Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 6 ... 8, 9, 10 ... 12 ... 16  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Aug 19, 2010 10:45 pm

GAGAL GINJAL
Rabu, 01/07/2009 13:39 WIB
Gagal Ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine. Gagal ginjal disebabkan oleh hipertensi, diabetes mellitus, penyumbatan saluran kemih, kelainan autoimun, kanker, kelainan ginjal, rusaknya sel penyaring pada ginjal.

Gejala
Pengidap penyakit ini ditandai dengan: lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

Pengobatan
Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi. Gagal ginjal yang terjadi secara bertahap bisa diperlambat atau dihentikan sama sekali. Syaratnya sederhana, dilakukan pemeriksaan secara dini, teknologi masa kini sudah bisa membantu memperlambat proses gagal ginjal atau menghentikannya sama sekali.(tbs/tbs)


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:07 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Aug 20, 2010 11:26 am

GAGAL GINJAL
Ginjal-ginjal memainkan peran-peran kunci dalam fungsi tubuh, tidak hanya dengan menyaring darah dan mengeluarkan produk-produk sisa, namun juga dengan menyeimbangkan tingkat-tingkat elektrolit-elektrolit didalam tubuh, mengontrol tekanan darah, dan menstimulasi produksi dari sel-sel darah merah. Ginjal-ginjal berlokasi dalam perut ke arah kebelakang, normalnya satu pada setiap sisi dari spine (tulang belakang). Mereka mendapat penyediaan darah mereka melalui arteri-arteri renal secara langsung dari aorta dan mengirim darah kembali ke jantung via vena-vena renal ke vena cava. Istilah "renal" berasal dari nama Latin untuk ginjal.

Ginjal-ginjal mempunyai kemampuan untuk memonitor jumlah cairan tubuh, konsentrasi-konsentrasi dari elektrolit-elektrolit seperti sodium dan potassium, dan keseimbangan asam-basa dari tubuh. Mereka menyaring produk-produk sisa dari metabolisme tubuh, seperti urea dari metabolisme protein dan asam urat dari uraian DNA. Dua produk-produk sisa dalam darah dapat diukur: blood urea nitrogen (BUN) dan creatinine (Cr).

Ketika darah mengalir ke ginjal, sensor-sensor didalam ginjal memutuskan berapa banyak air dikeluarkan sebagai urin, bersama dengan konsentrasi apa dari elektrolit-elektrolit. Contohnya, jika seseorang mengalami dehidrasi dari latihan atau dari suatu penyakit, ginjal-ginjal akan menahan sebanyak mungkin air dan urin menjadi sangat terkonsentrasi. Ketika kecukupan air hadir dalam tubuh, urin adalah jauh lebih encer, dan urin menjadi bening. Sistim ini dikontrol oleh renin, suatu hormon yang diproduksi dalam ginjal yang adalah bagian dari sistim-sistim regulasi cairan dan tekanan darah dari tubuh.

Ginja-ginjal adalah juga sumber dari erythropoietin didalam tubuh, suatu hormon yang menstimulasi susmsum tulang (bone marrow) untuk membuat sel-sel darah merah. Sel-sel khusus didalam ginjal yang memonitor konsentrasi oksigen dalam darah. Jika tingkat-tingkat oksigen jatuh, tingkat-tingkat erythropoietin naik dan tubuh mulai membuat lebih banyak sel-sel darah merah.Setelah ginjal-ginjal menyaring darah, urin dikeluarkan melalui ureter, suatu tabung yang tipis yang menghubungkannya ke kantong kemih. Ia kemudian disimpan didalam kantong kemih menunggu buang air kecil (kencing), ketika kantong kemih mengirim urin keluar dari tubuh melalui urethra.

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:52 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Aug 20, 2010 11:28 am

PENYEBAB GAGAL GINJAL
Gagal ginjal dapat terjadi dari suatu situasi akut atau dari persoalan-persoalan kronis. Pada gagal renal akut, fungsi ginjal hilang secara cepat dan dapat terjadi dari suatu keanekaragaman dari insults pada tubuh. Daftar dari penyebab-penyebab seringkali dikategorikan berdasarkan pada dimana luka telah terjadi.

Penyebab-penyebab Prerenal (pre=sebelum + renal=ginjal) disebabkan oleh penyedian darah ke ginjal yang berkurang.
Contoh-contoh dari penyebab-penyebab prerenal adalah:
* Hypovolemia (volume darah yng rendah) disebabkan oleh kehilangan darah.
* Dehidrasi dari kehilangan cairantubuh (muntah, diare, berkeringat, demam).
* Pemasukan cairan yang sedikit sekali.
* Obat, contohnya, diuretics ("water pills") mungkin menyebabkan kehilangan air yang berlebihan.
* Kehilangan penyedian darah ke ginjal disebabkan oleh halangan dari arteri atau vena renal.

Penyebab-penyebab Renal (kerusakan secara langsung pada ginjal sendiri) termasuk:
* Sepsis
Sistim imun tubuh ditaklukan oleh infeksi dan menyebabkan peradangan dan penutupan/penghentian dari ginjak-ginjal. Ini biasanya tidak terjadi dengan infeksi-infeksi saluran kencing.

* Obat-Obat
Beberapa obat-obat adalah beracun untuk ginjal, termasuk obat-obat antiperadangan nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen. Yang lain-lain adalah antibiotik-antibiotik seperti aminoglycosides [gentamicin (Garamycin), tobramycin], lithium (Eskalith, Lithobid), obat-obat yang mengandung iodine seperti yang disuntikan untuk studi-studi radiologi dengan dye (zat pewarna).

* Rhabdomyolysis
Ini adalah suatu situasi dimana ada penguraian otot yang signifikan didalam tubuh, dan produk-produk degenerasi (kemerosotan) dari serat-serat otot menyumbat sistim penyaringan dari ginjal-ginjal. Sering terjadi karena trauma dan luka-luka yang menghancurkan, ia juga dapat disebabkan oleh beberapa obat-obat yang digunakan untuk merawat kolesterol yang tinggi.

* Multiple Myeloma

* Acute glomerulonephritis atau peradangan dari glomeruli, sistim penyaringan dari ginjal-ginjal.
Banyak penyakit-penyakit dapat menyebabkan peradangan ini termasuk systemic lupus erythematosus, Wegener's granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.

Penyebab-penyebab Post Renal (post=setelah + renal= ginjal) disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi pengaliran urin:
* Halangan/rintangan dari kantong kemih atau ureters dapat menyebabkan tekanan balik ketika tidak ada tempat untuk urin pergi ketika ginjal-ginjal melanjut bekerja. Ketika tekanan cukup meningkat, ginjal-ginjal menutup.
* Prostatic hypertrophy atau kanker prostat mungkin menghalangi urethra dan mencegah kantong kemih mengosongkan diri.
* Tumor-tumor didalam perut yang mengelilingi dan menghalangi ureter-ureter.
* Batu-batu ginjal

Gagal ginjal (renal) yang kronis berkembang melalui waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun.
Penyebab-penyebab yang paling umum dari gagal renal kronis dihubungkan pada:
* Diabetes yang terkontrol dengan buruk
* Tekanan darah tinggi yag terkontrol dengan buruk
* Chronic glomerulonephritis

Penyebab-penyebab yang lebih tidak umum:
* Polycystic kidney Disease
* Reflux nephropathy
* Batu-batu ginjal
* Penyakit Prostat

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 10:22 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Aug 20, 2010 11:33 am

GEJALA GAGAL GINJAL
* Pada permulaan, gagal ginjal mungkin adalah asymptomatic (tidak menghasilkan gejala-gejala apa saja). Ketika fungsi ginjal berkurang, gejala-gejala dihubungkan dengan ketidakmampuan mengatur keseimbangan-keseimbangan air dan elektrolit-elektrolit, untuk mengeluarkan produk-produk sisa dari tubuh, dan memajukan produksi sel darah merah. Kelesuan, kelemahan, sesak napas, dan pembengkakan umum mungkin terjadi. Keadaan-keadaan mengancam nyawa yang tidak dikenali atau tidak dirawat dapat berkembang.

* Metabolic acidosis, atau peningkatan asam dari tubuh yang disebabkan oleh ketidakmampuan menghasilkan bicarbonate, akan mengubah metabolisme enzim dan oksigen, menyebabkan gagal organ.

* Ketidakmampuan untuk mengeluarkan potassium dan tingkat-tingkat potassium yang naik didalam serum (hyperkalemia) dihubungkan dengan gangguan-gangguan irama jantung yang fatal atau aritmia.

* Tingkat-tingkat urea yang naik didalam darah (uremia) dapat mempengaruhi fungsi dari banyak organ-organ yang berkisar dari otak (encephalopathy) dengan perubahan dari pemikiran, ke peradangan dari lapisan jantung (pericarditis), ke fungsi otot yang berkurang karena tingkat-tingkat kalsium yang rendah (hypocalcemia).

* Kelemahan keseluruhan dapat terjadi disebabkan oleh anemia, suatu jumlah sel darah merah yang berkurang, karena tingkat-tingkat yang rendah dari erythropoietin tidak menstimulasi secara tepat sumsum tulang (bone marrow). Suatu pengurangan dalam sel-sel merah sama dengan suatu pengurangan kapasitas mengangkut oksigen dari darah, berakibat pada penyerahan oksigen yang berkurang pada sel-sel untuk mereka melakukan pekerjaan; oleh karenanya, tubuh lelah dengan secara cepat. Begitu juga, dengan oksigen yang lebih sedikit, sel-sel lebih siap menggunakan metabolisme anaerobic (an=tanpa + aerobic=oksigen) menjurus pada jumlah-jumlah produksi asam yang meningkat yang tidak dapat ditanggapi oleh ginjal-ginjal yang telah gagal.

* Ketika produk-produk sisa mengumpul didalam darah, kehilangan nafsu makan, kelesuan, dan kelelahan menjadi nyata. Ini akan maju ke titik dimana fungsi mental akan berkurang dan koma mungkin terjadi.

* Karena ginjal-ginjal tidak dapat menanggapi beban asam yang naik didalam tubuh, bernapas menjadi lebih cepat ketika paru-paru mencoba untuk menyangga keasaman dengan membuang (menghembus keluar) karbondioksida. Tekanan darah mungkin naik karena kelebihan cairan, dan cairan ini dapat menumpuk di paru-paru, menyebabkan gagal jantung kongesti (congestive heart failure).

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 10:25 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Aug 20, 2010 11:35 am

WASPADAI, GAGAL GINJAL SERING KALI TANPA GEJALA!
Asep Candra | Rabu, 27 Juli 2011 | 12:01 WIB
KOMPAS.com — Seorang wanita yang sedang berbaring di tempat tidur sebuah rumah sakit tampak setengah tak percaya saat mendengar ucapan dokter yang merawatnya. Dokter mengatakan, ginjalnya sudah rusak, tidak bisa lagi berfungsi dan ia disarankan untuk segera menjalani proses cuci darah sebagai pengganti ginjal. Seumur hidupnya, belum pernah wanita ini berpikir akan menjalani proses cuci darah. Namun, kenapa ia bisa mengalami hal ini? Padahal, ia selama ini tidak pernah mengalami gejala atau keluhan sakit apa pun? Ilustrasi kasus di atas sering kali ditemukan di masyarakat. Bisakah seseorang tiba-tiba divonis mengalami gagal ginjal kronik tanpa sebelumnya menunjukkan gejala? Jawabannya adalah ya.

Menurut dr Candra Wibowo, SpPD, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta, masyarakat memang perlu mewaspadai penyakit ginjal kronik (PGK) karena penyakit yang satu ini tidak memberikan gejala peringatan dini. Sering kali fungsi ginjal pasien diketahui sudah jauh memburuk sehingga harus digantikan segera dengan terapi pengganti ginjal (TPG) seperti hemodialisis atau dikenal juga dengan sebutan cuci darah, peritoneal dialisis. Jika memungkinkan, dilakukan cangkok ginjal untuk menggantikan ginjal yang rusak. Di Indonesia, banyak pasien datang berobat ke dokter dengan kondisi PGK pada stadium lanjut karena tak mengalami keluhan selama bertahun-tahun. Candra menjelaskan, pasien kerap datang dalam stadium lanjut tanpa gejala sebelumnya. Padahal, penurunan fungsi ginjal sebenarnya terjadi secara bertahap dalam waktu lama sehingga tubuh sudah mengadaptasinya tanpa keluhan yang berarti.

Namun, ketika PGK mencapai stadium lanjut, tubuh tidak dapat lagi mengeluarkan zat-zat yang harusnya keluar dari tubuh. Sebagai akibatnya, zat yang harusnya keluar tersebut menjadi racun bagi tubuh kita. Semakin lama tumpukan racun dan sisa metabolisme sel dapat memberikan gejala mual, muntah, selera makan turun, bengkak, batuk, dan sesak, kulit kering dan gatal, bahkan napas bau urine. Akibat yang fatal bisa terjadi, seperti irama jantung menjadi tidak teratur, gagal jantung, dan penurunan kesadaran yang disebut koma uremikum, sampai meninggal mendadak. Jika sudah mengalami gejala seperti di atas, mau tidak mau dibutuhkan terapi pengganti ginjal secepatnya sehingga biasanya pasien akan disarankan untuk dicuci darahnya secepatnya oleh dokter. Bagaimana kita dapat mengenal gejala dan tanda-tanda dini PGK? Pasien harus melakukan deteksi dini dengan cara penapisan (screening), terutama pada orang yang mempunyai faktor risiko PGK. Mereka adalah pengidap diabetes melitus atau kencing manis, darah tinggi, obesitas, kolesterol, asam urat, batu saluran kemih, dan infeksi saluran kemih berulang.

Pasien dengan riwayat pernah mengalami gangguan fungsi ginjal, atau memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dengan penyakit ginjal hendaknya juga melakukan deteksi dini. Kita yang berusia lebih 40 tahun tanpa gejala sebaiknya juga melakukan penapisan umum (general medical check-up) untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan secara keseluruhan. Hal ini penting karena penyebab sebagian besar (60-70 persen) PGK adalah sekunder, yang artinya penyakit awalnya bukan berasal dari ginjal itu sendiri, tetapi berasal dari penyakit sistem organ lain seperti diabetes, hipertensi, hiperurisemia, kolesterol, obesitas, penyakit jantung dan hati, serta otoimun. Dengan mengendalikan faktor risiko, kita dapat mencegah PGK atau memperlambat kerusakan ginjal lebih lanjut sehingga tidak masuk ke stadium akhir yang memerlukan TPG. "Mengendalikan faktor risiko tersebut tidak harus selalu dengan obat, tapi yang paling mudah yang dapat Anda lakukan adalah perubahan gaya hidup dan hal ini merupakan pilar utama dalam pencegahan PGK. Gaya hidup sehat yang melekat dalam aktivitas sehari-hari amat membantu dalam membentuk kesehatan jasmani dan rohani kita," papar Candra.

Menurunkan berat badan adalah PR yang sulit bagi mereka yang sudah dalam kondisi obesitas. Diet dan olahraga hendaknya dipahami benar sehingga target berat badan ideal dapat dicapai. Makanan tidak sehat yang sering kali dikonsumsi saat waktu luang dapat diganti dengan buah-buahan sebagai cemilan sehat. Lebih lanjut, Candra menyarankan untuk mengurangi menu berlemak, makanan manis, dan junk food. Makanan cepat saji harus dihindari karena merupakan makanan tak sehat. Olahraga juga sebaiknya dilakukan minimal empat kali seminggu dan selama 30 menit tiap sesi. Diet dan olahraga yang baik terbukti dapat mencegah PGK dan menurunkan progresivisitas dari PGK. Dengan gaya hidup yang sehat tersebut, kita dapat mengendalikan penyakit-penyakit dasar yang menjadi faktor risiko PGK. (Intan AF)


Last edited by gitahafas on Wed Jul 27, 2011 1:26 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Aug 20, 2010 12:04 pm

DIAGNOSIS GAGAL GINJAL
Diagnosis dari gagal ginjal dikonfirmasikan dengan tes-tes darah yang mengukur penumpukan dari produk-produk sisa didalam darah. BUN dan creatinine menjadi terangkat, dan angka penyaringan glomerular berkurang. Ini adalah angka yang dengannya darah disaring melalui ginjal-ginjal dan dapat dihitung berdasarkan pada tingkat creatinine, umur, ras, dan jenis kelamin. Tes-tes urin mungkin dilakukan untuk mengukur jumlah protein, mendeteksi kehadiran dari sel-sel abnormal, atau mengukur konsentrasi dari elektrolit-elektrolit. Protein dalam urin adalah tidak normal dan dapat menjadi suatu petunjuk bahwa kerusakan pada ginjal-ginjal telah terjadi. Pengumpulan-pengumpulan abnormal dari sel-sel darah merah dan putih yang disebut casts dapat terlihat didalam urin dengan penyakit ginjal. Membandingkan konsentrasi-konsentrasi dari elektrolit-elektrolit dalam darah dan urin dapat membantu memutuskan apakah ginjal-ginjal mampu untuk memonitor dan menyaring darah secara tepat. Tes-tes lain digunakan untuk mendiagnosis tipe dari gagal ginjal. USG perut dapat mengakses ukuran dari ginjal-ginjal dan mungkin mengidentifikasi apakah halangan apa saja hadir. Biopsi ginjal menggunakan suatu jarum yang tipis yang ditempatkan melalui kulit kedalam ginjal untuk memperoleh sedikit jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop.

PENANGANAN GAGAL GINJAL
Pencegahan adalah selalu tujuan dengan gagal ginjal. Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes adalah membinasakan karena kerusakan yang dapat mereka lakukan pada ginjal-ginjal dan organ-organ lain. Kerajinan sepanjang umur adalah penting dalam mempertahankan gula darah dan tekanan darah didalam batas-batas normal. Perawatan-perawatan spesifik adalah tergantung pada penyakit-penyakit yang mendasarinya. Sekali gagal ginjal hadir, tujuan adalah mencegah memburuknya fungsi renal lebih lanjut. Jika tidak dipedulikan, ginjal-ginjal akan berlanjut ke kegagalan total, namun jika penyakit-penyakit yang mendasarinya ditanggapi dan dirawat secara agresif, fungsi ginjal dapat dipertahankan, walaupun tidak selalu membaik.

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Wed Jul 27, 2011 1:27 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Aug 20, 2010 5:38 pm

DIET PADA GAGAL GINJAL

Diet adalah suatu pertimbangan yang penting untuk mereka dengan fungsi ginjal yang terganggu. Konsultasi dengan seorang ahli gizi mungkin bermanfaat untuk mengerti makanan-makanan apa adalah tepat atau tidak tepat.

Karena ginjal-ginjal tidak dapat dengan mudah mengeluarkan kelebihan air, garam, atau potassium, mereka mungkin perlu dikonsumsi pada jumlah-jumlah terbatas. Makanan-makanan yang tinggi dalam potassium termasuk pisang-pisang, apricots, dan substitusi-substitusi (pengganti-pengganti) garam.

Phosphorus adalah suatu kimia yang terlupakan yang dihubungkan dengan metabolisme kalsium dan mungkin terangkat pada gagal ginjal. Terlalu banyak phosphorus dapat menyedot/menghisap kalsium dari tulang-tulang dan menyebabkan osteoporosis dan patah/retak tulang. Makanan-makanan dengan kandungan phosphorus yang tinggi termasuk susu, keju, kacang-kacang, dan minuman-minuman cola.

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:43 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Aug 20, 2010 5:44 pm

OBAT OBAT UNTUK GAGAL GINJAL

Obat-obat mungkin digunakan untuk membantu mengontrol beberapa dari persoalan-persoalan yang berhubungan dengan gagal ginjal.

* Obat-obat yang menurunkan Phosphorus [calcium carbonate (Caltrate), calcitriol (Rocaltrol), sevelamer (Renagel)]
* Stimulasi produksi sel darah merah [erythropoietin, darbepoetin (Aranesp)]
* Produksi sel darah merah (suplemen-suplemen zat besi)
* Obat-obat tekanan darah
* Vitamin-vitamin

Sekali ginjal-ginjal gagal total, opsi-ops perawatan adalah terbatas pada dialysis atau penggantian ginjal dengan transplantasi.

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 10:31 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sun Aug 22, 2010 8:46 am

CEGAH GAGAL GINJAL DENGAN DIAGNOSIS TEPAT
RACIKAN KHUSUS - Edisi April 2007 (Vol.6 No.9) - Farmacia
Penyakit ginjal kronik, dapat merebut kualitas hidup bahkan nyawa seseorang secara ‘diam-diam’. Penyakit ini biasanya disertai berbagai komplikasi seperti kardiovaskuler, penyakit saluran nafas, saluran cerna, kelainan di tulang, dan anemia. Namun, Prof. DR. Dr. Endang Susalit SpPD-KGH, Kepala Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo memberikan batasan.

“Penyakit Ginjal Kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan, yaitu kelainan struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus berdasarkan kelainan patologik atau adanya proteinuria, atau kelainan pada pemeriksaan pencitraan.” Lebih lanjut Endang mengatakan jika tidak ada tanda kerusakan ginjal, maka diagnosis penyakit ginjal ditegakkan jika nilai laju filtrasi glomerulus (GFR) kurang dari 60 ml/menit/1,73m2. Seseorang yang memiliki penyakit ginjal kronik, dapat memiliki stadium yang berbeda. “Klasifikasi stadium ditentukan oleh nilai laju fltrasi glomerulus. Stadium yang lebih tinggi menunjukkan nilai laju filtrasi glomerulus yang lebih rendah,” ujar Endang.

Pembagian klasifikasi adalah sebagai berikut : Pasien yang memiliki GFR >90, tetapi memiliki fungsi ginjal yang normal, namun berada pada stadium dengan risiko meningkat. Sedangkan GFR>90 namun terdapat kerusakan ginjal atau proteinuria, fungsi ginjal memang masih normal, tapi penyakit ginjal kronik sudah berada pada stadium 1. GFR dengan nilai 60-89, fungsi ginjal akan mengalami penurunan ringan dan penyakit berada pada stadium 2. Sedangkan stadium 3, jika GFR berada pada nilai 30-59 dan fungsi ginjal mengalami penurunan sedang. Stadium 4, ginjal mengalami penurunan berat dengan nilai GFR 15-29. Dan pasien dinyatakan gagal ginjal terminal jika GFR kurang dari 15. Endang mengatakan, “Nilai GFR merupakan parameter terbaik ukuran fungsi ginjal.” Nilai ini dihitung dengan rumus Cockcroft-Gault atau MDRD (modification of diet in renal disease) sebagai berikut :

(140-Umur) x Berat Badan
Cockcroft-Gault : Klirens Kreatinin = ------------------------------- x (0,85, jika wanita)
(ml/menit) 72 x Kreatinin Serum

MDRD : Laju Filtrasi Glomerulus = 186 x (Kreatinin Serum) -1,154 x (Umur) -0,203 x (0,742 jika wanita) x (1,210, jika kulit hitam)

Jalan Panjang Penyakit Ginjal
Perjalanan penyakit ginjal kronik biasanya perlahan dan tidak dirasakan oleh pasien. Pada sebagian besar pasien, diagnosis ditegakkan berdasarkan pengkajian klinik yang lengkap dengan memperhatikan faktor etiologi. Klasifikasi diagnosis dapat dilihat pada table 1. “Biopsi ginjal dilakukan pada pasien yang diagnosisnya hanya dapat ditegakkan dengan biopsi ginjal, atau jika hasil biopsi tersebut akan merubah baik pengobatan maupun prognosis,” ujar Endang.

Anamnesis yang teliti sangat membantu dalam upaya menegakkan diagnosis yang tepat. Di samping itu, pengkajian klinik juga sangat bergantung pada hasil pemeriksaan penunjang. Maka, Endang pun menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti kadar kreatinin serum untuk menghitung laju filtrasi glomerulus, rasio protein, atau albumin terhadap kreatinin dalam urin. Urin yang digunakan sebaiknya urin pertama pagi hari atau urin sewaktu pemeriksaan sediment urin atau dipstick untuk melihat adanya sel darah merah dan putih. Sleian itu, pemeriksaan pencitraan ginjal seperti ultrasonografi, dan pemeriksaan kadar elektrolit serum yaitu natrium, kalium, klorida, dan bikarbonat juga perlu dilakukan.

Selain menetapkan diagnosis, Endang menyatakan perlunya penilaian adanya penyakit penyerta, derajat penyakit dengan menilai fungsi ginjal, komplikasi dan risiko penurunan fungsi ginjal serta risiko penyakit kardiovaskular. Maka, pengelolaan penyakit ginjal kronik juga harus meliputi terapi terhadap penyakit penyebab, pengobatan penyakit penyerta, upaya penghambatan penurunan fungsi ginjal, pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskuler, pencegahan dan pengobatan komplikasi yang disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal, serta persiapan menghadapi gagal ginjal.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 10:19 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sun Aug 22, 2010 8:49 am

TIPS AGAR GINJAL SELAMAT
Senin, 08/03/2010 13:49 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Penderita ginjal banyak yang tidak merasakan keluhan apa-apa. Tahu-tahu ketika diperiksa secara klinis ginjal sudah bermasalah. Cari tahu ciri-ciri penyakit ginjal agar fungsi ginjal tetap selamat. Sudah banyak kasus di sekitar kita bagaimana susahnya mengobati penyakit ginjal jika organ satu ini sudah begitu darah. Cuci darah adalah satu-satunya cara si pasien bertahan jika ginjalnya sudah tak berfungsi. "Pada penyakit ginjal ada yang bergejala dan ada pula yang tidak bergejala," ujar dr. Dante Saksono, SpPD, PhD, dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, Senin (8/3/2010).

Di Indonesia, kata dr Dante, akhir-akhir ini pasien yang mengeluh karena sakit ginjal kronik semakin meningkat. Seharusnya hal ini dapat dicegah apabila pasien telah mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan sebelumnya sehingga dapat ditanggani lebih dini. Gejala penyakit ginjal dapat dilihat sesuai fungsi ginjal itu sendiri. Fungsi ginjal yang utama adalah sebagai sistem filter dan ekskresi, pengatur asam basa dalam darah, pengatur tekanan darah, dan menstimulasi produksi sel-sel darah merah.

Jika fungsi-fungsi itu terganggu dapat dilihat dari gejalanya:
1. Urine yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan biasanya
2. Darah menjadi lebih asam
3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
4. Hemoglobin (Hb) rendah
5. Kurang darah (anemia)
6. Mudah lelah
7. Tubuh sering terasa sakit, kram, tidak ada nafsu makan, susah tidur.
8. Penimbunan cairan seperti di kaki dan wajah yang terlihat seperti membengkak atau
9. Pengeringan cairan dengan mata cekung, mulut kering, hampir tidak ada lendir dalam mulut.

Namun untuk sebagian lagi penyakit ginjal justru tidak bergejala. Penyakit ini baru teridentifikasi setelah dilakukan uji laboratorium, yaitu melalui uji urine dan kreatinin atau kotoran yang dapat dihilangkan oleh ginjal yang berfungsi dengan baik.
Rusaknya ginjal lebih sering diakibatkan karena ada penyakit kronik lain seperti diabetes, darah tinggi, infeksi ginjal, ginjal bawaan, dan batu ginjal.

Berikut tips yang diberikan dr Dante agar ginjal tetap sehat:
1. Cukup konsumsi air putih
2. Hindari konsumsi obat sembarangan
3. Kurangi jamu-jamuan yang belum diuji klinis
4. Hindari konsumsi suplemen yang berlebihan seperti Vitamin C maksimum 4 gram sehari
5. Olahraga teratur
6. Menjaga berat badan karena obesitas bisa memicu ginjal
7. Lakukan kontrol secara teratur terutama bagi pasien yang memiliki penyakit seperti diabetes dan hipertensi, karena mereka akan berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan ginjal.

Seseorang dapat melakukan medical check up untuk mengetahui apakah dirinya rawan dan mempunyai tanda-tanda atau kemungkinan bisa terkena penyakit ginjal. Pemeriksaan laboratorium pada urine dapat mengetahui berat atau tidaknya penyakit ginjal yang dialami seseorang. Urine akan tampak normal jika penyebabnya kurang aliran darah ke ginjal. Tetapi jika urine mengandung darah itu artinya ada kelainan di dalam ginjal. Kadang pada urine juga ditemukan protein padahal pada kondisi normal tidak ada protein pada urine. Kondisi urea dan kreatinin akan terlihat tinggi jika ginjalnya mengalami gangguan.(ir/ir)


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 10:30 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sun Aug 22, 2010 8:50 am

PROTEIN DALAM URINE DETEKSI GAGAL GINJAL
Senin, 2 Agustus 2010 | 09:28 WIB
NEW YORK, KOMPAS.com - Para dokter kini dapat mendeteksi kemungkinan gagal ginjal sekaligus melindungi pasiennya dengan cara memantau salah satu kandungan protein dalam urin. Pasien yang memiliki kadar albuminuria tinggi, berisiko lima kali lipat menderita gagal ginjal akut, demikian hasil riset terbaru yang dimuat Journal of the American Society of Nephrology. Albumin merupakan salah satu protein utama dalam plasma manusia dan menyusun sekitar 60 persen dari total protein plasma. Kadar albumin normal dalam urin berkisar antara 0-0,04 gr/L/hari. Keberadaan albumin dalam urin dengan jumlah yang melebihi batas normal, dapat mengindikasikan terjadinya gangguan dalam proses metabolisme tubuh.

Para ahli dari Johns Hopkins University, Baltimore, menyatakan pemantauan protein dalam urin melalui tes yang mudah dan murah mungkin dapat digunakan sebagai cara mendeteksi gangguan ginjal dan memperbaiki metode pemeriksaan saat ini. Gagal ginjal akut, yang kerap terjadi saat pasien berada di rumah sakit, tercatat mencapai 1,6 persen dari seluruh pasien di rumah sakit dan terjadi ketika ginjal tiba-tiba kehilangan kemampuan menyaring produk limbah dari darah.

Gagal ginjal akut dapat disembuhkan jika pasien cukup sehat. Namun sering menyebabkan penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal. "Berpotensi untuk disembuhkan, tetapi tidak selalu. Dan alasan mengapa kami sangat khawatir dengan gagal ginjal akut adalah hal itu dapat menyebabkan hal-hal buruk di masa depan, meningkatkan risiko kematian, dan berisiko menjadi penyakit ginjal kronis," ungkap Dr Morgan Grams, salah seorang peneleti.

Grams bersama timnya meneliti 11.200 pasien dengan mengamati rekam mediknya. Para pasien telah menjalani tes albuminuria sebagai bagian dari perawatan. Para peneliti itu menemukan bahwa kadar albuminuria yang rendah sekalipun dapat menunjukkan bahwa pasien mengalami gagal ginjal akut.
Gagal ginjal terjadi ketika pasien menerima obat atau suatu bahan melalui intravena untuk membuat organ dalam mereka dapat dilihat selama pemeriksaan tomografi melalui komputer atau pemindaian CAT atau prosedur pada arteri koroner.

"Anda harus menjalani pemindaian CAT, tetapi anda dapat mencoba meminimalkan jumlah bahan yang diberikan atau memberikan bahan yang lebih baik," kata Gram. Menurut American Society of Nephrology, hampir 30 juta orang di Amerika Serikat, atau 10 persen dari jumlah penduduk negara itu, menderita penyakit ginjal kronis. Lebih dari 100.000 orang AS didiagnosa menderita gagal ginjal setiap tahun, dengan diabetes sebagai penyebab utama.

Para dokter memiliki prosedur yang jelas untuk mengukur faktor risiko penyakit ginjal kronis. Mereka menguji kadar serum kreatinin dalam darah. Mereka menyesuaikan pengukuran itu untuk faktor risiko demografi seperti usia, jenis kelamin dan ras. "Ini untuk mengukur populasi keseluruhan dari orang-orang yang berisiko menderita cedera ginjal akut," kata Grams.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:10 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sun Aug 22, 2010 8:51 am

BERI GINJAL ISTIRAHAT DENGAN MENGURANGI BERAT BADAN
Irna Gustia - detikHealth - Jumat, 18/09/2009 11:07 WIB
Ohio, AS, Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang bekerja berat untuk menyaring sampah serta racun dan mengeluarkannya melalui urin. Mengurangi berat badan yang berlebih bisa membantu ginjal istirahat dari kerja beratnya. Peneliti di AS menemukan menurunkan berat badan melalui diet, olahraga atau operasi lemak bisa membantu penderita obesitas mencegah penurunan fungsi ginjalnya.

Lebih dari sepertiga orang dewasa di Amerika mengalami kelebihan berat bedan. Obesitas yang dialami orang-orang tersebut telah membuat mereka berisiko tinggi mengalami gangguan fungsi ginjal. Belum lagi ancaman penyakit lain seperti jantung atau diabetes. Mengurangi berat badan telah terbukti bisa mengontrol risiko diabetes, menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta mengurangi risiko penyakit jantung. Dr Sankar Navaneethan dari Ohio's Cleveland Clinic melakukan penelitian dampak penurunan berat badan melalui diet, olahraga atau operasi. Temuan itu akan dipublikasikan dalam Clinical Journal of the American Society Nephrology.

Hasil penelitian menemukan penderita obesitas yang menurunkan berat badannya ternyata bisa mengurangi kerusakan ginjalnya dan bisa memberikan waktu ginjal istirahat karena memangkas kelebihan buangan protein dalam urinenya. Saat ini lebih dari 20 juta orang Amerika mengalami penyakit ginjal kronis dan diperkirakan pada 2015 akan ada tambahan 700 ribu orang penderita baru yang mengalami gangguan ginjal stadium akhir. "Pelihara ginjalmu, karena biaya perawatan ginjal sangat tinggi, jika Anda sudah terkena gangguan ginjal," kata Navaneethan seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/9/2009).


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:55 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sun Aug 22, 2010 8:51 am

PASIEN GAGAL GINJAL MASIH BISA AKTIF BEKERJA
Kamis, 10/03/2011 16:11 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Gagal ginjal bukan akhir dari segalanya. Dengan gagal ginjal, seseorang masih tetap bisa melakukan aktivitas rutin seperti biasa, hanya saja perlu suatu tindakan terapi pengganti ginjal. Untuk dapat tetap aktif dan bekerja, pasien gagal ginjal perlu melakukan suatu tindakan terapi pengganti ginjal agar ginjal dapat berfungsi dengan baik, tetapi biaya yang dibutuhkan untuk terapi tersebut memang cukup mahal. Salah satu pasien yang bisa tetap aktif bekerja meski telah divonis gagal ginjal sejak 14 tahun yang lalu adalah I Ketut Nesa Sumarbwa (45 tahun). Ketut divonis menderita gagal ginjal sejak 19 Mei 1996. Ketut tidak memiliki faktor risiko penyakit ginjal seperti hipertensi, diabetes dan juga tidak merokok.

"Awalnya saya hanya mual-mual dan pada waktu itu dokter kantor bilang kalau saya maag," kenang Ketut saat ditemui pada acara Konferensi Pers Hari Ginjal Sedunia 'Protect Your Kidney Save Your Heart' di Gedung Ziebart PT Kalbe Farma, Jakarta, Kamis (10/3/2011). Ketut tak pernah curiga dirinya menderita gagal ginjal. Ia mengikuti petunjuk dokter yang memberinya berbagai obat selama 3 bulan. Tapi setelah 3 bulan tersebut, kondisinya makin melemah, hemoglobin rendah dan bawaannya selalu marah. Ia akhirnya pindah rumah sakit. Ia sempat dirawat seminggu tetapi dokter belum mau memberi tahu kondisi sebenarnya.

"Setelah 2 minggu tubuh saya bengkak, semua badan bengkak. Dan setelah 1 minggu saya pindah ke RS St Carolus, 1 minggu berobat jalan dan minggu kedua dirawat," lanjut Ketut yang masih aktif bekerja sebagai Tata Usaha di TASPEN.
Setelah dirawat 1 minggu itulah dokter memvonisnya gagal ginjal dan harus segera hemodialisis (cuci darah). "Akhirnya dari tahun 1997 sampai sekarang saya rutin cuci darah 2 kali seminggu. 1 kali cuci darah bisa habis Rp 700.000 di luar obat, kalau ditambah obat bisa sampai sekitar Rp 1.000.000," jelas Ketut yang lahir pada 24 April 1966. Menurutnya, bila tidak melakukan hemodialisis (HD) tubuhnya akan terasa sesak yang luar biasa.

Ketut yang masih tampak bugar dan bersemangat menuturkan, ia tidak memiliki faktor risiko mengalamipenyakit ginjal. Ia juga tidak merokok dan rajin olahraga. Menurut dokter, ginjalnya mengalami pengecilan karena adanya peradangan pada glomerulus (penyakit glomerular). "Tadinya saya sempat shock dan drop, karena waktu itu umur saya masih 31 tahun dan anak saya masih umur 2 tahun. Tapi karena istri saya selalu memberi semangat dan dukungan dari keluarga, saya juga jadi semangat," jelas Ketut. Sejak tahun 1997 hingga sekarang, Ketut harus rutin melakukan hemodialisis 2 minggu sekali, yaitu hari Senin dan Kamis. Dia juga mengaku masih aktif bekerja sebagai TU di kantor TASPEN yang bertugas menerima dan mengirimkan surat.

Gagal ginjal tak menghalangi aktivitasnya, ia masih tetap bersemangat bekerja, bahkan masih bisa jalan-jalan keluar kota seperti di Bali dan Solo. "Saya masih tetap bekerja hingga sekarang," jelas Ketut. Masalah biaya, ia mengaku sangat terbantu dengan asuransi kesehatan yang diberikan oleh kantornya. "Untungnya, semua biaya untuk cuci darah ini 100 persen ditanggung oleh kantor (TASPEN), jadi kami hanya memikirkan ongkos buat bolak balik rumah sakit saja," jelas Niluh, istri Ketut.

dr Tunggul D Situmorang, SpPD.KGH, Direktur RS PGI Cikini dan juga ahli ginjal menuturkan bahwa terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis bisa memperpanjang harapan hidup pasien, bahkan hingga 35 tahun. "Dialisis itu adalah peluang dan peluang itu harus diraih. Penuh tantangan memang iya, karena biayanya yang mahal. Tapi ini bisa membuat pasien gagal ginjal tetap aktif bahkan bekerja. Orang boleh kena gagal ginjal, tapi jangan gagal hidup. Kebanyakan sekarang orang yang divonis penyakit ginjal malah perginya ke 'orang pintar', tapi bukan dokter," jelas dr Tunggul.

Untuk membantu pasien gagal ginjal, sampai saat ini hanya ada 3 macam terapi pengganti ginjal, yaitu:
- Hemodialisis (HD) atau dikenal dengan cuci darah
- Dialisis Peritoneal (atau cuci darah lewat perut)
- Transplantasi atau cangkok ginjal

Berikut rincian biaya untuk masing-masing terapi pengganti ginjal:
Biaya Transplantasi---- Hemodialisis (HD)------ Dialisis Peritoneal
------------------------------ Non Askes--- Askes---- Non Askes--- Askes
Awal 200-500 juta ----------2,3 juta---- 0----------- 2,3 juta--- 0
Per bulan 6-7 juta-------- 5-6 juta-- 120-480 ribu-- 5-6 juta--- 1 juta


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 10:18 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sun Aug 22, 2010 8:53 am

HINDARI VITAMIN DOSIS TINGGI PADA PENDERITA GINJAL
KILAS - Edisi Juni 2010 (Vol.9 No.11) Farmacia
Sebuah studi baru yang telah diterbitkan oleh Journal of American Medical Association menyebutkan pemberian vitamin B dosis tinggi ternyata berisiko bagi pasien diabetes yang mengidap penyakit ginjal. Dan pasien dengan rejimen tersebut harus segera dihentikan. Pada awal penelitiannya, para peneliti ini yakin mereka akan melihat terapi vitamin B dosis tinggi termasuk asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12, mampu meningkatkan fungsi ginjal pasien dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Ternyata, kenyataan yang mereka temui justru sebaliknya, para pasien ini malah mengalami pemburukan fungsi ginjal yang signifikan. Dan mereka dua kali lebih banyak mengalami insiden jantung dan stroke yang signifikan dibanding pasien yang memakai plasebo. Dr. David Spence, dari University of Western Ontario di Kanada menduga bahwa hal tersebut terjadi karena pada orang dengan gagal ginjal, kelebihan vitamin B yang larut dalam air, tidak bisa dikeluarkan melalui urin. Lain halnya pada orang dengan ginjal normal. "Keadaan ini mungkin yang menyebabkan efek samping yang telah kita lihat dalam studi ini," ujar Spence dalam siaran berita universitas.

Spence kemudian menambahkan bahwa terapi vitamin B masih dapat bermanfaat pada orang-orang dengan fungsi ginjal normal, tapi ini adalah bukti jelas bahwa vitamin B dosis tinggi tidak boleh diberikan kepada orang-orang dengan masalah ginjal," tambahnya. Sekedar catatan, lebih dari 40 persen penderita diabetes mengidap penyakit ginjal.


PENYAKIT GAGAL GINJAL BERISIKO STROKE
Jumat, 1 Oktober 2010 | 09:43 WIB
Kompas.com - Gagal ginjal kronis biasanya diakibatkan oleh penyakit diabetes atau tekanan darah tinggi. Dalam jangka panjang, seseorang dengan penyakit gagal ginjal kronis beresiko terkena stroke dan penyakit jantung. Gagal ginjal kronis disebabkan karena hilangnya fungsi ginjal secara perlahan dan progresif akibat meningkatnya produk sisa dan cairan dalam darah, yang seharusnya dibuang oleh ginjal yang normal melalui urin. Seringkali penyakit ini pada awalnya tidak memberi tanda atau gejala.

Dalam dua penelitian yang dilakukan tim dari Universitas California, Amerika dan Universitas Cambridge, Inggris, disimpulkan bahwa pasien yang terdeteksi menderita gagal ginjal kronis disarankan untuk diperlakukan sebagai pasien yang beresiko terkena stroke dan penyakit jantung. Selain tentu saja faktor tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol.

Kendati begitu, menggunakan penyakit gagal ginjal kronis sebagai alat skrining penyakit jantung tidak mudah mengingat kondisi gagal ginjal kronis seringkali tidak bergejala hingga secara bertahap ginjal mengalami kerusakan permanen. Begitu seseorang dinyatakan mengalami gagal ginjal kronis, pilihan terbaik memang pencangkokan ginjal. Namun jika tidak memungkinkan, maka satu-satunya pilihan adalah cuci darah (dialisis).


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:31 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Mon Aug 23, 2010 1:39 pm

POLA MAKAN VEGETARIAN BAIK UNTUK GINJAL
Kamis, 07 April 2011 11:00 WIB Media Indonesia - Penulis : Prita Daneswari
DENGAN mengikuti pola makan vegetarian, menurut sebuah penelitian, pasien penyakit ginjal bisa menghindari pengumpulan kadar racun fosfor di tubuh mereka. Diketahui, penderita penyakit ginjal biasanya memang harus membatasi asupan fosfor. Karena, tingkat mineral yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung dan kematian. Pedoman medis biasanya menganjurkan diet rendah fosfor untuk pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD), sayangnya kadar fosfor tidak tercantum pada label makanan. Karena itulah, Sharon Moe dari Indiana University School of Medicine dan rekan-rekannya mempelajari efek dari pola maka vegetarian dan konsumsi daging berdasarkan tingkat fosfor dalam sembilan pasien dengan CKD.

Sekelompok pasien lalu diminta mengikuti pola makan vegetarian dan kelompok pasien lainnya mengikuti pola makan berbasis daging selama satu minggu lalu tiap kelompok melanjutkan dengan pola makan berlawanan dua sampai empat minggu kemudian. Tes darah dan urine lalu dilakukan setiap akhir minggu pada kedua jenis pola makan. Meskipun protein setara dengan konsentrasi fosfor dalam dua diet, terlihat pasien memiliki tingkat fosfor darah yang lebih rendah dan penurunan ekskresi fosfat dalam urine saat mereka menjalani pola makan vegetarian jika dibandingkan dengan diet berbasis daging. Para peneliti menyimpulkan penelitian ini menunjukkan bahwa sumber protein dalam pola makan memiliki dampak yang signifikan terhadap kadar fosfor pada pasien dengan CKD. Studi ini muncul dalam isu terkini Journal Clinical of American Society Nephrology (CJASN) edisi Desember lalu. (Pri/OL-06)


Last edited by gitahafas on Wed Jun 29, 2011 4:23 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Back to top 
Page 9 of 16Goto page : Previous  1 ... 6 ... 8, 9, 10 ... 12 ... 16  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Saluran Kemih
» Kesehatan Saluran Cerna
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-