|
| | Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan | |
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 4:57 am | |
| RADANG TONSIL ( AMANDEL ) Radang akut tonsil dapat disebabkan kuman Streptokokus beta hemolitikus grup A, pneumokokus, Streptokokus viridans dan Streptokokus piogenes. Haemofilus influenzae merupakan penyebab tonsilitis akut supuratif. Infiltrasi ( masuknya ) bakteri pada lapisan epitel jaringan tonsil akan menimbulkan reaksi radang berupa keluarnya sel sel darah putih ( lekosit polimorfonuklear ) sehingga terbentuk detritus ( kotoran ) pada tonsil. Detritus ini merupakan kumpulan lekosit, bakteri yang mati dan epitel yang terlepas, dan tampak pada pemeriksaan sebagai bercak kuning.
Gejala dan tanda yang sering ditemukan adalah nyeri tenggorok dan nyeri waktu menelan, demam dengan suhu tubuh yang tinggi, rasa lesu, rasa nyeri di sendi sendi, tidak nafsu makan dan rasa nyeri di telinga ( karena nyeri alih / referred pain melalui saraf nomor sembilan. Pada pemeriksaan tampak tonsil membengkak, kemerahan dan terdapat detritus berbentuk folikel, lakuna atau tertutup oleh membran semu. Kelenjar submandibula membengkak dan nyeri tekan. Pengobatan dengan antibiotik dan anti demam, serta obat kumur yang mengandung desinfektan.
Pada anak sering menimbulkan komplikasi radang telinga tengah ( otitis media akut ). Komplikasi lainnya adalah abses peritonsil ( sekitar tonsil ), abses parafaring ( bagian bawah faring ), bronkhitis, sepsis, radang ginjal akut. radang otot jantung dan radang sendi ( artritis ).
Faktor predisposisi timbulnya tonsilitis kronik adalah rangsangan yang menahun dari rokok, beberapa jenis makanan, higiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik dan pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat.
Radang tonsil ( amandel ) tidak selalu harus di operasi bila di tatalaksana dengan baik, yaitu dengan obat obatan yang memadai. Operasi perlu dilakukan bila terjadi infeksi yang berulang atau kronik, gejala sumbatan jalan napas serta kecurigaan adanya proses keganasan terutama bila kedua tonsil tidak sama besar, gangguan menelan, gangguan berbicara dan gangguan jantung paru.
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 6:53 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:00 am | |
| Ooo, RADANG TENGGOROKAN BISA MENULAR Vera Farah Bararah - detikHealth - Senin, 21/06/2010 07:45 WIB Jakarta, Sakit tenggorokan atau radang tenggorokan bisa terjadi pada siapa saja yang menimbulkan rasa sakit saat menelan dan bikin sulit makan dan minum. Kondisi yang tidak menyenangkan ini ternyata bisa menular dari satu orang ke orang lain. Seperti halnya penyakit flu, maka sebagian besar sakit tenggorokan juga disebabkan oleh infeksi virus. Sebagian besar kasus akan terasa lebih menyakitkan atau lebih buruk saat pagi hari. Beberapa jenis virus bisa menyebabkan sakit tenggorokan tertentu. Sebagai contoh, Coxsackievirus yang terkadang menyebabkan sakit tenggorokan saat terjadi perubahan musim. Mononucleosis dan flu juga bisa menyebabkan infeksi tenggorokan. Sedangkan penyebab paling umum dari sakit tenggorokan adalah akibat bakteri Streptococcus. Seperti dikutip dari nlm.nih.gov, Senin (21/6/2010) sakit tenggorokan yang disebabkan oleh Streptococcus biasanya disertai dengan demam, terasa kering di tenggorokan dan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Pada beberapa orang terkadang bisa menimbulkan sakit kepala dan sakit perut.
Karena penyebab dari sakit tenggorokan ini akibat infeksi virus dan bakteri, maka kondisi ini bisa menularkan dari satu orang ke orang lain. Penyebarannya bisa melalui kontak dengan orang yang sakit tenggorokan seperti melalui jabatan tangan atau menggunakan barang pribadinya. Biasanya jika disebabkan oleh Streptococcus, maka waktu inkubasinya antara 3-5 hari. Umumnya gejala dari sakit tenggorokan ditandai dengan hidung meler, rasa tak nyaman di telinga, batuk dan gejala serupa lainnya. Untuk menentukan penyebab dari sakit tenggorokan biasanya dilakukan tes laboratorium. Dengan melakukan swap tenggorokan, maka dapat diketahui apakah penyebabnya virus atau bakteri.
Beberapa orang bahkan ada yang terbangun di pagi hari dengan rasa sakit di tenggorokan, dan bisa hilang setelah minum air putih. Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang tidur dengan napas melalui mulut, sehingga menyebabkan tenggorokan kering dan iritasi tenggorokan. Sebagian besar sakit tenggorokan bisa hilang dengan sendirinya. Namun untuk menguranginya bisa dengan cara mengonsumsi air hangat, mengonsumsi madu atau teh lemon atau mengisap permen untuk tenggorokan karena bisa meningkatkan produksi air liur. Tapi jika tak kunjung mereda dan timbul demam atau pembengkakan kelenjar getah bening, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:56 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:04 am | |
| AMANDEL Senin, 27/07/2009 09:17 WIB Amandel merupakan infeksi (radang) tonsil (amandel) yang disebabkan virus. Biasanya diderita anak usia 5-15 tahun. Berdasar lama terjangkiti, amandel dibedakan menjadi 2; amandel akut dan amandel kronis. Disebut amandel akut jika penyakit berlangsung kurang dari 3 minggu dan amandel kronis jika terjadi 7 kali atau lebih dalam setahun, atau lima kali selama dua tahun, tiga kali setahun secara berturut-turut.
Gejala Gejala amandel antara lain; penderita merasa tegorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher), nyeri saat menelan (nelan ludah atau makanan dan minuman) sehingga menjadi malas makan, nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga. Gejala lain berupa demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher. Terkadang penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung). Gejala tersebut dapat diketahui jika si penderita melakukan pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.
Pencegahan Tidak ada cara khusus mencegah amandel. Namun beberapa tips di bawah ini membantu untuk menghindarkan diri dari amandel; 1. Mencuci tangan sesering mungkin mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis. 2. Menghindari kontak dengan penderita infeksi tanggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan antibiotika.
CARA MENJAGA AMANDEL TETAP SEHAT Kamis, 18/08/2011 17:33 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Tak sedikit orang yang harus mengangkat amandelnya karena sudah terinfeksi kuman. Untuk itu ketahui langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan agar amandel tetap sehat. Amandel adalah salah satu organ yang berfungsi menyaring bakteri dan agen-agen asing lainnya dari tubuh. Jika amandel bisa bekerja secara optimal, maka tubuh akan terlindungi dari infeksi bakteri atau virus. The University of Texas Medical Branch menuturkan secara teknis amandel adalah kelenjar getah bening yang terbentuk selama bulan ketiga kehamilan. Letaknya antara mulut dan kerongkongan, amandel ini secara perlahan-lahan akan membesar hingga usia tertentu. Jika amandel sudah terkena infeksi baik bakteri atau virus maka ia akan membengkak yang dikenal dengan istilah tonsilitis. Infeksi ini bisa berasal dari kuman yang terhirup saat sedang bernapas. Jika radang yang terjadi pada amandel sudah kronis, maka biasanya dokter akan melakukan operasi pengangkatan. Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menjaga amandel agar tetap sehat dan terhindar dari infeksi virus atau bakteri, seperti dikutip dari Livestrong, Kamis (18/8/2011) yaitu:
1. Usahakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir untuk megurangi risiko infeksi. Bersihkan tangan sebelum makan dan setelah selesai dari kamar mandi, sehingga mengurangi kuman yang masuk ke tubuh.
2. Biasakan untuk selalu minum menggunakan gelas pribadi dan tidak bertukar-tukar dengan orang lain, usahakan hindari berbagi barang seperti gelas, sendok atau garpu dengan orang lain.
3. Usahakan untuk menghindari orang yang sedang terkena radang tenggorokan untuk mengurangi risiko tubuh terkena infeksi dari luar.
4. Konsultasikan dengan dokter bisa merasa sakit pada tenggorokan atau mengalami pembengkakan di leher. Semakin cepat infeksi tersebut diobati, maka akan menjaga daerah tersebut dari kerusakan yang lebih parah.
5. Gantilah sikat gigi setiap kali selesai mengalami radang tenggorokan atau pembengkakan pada amandel.
6. Usahakan untuk mengonsumsi air yang cukup, serta hindari makanan atau minuman yang bisa merangsang iritasi seperti makanan atau minuman yang terlalu panas, dingin, asam atau pedas.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 18, 2011 5:40 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:07 am | |
| TONSILLAR CELLULITIS DAN ABSES Tonsillar cellulitis adalah infeksi bakteri pada jaringan di sekitar amandel; tonsillar abscess adalah penumpukan nanah di sekitar daerah amandel. Kadangkala, bakteri, biasanya streptococci, yang menginfeksi tenggorokan bisa menyebar ke dalam jaringan yang mengelilinginya. Keadaan ini disebut cellulitis. Jika bakteri berkembang tidak terkendali, penumpukan nanah (abscess) bisa terbentuk. Abscess bisa terbentuk kemudian menuju amandel (peritonsillar) atau di sebelah tenggorokan (parapharyngeal). Abscesses terjadi pada anak tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa muda.
GEJALA Dengan tonsillar cellulites atau abscess, menelan menyebabkan rasa sakit berat, seseorang merasa sakit, mengalami demam, dan bisa memiringkan kepala ke depan sebelah abscess untuk membantu menghilangkan rasa sakit. Kejang pada otot pengunyah membuat mulut sulit terbuka (trismus). Cellulitis menghasilkan kemerahan yang umum dan mengunyah diatas amandel dan pada langit-langit lunak. Abscess mendorong amandel ke depan, dan uvula (kecil, proyeksi kecil yang menggantung ke bawah pada belakang tenggorokan) ditelan dan bisa didorong ke sebelah berlawanan dengan abses.
DIAGNOSA Dokter membuat diagnosa dengan melihat tenggorokan. Tes tidak selalu dilakukan, tetapi jika dokter tersebut tidak pasti apakah abses ada, computed tomography (CT) bisa digunakan untuk mengidentifikasikan seseorang. Kadangkala jika dokter menduga sebuah abscess, dia memasukkan jarun ke dalam daerah tersebut dan berusaha untuk menarik nanah keluar.
PENGOBATAN Antibiotik, seperti penisilin atau clindamycin, diberikan secara infus. Jika tidak terdapat abscess, antibiotik biasanya mulai membersihkan infeksi dalam 24 sampai 48 jam. Jika abscess ada, seorang dokter harus memasukkan sebuah jarum ke dalamnya atau memotong ke dalamnya untuk mengeluarkan nanah. Daerah tersebut pertama kali dimatirasakan dengan semprotan anestesi atau suntikan. Pengobatan dengan antibiotik dilanjutkan melalui mulut.
Peritonsillar abscesses cenderung berulang, pengulangan bisa dicegah dengan mengangkat amandel (tonsillectomy), yang biasanya dilakukan 4 sampai 6 minggu setelah infeksi telah surut atau lebih awal jika infeksi tidak dikontrol dengan antibiotik.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:10 am | |
| CARA ALAMI SEMBUH DARI SAKIT TENGGOROKAN Selasa, 01/09/2009 18:02 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Sakit tenggorokan adalah penyakit yang bisa diderita oleh siapa saja, tidak peduli orang dewasa ataupun anak-anak. Jika sudah mengalami sakit tenggorokan maka akan berpengaruh terhadap nafsu makan orang tersebut, biasanya membuat nafsu makan berkurang. Penyakit ini adalah peradangan akut yang terjadi pada membran selaput lendir di bagian bawah ujung tenggorokan, kemungkinan juga terjadi peradangan bagian amandel dan langit-langit mulut yang lunak. Indikasi utama pada sakit tenggorokan adalah rasa sakit ketika sedang menelan dan kadang-kadang seperti rasa panas terbakar di tenggorokan.
Penyebab penyakit ini adalah karena terlalu sering mengonsumsi minuman dingin, adanya infeksi akibat bernapas melalui mulut, alergi atau bisa juga karena sebab yang lain. Biasanya orang ketika sakit tenggorokan mengonsumsi antibiotik, padahal tidak semua sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Berikut ini adalah beberapa pengobatan alami untuk mengatasi sakit tenggorokan, seperti dikutip dari Health, Selasa (1/9/2009): 1. Berkumur dengan jus lidah buaya dua kali sehari. 2. Berkumur dengan campuran setengah sendok teh klorofil yang dicampur dengan setengah cangkir air, berkumur sebanyak 3 kali sehari. 3. Campurkan satu sendok teh sari cuka apel, satu sendok teh lada cayenne dan 3 sendok makan madu yang dicampurkan dalam segelas air hangat, berkumurlah sesuai dengan kebutuhan. 4. Buat teh chamomile yang ditambahkan dengan 1 sampai 2 sendok teh bubuk chamomile yang dikeringkan dalam air panas, minum setiap beberapa jam sekali. 5. Iris jahe seperti koin dan letakkan dalam teko kecil, lalu seduh dengan air panas seperti membuat teh hingga warnanya coklat kekuning-kuningan. Tambahkan 3 sendok makan madu untuk membuat rasa menjadi manis, lalu minum secara perlahan-lahan. 6. Teteskan 5 tetes ekstrak biji buah anggur yang dicampurkan dengan air lalu kumur secara perlahan-lahan. Ekstrak ini berguna sebagai antimikroba dan membunuh bakteri. 7. Campurkan seperempat sari cuka apel ditambahkan seperempat madu, lalu minum setiap 4 jam sekali untuk mengurangi rasa sakit. 8. Campurkan madu dengan jus lemon dalam satu sendok makan, lalu berkumur dan biarkan berada di tenggorokan beberapa saat. Ini berguna untuk membantu mengurangi iritasi, lakukan beberapa kali dalam sehari. 9. Buat campuran jus lemon dengan satu sendok teh garam dalam secangkir air hangat, berkumurlah 3 kali sehari selama 1 menit. 10. Campurkan segelas air hangat dengan satu sendok teh garam, lalu berkumurlah beberapa kali dalam sehari.
Dengan menggunakan pengobatan yang alami, maka Anda mengurangi memasukkan zat-zat kimia yang terdapat dalam antibiotik ke dalam tubuh sehingga lebih aman. Serta mengurangi efek samping yang bisa ditimbulkan. Selamat mencoba.
JANGAN ABAIKAN RADANG TENGGOROKAN Rabu, 23/02/2011 13:50 WIB Prof dr Helmi SpTHT-KL (K) - detikHealth Jakarta, Radang tenggorokan atau pharyngitis, adalah suatu penyakit radang yang menyerang batang tenggorok. Penyakit yang kerap disebut radang tenggorok itu ditandai adanya penebalan atau pembengkakan dinding tenggorokan, berwarna kemerahan, ada bintik-bintik putih, disertai adanya rasa sakit menelan. Radang tenggorok bisa disebabkan infeksi virus atau kuman, disertai daya tahan tubuh yang lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif pada radang yang disebabkan oleh kuman. Untuk kasus radang tenggorok yang ringan, terkadang makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran dengan buah-buahan yang kaya vitamin bisa menolong meredakan radang. Gejala radang tenggorok acapkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.
Radang Tenggorok atau Pharyngitis ada dua macam, yakni akut dan kronis: 1. Pharyngitis akut. Radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.
2. Pharyngitis kronis. Radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.
Penyebab Radang Tenggorokan 1. Virus, sekitar 80 persen sakit tenggorokan disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan demam 2. Batuk dan pilek atau lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi. 3. Virus coxsackie (hand, foot and mouth disease). 4. Alergi juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap). 5. Bakteri streptokokus. Dapat diketahui dengan kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dan, adanya gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah-muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel. 6. Difteri 7. Merokok.
Gejala Radang Tenggorokan Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi tenggorokkan yang mengalami peradangan berat atau ringan akan tertutup selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah.
Gejala Lain 1. Demam 2. Pembesaran kelenjar getah bening di leher 3. Peningkatan jumlah sel darah putih. 4. Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri.
Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan Pada kasus ringan karena infeksi virus tidak harus ke dokter karena cukup diberi obat penghilang rasa sakit atau demam. Pada kasus tertentu yang bukan disebabkan karena virus mungkin perlu dilakukan pemeriksaan dokter. Sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik.
Infeksi Tenggorokan Tidak Harus Terapi Antibiotika Untuk infeksi tenggorokan adanya demam tinggi, ingus atau lendir yang berwarna hijau atau kuning merupakan gejala dari perjalanan infeksi virus, sebagian besar dokter seringkali memberikan terapi antibiotika. Padahal kondisi tersebut bukan merupakan indikasi pemberian antibiotika. Kecuali kasus dengan demam tinggi, pada saat hari ke 3-5 bisa dipertimbangkan pemberian antibiotika.
Sebelum melakukan pengobatan atau meresepkan obat, sangat penting kita mengetahui penyebab radang tenggorokan guna mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat, yang seringkali terjadi pada kasus radang tenggorokan karena dapat menimbulkan kuman yang resisten terhadap antibiotik. Untuk mengetahui penyebab radang tenggorokan harus dilakukan pemeriksaan cermat pada tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Selanjutnya, dengan test usap tenggorok untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri. Pemeriksaan lab ini perlu dilakukan jika ada dugaan diagnosis radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptokokus berdasarkan temuan klinis dan epidemiologis, dan pasien belum mengkonsumsi antibiotik.
Selain itu, juga perlu dilakukan pemeriksaan sensitivitas terhadap antibiotik pada pasien yang alergi terhadap penisilin karena adanya bakteri streptokokus yang resisten terhadap erytromisin. Jangan sampai si penderita meminum obat antibiotik sebelum dia mengetahui seberapa imun tubuhnya dan juga harus memeriksakan radang tenggorokan yang dideritanya ke dokter untuk mengetahui berat-ringannya penyakit. Bila radang tenggorokan disebabkan oleh alergi, si penderita sebaiknya selalu menjaga tubuh tetap prima jangan asal minum-minuman dan makan-makanan yang membuat tenggorokan sakit.
Sebagian besar kasus, keluhan ini akan mereda dengan sendirinya. Untuk membantu meringankan rasa sakit, dokter biasanya memberikan obat yang bersifat pain reliever. Misalnya asetaminofen (parasetamol) atau ibuprofen yang dapat membantu mengatasi rasa sakit dan demam. Berkumur dengan air garam hangat juga bisa membantu. Bisa juga dengan obat kumur anestetik atau anesthetic throat gargle.
FDA (Food and Drug Administration) atau lembaga pengawasan makanan & obat AS memberikan catatan, bahwa obat kumur Chlorhexidine Gluconate (CG) hasil uji klinis memiliki aktivitas antimikrobial untuk pembilasan oral atau mulut. Hasilnya, dari sampel microbial plaque yang diteliti, telah memperlihatkan pengurangan jumlah bakteri secara umum, baik aerob maupun anaerob yang berkisar 54-97 persen selama penggunaan CG.
Selain itu, penggunaan CG sebagai pembilas oral selama 6 bulan tidak menunjukan adanya perubahan yang nyata di dalam resistensi bakteri, pertumbuhan berlebihan dari organisme berpotensi opurtunis atau lain perubahan di dalam ekosistem microbial oral. Dan, tiga bulan pasca penggunaan CG dihentikan. Banyak bakteri di dalam plaque yang kembali ke tingkat base line,--bakteri plaque tidak resistens. Oleh karena itu, CG bisa dipergunakan sebagai alternatif meredakan radang tenggorokan maupun sariawan.
Komplikasi Jangan Diremehkan. Nyeri tenggorokan kerapkali diabaikan, karena pada umumnya ringan. Padahal pada sebagian kasus, sekitar 10-20 persen jika dibiarkan berlarut-larut, radang ini bisa memicu munculnya penyakit lain. Hampir semua orang pernah mengalami nyeri tenggorokan. Namun, tidak banyak yang memeriksakan ke dokter sebelum nyeri tenggorokannya menjadi parah. Bahkan, biasanya penderita baru pergi ke dokter saat radang parah atau nyaris tidak sanggup lagi menelan makanan.
Radang tenggorokan sebenarnya bukanlah nama penyakit, tetapi hanya gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau Pharyngitis. Keluhan yang muncul bervariasi, dari sekadar rasa gatal di tenggorokan sampai nyeri berat sehingga menelan ludah pun terasa menyakitkan. Tidak sampai di situ saja, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Penyebab radang tenggorokan ada bermacam-macam antara lain infeksi virus, infeksi bakteri, alergi dan iritasi.
Pharyngitis karena virus dan bakteri dapat ditularkan melalui ludah, yang menyebar saat batuk (drooplet infection) atau melalui tangan atau barang pribadi penderita yang terkontaminasi. Rata-rata masa inkubasi radang tenggorok antara 2-5 hari. Namun bila disebabkan virus, masa inkubasinya berkisar antara 3 hari hingga 2 minggu. Infeksi yang disebabkan virus influenza bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada kondisi ini, peradangan berlangsung sekitar tiga sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa lebih berat pada pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya hari.
Biasanya disertai rasa lemas, menurunnya nafsu makan, demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemukan pada infeksi virus lainnya seperti bisul dan campak. Tubuh memerlukan satu minggu untuk membangun antibodi untuk menghancurkan virus-virus tersebut. Infeksi Mononucleosis, atau yang umumnya disebut Mono disebabkan Virus Epstein Barr, dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.Virus ini memengaruhi sistem limpa sehingga menyebabkan pembesaran pada amandel dan muncul bercak putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada pembuluh di leher.
Infeksi seperti ini biasanya menimbulkan sakit tenggorokan yang parah, sehingga membuat si penderita kesulitan bernapas. Virus ini juga menyebabkan kelelahan luar biasa yang dapat berlangsung lebih dari enam minggu. Terkadang virus ini juga menyerang hati dan menyebabkan sakit kuning. Walaupun Mono diberi nama panggilan Kissing Disease, ia tidak hanya bisa ditularkan melalui ludah. Penularan juga dapat terjadi dari mulut ke tangan, kemudian dari tangan ke mulut atau dari penggunaan handuk atau alat-alat makan bersama.
Untuk bakteri, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebab sakit tenggorokan yang lain adalah laryngo-pharyngeal reflux (LPR). Pada penderita alergi biasanya mengalami sakit di tenggorokan pada pagi hari saat asam lambung naik ke atas dan masuk bagian belakang tenggorokan. Pada tenggorokan terasa ada benjolan dan berasa asam. Penderita sering mengeluarkan dahak untuk membersihkan tenggorokan.
Oleh karena itu, alangkah bijaknya jika pasien maupun dokter, untuk tidak mengabaikan atau membiarkan nyeri radang tenggorokan menjadi parah hingga menyebabkan komplikasi.
Penulis Prof. dr. Helmi, SpTHT-KL (K) Tulisan ini juga dipublikasikan di Jurnal Kedokteran Indonesia Medicinal
Last edited by gitahafas on Mon Jul 18, 2011 8:30 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:14 am | |
| LIDAH PEROKOK BISA MATI RASA Jumat, 21/08/2009 14:33 WIB Nurul Ulfah - detikHealth Jakarta, Apa jadinya jika lidah, panca indera yang seharusnya bisa mengecap rasa sudah tidak berfungsi lagi? Pastikan itu tidak terjadi pada Anda, karena menurut sebuah studi, para perokok berisiko mengalami penurunan kepekaan lidah. Benarkah?Sebanyak 62 tentara Yunani ikut berpartisipasi dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Aristotle University of Thessaloniki untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap indera pengecap lidah.
Para peneliti menemukan bahwa para perokok memiliki tingkat kepekaan lidah yang kurang dibanding mereka yang tidak merokok. Kebanyakan dari mereka juga merasakan sesuatu dengan rasa lebih hambar.Studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Ear, Nose and Throat Disorders itu menyebutkan bahwa rokok bisa mematikan kemampuan merasa dan panca indera (lidah) seseorang.Bertindak sebagai ketua studi, Pavlidis Pavlos menggunakan stimulasi elektrik untuk melakukan tes yang disebut threshold untuk mengukur tingkat kepekaan lidah pada bagian papila lidahnya.
"Secara statistik terdapat perbedaan hasil tes threshold antara para perokok dan yang bukan perokok. Perbedaannya meliputi ukuran papila dan pembuluh darahnya," ujar Pavlos seperti dikutip dari health24, Jumat (21/8/2009).Dengan adanya kekuatan elektrik yang diberikan pada lidah, normalnya seseorang akan merasakan adanya kejutan metalik dan memberi respons terkejut.Seberapa cepat respons terhadap kejutan itulah yang dijadikan tolak ukur sensitivitas dan kepekaan lidah seseorang oleh peneliti.Mereka yang masih memiliki lidah normal pun akan langsung bereaksi dan mencoba menghindar dari sengatan elektrik yang diberikan.
Namun ternyata, para perokok bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidak merokok. Sebanyak 28 perokok pun memiliki skor yang sangat buruk dan rendah dibanding 34 orang lainnya yang tidak merokok.Pavlos pun menemukan bahwa para perokok memiliki papila-papila lidah yang lebih datar dengan pembuluh darah yang kecil. Kesimpulannya yaitu, "Nikotin menyebabkan perubahan morfologis dan fungsional dari papila lidah, terutama mereka yang sudah dewasa," ujar Pavlos.Tidak ingin lidah mati rasa? Segeralah berhenti merokok.
Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 10:31 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:21 am | |
| KARAOKE BISA MERUSAK PITA SUARA? Rabu, 12/08/2009 18:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Saat ini tempat karaoke menjamur dimana-mana, hampir disetiap sudut kota pasti ada tempat untuk berkaraoke. Rata-rata masyarakat melakukan aktivitas ini untuk menghilangkan stres atau sekedar menyalurkan hobi semata.Banyak orang yang melakukan karaoke dengan suara yang terlalu keras atau terlalu dipaksakan, padahal jika hal ini dilakukan terus menerus bisa merusak pita suara seseorang.
Di Hongkong, masyarakatnya dihimbau agar tidak bernyanyi ditempat karaoke tanpa melakukan pelatihan suara terlebih dahulu, ini untuk mencegah terjadi kerusakan suara yang permanen."Dua dari lima orang ditemukan menderita masalah dengan suaranya yang disebabkan oleh penggunaan suara yang tidak tepat dan berlangsung secara terus menerus," ujar ahli bedah dari Rumah sakit Queen Mary, seperti dikutip dari Health24, Rabu (12/8/2009).Bernyanyi karaoke dengan suara yang dipaksakan untuk berteriak atau dengan teknik yang salah bisa berbahaya. Selain karaoke kegiatan lain yang mengharuskan seseorang untuk berteriak terus menerus juga berbahaya.
"Menggunakan suara dengan tidak benar bisa menyebabkan pita suara menjadi robek atau menggumpal," ujar Dr. Paul Lam, seorang konsultan dari Rumah sakit Queen Mary.Dr. Paul Lam menambahkan meskipun telah dilakukan operasi pembedahan untuk menyembuhkan kerusakan suara tersebut, suara yang alami dari orang tersebut tidak akan bisa menjadi normal kembali.Untuk itu sebaiknya jika sedang karaoke tidak pelu mengeksplorasi suara secara berlebihan, karena bisa memiliki efek yang fatal bagi pita suara Anda. Bernyanyilah dengan suara yang semestinya, agar suara alami dan pita suara Anda tidak rusak.
Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 10:33 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:24 am | |
| RADANG TENGGOROKAN Rabu, 01/07/2009 10:38 WIB Penyakit menular ini biasanya menyerang anak usia 2-5 tahun. Namun orang dewasa pun bisa mengalaminya. Penularan melalui udara, benda, atau makanan yang terkontaminasi. virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah.
Gejala Gejala umun penderita penyakit ini mengalami nyeri tenggorok, nyeri kepala, tidak nafsu makan, badan lemah, dan nadi melambat.
Pengobatan Obat untuk radang tenggorokan adalah analgetik, obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat.
ANAK TERUS TERUSAN KENA RADANG TENGGOROKAN Selasa, 26/10/2010 15:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Anak yang mengalami radang tenggorokan 2 kali dalam sebulan bukanlah suatu hal yang biasa. Apa penyebab radang tenggorokan yang berulang pada anak? Anak yang mengalami radang tenggorokan akan diikuti oleh gejala seperti demam, kelelahan, sakit pada tenggorokan yang membuatnya sulit untuk makan dan minum, sakit kepala dan terkadang disertai juga dengan sakit pada perut.
Dikutip dari Babycenter, Selasa (26/10/2010) ketika anak mengalami infeksi tenggorokan, maka amandel dan kelenjar gondoknya akan membesar. Pembengkakan ini terkadang tidak berkurang meskipun infeksi sudah hilang, sehingga membuat tonsil atau amandel menjadi rentan terkena infeksi kembali. Kondisi inilah yang membuat anak mengalami radang tenggorokan berulang. Berikut beberapa penyebab radang tenggorokan yang berulang pada anak:
1. Jika anak lebih dari 3 kali mengalami radang tenggorokan dalam sebulan, maka dokter mungkin akan memberikan antibiotik yang berbeda dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi amandelnya apakah tetap membesar (meradang) atau tidak. Jika memang diketahui amandelnya sudah membesar, maka anak akan disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan amandel.
2. Jika anak mengalami 7 kali radang tenggorokan dalam setahun, maka dokter biasanya akan merujuk anak ke spesialis THT (telinga hidung tenggorokan) untuk melakukan evaluasi lebih lanjut.
3. Jika anak terlalu sering kena radang tenggorokan akan membuat bakteri tersebut menjadi kebal terhadap obat-obatan yang digunakan.
Radang tenggorokan disebabkan oleh kelompok bakteri A Streptococcus yang sangat menular melalui udara. Jadi ketika ada saudara atau teman yang terinfeksi bersin, batuk atau bermain bersama, maka bakteri tersebut bisa menular ke orang-orang disekitarnya. Biasanya gejala akan muncul 2-5 hari setelah anak terpapar bakteri. Anak-anak akan lebih rentan terkena radang tenggorokan dibanding orang dewasa, hal ini karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang secara optimal.
Usahakan anak berada di dalam rumah sampai gejalanya mereda atau paling tidak hingga 24 jam setelah mulai minum antibiotik. Sedangkan untuk mengatasi demamnya orangtua bisa menggunakan obat penurun panas yang biasa digunakan si kecil. Sebagian besar orang memiliki bakteri streptococcus di tenggorokannya tanpa ada gejala yang muncul, sehingga sulit untuk menghindari paparan dari bakteri ini. Karena itu salah satu cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan membiasakan cuci tangan bagi seluruh anggota keluarga.
Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 10:03 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:27 am | |
| FARINGITIS ( RADANG TENGGOROK ) Radang tenggorok akut dan menahun sering ditemukan bersama sama dan dapat menyerang semua umur. Penyebab terbanyak radang ini adalah kuman golongan Streptokokus Beta Hemolitikus, Streptokokus viridans dan Streptokokus piogenes. Infeksi menular melalui kontak dari sekret hidung dan ludah ( droplet infection ). Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh infeksi virus seperti virus influenza.
Gejala dan tanda radang tenggorok adalah nyeri tenggorok, sulit menelan, demam, mual dan pembengkakan pada kelenjar limfe leher. Pada pemeriksaan tampak tenggorokan kemerahan, bengkak dan dinding bagian belakang faring berbenjol tidak rata.
Pengobatannya, bila diduga infeksi virus cukup diberi anti nyeri dan tablet isap saja. Antibiotika hanya diberikan untuk infeksi faring yang disebabkan oleh bakteri streptokokus, disamping anti nyeri dan kumur dengan air hangat campur garam. Bila pengobatan kurang tepat dan daya tahan tubuh penderita sedang turun maka faringitis akut dapat berulang dan terakhir berubah menjadi faringitis kronis ( menahun ).
Faringitis kronis sering terjadi akibat terjadinya radang di hidung ( rhinitis ) kronis, sinusitis, iritasi kronik oleh rokok dan minum alkohol, inhalasi uap yang merangsang mukosa dinding faring serta debu. Faktor lain penyebab terjadinya faringitis kronis adalah pasien yang biasa bernafas dengan mulut karena hidungnya tersumbat.
Faringitis kronis terdiri dari: 1. Faringitis kronis hiperplastik. Dimana terjadi perubahan mukosa dinding belakang faring, tampak kelenjar limfe dibawah mukosa faring dan lateral band menebal. Pada pemeriksaan tampak mukosa dinding belakang tidak rata ( granular ). Biasanya pasien mengeluh mula mula tenggorokan gatal dan kering dan akhirnya batuk yang berdahak. Pengobatan dapat dilakukan secara lokal dengan mengoles zat kimia larutan nitras argenti ke dinding faring atau dengan cauter listrik. Pengobatan simptomatis dengan pemberian obat kumur atau tablet hisap disamping obat batuk ekspektoran. Penyakit dihidung atau sinus harus diobati.
2. Faringitis kronis atrofi. Sering timbul bersama rhinitis atrofi, yaitu keadaan dimana dinding faring tidak normal, sehingga udara pernafasan tidak dapat diatur suhu dan kelembabannya, dan akan menimbulkan rangsangan serta infeksi pada faring. Gejala dan tandanya adalah penderita mengeluh tenggorokan kering dan tebal serta mulut bau. Pada pemeriksaan tampak mukosa faring ditutupi oleh lendir yang kental, dan bila diangkat tampak mukosa kering. Pengobatan ditujukan terutama pada radang dinding hidung ( rhinitis atrofi ) nya dan untuk faringitis kronis atrofi ditambahkan dengan obat kumur dan menjaga kebersihan mulut.
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Sun Jan 02, 2011 11:02 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:31 am | |
| ABSES PERITONSIL Senin, 29/06/2009 14:28 WIB Penyakit ini terjadi akibat kuman aerob atau anerob yang menyerang ruang peritonsil. Akibatnya, rongga mulut bagian belakang bernanah. Komplikasi dari penyakit ini berupa dehidrasi, pendarahan, aspirasi paru, dan lain-lain.
Gejala Terdapat gejala dan tanda tonsilitis akut, demam tinggi, otalgia, nyeri saat menelan, nyeri tenggorok, muntah, mulut berbau, suara sengau, kadang-kadang sulit membuka mulut.
Pengobatan Perawatan untuk stadium awal dengan meberikan antibiotik dosis tinggi. Jika amandel bernanah maka segera dilakukan pembersihan. Penderita juga disarankan untuk berkumur dengan atiseptik untuk mencegah kuman dan bakteri.(Teguh Budi Santoso/Teguh Budi Santoso)
Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 6:49 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:33 am | |
| LARINGITIS ( RADANG PITA SUARA ) Laringitis adalah peradangan pada laring (pangkal tenggorok). Laring terletak di puncah saluran udara yang menuju ke paru-paru (trakea) dan mengandung pita suara.
PENYEBAB Penyebab yang paling sering adalah infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya common cold). Laringitis juga bisa menyertai bronkitis, pneumonia, influenza, pertusis, campak dan difteri. Laringitis bisa terjadi akibat: - Penggunaan suara yang berlebihan - Reaksi alergi - Menghirup iritan (misalnya asap rokok).
GEJALA Gejala biasanya berupa perubahan suara berupa serak sampai hilangnya suara. Tenggorokan terasa gatal dan tidak nyaman. Gejala lainnya yang juga bisa ditemukan: - demam - tidak enak badan - kesulitan menelan - sakit tenggorokan. Pembengkakan laring menyebabkan terjadinya gangguan pernafasan.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dengan cermin kecil bersudut seperti yang digunakan dokter gigi, dokter bisa melihat kemerahan dan pembengkakan pada laring.
PENGOBATAN Pengobatan pada infeksi oleh virus tergantung kepada gejalanya. Penderita sebaiknya mengistirahatkan pita suaranya dengan tidak bicara atau bicara dengan berbisik. Menghirup uap bisa meringankan gejala dan membantu penyembuhan daerah yang meradang. Jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotik.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:41 am | |
| NODUL PITA SUARA ( NODUL PENYANYI ) Nodul Pita Suara (Nodul Penyanyi) adalah pertumbuhan yang menyerupai jaringan parut dan bersifat jinak pada pita suara.
PENYEBAB Nodul biasanya terbentuk akibat pemakaian suara yang berlebihan, terlalu keras atau terlalu lama.
GEJALA Gejalanya adalah suara serak.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksan fisik. Nodul tampak sebagai suatu pertumbuhan yang berkapur.
PENGOBATAN Pada anak-anak, nodul biasanya akan menghilang hanya dengan menjalani terapi vokal. Pada dewasa, nodul harus diangkat melalui pembedahan.
PENCEGAHAN Satu-satunya cara mencegah tumbuhnya nodul adalah berhenti menyalahgunakan suara.
SUMBER: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:48 am | |
| TINDIK LIDAH BERISIKO BIKIN OTAK BENGKAK Kamis, 15/10/2009 16:32 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Beberapa tahun yang lalu orang hanya mengenal tindikan pada telinga saja, tapi kini hampir semua bagian tubuh bisa ditindik. Tapi jika Anda ingin melakukan tindik lidah, cobalah dipikir kembali sebelum benar-benar memutuskan.Para dokter mengatakan bahwa memiliki tindikan di lidah bisa meningkatkan risiko pembengkakan otak. Sebuah arsip Neurology melaporkan bagaimana seorang laki-laki berusia 22 tahun meninggal dunia akibat mengalami pembengkakan otak setelah beberapa minggu menindik lidahnya.
Dokter dari pria Israel tersebut telah memberitahukan bahwa terjadi infeksi yang bisa menyebar ke dalam aliran darah yang bisa membahayakan otak. Para pakar mengatakan tindik yang dilakukan di lidah lebih sering menyebabkan gigi patah dan infeksi mulut, namun terkadang juga menimbulkan masalah pada jantungnya.Meskipun memiliki risiko yang cukup mengerikan, menindik lidah tetap saja menjadi populer. Hal ini juga didukung oleh banyaknya selebriti yang melakukan tindik lidah seperti Mel B Spice Girl atau Putri Anna yang merupakan anak dari Zara Phillips. Namun sebaiknya orang harus berpikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk mengikuti tren yang ada.
"Ada banyak potensi komplikasi jika melakukan tindik lidah, mulai dari rasa sakit dan bengkak, bagian mulut yang tergores, gigi patah atau bisa juga menderita akibat pengikisan gusi dan pendarahan yang berkepanjangan," ujar Profesor Damien Walmsley, seorang penasihat ilmiah dari British Dental Association, seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (15/10/2009).Walmsley juga menambahkan bahwa tempat tindikan di bagian oral memiliki risiko infeksi yang cukup besar. Pesan yang paling penting adalah penindikan di daerah oral sebaiknya dihindari. Masalah yang berhubungan dengan tindikan di badan biasanya dipicu oleh buruknya kebersihan yang ada selama prosedur penindikan dan perawatan di rumah yang tidak diperhatikan.
Seorang profesional piercing mengatakan dengan menerapkan kebersihan yang benar serta tepat dalam melakukan tindikan akan jarang menimbulkan komplikasi bagi pengguna tindik, untuk itu sebaiknya jangan melakukan tindik sembarangan.Bagi Anda yang ingin selalu terdepan dalam urusan gaya, sebaiknya pikirkan dulu berkali-kali sebelum melakukan tindikan di bagian tubuh manapun. Serta hal yang terpenting adalah, lakukan tindikan pada ahlinya serta perhatikan kebersihannya.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 12, 2010 8:59 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Thu Apr 22, 2010 5:51 am | |
| KANKER LARYNX UNIVERSITARIA - Edisi Desember 2007 (Vol.7 No.5) Farmacia Secara umum, ada tiga jenis penatalaksanaan keganasan laring, yaitu operasi, radiasi dan kemoterapi. Bila diperlukan, pengobatan tersebut dapat dilakukan dengan kombinasi dua atau tiga model di atas.
Jangan anggap sepele bila suara Anda serak selama dua minggu atau lebih. Boleh jadi ada tumor di pita suara Anda. Tumor di laring dapat mengganggu fungsi fonasi laring, getaran pita suara (glotis) dan penyempitan pita suara." Akibatnya suara menjadi serak dan ini merupakan gejala dini dan utama keganasan laring," ujar Prof. dr. Bambang Hermani, SpTHT-KL(K) pada Upacara Pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap dalam Ilmu THT, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Aula FKUI, 27 Oktober 2007 lalu.
Di Indonesia angka kekerapan tumor laring belum dapat dipastikan, namun diperkirakan mencapai 1% dari semua keganasan di bidang THT. Artinya, menempati posisi ketiga tumor terbanyak di bidang THT, setalah tumor ganas nasofaring, dan tumor ganas hidung dan sinus paranasal. Data Departemen Patologi Anatomi FKUI/RSCM selama periode 2000-2005 ditemukan 3.344 kasus tumor ganas di daerah kepala-leher, terbanyak kasus kanker nasofaring 948 kasus (28,35 %) sedangkan tumor ganas laring sekitar 213 kasus (6,73%).
Laring merupakan organ vital pada tubuh manusia. Fungsinya mempertahankan jalan napas, melindungi jalan napas dan paru-paru, mengatur sirkulasi, membentu suara dan membantu menelan dan mengekspresikan emosi. Jadi penderita gangguan laring, selain serak juga disertai sesak napas (dispnea) dan napas berbunyi (stridor), nyeri menelan, batuk dan batuk berdarah." Kelainan pada laring akan menyebabkan gangguan fungsi yang akan menurunkan kualitas hidup bahkan dapat menyebabkan kematian," ujar Kepala Subbagian Laring/Faring THT FKUI-RSCM ini.
Menurut suami dr.Fatchiati Oesman, keganasan laring disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, rokok, alkohol, asbes dan bahan kimia lain, diet dan defisiensi vitamin A dan C, gastro esophegal reflux disease dan virus Human Papilloma Virus (HPV). Adanya tumor laring dapat diperiksa secara laringoskopi tidak langsung (laryngoscopy indirect )menggunakan kaca laring serta laringoskopi langsung (laryngoscopy direct) dengan laringoskop fleksibel atau suspensi. Pemeriksaan ini untuk menilai lokasi dan penyebaran tumor, sekaligus dapat dilakukan tindakan biopsi untuk pemeriksaan patologi anatomik. Pemeriksaan foto toraks dan tomografi komputer laring atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) diperlukan untuk menentukan perluasan tumor sekaligus menilai stadium tumor. Sekitar 95%-98% keganasan laring menunjukan gambaran patologi anatomi berupa karsinoma sel skuamosa. Deteksi dini keganasan laring sangat penting dalam keberhasilan pengobatan.
Sayangnya, lanjut mantan Kepala Departemen THT FKUI ini, kebanyakan penderita tumor laring di Indonesia pertama kali didiagnosa telah stadium lanjut. Data di RSCM saja, ada 80 % penderita pertama kali didiagnosa dalam stadium 3 dan 4." Banyak penderita tumor ganas, termasuk keganasan laring datang berobat pertama kali sudah stadium lanjut. Tentunya hal ini akan memperngaruhi cara pengobatan, menimbulkan kecacatan lebih luas dan akan mengurangi harapan hidup dan kualitas hidup penderita," tegas Bambang. Secara umum, ada 3 jenis penatalaksanaan keganasan laring, yaitu operasi, radiasi dan kemoterapi. Bila diperlukan, pengobatan tersebut dapat dilakukan dengan kombinasi dua atau tiga model di atas. Pengobatan yang dipilih bergantung pada stadium tumor dengan merujuk klasifikasi TNM. Radioterapi menjadi pilihan pada terapi tumor stadium awam (T1,T2). Pada penderita dengan klasifikasi T1, terapi radioterapi menunjukan 5 years survival rate berkisar antara 95%-98%.
Tindakan operasi yang dilakukan dapat berupa pengangkatan seluruh organ laring (laringektomi total) atau pengangkatan sebagian organ laring (laringektomi parsial). Pada laringektomi parsial dapat berupa hemilaringektomi atau supraglotik laringektomi, tergantung dari lokasi dan penyebaran tumor. Bila telah terjadi penyebaran tumor hingga ke kelenjer getah bening leher maka dilakukan laringektomi diseksi leher radikal. Sementara untuk laringektomi leher fungsional dilakukan bila ada kecurigaan mikro infiltrasi pada kelenjer getah bening leher, meski secara klinis belum teraba adanya pembesaran kelenjer getah bening leher.Ini dilakukan terutama pada keganasan di daerah supraglotis. Pada stadium lanjut setelah tindakan operasi dapat dilanjutkan dengan terapi radiasi.
Di RSCM, protokol terapi keganasan laring stadium 1 diberi terapi radiasi sebesar 6000-7000 cG. Untuk stadium 2 dan 3 dilakukan operasi laringektomi total atau parsial, kemudian dapat juga diberi radiasi pasca-operasi. Sementara stadium 4 dilakukan operasi laringektomi total, bila perlu dilakukan rekonstruksi, dan dikombinasikan dengan radiasi. Untuk tumor yang masih terbatas pada satu pita suiara dapat dilakukan laringektomi parsial, hanya mengangkat satu pita suara (hemikordektomi). Bagi keganasan yang tidak dapat diradiasi atau operasi, kemoterapi menjadi pilihan terapi. Pemakaian kombinasi 5-fluorouracil dengan cysplatin untuk kasu-kasus keganasan laring telah banyak dilaporkan, namun kemoterapi belum menjadi pilihan terapi utama, seperti radiasi atau operasi. Selain itu kemoterapi dapat juga diberikan pada kasus-kasus residif pasca operasi/radiasi, sebagai terapi paliatif.
Seperti halnya tumor lain, terapi keganasan laring menyisakan persoalan baru. Laringektomi total akan menyebabkan pasien tidak dapat bersuara melalui pita suara dan bernapas melalui stoma permanen. Rehabilitasi suara menjadi priotitas, di samping rehabilitasi psikologis. Rehabilitasi suara pasca operasi dengan menggunakan teknik esophageal speech, yaitudengan menelan udara dan mengumpulkannya dilambung kemudian dikeluarkan secara terkontrol untuk menghasilkan suara. Cara lain, dapat menggunakan alat bantu berupa vibrator listrik, seperti voice protese, untuk menghasilkan suara. Namun cara terakhir relatif mahal dan perlu perawatan khusus.
Usaha untuk meningkatkan kualitas hidup penderita keganasan laring terus dikembangkan. Selain meningkatkan teknik esophageal speech, teknik operasi organ preservasi, saat ini juga dirintis transplantasi laring pasca-laringektomi total. Kendati begitu, setiap penderita tidak pernah berharap melewati operasi apalagi hingga fase rehabilitasi. Oleh karenanya, pengendalian tumor hendaknya lebih berkonsentrasi pada upaya preventif dan promotif. Sehingga Anda yang tiba-tiba suaranya serak dapat segera mengkonsultasikan keluhannya ke spesialis THT tanpa harus menunggu suaranya hilang pada akhirnya.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:28 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11720 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Sat Apr 24, 2010 10:05 am | |
| JANGAN ABAIKAN RADANG TENGGOROKAN Rabu, 23/02/2011 13:50 WIB Prof dr Helmi SpTHT-KL (K) - detikHealth Jakarta, Radang tenggorokan atau pharyngitis, adalah suatu penyakit radang yang menyerang batang tenggorok. Penyakit yang kerap disebut radang tenggorok itu ditandai adanya penebalan atau pembengkakan dinding tenggorokan, berwarna kemerahan, ada bintik-bintik putih, disertai adanya rasa sakit menelan. Radang tenggorok bisa disebabkan infeksi virus atau kuman, disertai daya tahan tubuh yang lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif pada radang yang disebabkan oleh kuman. Untuk kasus radang tenggorok yang ringan, terkadang makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran dengan buah-buahan yang kaya vitamin bisa menolong meredakan radang. Gejala radang tenggorok acapkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.
Radang Tenggorok atau Pharyngitis ada dua macam, yakni akut dan kronis: 1. Pharyngitis akut. Radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.
2. Pharyngitis kronis. Radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.
Penyebab Radang Tenggorokan 1. Virus, sekitar 80 persen sakit tenggorokan disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan demam 2. Batuk dan pilek atau lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi. 3. Virus coxsackie (hand, foot and mouth disease). 4. Alergi juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap). 5. Bakteri streptokokus. Dapat diketahui dengan kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dan, adanya gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah-muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel. 6. Difteri 7. Merokok.
Gejala Radang Tenggorokan Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi tenggorokkan yang mengalami peradangan berat atau ringan akan tertutup selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah.
Gejala Lain 1. Demam 2. Pembesaran kelenjar getah bening di leher 3. Peningkatan jumlah sel darah putih. 4. Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri.
Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan Pada kasus ringan karena infeksi virus tidak harus ke dokter karena cukup diberi obat penghilang rasa sakit atau demam. Pada kasus tertentu yang bukan disebabkan karena virus mungkin perlu dilakukan pemeriksaan dokter. Sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik.
Infeksi Tenggorokan Tidak Harus Terapi Antibiotika Untuk infeksi tenggorokan adanya demam tinggi, ingus atau lendir yang berwarna hijau atau kuning merupakan gejala dari perjalanan infeksi virus, sebagian besar dokter seringkali memberikan terapi antibiotika. Padahal kondisi tersebut bukan merupakan indikasi pemberian antibiotika. Kecuali kasus dengan demam tinggi, pada saat hari ke 3-5 bisa dipertimbangkan pemberian antibiotika.
Sebelum melakukan pengobatan atau meresepkan obat, sangat penting kita mengetahui penyebab radang tenggorokan guna mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat, yang seringkali terjadi pada kasus radang tenggorokan karena dapat menimbulkan kuman yang resisten terhadap antibiotik. Untuk mengetahui penyebab radang tenggorokan harus dilakukan pemeriksaan cermat pada tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Selanjutnya, dengan test usap tenggorok untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri. Pemeriksaan lab ini perlu dilakukan jika ada dugaan diagnosis radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptokokus berdasarkan temuan klinis dan epidemiologis, dan pasien belum mengkonsumsi antibiotik.
Selain itu, juga perlu dilakukan pemeriksaan sensitivitas terhadap antibiotik pada pasien yang alergi terhadap penisilin karena adanya bakteri streptokokus yang resisten terhadap erytromisin. Jangan sampai si penderita meminum obat antibiotik sebelum dia mengetahui seberapa imun tubuhnya dan juga harus memeriksakan radang tenggorokan yang dideritanya ke dokter untuk mengetahui berat-ringannya penyakit. Bila radang tenggorokan disebabkan oleh alergi, si penderita sebaiknya selalu menjaga tubuh tetap prima jangan asal minum-minuman dan makan-makanan yang membuat tenggorokan sakit.
Sebagian besar kasus, keluhan ini akan mereda dengan sendirinya. Untuk membantu meringankan rasa sakit, dokter biasanya memberikan obat yang bersifat pain reliever. Misalnya asetaminofen (parasetamol) atau ibuprofen yang dapat membantu mengatasi rasa sakit dan demam. Berkumur dengan air garam hangat juga bisa membantu. Bisa juga dengan obat kumur anestetik atau anesthetic throat gargle.
FDA (Food and Drug Administration) atau lembaga pengawasan makanan & obat AS memberikan catatan, bahwa obat kumur Chlorhexidine Gluconate (CG) hasil uji klinis memiliki aktivitas antimikrobial untuk pembilasan oral atau mulut. Hasilnya, dari sampel microbial plaque yang diteliti, telah memperlihatkan pengurangan jumlah bakteri secara umum, baik aerob maupun anaerob yang berkisar 54-97 persen selama penggunaan CG.
Selain itu, penggunaan CG sebagai pembilas oral selama 6 bulan tidak menunjukan adanya perubahan yang nyata di dalam resistensi bakteri, pertumbuhan berlebihan dari organisme berpotensi opurtunis atau lain perubahan di dalam ekosistem microbial oral. Dan, tiga bulan pasca penggunaan CG dihentikan. Banyak bakteri di dalam plaque yang kembali ke tingkat base line,--bakteri plaque tidak resistens. Oleh karena itu, CG bisa dipergunakan sebagai alternatif meredakan radang tenggorokan maupun sariawan.
Komplikasi Jangan Diremehkan. Nyeri tenggorokan kerapkali diabaikan, karena pada umumnya ringan. Padahal pada sebagian kasus, sekitar 10-20 persen jika dibiarkan berlarut-larut, radang ini bisa memicu munculnya penyakit lain. Hampir semua orang pernah mengalami nyeri tenggorokan. Namun, tidak banyak yang memeriksakan ke dokter sebelum nyeri tenggorokannya menjadi parah. Bahkan, biasanya penderita baru pergi ke dokter saat radang parah atau nyaris tidak sanggup lagi menelan makanan.
Radang tenggorokan sebenarnya bukanlah nama penyakit, tetapi hanya gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau Pharyngitis. Keluhan yang muncul bervariasi, dari sekadar rasa gatal di tenggorokan sampai nyeri berat sehingga menelan ludah pun terasa menyakitkan. Tidak sampai di situ saja, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Penyebab radang tenggorokan ada bermacam-macam antara lain infeksi virus, infeksi bakteri, alergi dan iritasi.
Pharyngitis karena virus dan bakteri dapat ditularkan melalui ludah, yang menyebar saat batuk (drooplet infection) atau melalui tangan atau barang pribadi penderita yang terkontaminasi. Rata-rata masa inkubasi radang tenggorok antara 2-5 hari. Namun bila disebabkan virus, masa inkubasinya berkisar antara 3 hari hingga 2 minggu. Infeksi yang disebabkan virus influenza bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada kondisi ini, peradangan berlangsung sekitar tiga sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa lebih berat pada pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya hari.
Biasanya disertai rasa lemas, menurunnya nafsu makan, demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemukan pada infeksi virus lainnya seperti bisul dan campak. Tubuh memerlukan satu minggu untuk membangun antibodi untuk menghancurkan virus-virus tersebut. Infeksi Mononucleosis, atau yang umumnya disebut Mono disebabkan Virus Epstein Barr, dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.Virus ini memengaruhi sistem limpa sehingga menyebabkan pembesaran pada amandel dan muncul bercak putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada pembuluh di leher.
Infeksi seperti ini biasanya menimbulkan sakit tenggorokan yang parah, sehingga membuat si penderita kesulitan bernapas. Virus ini juga menyebabkan kelelahan luar biasa yang dapat berlangsung lebih dari enam minggu. Terkadang virus ini juga menyerang hati dan menyebabkan sakit kuning. Walaupun Mono diberi nama panggilan Kissing Disease, ia tidak hanya bisa ditularkan melalui ludah. Penularan juga dapat terjadi dari mulut ke tangan, kemudian dari tangan ke mulut atau dari penggunaan handuk atau alat-alat makan bersama.
Untuk bakteri, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebab sakit tenggorokan yang lain adalah laryngo-pharyngeal reflux (LPR). Pada penderita alergi biasanya mengalami sakit di tenggorokan pada pagi hari saat asam lambung naik ke atas dan masuk bagian belakang tenggorokan. Pada tenggorokan terasa ada benjolan dan berasa asam. Penderita sering mengeluarkan dahak untuk membersihkan tenggorokan.
Oleh karena itu, alangkah bijaknya jika pasien maupun dokter, untuk tidak mengabaikan atau membiarkan nyeri radang tenggorokan menjadi parah hingga menyebabkan komplikasi.
Penulis Prof. dr. Helmi, SpTHT-KL (K) Tulisan ini juga dipublikasikan di Jurnal Kedokteran Indonesia Medicinal
Last edited by gitahafas on Sun Jun 05, 2011 12:30 pm; edited 4 times in total |
|  | | | | Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |