Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:28 am

VERTIGO SI PUSING TUJUH KELILING
27-02-2009 | Enny Sophia-medicastore.com
Anda Tahu vertigo?
vertigoMungkin anda maupun keluarga pernah merasakan pusing seolah-olah anda maupun lingkungan serasa berputar-putar? Inilah yang dinamakan vertigo. Kebanyakan orang membahasakan vertigo dengan istilah pusing tujuh keliling. Vertigo merupakan sebuah gejala, dan bukan merupakan penyakit. Seseorang yang mengalami vertigo merasakan seolah-olah ia merasa berputar, atau seolah-olah benda di sekelilingnya bergerak atau berputar, biasanya disertai dengan mual, muntah, dan kehilangan keseimbangan.

Vertigo subyektif dikatakan bila penderita merasakan dirinya berputar-putar, sedangkan bila ia merasakan lingkungan sekitarnya yang berputar dinamakan vertigo objektif. Vertigo biasanya muncul karena adanya gangguan sistem vestibular (misalnya terdapat gangguan pada struktur telinga bagian dalam, saraf vestibular, batang otak, dan otak kecil/cerebellum). Sistem vestibular bertanggung jawab untuk mengintegrasikan rangsangan terhadap indera dan gerakan tubuh. Selain itu sistem vestibular bertugas menjaga agar suatu obyek ada di fokus penglihatan saat tubuh bergerak. Ketika kepala bergerak, sinyal ditransmisikan ke labirin, yang terdapat di telinga bagian dalam. Labirin kemudian membawa informasi ke saraf vestibular yang kemudian diteruskan ke batang otak dan otak kecil, yang berfungsi mengontrol keseimbangan, postur, dan kordinasi gerak.

Anda yang pernah mengalami vertigo mungkin sering bertanya-tanya, “Mengapa ya saya mengalami vertigo?”
Penyebab vertigo bermacam-macam. Vertigo bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem vestibular perifer (ganguan pada telinga bagian dalam). Pusing juga bisa muncul sebagai akibat dari gangguan sistem vestibular sentral (misalnya saraf vestibular, batang otak, dan otal kecil). Pada beberapa kasus, penyebab vertigo tidak diketahui.

Gangguan vestibular perifer meliputi Benign Paroksimal Positional Vertigo (BPPV; vertigo karena gangguan vestibular perifer yang paling banyak ditemui), sindrom Cogan (terjadi karena ada peradangan pada jaringan ikat di kornea, bisa mengakibatkan vertigo, telinga berdenging dan kehilangan pendengaran), penyakit Ménière (adanya fluktuasi tekanan cairan di dalam telinga/ endolimf sehingga dapat mengakibatkan vertigo, telinga berdenging, dan kehilangan pendengaran). ototoksisitas (keracuanan pada telinga), neuritis vestibular (peradangan pada sel saraf vestibular, dapat disebabkan karena infeksi virus).

Beberapa obat dan zat kimia (seperti timbal, merkuri, timah) dapat menyebabkan ototoksitas, yang mengakibatkan kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf kranial VIII dan menyebabkan vertigo. Kerusakan dapat bersifat temporer maupun permanen. Penggunaan preparat antibiotik (golongan aminoglikosida, yaitu streptomisin dan gentamisin) jangka panjang maupun penggunaan antineoplastik (misalnya cisplatin maupun carboplatin) dapat menyebabkan ototoksisitas permanen. Konsumsi alkohol, meskipun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan vertigo temporer pada beberapa orang.

Vertigo dapat diatasi dengan beberapa cara, bergantung pada penyebabnya. Jika vertigo terjadi akibat penggunaan obat, maka kurangi dosisnya atau hentikan obat yang diduga sebagai penyebab munculnya vertigo. Pemilihan metode untuk mengatasi vertigo dapat anda konsultasikan dengan dokter anda. Berikut beberapa metode dalam mengatasi vertigo yang mengganggu.

Terapi Rehabilitasi Vestibular
CanalithTerapi rehabilitasi vestibular (vestibular rehabilitation therapy/VRT) merupakan terapi fisik untuk menyebuhkan vertigo. Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi pusing, meningkatkan keseimbangan, dan mencegah seseorang jatuh dengan mengembalikan fungsi sistem vestibular. Pada VRT, pasien melakukan latihan agar otak dapat menyesuaikan dan menggantikan penyebab vertigo. Keberhasilan terapi ini bergantung pada beberapa faktor pasien yang meliputi usia, fungsi kognitif (memori, kemampuan mengikuti pentunjuk), kemampuan kordinasi dan gerak, dan kesehatan pasien secara keseluruhan (termasuk sistem saraf pusat), serta kekuatan fisik. Dalam VRT, pasien yang datang ke dokter, akan menjalani beberapa latihan yang akan melatih keseimbangan dalam tingkat yang lebih tinggi, meliputi gerakan kepala, gerakan mata, dan berjalan.

Reposisi kanalit
Menurut Akademi Neurologi Amerika (American Academy of Neurology) metode yang paling efektif untuk BPPV yang disebabkan oleh kristal kalsium di telinga bagian kanal posterior adalah menggunakan teknik reposisi kanalit (canalith repositioning) atau Epley maneuver. Pada prosedur ini, terapis (dokter) akan meminta pasien untuk menggerakkan kepala dan tubuh. Kemudian kristal kalsium akan keluar dari kanal posterior, dan masuk ke dalam kanal telinga bagian dalam yang akan diabsorpsi tubuh.

Menggunakan Obat
Infeksi telinga (misalnya otitis media, labirinitis) yang disebabkan bakteri dapat diterapi menggunakan antibotik (contohnya amoksisiillin, ceftriakson). Infeksi telinga kronik dapat menggunakan metode pembedahan miringotomi. BPPV yang tidak menunjukkan perbaikan dengan reposisi kanalit dapat diterapi dengan pemberian meklizin. Namun, meklizin dapat menyebabkan kantuk, mulut kering, dan penglihatan kabur. Jika meklizin tidak efektif, benzodiazepin seperti klonazepam dapat diresepkan, atau antihistamin seperti prometazin dapat diberikan pada seorang yang mengalami vertigo. Tentu saja harus di bawah pengawasan dokter dan tenaga kesehatan lain. Prometazin dapat menyebabkan kantuk, lelah, sulit tidur, dan tremor. Vertigo akibat penyakit Ménière dapat diatasi dengan diuretika serta mengurangi asupan garam. Kortikosteroid dapat diresepkan di awal penyakit untuk mengurangi peradangan dan menstabilkan pendengaran. Antibiotik dapat digunakan ke telinga tengah (dengan teknik perfusi intratimpanik) untuk mengobati vertigo yang disebabkan penyakit Ménière. Vertigo yang disebabkan karena migrain, terkadang dapat diatasi dengan obat. Gangguan pembuluh darah otak, tumor, maupun multiple sclerosis dapat diupayakan penyembuhannya dengan cara menggunakan obat, radiasi, maupun pembedahan.

Saran Bagi Anda
Bila anda mengunjungi dokter dengan keluhan vertigo, ingatlah untuk menanyakan kira-kira apa penyebab vertigo anda, hal-hal apa yang dapat memicu munculnya vertigo maupun hal yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan vertigo. Selain itu, bila dokter meresepkan obat untuk anda, tanyakanlah mengenai kegunaan obat tersebut dan kemungkinan reaksi sampingnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan anda tidak lagi pusing tujuh keliling.


PERTOLONGAN PERTAMA SAAT MENGALAMI SAKIT KEPALA VERTIGO
Rabu, 26/10/2011 14:34 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Saat mengalami serangan vertigo, seseorang akan merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar alias pusing tujuh keliling. Sebelum mendapatkan pertolongan dokter, ada beberapa pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan di rumah. Vertigo atau kehilangan keseimbangan akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari walaupun tidak menimbulkan rasa sakit pada organ tubuh lainnya. Ketika kambuh, penderita vertigo akan mengalami kesulitan berdiri dan bergerak karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah. "Yang paling bahaya dari serangan vertigo adalah terjatuh. Kalau serangan datang tiba-tiba saat naik tangga kan orang bisa jatuh. Jadi kalau ada serangan sebaiknya langsung duduk, ambil posisi yang aman," jelas Prof. dr. Jenny Bashiruddin, Sp.THT (K), PhD, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit THT FKUI RSCM, dalam acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Beri Minuman Manis Hangat
Selain pusing tujuh keliling, lanjut Prof Jenny, orang yang mengalami serangan vertigo biasanya juga mengeluarkan keringat dingin. Untuk itu, memberinya minuman manis hangat juga bisa membantu. "Kalau keluar keringat dingin kasih saja teh hangat manis. Istirahat sejenak. Kalau akut (serangan parah yang tiba-tiba) boleh diberi obat penenang atau obat anti muntah," jelas Prof Jenny yang juga berpraktik di Klinik Terpadu Vertigo RS Asri. Tapi setelah mendapatkan pertolongan pertama, bukan berarti vertigo benar-benar sembuh. Gejala vertigo memang bisa hilang, namun bila dibiarkan tanpa dicari jelas penyebabnya maka vertigo bisa semakin parah. "Tetapi setelah itu (mendapatkan pertolongan pertama) masih ada PR. Harus dicari diagnosisnya dan penyebab pastinya," ungkap Prof Jenny.

Vertigo bisa disebabkan karena adanya gangguan saraf, penyakit dalam dan THT (telinga, hidung, tenggorokan). Beberapa faktor yang menyebabkan vertigo antara lain karena serangan migrain, radang pada leher, mabuk kendaraan, infeksi bakteri pada alat pendengaran dan kekurangan asupan oksigen ke otak. Kelainan pada telinga juga sering menjadi penyebab, termasuk pula kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba, gangguan di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak maupun di dalam otaknya sendiri.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 26, 2011 4:06 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:28 am

VERTIGO
Vertigo merupakan salah satu gangguan keseimbangan yang sering kita jumpai dan dapat mengenai segala usia. Seringkali penderita datang berobat walaupun tingkat gangguan keseimbangan masih dalam taraf ringan. Hal ini disebabkan oleh karena terganggunya aktivitas sehari hari dan rasa ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.
Banyak penderita datang dengan keluhan sempoyongan, rasa melayang bahkan pusing berputar, gejala inilah yang lebih dikenal dengan istilah vertigo.
Bentuk gangguan yang sering dijumpai adalah rasa tidak seimbang, kepala terasa ringan dan kadang kadang hampir pingsan.
Pada anak anak dan usia lanjut kondisi keseimbangannya lebih buruk dibandingkan dengan dewasa muda.

Beberapa penyakit dengan gejala vertigo:
1. VPPJ ( Vertigo Posisi Paroksismal Jinak )
Vertigo perifer paling sering adalah VPPJ, yang serangan vertigonya dicetuskan oleh perubahan posisi kepala.
Vertigo berlangsung beberapa detik dan kemudian mereda. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi dapat akibat pembedahan, trauma kepala atau peradangan saraf.
Prognosis VPPJ cukup baik, dapat menghilang secara spontan.

2. Penyakit Meniere
Penyakit Meniere disebabkan adanya gangguan sirkulasi cairan dalam organ keseimbangan ( endolimfa ), sehingga terjadi kelebihan cairan endolimfa yang disebut hydrops, yang mengakibatkan menggelembungnya labirin membran sehingga merusak sel sel sensorik didalamnya.
Gejala klinik Meniere yang khas yaitu gangguan pendengaran, gangguan keseimbangan dan telinga berdengung ( tinitus ).
Kadang kadang dijumpai rasa penuh di telinga dan rasa tertekan. Biasanya terjadi pada usia 30-60 tahun. Gejala yang khas biasanya serangan vertigo diselingi masa remisi.

3. Radang saraf keseimbangan ( Neuritis Vestibuler )
Neuritis Vestibuler disebut juga epidemik vertigo. Kelainan ini sering datang tiba tiba, sehingga perlu berobat ke unit gawat darurat.
Gangguan vestibuler yang timbul biasanya unilateral, tanpa disertai gangguan pendengaran. Vertigo disertai rasa mual sampai muntah secara mendadak, biasanya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Bila berbaring penderita bisa merasa lega namun tidak bebas sama sekali.

4. Kebocoran pada organ keseimbangan ( Fistula perilimfa )
Terjadinya kebocoran adalah akibat defek di tulang labirin atau di tingkap lonjong ( foramen ovale ) dan tingkap bundar ( foramen rotundum ) yang terletak di telinga bagian dalam, sehingga terjadi hubungan antara telinga bagian tengah dengan telinga bagian dalam. Kelainan ini menyebabkan gangguan fungsi pendengaran secara tiba tiba atau berfluktuasi dan pusing berputar. Kerusakan terjadi karena erosi atau fraktur akibat infeksi di telinga tengah yang dikenal dengan istilah congek, keganasan atau trauma langsung.

5. Radang pada organ keseimbangan ( Labirinitis )
Merupakan komplikasi dari infeksi telinga tengah menahun ( OMSK ) yang meluas ke alat keseimbangan melalui destruksi tulang.
Gejalanya adalah perasaan pusing berputar atau sempoyongan, disamping gejala OMSK nya, gangguan pendengaran, kadang kadang disertai kelumpuhan saraf muka.

6. Vertigo akibat obat ototoksik
Beberapa jenis obat dapat bersifat racun pada telinga dalam, seperti golongan aminoglikosida, misalnya streptomisin sulfat yang dapat menimbulkan keluhan gangguan keseimbangan, gemetar pada saat berjalan, atau pandangan kabur. Hentikan pemberian obat.

7. Tumor Akustik
Adalah tumor otak yang terletak didaerah saluran telinga dalam dan mengenai saraf nomor VIII. Gejala yang timbul adalah gangguan pendengaran pada satu sisi telinga, gangguan keseimbangan dan kelumpuhan saraf muka. Pada keadaan lanjut dapat terjadi peningkatan tekanan cairan otak.

8. Gejala sisa trauma kepala
Riwayat trauma kepala dapat menimbulkan gangguan keseimbangan yang berkepanjangan, yang biasanya disertai sakit kepala bagian depan dan rasa berat di kepala.

Secara umum penatalaksanaan gangguan keseimbangan berupa rehabilitasi yang harus dilakukan secara komprehensif, mengingat banyak faktor yang melatar belakangi gangguan keseimbangan, dengan perhatian khusus pada usia lanjut. Kebanyakan pasien dengan keluhan vertigo mengalami gangguan pada organ keseimbangan, maka rehabilitasi pada organ keseimbangan menjadi fokus utama.
Rehabilitasi dilakukan dalam bentuk latihan latihan dengan posisi posisi tertentu, yang dilakukan berulangkali.

Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:19 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:29 am

SI PENYEBAB KEPALA BERPUTAR
RACIKAN UTAMA - Edisi Januari 2007 (Vol.6 No.6) Farmacia
Sebagian besar kasus vertigo tidak diketahui kausanya sehingga terapi lebih banyak bersifat simtomatik dan rehabilitatif
Pusing (dizziness) adalah keluhan subjektif yang paling sering ditemui. Banyak sekali ditemukan penyakit yang memberi gejala pusing. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menelusuri dengan rinci, pusing seperti apa yang dimaksud oleh pasien. Vertigo, misalnya. Sesuai asal katanya dari bahasa Latin vertere yang berarti memutar, maka pusing pada vertigo lebih mengarah pada sensasi atau ilusi dari suatu gerakan berputar. Entah, orang itu merasa ruangan di sekitarnya berputar atau dirinya yang memutari ruangan tersebut. Tak jarang pula, vertigo disertai rasa mual, muntah, atau keringat dingin.
Penyakit ini tak kalah pamor dibandingkan penyakit neurologi lainnya. Hal itu dibuktikan dengan “keberhasilannya” menduduki peringkat ketiga sebagai keluhan terbanyak setelah nyeri kepala (migrain) dan low back pain. Menurut dr Abdulbar Hamid, SpS dalam presentasinya di The 3rd Updates in Neuroemergencies Maret 2006, vertigo menjadi momok pada 50% orang tua berusia sekitar 70 tahun di Amerika karena mereka takut terjatuh akibat serangan vertigonya.

Mengenal Sistem Keseimbangan
Asal terjadinya vertigo dikarenakan adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Bisa berupa trauma, infeksi, keganasan, metabolik, toksik, vaskular, atau autoimun. Sistem keseimbangan tubuh kita dibagi menjadi 2 yaitu sistem vestibular (pusat dan perifer) serta non vestibular (visual [retina, otot bola mata], dan somatokinetik [kulit, sendi, otot]). Sistem vestibular sentral terletak pada batang otak, serebelum dan serebrum. Sebaliknya, sistem vestibular perifer meliputi labirin dan saraf vestibular. Labirin tersusun dari 3 kanalis semisirkularis dan otolit (sakulus dan utrikulus) yang berperan sebagai reseptor sensori keseimbangan, serta koklea sebagai reseptor sensori pendengaran. Sementara itu, krista pada kanalis semisirkularis mengatur akselerasi angular, seperti gerakan berputar, sedangkan makula pada otolit mengatur akselerasi linear.
Segala input yang diterima oleh sistem vestibular akan diolah. Kemudian, diteruskan ke sistem visual dan somatokinetik untuk merespon informasi tersebut. Gejala yang timbul akibat gangguan pada komponen sistem keseimbangan tubuh itu berbeda-beda.

Berdasarkan awitan serangan, vertigo dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu paroksismal, kronik, dan akut. Serangan pada vertigo paroksismal terjadi mendadak, berlangsung beberapa menit atau hari, lalu menghilang sempurna. Suatu saat serangan itu dapat muncul lagi. Namun diantara serangan, pasien sama sekali tidak merasakan gejala. Lain halnya dengan vertigo kronis. Dikatakan kronis karena serangannya menetap lama dan intensitasnya konstan. Pada vertigo akut, serangannya mendadak, intensitasnya perlahan berkurang namun pasien tidak pernah mengalami periode bebas sempurna dari keluhan. Demikian papar Abdulbar.

Pemeriksaan Fisis dan Neurologis
Pemeriksaan fisis dasar dan neurologis sangat penting untuk membantu menegakkan diagnosis vertigo. Pemeriksaan fisis dasar yang terutama adalah menilai perbedaan besar tekanan darah pada perubahan posisi. Secara garis besar, pemeriksaan neurologis dilakukan untuk menilai fungsi vestibular, saraf kranial, dan motorik-sensorik.

Pemeriksaan selanjutnya adalah menilai pergerakan mata seperti adakah nistagmus spontan atau gaze-evoked nystagmus dan atau pergerakan abnormal bola mata. Penting untuk membedakan apakah nistagmus yang terjadi perifer atau sentral. Nistagmus sentral biasanya hanya vertikal atau horizontal saja dan dapat terlihat dengan fiksasi visual. Nistagmus perifer dapat berputar atau rotasional dan dapat terlihat dengan memindahkan fiksasi visual. Timbulnya nistagmus dan gejala lain setelah pergerakan kepala yang cepat, menandakan adanya input vestibular yang asimetris, biasanya sekunder akibat neuronitis vestibular yang tidak terkompensasi atau penyakit Meniere.
Uji fungsi motorik juga harus dilakukan antara lain dengan cara pasien menekuk lengannya di depan dada lalu pemeriksa menariknya dan tahan hingga hitungan ke sepuluh lalu pemeriksa melepasnya dengan tiba-tiba dan lihat apakah pasien dapat menahan lengannya atau tidak. Pasien dengan gangguan perifer dan sentral tidak dapat menghentikan lengannya dengan cepat. Tetapi uji ini kualitatif dan tergantung pada subjektifitas pemeriksa, kondisi muskuloskeletal pasien dan kerjasama pasien itu sendiri.

Utamakan Rehabilitatif
Tatalaksana vertigo terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu kausal, simtomatik dan rehabilitatif. Sebagian besar kasus vertigo tidak diketahui kausanya sehingga terapi lebih banyak bersifat simtomatik dan rehabilitatif. Terapi simtomatik bertujuan meminimalkan 2 gejala utama yaitu rasa berputar dan gejala otonom. Untuk mencapai tujuan itu digunakanlah vestibular suppresant dan antiemetik. Beberapa obat yang tergolong vestibular suppresant adalah antikolinergik, antihistamin, benzodiazepin, calcium channel blocker, fenotiazin, dan histaminik.

Terapi rehabilitasi bertujuan untuk membangkitkan dan meningkatkan kompensasi sentral dan habituasi pada pasien dengan gangguan vestibular. Mekanisme kerja terapi ini adalah substitusi sentral oleh sistem visual dan somatosensorik untuk fungsi vestibular yang terganggu, mengaktifkan kendali tonus inti vestibular oleh serebelum, sistem visual dan somatosensorik, serta menimbulkan habituasi, yaitu berkurangnya respon terhadap stimulasi sensorik yang diberikan berulang-ulang.

BPPV
Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) merupakan jenis vertigo vestibular perifer yang paling sering ditemui, kira-kira 107 kasus per 100.000 penduduk, dan lebih banyak pada perempuan serta usia tua (51-57 tahun). Jarang ditemukan pada orang berusia dibawah 35 tahun yang tidak memiliki riwayat cedera kepala. Dari namanya, jelas bahwa vertigo ini diakibatkan perubahan posisi kepala seperti saat berguling di tempat tidur, membungkuk, atau menengadah ke atas. Mekanisme pasti terjadinya BPPV masih samar. Tapi penyebabnya sudah diketahui pasti yaitu debris yang terdapat pada kanalis semisirkularis biasanya pada kanalis posterior. Debris berupa kristal kalsium karbonat itu dalam keadaan normal tidak ada. Diduga debris itu menyebabkan perubahan tekanan endolimfe dan defleksi kupula sehingga timbul gejala vertigo.

Salah satu cara yang sangat mudah dikerjakan untuk mendiagnosis BPPV adalah uji Dix-Hallpike, yaitu dengan menggerakkan kepala pasien dengan cepat ke kanan, kiri dan kembali ke tengah. Uji itu dapat membedakan lesi perifer atau sentral. Pada lesi perifer, dalam hal ini positif BPPV, didapatkan vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik, menghilang dalam waktu kurang dari 1 menit, berkurang dan menghilang bila uji diulang beberapa kali (fatigue). Berbeda dengan lesi sentral, periode laten tidak ditemukan, vertigo dan nistagmus berlangsung lebih dari 1 menit, dan bila diulang gejala tetap ada (non fatigue). Obat tidak diberikan secara rutin pada BPPV. Malah cenderung dihindari karena penggunaan obat vestibular suppresant yang berkepanjangan hingga lebih dari 2 minggu dapat mengganggu mekanisme adaptasi susunan saraf pusat terhadap abnormalitas vestibular perifer yang sudah terjadi. Selain itu, efek samping yang timbul berupa ngantuk, letargi, dan perburukan keseimbangan.

Tanpa obat bukan berarti tidak ada terapi untuk mengurangi gejala vertigo pada BPPV. Adalah manuver Epley yang disinyalir merupakan terapi yang aman dan efektif. Manuver ini bertujuan untuk mengembalikan debris dari kanalis semisirkularis posterior ke vestibular labirin. Angka keberhasilan manuver Epley dapat mencapai 100% bila dilatih secara berkesinambungan. Bahkan, uji Dix-Hallpike yang semula positif menjadi negatif. Angka rekurensi ditemukan 15% dalam 1 tahun. Meski dibilang aman, tetap saja ada keadaan tertentu yang menjadi kontraindikasi melaksanakan manuver ini yaitu stenosis karotid berat, unstable angina, dan gangguan leher seperti spondilosis servikal dengan mielopati atau reumatoid artritis berat.
Setelah melakukan manuver Epley, pasien disarankan untuk tetap tegak lurus selama 24 jam untuk mencegah kemungkinan debris kembali lagi ke kanal semisirkularis posterior. Bila pasien tidak ada perbaikan dengan manuver Epley dan medikamentosa, pembedahan dipertimbangkan.

Penyakit Meniere
Contoh lain dari vertigo vestibular tipe perifer adalah penyakit Meniere (Meniere disease) atau hidrops endolimfatik. Penyakit ini lebih “memilih” orang kulit putih. Di Inggris, prevalensinya sebesar 1 per 1000 penduduk. Laki-laki atau perempuan mempunyai risiko yang sama. Bisa terjadi pada anak-anak namun paling sering antara usia 20-50 tahun.Pada penyakit ini terjadi gangguan filtrasi endolimfatik dan ekskresi pada telinga dalam, menyebabkan peregangan pada kompartemen endolimfatik.Penyebabnya multifaktor. Dari kelainan anatomi, genetik (autosom dominan), virus, autoimun, vaskular, metabolik, hingga gangguan psikologis.Gejala penyakit Meniere lebih berat daripada BPPV. Selain vertigo, biasanya pasien juga mengalami keluhan di telinga berupa tinitus, tuli sensorineural terhadap frekuensi rendah, dan sensasi rasa penuh di telinga. Ada 3 tingkat derajat keparahan penyakit Meniere.

Derajat I, gejala awal berupa vertigo yang disertai mual dan muntah. Gangguan vagal seperti pucat dan berkeringat dapat terjadi. Sebelum gejala vertigo menyerang, pasien dapat merasakan sensasi di telinga yang berlangsung selama 20 menit hingga beberapa jam. Diantara serangan, pasien sama sekali normal.
Derajat II, gangguan pendengaran semakin menjadi-jadi dan berfluktuasi. Muncul gejala tuli sensorineural terhadap frekuensi rendah.
Derajat III, gangguan pendengaran tidak lagi berfluktuasi namun progresif memburuk. Kali ini mengenai kedua telinga sehingga pasien seolah mengalami tuli total. Vertigo mulai berkurang atau menghilang.

Obat-obatan seperti proklorperasin, sinnarizin, prometasin, dan diazepam berguna untuk menekan gejala. Akan tetapi, pemakaian proklorperasin jangka panjang tidak dianjurkan karena menimbulkan efek samping ekstrapiramidal dan terkadang efek sedasinya kurang dapat ditoleransi, khususnya kaum lansia. Intervensi lain berupa diet rendah garam (<1-2 gram per hari) dan diuretik seperti furosemid, amilorid, dan hidroklorotiazid. Namun, kurang efektif menghilangkan gejala tuli dan tinitus.

Terapi ablasi sel rambut vestibular dengan injeksi intratimpani gentamisin juga efektif. Keuntungan injeksi intratimpani daripada sistemik adalah mencegah efek toksik berupa toksisitas koklea, ataxia, dan oscillopsia.
Pada kasus jarang dimana penyakit sudah kebal dengan terapi obat, diet dan diuretik, pasien terpaksa harus memilih intervensi bedah, misalnya endolimfatik shunt atau kokleosakulotomi.

Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik, dapat terjadi remisi sempurna. Sebaliknya pada tipe sentral, prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya. Infark arteri basilar atau vertebral, misalnya, menandakan prognosis yang buruk. Semoga dengan kemajuan ilmu bedah saraf di masa yang akan datang, vertigo tak lagi menjadi momok.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:53 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:30 am

WASPADAI GEJALA VERTIGO
Selasa, 24 Agustus 2010 | 11:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Semua orang pasti pernah mengeluh pusing atau sakit kepala. Jika yang dirasakan sakit kepala biasa, mungkin tidak terlalu berisiko. Mungkin dengan mengonsumsi obat pereda nyeri kepala, keluhan sudah beres. Tapi, lain ceritanya kalau Anda mengalami pusing sampai terasa berputar-putar. Jika terjadi keluhan puyeng seperti ini, sebaiknya jangan Anda remehkan. Bisa jadi Anda terkena vertigo.

"Vertigo adalah gangguan keseimbangan disertai gejala pusing yang khas, berputar-putar," kata Erin Destrini, Dokter Umum dari Klinik Jakarta Medical Center (JMC).
Gejala lain yang menyertai pusing berputar ini adalah pandangan kabur, mual dan muntah, berkeringat dingin, denyut nadi cepat, berdebar-debar, serta telinga terasa penuh dan berdenging.

Erin menjelaskan, penderita vertigo umumnya tidak bisa berdiri tegak ketika terserang vertigo. Untuk meredakan pusing, penderita biasanya berbaring dan menutup mata. "Terkadang tutup matapun, mereka tetap merasa berputar-putar," katanya.

Frekuensi vertigo yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengalami vertigo beberapa saat saja. Ada pula yang merasakan selama berjam-jam. Bahkan, ada pula vertigo yang berlangsung sampai seminggu. Serangan vertigo ringan umumnya bisa dihilangkan dengan beristirahat sejenak. Vertigo menjadi berbahaya jika gejalanya parah. Karena menghilangkan keseimbangan, vertigo berat dapat melumpuhkan penderitanya sehingga terjatuh.

"Bagi penderita lanjut usia (lansia) vertigo bisa menyebabkan komplikasi serius pada tubuh," kata Suhanto Kasmali, Dokter Umum di Rumah Sakit Mediros, Jakarta Timur. Selain itu, secara psikologis, vertigo juga membuat penderitanya mengalami depresi. Untuk menghilangkan vertigo, penderita biasanya mengonsumsi obat anti vertigo yang dijual bebas di pasaran. Namun, para ahli medis sebenarnya tidak merekomendasikan cara ini. Soalnya, obat tersebut hanya menghilangkan gejala, bukan membasmi penyebab vertigo.

Mencari Tahu Penyebabnya
Untuk mencari tahu penyebab vertigo, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Vertigo bisa menunjukkan adanya penyakit serius pada tubuh sehingga terjadi gangguan keseimbangan. "Jadi gejala vertigo ini tidak boleh dianggap enteng," ujar Suhanto. Vertigo hanya bisa disembuhkan dengan mencari tahu dari mana asal vertigo tersebut. Ada dua jenis penyebab vertigo, yaitu sentral dan periferi. Vertigo sentral mengacu pada otak. Sedangkan periferi terjadi di luar otak, seperti pada telinga dan mata.

Dengan kata lain, tubuh memiliki organ keseimbangan yaitu di telinga bagian dalam. Organ ini nantinya berhubungan dengan otak. Pada umumnya, penderita vertigo mengalami gangguan di bagian otak atau di bagian telinga tersebut. Untuk mengetahui dengan pasti, penderita harus mengunjungi dokter spesialis neurologi. Penderita juga akan diperiksa dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mendapat gambaran pembuluh darah. Gangguan di otak yang menyebabkan vertigo bisa terjadi karena luka di bagian batang otak. Selain itu, bisa juga dipicu tumor otak atau terjadi penyumbatan pembuluh dara otak yang mengganggu fungsi otak sebagai pengatur keseimbangan tubuh.

Jika tidak ada gangguan di otak, alat-alat keseimbangan dalam tubuh, seperti telinga dan mata akan diperiksa. "Sindrom meniere ini adalah salah satu gangguan pada telinga yang paling sering dikeluhkan pada penderita vertigo," kata Suhanto. Sindrom meniere adalah kondisi di mana terdapat cairan pada telinga bagian dalam, sehingga menyebabkan vertigo timbul. Gejala lainnya, rasa penuh di telinga dan berkurangnya pendengaran yang juga berfluktuasi serta telinga berdengung.

Selain telinga, yang kelelahan yang sangat pada mata juga bisa menimbulkan vertigo. Kelelahan mata bisa terjadi ketika mata dipaksa terus bekerja, kurang tidur, atau seharian menatap layar komputer. "Kebiasaan membaca sambil tiduran atau menonton sambil tiduran juga bisa mengundang vertigo," kata Erin. Soalnya, ketika tiduran, mata tidak bisa mengatur asupan cahaya dengan baik dan bekerja di luar kemampuan akomodasinya.

Vertigo juga bisa timbul karena keadaan lingkungan, seperti mabuk darat atau mabuk laut. Orang yang mengalami kurang tidur dalam waktu tertentu juga bisa terserang vertigo. Biasanya, vertigo ringan ini bisa hilang jika menghentikan kegiatan tersebut. Misalnya, dengan cara tidur yang cukup atau menghindari perjalanan darat mau pun laut. Menurut Erin, gejala vertigo ringan bisa diatas dengan mengonsumsi obat antivertigo. Namun, dalam waktu tertentu vertigo masih bisa datang kembali alias kambuh. Jadi sekali lagi, tandas Erin, obat itu hanya menghilangkan rasa sakit bukan menyembuhkan vertigo. (Sanny Cicilia Simbolon)


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:42 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:31 am

VERTIGO TANDA DARI PENYAKIT TERTENTU
Rabu, 25 Agustus 2010 | 07:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang menganggap terserang vertigo bisa menyebabkan kematian. Tetapi menurut ilmmu kedokteran sejauh ini, anggapan tersebut belum terbukti. "Setahu saya, tidak ada orang meninggal gara-gara vertigo," kata Erin Destrini, Dokter Umum dari Klinik Jakarta Medical Center (JMC). Dia menjelaskan, dari sisi ilmu kedokteran, vertigo sebenarnya hanya gejala dari suatu penyakit tertentu. Misalnya vertigo bisa menjadi penanda adanya gangguan pada otak. Misalnya, luka di batang otak, tumor atau kanker otak. Selain itu, vertigo juga menjadi tanda-tanda gejala penyumbatan darah ke otak. Penyumbatan pembuluh darah pada otak ini menyebabkan otak kekurangan oksigen. Gangguan sirkulasi darah pada pembuluh juga bisa ditandai dengan vertigo. Gangguan sirkulasi ini bisa dipicu oleh banyak faktor, antara lain timbulnya plak di dinding pembuluh darah, meningkatnya kekentalan darah, atau mengerasnya dinding pembuluh darah. "Gangguan sirkulasi darah ini disebabkan beberapa penyakit, seperti gula darah atau diabetes melitus, darah tinggi atau hipertensi, dan kolesterol tinggi," kata Suhanto Kasmali, Dokter Umum Rumah Sakit Mediros, Jakarta Timur.

Gangguan sirkulasi darah ini juga bisa disebabkan ooleh pola hidup yang tidak sehat. Seperti mengkonsumsi rokok dan minuman yang mengandung alkohol. Penyebab lainnya, tidak pernah berolahraga, dan sering mengonsumsi makanan berlemak, seperti gorengan, atau makanan cepat saji alias junkfood. Ketika sirkulasi darah tidak lancar, maka asupan oksigen pada organ pun tidak sempurna. Inilah yang menyebabkan komplikasi berbahaya. Pasalnya, seluruh organ tubuh membutuhkan oksigen. Seretnya sirkulasi darah ini menjadi fatal bila yang mengalami gangguan adalah pembuluh darah yang menuju organ vital seperti jantung, otak, ginjal. Gangguan sirkulasi ke otak dapat menyebabkan stroke, gangguan pada pembuluh darah menuju ginjal menyebabkan gagal ginjal, dan gangguan pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan gagal jantung. Nah, hal inilah yang bisa mengakibatkan kematian, jadi bukan vertigonya.

Gangguan pada telinga juga bisa menjadi sesuatu yang menganggu. Misalnya, gangguan pada telinga ini terjadi karena ada infeksi bakteri pada organ di telinga dalam alias labyrinthitis. Infeksi ini bisa membuat orang tersebut vertigo yang disertai dengan muntah dan suhu badan yang tinggi. Kondisi ini perlu penanganan serius. Karena, jika tidak ditangani dengan baik, infeksi bisa berpengaruh ke organ-organ lain dan bisa mengakibatkan komplikasi. Vertigo bisa pula merupakan penanda adanya tumor pada saraf pendengaran atau pada saraf keseimbangan, yang terletak di antara telinga dan otak. Jika ini terjadi, perlu penanganan seperti operasi. Membiarkan adanya tumor tentunya bisa berakibat fatal bagi penderitanya. Dampak buruknya merupa kematian juga. Selain karena gangguan jasmani, serangan vertigo juga bisa disebabkan oleh terganggunya psikologis seseorang. "Jika Anda stres, tegang, kurang tidur, atau berdiri terlalu lama, bisa juga kena vertigo," tambah Erin. Oleh sebab itu, jika Anda vertigo, segera periksakan diri Anda kepada dokter agar penyakit tidak berkembang. (Sanny Cicilia Simbolon)


VERTIGO, BISA JADI GEJALA AWAL STROKE
Bramirus Mikail | Asep Candra | Kamis, 27 Oktober 2011 | 09:29 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Vertigo rupanya dapat menjadi tanda atau gejala dari suatu penyakit tertentu seperti stroke dan tumor. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, sekitar 10 persen pasien stroke mengaku mengalami gejala awal pusing berputar (vertigo). Demikian disampaikan spesialis saraf dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) M. Kurniawan saat acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011). "Vertigo penyebabnya macam-macam, salah satunya gangguan di sentral (otak kecil). Kalau gangguan di otak, paling banyak karena penyumbatan pembuluh darah di otak, yang disebabkan stroke," katanya. Menurut Kurniawan, keluhan vertigo akibat gangguan pada bagian sentral (stroke dan tumor) kasusnya tidak banyak dan hanya 20 persen saja. Pasalnya, sebagian besar keluhan vertigo lebih dibanyak dipicu karena adanya gangguan pada perifer (vertigo posisi). "Vertigo itu gejala. Jadi kalau kita ingin menegakkan diagnosis kita harus lihat dua hal. Pertama gejala yang dirasakan pasien (keluhan). Kedua, tanda-tandanya lewat pemeriksaan fisik atau laboratorium," ucapnya.

Kurniawan memaparkan, ada 3 (tiga) cara skrining stroke yang paling mudah, yakni dengan melihat keluhan paling umum. Pertama pasien, kita minta untuk senyum. Kalau bibirnya mencong, kita curiga dia stroke. Kedua, dengan mengangkat tangan. Kalau tangan yang sebelah lebih tinggi dari yang satunya berarti dia stroke separuh badan. Ketiga, dengan melihat gangguan bicara. Jika di ajak bicara tidak nyambung, atau diajak ngomong nyambung tapi bicaranya cadel (padahal sebelumnya tidak cadel). "Di luar 3 gejala itu, bisa jadi gejala awalnya justru vertigo. Meski sebagian besar gangguannya lumpuh sebelah badan, mulut mencong dan bicara cadel, Tetapi bisa saja stroke datang dengan gejala vertigo, " jelasnya. Menurut Kurniawan, risiko seseorang mengalami gejala vertigo biasanya akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan, angka kejadian vertigo diatas usia 40 tahun mencapai 40 persen. Sementara pada anak-anak dan remaja, vertigo lebih disebabkan karena traumatik (benturan) baik itu ringan atau berat.


Last edited by gitahafas on Fri Oct 28, 2011 9:42 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:32 am

VERTIGO POSTURAL ( VERTIGO POSISIONAL )
Vertigo Postural (Vertigo Posisional) adalah vertigo (perasaan berputar) berat yang berlangsung kurang dari 30 detik dan terjadi pada posisi kepala tertentu.

PENYEBAB
# Vertigo postural bisa disebabkan oleh keadaan-keadaan yang menyebabkan kerusakan pada kanalis semisirkularis (bagian dari telinga dalam yang mengatur keseimbangan), seperti: Cedera pada telinga tengah
# Otitis media
# Pembedahan telinga
# Penyumbatan arteri yang menuju ke telinga dalam.

GEJALA
Vertigo terjadi ketika penderita berbaring miring atau ketika kepalanya menengadah ke atas.
Juga terjadi pergerakan bola mata diluar kesadaran (nistagmus).
Biasanya penyakit ini akan menghilang dalam beberapa minggu atau beberapa bulan tetapi bisa kambuh kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Dokter biasanya akan meminta penderita untuk berbaring miring. Setelah beberaa detik biasanya akan terjadi vertigo (yang berlangsung selama 15-20 detik) dan nistagmus.

PENGOBATAN
Penderita sebaiknya menghindari posisi tubuh yang menyebabkan terjadinya vertigo.
Jika keadaan ini menetap selama 1 tahun maka untuk meringankan gejala biasanya dilakukan pembedahan untuk memotong salah satu saraf yang menuju ke kanalis semisirkularis.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:53 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:32 am

CARA HINDARI SERANGAN VERTIGO
Rabu, 25 Agustus 2010 | 08:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Terserang vertigo bisa menjadi masalah berat bagi siapa saja. Pasalnya, selain mengganggu secara fisik seperti kehilangan keseimbangan, vertigo juga kerap mengganggu psikologis. Seseorang yang terkena vertigo biasanya kerap cemas. Maklum penyakit ini datang tanpa ketuk pintu dulu alias tiba-tiba tanpa pemisi. Meskipun hanya terserang vertigo ringan, penderita sering harus berhenti beraktivitas dan menunggu sampai serangan tersebut berlalu.
Contoh vertigo ringan ini, pergerakan kepala yang mendadak, seperti ketika bangun tidur. Vertigo ringan ini bisa terjadi dalam hitungan detik saja lalu hilang.

Supaya tidak terganggu dengan kedatangan vertigo, penderita bisa menghindari dengan beberapa cara tertentu. Misalnya, cobalah tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi. Lalu ketika bangun dari tempat tidur, janganlah membuat gerakan yang mengejutkan. Ada baiknya, bangun tidur secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum berdiri. Anda juga harus hati-hati saat menggerakkan leher dalam posisi mendongak. Jadi, jika mengambil suatu barang atau benda dari ketinggian, hindarilah posisi mendongakkan kepala.

Selain menjaga gerak, pola hidup sehat tentu jadi syarat utama biar terhindar dari vertigo. Jika vertigo merupakan gejala penyakit serius, maka menghindari biang penyebab penyakit itu menjadi kunci biar tidak terkena vertigo. Makan berlebihan juga dituding menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit. Dengan makan berlebihan, maka makanan yang ada hanya tertimbun dalam tubuh sehingga tidak keluar melalui energi.

"Hindari makan karbohidrat terlalu banyak," saran Suhanto Kasmali, Dokter Umum dari Rumah Sakit Mediros, Jakarta Timur. Penimbunan energi ini yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi atau tingginya gula darah. Selain menjaga asupan karbohidrat, pola hidup sehat dengan mengurangi makanan dan minuman mengandung alkohol, kafein, dan juga makanan berminyak wajib hukumnya karena bisa menjaga tubuh tetap sehat.

Alergi juga bisa menjadi salah satu pemicu vertigo. Alergi dapat menyebabkan terkumpulnya cairan dalam telinga dalam dan gejalanya mirip dengan sindrom meniere alias kerusakan telinga bagian dalam yang berakibat pada pendengaran dan keseimbangan. Maka, menghindari makanan yang dapat merangsang alergi menjadi salah satu cara terhindar dari serangan vertigo. Jadi sebaiknya Anda tidak berlebihan mengonsumsi makanan yang merangsang alergi seperti seafood, bila tak ingin vertigo menyerang. (Sanny Cicilia Simbolon)


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:52 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:33 am

KLINIK VERTIGO UNTUK PENANGANAN LEBIH TERPADU
Rabu, 26/10/2011 16:37 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Vertigo merupakan gejala dari berbagai gangguan saraf, penyakit dalam dan THT (Telinga Hidung Tenggorokan). Untuk menemukan penyebab pasti terkadang pasien harus 'dilempar' dari satu dokter spesialis ke spesialis lain. Rumah Sakit Asri Jakarta pun memandang perlu membuka klinik khusus vertigo. Vertigo atau kehilangan keseimbangan karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah. Vertigo akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari ketika kambuh. Vertigo bukanlah suatu penyakit melainkan gejala yang bisa disebabkan karena adanya gangguan saraf, penyakit dalam dan THT.

"Pasien vertigo itu sudah pusing, jangan makin dibikin pusing karena dioper-oper dari satu dokter ke dokter lain. Dengan adanya Klinik Terpadu Vertigo pasien akan bisa didiagnosa melalui THT, saraf dan penyakit dalam," jelas dr Entjep Hadjar, Sp.THT, staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit THT FKUI, dalam acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011). Menurut dr Entjep, vertigo paling banyak disebabkan oleh penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangan. Vertigo debris terjadi karena gangguan debris pada ruang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Dulu, solusi untuk mengatasinya adalah dengan operasi pengeluaran batu endapan tersebut. Namun ternyata banyak terjadi komplikasi lantaran ruang setengah lingkaran (utrikulus) berada dalam tulang yang paling keras di dalam tubuh manusia.

Namun pengobatan vertigo debris saat ini sangat praktis, aman, dapat hilang dalam beberapa menit dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi yang berfungsi untuk mengurangi rasa pusing dan memudahkan reposisi kanan pada pasien. Terapi dianjurkan 2 kali seminggu walau pada kenyataannya banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi. Salah satu rumah sakit yang menyediakan terapi pengobatan vertigo adalah RS Asri, Jakarta. Dalam Klinik Terpadu Vertigo RS Asri pasien dapat berkonsultasi tentang berbagai hal menyangkut vertigo. Dokter akan mendiagnosa dan mengatasi vertigo melalui THT, saraf dan penyakit dalam, serta akan menentukan pemeriksaan yang tepat dan penalaksanaan yang seksama.

Di Klinik Terpadu Vertigo RS Asri, diagnosis penyebab vertigo dilaksanakan dengan:
- Anamnesis
- Posturografi
- Tes posisi
- Hall Pike Manouver
- Tes kalori
- Tes pendengaran
- Pemeriksaan laboratorium.

GANGGUAN KECIL TAPI MENJENGKELKAN
Selasa, 1 September 2009 | 17:41 WIB
KOMPAS.com - Banyak gangguan aneh yang kerap terjadi pada tubuh kita, misalnya vertigo atau sakit kepala mendadak setelah menyantap es krim. Dan masih banyak lagi. Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada tubuh?

Sakit Kepala karena Es Krim
Seringkali sakit kepala mendadak timbul saat kita sedang menikmati es krim. Hal ini terjadi ketika sesuatu yang dingin menyentuh saraf di langit-langit mulut yang akan merangsang pembuluh darah di kepala bagian depan mengerut sehingga menimbulkan rasa sakit. Untuk mengatasinya, tekan lidah ke bagian langit-langit mulut agar saraf di bagian ini kembali hangat.

Vertigo
Kalau serangan vertigo datang, ruangan serasa berputar disertai rasa mual. Penyebabnya bisa karena peradangan yang terjadi di telinga bagian dalam atau turunnya aliran darah ke bagian otak. Vertigo bisa datang mendadak, terjadi selama beberapa menit, tapi bisa juga sejam. Untuk mengobatinya, harus diketahui dulu apa penyebab vertigo.

Cegukan
Cegukan merupakan kontraksi diafragma (otot pernapasan yang berada di bawah paru-paru) yang tidak terkontrol. Makan terlalu cepat, alkohol berlebihan atau menelan udara bisa menyebabkan cegukan. Biasanya cegukan akan hilang dengan sendirinya, tetapi Anda bisa mempercepat hilangnya cegukan dengan cara minum air secara cepat atau menahan napas.

Pengeng
Setelah berkendara jauh, naik pesawat, atau berada di dataran tinggi, seringkali kuping menjadi pengeng. Menguap bisa menghilangkan gangguan ini. Dengan menguap kita menyeimbangkan tekanan antara bagian dalam dan luar gendang telinga dengan perubahan ketinggian. Hal ini terjadi karena tabung yang menghubungkan telinga bagian tengah dan bagian belakang kerongkongan terbuka sehingga udara bisa masuk. Selain menguap, pengeng juga bisa dihilangkan dengan cara mengunyah permen.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 26, 2011 5:17 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:34 am

MENCEGAH MABUK LAUT
Sabtu, 24/07/2010 12:38 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Saat-saat tertentu kadang orang harus menggunakan kapal laut atau perahu. Kondisi ini tidak akan semudah yang dibayangkan jika memiliki mabuk laut. Bagaimana cara mencegahnya? Ada dua gejala dari mabuk laut yaitu merasa pusing dan mual. Sejumlah faktor bisa berkontribusi terhadap kondisi ini. Mabuk laut terjadi karena adanya konflik antar indera di tubuh manusia.

Sebuah saluran berisi cairan di telinga bagian yang bertugas mengontrol rasa keseimbangan akan memberitahu otak bahwa tubuh sedang bergerak.
Sementara indera penglihatan mata yang melihat seisi kabin memberitahu otak bahwa tidak ada pergerakan. Konflik antara kedua indera tersebut menyebabkan tubuh menjadi tidak seimbang dan mempengaruhi sistem pencernaan.

Beberapa orang bisa menoleransi ketidakseimbangan tersebut, tapi bagi orang lain hal ini mungkin bisa sangat menyiksa. Karenanya cara pencegahan untuk setiap orang bisa saja berbeda satu dengan yang lainnya. Dikutip dari eHow, Sabtu (24/7/2010) ada beberapa langkah yang dilakukan seseorang agar terhindar dari mabuk laut, yaitu:

1. Cobalah untuk mengonsumsi jahe 12-24 jam sebelum melakukan perjalanan, jahe yang dikonsumsi bisa dimasukkan ke dalam minuman atau makanan seperti roti. Selain itu mengemil jahe beberapa jam sebelum perjalanan juga bisa membantu.
2. Mengonsumsi air yang cukup sebelum perjalanan. Menjaga tubuh agar tetap hidrasi bisa membuat seseorang terhindar dari mabuk laut, selain itu hindari konsumsi alkohol dan kopi karena bisa menyebabkan dehidrasi.
3. Mengemil roti atau oatmeal satu jam sebelum berangkat bisa membantu, karena beberapa ahli mengungkapkan tidak membiarkan perut kosong atau terlalu kenyang akan mengurangi mabuk laut. Usahakan untuk bangun lebih awal sehingga bisa makan dengan santai dan memberikan waktu pada perut untuk mencerna dengan baik.
4. Usahakan untuk duduk di bangku barisan tengah, serta hindari bangku di belakang.
5. Cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam serta fokus pada horison dan bukan pada gelombang atau obyek yang bergerak.
6. Mengisap permen lemon yang keras saat perahu mulai bergerak dapat membantu menjaga agar perut tidak mual.
7. Usahakan untuk istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan, karena keletihan dan kelelahan bisa membuat seseorang lebih rentan terkena mabuk laut.
8. Hindari mengonsumsi makanan yang berminyak atau asam beberapa jam sebelum perjalanan, karena makanan yang asam akan lambat dicerna sehingga tertumpuk di perut. Sedangkan kombinasi antara makanan berminyak dan asam akan membahayakan sistem pencernaan.
9. Jika mulai merasakan mual, cobalah berdiri dan melihat keluar. Usahakan untuk tidak duduk atau menunduk, karena akan membuat kondisi semakin buruk.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:50 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:35 am

VERTIGO
Senin, 13/07/2009 10:17 WIB Detik health
Deskripsi
Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar. Biasanya disertai mual dan kehilangan keseimbangan. Vertigo berlangsung beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

Penyebab umum dari vertigo, keadaan lingkungan, obat-obatan, kelainan sirkulasi, kelainan di telinga, atau kelainan neurologis.

Gejala
Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

Pengobatan
Pengobatan vertigo sangat bergantung penyebabnya. Jika penyebabnya karena infeksi di telinga maka diobati dengan antibiotik. Namun jika akibat lubang di telinga dalam maka perlu pemeriksaan THT.


MENGENAL PENYEBAB VERTIGO
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 26 Oktober 2011 | 15:42 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Vertigo atau kehilangan keseimbangan akan sangat mengganggu aktivitas walaupun tidak menimbulkan rasa sakit pada organ tubuh lainnya. Ketika kambuh, penderita vertigo akan mengalami kesulitan berdiri dan bergerak karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah. Menurut peneliti masalah vertigo, dr. Entjep Hadjar, Sp. THT, penyebab vertigo dapat berasal dari gangguan syaraf, penyakit dalam atau masalah seputar THT (telinga, hidung dan tenggorokan). Beberapa faktor yang menyebabkan vertigo antara lain karena serangan migren, radang pada leher, mabuk kendaraan, infeksi bakteri pada alat pendengaran dan kekurangan asupan oksigen ke otak. Kelainan pada telinga juga sering menjadi penyebab. Termasuk pula kelainan pengelihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba, gangguan di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak, maupun di dalam otaknya sendiri. Penelitian yang dilakukan Entjep menunjukkan, sebagian besar pengidap vertigo mengalami gangguan pada ruang otak yang mengatur keseimbangan. Dari sebanyak 781 penderita vertigo yang pernah diteliti, 219 orang (28,3 persen) di antaranya mengalami penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangannya.

"Dari data penelitian saya lima tahun lalu menunjukkan, penyakit debris pada ruang otak yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh manusia atau yang disebut dengan vertigo debris menjadi penyebab utama vertigo," paparnya saat acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011). Vertigo debris terjadi karena terdapat gangguan debris pada ruang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Hal tersebut dikarenakan sensor keseimbangan memiliki berat jenis yang lebih besar dari cairan endolymph. Menurut Entjep, alat keseimbangan manusia bersifat dinamis sehingga sangat mudah terangsang oleh gerakan putaran kepala. Bila terdapat debris (batuan kecil) pada alat keseimbangan, maka cairan endolymph akan mengalami gaya dorong yang lebih besar dari yang seharusnya, dan merangsang alat keseimbangan. Kondisi ini biasa disebut dengan vertigo posisi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan BPPV (Benign Paroxysmal Position Vertigo) atau vertigo paroksimal jinak.

Entjep menuturkan, dahulu, solusi untuk mengatasi pasien vertigo BPPV dilakukan dengan operasi pengeluaran batu endapan. Namun, justru sering terjadi kegagalan karena batuan tersebut berada pada tulang temporal (terkeras) pada manusia. "Tapi sekarang telah ditemukan cara non bedah yang lebih praktis yakni dengan vibrator," katanya. Vibrator tersebut nantinya akan menghancurkan debris (batuan kecil), dengan menempelkannya pada kepala penderita. Selain menghancurkan debris, vibrator juga digunakan untuk melepaskan debris yang sudah terlanjur melekat. "Pengobatan vertigo debris ini sangat praktis, aman dan dapat hilang dalam beberapa menit, dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi, yang berfungsi mengurangi rasa pusing," katanya. Terapi dianjurkan dilakukan 2 (dua) kali seminggu, walau pada kenyataannya, banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi.


Last edited by gitahafas on Wed Oct 26, 2011 3:57 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 7:07 am

MENGAPA VERTIGO?
Jumat, 05 Juni 2009
Vertigo bukan penyakit melainkan gejala dari sederet penyakit. Sekurang-kurangnya ada sepuluh penyakit yang disertai gejala vertigo. Bisa enteng, mungkin juga berat. Ada yang menyembuh sendiri, ada pula yang perlu operasi. Vertigo adalah rasa berputar-putar. Melihat benda dan barang-barang di sekitar berjumpalitan, itu yang lazim dikeluhkan orang yang sedang vertigo. Ia merasa badan dan benda di sekelilingnya berputar.

Vertigo sering dirancukan dengan perasaan kepala kosong, rasa seperti mau pingsan akibat darah rendah , atau kurang darah. Namun, tidak ada rasa berputar-putar. Pada vertigo betulan orang juga mengalami gangguan berjalan lurus, selain mungkin mual dan pergerakan bolamata abnormal ke salah satu sisi. Pada penyakit Meniere, keluhan vertigo disertai gangguan pendengaran.

Organ Keseimbangan
Tubuh senantiasa terpelihara dalam posisi tegak seimbang berkat ada alat kontrol organ keseimbangan di dalam ruang telinga tengah. Organ keseimbangan bekerja sebagai sebuah sistem. Ada tiga gelung pipa (semicircular canal) berisi cairan yang ketiganya bermuara ke ruang vestibule. Di setiap ujung gelung pipa terdapat ujung-ujung saraf cupula yang berada dalam ruang ampula. Cupula ini bersifat peka rangsangan jika tersentuh oleh aliran cairan dalam gelung pipa yang mengalir hilir mudik, sesuai posisi dan gerakan kepala. Dalam posisi kepala tertentu kadang aliran dalam gelung menyentuh cupula, kadang pula tidak.

Ada tidaknya sentuhan aliran cairan dalam masing-masing gelung pipa terhadap masing-masing cupula yang akan memberi informasi ke otak lewat saraf keseimbangan (vestibular nerve). Informasi ini yang mengabarkan ke otak sedang dalam posisi apa tubuh berada dari saat ke saat. Lalu otak menata psosisi seimbang dengan memerintahkan kepala dan postur tubuh jika ternyata tidak berada dalam posisi tidak, atau kurang seimbang, sehingga tubuh senantiasa terpelihara dalam posisi tegak seimbang. Untuk itu, perlu koordinasi dengan mata juga.

Keluhan vertigo muncul jika kerja organ keseimbangan ini mengalami gangguan. Gangguan bisa terjadi di komponen mana saja. Bisa di organ keseimbangan, bisa juga di tingkat pusat atau otak. Karena itu untuk melacak penyebab vertigo-nya perlu dilakukan beberapa tes dan pemeriksaan di bagian mana organ keseimbangan mengalami gangguan. Untuk itu diperlukan tes, termasuk tes pendengaran, tes fungsi vestibule, foto tengkorak, pemeriksaan cairan otak, rekam otak EEG, scan kepala, dan pemeriksaan pembuluh darah leher serta kepala.

Penyakit telinga sendiri lebih dari sepuluh jenis. Gangguan telingan bisa menjadi sumber penyebab vertigo, termasuk infeksi radang, dan tumor di dalam ruang telinga tengah, tempat organ keseimbangan berada. Infeksi dan tumor juga bisa mengenai saraf dan inti saraf di dalam otak, selain jika terjadi kelainan bola mata , gangguan aliran darah leher, penyakit saraf, atau tumor otak.

Sifat Vertigo
Vertigo yang datang dadakan dan diselingi masa normal, umumnya bersifat ringan, biasanya disebabkan oleh gangguan organ keseimbangan. Vertigo jenis ini biasanya mereda setelah beberapa hari. Jika vertigo disertai gangguan pendengaran, tuli sesaat, mendengar bunyi mendesis, kemungkinan ada gangguan di saraf pendengaran juga, selain di organ keseimbangan. Jika ada infeksi di gelung pipa organ kesimbangan, gejala vertigo-nya biasanya berat. Jika keluhan vertigonya menetap untuk waktu lama, dan disertai gerakan bolamata abnormal, diikuti pula dengan gangguan melangkah, kemungkinan gangguannya terletak di otak. Vertigo pada peradangan vestibule di organ keseimbangan bisa menetap beberapa hari sampai beberapa minggu.

Orang yang mengidap darah rendah sering mengeluh pusing saban kali bangkit dari posisi berbaring (postural hypotension). Pada kasus ini bisa vertigo juga. Termasuk pada orang yang keracunan obat , seperti obat anti TBC, golongan streptomycine, alkohol, dan opium. Vertigo tergolong ringan jika penyebabnya bukan di otak melainkan di organ keseimbangan. Selain lebih lekas mereda, vertigonya bangkit hanya jika kepala berputar ke arah tertentu. Jika vertigonya disebabkan gangguan di otak, selain lama meredanya, bangkitan vertigo muncul pada setiap perubahan posisi kepala.

Vertigo yang bersumber di otak dapat muncul sehabis gegar otak. Kemungkinan saraf vestibule lumpuh sesisi atau kedua sisi. Vertigonya disertai mual dan muntah, yang berlangsung terus menerus dan disertai gerakan bola mata yang abnormal. Dengan obat-obatan keluhan vertigo umumnya sembuh dalam 1-3 bulan. Adakalanya setelah vertigo sehabis trauma kepala mereda, disusul vertigo yang bangkit jika kepala dalam posisi tertentu. Vertigo jenis ini hilang timbul, mungkin sepanjang hidup akibat ada kerusakan menetap pada saraf keseimbangan atau kerusakan di ruang vestibule.

Vertigo akibat keracunan obat bisa menggangu pendengaran. Umumnya setelah obat dihentikan, keluhan akan pulih dalam waktu 6 bulan sampai setahun. Selain vertigo dan tuli, mungkin juga disertai keluhan berisik di telinga (tinnitus). Sindroma keracunan obat umumnya muncul dengan keluhan mual, pusing dan sempoyongan.

Palsu atau Asli
Kasus vertigo yang paling sering, tergolong vertigo jenis ringan. Umumnya bangkit oleh perubahan posisi (Benign Paroxysmal Positional Vertigo). Keluhan biasanya bangkit sehabis dari posisi berbaring. Setiap kepala bergeser terasa pusing, mungkin disertai mual dan muntah, tanpa disertai gangguan pendengaran. Selain sebab trauma, jenis vertigo ini bagian dari proses menua juga.

Pada kasus ini ada sejenis kristal kapur (calcium carbonate) yang berada dalam cairan gelung pipa organ keseimbangan. Pada orang-orang tertentu, kristal ini tersangkut di ujung-ujung saraf cupula, sehingga secara berkala keluhan vertigo bangkit. Keluhan biasanya muncul jika kepala bergoyang. Keluhan juga terasakan jika duduk, dan enak jika berbaring miring.

Pada kasus vertigo betulan, pasien tidak berani menggerakkan kepala maupun membuka mata. Untuk itu perlu penyangga leher agar posisi kepala tetap tegak lurus . Sedang pada kasus vertigo palsu, vertigo akibat keluhan jiwa, misalnya, kepala dapat bebas bergerak tanpa disertai keluhan vertigo, namun mengaku vertigo.

Terapi vertigo tergantung penyebabnya. Jika tidak ada penyebab organik yang nyata, obat-obatan umumnya bisa menolong. Jika ada gangguan kelainan atau penyakit yang merupakan akar penyebab tentu harus disingkirkan, sebab obat saja tidak menyembuhkan. Pada kasus BPPV diperlukan bantuan dengan prosedur tertentu untuk memindahkan kristal kapur ke area yang tidak menimbulkan keluhan vertigo. Atau mungkin diperlukan tindakan pembedahan.

Vertigo juga bisa merupakan bagian dari tumor otak. Ada beberapa jenis tumor di dasar otak, selain tumor otak kecil, yang gejalanya disertai vertigo. Tumor pada saraf pendengaran umumnya diawali dengan tuli dadakan yang makin hari makin memburuk. Kemudian disusul keluhan vertigo. Kalau berjalan suka sempoyongan. Jika tumornya sudah menjalar muncul kelumpuhan wajah separuh, dan vertigonya kian memburuk. Pada jenis tumor otak lain disertai dengan gejala gangguan fungsi otak lain, sesuai peta fungsi otak yang diembannya.

Setiap keluhan vertigo harus dinilai. Jika gejalanya muncul dari proses yang progresif semakin hari vertigonya semakin berat dan disusul keluhan-keluhan lain. Vertigo yang ringan dan bukan gejala dari penyakit berat, biasanya tidak bertambah berat, dan muncul sesekali saja. Sebagian keluhan vertigo bahkan bisa menyembuh sendiri. (Agustus 2004)

Sumber :
http://www.solusisehat.net/berita.php?id=403
5 Juni 2009


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 8:49 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 7:11 am

VERTIGO APAKAH ITU?
Vertigo berasal dari Bahasa Latin, yaitu vertere yang artinya memutar. Nama ini diberikan kepada orang yang biasanya merasa dunia di sekitarnya berputar, sehingga hilang keseimbangan. Pada dasarnya vertigo bukanlah merupakan diagnosis penyakit, melainkan sesuatu gejala atau kumpulan gejala yang bisa disebabkan berbagai penyakit fisik ataupun psikis.

Batasan untuk vertigo adalah setiap gerakan atau rasa gerakan berputar dari tubuh penderita atau objek sekitar. Dengan kata lain, adanya halusinasi gerakan dalam bentuk rasa berputar atau lurus, yaitu tubuh seakan-akan ditarik atau didorong menjauhi sumbu vertikal. Hal ini disebabkan sistem keseimbangan tubuh dalam otak terganggu. Sistem keseimbangan tubuh ini diatur oleh sistem vertibuler tubuh, otak kecil, lapisan luar otak dan batang otak.

Gejala dari sakit ini dapat mandiri berupa pusing saja, tetapi juga bisa disertai gejala lain seperti kumpulan gejala atau sindroma. Sindroma ini terdiri dari kelainan sistem saraf otonom seperti pucat, peluh dingin mual muntah dan pusing. Bisa juga keluhan apabila berjalan sempoyongan, jalan seperti membelok, bila berdiri dan duduk tidak bisa tegak. Apabila mengenai mata, maka keluhannya seperti mata bergerak bolak-balik di luar kendali sehingga pandangan menjadi kabur.

Penyebab vertigo bermacam- macam. Menurut salah satu sumber, ada sekitar 80- 100 macam penyakit bisa menimbulkan gejala vertigo. Penyakit- penyakit tersebut di antaranya adalah dikarenakan adanya kelainan pada telinga, saraf, otak, kelainan endokrin, kejiwaan/psikis, kelainan mata dan bahkan suatu keracunan yang bisa menimbulkan gejala vertigo.

Jenis kelainan ini meliputi infeksi, tumor, benturan/trauma usai kecelakaan, kekurangan aliran darah ke otak, stres, dan lain sebagainya. Untuk mendiagnosis vertigo tidaklah terlalu sulit. Namun untuk menegakkan penyebab yang mendasarinya, diperlukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan tersebut mempunyai pola seperti, pemeriksaan penyakit lain yaitu, dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan spesifik dan pemeriksaan tambahan. Untuk masalah pengobatan pada prinsipnya terbagi dua, yaitu pengobatan gejala dan penyakit yang mendasarinya/etiologi. Pengobatan gejala/simptomatis adalah menggunakan obat- obatan dan latihan fisik (rehabilitatif).

Berbagai macam obat vertigo, lanjutnya, harus memperhatikan golongannya, dosis, khasiat dan efek sampingnya. Pengobatan rehabilitatif atau latihan dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mempercepat timbulnya kompensasi/adaptasi sistem keseimbangan sehingga gejalanya berkurang dan selanjutnya menghilang.

Salah satu contoh latihan ini adalah latihan pandangan mata dan keseimbangan (visual- vestibuler exercise), latihan ini meliputi saat berbaring, sudah bisa duduk, dan bisa berjalan. Untuk mengetahui pangkal penyebabnya, memerlukan pemeriksaan lebih teliti dan melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran.(dha/jpnn) (19 Desember 2008)

Sumber :
http://kepritoday.com/content/view/16247/38/
5 Juni 2009


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 8:56 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 7:12 am

CARA ASYIK MENGENALI VERTIGO
Anda terkena vertigo? Vertigo perifer atau vertigo sentral? Kenalilah jenis vertigo Anda, agar dokter mudah memilihkan terapi yang efektif untuk Anda.
Sebelum membahas cara asyik untuk mengenali dan membedakan vertigo perifer dan vertigo sentral, sebaiknya kita bahas tentang vertigo, vertigo perifer, dan vertigo sentral secara umum.

Vertigo
Vertigo disebut juga dizziness, giddiness, dan lightheadedness.

Vertigo adalah adanya sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya dengan gejala lain yang timbul, terutama dari jaringan otonomik yang disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh oleh berbagai keadaan atau penyakit.

Gejala-gejala vertigo antara lain:
1. Pusing
2. Kepala terasa ringan
3. Rasa terapung, terayun
4. Mual
5. Keringat dingin
6. Pucat
7. Muntah
8. Sempoyongan waktu berdiri atau berjalan
9. Nistagmus
Gejala-gejala di atas dapat diperhebat dengan berubahnya posisi kepala.

Vertigo Perifer
Vertigo perifer (peripheral vertigo) disebabkan oleh disfungsi struktur perifer hingga ke batang otak (brain stem). Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan vertigo perifer antara lain:
1. Benign paroxysmal positional vertigo
2. Drug-induced vertigo (vertigo yang disebabkan oleh obat)
3. Labyrinthitis
4. Ménière's disease
5. Vestibular neuritis

Penatalaksanaan
Untuk vertigo perifer, dokter akan memberikan antihistamin, antikolinergik, antiemetik, dan benzodiazepines.

Vertigo Sentral
Vertigo sentral (central vertigo) melibatkan proses penyakit yang memengaruhi batang otak (brain stem) atau cerebellum. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan vertigo sentral antara lain:
1. Acoustic schwannomas atau meningiomas
2. Cerebellar pontine angle tumors
3. Cerebellar infarction
4. Cerebellar hemorrhage
5. Vertebrobasilar insufficiency

Penatalaksanaan
Untuk vertigo sentral, dokter akan menyarankan Anda segera menemui dokter spesialis saraf (neurologist) dan juga ke dokter ahli bedah saraf (neurosurgeon) jika diperlukan

Inilah cara asyik mengenali dan membedakan vertigo perifer dan vertigo sentral:
1. Vertigo perifer beronset akut, sedangkan vertigo sentral beronset kronis atau perlahan (gradual). Dengan kata lain, durasi gejala pada vertigo perifer terjadi dalam hitungan menit, harian, mingguan, namun berulang (recurrent).

2. Penyebab umum vertigo perifer adalah infeksi (labyrinthitis), Ménière's, neuronitis, iskemia, trauma, toksin. Penyebab umum vertigo sentral adalah vaskuler,demyelinating, neoplasma.

3. Intensitas vertigo perifer sedang hingga berat, sedangkan vertigo sentral ringan hingga sedang.
4. Mual (nausea) dan muntah (vomiting) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral.
5. Vertigo perifer umumnya berhubungan dengan posisi (positionally related),sedangkan vertigo sentral jarang berhubungan dengan posisi.
6. Kehilangan pendengaran (hearing loss) hingga ketulian (deafness) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral.
7. Tinnitus (telinga berdenging) seringkali menyertai vertigo perifer. Pada vertigo sentral, biasanya tidak disertai tinnitus.
8. Pada vertigo perifer tidak ada defisit neurologis. Defisit neurologis (neurologic deficits) umumnya terjadi pada vertigo sentral.
9. Sifat nystagmus pada vertigo perifer adalah fatigable, berputar (rotary) atau horisontal, dan dihambat oleh fiksasi okuler, sedangkan sifat nystagmus pada vertigo sentral adalah nonfatigable, banyak arah (multidirectional), tidak dihambat oleh fiksasi okuler.

Tahukah Anda?
Pengertian nistagmus (nystagmus) adalah:
1. Pergerakan bola mata di luar kehendak (involuntary); ada atau tidak adanya nistagmus digunakan untuk mendiagnosis gangguan penglihatan dan persarafan (neurological and visual disorders).
2. Rapid movement of the eyes up and down or from side to side.

Beberapa obat yang dapat menyebabkan vertigo antara lain:
1. Aminoglycosides
2. Furosemide
3. NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs), terutama
indomethacin.
4. Agen sitotoksik, misalnya: cisplatin.
5. Antikejang (anticonvulsants), misalnya: phenytoin, carbamazepine,
dan ethosuccinate.

http://www.kabarindonesia.com/
5 Juni 2009


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 8:54 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Tue Jul 20, 2010 3:57 pm

TANGKIS SERANGAN VERTIGO
Anda merasa pusing. Anda merasa mual. Anda merasa kepala Anda berputar. Atau, apakah Anda merasa sekitar Anda berputar, sementara Anda tetap berdiri tegak? Anda tidak dapat memfokuskan pandangan. Bahkan, Anda sulit sulit untuk berdiri atau berjalan karena kehilangan keseimbangan.
Semua itu adalah pertanda Anda terkena serangan vertigo. Bila Anda merasa lingkungan sekitar Anda yang berputar, berarti Anda mengalami vertigo objektif. Bila Anda yang merasa sedang berputar sementara lingkungan Anda tetap diam, maka Anda terkena serangan vertigo subjektif.

Banyak faktor yang bisa membuat vertigo leluasa menyerang Anda.
* Mabuk darat atau mabuk laut.
* Konsumsi alkohol.
* Infeksi bakteri di telinga bagian dalam.
* Infeksi virus (misalnya flu) yang mengganggu labirin telinga.
* Radang sendi leher.
* Pusat keseimbangan otak kekurangan sirkulasi darah.

Bagaimana cara mencegah vertigo menyerang lagi?
* Biasakan untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. Ketika bangun tidur, bangkitlah secara perlahan-lahan. Baiknya Anda jangan langsung berdiri, melainkan gunakan beberapa menit untuk duduk dulu.
* Jangan mengangkat barang dengan posisi membungkuk.
* Gerakkan kepala secara hati-hati, terutama ketika sedang mendongak.
* Konsumsi HD Bee-Propolis dengan teratur untuk memperkuat kekebalan tubuh Anda terhadap infeksi bakteri atau virus yang mampu mengganggu organ pendengaran Anda.

Ingatlah untuk melakukan hal-hal berikut bila Anda merasakan serangan vertigo.
* Jangan panik. Pejamkan mata, tarik napas dalam-dalam, dan usahakan untuk berbaring. Tunggu beberapa menit untuk memastikan serangan vertigo itu berkurang atau tidak. Berbaringlah hingga serangan itu menghilang.
* Setelah serangan berkurang, coba buka mata Anda perlahan-lahan. Miringkan badan atau kepala Anda ke kiri dan ke kanan. Bila setelah itu masih ada serangan, segera kembali berbaring di posisi semula.
* Saat Anda merasa mual, minta bantuan orang sekitar Anda untuk memapah Anda ke toilet. Biasanya keluhan vertigo akan berkurang segera setelah penderitanya muntah.
* Bila obat antivertigo atau antimuntah tersedia di sekitar Anda, Anda dapat mengonsumsinya.
* Segera ke dokter bila serangan belum juga berkurang walau Anda sudah mengikuti anjuran-anjuran di atas.

Sumber :
http://www.hdindonesia.com/tips-sehat/tangkis-serangan-vertigo
5 Juni 2009



Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 8:51 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Tue Jul 20, 2010 4:11 pm

PERTAMA DIDUNIA, PENANGKAL VERTIGO DITANAM DI KEPALA
Minggu, 24/10/2010 13:07 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Washington, Gangguan keseimbangan yang dicirikan dengan vertigo atau kepala pusing seperti melayang kini tidak lagi butuh obat. Untuk pertama kalinya, ilmuwan Amerika berhasil menanamkan teknologi penangkal vertigo secara permanen di dalam kepala. Jumat lalu (22/10/2010), seorang pria asal Washington yang tidak disebutkan namanya menjalani operasi penanaman alat yang dinamakan vestibular prosthesis di kepalanya. Pria berusia 56 tahu itu adalah penderita Meniere's disease, sejenis gangguan keseimbangan pemicu vertigo. Alat berbentuk microchip yang tertanam di dalam kepala itu dikendalikan secara nirkabel dengan perangkat mini yang dipasang di belakang telinga. Bisa diaktifkan kapanpun saat serangan vertigo terjadi dan akan mempengaruhi pusat keseimbangan yang terletak di telinga.

"Alat ini sebenarnya hanya untuk mengalihkan gejala. Tidak untuk menyembuhkan, hanya mengurangi vertigo hingga penyakit sesungguhnya berhasil disembuhkan," ungkap Dr James Phillips, salah satu dokter dari University of Washington yang merancang alat tersebut dalam 4 tahun terakhir. Untuk benar-benar menyembuhkan, biasanya dokter akan melakukan operasi terhadap memberan telinga yang mengalami kerusakan. Langkah ini dapat mengatasi vertigo untuk selamanya, namun kadang-kadang mengorbankan fungsi pendengaran sehingga pasien menjadi agak tuli.

Dikutip dari ScienceDaily, Minggu (24/10/2010), Meniere's disease merupakan gangguan keseimbangan yang menyebabkan penderitanya mengalami pusing dan mual muntah. Kepala terasa melayang atau vertigo serta telinga berdenging atau tinnitus merupakan gejala khas dari penyakit ini. Di Amerika, Meniere's disease umumnya menyerang orang dewasa usia 30 hingga 50 tahun. Meski kebanyakan hanya menyerang telinga kiri atau kanan saja, 30 persen penderita mengalami gangguan ini di kedua telinga sekaligus.


Last edited by gitahafas on Sat Jan 01, 2011 11:02 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 8Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot
» Asuransi Kesehatan ( ASKES )

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-