|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Sep 09, 2010 11:59 am | |
| AGAR SUKSES SAAT MEMERAH ASI Senin, 7/12/2009 | 09:17 WIB KOMPAS.com - Mengingat manfaatnya yang sungguh besar, kini banyak ibu yang bertekad memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Bahkan, niat ini tetap diteruskan ketika Anda harus kembali bekerja. Demi memenuhi hak bayi mendapatkan ASI, Anda rela memerah ASI, menyimpan, untuk kemudian diberikan kepada si kecil ketika Anda tak berada di sampingnya. Nah, agar Anda sukses memberikan ASI, berikut tip dan trik saat memerah ASI.
Persiapan memerah * Cuci bersih kedua tangan Anda dengan benar dan menggunakan sabun. * Usahakan rileks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman. * Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.
Selanjutnya, lakukan metode massage, stroking dan shaking, yang disebut metode Marmet. Disebut metode Marmet, karena metode ini dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California. Tahapannya adalah sebagai berikut: 1. Massage Gunakan dua jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan. * Bila payudara besar, gunakan keempat jari. * Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu.
2. Stroke * Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara. * Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar dan berujung tumpul, "sisirlah" payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu. * Dengan ujung jari, lakukan lagi stroke (gerakan memutar) dari dasar payudara ke arah puting susu.
3. Shake Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok atau goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.
Setelah metode ini dilakukan, maka proses memerah dengan tangan dapat dimulai dengan cara: 1. Meletakkan ibu jari di atas lingkaran payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah payudara, atau sekitar 2,5 - 3,8 cm di belakang puting susu sehingga membentuk huruf C. Mudahnya, anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi atau arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang" ASI berada di bawahnya.
2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.
3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah lingkaran payudara dan di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5. Lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.
Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit. Namun, catatan waktu ini hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik atau banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:34 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Sep 09, 2010 12:01 pm | |
| JANGAN ASAL SIMPAN ASI PERAH Jumat, 3/9/2010 | 15:01 WIB KOMPAS.com - ASI terbukti menjadi asupan nutrisi alami yang paling baik diberikan kepada bayi. Jikapun Anda adalah ibu bekerja, tak lantas menjadi kendala untuk memberikan ASI setiap hari. Anda bisa memerahnya lalu menyimpan ASI Perah (ASIP) dengan baik agar manfaatnya tak berkurang. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menjelaskan menyimpan ASIP juga berlaku bagi ibu yang memiliki bayi yang sehat dan tidak lahir secara prematur. Artinya, bukan hanya bayi prematur yang membutuhkan ASIP. Bayi lahir normal dan sehat juga membutuhkan asupan ASI yang cukup meski tak langsung menghisap puting ibunya.
Dalam menyimpan ASIP, sebaiknya perhatikan jenis ASI, apakah ASI segar atau ASI yang sudah dihangatkan. Selain itu perhatikan juga faktor perubahan suhu maupun tempat penyimpanan ASIP, apakah dalam lemari es atau freezer. Setiap faktor ini menentukan bagaimana perlakuan yang tepat terhadap ASI. Termasuk durasi waktu yang baik kapan ASIP masih layak dikonsumsi bayi dan kapan waktunya untuk dibuang. Berikut metode penyimpanan ASIP yang ideal:
ASI segar ASI yang baru saja diperah atau ASI segar, bisa bertahan mulai empat hingga 24 jam dalam suhu ruang tertentu. Jika saat melahirkan, bayi belum bisa menyusu, Anda jangan khawatir atau panik. Cobalah perah ASI agar bayi mendapat tetap mendapat asupan kolostrum. Kolostrum berbentuk cairan berwarna bening hingga jingga yang lengket dan kental hanya keluar selama beberapa hari setelah persalinan. Hingga hari kelima setelah persalinan, kolostrum masih aman disimpan selama 12-24 jam setiap kali perah dalam suhu ruang kurang dari 25 derajat Celsius.
Setelah lewat masa produksi kolostrum, ASI matang akan diproduksi payudara ibu. Jika Anda memerahnya lalu menyimpan dalam suhu ruang, sebaiknya perhatikan level suhu dan durasi waktu penyimpanan yang aman. Jika Anda menyimpan ASIP dalam suhu ruang 15 derajat Celsius, ASI aman dikonsumsi dalam 24 jam. Sedangkan untuk suhu ruang 19-22 derajat Celsius ASI bertahan selama 10 jam. Suhu ruang 25 derajat Celcius, sebaiknya simpan ASI selama empat hingga delapan jam.
Jika ASI segar disimpan dalam kulkas dengan suhu 0-4 derajat Celsius, ASI bisa bertahan hingga 3-8 hari dan masih aman dikonsumsi. Jangan simpan ASI segar di bagian pintu lemari es, tetapi simpan di bagian alam paling belakang. Bagian dalam belakang lemari es biasanya paling dingin dan tidak terlalu terpengaruh perubahan suhu.
Sementara waktu penyimpanan ASIP segar di freezer tergantung model piranti tersebut. Jika disimpan dalam freezer di lemari es satu pintu, ASIP aman dikonsumsi hingga dua minggu. Sedangkan untuk freezer pada lemari es dua pintu, waktu penyimpanan bisa lebih lama, hingga 3-4 bulan. Apalagi jika disimpan di freezer khusus dengan suhu sangat dingin di bawah 18 derajat Celsius, ASIP aman disimpan hingga 6-12 bulan.
ASIP beku Selanjutnya, jika ASI Perah sudah disimpan dalam jangka waktu tertentu di freezer, kemudian ASI menjadi beku, cairkan dalam lemari es sebelum dikonsumsi. Nah, ini disebut ASIP beku yang belum dihangatkan untuk diberikan kepada bayi. Simpan ASIP beku dalam lemari es sampai dengan 24 jam saja. Lalu sebaiknya berikan kepada bayi. Sedangkan batas maksimal penyimpanan ASIP beku dalam suhu ruangan hanya empat jam saja. Jadi, jika Anda keluarkan ASIP beku dari freezer dan menyimpannya dalam suhu ruang, sebaiknya segera konsumsi setelah empat jam. Jika ASIP beku masih tersisa, jangan masukkan kembali ke dalam freezer.
"Untuk mengindari ASIP terbuang karena bersisa, sebaiknya simpan dalam wadah sesuai takaran pemakaian. Takaran ini berbeda pada setiap bayi, tergantung seberapa banyak konsumsi ASI pada bayi Anda," kata Farahdiba Tenrilemba Jafar, Sekretaris Jenderal AIMI, saat workshop bertema "Breastfeeding Tips for Working Moms" beberapa waktu lalu.
ASIP yang sudah dicairkan dengan air hangat ASI Perah yang sudah dicairkan dengan air hangat sebaiknya langsung diminum. Anda juga bisa menyimpannya dalam botol atau wadah lainnya di lemari es selama empat jam atau sampai jadwal minum ASIP berikutnya. Jangan masukkan kembali dalam freezer.
Untuk menghangatkan ASIP, ikuti langkahnya berikut ini: * Gunakan ASIP dengan hari dan tanggal yang paling lama terlebih dahulu. * Amati bau dan rasanya, jika terasa basi, untuk amannya jangan gunakan ASIP tersebut. * Cairkan ASIP beku dengan memindahkannya dari freezer ke dalam lemari pendingin, lalu simpan selama 12 jam sebelum diberikan kepada bayi. * Hangatkan ASIP dingin dengan cara meletakkan botol atau wadah ASIP di dalam mangkuk berisi air hangat, atau pegang wadah ASIP dibawah aliran air hangat. * Jangan panaskan ASIP di atas kompor. Jangan juga merebus ASI perah yang sebelumnya Anda simpan di lemari pendingin atau freezer. * Jangan panaskan ASIP dalam microwave. * Periksalah suhu ASIP yang sudah dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi. * Cicipi ASIP lebih dahulu sebelum diberikan kepada bayi. Mencicipi ASI perah juga bisa membantu ibu mengenali apakah ASIP sudah basi atau masih aman dikonsumsi.
"Karena ASI tidak bersifat homogen, apabila disimpan cenderung untuk terjadi proses pemisahan, dimana lemaknya akan naik ke atas dan membentuk lapisan krim. Jadi, cukup kocok secara perlahan-lahan sebelum diberikan kepada bayi," tambah Diba.
ASIP yang sudah diminum Inilah pentingnya menyimpan ASIP sesuai takaran pemakaian. Karena jika Anda menyimpan dalam wadah yang melebihi takaran penggunaan, jika tersisa, ASI perah harus dibuang. Jangan menyimpan sisa ASIP yang sudah diminum bayi dari botol yang sama di dalam lemari es dan freezer.
Wadah penyimpanan ASIP yang aman Untuk memilih wadah penyimpanan ASIP, sebaiknya gunakan botol kaca dengan tutup yang rapat. Pilihan lainnya adalah botol atau wadah plastik dengan permukaan yang keras, tembus pandang, dan mempunyai tutup yang rapat. "Botol kaca lebih disarankan karena sisa ASI cenderung tidak menempel pada botol kaca dibandingkan botol plastik," jelas Diba. ASIP juga aman disimpan dalam kantong plastik khusus, atau lebih sederhana lagi kantong plastik makanan. Namun pastikan, kantong plastik makanan tersebut terdapat label food grade.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:28 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Sep 09, 2010 12:02 pm | |
| POMPA ASI AMAN DAN NYAMAN DENGAN ALAT BANTU TEPAT Rabu, 8/9/2010 | 18:24 WIB KOMPAS.com - Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan perlu dijalankan dengan komitmen kuat. Artinya, ibu perlu konsisten memberikan ASI tanpa tambahan apa pun, termasuk air putih, air gula, pisang hingga usia bayi enam bulan. Kondisi ibu bekerja bukan menjadi kendala untuk memberikan ASI. Anda bisa memerah ASI dengan cara manual (dengan tangan), alat bantu manual, atau dengan listrik.
Jika merasa tak nyaman memerah langsung dengan tangan, Anda bisa membeli alat pompa ASI. Jangan asal memilih alat pompa, karena tak semuanya aman dan nyaman digunakan. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyarankan untuk tidak memilih alat pompa ASI tipe terompet atau tipe squeeze-bulb. Alat ini tidak dianjurkan karena tekanan lebih sukar dikontrol. Pilihlah alat pompa ASI tipe silindris atau piston. Dengan menggunakan alat ini, tekanan lebih mudah diatur, dan semua bagian dapat disterilkan. Anda juga bisa memilih pompa manual atau pompa listrik yang memudahkan atau lebih nyaman bagi Anda.
Sebelum memompa lakukan ritual ini: * Cuci kedua tangan dengan bersih * Duduk dengan nyaman dan santai * Rangsanglah hormon oksitosin (baca: Emosi Ibu Memengaruhi Aliran ASI) * Lakukan pemijatan payudara
Sedangkan saat memompanya, lakukan teknik tepat ini: * Pegang corong pompa ASI antara telunjuk dan jari tengah, serta tekan dengan lembut tapi kuat diatas areola dan puting. Payudara disangga dengan tangan yang sama.
* Dengan tangan lainnya, mulai gerakan piston perlahan-lahan (pompa manual), atau nyalakan pompa ASI dengan tingkat isapan yang terendah (pompa listrik). Pilih tingkat isapan yang bekerja terbaik dan paling nyaman untuk ibu.
Seberapa banyak ASI yang berhasil dipompa tergantung pada banyak sekali faktor, termasuk tingkat stres seorang ibu. Jadi sebaiknya, lakukan pompa ASI dengan tenang dan berpikirlah positif. Dukungan suami juga diperlukan agar proses memerah ASI lebih menyenangkan.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:39 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Sep 09, 2010 12:04 pm | |
| SILAHKAN MEMERAH ASI DI TEMPAT KERJA Senin, 22/12/2008 | 13:46 WIB JAKARTA, SENIN - Berbahagialah para ibu yang bekerja karena meski harus tetap berkarir jauh dari rumah, mereka masih bisa "menyusui" bayinya dengan Air Susu Ibu (ASI). Aturan yang sudah tertuang dalam UU No.13 Tahun 2003 ini dipertegas kembali dalam Peraturan Bersama "Peningkatan Pemberian ASI Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja" yang ditandatangani Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, pada peringatan Hari Ibu ke-80 secara nasional di Jakarta Convention Center, Senin (22/12).
Peraturan bersama ini diharapkan dapat memenuhi hak-hak perempuan sebagai pekerja dan mendorong peningkatan pemberian ASI secara maksimal di Indonesia. "Kita ingin memberi kesempatan kepada ibu yang bekerja untuk tetap memberikan ASI kepada anaknya," tutur Menkes Siti Fadilah Supari di sela-sela peringatan Hari Ibu ke-80 secara nasional di Jakarta Convention Center, Senin (22/12).
Selama ini para ibu yang ingin memberikan ASI secara eksklusif sering terkendala oleh ketiadaan ruang menyusui atau memerah ASI. Menurut buku Bedah ASI, mayoritas perusahaan di Indonesia memang tidak menyediakan tempat untuk memerah ASI. Padahal, perusahaan seharusnya mewujudkan "tempat kerja sayang ibu" yang harus memenuhi kriteria: perusahaan mempunyai kebijakan izin menyusui pada waktu kerja, penyesuaian jenis dan waktu kerja, cuti cukup, jaminan tetap kerja, dan upah sama. Perusahaan juga diharapkan menyediakan ruang dan sarana menyusui, termasuk lemari es untuk menyimpan ASI yang diperah, dan menyediakan tempat penitipan bayi.
Dipertegas Karena itulah lewat peraturan bersama ini, aturan sebelumnya lebih dipertegas, mengingat makin meningkatnya jumlah perempuan yang berkarir dan bekerja di luar rumah, sementara menyusui merupakan hak ibu dan hak anak juga untuk mendapatkannya. Menurut Menakertrans Erman Soeparno, dari total jumlah pekerja di Indonesia sebanyak 97 juta orang, sekitar 47 persen adalah pekerja wanita dan peraturan bersama ini menghendaki implementasi nyata dari aturan sebelumnya.
Tiga lembaga pemerintah ini nantinya akan membentuk tim gabungan untuk melakukan sosialisasi dan bimbingan ke seluruh institusi. Menurut Siti Fadillah Supari, nantinya setiap institusi diwajibkan menyediakan ruangan khusus bagi para ibu yang memiliki bayi di bawah enam bulan untuk memerah ASI.
Sementara itu, Erman mengatakan institusi bisa menggunakan klinik pekerja masing-masing. "Misalnya kepada perusahaan kita kan ada upaya mendorong tiap perusahaan membangun klinik pekerja," tandas Erman. Erman mengatakan pihaknya akan menyusun petunjuk pelaksanaan mengenai peraturan ini yang akan memuat kewajiban institusi untuk mengimplementasikan peraturan ini, seperti tempat dan waktu berdasarkan pedoman kesehatan dari Depkes.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 3:50 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 5:44 am | |
| AIMI FASILITASI DONOR ASI Minggu, 16 Mei 2010 | 02:46 WIB KOMPAS.com - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia atau AIMI, menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman ibu menyusui. Tak berhenti sampai di situ, AIMI berkomitmen membangun kesadaran kaum ibu untuk menyusui, termasuk dengan menjembatani donor ASI. Farahdibha Tenrilemba KL, Sekretaris Jenderal AIMI mengatakan AIMI mewadahi ibu yang ingin mendonorkan ASI dan penerima donor yang membutuhkan ASI dengan kondisi tertentu.
"Prinsipnya AIMI menjadi fasilitator untuk memudahkan ibu yang mencari donor ASI dan juga pendonor ASI," jelas pendiri AIMI yang akrab disapa Dibha kepada Kompas Female, Jumat (14/5/2010). Produksi ASI melimpah dialami sejumlah ibu. Di sisi lain, karena kondisi belum pulih, ibu yang melahirkan bayi prematur membutuhkan donor ASI untuk bayinya. Di sinilah donasi ASI memainkan perannya.
Menurut Dibha, bagaimanapun pilihan untuk donor ASI jatuh kepada orangtua. Namun sebaiknya, tahapan memberikan ASI adalah ibu langsung menyusui bayi, jika tidak memungkinkan, ibu memberikan ASI perah kepada bayi. Jika masih tidak memungkinkan, karena kondisi tertentu dan bukan karena ibu segan menyusui, ASI donor menjadi solusi.
"Memberikan susu formula kepada bayi sebaiknya menjadi pilihan terakhir. Donor ASI bisa menjadi prioritas sebelum pilihan akhir ini," tegas Dibha. Dibha memaparkan informasi mengenai donor ASI bisa didapatkan melalui jejaring AIMI. Terutama forum mailing list, wadah ibu menyusui berbagi pengalaman dan informasi. Dibha mengakui, belasan anggota AIMI mendonasikan ASI mereka terutama kepada bayi lahir prematur. Hubungan pertemanan dan kekeluargaan membangun rasa kepercayaan antara pendonor dan penerima donor.
Namun, siapapun yang membutuhkan donor ASI bisa menghubungi AIMI yang bertindak sebagai fasilitator. Baik pendonor atau penerima donor perlu mengikuti sejumlah prosedur dalam mendonasikan ASI. "Begitu menghubungi AIMI, kedua ibu yang saling membutuhkan bisa langsung berhubungan. Karena bagaimanapun donasi ASI kembali kepada pendekatan personal dan trust," tandas Dibha.
Informasi Donor ASI, AIMI: Hotline: 021-72790165, 021-72787243 www.aimi-asi.org email: kontak@aimi-asi.org milis; asiforbaby@yahoogroup.com
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:59 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 5:48 am | |
| DENDA Rp 100 JUTA BAGI YANG MENGHALANGI PEMBERIAN ASI Kamis, 12/08/2010 09:41 WIB Irna Gustia - detikHealth Jakarta, Pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi yang baru lahir hingga minimal berumur 6 bulan semakin dilegalkan secara hukum. Pihak-pihak yang menghalangi ibu untuk memberikan ASI akan dikenai denda Rp 100 juta atau penjara 1 tahun. Pelaksanaan ketentuan tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam UU Kesehatan No 36/2009, Pasal 128 ayat (1) yang isinya 'Setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan kecuali atas indikasi medis'.
Sedangkan pada Pasal 128 ayat (2) berbunyi 'Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif dipidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta'. Namun aturan hukum tersebut baru bisa dijalankan jika sudah ada peraturan pemerintah (PP). Nah, saat ini kementerian kesehatan sedang menggodok RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) Pemberian ASI dengan melibatkan koalisi peduli ASI. RPP ini sedang digodok dan diharapkan bisa terbit pada Oktober 2010 atau 1 tahun sejak UU Kesehatan disahkan yakni Oktober 2009.
"RPP ini masih terus digodok kemenkes yang mengajak koalisi peduli ASI termasuk AIMI untuk diskusinya," kata Ketua Umum AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Mia Sutanto ketika dihubungi detikHealth, Kamis (12/8/2010). Mia optmistis RPP ini bisa melindungi dan memacu ibu untuk menyusui bayi yang baru lahir, karena ASI adalah satu-satunya makanan yang diperlukan bayi hingga minimal usia 6 bulan atau maksimal 2 tahun. "Jadi UU itu bukan menghukum ibu si bayi, tapi pihak-pihak yang menghalangi pemberian ASI untuk bayi. Ini perlu diluruskan karena anggapan yang muncul ibu yang tidak menyusui yang dipenjara, itu salah tapi pihak yang menghalangi pemberian ASI yang dihukum," jelas Mia.
Siapa pihak yang menghalangi pemberian ASI ini? Mia menjelaskan pihak-pihak yang menghalangi pemberian ASI itu seperti dalam kasus saat ini contohnya:
1. Rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan fasilitas agar ibu melahirkan bisa langsung menyusui bayinya. "Rumah sakit tidak menyediakan rawat gabung ibu dan bayi atau tidak melakukan inisiasi menyusui dini (IMD)," katanya
2. Tenaga kesehatan yang dengan sengaja memberikan susu formula pada bayi yang baru lahir.
3. Dokter yang menyarankan pemberian ASI kepada ibu yang baru melahirkan. Motivasi perlunya perlindungan pada ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI eksklusif, karena saat ini banyak kasus yang membuat ibu sehat tersudut dengan tidak memberikan ASI. "Kecuali ibu-ibu yang secara medis memang tidak bisa memberikan ASI," katanya. Mia berharap pembahasan RPP ini tidak diganggu pihak-pihak ketiga seperti kepentingan produsen susu formula.
Bagaimana dengan pemberian ASI oleh perempuan yang bekerja? Mia menjelaskan untuk perempuan pekerja saat ini sudah ada SKB 3 menteri yakni Menkes, Menneg PP dan Menaker yang mendukung penyediaan fasilitas pemberian ASI atau memberikan waktu pada ibu untuk memompa ASI di tempat kerja. Pihak korporasi yang sengaja tidak memberikan fasilitas ibu menyusui dalam Pasal 200 terkena pidana denda Rp 300 juta. Dalam Pasal 201 ayat (2) disebutkan pula bahwa selain pidana denda, korporasi dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan izin usaha dan atau pencabutan status badan hukum.(ir/up)
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:16 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 5:52 am | |
| MENYUSUI TURUNKAN RISIKO DIABETES Selasa, 31 Agustus 2010, 09:07 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni VIVAnews - Menyusui memang memiliki banyak manafaat, tidak hanya untuk kesehatan bayi tetapi juga ibu. Selain bisa menurunkan risiko kanker payudara, menyusui juga bisa menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari University of Pittsburgh. Tim melakukan penelitian terhadap 2.233 wanita berusia antara 40 hingga 78 tahun. Sebanyak 56 persen dari para wanita tersebut telah menjadi ibu dan setidaknya menyusui bayi mereka selama satu bulan. Lalu, diketahui ada sebesar 27 persen ibu yang tidak menyusui. Dari hasil pemeriksaan, mereka terkena penyakit diabetes tipe 2. Wanita yang tidak menyusui ternyata risiko terkena diabetesnya dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang menyusui atau tidak pernah melahirkan.
"Menyusui sebenarnya bisa mengurangi lemak pada perut. Diet dan olahraga diketahui sebagai cara yang efektif agar terhindar dari diabetes. Tetapi hanya sedikit orang yang tahu kalau menyusui juga menurunkan risiko diabetes," kata Eleanor Bimla Schwarz, MD, Asisten Professor Obstetri dan Ginekologi University of Pittsburgh, seperti dikutip dari Ny Daily News. Menurut Schwarz, menyusui hanya beberapa minggu bisa membuat perubahan signifikan. "Penelitian kami menunjukkan alasan positif lainnya untuk mendorong wanita menyusui anak-anaknya, setidaknya selama satu bulan pertama," kata Schwarz.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:14 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 9:14 am | |
| MENYUSUI DITEMPAT KERJA, FASILITASI DONG! Jumat, 3 September 2010 | 09:56 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menyukseskan program ASI eksklusif, setiap perusahaan seyogyanya menyediakan tempat khusus untuk menyusui atau memerah ASI bagi kaum pekerja yang tengah menyusui anaknya. Kementerian Ketenagakerjaan mendukung pemerintah mencanangkan setiap perusahaan menyedikan fasilitas pemberian ASI pada pekerjanya.
"Pekerja perempuan harus mendapatkan hak eksklusif (ruang menyusui) karena wanita memiliki fungsi reproduksi," kata Nur Asiah, Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak, Kementerian Tenaga Kerja, di sela acara Sosialisasi UU Kesehatan No.36 Tahun 2009 Terkait Pasal-pasal Pemberian ASI Ekslusif, Kamis (02/11/10), di Jakarta.
Pernyatan Nur sendiri berdasarkan Pasal 83 UU no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyatakan, 'Salah satu perlindungan pekerja perempuan setelah melahirkan yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui bayi, jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.'
Hal itu semakin diperkuat dengan UU 36 tahun 2009 Pasal 128 ayat (3), yang menyatakan, "Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum." Meski begitu, Nur menyatakan tidak selalu setiap ibu bisa menyusui di tempat kerja karena terbentur berbagai macam faktor. Oleh karena itu, ruang menyusui di kantor juga bisa difungsikan untuk memerah ASI.
"Oleh sebab itu sebaiknya perusahaan menyediakan tempat yang nyaman untuk memerah ASI, dilengkapi lemari es untuk menyimpan ASI sehingga ASI bisa dibawa pulang pada saat jam kerja berakhir," kata Nur. "Atau perusahaan bisa menyediakan mobil boks yang di dalamnya terdapat lemari pendingin, ASI yang diperah dapat dimasukkan ke dalam lemari pendingin untuk di antar ke rumah masing-masing pekerja perempuan agar selama waktu kerja, bayi dapat memperoleh ASI,” tambah Nur.
Akan tetapi Nur mengakui, fasilitas yang diberikan perusahaan dipengaruhi oleh jenis perusahaan itu sendiri, apakah perusahaan kecil, sedang atau besar. Menurutnya, upaya ini harus segera dilakukan karena ruang ASI di tempat kerja sangat diperlukan untuk mendukung program pemberian ASI eksklusif di tempat kerja.
Di saat bersamaan, Direktur Bina Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan DR. Minarto, MPS, menyatakan saat ini Kementerian Kesehatan juga masih menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait UU Kesehatan No.36 Tahun 2009. “Saat ini kami masih menyusun PP, karena meskipun sudah ada UU (Kesehatan) nya namun masih bersifat pilihan, yaitu boleh dilakukan atau tidak dilakukan tidak apa-apa. Karena itu, tidak bisa dikatakan sebuah perusahaan dihukum karena tidak menyedikan tempat menyusui karena belum ada PP nya,” ungkap Minarto.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:38 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 9:15 am | |
| REGULASI BELUM BERPIHAK PADA IBU BEKERJA Selasa, 14 September 2010 | 09:13 WIB Jakarta, Kompas - Pemberian air susu ibu eksklusif oleh perempuan bekerja belum didukung oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pemberian air susu ibu eksklusif berarti hanya memberikan ASI tanpa pengganti lainnya untuk bayi berusia 0-6 bulan. Wakil Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar KL mengatakan, pekan lalu, masih ada hambatan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif bagi ibu bekerja.
Peraturan yang ada ternyata masih kurang mendukung. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 82 Ayat 1 menyebutkan, ”Pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.” ”Waktu menyusui 1,5 bulan itu kurang karena pemberian ASI secara teknis butuh pembelajaran dan pembiasaan. Di banyak perusahaan yang mengikuti aturan itu secara ketat, perempuan jadi kesulitan memberikan ASI,” ujarnya.
Persoalan lainnya ialah terbatasnya fasilitas khusus di tempat kerja dan sarana umum yang menjadi amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Menurut Nia, ruangan khusus dapat mengikuti kondisi tempat bekerja. ”Untuk perusahaan kecil dengan jumlah pegawai sedikit yang menyewa ruangan, penyediaan ruangan dapat dilakukan pengelola gedung. Sedangkan di perusahaan besar dan pabrik dengan banyak pekerja perempuan, sebaiknya menyediakan ruangan itu sendiri,” ujarnya. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, ASI eksklusif pada usia dua tahun turun dari 64 persen pada 2002 menjadi 48 persen pada 2007. Pemberian ASI eksklusif 6 bulan sekitar 30 persen.
Dalam seminar ”Sosialisasi UU Kesehatan Terkait Pasal-pasal Pemberian ASI Eksklusif” yang diselenggarakan Perkumpulan Perinatologi Indonesia, Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nur Asiah mengatakan, pemberian ASI oleh ibu bekerja cenderung rendah karena belum semua pengusaha menganggap hal itu penting sehingga masih perlu terus disosialisasikan. Mengenai tempat khusus menyusui, dia mengatakan, biasanya perusahaan yang mengaturnya dalam perjanjian kerja bersama. (INE)
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:36 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 1:49 pm | |
| MENGAPA PAYUDARA WANITA BERKEMBANG? Senin, 6 September 2010, 04:22 WIB Amril Amarullah, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Menggunakan bra yang tidak sesuai dengan ukuran cup payudara ternyata bisa berdampak buruk untuk pertumbuhan payudara sebagai aset pembentuk tubuh molek wanita. Rata-rata wanita bahkan menggunakan ukuran bra yang tidak sesuai . Ahli kesehatan wanita seperti dikutip laman Times of India menyalahkan berbagai faktor lingkungan dan hormonal terkait pertumbuhan payudara yang tak sempurna.
Sementara spesialis lingerie mengatakan beberapa wanita menyadari mereka telah mengenakan ukuran bra yang salah selama bertahun-tahun. Menurut pengepas bra Ester Labi, telah terjadi peningkatan tajam ukuran payudara pada wanita ramping, terutama remaja, dengan dada yang sangat besar sampai ke ukuran F atau cangkir G.
"Banyak remaja memakai 10F -mereka gadis-gadis dengan tubuh kurus namun mereka memiliki buah dada besar," dikutip Sydney Morning Herald. Susan Davis, seorang profesor kesehatan perempuan di Monash University mengatakan, garis payudara yang lebih besar adalah khas dalam masyarakat yang telah menjadi lebih kebarat-baratan, termasuk dalam kombinasi Asia.
Pubertas awal, bisa menunda kelahiran dan peningkatan lemak tubuh secara keseluruhan membuat hormon kondusif untuk membuat payudara payudara lebih besar. "Jika Anda melewati pubertas pada usia 12 tahun Anda memiliki waktu lebih lama untuk payudara Anda menjadi lebih besar. Estrogen yang menyebabkan peningkatan jaringan payudara," katanya. • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:18 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 1:50 pm | |
| PENENTU BESAR KECILNYA PAYUDARA Senin, 26/04/2010 10:03 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Sangat sulit menjawab pertanyaan mengapa beberapa perempuan memiliki payudara yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan lain. Misteri ini sangat sulit dipecahkan beberapa ahli. Tapi sediktnya ada 8 faktor yang mempengaruhi ukuran payudara perempuan? Umumnya saat seorang perempuan berusia 18-20 tahun, maka ia telah mencapai pertumbuhan yang optimal dari payudaranya. Sehingga ukuran yang didapatkan pada usia tersebut merupakan ukuran maksimal dari payudaranya. Terkadang ukuran ini bisa berubah saat hamil, menyusui atau mengonsumsi obat estrogen tertentu seperti pil KB. Seperti dikutip dari Mysecrethealth, Senin (26/4/2010) ada beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran payudara seseorang, yaitu:
1. Keturunan Faktor keturunan memainkan peranan yang cukup besar dalam menentukan ukuran payudara. Biasanya hal ini ditentukan dari ukuran payudara sang ibu. Tapi tidak semua anak memiliki ukuran payudara yang sama dengan ibunya, karena faktor lain juga turut mempengaruhi.
2. Usia Payudara adalah organ yang sangat dinamis dari tubuh manusia, hal ini berarti ukurannya mengalami perubahan terus menerus sepanjang usia orang tersebut. Payudara remaja yang baru masuk masa pubertas cenderung kecil, tapi akan tumbuh seiring pertambahan usia. Jika sejak muda sudah menggunakan bra yang tepat, maka payudara akan tumbuh dengan baik. Namun jika sudah tua, maka ligament Cooper sudah kehilangan kekuatannya yang membuat payudara menurun dan mengurangi ukurannya.
3. Menstruasi Ukuran payudara akan sedikit mengalami perubahan selama siklus menstruasi. Perubahan ukuran dari payudara ini biasanya disertai dengan perubahan bentuk puting dan areolanya.
4. Kehamilan Selama hamil ada beberapa perubahan dalam ukuran payudara dan sebagian besar perubahan ini menjadi permanen. Payudara akan meningkat dan menunjukkan peningkatan ukuran cup. Beberapa perempuan mengalaminya saat kehamilan pertama, tapi ada juga yang mengalaminya setiap kali hamil.
5. Diet Beberapa makanan mengandung zat tertentu yang bisa meningkatkan ukuran payudara seperti kedelai, ginseng, akar dandelion dan semua biji-bijian adas. Karenanya beberapa perempuan yang sering mengonsumsi makanan ini kemungkinan memiliki payudara yang lebih besar.
6. Kenaikan dan penurunan berat badan Setiap terjadi perubahan berat badan secara keseluruhan, maka akan mengubah ukuran payudaranya juga. Perubahan ini umumnya bersifat reversible, dalam arti akan kembali ke ukuran aslinya.
7. Penyakit Beberapa penyakit bisa mempengaruhi ukuran payudara menjadi lebih kecil atau justru membesar.
8. Olahraga Olahraga dapat mempengaruhi ukuran payudara. Salah satunya adalah bentuk latihan yang bekerja langsung terhadap otot dada yang mendasari jaringan payudara dan membantu mengencangkan payudara. Selain itu yoga dan terapi Ayurvedic juga mempengaruhi ukuran payudara.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:12 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Sep 12, 2010 1:52 pm | |
| BISAKAH PAYUDARA IMPLAN MENYUSUI BAYI Sabtu, 28 Agustus 2010, 13:42 WIB Pipiet Tri Noorastuti VIVAnews - Mempercantik bentuk dan ukuran payudara dengan bedah plastik sudah jamak dilakukan wanita yang bernyali besar. Masalahnya, apakah mereka masih bisa memberikan ASI kepada buah hatinya secara normal? Seperti dikutip dari laman Methods of Healing, pemilik payudara implan masih bisa menyusui bayinya dengan normal. Hanya, keberadaan silikon di dalam lapisan payudara akan memengaruhi tingkat sensitivitas ujung payudara saat menyusui. Misalnya, tidak bisa merasakan aliran air susu ke mulut bayinya.
Secara umum, implan payudara tak memengaruhi kemampuan menyusui. Silicone dan saline yang biasa tertanam di lapisan payudara masih cukup aman untuk aktivitas menyusui. Hanya, sejumlah pakar masih menyimpan khawatir bahwa cairan implan akan menyusup dan mengontaminasi air susu. Tentu, jika ini terjadi sangat berbahaya bagi bayi. Persoalan itu masih menjadi perdebatan. Sejumlah pakar bedah plastik meyakini itu tak akan terjadi karena molekul-molekul dalam implan silikon terlalu besar untuk menyusup dan mencemari ASI.
Kemungkinan terburuk tetap ada bahwa pemilik impan payudara berisiko tak dapat menyusui bayinya. Tetapi, ini tergantung pilihan jenis bedah plastik. Idealnya, suntikan implan harus dilakukan di bawah payudara atau di bawah ketiak untuk meminimalisir efek terburuk. Yang pasti, di balik kemampuannya memperbaiki penampilan tubuh secara instan, operasi plastik tetap menyimpan sejumlah risiko berbahaya. Untuk itu pikirkan dan pelajari dengan detail manfaat dan risikonya, sebelum memutuskan untuk melakukannya. Jangan sampai menyesal setelah operasi.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 10:07 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Mon Sep 13, 2010 7:00 pm | |
| FAKTA SEPUTAR PAYUDARA Rabu, 12 Mei 2010, 11:10 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Payudara merupakan 'aset' bagi wanita. Bukan sekadar memenuhi fungsinya sebagai organ menyusui, tapi juga menjalankan fungsi estetik dan sensualitas. Seperti dikutip dari laman Askmen.com, berikut lima hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang payudara:
1. Wanita dengan implan payudara lebih mungkin bunuh diri Sebuah studi di Universitas Laval di Quebec, Kanada, 15 tahun lalu menemukan, tingkat keinginan bunuh diri pada wanita dengan implan payudara 73 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki payudara alami. Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology itu tidak mengaitkan langsung hubungan implan payudara dengan kecenderungan bunuh diri. Melainkan, meneliti lebih dalam terkait kondisi mental yang mendasari pelaku implan payudara, seperti harga diri rendah, depresi atau gangguan tubuh dismorfik. Rata-rata wanita yang memutuskan diri untuk melakukan implan menganggap bahwa payudara yang lebih besar sebagai sarana untuk mendapatkan kepercayaan diri atau mengatasi masalah-masalah pribadi lainnya. Sementara studi Departemen Psikologi di Children's Hospital of Philadelphia menyimpulkan, mereka yang memiliki gangguan tubuh disformik cenderung tak meraih kepuasaan atau tidak berhasil mencapai tujuannya hanya dengan melakukan implan.
2. Orgasme melalui stimulasi payudara Banyak yang bilang wanita dapat mencapai orgasme melalui stimulasi payudara sendiri. Informasi ini pun telah dikemukakan oleh Marshall Miller dan Dorian Solot, sepasang seksolog dan penulis 'I Love Female Orgasm: An Extraordinary Orgasm Guide'. Menurutnya, sekitar 1 persen wanita melaporkan kemampuan untuk mencapai orgasme melalui stimulasi payudara mereka secara manual.
3. Payudara bagian kiri lebih besar Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian terhadap 600 wanita yang dipublikasikan dalam Annals of Plastic Surgery. Penelitian membuktikan tidak ada sepasang payudara yang simetris sempurna. Mayoritas wanita memiliki ukuran payudara lebih besar di bagian kiri.
4. Pria juga bisa menghasilkan susu Pria memiliki kelenjar susu seperti wanita sehingga memungkinkan dia menghasilkan susu. Hanya, laktasi spontan pada pria sangat jarang. Keluarnya susu pada pria bisa disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya akibat suntikan hormon atau obat-obatan yang memicu aktivitas kelenjar susu. Seperti pasien kanker pria yang seringkali memerlukan suntikan hormon estrogen yang bisa memicu laktasi. (pet) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:39 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Mon Sep 13, 2010 7:06 pm | |
| PAYUDARA TERBESAR BUTUH SATU GALON SILIKON Rabu, 14 Juli 2010, 05:16 WIB Pipiet Tri Noorastuti VIVAnews - Banyak orang melakukan operasi plastik demi obsesinya memiliki payudara impian. Seperti Sheyla Hershey, 30, yang membiarkan buah dadanya 'disumpal' cairan silikon sebanyak satu galon demi obsesinya menjadi pemilik payudara terbesar. Seperti dikutip dari laman ABC News, wanita yang bermukim di Houston, Texas, Amerika Serikat, itu menjalani delapan kali operasi untuk mengubah ukuran payudaranya dari 34FFF menjadi 38KKK. Dengan ukuran melebihi kepala manusia, payudaranya mungkin menjadi yang terbesar di dunia.
Hershey sempat menemui hambatan saat berjuang mewujudkan mimpinya. Niatnya terhalang dengan aturan hukum di Texas yang membatasi suntikan silikon di tubuh manusia. Suntikan silikon yang melebihi batas normal berpotensi memicu kematian. "Makin besar implan, semakin berpotensi menimbulkan masalah," kata Dr Malcolm Roth, direktur Maimonides Medical Center di Brooklyn. "Ukuran itu sangat dan terlalu besar. Sangat berpotensi menyebabkan payudara terbelah, infeksi, memicu jaringan parut, juga rasa sakit dan kontraksi kapsuler."
Namun, risiko kematian tak menyurutkan niatnya. Hershey segera kembali ke kampung halamannya di Brasil yang tak membatasi suntikan silikon pada payudara. "Semua orang punya impian dan kau tahu rasanya saat impian itu menjadi kenyataan," katanya kepada stasiun televisi Houston. Wanita yang berprofesi sebagai model itu memang berani mengambil risiko demi penampilannya. Selain delapan kali operasi payudara, ia juga menjalani 10 operasi lainnya untuk memperbaiki bentuk hidung, bibir, dan bokongnya. Dan, ia masih terobsesi memperbesar ukuran payudaranya lagi.
Hershey mungkin tak pernah jujur dengan penderitaan di balik penampilannya. Yang pasti, Kelly, 31, sudah merasa kesakitan dengan ukuran payudaranya yang hanya 34DD. "Ukuran payudara yang besar membuat sulit tidur karena punggung saya sangat sakit menahan beban di bagian dada," katanya. Sakit punggung semacam itu menjadi keluhan umum di kalangan wanita berpayudara besar. "Nyeri ini seringkali timbul akibat gaya gravitasi payudara," Dr Andrew Haig, direktur program tulang belakang di University of Michigan, menambahkan.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:55 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11690 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Mon Sep 13, 2010 7:43 pm | |
| HATI HATI PAYUDARA MENGECIL KARENA KOPI Amelia Ayu Kinanti - wolipop Jakarta - Konsumsi kopi ternyata berdampak negatif pada bentuk tubuh wanita. Sebuah penelitian membuktikan bahwa konsumsi kopi dapat membuat ukuran dada wanita mengecil. Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti asal Swedia dari Universitas Lund dan dipimpin oleh seorang ahli tumor bernama Helena Jernstrom. Awalnya penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh kopi bagi para wanita.
Hasilnya cukup menggembirakan, karena ternyata konsumsi kopi tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita. Namun dalam penelitian itu, bukan hanya hal positif tersebut yang di dapat. Dalam penelitian tersebut juga terungkapbahwa kopi mempengaruhi ukuran dada wanita.
Dari penelitian tersebut, terungkap bahwa kopi juga bisa membuat ukuran dada wanita lebih kecil. Wanita dengan berat badan yang normal namun memiliki payudara yang besar biasanya memiliki jumlah Mammary Gland (zat penghasil susu) yang banyak.Jumlah mammary gland tersebut yang biasanya menaikkan risiko kanker payudara. Konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi jumlah mammary gland tersebut. Namun hal tersebut otomatis juga membuat ukuran payudara jadi lebih kecil.
Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 9:38 pm; edited 3 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |