|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue May 11, 2010 12:46 pm | |
| CERMAT MEMILIH PERGURUAN TINGGI Kamis, 17 Juni 2010 | 17:27 WIB Oleh Benni Setiawan Kompas.cpm - Musim pendaftaran mahasiswa baru telah tiba. Calon mahasiswa baru terlihat sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Di tengah hiruk-pikuk pendaftaran, ada baiknya calon mahasiswa baru cermat dalam memilih perguruan tinggi. Mengapa hal ini penting? Pasalnya, sebagaimana banyak diberitakan, banyak yang termakan tipu daya perguruan tinggi (PT). Mereka rela membayar puluhan juta rupiah demi selembar ijazah. Namun, apa yang mereka dapatkan? Ternyata ijazah tersebut palsu.
Maraknya ijazah illegal dan palsu mengindikasikan bahwa masyarakat masih bermental feodal. Masyarakat mudah terbuai gelar, pangkat, dan kedudukan. Masyarakat memandang bahwa kesejahteraan dapat terjamin dengan memegang ijazah S-1 dan S-2. Ironisnya, lembaga mulia seperti lembaga pendidikan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem ini. Masyarakat yang memegang gelar kesarjanaan bangga menyandingkan gelar-gelar di depan ataupun di belakang namanya. Bahkan kadang namanya yang pendek tertutup gelar kesarjanaan yang panjang.
Pertanyaan yang muncul kemudian, mengapa PT sebagai institusi resmi yang boleh mengeluarkan gelar kesarjanaan terjebak dalam sikap pragmatis seperti ini? Mengobral ijazah Peranan PT sebagai lembaga mulia di masyarakat tampaknya sudah mulai bergeser. Kini di masyarakat ada adagium bahwa memperoleh ijazah dan gelar sangat mudah. Hanya dengan kuliah beberapa bulan saja ijazah sudah dapat dibawa pulang. Tentu mereka harus membayar biaya administrasi yang telah ditentukan atau dijanjikan di awal perkuliahan. Saya sempat kaget ketika seorang pejabat di daerah saya dengan bangga mengatakan tidak perlu susah payah untuk menumpuk gelar S-2. Lihat saja anggota DPR/DPRD itu, dalam satu tahun telah berhasil meraih gelar MSi atau MH. Apa yang dikatakan pejabat tersebut bukan omong kosong.
Beberapa pejabat dan anggota DPR/DPRD, tanpa harus bersusah payah membuat makalah dan menulis tesis, dalam satu tahun memperoleh gelar master, bahkan tanpa ijazah S-1. Seseorang dapat dengan mudah mendapatkan ijazah S-2. Ketika saya desak di mana kampusnya, sang pejabat enggan memberitahukannya. Fakta tersebut semakin menegaskan bahwa ada PT yang sengaja didirikan untuk mengobral ijazah kepada pegawai, pejabat, atau anggota DPR/DPRD. Adanya PT seperti ini tentu didorong animo masyarakat untuk mendapatkan gelar.
Dengan memperoleh ijazah S-1, misalnya, seseorang dengan mudah naik pangkat ke golongan III/a. Pegawai struktural tidak perlu menunggu waktu tiga sampai empat tahun, sementara pegawai fungsional dua hingga tiga tahun untuk naik pangkat. Kenaikan pangkat tentu akan menambah pundi-pundi uangnya. Tanpa harus bekerja keras mereka mendapatkan gaji berlimpah. Maka, tidak aneh jika kita banyak menemui pegawai di kantor-kantor layanan masyarakat yang hanya datang, presensi, duduk, bermain game, dan ngobrol di kantor. Tidak ada pekerjaan lain selain hal tersebut.
Kemudahan mendapatkan ijazah ini juga didukung semakin banyaknya PT yang berubah status atau membuka program magister. Hampir semua PT kini telah mempunyai program S-2 walaupun tidak ada guru besar (profesor) atau tenaga pengajar yang mumpuni (doktor, S-3). Dengan satu guru besar yang dipinjam dari kampus lain, sebuah PT sudah dapat membuka program magister.
Datang langsung Maka dari itu, cermatlah dalam memilih PT. Sebelum mendaftar, cari informasi selengkap mungkin mengenai profil PT, seberapa banyak guru besar dan staf pengajarnya, akreditasinya, dan seterusnya. Jangan mudah percaya dengan brosur atau selebaran. Sekiranya memungkinkan, calon mahasiswa perlu datang langsung melihat kondisi kampus yang akan dituju. Hal ini penting mengingat kini banyak PT asli tetapi palsu (aspal). PT dikelola dengan manajemen duit. Artinya, siapa yang siap membayar jutaan rupiah akan mudah mendapatkan gelar kesarjanaan yang diinginkan.
Guna mencegah masyarakat berperilaku pragmatis seperti ini, pemerintah, terutama Kementerian Pendidikan Nasional cq Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, perlu mendata ulang PT yang sehat dan tidak. Lebih dari itu, pemerintah perlu menindak PT nakal. PT nakal hanya akan semakin memperkeruh iklan PT Indonesia. PT nakal juga akan menurunkan martabat kampus sebagai lembaga tertinggi dalam strata sosial masyarakat Indonesia. Jika banyak peserta didik yang kurang memenuhi nilai standar ujian nasional 5,5 saja diharuskan mengulang, mengapa banyak PT yang mengobral ijazah, bahkan palsu (ilegal), dibiarkan hidup dan berkembang pesat?
Keberanian pemerintah tersebut perlu didukung elemen masyarakat. Sudah saatnya masyarakat berpikir bahwa kuliah bukan hanya masa mencari ijazah. Kuliah merupakan ajang "adu intelektual". Di kampus mahasiswa berproses menjadi manusia muda menuju taraf insani, mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Hal itu ditegaskan dalam Pasal 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Pada akhirnya, memilih PT yang mempunyai integritas, visi, dan misi yang jelas merupakan pilihan bijak. Pasalnya, PT bukan hanya tempat mencari ijazah dan gelar, melainkan tempat berproses dan menuntut ilmu.
BENNI SETIAWAN Pemerhati Pendidikan
Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 6:35 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue May 11, 2010 12:49 pm | |
| PT WAJIB UMUMKAN AKREDITASI Sunday, 27 June 2010 - Seputar Indonesia JAKARTA (SI) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta seluruh perguruan tinggi (PT) untuk memublikasikan status akreditasinya kepada masyarakat secara jujur. Menurut Mendiknas, hal itu penting agar masyarakat, terutama calon mahasiswa baru, bisa menentukan pilihan sebelum mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. “Perguruan tinggi harus fair. Jika belum (belum terakreditasi), bilang saja belum. Jangan membohongi masyarakat dalam mencari pendidikan yang berkualitas,” tegas Nuh di Jakarta kemarin. Mendiknas menjelaskan, status akreditasi ini sangat penting. Sebab, Undang-Undang (UU) 20/ 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Pasal 62 (I), menggariskan setiap satuan pendidikan harus memiliki izin dari pemerintah.
Kemudian, dalam Pasal 62 (2), Pasal 86, dan 87 Peraturan Pemerintah (PP) No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ditegaskan bahwa akreditasi harus dilakukan pada satuan pendidikan untuk menentukan kelayakan program suatu satuan pendidikan melalui penilaian yang saksama sehingga memenuhi baku mutu yang telah menjadi standar minimal. Karena itu, Mendiknas meminta agar masyarakat berhatihati memilih program studi di perguruan tinggi yang belum terakreditasi. Menurut dia, ada beberapa tips yang bisa dilakukan calon mahasiswa sebelum mendaftar ke perguruan tinggi. Pertama, melihat apakah program studi di perguruan tinggi yang dituju sudah terakreditasi atau belum.
Sebab, ungkap Nuh, dari status tersebut dapat diketahui apakah program studi yang dituju di perguruan tinggi tersebut berkualitas atau tidak. “Kedua, jangan tergiur dengan iklan dan promosi tentang perguruan tinggi yang belum tentu sesuai dengan kenyataannya.Carilah informasi sebanyak-banyaknya,” tandasnya. Lebih lanjut Mendiknas menyatakan, perguruan tinggi yang belum memperoleh akreditasi sebaiknya segera mengajukan.Dia pun berjanji tidak akan mempersulit proses akreditasi perguruan tinggi. Namun, Nuh juga meminta agar perguruan tinggi tetap menjamin bahwa persyaratan harus terpenuhi seperti kelengkapan fasilitas dan jumlah dosen.
“Begitu dipenuhi persyaratannya, langsung diverifikasi dan otomatis akan terakreditasi,” tegas mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu. Berdasarkan data yang ada, hingga akhir 2009, dari 15.000 program studi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baru separuhnya yang sudah terakreditasi. Sebagian besar program studi yang belum terakreditasi tersebut ada di perguruan tinggi swasta.Hanya sebagian kecil program studi di perguruan tinggi negeri yang belum terakreditasi,yakni kurang dari 5%. Umumnya, yang belum terakreditasi pada perguruan tinggi negeri itu adalah program studi baru.
Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP PTSI) Thomas Suyatno mengaku masih banyak perguruan tinggi yang belum terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).Hal ini terjadi karena sebagian besar perguruan tinggi, terutama swasta, tidak sanggup memenuhi beberapa persyaratan yang ada. “Ada standar yang harus dipenuhi dan belum semua kampus sanggup,” jelasnya.Thomas mengungkapkan, ada tujuh standar yang wajib dipenuhi perguruan tinggi untuk mendapatkan status akreditasi.
Di antaranya, penilaian tentang proses belajar-mengajar, kepemimpinan, penelitian, dan kemahasiswaan. Selain itu, menurut Thomas, banyak juga perguruan tinggi swasta yang menurun akreditasinya. Mayoritas penurunan terjadi karena ada masalah internal seperti buruknya manajemen dan ketidaksepahaman antara dosen, dekan, kepala jurusan dengan pihak yayasan. Ketegangan di lingkup internal kampus tersebut, jelasnya,menyebabkan kualitas pengajaran berkurang.“ Seperti dosen yang tidak sepenuhnya berkonsentrasi memberikan pelajaran kepada mahasiswa serta kurangnya jumlah penelitian yang berpengaruh pada penilaian akreditasi kampus,”paparnya.
Thomas mengatakan, jika calon mahasiswa ingin mencari tahu apakah program studi di perguruan tinggi yang diincar sudah terakreditasi atau belum, hal itu bisa dengan membuka situs www.ban-pt.depdiknas.go.id. “Di situ tinggal diklik perguruan tinggi yang dimaksud,nanti akan terlihat status akreditasinya,” ungkap Pengawas Yayasan Atma Jaya dan dosen pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.Anggota Komisi X DPR Tubagus Dedi Suwendi Gumelar juga meminta agar calon mahasiswa berhati-hati dalam memilih perguruan tinggi. (neneng zubaidah)
Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 6:36 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue May 11, 2010 12:51 pm | |
| MEMBIDIK JURUSAN FAVORIT Saturday, 29 May 2010 GELARmaster asisten dokter menjadi pilihan favorit bagi mahasiswa di Amerika Serikat yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar.Di tengah tingginya angka pengangguran di AS, permintaan akan profesi ini begitu besar. Perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS) tahun ini diperkirakan akan meluluskan 1,6 juta sarjana strata dua (S-2). Dengan jumlah tenaga yang siap kerja bertambah tentu akan terjadi persaingan dalam merebut peluang kerja.Apalagi saat ini jumlah pengangguran di AS mencapai 9,9%.
Kendati begitu, minat siswa yang akan masuk perguruan tinggi tidak surut.Umumnya, minat para siswa yang ingin meneruskan ke jenjang lebih tinggi disebabkan agar mereka punya kemampuan yang lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan dunia kerja di masa mendatang. Karena itu, kebanyakan siswa di AS menganggap kuliah tidak sekadar mencari ilmu, tetapi juga bagaimana mampu mendapatkan peluang kerja dari bidang keilmuan yang mereka tekuni dalam kuliah. Menurut studi yang dilakukan majalah Forbes, studi asisten dokter menempati peringkat pertama yang menjanjikan karier di masa depan.Profesi ini umumnya akan bekerja sebagai perawat anestesi,perawat klinik spesialis, hingga direktur keperawatan. Gaji rata-rata yang ditawarkan pada sejumlah profesi di atas sebesar USD98.900 per tahun.
Ke depan diperkirakan akan ada pertumbuhan permintaan sebesar 39% terhadap profesi ini. Pertumbuhan tersebut juga diakumulasikan dengan kebutuhan akan penggantian tenaga kerja baru yang permintaannya mencapai 57%. Seperti disebutkan Forbes, salah satu orang yang beruntung mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang dipelajari semasa kuliah adalah Shane Tysinger yang saat ini bekerja di klinik Eden NC yang fokus pada pengobatan keluarga. Tysinger memiliki minat yang kuat pada bidang kedokteran. Sebelum bekerja di tempat yang sekarang,Tysinger sebelumnya mengajar di Sekolah Menengah Atas Davidson County,New York. Di sekolah itu dia juga mengajar perawatan kesehatan. Dia juga pernah memegang beberapa pekerjaan asisten medis sebelum menjadi guru.
Di sekolah dia selalu menjadi responden pertama untuk semua jenis darurat medis. Tetapi, Tysinger tidak puas hanya menjadi guru.Untuk itu,dia memilih program master asisten dokter selama dua tahun di Duke University pada 2006. Pilihan Tysinger rupanya tidak salah. Ketika lulus pada 2008 saat dunia sedang menghadapi resesi keuangan, tawaran menjadi asisten dokter justru tidak surut. Ditelisik dari penghasilan,profesi Tysinger saat ini lebih tinggi tiga kali lipat dari profesi guru yang sebelumnya dia geluti. ”Saya telah menemukan karier, dan saya akan terus menekuninya,” kata Tysinger seperti dikutip Forbes. Karena itu, di AS saat ini banyak yang mengikuti jejak Tysinger, kuliah strata dua (S-2) di jurusan asisten dokter. Saat ini dunia kesehatan Negeri Paman Sam membutuhkan banyak asisten dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Karena itu, tidak heran jika pekerjaan ini memberikan prospek yang bagus dan menawarkan gaji yang besar. Wajar jika majalah Forbes menempatkan program asisten dokter menjadi jurusan favorit dalam penyaluran kerja.Pemeringkatan yang dilakukan Forbes dilakukan berdasarkan peluang terbaik, tawaran gaji pada dekade berikutnya. Jurusan favorit lainnya adalah ilmu komputer. Jurusan ini diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan sebesar 27% dengan gaji yang ditawarkan ratarata USD111.000 per tahun. Di peringkat ketiga ada jurusan teknik sipil yang akan mengalami pertumbuhan sebesar 24% dan gaji ratarata sebesar USD 98.700 per tahun. Peringkat keempat adalah lulusan jurusan matematika.Para lulusan ini dijanjikan akan mendapatkan pertumbuhan permintaan sebesar 22% dengan gaji ratarata sebesar USD96.900 per tahun.
Di peringkat berikutnya ada jurusan fisika yang peluang kerjanya diperkirakan akan meningkat 16% dengan gaji rata-rata USD110.000 per tahun. Selain merilis sejumlah jurusan terbaik,Forbesjuga mengumumkan lima jurusan terbawah dari 30 jurusan yang disurvei. Peringkat terakhir ada jurusan keagamaan yang diperkirakan hanya mendapatkan gaji rata-rata sebesar USD54.200 per tahun dengan peningkatan permintaan sebesar 13%. Satu tingkat di atasnya adalah jurusan bahasa Inggris yang menawarkan gaji rata-rata USD61.700 per tahun dan pertumbuhan lowongan untuk jurusan ini hanya 9%.
Jurusan pendidikan berada di atas jurusan bahasa Inggris dan hanya mendapatkan permintaan sebesar 14% dengan gaji USD59.600 per tahun. Kemudian, jurusan konseling berada di urutan berikutnya (peringkat ke-27) yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan permintaan sebesar 17% dengan gaji rata-rata USD53.500 per tahun. Di peringkat ke-26 ada jurusan seni rupa yang hanya mengalami pertumbuhan permintaan sebesar 12% dengan gaji ratarataUSD63.900 per tahun. Pemeringkatan yang dikeluarkan Forbes ini tentu akan menjadi salah satu pertimbangan bagi sejumlah kalangan di AS untuk menentukan jurusan yang akan mereka pilih saat kuliah sehingga ketika menamatkan pendidikan,mereka tidak kesulitan dalam melangkah mencari pekerjaan di tengah persaingan yang ketat.
Perpaduan antara peluang dan gaji yang ditawarkan memang selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jurusan. Apalagi di AS seseorang bisa melihat perbandingan gaji yang diterima berdasarkan profesi. Informasi ini disediakan situs payscale. Berdasarkan situs ini, ada 30 gelar master teratas yang menjadi tujuan para sarjana untuk melanjutkan pendidikan. Gaji terbesar didapatkan pekerja di bidang sarjana teknik elektro yaitu sebesar USD121.000 per tahun. Sedangkan terendah adalah bidang konseling yaitu hanya USD53.500 per tahun. Survei ini didasarkan atas gaji pekerja yang berusia 43 tahun atau memiliki pengalaman kerja selama 15 tahun. Fenomena mencari jurusan yang sesuai peluang kerja bukan hanya terjadi di AS melainkan juga di semua negara, termasuk Indonesia.
Tidak heran jika profesi yang banyak dicari dalam dunia kerja berbanding lurus dengan jumlah minat pada pendidikan yang berpeluang mengisi pekerjaan yang ditawarkan. (abdul malik/islahuddin)
Sumber: Seputar Indonesia Minggu 30 Mei 2010
Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 7:21 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Wed May 12, 2010 6:19 am | |
| DEMI KOLAM LEBIH BESAR Saturday, 29 May 2010 PENDIDIKANstrata dua (S-2) bisa mendongkrak tingkat penghasilan.Apalagi kalau mendapat momentum yang tepat,pendidikan yang lebih tinggi sangat berpeluang bagi seseorang mendapatkan pekerjaan lebih baik. Ingin mendapatkan kenaikan gaji atau kenaikan pangkat? Sekolah ke jenjang yang lebih tinggi bisa menjadi strategi.Dalam beberapa kasus, gelas master cukup ampuh untuk mendapatkan pekerjaan baru yang membutuhkan kemampuan manajerial. Namun, tidak jarang seseorang bergelar master justru sulit mendapatkan pekerjaan. Sebab, banyak perusahaan yang masih memberlakukan standar penggajian untuk lulusan strata satu (S-1) dan dianggap masih usia produktif.
Pelamar dengan kualifikasi lulusan S-2 justru dianggap telah melewati usia produktif. Bagi sebagian orang mungkin tampak pragmatis. Membahas peningkatan gelar pendidikan yang dinilai paralel dengan peningkatan penghasilan, bagi sebagian orang masih dianggap tabu.Sebab menuntut ilmu dianggap sebagai kewajiban, bukan sebagai upaya mencari kekayaan.Anehnya asumsi tersebut terkadang jadi pembenaran terhadap gagalnya sistem pendidikan di negeri ini dalam menyiapkan tenaga kerja terdidik siap kerja. Apa pun argumentasinya, di luar negeri sudah lazim informasi tentang standar gaji sangat terbuka bagi lulusan S-1 maupun S-2. Beragam hasil survei dipublikasikan untuk berbagai jenis sektor pekerjaan.
Laporan-laporan itu menjadi sumber referensi bagi masyarakat untuk memilih pekerjaan yang diminati.Forbes (19/5) melansir gelar master terbaik dari sisi penghasilan atau gaji yang akan didapatkan.Pemeringkatan program master yang didasarkan pada data Payscale dan Bureau of Labor Statistics tersebut menempatkan bidang studi asisten dokter (physician assistant studies) sebagai program dengan gaji terbaik di Amerika Serikat (AS) di mana per tahunnya sekitar USD98.900. Sebaliknya, bidang studi dengan gaji terburuk adalah lulusan bidang keagamaan dengan penghasilan per tahun USD54.200.
Mahasiswi program master bidang studi teknik sipil Purdue University di West Lafayette, Indiana, AS, Kari Klaboe-Nasi yakin kuliah yang dia jalani saat ini merupakan upaya untuk persiapan proyek yang lebih besar.Ibarat seekor ikan yang sudah tumbuh besar, tentu butuh kolam besar untuk berenang. Dalam meniti karier pun demikian. Seseorang yang sudah memenuhi kualifikasi manajerial memadai layak mendapatkan jabatan sebagai pemimpin. ”Saya harap tentu saja untuk mendapatkan pekerjaan terbaik. Namun saya sadar betul bagaimana sulitnya pekerjaan itu nantinya,” ujar Kari.
Sebagai seorang mahasiswi bidang teknik sipil, Klaboe-Nasi mempelajari ilmu kegempaan yang diyakininya akan menjadi modal untuk mendapatkan pekerjaan impian.Pada saat berusia 18 tahun Klaboe-Nasi memasuki bangku kuliah S-1 di Michigan Technological University. Keputusan Klaboe- Nasi mengambil jurusan teknik sipil diakuinya bukanlah bentuk strategi yang benar-benar disadari untuk bisa memperbaiki karier. ”Ketika memilih bidang studi ini saya tidak berpikir tentang bagaimana prospek pekerjaannya di pasar dunia kerja, atau seberapa besar gaji saya nantinya ketika lulus dan bekerja.Ini murni karena ketertarikan saya di bidang teknik,” paparnya.
Kenyataannya,pilihan Klaboe- Nasi tidak salah. Dalam laporan Forbes,bidang pekerjaan teknik sipil berada di peringkat ketiga dalam program master dengan gaji tertinggi. Lulusan bidang studi bisa memperoleh gaji USD98.700 per tahun dan diprediksi pertumbuhan pasar kerja untuk lulusan ini sekitar 24% pada 2010. Bagaimanapun Klaboe-Nasi memiliki banyak sumber karier menarik di kampusnya. Selain telah mendapatkan keterampilan cara membuat daftar riwayat hidup yang menarik, dia pun memiliki keterampilan wawancara, serta banyak acara seminar yang diikuti Klaboe-Nasi. Karena itu, Klaboe- Nasi memperoleh gambaran yang jelas tentang beberapa perusahaan yang prospektif sebagai tempat bekerja setelah kelulusannya nanti. ”Saya juga bisa menggunakan jaringan alumni dan organisasi profesional,karena saya terlibat di sana,”ungkapnya.
Penilaian sedikit berbeda disampaikan worldwidelearn.com, salah satu situs internet yang menyediakan jasa informasi tentang database perguruan tinggi, pelatihan, pendidikan untuk profesional, dan lainnya. Dalam salah satu laman diungkapkan,program master bidang pendidikan bisnis, kesehatan, dan pendidikan diprediksi akan memimpin dibandingkan bidang studi lain. Meski demikian, apa pun spesialisasinya lulusan master paling sukses adalah yang memiliki karier spesifik ketika memasuki bursa kerja. Bisa jadi, jalur pendidikan yang dipilih adalah sesuai dengan pekerjaan yang pernah digeluti, bahkan untuk bidang karier yang sama sekali baru. Artinya, mempertimbangkan peluang karier terhadap investasi untuk pendidikan master yang akan dijalani sangat direkomendasikan.
Dalam sektor bisnis dan keuangan, tidak bisa dibantah paling sukses adalah master business administration (MBA). Bidang studi ini tidak hanya mengajarkan keterampilan tinggi yang bermanfaat bagi pasar kerja yang sangat kompetitif saat ini, tapi juga memberikan kepercayaan diri untuk bisa bekerja di perusahaan besar.Lebih penting lagi, menyandang gelar MBA bisa memberikan modal kepercayaan diri untuk melamar pekerjaan posisi tinggi.Karena itu, penyandang gelar MBA sangat berpeluang mendapatkan jabatan di posisi puncak selevel manajer hingga direktur. Beberapa contoh program MBA secara online pun bisa memberikan manfaat. Khususnya sejak kebanyakan kandidat MBA mulai dituntut untuk menyesuaikan jadwal kuliahnya sendiri di antara waktu pekerjaan mereka.
Pendidikan MBA termasuk di dalamnya belajar tentang marketing, manajemen, keuangan, atau bisnis internasional dan lainnya. Rata-rata gaji lulusan MBA dalam beberapa posisi kerja di AS pada 2008 untuk posisi manajer sebesar USD118.160 per tahun, manajer penjualan USD110.390 per tahun,dan manajer keuangan USD110.640. Jauh di bawah lulusan program MBA adalah program master di bidang psikologi.Rata-rata penghasilan lulusan master bidang psikogi di antaranya untuk konselor sekolah sebesar USD53.540 per tahun,konselor kesehatan mental USD40.270, dan pekerja sosial USD48.180 per tahun. Peluang kerja untuk para konselor diprediksi tumbuh 21%, bahkan bisa lebih cepat dibanding rata-rata hingga tahun 2016.
Program master di bidang kerja- kerja sosial,yang menjadi standar baru bagi pekerja sosial, diprediksikan pasar kerjanya akan tumbuh 22% hingga 2016. Untuk lulusan program master bidang keuangan dan auditor, penghasilannya sekitar USD65.840 per tahun, analis keuangan USD68.140, bidang ekonomi USD90.830, dan penasihat keuangan pribadi USD92.970. Lalu, lulusan master bidang pendidikan di antaranya untuk administrator pendidikan USD92.920,guru USD56.120.
Dengan gambaran penghasilan dan prospek kerja tersebut, masyarakat jadi semakin leluasa memilih dan memilah bidang studi dan karier yang akan dipilih. (abdul malik/islahuddin) Sumber: Seputar Indonesia Minggu 30 Mei 2010
Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 6:38 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Wed May 12, 2010 7:05 pm | |
| SEKOLAH BISNIS MENJANJIKAN GAJI TINGGI Saturday, 29 May 2010 MENJADI seorang manajer perusahaan merupakan impian banyak orang. Berbagai cara dilakukan agar bisa mendapatkan posisi tersebut, termasuk memilih jurusan dan sekolah bisnis terkemuka di dunia. Nah, melihat banyaknya peminat di bidang ini, sejumlah perguruan tinggi internasional kini menyediakan pendidikan bisnis jarak jauh. Salah satu perguruan tinggi yang banyak menjadi tujuan mahasiswa bisnis adalah University of Phoenix, Amerika Serikat (AS). Perguruan tinggi ini bisa menampung hingga ribuan mahasiswa program master bisnis. Oleh sebagian mahasiswa reguler, mengambil kuliah jarak jauh terkadang dipandang sebelah mata. Tetapi, peminatnya tetap saja tidak sedikit. Di India misalnya jumlah mahasiswa program management business administration(MBA) jarak jauh mencapai angka jutaan mahasiswa.
Menurut laporan Economist (24/02),ada dua macam studi MBA. Pertama, program bersifat demokratis dan terbuka tanpa mempertimbangkan lokasi wilayah, dan pengalaman kerja sebelumnya. Kedua,program yang agak tertutup dan lebih ketat. Mahasiswa program jarak jauh biasanya jarang memiliki perubahan karier signifikan dibanding reguler karena kebanyakan hanya ingin bisa mengembangkan perusahaan milik sendiri atau tempat dia bekerja selama ini. Salah satu contoh perguruan tinggi yang menawarkan pendidikan jarak jauh adalah Instituto de Empresa (IE) Business School di Spanyol. Lembaga ini sudah menjalankan program jarak jauh selama 10 tahun dengan target segmen kalangan eksekutif yang berpengalaman kerja sekitar tujuh tahun atau karyawan yang sudah memiliki jabatan manajerial di perusahaan.
Menurut Direktur Program MBA IE Business School Gamaliel Martinez, pembelajaran MBA jarak jauh di lembaganya dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan dengan mahasiswa selama dua minggu pertama di Madrid. Kemudian selanjutnya dilakukan secara online selama enam bulan. Kemudian kelompok mahasiswa tersebut kembali mengadakan pertemuan selama dua minggu di Shanghai, China di tengah berjalannya program.Untuk enam bulan berikutnya, pola pembelajaran terpisah dengan sistem online.Di akhir pembelajaran, semua mahasiswa kembali berkumpul di Madrid untuk menyelesaikan perkuliahan. Perbedaan yang mencolok antara kelas jarak jauh dan yang reguler adalah pertemuan tatap muka di kelas.
Untuk menyiasati pertemuan, IE Business School menghindari interaksi secara real time karena lembaga ini memiliki mahasiswa dari 20 negara yang tentunya mempunyai perbedaan waktu yang signifikan. Mahasiswa biasanya memasuki forum diskusi pada waktu terbaik yang bisa dilakukan. Diskusi yang dilakukan secara online terbukti bisa lebih hidup dan lebih dalam.Hal ini karena para mahasiswa mempunyai waktu lebih longgar untuk berpikir dan memilih waktu yang paling memungkinkan. Banyaknya orang memburu jurusan MBA salah satunya karena imej bahwa seorang chief executive officer (CEO) perusahaan harus lulusan jurusan ini. Tetapi, persepsi ini tidak seluruhnya benar.
Menurut penelitian yang dilakukan Harvard Business Review (HBR) yang dipublikasikan Januari lalu, dari 50 CEO terbaik dunia, sebagian besar tidak bergelar MBA. Untuk berhasil yang terpenting adalah niat dan kesungguhan untuk menjalankannya. Riset ini menemukan bahwa peringkat 10 besar dari 50 CEO berkinerja terbaik dunia hanya empat orang yang memiliki latar belakang pendidikan MBA yakni John T Chamber CEO perusahaan teknologi informasi Amerika Serikat (AS) Cysco Systems yang telah menjabat sejak 1995 hingga sekarang.Chamber menempati posisi keempat dalam peringkat 50 besar CEO terbaik di dunia.
Lalu ada John C Martin yang memimpin perusahaan kesehatan AS Gilead Sciences sejak 1996 hingga sekarang.Sementara Steve Jobs, CEO perusahaan Apple yang dinobatkan sebagai CEO terbaik tahun ini, justru tidak memiliki latar belakang MBA. (abdul malik/islahuddin)
Sumber: Seputar Indonesia Minggu 30 Mei 2010
Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 7:53 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue May 18, 2010 5:36 am | |
| PLAGIARISME Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2008 ), Plagiarism atau dalam bahasa Indonesia disebut Plagiarisme didefinisikan sebagai penjiplakan yang melanggar hak cipta. Dalam UU No 19/2002 tentang Hak Cipta, definisi Hak Cipta yakni adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak, untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan pembatasan menurut peraturan perundang undangan yang berlaku.
Pencipta adalah seorang atau beberapa orang melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, ketrampilan atau keahlian yang dituangkan kedalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi. Ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni atau sastra.
Ciptaan yang dilindungi ada banyak, yakni buku, program komputer, pamflet, perwajahan ( lay out ) karya tulis yang diterbitkan dan semua hasil karya tulis yang lain, skripsi, thesis, disertasi, artikel ilmiah, penelitian. Ciptaan yang dilindungi termasuk pula ceramah, kuliah, pidato, alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah karangan Felicia Utorodewo, dkk disebutkan yang termasuk Plagiarisme adalah: 1. Mengakui tulisan, gagasan, temuan, karya kelompok sebagai pemikiran, kepunyaan atau hasil karya sendiri. 2. Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan berbeda tanpa menyebut asal usulnya. 3. Meringkas dan memparafrasekan ( mengutip tak langsung ) tanpa menyebut sumbernya. 4. Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
Hal yang bukan tergolong Plagiarisme adalah: 1. Menggunakan informasi yang berupa fakta umum. 2. Menuliskan kembali ( dengan mengubah kalimat atau parafrase ) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas. 3. Mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.
Direktur Kerjasama dan Pengambangan DitJen HAKI Departemen Hukum dan HAM Ansori Sinungan menyebutkan pendaftaran HAKI sifatnya pilihan atau tidak wajib. Sebab jika sesorang telah menghasilkan karya intelektual orisinil, otomatis sudah dilindungi hak ciptanya. Bagi yang memplagiat akan dikenai sanksi pidana. Pendaftaran HAKI hanya diperlukan untuk kepentingan pengacara yang membela klien dalam kasus pelanggaran HAKI. Dalam Pasal 72 ayat ( 1 ) diatur, pelanggar hak cipta dipidana penjara maksimal 7 tahun dan atau denda maksimal Rp 5 miliar.
Sumber: Seputar Indonesia Rabu, 24 Februari 2010
Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 7:43 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Tue May 18, 2010 6:01 am | |
| STRES KARENA SALAH PRIORITAS Jumat, 14 Mei 2010 | 08:42 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam literatur Psikologi mengenai konsep diri, dinyatakan bahwa banyaknya peran yang diemban oleh seseorang akan menghasilkan konsep diri yang positif. Namun, cukup sehatkah bila kita harus menjalani berbagai peran dalam waktu yang sama? Orang yang hanya memiliki sedikit peran dalam hidupnya, misalnya hanya menjadi istri/suami/anak dalam keluarga dan kurang memiliki peran lain di luar keluarga, memiliki konsep diri yang lebih negatif daripada mereka yang memiliki berbagai peran dalam masyarakat. Tampaknya setiap peran yang diemban oleh seseorang (di dalam keluarga, di tempat kerja, di lingkungan rumah, di berbagai organisasi) memberikan kejelasan mengenai siapa dirinya dan memberikan perasaan bermakna.
Dari berbagai peran yang ada, umumnya peran di dalam keluarga dan peran pekerjaan merupakan hal yang dianggap sangat penting dalam hidup seseorang. Bila terjadi kegagalan dalam dua peran ini, seseorang akan merasa sangat kehilangan dan merasa dirinya telah gagal. Meski demikian, banyak orang yang tidak cukup puas dengan hanya memiliki peran di dalam keluarga dan di dalam pekerjaan. Itulah sebabnya berbagai orgnisasi terus bermunculan, memberi kesempatan bagi banyak orang untuk melakukan berbagai kegiatan atas dasar hobi atau minat. Dalam hal ini norma masyarakat dan agama ikut mendorong agar setiap orang memiliki peran sosial dalam kelompok agamanya dan dalam masyarakat. Dengan menjadi anggota sebuah kelompok atau organisasi, berarti seseorang telah menambahkan peran baru dalam hidupnya.
Memiliki Banyak Peran Dalam hal pekerjaan, orang masa kini sering kali juga tidak cukup puas dengan satu pekerjaan. Mereka yang telah berhasil menjadi praktisi bisnis tertarik untuk menjadi pengajar pada lembaga pendidikan bisnis; yang menjadi pengajar tertarik terjun berbisnis atau pengembangan proyek pendidikan lainnya; yang telah menjadi pegawai pemerintah terjun pula ke bisnis, pendidikan, dsb.
Pendek kata, di kota-kota besar terdapat kecenderungan orang menerjuni berbagai peran sekaligus. Sementara tiap-tiap peran selalu memuat suatu tuntutan peran. Karena itu, semakin banyak peran yang diemban seseorang bukan saja memberikan efek konsep diri yang positif, melainkan juga berisiko menimbulkan konflik peran dan beban kerja yang berat. Bagaimanapun, beban kerja yang berat dan konflik peran sangat potensial menimbulkan stres pada orang yang mengalaminya. Itulah sebabnya diperlukan pengelolaan agar stres yang muncul tidak berkembang menjadi keadaan yang membahayakan (distress): menurunkan kemampuan mental, menghambat kinerja, mengganggu kesehatan fisik.
Stres merupakan salah satu risiko kehidupan modern yang semakin kompleks, yang mendorong orang untuk terus “berlari” menjalani berbagai peran sekaligus, dengan beban kerja yang berat. Namun, ada yang perlu dicatat sebagai sesuatu yang sangat merugikan kualitas kita sebagai manusia, yakni kemampuan konsentrasi. Di satu sisi lemahnya konsentrasi dapat muncul akibat stres, di sisi lain konsentrasi juga terjadi sebagai akibat langsung adanya berbagai peran sekaligus, dengan adanya beban kerja yang berat. Dalam keadaan menjalani berbagai peran dengan tuntutan tugas yang berbeda-beda dalam waktu bersamaan, tidak memungkinkan seseorang untuk dapat benar-benar fokus pada satu hal. Tanpa konsentrasi tinggi, kita tidak akan mampu untuk menghasilkan pemecahan masalah yang memuaskan.
Problem Konsentrasi Betapa pentingnya konsentrasi, kita dapat melihatnya dari kebiasaan orang-orang genius dalam mengembangkan kreativitas dan memecahkan masalah. Salah satu di antaranya Leonardo da Vinci. Salah satu karya da Vinci yang terkenal adalah lukisan Monalisa. Namun, kita tahu bahwa selain di bidang seni rupa, ia juga menghasilkan berbagai penemuan di berbagai bidang: botani, kedokteran, arsitektur kota, dan kemiliteran. Bagaimana mungkin satu orang menghasilkan berbagai penemuan penting yang sangat berharga bagi peradapan? Salah satu kebiasaan penting yang mendasari kemampuannya yang luar biasa itu adalah kebiasaan da Vinci memberikan perhatian sepenuh-penuhnya terhadap apa saja yang diindranya, yang berarti konsentrasi. Dalam sebuah permenungannya da Vinci menyampaikan komentar: “Rata-rata orang itu melihat tanpa memperhatikan, mendengar tanpa benar-benar menaruh perhatian, menyentuh tanpa perasaan, makan tanpa cita rasa, bergerak tanpa kesadaran jasmani, menghirup tanpa kesadaran bebauana atau wewangian, dan berbicara tanpa berpikir.”
Inayat Khan, tokoh sufi yang menulis buku Dimensi Spiritual Psikologi, menyatakan, “Dengan kesibukan yang kita alami, dengan seribu hal dalam sehari, kita biasanya tidak dapat berkonsentrasi dengan baik.” Padahal, dengan konsentrasi seseorang dapat lebih tajam dalam intuisi. Pada bagian lain Inayat Khan menjelaskan, “Orang dengan berbagai tanggung jawab besar dan banyak kepentingan dalam hidup, tidak dapat mempertahankan satu pikiran tunggal, yang sesungguhnya merupakan suatu kekuatan besar.” Pikiran tunggal adalah terserapnya seluruh keberadaan seseorang dalam suatu pemikiran, percakapan, atau tindakan tunggal. Bila kita selalu melatih diri dengan pikiran tunggal, kita akan lebih mampu untuk berkonsentrasi. Pikiran tunggal dikembangkan melalui latihan menetapkan pemikiran pada suatu subjek sampai pemikiran tentang hal itu selesai. Sementara kita berpikir tentang subjek tersebut, jangan sampai kita berpikir tentang subjek yang lain. Hal yang sama ini juga diterapkan dalam berbicara dan bertindak.
Hati-Hati Menyusun Prioritas Pikiran tunggal merupakan hal yang sangat penting untuk mengembangkan konsentrasi. Untuk menyokong kebiasaan kita melakukan pikiran tunggal, ada hal yang perlu dilakukan, yakni menyusun prioritas. Hal ini sepertinya sudah biasa kita lakukan, yakni bila dihadapkan pada beberapa hal untuk diselesaikan, kita cenderung memilih satu atau dua hal untuk diselesaikan terlebih dahulu, dan menunda penyelesaian hal yang lain. Biasanya kita memilih untuk terlebih dahulu menyelesaikan hal-hal yang mendesak (urgent) dan penting, berikutnya hal-hal yang penting tetapi tidak mendesak, disusul dengan hal-hal yang tidak penting tetapi mendesak, dan terakhir hal-hal yang tidak mendesak dan tidak penting.
Bila digambarkan urutannya sbb: Prioritas I: PENTING dan MENDESAK Prioritas II: PENTING namun TIDAK MENDESAK Prioritas III: TIDAK PENTING namun MENDESAK Prioritas IV: TIDAK PENTING dan TIDAK MENDESAK
Urutan tersebut sekilas tampaknya tidak mengandung masalah. Namun, seseorang yang telah menjalani hidupnya dengan berbagai peran secara sangat efektif ternyata memilih urutan yang berbeda.
Sebagai contoh, sebutlah namanya Ida, ia seorang istri dan ibu dua anak, bekerja sebagai konsultan perusahaan yang banyak berhubungan dengan orang asing, menempuh pendidikan doktor dalam waktu tiga tahun di bidang yang sangat diminati, meski jauh dari keahliannya sebelumnya. Ia menjalani program doktor dengan mondar-mandir Surabaya-Yogyakarta, tetap bekerja, dan masih sempat melakukan aktivitas sosial seperti menangani korban lumpur Lapindo di Sidoarjo. Ia menyayangkan kecenderungan banyak orang untuk selalu menomorsatukan urusan penting dan mendesak seperti urutan di atas.
Mengapa? Satu hal yang menjadi risiko memprioritaskan hal penting dan mendesak adalah kita cenderung mengalami stres. Pilihan untuk mendahulukan hal yang mendesak, membuat kita terus-menerus menciptakan situasi yang terdesak dalam diri sendiri. Keadaan ini selanjutnya membuat kita kurang mampu berpikir secara rileks (tenang) dalam bekerja. Padahal, bekerja dengan rileks merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam penyelesaian tugas. Sebaliknya bila kita bekerja dengan perasaan terdesak, cenderung menghasilkan kelelahan secara fisik dan mental serta stres. Lalu, bagaimana sebaiknya?
Urutan prioritas yang disarankan adalah menukar tempat antara prioritas I dan II. Artinya yang didahulukan adalah hal-hal yang penting, tetapi tidak mendesak. Hal ini berarti kita bekerja bukan untuk mengatasi persoalan-persoalan, melainkan mengantisipasi supaya tidak terjadi persoalan di masa yang akan datang. Selain lebih bermakna antisipatif, mendahulukan hal-hal yang tidak mendesak tidak membuat kita merasa selalu terdesak, sehingga kita tetap memiliki energi untuk pekerjaan-pekerjaan lain, termasuk pekerjaan yang penting dan mendesak. Itulah sebabnya, kita perlu bijaksana menyusun prioritas. @
M.M Nilam Widyarini M.Si Kandidat Doktor Psikologi
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 7:54 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Thu May 20, 2010 5:39 am | |
| TETAP MENYENANGKAN DITENGAH KESIBUKAN Wednesday, 04 August 2010 Seputar Indonesia PERNAHKAHAnda merasa bahwa Anda hidup seperti robot? Bangun dengan alarm di pagi hari, sarapan pagi,bersiap-siap menuju kantor,terjebak macet,sampai menyiapkan berbagai dokumen penting sebelum rapat. Aktivitas monoton dan semuanya berlangsung terus-menerus sepanjang waktu hingga Anda menemukan diri kelelahan di malam hari. Pertanyaannya sekarang, bisakah kesibukan tersebut menjadi hal yang tidak meresahkan? Bisakah kesibukan dihilangkan? Rasanya tidak mungkin, tapi ternyata bisa juga dilakukan. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan keresahan dari kesibukan, sepertidikutipdari womensmedia.com.
1. Lepas beberapa komitmen Salah satu cara untuk bisa mendapatkan waktu luang ialah dengan melepaskan beberapa komitmen atau janji terhadap sesuatu. Pasalnya,banyak orang yang melakukan komitmen yang terlalu banyak atau berlebihan. Cobalah buat daftar komitmen atau janji yang telah dibuat dan hilangkan yang tidak masuk prioritas. Walau dulu telah mengucapkan komitmen, belum tentu Anda harus melaksanakannya seumur hidup. Seseorang tidak bisa meninggalkan komitmennya karena tak ingin mengecewakan orang lain. Kenyataannya, saat Anda meninggalkan komitmen tersebut, orangorang yang Anda tinggalkan akan tetap bertahan dan berjalan tanpa Anda. Segala kekhawatiran yang Anda risaukan sesungguhnya hanya ada di kepala Anda. Memang sulit untuk meninggalkan hal atau pekerjaan yang Anda sukai. Bagaimanapun juga, tak mungkin Anda melakukan semuanya. Ini ibarat Anda datang ke restoran yang Anda sukai, memesan semua menu yang ada dan ingin menghabiskan semuanya seorang diri. Intinya, untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal, Anda harus mau membuat komitmen seminimal mungkin.
2. Belajar berkata “tidak” Pada sebagian orang, berkata “tidak” sulit untuk dilakukan. Entah dengan alasan menyenangkan orang lain atau takut membuat mereka kecewa,berkata “ya”menjadi semacam jawaban yang otomatis keluar saat dimintai pertolongan. Jika penyesalan keluar saat berkata “ya”, maka sudah saatnya bagi siapa pun untuk belajar berkata tidak. Saat ada seseorang meminta tolong dan Anda yakin betul bahwa Anda tak punya waktu untuk memenuhi permintaannya, maka lakukan penolakan langsung.
3. Minta bantuan Terkadang setiap orang membutuhkan bantuan orang lain untuk membantu menyelesaikan pekerjaan kantor.Begitu juga dengan urusan di rumah maupun dalam pertemanan. Jadi, jika Anda membutuhkan bantuan rekan kerja untuk menyelesaikan pekerjaan,membutuhkan bantuan pasangan untuk menyelesaikan pekerjaan di rumah, seperti memasak dan menjaga anak-anak, atau membutuhkan bantuan sahabat untuk mengantarkan Anda ke suatu tempat, katakan saja kepada mereka.
4. Buat rencana Saat kita sampai di tempat kerja, hal pertama yang dilakukan pasti membuka komputer atau membuat minuman. Namun, cobalah untuk melakukan hal lain selain dua hal tersebut, yaitu duduk dua menit di meja dan membuat rencana singkat tentang hal-hal yang ingin dikerjakan hari itu. Anda bisa membuat catatan singkat yang bisa menjawab tiga pertanyaan ini. Apa prioritas Anda hari ini? Jika Anda hanya mampu menyelesaikan satu pekerjaan dalam sehari, pekerjaan mana yang akan membuat Anda merasa sangat puas? Apakah ada pekerjaan yang membuat pikiran Anda menjadi resah? Dari tiga jawaban tersebut, pilih yang manakah yang akan Anda kerjakan.Kemudian kerjakan pekerjaan tersebut dalam waktu satu setengah jam sebelum Anda mengizinkan diri Anda sendiri untuk membuka email.
5. Jauhi email dan situs yang tak berhubungan dengan pekerjaan Terlalu lama mengurus email dan membuka situs yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan bisa menjadi penyebab kesibukan sekaligus pertanda manajemen waktu yang buruk. Biasanya seseorang akan memeriksa email saat tak tahu pekerjaan yang selanjutnya harus dikerjakan atau saat pekerjaan berikutnya terasa sulit untuk dikerjakan. Cobalah Anda hitung berapa kali Anda membuka emailsaat Anda tak tahu harus melakukan apa, maka Anda akan takjub dengan hasilnya. Para ahli manajemen kerap mengibaratkan kebiasaan mengintip email dan situs sebagai saat komputer menghabiskan banyak energi untuk mengerjakan dua hal yang berbeda. Saat Anda membuka dan menutup program software yang berbeda, maka komputer akan membutuhkan beberapa waktu untuk mengerjakannya. Begitu juga dengan otak Anda saat harus mengerjakan dua hal yang berbeda di saat yang bersamaan. Energi Anda akan habis karenanya dan waktu Anda akan banyak terbuang. Cara terbaik agar tak terdistraksi gangguan email dan situs, cobalah untuk tidak membuka sama sekali kedua program tersebut. (herita endriana)
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 11:30 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Sat May 22, 2010 7:44 am | |
| 3 KEBIASAAN BERBEDA DARI SENIN SAMPAI JUM'AT YANG BIKIN SEHAT Rabu, 04/08/2010 17:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Memiliki pola hidup yang sehat memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Tapi dengan melakukan 3 hal kecil sehari-hari, dapat memberikan efek yang jangka panjang untuk kesehatan seseorang. Dikutip dari MSNHealth, Rabu (4/8/2010) ada 3 hal kecil kebiasaan yang bisa mengubah kesehatan seseorang, yaitu:
Hari Senin Ini adalah kesempatan bagi setiap orang untuk memulai minggu dengan komitmen, fokus dan energi. Tiga hal kecil yang bisa dilakukan di hari senin adalah: 1. Mulailah mengatur asupan konsumsi teh dan kopinya setiap hari. Mengonsumsi kafein secara berlebihan bisa menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. Usahakan untuk mengonsumsi 1-2 cangkir teh atau kopi untuk membantu mempertajam saraf dan juga energi tubuh.
2. Mengonsumsi air yang cukup. Hal ini seringkali didengar oleh masyarakat tapi hanya sedikit yang melakukannya. Mulailah untuk lebih sering mengisi gelas minum di kantor untuk mendapatkan asupan air yang cukup, karena bisa bermanfaat untuk kulit dan juga meningkatkan energi.
3. Mulailah memperbanyak jalan saat pulang kerja. Seseorang yang bekerja di kantor cenderung menghabiskan banyak waktu untuk duduk sehingga aktivitas fisiknya kurang. Karenanya usahakan untuk memperbanyak jalan ketika pulang kerja.
Hari Selasa Jika hari Senin berjalan dengan sukses, maka hari Selasa sebaiknya digunakan untuk mempertahankannya dan menambahkan beberapa hal kecil lainnya, yaitu: 1. Menjaga kesehatan mulut. Menjaga kesehatan mulut akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan kosmetik. Karena bakteri yang berada di dalam mulut dapat memasuki aliran darah sehingga menyebabkan peradangan dan masalah lainnya di dalam tubuh.
2. Mengonsumsi makanan yang bergizi. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan kaya akan serta seperti buah dan sayur memang bermanfaat bagi tubuh. Tapi ada beberapa jenis makanan yang bisa memberikan manfaat lebih banyak, seperti ikan salmon, sarden dan mackerel yang kaya akan omega 3, blueberry, blackberry dan delima kaya akan antioksidan, kacang kenari bisa menurunkan kolesterol dan makanan serat membantu proses pencernaan.
3. Pergi bersama teman-teman. Melewati minggu yang sibuk bisa membuat seseorang menjadi stres, karenanya menjaga pertemanan yang kuat adalah salah satu komponen kunci dari kesehatan mental dan fisik. Karena itu luangkan waktu untuk pergi bersama dengan teman-teman.
Hari Rabu Hari di tengah-tengah minggu ini adalah waktu yang baik untuk menurunkan stres dan berkumpul kembali. 1. Sempatkan waktu untuk tidur sejenak. Usahakan untuk mendapatkan waktu agar bisa tidur sejenak terutama saat makan siang, karena bisa mengembalikan energi seseorang dan sebagai proses peremajaan. Selain itu orang yang kurang tidur dapat menurunkan produktivitas seseorang.
2. Mengurangi stres. Berada di tengah-tengah minggu yang sibuk dapat membuat tingkat stres seseorang memuncak, hal ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh yang membuat rentan terhadap penyakit. Karenanya usahakan untuk mempelajari teknik bernapas, bermeditasi, bersantai dan melepaskan rasa cemas dan stres. Salah satu cara yang mudah adalah berendam di kolam air hangat.
3. Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Menjalani pemeriksaan rutin ke dokter atau dokter gigi bisa menjadi salah satu cara untuk mengusir penyakit serius yang ada di tubuh.
Hari Kamis Hari yang pas untuk memperpanjang kebiasaan sehat dan meningkatkan koneksi antara pikiran dan tubuh. 1. Memberikan latihan atau senam untuk otak. Jika otak tidak dilatih secara berkesinambungan, maka bisa mempengaruhi kemampuan memorinya. Karena itu tak ada salahnya untuk memberikan latihan bagi otak bisa melalui senam otak (brain gym) atau melakukan permainan sudoku, catur dan teka teki silang.
2. Tidak meninggalkan sarapan. Mengonsumsi sarapan yang benar dapat meningkatkan energi dan konsentrasi sepanjang hari. Tapi jika seseorang tidak sarapan dengan benar, bisa menimbulkan kelelahan, mudah marah dan lamban dalam berpikir.
3. Jangan lupa untuk tertawa. Beberapa studi telah menemukan bahwa tertawa adalah salah satu obat terbaik, karena dapat bermanfaat memberikan efek positif terhadap sistem dan kadar hormon di dalam tubuh serta menurunkan kadar stres seseorang.
Hari Jumat Bisa jadi hari Jumat adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, tapi beberapa perubahan kecil tetaplah menjadi hal yang penting. 1. Berolahraga. Melakukan beberapa aktivitas fisik seperti ke pusat kebugaran, bermain sepak bola atau berjalan santai sangat baik untuk tubuh, seperti menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan kesehatan tulang dan juga mengurangi risiko penyakit jantung.
2. Pergi berbelanja bahan makanan. Jika seseorang membeli bahan makanan sendiri, maka ia bisa mengawasi kadar kesehatannya dan tahu bagaimana makanan tersebut diproses. Selain itu cara ini juga bisa mendekatkan seseorang dengan orang-orang disekitarnya seperti keluarga atau teman melalui masak bersama.
3. Memberikan umpan balik untuk diri sendiri. Setelah beberapa hari melewati waktu yang menyibukkan, maka sudah seharusnya tubuh juga mendapatkan umpan balik yang positif. Umpan balik ini bisa menjadi motivator yang kuat dan mendorong seseorang untuk melakukan suatu hal lebih baik lagi.
Akhir pekan Gunakanlah akhir pekan untuk berkumpul dengan orang-orang tersayang dan memperkuat perilaku sehat yang sudah dijalani selama 5 hari. 1. Mencari udara segar dengan pergi keluar rumah. Mendapatkan aktivitas di luar ruangan bisa memberikan manfaat karena dapat menghirup udara segar dan menikmati pemandangan alam. Selain itu mendapatkan sinar matahari bisa membantu memberikan asupan vitamin D bagi tubuh.
2. Menetapkan target tujuan seminggu ke depan. Karena orang yang menuliskan tujuan atau target yang harus dicapai dalam seminggu ke depan, maka lebih memungkinkan untuk dilakukan. Selain itu memiliki perencanaan akan membantu seseorang lebih fokus terhadap satu titik akhir.
3. Meluangkan waktu bersama orang yang dicintai. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa mendapatkan dukungan dari keluarga dan orang-orang yang dicintai bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental seseorang.
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 11:32 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Thu May 27, 2010 1:34 pm | |
| ORANG AMBISIUS PALING SERING KENA PENYAKIT JANTUNG Rabu, 04/08/2010 17:30 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Punya sifat ambisius memang menguntungkan dalam segi karier dan ekonomi. Tapi tidak dari segi kesehatan, karena orang dengan sifat ini lebih rentan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah alias stroke. Berdasarkan penelitian Friedman dan Rosenman, ada dua tipe sifat yang dimiliki manusia, yaitu tipe A dan tipe B. Tipe A merupakan orang-orang yang memiliki sifat ambisius, kompetitif, tidak sabaran, agresif, terburu-buru dan mudah marah. Sedangkan orang tipe B memiliki sifat mudah bergaul dan lebih santai. "Orang yang punya sifat tipe A, salah satunya orang yang ambisius dan kompetitif, umumnya tidak pernah mau kalah sehingga mereka akan lebih mudah frustasi dan cenderung mudah mengalami stres," ujar dr Santoso Karo Karo, MD, MPH, SpJp, Ketua Yayasan PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), dalam acara konferensi pers Jakarta Red Run 10 K, di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Jakarta, Rabu (4/8/2010).
Nah, stres merupakan salah satu faktor memicu penyakit jantung. Pola hidup dan kerja yang penuh stres karena manajemen waktu yang buruk, juga bukan tidak mungkin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang sering dirasakan sebagai nyeri dada atau angina pektoris. Pada saat orang mengalami stres, hipotalamus dalam otak akan memicu hormon stres, baik yang adrenalin maupun non-adrenalin, yang kemudian akan memicu peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan cedera pada dinding arteri dan pembentukan bekuan dalam pembuluh darah, serta aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).
"Orang bahkan bisa tiba-tiba meninggal karena penyakit jantung, karena pecahnya pembuluh darah yang dipicu oleh stres. Ini disebut dengan penyakit jantung akut," tutur dokter yang juga anggota Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia. dr Santoso juga menjelaskan pada beberapa penelitian terakhir, ditemukan adanya hubungan antara stres dan perubahan dalam kadar kolesterol total, yang secara nyata menunjukkan peningkatan pesat dalam kadar lemak darah yang mengganggu mekanisme kliring lemak tubuh. "Meski stres bukan merupakan faktor utama penyabab penyakit jantung, tapi stres paling banyak dialami orang, terutama orang dengan sifat tipe A," tambah dr Santoso yang telah pensiun sebagai spesialis jantung di RS Harapan Kita.
Untuk mengatasi hal itu, orang yang memiliki sifat tipe A seharusnya mampu menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat. Karena kemungkinan mengalami stres akan semakin meningkat bila orang tersebut memiliki faktor risiko utama penyakit jantung, yaitu perokok, kolesterol dan diabetes. "Kami melihat bahwa rutinitas sehari-hari atau kesibukan kantor bisa mengaburkan kesadaran ini. Sehingga satu-satunya cara adalah kemampuan mengelola waktu dengan baik sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa menimbulkan stres berlebih, disamping tentu hidup sehat," tutur dr Dewi Andang Joesoef, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.
Tak lupa dr Santoso memberikan beberapa tips untuk menghindari stres, yaitu sebagai berikut: 1. Selalu berdoa, berserah kepada Tuhan 2. Jangan ngoyo 3. Mau memaafkan 4. Jangan terburu-buru 5. Harus punya hobi
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 11:33 am; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Thu May 27, 2010 1:52 pm | |
| 9 KEBIASAAN PALING MERUSAK Senin, 2 Agustus 2010 | 10:42 WIB Kompas.com - Dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya, sebagai manusia kita memiliki banyak perilaku buruk yang bersifat merusak terhadap diri sendiri dan orang lain. Kita bersikap tidak jujur, curang dan mencuri, kita juga merajah tubuh sendiri, kita membiarkan stres menguasai dan menimbulkan penyakit secara perlahan. Dunia ilmiah mencoba membuktikan mengapa spesies yang begitu cerdas ini bisa memiliki sikap merusak diri sendiri.
1. Gosip Mengapa kita begitu suka dengan gosip dan rumor? Karena kita berevolusi sedemikian rupa untuk menghakimi dan membicarakan orang lain, meskipun itu menyakiti mereka. Demikian menurut analisa para peneliti. Robin Dunbar, primitologi dari Oxford menjelaskan, "Babon laki-laki menjaga hubungan satu sama lain agar hubungan itu tetap terjaga. Tapi kita manusia lebih berkembang, sehingga kita menggunakan gosip sebagai perekat sosial. Keduanya merupakan perilaku yang dipelajari. Gosip menyebabkan adanya batas-batas kelompok dan meningkatkan harga diri. Dalam banyak contoh, tujuan dari gosip bukan kebenaran atau akurasi. Yang penting adalah ikatan yang bergosip tetap terbina, meskipun sering dengan mengorbankan pihak ketiga. "Ketika dua orang saling curhat ketidaksukaan mereka terhadap orang lain, gosip bisa membawa mereka menjadi lebih dekat," kata Jennifer Bosson, seorang profesor psikologi di Universitas South Florida.
2. Melakukan kebiasaan buruk Manusia merupakan makhluk yang menyukai kebiasaan. Karena itu, sekali Anda melakukan kebiasaan buruk, bahkan yang paling beresiko sekalipun, sulit bagi Anda untuk menghentikannya. Tak heran jika para perokok atau orang yang gemar kebut-kebutan di jalan tak pernah jera. "Ini bukan karena mereka tidak mendapat informasi bahwa kebiasaan buruk adalah risiko besar. Tapi lebih karena kita cenderung berpikir pendek dari pada jangka panjang," kata Cindy Jardine dari Universitas Alberta. Selain itu, menurut Jardine manusia memang dari sananya sudah menyukai tantangan. Kebiasaan buruk juga kerap kali dijadikan alat untuk bergabung dengan kelompok sosial. Selain itu orang-orang cenderung untuk membenarkan kebiasaan buruk, tanpa melihat penelitian yang ada, seperti: "Nenek saya merokok sepanjang hidupnya dan hidup sampai 70". Padahal, kalau tidak merokok mungkin usia si nenek bisa lebih panjang lagi.
3. Kecanduan kekerasan Kekerasan ternyata sudah ada sejak catatan sejarah mengenai manusia ada. Para ahli bahkan menyebutkan bahwa hasrat melakukan kekerasan sudah ada dalam gen dan mempengaruhi otak kita. Sebuah studi di tahun 2008 menyimpulkan bahwa manusia tampaknya kecanduan kekerasan, sama seperti mereka kecanduan seks, makanan, atau obat-obatan. Hasil penelitian dalam Jurnal Psychopharmacology, menunjukkan pada sel otak tikus, bagian otak yang mengatur ganjaran (reward) juga bertanggung jawab pada kesenangan melakukan kekerasan. Diduga, pada otak manusia tak jauh berbeda. Banyak peneliti percaya bahwa kekerasan pada manusia adalah kecenderungan berkembang yang membantu dengan kelangsungan hidup.
4. Mencuri Pencurian biasanya dimotivasi oleh kebutuhan. Tapi untuk kleptomania sensasi tindakan mencuri dapat memotivasi mereka untuk melakukan nya lagi. Dalam sebuah penelitian terhadap 43.000 orang ditemukan 11 persen mengakui telah mengutil setidaknya sekali. Dalam sebuah penelitian pada tahun 2009, peserta diberikan placebo atau obat naltrexone - dikenal untuk mengekang kecenderungan kecanduan terhadap alkohol, narkoba dan perjudian. Naltrexone membatasi efek kebiasaan yang biasa disebut zat opiat endogen yang memicu rasa senang di otak ketika mencuri. "Obat ini mengurangi dorongan untuk mencuri dan kebiasaan mencuri," kata Jon E.Grant dari Sekolah Kedokteran Minnesota dalam jurnal Biological Psychiatry. Pencurian sendiri mungkin sudah ada dalam gen kita. Bahkan monyet melakukannya. Monyet Capuchin menggunakan alarm untuk memperingatkan sesama monyet untuk menghindari pemangsa. Tetapi beberapa mereka juga menggunakan alarm palsu untuk mencuri makanan yang ditinggalkan temannya yang melarikan diri.
5. Menipu Walaupun kebanyakan orang akan mengatakan kejujuran adalah kebaikan, hampir satu dari lima orang di Amerika menganggap kecurangan pajak secara moral dapat diterima atau bukan masalah moral. Kecurangan menjadi perilaku etis dapat dibenarkan dalam situasi tertentu.
6. Berbohong Tidak ada yang tahu pasti mengapa manusia suka berbohong, tetapi studi menemukan bahwa itu biasa, dan bahwa hal itu sering dikaitkan dengan faktor-faktor psikologis. "Ini terikat dengan harga diri," kata Robert Feldman, psikolog Universitas Massachusetts. "Kami menemukan ketika orang merasa bahwa dirinya terancam, mereka segera mulai berbohong pada tingkat yang lebih tinggi." Feldman sendiri telah melakukan penelitian di mana 60 persen peserta setidaknya sekali berbohong selama 10 menit percakapan. Namun ternyata berbohong itu tidak mudah. Sebuah studi menyimpulkan bahwa berbohong memerlukan waktu 30 persen lebih lama daripada mengatakan yang sebenarnya. Selain manusia, hewan juga dikenal mampu menipu, bahkan robot telah belajar untuk berbohong, dalam percobaan di mana mereka diberi penghargaan atau dihukum tergantung pada kinerja dalam kompetisi dengan robot lain.
7. Menggertak dan mengancam Studi telah menemukan bahwa lebih dari setelah anak-anak SD pernah diancam dan diganggu (bully). Sebuah studi Eropa pada tahun 2009 menemukan bahwa anak-anak yang digertak di sekolah mungkin juga menggertak saudara mereka di rumah. "Menurut penelitian kami tidak mungkin perilaku menggertak itu datang begitu saja, biasanya perilaku anak-anak berasal dari rumah. Misalnya bila suka menggertak saudaranya di rumah, kemungkinan perilaku ini juga akan dibawa dan dilakukan di sekolah," kata Ersilia Menesini dari Universitas Di Firenze, Italia. Tapi menggertak tidak hanya berlaku di kalangan anak-anak. Sebuah studi menemukan hampir 30 persen pekerja kantor Amerika sering mengalami bully oleh atasan atau rekan kerja. Mulai dari pemotongan informasi penting untuk menyelesaikan pekerjaan atau penghinaan dengan tujuan lainnya. Dan sekali dimulai, akan cenderung menjadi lebih buruk. "Secara definisi sikap menggertak itu seperti hal kecil yang kemudian menjadi besar. Ini adalah salah satu alasan mengapa begitu sulit untuk mencegahnya, karena biasanya dimulai dengan cara yang sangat kecil," kata Sarah Tracy, Direktur Proyek untuk kesehatan dan kehidupan kerja di universitas Arizona State.
8. Stress Stres dapat mematikan, meningkatkan risiko gangguan jantung dan bahkan kanker. Stres dapat menyebabkan depresi, yang dapat menyebabkan bunuh diri. Tapi mengapa kita bisa stres sangat sulit untuk dijabarkan. Berbagai penelitan menyebutkan, lingkungan kerja merupakan sumber stres utama bagi banyak orang, demikian untuk anak-anak. Data Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyebutkan lebih dari 600 juta orang di seluruh dunia bekerja 48 jam setiap minggu, termasuk jam kerja di akhir pekan. Di tambah lagi, perkembangan teknologi dan internet yang semakin garis batas antara pekerjaan dan waktu luang. Bahkan menurut sebuah studi baru-baru ini sekitar setengah penduduk Amerika membawa pulang pekerjaan mereka. Selain pekerjaan, menjadi orangtua juga kerap menimbulkan stres tersendiri. "Di usia pertengahan, seseorang merasa terbebani oleh tanggung jawabnya pada pekerjaan, keluarga dan anak-anak," kata Gwenith Fisher, psikolog. Ahli kesehatan menyarankan olahraga dan tidur yang cukup adalah dua cara terbaik untuk mengurangi stress.
9. Berjudi Judi juga, tampaknya ada pada gen kita dan terprogram ke dalam otak kita, sehingga menjelaskan mengapa perilaku itu menjadi umum dan bersifat menghancurkan. Bahkan, monyet pun suka berjudi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuron tahun lalu menemukan bahwa keinginan menang membangkitkan keinginan berjudi dalam otak. "Penjudi sering menafsirkan hampir menang sebagi tolak ukur yang mendorong mereka untuk terus berjudi," kata Luke Clark dari Universitas Cambridge. "Temuan kami menunjukkan bahwa otak merespon rasa hampir menang sebagai keinginan untuk menang meskipun kenyataannya mereka tidak pernah menang," katanya. Penelitian tahun lalu menemukan apabila penjudi kalah mereka tidak akan berpikir secara rasional. Mereka justru akan mengubah permainan dan bertaruh lebih tinggi.
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 11:28 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Fri May 28, 2010 6:57 pm | |
| KENAPA TANPA SADAR ORANG SERING BERSENANDUNG Selasa, 03/08/2010 18:16 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Saat di jalan, dalam kendaraan atau sedang bekerja orang kadang tak sadar sedang menyanyikan sebuah lagu. Kenapa sebuah lagu bisa terekam di kepala dan dinyanyikan tanpa disadari? Para ahli menuturkan kondisi ini disebut dengan earworms (atau ohrwurms dalam bahasa Jerman). Kondisi ini bukan berarti ada parasit yang masuk ke dalam telinga. Tapi karena lagu tersebut telah terjebak di kepala seseorang sehingga menyebabkan 'cognitive itch' atau 'brain itch', yaitu suatu kebutuhan untuk mengisi celah di dalam otak oleh irama lagu.
Dikutip dari Howstuffworks, Selasa (3/8/2010) ketika seseorang mendengarkan lagu, maka akan memicu bagian dari otak yang disebut dengan auditory cortex (korteks pendengaran). Peneliti dari Dartmouth University menemukan bahwa ketika seseorang mendengarkan sebuah lagu, maka secara otomatis korteks pendengaran akan terisi dengan lagu tersebut. Dengan kata lain otak akan terus menyanyi hingga lagu tersebut berakhir. Semakin sering lagu tersebut di dengar, maka lagu ini akan berulang-ulang di putar di dalam pikiran seseorang. Nantinya lagu ini akan terjebak di dalam kepala seseorang, sehingga tanpa disadari seseorang akan menyanyikan lagu tersebut.
Semakin orang berusaha untuk tidak memikirkan lagu tersebut, maka akan semakin sulit lagu tersebut dikeluarkan dari kepala. Contohnya seseorang tiba-tiba sadar, 'Kok nyanyi lagu ini sih, nggak mau ah'. Tapi semakin tidak ingin menyanyikan lagu itu semakin sulit lagu itu keluar dari otak. Beberapa ahli lainnya menuturkan bahwa earworms adalah salah satu cara untuk menjaga agar otak tetap sibuk. Kondisi ini juga dikenal dengan nama 'repetunitis' hingga 'melodymania'. James Kellaris dari University of Cincinnati College yang pernah melakukan penelitian tentang earworms dan brain itch menuturkan bahwa kaum perempuan, musisi, orang yang memiliki gangguan saraf serta orang yang lelah dan stres adalah kelompok yang paling rentan terkena earworms.
Pada umumnya lagu dengan melodi yang sederhana, ceria, menarik atau berulang cenderung lebih mudah terjebak di dalam kepala seseorang. Sekitar 74 persen seseorang terjebak oleh sebuah lirik lagu, sekitar 15 persen terjebak oleh jingle iklan dan 11 persen terjebak oleh lagu-lagu instrumen. Sebagian besar earworms bisa hilang dengan sendirinya, tapi jika lagu tersebut sudah sangat mengganggu pikiran seseorang ada beberapa hal yang bisa dicoba untuk menghilangkannya dari dalam kepala, yaitu:
1. Cobalah untuk menyanyikan lagu atau memainkan melodi lain dengan menggunakan instrumen. 2. Beralihlah ke aktivitas lain yang bisa membuat seseorang menjadi sibuk, sehingga pikirannya tidak tertuju pada sebuah lagu. 3. Usahakan untuk mendengarkan beberapa jenis lagu. 4. Cobalah untuk menyalakan radio sehingga seseorang tidak hanya mendengarkan satu lagu yang sama secara terus menerus.
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 12:15 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Sun May 30, 2010 12:14 pm | |
| MELAMUN BISA MENGHILANGKAN MEMORI Jumat, 30/07/2010 08:08 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Setiap orang pasti pernah melamun dan berkhayal memikirkan masa depan atau sesuatu hal yang indah. Jangan kebanyakan melamun karena melamun dapat membuat orang kehilangan sebagian dari memorinya. Pernahkah Anda mengalami kesulitan untuk mengingat peristiwa sebelum Anda melamun? Jika iya, maka itu adalah normal. Penelitian terbaru menemukan bahwa melamun atau termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana, dapat menyebabkan hilangnya sebagian memori, khususnya memori sebelum seseorang mulai melamun. Semakin jauh pikiran melayang saat melamun, maka hilangnya memori akan semakin parah. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa berpikir tentang sesuatu yang lain, baik melamun atau pikiran berkelana (mind-wandering), dapat memblokir akses ke kenangan atau memori masa lalu.
Dalam penelitian yang baru, ilmuwan menyelidiki beberapa partisipan. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk melihat daftar kata yang muncul di layar komputer, satu per satu. Kemudian partisipan diminta untuk melamun, memikirkan tentang kejadian yang menarik baginya. Selanjutnya, partisipan kelompok kedua hanya diminta untuk melihat daftar kata-kata, tanpa melamun. Pada akhir tes, kedua kelompok partisipan diminta mengingat kembali sebanyak mungkin kata-kata apa saja yang dilihatnya dari daftar tadi.
Hasilnya, kelompok yang diminta untuk melamun hanya mengikat sedikit kata dibandingkan dengan kelompok yang tidak melamun. Ini menunjukkan bahwa melamun dapat menghilangkan sebagian memori yang baru saja diperoleh. Studi ini telah diterbitkan dalam Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science. "Melamun dapat membuat Anda merasa berada dalam situasi yang berbeda, karena Anda tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi sebelum Anda melamun," ujar Peter F. Delaney dari Universitas of North Carolina di Greensboro, seperti dilansir dari Psychcentral, Jumat (30/7/2010).
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 12:16 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Sun May 30, 2010 12:18 pm | |
| AGAR MATA TAK LELAH DIDEPAN KOMPUTER Senin, 2 Agustus 2010, 16:21 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila VIVAnews - Berapa lama Anda berhadapan dengan layar komputer setiap hari? Menatap layar komputer lebih dari dua jam sehari tanpa istirahat berpotensi memunculkan Computer Vision Syndrome (CVS). Pakar kesehatan mata Dr Jennifer Ashton menjelaskan, CVS juga bisa akibat penggunaan perangkat genggam seperti iPhone atau iPod secara berlebihan. "Gejala paling umum adalah mata terasa perih, kering atau iritasi mata, kelelahan, dan sakit kepala," katanya dikutip dari Times of India. Demi mengurangi dan mencegah kelelahan mata akibat alat-alat teknologi, Dr Ashton membagi beberapa tips.
1. Berkedip lebih sering Ketika melihat layar komputer atau perangkat digital, mata seringkali berkedip dua-tiga kali lebih sedikit daripada biasanya. Hal ini dapat mengakibatkan 'mata kering'. Berkedip lebih sering membuat air mata membasahi seluruh indera penglihatan. Secara alami airmata merupakan obat mata.
2. Aturan 20/20/20 Apabila pekerjaan Anda menghabiskan waktu lama di depan sebuah perangkat digital gunakan teknik 20/20/20. Setiap 20 menit, luangkan waktu sekitar 20 detik untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 meter dari tempat duduk. Aktivitas tersebut memungkinkan mata untuk beristirahat.
3. Pastikan cukup pencahayaan Untuk membantu meringankan beban mata, jaga agar cahaya mengarah langsung ke benda atau sesuatu yang Anda baca, bukan mata. Atur posisi layar komputer dengan cara mengurangi pantulan dari silau cahaya dekat jendela atau lampu di atas kepala.
4. Lokasi layar komputer Letakkan layar komputer 15-20 derajat di bawah pandangan mata (sekitar 4-5 inci) diukur dari pusat layar dan sekitar 20-28 inci dari mata. (pet) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 12:17 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Numpang Lewat Sun May 30, 2010 12:22 pm | |
| ALASAN TAK KUNJUNG MENDAPAT KERJA Thursday, 29 July 2010 - Seputar Indonesia ANDAselalu memperbaharui CV Anda.Hampir tiap hari surat lamaran dikirimkan.Anda pun sudah menggunakan networkuntuk mencari pekerjaan.Namun,Anda masih belum mendapat pekerjaan.Apa yang salah?
Bisa jadi, jawabnya tak jauh dari diri Anda sendiri. Maksudnya,Andalah pangkal mengapa Anda tak kunjung mendapat pekerjaan. Menurut survei yang diadakan CareerBuilder di tahun 2009,sebanyak 47% wakil perusahaan mengatakan bahwa mencari karyawan yang sesuai harapan benar-benar sangat sulit. Kriteria yang umumnya mereka harapkan dari seorang karyawan, di antaranya multitasking, berinisiatif, dan mampu memecahkan masalah dengan kreatif. Selain alasan tersebut, ada lagi beberapa hal yang umumnya membuat perusahaan menolak mempekerjakan seorang calon karyawan. Berikut di antaranya.
1. Berbohong Berbohong atau melebih-lebihkan isi CV Anda tak akan ada gunanya. Cepat atau lambat perusahaan akan mengetahuinya. Dalam survei yang dilakukan pada 2008,sebanyak 49% manajer perusahaan mengetahui bahwa para pelamar berbohong di surat lamaran mereka. Daripada berbohong, lebih baik Anda fokus pada kekuatan yang dimiliki.
2. Berbicara buruk tentang masa lalu Dalam survei tahun 2009,44% wakil perusahaan menegaskan bahwa pelamar yang mengatakan hal buruk tentang tempat kerja atau atasannya cenderung tidak disukai dan tidak akan direkrut di perusahaan yang dilamarnya. Jika Anda memang tak nyaman dengan lingkungan kerja yang lama misalnya, katakan saja bahwa lingkungan tersebut kurang membuat Anda nyaman dalam bekerja dan membuat Anda merasa tidak dalam satu tim.Jadi,Anda tak perlu menjelekjelekkan rekan kerja atau atasan Anda lebih lanjut.
3. Anda dianggap tidak potensial dalam jangka panjang Perusahaan pasti menginginkan karyawan yang bisa mengikuti langkah mereka sekaligus bisa berkembang bersama perusahaan.Karena itulah,jika Anda ditanya akan di mana Anda dalam lima tahun mendatang, maka jawaban Anda harus bisa menunjukkan potensi besar Anda yang bisa digunakan untuk kemajuan perusahaan.
4. Reputasi buruk di dunia maya Banyak perusahaan yang kini menggunakan social media dan dunia maya untuk mengecek reputasi calon karyawannya di dunia maya. Dalam survei tahun 2009, ditemukan bahwa 45% perusahaan mencari tahu calon pelamar mereka di internet. Sebanyak 35% di antara mereka menemukan cacat reputasi calon karyawannya di internet. Jadi, jika Anda memiliki tulisan, foto, atau link yang bisa merusak reputasi Anda, segera hilangkan hal tersebut dari jejak rekam Anda di internet.
5. Anda tidak tahu apa pun Dalam survei terpisah pada tahun 2009,58% perusahaan menyatakan bahwa pelamar yang datang di sesi wawancara tapi tak mengetahui riwayat,jejak rekam,atau reputasi perusahaan yang didatanginya, sudah pasti tidak akan dilirik. Karena itulah, sangat penting untuk menguasai segala hal tentang perusahaan yang Anda incar.
6. Anda terlihat sombong atau tidak bersemangat Antusiasme sangat diperlukan saat sesi wawancara.Sebab,tampil dengan penuh antusiasme diperlukan saat seseorang menghadapi klien atau konsumen.Dalam survei tahun 2009 tercatat bahwa kesalahan terbesar pelamar ialah terlihat tidak tertarik atau tidak bersemangat. Sedangkan 42% mengatakan bahwa pelamar yang terkesan sombong akan kehilangan prospek pekerjaannya.
7. Terlalu pribadi Sebanyak 17% dari wakil perusahaan yang menjadi responden dengan tegas mengatakan bahwa pelamar yang terlalu banyak menceritakan kehidupan pribadinya tak akan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Intinya, janganlah banyak bercerita,kecuali cerita tersebut memang berhubungan erat dengan pertanyaan yang diajukan atau posisi kerja yang ditawarkan.
8. Terburu-buru soal gaji Jangan langsung membicarakan gaji sebelum pewawancara membahasnya. Jika Anda melakukannya, merekabisaberanggapanbahwa Andahanya tertarikdengangajinya,bukan dengan pekerjaan atau hal lain seperti membantu dan bekerja sama dengan rekan kerja yang lain. Jika mereka bertanya soal gaji,barulah Andabisamenceritakanriwayatgaji Anda dan meminta jumlah yang lebih tinggi dari sebelumnya.
9. Tidak bisa memberi contoh Jika Anda hanya mampu mengatakan bahwa Anda akan berkontribusi penuh pada perusahaan tanpa menjelaskan caranya,maka kemampuan Anda akan diragukan. Dalam kenyataannya, 35% perusahaan menegaskan bahwa berbicara terus tanpa memberikan contoh tidak akan mampu menaikkan nilai si pelamar kerja.
10. Tidak cukup berpengalaman Perusahaan akan lebih menyukai mereka yang berpengalaman daripada yang tidak. Dengan begitu, mereka tidak akan membuang waktu untuk melatih karyawan baru.Jadi,semakin berpengalaman Anda dan semakin Anda mampu menunjukkannya dengan berbagai contoh,maka Anda layak dipertimbangkan sebagai kandidat terbaik. Tentu saja alasan-alasan ini tidaklah baku. Bisa saja ada perusahaan yang lebih menginginkan pelamar yang belum berpengalaman agar bisa dibentuk menjadi karyawan yang sesuai keinginan mereka atau agar tidak mengeluarkan banyak dana untuk menggajinya.
Intinya, begitu banyak alasan mengapa seseorang belum mampu menarik perhatian sebuah perusahaan. Yang paling penting, tingkatkan kemampuan diri dan perilaku agar keinginan menduduki posisi tertentu di sebuah perusahaan bisa tercapai. (herita endriana/ careerbuilder)
Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 1:07 pm; edited 4 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |