Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Demam yang Perlu Diwaspadai

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Mon Jun 27, 2011 2:19 pm

KENAPA ORANG TIFUS TIDAK BOLEH BANYAK BERGERAK?
Jumat, 27/05/2011 15:19 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Banyak orang menganggap penyakittifus adalah penyakit yang biasa. Penderitanya bahkan tidak mau mengikuti saran dokter agar istirahat total. Kenapa orang tifus tidak boleh banyak bergerak? Tifus merupakan penyakitperadangan pada usus yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi yang tertular lewat makanan dan minuman yang airnya terinfeksi bakteri. Kuman ini masuk melalui mulut dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Bakteri ini memperbanyak diri di dalam usus lalu.

Pada minggu pertama, kuman dari tifus hanya bisa dilihat dari feses. Lalu pada minggu kedua baru bisa diketahui lewat darah karena infeksi yang ada di usus sudah masuk ke dalam pembuluh darah. Dan pada minggu ketiga diagnosis bisa terlihat positif di urin. "Biasanya pada minggu pertama tidak ditemukan hasil positif pada darah, itu yang sering orang sebut dengan gejala tifus. Padahal sebenarnya ia sudah terkena tifus tapi karena kumannya belum masuk ke pembuluh darah maka hasil tes darahnya negatif," ujar dr Dante Saksono H SpPD, PhD saat dihubungidetikHealth, Jumat (27/5/2011).

Menurut dr Dante banyak orang mengartikan sakit tifus awalnya sebagai gejala tifus padahal itu tidak tepat. Orang yang baru gejala tifus sebenarnya sudah terkena penyakit tifus hanya stadiumnya saja yang berbeda. Menurutnya yang benar adalah bukan penyakit gejala tifus tapi tetap penyakit tifus hanya stadiumnya saja yang berbeda. Umumnya dalam mendiagnosis penyakit tifus dilakukan pemeriksaan tes darah untuk melihat apakah ada antibodi yang dihasilkan oleh tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Jika kuman tersebut sudah masuk ke dalam pembuluh darah, maka hasil tes darahnya akan positif.

Selain itu yang menjadi ciri paling khas dari tifus adalah melihat jumlah leukositnya (sel darah putih). Umumnya jika suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri akan menyebabkan jumlah leukositnya meningkat, tapi tidak begitu pada penyakit tifus. "Jika infeksinya diakibatkan oleh bakteri Salmonella, maka jumlah leukositnya akan menurun. Sedangkan untuk jumlah trombosit tidak bisa dijadikan patokan," ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan mengajar di FKUI ini.

Gejala yang biasa muncul dari penyakit tifus adalah badan panas atau demam selama beberapa hari terutama siang dan malam, rasa sakit di perut bagian kiri, lidah bagian tengah berwarna putih tapi pinggirnya merah serta terjadi perubahan pola buang air besar (BAB). dr Dante menuturkan jika seseorang sudah didiganosis positif terkena tifus, maka penanganannya adalah dengan mengonsumsi antibiotik yang tepat serta banyak istirahat di tempat tidur dan mengonsumsi air putih.

Kenapa perlu istirahat yang cukup di tempat tidur?
Penyembuhan penyakit tifus ini adalah untuk menghilangkan bakteri yang masuk di tubuh. Karena itu penderita harus istirahat total dan tidak banyak bergerak agar panas badan cepat turun. Jika banyak bergerak bisa membuat suhu badan naik dan kuman akan terus berkembang biak masuk ke dalam darah. Banyak bergerak juga tidak baik karena orang dengan tifus sedang mengalami masalah ususnya yang sedang ringkih yang bisa makin sakit jika banyak gerak.

"Orang dengan sakit tifus boleh makan seperti biasa atau nasi dan tidak harus makan yang lembek-lembek. Yang terpenting jangan terlalu banyak mengonsumsi sayuran berserat," ujar dr Dante. dr Dante menjelaskan hal ini karena sayuran berserat sulit dicerna oleh usus, sedangkan pada saat orang terkena tifus maka ususnya sedang luka akibat infeksi sehingga pasien harus mengurangi makanan yang sulit dicerna.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Mon Jun 27, 2011 2:19 pm

SAKIT TIFUS TAK HARUS MAKAN BUBUR
Jumat, 27/05/2011 12:26 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Selama ini sakit tifus identik sekali dengan mengonsumsi bubur dan makanan yang lembek lainnya. Tapi ternyata orang yang terkena sakit tifus tak harus makan bubur dan bisa mengonsumsi makanan seperti biasa. Umumnya orang dengan sakit tifus akan diberi bubur saring, lalu meningkat menjadi bubur kasar hingga akhirnya ia diberikan nasi sesuai dengan kondisi pasien. Tapi terkadang pasien yang sakit tidak menyukai bubur karena tidak sesuai dengan seleranya sehingga ia hanya akan makan sedikit, badannya lemas dan membuat masa penyembuhannya semakin lama. "Orang dengan sakit tifus boleh makan seperti biasa atau nasi dan tidak harus makan yang lembek-lembek. Yang terpenting jangan terlalu banyak mengonsumsi sayuran berserat," ujar dr Dante Saksono H SpPD, PhD saat dihubungi detikHealth, Jumat (27/5/2011).

dr Dante menjelaskan hal ini karena sayuran berserat sulit dicerna oleh usus, sedangkan pada saat orang terkena tifus maka ususnya sedang luka akibat infeksi sehingga pasien harus mengurangi makanan yang sulit dicerna. "Misalnya saja ketika seseorang makan kangkung, kadang kangkung tersebut bisa terlihat di kotorannya. Hal ini karena kangkung tersebut sulit untuk dicerna," ungkap dr Dante. Sedangkan untuk pengobatannya, pasien tifus akan diberikan antibiotik untuk mengobati infeksinya, serta disarankan untuk perbanyak istirahat dan mengonsumsi air putih yang cukup agar proses penyembuhannya cepat.

Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang berasal dari makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut dari kotoran orang yang sebelumnya terkena tifus. Karenanyapenyakit ini bisa menular, untuk itu bagi orang yang terkena tifus kalau habis BAB (buang air besar) harus mencuci tangan hingga bersih. Penyakit ini umumnya tidak mengenal usia atau status seseorang, siapapun bisa terkena penyakit tifus. dr Dante menuturkan umumnya setiap orang pasti pernah terkena tifus, tapi beberapa orang kalau strainnya berbeda bisa tidak menunjukkan gejala dan kadang seseorang sudah membangun antibodi secara alami di dalam tubuhnya.

dr Dante menyarankan untuk mencegah terkena penyakit tifus yang terpenting adalah menjaga kebersihan atau higienitas, membiasakan diri untuk selalu cuci tangan, memilih makanan dengan benar, membiasakan diri mengonsumsi makanan hangat (karena bisa membantu mematikan bakteri). "Jika higienitas (kebersihan) seseorang bagus maka dia bisa menurunkan risiko infeksi," ujar dokter yang juga anggota Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Tue Nov 29, 2011 10:37 am

DEMAM: APA DAN BAGAIMANA MENGATASINYA?
Asep Candra | Selasa, 29 November 2011 | 08:06 WIB
KOMPAS.com - Pada pagi hari, suhu tubuh kita biasanya lebih rendah, sedangkan di sore hari sedikit lebih tinggi. Ini merupakan gejala wajar. Dalam keadaan sehat, suhu tubuh memang bisa berubah-ubah. Namun, bila suhu terus menanjak dan kita terserang demam, bukan tidak mungkin ada penyakit lain yang harus diatasi. Umumnya, suhu 37 derajat Celsius merupakan suhu tubuh yang dianggap sehat dan normal walaupun bisa naik atau turun satu derajat. Namun, kalau suhu tubuh terus meninggi hingga lebih 37 derajat Celsius, itu artinya kita sedang dilanda demam. Demam memang bukan penyakit, tetapi merepotkan bila tidak diatasi dengan baik. Demam juga bisa merupakan tanda bahwa kita menderita penyakit tertentu. Karena itu, demam merupakan alat pemberitahu bagi kita sendiri. Biasanya gejala demam adalah bagian kepala, leher, dan tubuh terasa panas, sedangkan kaki dan tangan dingin. Karena itu, kalau kita memeriksa seseorang apakah dia demam atau tidak, rabalah bagian kepala atau lehernya. Gejala lain yang bisa terjadi adalah kedinginan yang amat disertai dengan menggigil bila suhu meningkat cepat. Peningkatan suhu biasanya merupakan tanda bahwa tubuh sedang terinfeksi oleh sesuatu. Setelah infeksi sembuh, suhu tubuh akan menurun lagi. Infeksi bisa terjadi akibat bakteri atau virus yang masuk dalam tubuh. Demam merupakan mekanisme tubuh untuk melawan infeksi. Karena itu, janganlah langsung berusaha menurunkan suhu tubuh. Sebab, menurunkan suhu tubuh malah bisa menutupi gejala dan memperpanjang penyakit serta memperlambat ditemukannya penyebab.

Penyebab Demam
Biasanya penyebab demam sudah bisa diketahui dalam waktu satu atau dua hari. Kalau Anda menduga penyebabnya bukan penyakit karena virus, sebaiknya segera periksa ke dokter. Penyebab umum demam antara lain :

- Adanya infeksi seperti infeksi saluran kemih (sering buang air kecil atau buang air kecil disertai rasa pedih), infeksi streptokokus pada tenggorokan (sering kali disertai dengan radang tenggorokan), infeksi sinus (rasa sakit di atas atau di bawah kedua mata), dan abses gigi (bengkak di bagian mulut).

- Infeksi mononucleosis yang disertai rasa lelah.

- Tertular suatu penyakit saat Anda berada di luar negeri.

- Kelelahan karena kepanasan atau terbakar sinar matahari hebat.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan bila mengalami demam :

1. Kenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin. Pakaian tebal dan selimut akan menaikkan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang.

2. Istirahatlah di rumah di ruangan dengan ventilasi yang baik. Gunakan kipas angin atau alat pendingin udara.

3. Minumlah banyak air putih, sari buah, susu, atau sup bening. Minuman dingin akan membantu menurunkan suhu tubuh. Cara mudah untuk mengetahui apakah sudah cukup minum atau tidak adalah dengan melihat urin berwarna terang ataukah kuning tua. Kalau berwarna terang, pertanda sudah cukup minum.

4. Usahakan makan seperti biasa meskipun nafsu berkurang. Bila tidak mau makan, tubuh akan lemah.

5. Periksalah suhu tubuh setiap empat jam sekali. Janganlah makan atau minum selama setengah jam sebelum suhu tubuh diukur karena hasilnya tidak tepat. Cara terbaik mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer yang dapat dibeli di apotek.

6. Yang terakhir, kompreslah tubuh dengan kain basah. Tidak hanya pada bagian kepala saja, tetapi juga seluruh tubuh. Tindakan ini akan membantu menurunkan suhu tubuh.

7. Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami demam dengan gejala seperti ini:
- Sakit kepala hebat.
- Bengkak hebat di tenggorokan.
- Kepekaan mata terhadap cahaya terang menjadi menghebat.
- Ada rasa sakit dan kaku pada leher bila membungkukkan kepala ke depan.
- Rasa bingung.
- Muntah terus menerus.
- Kesulitan bernapas.
- Luar biasa loyo atau mudah marah.
- Adanya benjolan lunak pada kepala bayi.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Wed Jan 18, 2012 7:33 pm

MALARIA MASIH MENJADI ANCAMAN DI PULAU JAWA
Lusia Kus Anna | Selasa, 17 Januari 2012 | 07:17 WIB
Jakarta, Kompas - Wilayah pedesaan dan hutan di Jawa masih menjadi tempat yang baik bagi nyamuk Anopheles berkembang biak. Mobilitas masyarakat antarpulau yang makin tinggi membuat parasit malaria dalam tubuh seseorang yang tinggal di daerah endemis mudah ditularkan kepada orang lain ketika parasit itu bertemu nyamuk Anopheles. ”Daerah perindukan nyamuk berada di daerah yang sulit dijangkau sehingga nyamuk sulit diberantas,” kata Guru Besar Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Supargiyono saat dihubungi dari Jakarta, Senin (16/1). Tempat perkembangbiakan nyamuk ada di hutan, kebun, sawah, pantai, dan genangan air di pinggir sungai atau mata air (belik) tempat warga mandi. Nyamuk Anopheles menggigit korban saat hari gelap, saat sore hingga pagi. Kondisi ini membuat semua kabupaten di Jawa masih rentan terhadap malaria, bukan hanya di wilayah timur Indonesia. Daerah perkotaan relatif lebih aman. ”Jika ada kejadian malaria tidak segera ditangani dan diobati dengan benar, bisa terjadi letupan kasus malaria,” katanya.

Letupan terakhir terjadi di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama Januari 2012 terdapat 43 kasus malaria. Pada 2009, kejadian luar biasa malaria di Jawa terjadi di enam kabupaten. Angka kesakitan per 1.000 penduduk berisiko di satu lokasi atau annual parasite incidence (API) malaria di Indonesia pada 2008-2009 mencapai 1,85 per 1.000 penduduk. Pada tahun 2014, API ditargetkan hanya 1 per 1.000 penduduk. ”Tahun 2015, Pulau Jawa ditargetkan bebas malaria,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama. Bebas malaria tak berarti tidak boleh ada kasus penularan malaria di wilayah itu. Masih dibolehkan ada kasus malaria yang penularannya dari daerah lain. Hingga kini, hanya Jakarta (tidak termasuk Kepulauan Seribu), Bali, dan sejumlah pulau di Kepulauan Riau yang dinyatakan bebas malaria pada tahun 2010. Wilayah lain ditargetkan bebas malaria bertahap hingga terakhir Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur pada tahun 2030.

Penangkalan
Menurut Tjandra, penyebaran malaria di Jawa dapat ditangkal dengan mengubah perilaku. Pada kasus di Kokap, masyarakat yang tertular adalah pengambil air nira kelapa. Mereka mengambil nira hingga malam hari tanpa menggunakan baju sehingga rentan digigit Anopheles. Masyarakat di wilayah berisiko perlu membiasakan diri tidur berkelambu dilapisi insektisida. Bila keluar malam, tubuh perlu ditutup sehingga terhindar dari gigitan nyamuk. (MZW)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Wed Feb 08, 2012 7:42 pm

GEJALA GEJALA KHAS PENYAKIT TIFUS
Rabu, 08/02/2012 16:32 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta - Di saat musim hujan, penyakit tifus mulai banyak menyerang karena bakteri dengan mudah berkembangbiak. Tifus sering terlambat terdiagnosis karena gejalanya mirip penyakit lain. Kenali gejala khas tifus. Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang berasal dari makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut dari kotoran orang yang sebelumnya terkena tifus. Karenanya penyakit ini bisa menular, untuk itu bagi orang yang terkena tifus kalau habis BAB harus mencuci tangan hingga bersih. Berikut 5 gejala khas pada penyakit tifus, seperti disampaikan dr Dante Saksono H SpPD, PhD kepada detikHealth, Rabu (8/2/2012):

1. Sakit perut, mual dan muntah
Orang yang menderita tifus biasanya akan mengalami sakit perut di sebelah kiri, di mana terdapat usus 12 jari yang mengalami infeksi. Sedangkan maag, rasa sakit terasa di perut bagian atas atau ulu hati.

2. Perubahan pola BAB
Pada orang tifus akan disertai dengan perubahan pola BAB (buang air besar), misalnya bergantian bisa mengalami diare saja atau justru menjadi tidak bisa buang air besar.

3. Demam atau badan panas
Penyakit tifus biasanya disertai dengan demam atau badan panas selama beberapa hari. Suhu tubuh bisa menjadi sangat tinggi hingga 40 derajat celsius, disertai dengan sakit kepala, lemas dan lemah.

4. Denyut nadi melambat
Umumnya kalau orang panas maka denyut jantungnya akan meningkat sebesar 10 persen setiap kali terjadi kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat celsius, tapi tidak halnya bagi demam tifus. Pada orang yang kena tifus denyut nadinya justru melambat. Hal ini karena ada adanya toksin (racun) dari kuman tifus yang menyebabkan reaksi tersebut.

5. Lidah berwarna putih
Pada orang tifus lidah bagian tengah akan berwarna putih dan pinggir-pinggirnya berwarna merah, serta jika ia menjulurkan lidahnya akan terjadi tremor (lidahnya gemetar).
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Sat Feb 11, 2012 7:34 pm

MENGAPA PASIEN DBD PERLU CUKUP CAIRAN?
Lusia Kus Anna | Sabtu, 11 Februari 2012 | 13:29 WIB
Kompas.com - Demam berdarah dengue bisa terkesan remeh, padahal jika tidak ditangani dengan tepat penyakit ini seringkali menyebabkan kematian. Salah satu yang menjadi ancaman dari penyakit ini adalah kebocoran plasma yang bisa menyebabkan shock dan berakibat fatal. Kebocoran plasma, menurut dr.Leonard Nainggolan, Sp.PD, ahli penyakit infeksi tropis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, terjadi akibat pecahnya pembuluh kapiler. "Ketika terjadi gigitan nyamuk, tubuh akan memberikan reaksi imun yang menyebabkan pelepasan zat-zat sitokin. Mekanisme ini menyebabkan gejala demam, pegal, atau sakit kepala. Sitokin itu bermuara ke pembuluh darah kapiler yang sangat tipis sehingga terjadilah kebocoran plasma," paparnya dalam acara seminar Pocar Sweat Conference 2012 di Jakarta (11/2/12). Lebih lanjut ia menjelaskan, kebocoran plasma yang biasanya terjadi di hari ke-2 hingga ke-4 itu menyebabkan cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan di luar pembuluh darah. "Kobocoran plasma ini menyebabkan darah menjadi kental. Karena itu penting untuk mengetahui nilai hematokrit (Ht) dari hasil pemeriksaan laboratorium. Malah nilai hematokrit ini lebih penting dari kadar trombosit," imbuhnya.

Lantaran keluarnya cairan plasma darah itu, terjadi turunnya tekanan dalam pembuluh darah dan berakibat fatal shock. Bila tidak cepat ditangani ini bisa menyebabkan kematian. "Saat terjadi kebocoran, yang keluar adalah cairan tubuh, sel darah putih, hingga sel darah merah. Ini antara lain bisa dilihat dari munculnya bintik kemerahan pada kulit, bahkan perdarahan. Karena itu pasien harus segera dibawa ke rumah sakit jika mengalami mimisan atau muntah darah," paparnya. Karena DBD pada dasarnya adalah penyakit yang akan sembuh sendiri, biasanya di hari ketujuh, maka penyakit ini tidak ada obatnya. "Penanganan pada pasien disesuaikan dengan gejala dan keluhan. Misalnya pemberian parasetamol atau obat mual," katanya. Untuk mencegah shock dan dehidrasi akibat kebocoran plasma, Leonard juga menyarankan pentingnya cairan yang cukup. "Lebih diwaspadai pada anak karena ambang hausnya belum sempurna sehingga sering kecolongan. Orangtua dan petugas kesehatan harus telaten memberikan minum pada pasien anak-anak," pungkasnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Sat Feb 11, 2012 7:36 pm

VIRUS DBD CUMA BISA MENJANGKITI 4x?
Lusia Kus Anna | Sabtu, 11 Februari 2012 | 13:05 WIB
Kompas.com - Sepak terjang penyakit demam berdarah dengue memang kian mengkhawatirkan. Menurut catatan Kementrian Kesehatan RI, sepanjang tahun 2011 terdapat lebih dari 60.500 penderita DBD dengan angka kematian mencapai satu persen. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) tak lepas dari aksi virus dengue di dalam darah. Penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamu Aedes aegypti itu pertama kali menjadi wabah di Indonesia pada tahun 1968. Dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Leonard Nainggolan, Sp.PD, mengatakan ada empat varian virus dengue. Yakni virus DEN 1, 2, 3, dan 4. "Keempatnya sudah ada di Jakarta sejak tahun 1970," kata dokter yang mendalami penanganan demam berdarah dan penyakit infeksi tropik ini dalam acara Pocari Sweat Conference 2012 di Jakarta (11/2/12).Ia menjelaskan, karena penyakit DBD disebabkan oleh virus maka penyakit ini biasanya sembuh sendiri setelah tubuh membuat antibodinya. "Kalau sudah pernah terjangkit virus dengue sampai empat kali besar kemungkinan orang tersebut sudah memiliki antibodi setiap jenis virusnya. Kemungkinan untuk terkena lagi memang lebih kecil," imbuhnya.Kendati begitu ia mengingatkan bahwa jenis virus dengue di Indonesia dengan negara lain bisa berbeda. "Walau sama-sama virus DEN 1 tapi di negara lain ada sedikit perbedaan. Jadi untuk orang yang sering bepergian ke luar negeri masih mungkin ia terjangkit DBD dari jenis virus lain," katanya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Wed Feb 15, 2012 8:21 pm

CEGAH DEMAM BERDARAH, SIMAK CARA YANG MUDAH INI
Rabu, 15 Pebruari 2012 14:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Musim hujan boleh dibilang identik dengan kehadiran penyakit demam berdarah. Tak ayal, penyakit yang terbilang mematikan ini membuat seram banyak orang. Namun, takut saja tidak cukup untuk membuat penyakit ini menyingkir. Ada cara yang lebih tepat untuk mencegah penyakit ini hadir: menjaga kebersihan. Menurut pakar entomologi kesehatan Institut Pertanian Bogor, Upik Kesumawati Hadi, pencegahan demam berdarah itu mudah. ''Yang penting jagalah kebersihan. Lingkungan yang bersih dan tidak lembab akan menghambat pertumbuhan nyamuk. Tempat yang bersih dan kering menhambat nyamuk untuk kawin dan beristirahat. Akibatnya nyamuk tidak bisa bertelur. Jumlah jentik juga akan berkurang," ujarnya. Syarat kebersihan pertama pencegahan DB adalah, jangan ada air tergenang. Semua yang puya kemungkinan menampung air harus ditutup. Bak mandi atau tempayan harus dibersihkan secara teratur. Sekeliling rumah bisa ditanami pohon yang tidak disukai nyamuk seperti lavender. Upik mengatakan, aroma tanaman ini tidak disukai nyamuk. Pemakaian larvasida dan insektisida menjadi opsi terakhir, apabila serangan nyamuk dirasa sangat mengganggu. Menurut Upik, larvasida yang ditabur di tempat penampungan air, sebetulnya tidak mengganggu kesehatan manusia kalau tertelan. Ini karena konsentrasinya sangat kecil kira-kira satu gram per 1000 ml air. Namun kalau terlalu sering, lama kelamaan tentu akan mengganggu. Kebersihan tetap harus diutamakan. ''Larvasida hanya digunakan pada tempat yang sulit dijangkau," ujar Upik. Penjagaan kebersihan sangat berguna membasmi jentik nyamuk. Jentik yang belum bisa terbang mudah dikendalikan bila tidak terdapat di lingkungan tersebut. "Yang penting jangan ada air. Baik musim hujan atau kemarau, asal ada air nyamuk mudah meletakkan telur," kata Upik. Penjagaan kebersihan juga lebih efektif dibanding fogging. Hal ini dikarenakan, metode kabut lebih efektif mengendalikan nyamuk dewasa. Sedangkan jentik, tidak bisa dikendalikan dengan fogging. Namun, fogging sering menimbulkan sugesti rasa aman masyarakat. Jentik nyamuk bisa hidup di tadahan air kulkas, kamar mandi, atau alas pot bunga. Jentik bisa hidup asal ada air bersih tergenang. Karena itu tempat yang mungkin digenangi air harus ditutup, atau dibuang airnya. Jentik yang berhasil ditangkap, jangan dibuang ke selokan. Hal tersebut memungkinkan jentik kembali hidup. Untuk melindungi diri dari gigitan, Upik menyarankan penggunaan losion anti nyamuk. Selain itu Upik juga menyarankan untuk rajin mandi, pakai baju yang tidak terbuka, dan hindari warna gelap.


Last edited by gitahafas on Thu Feb 16, 2012 7:31 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Wed Feb 15, 2012 8:22 pm

KENALI CARA NYAMUK DB BERAKSI, INI MODUS OPERANDINYA
Rabu, 15 Pebruari 2012 15:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Penyakit demam berdarah diakibatkan virus dengue. Virus dibawa nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Aedes aegypti lebih sering berada di dalam rumah. Mereka menggigit penghuni dalam rumah. Sedangkan Aedes albopictus mendominasi lingkungan luar rumah. Mereka sering ditemukan di taman dan pekarangan sekitar rumah. Seperti diungkap pakar entomologi kesehatan Institut Pertanian Bogor, Upik Kesumawati Hadi, kedua nyamuk ini mudah dikenali secara fisik. Aedes aegypti memiliki tanda putih seperti tanda punggung di punggung bagian kiri dan kanan. Sedangkan A. albopactus dikenali dengan garis putih di tengah punggung. Garis ini membagi punggung menjadi kiri dan kanan. Nyamuk demam berdarah aktif menggigit pada siang dan sore hari. Pada siang hari, diperkirakan pukul delapan sampai sebelas. Sedangkan pada sore hari nyamuk aktif menggigit pukul tiga sampai lima sore. Nyamuk biasa mengisap darah setelah kawin. Darah yang kaya asam amino digunakan nyamuk untuk mematangkan telur. Telur ini diletakkan diletakkan di tempat dengan air tergenang. Kemudian telur menetas menjadi larva. Larva harus melalui empat tahap sebelum menjadi pupa. Dari pupa, nyamuk berkembang jadi dewasa. Virus dengue masuk dalam tubuh nyamuk lewat dua cara. Yang pertama, induk nyamuk memang sudah membawa virus dengue. Akibatnya ketika telur menetas, virus tersebut ada dalam tubuh larva. Yang kedua, adalah pada saat mengigit manusia yang sudah terinfeksi virus. Biasanya manusia terserang demam berdarah pada gigitan kedua atau ketiga. "Sebetulnya hal ini bersifat relatif, bergantung pada ketahanan tubuh manusia. Kalau ketahanannya bagus, dia bisa sehat-sehat saja walau sudah digigit," kata Upik.


Last edited by gitahafas on Thu Feb 16, 2012 7:33 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Wed Feb 15, 2012 8:22 pm

PANAS TINGGI MENDADAK? WASPADAI DEMAM BERDARAH
Rabu, 15 Pebruari 2012 16:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Demam berdarah tidak begitu spesifik gejalanya. Tak heran jika banyak warga yang datang ke pusat pelayanan kesehatan sudah dalam kondisi yang sangat payah. "Tetapi, kalau ada batuk, biasanya bukan demam berdarah," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Dien Emawati, dalam satu kesempatan. Meski begitu, sebetulnya masuknya virus dengue ke dalam aliran darah bisa dideteksi dengan sejumlah pertanda yang dimunculkan tubuh. Gejala paling utama ialah timbulnya demam secara mendadak. "Waspadai demam yang muncul tiba-tiba langsung di atas 38 derajat Celsius," tutur dr Alan Tumbelaka SpA (K). Terlepas dari penyebabnya, demam tinggi, harus diusahakan segera reda. Kompres penderita dengan air hangat. "Lalu berikan paracetamol sebagai obat penurun demam," saran Alan. Demam tinggi tak boleh dibiarkan. Demam harus diturunkan untuk menghindari terjadinya kejang demam. "Namun, pada demam berdarah panasnya seringkali membandel, sukar diturunkan sampai di bawah 38," ujar konsultan pediatrik untuk penyakit infeksi dan tropis. Sebagai pertolongan pertama, lanjut Alan, berikan cairan yang cukup. Bentuknya boleh apa saja. "Kuah sayur, jus, air putih, atau susu silakan disajikan." Setelah diberikan cairan yang cukup dan obat penurun panas, segera bawa penderita ke sarana kesehatan terdekat. Tidak semua pasien dengan gejala demam berdarah akan dianjurkan untuk dirawat inap. "Tetapi kalau jenisnya demam berdarah dengue (DBD) tentu penderitanya membutuhkan perawatan di rumah sakit," cetus Alan. Beberapa tahun terakhir demam berdarah tak begitu sering datang dengan perdarahan pada kulit. Perdarahan kulit biasanya terlihat saat kulit yang terkena bintik merah diregangkan dan tak hilang bintiknya. Belakangan, dewasa dan anak juga menunjukkan gejala yang berbeda. Pada dewasa keluhan utamanya adalah nyeri di ulu hati, sakit di dada kanan, suhu tubuh naik mendadak, dan pusing. "Sementara anak biasanya mengeluhkan nyeri perut, panas tinggi, syok, dan tinja yang agak merah," kata Alan.


Last edited by gitahafas on Thu Feb 16, 2012 7:34 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Wed Feb 15, 2012 8:23 pm

JANGAN REMEHKAN PANAS TINGGI, BISA PICU KEMATIAN
Rabu, 15 Pebruari 2012 17:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Penyakit demam berdarah biasanya identik dengan suhu tubuh yang mendadak tinggi. Namun, sepintas melihat gejalanya, penyakit tifus dan morbili juga muncul dengan wajah yang sama dengan demam berdarah. Lalu bagaimana mengenali demam berdarah? "Harus ada uji serologi IgM dan IgG pada hari ke lima untuk memastikan adanya virus dengue," kata dr Alan Tumbelaka SpA (K), spesialis anak. Untuk fase awal, terbilang sulit untuk menentukan tipe penyakitnya. Bisa saja demam dengue (DD) atau demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang. "Tak berarti DD dulu lalu menjadi DBD," ucap Alan. Demam dengue relatif lebih ringan serangannya. Setelah tiga sampai 14 hari melewati masa inkubasi, virus mulai mengusik dan tubuh melakukan pertahanan. Proses itu ditandai dengan demam tinggi mendadak. "Penderita demam mukanya memerah, ada ruam makulopopula, dan jarang terjadi perdarahan hebat," tutur Alan. Pada demam dengue, penderita mengalami panas akut selama dua sampai tujuh hari. Panas akan turun pada hari ketiga atau empat. "Bisa pula disertai sakit kepala, nyeri otot dan sendi, juga penurunan trombosit," ungkap Alan. Saat terkena gejala tersebut, pemeriksaan darah penting untuk dilakukan. Yang dicek ialah sel darah putih, trombosit, dan hematokrit. "Pada fase awal, sel darah putih akan terdeteksi masih dalam kadar normal namun merosot jumlahnya dalam beberapa hari berikutnya," papar Alan. Sedangkan pemeriksaan laboratorium bakal menunjukkan trombosit yang mulai rendah. Kalau kadar trombosit di bawah 100 ribu, kemungkinan besar positif ada infeksi virus dengue. "Jangan lupa untuk terus memantau suhu tubuh," ucap dokter spesialis anak dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini.

Setelah tiga kali 24 jam mengalami panas tinggi, Alan mengimbau dokter dan keluarga pasien agar waspada. Hari keempat sampai keenam merupakan fase kritis yang dapat membahayakan nyawa. "Sementara itu, jika leukosit ditemukan turun bersamaan dengan naiknya limfosit, kemungkinan besar DBD dan penderitanya harus mendapatkan obat antivirus," kata Alan. Penderita demam dengue umumnya memiliki tingkat penyembuhan yang lebih baik ketimbang pengidap DBD. Pada DBD, demam tinggi biasanya muncul mendadak disertai nyeri kepala, nyeri di bagian belakang bola mata, terkadang juga nyeri perut. Lalu, ada tanda ruam atau bintik merah di kulit "Trombosit dan leukosit turun sedangkan hematokrit meningkat sebagai tanda perembesan plasma yang membuat darah menjadi kental," urai Alan. Pada DBD yang paling dikhawatirkan terjadi ialah kebocoran plasma. Saat plasma bocor cairan darah akan merembes ke bagian tubuh di sekitarnya. "Kejadian ini ditunjukkan dengan melemahnya kondisi pasien dan tingginya angka hematokrit," urai dosen Ilmu Kedokteran Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kebocoran plasma dapat memicu syok. Ini harus dini diantisipasi. "Perhatikan gejala penting lain seperti nyeri perut dan muntah," imbuh Alan. Dalam kondisi syok, pasien DBD juga dapat mengalami perdarahan pada jaringan lunak. Entah di hidung, mulut, atau gusi. "Sedangkan kotorannya hitam seperti batu bara, kulitnya pucat dan dingin, serta ada penurunan kesadaran dan mengantuk," kata Alan. Ketika tubuh mengalami kebocoran plasma, lanjut Alan, pemberian infus harus diperhitungkan dengan cermat. Jika penderita DBD masih dapat makan dan minum dengan baik, infus tidak diperlukan. Kalaupun diberikan tak lebih dari 48 jam. "Ini untuk menghindari terjadinya pembengkakan akibat menumpuknya cairan di dalam tubuh." Alan juga mengimbau agar masyarakat tidak cepat-cepat meminta transfusi darah ketika trombosit merosot tajam. Tak perlu transfusi pula jika perdarahan hanya sedikit, tidak massif. "Kalau diberikan pada kondisi demikian, tidak ada gunanya."

Kapan pasien boleh pulang? Pada penderita DD, sebagian ada yang tak membutuhkan perawatan rumah sakit. Sebagian lain bernasib seperti mereka yang terkena DBD. "Aman untuk pulang saat trombosit sudah menanjak sampai 50-60 ribu atau mencapai atas 100 ribu, tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik, dan tidak ada stres," saran Alan. Tetapi, jangan luput untuk terus memantau kondisi keluarga yang terkena demam berdarah. Ada beberapa pertanda yang mengindikasikan penurunan kondisi. "Seperti tidak bisa makan, muntah dan kaki-tangan teraba dingin," ujar Alan seraya menegaskan pemberian immunomodulator tidak efektif untuk mendongkrak stamina penderita demam berdarah.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Thu Feb 16, 2012 7:45 pm

DBD, WASPADAI KADAR HEMATOKRIT PASIEN
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Kamis, 16 Februari 2012 | 09:39 WIB
KOMPAS.com - Ketika seseorang terinfeksi virus demam berdarah dengue, nilai trombosit dari pemeriksaan darah dinilai sangat penting. Padahal, peningkatan hematokrit jauh lebih penting dalam menentukan kegawatan suatu kasus demam berdarah dengue. Nilai hematokrit menjadi penanda adanya kebocoran plasma yang bisa berakibat fatal. Menurut ahli penyakit infeksi tropis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, kebocoran plasma terjadi karena keluarnya cairan plasma darah dari pembuluh darah ke jaringan pembuluh darah. "Kebocoran itu menyebabkan darah menjadi pekat yang bisa dilihat dari naiknya nilai hematokrit," katanya dalam acara Pocari Sweat Conference 2012 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kebocoran plasma biasanya terjadi pada hari ketiga hingga keempat. Ini juga menjadi masa kritis karena kebocoran plasma yang tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan syok atau kematian. Peningkatan hematrokit memerlukan tindakan darurat yang cepat. "Akibat adanya bocoran di pembuluh darah kapiler tadi tubuh berupaya menutup celah itu dengan bantuan trombosit, sehingga kadar trombosit pun menjadi rendah," papar dokter yang banyak meneliti tentang demam berdarah dan penyakit infeksi tropis ini.

Jumlah trombosit yang rendah atau kurang dari 100.000 per mm3 juga berpengaruh terhadap terjadinya perdarahan. "Yang juga perlu diwaspadai adalah jika mulai muncul bintik merah di kulit karena itu merupakan penanda sel-sel darah merah sudah keluar dari pembuluh darah," paparnya. Salah satu cara mencegah perburukan penyakit akibat kebocoran plasma darah itu pasien harus mendapatkan cukup cairan. "Karena darahnya pekat bisa diatasi dengan meningkatkan asupan cairan sehingga darah lebih encer," imbuhnya. Penanganan DBD, menurut Leonard, pada dasarnya disesuaikan dengan gejala pasien. "Penyakit ini belum ada obatnya karena disebabkan oleh virus maka biasanya akan sembuh sendiri. Pemberian obat biasanya hanya penurun demam atau anti mual sesuai keluhan pasien," katanya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Demam yang Perlu Diwaspadai   Thu Feb 16, 2012 7:46 pm

BOLEHKAH PASIEN DBD DIRAWAT DIRUMAH?
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Kamis, 16 Februari 2012 | 10:54 WIB
KOMPAS.com - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) memang bisa berbahaya. Meski begitu tidak semua pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Pasien yang kadar trombositnya masih cukup tinggi dan mampu beraktivitas dengan baik boleh dirawat di rumah. Menurut tata laksana penanganan DBD, pasien yang memiliki gejala demam tinggi, nyeri kepala, tetapi kadar trombositnya di atas 100.000 dan hematokritnya baik, masih boleh dirawat di rumah. "Apalagi kalau pasiennya terlihat tidak lesu dan masih nafsu makan," kata ahli penyakit infeksi tropis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI. Meskipun dirawat di rumah, namun Leonard mengingatkan agar kondisi pasien terus dipantau. "Masa kritis biasanya terjadi pada hari ketiga dan keempat. Waspadai jika ada tanda-tanda perdarahan seperti bintik merah di kulit, mimisan, atau muntah darah. Ini adalah tanda darurat," katanya. Tetapi perlu disadari bahwa penyakit DBD sulit diprediksi. Setelah demam turun di hari ketiga seringkali diikuti dengan penurunan trombosit. Bila tidak diperhatikan bisa terjadi pengentalan darah. Karena itu pasien harus mendapatkan cairan yang cukup, baik lewat infus atau minuman. Umumnya, setelah hari kelima pasien akan mengalami pemulihan. Namun sejak didiagnosa DBD pasien harus dipantau keadaan klinisnya melalui pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar trombosit dan hematokritnya. Terapi yang utama pada pasien DBD adalah mencukupi kebutuhan cairan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue sehingga umumnya tidak memerlukan antibiotika.
Back to top Go down
View user profile
 

Demam yang Perlu Diwaspadai

View previous topic View next topic Back to top 
Page 7 of 7Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

 Similar topics

-
» teka teki yang perlu diberi penampaq
» Keadaan TB kini perlu dianggap satu krisis
» Pemenang ratu cantik perlu lapah ular - kosmo
» Demam Panas
» DEMAM DENGGI....

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-