Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 9 ... 16  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 2:13 pm

PEMBESARAN PROSTAT JINAK
Prostat adalah bagian dari organ kelamin pada pria, berupa kelenjar yang terletak dibawah kandung kemih dan melingkari saluran kemih kemaluan. Kelenjar tersebut merupakan penghasil sebagian besar air mani ( semen ) yang menjaga kondisi bibit laki laki ( sperma ) agar tetap hidup. Ukuran prostat normal pada laki laki dewasa adalah sebesar biji kenari dengan berat sekitar 20 gram.

Kelenjar tersebut menjadi masalah ketika terjadi pembesaran dan menutup saluran kencing. Inilah yang biasa disebut pembesaran prostat jinak ( PPJ ) atau BPH ( Benign Prostate Hyperplasia ). Gangguan prostat ini paling banyak ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 90% laki laki berusia 40 tahun keatas mengalaminya. Semakin bertambah umur, prevalensinya makin tinggi.

Gejala PPJ antara lain adalah:
1. Pancaran air seni lemah dan terputus putus.
2. Sering berkemih terutama di malam hari.
3. Harus mengedan saat berkemih.
4. Tidak lampias setelah berkemih.
5. Menetes di akhir berkemih.
6. Tak dapat menahan bila ingin berkemih.

Penyakit lain yang dapat menimbulkan keluhan seperti PPJ adalah kanker prostat, kanker kandung kemih, gangguan persyarafan pada kandung kemih yang dihubungkan dengan DM, trauma saraf tulang belakang dan penyempitan saluran kemih kemaluan.

Sampai sekarang penyebab pasti PPJ belum jelas. Tetapi banyak dugaan bahwa ini sangat berhubungan dengan faktor hormonal dan proses penuaan.
Kepastian PPJ didasarkan dari anamnesa kumpulan gejala gangguan berkemih yang didata dengan mempergunakan metode skoring.
Hasil perhitungan skor tersebut dapat dikategorikan dalam level ringan, sedang dan berat.
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan colok dubur dan pemeriksaan neurologis. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan antara lain periksa darah sederhana, urine kultur resistensi, ureum, creatinin darah dan PSA.

Pemeriksaan tambahan hanya diperlukan untuk memastikan diagnosa yang kaitannya dalam tindakan lebih lanjut.
Pemeriksaan tersebut antara lain USG transabdominal atau transrektal. Dari USG ini akan didapat informasi ukuran, morfologi kelenjar prostat, batu atau kantung tambahan di kandung kemih, juga dapat dinilai sisa urine di kandung kemih setelah buang air kecil.

Pemeriksaan pancaran berkemih dengan Uroflometri dilakukan jika diperlukan, untuk membedakan dengan penyakit lain yang juga menyebabkan gangguan berkemih. Pemeriksaan Urodinamik dilakukan dan berguna sebelum pasien mengalami tindakan pembedahan. Hal ini untuk membedakan bahwa pancaran yang lemah dari hasil Uroflometri tersebut akibat sumbatan PPJ atau kelemahan dari otot kandung kemih.

PPJ dapat berkomplikasi dalam wujud terjadinya:
1. Infeksi saluran kemih
2. Terbentuknya batu kandung kemih
3. Tidak dapat berkemih
4. Turun berok
5. Haemoroid ( Wasir )
6. Gangguan fungsi ginjal

Pengobatan pada PPJ:
1. Observasi untuk pasien dengan gejala ringan atau sedang tanpa terapi obat obatan.
2. Obat obatan, ditujukan untuk pasien dengan gejala sedang atau berat atau pasien yang tidak menunjukkan perbaikan setelah di observasi 3-6 bulan.
3. Tindakan invasif minimal ( TUR-P , laser prostat dan TUNA ).
4. Operasi terbuka, dilakukan bila PPJ disertai batu kandung kemih ukuran besar atau kantung tambahan pada kandung kemih berdiameter besar.

Sumber: Health First vol 8 Okt - Des 2009


Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 7:47 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Apr 23, 2010 8:12 am

PEMBESARAN PROSTAT, PROBLEM ALAMI LELAKI
Senin, 18 April 2011 | 08:03 WIB
SERPONG, KOMPAS.com — Seiring bertambahnya usia, setiap laki-laki dipastikan menghadapi risiko gangguan kesehatan organ reproduksi. Problem yang umum dialami para lelaki ini adalah pembesaran prostat yang dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran kencing. Namun para pria tak perlu khawatir, dengan metode yang tepat, kondisi ini dapat ditangani tanpa memberikan efek samping yang memengaruhi kejantanan. Prosesnya alamiah seperti rambut uban dan proses ini tidak dapat dicegah dengan cara apa pun.

Demikian disampaikan dr Johan R Wibowo SpU dalam seminar "Ginjal dan Prostat Sehat untuk Kehidupan yang Lebih Baik" di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (16/4/2011). Kepala Pusat Urologi RS Omni tersebut mengatakan, penyempitan saluran pembuangan akibat pembesaran prostat jinak ini merupakan proses alamiah yang selalu dialami laki-laki seiring semakin bertambahnya umur. Penyempitan ataupun penyumbatan itu umum sering kali melanda pria paruh baya maupun lanjut usia.

Prostat merupakan sebuah kelenjar sebesar biji kemiri yang berlokasi di daerah panggul tepat di bawah lubang kandung kemih. Kelenjar yang hanya terdapat pada pria ini mengelilingi uretra, yakni saluran tempat mengalirnya urine dari kandung kemih sampai ujung penis. Kelenjar ini memegang peranan penting dalam proses reproduksi yaitu penghasil sebagian besar cairan yang akan bercampur dengan sperma sehingga terbentuk semen. "Prostat dipengaruhi oleh hormon testosteron dan saluran adrenal mulai dari akil balig atau pria yang mulai mimpi basah. Naiknya persentase penyempitan saluran kencing ini hanya sekitar 1 persen pada usia 30 tahun dan naik drastis menjadi 50 persen pada 60 tahun," kata Johan.

Ia menambahkan, pembesaran prostat ini akan menutup 90 persen saluran urine pada pria berusia 80 tahun dan dapat tertutup total saat umur 90 tahun akibat prostat yang mendesak saluran kencing. Pria yang beruntung tidak akan mengalami penyempitan saluran buang, misalnya jika pembesaran prostat tidak mengarah ke saluran urine. "Prosesnya alamiah seperti rambut uban dan proses ini tidak dapat dicegah dengan cara apa pun," tambahnya. Gejala penyempitan saluran ini, kata Johan, antara lain melemahnya pancaran kencing dan umumnya lama. Selain itu, penderita juga sering merasa harus terburu-buru saat buang air kecil (BAK), pancaran urine terputus-putus, sering BAK, mengompol, hingga BAK lebih dari dua kali pada malam hari.

Selain pemeriksaan urine, pengecekan gejala ini juga perlu dilakukan dengan pemeriksaan darah khususnya untuk prostate specific antigen (PSA). PSA ini berguna untuk memeriksa apakah pasien memiliki kanker prostat atau tidak. Dokter umumnya juga akan memeriksa pancaran urine pasien dengan alat uroflowmetry dan USG untuk melihat seberapa besar ukuran prostat. "Mengatasinya bisa dengan berbagai cara, mulai dengan obat-obatan, operasi terbuka, transurethral resection of the prostate (TUR-P), atau laser. Namun semuanya ada efek samping, antara lain impoten, produksi air mani tidak lancar, hingga gangguan seksual," papar Johan.

Terapi Tuna
Semakin berat cara penanganan medis untuk masalah gangguan prostat, risiko yang ditimbulkannya juga besar. Johan menuturkan, cara alternatif pasien muda dan seksual aktif digunakan terapitransurethral needle ablation (TUNA). Ini merupakan terapi yang menggunakan gelombang panas untuk memanaskan dan mengempiskan prostat. Cara ini dianggap lebih aman bagi penderita penyakit jantung, paru, maupun stroke. Proses tindakan medisnya pun hanya 30 menit sehingga tidak perlu rawat inap.

Meski demikian, tetap ada kekurangan, antara lain prosesnya harus berulang-ulang dan perlu waktu delapan minggu untuk sembuh dalam sekali terapi. Harganya juga lebih mahal karena alatnya sekali pakai dan berulang kali. "Cara ini cocok untuk pasien muda yang aktivitas seksualnya masih tinggi karena cara ini 50-60 persen lebih tidak berisiko dibanding TUR-P yang bisa mengakibatkan impoten," kata Johan kepadaKompas.com seusai acara. Metode penanganan medis Tuna ini tidak dapat dilakukan untuk penderita kanker prostat. Tidak dapat pula dilakukan untuk penderita yang telah mengalami penyumbatan total pada saluran kencingnya.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 4:42 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 9:23 am

PROSTATITIS
Prostatitis adala peradangan pada kelenjar prostat.

PENYEBAB
Biasanya penyebab prostatitis tidak diketahui, tetapi kadang merupakan penyebaran infeksi bakteri dari saluran kemih.
Prostatitis juga bisa terjadi akibat infeksi jamur, virus dan protozoa.

GEJALA
Infeksi prostat menyebabkan nyeri di selangkangan, daerah antara penis dan anus serta punggung bagian bawah.
Infeksi juga menyebabkan demam dan menggigil.
Penderita menjadi sering berkemih dan mengalami desakan untuk berkemih, air kemihnya mengandung darah.
Infeksi bakteri bisa menyebar ke skrotum (kantung zakar) menyebabkan rasa nyeri yang hebat, pembengkakan, kemerahan dan jika disentuh terasa sangat nyeri.
Karena nyeri, penderita juga mengalami impotensi.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksan colok dubur, prostat teraba membengkak dan nyeri jika disentuh.
Kadang dilakukan pemeriksaan terhadap air kemih atau cairan prostat.

PENGOBATAN
# Jika penyebabnya bukan infeksi, untuk meringankan gejalanya bisa dilakukan: Berendam di air hangat dalam posisi duduk
# Pemijatan prostat secara periodik
# Ejakulasi sesering mungkin.

Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri (misalnya acetaminofen atau aspirin).
Mengkonsumsi pelunak tinja dan banyak minum juga bisa membantu mengurangi gejala.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 30-90 hari (misalnya trimethoprim-sulfamethoxazole).
Jika antibiotik diberikan kurang dari waktu tersebut maka penyembuhan hanya bersifat sementara dan bisa menyebabkan infeksi menahun.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 4:43 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 9:25 am

GANGGUAN PROSTAT MENANTI
Selasa, 12 Mei 2009 | 20:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai umur 50 tahun ke atas para pria mesti waspada. Pasalnya 4 dari 5 pria berumur 50 tahun berisiko mengalami gangguan prostat. Semakin bertambah umur, prevalensinya makin tinggi. Demikian diungkap dr. Rachmat B. Santoso, Sp.U dari Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional Dharmais saat Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Prostat di R.S. Dharmais, Jakarta, Selasa (12/5). "Laki-laki bisa seperti itu karena kami mempunyai hormon testoteron yang dihasilkan oleh testis," kata dokter lulusan Fakutas Kedokteran Universitas Indonesia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di dalam tubuh, hormon tersebut berubah menjadi dihydrotestosterone (DHT). Seiring bertambahnya usia, DHT akan semakin banyak, akibatnya prostat akan semakin membesar. Berat normal prostat adalah 20 gram, tapi kalau sudah membesar bisa mencapai 100 gram.
Ketika prostat membesar maka ia akan menjepit saluran uretra atau saluran kandung kemih yang melewati prostat menuju penis. Prostat sendiri letaknya di antara pangkal penis dan kandung kemih. "Jika sudah seperti ini, maka yang bersangkutan akan mengalami gangguan," ungkap Rachmat.

Gangguan yang dimaksud antara lain sulit pipis (pipis harus nunggu dulu 1 - 2 menit baru bisa mulai pipis), sering pipis (dalam sehari bisa 6-7 kali), saat tidur malam kerap terbangun untuk pipis (frekuensi di atas 2 kali), kalau terasa mau pipis harus segera ke kamar mandi karena bisa mengompol, alami terminal dribbing atau pipis di celana duluan, pancaran kencing melemah (tidak jauh lagi), dan air kencing mengandung darah meski tampak bening.
Akibatnya para pria ini akan merasa sakit tiap kali pipis, mengalami infeksi saluran kemih karena ada sisa kemih yang tertinggal akibat terjepitnya uretra, timbul batu (air kemih yang tertahan akan ciptakan residu yang lambat laun akan memadat dan mengeras) dan jika tersumbatnya uretra menjadi kronis ginjal akan membengkak. Akibatnya timbul gagal ginjal.

Menurut Rachmat, kalau sudah seperti itu perlu ada tindakan penanganan. Penanganan pertama adalah dengan cara pengobatan. Obat yang diberikan adalah a-blockers untuk membuat otot prostat yang membesar rileks. Obat lainnya adalah a-reductase inhibitors untuk mengurangi volume prostat. "Pengobatan ini dilakukan selama 6 bulan - 1 tahun secara berturut-turut," katanya.

Jika pengobatan tidak mempan, tambahnya, maka dilakukan endoskopi untuk meresesi prostat sehingga tidak lagi menjepit saluran uretra atau saluran kandung kemih. Tetapi jika gangguan prostat sudah sangat parah, maka yang mesti dilakukan adalah mengoperasi prostat. "Ini sangat berisiko karena bisa mengakibatkan impotensi," tegas Rachmat memperingatkan. Fungsi prostat sendiri, ia melanjutkan, adalah membantu memproduksi cairan semen untuk memudahkan sel sprema bergerak menuju indung telur.


DETEKSI DINI, CEGAH KANKER PROSTAT
SELASA, 12 JULI 2011, 14:40 WIB Anda Nurlaila, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Pria yang memasuki usia lanjut berisiko tinggi mengidap kanker prostat. Jumlah kejadian kanker prostat dalam 10 tahun terakhir terus meningkat di Asia termasuk di Indonesia. Data dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Dharmais menyebutkan, jumlah penderita penyakit ini meningkat hampir tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Sehingga, kanker prostat dijuluki kanker penyebab kematian pria terbesar ketiga. “Kanker prostat disebut kanker yang menyebabkan kematian utama pria di atas usia 74 tahun,” ujar Spesialis Bedah Urologi, dr Rainy Umbas, PhD, SpU di Jakarta. Dr Umbas mengatakan, pada tahapan awal, kanker prostat tidak menunjukkan gejala khas. Namun, karena usia lanjut merupakan faktor risiko kanker prostat, maka pria usia lanjut dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Examination (DRE).

“Pemeriksaan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi adanya benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan setiap tahun. Hal ini sebagai upaya dari deteksi dini keberadaan penyakit ini,” ujar dr Umbas.

Anjuran ini, katanya, sangat disarankan bagi pria usia di atas 50 tahun. Atau, bisa juga dilakukan sejak usia 40 tahun, terutama bagi pria yang memiliki riwayat kanker prostat dalam keluarga. Ada beberapa gejala kanker prostat. Diantaranya, kesulitan buang air kecil atau menahannya, aliran air seni lemah atau terganggu, terbangun malam hari untuk buang air kecil, perasaan nyeri atau terbakar saat buang air kecil. Adanya darah pada air seni atau air mani, sulit ereksi serta nyeri saat ejakulasi merupakan gejala lain gangguan prostat. Bila mengalaminya, dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter.

Apabila telanjur terkena kanker prostat, pengobatan disesuaikan dengan stadium yang diderita. Umumnya, operasi dilakukan bagi penderita dengan usia harapan hidup lebih dari 10 tahun. Sementara penderita dengan usia harapan hidup 5- 10 tahun akan diberikan radioterapi. Pasien dengan harapan hidup kurang dari 5 tahun, atau bila terdapat kontraindikasi operasi maupun radioterapi, maka akan diberikan kemoterapi. “Tindakan kemoterapi pada pengobatan kanker prostat biasanya dilakukan apabila kanker tersebut telah resisten terhadap terapi pengobatan lainnya seperti misalnya terapi hormon,” kata Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, pakar onkologi medik senior dari Universitas Indonesia menambahkan. (eh)

• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Tue Jul 12, 2011 5:28 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 9:46 am

RISIKO KANKER PROSTAT PADA PRIA
Selasa, 4 Agustus 2009 | 09:40 WIB
KOMPAS.com — Pola hidup dan lingkungan yang buruk meningkatkan risiko gangguan organ reproduksi pria. Bagaimana supaya tetap sehat?
Di kalangan pria, kanker prostat merupakan gangguan kesehatan yang patut diwaspadai. Prostat adalah kelenjar kelamin yang hanya terdapat pada pria. Fungsinya memproduksi sperma/mani dan menjaga sperma agar tetap hidup. Kelenjar prostat berukuran sebesar biji walnut. Letaknya di bawah kandung kemih mengelilingi pangkal saluran kemih. Dalam menjalankan fungsinya, kelenjar prostat memerlukan hormon testoteron yang dihasilkan oleh buah zakar (testis).

Adapun kanker prostat merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat. Sel-sel kelenjar prostat tersebut berkembang secara abnormal tidak terkendali sehingga merusak jaringan di sekitarnya. Kanker prostat jarang terjadi pada pria di bawah 40 tahun. Penderitanya paling banyak berusia di atas 50 tahun. Namun, bukan berarti pria usia muda tak perlu mewaspadainya. Asal tahu saja, kanker tersebut penyebarannya sangat lambat dan kebanyakan tak menimbulkan gejala.

Meski penyebabnya belum jelas, ditengarai ada beberapa kemungkinan faktor risiko munculnya kanker prostat. Di antaranya:
- Genetik
Risiko jadi semakin tinggi jika terbukti ada kerabat yang terdiagnosis kanker prostat. Jika ayah atau saudara laki-laki menderita kanker prostat, berarti risiko yang dihadapi cukup tinggi.

- Pola konsumsi
Dari berbagai riset diungkapkan, pola makan memengaruhi peningkatan kemungkinan seseorang dapat menderita kanker, apa pun jenisnya. Bahkan, para ahli gizi menyatakan, 80-90 persen kasus kanker berkaitan erat dengan makanan yang dikonsumsi. Berbagai penelitian mengatakan, risiko akan meningkat bila seseorang sehari-harinya mengonsumsi diet tinggi lemak.

- Gaya hidup
Merokok dan minum alkohol ditengarai menjadi pemicu munculnya kanker prostat. Selain itu, sering berganti-ganti pasangan juga membuka kesempatan terjadinya infeksi virus penyebab kanker yang ditularkan melalui hubungan kelamin.

- Lingkungan
Pekerja industri yang berkontak lama dengan logam kadmium (bahan pembuat batere), juga bahan-bahan kimia lain berisiko tinggi mengidap kanker prostat.

Pada tahap awal, kanker prostat biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi pada tahap selanjutnya sering timbul gejala/keluhan seperti:
1. Sering buang air kecil terutama di malam hari.
2. Buang air kecil harus mengejan.
3. Sulit menahan buang air kecil.
4. Tidak dapat buang air kecil sama sekali.
5. Buang air kecil terasa sakit/panas.
6. Ada darah dalam air seni dan air mani.
7. Terasa sakit saat berejakulasi.
8. Nyeri/kaki di daerah bokong, panggul, dan pangkal paha.


PENTINGNYA COLOK DUBUR PADA PRIA
Lusia Kus Anna | Senin, 11 Juli 2011 | 11:44 WIB
Kompas.com - Banyak dokter menganjurkan agar pria di atas usia 50 tahun melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi dini kanker prostat. Bila ada anggota keluarga yang menderita kanker prostat maka skrining sebaiknya sejak usia 40 tahun. Tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran, bengkak, atau benjolan di kelenjar prostat.Pada saat dilakukannya pemeriksaan colok dubur ini dokter akan memasukkan salah satu jari ke dalam rektum dan meraba bagian dinding belakang kelenjar prostat, merasakan ada tidaknya pembesaran atau benjolan yang tidak normal. "Dengan cara ini dokter akan mengetahui jika ada kelainan. Rasanya juga tidak sesakit yang dibayangkan," kata dr.Rainy Umbas, Sp.U, mantan Presiden Asosiasi Urologi Indonesia dalam acara seminar Kenali dan Waspadai Kanker Prostat yang diadakan oleh Sanofi Aventis di Jakarta (9/7).

Komponen lain pemeriksaan prostat adalah memanfaatkan PSA (prostate-specific antigen) lewat pemeriksaan darah. PSA adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat dan berfungsi mengencerkan cairan ejakulasi untuk memudahkan pergerakan sperma. Dalam kondisi normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Namun, bila terjadi kerusakan atau peradangan pada jaringan prostat maka kadar PSA dalam darah meningkat.

Bila hasil colok dubur dan tes PSA abnormal dan dokter menduga adanya kanker prostat, maka dianjurkan pemeriksaan dengan ultrasonografi dan biopsi jarum untuk pengambilan contoh jaringan. Menurut dr.Umbas, pada tahap awal kanker prostat memang tidak menunjukkan gejala yang khas, namun karena usia lanjut merupakan faktor risiko kanker prostat, maka pria usia lanjut disarankan untuk melakukan skrining. "Pria yang mengalami gejala kesulitan buang air kecil, aliran air seni lemah, sering terbangun di malam hari atau ada darah pada air seni, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter urologi," katanya. (M05-11)


Last edited by gitahafas on Tue Jul 12, 2011 5:39 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 9:50 am

9 KIAT HINDARI KANKER PROSTAT
Jumat, 9 Oktober 2009 | 09:18 WIB
KOMPAS.com - Kanker prostat memang menjadi suatu hal yang menakutkan bagi para pria, akan tetapi menurut penelitian, ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terkena kanker prostat. Mau tau? Makanlah lebih banyak makanan rendah lemak, tinggi serat, atau makanan yang mengandung asam lemak omega- 3, seperti produk kacang- kacangan contohnya tahu sutra dan kacang kedelai, tomat dan makanan yang mengandung saus tomat, sayur - sayuran seperti brokoli, kembang kol dan kol serta ikan salmon, tuna dan sarden.

Para peneliti juga menemukan cara - cara lain untuk membantu mengurangi resiko kanker prostat seperti meminum segelas anggur merah atau teh hijau, serta suplemen seperti vitamin D dan E serta selenium. Usia di atas 50 tahun memang merupakan salah satu faktor resiko untuk kanker prostat. Lebih dari 65 persen dari seseorang yang baru didiagnosa kanker prostat berusia 65 tahun keatas. sebagai tambahan 90 persen dari kematian karena kanker prostat terdapt pada usia pria diatas 65,4 tahun.

Mari kita lihat beberapa faktor berikut ini yang bisa mengurangi resiko terkena kanker prostat :
1. Memperbaiki keadaan kesehatan umum.
Jaga agar berat badan Anda berada pada berat ideal untuk tinggi Anda. Jika Anda menderita obesitas maka temui ahli gizi untuk mengatur diet yang seimbang. Kombinasikan juga dengan kegiatan olahraga.
2. Minum banyak air. Air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu mengurangi racun - racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari adalah 6 - 8 gelas sehari. Kopi dan teh tidak termasuk dalam konsumsi air.
3. Kurangi minum alkohol.
4. Makan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit.
5. Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan sarden.
6. Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel
7. Kurangi konsumsi daging - dagingan dan lemak
8. Pastikan Anda mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E
9. Terakhir, kurangi stres dan depresi. Carilah kesibukan atau olahraga demi membantu menenangkan pikiran.


KANKER PROSTAT - Kenali dan Waspadai sejak Dini
Wednesday, 13 July 2011 Seputar Indonesia
Jumlah Penderita kanker prostat terus meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia, kenaikan jumlah penderita ini hampir tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Bagaimana sebaiknya para pria menghindarinya? Para pria sebaiknya tak meremehkan gangguan berkemih. Begitu juga dengan mereka yang sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.Bisa jadi ini merupakan awal datangnya penyakit kanker prostat.Penyakit ini sering kali ditandai dengan gejala ringan yang terkadang dianggap sepele. Kanker ini terjadi di dalam kelenjar prostat yang dimulai dengan perubahan sangat kecil dalam ukuran dan bentuk sel-sel kelenjar prostat.Kelenjar dalam sistem reproduksi pria ini terletak di bawah kandung kemih yang mengelilingi sebagian dari uretra,mengosongkan kandung kemih,dan menghasilkan cairan yang membentuk sebagian dari air mani.

Setelah berusia di atas 50 tahun,hampir semua pria mengalami prostatic intraepithelial neoplasia (PIN).Orang yang mengalami PIN mengalami perubahan-perubahan tampilan sel kelenjar prostat. “Kanker prostat seperti sebesar buah dukuh yang letaknya ada di bawah kandung kemih.Keadaan ini membuat sel-sel di organ tertentu tumbuh membesar secara berlebihan dan mempunyai kemampuan dalam penyebaran,”ungkap Prof dr Rainy Umbas PhD SpU saat seminar kesehatan “Kenali dan Waspadai Kanker Prostat”, beberapa waktu lalu di Jakarta. Penyakit yang paling sering didiagnosis pada pria Amerika dan penyebab utama kedua kematian ini juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi angka penderita prostat meningkat sekitar 50%-260%.

“Kanker prostat merupakan keganasan yang paling sering diderita pria di negara-negara Barat. Data dari rumah sakit besar di Jakarta,yaitu RSCM dan RS Dharmais,menunjukkan kenaikan jumlah penderitanya hampir tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir,”tutur dokter spesialis bedah urologi ini. Untuk menghindarinya, sebaiknya para pria dianjurkan untuk mengenali dan mewaspadai penyakit ini sejak dini.Tujuannya agar mereka dapat mencegah dan mengobati secara tepat.Kanker yang tidak menular,tetapi sangat berbahaya ini,penyebab secara pastinya memang belum diketahui.

Namun,tak ada salahnya Anda, pria berusia muda,perlu menjaga tubuh supaya tidak terkena penyakit ini. Kanker prostat pada usia dini tidak menunjukkan gejala. Setelah berkembang,kanker prostat melakukan pembesaran jinak dan bisa menyebabkan air kemih berwarna merah atau menyebabkan penahanan air kemih mendadak. Kanker ini juga ditemukan pada pria yang pancaran air kemihnya melemah. Faktor utama penyebab kanker di antaranya faktor usia dan riwayat keluarga, peningkatan kadar hormon testosteron,diet tinggi lemak, kurangnya sinar matahari, paparan logam berat dan toksin. Kanker prostat biasanya ditemukan pada pria kulit hitam yang berusia di atas 60 tahun.

Pria yang bekerja sebagai petani,pelukis,dan pemaparan kadmium atau orang yang bekerja di perminyakan dan logam-logam berat lebih berisiko terkena kanker ini. Kanker prostat juga diklasifikasikan berdasarkan stadiumnya. Kanker prostat stadium awal atau stadium I dan II,biasanya merupakan stadium yang penyebarannya belum luas,kankernya masih berada di sebatas kelenjar prostat. Sementara,pada stadium III dan IV,kanker ini telah menyebar keluar dari kelenjar prostat dan menyebar ke jaringan lainnya,seperti kelenjar getah bening atau organ lainnya. Penderita penyakit kanker prostat juga bisa melakukan beberapa pengobatan,bergantung pada tingkat stadiumnya. Dalam seminar kesehatan yang diadakan Indonesian Society of Urologic Oncology (ISUO) ini,disebutkan cara mendeteksi kanker prostat, pertama,yaitu melakukan pengamatan saja dengan meraba— bisa dilakukan sendiri oleh penderita.

Kemudian, radiasi,operasi pengangkatan prostat,terapi hormonal,kemoterapi, dan perawatan paliatif bila sudah lanjut. “Pria usia lanjut perlu melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi adanya benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan.Anjuran ini diutamakan bagi para pria yang usianya 40-50 tahun,”sebut Prof Umbas. Senada dengan Umbas,Dr dr Aru Wicaksono,yang juga pakar onkologi,mengatakan, jika sudah terlanjur terkena kanker prostat,pengobatannya sesuai dengan stadium yang diderita.“Untuk pengobatan, ada terapi hormonal dengan menurunkan kadar hormon testosteron ,” sebutnya._ mg1/wuri


Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:23 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 9:51 am

BILA PROSTAT MENJADI KANKER
Kamis, 17 Januari 2008 | 17:59 WIB
Kompas.com - Karena penyebab kanker prostat tidak diketahui secara pasti, tak ada seorang pun bisa mengatakan bagaimana mencegahnya. Namun, banyak penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan rendah lemak dan kolesterol dapat membantu mencegah kanker prostat. Para ahli merekomendasikan agar pria rajin makan tomat merah dan produk kedelai, semisal tahu, tepung kedelai, susu kedelai, dan mengurangi konsumsi daging merah. Konsumsi vitamin A, E, dan D dikatakan bisa membantu mencegah pertumbuhan tumor dalam prostat manusia maupun hewan. Demikian juga olahraga teratur dan proporsional.

Diperkirakan sekitar 30 persen pria usia di atas 50 tahun menderita kanker prostat tanpa disadari. Bahkan, jumlah itu meningkat sampai 90 persen pada pria berusia 90-an tahun.Sebab itu, pria dianjurkan untuk selalu melakukan cek kesehatan rutin setiap tahun. Kegiatan ini sebaiknya dimulai sebelum menginjak usia 40-an.

Meski pembengkakan prostat berjalan pelan, untuk kasus kanker, perkembangannya termasuk cepat. Pemeriksaan kanker biasanya dilakukan dengan cara colok dubur dan pengujian darah antigen, khusus prostat atau PSA (prostate-specific antigen). Bila Anda dicurigai terkena kanker, akan dilakukan tes lagi. Kadar normal PSA antara 0 sampai 4 Mg/l atau mikrogram per liter. Kalau kadar PSA meningkat lebih dari 4 Mg/l dan sama dengan 9 Mg/l, Anda berisiko kena kanker prostat. Namun, bila lebih, misalnya 10 Mg/l, risiko terkena kanker meningkat sampai 65 persen!

Pada stadium awal, kanker bisa diatasi dengan radiasi dan pembedahan. Terapi ini bahkan bisa mengurangi ketidakmampuan seksual Anda. Tentu saja, Anda yang berusia di atas 40-an sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kadar PSA setiap tahun supaya kondisi kesehatan lebih dini diketahui. Lebih dini diketahui, kondisinya lebih mudah disembuhkan.

Siapa Berisiko?
Pada dasarnya pembesaran prostat bisa dihindari. Berikut ini beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan agar Anda bisa menghindari terjadinya pembesaran prostat:
- Pria usia di atas 50 tahun. Lebih dari 80 persen kasus kanker prostat ditemui pada pria di atas usia 65 tahun.
- Gaya hidup tidak nyaman, penuh tekanan dan stres.
- Pria yang menggemari daging merah dan tidak menyukai sayur serta buah.
- Perokok.
- Kurang berolahraga.
- Pria yang punya riwayat keluarga kanker prostat.
- Penderita diabetes melitus.
- Obesitas. Tipe berat badan yang mengganggu prostat adalah tipe bentuk tubuh membesar di bagian pinggang dengan perut buncit seperti apel. Beban di perut menekan otot organ seksual, sehingga menyebabkan hilangnya kelenturan otot organ seksual. Selain itu, deposit lemak mengganggu kinerja testis.
- Ada gangguan jantung, misalnya kerusakan organ, payah jantung, atau pembesaran jantung.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 12:18 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 9:57 am

KENALI TANDA TANDA KANKER PROSTAT
Sabtu, 3 Oktober 2009 | 11:06 WIB
KOMPAS.com - Kanker prostat adalah salah satu dari 10 penyakit tersering yang menimpa pria. Sayang, para pria kerap tidak sadar dengannya sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diterapi. Bisa jadi ini akibat terlalu banyaknya gejala yang ada. Setidaknya, ada cara mengenali gejala kanker prostat. Mari kita lihat tanda-tanda berikut ini :

1. Sulit berkemih
Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit – sedikit. Gejala ini akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih. Kelenjar prostat akan makin besar seiring bertambahnya usia seseorang. Karena itu, periksa diri ke dokter untuk membedakan apakah hanya pembesaran prostat ataukah kanker.

2. Nyeri saat berkemih
Problem ini juga akibat adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.

3. Keluar darah saat berkemih
Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar – samar atau hanya berwarna merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.

4. Sulit ereksi atau menahan ereksi
Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi sekali lagi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.

5. Darah pada sperma
Gejala ini, seperti darah pada urin, bisa timbul tidak terlalu jelas. Darah tidak dalam jumlah banyak dan hanya menyebabkan warnanya berubah menjadi merah muda. Meski begitu patut diwaspadai

6. Sulit Buang Air Besar (BAB) dan ada masalah saluran pencernaan lainnya
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran cerna bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.

7. Nyeri terus menerus di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas
Sering, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan

8. Sering berkemih di malam hari
Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.

9. Urin yang menetes atau tidak cukup kuat
Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.

10. Usia di atas 50 dan mempunyai faktor resiko
Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah, obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat.
oleh dr. Intan Airlina Febiliawanti


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 12:17 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 10:02 am

KEBANYAKAN DUDUK KANKER PROSTAT MENGINTAI
Kamis, 29/10/2009 12:00 WIB Nurul Ulfah - detikHealth
Stockholm, Hati-hati bagi pria yang sering duduk atau punya profesi yang menuntut duduk terus di depan meja. Peneliti Swedia mengatakan bahwa pria yang menghabiskan waktunya duduk seharian bersiko terkena kanker prostat hingga 30 persen.Dibanding pekerja aktif yang lebih banyak bekerja di lapangan, peneliti dari Karolinska Institute, Swedia mengatakan bahwa pria dengan tipe pekerjaan di depan meja lebih banyak yang terkena kanker prostat.

Dalam studi yang melibatkan 45.000 pria berusia 45 hingga 79 tahun itu, diketahui bahwa pria yang duduk selama setengah dari jam kerjanya sehari, hanya berisiko terkena kanker prostat sebanyak 20 persen. Hasil studi ini dimuat dalam British Journal of Cancer.Olahraga diketahui bisa mengurangi kanker prostat akibat pengaruh buruk dari sering duduk. Berjalan kaki atau berkeliling selama 60 menit atau lebih dalam sehari bisa mengurangi risiko kanker prostat hingga 14 persen daripada mereka yang hanya berjalan kaki selama 40 menit atau kurang.

Meskipun belum diketahui secara pasti efek olahraga untuk mengurangi risiko kanker prostat, tapi peneliti beranggapan bahwa hal itu ada hubungannya dengan hormon testosteron yang bisa melawan kanker. "Penemuan ini ingin mengingatkan pria untuk setidaknya berjalan kaki dan tidak duduk terus di depan meja, walaupun profesi mereka menuntut hal itu. Dengan tidak sering duduk selama bekerja bisa mengurangi risiko kanker prostat," ujar seorang peneliti, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (29/10/2009).

Selain olahraga, beberapa studi sebelumnya menyarankan diet makanan dengan memperkaya buah dan sayuran jika pria ingin terhindar dari kanker yang menyebabkan kelenjar prostat pria membengkak dan tumbuh tidak normal. Makanan anti kanker prostat seperti tomat, brokoli dan kedelai sangat baik untuk mencegah dan melawan kanker prostat. Dr Helen Rippon, dari the Prostate Cancer Charity menyarankan agar pria lebih aktif bergerak setidaknya satu jam dalam sehari. "Minimal luangkan waktu satu jam untuk bergerak. Tidak perlu tiap hari ke tempat fitness, cukup berjalan kaki dan berkeliling, itu saja sudah baik," jelas Rippo


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 10:37 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 10:04 am

GEJALA KANKER PROSTAT YANG MESTI DIWASPADAI
Tuesday, 19 October 2010 Seputar Indonesia
Kesulitan buang air kecil. Ini bisa saja dalam bentuk Anda seperti ingin buang air kecil, tapi tidak ada yang dikeluarkan, terhenti di tengah-tengah, atau sering ke kamar kecil. Gejala lainnya adalah kesulitan untuk berhenti, sering dalam bentuk buang air kecil berkali- kali atau perasaan masih ingin buang air kecil meskipun sebenarnya sudah selesai. ••

Sakit saat buang air kecil. Hal yang sama, masalahnya adalah tumor prostat menekan uretra.Akan tetapi, sakit saat buang air kecil dapat juga menjadi gejala infeksi prostat yang dikenal sebagai prostatitis dan benign prostatic hyperplasia (BPH), yang merupakan pembesaran di kelenjar prostat, tetapi bukan kanker. Darah di urine.Gejala ini jarang terjadi, tetapi merupakan alasan untuk langsung pergi ke dokter.Hal ini tidak selalu darah dalam jumlah yang banyak,mungkin Anda akan melihat sedikit bercak merah. Beberapa bentuk infeksi saluran urine dapat menyebabkan darah di dalam urine juga, akan tetapi dokter harus melakukan tes untuk membedakannya. ••

Kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Hal ini merupakan salah satu gejala yang sangat sulit untuk dibicarakan. Akan tetapi, ereksi tidak terjadi saat Anda menginginkannya atau tertahan sebagian,mungkin inilah saatnya Anda memeriksakan diri (pasangan Anda perlu menghindari hal ini secara halus. Darah di dalam semen.Tanda ini seperti halnya darah di dalam urine tidak terlihat begitu jelas. Jumlah darahnya tidak terlalu banyak, akan tetapi cukup untuk membuat cairan semen berwarna pink dan hanya berupa bercak, menurut penuturan pria yang terkena kanker prostat. Para wanita juga dapat membantu dengan memperhatikan warna tambahan yang terdapat pada semen setelah melakukan hubungan seks. ••

Konstipasi kronis dan gangguan usus lainnya. Kelenjar prostat terletak di bawah pembuluh darah dan di depan rectum, apabila terdapat tumor di sini dapat memengaruhi fungsi pencernaan. Jadi, hal ini seperti mana yang lebih dulu ayam atau telur; konstipasi kronis dapat menyebabkan pembesaran prostat karena menyebabkan pembesaran pada kelenjar, begitu pula sebaliknya. Konstipasi kronis dan gangguan usus dapat menjadi indikator awal terjadinya kanker usus. Jika Anda mengalami gejala konstipasi, gas atau gangguan usus lainnya jangan menyalahkan makanan Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi juga ke dokter. ••

Sering sakit di punggung bagian bawah,pinggang,atau paha bagian atas. Bagian yang biasanya menjadi penyebaran kanker prostat adalah punggung bagian bawah, pelvis dan pinggang. Rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan di daerah ini dan lemahnya bagian ini merupakan tanda adanya masalah. Salah satu cara untuk membedakan tipe rasa sakit karena pegal linu dan sakit punggung bagian bawah yang terasa dalam dan tumpul.Para ahli menyebutkan, rasa sakit di punggung bagian bawah atau pinggang yang tidak menghilang merupakan alasan untuk memeriksakan diri ke dokter. ••

Ingin buang air kecil di tengah malam. Ini merupakan salah satu gejala yang mengganggu bagi lakilaki yang didiagnosa mengidap kanker prostat dan mereka berusaha untuk mengingat-ingat gejala ini. Jika Anda buang air kecil lebih dari satu kali setiap malam, sebaiknya Anda mengunjungi dokter dan melakukan PSA test. (rendra hanggara)


KENALI GEJALA KANKER PROSTAT SEJAK DINI
Yulvianus Harjono | Pepih Nugraha | Minggu, 10 Juli 2011 | 14:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kanker prostat saat ini menjadi salah satu penyakit dengan tingkat keganasan yang tinggi. Kanker prostat menjadi penyebab utama kematian akibat kanker bagi pria di atas usia 74 tahun. Untuk itu, perlu dikenali dan diantisipasi penyakit ini sejak dini.
Menurut Ketua Perhimpunan Urolog-Onkolog Indonesia (ISUO) Prof. dr. Rainy Umbas, Sp.U, mengenali penyakit gangguan prostat sejak dini dapat memperbesar peluang menyembuhkan penyakit yang mematikan, khususnya bagi orang lanjut usia ini. Yang ia sesalkan, masih ditemui adanya pasien yang terlambat melakukan pengobatan kanker prostat, sehingga sulit disembuhkan.

Di Indonesia, jika sejak stadium awal sudah ditangani, angka harapan hidup bisa mencapai 70 persen. Sementara, di Barat, lebih baik yaitu 90 persen. Kalau sudah capai stadium lanjutan , pada banyak kasus, angka harapan hidupnya hanya 50 persen. Dalam 5 tahun, pasien akan meninggal, ujarnya dalam Media Edukasi bertajuk Kenali dan Waspadai Kanker Prostat yang diadakan Sanofi Group dan ISUO, Sabtu kemarin.
Adapun gejala penyakit gangguan dan kanker prostat antara lain penderita sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, dalam sehari bisa buang air kecil hingga 8 kali dan pancaran air seni lemah atau tak tuntas. Gejala lanjutannya, muncul darah pada air seni atau sperma, disfungsi ereksi, dan keluhan sakit di tulang belakang.

Penanganan penyakit kanker prostat, menurut dr. Aru Wisaksono, SpPD, onkolog dari Universitas Indonesia, dewasa ini menggunakan pendekatan multidisipliner atau komprehensif. Untuk itu, penanganan kanker prostat kini juga melibatkan ilmu onkologi. "Berbeda dengan dahulu, saat ini sudah ada obat-obatannya, misal kemoterapi. Tetapi, sangat penting untuk melakuka deteksi dini," ujarnya. Pengobatan kemoterapi terutama dilakukan terhadap para penderita kanker prostat yang mengalami stadium lanjut, yaitu menyebar hingga ke jaringan syaraf tulang belakang. Dalam kondisi ini, penderita biasanya mengalami nyeri luar biasa pada bagian tulang belakang dan pinggul. Pengobatan kemoterapi berfungsi untuk mengurangi nyeri, sehingga setidaknya meningkatkan kualitas hidup penderitanya.



Last edited by gitahafas on Sun Jul 10, 2011 3:15 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 10:06 am

PENDERITA PROSTAT TAK PERLU LAGI PAKAI KATETER
Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 01/06/2010 12:13 WIB
London, Gangguan berkemih pada penderita prostat biasanya diatasi dengan penggunaan selang kateter. Kini peneliti menciptakan katup magnetik yang tertanam dalam kandung kemih untuk mengatasi gangguan sulit buang air kecil. Gangguan berkemih terjadi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan dan biasanya menjadi bagian dari proses penuaan alami. Prostat yang bengkak ini akan menekan uretra (tabung yang membawa urine keluar dari tubuh). Gejala awal dari adanya masalah pada kandung kemih kemungkinan aliran urine yang lemah atau terganggu serta kesulitan untuk buang air kecil bahkan saat kandung kemih sudah penuh.

Saat ini perawatan untuk kondisi ini adalah memberikan obat untuk membuat otot dalam prostat rileks, mengurangi penyumbatan serta membuat agar prostat tersebut menyusut. Beberapa penderita mengatasinya juga dengan penggunaan selang kateter, yaitu tabung tipis yang melalui uretra menuju kandung kemih. Urine ini akan dikumpulkan dalam tas atau kantung yang biasanya diikat pada kaki pasien. Tapi pada umumnya pasien tidak bisa menggunakan toilet layaknya orang normal.

Tapi kini peneliti membuat sebuah katup magnetik yang akan tertanam di dalam kandung kemih. Saat seseorang ingin pergi ke kamar mandi, maka ia akan menempatkan magnet tersebut disamping alat kelamin lalu membuka katupnya. Setelah selesai ia akan menarik kembali magnetnya dan katup akan tertutup secara otomatis. Alat implan magnetik ini akan membuat seseorang bisa buang air kecil ke kamar mandi secara normal, tanpa memerlukan selang kateter dan kantung untuk menampung urin. Implan ini disebut dengan Surinate, alat ini dapat disimpan sekitar empat minggu atau sampai masalah yang menyebabkan retensi urin tersebut berhasil diatasi. Namun saat ini masih menjalani uji klinis di Amerika Serikat.

"Penemuan ini bisa menjadi berita fantastis, karena membuat seorang laki-laki tidak perlu lagi menggunakan suatu kateter eksternal. Namun ujicoba masih tetap diperlukan untuk menunjukkan bahwa alat ini aman atau bisa mengatasi retensi urin yang akut," ujar Dr Jon Rees, juru bicara dari Prostate UK, sepeti dikutip dari Dailymail, Selasa (1/6/2010). Sementara itu ujicoba kecil telah dilakukan untuk mengatasi inkontinensia (gangguan berkemih) pada kaum perempuan. Hasilnya menunjukkan teknik ini bisa mengurangi gejala dari inkontinensia. Sekitar 7 dari 10 perempuan melaporkan kondisinya telah membaik atau mengalami peningkatan setelah menggunakan alat ini.
(ver/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:33 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Tue Apr 27, 2010 11:58 am

TES URINE MAMPU DETEKSI KANKER PROSTAT
Tuesday, 19 October 2010 Seputar Indonesia
PENELITI Inggris menemukan bahwa protein yang terkandung dalam urine bisa menjadi indikator kuat seseorang berisiko kanker prostat.Temuan ini ke depan bisa dikembangkan menjadi tes cepat untuk mengetahui gejala kanker prostat.

Peneliti dari Cancer Research UK Cambridge Research Institute dan Institute of Cancer Research (ICR) ini menuturkan, protein yang disebut microseminoprotein-beta atau MSMB ditemukan dalam level rendah pada pria yang didiagnosis dengan penyakit tersebut. Protein ini juga terlihat memiliki dosis lebih rendah pada pria dengan jenis kanker lain yang lebih agresif.

”Protein ini mudah untuk dideteksi karena ditemukan dalam urine dan berpotensi akan menjadi tes yang sangat sederhana untuk mengidentifikasi pria yang paling berisiko terkena penyakit kanker prostat,”kata Hayley Whitaker dari Cambridge Institute yang memimpin penelitian seperti dikutip dari laman Reuters Health. Whitaker menyatakan, sekitar lima tahun sebelum hasil penelitian ini dipublikasikan, tes ini sebenarnya telah direkomendasikan oleh para dokter untuk digunakan dalam klinik.

Dia berharap hasil penelitian ini bisa membantu para dokter dan tenaga medis lainnya untuk menentukan seorang pasien yang memiliki tumor agresif. Kanker prostat diperkirakan membunuh 258.000 orang di seluruh dunia pada 2008 dan merupakan penyebab kematian paling umum kedua akibat kanker pada pria di Amerika Serikat.Di Inggris, sekitar 35.000 orang didiagnosis menderita kanker prostat dan sekitar 10.000 di antaranya telah meninggal dunia akibat penyakit ini.

Tes skrining yang paling efektif yang tersedia saat ini biasanya didasarkan pada biomarker tunggal yang disebut prostate specific antigen (PSA).Namun, pengujian PSA bermasalah karena memiliki kekhususan yang rendah yang menghasilkan tingginya nilai positif yang palsu dan mengarah ke pengobatan bedah dan radioterapi yang tidak perlu. Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang disiarkan tahun lalu menemukan bahwa rutinitas skrining PSA telah menghasilkan lebih dari 1 juta pria Amerika yang didiagnosis dengan tumor, yang kemungkinan tidak menderita efek buruk dari skrining itu.

”Pada saat ini tes PSA adalah metode terbaik yang kita punya untuk mendeteksi kanker prostat, tetapi sayangnya memiliki keterbatasan yang signifikan. Jadi, ada kebutuhan mendesak untuk menemukan biomarker baru seperti MSMB yang dapat digunakan dalam penyaringan dan diagnosis,” ujar Rosalind Eeles dari ICR dan The Royal Marsden Hospital yang juga mengerjakan studi tersebut. Protein -yang mengatur kematian sel prostat- diproduksi oleh sel prostat normal.

Para peneliti mengambil jaringan dan sampel urine dari sekitar 350 orang, baik yang menderita maupun yang tidak terkena kanker prostat untuk menguji tingkat MSMB. Hasilnya, yang dipublikasikan dalam jurnal Public Library of Science(PLoS) ONE,menunjukkan bahwa MSMB ditemukan pada tingkat signifikan lebih rendah dalam urine manusia yang didiagnosis dengan kanker prostat dibandingkan mereka yang tanpa penyakit. Mereka juga menunjukkan fakta bahwa pria dengan tumor agresif juga cenderung memiliki tingkat protein dalam air seni mereka.

Mengomentari studi ini,Kate Holmes dari Prostate Cancer Charity di Inggris berharap, (para ilmuwan) bisa memberikan bukti tentang persoalan ini yang sangat berharga di masa depan. ”Mengingat keterbatasan yang dihasilkan dari tes darah PSA,menemukan teknik yang lebih akurat mendiagnosis kanker prostat adalah inti penelitian terhadap penyakit ini,” katanya.

”Dan tes urine akurat yang dapat diandalkan untuk kanker prostat akan menjadi alat yang tidak ternilai jika terbukti berhasil dalam skala besar,”ungkap Holmes. Prostat sendiri adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma. Prostat sering kali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun.Pada usia 70 tahun,80% pria memiliki prostat yang membesar.

Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (nonkanker). Pada beberapa pria pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker. Sementara itu, kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria,terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang menderitanya. Penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker prostat yaitu usia dan riwayat keluarga. Hormon, diet tinggi lemak, dan toksin, juga disebutkan sebagai faktor risiko kanker prostat walaupun kaitannya belum jelas.

Walau di Asia masih tergolong sedikit penderitanya, data dari 13 fakultas kedokteran universitas negeri di Indonesia menunjukkan penderita kanker prostat termasuk tinggi. Penyakit ganas ini tak bisa diabaikan karena telah membunuh sekitar 10.000 lelaki setiap kasus.Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi pada tahap dini. Celakanya, kanker ini sering tumbuh secara diam-diam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya.

Itu sebabnya, penting sekali bagi pria dewasa untuk menjalani uji rektal digital yang memungkinkan dokter menemukan benjolan atau pembesaran pada prostat. Selain itu, ada juga prostate-specific antigen blood test, yaitu uji darah untuk mendeteksi sejenis protein yang keluar dari prostat apabila ada tumor.

Apabila dokter menemukan kanker, pengobatannya akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran tumor, kecepatan pertumbuhannya, dan apakah penyakit itu telah menyebar ke luar prostat.Pengobatan untuk ini antara lain radiasi, pengangkatan prostat melalui pembedahan, dan terapi hormon untuk menurunkan kadar testosteron. (rendra hanggara)


Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 4:52 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Wed Apr 28, 2010 4:51 pm

MELINDUNGI PROSTAT

1. Jangan makan berlebihan dan kurangi lemak.
Pria umumnya mengalami kegemukan didaerah pinggang dan perut ( bentuk apel ).
Pada pria obesitas, beban atau lemak di perut dapat menekan otot organ seksual, sehingga menyebabkan hilangnya kelenturan otot organ seksual.
Deposit lemak berlebih juga dapat mengganggu kinerja testis.

2. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan biji bijian
Perkaya menu harian dengan makanan berserat tinggi seperti nasi beras merah, roti gandum dan oat.
Selain kaya serat, oat juga bagus untuk menurunkan kolesterol.

3. Pilih lemak 'baik'
Bahan makanan kaya lemak omega 3, baik untuk di konsumsi.
Nutrisi ini terkandung secara alami dalam ikan salmon dan makarel.

4. Minum teh hijau
Dalam teh hijau terkandung zat anti oksidan seperti polipenol yang disinyalir membantu mencegah kanker dan gangguan kesehatan lainnya.

5. Ejakulasi secara teratur
Tujuannya supaya saluran pengeluaran tidak tersumbat.
Lakukan secara teratur dan terukur.

6. Batasi konsumsi alkohol dan makanan sangat merangsang.
Alkohol dapat menekan sistim syaraf pusat yang membuat otot otot di seluruh tubuh menjadi lemas, termasuk otot otot kandung kemih.
Akibatnya urine tertahan.

7. Jangan kekurangan mineral seng.
Variasikan menu harian dengan makanan kaya seng seperti kerang dan ikan hering.
Padi padian, biji bijian, bekatul, susu dan polong polongan juga mengandung mineral ini.

8. Berolah raga.
Nyatanya pria bertubuh bugar jarang mengalami masalah prostat ketimbang mereka yang lebih banyak duduk.

9. Jangan duduk terlalu lama.
Duduk terlalu lama membuat prostat tertekan terlalu lama.
Jika anda tipe pekerja di belakang meja, bangkit dan berjalan jalanlah setiap 30 - 60 menit sekali.

10. Jangan menahan kencing dan hindari minum banyak di malam hari.
Dampak minum terlalu banyak di malam hari adalah terganggunya tidur dengan keinginan untuk buang air kecil.
Batasi juga minum kafein, karena dapat merangsang keinginan kencing.

Sumber: Seputar Indonesia


KOPI KURANGI RISIKO PROSTAT
Wednesday, 13 July 2011 Seputar Indonesia
Kopi tak selamanya buruk bagi kesehatan.Sebuah penelitian di Harvad menemukan bahwa pria yang meminum kopi secara teratur dapat menurunkan risiko kanker prostat. Kopi yang mengandung banyak senyawa berpotensi menguntungkan lainnya,seperti antioksidan dan mineral, berperan dalam mencegah kanker prostat. Meski penelitian ini masih dini,tak ada salahnya untuk dicoba.Pria yang meminum enam cangkir lebih setiap harinya ditemukan 20% yang terkena kanker prostat. “Sekitar 20% risiko lebih rendah ditemukan pada mereka yang meminum kopi,”ungkap Lorelei Mucci ScD MPH,peneliti epidemiologi di Harvard School of Public Health. Dilansir dari Web MD, mereka yang meminum kopi dalam jumlah sedikit,sekitar satu hingga tiga cangkir sehari,ditemukan penurunan risiko sebanyak 29%. Adapun peminum kopi yang lebih dari enam cangkir sehari terdapat penurunan kanker prostat sebanyak 60%. Survei di Amerika Serikat pada kaum pria yang bekerja sebagai profesional di bidang kesehatan,dengan setiap empat tahun— antara 1986 dan 2006—, mereka diminta melaporkan rata-rata asupan harian minuman kopi.

Selama rentang 20 tahun itu,tercatat 5.035 orang didiagnosis kanker prostat dan 642 orang yang lainnya dalam kondisi buruk. “Ini bisa menjadi antioksidan dalam kopi atau bisa juga zat yang mengurangi peradangan,yang juga telah dikaitkan dengan risiko tinggi kanker prostat,”ungkap Mucci. Penelitian lain yang dilakukan sebuah konferensi, American Association for Cancer Research di Houston,menunjukkan pria yang minum kopi paling banyak memiliki hampir 60% lebih mungkin mengembangkan kanker prostat dibandingkan non-peminum kopi. “Kopi memiliki efek pada metabolisme insulin dan glukosa,serta tingkat hormon seks,yang semuanya memainkan peran dalam kanker prostat,” sebut Kepala Peneliti Harvard School of Public Health,Boston,Dr Kathryn Wilson. _ mg1/wuri


Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 8:25 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Wed Apr 28, 2010 7:35 pm

KANKER PROSTAT
Kanker prostat merupakan penyakit pada pria tua.
Lebih dari 75% kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia diatas 65 tahun.
Sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kelenjar prostat bila berusia 50 tahun keatas.

Faktor resiko terjadinya kanker prostat secara klinis tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa hal telah teridentifikasi.
Faktor yang paling penting adalah keturunan, jika keluarga garis pertama ( saudara laki2 atau ayah ) menderita kanker prostat, maka resiko terkena kanker prostat meningkat menjadi 2x lipat.
Jika 2 atau lebih keluarga garis pertama menderita kanker prostat, maka resiko terkena kanker prostat menjadi 5 - 11 x lipat.

Deteksi Dini Kanker Prostat:
1. Colok Dubur
Merupakan pemeriksaan sederhana dengan perabaan menggunakan jari pemeriksa melalui anus, dengan meraba sisi bagian belakang dari kelenjar prostat.
Pemeriksaan ini dapat menilai ukuran prostat, konsistensi prostat dan adanya benjolan pada kelenjar prostat.
Pemeriksaan colok dubur dapat mendeteksi kanker prostat pada 15 - 40% kasus.

2. Pemeriksaan kadar PSA
PSA merupakan suatu bentuk protein yang dihasilkan oleh sel sel epitel kelenjar prostat.
Test laboratorium ini diperiksakan melalui darah penderita.
Angka normal kadar PSA adalah dibawah 4 ng/dl.
Jika PSA terukur diatas 10 ng/dl maka kemungkinan kanker prostat 50 - 80%.

3. TRUS ( Trans Rectal Ultra Sonografi )
Merupakan pemeriksaan USG dengan menggunakan alat probe berbentuk silinder panjang yang dimasukkan lewat anus.
TRUS memberikan gambaran yang bervariasi, dan sangat sedikit yang terdeteksi bila colok dubur dan kadar PSA normal.

4. Biopsi
Biopsi prostat dilakukan bila:
a. ditemukan benjolan/nodule pada colok dubur.
b. ditemukan konsistensi yang keras pada colok dubur.
c. kadar PSA meningkat lebih dari 10 ng/dl

Hubungi dokter anda bila menemukan gejala:
1. Susah buang air kecil.
2. Sakit saat buang air kecil.
3. Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
4. Menetes setelah buang air kecil.
5. Terdapat darah atau nanah dalam urine.
6. Sakit saat ejakulasi.
7. Sakit berkepanjangan di bagian panggul atau punggung.
8. Sakit dibagian bawah pelvis.

Sumber: Health First vol 3 Juli - September 2008


KANKER PROSTATPUN MENYERANG PRIA MUDA
SELASA, 12 JULI 2011 | 04:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta-Kelenjar prostat organ pada kaum Adam memang bisa dikatakan organ yang unik. Pertama karena posisinya yang tersembunyi hingga tak mudah diketahui jika ada masalah. Kedua adalah karena fungsinya sebagai produsen cairan nutrisi untuk sperma. "Pada pria kelenjar ini sudah ada sejak bayi, hanya ukurannya paling baru satu gram," kata Prof. dr. Rainy Umbas, Ph.D. SpU, ahli urologi dari FKUI dan RSCM, dalam media edukasi tentang kanker prostat di Jakarta pekan lalu.

Dalam perjalannya ada tiga masalah yang sering menghinggapi prostat. Yaitu peradangan, prostatitis atau pembesaran kelenjar prostat tanpa adanya keganasan, dan yang terakhir adalah yang paling ditakuti yaitu kanker prostat. Ketiga masalah tersebut menurut Prof. Rainy, tidak hanya menyerang dewasa tua. Karena ada satu dua kasus dimana pria berusia produktif, 25-30 tahun, sudah mengalami radang. "Yaitu bila mengalami stres tinggi, seperti misalnya urusan karir," kata Prof. Rainy.

Berbeda dengan peradangan, pada kanker, terjadi pertumbuhan sel baru atau proliferasi sel yang tidak sesuai dengan pola pertumbuhan yang ideal. Sel kanker ini kemudian bisa menyebar, bahkan bisa masuk ke sel tulang yang mengakibatkan pengeroposan tulang. Mereka yang punya risiko tinggi sebaiknya mewaspadai dari awal. Misalnya pada mereka yang suka mengkonsumsi lemak yang tinggi, kurang sinar matahari, paparan logam berat, riwayat keluarga dan faktor ras. "Ada faktor risiko keturunan sebanyak lima persen. Sementara sebab lain para ahli sampai saat masih belum tahu penyebab pastinya," kata Prof. Rainy.

Dari data RSCM dan RS Dharmais, Prof. Rainy mencatat 15-20 tahun lalu angka kejadian kanker prostat masih rendah. Tapi dalam 10 tahun terakhir ada pengingkatan hingga tiga kali lipat. "Tapi ada peningkatan dalam beberapa tahun terakhir di Asia dan Jakarta. Ada beberapa sebab misalnya lebih banyak orang yang menyadari gejala-gejalanya. Bisa juga karena semakin banyak ahli yang bisa mendeteksi penyakit itu. Sehingga jika ada pengidapun bisa diketahui lebih awal," kata Rainy. Tapi yang membuat cemas, 80 persen pasien datang dalam stasium lanjut dimana sel kanker sudah bermetastasis atau menyebar.

Padahal sebenarnya pasien yang merasa berisiko tinggi mengenali gejala-gelajanya seperti sering bangun malam untuk kencing, kencing lebih dari delapan kali dalam sehari semalam, pancaran urin melemah hingga membasahi ujung sepatu atau harus mengejan dan tidak lampias atau tidak tuntas saat kencing. Gejala lebih lanjut bisa ditandai dengan sperma atau kencing yang sering bercampur darah, gangguan ereksi, nyeri tulang akibat sel kanker sudah menyebar seperti ke tulang belakang dan tulang pinggul.

Pemeriksaan dengan colok dubur. "Meski terdengar tak nyaman, sebenarnya ini pemeriksaan yang biasa saja. Dan memang hanya bisa ditentukan dengan cara ini karena posisi prostat yang sangat tersembunyi," kata Rainy. Selain dengan colok dubur juga haru dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah dengan PSA atau Prostat Spesific Antigen.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 12, 2011 5:44 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sat May 01, 2010 6:50 am

ISOTOP YODIUM ATASI KANKER PROSTAT
Rabu, 14 Juli 2010 | 04:33 WIB
Kompas.com - Kanker prostat merupakan penyebab kematian ketiga akibat kanker di Indonesia setelah kanker nasofaring dan kanker paru. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah mencangkokkan isotop Iodium-125 pada jaringan kanker tersebut. Kanker prostat adalah tumor ganas yang tumbuh pada kelenjar prostat dalam sistem reproduksi pria. Sel ganas ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lain, terutama tulang dan limpa. Penyakit ini, antara lain, dapat menimbulkan rasa sakit dan kesulitan saat buang air kecil dan disfungsi erektil.

Meski tergolong penyebab ketiga kematian akibat kanker—yang mencapai total sekitar 800.000 kasus per tahun—di Indonesia, menurut American Cancer Society, kanker prostat paling jarang dialami pria Asia, termasuk Indonesia. Sebaliknya, banyak dijumpai di Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat. Penanganan kanker prostat di Indonesia, seperti dikemukakan Netty Adelima Siagian dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dibedakan dalam stadiumnya. Pada stadium awal dilakukan prostatektomi—pengangkatan prostat dan radioterapi. Sedangkan pada stadium lanjut dilakukan kemoterapi.

Radioterapi pada kanker prostat stadium awal dapat berupa radiasi eksternal, yaitu menggunakan teknik konvensional, IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) atau IGRT (Image Guided Radiation Therapy). IMRT adalah teknik pemberian radiasi dengan dosis sangat tinggi untuk jaringan tumor tanpa menimbulkan kerusakan berat pada jaringan normal di sekitarnya.

Belakangan ini dalam radioterapi di Indonesia diperkenalkan brakiterapi atau implantasi bahan radioaktif. Brakiterapi adalah terapi radiasi dengan mendekatkan sumber radiasi ke sumber penyakit. Penerapan teknik ini dapat mengatasi kelemahan radioterapi yang tidak fokus ke sasaran—yang berisiko terkena jaringan sehat.
Menurut Rohadi Awaludin dari Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka Badan Tenaga Nuklir Nasional (PRR Batan), brakiterapi merupakan metode yang telah lama terbukti efektif dalam penanganan kanker. ”Metode ini berpeluang besar menyelesaikan masalah kesehatan ini di Tanah Air,” ujarnya.

Keefektifannya dibuktikan pertama kali oleh Pierre Curie pada tahun 1901 ketika ia memanfaatkan jarum mengandung radioisotop radium untuk menangani tumor di Rumah Sakit St Louis, Paris. Dari percobaan itu diperoleh hasil bahwa tumor dapat mengecil setelah ditusuk jarum berisotop radium. Keberhasilan ini merupakan awal penerapan brakiterapi. Sejalan dengan perkembangan teknologi produksi radioisotop, brakiterapi mengalami perkembangan pesat dengan memanfaatkan radioisotop buatan, yang memiliki waktu paruh pendek, sehingga tidak ada efek samping atau membahayakan tubuh pasien. Sedangkan radium yang digunakan pada masa awal pengenalan brakiterapi adalah Radium-226 yang memiliki masa paruh 1.600 tahun.

Hasil pengembangan teknologi produksi radioisotop adalah Iridium-192 yang dibuat melalui aktivasi neutron. Waktu paruh isotop iridium 73,8 hari dan radiasi maksimumnya 675 keV. Iridium-192 untuk terapi laju dosis rendah telah diproduksi di Indonesia. Sedangkan Ir-192 untuk laju dosis tinggi telah dikaji pengembangannya dengan memanfaatkan reaktor Gerrit A Siwabessy milik Batan di Puspiptek Serpong, urai Rohadi. Iridium-192 adalah radioisotop pemancar sinar gamma energi tinggi. Ir-192 digunakan sebagai sumber tertutup yang didekatkan ke jaringan kanker, tidak diimplantasi ke dalamnya, jelas Kepala PRR Batan Abdul Mutalib.

Implantasi I-125
Belakangan Batan berhasil membuat Iodium-125 sejak tahun 2009 untuk brakiterapi dengan teknik implan atau pencangkokan. Isotop tersebut diproduksi menggunakan Xenon-Loop System. Saat ini hanya ada tiga negara di dunia yang memiliki Xenon-Loop System. Selain Indonesia adalah Amerika Serikat dan Kanada.
Iodium-125 yang diproduksi dari sasaran isotop Xenon-124 berbentuk gas berhasil diproduksi. Iodium-125 merupakan pemancar gamma murni dengan energi 35,5 keV. Radioisotop ini memiliki waktu paruh 60 hari. Radiasi gamma energi rendah merupakan radiasi yang efektif untuk penanganan kanker dan memiliki efek samping kecil. Brakiterapi dapat dikatakan sebagai terapi yang bertarget pada sel-sel kanker saja. Keunggulan I-125 ini adalah radiasi gammanya sangat lemah, maka semua energi radiasi akan diserap seluruhnya oleh jaringan kanker melalui efek fotolistrik sehingga tidak ada radiasi gamma yang lolos masuk ke dalam jaringan sehat.

Butir I-125 yang seukuran biji beras pada brakiterapi saat ini sedang diuji coba di RS Hasan Sadikin sebelum disosialisasikan ke semua rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas radiologi dan lebih difokuskan untuk terapi kanker prostat, meskipun nantinya bisa digunakan untuk solid tumor lain yang berada dalam keadaan statis.
Pada masa mendatang radioisotop I-125 akan berperan sebagai terapi radiofarmaka yang sangat efektif karena mampu memancarkan Auger elektron yang efektif merusak DNA sel kanker. Penggunaan I-125 untuk mengatasi kanker prostat telah lama dilakukan di AS. Jumlah penderita kanker prostat di negeri Paman Sam ini sekitar 200.000 pasien per tahun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 persen ditangani dengan brakiterapi menggunakan butir implan berupa mikrokapsul titanium yang di dalamnya dimasukkan radioisotop. Sebanyak 60 persen dari butir implan tersebut menggunakan radioisotop I-125, sedangkan sisanya menggunakan radioisotop Paladium-103.
Metode ini terbukti efektif untuk penanganan kanker prostat. Data dari Amerika Serikat menunjukkan, dalam satu dasawarsa terakhir tingkat penyembuhan kanker prostat menggunakan butir implan sebesar 80-93 persen. Brakiterapi telah terbukti menjadi solusi masalah kesehatan di beberapa negara. Bahkan, di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, penanganan kedokteran dengan brakiterapi telah menjadi salah satu tulang punggung dalam mengatasi masalah kesehatan.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 9:25 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 16Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 9 ... 16  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Saluran Kemih
» Kesehatan Saluran Cerna
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-