Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 28 ... 53  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Mar 27, 2010 6:31 am

AIR DARI KACA DEPAN MOBIL RAWAN BAKTERI
Vera Farah Bararah - detikHealth - Senin, 14/06/2010 13:45 WIB
Wales, Air yang keluar dari kaca depan mobil (wiper) memang bisa membersihkan dan membantu penglihatan pengemudi sehingga lebih jernih. Tapi di Inggris dan Wales, air ini menjadi penyebab 20 persen kasus penyakit Legionnaire. Badan perlindungan kesehatan di Inggris menuturkan air yang tenang dan hangat seperti di wiper adalah tempat berkembang biak yang baik bagi bakteri Legionella.

Jika bakteri ini terhirup dan masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan radang paru-paru. Temuan ini muncul setelah peneliti menemukan bahwa pengemudi profesional memiliki lima kali kemungkinan infeksi. Penyakit Legionnaire adalah penyakit yang cukup langka, kebanyakkan kasus terjadi secara sporadis dan sumber infeksinya tidak ditemukan. Penyakit ini lebih banyak mengenai orang yang berusia di atas 50 tahun dan umumnya lebih sering terjadi pada kaum laki-laki.

Gejala awal yang dirasakan mirip dengan flu seperti nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, batuk kering dan demam. Selain itu sekitar 10-15 persen pasien berakibat fatal.
Seseorang yang menghabiskan banyak waktu untuk mengemudi memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi. Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko adalah bepergian dengan menggunakan van, mengendarai mobil yang melewati kawasan industri serta sering bepergian dengan membuka kaca jendela.

European Journal of Epidemiology melaporkan risiko terkena penyakit itu makin besar jika tidak menambahkan pembersih kaca pada penyeka air yang keluar di kaca depan mobilnya. "Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan, tapi seseorang tetap harus memeriksakan mobilnya dengan memberikan pembersih kaca yang mengandung bahan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Kondisi ini tidak menyebar dari orang ke orang, tapi ada di dalam lingkungan berair yang bisa masuk ke paru-paru melalui partikel halus atau kabut," ujar Dr Isabel Oliver, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (14/6/2010).

Bakteri Legionella adalah suatu kuman yang hidup di lingkungan air hangat yang kotor atau tidak pernah dibersihkan. Namun para ahli menyarankan bahwa menggunaan pembersih kaca (screenwash) bisa membantu membunuh bakteri dan menyelamatkan nyawa pengemudinya.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 15, 2010 10:42 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Apr 01, 2010 12:10 pm

YUK INTIP KEBERSIHAN AIR KOLAM RENANG
Selasa, 13 Juli 2010 | 11:18 WIB
Kompas.com - Menikmati wisata air memang menyenangkan. Tetapi, perlu diperhatikan juga ancaman kebersihan yang mengintai setiap pengunjung. Hal ini penting mengingat setiap harinya tempat-tempat wisata air dipadati ratusan bahkan ribuan orang yang berekreasi. Baru-baru ini diberitakan satu dari delapan kolam renang umum di Amerika Serikat ditutup oleh pemerintah karena berdasarkan inspeksi mendadak ditemukan pelanggaran serius seperti kadar kebersihan air kurang atau tidak adanya perlengkapan standar keamanan.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) di AS juga telah melakukan uji sampel kualitas air dari 120.000 kolam renang di 13 negara bagian. Tes tersebut merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan CDC terhadap kebersihan air di kolam renang. Pelanggaran tersering yang ditemukan adalah penggunaan disinfektan yang berlebihan di kolam renang atau tempat anak bermain dan berendam.

CDC memperkirakan, tiap tahunnya terjadi 15-20 wabah penyakit, termasuk infeksi pencernaan dan diare, yang disebabkan oleh kolam renang yang kotor. Seperempat dari wabah itu disebabkan oleh bakteri, parasit dan virus yang bisa dicegah bila air kolam renang diklorinasi dan dimonitor. Kendati demikian, jangan percayai hidung Anda. "Banyak orang merasa jika air kolam berbau klorin sudah pasti bersih. Padahal, bau itu sebenarnya adalah chloramines, senyawa kimia yang berasal dari percampuran klorin, bakteri, urin dan keringat," kata Mary Ostrowski, direktur masalah klorin dari American Chemistry Council.

Dengan kata lain, bau kimia yang menyengat dari kolam renang sebenarnya menunjukkan bahwa air kolam itu sangat kotor dan perlu disesuaikan kadar klorin dan tingkat pH-nya. Kolam renang yang bersih seharusnya tidak berbau. Karena itu jika kadar chloramines sudah sampai tercium, air kolam itu bisa mengiritasi mata, kulit, dan hidung, orang yang berenang di dalamnya. Bakteri berbahaya seperti Giardia, E.coli dan parasit cryptosporidium bisa menyebar di kolam renang yang tidak memiliki kadar klorin cukup dan kadar pH terlalu rendah. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri tersebut bisa berupa diare, mual, dehidrasi, kram perut, hingga berat badan turun.

Untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan bakteri di kolam renang, American Chemistry Council mengeluarkan tips berikut:
- Hindari menelan air kolam renang
- Basahi tubuh dengan air di kamar mandi sebelum masuk ke kolam.
- Jangan biarkan anak berlama-lama berendam di air kolam. Saat jeda, siram tubuh anak dengan air.
- Cuci tangan setelah menggunakan toilet.
- Kolam renang yang bersih memiliki lantai keramik yang lembut, bukan licin atau berlumut.
- Pastikan dasar kolam renang terlihat.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 12:12 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Apr 01, 2010 12:57 pm

BAHAYA MENGINTAI DI KOLAM RENANG
Selasa, 25 Mei 2010, 17:24 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
VIVAnews - Sebelum menyeburkan diri dan berenang di kolam renang, sebaiknya berhati-hati memilih kolam renang. Meskipun diklaim bersih, seringkali kolam renang umum tak sebersih yang Anda bayangkan. Menurut laporan pusat pengendali penyakit (CDC) Amerika Serikat, seperti dikutip dari Shine, satu dari delapan kolam renang publik ditutup karena tidak memenuhi syarat kesehatan. Kolam renang yang tidak melalui proses disinfeksi menjadi tempat berkembang biaknya kuman penyakit.

Data dari pemeriksaan 121.000 kolam di 13 negara bagian AS mengungkap, 17,2 persen kolam renang anak tidak memenuhi standar kesehatan. Kolam renang hotel yang sering dikunjungi orang dewasa maupun anak-anak, 15,3 persen diantaranya menyebarkan kuman penyakit.

Penyakit yang paling banyak diderita akibat kontaminasi kolam tercemar adalah diare, yang disebabkan bakteri E Coli dan Giardia. Bakteri ini bisa berakibat serius bahkan fatal. Wanita hamil dan anak-anak sangat rentan terkena kuman penyakit dari air tercemar. Bahaya lain air kolam yang tidak disinfeksi antara lain, menyebabkan luka, serta infeksi kulit, telinga dan mata.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:04 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Apr 07, 2010 12:05 pm

JANGAN PIPIS DI KOLAM RENANG
Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 04/09/2009 17:47 WIB
Jakarta, Kolam renang tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk berenang, banyak orang yang pergi ke kolam renang umum hanya untuk sekedar bermain air saja. Tapi seberapa bersihkah kolam renang yang dikunjungi tersebut? Berenang bisa memperkuat tubuh seseorang, karena itu sering direkomendasikan sebagai terapi pada beberapa orang untuk memulihkan cedera atau mengatasi penyakit kronik. Tapi tidak semua kolam renang umum itu bersih, justru banyak kolam renang yang tidak higienis karena mengandung berbagai bakteri atau zat-zat yang bisa membuat orang yang berenang menjadi sakit. Menjadikan berenang sebagai terapi fisik merupakan ide yang sangat baik jika dilakukan di tempat yang benar. Tapi tetap harus memperhatikan risiko sekecil apapun, terutama jika dilakukan di tempat umum.

Sebenarnya hampir semua kolam renang mengandung polutan, termasuk pada kolam renang yang terpelihara dengan baik sekali pun. Polutan tersebut bisa berasal dari mana saja, seperti polutan dari tubuh perenang itu sendiri (penggunaan suncream atau lotion lainnya) dan desinfektan yang digunakan untuk membersihkan kolam renang juga menambah beban polutan dari kolam renang itu sendiri. Jika sistem kekebalan seseorang sedang terganggu, misalnya sedang sakit atau baru menjalani operasi maka akan lebih rentan terhadap infeksi oleh mikro organisme yang terdapat di dalam air tersebut. Untuk beberapa orang justru ada yang lebih rentan terhadap bahan kimia desinfektan seperti klorin.

Salah satu hal yang membuat banyak kolam renang tidak bersih adalah adanya orang yang buang air kecil di dalam kolam renang. Hal ini biasanya karena banyak orang yang malas untuk keluar dari kolam renang dan pergi ke kamar mandi. Faktor ini merupakan salah satu penyumbang polutan di dalam kolam renang.
Urin yang ada dalam kolam renang bisa bereaksi dengan desinfekatan sehingga menghasilkan bahan kimia yang tidak sehat. Kejadian ini biasanya paling sering terjadi di kolam anak-anak, padahal daya tahan tubuh anak-anak itu sendiri tidak sekuat orang dewasa. Untuk mengurangi polutan yang ada, sebaiknya diberikan pengumuman bahwa bagi siapa pun yang ingin menggunakan kolam renang agar mandi terlebih dahulu. Hal ini untuk mengurangi polutan yang berasal dari diri perenang itu sendiri.

Berikut adalah beberapa tips jika ingin melakukan renang atau bermain air di kolam renang umum, seperti dikutip dari Health24, Jumat (4/9/2009):
1. Jangan meminum air kolam renang.
2. Menjaga mata tetap tertutup selama berada di bawah air.
3. Jangan berenang jika terdapat luka di tubuh terutama luka terbuka.
4. Jangan menghabiskan waktu lebih lama dari yang dibutuhkan untuk berenang.
5. Jika ada gejala yang mengkhawatirkan seperti gatal dan merah-merah, diare atau iritasi mata, maka segera keluar dari kolam renang dan berkonsultasilah dengan dokter.

Untuk itu, lebih telitilah dalam memilih kolam renang umum yang akan digunakan. Serta jangan pernah buang air kecil di dalam kolam renang, karena tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri tapi juga membahayakan para pengguna kolam renang itu sendiri.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 9:21 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Apr 07, 2010 12:34 pm

BAHAYAKAH KAPORIT DIDALAM KOLAM RENANG?
Rabu, 10/02/2010 08:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Kolam renang selalu identik dengan bau kaporit, meskipun begitu tetap saja kolam renang menjadi tempat favorit bagi banyak orang. Adakah bahaya dari kaporit yang terdapat di kolam renang? Penggunaan kaporit bertujuan sebagai desinfektan bisa menjadi potensi bahaya bagi orang lain. Desinfektan berbasis klorin seperti hipoklorit, klorin atau chloroisocyanurates berfungsi untuk menonaktifkan berbagai bakteri patogen yang ada di dalam air.
Tetapi jika senyawa tersebut bercampur dengan bahan organik lain seperti urin dan keringat, maka klorin bisa melepaskan produk campuran yang dapat mengiritasi mata, kulit dan saluran udara atas.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Belgia serta dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics, menunjukkan klorin yang terdapat di dalam kolam renang bisa meningkatkan risiko asma, alergi rhinitis dan demam pada orang yang rentan terhadap alergi. Para ilmuwan meneliti 847 siswa berusia 13-18 tahun, siswa ini dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok berenang di kolam renang berklorin serta kolam renang yang tidak menggunakan klorin.

Ditemukan anak-anak yang sensitif terhadap alergen lebih memungkinkan terkena asma dan alergi lain jika berenang di kolam yang mengandung klorin. Serta berenang lebih dari 1.000 jam memiliki kemungkinan 14,9 persen lebih tinggi terkena asma dan 3,5 kali lebih besar memiliki alergi rhinitis. Padahal selama bertahun-tahun, kolam renang telah dianjurkan bagi orang yang memiliki asma karena udara yang lembab kurang memungkinkan timbulnya serangan asma.

"Anak-anak yang lebih rentan terhadap alergi bisa memicu timbulnya asma, tapi masih belum jelas apakah hal ini terkait langsung dengan paparan klorin atau tidak," ujar Profesor Guy Marks dari Woolcock Medical Institute, seperti dikutip dari ABCNet, Rabu (10/2/2010). Marks menuturkan saat ini masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan seperti itu. Tapi anak-anak sebaiknya memilih kolam renang terbuka dan bukan yang berada di dalam ruang (indoor), sehingga mengurangi kemungkinan terkena serangan asma.

Meski didapatkan risiko asma yang terkait dengan penggunaan klorin, tapi kolam renang tetap memerlukan desinfektan untuk menjaga kebersihannya. Memelihara kolam renang dengan bahan organik lain yang berkadar tinggi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan terutama ketika suhu air lebih tinggi seperti saat musim panas. Menggunakan desinfektan memang telah terbukti secara signifikan menyebabkan kematian mikroorganisme patogen.

Selama musim panas, kolam renang harus selalu dimonitor kadar klorin dan pH nya untuk mencegah tertularnya berbagai penyakit infeksi melalui air. Namun, terkadang penyakit ini bisa tetap bertahan terutama di kolam renang umum. Hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kolam renang adalah mempertahankan nilai pH dengan benar, melakukan pembersihan filter secara rutin, memastikan sirkulasi air tetap tinggi serta menjaga nilai ambang batas dari klorin dan bahan organik lain.

Untuk mencegah tertularnya berbagai penyakit dari kolam renang sebaiknya membilas diri dengan air dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah berenang, jangan berenang jika mengalami diare atau infeksi saluran pencernaan beberapa hari sebelumnya, menggunakan baju renang yang ketat menempel di tubuh, usahakan untuk selalu buang air kecil di toilet dan biasakan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 12:12 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Apr 08, 2010 6:56 am

MANDI DULU SEBELUM BERENANG
Jumat, 23/07/2010 07:57 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Bukan hanya keringat dan air kencing saja yang dapat mencemari kolam renang. Ketika bereaksi dengan kaporit, sisa-sisa kosmetik dan tabir surya yang mencemari air kolam ternyata tak kalah berbahaya. Produk-produk tersebut mengandung banyak unsur nitrogen, yang ketika bereaksi dengan kaporit atau disinfektan lainnya bisa membentuk senyawa beracun. Diduga, senyawa tersebut dapat memicu mutasi genetik pada manusia.

Dikutip dari Livescience, Jumat (23/7/2010), risiko yang muncul akibat mutasi tersebut ternyata cukup serius. Mulai dari cacat lahir, penuaan dini, gangguan pernapasan, bahkan bisa memicu kanker. Seorang profesor genetika, Michael Plewa mengungkap hal itu dalam sebuah penelitian di University of Illinois. Laporannya telah dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science and Technology.

Ia mengumpulkan sampel air dari sejumlah kolam renang umum yang menggunakan berbagai jenis disinfektan seperti brominate, klorin dan radiasi sinar ultraviolet. Ia juga membandingkan kadar pencemaran pada kolam indoor dengan kolam outdoor. Setelah diamati dengan teknologi molekuler, kadar genotoksin atau senyawa pemicu kerusakan DNA lebih banyak ditemukan pada air yang menggunakan brominat sebagai penjernih. Penggunaan klorin dan radiasi sinar ultraviolet relatif lebih aman.

Selain itu, aktivitas genotoksin juga lebih banyak teramati pada sampel air yang diambil dari kolam indoor. Namun Prof Plewa tidak menjelaskan mengapa kolam di ruangan terbuka lebih aman dari risiko pencemaran yang memicu kerusakan genetik. Ia hanya menganjurkan pengelola kolam renang untuk mengganti air kolam secara berkala dan mengombinasikan penggunaan disinfektan dengan radiasi sinar ultraviolet. Selain itu, pengunjung yang ingin berenang juga disarankan untuk mandi terlebih dahulu agar bebas dari sisa-sisa produk kecantikan.

Sebelumnya, sebuah penelitian di Belgia pernah mengungkap bahaya penggunaan kaporit di kolam renang. Pada beberapa anak yang sensitif, bahan tersebut dapat memicu serangan asma. Kaporit juga dapat bereaksi dengan senyawa organik yang berasal dari sampah dedaunan, keringat maupun air kencing. Reaksi tersebut menghasilkan senyawa yang dapat memicu iritasi mata, kulit dan saluran pernapasan atas.(up/ir)


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:07 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Apr 10, 2010 7:08 am

KENAPA PERUT LAPAR SETELAH BERENANG
Sabtu, 31/07/2010 12:22 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Berenang merupakan salah satu olahraga yang baik, karena melibatkan banyak otot dan organ tubuh. Namun sebagian besar orang akan merasa sangat lapar setelah melakukan olahraga ini padahal sebelumnya sudah cukup makan. Rasa lapar yang muncul setelah berenang disebabkan oleh dua hal, pertama adanya perubahan suhu saat seseorang keluar dari kolam renang dan kedua akibat dehidrasi.

Air yang digunakan untuk berenang biasanya akan lebih dingin dibandingkan udara di sekitar. Merendam tubuh di dalam air yang dingin akan menurunkan suhu tubuh seseorang. Sehingga saat seseorang keluar dari kolam renang atau ke udara yang bersuhu lebih panas, tubuh akan berusaha untuk menormalkannya.

Dikutip dari That'sfit, Sabtu (31/7/2010), untuk menormalkannya dibutuhkan bahan bakar atau energi yang besar, karenanya tubuh akan mengirimkan sinyal rasa lapar sehingga seseorang akan makan dengan lahap setelah berenang. Sebuah cara yang baik untuk mengatasi perubahan suhu di dalam tubuh ini adalah dengan melakukan beberapa peregangan ringan, berjalan cepat atau terkena air yang hangat.

Penyebab kedua yang harus diperhatikan adalah mengonsumsi cairan yang cukup setelah berenang. Beberapa orang terkadang tidak merasa rasa haus setelah berenang padahal saat berenang tubuh juga kekurangan air. Jika seseorang terus berenang tanpa mengonsumsi air sama sekali nantinya bisa memicu dehidrasi. Setiap sel di dalam tubuh manusia membutuhkan air, seperti otot-otot memerlukan 75 persen air, paru-paru memerlukan 95 persen air, darah memerlukan 82 persen air dan tulang memerlukan 25 persen air. Ketika tubuh tidak memiliki air yang cukup, maka sistem tidak akan bisa bekerja secara optimal.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah sebaiknya mengonsumsi 500 ml air 20-30 menit sebelum berenang, minum 200-300 ml air setiap 10-15 menit berada di kolam renang dan mengonsumsi 500 ml air jika sudah keluar dari kolam renang. Hal ini juga membantu menstabilkan suhu tubuh dan menghindari dehidrasi.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:03 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Apr 12, 2010 7:03 am

BOLEHKAH BERENANG SEHABIS MAKAN?
Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 01/06/2010 09:05 WIB
Jakarta, Ada anggapan jika seseorang berenang sehabis makan akan mengalami kram perut atau kejang yang bisa menyebabkan tenggelam atau membeku di dalam kolam renang. Benarkah seperti itu? Seperti dikutip dari Howstuffworks, Selasa (1/6/2010) setelah makan sebesar 20-25 persen aliran darah akan menuju perut untuk membantu proses pencernaan.

Proses pencernaan makanan membutuhkan aliran darah yang lebih besar ke perut, sedangkan jika saat bersamaan melakukan renang maka aliran darah yang besar juga dibutuhkan oleh lengan dan kaki. Hal ini bisa mengakibatkan persaingan dan membuat perut kekurangan oksigen dalam jumlah tertentu, sehingga menimbulkan kram perut. Kram juga bisa terjadi karena perut yang penuh oleh makanan berusaha untuk menarik kembali ligamen ke tempatnya. Fakta menunjukkan perut yang penuh akan membuat seseorang tidak nyaman untuk berolahraga dan pada beberapa kasus bisa menyebabkan muntah. Meski demikian belum pernah ada kasus yang dilaporkan berenang setelah makan bisa menyebabkan tenggelam.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah jenis makanan yang dikonsumsi dan kecepatan pencernaannya, misalnya karbohidrat sederhana seperti kentang akan lebih cepat dicerna dibandingkan dengan lemak atau protein kompleks. Jika tiba-tiba terjadi kram, maka usahakan untuk tetap tenang dan mengambang sambil menarik napas dalam-dalam. Hal ini bisa membantu menghilangkan kram yang terasa. Selain itu bisa juga dengan melakukan sedikit pemanasan.

Sebenarnya tubuh manusia memiliki aliran darah yang cukup untuk menjaga semua bagian agar bisa berjalan baik-baik saja setelah makan.
Selain itu selama berolahraga atau latihan, tubuh akan menghasilkan adrenalin yang benar-benar dapat membantu memberikan oksigen ke otot-otot yang membutuhkan. Namun terkadang hal ini tidak berjalan sempurna. Untuk menghindari gangguan yang mungkin timbul saat sedang berenang, tak ada salahnya untuk menunggu beberapa saat sebelum berenang serta jangan terlalu bersemangat berenang jika setelah makan.
(ver/ir)


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:07 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Apr 14, 2010 6:37 am

HABIS MANDI KOK TANGAN JADI KERIPUT
Rabu, 18/08/2010 17:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Jari-jari tangan biasanya akan keriput setelah berendam atau bermain air dalam jangka waktu lama. Kondisi seperti ini memang normal, tapi apa ya penyebab tangan dan kaki keriput saat dalam air? Setelah selesai mandi atau berenang santai di kolam renang, orang biasanya akan menemukan tangan dan kakinya berkerut. Kondisi ini biasanya terjadi jika seseorang menghabiskan waktu lebih dari setengah jam di dalam air. Dan bagian kulit terluar (epidermis) yang bertanggung jawab terhadap kondisi ini.

Epidermis berisi protein keratin yang berfungsi memperkuat dan membantu kulit tetap lembab, sel keratin yang mati ini akan membentuk lapisan tersendiri di epidermis yang dikenal dengan stratum corneum (lapisan bertanduk). Seperti dikutip dari Howstuffworks, Rabu (18/8/2010) sel-sel keratin mati di dalam stratum corneum akan menyerap air dengan mudah dan mulai membengkak setelah berendam lama di dalam air, tapi tidak pada sel-sel keratin yang hidup. Hal ini membuat ada bagian tubuh yang membengkak, sedangkan bagian lainnya tidak sehingga terlihat seperti keriput.

Selain itu kulit manusia dilapisi oleh minyak khusus yang disebut dengan sebum. Minyak khusus ini ditemukan pada lapisan kulit terluar (epidermis) yang berfungsi membasahi atau meminyaki dan melindungi kulit, salah satunya membuat kulit tahan terhadap sedikit air. Hal ini yang membuat air mengalir di kulit ketika sedang cuci tangan. Tapi jika seseorang berendam atau bermain air dalam jangka waktu yang lama, maka lapisan sebum ini akan hilang dan membuat air bisa menembus lapisan kulit terluar. Hal inilah yang membuat kulit terlihat seperti keriput.

Kenapa yang keriput hanya terjadi di telapak kaki dan telapak tangan?
Ini disebabkan pada telapak tangan dan kaki memiliki kulit yang tebal sehingga lapisan keratinnya juga lebih tebal dibanding bagian tubuh lain. Kondisi inilah yang membuat telapak tangan dan kaki lebih rentan menjadi keriput. Namun keriput pada telapak tangan dan kaki adalah kondisi yang normal, karena itu salah satu cara untuk menghilangkannya adalah dengan segera menghangatkan atau mengeringkan tubuh.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:11 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Apr 15, 2010 12:31 pm

AKIBAT TAK CUCI TANGAN SETELAH PIPIS DAN BAB
Kamis, 22/07/2010 13:48 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Tak sedikit orang yang lupa mencuci tangan setelah buang air kecil dan besar di kamar mandi. Padahal, banyak sekali penyakit yang bisa datang bila Anda tak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi. Bakteri, virus, jamur dan penyakit parasit bisa terdapat pada kulit dan lendir, darah dan cairan tubuh lainnya. Beberapa kuman yang ditransfer melalui inhalasi dan lainnya bisa diperoleh dengan sentuhan.

Penularan penyakit fecal-oral (kotoran ke mulut) terjadi ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan teknik yang baik, yaitu dengan menggunakan sabun dan air, yang kemudian langsung menyentuh makanan. Dilansir dari LiveStrong, Kamis (22/7/2010), mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi dapat secara signifikan mengurangi transmisi penyakit-penyakit berikut:

1. Flu Singapura atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD)
Flu Singapura disebabkan oleh virus coxsackie dan enterovirus. Penyakit ini menyerupai flu yang disertai dengan terbentuknya lesi vesikular (bintil berisi cairan) di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Virus ini menyebar dengan memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan konten feces.

2. Hepatitis A
Hepatitis A merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan sangat menular. Gejalanya seperti kelelahan, kulit menguning, urine gelap, mual dan muntah. Penularan hepatitis A terjadi ketika seseorang terinfeksi virus tidak hati-hati mencuci tangannya setelah menggunakan kamar mandi, kemudian mengolah makanan yang dikonsumsi oleh orang lain.

3. Shigellosis
Shigellosis adalah infeksi bakteri dengan gejala diare berair, kram perut dan demam. Kadang penyakit ini berkembang menjadi disentri, tinja berisi lendir, darah dan nanah. Shigellosis menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain dengan memakan makanan yang terkontaminasi oleh orang terinfeksi yang tidak cuci tangan setelah dari kamar mandi.

4. Giardiasis
Giardiasis adalah penyakit parasit usus dengan gejala seperti perut berisi gas, kram dan diare. Giardiasis menyebar dengan mudah dengan minum air yang terinfeksi dari sumber yang tidak diobati atau melalui kontak tangan ke feces. (mer/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Sep 15, 2010 10:44 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Apr 16, 2010 10:10 pm

MANA YANG LEBIH BERSIH?
Senin, 30/11/2009 14:02 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Tren penggunaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) makin meluas. Banyak orang yang membawa cairan pembersih tangan di tasnya karena lebih praktis. Mana yang lebih bersih cuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan cairan pembersih? Aneka merek cairan pembersih sangat mudah ditemui di supermarket dengan variasi kandungan alkohol di dalamnya. Namun menurut pusat pengendalian dan pencegah penyakit AS (CDC) proporsi yang paling bagus dalam memilih cairan pembersih tangan adalah kandungan alkohol sebesar 60 sampai 95 persen. Karena menurut CDC jumlah tersebut menunjukkan efektivitas relatif dari pembersih tangan.

"Kami melihat beberapa penurunan aktivitas penyakit influenza. Kebersihan tangan sangat perlu karena sekitar 80 persen dari semua infeksi bisa menyebar melalui tangan," ujar Dr Anne Schuchat, direktur National Center for Immunization and Respiratory Diseases, seperti dikutip dari CNN, Senin (30/11/2009). Andrew Pekosz, seorang asisten profesor mikrobiologi dan imunologi di Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health mengungkapkan bahwa bahan aktif seperti alkohol yang terdapat dalam cairan pembersih tangan bisa mengganggu lapisan partikel virus dan bakteri. Dengan rusaknya bagian luar tersebut, virus akan menjadi nonaktif.

Cairan pembersih tangan akan bekerja pada daerah yang terkena kontak, dalam arti jika ada satu bagian dari tangan yang tidak tersentuh cairan pembersih, maka masih ada kemungkinan virus atau bakteri di tempat tersebut. Untuk itu, sebaiknya gunakan cairan pembersih di seluruh bagian tangan dan biarkan hingga kering.
"Saat di letakkan di tangan maka cairan pembersih tersebut akan bekerja untuk melawan virus dan bakteri, tapi tidak akan bisa melindungi lagi jika seseorang menyentuh sesuatu setelah menggunakan pembersih," ujar Pekosz. Penggunaan cairan pembersih tangan 3-5 kali dalam sehari masih terbilang bagus, tapi jika seseorang bersin atau batuk maka penggunaannya harus lebih sering. Sebaiknya digunakan setiap kali akan masuk ruangan baru atau sebelum dan sesudah meletakkan barang.

Meski begitu CDC menilai cuci tangan masih lebih baik ketimbang hanya menggunakan cairan pembersih tangan. Penggunaan cairan pembersih tangan hanya dianjurkan jika sulit menemukan tempat cuci tangan. CDC merekomendasikan cuci tangan selama 15 sampai 20 detik masih tetap lebih baik dibanding menggunakan cairan pembersih tangan. Karena cuci tangan bisa menghilangkan partikel virus bukan hanya menonaktifkan saja. Selain itu, secara umum cairan pembersih tangan hanya berinteraksi dengan virus dan bakteri. Sehingga kemungkinannya sangat kecil untuk bisa melawan perkembangan dari bakteri atau virus itu sendiri.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:26 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Apr 17, 2010 7:05 pm

.CUCI TANGAN YANG BENAR UNTUK ANAK
Sabtu, 14/08/2010 10:30 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak anak yang tidak mencuci tangan dengan benar atau bahkan tidak melakukannya sama sekali. Padahal kuman dapat menyebar dengan cepat pada anak-anak, yang memicu pandemi flu, pilek dan penyakit lainnya. Mencuci tangan dengan cara yang tepat dapat membantu mencegah penyebaran bakteri, kuman dan penyakit. Bantulah anak belajar untuk mencuci tangan dengan seksama dan mengajarkan cara yang benar dengan jelas. Dilansir dari Livestrong, Sabtu (14/8/2010), berikut cara cuci tangan yang benar untuk anak:

Waktu untuk cuci tangan
Ajarkan anak untuk mencuci tangan setiap kali habis buang air kecil atau besar, menyentuh hewan, mengupil, batuk atau bersin, bermain pasir atau bermain kotor. Ajarkan pula anak untuk cuci tangan sebelum makan atau sebelum memegang makanan apa pun. Jadikan kegiatan cuci tangan sebagai kegiatan rutin yang menyenangkan.

Pembasahan
Ingatkan anak untuk melepas cincin atau gelang sebelum mencuci tangan, sehingga seluruh bagian tangan dapat dicuci dengan baik. Ajarkan anak membasahi tangan secara menyeluruh dengan air hangat sebelum menggunakan sabun.

Pencucian
Ajarkan anak untuk menambahkan beberapa tetes sabun tangan dan gosok sabun hingga berbusa. Gosok tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Untuk menandai waktu, anak bisa menyanyikan lagu yang memakan waktu sekitar 20 detik, seperti 'Twinkle, Twinkle, Little Star.

Pembilasan dan pengeringan
Beritahu anak untuk membilas tangan dengan air yang mengalir selama 10 detik untuk menghilangkan sabun. Setelah itu, keringkan tangan dengan tisu atau handuk sekali pakai yang bersih dan kemudian gunakan handuk untuk mematikan kran.


Last edited by gitahafas on Wed Sep 15, 2010 10:51 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Apr 19, 2010 7:04 am

CUCI TANGAN CEGAH INFEKSI
21-12-2006 | www.mayoclinic.com
Mencuci tangan merupakan kebiasaan yang sederhana, yang membutuhkan pelatihan yang minim dan tidak membutuhkan peralatan. Selain itu, mencuci tangan merupakan cara terbaik untuk menghindari sakit. Kebiasaan sederhana ini hanya membutuhkan sabun dan air hangat atau pembersih yang tidak memerlukan air (pembersih tangan berbasis alkohol).

Bahaya tidak mencuci tangan
Disamping manfaat secara kesehatan yang telah terbukti, banyak orang tidak melakukannya sesering yang seharusnya bahkan setelah ke kamar mandi. Sepanjang hari anda mengakumulasikan kuman pada tangan dari berbagai sumber, seperti kontak langsung dengan orang, permukaan yang terkontaminasi, makanan bahkan hewan dan kotoran hewan.

Jika anda tidak mencuci tangan sesering mungkin, anda dapat menginfeksi diri anda sendiri terhadap kuman dengan menyentuh mata, hidung atau mulut anda. Dan anda dapat menyebarkan kuman ke orang lain dengan menyentuh mereka atau dengan menyentuh permukaan yang mereka sentuh juga seperti handel pintu.
Penyakit infeksi umumnya menyebar melalui kontak tangan ke tangan termasuk demam biasa (common cold), flu dan beberapa kelainan sistem pencernaan seperti diare. Walau sebagian orang bisa mengatasi demam biasa, akan tetapi flu lebih serius.

Beberapa orang dengan flu, terutama orang yang lebih tua dan orang dengan masalah medis yang kronis, dapat berkembang menjadi pneumonia (radang paru-paru). Kombinasi flu dan pneumonia, bahkan merupakan penyebab kematian ketujuh diantara warga Amerika. Kebersihan tangan yang kurang juga menyebabkan penyakit terkait makanan seperti infeksi Salmonella dan E.coli. Berdasarkan Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit (CDC), sebanyak 76 juta warga Amerika menderita penyakit akibat makanan setiap tahunnya dan sekitar 5000 orang meninggal akibat penyakit ini. Beberapa mengalami gejala yang mengganggu seperti mual, muntah, diare.

Teknik mencuci tangan yang baik
Teknik mencuci tangan yang baik meliputi mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Kertas atau tisu antimikroba sama efektifnya seperti sabun dan air dalam membersihkan tangan anda tapi tidak sebaik pembersih berbasis alkohol. Sabun antimikroba telah menjadi populer dalam beberapa tahun. Bagaimanapun, sabun ini tidak efektif dalam membunuh kuman dibandingkan sabun biasa dan air. Menggunakan sabun ini dapat menyebabkan perkembangan bakteri yang resisten terhadap agen antimikroba produk, sehingga menyebabkan semakin sulit untuk membunuh kuman tersebut di kemudian hari. Umumnya, sabun biasa cukup. Kombinasi menggosok tangan dengan sabun (baik antimikroba atau bukan) dan membilas dengan air mengalir dan memindahkan bakteri dari tangan anda.

Mencuci tangan dengan sabun dan air
Ikuti instruksi ini untuk mencuci dengan sabun dan air :
1. Basahkan tangan anda dengan air yang hangat dan mengalir kemudian gunakan sabun pembersih batang atau cair sampai berbusa.
2. Gosok kedua tangan anda minimal 15 detik.
3. Gosok semua permukaan termasuk bagian belakang tangan, pergelangan tangan, bagian di antara jari dan di bawah kuku jari.
4. Bilas dengan baik.
5. Keringkan tangan dengan handuk yang bersih atau yang dapat dibuang.
6. Gunakan handuk untuk mematikan kran.

Pembersih tangan berbasis alkohol
Pembersih tangan berbasis alkohol yang tidak memerlukan air merupakan alternatif yang bagus dalam mencuci tangan, terutama ketika air dan sabun tidak tersedia. Pembersih tersebut lebih efektif dibandingkan sabun dan air dalam membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Pembersih tangan berbasis alkohol yang komersil mengandung bahan yang mencegah kekeringan kulit. Menggunakan produk ini dapat mengurangi kekeringan kulit dan iritasi dibandingkan dengan mencuci tangan. Tidak semua pembersih tangan diproduksi sama. Beberapa pembersih tangan waterless tidak mengandung alkohol. Hanya gunakan produk yang berbasis alkohol untuk membersihkan tangan.

Cara menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol :
1. Gunakan sekitar sendok teh produk pada telapak tangan anda.
2. Gosok kedua tangan anda, menutupi semua permukaan tangan anda sampai kering.

Jika tangan anda terlihat kotor, maka cucilah dengan sabun dan air.

Kapan sebaiknya mencuci tangan?
Meskipun tidak mungkin untuk menjaga tangan anda bebas kuman, ada waktu kritis mencuci tangan untuk membatasi perpindahan bakteri, virus dan mikroba lainnya.
Cuci tangan selalu bila:
1. Setelah menggunakan kamar mandi.
2. Setelah mengganti pembalut, cuci tangan yang digunakan untuk mengganti juga.
3. Setelah menyentuh hewan atau kotoran hewan.
4. Sebelum dan sesudah menyiapkan makanan terutama sebelum dan secepatnya setelah memegang daging mentah, ayam atau ikan
5. Sebelum makan.
6. Setelah menyentuh hidung.
7. Setelah batuk atau bersin ke tangan.
8. Sebelum dan setelah menangani luka atau sayatan.
9. Sebelum dan sesudah menyentuh orang sakit atau terluka.
10. Setelah menangani sampah.
11. Sebelum memasukkan atau memindahkan kontak lensa
12. Ketika menggunakan kamar mandi publik, seperti bandara, stasiun kereta, halte bis dan restoran.

Anak-anak juga perlu tangan bersih
Anda dapat mencegah anak anda dari jatuh sakit dengan mengharuskan mereka mencuci tangan mereka dengan baik berkali-kali. Untuk membiasakan anak anda, berikan contoh. Cucilah tangan anda bersama anak anda dan awasi. Letakkan pengingat cuci tangan pada pandangan mata anak, seperti daftar di kamar mandi anak untuk ditandai setiap mereka cuci tangan. Anak yang lebih besar dan remaja juga dapat menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Anak yang lebih muda dapat menggunakannya juga dengan bantuan anak remaja. Pastikan pembersihnya kering sempurna sebelum anak anda menyentuh sesuatu. Ini untuk mencegah masuknya alkohol dari tangan ke mulut. Simpan pembersih di tempat yang jauh dari jangkauan anak setelah digunakan. Mencuci tangan sangat penting untuk anak-anak yang mengikuti kelompok belajarday care. Anak-anak tersebut memiliki risiko yang besar terhadap penyakit pencernaan yang dapat dengan mudah menyebar ke anggota keluarga dan yang lainnya di komunitas.

Cara mudah untuk tetap sehat
Mencuci tangan tidak membutuhkan waktu yang lama atau usaha keras, tapi memiliki hasil yang baik dalam mencegah penyakit. Jadikan cuci tangan kebiasaan untuk menjaga kesehatan anda. Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 12:10 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Apr 19, 2010 8:00 pm

CUKUP DENGAN CUCI TANGAN
Tahukah anda, bahwa cukup dengan mencuci tangan saja sudah bisa mengurangi kejadian penyakit diare, ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Atas ), bahkan flu burung, tentu dengan cara CTPS ( Cuci Tangan Pakai Sabun ). Kebiasaan CTPS bisa mengurangi kejadian penyakit penyakit tersebut diatas antara 42-47%.

Angka kematian bayi di Indonesia adalah 32 dari 1000 kelahiran hidup.
Angka kematian balita di Indonesia adalah 46 dari 1000 kelahiran hidup.
Dari angka kematian tersebut diatas, hampir 19% disebabkan oleh diare.
Survei nasional oleh Unicef pada tahun 2002 menyebutkan 11% anak Indonesia menderita diare. Dari sekitar 216.000 anak balita yang meninggal setiap tahun, 40.000 kematian adalah akibat diare. Angka ini sebanding dengan angka kematian akibat ISPA. Penyakit ini antara lain merupakan dampak lanjutan dari gizi kurang ( malnutrisi ). Sekitar 26% balita mengalami malnutrisi sehingga mereka rentan terhadap infeksi.

Tingkat kematian akibat penyakit diare tidak terlepas dari buruknya kondisi sanitasi, kualitas air maupun pengendalian lalat. Upaya memperbaiki ketiga hal tersebut bukanlah hal yang mudah, mengingat kondisi pencemaran air maupun pola sanitasi masyarakat yang masih sangat memprihatinkan.

Cuci tangan adalah cara termudah untuk terhindar dari ISPA dan diare. Anak anak harus dibiasakan CTPS. Direktur PPML DepKes RI Tjandra Yoga Aditama menyebutkan, umumnya infeksi atau penyakit timbul karena kontak dengan orang lain, salah satunya adalah karena kontak tangan. Kuman atau virus yang ada ditangan akan masuk kedalam tubuh melalui kulit, saluran pencernaan maupun saluran pernafasan. Atau kalau menyentuh makanan, akan ditularkan masuk melalui mulut.

Sayangnya, kebiasaan CTPS masih sebatas pengetahuan, belum merupakan kebiasaan atau budaya yang dilakukan masyarakat.
Survei ESP ( Environmental Service Program ) tentang persepsi dan perilaku masyarakat menunjukkan:
- Hanya 3% responden yang CTPS.
- Hanya 12% responden yang CTPS setelah b a b.
- Hanya 14% responden yang CTPS setelah membantu bayi b a b.
- Hanya 14% responden yang CTPS sebelum makan.
- Hanya 7% responden yang CTPS sebelum memberi makan bayi.
- Hanya 6% responden yang CTPS sebelum menyiapkan makanan.

Padahal tangan adalah bagian tubuh yang paling sering mengalami kontak luar, sehingga kerap menjadi media perantara bagi virus dan bakteri.
Tangan kotor yang mengandung virus dan bakteri tadi, bila digosokkan ke hidung maka virus dan bakteri tadi bisa terhirup melalui saluran pernafasan, begitu juga bila kita mengucek mata tanpa mencuci tangan, dapat menimbulkan penyakit, akibat masuknya virus dan bakteri tadi.
Pegangan tangan di bus, gagang pintu di tempat umum, uang, dll dapat menjadi media perantara.
Maka cucilah tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, sesering mungkin, terutama sehabis bepergian dan menggunakan fasilitas umum
Sumber: Republika Jum'at 13 Juli 2007 dan Kompas Minggu 4 April 2010


Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 12:09 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12086
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Apr 20, 2010 10:02 am

PILIH TISUE ATAU PENGERING ELEKTRIK?
Selasa, 14/09/2010 17:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir memang sangat dianjurkan untuk membasmi kuman penyebab penyakit. Tapi setelah mencuci tangan, pengering mana yang harus dipilih menggunakan tisu atau pengering elektrik? Dikutip dari NYTimes, Selasa (14/9/2010) faktanya bakteri dan kuman akan berkembang biak dengan baik pada kondisi tangan yang basah, sehingga metode yang digunakan untuk mengeringkan tangan adalah salah satu hal yang penting. Hal ini untuk mencegah agar tangan yang sudah bersih dari bakteri dan kuman tidak terkontaminasi lagi. Di beberapa tempat umum seperti kamar mandi atau tempat cuci tangan di restoran biasanya menyediakan alat pengering elektrik yang bisa digunakan oleh siapa saja. Meski demikian ada juga beberapa orang yang lebih memilih menggunakan tisu untuk mengeringkan tangannya.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008 oleh University of Westminster di Inggris melakukan penelitian yang membandingkan antara penggunaan tisu, pengering udara kering tradisional dan pengering udara jet terbaru. Untuk menganalisanya maka tangan partisipan diperiksa sebelum dan sesudah menggunakan beberapa alat pengering tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kertas tisu lebih efektif untuk mengurangi penyebaran kuman dan bakteri setelah mencuci tangan, dibandingkan dengan penggunaan alat pengering elektrik konvensional ataupun jet.

Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan pada pengering elektrik, saat seseorang menjulurkan tangannya maka udara akan keluar dengan cepat dan bakteri bisa menyebar dengan mudahnya. Terutama jika alat tersebut tidak diperhatikan kondisinya atau tidak dibersihkan, karena udara yang hangat akan membuat bakteri atau kuman bisa berkembang biak. Hal inilah yang menyebabkan adanya pemikiran jika menggunakan pengering elektrik bisa membuat kuman dan bakteri lebih mudah menyebar. Selain itu pada umumnya pengering elektrik ini hanya bisa digunakan dalam jangka waktu 7 tahun.

Sementara itu jika menggunakan cairan pembersih tangan, umumnya bisa menghilangkan bakteri tapi tidak semua virus bisa dibasmi termasuk norovirus. Serta agar penggunaannya efektif harus mengandung paling sedikitnya 60 persen alkohol. Kebersihan tangan memainkan peran penting dalam mencegah penyakit ataupun infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme, karena itu mencuci tangan dan mengeringkannya secara benar turut membantu seseorang terhindar dari penyakit.


Last edited by gitahafas on Sat Sep 18, 2010 5:56 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 53Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 28 ... 53  Next

 Similar topics

-
» ASAL USUL MASAKAN MINANG
» INGIN TAHU PUSAT PEMBELAJARAN UTM SPACE DI PULAU PINANG
» Asal Tahu Saja
» Asal Usul Melayu Bahagian 1
» Asal Manusia

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-