Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sat Jul 31, 2010 7:40 pm

BERKURANGNYA PENDENGARAN DAN TULI
Berkurangnya Pendengaran adalah penurunan fungsi pendengaran pada salah satu ataupun kedua telinga.
Tuli adalah penurunan fungsi pendengaran yang sangat berat.

PENYEBAB
# Penurunan fungsi pendengaran bisa disebabkan oleh: Suatu masalah mekanis di dalam saluran telinga atau di dalam telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara (penurunan fungsi pendengaran konduktif)
# Kerusakan pada telinga dalam, saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak (penurunan fungsi pendengaran sensorineural).

Penurunan fungsi pendengaran sensorineural dikelompokkan lagi menjadi:
- Penurunan fungsi pendengaran sensorik (jika kelainannya terletak pada telinga dalam)
- Penurunan fungsi pendengaran neural (jika kelainannya terletak pada saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak).

Penurunan fungsi pendengaran sensorik bisa merupakan penyakit keturunan, tetapi mungkin juga disebabkan oleh:
- Trauma akustik (suara yang sangat keras)
- Infeksi virus pada telinga dalam
- Obat-obatan tertentu
- Penyakit Meniere.

Penurunan fungsi pendengaran neural bisa disebabkan oleh:
- Tumor otak yang juga menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf di sekitarnya dan batang otak
- Infeksi
- Berbagai penyakit otak dan saraf (misalnya stroke) - Beberapa penyakit keturunan (misalnya penyakit Refsum).

Pada anak-anak, kerusakan saraf pendengaran bisa terjadi akibat:
- Gondongan
- Campak Jerman (rubella)
- Meningitis
- Infeksi telinga dalam.

Kerusakan jalur saraf pendengaran di otak bisa terjadi akibat penyakit demielinasi (penyakit yang menyebabkan kerusakan pda selubung saraf).

GEJALA
Penderita penurunan fungsi pendengaran bisa mengalami beberapa atau seluruh gejala berikut:
- kesulitan dalam mendengarkan percakapan, terutama jika di sekelilingnya berisik
- terdengar gemuruh atau suara berdenging di telinga (tinnitus)
- tidak dapat mendengarkan suara televisi atau radio dengan volume yang normal
- kelelahan dan iritasi karena penderita berusaha keras untuk bisa mendengar
- pusing atau gangguan keseimbangan.

PENGOBATAN
Pengobatan untuk penurunan fungsi pendengaran tergantung kepada penyebabnya.
Jika penurunan fungsi pendengaran konduktif disebabkan oleh adanya cairan di telinga tengah atau kotoran di saluran telinga, maka dilakukan pembuangan cairan dan kotoran tersebut. Jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka digunakan alat bantu dengar atau kadang dilakukan pencangkokan koklea.

ALAT BANTU DENGAR
Alat bantu dengar merupakan suatu alat elektronik yang dioperasikan dengan batere, yang berfungsi memperkuat dan merubah suara sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lancar.
Alat bantu dengar terdiri dari:
- Sebuah mikrofon untuk menangkap suara
- Sebuah amplifier untuk meningkatkan volume suara
- Sebuah speaker utnuk menghantarkan suara yang volumenya telah dinaikkan.

Berdasarkan hasil tes fungsi pendengaran, seorang audiologis bisa menentukan apakah penderita sudah memerlukan alat bantu dengar atau belum (audiologis adalah seorang profesional kesehatan yang ahli dalam mengenali dan menentukan beratnya gangguan fungsi pendengaran).
Alat bantu dengar sangat membantu proses pendengaran dan pemahaman percakapan pada penderita penurunan fungsi pendengaran sensorineural.

Dalam menentukan suatu alat bantu dengar, seorang audiologis biasanya akan mempertimbangkan hal-hal berikut:
- kemampuan mendengar penderita
- aktivitas di rumah maupun di tempat bekerja
- keterbatasan fisik
- keadaan medis
- penampilan
- harga.

Alat Bantu Dengar Hantaran Udara
Alat ini paling banyak digunakan, biasanya dipasang di dalam saluran telinga dengan sebuah penutup kedap udara atau sebuah selang kecil yang terbuka.

- Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Badan
Digunakan pada penderita tuli dan merupakan alat bantu dengar yang paling kuat.
Alat ini disimpan dalam saku kemeja atau celana dan dihubungkan dengan sebuah kabel ke alat yang dipasang di saluran telinga.
Alat ini seringkali dipakai oleh bayi dan anak-anak karena pemakaiannya lebih mudah dan tidak mudah rusak.

- Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Belakang Telinga
Digunakan untuk penderita gangguan fungsi pendengaran sedang sampai berat.
Alat ini dipasang di belakang telinga dan relatif tidak terlihat oleh orang lain.

- CROS (contralateral routing of signals)
Alat ini digunakan oleh penderita yang hanya mengalami gangguan fungsi pendengaran pada salah satu telinganya.
Mikrofon dipasang pada telinga yang tidak berfungsi dan suaranya diarahkan kepada telinga yang berfungsi melalui sebuah kabel atau sebuah transmiter radio berukuran mini.
Dengan alat ini, penderita dapat mendengarkan suara dari sisi telinga yang tidak berfungsi.

- BICROS (bilateral CROS)
Jika telinga yang masih berfungsi juga mengalami penuruna fungsi pendengaran yang ringan, maka suara dari kedua telinga bisa diperkeras dengan alat ini.

Alat Bantu Dengar Hantaran Tulang
Alat ini digunakan oleh penderita yang tidak dapat memakai alat bantu dengar hantaran udara, misalnya penderita yang terlahir tanpa saluran telinga atau jika dari telinganya keluar cairan (otore). Alat ini dipasang di kepala, biasanya di belakang telinga dengan bantuan sebuah pita elastis. Suara dihantarkan melalui tulang tengkorak ke telinga dalam. Beberapa alat bantu dengar hantaran tulang bisa ditanamkan pada tulang di belakang telinga.

PENCANGKOKAN KOKLEA
Pencangkokan koklea (implan koklea) dilakukan pada penderita tuli berat yang tidak dapat mendengar meskipun telah menggunakan alat bantu dengar.
Alat ini dicangkokkan di bawah kulit di belakang telinga dan terdiri dari 4 bagian:
- Sebuah mikrofon untuk menangkap suara dari sekitar
- Sebuah prosesor percakapan yang berfungsi memilih dan mengubah suara yang tertangkap oleh mikrofon
- Sebuah transmiter dan stimulator/penerima yang berfungsi menerima sinyal dari prosesor percakapan dan merubahnya menjadi gelombang listrik
- Elektroda, berfungsi mengumpulkan gelombang dari stimulator dan mengirimnya ke otak.

Suatu implan tidak mengembalikan ataupun menciptakan fungsi pendengaran yang normal, tetapi bisa memberikan pemahaman auditoris kepada penderita tuli dan membantu mereka dalam memahami percakapan. Implan koklea sangat berbeda dengan alat bantu dengar.
Alat bantu dengar berfungsi memperkeras suara. Implan koklea menggantikan fungsi dari bagian telinga dalam yang mengalami kerusakan.
Jika fungsi pendengaran normal, gelombang suara diubah menjadi gelombang listrik oleh telinga dalam. Gelombang listrik ini lalu dikirim ke otak dan kita menerimanya sebagai suara. Implan koklea bekerja dengan cara yang sama. Secara elektronik, implan koklea menemukan bunyi yang berarti dan kemudian mengirimnya ke otak.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:51 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 18, 2010 8:51 am

TANDA TANDA PENDENGARAN ANDA BERMASALAH
Jumat, 16 April 2010 | 17:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut Onlinehealth, kebisingan (misalnya di lingkungan pabrik atau kawasan bandara), konsumsi obat-obatan, dan keturunan juga merupakan faktor-faktor penyebab berkurangnya pendengaran. Karena itu, bila akhir-akhir ini Anda merasa ada yang kurang beres dengan pendengaran Anda, tetapi ragu untuk memeriksakan telinga ke dokter spesialis, ikutilah kuis ini untuk memastikan perlu tidaknya Anda pergi ke dokter!

1. Saya sering meminta orang untuk mengulang apa yang mereka ucapkan.

2. Saya bisa mendengar, tetapi kadang tidak bisa memahami seluruh perkataan.

3. Pendengaran saya tidak sebagus seperti biasanya.

4. Saya kesulitan mendengar di tempat-tempat berisik.

5. Saya kesulitan mengikuti percakapan-percakapan kelompok.

6. Keluarga saya bilang jika saya menyetel radio dan televisi terlalu keras.

7. Saya kesulitan memahami perkataan anak-anak.

8. Saya suka memastikan ucapan orang melalui pasangan atau angggota keluarga.

9. Saya mengalami kesulitan mendengar di gedung bioskop atau di tempat-tempat pertemuan yang luas.

10. Orang-orang bilang, pendengaran saya kurang bagus.

Jika Anda menjawab “Ya” lebih dari tiga pertanyaan di atas, Anda sebaiknya menemui dokter atau ahli untuk melakukan tes pendengaran. Semakin lama Anda menunda, akan semakin sulit tindakan untuk memulihkan pendengaran Anda. Beberapa apotek atau klinik yang menyediakan alat bantu dengar, juga bisa melakukan tes pendengaran. @ jjw
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 18, 2010 8:52 am

GANGGUAN PENDENGARAN MASIH TERABAIKAN
Senin, 11 Januari 2010 | 07:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Gangguan pendengaran saat ini masih terabaikan, padahal sebenarnya dapat dicegah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 50 persen gangguan pendengaran yang dapat dicegah ialah gangguan pendengaran karena infeksi, kebisingan, pemakaian obat ototoksik, dan akibat pernikahan antarkeluarga. Demikian antara lain terungkap dalam pidato pengukuhan Jenny Endang Bashiruddin sebagai guru besar dalam ilmu kesehatan telinga, hidung, tenggorok, kepala, dan leher (THT-KL) Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Sabtu (9/1). Pada hari yang sama ditetapkan pula Herkutanto sebagai guru besar tTetap dalam ilmu kedokteran forensik dan medikolegal FKUI. Herkutanto membawakan pidato berjudul Penyelesaian Masalah Medikolegal dengan Penerapan Model Forcier-Lacerte pada Kasus Forensik Hukum Kesehatan dan Asuransi.

Dalam pidatonya bertajuk Pencegahan Gangguan Pendengaran, Tantangan, dan Harapan dalam Implementasi Program Sound Hearing 2030, Endang menyatakan, berdasar survei Multi Center Study di Asia Tenggara, Indonesia termasuk empat negara dengan prevalensi ketulian cukup tinggi, yakni 4,6 persen. Negara lainnya ialah Myanmar, India, dan Sri Lanka. Prevalensi ketulian yang cukup tinggi dapat menimbulkan masalah sosial. Diperkirakan 36 juta orang menderita gangguan pendengaran dan 800.000 orang menderita ketulian di Indonesia. Otitis media supuratif kronik (OMSK), yaitu infeksi telinga tengah (yang) menahun, merupakan penyakit paling sering menyebabkan tuli permanen. Prevalensi OMSK di Indonesia secara umum 3 persen. Ini termasuk tinggi menurut WHO karena ada di kisaran 2-4 persen.

Infeksi telinga tengah ditandai dengan pecahnya gendang pendengaran dan keluarnya cairan berulang berupa nanah dan lendir. Jika tidak ada pengobatan, dapat menimbulkan komplikasi. Infeksi telinga tengah menahun itu merupakan lanjutan dari otitis media akut yang sering terjadi bayi dan anak. Menurut penelitian, 83 persen anak berusia kurang dari satu tahun pernah mengalami infeksi telinga tengah akut paling sedikit tiga kali.

Ketulian dapat dicegah
Jenny mengatakan, angka kejadian infeksi telinga tengah menahun tinggi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan telinga sehingga ketika terjadi infeksi tidak segera ke dokter. Akibatnya, penyakit bertambah berat sehingga membutuhkan operasi. Penyembuhan total infeksi telinga tengah ialah dengan mengatasi reaksi peradangan dan menutup lubang gendang telinga. Untuk penyembuhan total biasanya butuh pembedahan.

Di Indonesia sudah dapat dilakukan seluruh jenis bedah rekonstruksi pendengaran, tetapi jumlah spesialis masih sedikit. Sampai pertengahan 2007, ada sekitar 777 spesialis THT-KL. Dari jumlah itu hanya sekitar 68 spesialis melakukan bedah telinga secara rutin dan sekitar 20 yang sudah mahir rekonstruksi pendengaran. ”Masih begitu banyak tantangan dan kendala untuk mengatasi masalah gangguan pendengaran,” ujarnya. Dengan keterbatasan itu, usaha yang harus lebih giat dilakuan ialah meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan meningkatkan kemampuan dokter umum sebagai lini terdepan. (INE)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 18, 2010 9:15 am

6 TANDA TELINGA ANDA BERMASALAH
Rabu, 6 Januari 2010 | 14:27 WIB
KOMPAS.com — Gangguan pendengaran umumnya terjadi pada orang usia lanjut. Namun, tak berarti orang usia produktif tidak mengalaminya. Untuk itu, waspadai segala kemungkinan yang terjadi pada pendengaran. Tanda-tanda Anda mengalami gangguan pendengaran adalah:

1. Orang lain berteriak-teriak karena volume televisi yang Anda setel terlalu kencang.

2. Anda merasa dapat mendengar apa yang diucapkan orang, tetapi bermasalah untuk memahami seluruh perkataannya.

3. Anda mengalami kesulitan bercakap-cakap dalam suasana ramai atau lingkungan yang berisik.

4. Anda merasa, orang berkomat-kamit.

5. Anda meminta orang untuk mengulang perkataannya, atau bahkan kadang Anda bertanya kepada orang di sekitar untuk mengatakan apa yang diucapkannya.

6. Anda merasa orang-orang berbicara terlalu pelan.

Jika demikian, maka ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter ahli telinga, hidung, dan tenggorokan (ahli THT) untuk melakukan serangkaian tes pendengaran. Bila terjadi gangguan, maka penggunaan alat bantu pendengaran bisa menjadi salah satu pemecahan masalah. @(Tabloid Gaya Hidup Sehat)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 18, 2010 9:18 am

10 LANGKAH MERAWAT PENDENGARAN
Senin, 31 Maret 2008 | 13:12 WIB
Kompas.com - WALAUPUN kebanyakan di antara kita akan mengalami penurunan kualitas pendengaran akibat proses penuaan, pendengaran Anda akan tetap tajam meskipun telah memasuki tahun-tahun emas kalau saja Anda melindungi telinga Anda dari kebisingan sejak sekarang. Berikut ini ada sepuluh cara yang dapat Anda tempuh guna mencegah berkurangnya atau menurunnya kualitas pendengaran.

1. Kecilkan volume perangkat audio Anda. Anda mungkin tak dapat berbuat banyak terhadap kebisingan dari lalu lintas, atau alat pemecah beton dan sumber-sumber bunyi terlalu keras lain. Akan tetapi Anda dapat mengecilkan volume perangkat stereo Anda. Ada sound system yang mampu memproduksi kebisingan setara dengan konser rock yang paling keras. Untuk mudahnya, Anda seharusnya tidak bisa mendengar suara perangkat stereo Anda dari luar rumah ketika pintu-pintunya tertutup rapat.

Apabila masih terdengar, berarti setelan volumenya terlalu besar. Aturan yang sama berlaku untuk radio di mobil Anda. Apabila Anda menggunakan headphone atau walkman, orang yang berdiri di dekat Anda tidak boleh sampai bisa mendengar musik yang Anda nikmati.

Apabila Anda sampai harus berteriak, pergilah dari tempat bising itu. Apabila Anda harus menaikkan volume suara Anda agar perkataan Anda dapat didengar oleh orang di dekat Anda, itu isyarat yang jelas bahwa tingkat kebisingan di situ bisa membahayakan, maka Anda harus keluar dari situ sesegera mungkin atau mengenakan pelindung telinga.

2. Selalu siap dengan penyumbat telinga. Menyelipkan segumpal kapas atau kertas tisu ke lubang telinga Anda hampir tidak berguna untuk memperkecil risiko kerusakan pendengaran Anda. Sebaiknya biasakan diri membawa alat penyumbat telinga (earplug). Kebanyakan penyumbat telinga berukuran kecil sehingga dapat dimasukkan ke dalam saku.

Dengan cara begitu, katanya, Anda akan siap menghadapi kebisingan yang tak terduga. Penyumbat telinga dari karet busa cukup baik karena tidak mahal dan tersedia di toko-toko obat atau apotek dan dapat dengan cepat digulung dan dipasang pada telinga Anda. Periksa kemampuan pengurangan kebisingan alat itu pada kotak pembungkusnya. Anda dapat mengetahui berapa desibel bunyi yang mampu diredam oleh penyumbat telinga tersebut.

Belilah penyumbat telinga yang paling sedikit mampu mengurangi kebisingan sedikitnya 15 desibel untuk menepis peluang terjadinya kerusakan pada pendengaran Anda. Apabila Anda membutuhkan perlindungan yang lebih baik, seorang audiologis dapat merancang sepasang penyumbat telinga seharga kira-kira 80 dolar untuk mengurangi kebisingan sekitar 35 desibel.

3. Luangkan waktu untuk istirahat. Makin lama Anda berada di lingkungan yang sangat bising tanpa istirahat, makin besar kemungkinan Anda untuk mengalami kerusakan permanen pada pendengaran Anda, bahkan meskipun Anda mengenakan penyumbat telinga. Maka berilah kesempatan kepada telinga Anda untuk istirahat antara 5 hingga 10 menit setiap 30 menit sekali.

Ini seperti membenamkan kepala Anda ke dalam air selama 20 menit. Anda dapat melakukannya jika Anda menahan napas semenit sekali, kemudian istirahat selama 10 detik. Akan tetapi jika Anda mencobanya dalam dua kali celupan masing-masing selama 10 menit, Anda akan tewas. Apabila telinga Anda sering diberi istirahat, organ tubuh ini akan mempunyai waktu untuk memulihkan diri dari beban berlebihan akibat kebisingan yang terlalu tinggi.

4. Sebarkan sumber-sumber kebisingan di tempat Anda. Me - nempatkan beberapa alat atau mesin bersuara keras saling berdekatan akan memperparah masaiah kebisingan Anda. Apabila pesawat televisi Anda berada di ruangan yang sama dengan mesin atau bak pencuci piring, misalnya, Anda mungkin harus memperbesar volume suara televisi untuk menonton ketika ada seseorang yang mencuci perabotan Sedapat mungkin pindahkan pesawat televisi itu ke ruangan yang lebih tenang.

5. Bersihkan lantai, bukan telinga. Mencoba membersihkan lilin dari dalam telinga menggunakan kapas, batang korek api, atau apa pun asal lebih kecil dari sebuah sapu lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Lilin telinga sesungguhnya balk bagi Anda. Bahan ini menolak air dan membantu menahan debu agar tidak sampai ke gendang telinga Anda yang sensitil Memasukkan benda kecil ke dalam telinga dapat mendorong Illin telinga ke tempat yang terlalu dalam dan bisa mengundang infeksi. Cara terbaik adalah membiarkannya tetap di dalam saluran telinga.

Apabila berlebihan sehingga mengganggu, pergilah ke dokter atau membeli alat pembersih lilin telinga di apotik berupa obat tetes untuk melunakkan lilin dan membiarkannya mengalir ke luar secara alami dari telinga Anda.

6. Hati-hati ketika meminum obat. Menelan enam hingga delapan tablet aspirin sehari dapat menyebabkan telinga Anda berdengung ; dan kehilangan pendengaran untuk beberapa waktu. Antibiotika seperti gentamicin, streptomycin, dan tobramycin juga dapat merusak pendengaran Anda. Apabila Anda memperoleh obat lalu mengalami masalah pendengaran, beritahukan ini kepada dokter Anda.

7. Berhenti merokok. Merokok menyebabkan berkurangnya aliran darah ke telinga dan karena itu mengganggu proses penyebuhan alami pada pembuluh-pembuluh darah lembut yang terjadi sehabis mendengar suara terlalu keras. Dalam sebuah penelitian terhadap 2348 pekerja yang setiap hari mendengar suara bising di sebuah pabrik pesawat terbang, para peneliti di University of Southern California School of Medicine menemukan bahwa para perokok mengalami kerusakan pendengaran lebih parah ketimbang mereka yang bukan perokok. Maka apabila Anda merokok, berhentilah.

8. Kurangi asupan kafein. Seperti nikotin, kafein menghambat aliran darah ke telinga, jadi meningkatkan peluang Anda untuk mengalami kerusakan pendengaran. Minumlah kopi atau teh tetapi jangan lebih dari dua cangkir ukuran 240 cc dalam sehari. Bilamana mungkin, pilih minuman yang kafeinnya telah dihilangkan.

9. Seimbangkan pola makan Anda. Bahan makanan yang berlemak dan kaya kolesterol, yang berbahaya bagi jantung Anda, juga berbahaya bagi telinga. Baik tekanan darah tinggi maupun endapan lemak dalam arteri Anda dapat mengurangi alirah darah ke telinga dan sedikit demi sedikit merusak pendengaran Anda. Maka makanlah dengan diet sehari-hari berimbang, yang meliputi sekurangnya lima porsi buah-buahan dan sayuran, enam porsi roti dan nasi dan tidak lebih dari tiga porsi 150 gram daging merah tanpa lemak, daging ayam, atau ikan.

10. Olahraga. Anda bisa memilih berjalan cepat, berlari, renang atau latihan aerobik lain selama 20 menit sehari, tiga kali seminggu. Kegiatan ini akan merangsang peredaran darah, menurunkan tekanan darah dan membantu telinga Anda tetap dalam kondisi puncak.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 18, 2010 9:20 am

TELINGA BERDENGUNG JANGAN SEPELEKAN!
Sabtu, 1 Maret 2008 | 17:02 WIB
Kompas.com - JAKARTA, SABTU - Saat berada pada suasana yang bising, kerap kita merasakan dengungan pada telinga kita. Mungkin hal itu dirasa sepele karena selang beberapa detik sesudahnya, telinga kita akan normal kembali (recovery). Itu sangat alami. Namun, kita harus hindari jangan sampai sering mengalaminya. Keseringan munculnya dengungan karena kebisingan tersebut bisa mengakibatkan gangguan pada organ pendengaran kita. Peringatan itu disampaikan Ratna D Restutu, Sekretaris Komisi Nasional Pencegahan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT).

"Kalau kita mendengar ada dengungan di telinga, itu berarti ada sinyal soal gangguan yang bisa terjadi pada alat pendengaran kita. Memang ada recovery. Tapi kalau terjadi terus menerus, telinga tidak akan bisa recovery lagi," kata Ratna di sela-sela acara Simposium Telinga Sehat Menjamin Pendengaran Optimal dan SDM Berkualitas di Hotel Aston Atrium Senen, Jakarta, Sabtu (1/3).

Ratna menjelaskan secara anatomi telinga manusia memiliki tiga bagian penting yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Masing-masing memiliki fungsi tersendiri dalam mengotimalkan pendengaran kita."Telinga luar dan tengah masing-masing punya fungsi dengan memberikan energi mekanik (suara) yang diteruskan ke telinga dalam dan diubah menjadi energi listrik. Energi ini akan diteruskan ke otak ke pusat pendengaran. Dengan itu membuat kita mengerti yang orang katakan," jelas Ratna.

Gangguan fungsi pada salah satu bagian telinga, jelas Ratna, akan menyebabkan pendengaran berkurang. Telinga punya peranan penting dalam hidup manusia. Organ ini tidak sekadar diperlukan dalam proses komunikasi. Dua peranan lain yang tak kalah pentingnya yakni untuk proteksi dan kenikmatan. "Bayangkan kalau ada klakson mobil atau motor dan kita tidak mendengar. Kan bisa bahaya. Atau kita ingin mendengar lagu-lagu yang kita senangi, tapi tak nggak bisa," kata Ratna, yang juga menjabat Staf Departemen Telinga Hidung Tenggorok (THT) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Jadi, sudah sepantasnya kualitas pendengaran kita pertahankan guna keberlangsungan hidup sehingga berjalan baik dan berkualitas. Salah satunya yakni dengan menghindari telinga kita dari bunyi-bunyian yang bising. Hari Telinga yang jatuh pada 3 Maret nanti, sekiranya menyadarkan kita, sebagaimana organ tubuh lainnya, telinga punya peranan vital bagi hidup kita. Perhatikan dan rawatlah telinga Anda.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Thu Aug 19, 2010 10:43 pm

1 DARI 5 REMAJA BUDEK KARENA DENGARKAN MUSIK KERAS KERAS
Kamis, 19/08/2010 12:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Boston, Mendengarkan musik melalui iPod, MP3 player, handphone dan segala alat yang menggunakan earphone sudah menjadi kebiasaan remaja. Tapi gara-gara itu juga banyak remaja yang mengalami tuli ringan alias budek sedikit. Dari survei yang dilakukan Harvard-affiliated Brigham and Women's Hospital di Boston, ditemukan 1 dari 5 remaja di Amerika mengalami kebudekan. Bukan karena alat-alat pemutar musik itu yang salah, tapi cara mendengarkan yang kelewat keras mulai dari 85 desibel atau lebih yang membuat budek.

Survei dilakukan pada 1.800 remaja berusia 12-19 tahun di tahun 2005-2006 yang dibandingkan dengan survei kepada 3.000 remaja pada tahun 1988-1994. Hasilnya, terjadinya peningkatan gangguan pendengaran dari 15 persen menjadi 19,5 persen. Sebagian besar remaja ini mengalami kehilangan pendengaran ringan dengan tidak mampu mendengar suara pada kekuatan 16-24 desibel. Kekuatan suara seperti antara lain suara bisikan, air yang menetes, suara daun atau suara ibu yang mengucapkan selamat malam pada anaknya yang mau tidur.

Sebagian besar mengalami kehilangan pendengaran ringan (tidak mampu mendengar suara dengan kekuatan 16-24 desibel) seperti suara bisikan, air menetes dan suara daun. Pakar audiolog Brian Fligor Children's Hospital Boston menuturkan lebih dari setengah kaum muda mendengarkan musik dengan volume 85 desibel atau lebih keras. Volume ini setara dengan suara hair dryer dan juga vacuum cleaner.

Beberapa ahli kerap mendesak kaum remaja agar tidak menggunakan volume besar jika mendengarkan musik melalui earphone. Meskipun masih ditemukan bukti yang kurang kuat, tapi kondisi ini bisa menjadi salah satu pemicunya. Karena kehilangan sedikit pendengaran akan menimbulkan masalah di sekolah dan di kemudian hari. Brian Fligor, seorang audiolog di Children's Hospital Boston menuturkan lebih dari setengah kaum muda mendengarkan musik dengan volume 85 desibel atau lebih keras. Volume ini setara dengan suara hair dryer dan juga vacuum cleaner.

"Memiliki kebiasaan mendengarkan musik pada level tersebut bisa mengubah sel-sel rambut mikroskopis di telinga dalam menjadi jaringan parut, kondisi ini termasuk yang terjadi pada Brady," ujar Fligor, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (19/8/2010). Sementara menurut Dr Gary Curhan dari Harvard-affiliated Brigham and Women's Hospital di Boston sering mendengarkan musik keras akan membuat kehilangan beberapa bunyi konsonan seperti t, k dan s, serta tidak bisa memahami sepenuhnya pembicaraan orang meskipun bisa terdeteksi.

Mendengarkan musik memang bukanlah penyebab satu-satunya, karena suara bising yang terus menerus juga bisa menimbulkan masalah. Penggunaan volume musik yang keras memang bukan hal baru, tapi kaum muda dan remaja saat ini menggunakan alat tersebut dua kali lebih lama dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Salah satu kasus remaja yang kehilangan sedikit pendengarannya adalah Matthew Brady dari Foxborough, Massaccutes. Ia memiliki masalah pendengaran hingga akhirnya ia harus pura-pura mengerti apa yang dibicarakan oleh teman-temannya. "Saya akan pura-pura tertawa ketika melihat teman-teman saya tertawa," ujar Brady.

Ia selalu mendengarkan musik Bon Jovi dan U2 dengan volume tinggi sambil melakukan treadmill 4 hari dalam seminggu dan melakukan peregangan selama 30 menit. Suatu hari Brady menemukan telinga kirinya tidak bisa mendengar apa-apa, meskipun lambat laun terdengar kembali tapi suaranya tidak sama. "Harapan kami adalah kami bisa mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan volume musik di earphone," ujar Curhan. Jadi silakan dengarkan musik tapi jangan keseringan pakai volume yang keras agar telinga tak budek.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sat Aug 21, 2010 6:51 am

KASUS GANGGUAN PENDENGARAN BERANJAK NAIK
Friday, 20 August 2010 Seputar Indonesia
JUMLAH kasus gangguan pendengaran, terutama remaja,terus melonjak drastis.Salah satu penyebabnya ditengarai penggunaan secara berlebihan pemutar musik MP3 portabel. Kasus gangguan pendengaran sampai saat ini masih menghantui seseorang, terutama remaja. Hingga kini penderitanya terus bertambah. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, jumlah remaja Amerika Serikat yang mengalami tuli meningkat hingga 30% sejak 1988–2006.Bisa disimpulkan bahwa satu dari lima remaja tersebut telah kehilangan pendengarannya.

”Ini adalah penemuan yang sangat serius,”kata Paul R Kileny,seorang profesor dan direktur bidang audiologi dan elektrofisiologi di University of Michigan Health System, Amerika Serikat, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Kehilangan pendengaran yang terjadi di kalangan remaja, lanjut dia,bukan karena peningkatan paparan terhadap suara keras atau penggunaan berkepanjangan sejumlah dosis obat. ”Karena remaja terlalu muda untuk menerima dampak buruk dari eksposur atau kehilangan pendengaran yang berkaitan dengan usia,” terangnya, seperti dikutip dari halaman healthday.com.

Namun sebaliknya,ujar Kileny,semakin meningkatnya kasus gangguan pendengaran kemungkinan karena aktivitas gaya hidup dan kebiasaan mereka,terutama dengan meningkatnya penggunaan perangkat musik portabel MP3. Penelitian terbaru ini dipimpin oleh Dr Josef Shargorodsky, dari Brigham and Women’s Hospital di Boston,Amerika Serikat yang mengumpulkan data dari 2.928 remaja yang ambil bagian dalam The Third National Health and Nutrition Examination Survey,yang berlangsung pada 1988–1994.Mereka dibandingkan dengan 1.771 remaja yang ambil bagian dalam survei yang sama sejak 2005–2006. Pada kelompok pertama, peneliti menemukan sekitar 14,9% remaja tersebut memiliki gangguan pendengaran, setidaknya di satu telinga. Namun, dalam studi yang lebih baru, jumlah tersebut melonjak menjadi 19,5% yang mewakili sekitar 6,5 juta remaja.

Peningkatan ini ditaksir mencapai 31%. Kasus kehilangan pendengaran itu memang Terbilang sedikit dan tidak menjadi perhatian serius para remaja.Menurut catatan tim peneliti, pada 2005–2006 sebagian besar gangguan pendengaran itu dalam skala kerusakan yang tinggi (16,4%). Hanya 9% dari remaja yang gangguan pendengarannya terbilang skala rendah.Kesimpulan lain, sebagian besar partisipan kehilangan pendengaran di satu telinga (11,1% pada 1988–1994 dan 14% pada 2005–2006).Kehilangan pendengaran di kedua telinga tercatat 3,8% dalam studi sebelumnya, sedangkan pada penelitian terbaru sekitar 5,5% dalam studi yang lebih baru.Menariknya,antara 2005–2006,gangguan pendengaran yang disebut ”ringan”atau ”buruk” sekitar 77% lebih tinggi dibandingkan para remaja partisipan di kelompok 1988–1994.Remaja perempuan cenderung lebih banyak menderita gangguan pendengaran. Peningkatan kasus gangguan pendengaran terbukti tidak signifikan terkait dengan riwayat infeksi telinga,penggunaan senjata api, atau paparan terhadap suara keras lima jam atau lebih dalam seminggu.

Namun,Shargorodsky dan koleganya menjelaskan, remaja dari keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan lebih cenderung memiliki gangguan pendengaran dari pada remaja yang hidup lebih layak. ”Studi lebih lanjut mengenai ini diperlukan untuk menentukan alasan peningkatan (kasus) ini dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko potensial yang dimodifikasi untuk mencegah terus membengkaknya kasus kehilangan pendengaran,” tulis kesimpulan para peneliti dalam laporan yang diterbitkan pada Rabu (18/Cool ini di Journal of American Medical Association.

Meskipun alasan di balik peningkatan gangguan pendengaran tidak diketahui, Kileny menekankan bahwa perangkat musik portabel adalah penjelasan yang paling mungkin. Mendengarkan musik dengan volume keras selama berjam-jam tentu saja dapat merusak pendengaran, terutama dalam rentang frekuensi yang tinggi. ”Mendengarkan musik dengan volume suara yang wajar jelas tidak berbahaya.Tetapi ketika Anda sedang mendengarkan dengan satu set earphone, tak seorang pun yang dapat mengetahui betapa tingginya volume suara yang Anda keluarkan,” tuturnya.

Apalagi, kompresi untuk file musik MP3 telah menghilangkan dinamika dan tinggi rendahnya suara dalam musik yang didengarkan ”Ini berarti bahwa musik yang biasanya memiliki ‘puncak’ dan ‘lembah’,sekarang kebanyakan hanya ‘puncak’,”kata Kileny. ”Akibatnya, semua (volumenya) keras,” lanjutnya.Kileny mengatakan bahwa jumlah korban gangguan pendengaran memang masih terhitung minim,tetapi itu pertanda akan terjadi sesuatu wabah yang akan datang.

”Ini lebih merupakan indikator apa yang mungkin terjadi di kemudian hari.Setelah Anda telah membuat nyaman telinga untuk mendengarkan musik dengan keras, lama-kelamaan tingkat volume cenderung menjadi progresif,” katanya. ”Seiring waktu, Anda dapat mengharapkan kehilangan pendengaran akan berdampak signifikan,” terang Kileny. Kileny menyarankan agar kita mengatur volume otomatis pada pemutar MP3 ke tingkat aman, yang dapat mencegah musik menjadi terlalu keras sehingga menyebabkan kehilangan pendengaran. Dia sebelumnya menetapkan bahwa tingkat volume yang aman pada perangkat pemutar musik adalah kita mampu mendengar percakapan orang lain. (rendra hanggara)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Tue Aug 24, 2010 11:58 am

KURANG PENDENGARAN PADA ANAK
Sekitar 3 dalam setiap 1000 anak dilahirkan dengan pendengaran kurang yang parah. Satu dalam 10 kemungkinan lahir dengan kekurangan pendengaran yang kurang parah, dan lebih banyak yang memiliki pendengaran normal pada waktu lahir berkembang mengalami pendengaran kurang sebelum masa dewasa. Kegagalan untuk mengenali dan mengobati kekurangan pendengaran dapat mempengaruhi kemampuan untuk bicara dan mengerti bahasa dengan serius. Kerusakan tersebut bisa mengarah kepada kegagalan di sekolah, diejek oleh teman sebaya, dikucilkan, dan kesulitan emosional.

PENYEBAB
Kerusakan genetik adalah penyebab yang paling umum menyebabkan pendengaran berkurang pada bayi yang baru lahir. Infeksi telinga, termasuk otitis media, adalah yang paling umum menyebabkan pendengaran berkurang pada anak yang lebih tua, selama penumpukan kotoran telinga. Kasus lain pada anak yang lebih tua adalah trauma kepala, suara gaduh (termasuk musik keras), penggunaan antibiotik aminoglikosid (seperti gentamicin), atau diuretik thiazide, infeksi virus tertentu (contoh, penyakit gondok), tumor atau trauma yang merusak syaraf yang berhubungan dengan indra pendengar, luka karena pensil atau benda asing lainnya yang masuk di dalam telinga, dan sifatnya jarang, penyakit autoimmune.

Faktor resiko untuk kurang pendengaran pada anak :
1. Bayi baru lahir
* Berat lahir rendah (khususnya kurang dari 3.3 pon).
* Angka APGAR rendah (lebih rendah dari 5 pada 1 menit atau lebih rendah dari 7 pada 5 menit).
* Oksigen darah rendah atau kejang akibat kesulitan melahirkan.
* Infeksi rubella, sifilis, herpes, cytomegalovirus, atau toksoplasma sebelum lahir.
* Ketidaknormalan tengkorak atau wajah, khususnya yang berhubungan dengan bagian luar telinga dan saluran telinga.
* Tingginya kadar bilirubin dalam darah.
* Bakteri meningitis.
* Infeksi pembuluh darah (sepsis)
* Menggunakan ventilator dengan waktu terlalu lama.
* Obat-obatan (antibiotik aminoglikosid, beberapa diuretik)
* Histori kesehatan kehilangan pendengaran di usia awal pada orangtua atau sanak keluarga.
2. Anak yang lebih besar
Sama dengan semua poin di atas, ditambah :
* Luka berat pada kepala dengan tengkorak retak atau kehilangan kesadaran.
* Otitis media kronis dengan cholesteatoma.
* Beberapa gangguan syaraf, seperti neurofibromatosis dan gangguan neurodegenerative.
* Terkena suara gaduh
* Lubang pada gendang telinga akibat infeksi atau luka berat.

GEJALA
Orangtua bisa menduga kurang pendengaran yang parah jika si anak tidak bereaksi terhadap suara atau jika si anak mempunyai kesulitan berbicara atau membalas obrolan. Pendengaran berkurang yang tidak parah bisa jadi halus dan menyebabkan gejala-gejala yang disalahartikan oleh orangtua atau dokter. Anak yang mengabaikan orangtua mereka atau orang lain yang berbicara dengan mereka sementara, namun tidak setiap saat, kemungkinan melakukannya karena kurang pendengaran yang sedang. Anak yang berbicara dan mendengar dengan baik di rumah namun tidak di sekolah bisa mengalami pendengaran kurang ringan atau sedang yang mana masalahnya hanya di tengah suara gaduh di dalam ruang kelas. Pada umumnya, anak yang berkembang baik dlam satu situasi tetapi mempunyai kesulitan social, tingkah laku, bahasa dan belajar secara signifikan di situasi yang berbeda seharusnya dilkukan skrining untuk kekurangan pendengaran.

DIAGNOSA
Karena pendengaran memainkan peranan penting di dalam perkembangan seorang anak, kebanyakan dokter menganjurkan bahwa semua bayi yang baru lahir harus dites untuk pendengaran yang kurang di usia 3 bulan. Tes ini diatur oleh pemerintah di banyak negara.

Skrining biasanya dilakukan dalam dua bagian. Pertama, anak tersebut dites untuk echoes yang dihasilkan oleh telinga yang sehat sebagai reaksi terhadap bunyi klik yang lembut yang dibuat oleh alat handheld (evoked otoacoustic emissions testing). Jika tes ini meningkatkan respon mengenai pendengaran seorang anak, tes kedua mengukur sinyal listrik dari otak sebagai reaksi terhadap suara (tes reaksi batang otak yang berhubungan dengan pendengaran)). ABR tersebut tidak menyakitkan dan biasanya dilakukan ketika anak tersebut sedang tidur; hal itu dapat dilakukan pada anak di usia berapapun. Jika hasil pada ABR tidak normal, tes diulangi dalam 1 bulan. Jika pendengaran yang hilang masih terdeteksi, anak tersebut kemungkinan disesuaikan dengan alat bantu pendengaran dan bisa bermanfaat dari penempatan pada tempat pendidikan dikhususkan anak yang kurang pendengaran.

Beberapa alat yang berbeda digunakan untuk mendiagnosa pendengaran yang kurang pada anak yang lebih tua. Salah satunya meliputi menanyakan rangkaian pertanyaan untuk mendeteksi keterlambatan pada perkembangan anak atau untuk menduga perhatian anak mengenai perkembangan bahasa dan bicara . telinga anak tersebut bisa juga diteliti untuk kelainan. Anak berusia diantara 6 bulan dan 2 tahun kemungkinan diteliti untuk reaksi mereka terhadap berbagai suara. Sebagai tambahan, reaksi pada gendang telinga terhadap frekwensi jarak suara (tympanometry) bisa mengindikasikan jika terdapat cairan di dalam telinga tengah. Setelah usia 2 tahun, anak biasanya bisa memperlihatkan bahwa mereka mendengar dan mengerti cara berbicara dengan beberapa perintah sederhana, dan mereka bisa di tes untuk reaksi terhadap suara menggunakan alat pendengar.

PENGOBATAN
Beberapa penyebab pendengaran hilang bisa diobati sehingga anak itu bisa memperoleh pendengaran kembali. Misal, infeksi telinga bisa diobati dengan antibiotik atau operasi, lilin telinga bisa secara manual diangkat atau dihancurkan dengan tetes telinga, dan cholesteatoma bisa diangkat dengan operasi.
Sangat sering, meskipun begitu, penyebab kehilangan pendengaran pada anak tidak dapat dikembalikan, dan pengobatan meliputi penggunaan alat bantu pendengaran untuk menggantikan kekurangan sebanyak mungkin.

Alat bantu dengar tersedia untuk anak anak berumur 2 bulanan. Anak dengan pendengaran kurang ringan atau sederhana yang terjadi hanya d iruang kelas bisa juga bereaksi dengan baik terhadap system radio yang mengantarkan suara guru secara langsung ke satu set pengeras suara, alat bantu dengar, atau pengeras suara telinga. Penanaman cochlear (alat yang diletakkan pada bagian dalam telinga untuk merangsang syaraf yang berhubungan dengan pendengaran dengan arus listrik yang merespon suara) digunakan untuk anak dengan pendengaran akut yang berat.

Perasaan bangga telah bertumbuh akhir-akhir ini diantara komunitas orang tuli mengenai kekayaan budaya mereka dan bentuk alternatif pada komunikasi. Kebanyakan orang menentang pengobatan agresif pada pendengaran yang hilang sebagai alasan yang menolak anak mendapatkan kesempatan dalam komunitas mereka. Keluarga yang ingin mempertimbangkan pendekatan ini harus membicarakan hal ini dengan dokter mereka.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:43 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 25, 2010 11:22 am

TINNITUS ( TELINGA MENDENGING )
Tinnitus (telinga mendenging) adalah suara gaduh berasal di dalam telinga melebihi lingkungan sekitar.
Tinnitus adalah sebuah gejala dan bukan suatu penyakit tertentu. Sangat sering terjadi-10 sampai 15% orang mengalami beberapa tingkat tinnitus.

PENYEBAB
Lebih dari 75% masalah yang berhubungan dengan telinga termasuk tinnitus sebagai sebuah gejala, termasuk luka dari suara gaduh atau ledakan, infeksi telinga, saluran telinga yang tersumbat atau pipa Eustachian, otosclerosis (salah satu jenis kehilangan pendengaran), tumor telinga bagian dalam, dan penyakit meniere. Obat-obatan tertentu (seperti antibiotik aminoglikosid dan aspirin dosis tinggi) juga bisa menyebabkan tinnitus.
Tinnitus juga bisa terjadi dengan gangguan dari luar telinga, termasuk anemia, jantung dan gangguan pembuluh darah seperti hipertensi dan arterisclerosis, kelenjar tiroid jinak (hypothyroidism), dan luka kepala. Tinnitus yang hanya pada salah satu telinga atau berdenyut adalah tanda yang lebih serius. Suara bergetar bisa dihasilkan dari tumor tertentu, arteri tersumbat, sebuah pembengkakan pembuluh darah, atau gangguan pembuluh darah lainnya.

GEJALA
Suara gaduh yang terdengar oleh orang yang menderita tinnitus bisa jadi berdengung, berdering, meraung, bersiul, atau suara berdesis. Beberapa orang mendengar suara yang rumit yang naik turun setiap waktu. Suara ini lebih jelas di lingkungan yang sunyi dan ketika seseorang tidak konsentrasi pada hal tertentu. Maka, tinnitus cenderung lebih mengganggu orang ketika mereka berusaha untuk tidur. Bagaimanapun, pengalaman tinnitus adalah sangat individual ; beberapa orang sangat terganggu dengan gejala-gejalanya, dan orang yang lainnya sungguh dapat bertahan.

DIAGNOSA
Karena seseorang yang menderita tinnitus biasanya kehilangan pendengaran, melalui test pendengaran dilakukan sebaik mungkin sebagaimana magnetic resonance imaging (MRI) pada kepala dan computed tomography (CT) pada tulang rawan (tulang tengkorak yang mengandung bagian pada saluran telinga, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam).

PENGOBATAN
Upaya untuk mendeteksi dan mengobati penyebab gangguan tinnitus seringkali tidak berhasil. Berbagai teknik bisa membantu meredam tinnitus, meskipun kemampuan untuk meredam hal itu berbeda dari orang ke orang. Seringkali alat Bantu dengar membantu menahan tinnitus. Banyak orang menemukan keringanan dengan memainkan musik merdu untuk menyembunyikan tinnitus. Beberapa orang menggunakan topeng tinnitus, sebuah alat yang dikenakan seperti Alat Bantu Dengar yang menghasilkan tingkat tetap pada suara netral. Untuk orang yang sangat tuli, sebuah cochlear yang ditanam dalam telinga bisa mengurangi tinnitus.

PENCEGAHAN
Dalam banyak kasus, tinnitus adalah hasil dari sesuatu yang tidak dapat dicegah. Namun, menjaga kesehatan Anda dapat membantu mencegah jenis tertentu tinnitus.
1. Gunakan perlindungan pendengaran. Seiring waktu, paparan terhadap suara keras dapat merusak saraf di telinga, menyebabkan gangguan pendengaran dan tinnitus. Jika Anda menggunakan gergaji, bekerja di industri yang menggunakan mesin keras atau menggunakan senjata api (terutama pistol atau senapan), selalu memakai perlindungan lbih pada pendengaran telinga.
2. Lindungi telinga Anda dari musik keras. eksposur jangka panjang untuk musik diperkuat tanpa perlindungan telinga atau mendengarkan musik pada volume yang sangat tinggi meskipun headphone - saat menggunakan pemutar MP3, misalnya - dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan tinnitus.
3. Jagalah kesehatan jantung Anda. Olahraga teratur, makan yang benar dan mengambil langkah-langkah lain untuk menjaga pembuluh darah Anda yang sehat dapat membantu mencegah tinnitus terkait dengan gangguan pembuluh darah.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:46 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 25, 2010 11:24 am

TULI AKIBAT OBAT ( OTOTOKSIK )
Ototoksik sudah lama dikenal sebagai efek samping pengobatan kedokteran.
Dengan bertambahnya obat obatan yang lebih poten, maka daftar obat obatan ototoksik makin bertambah.
Antibiotik golongan aminoglikosida lain yang kemudian digunakan di klinik memperkuat efek ototoksik seperti yang diakibatkan Streptomycin.

Telinga berdenging ( tinitus ), gangguan pendengaran dan vertigo, merupakan gejala utama terjadinya keracunan obat ototoksik.
Tinitus yang berhubungan dengan ototoksisitas cirinya kuat dan bernada tinggi, berkisar antara 4 KHz sampai 6 KHz.
Pada kerusakan yang menetap, tinitus lama kelamaan tidak begitu kuat lagi, tetapi juga tidak pernah hilang.

Kurang pendengaran akibat pemakaian obat ototoksik bersifat tuli sensorineural. Antibiotik yang bersifat ototoksik mempunyai ciri penurunan yang tajam untuk frekuensi tinggi pada audigram, sedangkan diuretik yang dapat menimbulkan otottoksisitas biasanya menghasilkan audiogram yang mendatar atau sedikit menurun.

Gangguan pendengaran yang berhubungan dengan otottoksisitas sangat sering ditemukan, oleh karena pemberian Gentamisin dan Streptomisin.
Terjadinya secara perlahan lahan dan beratnya sebanding dengan lama dan jumlah obat yang diberikan serta keadaan fungsi ginjalnya.

Sumber: Bunga Rampai Masalah KesehatanIluni FK 1983


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:46 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Aug 25, 2010 11:25 am

TULI MENDADAK ( SUDDEN DEAFNESS )
Tulimendadak ialah tuli yang terjadi secara tiba tiba. Jenis ketuliannya adalah sensorineural, penyebabnya tidak dapat langsung diketahui, biasanya terjadi pada satu telinga. Oleh karena kerusakannya biasanya terutama di rumah siput dan biasanya bersifat permanen, maka kelainan ini dimasukkan kedalam keadaan darurat medis.
Ketulian yang terjadi dapat ringan sampai berat, terutama pada frekuensi sedang dan tinggi.

Tuli mendadak dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti:
1. Gangguan pembuluh darah akibat kekurangan oksigen pada rumah siput ( karena spasme, trombosis atau perdarahan pembuluh darah rumah siput ).
2. Infeksi virus ( virus campak, virus parotis, virus influenza B ).
3. Trauma kepala.
4. Trauma bising yang keras.
5. Perubahan tekanan atmosfer.
6. Autoimun.
7. Obat ototosik.
8. Penyakit Meniere.
9. Tumor akustik.

Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:50 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Thu Aug 26, 2010 6:41 am

KERUSAKAN TELINGA AKIBAT OBAT OBATAN
Beberapa obat, seperti:
- antibiotik tertentu
- diuretik (terutama asam etakrinat dan furosemid)
- Aspirin dan zat-zat yang menyerupai Aspirin (salisilat)
- kuinin
bisa menyebabkan kerusakan pada telinga.
Obat-obat tertentu menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan, tetapi sebagian besar obat lebih banyak menyebabkan gangguan pendengaran.

Hampir seluruh obat tersebut dibuang dari tubuh melalui ginjal. Karena itu setiap kelainan fungsi ginjal akan meningkatkan kemungkinan penimbunan obat di dalam darah dan mencapai kadar yang bisa menyebabkan kerusakan.
Dari semua jenis antibiotik, neomisin memiliki efek yang paling berbahaya terhadap pendengaran, diikuti oleh kanamisin dan amikasin.
Viomisin, gentamisin dan tobramisin bisa mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan.

Antibiotik streptomisin lebih banyak mempengaruhi keseimbangan.
Vertigo (perasaan berputar) dan gangguan keseimbangan akibat streptomisin cenderung bersifat sementara. Tetapi kadang bisa terjadi sindroma Dandy, dimana gangguan keseimbangan bersifat menetap dan berat sehingga penderita mengalami kesulitan jika berjalan dalam ruangan yang gelap.

Jika diberikan suntikan asam etakrinat dan furosemid kepada penderita gagal ginjal yang juga menjalani pengobatan dengan antibiotik, akan terjadi tuli permanen atau tuli sementara. Aspirin dalam dosis yang sangat tinggi yang digunakan dalam jangka panjang bisa menyebabkan tuli dan tinnitus (telinga berdenging), yang biasanya bersifat sementara. Kuinin bisa menyebabkan tuli permanen. Jika terjadi perforasi gendang telinga, obat-obat yang bisa menyebabkan kerusakan telinga tidak dioleskan/diteteskan langsung ke dalam telinga karena bisa diserap ke dalam cairan di telinga dalam.

Antibiotik yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran tidak diberikan kepada:
- wanita hamil
- usia lanjut
- orang yang sebelumnya telah menderita ketulian.
Kepekaan setiap orang terhadap obat-obat tersebut bervarisi, tetapi biasanya ketulian bisa dihindari jika kadar obat dalam darah berada dalam kisaran yang dianjurkan. Karena itu biasanya dilakukan pemantauan terhadap kadar obat dalam darah. Jika memungkinkan, sebelum dan selama menjalani pengobatan dilakukan tes pendengaran.

Biasanya tanda awal dari kerusakan adalah ketidakmampuan untuk mendengarkan suara dengan nada tinggi.
Bisa terjadi tinnitus (telinga berdenging) atau vertigo.

Sumber: Medicastore
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Thu Aug 26, 2010 6:55 am

UJI PENDENGARAN BUAH HATI ANDA
Kompas.com - Anak belajar berbicara berdasarkan apa yang dia dengar. Dengan demikian gangguan pendengaran yang dialami anak sejak lahir akan mengakibatkan keterlambatan berbicara dan berbahasa. Bayi dengan fungsi pendengaran normal akan mengalami tahapan perkembangan bahasa dan berbicara (speech-language-auditory milestones) sebagai berikut:

* Bayi sampai usia 3 bulan.
Biasanya akan terbangun mendengar suara keras. Ia pun akan berkedip jika seseorang bertepuk di dekat telinganya.

* Usia 4 bulan.
Ia akan tenang mendengar suara ibunya. Selain mencari arah suara dari sumber yang tidak terlihat.

* Usia 6-9 bulan.
Dapat menikmati musik dari mainannya dan mulai bisa mengatakan "mama".

* Usia 12-15 bulan.
Bereaksi jika namanya dipanggil, mengerti perintah sederhana, dapat meniru beberapa suara, dan memiliki perbendaharaan 3-5 kata.

* Usia 18-24 bulan.
Sudah mengerti bagian-bagian tubuh dan 50% perkataannya dapat dimengerti oleh orang yang mendengar. Anak sudah mempunyai perbendaharaan 20 -50 kata.

* Mulai usia 36 bulan.
Bisa menyusun kalimat yang terdiri dari 4-5 kata. Sekitar 80% pembicaraannya sudah dapat dimengerti orang lain.

RAGAM PEMERIKSAAN
Bila anak gagal mencapai milestones atau tonggak-tonggak perkembangan tersebut, besar kemungkinan ia mengalami gangguan pada fungsi pendengaran. Untuk mengatasinya, diperlukan pemeriksaan pendengaran. Pemeriksaan yang dilakukan sedini mungkin memungkinkan bayi dan anak yang berisiko mengalami gangguan pendengaran dapat segera menjalani program habilitasi (melatih kemampuan mendengar pada anak yang sebelumnya tidak memiliki kemampuan mendengar). Nah, lewat habilitasi ini efek lanjut dari gangguan pendengaran, di antaranya keterlambatan atau gangguan berbicara dan berbahasa, dapat dicegah sedini mungkin.

Mengingat masa perkembangan fungsi pendengaran sedang berlangsung, maka teknik pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia anak. Biasanya akan dilakukan beberapa pemeriksaan sekaligus sebelum mengambil kesimpulan mengenai adanya gangguan pendengaran. Hasil uji pendengaran ini dapat tercatat dalam audiogram yang terisi secara otomatis selama uji pendengaran yang mencatat level daya dengar dalam berbagai frekuensi (misalnya suara rendah dan suara tinggi).

Berikut tahapan pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk bayi yang baru berusia 2 hari. Selain juga untuk orang dewasa.
Pada bayi, pemeriksaan ini dapat dilakukan saat beristirahat/tidur. Tesnya tergolong singkat dan tidak sakit, namun memberi hasil akurat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui fungsi sel rambut pada cochlea/rumah siput. Hasilnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah, sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus dilakukan pemeriksaan berikut.

1. Otoscopy
Pemeriksaan dengan menggunakan alat semacam teropong ini tergolong pemeriksaan awal. Fungsinya untuk melihat liang telinga, apakah ada infeksi atau kotoran telinga.

2. Tympanometry
Pemeriksaan lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi telinga tengah.

3. Oto Acoustic Emissions (OAE)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk bayi yang baru berusia 2 hari. Selain juga untuk orang dewasa. Pada bayi, pemeriksaan ini dapat dilakukan saat beristirahat/tidur. Tesnya tergolong singkat dan tidak sakit, namun memberi hasil akurat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui fungsi sel rambut pada cochlea/rumah siput. Hasilnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah, sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus dilakukan pemeriksaan berikut.

4. Auditory Brainstem Response (ABR)
Cara pemeriksaannya hampir sama dengan OAE. Bayi mulai usia 1 bulan sudah dapat dilakukan tes ini, Automated ABR yang berfungsi sebagai screening, juga dengan 2 kategori, yakni pass dan refer. Hanya saja alat ini cuma mampu mendeteksi ambang suara hingga 40 dB. Sedangkan guna mengetahui lebih jauh gangguan pendengaran yang diderita, lazimnya dilakukan pemeriksaan lanjutan, dengan BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry)

5. Conditioned Oriented Responses (CORs)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada bayi usia 9 bulan sampai 2,5 tahun untuk mengetahui perkiraan ambang dengar anak. Caranya, gunakan alat yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian dan biarkan anak mencari sumber bunyi tersebut.

6. Visual Reinforced Audiometry (VRA)
Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada bayi usia 9 bulan sampai 2,5 tahun. Pemeriksaan yang hampir sama dengan CORs ini juga berfungsi untuk mengetahui ambang dengar anak. Tergolong pemeriksaan subjektif karena membutuhkan respons anak. Namun pada tes ini selain diberikan bunyi-bunyi, alat yang digunakan juga harus dapat menghasilkan gambar sebagai reward bila anak berhasil memberi jawaban. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sambil bermain.

7. Play Audiometry
Pemeriksaan yang juga berfungsi mengetahui ambang dengar anak ini dapat dilakukan pada anak usia 2,5-4 tahun. Caranya? Menggunakan audiometer yang menghasilkan bunyi dengan frekuensi dan intensitas berbeda. Bila anak mendengar bunyi itu berarti sebagai pertanda anak mulai bermain misalnya harus memasukkan benda ke kotak di hadapannya atau bermain pasel.

8. Conventional Audiometry
Pemeriksaan ini dapat dilakukan anak usia 4 tahun sampai remaja. Fungsinya untuk mengetahui ambang dengar anak. Caranya dengan menggunakan alat audiometer yang mampu mengeluarkan beragam suara, masing-masing dengan intensitas dan frekuensi yang berbeda-beda. Tugas si anak adalah menekan tombol atau mengangkat tangan bila mendengar suara.

9. Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada semua usia. Fungsinya, untuk mengetahui respons ambang dengar seseorang. Pemeriksaan yang tergolong objektif ini mengharuskan anak dalam keadaan tidur, hingga anak harus dikondisikan tidur lebih dulu.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Thu Aug 26, 2010 6:55 am

BUNYI MENDENGUNG DI TELINGA TANDA AWAL TULI
Nurul Ulfah - detikHealth - Selasa, 08/09/2009 12:03 WIB
Jakarta, Ada mitos yang menyebutkan bahwa dengungan di telinga pertanda orang lain sedang membicarakan kita. Namun jangan anggap sepele dulu, karena peneliti di Amerika mengatakan bahwa telinga yang berdengung adalah tanda awal seseorang akan tuli. Punya IPod dan bisa menikmati musik tiap saat memang menyenangkan. Namun hati-hati, para peneliti memprediksi bahwa dalam 15 hingga 20 tahun mendatang, generasi muda yang sering mendengarkan IPod bisa jadi generasi yang hilang pendengaran.

Para peneliti di Amerika melaporkan bahwa kebanyakan remaja dan orang dewasa saat ini memiliki pendengaran yang sama dengan orang yang berusia 50 tahun. Setelah diteliti, ternyata mereka selalu mendengarkan IPod dan MP3 setiap harinya. "Sayangnya ini baru awal dari pertanda generasi hilang pendengaran. Gangguan pendengaran memang terjadi lambat dan terakumulasi. Butuh waktu beberapa tahun hingga kerusakan telinga benar-benar terjadi," ujar Lisa Nathan, seorang audiolog dari Cape Town MediClinic, seperti dikutip Health24, Selasa (8/9/2009).

"Sebagai contoh, seorang remaja 15 tahun yang rutin mendengarkan IPod atau MP3 dengan level yang lumayan keras selama beberapa jam setiap harinya bisa mengalami pendengaran pada usia 20 tahun-an. Mereka yang sering pergi ke klub malam atau bermain band juga punya risiko yang sama dalam jangka waktu panjang," tutur Lisa.

Awalnya, sel-sel di telinga mungkin rusak temporer (sementara), gejalanya yaitu merasa salah satu telinga tertutup dan diiringi bunyi dengungan di telinga.
Bunyi mendengung adalah tanda awal sudah adanya kerusakan di telinga, meskipun hanya sebentar-sebentar. Tapi ketika sudah sering terjadi, bisa berubah menjadi kerusakan permanen karena sel-sel telinga sudah mati dan tidak bisa beregenerasi.

Tapi sekeras apakah suara yang bisa membahayakan telinga dan pendengaran?
Para peneliti mengatakan di atas 85 desibel, itu sudah berbahaya. "Suara percakapan adalah 60 desibel, konser rock 115 desibel, suara mesin pesawat 140 desibel, dan suara musik IPod atau MP3 adalah 100 desibel. Semakin sering Anda mendengar pada level berbahaya, risiko kerusakan pun lebih tinggi," ujar Lisa.
Jadi mulai sekarang set IPod atau MP3 Anda dengan level suara maksimal 80 desibel jika tidak ingin cepat-cepat tuli.
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 8Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot
» Asuransi Kesehatan ( ASKES )

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-