedu adalah membuang limbah metabolik dari hati dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus halus. Pada atresia bilier terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal.
PENYEBAB Atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun diluar hati. Tetapi penyebab terjadinya gangguan perkembangan saluran empedu ini tidak diketahui. Atresia bilier ditemukan pada 1 dari 15.000 kelahiran.
GEJALA Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu berupa: - air kemih bayi berwarna gelap - tinja berwarna pucat - kulit berwarna kuning - berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badan berlangsung lambat - hati membesar.
Pada saat usia bayi mencapai 2-3 bulan, akan timbul gejala berikut: - gangguan pertumbuhan - gatal-gatal - rewel - tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati).
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan perut, hati teraba membesar.
# Pemeriksaan yang biasa dilakukan: Pemeriksaan darah (terdapat peningkatan kadar bilirubin) # USG perut # Rontgen perut (tampak hati membesar) # Kolangiogram # Biopsi hati # Laparotomi (biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan).
PENGOBATAN Prosedur yang terbaik adalah mengganti saluran empedu yang mengalirkan empedu ke usus. Tetapi prosedur ini hanya mungkin dilakukan pada 5-10% penderita. Untuk melompati atresia bilier dan langsung menghubungkan hati dengan usus halus, dilakukan pembedahan yang disebut prosedur Kasai. Pembedahan akan berhasil jika dilakukan sebelum bayi berusia 8 minggu. Biasanya pembedahan ini hanya merupakan pengobatan sementara dan pada akhirnya perlu dilakukan pencangkokan hati.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 9:19 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 1:35 pm | |
| TUMOR SALURAN EMPEDU Disamping batu empedu, kanker merupakan penyebab tersering dari penyumbatan pada saluran empedu. Tumor jinak dalam saluran empedu juga bisa menyebabkan penyumbatan.
PENYEBAB Sebagian besar kanker berasal dari kepala pankreas, yang dilewati oleh saluran empedu. Yang lebih jarang, kanker berasal dari saluran empedu sendiri, yaitu: - pada pertemuan antara saluran empedu dan saluran pankreas - di dalam kandung empedu - di hati.
Yang lebih jarang lagi, saluran empedu tersumbat oleh kanker yang berasal dari bagian tubuh lainnya (kanker metastatik), atau tertekan oleh kelenjar getah bening yang terkena limfoma.
GEJALA Gejala dari penyumbatan saluran empedu adalah: - jaundice (sakit kuning) - rasa tidak enak di perut - hilangnya nafsu makan - penurunan berat badan - gatal-gatal.
Biasanya tanpa demam dan menggigil. Gejala-gejala tersebut akan memburuk secara bertahap.
DIAGNOSA Diagnosis kanker sebagai penyebab penyumbatan, ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan USG, CT scan atau kolangiografi langsung. Untuk memperkuat diagnosis, bisa dilakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop).
PENGOBATAN Pengobatan tergantung kepada penyebab dan keadaannya.
Pembedahan merupakan cara langsung untuk: - menentukan jenis tumor - memastikan apakah tumor dapat diangkat - memastikan bahwa empedu di sekitar penyumbatan tetap dapat mengalir. Sebagian besar kanker tidak dapat diangkat seluruhnya dan tidak memberikan respon yang baik pada terapi radiasi (penyinaran).
Kemoterapi bisa meringankan gejala.
Beberapa penderita penyumbatan saluran empedu karena kanker, mengalami nyeri, gatal-gatal dan membentuk nanah karena adanya infeksi bakteri. Jika tidak dilakukan pembedahan, bisa dimasukkan selang pintas melalui endoskopi untuk empedu dan nanah di sekitar kanker bisa mengalir. Prosedur ini tidak hanya mengurangi empedu atau nanah tetapi juga membantu meredakan nyeri dan gatal-gatal. Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:14 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 1:38 pm | |
| KOLESTASIS Kolestasis adalah berkuranganya atau terhentinya aliran empedu.
PENYEBAB Gangguan aliran empedu bisa terjadi di sepanjang jalur antara sel-sel hati dan usus dua belas jari (duodenum, bagian paling atas dari usus halus). Meskipun empedu tidak mengalir, tetapi hati terus mengeluarkan bilirubin yang akan masuk ke dalam aliran darah. Bilirubin kemudian diendapkan di kulit dan dibuang ke air kemih, menyebabkan jaundice (sakit kuning).
Untuk tujuan diagnosis dan pengobatan, penyebab kolestasis dibagi menjadi 2 kelompok: 1. Berasal dari hati - Hepatitis - Penyakit hati alkoholik - Sirosis bilier primer - Akibat obat-obatan - Akibat perubahan hormon selama kehamilan (kolestasis pada kehamilan). 2. Berasal dari luar hati - Batu di saluran empedu - Penyempitan saluran empedu - Kanker saluran empedu - Kanker pankreas - Peradangan pankreas.
GEJALA Jaundice dan air kemih yang berwarna gelap merupakan akibat dari bilirubin yang berlebihan di dalam kulit dan air kemih. Tinja terkadang tampak pucat karena kurangnya bilirubin dalam usus. Tinja juga bisa mengandung terlalu banyak lemak (stetore), karena dalam usus tidak terdapat empedu untuk membantu mencerna lemak dalam makanan. Berkurangnya empedu dalam usus, juga menyebabkan berkurangnya penyerapan kalsium dan vitamin D. Jika kolestasis menetap, kekurang kalsium dan vitamin D akan menyebabkan pengeroposan tulang, yang menyebabkan rasa nyeri di tulang dan patah tulang.
Juga terjadi gangguan penyerapan dari bahan-bahan yang diperlukan untuk pembekuan darah, sehingga penderita cenderung mudah mengalami perdarahan. Terdapatnya empedu dalam sirkulasi darah bisa menyebabkan gatal-gatal (disertai penggarukan dan kerusakan kulit). Jaundice yang menetap lama sebagai akibat dari kolestasis, menyebabkan kulit berwarna gelap dan di dalam kulit terdapat endapan kuning karena lemak. Gejala lainnya tergantung dari penyebab kolestasis, bisa berupa nyeri perut, hilangnya nafsu makan, muntah atau demam.
DIAGNOSA Jika penyebabnya adalah penyakit hati, maka pada pemeriksaan fisik akan ditemukan: - pembuluh darah yang memberikan gambaran seperti laba-laba - pembesaran limfa - pengumpulan cairan dalam perut (asites).
Jika penyebabnya di luar hati, bisa ditemukan: - demam - nyeri yang berasal dari saluran empedu atau pankreas - pembesaran kandung empedu.
Kadar enzim alkalin fosfatase sangat tinggi. Jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan kelainan, hampir selalu dilakukan pemeriksaan USG atau CT scan, untuk membantu membedakan penyakit hati dengan penyumbatan pada saluran empedu. Jika penyebabnya adalah penyakit hati, dilakukan biopsi hati. Jika penyebabnya adalah penyumbatan saluran empedu, dilakukan pemeriksaan endoskopi.
PENGOBATAN Penyumbatan di luar hati biasanya dapat diobati dengan pembedahan atau endoskopi terapeutik. Penyumbatan di dalam hati bisa diobati dengan berbagai cara, tergantung dari penyebabnya: - jika penyebabnya adalah obat, maka pemakaian obat dihentikan - jika penyebabnya adalah hepatitis, biasanya kolestasis dan jaundice akan menghilang sejalan dengan membaiknya penyakit.
Cholestyramine, diberikan per-oral (ditelan), bisa digunakan untuk mengobati gatal-gatal. Obat ini terikat dengan produk empedu tertentu dalam usus, sehingga tidak dapat diserap kembali dan menyebabkan iritasi kulit. Pemberian vitamin K bisa memperbaiki proses pembekuan darah. Tambahan kalsium dan vitamin D sering diberikan jika kolestasis menetap, tetapi tidak terlalu efektif dalam mencegah penyakit tulang. Jika terlalu banyak lemak yang dibuang ke dalam tinja, diberikan tambahan trigliserida. Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 9:14 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 5:31 pm | |
| SAKIT KUNING Sakit Kuning (Jaundice) adalah pewarnaan kuning pada kulit dan bagian putih mata (sklera), yang disebabkan oleh tingginya kadar pigmen empedu (bilirubin) di dalam darah.
PENYEBAB Pembuangan sel darah merah yang tua atau rusak dari aliran darah, terutama dilakukan oleh empedu. Selama proses ini berlangsung, hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen) dipecah menjadi bilirubin. Bilirubin dibawa ke dalam hati dan dibuang ke dalam usus sebagai bagian dari empedu. Jika proses pembuangan ini terganggu, bilirubin yang berlebihan akan masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan jaundice.
Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah, bisa terjadi pada: - peradangan atau kelainan lainnya di hati, yang mengganggu proses pembuangannya ke dalam empedu - penyumbatan saluran empedu di luar hati oleh batu empedu atau tumor - pemecahan sejumlah besar sel darah merah, seperti yang kadang terjadi pada bayi baru lahir yang mengalami sakit kuning.
Pada sindroma Gilbert, kadar bilirubin sedikit meningkat, tetapi biasanya tidak menyebabkan jaundice. Kelainan yang diturunkan ini, biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin tes fungsi hati; tidak memiliki gejala lainnya dan tidak menimbulkan masalah.
GEJALA Pada jaundice, kulit dan bagian putih mata tampak kuning. Air kemih sering berwarna gelap, karena bilirubin dibuang melalui ginjal. Gejala lainnya muncul tergantung kepada penyebabnya: - peradangan hati (hepatitis) bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual-muntah dan demam. - penyumbatan empedu bisa menyebabkan gejala kolestasis.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala. Untuk mengetahui penyebab terjadinya jaundice, dilakukan pemeriksaan laboratoriium dan imaging.
PENGOBATAN Jika penyebabnya adalah penyakit hati (misalnya hepatitis virus), biasanya jaundice akan menghilang sejalan dengan perbaikan penyakitnya. Jika penyebabnya adalah penyumbatan pada saluran empedu, biasanya dilakukan pembedahan atau endoskopi sesegera mungkin, untuk membuka saluran yang tersumbat.
Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jan 19, 2011 5:30 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 5:40 pm | |
| GAGAL HATI Kegagalan Hati adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan/kemunduran fungsi hati yang sangat berat.
PENYEBAB Bisa diakibatkan oleh berbagai kelainan hati, termasuk: - hepatitis virus - sirosis - kerusakan hati karena alkohol atau obat (misalnya asetaminofen). Sebagian besar hati harus terlebih dulu mengalami kerusakan, sebelum terjadinya kegagalan hati.
GEJALA # Biasanya terjadi: Jaundice (sakit kuning) # Mudah mengalami memar atau mengalami perdarahan # Asites # Gangguan fungsi otak (ensefalopati hepatikum) # Keadaan kesehatan secara umum menurun. Gejala lainnya berupa kelelahan, kelemahan, mual dan hilangnya nafsu makan.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan kelainan fungsi hati yang berat.
PENGOBATAN Pengobatan tergantung kepada penyebabnya dan gambaran klinik tertentu. Biasanya makanan diawasi dengan ketat. Asupan protein dipantau dengan seksama, karena terlalu banyak protein akan menyebabkan kelainan fungsi otak, dan terlalu sedikit bisa menyebabkan penurunan berat badan. Asupan garam dibatasi, untuk mengatasi pengumpulan cairan di perut (asites). Alkohol harus dihindari karena bisa memperburuk kerusakan hati. Jika segera dilakukan, pencangkokan hati bisa memperbaiki keadaan penderita. Kegagalan hati akan berakibat fatal jika tidak diobati atau jika penyakit hatinya memburuk. Bahkan setelah diobatipun, mungkin saja tidak dapat diperbaiki. Pada kasus yang berat, penderita bisa meninggal akibat kegagalan ginjal (sindroma hepatorenalis).
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Wed Jan 19, 2011 2:41 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 6:14 pm | |
| AUTO IMMUNE HEPATITIS Maksudnya, ia adalah penyakit dimana tubuh "menolak" hatinya sendiri. Sistim imun tubuh didisain normalnya untuk melawan infeksi. Ketika kita terinfeksi oleh, katakan, virus, sel-sel darah putih khusus menyerang organisme yang menginfeksi dan mengeliminasinya secara langsung atau menghasilkan protein-protein yang dikenal sebagai antibodi-antibodi yang secara khusus mengenali dan membantu menghancurkan organisme. Cukup sering, infeksi-infeksi disertai oleh beberapa (biasanya cukup minor) kerusakan "yang kebetulan" pada jaringan-jaringan yang sehat, oleh sel-sel darah putih sendiri atau melalui produksi dari antibodi-antibodi (dikenal sebagai auto antibodies) terhadap jaringan-jaringan tubuh sendiri. Hal yang sama dapat terjadi ketika jaringan-jaringan dirusak oleh senyawa-senyawa kimia (seperti beberapa tipe-tipe dari obat-obat). Dengan kata-kata lain, kita semua berada dalam keadaan "autoimmunity", namun pada kebanyakan orang-orang ada mekanisme yang mematikan (atau mengontrol) reaksi-reaksi autoimmune oleh sistim-sistim imun kita terhadap jaringan-jaringan kita sendiri. Pada orang-orang dengan AIH, nampaknya bahwa mereka dilahirkan dengan (atau mengembangkan) kerusakan-kerusakan pada sistim kontrol ini sehingga mereka tidak dapat mematikan serangan autoimmune terhadap hati-hati mereka sendiri. Kerusakan-kerusakan serupa nampak hadir pada orang-orang dengan penyakit-penyakit autoimmune dari organ-organ lain, seperti penyakit autoimmune tiroid, myasthenia gravis (yang mempengaruhi syaraf-syaraf dan otot-otot), rheumatoid arthritis (yang mempengaruhi sendi-sendi), dan beberapa bentuk-bentuk dari diabetes.
Mengapa hanya beberapa jaringan-jaringan yang terpengaruh, misalnya hati pada AIH, dan tidak yang lain-lainnya ? Ini karena mekanisme kontrol adalah sangat kompleks. Nampaknya bahwa ia mempunyai beberapa komponen-komponen, beberapa yang mempunyai efek "dampening down" umum pada sistim imun dan lain-lain yang mengontrol reaksi-reaksi secara terpisah terhadap setiap dari jaringan-jaringan yang berbeda dalam tubuh. Unutk mengembangkan penyakit autoimmune yang mempengaruhi hanya (atau terutama) satu organ, adalah mungkin bahwa bagian-bagian kontrol umum tidak bekerja secara benar dan bahwa ada kerusakan-kerusakan tambahan pada salah satu dari bagian-bagian yang mengontrol reaksi-reaksi terhadap setiap jaringan secara terpisah.
Tipe-Tipe Yang Berbeda Dari Autoimmune Hepatitis Hingga beberapa tahun yang lalu, penyelidik-penyelidik yang melakukan penelitian pada AIH mengelompokan penyakit menurut tipe-tipe yang berbeda dari auto antibodies yang ditemukan dalam darah dari pasien-pasien. Pasien-pasien dengan antinuclear (ANA) atau smooth muscle (SMA) auto antibodies, atau kedua-duanya, dikatakan mempunyai AIH tipe 1 dan mereka yang tidak mempunyai ini namun mempunyai apa yang disebut liver-kidney microsomal antibodies (LKM1) dikatakan empunyai penyakit tipe 2. Kira-kira 95% dari orang-orang dengan AIH, yang melingkupi semua batasan umur dari laki-laki dan wanita-wanita, mempunyai tipe 1. Paisen-pasien tipe 2 terdiri dari kelompok kecil dari (biasanya) wanita-wanita muda dengan penyakit yang parah. Belakangan, dikenali bahwa beberapa pasien-pasien tidak mempunyai satupun dari ketiga antibodies ini namun mempnyai auto antibodies lain yang sedang ditemukan. Ini diklasifikasikan sebagai mempunyai AIH tipe 3 dan subdivisi-subdivis lain disarankan berdasarkan auto antibodies lain yang ditemukan. Pengalaman dan penelitian lebih lanjut telah menunjukan bahwa keparahan penyakit lebih dihubungkan pada umur ketika ia berkembang (lihat bagian keempat) daripada pada tipe dari auto antibodies dan bahwa, paling sedikit dari pandangan klinis, ada sedikit perbedaan antara tipe-tipe yang berbeda atau sub-tipe. Semua tipe-tipe merespon pada perawatan standard (lihat bagian ke delapan) pada kebanyakan kasus-kasus dan tidak ada banyak perbedaan pada hasil akhir jangka panjang. Meskipun demikian, istilah-istilah tipe 1 dan tipe 2 masih umum digunakan karena dirasakan bahwa mekanisme-mekanisme dari kerusakan hati mungkin berbeda pada kedua tipe-tipe ini - meskipun respon pada perawatan dan hasil akhir adalah serupa.
Siapa Yang Lebih Banyak Dipengaruhi, Laki-Laki Atau Wanita-Wanita ? Seperti kebanyakan penyakit-penyakit autoimmune, ia terutama mempengaruhi wanita-wanita (hanya kira-kira 20% dari orang-orang dengan AIH adalah laki-laki). Ia dapat berkembang pada segala umur namun mayoritas yang besar dari orang-orang dengan AIH mengembangkan penyakit antara umur antara 50 dan 70 tahun (seringkali sekitar menopause pada wanita-wanita). Ia cenderung menjadi lebih parah pada orang-orang yang lebih muda. Orang-orang yang lebih tua umumnya mempunyai bentuk yang lebih ringan yang seringkali lebih mudah dikontrol dengan perawatan.
Sumber: Total Kesehatan Anda.com
Last edited by gitahafas on Wed Jan 19, 2011 5:41 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 6:19 pm | |
| ISCHEMIC CHOLANGIOPATHY Ischemic cholangiopathy adalah kerusakan pada salah satu atau lebih pembuluh empedu disebabkan oleh aliran darah yang tidak tercukupi. Pembuluh empedu (seperti pembuluh hati dan pembuluh empedu umum), tidak seperti hati, disuplai oleh darah hanya dari salah satu pembuluh darah besar, arteri hepatic. Dengan demikian, gangguan pada aliran darah melalui arteri hati bisa mencegah pembuluh empedu dari memperoleh cukup oksigen. Sebagai konsekwensi, sel yang melapisi pembuluh rusak atau mati-gangguan ini disebut ischemic cholangiopathy. Aliran darah bisa terganggu dengan hal-hal di bawah ini : * Luka dari terapi radiasi * Gangguan yang membuat darah lebih mudah menggumpal (gangguan penggumpalan darah). * Prosedur untuk menyumbat pembuluh darah yang menyebabkan terbentuknya penggumpalan (embolization).
Ischemic cholangiopathy sangat sering terlihat pada mereka yang mengalami transplantasi hati.
GEJALA Kerusakan pembuluh empedu menyempit (menyebabkan penyempitan) sehingga aliran pada empedu lambat atau tersumbat. Akibatnya, pigmen empedu (bilirubin) tertahan, kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (disebut jaundice) dan air kemih menjadi hitam. Ketika empedu (mengandung pigmen seperti bilirubin) tidak masuk ke usus kecil, kotoran menjadi pucat. Rasa gatal (diistilahkan pruritus) sering terjadi, sering dimulai pada tangan dan kaki tetapi biasanya mempengaruhi seluruh tubuh. Rasa gatal khususnya memburuk di malam hari. Infeksi pembuluh empedu (cholangitis) bisa juga terjadi, menghasilkan sakit perut, menggigil dan demam.
DIAGNOSA Diagnosa berasal dari gejala-gejala dan hasil pemeriksaan darah abnormal, khususnya pada orang yang mengalami kondisi yang membuat ischemic cholangiopathy lebih mungkin (misalnya, penerima cangkok hati). Ultrasonografi menolong dokter menggambarkan pembuluh, tetapi hasilnya kemungkinan tidak meyakinkan. Penentuani yang lebih baik seringkali membutuhkan magnetic resonance imaging pada pembuluh empedu (prosedur yang disebut magnetic resonance cholangiopancreatography atau MRCP) atau endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). ERCP meliputi memasukkan pembuluh pelihat elastis (endoskopi) melalui mulut dan ke dalam usus kecil dan menyuntikkan pewarna ke dalam sistem pembuluh empedu.
PENGOBATAN Sebagai tambahan untuk mendeteksi penyempitan pembuluh empedu, ERCP bisa digunakan di dalam pengobatan. Kabel dengan balon kosong pada ujungnya dimasukkan melalui endoskopi; dokter memompa balon tersebut untuk melebarkan penyempitan (dilate). Pembuluh penghubung (stent) kemudian menjaga pembuluh terbuka. Orang yang pernah mengalami transplantasi hati sewaktu-waktu memerlukan transplantasi lain. Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:16 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 6:25 pm | |
| SIROSIS BILIER PRIMER Sirosis Bilier Primer adalah peradangan saluran empedu di hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan. Penyakit ini paling sering terjadi pada wanita usia 35-60 tahun, meskipun dapat terjadi pada pria dan wanita segala usia.
PENYEBAB Penyebabnya tidak diketahui, tapi biasanya terjadi pada penderita penyakit autoimun sepert artritis rematoid, skleroderma atau tiroiditis autoimun. Sirosis bilier primer bermula dari peradangan saluran empedu di hati. Peradangan tersebut menghalangi pengaliran empedu dari hati, karena itu empedu tetap berada dalam sel-sel hati atau mengalir ke dalam aliran darah. Sejalan dengan penyebaran peradangan ke seluruh bagian hati, akan terbentuk jaringan parut yang meliputi seluruh bagian hati.
GEJALA Biasanya gejala sirosis bilier primer dimulai secara bertahap. Pada sekitar 50% penderita, gejala awalnya berupa gatal-gatal dan kadang kelelahan, yang timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum gejala lainnya muncul. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan pembesaran hati pada sekitar 50% penderita dan pembesaran limpa pada sekitar 25% penderita. Sekitar 25% penderita memiliki endapan kuning kecil di kulitnya (xantoma) atau pada kelopak matanya (xantelasma). 10% akan berkembang menjadi pigmentasi kulit. Kurang dari 10% penderita mengalami jaundice. Gejala lainnya berupa pembengkakan ujung jari (clubbing/jari tabuh) dan kelainan pada tulang, saraf dan ginjal. Tinja tampak pucat, berminyak dan berbau busuk. Selanjutnya bisa terjadi semua gejala dan komplikasi dari sirosis.
DIAGNOSA Setidaknya 30% penderita terdiagnosis sebelum gejalanya timbul karena ditemukannya kelainan pada pemeriksan darah rutin. Antibodi terhadap mitokondria ditemukan dalam darah pada lebih dari 90% penderita. Jika terdapat jaundice atau kelainan pada pemeriksaan hati, dilakukan pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd. Foto rontgen dilakukan setelah penyuntikan zat radioopak ke dalam saluran empedu melalui endoskopi. Hal ini akan menunjukkan bahwa tidak terdapat penyumbatan di dalam saluran empedu dan kelainan terletak di hati. Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi.
PENGOBATAN Gatal yang timbul dapat diatasi dengan obat, yaitu cholestyramine. Tambahan kalsium dan vitamin A, D, dan K mungkin diperlukan karena zat-zat tersebut tidak dapat diserap dengan baik, sebagai akibat dari berkurangnya empedu. Pemberian ursodiol (Asam Ursodeoksikolat) tampaknya mengurangi perburukan penyakit dan secara umum dapat ditoleransi oleh penderita. Transplantasi hati merupakan pengobatan yang terbaik untuk stadium akhir penyakit yang diikuti dengan komplikasi.
PROGNOSIS Perkembangan penyakit ini sangat bervariasi. Pada awalnya penyakit ini tidak mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dan memiliki prognosis yang baik. Penderita yang penyakitnya memburuk secara lambat, bisa bertahan hidup lebih lama. Pada beberapa penderita, penyakit ini sangat memburuk, dan dalam beberapa tahun menjadi sirosis yang berat. Pada penderita yang memiliki kadar bilirubin yang tinggi (jaundice), prognosisnya buruk. Pada sebagian besar penderita terjadi penyakit tulang metabolik (osteoporosis).Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:16 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 6:28 pm | |
| KOLANGITIS SKLEROTIK PRIMER Kolangitis Sklerotik Primer adalah peradangan saluran empedu di dalam dan di luar hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan.
PENYEBAB Pada kolangitis sklerotik primer, pembentukan jaringan parut akan mempersempit dan akhirnya menyumbat saluran, menyebabkan sirosis. Penyebabnya tidak diketahui, tapi tampaknya berhubungan dengan kelainan sistem kekebalan. Penyakit ini sering menyerang laki-laki muda. Biasanya terjadi pada penderita penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa.
GEJALA Penyakit ini biasanya dimulai secara bertahap dengan kelelahan yang amat sangat, gatal-gatal dan jaundice. Bisa terjadi serangan nyeri perut bagian atas dan demam karena terjadinya peradangan pada saluran empedu, tetapi sangat jarang. Terdapat pembesaran hati dan limpa, atau gejala-gejala sirosis. Bisa juga terjadi hipertensi portal, asites dan kegagalan hati, yang bisa berakibat fatal.
KOMPLIKASI Infeksi berulang dari saluran empedu (kolangitis bakterialis) merupakan komplikasi dari penyakit ini dan membutuhkan pengobatan antibiotik. Kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma) terjadi pada 10-15% penderita. Tumor ini tumbuh lambat dan pengobatannya berupa prosedur endoskopik untuk memasukkan suatu alat ke dalam saluran empedu, guna membuka saluran yang tersumbat. Kadang perlu dilakukan pembedahan.
DIAGNOSA Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd atau kolangiografi perkutaneus. Pada kolangiopankreatografi endoskopik retrograd, rontgen dilakukan setelah penyuntikan bahan radiopak ke dalam salluran empedu melalui suatu endoskopi. Pada kolangiografi perkutaneus, foto rontgen diambil setelah penyuntikan langsung zat radioopak ke dalam saluran empedu. Mungkin diperlukan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi, untuk memperkuat diagnosis.
PENGOBATAN Obat-obatan seperti kortikosteroid, azatioprin, penisilamin dan metotreksat tidak terbukti efektif dan menyebabkan efek samping yang berat. Efektivitas ursodiol juga masih belum jelas. Kolangitis sklerotik primer mungkin memerlukan pencangkokan hati, yang merupakan satu-satunya pengobatan yang diketahui untuk penyakit ini. Penyempitan saluran bisa dilebarkan melalui prosedur endoskopik atau pembedahan.Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:17 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12094 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Hati Mon May 10, 2010 6:43 pm | |
| KEKURANGAN ALFA-1 ANTITRIPSIN Kekurangan Alfa1-Antitripsin adalah suatu penyakit keturunan, dimana kekurangan alfa1-antitripsin bisa menyebabkan penyakit paru-paru dan hati.
PENYEBAB Alfa1-antitripsin adalah salah satu enzim yang dihasilkan oleh hati dan ditemukan dalam air liur, cairan usus dua belas jari, sekresi paru-paru, air mata, sekresi hidung dan cairan serebrospinal. Enzim ini akan mencegah kerja enzim-enzim lainnya yang berfungsi memecah protein.Kekurangan Alfa1-antitripsin memungkinkan enzim-enzim lainnya merusak jaringan paru-paru. Kekurangan enzim ini dalam darah, menunjukkan kegagalan hati dalam mengeluarkan alfa1-antitripsin. Enzim yang tetap berada dalam sel-sel hati bisa menyebabkan kerusakan, fibrosis (jaringan parut) dan sirosis.
GEJALA Sekitar 25% anak-anak dengan penyakit ini akan mengalami sirosis dan hipertensi portal, dan kemudian akan meninggal sebelum usianya mencapai 12 tahun. Sekitar 25% meninggal di usia 20 tahun dan 25% lainnya hanya memiliki kelainan hati minimal dan hidup sampai usia dewasa. 25% sisanya tidak menunjukan kelainan yang bersifat progresif. Kekurangan alfa1-antitripsin jarang terjadi pada dewasa, dan kalaupun terjadi, tidak menyebabkan sirosis. Yang lebih sering ditemukan adalah penderita dewasa yang memiliki emfisema, penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak nafas. Pada akhirnya bisa terjadi kanker hati.
PENGOBATAN Terapi sulih enzim dengan alfa1-antitripsin buatan tampaknya menjanjikan, tetapi pencangkokan hati tetap merupakan satu-satunya pengobatan yang efektif. Kerusakan hati biasanya tidak akan berulang pada hati yang dicangkokan. Pengobatan pada dewasa biasanya langsung pada kelainan parunya, termasuk mencegah infeksi dan berhenti merokok. Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Hati dan Empedu
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:17 am; edited 1 time in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |