|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Wed Jun 23, 2010 8:11 pm | |
| TAK ADA JALAN LAIN, VARISES DI PENIS HARUS DI OPERASI Senin, 29/11/2010 14:44 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Sao Paulo, Jika muncul di kaki, varises mungkin hanya akan berdampak pada penampilan. Lain halnya jika muncul di alat kelamin pria, varises bisa mempengaruhi kualitas sperma sehingga harus dioperasi bila tak ingin mandul. Varises yang terjadi di alat kelamin pria disebut dengan varikokel (varicocele). Kondisi ini dipicu oleh pembengkakan pembuluh darah vena, terutama pada buah zakar sehingga sering menyebabkan ukurannya besar sebelah. Varikokel diyakini merupakan salah satu pemicu kemandulan pada pria dewasa. Selain terasa nyeri, varikokel mempengaruhi kondisi buah zakar mengecil dan mengurangi kualitas sperma yang dihasilkan.
Diperkirakan, varikokel diderita oleh 15 persen pria berusia di atas 15 tahun. Namun kondisi ini juga ditemukan pada 30 persen penderita kemandulan primer (bawaan) dan 80 persen kemandulan sekunder (karena sebab tertentu). Meski bukan satu-satunya penyebab kemandulan, namun varikokel memberi pengaruh cukup besar terhadap kualitas sperma. Terbukti ketika kondisi ini diatasi dengan operasi varicocelectomy, kualitas sperma meningkat cukup signifikan. Peningkatan setelah operasi itu teramati pada 2 indikator penting yang menunjukkan tingkat kesehatan sperma. Keduanya meliputi kualitas atau mutu DNA sperma itu sendiri dan pembangkit energi internal sperma yang disebut mitokondria.
Paula Toni Del Giudice, seorang profesor dari Sao Paulo Federal University di Brazil membuktikannya dengan mengamati 21 remaja pria yang menjalani varicocelectomy. Usia pasien dalam pengamatan itu berkisar antara 25-19 tahun. "Operasi pembedahan pada remaja untuk mengatasi varikokel bisa mencegah kemandulan sekunder. Kami menemukan manfaat yang sangat penting dari operasi tersebut," ungkap Del Giudice seperti dikutip dari Foxnews, Senin (29/11/2010). Meskipun begitu, tidak semua kondisi varikokel berpotensi menyebabkan kemandulan dan harus dioperasi. Untuk menilai seseorang butuh varicocelectomy atau tidak, Del Giudice medasarkan pada 3 hal yakni hasil pemeriksaan sperma, besarnya pembengkakan vena dan perbedaan ukuran di kedua buah zakar.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 6:36 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Wed Jun 23, 2010 8:14 pm | |
| KURANG TESTOSTERON BIKIN PRIA DEPRESI Selasa, 4 Maret 2008 | 09:46 WIB SYDNEY, SELASA - Bagi seorang pria, hormon testosteron memang memiliki peran yang vital baik untuk kehidupan seksual maupun kesehatan secara umum. Sebuah penelitian terbaru pun mengindikasikan, pria lanjut usia yang mengalami kekurangan hormon ini cenderung lebih rentan terhadap gangguan depresi. Kaitan antara testosteron dengan depresi terungkap melalui hasil sebuah riset para ahli di University of Western Australia terhadap sekitar 4.000 orang pria berusia 70 tahun ke atas. Para pria yang kadar testosteronnya rendah tercatat memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar menderita depresi di bandingkan mereka yang kadar hormonnya tinggi.
Para ahli yang mempublikasikan temuannya dalam Archives of General Psychiatri menduga, hormon testosteron mampu mempengaruhi kadar suatu senyawa penting dalam otak yang memicu timbulnya depresi. Riset lain pernah mengindikasikan bahwa wanita juga cenderung lebih rentan terhadap depresi ketimbang pria ketika mereka menginjak usia 65 tahun, di mana perbedaan gender hampir tak terlihat lagi. Kadar testosteron dalam tubuh memang cenderung akan menurun, seiring dengan pertambahan usia meskipun variasinya begitu luas.
Peneliti dari Australia ini melakukan studi terhadap 3.987 pria di atas 70 tahun, yang masing-masing diambil sampel darahnya dan dilibatkan dalam serangkaian tes untuk menentukan tingkat depresi. Dari hasil pemeriksaan terungkap, sekitar 203 partisipan mengalami depresi. Kadar hormon testosteron mereka, baik dari jumlah total maupun testosteron yang tak terikat protein, secara signifikan menunjukkan tingkat yang rendah.
Peneliti kemudian menyesuaikan data-data partisipan untuk memperhitungkan sejumlah faktor yang mempengaruhi seperti tingkat pendidikan serta kadar lemak dalam tubuh. Hasil perhitungan menunjukkan, pria yang kadar testosteron bebasnya di bawah 20 persen tercatat tiga kali lebih besar risikonya mengalami depresi ketimbang yang kadar hormonnya di atas 20 persen. Untuk meyakinkan hasil temuan ini, peneliti menekankan bahwa riset lanjutan mengenai kaitan dua hal ini perlu dilakukan. Walau begitu, riset ini setidaknya memperbesar kemungkinan hadirnya teknik pengobatan efekitf untuk penyakit depresi pada pria lanjut usia lanjut dengan cara meningkatkan kadar kolesterol.
Tingkatkan risiko kematian Sementara itu, penelitian sebelumnya yang melibatkan 800 pria berusia 50 tahun ke atas menunjukkan bahwa kadar testosteron rendah ternyata dapat meningkatkan risiko kematian dalam periode 18 tahun. Partisipan dalam riset ini secara signifikan memang memiliki kecenderungan lebih besar memiliki sejumlah faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit pembuluh darah, jantung dan diabetes.
Temuan Ini juga memperbesar kemungkinan bahwa pria dengan kadar testosteron rendah menjadi rentan terhadap depresi sebab mereka juga cenderung dalam kondisi kesehatan fisik yang buruk. Walau begitu, peneliti dari Australia menyimpulkan bahwa temuan tersebut tidak serta merta dapat menjelaskan hubungan, karena beberapa faktor bisa mempengaruhi.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 2:52 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Wed Jun 23, 2010 8:24 pm | |
| TERAPI TESTOSTERON BIKIN PRIA KEMBALI MUDA Jumat, 9 Januari 2009 | 02:58 WIB Kompas.com - PROSES penuaan memang tidak dapat dihindari. Terdapat kemunduran progresif pada fungsi tubuh seiring bertambahnya usia. Pergerakan makin melambat. Ini terjadi karena waktu dan usia yang terus berjalan dan tidak bisa diulang kembali. Proses penuaan tentu memberi pengaruh cukup berbarti pada kehidupan dan aktivitas setiap manusia. Semakin tua, semakin mudah terkena penyakit dan sulit beraktivitas. Diperkirakan 40% dari pria yang berusia 40 tahun ke atas akan mengalami kelesuan, kurangnya konsentrasi, mood berubah-ubah, lekas marah, bahkan depresi dan bekurangnya kekuatan otot, stamina atau kehilangan libido atau sulit mempertahankan ereksi. Ini semua merupakan gejala-gejala SLOH atau symptomatic late-onset hypogonadism.
Meski demikian, gejala dan tanda-tanda klinis yang berhubungan dengan hypogonadism, tidak selalu semata disebabkan oleh hypogonadism. Karena hormon juga berkurang seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan hormon lainnya juga berperan dalam mengakibatkan terjadinya SLOH. Efek dari hypogonadism ini pun mempengaruhi kualitas hidup ketika usia bertambah dan produksi hormon turun. Lalu mengapa banyak dokter menilik penggantian testosterone untuk mengatasi SLOH? Karena hypogonadism berdampak pada kualitas hidup. Beberapa penelitian menyebutkan area yang paling terpengaruh dengan terjadinya SLOH adalah berkurangnya energi dan performa seksual. Beberapa survei juga menunjukkan hypogonadism mempengaruhi daya ingat, energi, kekuatan fisik dan kegiatan seksual. Penggantian testosterone juga dapat memberikan keuntungan yang berkaitan dengan rendahnya risiko terkena kanker prostat, penyakit jantung, osteoporosis dan keretakan pada tulang.
Setiap pria tahu bahwa kita mengalami penurunan pada saat menua. Bisa jadi SLOH. Kira-kira 50% pria mengalami gejala-gejala ini pada usia 55 tahun. Namun hypogonadism pada pria ini kerap tidak dialporkan dan didiagnosa lebih lanjut. Awal baik yang dapat dilakukan para pria yang mulai merasa stamina adalah dengan mengenali gejala-gejala SLOH. Sehingga pemeriksaan tingkat testosterone pun dapat dilakukan untuk mendapatkan diagnosa pasti. Perawatan yang dilakukan pun dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan. Terapi testosterone tentu patut untuk dipertimbangkan agar SLOH tidak menyebabkan kualitas hidup dan stamina menurun.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 6:06 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Wed Jun 23, 2010 8:26 pm | |
| INILAH MITOS SEPUTAR TESTOSTERON Senin, 15 Juni 2009 | 11:36 WIB KOMPAS.com — Testosteron merupakan hormon seks pria yang punya peran penting dalam fungsi seksual, produksi sperma, pembentukan otot, dan intonasi suara. Rendahnya kadar hormon ini akan menyebabkan seseorang mengalami kelelahan kronis, depresi, gangguan ereksi, dan postur tubuh yang kurang tegap atau berkurangnya kemampuan atletik. Penelitian menunjukkan bahwa hormon testosteron dalam jumlah yang normal sangat penting untuk mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular pada pria. Selain itu, pria yang kadar testosteronnya normal lebih panjang umur dibanding dengan pria yang kekurangan hormon ini. Banyak mitos yang salah beredar mengenai hormon pria ini. Abraham Morgentaler, MD, dokter spesialis urologi dari Harvard Medical School dan penulis buku Testosterone for Life akan menjawabnya untuk Anda.
1. Testosteron adalah obat yang ilegal Hormon testosteron termasuk dalam obat yang legal, terlebih hormon ini sangat penting bagi pria. Yang ilegal adalah bila hormon ini dipakai tanpa resep dokter. Meski begitu, banyak organisasi olahraga yang punya aturan ketat tentang penggunaan obat atau suplemen yang mengandung testosteron karena bisa memengaruhi performa atlet. Atlet yang melanggar bisa dikenai sanksi.
2. Testosteron adalah steorid, dan steorid berbahaya. Ya, testosteron memang steorid, tapi tidak berbahaya. Lagi pula secara alamiah kita dipenuhi oleh berbagai steorid. Menurut Morgentaler, kata steroid sebenarnya berkaitan dengan molekul yang ditopang oleh empat karbon, seperti estrogen, progesteron, kortisol, juga kolesterol. Sementara itu, dalam dunia olahraga, steroid merupakan kependekan dari anabolic steroid hormone yang berarti secara khusus bekerja untuk membangun otot dan tulang, seperti testosteron.
3. Testosteron menyebabkan perilaku kasar dan tak terkontrol Belum ada fakta yang membuktikan testosteron menyebabkan tindakan agresif, kekerasan, atau perilaku tak terkontrol lainnya. Sebaliknya, pria dengan hormon testosteron yang rendah justru mudah marah, dan kondisi ini akan membaik setelah kadar testosteronnya naik.
4. Testosteron menyebabkan kanker prostat Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron yang tinggi justru risikonya lebih kecil untuk terkena kanker prostat.
5. Kadar Testosteron yang tinggi menyebabkan kebotakan Secara umum, pria yang mengalami kebotakan punya kadar testosteron yang sama dengan pria yang rambutnya masih lebat. Kebotakan, menurut Morgentaler, biasanya sudah diturunkan secara genetis.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 2:53 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Sat Jun 26, 2010 7:42 am | |
| INKONTINENSIA URI Inkontinensia Uri adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan pengeluaran air kemih. Inkontinensia uri bisa terjadi pada usia berapapun dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Sekitar 1 dari 3 orang usia lanjut memiliki masalah dengan kandung kemihnya dan wanita 2 kali lebih sering terkena.
Ginjal secara teratur menghasilkan air kemih, yang mengalir melalui dua tabung panjang yang disebut ureter ke kandung kemih (tempat penyimpanan air kemih). Bagian terendah dari kandung kemih dilingkari oleh otot (sfingter) yang terus menerus berkontraksi agar saluran pembuangan air kemih (uretra) tetap tertutup, sehingga air kemih tetap berada dalam kandung kemih sampai kandung kemih terisi penuh.
Jika kandung kemih telah penuh, maka akan disampaikan pesan dari kandung kemih ke medula spinalis, yang diteruskan ke otak sehingga seseorang merasa ingin berkemih. Kemudian secara sadar dia akan memutuskan apakah akan segera membuang kemihnya atau menahannya sebentar. Jika diputuskan akan berkemih, maka otot sfingter akan mengendur sehingga air kemih mengalir melalui uretra dan otot dinding kandung kemih berkontrakasi untuk mendorong air kemih keluar. Dorongan ini bisa ditingkatkan oleh kontraksi dinding perut dan dasar panggul yang akan meningkatkan tekanan pada kandung kemih.
Keseluruhan proses menahan dan mengeluarkan air kemih ini sangat kompleks dan kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran air kemih bisa mengalami gangguan pada setiap tingkatan proses tersebut dan oleh berbagai kelainan. Akibat dari gangguan ini adalah hilangnya pengendalian terhadap pengeluaran air kemih.
PENYEBAB Jenis inkontinensia dibedakan berdasarkan awal mula timbulnya inkontinensia, apakah baru terjadi dan secara tiba-tiba atau timbul secara bertahap dan menetap. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah infeksi kandung kemih (sistitis). Penyebab lainnya adalah: - efek samping obat - penyakit yang mempengaruhi pergerakan atau menyebabkan linglung - asupan minuman yang mengandung kafein atau alkohol berlebihan - keadaan yang menyebabkan iritasi kandung kemih atau uretra (misalnya vaginitis atropik atau sembelit yang berat).
Inkontinensia menahun bisa terjadi akibat: - perubahan di dalam otak - perubahan di dalam kandung kemih atau uretra - kelainan saraf yang menuju atau berasal dari kandung kemih. Perubahan-perubahan ini terutama sering ditemui pada usia lanjut dan wanita pasca menopause.
DIAGNOSA Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis inkontinensia: 1. Analisa air kemih, untuk menentukan apakah terdapat infeksi atau tidak. 2. Pengukuran jumlah air kemih yang tersisa di dalam kandung kemih melalui pemeriksaan USG atau kateterisasi. Sisa air kemih yang banyak menunjukkan adanya penyumbatan atau kelainan pada saraf atau otot kandung kemih. 3. Penilaian urodinamik dilakukan untuk mengukur tekanan kandung kemih pada saat kosong dan pada saat terisi. Pemeriksaan ini terutama efektif dilakukan pada inkontinensia menahun. 4. Pengukuran laju aliran kemih dilakukan untuk mengetahui adanya penyumbatan aliran kemih dan kekuatan kontraksi otot kandung kemih.
Pada inkontinensia karena stres dilakukan pemeriksaan vagina dan pemeriksaan panggul (untuk mengetahui apakah lapisan uretra atau vagina mengalami penipisan akibat kekurangan estrogen).
PENGOBATAN Beberapa langkah sederhana bisa dilakukan untuk merubah perilaku penderita: 1. Teknik perubahan perilaku, misalnya membiasakan diri untuk berkemih setiap 2-3 jam untuk menjaga agar kandung kemih relatif kosong. 2. Menghindari minuman yang bisa menyebabkan iritasi kandung kemih, misalnya minuman yang mengandung kafein. 3. Minum sebanyak 6-8 gelas/hari untuk mencegah pemekatan air kemih, karena air kemih yang terlalu pekat bisa mengiritasi kandung kemih. 4. Menghentikan pemakaian obat-obatan yang bisa menimbulkan efek samping pada kandung kemih.
Pengobatan untuk inkontinensia desakan. 1. Membiasakan diri untuk berkemih secara teratur. 2. Teknik pelatihan kandung kemih yang berupa latihan otot panggul dan biofeedback. 3. Obat-obatan yang mengendurkan kandung kemih, misalnya propantelin, imipramine, hisiamin, oksibutinin dan disiklomin.
Pengobatan untuk inkontinensia karena stres. 1. Pada wanita yang menderita inkontinensia karena stres bisa diberikan tablet estrogen atau krim estrogen yang dioleskan langsung ke vagina. 2. Obat yang membantu memperkuat sfingter (misalnya fenilpropanolamin atau pseudoefedrin) harus diberikan bersamaan dengan estrogen. 3. Jika terdapat kelemahan otot panggul, maka dilakukan latihan Kegel dan biofeedback. 4. Penderita bisa menggunakan pembalut untuk menyerap sejumlah kecil air kemih yang biasanya keluar pada saat mengalami stres. 5. Pada kasus yang lebih berat, yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan diatas, bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat kandung kemih dan memperkuat uretra. Atau bisa diberikan suntikan kolagen di sekeliling uretra.
Pengobatan untuk inkontinensia aliran berlebih. Jika penyebabnya adalah pembesaran prostat atau penyumbatan lainnya, maka dilakukan: - pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh prostat - pemberian obat finasterid seringkali bisa memperkecil ukuran prostat atau menghentikan pertumbuhannya, sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan atau pembedahan bisa ditunda - pemberian obat untuk mengendurkan sfingter (misalnya terazosin).
Jika penyebabnya adalah kelemahan kontraksi otot kandung kemih, maka dilakukan: - pemberian obat yang meningkatkan kontraksi kandung kemih (misalnya betanekol) - menekan perut bagian bawah (tepat diatas kandung kemih) bisa membantu mengosongkan kandung kemih - kateterisasi (pemasangan selang kecil melalui uretra) untuk mengosongkan kandung kemih dan mencegah komplikasi (misalnya infeksi berulang dan kerusakan ginjal).
Inkontinensia total diatasi dengan berbagai prosedur pembedahan. Salah satunya adalah mengganti sfingter yang tidak menutup sebagaimana mestinya dengan sfingter buatan.
Pengobatan untuk inkontinensia psikogenik adalah psikoterapi yang biasanya dilakukan bersamaan dengan perubahan perilaku dan pemakaian alat yang bisa membangunkan anak ketika mulai mengompol atau obat untuk mencegah kontraksi kandung kemih. Kepada penderita yang mengalami depresi bisa diberikan obat anti-depresi.
Jika inkontinensia tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh berbagai pengobatan spesifik diatas, maka untuk melindungi kulit serta memungkinkan penderita tetap merasa kering, nyaman dan bisa melakukan kegiatan sosial, maka penderita bisa menggunakan pembalut dan pakaian dalam khusus.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 6:33 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Sat Jun 26, 2010 7:44 am | |
| WASPADA JIKA KENCING TAK BISA DIKONTROL Kamis, 22 Juli 2010 | 16:38 WIB KOMPAS.com — Mengompol ternyata juga bisa dialami orang dewasa. Dalam bahasa medis, gangguan kemih itu disebut inkontinensia, yakni ketidakmampuan menahan urine dalam kandung kemih sampai urine keluar begitu saja di luar kendali. Tak heran jika setiap kali bersin, batuk, atau tertawa, celana si penderita otomatis akan basah. Diperkirakan satu dari 10 orang berusia di atas 65 tahun mengalami inkontinensia. Secara umum gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Di Amerika Serikat, lebih dari 17 juta wanita mengalami kondisi tersebut, tetapi malu untuk membicarakannya.
"Kondisi inkontinensia lebih sering dikaitkan dengan usia dan tak ada seorang pun yang mau mengakui dirinya bertambah tua. Padahal, satu dari tiga wanita yang mengalami gangguan kemih ini berusia di bawah 35 tahun," kata Jacqueline Thielen, MD, konsultan kesehatan perempuan dari Mayo Clinic College of Medicine in Rochester, Amerika Serikat. Perempuan mengalami inkontinensia urine dua kali lebih sering daripada laki-laki. Hal ini disebabkan perempuan mengalami proses kehamilan, persalinan, menopause, serta struktur kandung kemih yang berbeda dengan laki-laki. Inkontinensia urine pada perempuan biasanya disebabkan karena kelemahan otot-otot dasar panggul yang menyangga saluran kemih dan otot pintu saluran kemih (uretra) sehingga urine keluar begitu saja tanpa dapat ditahan.
Menurut Thielen, berkemih tanpa bisa dikontrol adalah hal yang tidak normal, tetapi cukup sering dialami wanita yang akan memasuki masa menopause. Perempuan yang sudah pernah melahirkan secara normal juga rentan mengalami inkontinensia. Keadaan ini terkait dengan melemahnya jaringan penunjang pelvis. Faktor risiko lain adalah kelebihan berat badan, obat-obatan tertentu, dan beberapa masalah kesehatan, seperti diabetes dan parkinson.
Secara normal, kandung kemih mampu menampung urine sekitar 300 cc. Setelah kandung kemih penuh, rasa ingin kencing mulai timbul. Namun, normalnya tanpa disertai rasa tidak nyaman, urgensi, sakit, maupun mengompol. Meski mengganggu, inkontinensia secara medis tidaklah membahayakan. Namun, kondisi ini bisa diatasi. Pada banyak kasus, kemampuan mengendalikan kandung kemih dapat ditingkatkan dengan mengobati penyebabnya atau mengubah kebiasaan sehari-hari.
Latihan berkemih dan latihan otot-otot dasar panggul (senam kegel) memegang peranan penting dalam mengelola gangguan kemih ini. Terkadang, dengan penyesuaian kebiasaan sehari-hari, seperti lebih sering ke toilet untuk berkemih atau membatasi cairan sebelum tidur, dapat membantu. Bila latihan berkemih tidak dapat membantu, dokter akan memberikan obat-obatan atau pembedahan khusus untuk mengatasinya.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 2:55 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Jul 01, 2010 8:29 am | |
| MENGAPA WANITA RENTAN ALAMI GANGGUAN BERKEMIH? Rabu, 16 Desember 2009 | 09:36 WIB KOMPAS.com - TAK hanya pertambahan usia yang menjadi pencetus gangguan berkemih, perempuan usai melahirkan juga kerap mengalami gangguan ini. Banyak alasan yang mendasarinya. Misalnya, persalinan memakan waktu lama atau jabang bayi yang punya ukuran kelewat besar. Mulyadi Tedjapranata, dokter Klinik Medizone di Apartemen Taman Kemayoran, Jakarta Pusat menjelaskan, pada saat melahirkan, bayi keluar melalui vagina. Proses ini menekan dinding vagina. "Jika penekanan membutuhkan waktu lama dengan intensitas tinggi, kandung kemih akan mudah mengalami kerusakan," ujarnya. Akibatnya, otot kandung kemih menjadi tidak lagi bisa berfungsi dengan baik.
Dahrial Daud, dokter kandungan dari Rumah Sakit Siloam, Tangerang menambahkan, dalam proses persalinan yang memakan waktu panjang, seorang ibu tentu akan menahan diri untuk tidak kencing. "Proses merenggang yang terlalu lama juga menjadi penyebab melemahnya otot panggul pada wanita," ajar dia. Kondisi ini bahkan terjadi bukan saja saat melahirkan, tapi juga bisa terjadi saat bayi masih dalam kandungan. Tekanan pada kandung kemih yang secara terus menerus selama masa kehamilan juga akan membuat otot panggul tertekan sehingga tak bekerja maksimal. Pun begitu dengan ukuran bayi yang terlalu besar. "Ini juga bisa menyebabkan saluran kandung kemih tertekan," ujar dia.
Gangguan pada saluran berkemih bahkan juga berpotensi terjadi pascakelahiran. Perubahan hormonal setelah masa persalinan mempengaruhi kerja otot dalam kandung kemih. Tapi, ini bukan berarti tidak ada jalan untuk menyembuhkannya. Hal ini tentu tergantung dengan kadar berat dan ringan gangguan herkemih seseorang. Pada gangguan berkemih dengan kadar yang ringan, penderita masih bisa ditolong dengan menggunakan obat-obatan. Tapi jika sudah parah, dokter ahli umumnya akan melakukan tindakan operasi kateter. Ini adalah tindakan pemasangan selang kateter ke dalam kandung kemih melalui saluran kencing.
Tujuannya untuk mencegah urine dalam kandung kemih penuh hingga menyebabkan penderita gangguan kemih gampang mengompol meskipun tekanan dalam kemih dalam kadar kecil. Penanganan dengan menggunakan kateter ini biasanya membutuhkan waktu selama tiga hari sampai beberapa minggu sampai saluran kencing kembali normal. Gangguan berkemih sebaiknya cepat disembuhkan. Jika kelamaan, gangguan kemih ini bisa menyebabkan kerusakan syaraf pada kantong kemih. Dan, akibatnya bisa melumpuhkan otot uretra. (KONTAN/Herlina Kartika Dewi)
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 2:56 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Fri Jul 02, 2010 1:19 pm | |
| KEBELET KENCING? "Ladies, Don't Go!" Jumat, 4 September 2009 | 10:00 WIB KOMPAS.com — Kebelet kencing bukan masalah yang dapat ditahan atau ditunda. Namun, kabar baik yang perlu diketahui kalangan perempuan saat ini adalah telah tersedianya kantong yang memungkinkan mereka melakukan hal itu di mana pun dan kapan pun. Kantong yang dapat dibawa ke mana pun ini terdiri dari kantong plastik yang dilengkapi dengan polimer penyerap sehingga dapat mengubah urine menjadi gel. Kantong yang ukurannya menyerupai sebatang cokelat saat dilipat itu dapat digunakan saat jongkok, duduk atau berdiri. Produk bernama 'Ladybag' yang dirancang menyerupai lembaran daun ini juga dilengkapi dengan instruksi grafis yang tercetak di bagian bawahnya. Gel yang terbentuk pada kantong itu dapat menyerap hingga 1 liter urine.
Penemunya, Eva Tinter, menjelaskan kepada majalah Jerman, Der Spiegel: "Produk ini dapat digunakan di dalam mobil, saat tidak ingin mampir ke toilet yang kotor, atau apabila tidak ingin mengantre di toilet umum. Anda cukup mencari tempat untuk mengenakan kantong ini." "Gel tersebut berfungsi mencegah bau tidak sedap. Kantong yang dapat dibuang ke tempat sampah seusai dipakai itu juga ramah lingkungan," tambah Tinter. Kantong itu direkomendasikan untuk sekali pemakaian. Kantong yang juga dianjurkan tidak digunakan sambil mengemudi kendaraan ini tersedia dalam kemasan satu kotak berisi 3 kantong seharga Rp 120.000. Sejak diluncurkan Oktober tahun lalu, produk itu telah terjual hingga 20.000 unit, baik melalui toko obat maupun internet. "Kami telah mendapatkan pesanan dari seluruh dunia," ujar Tinter.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 2:57 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Wed Jul 07, 2010 7:10 pm | |
| SENAM KEGEL ATASI GANGGUAN BERKEMIH Rabu, 16 Desember 2009 | 08:55 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak cara untuk bisa mengatasi masalah gangguan sekresi atau gangguan kemih. Salah satunya dengan melakukan terapi. "Mereka bisa melakukan exercise atau senam secara berkala," kata Dahrial Daud, dokter kandungan dari Rumah Sakit Siloam, Tangerang. Senam kegel salah satu contohnya. Senam ini pada dasarnya bertujuan untuk melatih otot dasar panggul (puboccoccygeus) dan otot-otot saluran kemih.
Ditemukan oleh Arnold Kegel, senam ini awalnya dianjurkan bagi wanita yang menjalani proses persalinan. Maklum, pasca-melahirkan, banyak perempuan yang biasanya tidak bisa menahan keluarnya air seni sehingga sering mengompol. Namun, pada perkembangannya, "Senam ini tak hanya dilakukan oleh wanita tapi juga pria," ujar dia. Maklum, gangguan berkemih nyatanya juga banyak terjadi pada pria yang lanjut usia. Salah satu kelebihan senam ini adalah gerakannya yang sangat gampang dilakukan. Senam ini juga bisa dilakukan di mana dan kapan saja, tergantung keinginan kita.
Caranya, Anda bisa mengencangkan otot kemih seperti menahan kencing. Tahan selama lima detik kemudian kembali dikendurkan. Ulangi sedikitnya lima kali. Waktu menahan kencing ini kemudian bisa ditingkatkan secara bertahap menjadi 15 detik-20 detik. Untuk hasil yang maksimal, lakukan latihan ini tiga kali sehari dengan frekuensi 10 sampai 15 kali tiap sesinya. Bila dilakukan secara teratur, hasil senam kegel ini akan terlihat dalam waktu sekitar delapan sampai 12 minggu. Niscaya, gangguan berkemih perlahan akan menghilang dengan sendirinya.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 2:59 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Wed Jul 14, 2010 12:43 pm | |
| WASPADA BILA SERING KENCING TAK TERKONTROL Rabu, 16 Desember 2009 | 08:15 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Pertambahan usia manusia umumnya disertai dengan perubahan anatomi dan fungsi organ di seluruh tubuh. Salah satu penanda yang gampang dikenali adalah turunnya fungsi kandung kemih. Umumnya, penurunan fungsi kemih itu ditandai dengan kencing di luar kesadaran atau biasa disebut ngompol. Kencing yang tak terkontrol ini kadang terpicu oleh aktivitas-aktivitas kecil seperti batuk atau bahkan tertawa.
Tak hanya orang lanjut usia yang mengalami gangguan saluran kemih ini. Perempuan yang baru melahirkan juga tak jarang mengalami gangguan berkemih ini. Dalam ilmu kedokteran, gangguan berkemih biasanya disebut dengan inkontinensia urine. Ini adalah gangguan yang terjadi pada saluran kemih sehingga membuat orang acap kali kencing di luar kontrol dan kesadaran. "Ini merupakan akibat dari ketidakmampuan seseorang menahan kencing baik dalam jumlah sedikit, sampai dengan jumlah besar," kata Mulyadi Tedjapranata, dokter Klinik Medizone di Apartemen Taman Kemayoran, Jakarta Pusat.
Banyak faktor yang membuat orang tidak mampu mengontrol kencing mereka. Salah satu sebab yang paling lazim, hal itu terjadi karena fungsi otot dasar panggul yang melemah. Konsumsi obat-obatan tertentu bisa menjadi pernyebab menurunnya kekuatan otot panggul ini. Mereka yang menderita diabetes juga bisa mengalami gangguan berkemih. Maklum saja, metabolisme tubuh pada penderita diabetes membuat produksi urine berlebihan. Walhasil, "Mereka kadang sulit mengontrol produksi urinenya," ujar dia.
Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan nyatanya lebih kerap mengalami gangguan pada saluran kencing ini ketimbang laki-laki. Di Indonesia, prevalensi atau jumlah perempuan yang menderita inkontinensia urine sebesar 5,8 persen, sedangkan pria hanya 5 persen. Pada wanita manula, bahkan prevalensi gangguan berkemih meningkat menjadi 35 persen-45 persen. Risiko gangguan berkemih ini umumnya banyak terjadi pada wanita yang kerap melahirkan secara normal.
Otot uretra bisa lumpuh Dalam ilmu kedokteran, inkontinensia urine terbagi menjadi empat jenis. Pertama, inkontinensia stress. Ini terjadi jika tekanan kandung kemih meningkat melebihi tekanan pada saluran kencing, yakni saat terjadi batuk atau bersin.
Kedua adalah urge inkontinensia urine yang terjadi akibat aktivitas gerakan otot kandung kemih yang berlebihan yang mengakibatkan dorongan yang kuat untuk mengeluarkan urine. "Biasanya ini muncul bila ada infeksi di kandung kemih," imbuh Dahrial Daud, dokter kandungan dari Rumah Sakit Siloam, Tangerang.
Yang ketiga adalah inkontinensia overflow. Pada kondisi ini, urine biasanya keluar secara terus-menerus karena kandung kemih penuh dan melebihi kapasitas. Gangguan kemih jenis biasa diderita oleh kaum laki-laki. Penyebabnya adalah sumbatan mekanis karena terjadi pembesaran prostat. Yang terakhir adalah inkontinensia transien atau fungsional. Ini adalah gangguan kemih yang terjadi akibat faktor lain di luar saluran kemih, misalnya, ada kelainan fisik atau kognitif yang terjadi pada seseorang.
Dalam jangka panjang dan tanpa pengobatan, gangguan pada saluran kemih ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot uretra kita. Jika ini terjadi, operasi adalah jalan memperbaikinya. Karena itu, sebelum terlambat, jangan ragu untuk berobat.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 3:00 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Mon Jul 19, 2010 7:44 am | |
| 10 PENYEBAB "NGOMPOL" DI USIA DEWASA Selasa, 18 Januari 2011 | 15:06 WIB KOMPAS.com — Pernahkah Anda tergesa-gesa ke toilet karena pipis tidak bisa ditahan? Atau mungkin Anda sering berkemih tanpa sadar dan mengalami urine keluar sedikit saat batuk atau bersin? Jika iya, Anda mengalami inkontinensia atau mengompol. Inkontinensia adalah ketidakmampuan menahan urine dalam kandung kemih sehingga keluar begitu saja di luar kendali. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Ada beberapa penyebab umum terjadinya inkontinensia.
1. Persalinan Melahirkan, terutama melalui proses normal, merupakan penyebab umum terjadinya inkontinensia stres. Keadaan ini sering terkait dengan lemahnya jaringan penunjang pelvis. Ini juga dapat mengakibatkan turunnya kandungan dan jaringan vagina. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diperbaiki dengan melakukan latihan khusus pengencangan daerah panggul dan melatih kandung kemih. Operasi ringan juga bisa mengencangkan jaringan dasar pelvis yang sudah melemah.
2. Kehamilan Inkontinensia selama kehamilan merupakan bentuk lain dari inkontinensia stres. Biasanya kondisi ini disebabkan karena pembesaran rahim yang mendesak struktur kandung kemih. Perubahan hormonal juga bisa meningkatkan pengeluaran urine. Mengompol pada masa kehamilan ini bisa dicegah dengan latihan kegel.
3. Histerektomi Operasi pengangkatan rahim (histerektomi) dan sejenisnya bisa menyebabkan terganggunya otot kandung kemih karena otot dan jaringan rahim berdekatan dengan kandung kemih.
4. Penuaan Bertambahnya usia membuat risiko mengompol di usia lanjut lebih besar, bukan cuma pada pria, melainkan juga pada wanita. Penyebabnya adalah melemahnya kekuatan otot pada uretra. Beberapa penyakit kerusakan otak, seperti stroke dan demensia, juga akan menyebabkan terganggunya sinyal ke bagian kandung kemih.
5. Operasi prostat Selain penuaan, penyebab inkontinensia pada pria adalah operasi kanker prostat. Prosedur ini juga bisa menyebabkan efek samping berupa gangguan ereksi. Itu sebabnya banyak dokter memilih untuk "menunggu" perkembangan tumor karena tumor ini biasanya berkembang sangat lambat.
6. Pembesaran prostat Pembesaran kelenjar prostat bisa menyebabkan gangguan dan pembesaran otot kandung kemih akan menyebabkan fungsi kandung kemih tidak stabil.
7. Diabetes Diabetes yang menahun serta tidak dikendalikan bisa menyebabkan komplikasi neuropati atau rusaknya pembuluh saraf besar dan kecil. Kerusakan ini juga termasuk pada saraf di bagian kandung kemih sehingga kandung kemih yang sudah penuh tidak bisa dirasakan.
8. Obesitas Berat badan berlebihan bisa mendesak kandung kemih dan struktur pelvis. Namun, hal ini lebih sering dialami kaum wanita karena perbedaan anatomi saluran kemih.
9. Ketergantungan obat Penelitian tahun 2009 menemukan orang yang mengonsumsi obat ketamine selama dua tahun lebih berisiko tinggi mengalami inkontinensia. Hal yang sama juga dialami oleh para pengguna narkotika.
10. Infeksi saluran kemih Infeksi saluran kemih bisa disebabkan hubungan seksual, tetapi juga bisa disebabkan infeksi virus mengingat pada wanita letak uretra berdekatan dengan vagina. Salah satu gejala penyakit ini adalah sering berkemih.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 5:13 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Mon Jul 19, 2010 7:48 am | |
| SERING KENCING ITU PERTANDA APA? Irna Gustia - detikHealth - Jumat, 04/09/2009 15:10 WIB Jakarta, Ketika sedang asyik menerima tamu, rapat atau nonton film tiba-tiba kebelet kencing padahal Anda merasa baru saja buang air kecil. Gangguan sering kecing (urinary frequency) atau poliuria ini ternyata dialami banyak orang. Rata-rata setiap orang buang air kecil sebanyak tujuh kali sehari, jika lebih atau kurang dari itu bisa menandakan ada masalah. Banyak orang memilih menahan pipis karena alasan capek bolak balik ke kamar mandi.
Tapi sebaiknya jangan melakukan itu. Terlalu lama menunda buang air kecil bisa meningkatkan peluang terkena infeksi saluran kencing. Kandung kemih yang sangat penuh akan merentangkan dan melemahkan otot-otot pengontrol buang air yang menyebabkan pengosongan kandung kemih yang tidak selesai. Urine lama yang tertinggal di kandung kemih merupakan lahan yang subur untuk tempat tumbuhnya bakteri.
Joan Liebmann-Smith Ph.D dan Jacqueline Nardi Egan dalam tulisannya Body Sign, How to Be Your Own Diagnostic Detective, seperti dikutip Jumat (4/9/2009) mengulas beberapa penyebab sering kencing. 1. Sering kencing baik pada laki-laki maupun perempuan terutama kalau diiringi rasa haus adalah tanda peringatan awal yang sangat umum adanya diabetes. 2. Sering kencing juga merupakan tanda paling khas adanya suatu kehamilan. 3. Sering kencing juga menandakan adanya infeksi saluran kencing atau PMS. 4. Sedangkan pada perempuan lanjut usia (lansia) sering kencing adalah tanda menopause yang paling umum. Ketika tingkat estrogen turun, lapisan uretra menipis dan otot yang mengelilingi pelvis melemah. 5. Tetapi jika pada laki-laki lansia sering kencing mungkin tanda salah satu masalah prostat yang membesar atau benign prostatic hyperplasia (BHP). Pembesaran prostat menekan uretra dan menghalagi aliran urine. Akibatnya kandung kemih tidak bisa kosong dengan cepat atau seutuhnya dan laki-laki itu sering merasa ingin kencing lagi. 6. Sering kencing malam (nokturia) adalah peringatan terhadap reaksi terhadap obat-obatan yang dikonsumsi, minuman diuretik (menyerap air), penggunaan obat jantung atau obat psikitaris. Nokturia juga bisa menandakan penyakit ginjal bahkan gagal jantung. 7. Terlalu banyak minum cairan kafein, bir atau alkohol juga menjadi pemicu sering kencing.
Jika Anda mengalami infeksi saluran kencing maka tanda-tandanya adalah: 1. Rasa perih ketika pipis 2. Merasa perlu buang air lebih sering dari pada biasanya 3. Merasa perlu buang air tapi tidak bisa atau hanya keluar sedikit-sedikit 4. Urine yang bocor 5. Urine yang berbaru, berwarna keruh dan gelap.
Sedangkan kelainan kencing jika terkana pembesaran prostat tanda-tandanya adalah: 1. Sering buar air 2. Merasa terdesak untuk buang air 3. Urine tidak lekas keluar 4. Urine terus mengucur bahkan ketika merasa sudah selesai 5. Merasa seolah kandung kemih belum sepenuhnya kosong setelah buang air.��
Normalnya, pada orang yang sehat, urine hampir steril dan tidak berbau ketika keluar dari tubuh. Urine yang sehat adalah yang bening, agak kuning dan tidak berbusa. Cara untuk membantu menghindari kencing yang tidak disengaja adalah melakukan senam Kegel. Latihan ini membantu menguatkan otot-otot bawah pelvis, yaitu otot yang mengontrol kandung kemih.
TES UNTUK MENGETAHUI GANGGUAN BERKEMIH Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 08/06/2010 13:13 WIB Jakarta, Bolak-balik buang air kecil tentu akan membuat orang sedikit terganggu kehidupan sosial dan pribadinya. Ada tes kecil untuk mengetahui seberapa besar Anda mengalami gangguan berkemih atau beser. Memang seseorang akan lebih sering buang air kecil saat musim hujan atau terpapar udara dingin. Tapi pada beberapa orang tertentu justru mengalami sering buang kecil di waktu kapan pun yang disebut Over Active Bladder (sering buang air kecil / OAB). Masalah ini banyak menimpa kaum perempuan, meski demikian ada juga kaum lelaki yang mengalaminya dan diyakini berkaitan dengan gangguan prostat. Tapi jangan khawatir OAB adalah suatu kondisi medis yang umum dan bisa diobati.
Seperti dikutip dari WebMD, Selasa (8/6/2010) salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini: 1. Seberapa besar gangguan frekuensi buang air kecil pada saat siang hari? 2. Seberapa besar gangguan yang dirasakan terhadap desakan tidak nyaman untuk buang air kecil? 3. Seberapa besar gangguan yang timbul akibat keinginan mendesak untuk buang air kecil yang tiba-tiba? 4. Seberapa besar gangguan frekuensi urine keluar sedikit tanpa disengaja? 5. Seberapa besar gangguan buang air kecil saat malam hari? 6. Seberapa besar gangguan sering bangun di malam hari untuk buang air kecil? 7. Seberapa besar gangguan sering tidak dapat mengendalikan keinginan buang air kecil yang mendesak? 8. Seberapa besar gangguan sering keluarnya urin berbarengan dengan kenginan mendesak untuk buang air kecil?
Jika Anda adalah laki-laki, maka tambahkan dua poin untuk jawaban tersebut. Nilai yang bisa diberikan dari jawaban pertanyan tersebut: 0 = tidak mengganggu sama sekali 1 = sedikit mengganggu 2 = agak mengganggu 3 = mengganggu 4 = sangat mengganggu 5 = teramat sangat mengganggu
Jika nilai yang didapatkan lebih dari 8, maka ada kemungkinan Anda mengalami gangguan OAB. Tapi hasil tes ini bukanlah sebuah alat diagnostik, karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai gejala yang sering dialami. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 6:51 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Mon Jul 19, 2010 7:50 am | |
| .HIPOSPADIA Hipospadia adalah suatu kondisi di mana pembukaan uretra terletak pada bagian bawah dan bukan di ujung penis. Uretra adalah tabung yang mengalirkan air seni dari kandung kemih untuk keluar dari tubuh. Gambaran sederhana untuk hipospadia adalah bentuk penis yang menyerupai kran air.
Hipospadia umum terjadi pada anak-anak dan tidak menyebabkan kesulitan dalam merawat bayi. Bahkan, pembedahan biasanya mengembalikan tampilan normal penis anaka. Dengan pengobatan berhasil banyak bayi laki-laki akhirnya memiliki fungsi seksual yang normal.
Gejala *Tanda dan gejala hipospadia dapat mencakup: * Pembukaan uretra di lokasi selain ujung penis * Penis ditutupi oleh kulup * Semprotan air seni yang keluar abnormal
Perawatan Perawatan melibatkan pembedahan untuk reposisi yang uretra membuka dan, jika perlu, meluruskan batang penis.
Sumber: mayoclinic-Detik Health
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 6:24 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Mon Jul 19, 2010 7:50 am | |
| PHIMOSIS Phimosis merupakan istilah yang menggambarkan keadaan kulup penis yang tak dapat ditarik. Normalnya kulit diujung penis dapat ditarik pada usia 10 tahun atau menginjak pubertas. Penyebabnya kemungkinan adalah kegagalan kulup melonggarkan diri selama pertumbuhan. Bisa juga karena infeksi balinitis, cacat, atau penyakit alat kelamin. Phimosis dapat menyebabkan rasa sakit pada penderita saat berkemih jika kulup lengket dan menutup lubang penis. Penyumbatan ini disebabkan kotoran urin yang mengkristal dalam kulup.
Gejala Kulup tidak dapat ditarik.
Perawatan Salah satu perawatan yang efektif adalah dengan melakukan sunat kepada penderita.
Sumber: Detik Health
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 6:23 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Mon Jul 19, 2010 8:48 am | |
| PERLUKAH BAYI DISUNAT? Jumat, 21 Mei 2010 | 11:15 WIB KOMPAS.com — "Bayi saya baru berumur 10 bulan. Beberapa hari yang lalu dia panas tinggi. Sudah sempat cek darah, tapi tidak ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan. Ketika dibawa ke dokter, dokter bertanya soal kebiasaan pipis anak saya. Saya bilang pipisnya normal. Setelah diperiksa, ternyata kulit yang menutup penisnya tidak bisa dibuka secara sempurna. Beliau menyarankan agar bayi saya disunat. Sebenarnya, di usia berapakah sebaiknya sunat itu dilakukan?" (Surat dari Kinar, Kampung Ambon)
Sebelum membahas soal sunat, mungkin sebaiknya dibahas dulu mengenai demam yang membuat Anda harus membawa si kecil ke dokter. Sayang tidak disebut berapa lama demam terjadi, dan kapan pemeriksaan darah dilakukan. Menurut dr Fransisca Handy, SpA, dokter anak dan konsultan laktasi, demam—seperti halnya batuk dan pilek—adalah penyakit yang sehari-hari terjadi pada anak, terutama balita. Penyakit-penyakit ringan ini merupakan bagian dari tumbuh kembang anak. Inilah "ajang pelatihan" bagi daya tahan tubuh si anak sekaligus pertanda bahwa daya tahan tubuh anak sedang bekerja.
Penyakit-penyakit ringan ini sebagian besar disebabkan oleh virus yang bersifat sel limiting disease (sembuh sendiri). Demam yang tinggi tidak menggambarkan bahwa penyakitnya lebih berat daripada demam yang rendah karena demam akibat virus umumnya justru tinggi. Pemeriksaan penunjang (laboratorium) biasanya dilakukan bila demam telah berlangsung lebih dari tiga hari.
Bila dari pemeriksaan fisik dan hasil lab darah tidak ditemukan kelainan, pada anak di bawah 2 tahun infeksi saluran kemih (ISK) memang perlu dicurigai. Selanjutnya kecurigaan ini tentu perlu dibuktikan terlebih dahulu sebelum menentukan pengobatannya. ISK dibuktikan dengan melakukan pembiakan (kultur) terhadap air seni yang biasanya memerlukan waktu antara 3-7 hari. Bila dari hasil pembiakan terbukti bahwa didapat bakteri dengan jumlah koloni >100.000/ml, diagnosis ISK baru dapat ditegakkan.
Melekatnya kulit penutup penis dengan penis itu sendiri (dikenal dengan istilah fimosis) memang merupakan salah satu faktor risiko ISK. Membuang sebagian kulit penutup penis (yang dilakukan pada sunat) tentu menjadi salah satu cara mengurangi risiko ISK tersebut. Tetapi, bayi laki-laki secara normal sebagian besar memang mengalami fimosis. Pada usia 2 tahun fimosis akan dengan sendirinya mulai berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya kulit penutup penis tersebut akan mudah disingsingkan dan dibersihkan.
Bila ISK memang terbukti, selain pengobatan antibiotik, pencegahan amat perlu. Pencegahan utama adalah dengan melakukan toilet training, tidak menggunakan diaper atau popok, dan segera mengganti celana bayi bila basah. Bersihkanlah daerah anus dan alat kelamin dari arah depan ke belakang (dari alat kelamin ke anus) dengan air biasa (bukan dengan tisu basah karena mengandung pewangi atau alkohol). Bila ISK berulang perlu dipertimbangkan untuk menghilangkan pelekatan penis dengan kulit penutupnya. Tidak harus dengan sunat, bisa juga dengan tindakan melonggarkan pelekatan yang terjadi (oleh dokter).
Pada dasarnya sunat adalah keputusan pribadi masing-masing yang biasanya juga didasari alasan kepercayaan. Tidak ada pedoman batasan usia untuk melakukan sunat. Secara medis, sunat memang memberi beberapa keuntungan, seperti mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual lainnya. Namun, sunat bukan satu-satunya cara untuk mengurangi risiko-risiko tersebut dan dengan sunat tidak berarti pasti bebas dari risiko penyakit tersebut. Nah, sebelum Anda memutuskan sunat atau tidak, buktikan dulu adanya ISK.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 6:22 pm; edited 3 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |