Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun May 02, 2010 6:55 pm

BAROTRAUMA
Barotrauma adalah kerusakan di bagian dalam telinga yang disebabkan oleh tidak samanya tekanan udara di kedua gendang pendengar.
Gendang pendengar memisahkan saluran telinga dan telinga bagian dalam. Jika tekanan udara di saluran telinga dari udara luar dan tekanan udara di telinga bagian dalam timpang, gendang pendengar bisa cedera. Biasanya, eustachian tube, yang menyambung telinga bagian dalam dan bagian belakang hidung, membantu memepertahankan keseimbangan tekanan pada kedua gendang pendengar dengan membolehkan udara luar memasuki telinga bagian dalam. Kalau tekanan udara luar berubah tiba-tiba misalnya, selama pendakian atau turun kapal terbang atau penyelaman laut dalam udara harus bergerak lewat eustachian tube untuk menyamakan tekanan di telinga bagian dalam.

Tuba eustachian : menjaga tekanan udara tetap seimbang
Tuba eustachian menolong mengurusi tekanan udara setara di kedua pihak gendang telinga dengan membolehkan di luar udara memasuki telinga bagian dalam. Jika eustachian tube mampet, udara tidak bisa mencapai telinga bagian dalam, oleh sebab itu tekanan di sana berkurang. Kalau tekanan udara lebih rendah di telinga bagian dalam daripada di saluran telinga, gendang telinga menonjol ke dalam. Perbedaan tekanan bisa menyebabkan rasa sakit dan bisa menjadi memar atau memecahkan gendang telinga.

Jika eustachian tube sebagian atau betul-betul mampet karena luka, tumor, infeksi, pilek, atau alergi, udara tidak bisa bergerak ke dalam dan keluar telinga bagian dalam. Perbedaan tekanan dapat membuat gendang pendengar memar atau malah pecah dan berdarah. Jika perbedaan tekanan sangat luar biasa, jendela lonjong (pintu masuk ke dalam telinga bagian dalam dari telinga bagian tengah) mungkin pecah, membolehkan cairan dari telinga bagian dalam bocor ke dalam telinga bagian dalam. Kehilangan pendengaran atau kegamangan yang terjadi selama turun pada penyelaman di laut dalam kebocoran seperti itu sering terjadi. Gejala yang sama terjadi selama pendakian dimana gelembung udara sudah terbentuk di telinga bagian dalam.

Ketika perubahan mendadak pada tekanan menyebabkan rasa sakit yang sangat di telinga, seringkali tekanan di telinga bagian dalam bisa disamakan dan ketidaknyamanan dikurangi dengan beberapa manuver. Jika tekanan luar berkurang, sewaktu pesawat naik ke atas, orang sebaiknya mencoba bernafas dengan mulut terbuka, mengunyah permen karet, atau menelan. Tindakan yang mana pun mungkin membuka eustachian tube dan membolehkan udara dari telinga bagian dalam.

Jika tekanan luar meningkat, sewaktu pesawat turun atau melakukan penyelaman lebih dalam di air, orang sebaiknya menjepit hidungnya agar tutup, menahan mulut tetap tertutup, dan mencoba mengeluarkan udara dengan lembut lewat hidung. Hal Ini akan membuka paksa udara lewat eustachian tube yang mampet. Orang yang mempunyai infeksi atau alergi yang mempengaruhi hidung dan kerongkongan mungkin mengalami ketidaknyamanan kalau mereka naik pesawat atau menyelam. Tetapi, jika naik pesawat harus, dekongestan, seperti tetes hidung atau semprot hidung phenylephrine, mengurangi kongesti dan menolong terbukanya eustachian tube, menyamakan tekanan pada gendang pendengar. Menyelam sebaiknya dihindari sampai infeksi atau alergi terkendali.

Sumber: Medicastore
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sat May 08, 2010 7:39 pm

BAROTITIS MEDIA ( AEROTITIS, BAROTRAUMA )
Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma) adalah gangguan telinga yang terjadi akibat perubahan tekanan udara di telinga luar dan telinga tengah yang dipisahkan oleh gendang telinga.
Gendang telinga merupakan pemisah antara saluran telinga dan telinga tengah. Jika tekanan udara di dalam saluran telinga dan tekanan udara di dalam telinga tengah tidak sama, maka bisa terjadi kerusakan pada gendang telinga.
Dalam keadaan normal, tuba eustakius (yang merupakan penghubung antara telinga tengah dan hidung bagian belakang) membantu menjaga agar tekanan di kedua tempat tersebut tetap sama dengan cara membiarkan udara dari luar masuk ke telinga tengah atau sebaliknya.

PENYEBAB
Penyebab terjadinya barotrauma adalah penyumbatan pada tuba eustakius.
Jika tuba eustakius mengalami penyumbatan sebagian maupun penyumbatan total akibat adanya jaringan parut, infeksi atau alergi, maka udara tidak akan sampai ke telinga tengah dan terjadilah perbedaan tekanan.
# Faktor resiko terjadinya barotrauma adalah: Perubahan ketinggian : misalnya penerbangan, menyelam atau bepergian ke daerah pegunungan.
# Hidung tersumbat akibat alergi, pilek atau infeksi saluran nafas atas.

GEJALA
Penderita akan merasakan nyeri pada salah satu atau kedua telinganya, yang disertai dengan hilangnya pendengaran yang sifatnya ringan.
Penderita juga merasakan telinganya penuh dan pusing.
Jika keadaannya berat atau berlangsung lama maka ketulian bisa bertambah berat, penderita merasakan adanya tekanan di dalam telinganya dan mungkin akan terjadi perdarahan hidung.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Pada pemeriksaan telinga dengan otoskop akan tampak penggembungan ringan atau retraksi (tarikan ke dalam) pada gendang telinga.

PENGOBATAN
# Jika selama mengikuti penerbangan perubahan tekanan yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan rasa penuh atau nyeri di telinga, maka untuk menyamakan tekanan di telinga tengah dan mengurangi rasa nyeri bisa diatasi dengan: menguap
# mengunyah permen karet
# mengisap permen
# menelan.
Mengunyah atau menelan bisa membantu membuka tuba eustakius sehingga udara bisa keluar-masuk untuk menyamakan tekanan dengan udara luar.

Penderita infeksi atau alergi hidung dan tenggorokan bisa mengalami rasa nyeri ketika bepergian dengan pesawat terbang atau menyelam.
Untuk meringankan penyumbatan dan membantu membuka tuba eustakius bisa diberikan dekongestan, misalnya penilefrin dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot.

PENCEGAHAN
Gunakan dekongestan atau antihistamin sebelum mengalami perubahan ketinggian.
Selama menderita infeksi saluran nafas atas atau selama serangan alergi sebaiknya tidak mengikuti penerbangan, menyelam atau bepergian ke daerah dengan ketinggian yang berbeda.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:09 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Fri May 21, 2010 5:08 am

KAPAN KOTORAN TELINGA PERLU DIBERSIHKAN?
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Selasa, 18/05/2010 15:05 WIB
Jakarta, Kotoran telinga punya fungsi melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi sehingga tidak perlu terlalu sering dibersihkan. Tapi kotoran telinga juga kadang mengganggu pendengaran. Kapan sebaiknya kotoran telinga dibersihkan? Kulit pada saluran telinga luar memiliki kelenjar khusus yang menghasilkan kotoran telinga yang dikenal sebagai cerumen. Biasanya, sejumlah kecil kotoran telinga berakumulasi kemudian mengering dan keluar dari saluran telinga, membawa partikel debu yang tidak diinginkan atau pasir. Bentuk cerumen atau kotoran telinga berbeda antara orang satu dengan lainnya. Mungkin hampir berbentuk cair, padat dan tegas atau berupa kulit kering. Warnanya juga bervariasi tergantung pada komposisi. Sebagian besar saluran telinga dapat membersihkan sendiri, dengan cara lapisan kulit saluran telinga bermigrasi dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar. Kotoran telinga yang lama akan terus diangkut dari daerah yang lebih dalam dari saluran telinga menuju keluar, biasanya kering, serpihan dan jatuh.

Kapan seharusnya harus dibersihkan?
Dalam keadaan ideal, seseorang seharusnya tidak perlu membersihkan kotoran telinganya. Tapi kadang orang malah terlalu sering membersihkan telinganya hingga cairan pelumas telinganya pun kering.

Seperti dilansir dari MedicineNet, Selasa (18/5/2010), kotoran telinga yang berlebihan dapat terbentuk di dalam saluran telinga karena berbagai alasan, antara lain:
1. Penyempitan saluran telinga akibat infeksi atau penyakit kulit, tulang, atau jaringan ikat
2. Produksi cairan cerumen kurang (lebih umum pada orang tua karena penuaan dari kelenjar yang menghasilkan kotoran telinga
3. Cerumen berlebihan dalam menanggapi trauma atau penyumbatan di dalam saluran telinga

Bila kotoran telinga terakumulasi begitu banyak sehingga membentuk blok saluran telinga dan mengganggu pendengaran, maka saat itulah kotoran telinga perlu dibersihkan. Orang mungkin akan mencoba menggunakan cotton bud (pembersih telinga dengan kapas) atau tetes telinga bila kotoran telingan terlalu keras. Penggunaan cotton bud baik dilakukan bila keadaan kotoran telinga sedikit cair dan tidak keras. Karena apabila kotoran telinga keras, maka penggunaan cotton bud justru akan membuat kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga.

Dan untuk menggunakan tetes telinga, sangat penting untuk mengetahui bahwa telinga Anda tidak mengalami perforasi (bocor) gendang telinga sebelum menggunakan produk. Menggunakan tetes telinga dengan keadaan gendang telinga berlubang dapat menyebabkan infeksi pada telinga tengah. Dan juga jika disertai rasa sakit, nyeri atau ruam kulit lokal penggunaan obat tetes harus dihentikan. Pada saat seperti ini, dokter mungkin harus membersihkan kotoran telinga keluar (dikenal sebagai lavage), dengan vakum, atau bahkan membersihnya dengan instrumen khusus. (mer/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:56 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Mon May 24, 2010 7:16 pm

CARA MENGELUARKAN SERANGGA DARI TELINGA
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Senin, 24/05/2010 16:15 WIB
Jakarta, Serangga sering kali masuk ke telinga terutama pada anak-anak. Hal ini bisa menyumbat telinga, menyebabkan iritasi bahkan kehilangan pendengaran untuk sementara waktu. Jangan biarkan ini berlangsung lama dan segeralah keluarkan serangga tersebut. Bagian saluran telinga yang gelap, hangat dan terlindungi merupakan habitat yang ideal bagi serangga. Sayangnya, kotoran telinga yang melindungi saluran telinga sangat lengket, sehingga membuat serangga tidak bisa keluar.

Sebelum ke rumah sakit, bisa dilakukan pertolongan pertama untuk mengeluarkan serangga dari telinga. Seperti dilansir dari Ehow, Senin (24/5/2010), berikut pertolongan yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan serangga dari telinga menurut US National Library of Medicine:
1. Evaluasi keluhan anak
Serangga biasanya menimbulkan suara berderak-derak atau dengung, dan mungkin disertai rasa geli di dalam saluran telinga.

2. Jangan masukkan jari atau benda lain ke dalam telinga
Jari atau benda lain seperti pinset atau cotton bud ke dalam telinga, dapat mendorong serangga semakin masuk dan dapat membuat serangga itu menyengat, sehingga mencederai lapisan telinga atau gendang telinga.

3. Tetap tenang dan tidak panik
Anak-anak biasanya melihat respons yang ditunjukkan oleh orangtua. Untuk bisa mengeluarkan serangga dari telinga, orangtua hendaknya tetap tenang dan tidak panik, sehingga anak pun menjadi tenang. Sikap tenang juga harus dilakukan jika yang kemasukan serangga orang dewasa.

4. Letakkan kepala di atas wastafel atau bak mandi, dengan telinga yang bermasalah menghadap ke atas.

5. Isi telinga dengan baby oil (minyak bayi) atau minyak mineral, minyak zaitun dan minyak nabati
Tarik sedikit daun telinga untuk menghilangkan gelembung udara dan tunggu dua menit. Ini akan menenggelamkan serangga, sehingga lebih mudah untuk mengeluarkannya.

6. Tuangkan secangkir air bersih hangat ke telinga secara perlahan, yang memungkinkannya untuk meluap keluar.

7. Miringkan kepala untuk mengalirkan minyak dan air keluar

8. Perhatikan dengan seksama serangga yang keluar dari saluran telinga. Jika tidak utuh, ulangi langkah sebelumnya hingga semua fragmen serangga keluar.

9. Jika Anda masih tidak bisa mengeluarkan serangga tersebut, jangan dipaksakan, dan segeralah cari bantuan medis.


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:57 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Fri Jun 18, 2010 9:16 am

TIPS AMAN BERSIHKAN TELINGA
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

VIVAnews - Sumbatan kotoran telinga (serumen prop) yang banyak ditemukan pada anak-anak usia sekolah dasar seringkali diabaikan orangtua. Padahal sumabatan serumen ini dapat mengakibatkan gangguan pendengaran yang pada akhirnya bisa menganggu proses penyerapan pelajaran anak-anak di sekolah.
Berdasarkan hasil survei cepat yang dilakukan oleh Profesi Perhati dan Departemen Mata FKUI di beberapa sekolah di 6 kota di Indonesia, diketahui prevalensi serumen prop pada anak sekolah cukup tinggi yaitu antara 30-50%.

Namun, bagi Anda yang ingin membersihkan telinga sendiri tanpa bantuan tenaga medis, perlu hati-hati, terutama saat mebersihkan liang telinga. Karena sesungguhnya liang telinga tidak perlu dibersihkan sebab telah terdapat mekanisme “membersihkan sendiri” sehingga kotoran dapat keluar dengan sendirinya.
Berikut tips yang bisa memandu Anda, saat mebersihkan liang telinga agar aman dan tidak menyebabkan luka :
- Gunakan kapas lidi atau cotton bud. Jangan menggunakan benda runcing seperti peniti, pena, pensil, jepit rambut atau korek api untuk mebersihkan atau menggaruk telinga.
- Memasukkan ujung kapas lidi ke dalam liang telinga paling dalam satu sentimeter.
- Jangan mengorek kulit liang telinga terlalu kuat.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:06 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Fri Jun 18, 2010 10:01 am

TELINGA TAK PERLU TERLALU BERSIH
Vera Farah Bararah - detikHealth - Kamis, 27/08/2009 17:03 WIB
Jakarta, Semua orang pasti ingin terlihat bersih di setiap organ tubuhnya, termasuk telinga agar bisa mendengar percakapan orang dengan baik. Tapi, sebaiknya jangan terlalu sering membersihkan telinga, karena bisa berbahaya.

Telinga merupakan salah satu anggota panca indera manusia yang berfungsi untuk menangkap suara, memprosesnya dan mengirimkan sinyal suara tersebut ke otak. Telinga manusia sendiri terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu bagian luar, bagian tengah dan bagian dalam yang bekerja bersama-sama untuk memproses suara.
Tapi sebaiknya jangan terlalu sering membersihkan telinga, karena bisa menimbulkan infeksi ataupun iritasi di telinga bagian dalam yang menyebabkan gangguan dalam pendengaran seseorang.

"Tergantung dari kotorannya, kalau kotorannya padat sebaiknya dibersihkan dibagian luar saja, tapi bagian dalamnya jangan terlalu sering. Karena nanti kotorannya bisa masuk lebih dalam lagi," ujar DR. Dr. Jenny Bashiruddin, SpTHT (K), saat dihubungi detikHealth, Kamis (27/8/2009). Dr. Jenny juga menambahkan jika kotorannya lunak atau tidak terlalu padat, nantinya kotoran tersebut akan keluar dengan sendirinya dan menguap. Sehingga cukup dibersihkan bagian luar dari telinga saja. Masalah yang biasa terjadi pada telinga adalah terjadinya iritasi ataupun infeksi, akibat salah dalam membersihkan telinga. Jangan pernah membersihkan telinga dengan benda-benda yang tajam karena bisa melukai telinga.

"Sebaiknya membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud atau cairan H2O2, dan jangan lupa untuk selalu membersihkan telinga atau memeriksakan telinga setiap 3-4 bulan sekali ke dokter THT," ujar dokter yang berpraktik di RS THT Proklamasi ini. Selain dengan rajin membersihkan, hendaknya jagalah telinga dari suara-suara yang terlalu keras seperti mendengarkan musik dengan suara keras atau suara mesin yang sangat mengganggu. Serta jika mendengarkan musik melalui earphone jangan menggunakan volume yang tinggi. Jadi, rajin-rajinlah memeriksakan telinga ke dokter dan jangan menggunakan benda yang tajam untuk membersihkannya. Serta jika memiliki kotoran yang padat jangan terlalu sering membersihkannya dan cukup bersihkan bagian luar saja.


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:57 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Fri Jun 18, 2010 10:31 am

OTITIS MEDIA AKUT
Otitis Media Akut adalah infeksi telinga tengah oleh bakteri atau virus.
Otitis media akut bisa terjadi pada semua usia, tetapi paling sering ditemukan pada anak-anak terutama usia 3 bulan- 3 tahun.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah bakteri atau virus.
Biasanya penyakit ini merupakan komplikasi dari infeksi saluran pernafasan atas (common cold).
Virus atau bakteri dari tenggorokan bisa sampai ke telinga tengah melalui tuba eustakius atau kadang melalui aliran darah.
Otitis media akut juga bisa terjadi karena adanya penyumbatan pada sinus atau tuba eustakius akibat alergi atau pembengkakan amandel.

GEJALA
Biasanya gejala awal berupa sakit telinga yang berat dan menetap.
Bisa terjadi gangguan pendengaran yang bersifat sementara.
Anak-anak yang lebih muda bisa mengalami mual, muntah, diare dan demam sampai 40,5? Celsius.
Gendang telinga melami peradangan dan menonjol.
Jika gendang telinga robek, akan keluar cairan yang pada awalnya mengandung darah lalu berubah menjadi cairan jernih dan akhirnya berupa nanah.

KOMPLIKASI
# Komplikasi yang serius adalah: Infeksi pada tulang di sekitar telinga tengah (mastoiditis atau petrositis)
# Labirintitis (infeksi pada kanalis semisirkuler)
# Kelumpuhan pada wajah
# Tuli
# Peradangan pada selaput otak (meningitis)
# Abses otak.

Tanda-tanda terjadinya komplikasi:
- sakit kepala
- tuli yang terjadi secara mendadak
- vertigo (perasaan berputar)
- demam dan menggigil.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan telinga dengan otoskop.
Untuk menentukan organisme penyebabnya dilakukan pembiakan terhadap nanah atau cairan lainnya dari telinga.

PENGOBATAN
Infeksi diobati dengan antibiotika per-oral (melalui mulut).
Pilihan pertama adalah amoxicillin, tetapi untuk penderita dewasa bisa diberikan penisilin dosis tinggi.
Obat flu yang mengandung phenilephrine bisa membantu membuka tuba eustakius dan jika terdapat alergi bisa diberikan antihistamin.
Miringotomi dilakukan jika nyerinya menetap atau hebat, demam, muntah atau diare atau jika gendang telinga menonjol.
Pada prosedur ini dibuat sebuah lubang pada gendang telinga untuk mengeluarkan cairan dari telinga tengah. Pembuatan lubang ini tidak akan mengganggu fungsi pendengaran penderita dan nantinya akan menutup kembali dengan sendirinya.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:14 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Mon Jun 21, 2010 7:54 am

OTITIS MEDIA AKUT
Adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, yang terjadi secara akut dan biasanya terjadi karena faktor pertahanan tubuh terganggu.
Sumbatan pada tuba eustachius merupakan faktor penyebab utama yang menyebabkan pencegahan invasi kuman kedalam telinga tengah juga terganggu, sehingga kuman masuk kedalam telinga tengah dan terjadi peradangan. Pencetus lain adalah adanya infeksi saluran napas atas.

Gejala Otitis Media Akut tergantung dari stadium penyakit serta umur pasien. Biasanya terdapat rasa nyeri dan gangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga.
Pada anak biasanya disertai suhu badan yang tinggi dan anak menjerit jerit kesakitan.
Penobatan biasanya diberikan antibiotik dan antipiretik untuk mengurangi demam.

Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983



Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:14 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Thu Jun 24, 2010 8:03 am

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK ( OMSK )
Adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah yang terjadi secara kronik, biasanya karena infeksi kronis di telinga tengah dengan membran timpani yang berlubang, disertai keluarnya cairan yang terus menerus atau hilang timbul, cairan bisa encer atau kental atau berupa nanah yang biasa disebut sebagai CONGEK.

OMSK dibagi menjadi 2 jenis yaitu OMSK tipe benigna ( tipe aman ) dan OMSK tipe maligna ( tipe bahaya ).
Berdasarkan aktivitas cairan yang keluar dikenal juga OMSK aktif dan OMSK tenang. OMSK aktif ialah cairan yang keluar dari rongga telinga tengah secara aktif, sedangkan pada OMSK tenang, rongga telinga tengah terlihat basah atau kering tetapi tidak tampak cairan.
Biasanya lubang pada gendang telinga ( membran timpani ) terletak di tengah ( sentral ). OMSK tipe bahaya biasanya disertai zat yang disebut kolesteatom yang berbau busuk, lubang pada gendang telinga terletak di daerah tepi atau sub total. Dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya, dapat timbul abses atau fistel retroaurikuler, terdapat jaringan granulasi di liang telinga, cairan berbentuk nanah dan berbau khas. Pada rontgen mastoid terdapat bayangan kolesteatom.

Pengobatan, dapat diberikan obat cuci telinga H2O2 3% dan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid, dan juga diberikan obat minum berupa antibiotik. Bila cairan sudah kering maka dianjurkan untuk operasi timpanoplasti. Operasi bertujuan menghentikan proses infeksi secara permanen, memperbaiki lubang pada gendang telinga, mencegah terjadinya komplikasi atau gangguan pendengaran yang lebih berat serta meningkatkan pendengaran.
Sumber: Bunga Rampai Maalah Kesehatan Iluni FK 1983


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:53 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:23 am

KETULIAN PADA OMSK
UNIVERSITARIA - Edisi Desember 2007 (Vol.7 No.5) Farmacia
OMSK adalah penyebab ketulian utama yang bisa dicegah. Sulit sekali untuk sembuh hanya dengan terapi medikamentosa, sehingga penyembuhan total dengan memerlukan tindakan bedah mastodektomi dan timpanoplasti. Setiap orang berhak mendengar secara optimal. Tapi bagaimana kalau alat pendengaran terganggu? Komunikasi pasti terganggu mirip komedian "bolot" ketika di layar kaca. Gangguan pendengaran bisa mengurangi intensitas suara sampai ke kuping, bahkan tidak dapat mendengar sama sekali atau tuli. Suara dari sumbernya merambat me­lalui liang telinga, membran timpani, tu­lang pendengaran maleus-inkusstapes, ke telinga dalam. Lorong suara ini tidak bo­leh tersumbat, lentur, dan mempunyai da­ya amplifikasi energi."Gangguan dari sis­tem penghantaran itu akan menyebab­kan tuli mekanik," kata Prof. dr. Helmi, SpTHT-KL (K) pada upacara pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap dalam Ilmu THT pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Aula FKUI, 27 Oktober lalu.

Ketulian, lanjut Helmi, karena adanya sumbatan pada sistem penghantaran di telinga. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh serumen atau atresia liang telinga, kekakuan pada membran timpani dan tu­lang pendengaran misalnya penebalan atau kalsifikasi membran timpani atau te­risinya telinga tengah oleh cairan sehingga mengganggu membran timpani untuk bergetar. Kekakuan bisa pula terjadi pada rantai tulang pendengaran karena fiksasi sendi maleus-inkus-stapes, misalnya pa­da timpanosklerosis, atau kekakuan pada tapak stapes seperti pada otosklerosis dan timpanosklerosis. Di samping keka­ku­an dan sumbatan, ketulian juga terjadi akibat gangguan amplifikasi mekanik energi yang disebabkan akibat perforasi membran timpani dan putusnya rantai tulang pendengaran sehingga daya ungkit hilang.

Dari beberapa faktor risiko, penyakit yang paling sering menyebabkan ketulian konduktif permanen di Indonesia adalah otitis media supuratif kronis (OMSK). Menurut Prof. Helmi, OMSK adalah radang kronis telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat ke­luarnya sekret dari telinga (otorea) tersebut lebih dari dua bulan, baik terus me­ne­rus maupun hilang-timbul. Sekret bisa en­cer atau kental dan bening atau berupa nanah.

OMSK adalah penyebab ketulian uta­ma yang bisa dicegah. Penyakit ini masih beban global karena prevalensinya masih tinggi di sebagian besar negara-negara ber­kembang. Pengobatan total OMSK yaitu menghilangkan peradangan di ka­vum timpani dan rongga mastoid serta me­nutup perforasi membran timpani. Pa­da penyakit ini, karena proses peradang­an yang kronis, sudah terjadi perubahan patologik yang menetap sehingga sulit se­kali untuk sembuh hanya dengan terapi medikamentosa, sehingga penyembuhan to­tal dengan memerlukan tindakan bedah mastodektomi dan timpanoplasti.
Ketulian juga dapat disebabkan karena adanya gangguan sistem saraf pende­ngar­an. Gangguan sistem saraf pada koh­lea biasanya terjadi pada organ korti teru­tama pada sel rambutnya. Kerusakan sel rambut ini secara umum karena dege­ne­rasi, yaitu ketulian pada usia lanjut atau presbikusis. Rangsangan suara yang ke­ras juga dapat merusak sel rambut, se­lain adanya infeksi (labirinitis), trauma, ke­lainan genetik, gangguan vaskularisasi seperti tuli sensorineural mendadak. Ke­tulian juga dapat terjadi akibat adanya tu­mor neurinoma akustik yang menekan saraf pendengaran di kanalis akustikus internus.

Tuli akibat gangguan saraf sukar diobati, biasanya permanen. Pada kondisi tertentu ketulian ini dapat ditolong de­ngan alat bantu dengar. Tapi bila kondisi tidak memungkinkan ditolong dengan alat bantu dengar, maka pasien dibantu de­ngan implan kohlea atau implan batang otak.
Jenis lain dari ketulian adalah ketulian sentral. Gangguan pendengaran ini dahulu dianggap jarang terjadi, namun anggap ini meleset. Belakangan ini, kasus ketulian sentral sering ditemukan. Gejala­nya,pasien dapat mendengar nada murni tapi sulit mengerti rangkaian kata-kata da­lam percakapan. Jadi, untuk dapat me­ngerti percakapan, pasien didukung de­ngan data visual membaca bibir lawan bica­ra­nya. Sayangnya, ketulian sentral ma­sih sulit ditolong bahkan dengan alat bantu dengar atau implan kohlea dan batang otak.

Bedah rekonstruksi pende­ngaran
Pengenalan mikroskop operasi di bi­dang otologi telah mengubah cakrawala bedah di bidang THT secara dramatis. Di banding bidang kedokteran lain seperti bedah syaraf, vaskuler, ahli bedah telinga merupakan penguna pertama mikroskop ini untuk melihat struktur kecil di dalam telinga tengah selama pembeda­h­an. "Penggunaan mikroskop tak dapat dihindarkan pada operasi telinga tengah. Tan­pa pembesaran, operasi tidak dapat dila­kukan dengan baik dan aman, bahkan terancam terjadi kerusakan pendengaran permanen," jelas Hilmi.

Penggunaan mikroskop sejalan de­ngan perkembangan ilmu kedokteran di bidang THT. Bedah rekonstruksi telinga tengah (timpanoplasti) pertama kali dila­kukan oleh Wullstein pada 1953. Wullstein menutup perforasi membran timpani dengan split thickness skin graft.Shea pada 1975 menutup perforasi membran timpani dengan dinding vena. Sedangkan Stor menggunakan fasia m. temporalis dan melaporkan keberhasilannya menggunakan fasia sebagai tandur. Teknik Stor kemudian dimodifikasi oleh House, Glasscock dan sheehy yang hingga kini masih digunakan. Lebih dari tiga abad fasia m. temporalis dipakai untuk menutup perforasi membran timpani.

Untuk rekonstruksi kerusakan tulang pendengaran sering menggunakan bahan autograf inkus. Namun autograf inkus ti­dak selalu tersedia misalnya pada kasus kolesteatoma, dan sering terjadinya os­teitis yang menyebabkan resorpsi tulang. Kemudian pada 1960-an diajukan osikel dan kartilago homograf yang diawetkan dengan diberi radiasi, tapi hampir tak di­gu­nakan karena berisiko penularan bebe­rapa penyakit, seperti Aids.
Sejak 1950-an beberapa bahan telah digunakan untuk rekonstruksi tulang pendengaran namun belum memberikan hasil yang baik. Pada 1980 diperkenalkan ba­han hydroxyapatite berupa kalsium fospat dari komponen anorganik tulang manusia. Saat ini, bahan ini banyak digunakan sebagai bahan implan telinga te­ngah."Sekarang, rekonstruksi tulang pendengaran menggunakan bahan dari produk bioaktif," kata mantan Kepala Sub Bagian Otologi FKUI/RSCM ini.

Bedah rekonstruksi tuli saraf perkembangannya tidak secepat bedah tuli konduktif. Dulu, tuli saraf hanya bisa ditolong dengan alat bantu dengar, tapi saat ini bisa ditolong dengan implan kohlea.Penggunaan implan kohlea baru dapat dila­ku­kan bila kerusakan hanya pada kohlea, dimana alat bantu dengar tidak dapat me­ngatasinya. Sementara bedah untuk tuli saraf yang tidak dapat ditolong lagi de­ngan implan kohlea, saat ini perkembang­an terapinya sudah mencapai tahap me­masang chip pada batang otak di resesus lateralis ventrikel ke IV.

Selain terapi pemasangan chip di ba­tang otak, pengobatan lain pun terus dikembangkan. Di antaranya terapi berbasis stem cell dengan dilengkapi teknik ope­rasi robotik bertujuan untuk mengo­bati sel rambut yang terdapat di organ korti. Terapi lainnya, yaitu terapi gen yang juga sedang diselidiki untuk memperbaiki sel rambut. Pada penelitian awal, terapi ini menunjukan titik terang, dimana vektor berupa virus herpes dan adenovirus menunjukan kemampuan mentransfer material genetik ke sel rambut di dalam organ korti. Namun teknik ini masih ada kesulitan misalnya risiko efek samping memasukan virus ke telinga


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:52 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:23 am

PERFORASI GENDANG TELINGA
Perforasi Gendang Telinga ( Eardrum Perforation) adalah suatu keadaan dimana ditemukan lubang pada gendang telinga.
Gendang telinga (membran timpani) merupakan pemisah antara telinga luar dan telinga tengah.
Jika gelombang suara menyentuhnya maka gendang telinga akan bergetar dan hal ini merupakan awal dari proses perubahan gelombang suara menjadi impuls saraf yang akan menuju ke otak. Jika terjadi kerusakan pada gendang telinga maka proses pendengaranpun akan terganggu.
Gendang telinga juga bertindak sebagai penghalang masuknya bahan-bahan dari luar telinga (misalnya bakteri). Jika terjadi perforasi gendang telinga, maka bakteri dengan mudah akan masuk ke dalam telinga dan menyebabkan terjadinya infeksi.

PENYEBAB
Lubang pada gendang telinga bisa terjadi jika suatu benda dimasukkan ke dalam telinga (misalnya cotton-bud) atau jika suatu benda secara tidak sengaja masuk ke dalam telinga (misalnya ranting pohon yang terlalu rendah).
Terjadinya lubang pada gendang telinga juga bisa disebabkan oleh peningkatan tekanan yang terjadi secara tiba-tiba (misalnya akibat ledakan, tamparan atau menyelam) atau oleh penurunan tekanan yang juga terjadi secara tiba-tiba.
Infeksi telinga juga bisa menyebabkan perforasi gendang telinga karena terjadi peningkatan tekanan cairan di dalam telinga tengah sehingga mendorong gendang telinga dan akhirnya terbentuklah lubang pada gendang telinga.

GEJALA
Perforasi gendang telinga menyebabkan nyeri hebat yang timbul secara tiba-tiba, diikuti oleh perdarahan dari telinga, hilangnya pendengaran dan tinitus (telinga berdenging). Kehilangan pendengaran akan lebih buruk jika disertai oleh gangguan pdada rantai tulang pendengaran atau cedera pada telinga bagian dalam.
Cedera pada telinga bagian dalam juga bisa menyebabkan vertigo (perasaan berputar).
Dalam waktu 24-48 jam bisa keluar nanah dari telinga, terutama jika telinga kemasukan air.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Dengan menggunakan otoskop, dokter bisa melihat adanya lubang pada gendang telinga.

PENGOBATAN
Untuk mencegah terjadinya infeksi, biasanya diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut).
Penderita harus menjaga agar telinganya tetap kering.
Jika terjadi infeksi, bisa diberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik.
Biasanya tanpa pengobatan lebih lanjut, gendang telinga akan membaik. Tetapi jika dalam waktu 2 bulan tidak terjadi perbaikan, maka perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki gendang telinga (timpanoplasti).
Jika hilangnya pendengaran bersifat menetap, diduga telah terjadi gangguan pada tulang pendengaran dan harus diperbaiki melalui pembedahan.

PENCEGAHAN
Berhati-hatilah ketika sedang membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud.
Jika telinga kemasukan sesuatu, mintalah bantuan dokter umum/dokter ahli untuk mengeluarkannya.
Obatilah infeksi telinga secara tuntas.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:52 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:24 am

MASTOIDITIS AKUT
Mastoiditis Akut adalah suat infeksi bakteri pada prosesus mastoideus (tulang yang menonjol di belakang telinga).

PENYEBAB
Penyakit ini biasanya terjadi jika otitis media akut yang tidak diobati secara tuntas menyebar dari telinga tengah ke tulang di sekitarnya, yaitu prosesus mastoideus.

GEJALA
Biasanya gejalamuncul dalam waktu 2 minggu atau lebih setelah otitis media akut, dimana penyebaran infeksi telah merusak bagian dalam dari prosesus mastoideus.
Di dalam tulang juga bisa terbentuk abses (penimbunan nanah). Kulit yang melapisi prosesus mastoideus menjadi merah, membengkak dan nyeri bila ditekan.
Daun telinga terdorong ke samping dan ke bawah. Gejala lainnya adalah demam, nyeri di sekitar dan di dalam telinga serta keluarnya cairan kental dari telinga.
Nyeri cenderung menetap dan berdenyut. Terjadi ketulian yang berkembang secara progresif.
Jika tidak diobati bisa terjadi ketulian, sepsis, meningitis, abses otak atau kematian.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Dengan CT scan bisa dilihat bahwa sel-sel udara dalam prosesus mastoideus terisi oleh cairan (dalam keadaan normal terisi oleh udara) dan melebar.
Contoh cairan dari telingan dibiakkan di laboratorium untuk mengetahui organisme penyebabnya.

PENGOBATAN
Pengobatan biasanya diawali dengan pemberian suntikan antibiotik lalu disambung dengan antibiotik per-oral (melalui mulut), minimal selama 2 minggu.
Jika pemberian antibiotik tidak berhasil mengatasi keadaan ini, dilakukan mastoidektomi (pengangkatan sebagian tulang dan pembuangan nanah).

PENCEGAHAN
Obati infeksi telinga secara tuntas.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:51 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:24 am

MASTOIDITIS
Selasa, 27/10/2009 12:08 WIB
Mastoiditis adalah suat infeksi bakteri pada prosesus mastoideus (tulang yang menonjol di belakang telinga) atau proses peradangan mastoideus sel-sel udara dalam tulang temporal. Penyebab penyakit ini biasanya terjadi jika otitis media akut yang tidak diobati secara tuntas menyebar dari telinga tengah ke tulang di sekitarnya, yaitu prosesus mastoideus. Bisa juga karena infeksi telinga tengah.

Gejala
Biasanya gejala muncul dalam waktu 2 minggu atau lebih setelah otitis media akut, dimana penyebaran infeksi telah merusak bagian dalam dari prosesus mastoideus. Di dalam tulang juga bisa terbentuk abses (penimbunan nanah).
Kulit yang melapisi prosesus mastoideus menjadi merah, membengkak dan nyeri bila ditekan. Daun telinga terdorong ke samping dan ke bawah.
Gejala lainnya adalah demam, nyeri di sekitar dan di dalam telinga serta keluarnya cairan kental dari telinga. Nyeri cenderung menetap dan berdenyut.
Pembengkakan di belakang telinga, dapat menyebabkan telinga untuk tetap keluar.

Pengobatan
Infeksi diobati dengan antibiotik melalui suntikan, kemudian antibiotik melalui mulut. Jika pemberian antibiotik tidak berhasil mengatasi keadaan ini, dilakukan mastoidektomi (pengangkatan sebagian tulang dan pembuangan nanah).

Sumber: disarikan dari beberapa sumber


Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 6:57 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:26 am

PERIKONDRITIS
Rabu, 29/07/2009 09:11 WIB
Radang yang menyerang tulang rawan daun telinga yang terjadi akibat trauma pasca operasi telinga. Selain itu, juga sebagai komplikasi hematoma daun telinga, otitis eksterna kronik, otitis media kronik, dan pseudokista. Meski terdengar asing di telinga awam kedokteran, penyakit ini memiliki gejala yang bisa diketahui siapapun.

Gejala
Penderita penyakit ini biasanya mengeluhkan daun telinga yang membengkak, merah, panas, terasa nyeri, jika ditekan terasa sakit. Pembengkakan daun telinga itu menjalar ke bagian belakang daun telinga sehingga sangat menonjol.

Pengobatan
Paling efektif untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan tobramisin. Selain itu dengan mengompres telinga.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 6:58 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11720
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Jul 11, 2010 6:27 am

GENDANG TELINGA PECAH
Selasa, 08/12/2009 11:15 WIB
Gendang telinga pecah adalah lubang atau robekan di gendang telinga, membran tipis yang memisahkan kanal telinga dari telinga tengah. Gendang telinga pecah dapat mengakibatkan gangguan pendengaran dan membuat telinga tengah rentan terhadap infeksi atau cedera lainnya.
Pada kondisi normal gendang telinga memiliki dua fungsi utama:
* Mendengar
Ketika gelombang suara masuk, gendang telinga bergetar--telinga dalam menerjemahkan gelombang suara menjadi impuls saraf.

* Pelindung
Gendang telinga juga bertindak sebagai pelindung telinga tengah dari air, bakteri dan zat-zat asing lainnya.

Penyebab gendang telinga yang pecah, juga dikenal sebagai perforasi membran timpani, dapat meliputi:
* Infeksi telinga tengah (otitis media)
Seseorang yang terinfeksi di telinga tengah sering menyebabkan akumulasi cairan di telinga tengah. Tekanan dari cairan ini dapat menyebabkan gendang telinga pecah.

* Barotrauma
Barotrauma adalah tekanan yang diberikan pada gendang telinga ketika tekanan udara di telinga tengah dan tekanan udara di lingkungan tidak seimbang. Jika tekanan tinggi,gendang telinga bisa pecah.

* Suara keras atau ledakan (trauma akustik)
Suara keras atau ledakan, seperti dari ledakan atau tembakan - pada dasarnya gelombang suara yang sangat kuat - dapat menyebabkan getaran kuat di gendang telinga.

* Benda asing di telinga
Benda-benda kecil seperti kapas atau jepit rambut dapat tusukan atau merobek gendang telinga.

* Parah cedera, seperti fraktur tengkorak, dapat menyebabkan dislokasi atau kerusakan pada telinga bagian dalam struktur, termasuk gendang telinga.

Gejala
Tanda dan gejala dari gendang telinga pecah dapat meliputi:
* Tiba-tiba telinga rasa sakit yang biasanya hilang dengan cepat
* Penuh nanah atau berdarah dari telinga
* Hilang Pendengaran
* Dering di telinga (tinnitus)
* Sensasi (vertigo) yang biasanya hilang dengan cepat
* Mual atau muntah akibat vertigo

Perawatan
Kebanyakan gendang telinga pecah sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa minggu. Jika robek atau lubang di gendang telinga Anda tidak sembuh-sembuh dengan sendirinya, pengobatan akan melibatkan prosedur untuk menutup perforasi, antara lain dengan pembedahan.
Sumber: medlineplus dan mayoclinic.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 6:52 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 8Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot
» Asuransi Kesehatan ( ASKES )

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-