|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Fri Jun 25, 2010 8:28 pm | |
| MENATA ULANG MAKNA KELUARGA Saturday, 19 June 2010 - Seputar Indonesia ERAmodern dengan berbagai problematikanya memberikan permasalahan tersendiri bagi masyarakat.Hal itu pun berpengaruh pada institusi keluarga sebagai salah satu komponen pembentuk masyarakat.Sebuah keluarga kini kadang sulit diterjemahkan dalam pemahaman tradisional. Di zaman yang sudah mengglobal ini, ada anggapan bahwa terjadi krisis dalam institusi keluarga. Keluarga oleh sejumlah pihak kadang dianggap sebagai institusi yang sudah tidak lagi relevan.
Bagi sejumlah kalangan, khususnya di negara Barat, kelompok manusia yang ingin hidup bersama tidak lagi membutuhkan institusi keluarga. Hal inilah yang menguatkan anggapan bahwa keluarga sudah mengalami krisis di zaman modern. Akibatnya keluarga sering dianggap bukan institusi yang sakral. Semua kegiatan dan hubungan yang biasanya hanya bisa dilakukan pascapernikahan pun oleh sejumlah kalangan dianggap lumrah dilakukan tanpa ikatan pernikahan. Ada sejumlah gejala yang kadang sering dianggap sebagai ancaman bagi institusi keluarga seperti bertambahnya orang tidak menikah (single-person home).
Mereka lebih senang hidup melajang dan menjalankan semua aktivitasnya sendiri. Hal ini bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Contoh lain adalah bertambahnya jumlah orang hidup bersama tanpa nikah.Pernikahan tidak lagi menjadi penghalang untuk hidup bersama. Gejala lain adalah bertambahnya orang tua tunggal (single parent) yang mengasuh anak-anaknya sendiri. Hal ini salah satunya disebabkan bertambahnya perceraian di kalangan masyarakat.Bahkan muncul anggapan bahwa lembaga perkawinan akan ketinggalan zaman.Akibatnya hubungan seks sebelum menikah pun terus bertambah jumlahnya. Walaupun sejumlah kendala sering mengikis nilai keluarga, bagi sebagian kalangan lembaga ini (keluarga) masih dianggap sebagai lembaga sakral yang bernilai tinggi dalam masyarakat.
Hal ini yang diungkapkan sosiolog Robert Chester (1985). Bahkan di negara yang hubungan di luar nikah sudah dianggap sebagai hal yang wajar seperti di Inggris, menurut penelitian Pamela Abbott dan Claire Wallace (1992), keluarga yang utuh lebih banyak daripada keluarga yang harus kehilangan anggotanya. Sosiolog dari Universitas Indonesia Paulus Wirutomo mengatakan, keluarga di zaman modern ini memang banyak menghadapi masalah sebagaimana yang disebutkan di atas.Hal inilah yang kadang menimbulkan anggapan bahwa keluarga sedang krisis. Namun menurutnya institusi keluarga secara umum masih dianggap sebagai institusi yang sangat dibutuhkan, bahkan oleh orang yang melakukan sejumlah gejala yang bisa membuat keluarga mengalami krisis.
Dia mencontohkan, sejumlah orang yang bercerai dari pernikahan masih cenderung menjalin tali pernikahan dengan orang lain. Selain itu,saat ini keluarga juga sering dikatakan mengalami diversifikasi, yaitu bentuknya berubah. Jika sebelumnya keluarga terdiri atas laki-laki dan perempuan, di zaman sekarang keluarga bisa hanya terdiri atas dua jenis kelamin yang sama, baik laki-laki maupun perempuan.Menurutnya masyarakat kadang sulit untuk memberikan penilaian bahwa fenomena ini melanggar moral atau tidak.Karena mereka juga kadang mempunyai penilaian yang sudah berbeda dengan masa sebelumnya. Paulus menambahkan,walaupun saat ini sejumlah masalah sedang ”menghantam” institusi keluarga, masyarakat tidak bisa kembali pada realitas keluarga yang ada pada masa lalu.Sebab keluarga pada masa lalu pun bukan tanpa masalah.Bahkan masalah tersebut cenderung tidak bisa diterima pada konteks saat ini.
Masalah keluarga yang timbul pada masa lalu misalnya adalah dominasi kelompok.Seseorang hanya bisa menikah dengan kelompok tertentu atau dengan kelompok sendiri.Selain itu ada dominasi laki-laki dengan adanya budaya patriarki yang begitu kuat. Saat ini ”pemberontakan”atas budaya patriarki begitu kuat. Kaum perempuan saat ini tidak bisa ”tunduk”kepada suaminya secara total. Saat ini praktik pernikahan yang terjadi pada masa lalu tidak mudah dijumpai pada saat sekarang. Dahulu pernikahan tanpa dilandasi rasa cinta atau hubungan tanpa pacaran mungkin hal yang wajar.Namun saat ini banyak anak muda yang tidak terima dijodohkan atau hanya mengenal sekilas calon pendamping hidupnya.
”Sekarang mungkin sulit diterima pernikahan hanya mengandalkan filosofi witing tresno jalaran soko kulino (cinta bermula karena terbiasa),padahal pada masa-masa orang tua kita hal itu lumrah terjadi. Perubahan sosial yang terjadi di dunia juga tidak dapat diputar balik,”kata Paulus. Di zaman modern ini struktur keluarga juga mengalami variasi yang sangat beragam.Di masa lalu mungkin keluarga ideal adalah keluarga yang terdiri atas ayah,ibu, dan anak-anak yang hidup dalam satu atap.Adapun untuk masalah nafkah, suami atau bapak adalah pihak yang bertanggung jawab memenuhinya, sementara istri atau ibu khusus bertugas di dalam rumah.
Namun saat ini keluarga yang mungkin masih dianggap ideal bagi sejumlah orang tersebut bisa saja tidak terwujud. Saat ini muncul keluarga dengan satu orang tua (single parent), juga ada keluarga yang kedua orang tuanya mempunyai penghasilan sehingga mempunyai dua pemasukan (double income family). Pemasukan dari kedua orang tua tersebut membuat keduanya harus berkarier di bidang masingmasing (double career family). Struktur keluarga lain dalam zaman modern ini adalah munculnya satu keluarga yang orang tuanya mempunyai satu kelamin yang sama (homosexual family). Masalah lain yang sering terlihat di zaman ini adalah keluarga yang harus mengalami hidup terpisah karena sejumlah kendala yang dihadapi.
Misalnya tempat kerja kedua orang tuanya saling berjauhan dan tidak mungkin bersama dalam waktu panjang dan hanya bertemu kala liburan, itu pun jika sempat. Sebab banyak profesi yang kadang memaksa pasangan tidak bertemu dalam waktu yang lama. Setiap struktur keluarga yang disebutkan di atas tentu mempunyai permasalahan yang berbeda dan harus diselesaikan.Setiap masalah yang berbeda tersebut membutuhkan cara penyelesaian yang juga berbeda.
Mengingat sejumlah permasalahan keluarga yang ada, tentunya setiap keluarga perlu melihat dan memaknai keluarga mereka dengan objektif sehingga bisa mencari penyelesaian yang tepat bagi kebutuhan dan keutuhan keluarga. (abdul malik/islahuddin)
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:17 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Fri Jul 02, 2010 11:37 pm | |
| KEBAHAGIAAN DAN PERNIKAHAN Penelitian baru pada kebahagiaan dan pernikahan mengatakan: 1. Pasangan menikah yang telah dikaruniai anak, "kepuasan hidup" mereka meningkat jika dibandingkan dengan pasangan tanpa anak ataupun single parent. 2. Bagi mereka yang belum menikah, membesarkan anak memiliki sedikit atau tidak ada efek positif pada kebahagiaan mereka. 3. Rasa bosan yang mengikis cinta dalam pernikahan dapat diatasi dengan menghabiskan waktu luang bersama. 4. Masalah finansial dalam rumah tangga, merupakan tantangan emosional dan fisik untuk bertahan hidup, memberikan dampak positif, pasangan menjadi berpikir dan bekerja lebih keras untuk kebahagiaan keluarga. 5. 2 diantara 3 pasangan menikah yang mempertahankan pernikahannya dari perceraian akan bahagia 5 tahun kemudian. 6. Dan untuk pasangan yang akhirnya memilih bercerai, hanya setengah yang mengaku bahagia setelah melewati perceraiannya lima tahun kemudian.
Tips: 1. Hal yang ingin kita sampaikan akan lebih mudah diterima pasangan kita jika dalam kondisi psikologis yang tenang dan senang. 2. Jangan mengajak pasangan berbicara serius ditengah deadline pekerjaannya. 3. Hindari tempat yang ramai dan bising untuk bicara dari hati ke hati. 4. Kenali perbedaan kultur antara anda dan pasangan untuk menghindari salah paham dalam berkomunikasi. 5. Semakin dekat hubungan anda dan pasangan semakin mudah untuk berkomunikasi, luangkan waktu setiap hari untuk berbicara tentang keadaan masing masing.
Sumber: Seputar Indonesia Selasa, 16 Februari 2010
Last edited by gitahafas on Sun Sep 12, 2010 10:31 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Mon Jul 05, 2010 8:48 am | |
| MAKAN MALAM Semakin meningkatnya aktivitas anak sepulang sekolah dan semakin panjangnya aktivitas orangtua, membuat keluarga di zaman modern ini semakin sulit untuk mendapatkan waktu yang berkualitas untuk berbagi cerita setiap harinya. Ditambah lagi kecenderungan anak sekarang malah lebih senang duduk sambil makan didepan televisi atau sambil main game atau main komputer.
Banyak pakar kesehatan dan psikolog yang menyatakan bahwa aktivitas makan malam bersama dalam sebuah keluarga dapat memberikan atmosfer positif untuk tumbuh kembang anak secara fisik dan psikis, terutama di usia batita, usia pra sekolah, usia sekolah hingga masa remaja. Sebuah studi yang pernah dilakukan oleh National Centre on Addiction and Substance Abuse ( CASA ) Columbia University di Amerika Serikat menuturkan hasil penelitiannya bahwa makan bersama keluarga dapat membantu anak untuk mendapat nilai yang lebih baik di sekolah , menjauhkan mereka dari penggunaan rokok, alkohol, marijuana dan zat adiktif lainnya. Sebuah studi lain dari University of Minneapolis juga di Amerika Serikat, menemukan tren serupa berkaitan dengan keluarga. Hasil penelitian itu menyebutkan bahwa semakin banyaknya frekuensi makan malam bersama keluarga berhubungan dengan semakin banyaknya terjadi perilaku positif anak.
Makan malam yang baik cukup dilalukan dirumah saja, tidak perlu ke restoran, dan dilakukan di meja makan bersama seluruh anggota keluarga. Dari beberapa studi yang telah disebutkan diatas, terlihat bahwa banyak poin positif yang bisa diambil dari sebuah kegiatan makan malam bersama lengkap dengan orangtua dan anggota keluarga yang lain. Selain menikmati makan malam yang lebih sehat dibandingkan dengan bila makan diluar rumah, juga keluarga memiliki waktu lebih lama untuk mengobrol bersama, saling menceritakan pengalaman hari itu, dan anak dapat belajar mendengarkan problem anggota keluarga yang lain dan sekaligus berdiskusi untuk mencari solusinya. Maka sudah saatnya luangkan waktu Anda untuk makan malam bersama keluarga tercinta, kalau bisa sebaiknya sisihkan waktu setiap hari untuk makan malam bersama, kalau tidak minimal lakukan aktivitas ini seminggu tiga kali.
Sumber: Kompas Rabu 14 April 2010
Last edited by gitahafas on Sun Sep 12, 2010 10:32 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Wed Jul 07, 2010 5:57 am | |
| BENARKAH SETIAP IBU MILIKI 23 PROFESI Kamis, 2 September 2010, 10:38 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni VIVAnews - Tanpa disadari, seorang ibu menjalankan multiperan dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari koki menyiapkan masakan untuk keluarga, penata rambut anak, hingga manajer keuangan rumah tangga. Seperti dikutip dari laman Daily Mail, peneliti Chessington World of Adventures menemukan bahwa mayoritas ibu modern melakukan 23 pekerjaan berbeda demi menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.
Hari libur, mungkin paling dinanti oleh suami dan anak-anak untuk bersantai di rumah. Tetapi bagi ibu, hari libur berarti mereka harus bekerja selama 13 jam. "Para ibu di seluruh dunia bekerja sangat keras dengan melakukan banyak hal dalam satu waktu," kata para peneliti. "Sungguh menakjubkan mengetahui bagaimana mereka melakukan semuanya dalam satu hari, dan sekaligus menjelaskan mengapa mereka memiliki sedikit waktu untuk diri sendiri untuk sekedar melepas lelah."
Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 2.500 ibu rumah tangga, terkait aktivitas mereka selama masa libur sekolah. Lebih dari separuh mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan cukup bantuan dari anggota keluarga untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Padahal, enam dari setiap 10 ibu berharap pasangannya sedikit membantu. Sebanyak 3/4 tegas meminta suami membantu mengurus rumah.
Sebanyak 2/3 mengaku benar-benar lelah ketika libur sekolah tiba. Tujuh di antara 10 ibu rumah tangga justru mengaku mendapat waktu istirahat lebih layak ketika anak-anak kembali ke sekolah. Berdasar penelitian , ibu rumah tangga hanya memiliki waktu rata-rata 42 menit per hari untuk santai sempurna. (pet) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Sun Sep 12, 2010 10:28 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Wed Jul 07, 2010 4:18 pm | |
| BEBAN KERJA WANITA 3x MELEBIHI PRIA Selasa, 20 Juli 2010, 06:31 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak pasangan menjalani kesibukan ganda di rumah dan kantor. Namun, terlepas dari karier yang dijalani, wanita memiliki porsi tugas rumah tangga lebih besar daripada pria. Padahal tugas rumah tangga jauh lebih berat dibandingkan pekerjaan di kantor. Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, seorang psikolog asal Swedia mengatakan bahwa beratnya tugas rumah tangga berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Dampak selanjutnya membuat wanita yang hanya fokus mengurus rumah tangga terlihat lebih tua dibandingkan wanita karier.
Kesimpulan itu diperoleh melalui studi terhadap kehidupan 5.000 keluarga di Swedia selama empat tahun. Mayoritas wanita yang hanya fokus melakukan tugas rumah tangga rentan mengalami stres. Hasilnya, mayoritas wanita mendapat porsi tugas rumah tangga tiga kali lebih banyak dibandingkan pria. Tak terkecuali wanita yang juga menjalani karier di kantor. Bahkan pasangan yang sama-sama bekerja di kantor cenderung melimpahkan beban tugas rumah tangga empat kali lebih banyak kepada wanita.
Dalam simpulan studinya, para peneliti merekomendasikan pentingnya pembagian porsi tugas rumah rumah tangga yang seimbang pada pada pasangan yang bekerja di kantor. Sementara bagi wanita yang hanya fokus menjalani tugas rumah tangga harus menyempatkan diri melakukan relaksasi melepas penat. Banyak alternatif rekreasi bagi ibu rumah tangga. Tak perlu jauh-jauh ke luar kota, menyisihkan waktu sehari untuk berkeliling di mal juga efektif untuk menyingkirkan stres akibat beban tugas rumah tangga.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:28 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Sat Jul 10, 2010 12:25 pm | |
| 10 HAL SEDERHANA YANG WANITA INGINKAN Senin, 27/07/2009 09:33 WIB Nurul Ulfah - detikHealth Jakarta, Wanita memang makhluk yang sulit ditebak dan terkadang sering membingungkan pria. Tapi sebenarnya wanita tidaklah serumit dan semisterius yang Anda kira, asal tahu saja apa yang benar-benar mereka inginkan. Berdasarkan poling yang dilakukan oleh Yourtango seperti dikutip Senin (27/7/2009), ada 10 hal sederhana yang benar-benar wanita inginkan yang mungkin mewakili kebanyakan makhluk hawa tersebut.
1. Penghargaan Siapa bilang pria saja yang butuh dihargai? Wanita pun ingin opini, karir, hobi, teman, tubuh dan pikirannya dihargai. Jika Anda tidak setuju dengan apa yang dilakukan atau diucapkannya, cobalah menghargainya dan berpikir positif bahwa opininya merupakan kontribusi yang berarti bagi Anda, ketimbang harus menentang terlalu keras atau marah-marah.
2. Seks Tentu saja wanita menginginkan seks sebagaimana halnya pria. Tapi yang harus diingat, seks yang diinginkan wanita bukan hanya sekedar 'seks'. Memberikannya sentuhan fisik yang kecil seperti pijatan di bahu, kaki atau kepala pun merupakan salah satu bentuk seks yang menyentuh bagi wanita.
3. Romantisme Suasana romantis bisa diciptakan dimana saja, tidak harus dengan makan malam atau nonton film romantis di bioskop di luar. Nyalakan beberapa lilin di rumah Anda dan perlakukan wanita seperti layaknya pacar yang benar-benar Anda idamkan, bahkan jika sudah menjadi istri sekalipun. Kencan di rumah, seks di mobil, berciuman seperti pertama kali kencan, dan semua hal yang membuat Anda jatuh cinta padanya tidak harus berhenti ketika Anda sudah menikah dan memiliki tugas lain seperti membersihkan rumah dan mengurus anak. Memberikan bunga pada pasangan tanpa sebab merupakan satu ide romantis yang patut dicoba.
4. Waktu Mengutarakan cinta memang bisa melalui bunga, tapi memberikan waktu luang untuk bersama dan memperlakukan wanita sebagai proritas jauh lebih mewakili rasa cinta ketimbang memberikan barang apapun. Hal ini juga termasuk membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga jika ia sudah menjadi istri Anda. Jika Anda tiba lebih dulu di rumah dari kantor, tidak ada salahnya membersihkan rumah dan memberi kejutan yang menggembirakan untuk istri.
5. Makan Malam Bagi seorang istri yang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari, menyiapkan makan malam mungkin merupakan beban yang membuatnya malas memasak di dapur. Meskipun Anda tidak pandai memasak, tapi menyambutnya dengan menu masakan Anda di depan pintu masak, dijamin membuatnya bahagia, karena menurutnya Anda rela bekerja keras dan sangat pengertian.
6. Komunikasi Wanita adalah makhluk yang senang berbicara. Mereka tahu Anda mencintainya, tapi mendengar langsung dari mulut Anda akan sangat membahagiakannya. Katakan padanya jika ia terlihat cantik dan sangat seksi. Hal itu akan membuat perasaan mereka senang. Ketika wanita disebut seksi, ia pun akan berpikir dan bertingkah seksi, meskipun sebelumnya tidak. Katakan bahwa masakannya lezat, ucapkan terima kasih karena telah mengantar anak-anak ke sekolah atau mencuci bak mandi. Biarkan ia tahu bahwa Anda melihat usahanya dan berterima kasih untuk itu.
7. Konsistensi Hal ini bukan berarti Anda harus menjadi pribadi yang membosankan dan gampang ditebak. Maksudnya yaitu, coba dan usahakanlah memberinya dukungan dan cinta secara konsisten dan dengan energi yang tidak ada habisnya agar ia merasa nyaman.
8. Tekad Yang Kuat Memiliki tekad yang kuat berarti Anda harus siap memperjuangkan apapun demi pasangan Anda. Hal ini tidak harus dengan melakukan hal-hal besar, cobalah memperhatikan hal-hal kecil seperti mendengarkannya ketika berbicara.
9. Humor dan Rasa Malu Dua sifat ini saling berhubungan, artinya memiliki rasa humor harus dibatasi rasa malu. Wanita memang senang memiliki pasangan yang lucu dan humoris, tapi mereka tidak ingin pasangannya berbuat hal yang memalukan di depan umum.
10. Tantangan Wanita yang merasa termotivasi dan mendapat kejutan dari pasangan mengaku merasa hidupnya lebih bahagia. Berdasarkan hasil poling, wanita lebih bahagia ketika mendapatkan dorongan dari pasangannya untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya, karena ia akan merasa tertantang untuk bisa mencapai tujuan itu.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:29 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Sat Jul 10, 2010 12:27 pm | |
| MENGAPA PRIA LEBIH SEDIKIT BICARA DARI WANITA? Jumat, 21/08/2009 17:07 WIB Nurul Ulfah - detikHealth Jakarta, Apa yang Anda perhatikan ketika pria dan wanita sedang berkomunikasi atau mungkin bertengkar? Jika mau dibandingkan, pria akan lebih jarang berbicara, lebih banyak mendengarkan dan diam dibanding wanita. Mengapa ya? Selain karena memang sifat pria itu yang demikian, para pria mengaku lebih jarang berbicara karena mereka didominasi oleh wanita. Pria menjadi jarang berbicara karena tidak diberi kesempatan berbicara.
Tidak ada yang mengalahkan wanita dalam urusan berbicara. Wanita adalah komunikator yang baik, apalagi ketika mereka berkomunikasi dengan sesama wanita. Tidak heran jika wanita merasa pria bukanlah teman berkomunikasi yang enak karena makhluk yang bernama pria memang tidak dapat disamakan dengan wanita. Bahkan 1 dari 5 wanita mengaku bahwa mereka bertengkar dengan pria karena pria dianggapnya tidak pandai berkomunikasi. Wanita menggunakan perasaannya ketika berbicara. Dari perasaan itu bisa keluar ribuan bahasa yang digunakan wanita untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.
Berbeda dengan wanita, pria lebih banyak bertindak dan melakukan sesuatu daripada banyak berbicara. Pria merasa lebih nyaman dengan tindakan daripada perasaan. Dikutip dari Huffingtonpost, Jumat (21/8/2009), seorang pria mengilustrasikan hidupnya sebagai daftar tugas. "Bagi saya, hidup adalah kegiatan membuat checklist untuk tugas-tugas yang harus dilakukan, tanpa perlu banyak berkata-kata," ucapnya.
Dalam sebuah buku yang berjudul Men are from Mars, Women are from Venus, John Gray, sang pengarang buku itu mengatakan bahwa pria dan wanita berasal dari planet yang berbeda dan memiliki teknik berkomunikasi yang berbeda. Salah satu teori yang dikemukakan John Gray mengatakan bahwa wanita sering mengeluh dan membicarakan masalahnya karena mereka ingin didengarkan dan diberi perhatian, bukan untuk diberi saran. Tapi pria justru sebaliknya, mereka menceritakan masalah untuk diberi solusi.
Perbedaan lainnya yang ditulis John dalam bukunya itu adalah bagaimana cara pria dan wanita menghadapi suatu situasi, terutama tekanan. Menurut John, jika pria sedang dalam masalah, ia akan cenderung menarik diri atau dalam bahasanya yaitu 'masuk ke dalam gua persembunyiannya', berbeda dengan wanita yang akan lebih banyak berbicara ketika sedang dalam masalah.
Ketika pria melakukan itu, wanita justru merasa heran dan menganggap ia harus berbuat sesuatu untuk mengatasinya, padahal ia tidak tahu bahwa apa yang akan dilakukannya hanya akan menjadi masalah. Pria hanya butuh ketenangan untuk mengatasi masalah. Wanita dan pria memang memiliki caranya masing-masing dalam berkomunikasi. Mengertilah Namun tak perlu menjadikannya masalah, bukankah hidup lebih indah karena ada perbedaan?
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:30 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Sat Jul 10, 2010 12:28 pm | |
| MENGAPA PRIA HANYA DIAM SAAT WANITA BICARA? Jumat, 11/12/2009 07:47 WIB Nurul Ulfah - detikHealth Sheffield, Inggris, Ketika wanita sudah ngomong panjang lebar dan pria hanya menjawab 'Heemm', emosi wanita biasanya langsung naik dan stres karena merasa tidak dianggap atau dihargai. Gejala itu kemudian diberi istilah Guy Attention Deficit Syndrome (GADS) yang membuat pria hanya diam saat wanita bicara. Komunikasi adalah masalah penting dalam sebuah hubungan. Banyak wanita yang mengeluhkan pasangan prianya menderita gejala Guy Attention Deficit Syndrome (GADS) karena tidak memberi perhatian atau tanggapan pada saat berkomunikasi dengannya.
Jika Anda sedang berbicara dengan pria dan hanya mendapatkan tanggapan 'Heemm' tanpa ada kalimat yang terucap dari mulutnya, jangan salahkan pria itu. Pria bukannya tidak mendengar apa yang diucapkan wanita, tapi memang begitulah cara pria mendengar wanita. Menurut peneliti dari University of Sheffield, Inggris, otak pria tidak akan langsung terhubung pada saat wanita berbicara. Pria dan wanita punya struktur otak yang berbeda dalam mendengarkan sesuatu.
Pria menggunakan bagian otak primitifnya saat memproses suara wanita, yaitu bagian otak yang berfungsi untuk memilih. Jadi bukan karena pria tidak peduli dengan apa yang diucapkan wanita, tapi memang struktur otaknya yang membuat pria lebih lama dalam mencerna omongan wanita. Peneliti pernah melakukan tes dengan memutarkan rekaman suara wanita dan pria pada sebuah grup pria. Selama mendengarkan suara rekaman tersebut, otak partisipan di-scan menggunakan alat MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dan hasilnya ternyata pria menggunakan bagian otak yang berbeda saat mendengar suara pria dan wanita.
"Pria memproses suara wanita di bagian otak yang sama saat mendengarkan musik. Hal ini dikarenakan suara wanita lebih kompleks dan punya kekuatan melodi yang lebih besar. Jadi jika pria mendengar wanita berbicara, ia perlu menganalisisnya lebih lama untuk mengetahui maksud ucapannya," ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Thirdage, Jumat (11/12/2009). Dengan kata lain, ketika seorang wanita berbicara dan pria tidak menanggapinya, bukan berarti si pria tidak mendengarkan ucapan wanita, tapi ia hanya perlu waktu untuk menerjemahkan bahasa 'melodi' yang ia tangkap di bagian otaknya yang berbeda.
"Itulah sebabnya mengapa 5 menit setelah wanita selesai bicara, pria baru mengerti apa yang dibicarakan si wanita," tambahnya. Jadi jika para wanita mengeluh susah berkomunikasi dengan pria, mungkin riset ini bisa membantu menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Jangan lupa menenangkan hati wanita yang sedang marah atau stres dengan mengatakan, "Sayang, suara kamu bagaikan musik di telingaku. Bukannya saya tidak mendengarkan ucapanmu, tapi simponi itu membuat saya tidak bisa mendengar kata-katamu,".
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:31 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Mon Jul 12, 2010 6:50 pm | |
| GOSIP BAGUS UNTUK KESEHATAN PEREMPUAN Selasa, 15/12/2009 09:05 WIB Irna Gustia - detikHealth Michigan, Laki-laki mungkin berpendapat ini hanyalah alasan wanita untuk bergosip. Namun peneliti menemukan gosip memang baik untuk kesehatan perempuan karena bisa meningkatkan kadar progesteron. Kadar progesteron adalah hormon yang bisa mengurangi kecemasan dan stres. Peneliti mengungkapkan perempuan akan lebih bahagia dan lebih sehat jika bisa mengobrol atau chatting dengan sesama teman wanitanya yang membuat kadar progesteronnya meningkat.
Ilmuwan dari University of Michigan, yang melakukan penelitian ini mengatakan, progesteron berperan penting dalam ikatan sosial yang membuat wanita lebih bersedia membantu orang lain yang sedang kesulitan, walaupun itu harus mempertaruhkan kehidupan mereka sendiri. "Banyak hormon yang terlibat dalam ikatan sosial itu dan membantu perilaku yang mengarah kepada pengurangan stres dan kecemasan," kata Professor Stephanie Brown yang memimpin penelitian itu.
"Sekarang kita melihat bahwa tingkat progesteron yang lebih tinggi dapat menjadi bagian yang mendasari efek-efek ini," katanya seperti dilansir dari Telegraph, Selasa (15/12/2009). Progesteron adalah hormon yang dihasilkan oleh ovarium wanita. Fungsinya menyiapakan rahim untuk kehamilan, melawan infeksi, dan menghentikan produksi estrogen yang berlebih yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Ilmuwan sebenarnya sudah lama tahu bahwa tingkat progesteron yang lebih tinggi bisa meningkatkan keinginan wanita untuk melakukan ikatan sosial dengan orang lain. Namun dalam penelitian terbaru ini, yang telah diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behaviour, menunjukan pertama kalinya bahwa gosip dan chatting dapat merangsang produksi progesteron. Dalam penelitiannya, peneliti merekrut 160 mahasiswa perempuan dan mengambil sampel air liur mereka untuk diperiksa tingkat progesteronnya.
Partisipan kemudian diberi pasangan. Separuh partisipan diminta untuk saling bertanya agar mereka menjadi lebih akrab. Pertanyaan itu antara lain, "Siapa yang akan Anda undang untuk makan malam", atau "Apa prestasi terbesar Anda". Sedangkan kelompok lainnya adalah pasangan yang diminta untuk mengoreksi kertas penelitian botani secara bersama-sama. Setelah 20 menit, kadar hormon partisipan itu diperiksa kembali. Hasilnya, mahasiswa yang harus saling mengenal dan ngobrol dengan pasangannya menunjukkan tingkat progesteron yang levelnya sama atau meningkat.
Sedangkan kelompok partisipan yang hanya mengoreksi hasil penelitian tanpa ada komunikasi menunjukkan kadar progesteron yang merosot. Profesor Brown mengatakan penelitian ini menunjukkan sangat penting untuk menemukan hubungan antara mekanisme biologis dan perilaku sosial manusia. "Keterkaitan ini membantu kita memahami mengapa orang dalam hubungan yang dekat lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih panjang umur dibanding mereka yang terisolasi kehidupan sosialnya," katanya.(ir/ir)
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:32 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Mon Jul 19, 2010 6:00 am | |
| GENGGAM TANGANKU SAYANG Rabu, 8/9/2010 | 14:36 WIB KOMPAS.com - Ketika berhubungan dengan genggaman tangan, masing-masing kita punya teknik berbeda yang disukai; saling bertautan jari, tangkup telapak, tangkup telapak sambil jempol mengelus, atau ikat kelingking. Apa pun gaya bergenggaman Anda, kita tahu, betapa nyamannya berada dalam genggam si dia yang terkasih. Namun, apa alasan sebenarnya ketika kita merasa sedih, stres, atau takut, secara tak sadar, kita meraih tangan atau lengan kekasih kita? Mengapa kita menemukan kelegaan dalam genggam si dia?
Riset yang dilakukan oleh University of Virginia, yang dipimpin oleh dr James Coan menunjukkan bahwa alasannya berada di otak kita. Studi yang mengikutsertakan 16 wanita yang sudah menikah dan bahagia ini meminta para responden untuk menghadapi situasi saat sedang stres, sementara kepalanya dipindai menggunakan mesin MRI untuk mencatat aktivitas otaknya. Setelah memberikan kejutan elektrik pada setiap wanita, Coan menghitung aktivitas stres pada otak yang merespon. Kemudian ia mengulangi kejutan tersebut sementara si responden menggenggam tangan orang asing. Kemudian tesnya dilanjutkan saat si responden menggenggam tangan suaminya.
Hasilnya menunjukkan bahwa ketika menggenggam tangan orang asing, wanita yang menghadapi keadaan stres menunjukkan aktivitas yang tak terlalu tertekan. Namun, saat ia menggenggam tangan suaminya, hasil pindai menunjukkan tingkat stres yang amat rendah. Jadi, ternyata, saat menggenggam tangan pasangan, tekanan dan stres jauh berkurang.
Kalau dihitung-hitung, jika banyak pasangan saling menggenggam tangan, dan menggenggam tangan mengurangi stres, dan kurang stres berarti sehat, maka bisa dibilang, pernikahan yang bahagia akan mengarah ke kesehatan yang baik. Jadi, lain kali Anda melihat si dia sedang tidak mood karena masalah kerja, kesal karena adu argumen dengan Anda, masalah keluarga, atau apa pun alasannya, cobalah untuk genggam tangannya. Masukkan ritual genggaman tangan dalam keseharian Anda, baik saat bersantap malam, di mobil, saat menonton televisi, atau hanya karena ingin dekat dengannya. Tak peduli berapa pun usia Anda, genggaman tangan sudah terbukti menyehatkan, kok.
Last edited by gitahafas on Sun Sep 12, 2010 10:26 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue Jul 20, 2010 4:00 pm | |
| P E L U K A N Dikatakan oleh Konsultan Seks ternama Dr.Ferryal Loetan ASC&T.SpRM<MKes-MMR bahwa peranan pelukan sangat penting dalam hubungan rumah tangga. Terutama dalam hubungan seks yang dilakukan oleh salah satu pasangan, karena akan sangat mempengaruhi kedalam kehidupan sehari hari pasangan tersebut.
" Kita sebagai manusia, tidak akan dan tidak bisa melepaskan diri dari aktivitas seksual, sebagai mahluk seksual, kita seakan terikat dengan aktivitas ini, yang bisa membuat kita bahagia, senang, sedih, takut, dsb," papar dokter yang juga berpraktik di RS Persahabatan ini. Ferryal menuturkan, oleh sebab itu, jika kehidupan seksual kita sehat, maka kehidupan kita yang lainnya juga ikut menjadi sehat dan menyenangkan, tetapi juga akan terjadi kebalikannya. " Pelukan merupakan bagian untuk mempererat hubungan, jika dalam melakukan hubungan seksual, pelukan merupakan bagian dari foreplay," jelasnya.
Masih dikatakan Ferryal, melakukan pelukan berarti menyentuh tubuhnya dengan perasaan kasih sayang, dan itu bisa juga dilakukan sambil memberikan pujian kepada pasangan. " Lakukan pelukan sesering mungkin dan tidak perlu menunggu moment yang khusus," saran Ferryal.
Sumber: Seputar Indonesia Senin 12 April 2010
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:34 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue Jul 20, 2010 4:01 pm | |
| SUDAHKAH ANDA MEMELUK PASANGAN ANDA HARI INI? Senin, 31 Mei 2010, 18:30 WIB Petti Lubis, Anda Nurlaila VIVAnews - Seberapa sering Anda dan pasangan saling memeluk dalam sehari? Masih ingatkah kapan terakhir kali memeluk pasangan atau memeluk sudah menjadi budaya dalam hubungan Anda berdua? Memeluk adalah sebuah tindakan sederhana yang memperlihatkan kasih sayang untuk menjaga hubungan tetap sehat dan awet.
Ahli hubungan Dr. Pam Spurr mengungkap rahasia pelukan untuk memupuk kasih sayang di antara pasangan. Bahasa tubuh dengan pelukan menyatakan hal-hal yang jauh melebihi kata-kata dan komunikasi nonverbal lainnya. Dalam hubungan dengan pasangan, memeluk membantu menjembatani kesenjangan antara keintiman yang Anda bangun di dalam kamar tidur dan kehidupan sehari-hari. Memeluk membantu memperat keintiman saat tidak bercinta. Saat pasangan berhenti saling memeluk kemungkinan Anda berdua akan kehilangan keintiman dan merasa jauh satu sama lain.
"Pelukan dan kasih sayang sangat penting dalam sebuah hubungan. Memeluk membuat pasangan saling terhubung secara emosional satu sama lain dan membantu melepaskan stres yang banyak dalam kehidupan sehari-hari," kata Dr. Pam, seperti dikutip dari laman Good to Know. Pam mengungkap, kontak fisik dengan pelukan menimbulkan perasaan cinta akibat produksi hormon oksitosin. "Oksitosin membuat Anda merasa enak berada di pelukan pasangan dan membawa perasaan bahagia setelah kontak fisik." (umi) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 9:34 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue Jul 20, 2010 4:02 pm | |
| TANDA TANDA PRIA MATRE Jum'at, 20 Agustus 2010, 09:07 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Wanita mana yang tidak kebat-kebit hatinya ketika bertemu pria tampan dan simpatik? Tentu perhatiannya bisa bikin hati berbunga-bunga. Namun, bagaimana jika di balik sikapnya yang memesona, ia malah sedang menguras kantong Anda. Kalau sampai Anda terjerat, duh, repotnya! Menurut Cherie Carter-Scott dalam bukunya 'If Love is a Game, These are the Rules', tipe pria gold digger alias pemburu harta ini awalnya memang tergolong royal. Pada awalnya dia menghujani Anda kiriman bunga, cokelat, dan benda-benda unik. Tentunya, Anda bisa luluh pada godaan pria romantis itu. Pria itu juga populer dengan sebutan pria matre ini pintar melakukan berbagai cara untuk menaklukkan wanita. Sifat matre-nya baru akan kelihatan kalau wanita yang diincar sudah berhasil didapat. Agar tidak terjerat pesona pria matre, deteksi perilaku pria tipe ini, siapa tahu ia sedang mengincar Anda.
Penampilan metroseksual Jangan mudah tertarik pada penampilan saja, sebab biasanya penampilan pria matre itu selalu mengikuti tren. Untuk mengenalinya juga bisa dilihat dari cara dia memilih teman. Coba perhatikan, siapa-siapa saja temannya atau mantan-mantannya. Apakah selama ini ia hanya bergaul dengan kalangan berkelas atau tidak.
Banyak alasan saat mengeluarkan uang Pria tersebut enggan mengeluarkan uang dari kocek sendiri untuk keperluan pasangannya. Ia terlalu pelit dalam masalah pengeluaran. Mengajak kencan, tapi enggan mengeluarkan uang. Dan, kondisi semacam ini berlangsung terus-menerus.
Menuntut pemberian barang mahal Ciri lainnya, meski terlalu berhitung alias pelit, tapi pria tipe ini bisa royal untuk kesenangannya sendiri. Mereka juga tidak punya rasa sungkan untuk meminta sesuatu dari sang kekasih. Tidak segan-segan, ia bisa menuntut pemberian berupa benda-benda yang bernilai dari Anda.
Tidak jujur tentang kondisi keuangannya Tipe pria ini tidak mau terbuka soal finansialnya. Sebab, jika sudah terkuak jumlah kekayaannya, ia tak bisa lagi berkelit saat berusaha menguras kantong Anda. Sebaliknya, meski baru kenal, pria ini sangat ingin tahu detail tentang jumlah kekayaan dan penghasilan yang Anda miliki.
Last edited by gitahafas on Sat Aug 13, 2011 10:44 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue Jul 20, 2010 4:03 pm | |
| KELUARGA BENTENG SEKS PRANIKAH Selasa, 30 November 2010 | 13:18 Suara Pembaruan Sesungguhnya bukan hal baru, apabila belakangan muncul informasi tentang seks pranikah di kalangan remaja. Pada era 80-an, bahkan jauh sebelum itu, sebenarnya telah dikenal pergaulan bebas di kalangan remaja yang berujung pada hubungan intim layaknya suami-istri. Hanya saja, ketika itu “gaya hidup” bebas tersebut masih terbatas pada kalangan menengah ke atas, khususnya di kota-kota besar dan jarang terdengar di ruang publik. Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi-informasi, dan penetrasi masif budaya barat, perilaku seks bebas mulai dianggap wajar di kalangan remaja. Pemahaman seperti itu tak hanya dimiliki remaja-remaja di kota besar, tetapi telah menyusup kota kecil, bahkan sampai ke kota kecamatan. Sejalan dengan itu, belakangan pun banyak beredar rekaman video atau foto hubungan mesum para remaja lewat telepon genggam dan internet. Tak ada lagi rasa risih pada sebagian remaja untuk mempertontonkan perilaku tak senonoh itu.
Tak heran bila Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010 menunjukkan sekitar 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan hubungan seks pranikah. Tak hanya Jakarta, BKKBN pun memiliki data tentang seks pranikah yang dilakukan remaja di Surabaya yang tercatat mencapai 54 persen, Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan. Sedangkan di Yogyakarta yang dikenal sebagai “Kota Pelajar”, sekitar 37 persen dari 1.160 mahasiswa mengaku mengalami kehamilan sebelum nikah. Setidaknya ada tiga hal negatif, terutama yang akan diderita remaja putri pascamelakukan hubungan seks pranikah.
Pertama, apabila dari hubungan tersebut terjadi kehamilan dan diputuskan untuk digugurkan, nyawa menjadi taruhannya. Dalam berbagai kasus aborsi, tak hanya bayi yang dikorbankan, sang ibu pun tak jarang meregang nyawa. Bila hal ini terjadi, kenikmatan sesaat yang diperoleh harus dibayar dengan sangat mahal. Data BKKBN juga menunjukkan setiap tahun sedikitnya terjadi 2,4 juta kasus aborsi, termasuk 800.000 kasus yang dilakukan kalangan remaja.
Kedua, apabila pasangan yang telah melakukan seks pranikah dipaksa untuk menikah, keluarga yang dibangun pasti tak memiliki fondasi yang kuat. Usia yang belum matang untuk mengurus anak, emosi yang labil, dan kebergantungan pada orangtua, membuat suasana dalam rumah tangga bak di neraka, sehingga keluarga yang dibangun tak berlangsung langgeng.
Ketiga, hubungan seks pranikah bisa menjadi awal bagi remaja jatuh ke lembah prostitusi dan narkoba. Seks, prostitusi, dan narkoba, saling kait-mengait dan terbukti telah menjerumuskan sebagian remaja dalam kehidupan kelam. Tak hanya itu, risiko tertular HIV pun semakin besar di kalangan remaja yang telah akrab dengan prostitusi dan narkoba. Dari sekitar 3,2 juta jiwa pecandu narkoba yang terdata, sekitar 78 persen adalah remaja. Data Kementerian Kesehatan pun menunjukkan pada akhir Juni 2010, terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif, di mana 48,1 persen pengidap berusia 20-29 tahun.
Untuk mencegah perilaku seks pranikah, setidaknya ada tiga komponen penting yang berperan, yakni sekolah atau kampus, lingkungan pergaulan, dan keluarga. Pendidikan seks seharusnya sudah diajarkan pada jenjang sekolah menengah pertama bersamaan dengan proses peralihan masa anak-anak menjadi remaja. Saat itu, para remaja mulai diajari tentang organ-organ tubuh manusia, termasuk organ seks. Pendidikan seks di sekolah harus mengajarkan kepada para siswa untuk bertanggung jawab atas tubuh dan perbuatannya, sekaligus efek negatif dari seks pranikah. Mereka harus diajari tentang pentingnya memuliakan tubuh, bukan sebaliknya penistaan tubuh. Karya cipta Tuhan, khususnya organ seks, harus senantiasa dijaga hingga seorang laki-laki dan perempuan mengucapkan ikrar dan janji suci perkawinan.
Lingkungan pergaulan kerap menjadi faktor pendorong seks pranikah. Di sinilah pentingnya mencari teman yang jauh dari pergaulan bebas. Terkait hal ini, pengendalian diri para remaja menjadi kunci apakah mereka akan terjerumus atau tidak. Umumnya, para remaja mudah tergoda melakukan seks pranikah karena bujuk-rayu teman. Keberhasilan mengendalikan diri pada saat remaja niscaya menjadi modal kesuksesan di masa depan. Dan hal paling penting untuk mencegah seks pranikah adalah peran keluarga. Sesibuk apa pun, orangtua harus selalu berupaya melakukan komunikasi dengan anak, khususnya yang beranjak remaja. Semua kegiatan anak sebaiknya dipantau, sehingga apabila ada indikasi menyimpang, bisa segera diluruskan. Anak dan remaja juga harus didorong untuk melakukan berbagai kegiatan positif, seperti olahraga, seni dan musik, serta aktivitas keagamaan, antara lain sekolah minggu, kelompok tumbuh bersama, atau pengajian. Keluarga yang utuh dan harmonis pasti mampu menjadi benteng perilaku seks pranikah di kalangan remaja, sekaligus menjadi pilar negara.
Last edited by gitahafas on Sat Aug 13, 2011 10:47 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue Jul 20, 2010 4:03 pm | |
| TIPS AKUR DENGAN MERTUA Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 21/08/2009 15:35 WIB Jakarta, Orang dewasa tidak bisa memilih mau mertua seperti apa, karena hanya mengenal dekat dengan anak laki-laki atau anak perempuannya saja. Tapi ketika sudah memutuskan untuk menikah, maka orang tersebut harus bisa menerima bagaimanapun sifat sang mertua. Orang tua dari pasangan bisa menjadi malaikat, membantu dan mendukung apapun yang dilakukan, meskipun kadang bisa bersifat mendominasi. Namun, jika hubungan dengan mertua tidak cukup akur dan harmonis sering kali justru akan menjadi sumber stres dalam pernikahan dan keluarga. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan agar dapat membina hubungan yang baik dengan mertua, seperti dikutip dari Health24, Jumat (21/8/200):
Cukup diam saja. Jika ibu mertua memberikan komentar yang tidak suka tentang berat badan, dekorasi atau kemampuan memasak, setujui saja dan mintalah masukannya. Saat sudah pergi tidak perlu mengikutinya kecuali jika masukannya memang cukup masuk akal.
Jangan pernah mengkritik anaknya. Meskipun merasa ada yang tidak cocok dengan pasangan ataupun saudaranya, jangan pernah mengkritik anak-anaknya di depan mertua. Karena mertua akan merasa sakit hati jika salah satu anaknya ada yang dikritik, meski apapun yang terjadi dengan anaknya.
Seringlah menghubunginya. Buatlah kegiatan rutin setiap minggu untuk menghubunginya meskipun hanya lima menit saja. Hal yang terpenting untuk ditanyakan adalah bagaimana keadaan kesehatannya, kegiatan apa saja yang dilakukan dan kabar anaknya yang lain.
Buatlah kegiatan rutin bersama mertua. Kegiatan ini bisa dilakukan setiap sebulan sekali misalnya pada minggu pertama tiap bulan, bisa dengan pergi bersama, menginap dirumah mertua, atau sekedar belajar memasak bersama.
Jadilah seseorang yang berguna. Hal ini bukan berarti menjadi budak atau pembantu baginya dan siap untuk dipanggil 24 jam, tapi bisa dengan membantunya melakukan kegiatan sehari-hari. Meskipun hal kecil misalnya merapikan buku-buku yang telah dibaca tapi jika dilakukan terus menerus akan menjadi sangat berarti.
Ketika Anda telah memilih seseorang untuk menjadi pasangan hidupnya, maka orang tua pasangan tersebut juga akan menjadi orang tua Anda. Jadi, sebisa mungkin bangunlah hubungan yang baik dengan mertua Anda.
Last edited by gitahafas on Sun Sep 12, 2010 10:43 am; edited 5 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |