Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Numpang Lewat

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 28 ... 52  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Mon May 31, 2010 7:54 am

SAKITNYA HATI INI....
Minggu, 30 Mei 2010 | 17:43 WIB
Kompas.com - ”Mungkin karena saya tidak bekerja lagi, atau mungkin karena saya hanya seorang istri yang dinilai hanya bisa meminta uang, suami saya sering melecehkan, mencerca, menghina saya, baik dengan kata-kata yang menyakitkan maupun pandangan sinis yang merendahkan. Karena kegiatan saya di rumah, saya sering meninggalkan HP di tas dan tas saya simpan di kamar tidur, jadi telepon suami saya sering tidak terjawab karena deringannya tidak terdengar. Bila terjadi seperti itu, saat kebetulan saya menerima teleponnya, maka kata pertama yang keluar berupa makian yang tidak patut. Kemudian tanpa bukti tuduhan-tuduhan mengalir, ”Punya pacar, ya, sibuk dengan pacar baru, ya. Lagi bermesraan, ya, sampai enggak dengar telepon saya.” Aduh, Bu sakit hati saya, saya sering menangis sendiri. Sedih dan dada saya sering terasa ditikam. Karena sering seperti itu, maka saya menyadari bahwa akhir-akhir ini saya menjadi ”ilfil” (ilang feeling) terhadap suami. Saya jadi mati rasa, tidak lagi bergairah dalam hubungan suami istri dan yang lebih parah adalah bahwa saya tidak pernah lagi merasa rindu kepadanya. Bahkan, kalau dia kembali ke tempat tugasnya, setelah liburan 2/3 hari di rumah, saya merasa bebas.

Suami saya ditugaskan di luar Jawa dan kami sepakat untuk pendidikan anak-anak saya tetap tinggal di kota ini. Suami akan pulang ke rumah dua atau tiga minggu sekali selama dua atau tiga hari. Saya tidak punya pembantu rumah tangga, anak saya tiga orang, dengan kisaran umur tiga tahun. Jadi, saya benar-benar sibuk di rumah. Tidak pernah tebersit dalam benak saya untuk mencari laki-laki, saya betul-betul terfokus merawat dan membesarkan anak-anak saya. Ketiga anak saya pandai dan mereka (dua laki-laki dan satu perempuan) juga cantik dan tampan. Jadi, sebenar-benarnya dering teleponnya tidak terdengar. Pada kenyataannya saya memang tidak ke mana-mana. Tapi, saat suami telepon, mungkin saya sedang di kamar mandi, memasak di dapur, membereskan kamar anak-anak, atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Sebenarnya saya tahu bahwa suami saya menyayangi saya, tapi dengan cara penuh kecemburuan, posesif, dan mengekang. Dia juga melarang saya ikut arisan dan kegiatan di luar rumah. Hal lain yang ingin saya keluhkan, bila suami menyadari bahwa reaksi seksual saya kurang gairah, di apun mengata-ngatai saya ”Ah, kayak gedebok pisang (batang pisang), tidak suka lagi, ya, dengan saya, atau ada orang lain ya yang memuaskan kamu saat saya tidak di rumah.” Saya sedih, Bu. Saya ingin memperbaiki hubungan dengan suami. Apa yang harus saya lakukan, Bu?”

Ny J (39 tahun)

Dinamika interaktif antarpasangan suami-istri
Setiap interaksi yang terjadi antardua orang, misalnya interaksi antarpasangan suami-istri, maka akan tercipta iklim interaksi yang saling berpengaruh dan memengaruhi. Pengaruhnya meliputi aspek rasio, afektif, dan perasaan. Kecuali itu, pengaruhnya pun bisa bersifat positif, negatif, bahkan bisa juga menghancurkan. Pengaruh yang positif biasanya terjadi bila kedua pasangan menunjukkan rasa saling mencintai, menghormati, dan menghargai, penuh kehangatan dan empati, saling mendengarkan secara aktif dan memiliki kadar toleransi antarpasangan yang optimal. Artinya, bila terjadi kesalahan, ada kesediaan antarkeduanya untuk saling memaafkan dan minta maaf secara terbuka. Sementara itu, pengaruh bisa negatif bila relasi dijalin atas dasar kebalikan dari kriteria yang diungkap untuk interaksi yang berpengaruh positif. Dinamika interaktif yang bagaimanakah yang pengaruhnya menghancurkan baik pada salah seorang pasangan atau keduanya? Jika interaksi yang terjalin dilandasi tekanan batin berlanjut pada salah satu pasangan atau kedua pasangan, kebencian terpendam akan terpupuk dari hari ke hari oleh rasa sakit hati yang tidak pernah terobati.

Analisis interaksi J dan istrinya
Jelas sekali bahwa interaksi antara J dan istrinya ditandai dengan ungkapan-ungkapan pelecehan dan tuduhan amoral yang tentu saja sangat menyakitkan istrinya. Sementara istri yang menyadari diri sebagai orang yang tidak berpenghasilan tidak berani mengungkap rasa sakit hatinya. Reaksi yang dilakukannya hanya menangis sendiri dan menahan rasa sakit hati berlanjut. Unsur rasio tidak berperan dalam interaksi tersebut karena J berada dalam keadaan sangat emosional oleh kejengkelan karena merasa kurang diperhatikan oleh telepon ke HP yang tidak segera diterima istrinya. Kesalahan fatal yang dilakukan J adalah secara spontan memaki dengan kata-kata yang tidak pantas. Apalagi diikuti dengan tuduhan perilaku di luar tatanan norma yang berlaku terhadap istri yang patuh dan dengan sepenuh hati mengurus rumah tangga serta anak-anak.

Padahal, bila J bersedia menyimak dengan cermat, istri menjadi ilfil sangat bisa disebabkan oleh sebutan yang tidak pantas tadi. Ilfil adalah manifestasi dari akumulasi rasa sakit hati pada sisi istrinya yang tumpang tindih dengan berbagai cercaan lainnya. Perlu kiranya diketahui bahwa reaksi seksual positif yang memenuhi unsur rekreatif serta menuju kehidupan yang nyaman dan sejahtera bisa terbina bila antarpasangan dapat menjalin relasi interaktif dengan perlakuan penuh kasih, kehangatan kasih, dan diperlakukan dengan penuh rasa hormat dalam interaksi keseharian. Nah, sejauh manakah kita sudah memperlakukan pasangan kita dengan dinamika interaktif yang memberikan efek positif baik bagi aspek rasio, afektif, maupun emosi mereka?

Oleh Sawitri Supardi Sadarjoen psikolog


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:40 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Jun 02, 2010 10:25 am

KEPRIBADIAN YANG MATANG
Kamis, 10 Januari 2008 | 20:08 WIB
Kompas.com - Kepribadian yang matang merupakan label positif bagi orang yang dianggap telah mencapainya. Sayang, banyak orang tak pernah berpikir menjadi matang. Padahal, kepribadian matang merupakan ukuran perkembangan kepribadian yang sehat. Kepribadian yang matang diartikan secara berbeda-beda oleh banyak orang. Hal ini tercermin dari beberapa pendapat berikut ini. Menjawab pertanyaan dosen dalam kuliah tentang kepribadian di sebuah fakultas psikologi, ada mahasiswa yang mengartikan matang kepribadian sebagai sabar, tidak berlebihan dalam mengekspresikan emosi, dan pandai mengelola hubungan dengan orang lain. Ada juga yang mengartikan kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan dengan bijaksana. Beberapa mahasiswa menunjuk pada kemampuan memenuhi tugas-tugas perkembangan masa dewasa dengan baik, seperti memiliki pekerjaan dan filsafat hidup yang mantap, kondisi batin yang stabil, dan sebagainya. Tulisan ini menyajikan kriteria yang lebih utuh mengenai kepribadian yang matang dari seorang sesepuh yang ikut merintis Psikologi, yakni Gordon W. Allport (1897-1967). Hingga saat ini teori-teorinya (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan. Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat.

1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika orang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut "partisipasi otentik". Dalam pandangan Allport, aktivitas yang dilakukan harus cocok dan penting, atau sungguh berarti bagi orang tersebut. Jika menurut kita pekerjaan itu penting, mengerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak, dan berarti kita menjadi partisipan otentik dalam pekerjaan itu. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi diri kita. Orang yang semakin terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas, orang, atau ide, ia lebih sehat secara psikologis. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pekerjaan, melainkan juga hubungan dengan keluarga dan teman, kegemaran, dan keanggotaan dalam politik, agama, dan sebagainya.

2. Relasi Sosial yang Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Ada perbedaan hubungan cinta antara orang yang neurotis (tidak matang) dan yang berkepribadian sehat (matang). Orang-orang neurotis harus menerima cinta lebih banyak daripada yang mampu diberikannya kepada orang lain. Bila mereka memberikan cinta, itu diberikan dengan syarat-syarat. Padahal, cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat. Jenis kehangatan yang lain, yaitu perasaan terharu, merupakan hasil pemahaman terhadap kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Hasil dari empati semacam ini adalah kesabaran terhadap tingkah laku orang lain dan tidak cenderung mengadili atau menghukum. Orang sehat dapat menerima kelemahan manusia, dan mengetahui dirinya juga memiliki kelemahan. Sebaliknya, orang neurotis tidak mampu bersabar dan memahami sifat universal pengalaman-pengalaman dasar manusia.

3. Keamanan Emosional
Kualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut. Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Mereka dapat mengendalikan emosi, sehingga tidak mengganggu hubungan antarpribadi. Pengendaliannya tidak dengan cara ditekan, tetapi diarahkan ke dalam saluran yang lebih konstruktif. Kualitas lain dari kepribadian sehat adalah "sabar terhadap kekecewaan". Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan atas berbagai keinginan atau kehendak. Mereka mampu memikirkan cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan tak aman dan ketakutan. Namun, mereka tidak terlalu merasa terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut secara lebih baik daripada kaum neurotis.

4. Persepsi Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.

5. Keterampilan dan Tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego. Dedikasi terhadap pekerjaan berhubungan dengan rasa tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang positif. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan pekerjaan penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan.

6. Pemahaman Diri
Memahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Jika gambaran diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan sesungguhnya, individu tersebut semakin matang. Demikian juga apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya, bila semakin dekat (sama) dengan yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya, berarti ia semakin matang. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif. Orang yang memiliki objektivitas teradap diri tak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain (seolah orang lain negatif). Ia dapat menilai orang lain dengan seksama, dan biasanya ia diterima dengan baik oleh orang lain. Ia juga mampu menertawakan diri sendiri melalui humor yang sehat.

7. Filsafat Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness). Keterarahan itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu atau serangkaian tujuan, serta memberikan alasan untuk hidup. Kita membutuhkan tarikan yang tetap dari tujuan yang bermakna. Tanpa itu mungkin kita mengalami masalah kepribadian.

Kerangka dari tujuan-tujuan itu adalah nilai, yang bersama dengan tujuan sangat penting dalam rangka mengembangkan filsafat hidup. Memiliki nilai-nilai yang kuat merupakan salah satu ciri orang matang. Orang-orang neurotis tidak memiliki nilai atau memiliki nilai yang terpecah-pecah dan bersifat sementara, yang tidak cukup kuat untuk mempersatukan semua segi kehidupan. Suara hati berperan dalam menentukan filsafat hidup. Allport mengemukakan perbedaan antara suara hati yang matang dengan suara hati tidak matang. Yang tidak matang, suara hatinya seperti pada kanak-kanak: patuh dan membudak, penuh larangan dan batasan, bercirikan perasaan "harus". Orang yang tidak matang berkata, "Saya harus bertingkah laku begini." Sebaliknya, orang yang matang berkata, "Saya sebaiknya bertingkah laku begini." Suara hati yang matang adalah perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau etis.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:41 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Sat Jun 05, 2010 9:05 pm

5 LANGKAH LUPAKAN AMARAH
Sabtu, 6 Februari 2010 | 07:40 WIB
KOMPAS.com — Masa lalu kerap kali menyimpan memori buruk yang ingin kita hapus dari daftar ingatan. Sayangnya, tak mudah membebaskan diri dari rasa marah atau dendam. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyakit bersumber dari amarah dalam hati. Kecemasan, depresi, kekhawatiran, insomnia, dan penyakit fisik adalah sedikit dari penyakit yang disebabkan faktor amarah tadi. Dengan memaafkan dan mengucap kata maaf, sebenarnya kita sudah mengambil kembali kendali hidup kita. Ditambah lagi bonus positif untuk kesehatan. Salah satunya adalah turunnya tekanan darah. Dalam studi The Stanford-Ireland Hope Project, Frederic Luskin PhD dan Carld Thoresen PhD melakukan penelitian tentang dampak memaafkan. Dalam studi ini dilibatkan 17 pria dan wanita yang anggota keluarganya pernah menjadi korban pembunuhan. Selama beberapa waktu para responden itu diberikan training "memaafkan". Setelah satu minggu, 35 persen para responden yang kehilangan pasangan, anak, orangtua, atau saudaranya itu melaporkan penyakit sakit kepalanya berkurang. Demikian juga dengan berbagai penyakit yang terkait stres lainnya. Sementara itu, 20 persen responden mengaku gejala depresinya berkurang. Banyak orang mengakui, memberikan kata maaf bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, ada 5 cara yang bisa kita pakai agar hati lebih tulus memaafkan seperti yang dijabarkan oleh Joan Borysenko PhD, penulis buku Inner Peace for Busy People.

1. Memahaami maksud dari memaafkan
Pada umumnya orang tak mau memberikan maaf karena mereka merasa hal itu sama saja dengan menyatakan bahwa orang lain tak berbuat salah atau kita berdamai dengan orang yang telah menyakiti hati kita. Joan Borysenko PhD, psikolog, mengatakan, memaafkan adalah hal tentang melepaskan amarah yang selama ini menyandera Anda. Ini sama artinya dengan menerima Anda salah dan memutuskan untuk membebaskan diri dari hal yang menyakitkan.

2. Duka untuk yang hilang
Agar kita bisa memaafkan dengan tulus, kita harus merasakan kesedihan. Hal itu butuh waktu, tetapi setelah Anda memutuskan untuk melepaskan amarah, hati akan terasa lebih ringan secara bertahap. Pada saatnya, memori pada kejadian di masa lalu akan lebih jarang diingat dan rasanya tak lagi menyakitkan.

3. Jangan menunggu permintaan maaf
Terkadang orang yang kita anggap telah menyakiti hati kita tak menyadari perbuatannya salah. Atau mungkin juga mereka tak mampu memahami dan berempati. Permintaan maaf dari orang tersebut memang bisa menyembuhkan luka, tetapi memutuskan untuk membuang harapan ada permintaan maaf juga memiliki dampak yang sama.

4. Mencoba memahami alasan
Fakta menunjukkan, perilaku buruk adalah hasil dari emosi yang kurang matang. Ini terbukti dari pelaku kriminalitas yang mayoritas mengalami kekerasan fisik atau psikis pada masa kecilnya. Empati akan membantu kita mengikis rasa marah, bahkan mengubah hidup kita.

5. Sambut yang akan datang
Kehidupan merupakan sebuah sekolah tempat kita belajar banyak hal, termasuk yang menyakitkan. Kita tak bisa menghindarkan diri dari rasa sakit, tetapi kita bisa memilih untuk keluar dari bayang-bayang dendam seumur hidup kita.

Memilih untuk melepaskan dan melanjutkan hidup akan membuat Anda menjadi individu yang baru. Ini akan memberi Anda kedewasaan dan belas kasihan kepada sesama dan juga diri Anda.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:41 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Mon Jun 07, 2010 12:23 pm

MARAH JUGA BAIK UNTUK KESEHATAN
Kamis, 03/06/2010 07:57 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Valencia, Banyak orang memilih untuk menahan emosinya ketika sedang mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan karena takut dicap pemerah. Tapi sebuah penelitian terbaru menemukan marah dapat berdampak baik bagi kesehatan. Peneliti dari Universitas Valencia di Spanyol tertarik dengan apa yang terjadi pada tubuh manusia ketika sedang marah. Dan temuan ini muncul untuk mendukung teori psikologi umum yang menyatakan bahwa 'ventilasi' emosi lebih baik untuk kesehatan mental ketimbang membiarkannya tetap terkunci alias dipendam.

Penelitian ini menemukan bahwa mengekspresikan kemarahan dapat meningkatkan aliran darah ke bagian otak yang terlibat dengan perasaan bahagia. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti mengumpulkan 30 orang di sebuah laboratorium, perlahan-lahan meningkatkan tingkat kemarahan mereka dan mengamatinya. Detak jantung, tekanan darah serta level dari dua hormon stres partisipan yaitu testosteron dan kortisol, diukur semuanya. Otak juga di skrining, dari awal hingga akhir penelitian. Temuan yang sudah dipublikasikan dalam jurnal Hormones and Behaviour ini menunjukkan bahwa bagian kiri dari otak lebih terstimulasi ketika partisipan sedang marah.

"Daerah frontal otak kiri umumnya terlibat dalam emosi positif, sedangkan bagian kanan berkaitan dengan emosi negative," ujar Dr Neus Herrero, dari Universitas Valencia di Spanyol, yang memimpin penelitian, seperti dilansir dari Telegraph, Kamis (3/6/2010).
Dr Herrero juga menuturkan bahwa marah dapat mendorong perubahan besar dalam tubuh manusia, yaitu mengendalikan kerja jantung dan hormon. Dia menunjukkan bahwa tingkat kortisol turun dan kadar testosteron meningkat. Selain itu, juga terjadi perubahan dalam aktivitas otak, terutama di bagian lobus frontal dan temporal. Namun, studi ini menemukan bahwa marah juga bisa memiliki efek negatif pada tubuh, yaitu tekanan darah para partisipan ternyata meningkat ketika marah.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:42 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Sat Jun 12, 2010 9:57 am

5 CARA JITU REDAM AMARAH
MINGGU, 14 AGUSTUS 2011, 10:42 WIB Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Bukan hal yang mudah meningkatkan kesabaran dan menurunkan emosi, termasuk juga meredakan amarah. Terlebih saat menjalankan ibadah puasa, menahan amarah menjadi sesuatu yang sulit untuk dikendalikan. Sebuah penelitian bahkan menyatakan bahwa seseorang mengalami kehilangan kesabaran adalah sesuatu yang wajar. Namun, bukan berarti tidak bisa dikendalikan dan diredam. Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa rata-rata orang mengalami kehilangan kesabaran tiga sampai empat kali dalam sepekan. Untuk mengendalikannya, pakar psikologi dan perilaku sosial, Raymond W Novaco, dari University of California, menyatakan perlu ada manajemen amarah dalam setiap individu. Ia pun memberikan tips cara jitu meredam amarah seperti dikutip laman Shine:

1. Tenangkan diri dan tarik nafas
Begitu Anda merasa suhu tubuh Anda naik, katakan kepada diri sendiri, "Saya terganggu, dan harus segera mengalihkan pikiran, lalu segera tarik nafas dalam-dalam,” kata Novaco. Jika Anda merasa emosi makin menggebu, mulai bernafas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Bayangkan nafas masuk dan keluar melalui jantung Anda sambil berpikir tentang sesuatu dalam hidup Anda dengan penghargaan. Debora Rozman, psikolog California dan penulis buku 'Transforming Stress: The HeartMath Solution for Relieving Worry, Fatigue, and Tension' yang telah diuji melalui pendekatan klinis menyatakan, dengan menenangkan diri dan menarik nafas, emosi Anda akan kembali stabil.

2. Lakukan relaksasi
Setiap orang memiliki ambang kemarahan yang unik didasarkan pada bahan kimia seperti serotonin. Menurut Emil Coccaro, ketua departemen psikiatri di Universitas Chicago, tingkat amarah seseorang sering tergantung pada jenis hari, gairah Anda pun akan bervariasi, dan ketika itu tinggi, lebih mudah untuk meledakkan amarah. Olahraga teratur dan praktik relaksasi dapat membantu Anda menurunkan tingkat gairah. Jika rajin beraktivitas olahraga dan relaksasi, Anda akan lebih kebal terhadap ucapan kasar dan aggravations sehari-hari lainnya.

3. Berikan catatan pada diri sendiri
Caranya adalah dengan menanyakan pada diri sendiri, apakah ini benar-benar penting? Apakah Anda akan marah hanya karena masalah sepele? Kadang-kadang, mungkin kita bisa melihat bagaimana cara orang lain bereaksi dan kehilangan kesabaran hanya karena masalah kecil, misalnya berdebat. Hanya karena masalah sepele, seperti bersenggolan tanpa sengaja, atau seorang ibu menjerit hanya karena anaknya menumpahkan sirup di lantai, dan lain sebagainya. Apakah Anda juga akan melibatkan emosi hanya karena masalah remeh-temeh seperti itu? Steven Stosny, seorang spesialis pengendali marah dari Maryland menyatakan segera setelah keinginan marah timbul, putar pikiran Anda untuk memikirkan hal-hal positif.

4. Pikirkan sesuatu yang lucu
Jika emosi terasa sulit untuk dikendalikan, cobalah untuk memikirkan hal-hal lucu. Atau ingat-ingat kembali momen-momen lucu yang pernah terjadi dalam hidup Anda.

5. Kosongkan pikiran Anda
Pada saat tingkat emosi meninggi, akan lebih baik menjauh dari masalah sejenak untuk menenangkan diri. Kosongkan pikiran, bisa dilakukan sambil mengunyah makanan seperti cokelat. Sebuah riset yang dilakukan Molly Crockett, psikolog dari Universitas Cambridge, menemukan hubungan antara homon serotonin dan reaksi marah seseorang. Jadi, jangan biarkan perut Anda menjadi kosong saat emosi menggebu. Makanan merupakan penyumbang dalam menghasilkan hormon serotonin dalam otak. Hormon ini berperan dalam mengendalikan mood seseorang. Ini menjelaskan kenapa saat berpuasa emosi kita lebih gampang tersulut tinggi. (art)

• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:42 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Sat Jun 12, 2010 11:52 am

KENDALIKAN AMARAH BIAR TAK JADI PENYAKIT
Jumat, 15/07/2011 15:50 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Ketika seseorang marah, maka otak diprogram untuk bereaksi agresif sehingga meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan adrenalin. Kondisi ini memicu perubahan fisik yang membuat seseorang merasakan kekuatan dan kekuasaan. Agar tak jadi penyakit, mulailah kendalikan amarah. Emosi marah yang timbul akan merangsang sisi otak sebelah kiri yang merupakan bagian otak yang berfungsi mengendalikan emosi. Tubuh akan bereaksi yang dimulai dengan bernapas lebih berat. Akibatnya jantung akan berdetak lebih cepat untuk memompa oksigen, adrenalin dan kadar gula darah lebih banyak masuk ke aliran darah. Selain itu otot dan pembuluh darah menegang serta tekanan darah meningkat, yang membuat tubuh siap untuk bertindak. Emosi marah yang berlangsung dalam jangka waktu lama atau sering akan menempatkan stres pada tubuh yang dapat mengakibatkan masalah medis atau penyakit seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (15/7/2011) yaitu:

- Penyakit jantung
- Sakit pinggang kronik
- Masalah pada perut dan pencernaan
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Depresi
- Insomnia
- Pemikiran untuk bunuh diri

Untuk melepaskan ketegangan yang terbentuk di dalam tubuh, seseorang biasanya meluapkan emosinya melalui berteriak, menjerit, membanting sesuatu atau mengepalkan tangan untuk menahan emosi. Dr Laurence J Peter menuturkan hal terbaik yang dilakukan ketika sedang marah adalah mengontrol kemarahan tersebut. Ia menyarankan untuk berbicara atau menulis apa yang dirasakannya.

Ada pula beberapa hal lain yang bisa dilakukan untuk membantu mengendalikan amarah yaitu:
1. Cobalah menenangkan diri dengan cara menghitung angka dari 1 sampai 10, nantinya kemarahan akan berkurang atau hilang.
2. Melakukan latihan tertentu yang bisa memicu keluarnya keringat
3. Cobalah memikirkan sesuatu yang lucu atau menyenangkan sehingga bisa mengganti pikiran negatif menjadi lebih positif
4. Merilekskan diri dan otot-otot yang ada di tubuh melalui meditasi, yoga atau berbaring sambil memejamkan mata
5. Keluarlah dari ruangan sejenak sehingga bisa mendapatkan udara segar yang dapat menenangkan diri dan membuat tubuh rileks.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:43 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Mon Jun 14, 2010 9:45 am

MENAHAN MARAH BISA BERAKIBAT FATAL
Rabu, 25 November 2009 01:06 WIB Republika.co.id
SINGAPURA--Orang yang menekan kemarahan mereka saat diperlakukan secara tidak adil di tempat kerja memiliki kemungkinan lima kali lipat untuk mengalami serangan jantung, atau bahkan menemui ajal, dibandingkan dengan orang yang memperlihatkan kekecewaan mereka. Satu studi oleh para ilmuwan Lembaga Penelitian Stress di Stockholm University, Swedia, terhadap 2.755 pria yang bekerja dan tak pernah mengalami serangan jantung dari 1992 sampai 2003. Pada akhir studi tersebut, 47 peserta mengalami serangan jantung, atau meninggal akibat sakit jantung, dan banyak peserta telah didapati "secara diam-diam menghadapi" perlakuan tak adil di tempat kerja. "Setelah penyesuaian faktor usia, dan ekonomi, prilaku beresiko, ketegangan dalam pekerjaan dan faktor resiko biologi sebagai dasar, ada hubungan reaksi erat antara secara menahan marah dan resiko kasus serangan jantung atau kematian akibat jantung secara tiba-tiba berhenti berdenyut," kata para penulis studi tersebut.

Menghadapi keadaan secara diam-diam didaftar sebagai "membiarkan sesuatu berlalu tanpa mengatakan apa-apa" dan "pergi" kendati ada perasaan merasa sangat dibebani oleh rekan atau bos. Pria yang seringkali menggunakan teknik penahan diri itu memiliki dua sampai lima kali lipat resiko terserang sakit jantung dibandingkan dengan mereka yang bersifat lebih frontal di tempat kerja, kata studi itu. Para peneliti tersebut mengatakan mereka tak dapat menjawab pertanyaan mengenai apa strategi penahan diri yang sehat di tempat kerja, tapi mendaftarkan prilaku penahan diri terbuka ketika mengalami perlakuan tak adil atau menghadapi konflik sebagai "protes langsung", "berbicara langsung kepada seseorang", "berteriak langsung ke orang yang bersangkutan" atau "berbicara dengan orang itu belakangan ketika keadaan telah tenang". Studi itu disiarkan di dalam Journal of Epidemiology and Community Health. ant/Reuters Life/taq:


Last edited by gitahafas on Thu Aug 25, 2011 10:27 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Mon Jun 14, 2010 3:35 pm

5 TANDA ANDA TAK BISA KONTROL AMARAH
Jum'at, 27 Agustus 2010, 15:52 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Ada perbedaan antara seseorang yang marah dengan yang bermasalah dalam mengontrol emosi. Dr. Redford Williams, profesor psikologi di Duke University Medical Center, Amerika Serikat dan penulis buku 'In Control' mengungkap lima perbedaannya. Jika tanda-tanda berikut dialami oleh Anda sebaiknya berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog.

1. Marah besar karena masalah kecil
Marah bisa memiliki efek positif. "Seringkali amarah memberitahu kita untuk melakukan sebuah tindakan," kata Dr. Williams, seperti dikutip dari cbsnews.com. Tetapi, jika rasa marah muncul dan meledak-ledak hanya karena persoalan kecil, bisa jadi pertanda bahwa seseorang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya.

2. Interupsi
Seseorang yang marah akan cenderung menjadi orang yang tidak sabar. Apalagi jika tidak bisa mengontrol amarahnya. Orang tersebut akan bermasalah untuk menunggu orang lain mengemukakan pendapatnya. Hal yang dilakukannya kemudian adalah selalu menginterupsi. Meskipun dia diam saja dan membiarkan orang lain bicara, sebenarnya ia tidak mendengarkan.

3. Selalu protes
Menurut Dr. Williams, orang yang menghabiskan waktu untuk mengeluh tentang pelanggaran dan kekurangan orang lain mungkin memiliki masalah dengan amarahnya. Beberapa orang marah dengan kata-kata kasar bicara soal politik, olahraga atau hal lain. Semua racun itu datang dari sumber yang sama yaitu amarah.

4. Sulit memaafkan
Hubungan personal bisa menjadi mimpi buruk ketika seseorang mengalami kesulitan memaafkan orang yang telah menyakitinya di masa lalu. Orang-orang dengan masalah amarah seringkali mengalami kesulitan dalam memaafkan orang lain. Sebaliknya, mereka terus frustrasi untuk kembali pada pengalaman menyakitkan dan kebencian setiap kali mengingat kesalahan tersebut.

5. Wajah memerah
Saat emosi meninggi, wajah bisa terlihat merah. Ketika wajah merah, jika diukur dengan termometer suhu tubuh dalam keadaan tinggi. Kemarahan adalah efek yang jelas dari tubuh dan pikiran. Bahkan, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang sering marah cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami stroke atau serangan jantung.

• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:44 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Mon Jun 14, 2010 4:04 pm

PENYEBAB EMOSI MELEDAK LEDAK
Senin, 05/04/2010 18:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Pernah kan melihat orang yang teriak-teriak marah atau wajahnya tegang dengan mata merah hanya gara-gara masalah sepele. Beberapa orang memang tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik dan mudah sekali marah. Apa sumber dari kemarahan yang irasional ini? Kemarahan adalah salah satu jenis emosi yang alamiah, tapi jika emosi ini tidak dapat dikontrol dengan baik tentu bisa merugikan orang lain.Para ahli kini mulai bertanya mengapa banyak sekali orang yang mudah marah, bahkan untuk suatu alasan yang tidak jelas. Terdapat banyak penyebab umum orang menjadi mudah marah, beberapa sebab bisa segera diatasi tapi ada juga yang membutuhkan bantuan lain. Seperti dikutip dari eHow, Senin (5/4/2010) ada beberapa hal yang menjadi pemicu seseorang mudah sekali marah, yaitu:

1. Stres
Stres adalah penyebab paling umum seseorang menjadi galak atau mudah marah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kehidupan sehari-hari, lingkungan kerja atau banyaknya penyebab stres di lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab stresnya. Setelah itu coba melihatnya dari sudut pandang netral dan tidak membiarkan emosi mempengaruhi penilaiannya.

2. Kurang tidur
Seseorang yang memiliki jam tidur malam sedikit kemungkinan besar tumbuh menjadi orang yang mudah marah. Orang yang kurang tidur, akan selalu merasa capek dan lelah sehingga emosinya mudah tersulut. Untuk mengetahui berapa jumlah jam tidur yang diperlukan, cobalah bereksperimen di saat hari libur.

3. Kondisi medis
Beberapa kondisi kesehatan yang terganggu seperti pilek, flu, sakit kepala atau ketidaknyaman fisik lainnya juga bisa membuat seseorang gampang marah.

4. Masalah emosional
Segala masalah yang terkait dengan emosional bisa memicu seseorang untuk mudah marah. Untuk mengatasi kondisi ini bisa dengan mudah belajar meditasi atau program mengontrol emosi.

5. Interaksi obat
Jika seseorang mengonsumsi berbagai obat sekaligus, ada kemungkinan interaksi antara satu obat dengan yang lain dapat membuat seseorang mudah tersinggung. Selain itu ada juga beberapa obat yang dapat membuat seseorang mudah marah jika berinteraksi dengan kafein. Karenanya kenali apa efek samping dan kontra indikasi dari tiap obat.

6. Gen di dalam tubuh
Sebuah penelitian menunjukkan seseorang bisa sangat mudah marah sementara yang lainnya tidak tergantung pada gen yang ada di dalam tubuhnya. Salah satu gen yang dianggap menjadi penyebab orang mudah marah adalah DARPP-32, gen ini membuat seseorang mudah terprovokasi sehingga menjadi marah.

Seseorang yang memiliki sifat mudah marah memang bisa mengganggu orang-orang disekelilingnya. Karena itu kenali apa penyebabnya dan usahakan agar bisa mengendalikan emosi dan kemarahannya.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 25, 2011 10:28 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Jun 16, 2010 9:50 am

BAIKNYA BERMAAFAN
Jumat, 10/9/2010 | 09:14 WIB
KOMPAS.com - Hari raya Idul Fitri adalah saatnya kaum muslimin dan muslimah merayakan kemenangan sekaligus bermaaf-maafan. Nilai bermaaf-maafan itu ternyata tak hanya bermakna bagi hubungan interpersonal seseorang. Namun, juga baik untuk kesehatan jiwa dan raga. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita memberikan pengaruh terhadap banyak orang, entah itu pengaruh baik maupun buruk. Sehingga bisa dikatakan, tak ada manusia yang luput dari kesalahan dan permintaan maaf, dan tidak ada siapa pun yang tak punya kesempatan untuk memberikan maaf kepada orang lain. Berikut adalah beberapa hal baik dari memaafkan untuk kesehatan seseorang:

1. Kesehatan fisik yang baik
Ada banyak studi yang menilai positif tindakan memaafkan orang lain terhadap kesehatan tubuh. Di antaranya; menurunkan tekanan darah, menyehatkan detak jantung, serta menguatkan imun tubuh.

2. Menghindari siklus pikiran yang tak produktif
Tak bisa memaafkan memicu siklus pikiran negatif dan amarah. Memaafkan orang yang pernah berbuat salah kepada kita memberikan kesempatan untuk Anda bisa merasakan emosi orang lain. Dengan kata lain, Anda jadi lebih bisa berempati dengan orang lain. Saat pikiran Anda terblokade oleh rasa marah dan kesal, pikiran dan perasaan pun tertutup. Lama kelamaan, hati pun menjadi keras dan sulit untuk bisa menjadi orang yang lebih baik.

3. Energi dan toleransi yang lebih baik
Perlu energi yang banyak untuk menahan dendam dan amarah. Saat dendam dan pikiran buruk berkelibat di kepala Anda, maka kemampuan Anda untuk peka akan kebutuhan orang lain di sekitar serta kemampuan Anda untuk menjadi orang yang lebih sensitif akan keadaan sekitar akan terhalang.

4. Melindungi kebebasan dan kemampuan untuk percaya
Tidak mau memaafkan orang lain memosisikan Anda sebagai korban dan mengekang Anda sebagai orang yang tertindas akan suatu tindakan yang salah. Memaafkan orang yang berbuat salah bisa membebaskan Anda dan memberi Anda pilihan untuk bisa percaya lagi. Ini adalah kunci penting untuk bisa menjalin hubungan dengan siapa pun lebih baik.

5. Menghapus kenangan buruk
Coba Anda bayangkan menjalin hubungan cinta dengan seseorang yang belum bisa memaafkan tindakan buruk yang ia terima dari mantan kekasihnya. Bagaimana posisi Anda? Sulit, kan? Untuk bisa bersama orang yang masih menyimpan dendam dan amarah terhadap orang lain sangat menguras energi. Lama kelamaan energi orang yang berada dekatnya akan terhisap. Menjalin hubungan yang baik dan sehat adalah dengan menyelesaikan masalah saat masalahnya mulai mencuat.

6. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan diri
Yang luarbiasa dari tindakan memaafkan adalah dampaknya terhadap perkembangan seseorang. Dibutuhkan kelapangan dan daya yang sangat besar untuk bisa keluar dari situasi tak mengenakkan. Hal ini akan membantu Anda untuk memperbaiki diri dan menempa mental untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Tentu tindakan memaafkan ini pun ada kadar dan batasannya. Andalah yang paling tahu apa dan bagaimana tindakan yang bisa ditolerir dan tidak. Jadi, ketika ada masalah-masalah sepele yang bisa Anda maafkan, sedikit demi sedikit Anda sedang menempa diri untuk menjadi orang yang lebih sehat, bertumbuh, serta belajar dari pengalaman untuk menilai situasi lebih baik lagi.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:45 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Jun 16, 2010 3:38 pm

MENGAPA SULIT MEMINTA MAAF?
Senin, 22 Maret 2010 | 18:02 WIB
KOMPAS.com - Kita pasti pernah membuat kesalahan, sekecil apa pun. Misalnya saja, Anda berbincang dengan teman, dan tanpa Anda sadari Anda telah berkata kasar dan menyakiti perasaannya. Memang sih, Anda tidak bermaksud jahat. Bahkan teman Anda juga tidak merasa tersinggung dengan perkataan Anda. Namun, tetap saja ada perasaan tidak enak dan canggung. ''Kita terkadang melakukan kesalahan tanpa sengaja. Permintaan maaf yang tulus dan disertai dengan jabat tangan akan menghilangkan rasa canggung,'' ujar Jennifer Thomas, penulis buku The Five Languages of Apology. Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa meminta maaf adalah salah satu hal yang paling sulit kita lakukan.

* Kenapa sulit meminta maaf?
Meminta maaf mungkin bukan sifat Anda. ''Beberapa orang menganggap meminta maaf berhubungan dengan harga diri dan menunjukkan kelemahan diri,'' ujar Beverly Engel, penulis buku The Power of Apology. Ingat, meminta maaf adalah bentuk penyembuhan harga diri dan memberikan kesempatan orang lain untuk memaafkan Anda. Selain itu, meminta maaf mengobati hubungan yang ada.

* Apa yang harus dikatakan?
Hal yang terpenting adalah etiket dan sikap Anda. ''Jika Anda meminta maaf tanpa didasari kesungguhan dan hanya sekadar mengucapkan saja, tidak akan ada maknanya,'' ujar Engel.

Engel lalu memberikan tiga poin penting dalam meminta maaf:
1. Mempertimbangkan hubungan dengan lawan bicara Anda. Sadari bahwa hubungan pertemanan atau jalinan asmara yang Anda bina selama ini penting untuk dipertahankan. Jika Anda sudah menentukan hal ini, maka Anda akan menyadari betapa pentingnya meminta maaf. Membuat kesalahan pada teman jangan dijadikan kebiasaan. Anda bersikap tanpa rasa bersalah dan berharap semua akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu? ''Serius meminta maaf akan membuat Anda dihargai,'' ujar Lauren Bloom, penulis buku The Art of Apology.

2. Ekspresikan perasaan menyesal. Saat mengatakan Anda menyesal, tunjukkan empati dan perasaan Anda. Anda menyadari bahwa Anda telah berbuat salah dan menyakiti orang lain. ''Jangan tersenyum atau terlihat tinggi hati saat meminta maaf,'' ujar Engel. Tunjukkan bahwa Anda bertanggung jawab dan punya kemauan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Tak ada gunanya mencari-cari kesalahan orang lain. Jangan menunjukkan sifat defensif atau mencari-cari alasan pembenaran. Katakan saja singkat, Anda bersalah!

3. Cari obatnya. Anda merasa bersalah dan ingin membayar kesalahan itu? Cukup dengan menumpahkan perasaan Anda pada orang yang Anda percaya. Cara lainnya adalah mencari hiburan seperti membaca buku yang bisa membuat Anda melupakan kejadian yang ada.

* Apa yang terjadi selanjutnya?
Setelah meminta maaf, sabar dan tunggulah reaksi rekan Anda. Tidak semua orang bisa memaafkan dengan cepat. ''Jangan menekan atau mencecar lawan bicara untuk meminta jawaban segera,'' ujar Engel. Jika cara ini tidak berhasil, coba dengan cara lain. Contohnya lewat email atau SMS untuk mengungkapkan penyesalan Anda.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:45 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Jun 16, 2010 3:41 pm

MEMAAFKAN DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN
Jumat, 10/09/2010 08:02 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa rasa benci, dendam dan permusuhan dapat memicu tekanan darah tinggi. Sebaliknya, memaafkan bisa meredakan stres dan menjaga jantung tetap sehat. Stres akan muncul ketika batin seseorang terganjal oleh rasa kecewa atau tersakiti. Melupakan dan menganggap benar sebuah kesalahan yang menyebabkan rasa sakit tersebut tidak selalu bisa mengatasinya, kadang-kadang justru menambah beban di hati. Dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (10/9/2010), memaafkan adalah sebuah proses perdamaian dengan diri sendiri. Diawali dengan pengakuan akan adanya rasa sakit, seseorang yang memberi maaf justru akan merasa lebih rileks untuk menerima kondisinya. Dengan kondisi mental yang lebih rileks, seseorang juga akan terhindar dari risiko penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Risiko tersebut umumnya dihadapi oleh para pendendam yang membutuhkan jalan pintas untuk lepas dari beban emosi negatifnya. Manfaat lain dari saling memaafkan terungkap dalam penelitian di University of Massachusetts, yakni bisa menurunkan tekanan darah dengan lebih cepat. Efek percepatan itu bisa mencapai 20 persen pada wanita, sementara pada pria efeknya lebih kecil. Tekanan darah, denyut jantung dan kontraksi otot biasanya meningkat ketika seseorang terlibat konflik, sehingga risiko serangan jantung dan stroke menjadi lebih tinggi. Gejala tersebut akan mereda ketika konflik berakhir, atau akan lebih cepat jika kedua pihak yang berkonflik saling bermaafan. Sedangkan untuk bisa memaafkan, seseorang yang pernah merasa tersakiti akan melewati 4 tahap berikut ini.

1. Mengakui dengan jujur adanya rasa sakit hati atau kemarahan di dalam dirinya, sebagai akibat dari kesalahan orang lain.
2. Memahami bahwa situasi tersebut tidak baik untuk dirinya, sehingga harus diubah.
3. Menemukan cara baru untuk menyikapi orang lain yang telah membuatnya marah atau sakit hati.
4. Memahami bahwa orang itu butuh dimaafkan, sebagaimana dirinya juga ingin dimaafkan jika berbuat salah.

Namun jika ada seseorang yang sulit untuk memaafkan, kesalahan mungkin ada pada cara menyampaikan permintaan maaf. Menurut sebuah penelitian di University of Valencia, permintaan maaf lebih efektif jika disampaikan melalui telinga kanan. Sensor pendengaran di sebelah kanan terhubung dengan belahan otak kiri, bagian yang berhubungan dengan logika. Menurut peneliti, hal itu akan menyebabkan permintaan maaf ditangkap dan diproses dengan lebih rasional.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:46 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Jun 17, 2010 2:18 pm

BELAJAR MEMAAFKAN!
Rabu, 8 Desember 2010 | 08:07 WIB
Pernahkah Anda merasa begitu marah dengan orang lain hingga rasanya tak ingin berbicara lagi dengannya, apalagi melihat mukanya lewat di depan kita? Bahkan, ketika kemarahan telah sampai di ubun-ubun kepala, ruang hati kita akan tertutup untuk dirinya. Sebenarnya, apakah kita boleh melakukan hal tersebut? Sebagai manusia, apalagi perempuan (yang katanya makhluk emosional), merasakan dan mengekspresikan perasaan marah sebenarnya merupakan hal yang wajar. Tetapi yang bahaya adalah ketika perasaan marah dan kesal tersebut terus dipelihara di dalam hati. Memelihara perasaan negatif di dalam hati bisa berakibat negatif juga untuk tubuh. Perasaan negatif tersebut akan menjadi life-toxins yang menggerogoti hidup Anda. Enggak percaya? Coba bayangkan. Ketika Anda teringat kembali oleh kemarahan yang Anda simpan dalam hati tadi, maka mendadak wajah Anda menjadi berkerut sehingga membuatnya terlihat lebih tua, jantung jadi berdebar kencang menahan amarah, dan yang paling tidak nyaman adalah pikiran jadi terjebak dengan ‘kemarahan’ hingga langkah ke depan terasa berat. Benar kan? Nah, agar tak menjadi life-toxins, ada baiknya Anda mulai belajar untuk berlapang dada dan berbesar hati untuk memaafkan kesalahan orang lain. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari hal itu lho. Salah satunya adalah peace of mind alias pikiran yang tenang. Tidak ada lagi beban berat yang menghimpit pikiran dan perasaan Anda. Tidak ada lagi hal yang bisa membuat darah Anda ‘mendidih’ seketika. Semua akan Anda jalani dengan lebih ikhlas dan sabar sehingga ‘langkah’ terasa lebih ringan. Dalam suasana hati yang tidak enak, tentu kita mengharapkan adanya teman yang dapat mengurangi perasaan tidak enak tersebut. Mari kita bersama-sama belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain. Semoga hidup kita menjadi lebih cerah.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:46 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Jun 17, 2010 6:21 pm

PERMINTAAN MAAF YANG BAIK DAN BURUK
Minggu, 22 Agustus 2010 | 03:43 WIB Sawitri Supardi Sadarjoen
A melihat permintaan maaf seseorang merupakan sarana manipulatif untuk membuat orang lain terdiam dan mencoba meraih moralitas dari sesuatu yang luhur menjadi terpuruk. Si A mengatakan kepada saya, ”Saya tidak pernah minta maaf dan saya juga tidak menerima permintaan maaf dari orang lain. Karena bila orang meminta maaf pada saya, mereka mencoba untuk membuat saya terdiam dari kemarahan oleh perbuatan yang dilakukannya. Dan sebenarnya saat mereka meminta maaf, mereka merasa seperti ini. ’Lihatlah saya sudah berusaha membuatnya diam dan sudahlah tidak perlu diperpanjang lagi....’”

Permintaan maaf yang baik
Sedangkan H menyatakan bahwa setelah dia mendengar pendapat si A, ia merasa , ”Wah, benar-benar berbeda pendapat A tentang permintaan maaf dengan saya, sedangkan saya merasa bahwa apabila seseorang menyatakan dengan tulus permintaan maafnya, saya langsung merasa lega dan terbebas dari kemarahan dan terasa nyaman di hati. Dan apabila saya menyatakan permintaan maaf kepada seseorang dengan rasa tulus pula, maka saya juga merasa telah memenuhi kewajiban saya sehingga saya merasa benar-benar lega. Dengan demikian, rasa salah saya hilang dan dengan permintaan maaf, saya berharap relasi yang menjadi buruk oleh perlakuan saya tersebut bisa menjadi pulih kembali.” H selanjutnya berpendapat bahwa tanpa kemungkinan permintaan maaf kepada manusia, maka kekurangan yang menjadi sifat manusia akan dirasakan sebagai sesuatu yang tragis. Penyampaian permintaan maaf yang lembut dan tulus, menjadi tuntutan sosial bagi perbaikan penghayatan kenyamanan dan integritas bagi seseorang yang benar-benar secara jujur mengakui telah berbuat salah. Namun, sejauh itu A dan H memiliki kesamaan pendapat bahwa perempuan lebih sering meminta maaf daripada laki-laki. Bahkan, sering perempuan merasa bersalah apabila mereka tidak mampu memberikan pelayanan afektif kepada orang lain, dan secepat itu pula perempuan merasa bertanggung jawab terhadap relasi yang terjalin dengan orang lain, menjadi tidak nyaman, yang sering diikuti dengan permohonan maaf.

Permintaan maaf yang buruk
Memang tidak setiap permintaan maaf meninggalkan rasa nyaman pada orang lain atau pada diri kita sendiri. Karena permintaan maaf sering ditawarkan kepada kita dilakukan tanpa ketulusan yang hakiki, tetapi sekadar hanya merupakan upaya ringan untuk keluar dari situasi yang sulit. Atau, mungkin kata maaf yang terlontar hanya membuat seseorang keluar dari keadaan terpojok. Misalnya, kita pasti merasa kurang nyaman apabila pasangan kita mengatakan, ”Maaf, ya saya tadi membuatmu marah dengan kritik saya di muka teman-temanmu tentang lelucon yang kamu ceritakan kepada mereka.” Dengan ungkapan tersebut pasti kita akan merasa disudutkan sebagai orang yang sensitif yang membuat kita cepat berang. Andaikata kita ditanya tentang permohonan maaf yang bagaimana yang sebenarnya kita harapkan, maka ungkapan berikut inilah jawabannya: ”Maaf ya, saya tadi mengkritikmu saat kamu cerita tentang lelucon di hadapan teman-temanmu, karena saya merasa sebagai suami, saya wajib memerhatikan perilaku sosialmu agar reputasimu tetap terjaga.” Kecuali itu, permintaan maaf yang dirasionalisasi pun tidak membuat orang nyaman, seperti misalnya: ”Wah, saya sudah mencoba menelepon kamu beberapa kali, tetapi tiba-tiba tangan saya terkilir dan saya tidak bisa menekan tombol telepon lagi.” Atau ”Maaf, ya..., soalnya kamu tidak pernah bertanya apakah saya sudah menikah dengan 2 orang anak atau masih lajang.”

Komentar:
Apabila kita melakukan konfrontasi terhadap sesuatu yang tidak dilakukan atau yang dilakukan pasangan kita, misalnya, sebenarnya akan lebih memuaskan teman berelasi atau pasangan kita sendiri, jika permohonan maaf kita disampaikan dengan tulus. Misalnya: ”Saya benar-benar minta maaf, ya.” Atau ”Maaf ya, lama sekali saya tidak kontak kamu.” Seyogianya kita tidak sekalipun menambahkan upaya rasionalisasi yang terkesan mengada-ada, karena dengan rasionalisasi, tanpa kita sadari kita menyatakan bahwa kesalahan bukan dari diri kita. Pasangan lelaki yang sedang menjalani konsultasi perkawinan dengan saya mengatakan bahwa ia sering jengkel apabila istrinya setiap saat mengungkit perselingkuhan yang telah diselesaikan 3 bulan lalu, merespons istrinya dengan permintaan maaf : ”Maaf, ya. Mengapa kamu selalu mengungkit perselingkuhan yang sudah saya bereskan 3 bulan lalu. Saya mau mulai memperbaiki hubunganku denganmu.” Itu dengan suara keras setengah membentak, sampai istrinya terdiam dan akhirnya menangis.

Permintaan maaf yang seyogianya dilakukan adalah: ”Cobalah pikirkan, cara kamu selalu mengungkit perselingkuhanku yang sebenarnya telah selesai setiap kamu jengkel pada saya, cara itu sangat tidak baik untuk dirimu sendiri. Pasti akan membuka luka batinmu sendiri, kalau memang kamu belum puas terhadap penjelasanku tentang perselingkuhan itu, saya akan berikan waktu khusus untuk membicarakannya, tetapi tidak dengan cara seperti ini. Percayalah, bahwa saya benar-benar mau memperbaiki hubungan denganmu.” Nah, selanjutnya, kita pulangkan semua pemahaman akan permintaan maaf dalam kalbu kita yang paling dalam. Setujukah kita pada pendapat A atau pendapat H. Kemudian dengarkanlah dengan cermat apa kata nurani kita yang paling dalam, sambil mempertimbangkan perasaan pasangan kita. Maksudnya, agar permintaan maaf yang perlu kita sampaikan membuat perasaan kita dan pasangan kita atau orang yang berelasi dengan kita menjadi nyaman kembali dan relasi yang terjalin pun pulih.***


Last edited by gitahafas on Wed Aug 24, 2011 1:46 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Fri Jun 18, 2010 5:33 am

5 LANGKAH MEMBERI MAAF
Senin, 13 September 2010 | 10:33 WIB
Kompas.com - Kemarahan, kekecewaan, kekesalan, dendam kesumat, dan berbagai hal yang menimbulkan emosi negatif, tak hanya akan merusak psikologis, tapi juga kesehatan fisik kita. Rentetan gangguan itu bisa mengenai semua organ di dalam tubuh dan jadilah berbagai penyakit. Obat untuk itu sebetulnya sangat murah dan mudah, yakni memaafkan secara tulus. Bila Anda masih merasa kesulitan untuk memberi maaf, ada baiknya mengikuti petunjuk berikut ini. Untuk membantu orang agar bisa memberi maaf secara tulus, Everett L.Worthington Jr, PhD, profesor psikologi di Virginia Commonwealth University, menyiapkan program dalam lima langkah, seperti berikut ini:

1. Ingatlah perasaan sakit hati atau luka batin yang Anda alami secara objektif tanpa menyalahkan dan mengorbankan diri.

2. Cobalah berempati dengan orang yang menyakiti perasaan Anda. Renungkan mengapa ia melakukan hal itu, apa yang dirasakan oleh orang itu, sehingga perbuatannya menimbulkan sakit hati.

3. Bayangkan semua masalah dilihat dari sudut pandangnya. Cara ini akan mempermudah kita memahami mengapa ia sampai menyakiti hati orang lain.

4. Bagian dari kita yang mengutamakan kepentingan orang lain (altruistik) akan berpikir bahwa kita telah dimaafkan dan bagaimana rasanya memaafkan.

5. Ketika tiba saatnya untuk berkomitmen memberi maaf, orang biasanya mengucapkan "Belum", tetapi ketika akhirnya mereka melakukannya, mereka harus senantiasa berpegang pada pemaafan.

Semua ini bukan hanya teori Wrothington. Ibunya dipukuli sampai mati dengan linggis pada tahun 1995. Namun, setelah menerapkan lima langkah itu, ia berhasil memaafkan pelakunya. "Dalam waktu 30 jam aku sudah bisa memaafkan pemuda yang telah melakukan kejahatan yang mengerikan itu," tulisnya dalam Forgiveness and Reconciliation. (GHS/est)


Last edited by gitahafas on Thu Aug 25, 2011 10:28 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Numpang Lewat

View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 52Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 28 ... 52  Next

 Similar topics

-
» Numpang Lewat
» Jangan selalu tidur lewat
» Bikin Lagu Lewat PC (Anvilstudio)
» Yamaha Mio Bergaya Bumblebee
» [Story GeJe] Cerita dengan 9 Kata

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-