Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 04, 2010 9:11 pm

KASUS KERACUNAN MAKANAN DIMULAI SEJAK DARI DAPUR
Selasa, 2 Maret 2010 | 10:54 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Belakangan ini, kasus keracunan makanan (poisoning) di Indonesia makin sering terjadi. Kamis (25/2), misalnya, sekitar 55 warga Jember, Jawa Timur, keracunan setelah menyantap hidangan di sebuah acara resepsi pernikahan. Korban keracunan mengalami mual, muntah, dan diare. Peristiwa di Jember ini sama seperti yang sudah-sudah, yakni keracunan pada makanan siap santap yang diolah secara massal. ”Selama ini polanya memang seperti itu. Karena massal, tidak menutup kemungkinan tercemar kuman yang terdapat pada bahan makanan yang sudah tidak segar,” kata Mulyadi Tedjapranata, dokter yang berpraktik di Klinik Medizone, Kemayoran, Jakarta Utara. Kuman inilah yang menyebabkan racun ketika masuk ke dalam tubuh. Hal senada disampaikan Eddy Setyo Mudjajanto, ahli keamanan pangan dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut Eddy, sebagian besar keracunan disebabkan perkembangan mikroorganisme. ”Sebanyak 90 persen kasus keracunan makanan disebabkan perkembangan mikroorganisme jahat,” kata Eddy.

Perkembangan mikroorganisme jahat ini bisa dimulai sejak makanan diolah di dapur. Penyebab berkembangnya mikroorganisme jahat bisa karena buruknya sanitasi dan kebersihan pengelolaan makanan. ”Itu semua terjadi karena rendahnya kesadaran pengelola makanan, terutama mereka yang mengolah makanan secara massal di dapur umum atau katering,” tutur Eddy. Selain itu, bisa juga karena bahan baku makanan berkualitas rendah. Apalagi makanan berbahan dasar hewani yang memang kerap disinggahi mikroorganisme. ”Komponen protein dan lemak hewani paling cocok untuk perkembangan mikroorganisme,” ucap Eddy.

Penyebab lain bisa juga dari makanan hangat yang dibiarkan terbuka cukup lama. Asal Anda tahu, mikroorganisme justru berkembang pesat pada suhu makanan hangat. Karena itu, makanan yang belum sempat disantap sebaiknya jangan dibiarkan di ruangan terbuka terlalu lama. Bukan hanya dari makanan, keracunan bisa juga disebabkan bahan tambahan yang tidak baik untuk tubuh. Misalnya, tambahan boraks dan formalin pada bakso dan ikan asin. Namun, reaksi keracunan yang disebabkan bahan tambahan makanan ini biasanya terjadi dalam waktu lama.

Gangguan pencernaan
Umumnya, reaksi pertama keluhan gangguan kesehatan akibat keracunan makanan ada di saluran pencernaan, seperti mual dan muntah. Ujung-ujungnya, akan terjadi diare yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Dalam kondisi seperti itu, suhu tubuh bisa naik dan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya yang lebih berat. Tingkat keluhan yang dirasakan bergantung pada volume makanan yang dikonsumsi dan jenis bakterinya. Semakin banyak menyantap makanan terkontaminasi bakteri, semakin besar pula keluhannya. Begitu pula jika bakterinya berjenis patogen atau bakteri ganas, keluhan berat pun bisa terjadi.

Menurut Mulyadi, gejala keracunan terjadi dalam waktu relatif cepat setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Jika seseorang keracunan bakteri salmonella, misalnya, reaksi tersebut akan muncul empat sampai enam jam setelah mengonumsi. ”Reaksi keracunan paling lama terjadi 20 jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri jahat,” kata Mulyadi. (Sanny Cicilia Simbolon)


Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 8:48 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 04, 2010 9:35 pm

KESALAHAN MEMASAK YANG MENGUNDANG RACUN
Rabu, 9 Mei 2010
KOMPAS.com — Banyak orang enggan makan di tempat yang kurang bersih karena takut keracunan. Padahal, sebenarnya keracunan makanan bisa berawal dari dapur sendiri. Berdasarkan data YLKI, tren kasus keracunan makanan meningkat tajam sejak tahun 2004. Sekitar 45 persennya terjadi pada anak-anak sekolah. Dan, sampai sekarang, kasus keracunan makanan tetap saja banyak terjadi silih berganti di berbagai daerah. Penyebabnya sangat beragam. Ada yang karena jajan sembarangan dan tidak sedikit juga karena menyantap olahan dapur rumahan.

"Riset membuktikan ternyata orang tidak terlalu berhati-hati dalam mengolah makanan seperti yang seharusnya," kata Janet B Anderson, RD, profesor klinik bidang nutrisi dan ilmu makanan di Utah University. "Banyak orang percaya bahwa mereka sudah melakukan prosedur yang benar, padahal kenyataannya tidak." Berikut adalah beberapa kesalahan yang selama ini sering kita lakukan di dapur, yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan makanan.

# Hanya mencuci buah yang kulitnya bisa dimakan. Padahal, buah yang kulit dan bijinya tidak bisa dimakan, seperti pisang dan melon misalnya, bisa sama berbahayanya. Bakteri bisa berpindah dari kulit luar ke daging buah melalui pisau pemotong. Kesimpulannya, semua jenis buah-buahan harus dicuci.
Dianjurkan: Kupas juga kulit tomat, stroberi, dan paprika setelah dicuci.

# Meninggalkan sisa makanan di atas kompor. Meninggalkan sisa makanan di panci di atas kompor, meski dengan tujuan supaya makanan tetap hangat, justru akan merusak makanan tersebut. Menghangatkan makanan—yang kita kira bisa mengurangi kemungkinan timbulnya racun—justru memberi hasil sebaliknya. Beberapa racun justru terbentuk karena makanan dihangatkan. Aturan yang benar: simpan sisa makanan di dalam kulkas. Hangatkan ketika jam makan hampir tiba. Dianjurkan: Tempatkan sisa makanan yang masih hangat dalam wadah kecil dan tidak terlalu tinggi supaya makanan lebih cepat dingin. Jangan penuhi kulkas dengan wadah berisi makanan. Mengapa? Karena kulkas yang penuh jadi tidak bisa mengeluarkan udara dingin dengan efisien.

# Memanggang daging hingga warna merahnya hilang. Penelitian di Kansas University mengatakan bahwa mata kita tidak bisa digunakan sebagai ukuran matang tidaknya sepotong daging. Contohnya, daging yang dibekukan akan cepat berubah warna menjadi coklat saat dimasak meski sebenarnya belum benar-benar matang. Sebaliknya, beberapa jenis daging cincang segar bisa tetap berwarna merah muda saat mencapai tingkat kematangan yang sempurna. Satu-satunya cara untuk mengetahui tingkat kematangan daging yang benar adalah dengan menggunakan termometer daging. Daging disebut matang kalau suhunya sudah 71 derajat celsius atau lebih saat dimasak. Dianjurkan: Kalau merasa daging yang dimasak belum cukup panas dan kita ingin memasaknya lebih lama, cuci dahulu termometer daging sebelum digunakan kembali untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

# Langsung mencuci sayuran. Saat membawa sayuran segar pulang dari swalayan, kita jadi ingin langsung membersihkannya dan menyimpannya dalam kulkas. Tetapi, kebiasaan ini justru bisa menyebabkan tumbuhnya jamur dan mikroba. Penyebabnya adalah kelembaban yang tertinggal dari air cucian, kata Linda J Harris, PhD, direktur riset keamanan makanan Western Institute, University of California. Sebaiknya, bersihkan sayur tepat sebelum kita mengolahnya. Dianjurkan: Kupas lapisan luar selada dan kubis. Di bagian inilah kontaminasi paling banyak terjadi. Bersihkan juga bagian-bagian lainnya. Jangan gunakan sabun karena dapat meninggalkan residu berbahaya.

(Anna Roufos/Lily Turangan/Prevention Indonesia)


Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 8:49 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Mar 05, 2010 1:10 pm

PERTOLONGAN PERTAMA ATASI KERACUNAN
Selasa, 2 Maret 2010 | 11:11 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pun begitu dalam pencegahan keracunan. Menjaga kebersihan bahan makanan adalah salah satu cara menghindar dari keracunan. Cara termudah adalah selalu mencuci bahan makanan sebelum diolah. Meski sudah serba bersih, tak urung, kita bisa saja kecolongan. Tanpa kita tahu sebabnya, tiba-tiba ada saja orang yang keracunan setelah menyantap hidangan yang kita olah. Jika itu terjadi, ada, baiknya, kita semua harus tahu bagaimana menolong korban keracunan. Meski ini sifatnya sementara, "Pertolongan pertama bisa membantu kondisi pasien, sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," ajar Eddy Setyo Mudjajanto, Ahli Keamanan Pangan dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Bantuan medis dari profesional diperlukan lantaran mengidentifikasi penyebab keracunan tidaklah gampang. Terkadang, reaksi atau gejala dari keracunan munculnya pada korban akibat keracunan tak langsung. "Ada jeda beberapa jam kemudian, bahkan selang beberapa hari," ujar Eddy. Untuk itu, identifikasi lewat analisis hasil laboratorium penting dilakukan. Menurut Eddy, pertolongan pertama pada korban keracunan tidak boleh dilakukan secara serampangan. Pertolongan bisa dilakukan bila kasus keracunan pada si korban tak parah dan belum lama terjadi. "Artinya, makanan yang mengandung racun masih berada dalam saluran cerna," ujar dia. Keadaan itu, kata Mulyadi Tedjapranata, dokter yang berpraktik di Klinik Medizone, Kemayoran, Jakarta Utara umumnya dua sampai tiga jam setelah korban menyantap makanan.

Lantas pertolongan pertama seperti apa yang mesti kita lakukan saat ada korban akibat keracunan?
Menurut para ahli makanan dan dokter, pertolongan pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan karbon aktif atau arang aktif ke korban. Di pasaran, ada arang aktif yang dijual. Salah satu yang terkenal norit. Tablet berwarna hitam ini punya sifat arang aktif yang mampu menyerap apapun yang ada di sekitarnya, termasuk racun. Semakin banyak yang dimakan, semakin banyak racun yang diserap. Hanya saja, norit cuma menyerap racun yang masih di saluran pencernaan dan belum ikut beredar dalam darah.

Menurut Mulyadi, bahan baku norit relatif aman dikonsumsi. "Orang boleh mengkonsumsi norit sampai 20 tablet sekaligus," kata dia.
Meskipun norit mampu menyerap banyak racun, norit nyatanya juga menyerap zat gizi dan vitamin yang terdapat pada makanan. Oleh karena itu, saat menenggak norit, korban juga harus terus diberikan minum air putih untuk menggantikan zat yang ikut terserap norit. Bila norit tak tersedia, kita bisa menggantikannya dengan susu. Mulyadi bilang, susu memiliki kelebihan mengikat racun yang ada dalam tubuh agar tak beredar dalam tubuh. Susu juga bisa merangsang muntah sehingga makanan beracun bisa ikut keluar. Namun, tak semua korban keracunan bisa diberikan susu atau norit. Korban keracunan karena zat korosif seperti bensin dan minyak tanah pantang mengonsumsi susu dan norit. Pemberian susu dan norit malah bisa memperparah. "Ada baiknya, mereka langsung dibawa ke ke rumah sakit," kata Mulyadi. Jika korban keracunan anak-anak, pemberian susu juga tak disarankan. "Jika mereka dirangsang muntah bisa membuat mereka tersedak dan malah bisa berakibat fatal," ajar Mulyadi.

Hal penting dalam penanganan korban keracunan adalah memperhatikan jamlah cairan dalam tubuh. Reaksi keracunan adalah muntahmuntah dan diare. Bila itu terjadi terus-menerus, penderita pasti kehilangan banyak cairan dan bisa berakibat dehidrasi. Air kelapa yang mengandung elektrolit bisa membantu korban yang banyak kehilangan cairan. (Sanny Cicilia Simbolon)


Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 8:50 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Mar 05, 2010 1:37 pm

KASUS KERACUNAN MAKANAN MASIH MENGINTAI
Wednesday, 18 August 2010 Seputar Indonesia
PENGETAHUAN soal penanganan makanan secara tepat, dimasak dengan benar,dan disimpan dalam tempat yang baik akan membuat kita terhindari dari kasus keracunan. Sebuah usaha kecil yang sebenarnya berefek besar bagi kesehatan diri kita sendiri. Kasus keracunan makanan di berbagai daerah masih terus saja terjadi.Akhir-akhir ini bahkan terlihat frekuensinya cenderung meningkat. Kebanyakan kasus disebabkan karena kontaminasi makanan dan minuman oleh patogen atau zat kimia berbahaya karena makanan tidak ditangani secara tepat, tidak dimasak secara benar, atau tidak disimpan dengan baik.

Dari definisinya, keracunan makanan merupakan penyakit yang diakibatkan pengonsumsian makanan atau minuman yang memiliki kandungan bakteri dan atau toksinnya, parasit, virus atau bahan- bahan kimia lain yang dapat menyebabkan gangguan di dalam fungsi normal tubuh.Gejala umum dari keracunan makanan adalah sakit perut,diare,muntah-muntah. Walaupun demikian,memang sebagian besar dari penyakit yang bersumber dari makanan yang rusak tidak mematikan, dan tidak menyebabkan sakit yang lama, namun dapat berakibat fatal pada usia sangat tua atau sangat muda (bayi atau balita) yang akan mengidap suatu penyakit atau mempunyai kerusakan pada sistem imunitas (kekebalan) tubuh.

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), sebuah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat pada 2007, daging unggas tercemar masih merupakan penyebab utama dalam wabah keracunan makanan.Sekitar 17% berasal dari ayam,kalkun,dan unggas lainnya. Sisanya, daging sapi dan sayursayuran menyusul dengan 16% dan 14%.Data ini hampir sama dengan yang dirilis pada 2006, setahun sebelumnya. Bakteri Salmonella dan jenis lain menjadi penyebab tertinggi kontaminasi, sekitar setengah dari total kasus.Virus, seperti Norovirus,menyumbang 40% di antaranya.

Sementara,racun dari jamur atau bahan kimia lainnya sebanyak 7% dan parasit 1%. Umumnya, masyarakat yang keracunan tidak mengetahui proses penyimpanan dan pengolahan bahan makanan yang tepat. Misalnya, bahan makanan yang dibiarkan terpapar suhu luar selama berjam- jam, yang memungkinkan bakteri untuk berkembang biak atau tidak dimasak dengan sempurna untuk membunuh bakteri. CDC menemukan lebih dari 21.000 jenis penyakit di sekitar 1.100 wabah keracunan di 48 negara bagian Amerika Serikat dan Puerto Rico. Dari jumlah itu, ada 18 kasus korban yang sampai meninggal.

Memang, ini jauh dari gambaran lengkap. Para ahli memperkirakan,hanya sekitar 5% korban keracunan yang merupakan bagian dari suatu wabah yang luas, bisa jadi mereka hanya bagian dari kluster dua atau lebih korban. ”(Jumlah) ini hanyalah puncak gunung es,” kata Michael Doyle, Kepala Pusat Keamanan Pangan di University of Georgia, Amerika Serikat,seperti diberitakan Associated Press.Diketahui, sebanyak 87 juta kasus penyakit yang bertalian dengan makanan terjadi di Amerika Serikat saja setiap tahunnya, termasuk 371.000 orang yang dirawat di rumah sakit dan 5.700 di antaranya mengalami kematian.

CDC juga kini tengah menelusuri lebih jauh hubungan penyakit yang bertalian dengan makanan di 10 negara untuk melihat seperti apa tren terkait keracunan makanan. Laporan tahun terakhir menyebutkan bahwa tingkat penyakit yang diakibatkan dengan makanan tidak mengalami peningkatan atau penurunan sama sekali alias stabil selama lima tahun terakhir. Dalam laporan yang dipublikasikan Kamis (12/Cool, CDC hanya mencatat satu contoh makanan, yaitu ayam panggang, yang memang harus lebih diwaspadai kebersihannya karena akan menyebabkan sekitar 45% wabah keracunan.

Wabah juga melibatkan beberapa bahan-bahan makanan yang dicampurkan ke daging seperti menu salad ayam,yang sama sekali tidak terpikirkan. Keracunan makanan dapat menyebabkan diare misalnya akibat bakteri yang disebut Clostridium perfringens yang umumnya terkait dengan unggas. Atau yang lebih mematikan lagi seperti bakteri yang disebut EcoliO157: H7 yang paling sering bersinggungan dengan daging sapi.Ada juga jenis virus yang disebut Norovirus,yang paling sering muncul akibat penanganan makanan yang tidak tepat,juga sering terlihat di sayur-sayuran.

Lantas,bagaimana cara mencegahnya agarkitaterhindardarikeracunan makanan? Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga higienitas pangan. Proses higienitas pangan harus sudah dimulai sejak pemilihan, penyimpanan, hingga pengolahan bahan makanan tersebut. Perlu diperhatikan pula bahwa bakteri atau mikroba justru mudah berkembang pesat dalam udara panas.

Cara mencegah keracunan makanan, misalnya hindari mengonsumsi makanan dari kaleng yang telah menunjukkan tanda kerusakan, seperti kaleng berkarat, penyok,atau kembung.Lalu,didihkan makanan dari kaleng selama 15 menit sebelum disantap.Jangan lupa, selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa yang tertera pada kemasan. (rendra hanggara)


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 8:29 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Mar 05, 2010 9:25 pm

TAS BELANJA RAMAH LINGKUNGAN BISA JADI BENCANA
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Kamis, 01/07/2010 10:17 WIB
Jakarta, Menggunakan tas belanja ramah lingkungan untuk menggantikan tas plastik sangat dianjurkan karena bisa dipakai ulang sehingga mengurangi sampah plastik. Namun jika tidak sering dicuci, tas tersebut juga 'ramah' untuk ditumbuhi bakteri jahat. Belakangan, penggunaan tas dari bahan goni atau anyaman polypropylene ini sering dikampanyekan untuk menyelamatkan lingkungan. Namun kesadaran untuk menggunakannya sering tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan. Penelitian di University of Arizona menunjukkan, 50 persen tas belanja semacam itu ditumbuhi bakteri Escherichia coli. Jenis bakteri berbahaya, yang pernah menewaskan 26 orang di Skotlandia dalam wabah keracunan terburuk di dunia tahun 1996. Apabila pertumbuhannya cukup tinggi, bakteri tersebut bisa menyebabkan ancaman serius dan bahkan kematian. Kelompok yang paling rentan terhadap serangan bakteri tersebut antara lain adalah anak-anak.

Secara alami, bakteri E. coli ditemukan dalam usus manusia dan binatang. Ketika keluar bersama feses atau tinja, bakteri ini bisa hidup dan menyebar ke lingkungan yang tidak bersih. Untuk mencegah pertumbuhan bakteri, peneliti menyarankan untuk secara teratur mencuci tas belanjanya. Pencucian dengan temperatur tinggi akan lebih efektif membunuh bakteri semacam E. coli. "Konsumen jarang menyadari risikonya, sehingga harus diimbau untuk mencucinya paling tidak seminggu sekali," ungkap Prof Charles Gerba yang memimpin penelitian, dikutip dari Telegraph, Kamis (1/7/2010). Kekhawatiran Prof Gerba cukup beralasan. Dalam penelitiannya terungkap, 97 persen pengguna tas belanja ramah lingkungan tidak pernah mencuci atau mengelantangnya. (up/ir)


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 8:48 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sun Mar 07, 2010 11:45 am

KONSUMSI BUAH MASYARAKAT SANGAT RENDAH
Minggu, 27 Juni 2010 | 13:24 WIB
BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Pertanian Suswono mengatakan, konsumsi buah-buahan masyarakat masih sangat rendah, yakni sekitar 32, 67 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut masih jauh dari standar konsumsi buah yang ditetapkan Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO), yakni sebesar 65,75 kilogram per kapita per tahun. "Ini tantangan bagi kita supaya masyarakat cinta makan buah-buahan," ujar Suswono saat membuka Festival Jambi Biji Mekarsari, di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Minggu (27/6/2010).

Dikatakan Suswono, tingkat konsumsi buah masyarakat masih rendah dikarenakan faktor budaya dan daya beli masyarakat yang masih rendah. Bagi masyarakat pedesaan, konsumsi buah yang rendah dikarenakan budaya masyarakat yang hanya menganggap nasi sebagai bahan makanan."Karena mereka makan itu nasi, kalau belum makan nasi, tandanya belum makan. Ini persoalan, ini yang harus diyakinkan kalau kita makan itu harus variatif," kata Suswono.

Sementara di perkotaan, daya beli masyarakat miskin kota terhadap buah-buahan yang masih rendah membuat konsumsi buah di perkotaan juga rendah. "Ini akan menjadi perhatian pemerintah sendiri mengenai harga karena harga buah-buah lokal lebih mahal dari impor," ujar Suswono. Untuk itulah, demi mendorong konsumsi buah-buahan, pemerintah akan memberi bantuan berupa bibit buah-buahan dan mengampanyekan kepada masyarakat agar mulai cinta buah. "Pemberian bibit, bantuan bibit buah-buahan dalam rangka supaya masyarakat bisa juga menanam. Untuk masyarakat kota sebenarnya yang penting kemauan memelihara buah-buahan, kampanye ini yang harus dimasifkan," imbuh Suswono.

Dengan demikian, diharapkan konsumsi buah-buahan akan meningkat sehingga menurunkan konsumsi karbohidrat atau beras sebesar 1,5 persen per tahun. Hal tersebut dikarenakan konsumsi beras rumah tangga Indonesia sangat tinggi, yakni 105-110 kilogram per tahun, sedangkan negara Asia Tenggara lainnya sudah mencapai 90 kg per tahun.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 8:41 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 11, 2010 6:44 am

INDONESIA KAYA BUAH, TAPI ORANGNYA JARANG MAKAN BUAH
Jumat, 02/07/2010 10:00 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan flora terutama buah-buahan. Ini juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen buah terbesar di dunia. Tapi sayangnya, orang Indonesia masih jarang makan buah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Budidaya Tanaman Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Winny Dian Wibawa, M.Sc., dalam konferensi pers memperingati Hari Buah Sedunia di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010). "Orang Indonesia masih sangat jarang makan buah, bahkan jauh dari standar yang ditetapkan WHO," tegas Dr Winny.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan warga dunia untuk makan buah secara teratur minimal 65 kg/kapita/tahun. Sedangkan menurut data Kementerian Pertanian RI tahun 2008, orang Indonesia hanya makan buah 32,67 kg/kapita/tahun. Jika dibandingkan dengan warga dunia lain, misalnya orang Eropa yang mengonsumsi buah lebih dari 130 kg/kapita/tahun, Indonesia sangat jauh tertinggal. Menurut Dr Winny, rata-rata orang Indonesia belum memprioritaskan makan buah seperti makan nasi. Padahal buah tak kalah pentingnya dengan nasi, bahkan sebenarnya lebih sehat.

Selain itu, daya beli juga terkadang menjadi alasan. Menurut sebagian orang buah-buahan itu harganya mahal. Tapi Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik dari FKUI-RSCM menyanggah hal tersebut. "Indonesia ini punya beranekaragam buah, tapi kok orang-orangnya jarang makan buah. Makan buah juga nggak perlu yang mahal-mahal dan mewah, yang penting kebutuhan tubuh akan nutrisi dalam buah terpenuhi," jelas Dr Samuel yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic.

Menurut Dr Samuel, banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan mengonsumsi buah secara teratur. Buah kaya akan serat, vitamin, mineral dan yang terpenting adalah zat warna buah (phytochemical). Phytochemical sangat penting sebagai antioksidan yang dapat menangkal segala macam penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti kanker, jantung dan stroke.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 7:32 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 11, 2010 8:21 pm

MAKANAN SEHAT YANG BISA BIKIN PENYAKIT
Selasa, 15/06/2010 11:44 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Segala sesuatu akan menjadi tidak baik jika berlebihan, termasuk mengonsumsi makanan sehat. Beberapa sumber nutrisi bisa berubah menjadi sumber penyakit jika dikonsumsi terlalu banyak. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan sehat, serta risiko yang ditimbulkan jika dikonsumsi berlebihan sebagaimana dikutip dari Dailymail, Selasa (15/6/2010).

Grapefruit
Buah ini mengandung naringenin, yang membantu mengatur kadar gula darah serta mencegah sindrom metabolik dengan memacu hati untuk membakar kelebihan lemak. Kandungan lainnya adalah vitamin C, serat dan fitonutrien. Meski baik, mengonsumsi grapefruit secara berlebihan dapat meningkatkan kadar esterogen. Pada wanita tua, makan seperempat potong buah ini dalam sehari dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 30 persen.

Kunyit
Kandungan curcumin dalam rimpang ini memiliki khasiat anti tumor, melindungi hati dan meningkatkan metabolisme lemak. Menurut penelitian di AS, makan 2 porsi kari tiap sepekan dapat mencegah Alzheimer. Namun mengonsumsi di atas 100 mg perhari dapat memicu tukak lambung. Selain itu kunyit juga bisa mengencerkan darah, sehingga jangan dikonsumsi terlalu banyak jika memiliki gangguan penggumpalan darah atau hendak menjalani operasi.

Kedelai
Biji-bijian ini ditemukan dalam hampir 60 persen makanan olahan, seperti tahu, tempe maupun susu kedelai. Kandungan lemak tak jenuh dan asam omega 3 yang tinggi baik untuk jantung, di samping 7 asam amino esensial yang penting untuk kesehatan otot hingga rambut. Di sisi lain, kedelai mengandung banyak senyawa kimia yang menghambat penguraian protein, absorbsi mineral serta metabolismenya. Selain itu, kandungan genistein dan daidzein yang strukturnya mirip progesteron juga bisa mempengaruhi kesuburan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Cabe
Kandungan capsaicin baik untuk menjaga sirkulasi darah dan terbukti efektif melawan tumor. Cabe juga banyak dipakai sebagai penunjang diet thermogenesis yang efektif menurunkan berat badan. Namun menurut penelitian di Yale University, konsumsi cabe yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kanker di perut hingga 15 persen. Cabe juga mengurangi perlindungan dinding lambung, sehingga memicu gangguan pencernaan, refluks asam lambung bahkan nyeri dada.

Ikan
Salmon, mackarel dan sardin mengandung omega 3 yang baik untuk jantung, sekaligus perangsang pertumbuhan otak. Selain itu ikan-ikan tersebut kaya akan vitamin D serta mengandung serotonin, yaitu hormon yang bisa mendongkrak mood. Namun pencemaran di sejumlah perairan menyebabkan ikan-ikan tersebut terkontaminasi residu limbah termasuk pestisida. Cemaran tersebut bisa menghambat produksi insulin, sehingga menyebabkan diabetes.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 7:38 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Mar 15, 2010 12:35 pm

BANYAK MAKAN PISANG BIKIN SUSAH BAB
Kamis, 06/05/2010 13:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Selama ini orang berpikir makan pisang dapat membantu proses detoksifikasi dalam tubuh. Tapi banyak makan pisang bisa susah BAB. Cukup makan 2 buah pisang per hari. Pisang merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tapi ternyata terlalu banyak mengonsumsi pisang bisa menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar (BAB). Beberapa makanan ada yang bisa berfungsi sebagai pencahar seperti kacang-kacangan, sayuran, rumput laut, kacang hijau, wortel, kacang merah kacang polong dan makanan lain yang mengandung banyak serat. Tapi beberapa makanan lain juga bisa membuat seseorang menjadi sulit untuk buang air besar.

Seperti dikutip dari Healthmad, Kamis (6/5/2010) beberapa makanan yang mengandung kadar lemak dan gula yang tinggi bisa menyebabkan sembelit atau susah buang air besar, salah satunya adalah pisang yang mengandung 3 jenis gula yaitu glukosa, sukrosa dan fruktosa. Kondisi susah buang air besar ini terkadang dapat menyakitkan bagi orang tersebut saat ingin buang air besar.

Selama ini orang berpikir bahwa makan pisang dapat membantu memfasilitasi proses detoksifikasi atau pembersihan kotoran-kotoran dalam tubuh.
Tapi pada kenyataannya pisang tidak membantu proses tersebut, karena makanan yang mengandung banyak serat kasar seperti sayuran dan buah yang bisa membantu proses detoksifikasi atau pembersihan tersebut. Sebenarnya pisang juga mengandung bahan yang diidentifikasi sebagai pektin dan merupakan sumber serat dalam pisang. Mengonsumsi satu pisang bisa menyumbangkan 15 persen dari keseluruhan asupan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kematangan dari pisang juga menentukan apakah pisang yang dikonsumsi bisa menyebabkan sembelit atau tidak. Kalium yang terdapat dalam buah pisang matang bisa membantu meringankan kondisi diare karena berfungsi sebagai pengganti elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh, sedangkan fruktooligosakarida yang ditemukan dalam pisang bisa menghambat fermentasi pisang di dalam saluran usus dan membantu mencegah sembelit untuk beberapa kasus tertentu.

Tapi jika pisang yang dikonsumsi belum matang, justru bisa menyebabkan kesulitan buang air besar (BAB) atau sembelit. Pisang yang masih mentah akan jauh lebih sulit dicerna oleh tubuh serta terasa pahit karena mengandung tanin. Selain itu pisang jenis ini juga mengandung pati yang banyak sehingga berkontribusi terhadap kondisi sembelit. Sebaiknya seseorang tidak mengonsumsi lebih dari dua pisang per harinya, hal ini direkomendasikan untuk menjaga agar pergerakan usus besarnya tetap sehat. Mulailah dengan konsumsi satu pisang per hari untuk mengetahui apakah hal tersebut mempengaruhi sistem pencernaan atau tidak.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 7:45 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 17, 2010 12:05 pm

KONSUMSI SUSU NASIONAL RENDAH
Laporan wartawan KOMPAS.com Lusia Kus Anna
Selasa, 29 Juni 2010 | 11:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Susu segar secara alami mengandung mineral dan zat gizi penting. Konsumsi susu setiap hari bisa memperbaiki status gizi anak. Sayangnya, konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Konsumsi susu nasional saat ini baru mencapai 10,47 liter perkapita pertahun. Jumlah itu masih jauh di bawah Malaysia 27 liter, Jepang 37,8 liter atau Amerika 83,9 liter. "Indonesia masih berada di urutan kedua dari bawah" kata Prof.Zaenal Bachrudin, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian.

Zaenal menambahkan, faktor utama yang jadi penyebab rendahnya konsumsi susu adalah tingginya harga susu olahan, serta belum membudayanya kebiasaan minum susu di kalangan masyarakat. Dilihat dari jenis susu yang dikonsumsi, susu bubuk merupakan jenis yang paling banyak dikonsumsi yakni mencapai 43,3 persen. Sedangkan bentuk UHT 4,6 persen, susu steril 2,7 persen dan susu pasteurisasi 1,2 persen.

"Di negara maju susu segar lebih banyak dikonsumsi karena susu segar lebih banyak mengandung protein aktif," kata Zaenal dalam acara seminar dalam rangka Hari Susu Nusantara di Jakarta, Selasa (29/6/2010).


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 7:20 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 17, 2010 12:56 pm

MINUMAN BERENERGI TIDAK BAGUS BUAT ANAK ANAK
Selasa, 14/09/2010 16:03 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Sydney, Orangtua harus bisa memilah jenis makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi anak-anak. Jangan pernah memberikan minuman berenergi pada anak karena bisa menyebabkan penyakit
jantung yang serius.

Para dokter memperingatkan anak yang kerap mengonsumsi minuman berenergi atau minuman kemasan berkafein, dapat berisiko tinggi pada kesehatan jantungnya dan bisa menyebabkan penyakit jantung serius. Dua kaleng minuman energi dapat memiliki konten kafein yang sama seperti lima cangkir kopi. Dan hanya dengan satu kaleng minuman energi per hari, sudah dapat membuat jantung anak mengalami kondisi yang serius.

Menyoroti kasus ini, Australian Medical Association telah mengeluarkan peringatan bagi orang dewasa untuk membatasi konsumsi minuman energi, agar anak pun tak ikut-ikutan mengonsumsinya. Dokter di Sydney pun melakukan tes kesehatan untuk mengetahui dampak nyata minuman energi terhadap kesehatan jantung anak. Dari beberapa partisipan, diperoleh hasil bahwa minuman berenergi dapat meningkatkan detak jantung secara signifikan. Detak jantung saat istirahat yang rata-rata 82 denyut per menit, akan meningkat menjadi 106 denyut per menit setelah setengah jam mengonsumsi minuman berenergi.

"Efek dari minuman berenergi akan semakin berbahaya pada anak dengan berat badan kurang dari 30 kg," ujar juru bicara Queensland Health, seperti dilansir dari Medindia, Selasa (14/9/2010). Beberapa bukti kesehatan saat ini menunjukkan bahwa 75 mg kafein yang terkandung dalam makanan atau minuman adalah batas pengonsumsi kafein pada anak dengan berat badan 30 kg. Studi ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Medicine.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 7:14 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Mar 23, 2010 6:58 am

SUSU COKLAT LEBIH MANJUR DARI MINUMAN ENERGI
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Jumat, 04/06/2010 16:15 WIB
Seattle, Iklan minuman energi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Mulai dari bentuk sachet, kaleng maupun botol. Tapi susu coklat bebas lemak ternyata lebih manjur memulihkan tenaga atlet ketimbang beragam minuman energi. Para ahli sepakat bahwa pemulihan energi bagi atlet dua jam setelah latihan olahraga atau aktivitas berat lainnya adalah penting. Tetapi hal ini sering diabaikan. Padahal setelah aktivitas berat, periode pemulihan penting bagi orang-orang yang aktif. Ini untuk membantu memaksimalkan stamina dan menjaga kinerja tetap prima pada aktivitas berikutnya.

Peneliti menemukan bahwa susu coklat bebas lemak dapat menjaga tubuh, mengisi dan membangun kembali otot-otot untuk membantu tubuh pulih kembali.
Susu coklat bebas lemak lebih efektif ketimbang cairan karbohidrat yang dirancang khusus untuk menambah energi. Seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (4/6/2010), hasil temuan ini telah dipublikasikan oleh James Madison University pada konferensi American College of Sports Medicine, di Seattle.

Minum susu coklat bebas lemak setelah latihan olahraga atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak energi, bisa membantu menyiapkan otot untuk melakukan pertandingan atau aktivitas berikutnya. Kombinasi karbohidrat dan protein yang terkandung dalam susu coklat ditemukan dalam rasio yang paling menguntungkan dan paling cocok untuk memulihkan tenaga. Seperti dilansir dari SawfNews, secara khusus peneliti menemukan keuntungan susu coklat, yaitu untuk:

1. Membangun otot kembali
Susu coklat bebas lemak lebih mampu meningkatkan sintesis protein otot rangka, yang berarti merupakan suatu tanda bahwa otot lebih mampu memperbaiki dan membangun kembali, dibanding minuman karbohidrat penambah energi dengan jumlah kalori yang sama.

2. Mengisi 'bahan bakar' otot yang habis
Studi menunjukkan bahwa susu coklat memiliki campuran karbohidrat dan protein untuk membantu otot mengisi 'bahan bakar' yang habis, yaitu glikogen. Hal ini penting untuk memulihkan stamina dan otot. Protein dalam susu coklat bebas lemak juga membantu membangun otot tanpa lemak.

3. Mengurangi kerusakan otot
Atlet berisiko mengalami kerusakan otot setelah latihan dan melakukan aktivitas berat. Peneliti menemukan bahwa minum susu coklat bebas lemak setelah latihan dapat membantu mengurangi kerusakan otot tersebut.

4. Menggantikan cairan tubuh yang hilang
Susu coklat juga memberikan cairan rehidrasi dan elektrolit dalam tubuh, seperti potasium, kalsium dan magnesium yang hilang dalam keringat. Kedua cairan ini sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan dapat menggantikan tenaga yang hilang setelah aktivitas berat.
(mer/ir)


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 8:42 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 24, 2010 12:53 pm

PLUS MINUS MAKAN DAGING UNTUK KESEHATAN
Rabu, 18/08/2010 12:00 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Makan daging mungkin menjadi pantangan bagi beberapa orang, terutama vegetarian. Meski tidak melulu merugikan, namun demi kesehatan memang sebaiknya jangan terlalu sering makan daging. Apa plus minus makan daging untuk kesehatan? Daging mengandung sejumlah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melaksanakan fungsi metabolisme yang vital, seperti protein, lemak, vitamin dan mineral. Semua nutrisi ini bertanggung jawab untuk menyediakan energi dan menjaga tubuh tetap sehat. Dilansir dari Buzzle, Rabu (18/8/2010), berikut beberapa keuntungan makan daging bagi kesehatan:

1. Protein
Daging adalah sumber yang kaya protein, yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang sangat tinggi. Protein memainkan berbagai peran penting untuk fungsi tubuh, antara lain pembangunan, perbaikan jaringan tubuh dan pembentukan antibodi yang memerangi infeksi. Secara umum, 19-20 persen protein terdapat pada daging. Daging dianggap sebagai protein kualitas tinggi karena mengandung hampir semua asam amino esensial. Dengan demikian, makan daging juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan pemulihan sistem yang cepat.

2. Mineral
Daging mengandung sejumlah mineral, terutama kaya zat besi, seng dan selenium. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membentuk hemoglobin yang diperlukan untuk mengangkut oksigen dari paru ke bagian tubuh lain. Seng meningkatkan metabolisme dan membantu dalam pembentukan jaringan. Sedangkan selenium membantu dalam pemecahan lemak dan bahan kimia lain dalam tubuh.

3. Vitamin
Vitamin yang paling menonjol dalam daging adalah vitamin A, B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B12) dan D. Vitamin A mempromosikan penglihatan yang baik, mendukung perkembangan tulang dan gigi serta menjaga kesehatan kulit. Vitamin B mendukung sistem saraf pusat dan meningkatkan kesehatan mental. Dan vitamin D meningkatkan kalsium dan fosfor, yang pada gilirannya, menjaga kesehatan tulang dan gigi.

4. Lemak
Lemak yang ada dalam daging adalah asam linoleat dan asam palmiotelik. Lemak ini dapat mencegah tubuh dari kanker dan virus berbahaya. Ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari lingkungan dan kondisi yang tidak menguntungkan. Tubuh juga membutuhkan lemak untuk perkembangan otak.

Tapi, selain keuntungan di atas, makan daging tanpa diimbangi dengan makan buah, sayur dan berolahraga justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan tubuh. Beberapa kerugian makan banyak daging adalah sebagai berikut:

1. Daging tidak mengandung serat
Serat membantu sistem pencernaan dalam tubuh. Tanpa serat, tubuh berisiko tinggi terhadap penyakit tertentu seperti kanker dan masalah jantung. Itu sebabnya banyak orang yang makan daging tanpa diimbangi dengan pola hidup sehat lainnya, mendapat risiko tinggi menderita kanker.

2. Tinggi lemak jenuh
Lemak jenuh tentu saja tidak baik untuk kesehatan. Ini merupakan musuh utama bagi pembuluh darah dan jantung. Hasilnya, banyak orang yang mengalami penyakit kardiovaskuler karena kebiasaan makan daging.

3. Tinggi nitrat dan garam
Daging olahan seperti bacon, hot dog, ham dan lainnya sangat buruk untuk kesehatan. Daging tersebut dapat membawa efek negatif jangka panjang karena banyak mengandung nitrat dan garam sebagai pengawet. Kandungan tinggi nitrat dan garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan memicu penyakit-penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke.

Bila Anda ingin makan daging, usahakan untuk selalu makan daging alami yang tidak diawetkan. Dan perlu diingat makan daging sebaiknya tidak setiap hari, beri jeda tubuh karena daging adalah makanan yang sulit dicerna. Namun daging tetap diperlukan untuk kesehatan, terutama bagi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Mengonsumsi daging juga harus diimbangi dengan makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan, serta jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 7:22 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 24, 2010 1:20 pm

KONSUMSI PROTEIN DI INDONESIA RENDAH
Suara Pembaruan 4 Agustus 2010
[JAKARTA] Konsumsi protein rakyat Indonesia tergolong rendah. Data Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada 2007 menunjukkan konsumsi daging, ikan, telur, dan susu, yang merupakan sumber protein utama, Indonesia berada pada peringkat bawah. Misalnya, konsumsi telur rakyat Indonesia hanya 3,8 kg per kapita per tahun. Bandingkan, dengan Jepang yang mencapai 18,6 kg, Tiongkok 17,5 kg Malaysia 11,9 kg, dan Thailand 8,5 kg. Untuk ikan, rakyat Indonesia hanya mengonsumsi 30 kg per kapita per tahun, jauh di bawah Jepang yang mencapai 64,9 kg, Korea 51,6 kg, dan Malaysia 45 kg.
Tingkat konsumsi protein yang rendah itu terus berlangsung sampai saat ini.

Guru Besar Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan, menyatakan potret kondisi konsumsi pangan bangsa Indonesia sudah mengkhawatirkan. Kenaikan harga pangan akan semakin menambah kacau kualitas konsumsi pangan rakyat. “Pola konsumsi pangan kita menunjukkan hanya karbohidrat dan lemak yang telah melebihi persentase anjuran 100 persen. Yang masih sangat kurang dikonsumsi masyarakat adalah pangan hewani (60 persen) dan kacang-kacangan (70 persen),” katanya kepada SP, Rabu (4/Cool. Persoalan konsumsi pangan yang menyangkut aspek kualitas dan keragaman, serta kuantitas, dapat berdampak buruk pada tingkat kesehatan rakyat. Salah satu ciri ketidakbermutuan konsumsi pangan apabila masyarakat lebih mengandalkan konsumsi pangan sumber karbohidrat. Ketidakberdayaan ekonomi menjadi penyebab utama rakyat sulit mengakses jenis pangan lain selain karbohidrat. “Kendala yang dihadapi rakyat miskin adalah sulitnya mengakses pangan hewani untuk meningkatkan asupan protein. Tanpa asupan protein yang cukup, bangsa ini sulit menjelma menjadi bangsa yang sehat fisiknya,” tegas Khomsan.

Dia menjelaskan, mengubah pola konsumsi pangan dari dominan karbohidrat menuju ke keseimbangan gizi, yakni cukup pangan hewani, kacang-kacangan, sayuran dan buah, tidak semudah membalik telapak tangan. Hal itu harus dimulai dengan kemauan kuat pemerintah agar harga pangan bisa dikendalikan pada tingkatan yang terjangkau rakyat. Untuk itu, sektor pertanian harus lebih meningkatkan produksi pertanian yang bisa mencukupi kebutuhan pangan dengan memperhatikan konsep keberagaman.

“Tidak dapat dimungkiri, selama ini pembangunan pangan Indonesia lebih terfokus pada upaya peningkatan produksi padi agar terwujud swasembada pangan. Akhirnya, beras bukan sekadar kontributor kalori, namun sekaligus juga menjadi penyumbang protein yang dominan,” katanya.
Lebih jauh dikatakan, rasio pangan hewani asal ternak dengan beras (serelia) dalam menyumbangkan protein bagi rata-rata penduduk Indonesia adalah 1:5. Artinya peran beras menjadi terlalu penting untuk menopang tumbuh-kembang anak dan jmenggeser pangan hewani. Pola pangan seperti ini menjadi beban tersendiri bagi para petani padi.

Ironisnya, sebagai negara bahari, Indonesia juga belum cukup mampu menyediakan produk perikanan bagi rakyat. Ikan menyumbangkan protein sekitar 8 gram per kapita per hari masih jauh lebih kecil dibandingkan beras yang mencapai 24 gram protein per kapita per hari. “Kenyataan ini sekaligus menjadi tantangan bagi sektor perikanan untuk meningkatkan produksinya, sehingga kontribusi ikan dalam pola konsumsi rakyat bersinergi dengan produk hewani asal ternak dapat mengurangi tekanan terhadap konsumsi beras,” katanya. Sementara itu, guru besar Universitas Negeri Manado (Unima) Revolson Alexius Mege menyarankan masyarakat Indonesia mengonsumsi protein hewani untuk meningkatkan kulitas sumber daya manusia (SDM). “Protein hewani diperlukan jika kita konsisten mengutamakan pembangunan SDM guna meningkatkan indeks pembangunan manusia, “ ujarnya seperti dikutip Antara.

Dikatakan, protein hewani yang berasal dari daging, susu dan telur, memiliki peranan besar dalam pembentukan kualitas manusia. SDM berkualitas, selain merupakan unsur terpenting yang perlu memperoleh prioritas dalam pembangunan, juga sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan. “Peningkatan kualitas SDM dicirikan adanya peningkatan harapan hidup, sangat ditentukan oleh kualitas pangan hewani, terutama protein hewani yang dikonsumsi,” katanya.
Dia juga menegaskan, perlu upaya serius oleh berbagai pihak untuk meningkatkan konsumsi protein hewani. “Rendahnya konsumsi protein hewani berdampak pada tingkat kecerdasan. Rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia, antara lain disebabkan lemahnya daya beli masyarakat,” ujarnya.

Impor
Secara terpisah, Menteri Pertanian Suswono mengakui, populasi sapi potong dan sapi perah belum sesuai kebutuhan. Akibatnya Indonesia harus mengimpor dan mengembangkan indukan untuk memenuhi konsumsi daging dan susu masyarakat. Statistik menunjukkan, populasi sapi potong sebenarnya meningkat setiap tahun, namun belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Pada 2009, populasinya mencapai 12,6 juta ekor, naik dari 12,3 juta ekor pada 2008, dan 11,5 juta ekor pada 2007. Populasi terbanyak terdapat di Jatim, Jateng, Sulsel, Aceh, Bali, NTT, NTB, Sumbar, Lampung, Sumsel, dan Jabar. Sejalan dengan pertambangan populasi sapi, produksi daging sapi nasional juga meningkat, namun tetap belum bisa memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Akibatnya, pemerintah harus mengimpor daging sapi. Produksi daging sapi pada 2009 mencapai 404.518 ton, naik dari 392.511 ton pada 2008, dan 339.479 ton pada 2007.

Produksi susu di dalam negeri juga meningkat, namun belum sesuai kebutuhan, termasuk kualitasnya, sehingga masih diimpor. Pada 2009, produksi susu mencapai 679.269 ton, naik dari 646.952 ton pada 2008, dan 567.683 ton pada 2007. Produsen utama susu di Tanah Air adalah Jatim, Jabar, dan Jateng. Terkait pemenuhan kebutuhan daging dan susu, pada 2008 pemerintah mengimpor sapi bibit yang setara 449 ton senilai US$ 2.647, sapi bakalan setara 198.460 ton senilai US$ 376.057, daging sapi 45.708 ton senilai US$ 126.147, serta susu dan produk susu sebanyak 164.746 ton senilai US$ 640.627. Impor susu dan produk susu menurun dari tahun ke tahun namun nilainya meningkat. [H-12/S-26]


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 8:38 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Mar 27, 2010 6:30 am

SUMBER PENYAKIT BANYAK DARI MAKAN PROTEIN
Jumat, 29/01/2010 11:35 WIB Nurul Ulfah - detikHealth
Stanford, Banyak orang melakukan diet dengan cara mengurangi makanan berlemak dan memperbanyak protein. Pria yang ingin punya otot besar juga sengaja memperbanyak asupan protein dalam makanannya. Padahal konsep itu salah, protein yang berlebih justru merupakan sumber penyakit bagi tubuh.

Protein memang diperlukan tubuh untuk membangun otot, jaringan kulit, rambut, kuku dan lainya. Tapi hati-hati, kebanyakan makan protein bisa membahayakan kesehatan. Sudah banyak studi ilmiah yang membuktikan bahaya mengonsumsi protein berlebih bagi tubuh. "Jumlah protein yang lebih dari 30 persen kebutuhan kalori tubuh bisa membahayakan kesehatan," ujar Gail Butterfield, PhD, RD, direktur Nutrition Studies at the Palo Alto Veterans Administration Medical Center dan juga pakar nutrisi dari Stanford University, seperti dilansir Medicinenet, Jumat (29/1/2010).

Tidak seperti sel-sel lemak yang bisa disimpan dalam jaringan lemak jika kelebihan, tubuh tidak punya tempat untuk menyimpan kelebihan protein. Oleh karena itu, kebanyakan protein akan diuban tubuh menjadi lemak terlebih dahulu untuk bisa disimpan. Disinilah kunci dari bahaya kelebihan protein. Semakin banyak protein yang diubah menjadi lemak artinya cadangan lemak dalam tubuh semakin bertambah, dan itu berarti risiko penyakit akibat lemak akan berdatangan, mulai dari kolesterol tinggi hingga penyakit jantung

Dalam Journal of the American Geriatrics Society disebutkan, kelebihan protein tidak baik untuk ginjal, hati dan menyebabkan tubuh kekurangan vitamin serta mineral. Protein berlebih juga berkaitan erat dengan osteoporosis dan kanker. Gail mengatakan bahwa kelebihan protein bisa menghasilkan senyawa keton yang bersifat racun. Senyawa tersebut akan menyebabkan ginjal bekerja lebih berat untuk mengeluarkannya dari tubuh. Alhasil, ginjal akan membutuhkan lebih banyak air dan dari situlah dehidrasi muncul.

Jika tubuh sudah dehidrasi, berat badan bisa berkurang karena massa otot dan tulang berkurang. Akibatnya, timbul risiko osteoporosis. Dehidrasi juga menyebabkan ginjal menjadi stres dan efeknya akan berdampak pada jantung. Senyawa keton dan dehidrasi juga menyebabkan tubuh menjadi lemas, pusing, bau mulut dan lainnya. Protein juga bisa menyebabkan reaksi alergi, seperti dermatitis topic, kaligata, penyakit kolagen, colitis ulserativa dan penyakit crohn. Protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA dan mengubah sel-sel menjadi sel kanker.

Berapa jumlah protein yang dibutuhkan tubuh?
Menurut Recommended Daily Allowances (RDA) yang dibuat the Food and Nutrition Board, idealnya seseorang butuh 0,72 gram protein untuk setiap kilogram berat badan. Jadi jika berat badan Anda 80 kg, maka protein yang dibutuhkan adalah sekitar 57 gram. Jika seseorang memperbanyak konsumsi protein tanpa ada asupan karbohidrat, maka tubuh akan mengubah protein tersebut menjadi glukosa yang seharusnya menjadi tugas karbohidrat dalam menghasilkan glukosa.

Namun protein yang sudah diubah tersebut tidak bisa membentuk otot. Yang dibutuhkan untuk membentuk otot adalah olahraga rutin dengan asupan protein yang cukup. Meski demikian, tubuh tetap perlu protein untuk mensistesis enzim, hormon, melawan infeksi dan lainnya. Untuk itu, sebaiknya bersikaplah seimbang jika ingin mengonsumi makanan berprotein tinggi seperti daging, keju, susu dan telur.


Last edited by gitahafas on Tue Sep 14, 2010 8:36 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 51Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next

 Similar topics

-
» Asal usul mitologi NAGA
» ASAL USUL MASAKAN MINANG
» Asal Tahu Saja
» Asal Usul Melayu Bahagian 1
» Asal Manusia

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-