Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Perencanaan Keuangan Keluarga

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 8 ... 12, 13, 14
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Aug 04, 2011 6:28 am

MEMILIH ASURANSI KESEHATAN YANG TEPAT
Lusia Kus Anna | Rabu, 3 Agustus 2011 | 15:06 WIB
Kompas.com - Asuransi kesehatan bisa menjadi jaring pengaman di saat kita sakit agar hasil kerja keras selama ini tidak habis untuk membiayai perawatan medis. Untuk itu perkaya diri Anda dengan jenis-jenis asuransi yang sesuai dengan perlindungan yang diharapkan. Asuransi kesehatan terus berkembang, ada yang mengganti biaya penyakit kritis, asuransi untuk tahap awal penyakit kritis, atau yang hanya menjamin rawat inap saja. Menurut Tejasari, perencana keuangan dari Tatadana Consulting, setiap orang idealnya memiliki asuransi kesehatan, tak terkecuali anak-anak karena kecenderungan mereka untuk masuk rumah sakit lebih besar. "Selain lebih mudah sakit, para ibu biasanya gampang khawatir akan kesehatan anaknya. Demam 3 hari saja biasanya langsung di bawa ke rumah sakit," katanya. Saat ini memang terdapat pilihan asuransi yang digabung dengan investasi atau populer disebut unitlink. Akan tetapi menurut Teja, sebaiknya kita memilih asuransi kesehatan murni. "Asuransi kesehatan murni preminya lebih murah dan manfaatnya lebih tepat," imbuhnya. Asuransi kesehatan yang ada di Indonesia saat ini kebanyakan mengganti klaim biaya kesehatan sebatas yang ditentukan atau diperjanjikan. Batas penggantian bisa meliputi biaya kamar, dokter, obat, serta tindakan medis lain, dengan batas per jenis layanan kesehatan. Ada pula asuransi kesehatan yang hanya mengganti biaya kamar di rumah sakit saja sehingga nasabah masih harus mengeluarkan biaya untuk berbagai tindakan medis dan obat-obatan. "Sebaiknya pilih yang meng-cover seluruh biaya karena yang mahal itu biasanya tindakan dan obat-obatan," ungkap Teja. Sebelum menentukan besarnya premi, Teja menyarankan agar kita melakukan survei harga kamar rumah sakit yang akan kita tuju saat sakit. "Kalau saat sakit kita maunya dirawat di kamar kelas 1 ya disesuaikan saja preminya. Kalau inginnya di kamar VIP, ambil premi yang lebih tinggi," ujarnya.

Asuransi penyakit kritis
Selain asuransi rawat inap di rumah sakit, kini juga tersedia asuransi untuk penyakit-penyakit kritis, misalnya untuk serangan jantung, diabetes, kanker, dan masih banyak lagi. Menurut Teja, asuransi penyakit kritis biasanya bukan untuk mengganti ongkos perawatan di rumah sakit. "Jenis asuransi ini adalah membayarkan polis sebesar uang pertanggungan begitu nasabah terkena penyakit kritis. Dibayar lunas tapi setelah itu tidak ditanggung lagi," katanya. Ia berpendapat, asuransi penyakit kritis penting untuk mereka yang di keluarganya memiliki riwayat penyakit tertentu. Misalnya jika orangtua, kakek-nenek, atau ada saudara yang menderita kanker, maka sebaiknya kita membeli asuransi ini untuk berjaga-jaga. "Apalagi gaya hidup sekarang cenderung tidak sehat," ujarnya.

Reimburse atau kartu
Penggantian biaya perawatan kesehatan umumnya terdiri dari dua jenis, yakni lewat sistem reimburse atau kita membayar dulu baru kemudian diganti pihak asuransi, atau memakai kartu. "Yang sistem reimburse biasanya premi lebih murah. Tetapi konsekuensinya kita harus membayar lebih dulu, sementara yang sistem kartu semua sudah diurus sehingga kita tak repot," jelasnya. Untuk mencegah terjadinya klaim yang tidak dibayar, terutama yang memakai sistem reimburse, Teja menyarankan agar kita menanyakan dengan detail kepada agen asuransi kondisi apa saja yang tidak ditanggung oleh asuransi. "Jangan lupa bersikap jujur, misalnya kalau memang merokok jangan bilang tidak karena begitu kita masuk rumah sakit dengan alasan tersebut klaim kita bisa tidak dibayarkan," katanya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Tue Aug 09, 2011 10:30 am

8 TAHUN KERJA, TAK SANGGUP MENABUNG
Dini | Selasa, 9 Agustus 2011 | 09:02 WIB
KOMPAS.com — "Saya sudah bekerja selama delapan tahun dan hingga saat inikesulitan untuk menabung atau berinvestasi. Saya tidak mampu menyisakan dana dari gaji untuk mempersiapkan dana masa depan karena selalu kehabisan. Saya menyadari, gaya hidup dan pergaulan saya terlalu tinggi. Saat ini, gaji yang saya terima sebesar delapan digit dan saya selalu merasa kurang. Saya mau berubah dan mendisiplinkan diri untuk menabung dan berinvestasi." (Patrice Lambey)

Dear Patrice,
Satu hal penting dalam mempersiapkan masa depan dengan berinvestasi adalah melakukannya di depan. Jadi, apabila Anda mendapat penghasilan (gaji) sebesar 100 persen, Anda langsung sisihkan minimum 20 persen terlebih dahulu untuk investasi. Sisanya sebesar 80 persen dapat Anda gunakan untuk membayar semua kebutuhan hidup, termasuk kartu kredit dan gaya hidup. Hal penting lain, tidak menggunakan kartu kredit (terlebih untuk berutang dan membeli barang konsumtif) jika tidak memiliki dana sekarang untuk membayar lunas saat tagihannya tiba. Namun, apabila saat ini Anda masih memiliki sejumlah utang, lunasilah terlebih dahulu utang-utang tersebut (terutama utang yang berbunga tinggi) sebelum Anda memulai untuk berinvestasi. Ingat selalu "spedometer" yang ada di panel dasbor mobil, di mana pengemudi harus mengendarai mobil tersebut tidak melebihi batas kecepatan yang diperkenankan. Misalnya di spedometer tertulis 200 km/jam, pengemudi hanya boleh mencapai tingkat kecepatan 160 km/jam (80 persen). Begitu pula dengan seorang karyawan, sebaiknya mengendarai kehidupannya dengan berbelanja tidak melebihi batas kecepatan (penghasilan) yang ada. Selamat menabung!

Narasumber: Freddy Pieloor, CFP, financial planner
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Aug 25, 2011 6:47 pm

KAPAN SAAT TEPAT MEMBELI RUMAH?
Felicitas Harmandini | Dini | Kamis, 25 Agustus 2011 | 16:34 WIB
KOMPAS.com - Sirik rasanya melihat teman yang sudah memiliki rumah sendiri. Tinggal di rumah milik sendiri membuat Anda bebas membuat aturan sendiri. Bahkan orangtua yang kebetulan menginap di rumah Anda pun harus mengikuti aturan Anda. Anda juga jadi merasa tidak lagi "membuang uang" percuma dengan indekos. Tetapi, sebagai lajang Anda masih berat untuk meninggalkan gaya hidup Anda saat ini. Sepulang kantor bebas jalan-jalan sampai malam (kalau beli rumah di pinggiran Jakarta tentu harus pikir-pikir lagi jika pulang terlalu larut). Anda bebas jajan di luar, ngopi, belanja-belanja, travelling bersama teman-teman, dan lain sebagainya. Jika gaji Anda dipotong untuk cicilan rumah, Anda harus mengorbankan sebagian kecil kesenangan Anda tersebut. Jadi, kapan sebenarnya waktu tepat untuk membeli rumah? Apakah membeli sekarang merupakan langkah yang tepat? Apakah dengan gaji Anda yang sekarang, Anda mampu membelinya? Bila hal itu yang masih menjadi pertimbangan Anda, beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin dapat membantu Anda.

Bagaimana dan dimana hidup Anda beberapa tahun ke depan?
Mungkin saat ini Anda merasa lebih nyaman dengan indekos atau mengontrak rumah ramai-ramai dengan teman. Namun, bayangkan berapa uang yang akan Anda habiskan begitu saja dengan indekos di tempat yang berada di pusat kota. Bandingkan dengan cicilan rumah yang harus Anda bayarkan bila membeli rumah. Bila selisihnya tak begitu besar, lebih baik Anda membeli rumah. Uang kos atau kontrakan itu akan menjadi investasi Anda dalam bentuk rumah. Menunda membeli rumah hanya akan membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang ketika harga rumah sudah naik gila-gilaan.

Bagaimana kondisi keuangan Anda?
Ketika Anda berencana mengambil kredit pemilikan rumah di bank untuk melunasi pembelian rumah, bank tentu akan memeriksa kondisi keuangan Anda. Bank akan meminta slip gaji Anda, juga mencari tahu apakah Anda memiliki utang-utang atau cicilan lain. Intinya, bila Anda berutang ke bank, apakah hal ini akan memengaruhi kondisi keuangan Anda secara keseluruhan? Bank tentu tak ingin Anda mengalami kesulitan mencicil utang Anda. Kebanyakan bank akan menghitung rasio total utang Anda sebelum mengabulkan permohonan pengajuan utang Anda. Artinya, berapa total kewajiban utang Anda, termasuk utang kartu kredit, cicilan mobil, atau mungkin kredit tanpa agunan Anda. Total utang sebaiknya tidak lebih besar daripada 40 persen gaji kotor Anda sebulan.

Berapa kemampuan Anda?
Ada cara yang mudah dan cepat untuk mengestimasi kemampuan Anda dalam membeli rumah berdasarkan jumlah penghasilan Anda. Kalikan gaji kotor Anda selama satu tahun dengan 3,4. Misalnya gaji Anda Rp 5 juta sebulan, maka setahun gaji Anda Rp 60 juta. Jika dikalikan 3,4, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 204 juta. Beberapa pakar keuangan juga menyarankan, sebaiknya Anda tidak membayar lebih dari 32 persen gaji kotor selama sebulan untuk cicilan rumah. Anda juga masih harus membayar down payment, yang besarnya nanti akan memengaruhi besaran cicilan Anda tiap bulan.

Hitung juga maintenance rumah
Membeli rumah artinya Anda bertanggung jawab dengan semua biaya pemeliharaan atau perawatannya. Kemudian, meskipun rumah tersebut tidak langsung Anda tinggali, Anda tetap harus membayar iuran-iuran kan? Misalnya iuran sampah, iuran keamanan, dan sebagainya. Bersiaplah untuk membayar sekitar 3 persen setahun (dari harga rumah) untuk biaya pemeliharaan untuk rumah yang baru, dan tingkatkan jumlah tersebut hingga 5 persen jika Anda membeli rumah bekas.

Dapatkah Anda menutup semua biaya pembeliannya?
Ada beberapa komponen biaya yang harus Anda tanggung ketika membeli rumah. Selain membayar harga rumahnya, Anda juga harus membayar PPN (10 persen dari harga pokok rumah), biaya pengurusan surat-surat tanah (seperti Hak Guna Bangunan atau Hak Milik), biaya notaris, biaya administrasi bank, dan mungkin juga biaya survei lokasi. Setelah rumah dibeli, Anda masih butuh biaya untuk pindahan, instalasi listrik (jika misalnya Anda ingin menambah daya), perabotan, dan hal-hal kecil lain yang ternyata tak sedikit jumlahnya.

Saat membeli rumah, kondisi keuangan Anda pasti terpengaruh. Mungkin dalam bulan-bulan bahkan tahun pertama Anda akan sulit menyisihkan uang untuk hura-hura lagi. Tetapi, jangan bayangkan berapa gaji Anda yang terkuras untuk membayar cicilan rumah. Bayangkan nikmatnya memiliki rumah sendiri. Adakah yang lebih membanggakan daripada itu?
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Aug 25, 2011 6:48 pm

PENTINGNYA PASANGAN BICARA KEUANGAN
Wardah Fazriyati | wawa | Kamis, 25 Agustus 2011 | 16:01 WIB
KOMPAS.com - Pembicaraan keuangan sebaiknya dilakukan pasangan saat akan memasuki gerbang pernikahan. Bahkan penting bagi pasangan untuk membuat perjanjian pranikah perihal keuangan. Apalagi jika pasangan, masing-masing berpenghasilan. Dengan mendiskusikan keuangan, termasuk harta yang dimiliki pasangan, tanggungjawab masing-masing pihak menjadi lebih jelas. Perencana keuangan Ligwina Hananto menjelaskan, perjanjian pranikah yang menyangkut keuangan bermanfaat untuk memperjelas tanggungjawab. Baik tanggungjawab pribadi mau pun bersama. "Memilah mana harta atau utang individu mau pun harta atau utang bersama lebih dimaksudkan untuk membuat lebih jelas tanggungjawab kedua belah pihak. Membuat perjanjian pranikah menyangkut keuangan bukan berarti menjaga-jaga jika bercerai. Tujuannya lebih kepada pembagian tanggungjawab. Juga terkait pembagian warisan," tutur Ligwina dalam talkshow keuangan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mengacu pada Undang-Undang Perkawinan tahun 1974, jelas Ligwina, utang yang dihasilkan saat menikah menjadi tanggungjawab bersama. Pembicaraan dan perjanjian pasangan mengenai keuangan dapat membantu meluruskan berbagai masalah terkait utang juga harta yang dimiliki pasangan sebelum dan setelah menikah. Jadi, saat memasuki gerbang pernikahan, sebaiknya pasangan sudah bisa memilah dan membedakan mana harta pribadi, dan mana harta pasangan. Begitu pun dengan utang. Utang pribadi yang sudah ada sebelum menikah, dan utang bersama yang baru muncul ketika pasangan sudah menikah.

Pembedaan yang jelas mengenai harta dan utang pribadi atau bersama ini akan memudahkan pasangan dalam mengelola keuangan. Apalagi jika kemudian sudah mulai merencanakan warisan. Menurut Ligwina, sejumlah harta yang perlu diperjelas kepemilikannya di antaranya rumah, kendaraan, atau juga perusahaan. Jika setelah menikah, pasangan suami istri berkontribusi dalam membeli rumah, mobil, atau mendirikan perusahaan, artinya semua harta tersebut adalah harta bersama. "Pasangan perlu ngobrol dan mendiskusikan mengenai keuangan secara mendetil sebelum menikah. Jika saat mau menikah belum sempat melakukannya, bicarakan saat ini, setelah menikah, bersama pasangan," tandasnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Fri Sep 09, 2011 11:13 am

8 MITOS PERUSAK KEKAYAAN
Kamis, 08 September 2011 16:55 WIB Media Indonesia - Penulis : Retno Hemawati
UANG bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan tetapi tidak mutlak. Bahkan orang yang bekerja hanya mengejar uang justru akan merusak kemakmurannya. Simak 8 mitos yang justru akan membuat kekayaan Anda tidak menjadi seperti yang Anda inginkan.

1. Jangan Anda terperangkap dalam mentalitas kekurangan.
Berapapun uang yang Anda miliki, cukupkan. Jika Anda berpikir tentang kekurangan, Anda tidak akan memiliki energi untuk mewujudkan hal yang tepat sesuai harapan Anda. Belajarlah dari kegagalan finansial orang lain, sehingga saat tanda-tanda muncul, Anda sudah sangat waspada dan bisa mengantisipasinya.

2. Siapa bilang uang adalah kekuasaan?
Uang akan berkuasa jika Andalah yang memberikan kuasa kepadanya.

3. Cintailah apapaun pekerjaan Anda sehingga pekerjaan bisa mendatangkan kebahagiaan, sementara uang akan muncul karena Anda menjalani pekerjaan dengan baik.

4. Percayalah pada intuisi.
Sesuatu yang berisiko tinggi akan mendatangkan hasil yang baik, demikian pula sebaliknya. Kuncinya di sini adalah untuk tidak membiarkan rasa takut mencegah Anda dari mengambil risiko. Pastikan Anda berada di puncak permainan yang satu ini seprti misalnya pasar saham atau investasi jenis lainnya.

5. Bagaimana Anda berurusan dengan utang. Apakah Anda menggunakannya dengan benar dan melunasinya dengan mudah atau apakah Anda sengaja mengoleksi utang? Pastikan bahwa Anda tidak menggunakan utang untuk menyembunyikan masalah Anda sendiri atau menyembunyikan di balik sesuatu. Gunakanlah utang dengan cara yang benar dengan tujuan menciptakan keseimbangan dan memungkinkan untuk meningkatkan investasi Anda.

6. Jangan jadikan uang menjadi sesuatu yang menakutkan.
Biarkan uang menjadi pelengkap sistem energi Anda agar menjadi lebih kreatif dan juga pendukung solusi permasalahan.

7. Belanjakan lebih sedikit uang daripada penghasilan Anda.
Intinya jangan besar pasak daripada tiang.

8. Milikilah cadangan dana untuk saat-saat sulit yang tidak diduga sebelumnya.
Dana cadangan ini penting terlepas dari berapa banyak yang Anda hasilkan atau seberapa banyak utang Anda. Jika Anda tidak memiliki dana cadangan, maka sepanjang jalanmenyimpan sepanjang jalan maka Anda sedang menciptakan energi kurangnya yang hanya membangun dirinya sendiri. (Eno/OL-10)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Fri Sep 09, 2011 11:15 am

RAHASIA HIDUP HEMAT ALA NENEK
Penulis : Prita Daneswari - Media Indonesia 1 Agustus 2011
SIFAT cerewet dan hemat memang identik dengan sosok seorang nenek. Padahal bila ditilik-tilik tak ada yang salah dengan sifat tersebut. Justru kita bisa menjadikannnya sebagai acuan untuk bisa hidup lebih hemat. Berikut beberapa strategi keuangan yang terilhami dari kebiasaan para nenek yang dapat dicontoh:

1. Berkebun
Coba pikirkan lima jenis sayuran yang paling banyak Anda makan dan coba untuk menanamnya di kebun sendiri. Misalkan saja tomat, kacang, selada, dan cabai. Anda tidak memerlukan halaman yang besar, sebuah wadah juga bisa menumbuhkan sayuran itu dengan baik. Pelajari atau tanya tetanggga Anda tentang cara menumbuhkan sayuran dengan baik. Dengan begitu, Anda kan mendapatkan makanan yang tak hanya segar dan sehat tapi juga membuat anggaran belanja Anda berkurang.

2. Jangan menghamburkan uang
Menghibur diri sendiri tidak berarti harus menghabiskan biaya banyak. Cobalah cara kreatif yang tidak mengharuskan Anda mengeluarkan biaya banyak utnuk bersenang-senang. Misalkan menonton DVD bersama-sama dengan popcorn. Meski sederhana, akan jauh menyenangkan menghabiskan waktu tergelak dan mengobrol bersama-sama dalam suasana santai ketimbang harus berjalan-jalan ke mal.

3. Kaji kembali arti 'liburan'
Bagi nenek dan kakek kita, berlibur tak harus pergi ke luar negeri atau luar kota. Selama masa kanak-kanak, kebanyakan dari mereka tentu akan merasa senang berlibur hanya dengan mengunjungi kerabat. Walau tamapak simpel, pikirkan tentang hal itu. Apakah Anda memiliki teman atau kerabat yang jarang Anda temui? Pergi dan kunjungilah mereka!

4. Lakukan segalanya sendiri
Semakin banyak yang Anda lakukan sendiri semakin sedikit Anda harus membayar orang lain. Mulailah dengan memotong rumput Anda sendiri, membersihkan rumah Anda sendiri. Bila memungkinkan coba yang lebih sulit seperti meng-upgrade komputer dan ganti keran. Ini tentu akan sangat menghemat pengeluaran Anda.

5. Revitalisasi
Dari pada membeli furniture atau perlengkapan baru, coba perbarui saja yang sudah ada. Revitalisasi furniture dengan lapisan cat baru. Kunjungi toko cat dengan diskon menarik. Nilai tambah dari hal ini, Anda mungkin menemukan hidup ini lebih sederhana, lebih kuno, tapi sebenarnya lebih menyenangkan juga. (Pri/OL-06)


Last edited by gitahafas on Tue Nov 08, 2011 7:05 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Sep 11, 2011 5:57 pm

MENGELOLA KEUANGAN RUMAH TANGGA
Minggu, 11 September 2011 - 11:23 wib Okezone
RUMAH tangga yang di dalamnya ada suami, istri, dan anak-anak, merupakan unit keuangan yang terkecil. Pada dasarnya, mengelola keuangan rumah tangga sama seperti mengelola keuangan di perusahaan. Umumnya saat awal menikah, sering terjadi kesulitan mengatur keuangan rumah tangga, yang berakibat terjadi deficit cash flow pada akhir bulan. Hal ini disebabkan pengelolaan keuangan belum tertata dengan baik dan belum ada perencanaan secara komprehensif.

Buat perencaaan setahun ke depan
Pertama kali buatlah rencana anggaran bulanan selama satu tahun ke depan. Perencanaan dipisahkan antara sumber dana (aliran dana masuk, bisa berasal dari gaji, pendapatan lain-lain dari mengajar, menulis, dan lainnya) serta penggunaan dana. Pada perencanaan tersebut cantumkan rencana yang akan dilakukan sepanjang tahun. Pisahkan antara biaya operasional, biaya pengembangan, biaya sosialisasi, serta biaya tak terduga. Biaya operasional adalah biaya yang benar-benar harus dikeluarkan setiap bulannya tanpa bisa ditunda seperti: biaya listrik, air, biaya sekolah, transport, dan biaya kebutuhan bahan pokok. Biaya pengembangan adalah biaya untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi dan karier anggota keluarga seperti: biaya les computer, les bahasa Inggris, les piano, biaya untuk kuliah lanjutan, dan lainnya. Biaya ini masih bisa ditunda atau dikurangi, apabila keuangan kita terbatas. Biaya sosialisasi, antara lain; sumbangan jika teman menikah, ada yang meninggal, atau arisan. Biaya ini bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan, dan apabila keuangan terbatas pilih mengikuti arisan hanya untuk yang penting saja. Biaya cadangan diperlukan untuk menutup kebutuhan tak terduga. Seringkali keuangan kita terbatas, sehingga pos ini sering tidak ada dananya. Pembagian pos-pos tadi bisa dibuat menggunakan amplop terpisah. Bila memungkinkan dapat menggunakan rekening tabungan Bank. Bagaimana dengan kartu kredit? Kartu kredit bermanfaat sebagai pengganti uang tunai, sebaiknya penggunaan kartu kredit bermanfaat sebagai pengganti uang tunai, sebaiknya penggunaan kartu kredit disesuaikan dengan rencana anggaran. Dengan demikian tak terjadi kesulitan karena penggunaan kartu kredit yang berlebihan. Pisahkan sumber dana dan penggunaan dana

* Sumber dana
Darimana saja sumber dana akan diperoleh, apakah ada sumber dana lain selain gaji? Sebaiknya anggaran didasarkan atas sumber dana yang sudah pasti, sehingga jika ada tambahan pendapatan di luar rencana, bisa dimasukkan pada dana cadangan, yang nantinya bisa digunakan untuk investasi.

* Penggunaan dana
Memonitor secara ketat penggunaan dana sangat penting. Dan yang perlu dipahami adalah bedakan antara penggunaan untuk jangka panjang dan untuk jangka pendek. Sebagai contoh, untuk biaya operasional bulanan, dapat menggunakan dana jangka pendek yang berasal dari gaji bulanan. Namun jika ingin membeli sesuatu yang akan digunakan untuk jangka panjang, seperti mesin cuci, kulkas, televisi, furnitur, kendaraan, dan rumah, harus menggunakan dana jangka panjang. Jika berupa pinjaman, upayakan pinjaman juga berupa pinjaman jangka panjang, sehingga bisa diangsur setiap bulan dan dimasukkan dalam rencana Anggaran yang disusun. Hitung berapa angsuran perbulannya, apakah tidak akan mengganggu cash flow bulanan? Buat perkiraan account (neraca keuangan) sederhana serta cash flow-nya Untuk mengetahui posisi kekayaan kita, buat perkiraan neraca keuangan. Dari neraca keuangan kita akan mengetahui berapa harta (aktiva) yang terdiri dari: aktiva lancar (uang tunai dan dana di rekening bank yang dengan mudah dapat dicairkan), aktiva tetap (perabotan, kendaraan, rumah), serta aktiva lain-lain (di luar aktiva lancar dan aktiva tetap).

Kemudian kita hitung berapa total hutang, pisahkan hutang jangka pendek (diangsur bulanan) dan hutang jangka panjang. Selanjutnya kita bisa menghitung bahwa modal sendiri adalah total aktiva (aktiva lanca+aktiva tetap+aktiva lain-lain) dikurangi dengan total hutang. Cash flow perlu dibuat untuk mengetahui aliran uang masuk dan uang yang diperkirakan akan keluar. Dengan membuat cash flow bulanan, maka diharapkan mengurangi terjadinya kejutan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Dengan membuat perencanaan, yang kemudian dituangkan dalam cash flow yang disusun bulanan, untuk satu tahun ke depan, kita dapat menganalisis apakah pengelolaan keuangan kita wajar apa tidak. Sebaiknya cash flow didiskusikan antara suami dan istri, sehingga keduanya sepakat untuk melakukan sesuai rencana yang ditulis.


Last edited by gitahafas on Thu Nov 10, 2011 6:28 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Nov 10, 2011 6:27 am

MENUJU SEJAHTERA SEJAK USIA 20
wawa | Rabu, 9 November 2011 | 08:51 WIB
KOMPAS.com - Hidup sejahtera menjadi cita-cita banyak orang, namun boleh jadi hanya sedikit orang yang benar-benar merencanakannya. Sejak usia 20-an, setiap individu sebenarnya sudah bisa memulai perencanaan keuangan menuju sejahtera. Inilah yang sebaiknya Anda lakukan dengan penghasilan yang didapatkan sejak usia 20-an:

* Menabung 5-10 persen dari pendapatan.
* Memiliki dana darurat minimal enam kali dari biaya bulanan.
* Lakukan investasi jangka panjang, membeli rumah misalnya.
* Buka tabungan untuk dana pensiun.
* Lindungi diri dengan memiliki asuransi yang cukup seperti asuransi kesehatan, pendidikan, jiwa, dan sebagainya.

Sebelum memilih investasi untuk merencanakan keuangan jangka panjang, satu hal penting yang harus dilakukan adalah menyiapkan tabungan dan dana darurat. Selain menabung, dana darurat menjadi kebutuhan utama sebelum merencanakan kebutuhan lain. Jangan dulu berpikir investasi sebelum Anda memiliki dana darurat. Setelah itu, Anda bisa mulai merencanakan investasi dengan berbagai pilihan produk keuangan, atau investasi lainnya seperti emas batangan, properti, bisnis, dan lainnya. Untuk tabungan, langsung pisahkan dana tabungan sejak menerima gaji bulanan, bukan menyisihkannya setelah lebih dahulu membelanjakan berbagai kebutuhan bulanan. Sementara untuk dana darurat, Aidil Akbar, dalam bukunya Manajemen by Amplop, besarnya dana darurat bergantung dari sumber pendapatan, lifestyle, dan usia. Cara terbaik menentukan dana darurat dengan menghitung pengeluaran bulanan Anda, termasuk premi asuransi dan kemungkinan kondisi darurat yang mungkin terjadi, kemudian kalikan tiga. Jumlah tersebut yang minimal Anda siapkan.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Nov 10, 2011 6:28 am

MASIH BERANI BERUTANG DEMI GENGSI?
wawa | Selasa, 8 November 2011 | 15:01 WIB
KOMPAS.com — Tak sedikit orang yang kini berada dalam rentang usia 60-75 tahun hidup memprihatinkan lantaran tak bijak menggunakan uang. Demi penghargaan dari orang lain, juga prestise dan gengsi, mereka menghamburkan penerimaan saat produktif dan bahkan meminjam penerimaan masa depan dengan berutang untuk membeli barang konsumtif. Perencana keuangan, Freddy Pieloor, CFP, menggambarkan bagaimana kalangan senior ini berperilaku dan menjalani hidup dengan cara kurang bijaksana di masa lampau, dan harus membayar mahal di masa kini. Keadaan mereka saat ini berbanding terbalik dengan kehidupan saat mereka bekerja. Bukan sejahtera, melainkan justru menderita.

Dulu, mereka tinggal di rumah mewah di daerah elite. Namun kini, mereka tidak punya rumah. Dulu, mereka juga memiliki beberapa mobil keluaran terbaru dan mampu membeli makanan apa saja, serta di resto mana saja mereka suka. Mereka juga sering keluar masuk kafe atau coffee shop ternama di mal terkemuka. Mereka mengenakan pakaian model terkini dan menenteng tas LV teranyar. Mereka mampu membeli segalanya dan menikmatinya. Namun kini, mereka hidup bergantung dari belas kasihan orang lain.

Freddy menganalisis, kehidupan gemerlap yang tak ditemui saat usia semakin bertambah dan tak lagi produktif terjadi karena orang-orang ini menyandarkan hidup pada apa yang orang lain pikirkan tentang diri mereka. Ia menambahkan, orang-orang ini hidup dengan standar orang lain. Mereka haus akan penghargaan dan pujian orang lain, akan apa yang mereka miliki dan kenakan. Hidup mereka bergantung pada benda dari luar yang menempel pada diri mereka. Agar tak terjebak pada pola hidup seperti ini, Freddy menyarankan, hiduplah dengan standar diri Anda sendiri, dengan sederhana dan bijaksana. Manfaatkan segala penerimaan hari ini untuk kebutuhan masa depan dan hidup hari ini. Sisihkan setiap penerimaan atau pendapatan untuk membayar biaya hidup masa depan, minimal 20 persen, dan sisanya silakan saja Anda habiskan. Bila Anda tak memulai merencanakan keuangan seperti ini, Anda akan membayar mahal di masa depan.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Mon Nov 28, 2011 1:53 pm

10 CARA MENAMBAH PENGHASILAN DIRUMAH
Wardah Fazriyati | wawa | Senin, 28 November 2011 | 11:15 WIB
KOMPAS.com - Ibu rumah tangga juga bisa berkontribusi menambah penghasilan keluarga. Jika tak suka menjadi reseller atau menjual produk tertentu seperti kebanyakan bisnis sampingan kaum ibu, Anda bisa berpenghasilan dari rumah dengan sejumlah cara lain. Manfaatkan keterampilan yang Anda miliki untuk menjalankan beberapa ide bisnis dari rumah ini.

1. Desain grafis
Anda suka mengutak-atik gambar dengan photoshop? Atau bahkan Anda punya latar belakang pendidikan desain grafis atau komputer misalnya. Jika pun tidak, Anda bisa memelajari cara mengaplikasikan fitur photoshop di PC atau laptop Anda. Manfaatkan talenta Anda dengan Photoshop untuk menciptakan bisnis sendiri. Dengan keterampilan Photoshop, Anda bisa merancang desain banner atau logo iklan, kartu nama, atau berbagai produk berbasis digital lainnya untuk berbagai acara, seperti kelahiran, ulang tahun dan lainnya. Untuk memulai bisnis ini, lakukan sejumlah langkah awalnya:
* Promosi melalui forum dengan cara tak langsung, misalnya, ganti signature profil Anda dengan link website perusahaan desain grafis yang Anda dirikan.
* Lakukan barter dengan website di bidang advertising.
* Bagikan kartu nama Anda kepada sasaran langsung.
* Kumpulkan kartu nama orang lain, lalu hubungi mereka, dan tawarkan untuk membuatkan kartu nama dengan gratis biaya desain.

2. Desain website
Jika Anda memiliki keterampilan mendesain website, manfaatkan celah bisnis potensial ini. Banyak orang mencari jasa perancang website dengan harga terjangkau, karena banyak orang yang ingin memiliki website sendiri namun tak tahu cara membuatnya. Berikut beberapa langkah untuk memulainya:
* Kembangkan beberapa website yang ditawarkan gratis, sebagai cara berpromosi agar orang lain terhubung langsung ke website perusahaan Anda.
* Bangun jejaring dengan ibu yang bekerja dari rumah, dan tawarkan jasa Anda.
* Buatkan desain website untuk teman atau keluarga Anda, lalu hubungkan langsung website mereka dengan situs perusahaan Anda.
* Hubungi pemilik usaha kecil di sekitar Anda, dan tawarkan jasa desain website milik Anda.

3. Penitipan anak
Anda bisa mendirikan jasa penitipan anak secara mandiri, sekaligus mencarikan teman untuk anak Anda di rumah. Langkahnya:
* Mencari informasi dari teman atau keluarga, terutama para ibu bekerja, yang membutuhkan jasa penitipan anak.
* Beriklan di media cetak lokal atau di yellow pages.
* Sebarkan flyer di sekitar tempat tinggal Anda, terutama pusat perbelanjaan.

4. Penulis lepas
Jangan sia-siakan kemampuan menulis Anda. Selain media massa, penerbit buku juga membutuhkan penulis baru yang segar dan bertalenta. Mulailah mengasah kemampuan menulis Anda secara lebih serius dan berpenghasilan darinya dengan cara:
* Berjejaring dengan media massa dan penerbit buku, cari informasi dari mereka mengenai kebutuhan penulis. Untuk media cetak, seperti surat kabar atau majalah, tanyakan apakah mereka membutuhkan jasa kontributor. Celah ini dapat Anda manfaatkan untuk memulai menulis rutin dari rumah.
* Kirimkan email kepada sejumlah situs internet, dan tanyakan apakah mereka tertarik untuk membeli artikel Anda yang terkait dengan perusahaan mereka. Lampirkan biodata diri dan contoh tulisan Anda.
* Jual artikel Anda melalui website yang menyediakan jasa pembelian artikel.

5. Mengajar privat
Jika Anda berpengalaman sebagai pengajar, dan memiliki keterampilan lain di musik misalnya, Anda dapat menawarkan diri untuk mengajar privat. Langkahnya:
* Kirim surat penawaran atau hubungan pihak sekolah di dekat tempat tinggal Anda, dan tawarkan jasa mengajar privat untuk beberapa bidang.
* Beriklan lah di surat kabar lokal.
* Hubungi komunitas homeschooling di sekitar Anda dan tawarkan jasa mengajar privat ini.

6. Bisnis kerajinan
Keterampilan Anda menjahit, membuat kerajinan, atau berbagai hobi lainnya dapat menjadi prospek bisnis menguntungkan. Mulailah berbisnis dengan cara ini:
* Miliki akun ebay, lalu jual produk kerajinan buatan Anda dari sini.
* Jual produk kerajinan Anda di berbagai bazaar atau event belanja di sekitar tempat tinggal Anda.
* Buat kartu nama, dan sebarkan di tempat-tempat yang layak dan sesuai sasaran.
* Buat flyer berisi ide hadiah dari produk kerajinan, dan sebarkan jelang musim liburan atau perayaan tertentu.
* Kumpulkan daftar nama pelanggan. Kumpulkan juga daftar hari ulang tahun dan hari jadi pernikahan kerabat, teman, kenalan dan tawarkan mereka produk kerajinan Anda sebagai hadiah.

7. Coaching
Coaching menjadi industri baru yang potensial. Banyak orang membutuhkan coaching untuk sukses dalam kehidupan pribadinya, dan meraih kebahagiaan. Seorang coach membuka dirinya untuk dihubungi melalui email dan telepon untuk membantu klien mencapai sukses dan meraih impiannya. Cara memulai bisnis ini di antaranya:
* Ikuti training untuk menambah keilmuan Anda.
* Tulis artikel yang mempromosikan bisnis coaching Anda, dan sertakan pertautan langsung ke website Anda.
* Tawarkan sesi perkenalan tanpa dipungut biaya kepada klien potensial Anda.

8. Fotografi
Hobi fotografi, yang juga disertai pengalaman Anda memotret berbagai objek menghasilkan banyak stok gambar yang bisa diperjualbelikan. Tawarkan stok foto Anda kepada perusahaan yang bergerak di bidang fotografi. Langkah awalnya:
* Mulailah menggali pasar segmen tertentu, seperti fotografi hewan peliharaan misalnya. Lalu buat flyer dan sebarkan ke komunitas terkait.
* Sebarkan kartu nama Anda kepada keluarga, ibu dengan anak yang fotogenik, atau ibu hamil, jika Anda fokus pada jasa fotografi ibu-anak misalnya.
* Jual foto Anda kepada situs stok fotografi. Cari informasi mengenai jual-beli stok foto melalui internet.

9. Konten video
Video menjadi tren terkini terutama dengan maraknya penggunaan media online. Keterampilan Anda dapat menjadi sumber penghasilan, dengan cara memvideokannya dan menjualnya melalui website yang memberikan jasa tutorial, misalnya memasak, merajut, renovasi rumah, dan lainnya. Berikut tips-nya:
* Hubungi website penyedia jasa tutorial via video melalui email. Kerajinan, memasak, dan keterampilan lainnya dapat menjadi konten untuk website penerbit video.
* Ciptakan sendiri video tutorial, dan promosikan diri Anda sebagai ahli di bidang tertentu, misal video kelas menjahit, memasak dan berbagai keahlian spesifik lainnya.

10. Blogging
Menulis blog juga dapat menjadi mata pencaharian. Banyak contoh nyatanya, sebuah blog berhasil menarik perhatian perusahaan besar dan menggandeng blogger untuk bekerjasama dengannya. Anda juga bisa menawarkan tulisan di blog Anda kepada perusahaan terkait dengan konten tersebut. Caranya, perkuat jejaring dengan berbagai pihak yang membutuhkan jasa blog. Bahkan saat ini, penerbit buku juga tertarik menerbitkan tulisan di blog, yang menarik, untuk dijadikan buku.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Wed Jan 18, 2012 7:23 pm

AYO, BERHITUNG MENGENAI MASA DEPAN
Wardah Fazriyati | wawa | Kamis, 15 Desember 2011 | 19:43 WIB
KOMPAS.com — Anggapan bahwa laki-laki merupakan kepala rumah tangga harus diakui masih mengakar dan membudaya. Namun, perempuan berada di baliknya, yang memiliki kuasa menggerakkan kepala. Perempuan punya andil besar mengambil keputusan dalam berbagai hal, mulai dari memilih tempat tinggal hingga keputusan finansial. Karena itu, penting bagi perempuan untuk teredukasi dengan baik dan memahami setiap keputusan yang diambilnya. Pasalnya, setiap keputusan kecil yang Anda ambil, punya dampak masa depan. Konsekuensi atas setiap keputusan yang diambil, bukan sekadar harus dihadapi dengan bijak, tetapi juga bisa dipersiapkan dengan baik. "Banyak orang punya keinginan, seperti memiliki rumah, liburan, memberangkatkan orangtua pergi haji, dan lainnya. Namun, mereka tak mengetahui berapa nilainya dan kebutuhannya," kata Fibriyani Elastria, Vice President Corporate Branding, Marketing & Communication PT Asuransi Jiwa Sequislife, dalam talkshow "Superwoman Rocks!!!" di Largo Cafe, Kemang, Jakarta, Kamis (15/12/2011). Menabung menjadi pilihan paling awam dalam mempersiapkan keuangan untuk mencapai keinginan. Namun, menabung saja takkan cukup. "Ada faktor inflasi dan bunga yang harus diperhitungkan. Dengan inflasi rata-rata 6 persen, bunga 4 persen, nilai tabungan akan terus berkurang," jelas perempuan yang akrab disapa Fibri ini.

Keputusan kecil berdampak besar
Apa yang akan Anda lakukan dengan dana likuid Rp 300.000 per bulan? Tentu, setiap perempuan punya pilihan, untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Anda berhak menggunakan atau membelanjakan uang dari pernghasilan Anda sendiri. Anda boleh bermanja di spa, minum kopi bareng sahabat untuk mengusir lelah dan penat dari rutinitas pekerjaan, apa pun gaya hidup yang memberikan kenikmatan tersendiri bagi Anda. Namun, apakah Anda menyadari sepenuhnya konsekuensinya? Memahami dampak dari setiap keputusan kecil yang diambil setiap harinya, dari uang Anda? "Perempuan harus menikmati hidup karena banyak tekanan yang dihadapinya, dengan menjalani banyak peran, sebagai istri, ibu, juga profesional. Tapi, perempuan juga harus teredukasi dalam membuat keputusan dan tahu betul dampak dari setiap keputusan yang diambilnya jika ingin menjadi superwoman yang sebenarnya," kata Fibri. Perempuan harus memiliki pengetahuan dan fakta sebelum membuat keputusan, sekecil apa pun, apalagi menyangkut finansial. Keputusan finansial, termasuk saat merencanakan keuangan jangka panjang untuk kebaikan di masa depan, dapat diperhitungkan saat ini, jelas Fibri. "Dengan begitu, rencana keuangan lebih realistis, dan perempuan lebih mudah menentukan prioritas," lanjutnya.

Contohnya, jika saat ini usia Anda 25 tahun, dan menyisihkan uang Rp 300.000 per bulan untuk investasi, Anda dapat mempersiapkan keuangan senilai Rp 5,4 miliar pada usia 55 tahun, saat Anda tak lagi produktif atau memasuki masa pensiun. Nilai ini didapatkan dengan memperhitungkan tingkat suku bunga sekitar 19 persen per tahun, dengan masa waktu investasi 10 tahun. "Ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi banyak orang yang tidak tahu dampak besar menyisihkan Rp 300.000 per bulan," kata Fibri. Ia menambahkan, perhitungan seperti ini dapat dilakukan siapa saja dengan menggunakan financial calculator yang tersedia di www.sequislife.com. Uang Rp 5,4 miliar bisa bertambah atau bahkan berkurang, tergantung di usia berapa Anda mulai melek berinvestasi. Waktu dan mindset merupakan faktor penting terkait investasi, kata Fibri. Jika Anda mulai memutuskan berinvestasi jangka panjang sedini mungkin, dampaknya dapat Anda nikmati di masa depan. Pada 5-20 tahun ke depan, Anda menjadi orangtua mandiri, tak menggantungkan hidup pada anak atau orang lain. Bukankah membahagiakan, rasanya, jika Anda menjadi orangtua yang membebaskan anak dari tanggung jawab membiayai hidup orangtuanya? Bukankah menyenangkan rasanya jika Anda turut meringankan kehidupan anak-anak Anda di masa mendatang? Meski anak Anda mampu membiayai hidup orangtua, tetapi bukankah mereka juga memiliki tanggung jawab besar atas hidup dan keluarganya?

Belum terlambat jika Anda mulai berinvestasi saat ini, ketika usia tak lagi muda. Meskipun, memang, semakin bertambah usia, akan berbeda nilai yang didapatkan, meskipun Anda menggandakan dana investasi dari Rp 300.000 menjadi Rp 600.000 misalnya. Sebagai contoh, jika Anda berinvestasi di usia 30 tahun, dengan dana Rp 600.000, rencana pensiun usia 55, dengan tingkat suku bunga 19 persen per tahun, nilai investasi Anda dalam 25 tahun adalah Rp 4,2 miliar, lebih rendah jika dibandingkan dengan investasi yang dimulai sejak dini (usia 25 tahun dengan jangka waktu investasi 30 tahun). "Uang Rp 300.000 per bulan, sama dengan dua kali minum kopi di kafe senilai Rp 75.000 per minggu," kata Fibri, membandingkan dampak dari keputusan kecil yang Anda ambil dalam kehidupan sehari-hari.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Mon Jan 23, 2012 7:25 pm

8 KIAT MERENCANAKAN PENSIUN INDIVIDU
Wardah Fazriyati | wawa | Sabtu, 21 Januari 2012 | 17:10 WIB
KOMPAS.com - Bukankah menyenangkan rasanya jika Anda turut meringankan kehidupan anak-anak Anda di masa mendatang, dengan memiliki kemampuan finansial untuk mencukupi berbagai kebutuhan di masa pensiun, belasan atau puluhan tahun ke depan? Anda dapat memulai menyiapkan rencana pensiun individu sedini mungkin, sejak usia masih produktif. Penggagas Diet Utang dalam Oprah Show, Ellie Kay menuliskan sejumlah cara menyiapkan pensiun berikut ini, dalam bukunya 1/2 Price Living:

1. Mulailah berinvestasi.
Mulailah mencari dan menggali informasi selengkap-lengkapnya mengenai investasi. Pilih produk investasi yang tepat sesuai kemampuan dan kebutuhan Anda. Tak ada kata terlambat. Jika saat ini Anda belum memiliki satu pun produk investasi, tak apa, jangan ragu untuk segera memulai berinvestasi sesuai dengan profil risiko Anda. Ukur profil risiko Anda, apakah Anda tergolong risk taker atau konvensional?

2. Berhemat.
Banyak keluarga yang melakukan penghematan dengan memotong berbagai pengeluaran dan mengalihkannya untuk menambah tabungan pensiun. Anda perlu memiliki tujuan keuangan dan membuat prioritas, dengan begitu Anda mampu merencanakan finansial untuk masa depan.

3. Alokasi dana.
Cobalah menyisihkan sebanyak mungkin uang ke dalam rencana pensiun Anda. Alokasikan 15-20 persen dari pendapatan Anda untuk menambah tabungan pensiun ini.

4. Bisnis rumahan.
Anda juga bisa mulai mempertimbangkan membangun bisnis rumahan saat usia masih produktif untuk menyiapkan masa pensiun nanti.

5. Pasang target.
Saat Anda sudah memutuskan berinvestasi, tetapkan sasaran setinggi-tingginya. Pantau terus portofolio investasi Anda setiap kuartal. Dengan begitu Anda dapat mengelola investasi Anda untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar kapan pun memungkinkan.

6. Memaksimalkan fungsi rumah.
Jika memungkinkan, Anda dapat memaksimalkan penggunaan rumah dengan cara menyewakan salah satu kamar untuk kos mahasiswa atau karyawan misalnya. Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan menabung keuntungannya untuk masa pensiun Anda.

7. Hidup sederhana.
Seringkali, penting untuk menjalani gaya hidup yang tidak terlalu mewah saat ini supaya bisa lebih menikmati masa pensiun di kemudian hari.

8. Jual aset.
Jika Anda memiliki aset yang tidak menghasilkan pemasukan atau pertumbuhan nilai, seperti tanah kosong, jual saja aset tersebut. Sebaiknya Anda berinvestasi di aset aktif yang menghasilkan pendapatan.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Tue Feb 07, 2012 8:59 pm

AGAR GAJI TIDAK GAMPANG HABIS
Rabu, 01 Pebruari 2012 11:52 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, 'Wah, gaji saya sih, lima koma sekian. Maksudnya, sudah tanggal lima, langsung koma...'' Atau, ''Duh, gaji itu seperti siklus menstruasi ya. Datangnya sebulan sekali, tujuh hari sudah selesai.'' Mungkin, Anda sering mendengar kalimat-kalimat ini. Reaksi Anda? Tertawa keras, tersenyum saja, atau berwajah kecut? Semuanya tergantung pada bagaimana Anda mengatur keuangan. Ketika tidak ada masalah dalam urusan finansial, tentu saja, Anda tidak perlu khawatir dengan kondisi keuangan Anda. Namun, kalau ternyata Anda juga cukup kalang kabut ketika harus menangani keuangan keluarga atau pribadi, ada baiknya ikuti tips berikut dari seorang perencana keuangan AS. Berikut trik untuk menangani gaji atau penghasilan agar tidak keburu habis sebelum waktunya:

Waspadai pengeluaran dalam jumlah kecil
Pengeluaran dalam jumlah besar biasanya selalu kelihatan. Namun, lain halnya dengan pengeluaran kecil yang terasa. Bayangkan, bila dikumpulkan pengeluaran kecil seperti dana untuk gaya hidup, ngopi di kafe, atau nonton film ternyata bisa besar juga. Anda dapat mulai membenahi keuangan dengan mewaspadai pengeluaran kecil ini. Bila Anda memasukkan dana untuk makan malam di resto atau ngopi di kafe dalam tabungan, siap-siap saja terkejut. Ternyata, jumlahnya lumayan signifikan.

Singkirkan 'kesenangan' yang tidak penting
Berlangganan televisi kabel, jadi anggota klub fitnes terkenal, atau ikut dalam klub golf bergengsi? Asyik memang. Pertanyaannya, apakah Anda sanggup membayar semua keanggotaan itu? Bila jawabannya tidak, siap-siap menghilangkan semuanya dalam daftar pengeluaran bulanan. Anda harus mengecek lagi seluruh pengeluaran agar sesuai dengan kantong.

Bayar lunas utang kartu kredit
Satu hal yang perlu diingat ketika memiliki kartu kredit. Dana di dalamnya bukanlah pemasukan untuk Anda. Punya kartu kredit adalah pengeluaran yang harus segera dibayarkan. Jadi, ketika menggunakan kartu kredit, kalau memungkinkan bayar lunas ketika tagihan datang. Maklum saja, bunga kartu kredit sangat mencekik. Anda boleh jadi akan terlilit utang seumur hidup bila tak pandai-pandai berstrategi menggunakan kartu kredit. Bila Anda memang sudah masuk dalam jeratannya, konsultasilah dengan pihak penerbit kartu kredit agar dapat bernegosiasi soal pembayaran.

Mulai berinvestasi
Beres mengatur pengeluaran plus berhasil 'menjinakkan' utang kartu kredit, inilah saatnya untuk mulai berinvestasi. Seperti yang diungkap Warren Buffet, investor dan pengusaha besar AS, investasi seperti diet. Mudah dipahami, tapi sulit dilakukan. Untuk Anda yang mulai bisa menyisihkan gaji dalam jumlah tertentu atau katakanlah menyiapkan dana 'menganggur', mulai pikirkan untuk berinvestasi. Dengan begitu, uang yang akan bekerja untuk Anda, bukan Anda bekerja untuk uang. Jadilah, investor yang cerdas.

Selamat mengelola gaji...
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Mar 29, 2012 1:50 pm

TIPS MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA
RABU, 28 MARET 2012 | 19:09 WIB
TEMPO.CO, Jakarta -Berikut adalah tips pengelolaan keuangan keluarga sederhana yang sering diberikan oleh perencana keuangan keluarga.

1. Pertama-tama ajaklah anggota keluarga lain untuk bersama-sama membuat daftar kebutuhan selama sebulan.

2. Melakukan analisa yang teliti lalu lakukan pemisahan mana yang merupakan nice to have dan mana yang merupakan needs (kebutuhan yang tak dapat dihindari).

3. Apabila Anda terlanjur berutang dengan cicilan yang melebihi 20 persen dari total penghasilan (pemasukan) keluarga. Maka sebaiknya Anda perlu membicarakan dengan pemberi kredit untuk menjadwal ulang utang itu. Apabila tak memungkinkan, maka carilah pinjaman dengan bunga yang lebih rendah untuk melunasi utang berbunga tinggi. Yang perlu diingat, selama cicilan Anda masih sama dengan atau lebih besar dari 20 persen, sebaiknya Anda jangan melakukan pembelian kredit atau berutang lagi.

4. Pisahkan 40 persen untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila 40 persen dari penghasilan tidak mencukupi, berpikirlah kreatif apa lagi yang dapat dihemat; misalnya menghemat penggunaan listrik, mengubah kombinasi menu makan sehari-hari.

5. Pisahkan 20 persen untuk kebutuhan pribadi.

6. Menabung secara disiplin 20 persen. Tabungan harus disetorkan ke rekening pada awal bulan, selambat-lambatan 1 x 24 jam setelah penghasilan diterima. Jika Anda tidak perlu mencicil pembayaran utang, maka dapat ditabung dan bila telah cukup dapat digunakan untuk membeli sesuatu yang termasuk nice to have.

7. Sebaiknya harus menjunjung tinggi komitmen dan sikap konsistensi.
Back to top Go down
View user profile
 

Perencanaan Keuangan Keluarga

View previous topic View next topic Back to top 
Page 14 of 14Goto page : Previous  1 ... 8 ... 12, 13, 14

 Similar topics

-
» kisah keluarga pembohong
» Komunikasi keluarga tangani masalah remaja
» Perencanaan Keuangan Keluarga
» ritual / adat / kepercayaan/ org kdm ketika mengurus saudara atau keluarga meninggal
» Kekurangan dan KEgagalan Sri Mulyani terlihat,balik Ke INdonesia?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-