Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 9 ... 15, 16, 17  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Jun 23, 2011 7:50 pm

TEHNIK TEHNIK UNTUK MENGELUARKAN BATU GINJAL
Kamis, 23/06/2011 16:13 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Selama ini masyarakat mengetahui bahwa batu yang terdapat di saluran kemih seperti ginjal hanya bisa dikeluarkan melalui operasi. Tapi sebenarnya ada teknik-teknik lain untuk mengatasinya. "Pengobatan untuk saluran kemih ini didasarkan pada lokasi, ukuran batu (apakah di bawah 5 mm, 5-10 mm atau lebih dari 20 mm) dan juga melihat fungsi ginjalnya (masih bagus atau tidak)," ujar dr Rochani, SpB, SpU dalam acara konferensi pers Penatalaksanaan Batu Ginjal Tanduk Rusa dengan Luka Operasi Minimal di RS Asri, Jl Duren Tiga Jakarta, Kamis (23/6/2011). Batu yang terdapat di saluran kemih ini bisa berada di dalam ginjal, ureter, kandung kemih atau uretra. Dan sifat dari batu ini ada yang keras (umumnya dari kalsium oksalat) dan ada juga yang relatif lunak (biasanya dari asam urat). Berikut ini beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menghilangkan atau mengatasi batu pada saluran kemih yaitu:

1. Teknik konservatif
Teknik ini biasanya untuk batu yang berada di saluran ureter dan berukuran kecil yaitu kurang dari 4-5 mm, memiliki fungsi ginjal yang masih bagus dan tidak ada sumbatan. Teknik ini dengan cara mengonsumsi banyak air sehingga batu bisa keluar dengan sendirinya, lamanya teknik ini biasanya hingga 6 minggu. "Jika terjadi infeksi di saluran kemih, nyeri yang tidak tertahankan, fungsi ginjal menurun dan urin berdarah, maka teknik konservatif ini harus dihentikan," ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU selaku Kepala Departemen Urologi FKUI.

2. Teknik ESWL (Extrocorporeal Shock Wave Lithotripsy)
Teknik ini menggunakan gelombang kejut yang difokuskan pada satu titik dari batu untuk memecahkan batu menjadi pecahan yang lebih kecil dan halus (sekitar 1-2 mm) dan akan keluar bersama dengan air urin. Tapi orang yang melakukan teknik ini harus memiliki fungsi ginjal yang bagus, kalau tidak pecahan batu tersebut tidak akan mau keluar dari tubuh. Serta memperhatikan komposisi dari batu yang terbentuk, jika termasuk batu yang keras maka biasanya membutuhkan lebih dari sekali ESWL. "Kalau berkali-kali ditembak (ESWL) untuk 1 batu dalam jangka waktu dekat bisa menurunkan fungsi ginjal dan cost yang tinggi, biasanya hanya boleh sekitar 2-3 kali," ungkapnya. Teknik ini menggunakan peralatan yang modern dan prosedur yang aman serta nyaman karena tanpa menggunakan pembiusan dan luka operasi karena gelombang kejut ini berasal dari luar tubuh, serta mengurangi angka kesakitan. Pasien dengan teknik ini membutuhkan waktu beberapa lama sampai pecahan batu tersebut benar-benar hilang, biasanya 1-2 bulan setelah ESWL sebaiknya melakukan kontrol seperti foto rontgen untuk melihat apakah sudah bersih atau belum untuk mengurangi angka kekambuhan.

3. Teknik URS (Ureterorenoscopy)
Teknik ini dilakukan dengan cara memasukkan alat melalui saluran kencing yang dilengkapi dengan lensa, lalu memasukkan alat kecil untuk memecah batu dan mengeluarkannya menggunakan alat forcep khusus. Teknik ini lebih mudah dilakukan untuk perempuan.

4. Teknik PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy)
Teknik ini untuk mengangkat batu ginjal yang berukuran besar (lebih dari 20 mm) atau batu berbentuk tanduk rusa (staghorn stone) dengan luka operasi kecil (1-2 cm), sekitar 84 persen pasien mendapatkan angka bersih batu 100 persen melalui satu kali tindakan. Batu besar ini akan dihancurkan dengan alat semacam logam panjang yang disertai energi ultrasonik atau elektrohidrolik menjadi serpihan batu, dan termasuk teknik dengan minimal invasif (luka minimal). "Pasien yang melakukan PCNL tidak perlu dilakukan bius umum, cukup bius separuh badan saja dengan waktu pembedahan sekitar 2-3 jam, tergantung dari ukuran batu," ujar Dr Nur Rasyid. Teknik ini sudah diterima secara luas sebagai salah satu prosedur yang relatif aman, efektif, nyaman dengan angak morbidiats (kesakitan) yang rendah dalam mengangkat batu, serta masa pemulihan yang lebih singkat.

5. Teknik operasi terbuka
Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka teknik operasi terbuka (open surgery) sudah jarang dilakukan. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengeluarkan batu seperti batu ginjal yang berukuran besar. Namun teknik ini memiliki risiko lebih besar terjadinya pendarahan, kerusakan ginjal serta membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama dibanding teknik lainnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Jun 23, 2011 7:53 pm

JIKA SUDAH PERNAH KENA BATU GINJAL HARUS RAJIN KONTROL
Kamis, 23/06/2011 17:24 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Orang yang pernah mengalami sakit batu ginjal atau batu di saluran kemih harus rajin-rajin kontrol diri ke dokter dan mengendalikan diri. Jika tidak rajin kontrol, batu di saluran kemih kadang bisa timbul kembali meskipun sudah dilakukan tindakan pengangkatan. "Batu di saluran kemih ini bisa kambuh, dalam satu tahun sekitar 10 persen pasien dengan batu di saluran kemih mengalami kekambuhan," ujar dr Ponco Birowo, SpU, PhD dalam acara konferensi pers Penatalaksanaan Batu Ginjal Tanduk Rusa dengan Luka Operasi Minimal di RS Asri, Jl Duren Tiga Jakarta, Kamis (23/6/2011). dr Ponco menuturkan ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya kekambuhan batu di saluran kemih. Biasanya berasal dari salah satu faktor risiko dari pembentukan batu tersebut. "Misalnya dari pekerjaan, kalau ia bekerjanya di lapangan, sering terpapar panas seperti juru masak atau di bagian mesin dan jarang minum, maka ada kemungkinan terjadinya kekambuhan," ujar dokter yang juga anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). Selain pekerjaan, beberapa hal lainnya juga bisa menjadi faktor risiko dari pembentukan batu saluran kemih yaitu:

- Jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko dibanding perempuan)
- Usia (umumnya terjadi di usia 40-60 tahun)
- Ras
- Lokasi geografis (negara di daerah khatulistiwa lebih rentan terkena batu saluran kemih)
- BMI atau indeks massa tubuh (semakin tinggi nilainya maka risiko makin tinggi)
- Cuaca (musim panas lebih meningkatkan risiko)

"Minumnya harus cukup sehingga menghasilkan urine sebanyak 2 liter perhari, dan perhatikan juga kualitas airnya kalau air tanah mengandung kadar kalsium tinggi sebaiknya mengganti sumber airnya," ujar dr Ponco. Sementara Dr dr Nur Rasyid menuturkan penyebab dari pembentukan batu itu bervariasi, ada yang memang disebabkan oleh asupan kalsium yang tinggi, tapi ada juga yang dipengaruhi oleh penyerapannya misalnya sudah ditahan asupannya tapi penyerapannya tetap tinggi. "Sebaiknya dilakukan kontrol mulai dari sebulan sekali, lalu 3 bulan sekali, 6 bulan sekali dan dilanjutkan dengan rutin kontrol setahun sekali seumur hidupnya," ujar Dr Nur Rasyid selaku Kepala Departemen Urologi RSCM. Kontrol yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada batu di saluran kemih yang muncul lagi atau tidak bisa dengan melakukan pemeriksaan USG dan juga tes darah di laboratorium.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Jun 23, 2011 7:55 pm

MUSIM PANAS TINGKATKAN RISIKO KENA BATU KEMIH
Kamis, 23/06/2011 15:04 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Munculnya batu di saluran kemih bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya musim panas yang bisa memicu seseorang lebih rentan terkena batu di saluran kemih. Kenapa begitu? Batu saluran kemih biasanya karena konsentrasi urine yang pekat sehingga memicu terjadinya pengendapan kristal. Kristal-kristal ini akan terus membesar seiring dengan berjalannya waktu. Kejadian ini umumnya lebih banyak dialami oleh kaum laki-laki. "Secara umum diperkirakan jumlah penderita batu di masyarakat sekitar 10-15 persen. Tapi di negara-negara bersuhu panas seperti Arab dan negara tropis lainnya, jumlah penderita bisa mencapai 20 persen," ujar dr Ponco Birowo, SpU, PhD dalam acara konferensi pers Penatalaksanaan Batu Ginjal Tanduk Rusa dengan Luka Operasi Minimal di RS Asri, Jakarta, Kamis (23/6/2011).

dr Ponco menjelaskan hal ini karena pada musim panas seseorang akan memproduksi keringat dalam jumlah lebih banyak. Saat musim panas seseorang juga akan menerima sinar matahari lebih banyak. Sinar matahari ini diketahui mengandung vitamin D yang membantu meningkatkan penyerapan kalsium sehingga bisa memicu terjadinya batu. "Karena itu di daerah khatulistiwa angka kejadiannya lebih tinggi, karena masyarakatnya lebih banyak berkeringat dan penyerapan kalsium yang tinggi," ujar dokter dari Departemen Urologi FKUI. Batu yang terbentuk di dalam saluran kemih bisa akibat kalsium, infeksi atau asam urat. Dan umumnya laki-laki lebih berisiko 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Beberapa hal diketahui bisa menjadi faktor risiko dari batu pada saluran kemih yaitu:

- Anatomi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, umumnya laki-laki memiliki saluran kemih yang lebih panjang
- Komposisi urine, pada laki-laki biasanya komposisi urine lebih tinggi untuk kalsium dan oksalat (penimbunannya bisa menyebabkan batu) dan rendah sitrat (sitrat diketahui bisa mencegah batu)
- Hormon yang dikandung keduanya berbeda
- Komposisi batu yang terbentuk berbeda, pada laki-laki lebih banyak batu kalsium sedangkan pada perempuan batu infeksi
- Pekerjaan, orang yang pekerjaannya di lapangan atau banyak terkena panas (juru masak atau bagian mesin) dan pola hidup sedikit gerak bisa meningkatkan risiko batu saluran kemih.

Gejala yang muncul dari pembentukan batu di saluran kemih ini bisa berat hingga tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejalanya seperti nyeri pinggang, mual, muntah, keringat dingin dan timbul rasa sakit di lipatan paha. "Biasanya kalau batunya kecil-kecil gejalanya terasa karena menimbulkan penyumbatan. Tapi kalau batu cetak (batu pada ginjal yang memiliki lebih dari 1 cabang) tidak ada rasanya, paling hanya pegal-pegal tapi sering tidak dianggap dan orang kita lebih tahan terhadap sakit," ungkapnya. Jika muncul gejala tersebut biasanya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah laboratorium, USG, rontgen dan jika memang dibutuhkan CT scan. Namun untuk batu yang tidak bergejala biasanya ditemukan saat melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

dr Ponco menuturkan salah satu cara yang paling efektif, murah dan mudah dalam mencegah terjadinya batu saluran kemih adalah dengan minum yang cukup sehingga jumlah produksi urine per hari sekitar 2 liter. "Kalau minumnya cukup kristal yang ada tidak menempel karena sudah larut, tapi kalau minumnya kurang maka kristal akan semakin banyak dan saling bergabung sehingga terbentuk batu. Dalam 1-2 tahun bisa menjadi batu yang besar," imbuh dokter yang lulus dari FKUI pada tahun 1997.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Jun 23, 2011 7:58 pm

PUNYA BAKAT BATU GINJAL? CEGAH DENGAN MINUM AIR 3 LITER SEHARI
Minggu, 20/03/2011 08:07 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Penyakit batu ginjal sulit dideteksi. Penyakit ini juga sebagian besar diturunkan sehingga ada orang yang memang punya bakat batu ginjal. Orang yang punya bakat batu ginjal harus memperhatikan konsumsi air minumnya. Orang yang punya batu ginjal atau bakat batu ginjal diusahakan volume urinenya 2 liter dalam 24 jam sehingga ia dianjurkan minum 3 liter air per hari. Orang yang bakat batu ginjal baru tahu penyakitnya muncul biasanya setelah mengalami rasa nyeri di perut bawah. Gejala lain antara lain nyeri punggung, mual, muntah, perut menggelembung, demam, menggiggil, dan ada darah di dalam air kemih. "Penyakit ginjal itu sebagian besar diturunkan, jadi ada orang yang berbakat batu ginjal dan ada juga yang tidak. Kalau salah satu orangtuanya ada yang terkena batu ginjal, maka anaknya memiliki bakat batu," ujar Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari divisi ginjal hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI dalam acara konferensi pers Hydration and Health di Hotel Gran Sahid Jaya seperti ditulis Minggu (20/3/2011).

Dr Parlindungan menuturkan bagi orang yang ada batu ginjal atau memiliki bakat batu ginjal diusahakan volume urinnya sebanyak 2 liter dalam waktu 24 jam. Untuk itu ia dianjurkan untuk minum 3 liter air setiap hari. Tapi dengan catatan fungsi ginjal yang dimilikinya harus normal. Sedangkan jika seseorang diketahui memiliki gangguan pada fungsi ginjalnya baik itu gangguan ginjal akut atau gangguan ginjal kronik stadium 4 dan 5, maka asupan air yang dikonsumsi harus dibatasi. Untuk orang dengan gangguan ginjal, asupan cairannya sebanyak volume urin yang dikeluarkan dalam waktu 24 jam ditambah 500 ml. Misalnya volume urin yang dikeluarkan sebanyak 500 ml, maka asupan cairannya adalah 500 ml + 500 ml = 1.000 ml atau 1 liter sehari.

Selain itu, orang yang memiliki bakat batu ginjal sebaiknya menghindari konsumsi alkohol, karena kadar purin yang terkandung dalam alkohol terbilang tinggi sehingga bisa menjadi pencetus batu ginjal. Mengenai kabar yang beredar bahwa orang harus banyak minum agar ginjalnya tidak rusak, menurut Dr Parlindungan tidaklah terlalu tepat. Dr Parlindungan mengungkapkan bahwa kabar tersebut ada benarnya tapi ada juga salahnya. "Kalau orang punya fungsi ginjal normal, maka kekurangan cairan sedikit tidak menimbulkan gangguan ginjal. Kalau kekurangan 3 persen cairan hanya mengalami gangguan kognitif," ungkapnya.

Tapi kalau kekurangan cairannya luar biasa hingga 10-15 persen bisa menyebabkan gangguan ginjal, misalnya seseorang yang mengalami diare atau muntaber dan tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan gangguan ginjal akut. "Tubuh kita ini pintar, dia tahu kapan kita butuh air dan kapan tidak. Sebaiknya konsumsi air dengan cukup dalam arti tidak boleh kurang dan juga tidak boleh berlebih," ujar dokter kelahiran Medan 60 tahun silam.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Jun 24, 2011 9:26 pm

EFEK OKSALAT BAGI KESEHATAN
Bramirus Mikail | Asep Candra | Jumat, 24 Juni 2011 | 14:43 WIB
KOMPAS.com – Semua orang pasti setuju bahwa sayuran dan buah-buahan merupakan sumber makanan yang mengandung banyak nutrisi dan beragam manfaat. Tetapi, tahukah Anda bahwa dalam sayuran juga terdapat ancaman bagi kesehatan? Salah satu kandungan zat yang menjadi ancaman pada buah dan sayuran, yaitu kadar oksalat. Zat ini dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan seperti batu ginjal dan berbagai jenis nyeri. Oksalat adalah sejenis asam organik yang ditemukan dalam setiap tanaman, hewan dan manusia. Tubuh manusia juga memiliki kecenderungan untuk mengubah beberapa zat kimia lainnya seperti vitamin C menjadi oksalat. Apa efek oksalat bagi kesehatan?

- Batu Ginjal : Asam oksalat bersama dengan mineral kalsium dalam tubuh manusia membentuk senyawa yang tak larut dan tak dapat diserap tubuh. Senyawa ini berupa kristal seperti halnya jarum-jarum tajam yang menanamkan diri dalam jaringan dan dapat menyebabkan sakit luar biasa. Kalsium dan batu oksalat sebagai penyebab sekitar 80 persen penyakit batu ginjal pada orang dewasa. Antara 10 sampai 15 persen oksalat ditemukan dalam urin seseorang yang memiliki batu kalsium oksalat. Batu oksalat dapat terbentuk dari makanan, sedangkan sisanya diperkirakan dibentuk oleh tubuh sendiri. Namun, batu ginjal terjadi bukan karena asupan oksalat semata, akan tetapi juga asupan protein, kalsium dan air yang turut berpengaruh pada pembentukan batu oksalat.

- Nyeri : Oksalat juga dapat menyebabkan masalah lain khususnya rasa sakit seperti fibromyalgia, nyeri vulva, nyeri panggul kronis dan beberapa sakit nyeri lainnya.

Adakah pengaruh cara memasak ?
Memasak rupanya tidak terlalu berpengaruh besar dalam mengurangi kandungan oksalat dalam makanan. Memasak sampai air mendidih hanya mengurangi 10-15 persen saja. Oleh karena itu, tidak perlu memasak sayuran terlalu lama hanya sekedar mengurangi kadar oksalat. Karena, cara masak seperti itu dapat berdampak langsung pada hilangnya vitamin dan nutrisi yang terkandung pada sayur.

Berikut ini adalah jenis makanan yang mengandung oksalat :
* Sayuran : sayuran berdaun hijau seperti bayam, peterseli, seledri dan sayuran lain seperti bawang perai, okra, kacang buncis dan labu siam yang tinggi oksalat.
* Kacang: Kacang seperti kacang tanah, kacang mete dan almon.
* Berries : Blueberry, blackberries, stroberi dan raspberry.
* Buah-buahan : Kiwi, anggur dan buah ara salah satu jenis yang kadar oksalatnya tinggi.
* Kacang-kacangan: Kedelai dan produk-produknya mengandung kadar tinggi oksalat.
* Makanan lain : Dedak gandum dan gandum, kakao, coklat dan teh hitam dinilai kaya kandungan oksalat.

Tip yang berguna
Rutin mengonsumsi probiotik dapat membantu menurunkan kadar oksalat. Asam laktat yang terkandung dalam probiotik dapat mengikat oksalat dan membantu mengurangi kadarnya dalam tubuh. Penggunaan antibiotik dan zat kimia tambahan seperti pengawet atau penyedap rasa kerap membuat sistem pencernaan menjadi tidak seimbang. Konsumsi probiotik memang penting artinya dalam memelihara sistem pencernaan. Tetapi lebih dari itu, memenuhi asupan nutrisi secara seimbang adalah kunci untuk menjaga tubuh agar terhindar dari risiko berbagai penyakit. Jadi, hiduplah dengan seimbang untuk tetap sehat!



NEPHROCALCINOSIS
Senin, 16/11/2009 16:43 WIB
Nephrocalcinosis adalah kelainan ginjal yang melibatkan pengendapan kalsium dan oxalate atau fosfat di tubulus ginjal dan interstitium (daerah antara tubulus). Endapan ini dapat mengakibatkan berkurangnya fungsi ginjal. Nephrocalcinosis disebabkan oleh beberapa kondisi antara lain: kelebihan ekskresi kalsium oleh ginjal, renal tubular asidosis, spons medula ginjal, hypercalcemia (kadar kalsium tinggi dalam darah), ginjal korteks nekrosis, dan TBC.

Gejala
Gejala sangat umum tak ada gejala awal dari nephrocalcinosis sampai benar-benar menimbulkan masalah. Gejala dapat diketahui dan perlu mendapatkan pemerikasaan jika ada darah dalam urin, demam, mual, dan muntah.

Pengobatan
Tujuan dari pengobatan adalah mengendalikan gejala dan mencegah kalsium yang berlebihan dalam ginjal.

Sumber: medlineplus dan medterms.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 6:07 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Jun 24, 2011 9:29 pm

OBAT GINJAL, DARI KUMIS KUCING HINGGA SAMBILOTO
Jumat, 4 September 2009 | 11:57 WIB
KOMPAS.com — Apa saja tanaman obat yang telah digunakan dan memiliki potensi untuk dijadikan pilihan alternatif ataupun pendamping pengobatan batu ginjal dan membantu meningkatkan kinerja ginjal? Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Departemen Farmasi Fakultas MIPA UI, menyatakan bahwa beberapa tanaman obat sebenarnya layak disebut herba rasional karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas, dan keamanannya. Jenis-jenis herba yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan ginjal dan kandung kemih di antaranya:

KUMIS KUCING
Bersifat diuretik, bermanfaat untuk mengatasi infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, kencing batu, batu kantung empedu, dan sebagai antipiretik.
Komponen berkhasiat: Eupatrin, sinensetin, 3-hidroksi-tetrametil flavon dan siphonol A-E.
Cara meramu: Kumis kucing dan meniran, masing-masing 30 gram, direbus. Setelah dingin airnya diminum.

LOBAK
Sebagai peluruh batu ginjal. Cara meramu: 200 gram lobak dibuat jus, lalu disaring dan diminum untuk satu hari.

TAPAK LIMAN
Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai peluruh batu ginjal, untuk meningkatkan kinerja ginjal, antiseptik, antiradang, dan penurun panas.
Komponen berkhasiat deoxy, isodeoxyelephantopin, dan seskuiterpena.
Cara meramu: Rebus 1.530 gram tanaman yang telah dikeringkan, airnya diminum.

PEGAGAN
Bersifat antibakteri, menyembuhkan luka, antiradang, antioksidan, dan meningkatkan kinerja ginjal. Telah melalui beberapa uji praklinis untuk antibakteri, ginjal, dan antitumor. Digunakan sebagai obat untuk membantu penyembuhan luka dan radang pada saluran kemih.
Cara meramu: Daun segar sebanyak 50-80 gram direbus, airnya diminum.

DAUN SENDOK
Bermanfaat sebagai antiinflamasi, melarutkan batu ginjal, meningkatkan kerja ginjal, dan sebagai antibakteri.
Komponen kimia: Plantaginin, - homoplantaginin, katalpol.
Cara meramu: Rebus 15-30 gram daun dengan 2 gelas air sampai tinggal 1 gelas, lalu minum.

TEMPUYUNG
Sebagai peluruh kemih, melarutkan batu empedu, dan meningkatkan kinerja ginjal. Komponen kimia: Flavonoid dan aeskulin.
Cara meramu: 5 lembar daun tempuyung, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi tanah direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum setelah dingin.
Cara lain: 5 lembar daun tempuyung, 6 buah jagung muda, dan gula aren secukupnya direbus, airnya diminum.

CEPLUKAN
Sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, bersifat analgesik, antitumor, dan antiseptik.
Komponen kimia: Fisalin B, D, F dan withangulatin A. Saat ini pengembangan penelitian diarahkan untuk membuktikan potensinya sebagai antikanker.
Cara meramu: Konsumsi langsung buahnya atau air rebusan daun secukupnya.

ALANG ALANG
Sebagai infus rimpang, sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, menurunkan tekanan darah, sekaligus pereda panas dalam. Hasil penelitian membuktikan tanaman ini tidak beracun, dan praktis penggunaannya karena cukup direbus.
Kandungan kimia: Arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, dan skopoletin.

DAUN ALPUKAT
Perasan daun alpukat berkhasiat sebagai peluruh batu ginjal dan meningkatkan kerja ginjal. Seduhan daun sebagai pelarut batu ginjal kalsium. Komponen kimia: Polifenol, flavonoid, alkolodi, dan saponin.

KEJI BELING
Daun berkhasiat sebagai peluruh dan pelarut batu ginjal dan batu kandung empedu.
Untuk batu kandung kemih: Rebus bersama tongkol jagung muda.
Untuk batu ginjal: Campur dengan daun menirandan daun ungu. Dapat juga dicampur dengan tempuyung dan tongkol jagung muda.

MENIRAN
Digunakan sebagai peluruh batu ginjal dan mengurangi infeksi sekaligus mempertahankan kinerja ginjal, meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk ramuan diuretik: 20 gram herba direbus selama 15 menit, lalu diminum.
Komponen kimia: Flavonoid kuersitrin, kuersitrin, isokuersitrin, filantin, dan nirantin.

DAUN SAMBILOTO
Digunakan bila terjadi komplikasi penghancuran batu ginjal, nanah dalam saluran kencing, dan atau darah dalam saluran kencing. Berfungsi sebagai diuretik dan peningkat daya tahan tubuh. Komponen kimia: Andirgafolida, neoandrografolida, homoandrografolida, andrografin.
Cara meramu: Rebus daun segar atau yang telah dikeringkan secukupnya. (GHS/ken)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Jun 24, 2011 9:31 pm

WASPADAI BATU GINJAL PADA ANAK
Lusia Kus Anna | Rabu, 4 Agustus 2010 | 11:16 WIB
Kompas.com - Para pakar kesehatan di Amerika Serikat sedang gundah. Data yang himpun dari 42 rumah sakit anak di negara adidaya tersebut menunjukkan terjadinya peningkatan kasus batu ginjal pada anak-anak. Dari 125 kasus di tahun 1999 menjadi 1.389 pada tahun 2008. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Journal of Urology menunjukkan data yang tak jauh berbeda. Terjadi peningkatan 57 kasus per 100.000 anak yang diobati di rumah sakit pada tahun 2008 dari sebelumnya hanya 18 dari 100.000 di tahun 1999. Batu ginjal pada umumnya diderita oleh orang dewasa berusia di atas 40 tahun. Namun sebenarnya penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan anak-anak. Walaupun batu ginjal tidak menyebabkan bahaya, namun bisa menimbulkan rasa sakit yang hebat. Batu ginjal biasanya terjadi karena pembentukan kristal akibat urin terlalu pekat. Garam kalsium, asam urat, sistin dan bahan lain dalam urin dapat mengkristal dan membentuk endapan mineral bahkan hingga seukuran batu kerikil.

Nyeri biasanya terjadi bila batu terlepas, meninggalkan ginjal dan turun melalui ureter. Rasa nyeri bisa dirasa mulai dari punggung atau tubuh bagian samping di bawah tulang iga bawah. Ketika batu bergerak menuju kandung kemih, nyeri menyebar ke daerah pangkal paha. Namun, banyak juga batu dalam ginjal yang tidak memberi gejala dan baru terdeteksi saat dilakukan foto sinar X untuk masalah lain. Menurut para ahli, batu ginjal pada anak-anak bisa dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti obesitas. Faktor lain yang juga berperan adalah pola makan. Kurang minum air putih dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung sodium dan lemak hewani ditengarai juga menyebabkan batu ginjal. Mereka yang mempunyai batu ginjal harus minum air putih sedikitnya 6-8 gelas setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Asupan cairan yang cukup akan mengencerkan urin sehingga kemungkinan pembentukan kristal menjadi kecil.

Jumlah kebutuhan air tubuh adalah 1 mililiter/kilo kalori (Kkal) kebutuhan energi tubuh kita. Kebutuhan energi remaja dan dewasa antara 1800-3000 Kkal, maka kebutuhan air tubuh bagi remaja dan dewasa berkisar 1,8-3,0 liter/hari. Karena sekitar 1/3 konsumsi air tubuh kita diperoleh dari makanan, maka konsumsi air dari minuman sekitar 2 liter sehari. Bahaya dehidrasi Menurut Prof.Dr.Ir.Hardinsyah, kepala The Indonesian Hydration Study (THIRST), anak-anak dan juga remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami dehidrasi. Hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, jumlah remaja Indonesia yang menderita dehidrasi ringan mencapai 49,5 persen dan orang dewasa sebesar 42,5 persen. Ia menjelaskan, dehidrasi ringan itu lebih banyak disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya air minum disamping juga faktor kesulitan akses terhadap air bersih, terutama di sejumlah daerah di Indonesia.

Dr.Tan Shot Yen, dalam bukunya Saya Pilih Sehat dan Sembuh menyebutkan, tubuh manusia tidak mempunyai cadangan air untuk digunakan saat dehidrasi, itulah sebabnya manusia perlu minum sepanjang hari. Dehidrasi akan menyebabkan pengendapan racun pada celah jaringan, sendi, ginjal, hati, otak dan kulit. Air juga membersihkan racun, tulisnya. Dr.Jonathan C.Routh dari Childrens Hospital Boston, AS, seperti dikutip reutershealth menyebutkan menjaga agar tubuh dalam keadaan hidrasi merupakan salah satu tindakan pencegahan terjadinya batu ginjal, termasuk untuk anak-anak. Itu sebabnya para orangtua harus mengajarkan pada anak-anak pentingnya minum teratur sebelum merasa haus. Terutama pada saat cuaca panas seperti sekarang. Rasa haus merupakan pertanda bahwa tubuh sedang mengalami kehilangan cairan tubuh.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Jun 24, 2011 9:33 pm

SUSU KALSIUM PICU BATU GINJAL
Asep Candra | Jumat, 20 Agustus 2010 | 08:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Mengonsumsi susu kalsium tinggi secara rutin setiap memang dapat membantu pencegahan penyakit keropos tulang atau osteoporosis. Namun begitu, konsumsi susu kalsium tinggi ini sebaiknya tidak perlu setiap hari, terutama bagi mereka yang telah berusia dewasa karena dapat mempermudah terbentuknya batu ginjal. Seperti diungkapkan dokter spesialis bedah saluran kemih dari RS Premier Bintaro, dr Gideon Tampubolon SpBU, asupan kalsium adalah salah satu faktor yang dapat memicu terbentuknya batu ginjal. Selain kalsium, zat lain yang dapat memicu timbulnya batu ginjal adalah oksalat. Tak heran bila makanan atau minuman berkadar kalsium atau oksalat tinggi seperti susu, keju coklat teh, kacang dan bayam adalah jenis menu yang harus dihindari untuk mereka yang pernah mengidap penyakit ini.

Gideon mengingatkan, mereka yang memiliki kebiasaan meminum susu kalsium tinggi setiap hari sebaiknya waspada. Sarannya, susu kalsium tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari terutama bagi mereka yang sudah menginjak dewasa dan lansia. "Sampai sekarang belum ada patokan berapa gram kalsium per hari yang dapat memicu timbulnya batu ginjal. Tetapi saya sarankan tidak perlu mengonsumsi susu tinggi kalsium setiap hari. Apalagi bagi yang pernah mengidap penyakit batu ginjal sebaiknya makin dikurangi ," ungkap Gideon di sela-sela temu media Kamis (19/8/2010) kemarin. Ia menjelaskan, konsumsi susu tinggi kalsium memang bermanfaat bagi pencegahan osteoporosis, terutama saat usia anak dan remaja. Namun bagi dewasa usia 30 ke atas, konsumsi susu tinggi kalsium setiap hari menjadi tidak terlalu bermakna bagi pencegahan. "Mungkin hanya akan memperlambat saja," timpalnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Wed Jun 29, 2011 11:11 am

TAKUT OPERASI BATU GINJAL
Senin, 14 Februari 2011 | 09:43 WIB
Kompas.com-Sudah sebulan ini saya didiagnosis batu ginjal kanan. Keluhan yang saya rasakan adalah nyeri pinggang kanan yang hilang timbul. Pernah juga kencing saya berdarah, tapi hanya sementara waktu saja. Semula saya mengira nyeri pinggang saya disebabkan saya sering mengangkat beban berat. Namun, karena kencing merah, saya berkonsultasi dengan dokter. Dokter menganjurkan agar saya menjalani pemeriksaan darah, urine, dan ultrasonografi. Hasilnya adalah ada batu di ginjal kanan saya. Batunya cukup besar. Waktu itu menimbulkan bendungan, tapi belum berpengaruh pada besar dan fungsi ginjal saya.

Saya belum siap untuk operasi, baik dari segi dana maupun psikis. Jadi saya mencoba obat herbal dan minum banyak. Namun, dokter saya mengingatkan jika saya terlalu lama menunda operasi, yang terjadi adalah ginjal saya akan membesar dan mengalami kerusakan karena bendungan batu tadi. Jadi sekarang saya sedang mempersiapkan diri untuk operasi. Untunglah saudara-saudara saya bersedia membantu dana. Apakah operasi tersebut berbahaya? Adakah cara lain selain operasi batu ginjal untuk mengeluarkan batu dari ginjal saya? Jika saya dioperasi, apakah ada kemungkinan batu ginjal akan terbentuk lagi di masa depan? Bagaimana cara mencegah kambuhnya batu ginjal? Terima kasih atas penjelasan Dokter.

T di B

Jawab
Kekerapan batu ginjal dan saluran kemih di Indonesia masih tinggi. Sebagian besar penyebab gagal ginjal di negeri kita adalah batu ginjal dan saluran kemih. Karena itu, penanganan batu ginjal perlu dilakukan dengan baik sehingga tak terlambat. Jika terlambat dapat menyebabkan kerusakan ginjal, bahkan gagal ginjal. Seperti kita ketahui jika sudah terjadi gagal ginjal terminal, maka diperlukan cangkok ginjal atau tindakan hemodialisis. Karena itu Anda perlu berkonsultasi dengan dokter Anda agar tindakan operasi ginjal tersebut tidak ditunda-tunda terlalu lama. Sudah tentu amat wajar sebagai pasien yang akan menjalani operasi batu ginjal Anda ingin memahami lebih dalam tentang tindakan tersebut dan bahayanya. Operasi batu ginjal telah lama dilakukan di Indonesia. Bahkan operasi ini telah dapat dilakukan di berbagai rumah sakit termasuk rumah sakit tipe C (kabupaten). Jadi, tindakan ini merupakan operasi yang biasa saja dan rutin dikerjakan. Sudah tentu setiap tindakan medis termasuk operasi mempunyai risiko. Saya menyarankan agar Anda menanyakan secara lebih rinci risiko yang Anda akan hadapi jika menjalani operasi batu ginjal pada dokter Anda. Risiko tersebut sudah tentu dipengaruhi oleh keadaan kesehatan pasien sebelum operasi. Saya mencoba memberikan informasi secara umum.

Risiko Sebelum tindakan operasi biasanya dilakukan penilaian kelayakan operasi. Pada penilaian ini dinilai risiko yang mungkin dihadapi. Faktor risiko yang dapat dikendalikan sebelum operasi sedapat mungkin dikoreksi. Misalnya jika pasien menderita kencing manis atau darah tinggi, maka sebelum operasi, kencing manis dan darah tingginya dikendalikan terlebih dahulu. Pada umumnya penyulit yang dapat timbul pada tindakan operasi adalah perdarahan dan infeksi . Namun, masalah ini dapat diatasi dengan baik. Operasi batu ginjal biasanya tak menimbulkan perdarahan banyak. Infeksi biasanya dicegah dengan pemberian antibiotika sebelum operasi. Selain tindakan operasi dapat juga dilakukan tindakan pemecahan batu dengan alat Shock Wave Lithotripsy. Indonesia juga sudah berpengalaman menggunakan alat ini. Bahkan, RS Cipto Mangunkusumo pernah mendapat penghargaan karena merupakan unit yang paling banyak menggunakan alat ini di seluruh dunia.

Memang batu ginjal di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan. Namun, ini juga berarti pengalaman menggunakan alat pemecah batu ini sudah banyak. Sudah tentu seperti juga operasi, tindakan memecahkan batu ini mempunyai indikasi, manfaat juga mempunyai risiko. Anda dapat mendiskusikan dengan dokter Anda sesuai dengan keadaan batu ginjal Anda mana cara terbaik untuk membuang batu dari ginjal Anda, apakah operasi atau dengan cara memecah batu tersebut. Kambuh Memang benar kemungkinan untuk batu ginjal setelah dikeluarkan akan kambuh kembali ada. Untuk itu perlu upaya pencegahan agar batu tak timbul kembali. Upaya pencegahan itu secara sederhana dapat dibagi dalam tiga upaya, yaitu minum banyak, pengaturan makanan, dan jika perlu obat. Asupan air yang banyak akan mengurangi keadaan saturasi kalsium urine, seperti kita ketahui kalsium merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan batu.

Hindari minuman yang mengandung asam fosfor seperti soft drinks. Namun, kopi dan teh menurunkan angka kekambuhan batu ginjal. Batu ginjal baik yang keluar melalui air seni atau keluar melalui operasi dapat dianalisis susunan kimianya. Rekomendasi mengenai makanan akan tergantung jenis batu. Analisis jenis batu dapat berupa kalsium fosfat, kalsium oksalat, batu asam urat, dan lainnya. Ahli gizi dapat membantu membuatkan diet yang sesuai untuk mengurangi risiko kekambuhan batu tersebut. Selain minum yang banyak dan mengatur makanan, beberapa obat juga dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Tanyakan kepada dokter Anda, obat apa yang sesuai untuk keadaan Anda. Jangan lupa menjaga fungsi ginjal Anda agar dapat terus berfungsi dengan baik.

Dr Samsuridjal Djauzi
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Jun 30, 2011 10:22 am

BAHAYA ES TEH BAGI GINJAL
Senin, 23 Agustus 2010, 13:16 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa. Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, "Apapun makanannya, minumnya tetap es teh."

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal. Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas. Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih. Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging. Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Jul 19, 2011 6:48 pm

JANGAN TUNDA PERIKSA GINJAL!
Bramirus Mikail | Asep Candra | Selasa, 19 Juli 2011 | 11:23 WIB
KOMPAS.com – Penyakit ginjal kronis biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penyakit ini seringkali terlambat diketahui dan ditangani dengan tepat. Untuk itulah, pemeriksaan ginjal untuk mendeteksi gagal ginjal kronis harus segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih parah.
Menurut spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta, dr. Candra Wibowo, Sp.PD, jumlah pasien penderita penyakit ginjal kronik semakin lama semakin bertambah dari tahun ke tahun. Pasien yang datang pun kebanyakan sudah dalam tahap parah. Diketahui bahwa penyebab paling banyak penyakit ginjal kronik adalah penyakit diabetes. Tetapi, ada beragam penyakit dan faktor lain yang memengaruhi perkembangan penyakit ini.

“Kalau tidak dikelola dan dideteksi secara dini, pasien akan jatuh pada gagal ginjal yang harus cuci darah, cangkok ginjal dan cuci rongga perut,” ujarnya, Senin, (18/7/2011) di Jakarta. Meski tidak menimbulkan gejala di awal, penyakit ginjal kronis dapat menunjukkan beberapa gejala, yang biasanya akan muncul seiring dengan bertambah parahnya penyakit ginjal. Gejala-gejala tersebut misanya, tubuh merasa lelah, sulit tidur, gangguan konsentrasi, sering bekemih di malam hari dan nafsu makan yang menurun. Menurut Candra, melakukan skrining penyakit ginjal sebenarnya bukanlah hal yang sulit dilakukan. Untuk menjalani pemeriksaan ginjal dan urin harganya pun tidak terlalu mahal yakni sekitar Rp. 20.00 hingga Rp. 40.000 ribu. "Skrining harus segera dilakukan, karena penyakit ginjal kronik tidak ada gejalanya," imbuhnya. Candra juga menyarankan agar pemeriksaan tidak harus menunggu sampai usia tertentu, apalagi bila seseorang memiliki faktor risiko. "Kalau dia punya faktor risiko tidak usah menunggu sampai umur 40 tahun. Jadi misalnya ada orang umur 38 menderita diabetes, harus diskrining ginjalnya, nggak perlu nunggu umur 40 tahun,” jelasnya.

Cuci darah dan transplantasi ginjal merupakan bagian dari upaya pengobatan yang harus ditempuh pasien yang kondisi ginjalnya sudah rusak parah. Dengan melakukan cuci darah, bukan berarti ginjal yang sudah rusak bisa sembuh lagi, melainkan hanya untuk mempertahankan kualitas hidup seseorang. Lebih lanjut Candra mengungkapkan, usaha pencegahan penyakit ginjal sebenarnya dapat dilakukan mudah dilakukan yakni dengan menerapkan pola gaya hidup yang sehat. “Jadi, misalnya orang tua batu ginjal, anaknya bisa tidak terkena batu ginjal jika mempunyai gaya hidup yang baik. Sebaliknya, jika orang tua tidak punya riwayat batu ginjal, tapi gaya hidup kita jelek, batu ginjal bisa timbul,” paparnya.

Candra memaparkan beberapa hal penting seputar risiko yang memengaruhi penyakit ginjal kronis, di antaranya:
1. Pada orang tanpa faktor risiko : Setiap orang berusia 40 tahun, harus diperiksa fungsi ginjalnya secara global.
2. Mereka yang berisiko tinggi : Hipertensi, diabetes, riwayat gagal ginjal, batu saluran kemih, infeksi saluran kemih berulang, obesitas, kolesterol tinggi, merokok.
3. Berat badan lahir rendah : Kalau kurang dari 2.500 gram, bayi punya risiko untuk menjadi penyakit ginjal kronik pada suatu saat.
4. Pendidikan rendah : Orang yang pendidikannya rendah, mempunyai kecenderungan atau risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan ginjal.
5. Pendapatan rendah : Mereka yang berpenghasilan rendah rentan mengalami infeksi. Hal ini karena terjadi mereka cenderung mengonsumsi makanan yang kualitasnya kurang baik.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Aug 02, 2011 8:52 pm

CARA DIET UNTUK PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS
Selasa, 02/08/2011 16:09 WIB Adelia Ratnadita SKG - detikHealth
Jakarta, Pasien gagal ginjal harus benar-benar memperhatikan makanannya, karena ginjal yang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Lalu bagaimana cara diet yang baik untuk penderita gagal ginjal? Pada penderita Chronic Kidney Disease (CKD atau penyakit gagal ginjal kronis), ginjal terus bekerja tapi tidak seperti seharusnya karena sudah mengalami penurunan fungsi. Fungsi ginjal menurun sedangkan limbah terus terbentuk sehingga limbah dapat berada dalam darah. Hal ini memerlukan pola diet yang khusus agar limbah dari makanan yang dikonsumsi tidak terus menumpuk dan memperburuk fungsi ginjal. Penderita CKD dapat mengalami kenaikan garam yang mengandung fosfor dan kalium sampai level yang tidak aman, sehingga dapat menyebabkan gangguan jantung dan tulang. Anemia (rendahnya jumlah sel darah merah) juga bisa terjadi pada penderita gagal ginjal. Anemia disebabkan karena ginjal berhenti membuat eritropoietin dalam jumlah yang cukup. Eritropoietin merupakan hormon yang menyebabkan sumsum tulang untuk membuat sel darah merah. Setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, CKD dapat berkembang menjadi gagal ginjal permanen. Pada kondisi gagal ginjal permanen, penderita membutuhkan seorang donor untuk transplantasi ginjal atau penyaringan darah rutin yang biasa disebut dengan dialisis. Gizi sangat penting bagi penderita penyakit ginjal kronis (CKD). Mengontrol gula darah dan tekanan darah melalui pilihan makanan sehat merupakan langkah penting untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan CKD. Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah dua penyebab utama CKD di Amerika Serikat. Kebiasaan seseorang makan dapat meningkatkan atau mengurangi risiko diabetes dan tekanan darah. Tips diet untuk mencegah berkembangnya CKD, antara lain seperti dilansir dari Epharmapedia, Selasa (2/8/2011):

1. Bagi yang memiliki penyakit diabetes tipe 1 maupun tipe 2
Orang yang memiliki penyakit diabetes tipe 1 maupun tipe 2 harus memilih makanan dengan hati-hati untuk mengontrol kadar gula darah. Mengatur pola makan untuk menjaga kadar gula darah dalam nilai yang normal dapat mencegah berkembangnya CKD.

2. Mengontrol tekanan darah
Mengontrol tekanan darah dengan pilihan makanan sehat dan aktivitas fisik yang rutin dapat menunda atau mencegah perkembangan CKD. Penderita CKD harus mencoba untuk menjaga tekanan darah mereka di bawah 130/80 mmHg.

3. Medical nutrition therapy (MNT)
Medical nutrition therapy (MNT) dengan menggunakan konseling oleh seorang ahli diet untuk membantu memperoleh tujuan medis atau kesehatan.

4. Menggunakan jasa ahli diet yang handal untuk mengatur pola makan dapat membantu penderita CKD.

5. Belajar cara membaca dan memahami hasil laboratorium
Belajar cara membaca dan memahami hasil laboratorium memungkinkan seseorang melihat bagaimana makanan yang berbeda dapat mempengaruhi ginjal. Pasien dapat meminta dokter untuk memberikan salinan laporan laboratorium dan meminta dokter agar menjelaskan, dan mencatat hasil diluar kisaran normal.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Wed Aug 24, 2011 1:20 pm

BAHAYA KELEBIHAN POTASIUM BAGI TUBUH
Asep Candra | Rabu, 24 Agustus 2011 | 11:18 WIB
KOMPAS.com - Potasium merupakan salah satu jenis mineral yang mudah ditemukan dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti, daging, ikan, sayuran, buah-buahan, susu, yogurt, dan kacang. Tubuh memerlukan potasium untuk melakukan sintesis protein, memetabolisme karbohidrat, pengembangan otot dan fungsi penting lainnya dari elektrik dan seluler. Akan tetapi, Anda sebaiknya berhati-hati mengonsumsi potasium. Jika berlebihan, potasium akan memberikan konsekuensi kesehatan yang serius. Adalah hiperkalemia, suatu kondisi yang menunjukkan adanya kelebihan kadar potasium di dalam aliran darah. Penderita hiperkalemia sering kali tidak menunjukkan gejala, tetapi beberapa orang mengalami denyut jantung yang tidak beraturan, denyut nadi yang lambat dan lemah, kelelahan, lemas, kesulitan bernafas, dan mual.

Hiperkalemia membutuhkan perawatan di rumah sakit dengan pengawasan yang ketat serta pengobatan yang sama dengan penyakit gagal ginjal. Perawatan hiperkalemia termasuk di antaranya dialisis; obat-obatan diuretik; kalsium intravena; glukosa dan insulin; serta pembatasan jumlah asupan potasium dalam diet.
Menurut MedlinePlus Medical Encyclopedia, hiperkalemia terjadi ketika gangguan-gangguan tertentu - seperti gagal ginjal akut atau kronik, glomerulonefritis atau uropati obstruktif - menurunkan kemampuan kemampuan ginjal untuk menghilangkan potasium dari dalam tubuh. Hiperkalemia juga bisa terjadi ketika sel melepaskan kelebihan potasium ke cairan yang berada di luar sel, sebagai akibat dari cedera jaringan - seperti luka bakar, perdarahan gastrointetinal, operasi, luka trauma, tumor atau rhabdomyolysis dari obat-obatan, alkohol atau infeksi.

Mereka dengan fungsi ginjal yang buruk memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hiperkalemia. Perlu diperhatikan, beberapa pengobatan seperti potasium-sparing diuretics dan angiotensin-converting enzyme inhibitors, dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menghilangkan potasium. Penderita gagal ginjal, terutama bagi mereka yang melakukan pengobatan dengan cara dialisis, harus menghindari makanan yang tinggi akan potasium. Makanan-makanan tersebut antara lain, daging dan ikan, sayuran seperti brokoli, kacang polong, tomat, dan kentang, serta buah-buahan seperti kiwi, plum, aprikot, dan belewah. Selain itu, penderita gagal ginjal atau mereka yang memiliki riwayat hiperkalemia sebaiknya menghindari pengganti garam yang mengadung potasium. Dan jika Anda mengonsumsi suplemen potasium, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter agar mereka dapat megevaluasi fungsi ginjal Anda.
Institute of Medicine menganjurkan, mereka yang berusia 19 tahun ke atas mengkonsumsi tidak lebih dari 4.700 mg potasium tiap harinya. Diet sehat yang kaya akan potasium dapat membantu mengontrol tekanan darah, memperlambat pengeroposan tulang, dan menurunkan risiko untuk terkena batu ginjal. (M10-11)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sat Jan 14, 2012 10:31 am

CANGKOK GINJAL, SOLUSI TERBAIK GAGAL GINJAL
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Kamis, 12 Januari 2012 | 16:09 WIB
KOMPAS.com - Penurunan fungsi ginjal memaksa pasien penderita gagal ginjal tahap akhir melakukan terapi cuci darah (dialisis). Namun pasien harus menanggung biaya amat tinggi seumur hidup, karena terapi pengganti fungsi ginjal ini masih mahal. Solusi terbaik sebenarnya adalah pencangkokan ginjal. Penyakit gagal ginjal tahap akhir semakin banyak diderita penduduk. Diperkirakan ada sekitar 70.000 kasus gagal ginjal tahap akhir di Indonesia dan sekitar 10 persennya menjalani terapi cuci darah dan sampai tahun 2010 baru sekitar 600 orang yang melakukan transplantasi ginjal. Menurut Prof dr Endang Susalit, Sp.PD-KEGH, transplantasi ginjal memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan cuci darah. "Pada umumnya kualitas hidup pasien jauh lebih baik dan ketergantungannya pada fasilitas medis sangat kecil. Operasi cangkok ginjal hanya dilakukan sekali sedangkan dialisis harus seumur hidup," paparnya dalam acara media edukasi mengenai transplantasi ginjal di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta (12/1/2012). Dijelaskan olehnya, dibandingkan dengan negara-negara lain, jumlah pasien yang melakukan cangkok ginjal di Indonesia memang sedikit. Selain karena faktor kurang informasi, persoalan biaya yang mahal juga menjadi kendala.

"Operasi cangkok ginjal memang masih mahal, namun jika dibandingkan dengan cuci darah yang harus seumur hidup, sebenarnya lebih murah cangkok ginjal," tegasnya. Ditambahkan oleh dr.Bonar Marbun, Sp.PD-KGH, pasien yang melakukan pencangkokan ginjal pada umumnya memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dibanding yang melakukan dialisis. "Pendonor ginjal tidak perlu khawatir untuk memberikan ginjalnya karena usia harapan hidup mereka sama dengan populasi umum," katanya. Transplantasi ginjal sudah dilakukan secara rutin oleh tim dokter di RSCM sejak tahun 1977 dengan standar internasional. Bahkan saat ini sudah tersedia teknik laparoskopi dengan bedah minimal invasif untuk pengambilan organ ginjal sehingga pemberi organ bisa beraktivitas normal lebih cepat. Di Indonesia, organ ginjal didapatkan dari donor hidup yang berasal dari keluarga dekat, pasangan, atau teman. "Sebenarnya bisa juga diambil dari cadaver atau mayat, namun belum ada payung hukumnya sehingga belum diperbolehkan," kata Bonar.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Feb 16, 2012 7:55 pm

RSUP Dr KARIADI TRANSPLANTASI GINJAL SETELAH 10 TAHUN
Wisnu Nugroho | Kamis, 16 Februari 2012 | 19:44 WIB
Setelah 10 tahun terakhir tidak ada operasi transplantasi ginjal, RSUP dr Kariadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/2/2012) kembali melaksanakan operasi transplantasi ginjal. Jika dibandingkan pengeluaran yang dilakukan setiap cuci darah untuk seumur hidup, biayanya transplantasi ginjal jauh lebih murah. Transplantasi ginjal seharusnya menjadi solusi yang paling baik untuk penderita gagal ginjal ketimbang melakukan cuci darah. "Seharusnya transplantasi ginjal ini menjadi solusi yang paling baik. Sebab cuci darah membutuhkan dana yang sangat besar karena dilakukan seumur hidup. Namun, ketersediaan donor ginjal di Indonesia masih sangat minim," kata Direktur MEdis RSUP dr Kariadi, Bambang Sudarmanto. Selama ini, banyak orang beranggapan transpalantasi membutuhkan biaya yang besar. Jika dibandingkan pengeluaran yang dilakukan setiap cuci darah untuk seumur hidup, biayanya jauh lebih murah. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP dr Kariadi, Shofa Khasani, menyebutkan, seiring kemajuan teknologi, transplantasi ginjal dan persyaratan donornya semakin mudah. Jika dulu pertimbangan utamanya adalah kecocokan antara ginjal yang didonorkan ke tubuh resipien, saat ini hal itu sudah dapat diatasi dengan berbagai jenis obat-obatan. "Selama golongan darahnya sama, dan ginjalnya dalam kondisi yang bagus, bisa dilakukan, baik donor hidup maupun donor mati. Siapa saja bisa, keluarga atau teman, tua atau muda, bisa menjadi donor. Pendonor pun bisa hidup normal walaupun dengan satu ginjal," kata Shofa. Sejauh ini, kata Shofa, tingkat keberhasilan transplantasi ginjal di atas 90 persen, dalam pemantauan satu tahun pertama. "Biasanya mereka yang hidup dengan satu ginjal akan lebih berhati-hati dan sangat menjaga pola hidupnya. Karena itu, tidak heran jika kualitas hidup mereka justru lebih baik dibandingkan orang dengan dua ginjal," tuturnya.
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Back to top 
Page 16 of 17Goto page : Previous  1 ... 9 ... 15, 16, 17  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Saluran Kemih
» Kesehatan Saluran Cerna
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-