|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Kesehatan Saluran Kemih Mon Jan 25, 2010 9:14 pm | |
| BIOLOGI GINJAL DAN SALURAN KEMIH Dalam keadaan normal, manusia memiliki 2 ginjal. Setiap ginjal memiliki sebuah ureter, yang mengalirkan air kemih dari pelvis renalis (bagian ginjal yang merupakan pusat pengumpulan air kemih) ke dalam kandung kemih. Dari kandung kemih, air kemih mengalir melalui uretra, meninggalkan tubuh melalui penis (pria) dan vulva (wanita).
# Fungsi ginjal adalah untuk: Menyaring limbah metabolik # Menyaring kelebihan natrium dan air dari darah # Membantu membuang limbah metabolik serta natrium dan air yang berlebihan dari tubuh # Membantu mengatur tekanan darah # Membantu mengatur pembentukan sel darah.
Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta unit penyaring (nefron). Sebuah nefron merupakan suatu struktur yang menyerupai mangkuk dengan dinding yang berlubang (kapsula Bowman), yang mengandung seberkas pembuluh darah (glomerulus). Kapsula Bowman dan glomerulus membentuk korpuskulum renalis.
Darah yang masuk ke dalam glomerulus memiliki tekanan yang tinggi. Sebagian besar bagian darah yang berupa cairan disaring melalui lubang-lubang kecil pada dinding pembuluh darah di dalam glomerulus dan pada lapisan dalam kapsula Bowman; sehingga yang tersisa hanya sel-sel darah dan molekul-molekul yang besar (misalnya protein). Cairan yang telah disaring (filtrat) masuk ke dalam rongga Bowman (daerah yang erletak diantara lapisan dalam dan lapisan luar kapsula Bowman) dan mengalir ke dalam tubulus kontortus proksimal (tabung/saluran di bagian hulu yang berasal dari kapsula Bowman); natrium, air, glukosa dan bahan lainnya yang ikut tersaring diserap kembali dan dikembalikan ke darah. Ginjal juga menggunakan energi yang secara selektif menggerakkan molekul-molekul yang besar (termasuk obat-obatan, misalnya penicillin) ke dalam tubulus. Molekul tersebut dibuang ke dalam air kemih meskipun ukurannya cukup besar untuk dapat melewati lubang-lubang pada penyaring glomerulus.
Bagian berikutnya dari nefron adalah ansa Henle. Ketika cairan melewati ansa Henle, natrium dan beberapa elektrolit lainnya dipompa keluar sehingga cairan yang tersisa menjadi semakin pekat. Cairan yang pekat ini akan mengalir ke dalam tubulus kontortus distal. Di dalam tubulus distal, semakin banyak jumlah natrium yang dipompa keluar.
Cairan dari beberapa nefron mengalir ke dalam suatu saluran pengumpul (duktus kolektivus). Di dalam duktus kolektivus, cairan terus melewati ginjal sebagai cairan yang pekat, atau jika masih encer, maka air akan diserap dari air kemih dan dikembalikan ke dalam darah, sehingga air kemih menjadi lebih pekat. Tubuh mengendalikan konsentrasi air kemih berdasarkan kebutuhannya terhadap air melalui hormon-hormon yang kerjanya mempengaruhi fungsi ginjal.
Air kemih yang terbentuk di ginjal mengalir ke bawah melalui ureter menuju ke kandung kemih; aliran tersebut bukan merupakan aliran yang pasif. Ureter adalah pipa/tabung berotot yang mendorong sejumlah air kemih dalam gerakan bergelombang (kontraksi). Setiap ureter akan masuk ke dalam kandung kemih melalui suatu sfingter. Sfingter adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.
Air kemih yang secara teratur mengalir dari ureter akan terkumpul di dalam kandung kemih. Kandung kemih ini bisa mengembang, dimana ukurannya secara bertahap membesar untuk menampung jumlah air kemih yang semakin bertambah. Jika kandung kemih telah penuh, maka akan dikirim sinyal saraf ke otak, yang menyampaikan pesan untuk berkemih.
Selama berkemih, sfingter lainnya yang terletak diantara kandung kemih dan uretra akan membuka sehingga air kemih mengalir keluar. Secara bersamaan, dinding kandung kemih berkontraksi sehingga terjadi tekanan yang mendorong air kemih menuju ke uretra. Tekanan ini dapat diperbesar dengan cara mengencangkan otot-otot perut. Sfinger pada pintu masuk kandung kemih tetap menutup rapat untuk mencegah aliran balik air kemih ke ureter.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:00 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Fri Mar 05, 2010 10:25 am | |
| GEJALA-GEJALA KELAINAN GINJAL & SALURAN KEMIH Gejala yang disebabkan oleh kelainan ginjal dan saluran kemih sangat bervariasi, tergantung kepada bagian ginjal atau saluran kemih yang terkena. Demam dan malaise (perasaan tidak enak badan) merupakan gejala yang umum, tetapi infeksi kandung kemih (sistitis) biasanya tidak menyebabkan demam. Suatu infeksi bakteri pada ginjal (pielonefritis) biasanya menyebabkan demam tinggi. Kanker ginjal kadang menyebabkan demam. Sebagian besar orang melakukan buang air kecil sebanyak 4-6 kali/hari, terutama pada siang hari.
Frekuensi (sering berkemih) tanpa disertai peningkatan dalam jumlah total air kemih dalam sehari, merupakan suatu gejala dari infeksi kandung kemih atau iritasi kandung kemih (misalnya karena benda asing, batu atau tumor). Tumor atau massa lainnya yang menekan kandung kemih juga bisa menyebabkan peningkatan frekuensi berkemih. Iritasi kandung kemih juga bisa menyebabkan disuria (nyeri ketika berkemih) dan urgensi (desakan untuk berkemih), yang bisa dirasakan sebagai tenesmus (nyeri ketika mengedan yang hampir dirasakan terus menerus). Jumlah air kemih biasanya sedikit, tetapi jika penderita tidak segera berkemih, air kemih bisa keluar dengan sendirinya (kontrol terhadap berkemih hilang).
Nokturia adalah sering berkemih pada malam hari. Nokturia bisa tejadi pada stadium awal penyakit ginjal, tetapi bisa juga karena sebelum tidur seseorang terlalu banyak minum, terutama alkohol, kopi atau teh. Nokturia terjadi karena ginjal tidak dapat memekatkan air kemih dengan baik. Nokturia juga terjadi pada penderita gagal jantung, gagal hati atau diabetes, meskipun tidak terdapat kelainan pada saluran kemihnya. Nokturia dengan jumlah air kemih yang sangat sedikit bisa terjadi jika air kemih mengalir balik ke kandung kemih karena adanya penyumbatan; salah satu penyebabnya yang paling sering ditemukan pada pria lanjut usia adalah pembesaran kelenjar prostat.
Enuresis (ngompol) pada usia 2-3 tahun merupakan hal yang normal. Enuresis yang terjadi setelah usia 3 tahun, menunjukkan adanya suatu masalah, misalnya: - tertundanya kematangan otot dan saraf pada saluran kemih bagian bawah - infeksi atau penyempitan uretra - neurogenic bladder (tidak adekuatnya pengontrolan saraf kandung kemih).
Gejala-gejala yang sering ditemukan pada penyumbatan uretra adalah: - keraguan untuk memulai berkemih - kebutuhan untuk mengedan - aliran yang lemah atau menetes - setelah selesai berkemih, air kemih masih menetes. Pada pria, gejala tersebut paling sering disebabkan oleh pembesaraan prostat dan penyempitan uretra (striktur uretra). Gejala yang sama pada anak laki-laki, bisa menunjukkan adanya kelainan bawaan berupa penyempitan uretra atau lubang uretra yang sangat kecil. Lubang uretra yang kecil juga bisa ditemukan pada wanita.
Inkontinensia uri (ketidakmampuan menahan buang air kecil) bisa terjadi pada berbagai keadaan. Sistokel (herniasi/burut kandung kemih ke dalam vagina), air kemih bisa keluar ketika penderita tertawa, batuk, lari atau mengangkat beban berat. Sistokel biasanya terjadi akibat peregangan dan lemahnya otot panggul (karena melahirkan) atau akibat adanya perubahan kadar hormon estrogen pada saat menopause. Penyumbatan pada aliran dari kandung kemih bisa menyebabkan inkontinensia jika tekanan di dalam kandung kemih melebihi tahanan dari penyumbatan, meskipun kandung kemih tidak sepenuhnya menjadi kosong.
Adanya gas di dalam air kemih merupakan gejala yang jarang terjadi, yang biasanya menunjukkan adanya fistula (hubungan yang abnormal) antara saluran kemih dan usus. Suatu fistula bisa merupakan komplikasi dari divertikulits, abses maupun kanker. Fistula diantara kandung kemih dan vagina bisa juga menyebabkan terdapatnya gas di dalam air kemih. Kadang bakteri di dalam air kemih juga membentuk gas.
Dalam keadaan normal, seorang dewasa membuang sekitar 1 cangkir sampai 0,9L air kemih/hari. Berbagai penyakit ginjal menyebabkan terganggunya kemampuan ginjal untuk memekatkan air kemih, sehingga jumlah air kemih yang dibuang melebihi 2,25L. Jumlah air kemih yang sangat banyak biasanya merupakan akibat dari: - tingginya kadar gula darah - rendahnya kadar hormon antidiuretik yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa (penyakit diabetes insipidus) - berkurangnya respon terhadap hormon antidiuretik (diabetes insipidus nefrogenik).
Penyakit ginjal atau penyumbatan pada ureter, kandung kemih atau uretra bisa secara mendadak menyebabkan berkurangnya produksi air kemih sampai kurang dari 2 cangkir/hari. Jika produksi air kemih dengan jumlah kurang dari 1 cangkir/hari terus berlanjut, bisa terjadi penimbunan limbah metabolik di dalam darah (azotemia). Penurunan jumlah air kemih ini bisa menunjukkan adalah gagal ginjal akut atau memburuknya suatu kelainan ginjal kronis.
Air kemih (urin) yang encer hampir tidak berwarna, sedangkan urin yang pekat berwarna kuning tua. Zat warna pada makanan bisa menyebabkan urin berwarna merah; sedangkan obat-obatan bisa menyebabkan urin berwarna coklat, hitam, biru, hijau atau merah. Selain karena makanan atau obat-obatan, urin yang tidak berwarna kuning adalah abnormal. Urin coklat mungkin mengandung hasil pemecahan hemoglobin (protein pengangkut oksigen di dalam sel darah merah) atau protein otot. Urin yang mengandung zat warna akibat porfiria menjadi merah, sedangkan zat warna akibat melanoma menyebabkan urin menjadi hitam. Urin yang keruh menunjukkan adanya nanah akibat infeksi saluran kemih atau kristal garam dari asam urat maupun asam fosfat. Penyebab dari warna urin yang abnormal bisa diketahui dengan melakukan pemeriksan mikroskopik terhadap sedimen urin dan analisa kimia urin.
Hematuria (darah di dalam urin) dapat menyebabkan urin berwarna merah atau coklat, tergantung kepada jumlah darah, lamanya darah berada di dalam urin dan keasaman urin. Hematuria tanpa disertai nyeri bisa terjadi akibat kanker kandung kemih atau kanker ginjal. Hematuria ini biasanya hilang timbul, dan perdarahan berhenti secara spontan meskipun kankernya masih ada. Penyebab lain dari hematuria adalah: - glomerulonefritis - batu ginjal - kista ginjal - penyakit sel sabit - hidronefrosis.
Nyeri akibat penyakit ginjal biasanya dirasakan di punggung, yaitu di daerah flank (diantara tulang rusuk dan pinggul bagian belakang). Kadang nyerinya menjalar ke tengah-tengah perut. Penyebabnya adalah peregangan kapsula renalis (bagian luar ginjal, yang peka terhadap nyeri); hal ini bisa terjadi pada berbagai keadaan yang menyebabkan pembengkakan jaringan ginjal. Jika ginjal ditekan, seringkali timbul rasa nyeri.
Jika sebuah batu ginjal melewati ureter, akan timbul nyeri yang hebat. Sebagai respon terhadap batu, ureter berkontraksi sehingga terjadi nyeri kram yang hebat di punggung bagian bawah, yang sering menjalar ke selangkangan. Jika batu telah sampai ke kandung kemih, maka nyeri akan menghilang.
Nyeri pada kandung kemih paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Nyeri ini biasanya dirasakan di atas tulang kemaluan dan pada ujung uretra ketika berkemih. Penyumbatan aliran urin juga menyebabkan nyeri di atas tulang kemaluan, tetapi jika penyumbatannya terjadi secara lambat, biasanya pelebaran kandung kemih tidak disertai dengan nyeri.
Kanker dan pembesaran prostat biasanya tidak menimbulkan nyeri, tetapi peradangan prostat (orostatitis) bisa menyebabkan nyeri yang samar-samar atau rasa penuh di daerah antara anus dan kelamin. Pada saat ejakulasi, kadang keluar semen yang berdarah. Hal ini bisa terjadi pada pria yang menderita kelainan pembekuan.
Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 10:56 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Fri Mar 05, 2010 10:26 am | |
| TERAPI URINE HILANGKAN PENYAKIT? Senin, 03/08/2009 16:20 WIB Irna Gustia - detikHealth Jakarta, Maukah Anda minum air kencing alias urine jika ada yang mengatakan itu berguna untuk menjaga kesehatan? Anda akan takjub mengetahui bagaimana zat beracun yang dilepaskan oleh tubuh itu dapat membantu kesehatan. Terapi urine diketahui bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Lebih dari 3 juta penduduk China yang melakukan terapi urine percaya proses ini akan membuat tubuhnya sehat. Seperti dilansir dari ayurvediccure.com, Senin (3/8/2009), sebanyak 95% dari komposisi urine adalah berupa air, kemudian urea 2,5% dan 2,5% lagi campuran mineral, garam, enzim, dan hormon. Itu artinya air kencing tidak mengandung racun tapi zat-zat alami.
Kelebihan jumlah urea memang dapat membahayakan tubuh tetapi ketika itu dimasukkan ke tubuh dalam jumlah kecil sebenarnya berfungsi membersihkan kelebihan lendir. Air seni yang mengandung banyak antiseptik ketika digunakan untuk perawatan ekternal dapat membuat kulit berseri. Hal ini juga berguna untuk pengobatan penyakit seperti impoten, kanker, osteoporosis, sembelit, kencing manis dan penyakit lainnya. Sebenarnya, urine adalah obat terbaik yang diproduksi oleh tubuh.
Bayi yang ada di rahim sang ibu juga mengeluarkan air seni seperti yang manusia lakukan. Bayi kemudian menelan urinnya sendiri melalui saluran amniotic. Minum air kencing di pagi hari bisa berfungsi sebagai tonik yang sangat berguna dalam mengobati penyakit-penyakit ringan. Berkumur dengan urine dapat mengontrol kekuatan gigi. Urine juga dapat digunakan untuk pengobatan mata dan telinga seperti glaukoma dan infeksi telinga. Air urine yang segar dapat dipakai bercukur untuk mendapatkan kulit yang lembut setelah bercukur. Urine juga dapat digunakan untuk merawat kulit dan masalah kuku. Pijat kepala dan rambut dengan air urine bisa merangsang pertumbuhan rambut baru. Banyak orang berpikir urine mengandung kuman. Tapi air seni ini benar-benar steril pada 15 menit pertama setelah keluar dari tubuh. Bahkan sudah dibuktikan bisa bermanfaat untuk pemakaian luar tubuh.
Namun hanya orang-orang yang memiliki empedu, ginjal dan alat kelamin yang sehat saja yang bisa menggunakan air seninya untuk terapi ini. Meski begitu kalangan medis menilai terapi urine belum benar-benar bisa dibuktikan secara ilmiah walau diakui urine yang sehat banyak mengandung zat-zat seperti mineral.
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:36 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Fri Mar 05, 2010 10:28 am | |
| BAGAIMANA TERAPI URINE BISA MENURUNKAN BERAT BADAN Rabu, 12/05/2010 07:42 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Berbagai cara dilakukan untuk dapat mendapatkan berat badan ideal. Mungkin salah satu pilihan dengan melakukan terapi urine untuk menurunkan berat badan. Tapi harus dari urine orang yang sehat. Banyak orang yang tak percaya atau merasa jijik bila mendengar terapi urine yang dilakukan dengan meminum urine sendiri untuk menurunkan berat badan.
Urine bukan merupakan produk limbah dari tubuh kita yang mengandung racun. Urine mengandung 95 persen air, 2,5 persen urea dan sisanya 2,5 persen merupakan peleburan hormon, enzim, garam dan mineral. Oleh karena itu, urine merupakan produk darah yang tak beracun (non-toksin) yang sudah tidak dibutuhkan tubuh pada waktu itu dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh.
"Urine secara absolute steril untuk tubuh yang memproduksinya, 15 menit pertama setelah diproduksi," ujar Flora Peschek-Bohmer dan Gisela Schreiber, penulis buku ‘Urine Therapy: Nature's Elixir for Good Health’, seperti dilansir dari Ehow, Rabu (12/5/2010). Peschek-Bohmer, yang mengoperasikan Naturopathic Medical Center di Hamburg, Jerman, juga mengklaim bahwa toilet yang tidak bersih merupakan ancaman yang lebih besar bagi kesehatan ketimbang meminum urine sendiri.
Bahkan, penulis buku 'Urine: The Holy Water' Harald W. Tietze dan Dr. S.K. Sharma penulis 'Miracles of Urine Therapy' mengatakan bahwa terapi urine efektif membantu pasien untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tapi tidak semua urine sehat, karena ada orang yang mengonsumsi obat-obatan atau alkohol yang justru membuat warna urine terlihat lebih pekat. Hanya orang-orang yang memiliki empedu, ginjal dan alat kelamin yang sehat saja yang bisa menggunakan air seninya untuk terapi ini.
Urine yang sehat berwarna akan terasa sedikit pahit dan asin. Ketika dikonsumsi, urine tidak langsung masuk ke dalam aliran darah, tapi urine membuat jalan masuk ke sistem pencernaan di mana penyortiran semua bahan dilakukan. Setelah itu, racun dibuang dan bahan penting disimpan untuk digunakan lebih lanjut. Dengan cara ini urine didaur ulang lagi dan lagi, dan yang mengarah ke aliran darah lebih dimurnikan. Racun dalam urine benar-benar membantu usus untuk mengalirkan zat dengan cepat dan membuang limbah apapun, sehingga efektif menurunkan berat badan dan melancarkan sistem pencernaan.
Seperti dilansir dari Buzzle, cara melakukan terapi urine adalah sebagai berikut: 1. Urine di pagi hari dari orang yang sehat adalah urine yang terbaik untuk dikonsumsi 2. Ketika Anda mulai buang air kecil, biarkan urine pertama dibuang, karena itu merupakan urin najis (kotor) yang tidak membantu. 3. Saat urine pertama sudah dibuang, tampunglah urine-urine selanjutnya dengan menggunakan gelas. Tapi jangan tampung urine terakhir, karena urine tersebut tidak memiliki bahan yang berguna bagi tubuh. 4. Urine yang telah dikumpulkan adalah urine yang terbaik untuk dikonsumsi 5. Urine yang dikumpulkan sebaiknya diminum 15 menit setelah dikeluarkan, karena urine tersebut masih steril dan bersih. Tapi setelah 15 menit pertama akan tumbuh bakteri sehingga dapat membahayakan bagi tubuh. 6. Urine harus diminum seperti saat kita minum teh, jangan meminumnya sekali teguk.
Makanan akan berefek langsung terhadap bau dan warna urine. Bila Anda makan makanan yang pedas dan berminyak, maka urine akan lebih bau dan kuat. Tapi bila Anda mengonsumsi sayur dan buah-buahan, maka urine akan lebih jernih (sedikit kuning) dan rasanya seperti air.
Urine untuk menurunkan berat badan Bagaimana terapi urine bisa menurunkan berat badan? Keberhasilan terapi urine untuk mengendalikan berat badan telah terbukti berkali-kali. Seperti kita ketahui, fungsi umum urine adalah untuk memurnikan aliran darah. Setelah pemurnian darah dilakukan, maka menyembuhkan masalah lainnya, sehingga lebih bersih, bebas racun dan semakin sehat. Ini sama halnya dengan latihan dan olahraga yang menyebabkan sirkulasi darah meningkat dan dengan demikian menyebabkan penurunan berat badan. Masalah lain yang dihadapi tubuh seperti ketidakseimbangan hormon, kolesterol tinggi dan lemak, dan beberapa masalah lain yang baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan berat badan, akan mulai disembuhkan. Beberapa manfaat lain terapi urine yang diklaim para praktisi urine tapi masih harus dibuktikan lebih lanjut antara lain:
1. Urine dapat digunakan baik secara internal maupun eksternal. 2. Terapi urine memperkuat sistem kekebalan tubuh dan dengan demikian mencegah terjadinya pilek, batuk, flu dan infeksi. 3. Hal ini membantu dalam mengatasi sindrom kelelahan kronis dan anemia. 4. Urine juga menyembuhkan semua penyakit kencing seperti penyakit kuning, diabetes, asma, polio dan tuberkulosis 5. Berkumur dengan urine membantu untuk membersihkan tenggorokan dan masalah gusi 6. Bila urine digosok pada kulit, dapat membuat kulit tampak bersinar 7. Urine juga bekerja sebagai pelembab alami dengan membuka pori-pori kulit dan menyerap kelembaban yang lebih baik 8. Urine adalah diuretik alami 9. Anti bakteri dan anti virus yang luar biasa 10. Membantu menyembuhkan penyakit kulit seperti eksim, psoriasis dan penyembuh luka lebih baik dan lebih cepat 11. Menyembuhkan pembengkakan dan edema, dan glaukoma 12. Membantu menyembuhkan pasien yang menderita epilepsi dan masalah meningitis 13. Membantu dalam menyembuhkan impotensi pada pria 14. Mencegah serangan jantung dengan melarutkan pembekuan darah dan arteri koroner. (mer/ir)
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:34 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Fri Mar 05, 2010 10:30 am | |
| URINE Urine atau air kencing adalah cairan yang diekskresikan oleh ginjal, yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Urine dapat mengungkapkan secara tepat apa yang telah kita makan, berapa banyak kita minum dan penyakit penyakit yang ada dalam tubuh kita. Urine adalah bagian terpenting dari proses pembuangan tubuh.
Fungsi urine yang paling utama adalah untuk membuang racun dan zat lain yang sebenarnya baik untuk tubuh tetapi mungkin akan berakibat fatal bagi tubuh. Bila melihat warna urine berubah, atau ada bau bau aneh saat membuang air kecil, penyebabnya mungkin sesuatu yang dilahap saat makan ( bit atau asparagus ) tapi bisa juga menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti penyakit infeksi atau kanker.
Urine normal biasanya warnanya bervariasi dari kuning jernih sampai kuning pucat, tergantung pada kadar air dari urine. Urine menjadi lebih gelap, biasanya menjadi tanda bahwa kita kurang minum cukup cairan, tetapi bisa juga merupakan tahap awal penyakit lever. Jika urine menjadi sangat jernih, itu berarti kita meminum banyak cairan atau sedang mengkonsumsi diuretik.
Urine berwarna kuning terang bisa juga akibat menkonsumsi vitamin dalam dosis tinggi, terutama vitamin B. Urine berwarna oranye mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria, atau sedang minum obat saluran kencing seperti pyridium. Urine dapat juga berwarna seperti pelangi. Vitamin dapat memberikan rona kuning. Obat obatan tertentu bisa membuat urine berubah warna, menjadi hijau atau biru mengkilat. Wortel bisa membuatnya menjadi oranye. Penyaki genetik porphyria dapat mengubah warna urine menjadi kecoklatan atau ungu laksana anggur. Yang berbahaya jika urine berwarna kemerahan, itu tanda ada darah di dalam urine. Adanya darah di dalam urine dapat menjadi tanda ada sesuatu penyakit yang serius, seperti infeksi dalam tubuh, batu ginjal, atau kanker pada ginjal dan kandung kemih. Disarankan untuk segera ke dokter.
Pada penderita DM dan kelaparan, bau urine cenderung manis dan berbau buah. Sementara urine yang terinfeksi bakteri E.coli biasanya berbau menyengat. Waspadai urine anda.
Sumber Seputar Indonesia Senin 1 Februari 2010
Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 10:54 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Sun Mar 14, 2010 4:45 am | |
| WARNA URINE BISA JADI INDIKATOR KESEHATAN Merry Wahyuningsih - detikHealth - Kamis, 01/07/2010 07:50 WIB Jakarta, Urine bukanlah sekedar produk limbah dari tubuh. Berbagai tes kesehatan dilakukan dengan memanfaatkan urine. Bahkan warna urine dapat dijadikan indikator kesehatan. Bagaimana caranya?
Urine merupakan produk limbah dari tubuh yang tidak mengandung racun. Urine mengandung 95 persen air, 2,5 persen urea dan sisanya 2,5 persen merupakan peleburan hormon, enzim, garam dan mineral. Urine normal biasanya akan berwarna kuning bercahaya, karena merupakan hasil ekskresi (pengeluaran) pigmen yang ditemukan dalam darah yang disebut urochrome. Tapi urine bisa berubah warna, sesuai dengan makanan atau penyakit yang diderita seseorang. Seperti dilansir dari SheKnows, Kamis (1/7/2010), berikut beberapa warna urine dan indikasinya:
Warna jernih atau tidak berwarna 1. Terlalu banyak minum cairan. Hati-hati, jangan terlalu banyak minum karena juga bisa membahayakan tubuh. Minum air disesuaikan dengan berat badan (berat badan 60 kg berarti minum 2 liter air per hari). 2. Gangguan hati, seperti hepatitis virus akut atau sirosis. Tapi ini biasanya ditandai dengan gejala lain, yaitu menguning, kulit kuning, mual, muntah, demam dan kelelahan.
Warna kuning cerah atau neon Suplemen vitamin yang diminum terlalu berlebihan atau tidak diserap oleh tubuh.
Warna kuning gelap atau emas Dehidrasi. Perbanyak minum, tapi sesuaikan dengan berat badan Anda, jangan sampai justru minum berlebihan.
Warna merah muda atau merah 1. Terdapat darah di urin dari ginjal atau infeksi kandung kemih. Jika Anda mengalami sakit di punggung atau perut bagian bawah, urgensi kemih, dan merasa seperti demam, maka segera konsultasi ke dokter. 2. Makan makanan berwarna merah atau merah muda terlalu banyak, seperti bit, berry atau pewarna makanan. 3. Efek samping dari beberapa obat pencahar.
Warna oranye atau jingga 1. Efek samping obat 2. Makan terlalu banyak jeruk atau makanan merah, seperti bit dan biji-bijian atau makanan dengan pewarna buatan. 3. Dehidrasi
Warna biru atau hijau 1. Efek samping obat tertentu 2. Makan makanan hijau terlalu banyak, seperti asparagus atau makanan dengan pewarna buatan biru atau hijau.
Warna coklap gelap atau seperti teh 1. Gangguan hati, terutama jika disertai dengan tinja berwarna pucat dan kulit kuning 2. Efek samping obat tertentu
Warna berawan atau keruh 1. Infeksi saluran kemih. Jika Anda mengalami sakit di punggung atau perut bagian bawah, urgensi kemih, dan merasa seperti demam, maka segera konsultasi ke dokter. 2. Batu ginjal, biasanya disertai dengan rasa sakit yang lain, segera konsultasikan ke dokter. 3. Terlalu banyak makan asparagus. (mer/ir)
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:30 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Fri Mar 26, 2010 10:29 am | |
| KENAPA URINE BERBAU? Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 15/01/2010 16:40 WIB Jakarta, Setiap hari orang harus mengeluarkan berbagai zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui keringat atau urine. Tapi terkadang urine yang dikeluarkan menimbulkan bau yang tak sedap. Apa penyebab urine menjadi bau? Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab urine menjadi bau seperti masalah pada saluran kemih atau adanya infeksi kandung kemih. Selain itu, bau urine yang mengandung ragi (yeast) dapat menjadi petunjuk dari diagnosis diabetes. Yang harus diketahui adalah apakah bau tersebut berasal dari air kencing atau vagina. Cara mudah untuk menentukannya adalah dengan buang air kecil di dalam cangkir atau gelas dan tunggu beberapa menit. Jika bau masih tercium, kemungkinan besar berkaitan dengan air seni.
"Kebanyakan bau dari urine hanya bersifat sementara dan tidak mengindikasikan masalah kesehatan. Tapi jika hal tersebut terus berlanjut selama beberapa hari, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya," ujar Dr Rob Danoff, seperti dikutip dari MSN, Jumat (15/1/2010). Untuk melakukan diagnosis, pasien harus menjalani beberapa tes untuk mengetahui fungsi dari beberapa organ atau ada tidaknya zat tertentu. Tes yang dilakukan biasanya untuk memeriksa kandung kemih atau infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dehidrasi, diabetes atau gangguan metabolisme seperti fenilketonuria.
Tanda-tanda untuk memeriksa urine:
1. Jumlah air dalam urine. Mengetahuinya dengan tes spesifik gravity. Tes ini memberikan petunjuk mengenai jumlah air dalam urine dan status orang tersebut apakah dehidrasi atau tidak.
2. Warna urine. Warna pada urine dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, hidrasi, obat-obatan, vitamin dan adanya suatu penyakit seperti penyakit hati atau gangguan perdarahan.
3. Kejernihan. Ketidakjernihan urine dapat mengindikasikan adanya darah, lendir, kristal dari batu ginjal atau kandung kemih dan bakteri.
4. Protein. Seharusnya di dalam urine tidak ditemukan adanya urin, jika ditemukan mungkin mengindikasikan adanya gangguan di ginjal atau kehamilan.
5. Keton. Adanya keton dalam urine ketika lemak diuraikan dalam tubuh sebagai energi. Kehadiran keton ditunjukkan saat sedang puasa, diet tinggi protein, karbohidrat yang rendah serta konsumsi alkohol. Pada kondisi ekstrem, keton dapat berpotensi bahaya yang dikenal sebagai diabetic ketoacidosis (tubuh mendapatkan energi dari lemak karena tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi).
6. Nilai pH. Ini untuk mengetahui apakah urine bersifat asam atau basa.
7. Glukosa. Adanya glukosa dalam urine bisa diakibatkan oleh tingginya kadar gula seperti diabetes yang tidak terkontrol atau akibat gangguan di ginjal.
8. Nitrit. Menunjukkan adanya infeksi bakteri di saluran kemih.
9. Leukocyte esterase. Mengindikasikan adanya sel-sel darah putih dalam urin yang kemungkinan akibat infeksi di saluran kemih.
10. Cek analisis mikroskopis. Tes ini untuk melihat berbagai tanda seperti merah (mengindikasikan perdarahan, ada penyakit, tumor atau cedera), sel darah putih (gangguan autoimun, peradangan), bakteri, jamur, parasit, kristal (gangguan pada ginjal) dan sel-sel skuamosa (sampel urine kemungkinan sudah terkontaminasi saat dikumpulkan).
Berdasarkan hasil dari pemeriksaan ini, dokter biasanya dapat menentukan apa penyebab dari bau urine yang muncul saat buang air kecil. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:31 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Wed Apr 21, 2010 11:39 am | |
| BAHAYA GINJAL JIKA SERING MENAHAN PIPIS Vera Farah Bararah - detikHealth - Rabu, 26/05/2010 07:55 WIB Jakarta, Pada saat-saat tertentu kadang orang harus menahan buang air kecil, seperti di perjalanan yang macet atau mengikuti rapat penting. Tapi sebaiknya hal ini tidak dilakukan terus menerus, karena bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan terutama ginjal. Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang nantinya akan dikeluarkan oleh tubuh. Urine terdiri dari bahan terlarut berupa sisa metabolisme di tubuh seperti urea, garam terlarut dan bahan organik lainnya yang tidak diperlukan oleh tubuh. "Jika seseorang memiliki masalah di kandung kemih seperti pompa yang kurang baik atau kandung kemih yang sudah berlebih maka bisa jadi saat buang air kecil, urine yang keluar tidak sampai selesai. Sisa urine yang tertinggal di kandung kemih bisa menyebabkan infeksi di saluran kemih," ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU saat dihubungi detikHealth, Rabu (26/5/2010).
Dr Rasyid menuturkan, normalnya kandung kemih bisa menampung urine sebanyak 300-400 cc. Saat seseorang berkemih atau pipis, maka seharusnya urine di dalam kandung kemih tersebut dikeluarkan semuanya atau bersisa maksimal sebanyak 12 cc saja. Saat seseorang menahan buang air kecil, maka kandung kemih akan melar atau meregang, hal ini akan membuat pompa di kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik saat pipis. Sehingga tak jarang banyak orang yang baru selesai pipis, tak lama kemudian akan timbul kembali rasa ingin pipis. "Urine yang tersisa banyak di kandung kemih membuat saluran tersebut mudah terkena infeksi. Tapi jika akibat menahan tersebut membuat pompa kandung kemih memberikan tekanan yang tinggi, maka bisa mengakibatkan kerusakan ginjal," ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan RS ASRI ini.
Dr Rasyid menambahkan saat terjadi tekanan tinggi dari pompa, seseorang tidak akan merasakan apa-apa. Kerusakan ginjal yang terjadi akan lebih berbahaya jika ditemukan adanya infeksi pada kandung kemih, namun jika tidak ada infeksi kemungkinan menyebabkan pembengkakan ginjal. Tapi kedua kondisi tersebut tentu saja tidak baik untuk kesehatan dan bisa berbahaya jika terjadi terus menerus. Sementara itu bagi orang yang memang sudah memiliki gangguan berkemih, sebaiknya orang tersebut membuat buku harian (diary) mengenai pola pipisnya. Sehingga bisa diketahui pola tersendiri pada jam berapa saja ia akan berkemih, hal ini akan menghindarkan dirinya dari kondisi menahan pipis.
Berapa lama waktu yang bisa dilewatkan seseorang untuk menahan buang air kecil berbeda-beda, dan juga kemampuan pompa kandung kemih setiap orang berbeda. Karena itu seseorang harus bisa mendeteksi diri sendiri. "Jika setelah menahan pipis, urine yang keluar tidak sampai habis dan tak berapa lama ingin pipis lagi, maka itu berarti kandungan urine di kandung kemih sudah berlebihan. Sebaiknya kalau tidak ada gangguan apa-apa, setelah muncul rasa ingin pipis maka segera saja berkemih," ujar dokter yang lahir di Bangkalan 44 tahun silam ini. Selain itu seberapa sering seseorang berkemih tergantung dari seberapa banyak cairan yang dikonsumsi dan juga jenisnya. Misalnya minuman alkohol akan membuat produksi urine lebih banyak, karenanya orang yang menahan pipis 1 jam setelah mengonsumsi alkohol bisa lebih buruk dibandingkan menahan pipis 2 jam setelah mengonsumsi air putih.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:44 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Apr 22, 2010 1:43 pm | |
| CARA MENAHAN PIPIS SAAT KONDISI DARURAT Kamis, 11/11/2010 10:23 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Menahan pipis alias buang air kecil sangat tidak disarankan karena berbahaya bagi kesehatan ginjal. Tapi saat kondisi darurat seperti dalam perjalanan atau macet, orang terkadang diharuskan untuk menahan buang air kecil untuk beberapa waktu. Bagaimana caranya? Dilansir Ehow, Kamis (11/11/2010), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menahan buang air kecil di saat darurat:
1. Relaksasi otot panggul atau latihan Kegel Fokus dan cobalah merelaksasikan otot panggul dan perut pada saat yang sama, metode ini bisa membuat otot-otot yang mengelilingi uretra tertutup. Hal ini sangat mirip dengan melakukan latihan Kegel.
Cara senam kegel Teknik senam Kegel yang mudah dilakukan caranya adalah kontraksikan otot seperti menahan kencing untuk awalnya selama 5 detik, kemudian kendurkan. Terus ulangi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut dengan meningkatkan lama waktu menahan kencing 15-20 detik. Latihan ini tergolong mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Latihan bisa dilakukan di kursi kerja, sambil duduk, sambil berjalan, sambil berdiri, atau berbaring. Saat mengendarai mobil bahkan saat berada di kamar kecil pun dilakukan senam ini yang penting semua latihan ini dilakukan dalam keadaan tenang.
2. Silangkan kaki saat berdiri Menyilangkan kaki dapat membantu Anda menahan buang air kecil saat sedang berdiri. Jangan menyilangkan kaki jika Anda sedang dalam keadaan duduk, tapi cobalah menyilangkannya dengan sedikit diangkat (gaya duduk laki-laki). Hal ini dapat menekan kandung kemih.
3. Duduk tegak Jika Anda dalam keadaan duduk, cobalah duduk pada posisi tegak dengan punggung lurus agar memberikan ruang maksimal pada kandung kemih. Tekan paha secara bersamaan dan tidak bersandar.
4. Tidak ganti posisi Usahakan tidak mengganti posisi Anda sebelum dapat pergi ke kamar mandi. Jika Anda semula dalam keadaan duduk, maka tetaplah duduk. Mengubah posisi tubuh dapat menyulitkan Anda menahan buang air kecil.
5. Alihkan pikiran Mengalihkan pikiran untuk sementara waktu dapat membantu Anda menahan buang air kecil. Jangan berpikir apapun yang mengingatkan Anda dengan kamar mandi.
6. Minum banyak setelah pipis Setelah ketemu toilet segera keluarkan kemih tersebut. Lalu minum banyak air agar Anda kembali buang air kecil untuk membuang racun dan bakteri yang tertinggal di saluran kemih. Harus diingat, menahan buang air kecil dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak yang serius, terutama pada organ ginjal.
Seperti yang disampaikan Dr dr Nur Rasyid, SpU saat dihubungi detikHealth, saat seseorang menahan buang air kecil, maka kandung kemih akan melar atau meregang. Hal ini akan membuat pompa di kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik saat buang air kecil, sehingga tak jarang banyak orang yang baru selesai buang air kecil, tak lama kemudian akan timbul kembali rasa ingin kencing. "Urine yang tersisa banyak di kandung kemih membuat saluran tersebut mudah terkena infeksi bakteri. Tapi jika akibat menahan tersebut membuat pompa kandung kemih memberikan tekanan yang tinggi, maka bisa mengakibatkan kerusakan ginjal," ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan RS ASRI ini.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:51 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Apr 22, 2010 1:47 pm | |
| PEREMPUAN HARUS LEBIH BANYAK MINUM DARI LAKI LAKI Rabu, 13/01/2010 15:30 WIB Nurul Ulfah - detikHealth Jakarta, Perempuan harus lebih banyak mengonsumsi air minum ketimbang laki-laki karena risiko infeksi saluran kemih lebih banyak mengintai perempuan. Laki-laki beruntung karena punya anatomi saluran kemih yang lebih panjang daripada perempuan sehingga risiko bakteri masuk ke saluran kemih menjadi berkurang. "Semakin pendek saluran kemih, semakin mudah pula bakteri masuk dan menempel pada daerah tersebut," kata Dr Regina Karim, Health Marketing Direktur Danone Aqua dalam acara 'Danone Aqua Siap Hadapi Tantangan 2010' di Hotel Crown, Jakarta, Rabu (13//1/2010). Menurutnya, perempuan memang harus lebih banyak mengonsumsi air karena panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding laki-laki.
"Jadi kalau rata-rata konsumsi air yang disarankan adalah 2 liter sehari, maka perempuan harus minum lebih banyak dari itu. Banyak minum air akan membantu bakteri keluar dari saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi," jelas Regina. Yang dimaksud saluran kemih adalah daerah yang meliputi ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi saluran kemih biasanya disebabkan oleh bakteri E coli. Namun, dapat juga disebabkan oleh bakteri stafilokokus aureus, basilus proteus, dan pseudomonas.
Infeksi dapat menjalar dari bagian saluran kemih terbawah ke bagian atas. Bahkan dapat menjalar ke ginjal. Gejala infeksi saluran kemih bisa berupa suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri terutama saat akhir buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang tidak dapat ditahan, nyeri tekan di atas tulang kemaluan. Kadang kala terdapat darah dalam urine. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan tiga perguruan tinggi ternama di Indonesia (FEMA IPB, FKM UNAIR dan UNHAS) diketahui bahwa 46,1 persen dari 1.200 penduduk Indonesia mengalami dehidrasi ringan, dan salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya minum air.
Padahal menurut riset yang dipimpin oleh Prof Dr Ir Hardinsyah, MS dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian BOgor, kekurangan 1-2 persen air saja bisa menyebabkan gangguan fungsi otak seperti kurangnya konsentrasi dan kemampuan berpikir. Di atas 2 persen, tubuh bisa mengalami sakit kepala, letih, lemah, pergerakan dan otot terganggu, infeksi kemih dan batu ginjal hingga kematian. Hasil studi juga menunjukkan remaja lebih banyak mengalami dehidrasi ringan dibanding orang dewasa, yakni 49,5 persen dibanding 42,5 persen.
"Remaja perempuan terutama, lebih banyak mengalami dehidrasi. Dan alasan utamanya hanya karena malas ke kamar mandi apalagi kalau kamar mandinya kotor dan bau. Padahal faktor yang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih salah satunya adalah menahan kencing. Harusnya kalau pengen kencing, langsung ke belakang," kata Regina. Pada perempuan, kurang minum air juga bisa menimbulkan keputihan karena bakteri dan jamur akan menempel pada bagian kemaluannya. Meski demikian, pemakaian obat pembersih vagina sebenarnya tidak diperlukan.
"Tidak perlu pakai pembersih-pembersih seperti itu karena bukannya bakteri jahat saja yang akan mati, tapi bakteri baiknya pun bisa mati. Cukup minum air yang banyak dan bersihkan daerah kemaluan dengan baik setelah kencing," tutur Regina. Regina juga menambahkan, mulut yang terasa kering merupakan pertanda awal dehidrasi. "Jika sudah begitu, sebaiknya langsung minum dan kencinglah jika memang ingin kencing," katanya.(fah/ir)
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:55 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Apr 22, 2010 1:50 pm | |
| BENARKAH KURANG MINUM BIKIN SAKIT GINJAL? Jumat, 18 Maret 2011 | 15:53 WIB KOMPAS.com - "Jangan lupa minum air yang cukup biar tidak sakit ginjal". Nasihat tersebut mungkin sering kita dengar. Padahal, sebenarnya nasihat tersebut kurang tepat. Dehidrasi akibat asupan air yang kurang memang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Akan tetapi menurut dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD, KGH dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSCM, pada orang sehat dan fungsi ginjalnya normal, dehidrasi tidak akan berpengaruh pada ginjal. "Jika dehidrasi ringan atau kekurangan cairan tiga persen, yang terpengaruh mungkin hanya fungsi kognitifnya saja, seperti jadi sulit berkonsentrasi. Tapi pada orang yang memang sudah mengalami gangguan ginjal, dehidrasi ringan akan menyebabkan gangguan ginjalnya menjadi berat," ungkap dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM ini.
Sementara itu, pada kasus dehidrasi berat atau kekurangan cairan sampai 10 persen, efeknya pada tubuh meliputi tekanan darah menurun. "Pasien yang muntaber dan mengalami dehidrasi juga bisa mengalami gangguan ginjal akut jika tidak langsung ditangani," paparnya. Ia menambahkan, konsumsi cairan pada orang yang sehat tidak boleh kekurangan, tapi juga tidak boleh berlebihan. "Tergantung pada aktivitasnya, tapi rata-rata kita butuh dua liter air setiap hari," imbuhnya. Sementara itu pada orang yang sudah menderita gangguan ginjal, asupan airnya dibatasi. "Pada gangguan ginjal akut, volume cairan yang diperbolehkan adalah sebanyak volume urin sehari ditambah 500 mL, jadi sekitar seliter air sehari," katanya.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:56 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Apr 22, 2010 1:53 pm | |
| 9 CARA PELIHARA GINJAL Rabu, 27 Oktober 2010 | 12:35 WIB KOMPAS.com — Ginjal merupakan bagian dari saluran kemih. Fungsi utama sistem organ yang kompleks ini adalah membuang kelebihan cairan dan produk sisa dari darah. Ginjal juga berfungsi sebagai kelenjar endokrin, yaitu menghasilkan hormon yang penting bagi pembentukan sel darah merah, mengatur tekanan darah, serta pembentukan tulang. Untuk menjaga agar ginjal selalu sehat, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan.
1. Stop rokok Hasil studi yang dipublikasikan oleh American Physiological Society pada tahun 2007 menyimpulkan bahwa nikotin merupakan faktor utama yang menyebabkan gangguan ginjal.
2. Serba terkontrol Kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol harus selalu terkontrol berada takaran normal.
3. Sesuaikan pola makan Lihat kembali pola makan Anda dan ubah menjadi sehat, seperti menghindari soda terutama yang mengandung sirup jagung. Pilih padi-padian, buah, dan sayuran organik. Hindari makanan olahan, batasi garam, ganti daging penuh lemak dengan ikan atau daging putih tanpa lemak.
4. Singkirkan obat pereda nyeri Jika tidak terlalu memerlukannya, hindari mengonsumsi obat pereda nyeri, juga obat-obatan jenis nonsteorid atau NSAID. Atasi nyeri dengan cara alami, misalnya, pijat dan akupunktur.
5. Sehatkan pencernaan Tambahkan konsumsi probiotik, prebiotik, dan makanan kaya serat. Cara ini juga baik untuk mengurangi efek buruk pestisida yang ada pada makanan.
6. Segarkan tubuh Caranya dengan minum air sedikitnya 6-8 gelas air putih sehari.
7. Sering bergerak Jangan malas berolahraga. Jalan kaki 4-5 kali seminggu cukup untuk membantu menjaga kesehatan detak jantung, yang juga baik untuk ginjal Anda.
8. Sadari efek alkohol Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, salah satu masalah yang bisa berujung pada gangguan ginjal. Juga membuat orang sering berkemih sehingga berisiko mengalami dehidrasi.
9. Senyum dan bernyanyilah Intinya adalah melakukan hal menyenangkan setiap hari untuk meredakan stres. Anda bisa bermusik sambil bernyanyi, murah senyum, tertawa bersama keluarga ataupun teman. (GHS/rin)
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:56 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Apr 22, 2010 1:56 pm | |
| OBAT OBATAN YANG BISA MERUSAK GINJAL Senin, 21/03/2011 16:40 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Jika Anda sering merasa pusing, sakit kepala atau nyeri pinggang, sebaiknya jangan sembarangan minum obat-obatan yang bebas dijual di pasaran, karena beberapa jenis obat dapat merusak fungsi ginjal. Obat apa saja? "Jangan sembarangan minum obat, apalagi kalau Anda orang yang memiliki risiko tinggi mengalamipenyakit ginjal. Beberapa obat bersifat nefrotoksik atau mengganggu fungsi ginjal," jelas dr. Dharmeizar, SpPD-KGH dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, disela-sela acara Temu Media 'Pentingnya Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik' di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Senin (21/3/2011).
Berikut beberapa obat-obatan yang nefrotoksik alias merusak ginjal seperti disampaikan oleh dr. Dharmeizar, yaitu: - Aminoglikosid - AINS (Anti Inflamasi Non-Steroid) - Zat kontras radiografi - Analgetik (obat penghilang rasa sakit) - Beberapa jamu pegal linu dan rematik - Beberapa jamu pelangsing
"Obat-obatan analgetik atau pain killer punya efek langsung terhadap ginjal, yang menyebabkan kerusakan langsung. Jadi jangan sembarangan minum obat pain killer," jelas dr. Dharmeizar. dr. Dharmeizar juga menjelaskan bahwa jangan sembarangan minum obat bila merasakan sakit kepala atau pusing, juga bila tidak perlu sebaiknya hindari minum vitamin berlebihan.
"Sakit kepala itu kan penyebabnya banyak, bisa sakit gigi, minus mata bertambah, jadi jangan sedikit-sedikit minum obat tapi dicari penyebabnya," jelasnya. Dan mengenai vitamin, dr. Dharmeizar menjelaskan bahwa vitamin sebaiknya hanya diberikan kepada orang yang baru saja sembuh dari sakit atau karena kekebalan tubuhnya rendah. "Kalau Anda makan 3 kali sehari dengan cukup karbohidrat, mineral, serat dan kandungan nutrisi lainnya, maka sebenarnya vitamin itu tidak perlu. Kandungan vitamin kan sudah ada di makanan," jelas dr. Dharmeizar.
Dan dr. Dharmeizar juga mengingatkan, banyak orang yang salah kaprah tentang obat yang diharus di minum seumur hidup oleh penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kolesterol. Menurutnya, obat-obat yang digunakan untuk seumur hidup malah aman karena tidak bersifat nefrotoksik alias tidak merusak ginjal. "Banyak orang yang salah kaprah, banyak pasien hipertensi atau kolesterol tinggi yang takut minum obat karena takut obatnya dapat merusak ginjal. Padahal sebenarnya obat yang diberikan itu aman untuk ginjal, justru kalau mereka tidak minum itu yang merusak ginjal adalah hipertensinya itu sendiri," jelas dr. Dharmeizar.
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:56 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Apr 22, 2010 2:00 pm | |
| PROSEDUR DIAGNOSTIK Pada pemeriksaan fisik, ginjal yang normal tidak teraba dari luar, tetapi ginjal yang membengkak atau tumor ginjal bisa teraba dari luar. Kandung kemih yang membengkak juga bisa teraba dari luar. Pemeriksaan colok dubur dilakukan untuk merasakan kelenjar prostat. Pemeriksaan dalam vagina bisa membantu memberi keterangan mengenai kandung kemih dan uretra.
Prosedur tambahan yang dilakukan untuk mendiagnosis kelainan ginjal dan saluran kemih adalah: # Analisa urin # Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal # Prosedur imaging # Contoh sel dan jaringan.
Analisa urin Analisa urin rutin (urinalisis) terdiri dari analisa kimia (untuk mendeteksi protein, gula dan keton) dan pemeriksaan mikroskopik (untuk mendeteksi sel darah merah dan sel darah putih). Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui dan diukur kadar berbagai zat di dalam urin. Biasanya digunakan sehelai plastik tipis (dipstick) yang mengandung bahan kimia yang akan bereaksi dengan zat di dalam urin dan merubah warna urin.
Proteinuria (protein di dalam urin) bisa terjadi terus menerus atau hilang timbul, tergantung kepada penyebabnya. Proteinuria biasanya merupakan pertanda dari suatu penyakit ginjal, tetapi bisa juga terjadi secara normal setelah olah raga berat (misalnya maraton). Proteinuria juga bisa terjadi pada proteinuria ortostatik, dimana protein baru muncul di dalam urin setelah penderitanya berdiri cukup lama, dan tidak akan ditemukan di dalam urin setelah penderitanya berbaring.
Glukosuria (gula di dalam urin) biasanya disebabkan oleh diabetes. Jika gula tetap ditemukan di dalam urin setelah kadar gula darah normal, maka penyebabnya adalah kelainan di ginjal. Ketonuria (keton di dalam urin) bisa disebabkan oleh kelaparan, diabetes yang tidak terkontrol dan keracunan alkohol. Keton merupakan hasil pemecahan lemak oleh tubuh. Hematuria (darah di dalam urin) bisa diketahui melalui pemeriksaan mikroskopik maupun dengan mata telanjang (jika darah sangat banyak, urin menjadi merah atau coklat).
Nitrituria (nitrat di dalam urin) biasanya menunjukkan adanya infeksi, karena kadar nitrat meningkat jika terdapat bakteri. Leukosit esterase (enzim yang ditemukan pada sel darah putih tertentu) di dalam urin merupakan pertanda adanya peradangan, yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemeriksaan ini mungkin merupakan negatif palsu jika urin sangat pekat atau mengandung gula, garam empedu, obat-obatan (misalnya rifampcin, vitamin C).
Keasaman urin bisa meningkat karena makanan tertentu. Osmolaritas (kepekatan urin) penting dalam mendiagnosis kelainan fungsi ginjal. Bisa dilakukan analisa terhadap contoh urin acak atau dilakukan pemeriksaan untuk menilai kemampuan ginjal dalam memekatkan urin. Pada salah satu tes, seseorang tidak diperbolehkan minum air atau cairan lainnya selama 12-14 jam; sedangkan pada tes lainnya diberikan suntikan hormon vasopresin. Kemudian kepekatan urin diukur. Dalam keadaan normal, kedua tes seharusnya menunjukkan urin yang sangat pekat; tetapi pada penyakit ginjal tertentu, urin menjadi sangat encer.
Dalam keadaan normal, urin mengandung sejumlah kecil sel dan pecahan lainnya yang terlepas dari saluran kemih bagian dalam. Pada penderita kelainan saluran kemih, pecahan dan sel tersebut terdapat dalam jumlah yang berlebihan, sehingga jika urin disentrifugasi (diputar dalam alat khusus) akan terbentuk sedimen (endapan). Sedimen ini dapat diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui penyakit yang diderita.
Pembiakan urin adalah suatu proses untuk menumbuhkan bakteri pada urin, yang dilakukan untuk mendiagnosis suatu infeksi saluran kemih. Contoh urin yang belum terkontaminasi bisa diperoleh melalui: - metoda clean-catch - kateter yang dimasukkan melalui uretra ke kandung kemih - jarum yang ditusukkan melalui dinding perut ke kandung kemih (aspirasi jarum suprapubik).
Tes Fungsi Ginjal Fungsi ginjal bisa dinilai melalui analisa darah dan urin. Laju penyaringan ginjal bisa diperkirakan dengan cara mengukur kreatinin serum. Kadar urea nitrogen darah juga bisa menunjukkan fungsi ginjal. Creatinine clearance adalah tes yang lebih akurat, yang menggunakan suatu rumus yang menghubungkan kadar serum kreatinin dengan usia, berat badan dan jenis kelamin.
Foto polos abdomen dapat memperlihatkan ukuran dan letak ginjal, tetapi kedua hal tersebut biasanya akan terlihat lebih baik pada pemeriksaan USG. Urografi intravena adalah suatu teknik rontgen yang digunakan untuk menampilkan ginjal dan saluran kemih bagian bawah. Suatu zat radioopak disuntikkan melalui pembuluh vena. Zat tersebut akan terdapat dalam ginjal biasanya dalam waktu kurang dari 5 menit. Kemudian dilakukan pemotretan, yang hasilnya akan menunjukkan gambaran ginjal serta perjalanan zat radioopak ke dalam kandung kemih. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, maka urografi intravena tidak akan memberikan hasil yang baik, karena ginjal tidak dapat mengkonsentrasikan zat radioopak di dalam ginjal.
Sebagai efek samping dari penyuntikan zat radioopak, terjadi gagal ginjal akut pada 1 dari 200 kasus. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi resikonya lebih tinggi pada: - usia lanjut atau memiliki riwayat gangguan ginjal - diabetes melitus - dehidrasi - mieloma multipel. Kepada orang-orang tersebut, sebelum zat radioopak disuntikkan, diberikan cairan infus dan dosis yang rendah. Atau sebagai pilihan, kadang digunakan pemeriksaan CT scan.
Sistogram adalah suatu gambaran rontgen dari kandung kemih, yang diperoleh melalui urografi intravena. Sistogram retrograd diperoleh dengan cara memasukkan zat radioopak melalui uretra, sehingga didapat gambaran yang lebih jelas mengenai kandung kemih dan uretra. Foto rontgen diambil sebelum, selama dan sesudah berkemih.
Pada urografi retrograd, zat radioopak dimasukkan melalui kateter ke dalam ureter. Dengan teknik ini akan diperoleh gambaran yang jelas dari kandung kemih, ureter dan ginjal bagian bawah, jika urografi intravena gagal. Urografi retrograd juga bisa digunakan untuk menemukan adanya penyumbatan ureter atau untuk menilai seseorang yang alergi terhadap zat radioopak intravena. Kerugian dari teknik ini adalah resiko terjadinya infeksi dan perlu dilakukan pembiusan.
USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran struktur anatomi ginjal. Teknik ini sederhana, tidak menimbulkan nyeri dan aman. USG bisa digunakan untuk: - Mempelajari ginjal, ureter dan kandung kemih; dengan gambaran yang baik meskipun ginjal tidak berfungsi baik. - Mengukur laju pembentukan urin pada janin yang berumur lebih dari 20 minggu dengan cara mengukur perubahan volume kandung kemih. Dengan demikian bisa diketahui fungsi ginjal janin. - Pada bayi baru lahir, USG merupakan cara terbaik untuk mengetahui adanya massa di dalam perut, infeksi saluran kemih dan kelainan bawaan pada sistem kemih. - Memperkirakan ukuran ginjal dan mendiagnosis sejumlah kelainan ginjal, termasuk perdarahan ginjal. - Menentukan lokasi yang terbaik guna mengambil contoh jaringan untuk keperluan biopsi. USG merupakan metode diagnostik terbaik untuk penderita gagal ginjal stadium lanjut, yang ginjalnya tidak dapat mengambil atau mentolerir zat radioopak. Kandung kemih yang terisi dengan urin bisa terlihat dengan jelas pada USG. USG juga dapat digunakan untuk mendeteksi tumor kandung kemih, tetapi hasilnya lebih baik jika digunakan CT scan.
CT Scan merupakan pemeriksaan yang lebih mahal dibandingkan dengan USG dan urografi intravena, tetapi mempunyai beberapa keuntungan: - C T scan dapat membedakan struktur padat dengan cairan, sehingga sangat berguna dalam menilai jenis dan luasnya tumor ginjal atau massa lainnya yang menyebabkan perubahan pada saluran kemih. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, bisa disuntikkan zat radioopak melalui pembuluh vena. - CT scan dapat membantu menentukan penyebaran tumor ke luar ginjal. - Campuran air dan zat radioopak yang dimasukkan ke dalam kandung kemih selama pemeriksaan CT scan dapat dengan jelas menggambarkan tumor kandung kemih.
Pada angiografi disuntikkan zat radioopak ke dalam arteri. Angiografi merupakan pemeriksaan yang paling invasif dan hanya dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya untuk menilai aliran darah ke ginjal. Komplikasi dari angiografi adalah cedera pada arteri dan organ di sekitarnya, reaksi terhadap zat radioopak serta perdarahan.
Venografi adalah suatu rontgen vena yang menggunakan zat radioopak. Jarang terjadi komplikasi dan biasanya hanya terbatas pada perembesan darah serta zat radioopak di sekitar tempat penyuntikan. Bisa terjadi reaksi alergi terhadap zat radioopak.
MRI scan dapat memberikan informasi mengenai massa ginjal yang tidak dapat ditampilkan oleh teknik lainnya. Bentuk suatu tumor dapat digambarkan secara 3 dimensi. Massa padat dapat dibedakan dari massa berrongga (kista), cairan di dalam kista bisa dibedakan antara perdarahan dengan infeksi. MRI juga memberikan gambaran yang sempurna dari pembuluh darah dan struktur di sekitar ginjal. Tetapi endapan kalsium dan batu ginjal akan lebih jelas terlihat pada CT scan.
Contoh Sel & Jaringan Pada biopsi ginjal, diambil contoh jaringan ginjal dan diperiksa dengan mikroskop. Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis dan untuk menilai hasil pengobatan. Biopsi jarum (memasukkan sebuah jarum melalui kulit) seringkali merupakan bagian dari penilaian pada gagal ginjal dan biopsi ginjal yang dicangkokkan seringkali dilakukan untuk mencari tanda-tanda penolakan.
Sitologi urin merupakan pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel di dalam urin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis kanker saluran kemih. Sitologi urin juga dilakukan sebagai skrining (penyaringan) kanker pada orang-orang berresiko tinggi (misalnya perokok, pekerja petrokimia dan penderita perdarahan tanpa rasa nyeri). Untuk penderita yang telah menjalani pengangkatan tumor kandung kemih ataupun tumor ginjal, sitologi dilakukan untuk evaluasi follow-up.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:45 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Kemih Thu Apr 22, 2010 2:05 pm | |
| I V P ( INTRAVENOUS PYELOGRAFI ) Pemeriksaan ini menggunakan media kontras yang disuntikkan melalui akses vena, biasanya didaerah lengan. Media kontras yang berbahan yodium biasanya digunakan dari golongan non ionik dan larut dalam air serta mempunyai tekanan osmolaritas rendah dibanding tekanan osmolaritas darah. Pemeriksaan ini memerlukan persiapan minimal sehari sebelum dilakukan pemeriksaan dengan pengaturan pola makan serta pemberian obat pencahar. Disamping itu juga perlu diperiksa keadaan fungsi ginjal terlebih dahulu melalui test darah, bila kadar kreatinin dalam darah >2 mg/dl, maka pemeriksaan ini harus ditunda atau ditiadakan. Selesai pemeriksaan maka pasien dianjurkan untuk banyak minum air biasa, yang berguna untuk mempercepat pengeluaran kontras melalui urine.
Beberapa indikasi untuk pemeriksaan ini adalah: 1. Adanya batu ginjal. 2. Infeksi pada sistim filtrasi ginjal ( pyelonephritis ). 3. Adanya darah dalam urine. 4. Adanya dugaan tumor pada saluran kencing. 5. Dan lain lain.
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 8:46 am; edited 3 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |