Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Numpang Lewat

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 27 ... 50, 51, 52
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Jan 19, 2012 8:15 pm

CARA LIBURAN MENTAL UNTUK USIR STRES TANPA PERGI BERLIBUR
Kamis, 19/01/2012 14:16 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth
Jakarta, Kadang-kadang seseorang memang perlu untuk pergi berlibur, tetapi seringkali tidak memiliki waktu atau uang. Meskipun demikian, tidak perlu khawatir, karena sebuah liburan mental dapat membantu mengurangi stres. Asal tahu saja stres kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi stres yang besar. Satu peristiwa stres yang besar dapat menyebabkan penat dan tidak tahu bagaimana cara menangani stres tersebut. Dan liburan sangat membantu menjernihkan pikiran untuk dapat menangani masalah yang tadinya membuat stres. Tetapi banyak orang yang seringkali tidak memiliki waktu atau uang untuk berlibur dadakan. Namun, sebenarnya tidak perlu untuk pergi ke mana pun, selain mengunjungi tempat yang tenang terdekat untuk mengambil liburan mental. Jika tidak menemukan cara untuk mengurangi stres, maka dapat berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik. Liburan mental dapat dilakukan dengan bersantai setiap hari dengan cara sederhana dan tentunya akan mendapatkan manfaat besar. "Orang-orang yang terus-menerus mengalami banyak stres akan memiliki masalah fisik yang berkaitan dengan stres. Bahkan stres dalam periode yang singkat pun dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang. Sangat penting untuk melakukan suatu kegiatan yang dapat meringankan stres dalam rutinitas sehari-hari. Liburan mental bahkan dapat dilakukan hanya dengan menghabiskan waktu selama 5 menit di pagi hari dan 5 menit di malam hari," kata Sally R. Connolly, seorang terapis di Couples Clinic of Louisville, Louisville. Visualisasi tempat bebas stres dan teknik relaksasi lainnya merupakan cara cepat dan mudah untuk membantu menenangkan dan menyegarkan seluruh tubuh dan dapat menyebabkan seseorang menajdi lebih bersemangat. Berikut 6 cara yang disarankan Connolly untuk menjalani liburan mental yang dapat mengurangi stres seperti dikutip dari EverydayHealth, Kamis (19/1/2012) antara lain:

1. Membaca buku di tempat tidur
Kegiatan ini merupakan sebuah pelarian besar dan dapat membuat merasa segar dan rileks. Tempat tidur hangat dan nyaman merupakan tempat yang damai untuk meringankan stres. Membaca sebuah buku adalah cara sempurna untuk melupakan masalah yang menyebabkan stres, kemudian kembali fokus pada pikiran sendiri.

2. Visualisasikan relaksasi
Mencuri beberapa saat-saat tenang untuk menutup mata dan memikirkan suatu hal yang membuat santai, seperti sinar matahari yang hangat pada kulit dan suara laut atau suara aliran air. Kemudian dapat berpikir kembali setelah merasa damai dan santai.

3. Lihatlah foto-foto dari saat-saat bahagia
Melihat foto liburan keluarga atau makan malam yang menyenangkan dengan teman-teman dapat menenangkan dan menyegarkan. Refleksikan pada ingatan saat-saat bahagia tersebut, dan apa yang membuatnya begitu menyenangkan. Luangkan beberapa saat tenang untuk mengenang, maka dapat menyebabkan lebih santai dan tenang.

4. Melihat keluar jendela
Mengalihkan perhatian dengan berfokus pada sesuatu selain masalah atau tekanan yang membuat stres. Ambil secangkir kopi atau teh, menutup pintu, dan mengistirahatkan mental. Biarkan diri sendiri untuk melamun selama beberapa menit.

5. Mendengarkan CD relaksasi
Mungkin ingin mendengar burung berkicau, ombak yang bergulung, atau hujan lembut, tutup mata dan mendengarkan suara-suara menenangkan ketika melakukan pernapasan dalam dapat membantu untuk dapat lebih bersantai dan mengurangi stres.

6. Berjalan-jalan
Aktivitas fisik ringan adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres karena dapat mengalihkan pikiran dari stres yang dialami. Pergi keluar untuk berjalan-jalan pagi yang tenang dapat menyegarkan pikiran. Berjalan sepanjang jalan, pantai, atau tempat damai lainnya dapat menawarkan relaksasi.

Lakukanlah liburan mental selama 5-10 menit, atau 20 menit setiap hari dan melatih tubuh untuk rileks dapat mengurangi stres. Hasil liburan mental dapat sangat mengagumkan hanya dengan mengambil beberapa waktu setiap hari secara rutin.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Jan 25, 2012 9:07 pm

KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH TERHADAP FLU BURUNG CUKUP TINGGI
Jakarta, 20 Januari 2012
Selama ini, faktor risiko flu burung diidentifikasi berasal dari unggas yang mati, dari lingkungan yang tercemar, dan beberapa risiko yang belum diketahui. Karena itu, perhatian berbagai Kementerian juga Pemerintah Daerah diarahkan kepada program pencegahan. Upaya respon berupa tindakan pencegahan dan penanggulangan flu burung tersebut, antara lain surveilans untuk deteksi dini dan investigasi kasus flu burung; sosialisasi pencegahan flu burung kepada masyarakat dan industri perunggasan; peningkatan biosecurity pada pemilik unggas; respon pengobatan di Rumah Sakit Rujukan; pemberian tindakan profilaktif kepada orang yang kontak dengan korban meninggal dengan obat antiviral oseltamivir; dan pemberdayaan masyarakat. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono, didampingi Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat memberikan keterangan kepada sejumlah pers usai melaksanakan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang membahas Tren Perkembangan Flu Burung dan Faktor Risiko dalam Penanganan Korban Flu Burung, Jakarta (20/01/2012). “Kesiapsiagaan ditingkatkan, terlebih pada musim hujan seperti sekarang. Menurut catatan dan pengalaman selama ini, puncak kejadian di berbagai Negara terjadi pada musim-musim hujan, yaitu antara Januari hingga April”, ujar Menkokesra.

Menurut Menkokesra, masalah penanggulangan flu burung saat ini, yaitu kelambatan deteksi dini flu burung di puskesmas, klinik swasta; Keterbatasan kapasitas RS untuk merespon flu burung terutama RSUD Kabupaten dan RS Swasta sebagai tempat pengobatan pertama bagi masyarakat; Masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap ancaman flu burung; restrukturisasi usaha perunggasan terutama kurangnya kesehatan lingkungan; dan sulitnya relokasi tempat penampungan dan pemotongan unggas. Karena itu, sebagai tindak lanjut, perlu dilakukan penguatan surveilans terpadu pada unggas dan manusia; intensifikasi sosialisasi peningkatan kewaspadaan flu burung oleh pemerintah namun tidak membuat panik masyarakat; peningkatan kapasitas RS rujukan FB melalui penguatan tindakan life saving di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit rujukan flu burung; simulasi respon flu burung memanfaatkan sarana kesehatan pemerintah dan swasta serta pemberdayaan masyarakat; penguatan riset memantau perkembangan virus H5N1; dan penguatan sistem One Health (kesehatan hewan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan dan kesehatan satwa liar).


Ditambahkan oleh Menkes, sistem kewaspadaan yang dilakukan Kemenkes antara lain dengan mengembangkan sentinel surveilans, baik di tingkat puskesmas di seluruh Indonesia untuk pemeriksaan spesimen pada pasien dengan gejala flu, maupun sentinel surveilans di rumah sakit, yang khusus untuk pasien dengan penyakit paru-paru akut. Selain itu, dilakukan juga surveilans bersama dengan Kementerian Perrtanian dan Dinas Peternakan. “Saat ini kita akan meningkatkan kemampuan laboratorium, artinya, jangan hanya 1 laboratorium di Jakarta saja yang mampu memeriksa, tapi kita mempunyai jejaring 42 laboraturium di seluruh Indonesia. Kasus Flu burung termasuk kasus yang jarang, jadi diperlukan juga peningkatan kemampuan sumber daya manusianya”, tambah Menkes. Menkes menjelaskan, sejak 2007 terdapat 100 RS rujukan flu burung di Indonesia. Dari segi kesiapan, sekitar 80% sudah memiliki ruang isolasi, dan 20% diantaranya sudah memiliki ruangan yang bertekanan negatif. Hal lainnya, obat oseltamivir telah didistribusikan ke 33 provinsi, dan buffer stock di pusat ada sebanyak 1 juta dosis. Selain itu, Alat Pelindung Diri (APD) hingga kini jumlahnya masih mencukupi. Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kasus flu burung 184, Menkes memberikan keterangan bahwa penanganan yang dilakukan sudah sesuai prosedur, yakni dilakukan pemeriksaan selama tiga kali berturut-turut, dan hasilnya negatif. Berdasarkan hasil tersebut, pasien dipindah ke ruang perawatan biasa, dengan tetap diberikan oseltamivir. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk, dan saat dilakukan pemeriksaan kembali, dan hasilnya positif. Saat itu pasien tidak batuk atau pilek. Kemungkinan spesimen yang diperiksa tidak cukup dalam karena tidak ada cairan yang keluar.

“Kasus ini bukan penularan dari manusia ke manusia, karena masa inkubasinya berdekatan, sehingga diduga sumber penularannya yang sama. Selain itu, hingga saat ini belum ada sinyal potensi pandemi. Karena secara epidemiologi, belum ada kasus penularan dari manusia ke manusia, dan secara virologi, belum ditemukan mutasi”, tegas Menkes.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567 dan 081281562620, atau alamat e-mail info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Mon Jan 30, 2012 7:48 pm

BERADA DI KANTOR LEBIH DARI 11 JAM? SIAP SIAP DEPRESI
Republika – 2 jam 31 menit lalu
REPUBLIKA.CO.ID, Hati-hati bila Anda berada di kantor dalam waktu lama. Peluang Anda untuk mengalami depresi justru meningkat dua kali lipat dibandingkan mereka yang bekerja sesuai jam kerja normal. Para peneliti Inggris menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 11 jam per hari atau lebih dari 55 jam per minggu mengalami risiko lebih tinggi. Risiko ini justru lebih sering akan dialami oleh perempuan, anak muda, dan mereka yang punya penghasilan rendah. Studi ini dibuat berdasarkan riset pada sekitar 2.000 pekerja sipil dari berbagai sektor, penghasilan, dan jam kerja. Mereka mulai bekerja sekitar awal 1990-an dan berusia antara 35-55 tahun. Ketika data mereka diungkap kembali enam tahun kemudian, para ilmuwan dari dua universitas dan akademi London di Finlandia menemukan adanya kaitan antara waktu lembur dan depresi. Malah, tidak hanya depresi, faktor lain seperti gaya hidup tidak sehat, pernikahan yang terancam gagal, dan tingkat tekanan kerja yang terus bertambah turut muncul.
Jadi, waspadalah...
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Mon Jan 30, 2012 7:55 pm

BIKIN TOILET BERSIH DAN KERING
Senin, 30 Januari 2012 13:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Toilet menjadi salah satu indikator kebersihan seseorang atau sebuah keluarga. Jika ingin mengetahui orang tertentu bersih atau jorok, tengok saja bagaimana toilet di rumahnya. Nah, bagaimana toilet di rumah Anda? Menurut Ketua Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari sebuah toilet. Semuanya berawal dari desain. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mendesain toilet di rumah. Ukuran minimal toilet rumah, yaitu 1,2 meter x 2 meter. "Ukuran ini membuat orang di dalamnya bergerak bebas. Sikut kedua tangan tidak terbentur ke mana-mana," ujar lulusan Studi Interior Architecture di Pratt Institue New York ini. Pintu kamar mandi harus bisa dibuka penuh. Hindari membuka pintu terbentur bak atau ember sehingga tidak leluasa bergerak. Untuk menghindari terjadi sesuatu di dalam toilet-orang yang masuk pingsan atau sakit-sebaiknya pintu terbuka keluar. Jarak antara antara toilet dan westafel tidak boleh terlalu dekat, sekitar satu meter. Toilet pun harus memiliki ventilasi sehingga udara tak terperangkap di dalam toilet. Ventilasi harus diarahkan dari toilet ke luar ke ruangan, bukan ke dalam ruangan lain. Bila toilet berada di bagian tengah rumah, banyak orang memasang exhaust fan untuk mengeluarkan udara di dalam toilet. Toilet perlu pencahayaan yang baik. Yang sangat penting harus cukup air bersih. Air tersebut baik untuk menggelontor pembuangan maupun mencuci tangan.

Di pasaran ada toilet duduk dan jongkok. Pilihan ini disesuaikan dengan kebiasaan si pemakai. Toilet jongkok lebih baik karena lebih bebas. Akan tetapi, bagi yang sudah sepuh kesulitan untuk bangun. Dengan demikian, pada dinding perlu dipasang pegangan dari baja antikarat. Namun, ada juga yang lebih nyaman menggunakan toilet duduk. Untuk pintu dan kaca, pilihlah yang berkualitas. Kualitas akan memberi kepuasan. Misalnya, pintu tak mudah jebol atau dimakan rayap dan kaca tak mudah pecah. Keramik dinding, pilihlah yang berpermukaan halus. Dengan begitu, dinding akan mudah dibersihkan. Sementara untuk lantainya, pilihlah yang memiliki permukaan kasar sehingga tak mudah terpeleset. Hindari pemilihan warna suram untuk menghindari kesan kotor dan gelap. Jangan abaikan kemiringan lantai, minimum dua persen. Tujuannya agar air mudah mengalir ke pembuangan sehingga tak membuat genangan. "Toilet yang bersih adalah yang kering dan sehat," tutur Naning. Apalagi, Indonesia sebagai negara tropis kondisi toilet harus benar-benar kering. Genangan air sedikit saja membuat toilet menjadi lembap, mengundang dan menyebarkan bibit penyakit.

Naning menambahkan, kesalahan membersihkan toilet dengan menuangkan karbol. Bahan ini tidak hanya baunya menyengat, tetapi menyebabkan bakteri yang ada di septic tank ikut mati. Hal ini dapat juga merusak air tanah. Letakkan pewangi atau tanaman ruang di sudut. Toilet akan memberikan suasana segar. Perlu diperhatikan bahwa toilet yang bersih belum tentu higienis. Ketika disiram air, dibersihkan dengan sabun, atau pembersih biasa, kotorannya hilang toilet pun menjadi bersih. Namun, lanjut Nanang, belum tentu kuman-kumannya mati semua. Sebab, banyak kuman yang bersumber dari kamar mandi tidak mati sekadar disiram air atau sabun biasa. Idealnya membersihkan toilet minimal sehari sekali, namun bisa juga tiga hingga empat kali agar kuman tidak berkembang biak. Untuk pembersihnya, ujar Nanang, pilih yang mengandung sodium hypochlorite, yang efektif membunuh kuman dan bibit penyakit. Bahan ini juga aman di tangan dan tidak merusak permukaan toilet-porselen lantai, keramik. Pilih pula pembersih yang mengandung pewangi alami. Suasana ini membuat nyaman selama melakukan aktivitas di toilet. Selain toilet perhatikan pula kebersihan keran air, westafel, pegangan pintu, hingga sudut-sudut tersembunyi. Bisa juga menggunakan pengharum ruangan untuk mengusir bau tidak sedap di kamar mandi.

Berikut adalah langkah-langkah membersihkan toilet yang benar, yaitu:
- Gunakan sarung tangan, lalu tuangkan cairan pembersih di sekitar kloset.
- Tunggu beberapa bahan bekerja efektif.
- Sikat bagian kloset sampai merata.
- Siram dengan air.
- Tutup kloset agar tidak menyebarkan kuman penyakit.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Feb 02, 2012 6:13 am

PENYEBAB SUSAH TIDUR PALING BANYAK KARENA MEMIKIRKAN UANG
Rabu, 01/02/2012 07:47 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Ada beragam penyebab orang susah tidur, mulai dari cuaca tidak enak hingga terganggu pasangan yang tidurnya mendengkur. Namun dari semua itu, penyebab susah tidur yang paling banyak dilaporkan adalah pusing memikirkan masalah keuangan. Dalam sebuah survei, 37 persen responden mengeluhkan masalah keuangan sebagai penyebab gangguan tidur yang dialaminya. Masalah keuangan yang dikeluhkan bermacam-macam, mulai dari hutang-piutang hingga berbagai macam tagihan yang harus dilunasi. Urusan pekerjaan menjadi masalah kedua yang paling banyak dikeluhan para penderita gangguan tidur, yakni oleh 30 persen responden. Di urutan berikutnya adalah cuaca yang terlalu panas atau gerah, yang dikeluhkan oleh sekitar 29 persen responden. Beser atau sebentar-sebentar ingin ke toilet untuk buang air kecil berada di peringkat berikutnya, bersama-sama dengan urusan jodoh. Kedua hal itu masing-masing dikeluhkan oleh 20 persen responden sebagai penyebab gangguan tidur yang dialaminya. Masalah kesehatan lainnya berada di urutan keenam dan dikeluhkan oleh 17 persen responden. Cuaca yang terlalu dingin serta terganggu oleh pasangan yang berisik karena tidurnya selalu ngorok berada di urutan berikutnya, masing-masing dengan 16 persen. Secara umum, gangguan-gangguan secara psikologis lebih banyak memicu susah tidur daripada gangguan fisik seperti suara berisik dari jalan raya atau tetangga. Meski begitu, keluhan fisik khususnya dering ponsel ketika ada pesan atau panggilan masuk juga dikeluhkan oleh 5 persen responden. "Memikirkan masalah saat sudah bersiap mau tidur hanya akan membuat masalah tampak lebih berat. Sangat penting untuk rileks sebelum tidur agar tubuh dan pikiran bisa benar-benar istirahat," kata Claire Haigh, juru bicara Premier Inn Hotel di Inggris yang mendanai survei tersebut, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (1/2/2012).
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Feb 02, 2012 6:17 am

5 KIAT HIDUP BEBAS KECEMASAN
Lusia Kus Anna | Rabu, 1 Februari 2012 | 11:34 WIB
Kompas.com - Penelitian menunjukkan kebanyakan orang menghabiskan 5 persen dari pagi hari mereka, berarti sekitar 48 menit, untuk cemas tentang sesuatu hal. Sumber kecemasan yang lazim adalah pekerjaan, keluarga, hubungan dengan orang lain, keuangan, atau kesehatan. Cemas bahkan bisa berkembang menjadi suatu kondisi klinis yang disebut generalized anxiety disorder. Orang yang mengalami gangguan ini cemas tentang berbagai masalah sekaligus, termasuk hal-hal yang ada di luar kontrol mereka, misalnya cuaca dan perang nuklir. Sebagai manusia, wajar jika kita merasa takut. Tetapi, jangan biarkan perasaan takut atau cemas tersebut mengganggu hidup. Apalagi, seringkali kecemasan itu timbul meski tidak ada penyebab yang jelas, biasanya karena rekaan pikiran sendiri. Apabila Anda sudah siap mengusir kecemasan dari pikiran Anda, berikut ini adalah beberapa saran dari pakar.

- Ubah kebiasaan
Bagi kebanyakan orang, kecemasan timbul akibat kebiasaan yang mungkin dipelajari dari orangtua. Karena itu, pertama-tama Anda harus menyadari bahwa Anda adalah orang yang mudah cemas dan terbuka untuk melakukan perubahan perilaku.

- Gunakan logika
Begitu Anda mulai merasa cemas akan sesuatu, ingatkan diri akan faktanya dan kenyataan bahwa kecemasan yang lalu tidak terbukti. Jika Anda sudah terlanjur membuat sirkuit kecemasan di otak, yang perlu dilakukan adalah membuat sistem sirkuit lain yang lebih rasional.

- Perhatikan pola makan
Terkadang hal-hal kecil bisa menimbulkan kecemasan, misalnya saja rasa lapar atau makanan tertentu. Kebanyakan orang yang menderita kecemasan kekurangan magnesium. Mengurangi minuman berkafein dan alkohol juga membantu mengurangi rasa cemas.

- Jangan lupa tarik napas
Olahraga sangatlah penting. Bila Anda sering diliputi kecemasan, olahraga yoga atau taichi sangat membantu menenangkan pikiran sekaligus membantu Anda mengolah napas.

- Hiduplah untuk saat ini
Melatih kesadaran adalah teknik yang akan membantu Anda untuk hidup pada saat ini. Hilangkan ketakutan berlebihan akan masa lalu dan masa depan.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Fri May 11, 2012 8:52 am

RISIKO INFEKSI DI RS LEBIH MEMATIKAN DIBANDING NAIK PESAWAT
Kamis, 10/05/2012 17:01 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Salah satu alasan orang takut terbang adalah tidak ingin mati mengenaskan jika pesawatnya jatuh. Namun statistik menunjukkan, risiko kematian akibat infeksi saat dirawat di rumah sakit lebih tinggi dibanding kematian saat naik pesawat. Tidak bisa dipungkiri, rumah sakit adalah sarang kuman sehingga di tempat itu rentan terjadi infeksi nosokomial atau infeksi baru selama perawatan. Meski bisa juga terjadi pada pengunjung, infeksi ini paling sering menjangkiti pasien yang memang kondisi daya tahan tubuhnya sedang turun. Tidak hanya memperpanjang masa perawatan, adanya infeksi baru kadang-kadang juga memicu dampak yang lebih fatal. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), jutaan orang meninggal akibat infeksi baru di rumah sakit terutama saat berada di ruang bedah dan ICU (Intensive Care Unit). Angka ini cukup tinggi dibandingkan risiko kematian akibat kecelakaan saat naik pesawat, yang diperkirakan hanya dialami oleh 1 dari 10 juta penumpang. Padahal risiko infeksi nosokomial bisa menimpa 1 dari 10 pasien di rumah sakit, dengan risiko kematian 1 di antara 300 pasien. Selengkapnya, berikut ini data-data terkait infeksi nosokomial seperti dikutip dari Health24, Kamis (10/5/2012).

1. Jutaan orang meninggal setiap tahun karena kesalahan medis serta infeksi yang terjadi di rumah sakit. Akibatnya, risiko pergi ke rumah sakit dinilai lebih tinggi daripada naik pesawat.

2. Di negara manapun, seseorang yang masuk rumah sakit akan menghadapi risiko kesalahan medis sebesar 1:10 dan risiko kematian sebesar 1:300. Padahal saat naik pesawat, risiko kematian akibat kecelakaan hanya tejadi pada 1 dari 10 juta penumpang.

3. Lebih dari 50 persen infeksi yang terjadi di rumah sakit bisa dicegah jika dokter dan petugas medis selalu mencuci tangan dengan alkohol sebelum menangani pasien.

4. Data Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan bahwa setiap 100 orang yang masuk rumah sakit, 7 orang di negara maju dan 10 orang di negara berkembang akan mengalami infeksi baru saat dirawat.

5. Makin lama dirawat di ICU (Intensive Care Unit), pasien makin berisiko mengalami infeksi.

6. Berbagai peralatan medis tergolong rentan menularkan infeksi, seperti kateter saluran kencing dan juga ventilator (alat bantu pernapasan).

7. Di Amerika Serikat, kasus infeksi di rumah sakit mencapai 1,7 juta kasus/tahun dan memicu 100.000 kematian. Angka ini lebih tinggi dibanding Eropa yang hanya 4,5 juta kasus infeksi/tahun dengan tingkat kematian 37.000 kasus/tahun.

8. Di negara berkembang, risiko infeksi dalam perawatan di rumah sakit cenderung lebih tinggi. Diperkirakan 15 persen pasien di negara-negara tersebut pernah mengalaminya.

9. Daftar pemeriksaan (checklist) keselamatan untuk peralatan bedah yang dikeluarkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sejauh ini mampu mengurangi risiko komplikasi sebanyak 33 persen, termasuk infeksi, dan juga risiko kematian sebanyak 50 persen.

10. Jika daftar pemeriksaan itu diterapkan di seluruh dunia, diperkirakan ada sekitar 500.000 kematian/tahun yang bisa dicegah.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed May 16, 2012 1:25 pm

ANGGAPAN KELIRU TENTANG OTOPSI DI MASYARAKAT
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 16 Mei 2012 | 07:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pada beberapa kasus kematian tidak wajar, otopsi adalah jalan satu-satunya untuk mengetahui penyebab kematian. Namun pada kenyataannya, tidak semua proses otopsi bisa berjalan lancar. Masih banyak masyarakat, khususnya dari pihak keluarga korban yang tidak menginginkan hal itu dilakukan. "Ada hal-hal atau situasi tertentu, di mana bedah mayat tidak bisa dilakukan. Karena tekanan-tekanan masyarakat dan tekanan sosial," ujar Prof. DR. Herkutanto, dr., SpF, ahli forensik dari Departemen Forensik dan Medikolegal FKUI/RSCM, saat acara seminar Peran Kedokteran Forensik dalam Sistem Peradilan, di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Salemba Jakarta, Selasa, (15/5/2012). Herkutanto mengatakan, banyaknya penolakan otopsi yang datang dari pihak keluarga korban umumnya disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang otopsi. Padahal dengan otopsi bisa diketahui penyebab pasti kematian, mekanisme kematian dan saat kematian. Banyak yang beranggapan bahwa proses ptopsi tidak berguna karena tidak bisa menghidupkan kembali korban yang sudah mati. Kemudian ada pula yang berpikir bahwa dengan diperiksa bagian dalamnya, maka ada organ tubuh yang kemudian diambil. "Perlu diketahui bahwa organ-organ itu tadi tidak ada gunanya secara medis. Itu hanya suatu anggapan yang sangat keliru," jelasnya.

Oleh sebab itu, perlu beberapa persiapan sebelum proses otopsi dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan penjelasan kepada keluarga, mengapa perlu pembedahan mayat, apa yang dilakukan dan setelah selesai organ tubuh dikembalikan ke tempatnya dan dijahit. "Faktor penghalang utama memang kebanyakan dari keluarga. Kalau ada orang yang bukan keluarga lalu menghalang-halangi maka akan menjadi aneh," ujarnya. Pemeriksaan forensik pada korban meninggal biasanya dilakukan atas permintaan penyidik/polisi pada korban mati yang diduga akibat tindak pidana, korban mati tidak wajar atau diduga mati tidak wajar. Berdasarkan cara kematian, kematian dibagi menjadi dua, yakni kematian wajar dan tidak wajar. Kematian wajar adalah kematian yang disebabkan oleh penyakit. Sedangkan kematian tidak wajar biasanya karena bunuh diri, pembunuhan dan kecelakaan. Kematian wajar paling banyak terjadi karena penyakit kardiovaskular (lebih dari 70 persen). Sedangkan kematian tidak wajar paling banyak karena kekerasan benda tumpul, tajam dan senjata api.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed May 16, 2012 1:50 pm

AC SENTRAL BISA JADI SARANG PENYAKIT
RABU, 16 MEI 2012 | 05:08 WIB
TEMPO.CO , Jakarta:Membesuk kerabat atau sahabat saat dirawat di rumah sakit diyakini banyak orang membawa manfaat bagi hubungan di antara manusia. Ruangan bersih dan bau khas antiseptik merupakan kesan yang paling kentara gampang ditemui ketika di tempat itu. Tak heran jika terpikir bahwa rumah sakit adalah tempat yang paling sehat (higienis). Namun salah besar bila pengunjung rumah sakit merasa aman dari penyebaran penyakit saat berada di sana. Sesungguhnya rumah sakit lebih besar potensi bahayanya dibanding tempat lain. "Hypermarket penyakit justru di rumah sakit," kata dokter spesialis okupasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Muchtaruddin Mansyur, dalam seminar Penyebaran Infeksi di Rumah Sakit, di Laboratorium Mikrobiologi Klinik FKUI pada Rabu lalu. Keadaan itu terjadi karena rumah sakit rentan dengan penularan kuman-kuman penyakit. Infeksi rumah sakit yang disebut juga dengan infeksi nosokomial ini menyebar dengan melibatkan banyak pihak, seperti pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung. Penyebaran juga terjadi melalui alat-alat medis serta fasilitas atau peralatan di rumah sakit. Saat seorang pengunjung berinteraksi dengan pasien atau menyentuh ranjang pasien, menurut Muchtar, bisa saja kuman penyakit berpindah ke telapak tangannya.

Menurut dokter spesialis mikrobiologi klinik FKUI, Anis Karuniawati, yang lebih mengkhawatirkan adalah kuman penyakit yang terdapat di rumah sakit itu umumnya telah resisten. "Di rumah sakit, bakteri itu sudah kenyang dengan antibiotik sehingga lebih resisten dibanding bakteri yang ditemukan di komunitas," katanya, "mikroorganisme penyebab itu bisa berasal dari bakteri, virus, jamur, maupun parasit." Tidak hanya menular melalui kontak dengan pasien, peralatan medis, atau fasilitas rumah sakit seperti toilet, penyebaran infeksi di sana juga bisa terjadi melalui udara. Ini terjadi pada rumah sakit dengan pendingin terpusat (AC sentral). "AC sentral adalah tempat perkembangbiakan terbaik bakteri Legionella yang tahan terhadap suhu sekitar 50 derajat Celsius," kata Anis.

Infeksi akibat terpapar bakteri di rumah sakit (nosokomial), menurut Muchtar, sering menyerang dan menyebabkan infeksi saluran kemih, saluran napas bawah, daerah operasi, serta aliran darah. "Infeksi saluran napas bawah adalah infeksi yang terjadi pada saluran napas di bawah bronkus sampai paru-paru," ujarnya. Bentuk penyakitnya seperti pneumonia (radang paru), sedangkan infeksi saluran kemih di antaranya uretritis. Karena itu, kita perlu berhati-hati. Sebab, tak ada satu pun rumah sakit yang tidak berisiko. "Bukan cuma di Indonesia, melainkan di rumah sakit di negara maju pun berisiko," kata Anis. Menurut Muchtar, rumah sakit perlu memperhatikan upaya penurunan faktor risiko penularan penyakit infeksi tersebut. Caranya antara lain dengan desain ruangan sesuai standar dan persyaratan, penyediaan air bersih, fasilitas cuci tangan, disinfeksi dan sterilisasi, pengelolaan yang baik dalam pembuangan limbah cair dan padat, sanitasi dapur, dan laundry serta pengendalian serangga. "Jangan sampai besuk, malah besok sakit. Karena adanya infeksi nosokomial pada pasien membuat masa perawatan pasien lebih lama, kondisi pasien lebih serius serta biaya lebih mahal," ujarnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu May 17, 2012 2:26 pm

WHO: 1 DARI 3 ORANG DERITA HIPERTENSI
Rabu, 16 Mei 2012, 22:33 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Satu dari tiga orang dewasa menderita tekanan darah tinggi, penyebab utama stroke dan sakit jantung, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu. Kanada dan Amerika Serikat memiliki pasien paling sedikit, kurang dari 20 persen orang dewasa, tapi di negara yang lebih miskin seperti Niger diperkirakan jumlahnya mencapai 50 persen, kata badan dunia itu. Meskipun negara yang lebih kaya telah menghadapi penurunan kasus berkat perawatan efektif yang murah, di Afrika banyak orang masih tak terdiagnosis dan tak memperoleh bantuan, kata WHO. Laporan World Health Statistics WHO meliputi jumlah mengenai tekanan darah tinggi yang meningkat, dan juga tentang tingkat gula darah, untuk pertama kali tahun ini. Satu dari 10 orang diperkirakan menderita diabetes, naik dari sepertiga di negara Pulau Pasifik. "Laporan ini menjadi bukti lebih lanjut mengenai peningkatan dramatis dalam kondisi yang memicu sakit jantung dan penyakit kronis lain, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan. "Di beberapa negara Afrika, sebanyak separuh penduduk dewasa menderita tekanan darah tinggi," kata Chan sebagaimana dikutip AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu malam. Di Niger, 50,3 persen pria mengalami kondisi tersebut, dan Malawi serta Mozambik tak jauh di belakang Niger --masing-masing-- dengan 44,5 dan 46,3 persen. Laporan itu juga menyatakan tingkat kegemukan berlipat di seluruh dunia antara 1980 dan 2008 dan setengah miliar orang atau 12 persen dari penduduk dunia sekarang dipandang gemuk. Orang Amerika memiliki contoh tertinggi, yaitu 26 persen orang dewasa, dan Asia Tenggara memiliki angka kegemukan paling rendah --sebanyak tiga persen. WHO menyatakan kematian pada anak-anak yang berusia di bawah lima tahun turun dari hampir 10 juta pada 2000 jadi 7,6 juta satu dasawarsa kemudian, dan penurunan kematian akibat campak serta penyakit yang berkaitan dengan diare "sangat mengerikan". World Health Assembly, badan pembuat keputusan di WHO, dijadwalkan bertemu di Jenewa dari 21 sampai 26 Mei. Semua anggota akan membahas sasaran baru mengenai pengurangan kasus sakit jantung dan paru-paru, diabetes serta kanker.
Back to top Go down
View user profile
 

Numpang Lewat

View previous topic View next topic Back to top 
Page 52 of 52Goto page : Previous  1 ... 27 ... 50, 51, 52

 Similar topics

-
» Numpang Lewat
» Jangan selalu tidur lewat
» Bikin Lagu Lewat PC (Anvilstudio)
» Yamaha Mio Bergaya Bumblebee
» [Story GeJe] Cerita dengan 9 Kata

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-