|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:39 pm | |
| AGAR ANAK TERBIASA MAKAN PAGI Selasa, 27 Juli 2010, 09:01 WIB Pipiet Tri Noorastuti VIVAnews - Sarapan sangat penting sebagai sumber energi sebelum memulai aktivitas harian yang menyita tenaga dan pikiran. Tak hanya bagi anak, makan pagi juga baik untuk orang dewasa. Namun, membiasakan anak sarapan ternyata bukan perkara mudah. Diperkirakan, hanya sekitar 40 persen anak yang terbiasa menyantap makanan pagi setiap hari. Jika anak-anak termasuk anak yang sulit untuk sarapan, jangan putus asa. Ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan sehingga membuat sarapan menjadi kegiatan rutin yang menyenangkan.
Bangunkan anak lebih pagi Beberapa anak enggan sarapan karena mereka merasa tidak lapar saat bangun. Bisa juga, anak menghindari sarapan karena hanya memiliki sedikit waktu ekstra antara bangun, sarapan hingga berangkat sekolah. Ada baiknya mempercepat waktu tidur dan membangunkan mereka 15-20 menit lebih cepat pagi harinya. Sehingga tiap orang punya waktu lebih panjang di pagi hari dan bisa menghabiskan sarapan tanpa terburu-buru.
Tanya menu sarapan mereka Hampir semua anak tak menyukai sarapan. Minta anak-anak Anda menyebut menu yang ingin mereka santap esok hari. Agar mereka merasa dilibatkan, atur anak bergiliran membantu mengambil sarapan atau jus buah.
Jadikan sarapan sebagai permainan Jika sarapan menjadi sesuatu yang menantang, mengapa tak menjadikannya sebagai sebuah permainan saja? Berikan poin bagi anak yang lebih dulu dapat menghabiskan sarapan dan berikan hadiah kecil bila mereka telah mengumpulkan sejumlah poin. Hadiahnya bisa berupa kue coklat, chip muffin stoberi saat akhir pekan.
Variasikan jenis makan Seringkali anak-anak bosan dengan jenis makanan yang itu-itu saja. Sesekali Anda perlu membuat sarapan yang berbeda dan menyiapkan makanan 'asing'. Pilih daftar bersama-sama makanan yang berasal dari beberapa negara tertentu untuk mencoba rasa baru. Dan, pastikan anak-anak memperoleh kejutan dan lauk pauk yang makin beragam. Bila Anda kehabisan ide, cari berbagai menu makanan dari buku.
Jadikan sebagai camilan Meskipun sarapan sangat penting, jangan terlalu memaksakan diri bahwa sarapan hanya bisa di atas meja. Sereal bisa dijadikan camilan atau membuat rangkaian sereal sebelum memakannya. Sereal juga tak harus dimakan bersama susu, tetapi bisa bersama yogurt atau jus buah.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 10:23 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:45 pm | |
| KENAPA ANAK KECIL TIDAK SUKA SAYURAN? Rabu, 20/01/2010 16:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Makanan apa yang paling dijauhi anak kecil? Sebagian besar pasti akan menjawab sayuran. Padahal sayuran adalah sumber serat yang dibutuhkan. Apa penyebab anak tak suka sayuran? Anak-anak sebenarnya memiliki selera yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa, ini sebabnya anak kecil lebih kuat dalam mengenal suatu rasa. Diperkirakan sekitar 50 persen lebih anak kecil tidak menyukai sayuran. Beberapa psikolog dan ahli gizi mengklaim hal ini disebabkan anak kecil tidak mendapatkan rasa yang enak dari makanan tersebut. Orangtua yang memiliki kebiasaan makan buruk akan menularkannya pada anak. Umumnya orangtua yang tidak makan sayuran, anaknya pun akan tidak menyukai sayuran. Tapi hanya beberapa kasus saja yang seperti itu.
Penelitian yang dilakukan di Monell Chemical Senses Center, Philadelphia didapatkan bahwa anak-anak memiliki keengganan terhadap rasa pahit. Karenanya anak kecil lebih suka rasa manis dibandingkan dengan rasa pahit. Seperti dikutip dari Nutrition, Rabu (20/1/2010) penelitian baru ini juga menemukan sebuah gen TAS2R38 yang kemungkinan bertanggung jawab terhadap ketidaksukaan anak pada sayuran. Kepekaan terhadap rasa pahit ini bervariasi tergantung dari varian gen yang dimiliki. Penelitian ini melibatkan 143 anak dan ibunya, didapatkan lebih dari 79 persen anak-anak memiliki 1 atau 2 gen yang sensitif terhadap rasa pahit. Anak-anak lahir dengan memiliki lebih dari 10.000 sensor pengecap. Seiring berjalannya waktu pengecap ini makin lama akan berkurang hingga saat dewasa hanya memiliki 3.000 pengecap. Sehingga rasa sayuran atau makanan lain akan lebih kuat terasa oleh anak-anak dibanding orang dewasa.
Jika anak tak suka sayuran, maka orangtua harus kreatif dalam mengolahnya agar rasa sayuran tidak terlalu dominan. Orangtua bisa mencampurkan irisan kecil tomat, wortel, paprika atau sayuran lain dalam nasi goreng atau spaghetti. Cara lainnya adalah memasukkan sayuran ke dalam campuran adonan roti isi dengan memblendernya terlebih dahulu agar bentuknya tersamarkan, atau mengikutsertakan anak dalam menyiapkan makanan dan memintanya memasukkan beberapa potong sayuran ke dalam makanan tersebut. Sayuran merupakan salah satu sumber serat yang juga dibutuhkan oleh anak-anak, jangan memaksanya jika anak tidak mau karena anak akan semakin kuat memberikan penolakan. Berilah contoh cerita yang menunjukkan betapa pentingnya sayuran bagi tubuh serta cobalah untuk mengonsumsi sayuran secara bersama-sama dengan orangtua.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 5:49 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:47 pm | |
| YOGHURT CEGAH KERUSAKAN GIGI ANAK Selasa, 08/06/2010 09:01 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Tokyo, Yoghurt yang merupakan produk fermentasi susu atau kedelai tak hanya baik bagi sistem pencernaan, tetapi juga untuk kesehatan gigi. Konsumsi yoghurt secara teratur dapat memangkas risiko kerusakan gigi pada anak. Mengonsumsi yoghurt setidaknya empat kali dalam seminggu dapat mengurangi 22 persen risiko anak mengalami kerusakan gigi pada saat berusia 3 tahun, dibandingkan dengan anak yang hanya konsumsi yoghurt kurang dari seminggu sekali. Temuan yang telah dipublikasikan dalam Journal of Dentistry ini, berasal dari studi Jepang yang sedang menyelidiki klaim sebelumnya yang menyatakan bahwa produk susu umumnya menangkal kerusakan gigi pada anak. Sementara produk susu lain seperti mentega, keju dan susu tampaknya tidak memiliki manfaat besar pada gigi. Konsumsi yoghurt justru dapat memberikan perlindungan yang besar pada gigi anak-anak.
Belum diketahui persis mengapa yoghurt dapat memberikan perlindungan pada gigi anak. Tetapi satu teori menyatakan bahwa yoghurt mengandung protein yang ‘mengikat’ di permukaan gigi dan menyegel gigi terhadap serangan asam yang berbahaya. Segel yang dimaksudkan adalah kalsium dan fosfat, yang membuat email gigi tidak rusak dari waktu ke waktu. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Fukuoka University dan University of Tokyo, mendukung penemuan sebelumnya yang dilakukan ilmuwan Australia.
Dalam penelitian terbaru, peneliti Jepang mengamati 2.000 anak usia tiga tahun dan orangtua ditanyai tentang kebiasaan makannya. Setiap anak juga melakukan pemeriksaan gigi untuk menilai kondisi giginya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara yoghurt dan pencegahan kerusakan gigi, tetapi hasil ini tidak berlaku bagi produk susu lainnya. "Konsumsi yoghurt tinggi dapat dikaitkan dengan prevalensi kerusakan gigi yang rendah pada anak kecil," tulis peneliti dalam laporan hasil studi, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (8/6/2010).
Namun, direktur eksekutif British Dental Health Foundation, Dr Nigel Carter, memperingatkan bahwa harus diingat banyak yoghurt yang beredar di pasaran dunia mengandung tambahan gula. Bila frekuensi makan makanan yang mengandung gula meningkat, maka jelas dapat menyebabkan peningkatan kerusakan gigi. Pekan lalu, para pakar Inggris juga memperingatkan bahwa orang dewasa yang tidak menyikat gigi dua kali sehari akan mengalami peningkatan risiko penyakit jantung. Diperkirakan bahwa peradangan di dalam tubuh, termasuk gusi, dapat meningkatkan kemungkinan penyumbatan arteri yang mengacu pada penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 5:42 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:48 pm | |
| SI KECIL MUNTAH SAAT MAKAN Jumat, 20/08/2010 15:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Saat diberi makan terkadang si kecil justru memuntahkan makanannya baik secara sengaja atau tidak. Saat kondisinya seperti itu orangtua akan bingung apakah harus menghentikan makannya atau melanjutkan makan kembali. "Orangtua harus mempertimbangkan terlebih dahulu apa penyebab anaknya muntah saat makan apakah karena anak kekenyangan atau tidak suka dengan makanan yang diberikan. Kondisi ini biasanya paling sering terjadi saat anak mulai diperkenalkan dengan jenis makanan baru," ujar dr Rifan Fauzie, SpA, saat dihubungi detikHealth, Jumat (20/8/2010).
Lebih lanjut Fauzie menambahkan jika penyebabnya adalah karena si kecil kekenyangan, misalnya baru habis minum susu dan jaraknya terlalu dekat sehingga lambung masih penuh maka sebaiknya dihentikan. Tapi jika bukan karena kekenyangan, maka orangtua bisa tunggu beberapa saat sampai anak tersebut tenang kembali dan mulai memberikannya makan lagi. Karena bisa jadi anak muntah akibat ada gangguan saat menelan, bayi tidak suka dengan rasa atau makanannya sehingga dengan sengaja dimuntahkan. Mengenai porsi makan yang harus diberikan bisa saja sama dengan porsi sebelumnya jika memang anak tidak mengalami keluhan lain, namun pemberiaannya harus secara perlahan-lahan. Satu hal yang pasti jangan memaksakan atau menjejalkan makanan pada anak, karena hal ini bisa menimbulkan trauma dan bisa saja anak akan selalu menangis setiap kali akan disuapi makanan.
"Kalau anak muntahnya hanya sesekali saja ya nggak apa-apa. Tapi kalau kejadianya berulang atau setiap kali anak makan, maka harus dievaluasi lebih lanjut karena jangan-jangan ada sesuatu," ujar dokter yang berpraktek di RSAB Harapan Kita, Jakarta. Fauzie menuturkan jika anak terlalu sering muntah saat makan, makanan baru masuk lambung sudah muntah kembali atau berat badan anak tidak naik-naik, maka hal ini sudah patut dicurigai. Karena bisa saja anak memiliki masalah pencernaan, infeksi saluran pernapasan atas yang akut atau infeksi pada saluran pencernaannya.
Selain itu orangtua seringkali mengaitkan anak yang muntah saat makan akibat masuk angin. Padahal dalam ilmu kedokteran tidak ada istilah masuk angin, dan itu hanya istilah awam saja. "Gejala masuk angin seperti mual dan muntah bisa jadi sebagai tanda awal dari suatu penyakit, baik penyakit yang ringan ataupun berat. Karenanya orangtua harus memastikan terlebih dahulu apa penyebabnya," ungkapnya.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 5:48 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:50 pm | |
| "KUNYAH DULU, BARU TELAN YA" Sabtu, 14 Mei 2011 - 11:07 wib Okezone KENDATI sudah berumur 1,5 tahun, namun Arka masih mengonsumsi makanan yang diblender. Loh, bukannya seusia Arka sudah makan laiknya orang dewasa (benar-benar padat)? Ya, kondisi seperti Arka mungkin juga dialami oleh si kecil, makan serba dihaluskan atau diemut. Jika dibiarkan, bisa jadi kebiasaan lho, Moms. Jadi, yuk ajari si kecil mengunyah dari sekarang, seperti dituturkan dr Herbowo AF Soetomenggolo, SpA dari RSIA Hermina Jatinegara.
Sering Pada Usia 1-1,5 Tahun Prinsipnya mengunyah adalah proses belajar. Jadi, jika anak mengalami kesulitan mengunyah, wajar adanya. Rentang usia 1 - 1,5 tahun adalah usia yang paling sering mengalami kesulitan mengunyah-butuh waktu lama untuk bisa mengunyah.
Empat Faktor Penyebab 1. Tidak tepatnya pengenalan makanan padat pada usia 6 - 12 bulan. Artinya, ada yang terlalu dini dan ada pula yang terlambat mengenalkan makanan. Banyak dijumpai orangtua yang memberikan pisang atau nasi pada anak usia kurang dari 3 bulan. Hal ini menyebabkan anak trauma dan pada akhirnya menyebabkan anak takut untuk mengunyah atau makan. Ada juga orangtua yang terlambat mengenalkan makanan padat kepada si kecil. Misalnya orangtua mengenalkan buah atau biskuit saja saat anak sedang belajar makan. Padahal kedua makanan tersebut hanya bersifat camilan sedangkan makanan sesungguhnya adalah bubur susu yang bertahap semakin padat - nasi tim halus/saring, nasi tim kasar dan akhirnya nasi seperti yang dimakan oleh orang dewasa. Kadang masalah juga terjadi dikarenakan orangtua takut memberikan makanan yang lebih padat kepada anaknya sehingga tidak jarang anak-anak pada usia 1 tahun masih mendapatkan makanan yang diblender. Masalah pengenalan makanan ini akan menyulitkan anak dalam belajar mengunyah.
2. Penggunaan dot atau empeng yang berkepanjangan. Penggunaan empeng dan dot seharusnya sudah dikurangi saat anak berumur 1 tahun dan dihentikan pada usia 1,5 - 2 tahun. Penggunaan dot atau empeng yang berkepanjangan akan menyebabkan otot mulut anak tidak terlatih dan pada akhirnya anak akan mengalami kesulitan mengunyah.
3. Buruknya kebersihan mulut. Buruknya kebersihan mulut juga menjadi penyebab kesulitan mengunyah. Anak yang mengalami infeksi jamur pada permukaan mulut dan mengalami infeksi gigi akan mengalami nyeri saat mengunyah. Hal ini tentu saja akan menyulitkan anak untuk mengunyah.
4. Anak yang mengalami gangguan mengunyah disebabkan oleh gangguan pada otot-otot mengunyah. Meski tidak banyak tapi ada anak yang mengalami masalah pada otot mengunyahnya. Pada penderita palsi serebral, misalnya. Anak akan mengalami kekakuan otot sehingga tidak bisa mengunyah. (Sumber: Mom&Kiddie)
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 5:51 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:52 pm | |
| 8 KEBUTUHAN UTAMA SI KECIL SELAIN MAKANAN Senin, 22/11/2010 14:12 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Kebutuhan si kecil tidak hanya masalah makanan walaupun ini memang ini yang terpenting. Dari hasil penelitian ada 8 kebutuhan utama lain yang diinginkan oleh bayi dalam masa pertumbuhannya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh bayi dalam masa pertumbuhannya adalah cinta, perhatian dan perawatan dasarnya. Seperti dikutip dari Babycenter, Senin (22/11/2010) ada 8 langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu pertumbuhan si kecil, yaitu:
1. Tunjukkan cinta Anda Anak-anak membutuhkan cinta, karenanya kepedulian dan dukungan emosional dari orangtua bisa memberikan anak rasa aman untuk menjelajahi dunia ini. Sebuah bukti ilmiah menunjukkan bahwa cinta, perhatian dan kasih sayang pada tahun-tahun pertama kehidupan si kecil bisa berdampak langsung terhadap pertumbuhan fisik, mental dan emosional anak. Marian Diamond, seorang ahli saraf dari University of California menuturkan cinta dan sentuhan bisa membuat otak anak tumbuh. Caranya bisa dengan memberikan pelukan, sentuhan, ciuman, senyum, mendengarkan dan bermain dengan si kecil kapan pun, sehingga membantu membangun kepercayaan dan ikatan emosional yang kuat.
2. Memberikan perawatan kebutuhan dasar anak Kebutuhan dasar ini mencakup pemeriksaan kesehatan secara teratur, memberikan imunisasi sesuai waktunya, memberikan waktu tidur yang cukup (karena tidur yang baik dapat mambentuk sel-sel otak bayi membuat koneksi yang penting), serta memberikan ASI untuk buah hati. ASI akan memberikan semua kebutuhkan nutrisi si kecil dan mencegah berbagai masalah kesehatan serta meningkatkan kecerdasan anak.
3. Berbicaralah dengan anak Studi menunjukkan anak-anak yang sering diajak berbicara oleh orangtuanya akan memiliki IQ yang secara signifikan lebih tinggi dan kosakata yang lebih kaya karena mendapatkan banyak rangsangan verbal. Nantinya anak akan mengembangkan keterampilan berbahasa yang baik, untuk itu berbicaralah dengan bahasa yang benar dan baik pada anak.
4. Mengajak anak membaca Membaca dengan suara keras pada anak bisa membantu mengembangkan kosakata, merangsang imajinasi dan meningkatkan keterampilan membacanya. Bayi yang baru lahir akan sangat menikmati saat mendengarkan sebuah cerita, dan juga dapat menguatkan ikatan emosional.
5. Menstimulasi semua inderanya Studi menunjukkan anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mana melibatkan inderanya, memiliki otak yang lebih besar dan lebih aktif. Berikan anak mainan berbagai bentuk tekstur, warna, suara dan sentuhan. Tapi sebaiknya tidak membombardir anak terus menerus, cobalah memberikan secara bertahap hingga anak mengerti. Selain itu berikan anak lagu dan musik favoritnya serta ruang yang aman untuk anak mengembangkan otot-ototnya, keseimbangan dan koordinasi. Jauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan bayi, serta tidak terlalu sering melarang anak.
6. Mendorong anak terhadap tantangan baru Misalnya ketika anak sulit membuka sebuah kotak, maka biarkan ia mencobanya terlebih dahulu. Jika ia terus berjuang dan tidak berhasil, tunjukkan caranya. Lalu tutuplah kembali kotak tersebut dan biarkan anak mencobanya lagi sendiri.
7. Orangtua perlu menjaga dirinya sendiri Orangtua yang mengalami depresi atau sedang marah cenderung sering tidak mampu merespons dengan cepat dan sensitif terhadap kebutuhan anak. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development and Psychopathology menemukan anak dengan ibu yang depresi kronis memiliki pola abnormal dalam aktivitas otaknya dan ikut depresi juga. Jika merasa lelah, mintalah bantuan suami, keluarga atau dukungan dari orang-orang sekitar. Serta jangan lupa untuk meluangkan waktu bagi Anda sendiri agar bisa mengembalikan energi.
8. Carilah pengasuh yang baik Jika orangtua bekerja dan tidak mampu merawat bayinya di siang hari, carilah pengasuh yang baik, berkualitas dan mengerti tentang perkembangan bayi yang sehat. Memilih keluarga atau orang terdekat bisa menjadi pilihan pertama sebelum menggunakan jasa pengasuh (babysitter).
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:04 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:55 pm | |
| POLA MAKAN ANAK TERGANGGU KETIKA ORANGTUANYA CEREWET Selasa, 23/11/2010 12:51 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth London, Sikap orangtua yang terlalu suka mengatur ketika duduk bersama di meja makan dapat mempengaruhi pola makan anak. Ada yang jadi suka pilih-pilih makanan, ada juga yang malah suka makan berlebihan. Adanya pengaruh sikap orang tua terhadap pola makan anak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Salah satunya dilakukan oleh ilmuwan dari University College London terhadap 213 ibu yang memiliki anak usia 7-9 tahun. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal American Dietetic Association ini mengungkap, anak cenderung suka pilih-pilih makanan ketika ibunya terlalu banyak mengatur. Misalnya harus makan pada jam-jam tertentu, harus mencuci piring sendiri atau harus dikunyah berapa kali sebelum ditelan.
Sementara ketika orangtua terlalu membatasi anaknya saat makan, si anak makan lebih lahap ketika ada kesempatan sehingga rentan mengalami obesitas saat dewasa. Misalnya ketika dilarang makan cokelat, keinginan untuk makan cokelat dilampiaskan dengan makan sebanyak-banyaknya jenis makanan yang tidak dilarang. "Anak-anak lebih bisa menikmati makanannya ketika orangtua tidak banyak memberinya tekanan," ungkap Jane Wardle dari University College London, seperti dilansir Msnbc, Selasa (23/11/2010).
Namun Wardle tidak ingin buru-buru menyimpulkan bahwa sikap orangtua yang terlalu mengatur adalah pemicu gangguan pola makan pada anak. Sebab bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya, sikap orangtua yang semacam itu justru merupakan respons atas pola makan anaknya yang tidak sehat. Perilaku pilih-pilih makanan dan kecenderungan untuk makan berlebihan merupakan 2 jenis gangguan pola makan yang banyak dijumpai pada anak. Keduanya bisa memicu ketidakseimbangan nutrisi, atau bahkan risiko yang lebih serius seperti gangguan metabolisme.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:05 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:59 pm | |
| AWAS BUAH DAN SAYUR BISA PICU GANGGUAN MENTAL VIVAnews - Penelitian baru menunjukkan bahwa paparan pestisida yang digunakan pada makanan anak-anak seperti stroberi segar, seledri bisa meningkatkan risiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak. Seperti dikutip dari laman Modernmom.com, para ilmuwan di AS dan Kanada menemukan bahwa anak-anak dengan tingkat residu pestisida yang tinggi dalam urin mereka, rentan mengalami ADHD.
ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak. Gangguan ini berdampak pada masalah mental seperti cara berpikir, bertindak dan merasa. Anak-anak yang mengalaminya akan bermasalah dengan konsentrasi dan pemusatan pikiran. Seperti memicu anak hiperaktif. Anak-anak dengan tingkat lebih tinggi dari rata-rata satu penanda pestisida memiliki risiko dua kali lipat terdiagnosis ADHD. "Saya pikir itu cukup signifikan, penggandaan adalah efek yang kuat, "kata Maryse F Bouchard, seorang peneliti di University of Montreal di Quebec dan penulis utama dari studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.
Lantas, apa yang harus orangtua lakukan untuk menghindari ADHD pada anak? "Saya menganjurkan agar para orangtua lebih banyak memberikan anak-anak makanan organik," ujar Bouchard. "Saya juga akan merekomendasikan mencuci buah dan sayuran sebanyak mungkin." Menurut kajian National Academy of Sciences pada 2008, 28 persen sampel blueberry beku, 25 persen sampel stroberi segar, dan 19 persen sampel seledri mengandung residu pestisida. Paparan pestisida kebanyakan berasal dari buah-buahan dan sayuran segar. (wm)
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:15 am; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 7:59 pm | |
| EFEK KAFEIN PADA ANAK ANAK Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 18/06/2010 14:30 WIB Jakarta, Kafein merupakan salah satu zat yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, namun zat ini bisa ditemukan dalam berbagai minuman. Lalu bagaimana pengaruh kafein terhadap kesehatan anak-anak? Sebagian besar orangtua memang tidak akan memberikan anaknya secangkir kopi, tapi tanpa disadari orangtua juga bisa memberikan asupan kafein pada anaknya melalui minuman ringan. Saat ini banyak minuman yang mengandung kafein, karena itu orangtua harus cermat dalam menjaga asupan kafein pada anak-anaknya.
Seperti dikutip dari Health.MSN, Jumat (18/6/2010) kafein adalah suatu zat yang bisa merangsang sistem saraf pusat dan zat ini bisa memberikan efek yang sama terhadap anak-anak maupun orang dewasa. Pada tingkat yang rendah, zat ini bisa membuat seseorang merasa lebih energik dan waspada (terjaga). Efek yang bisa ditimbulkan dari kafein adalah bisa menyebabkan sakit kepala, sakit perut, gugup, sulit berkonsentrasi dan peningkatan denyut jantung. Pada anak-anak tidak perlu dosis yang tinggi untuk menimbulkan gejala ini, sehingga meskipun kadarnya rendah bisa menghasilkan efek tertentu.
Selain itu ada alasan lain yang mengharuskan orangtua membatasi konsumsi kafein pada anak, yaitu: 1. Mengonsumsi terlalu banyak minuman manis yang mengandung kafein bisa menyebabkan gigi berongga dan merusak enamel gigi anak. 2. Kafein adalah suatu zat diuretik yang menyebabkan tubuh mengeluarkan kandungan air (melalui buang air kecil) sehingga bisa memicu dehidrasi. Karena itu batasi konsumsi kafein, karena anak-anak cenderung lebih susah minum air putih untuk mengganti cairan dalam tubuhnya yang hilang. 3. Kafein dapat memperburuk masalah jantung atau gangguan saraf, sehingga cukup berbahaya jika anak kecil sudah terbiasa mengonsumsi kafein.
Meskipun anak-anak tidak mengonsumsi kopi, tapi asupan kafein bisa didapatkan dari teh, coklat, es krim kopi, minuman soda atau yogurt beku. Karena itu orangtua harus memperhatikan asupan dari makanan atau minuman tersebut. Untuk menghindari atau mengurasi asupan kafein, orangtua bisa menggantinya dengan air putih, susu atau jus buah-buahan. Selain itu jika anak sudah terlanjur sering mengonsumsi kafein, maka usahakan untuk mengurangi porsinya secara perlahan-lahan. (ver/mer)
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:18 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 8:01 pm | |
| KENALI 10 CIRI ANAK BERGIZI BAIK Kamis, 16/07/2009 16:50 WIB Nurul Ulfah - detikHealth Jakarta, Sudah sehatkah anak Anda? Asal tahu saja anak yang diberi gizi baik oleh orang tuanya akan tercermin dari perilaku dan perkembangan fisiknya yang sehat dan optimal. Sekjen Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Dr dr Saptawati Bardosono memberikan 10 tanda umum anak bergizi yang harus diperhatikan orang tua, di acara sosialisasi gizi baik di SD NASA Jatirahayu Bekasi, Kamis (16/7/2009). Berikut ciri-ciri anak cukup bergizi atau tidak?
1. Bertambah umur, bertambah padat, bertambah tinggi. Anak dengan asupan gizi baik akan mempunyai tulang dan otot yang sehat dan kuat karena konsumsi protein dan kalsiumnya cukup. Jika kebutuhan protein dan kalsium terpenuhi, massa tubuh pun akan bertambah dan anak akan bertambah tinggi.
2. Postur tubuh tegap dan otot padat. Anak yang memiliki massa otot yang padat dan tubuh tegap didapat adalah ciri anak yang tidak kekurangan protein dan kalsium. Mengonsumsi susu dapat membantu anak mencapai postur ideal kelaknya.
3. Rambut berkilau dan kuat. Protein dari daging, ayam, ikan dan kacang-kacangan dapat membuat rambut menjadi lebih sehat dan kuat. Rambut yang sehat dapat melindungi kepala si anak.
4. Kulit dan kuku bersih dan tidak pucat. Kulit dan kuku bersih pada anak menandakan asupan vitamin A,C,E dan mineralnya terpenuhi. Makanan yang kaya mineral didapatkan dari kangkung, bayam, jambu buji, jeruk, mangga dan lainnya.
5. Wajah ceria, mata bening dan bibir segar. Mata yang sehat dan bening didapat dari konsumsi vitamin A dan C seperti tomat dan wortel. Bibir segar didapat dari vitamin B, C dan E seperti yang terdapat dalam wortel, kentang, udang, mangga, jeruk.
6. Gigi bersih dan gusi merah muda. Gigi dan gusi sehat dibutuhkan untuk membantu menceerna makanan dengan baik. Untuk itu, asupan kalsium dan vitamin B pun diperlukan.
7. Nafsu makan baik dan buang air besar teratur. Nafsu makan baik dilihat dari intensitas anak makan, idealnya yaitu 3 kali sehari. Buang air besar pun harusnya setiap hari agar sisa makanan dalam usus besat tidak menjadi racun bagi tubuh yang dapat mengganggu nafsu makan.
8. Bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur. Anak aktif atau mungkin cerewet dan banyak bertanya sebenarnya adalah tanda yang baik. Namun sebaiknya perhatikan setiap ucpannya, apakah sesuai umurnya tau tidak.
9. Penuh perhatian dan bereaksi aktif. Fokus pada satu hal adalah hal yang sulit dilakukan anak, terutama anak yang aktif. Tapi jika dia sudah bisa menyelesaikan sesuatu, itu tandanya ia sudah bisa melatih perhatian dan kemampuan fokusnya.
10. Tidur nyenyak. Setelah beraktivitas sepanjang hari, tubuh anak perlu istirahat (tidur) selama 8 jam sehari. Tidur dibutuhkan agar tubuh dapat berkembang dengan baik. Untuk membuatnya tidur nyenyak, buatlah perutnya kenyang terlebih dahulu.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:19 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 8:02 pm | |
| KENALKAN MENU SEIMBANG SEJAK DINI Jum'at, 14 Januari 2011 - 13:01 wib Seputar Indonesia DIET seimbang harus dikenalkan sejak dini. Selain untuk mengenalkannya pada gizi sehat, diet seimbang juga sangat mendukung kesehatan dan perkembangan kognitif anak, terutama pada masa pertumbuhannya. Masa balita merupakan masa pertumbuhan yang paling pesat. Itu terbukti dari adanya penambahan pada tinggi anak yang bertambah sebanyak dua kali lipat selama 5 tahun pertama kehidupannya. Pada tahun pertama kehidupannya, berat badan anak bertambah sebanyak tiga kali lipat. Nah, saat anak mencapai lima tahun, maka berat badannya pun berambah lima kali berat badan ketika lahir. Pada masa pertumbuhan inilah, peran asupan gizi sangat dibutuhkan. Asupan gizi yang dikonsumsi, secara langsung sangat memengaruhi tumbuh kembangnya. Di antaranya untuk tingkat energi dan ketahanan terhadap penyakit pada masa kanak-kanak dan sesudahnya.
Ahli nutrisi dan spesialis metabolisme anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Aryono Hendarto SpA (K), mengatakan, pertumbuhan normal pada masa kanak-kanak dipengaruhi beberapa faktor, termasuk nutrisi, gen, dan hormon. Nutrisi yang baik, tentu akan mendukung pertumbuhan, serta meningkatkan pertumbuhan fisik dan mental yang optimal. “Nutrisi yang baik tidak hanya mencegah masalah atau penyakit jangka pendek, juga mencegah masalah kesehatan jangka panjang,” paparnya. Ketika mengenalkan gizi dan nutrisi sehat, maka tidak ada salahnya untuk mengajarkan diet seimbang. Diet memiliki arti lebih mendalam, yaitu mengatur pola makan, bukan sekadar menurunkan berat badan.
Jadi, diet bukan berarti membuat anak untuk tidak atau membatasi anak makan. Diet seimbang berarti mengajarkan mereka mengenai asupan yang baik untuk dikonsumsi, yaitu gizi seimbang yang membuat tubuh sehat. Terdapat lebih dari 40 jenis nutrien yang membantu berbagai fungsi tubuh dan mendukung tumbuh kembang anak. Nutrien ini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu sumber energi seperti karbohidrat, zat pembangun seperti daging, telur, dan kacang-kacangan, serta sumber vitamin atau zat pengatur seperti buah dan sayuran. “Jelaskan kepada anak bahwa diet yang baik yaitu menyeimbangkan ketiga jenis nutrien tersebut,” kata dokter yang akrab disapa Ary ini.
Jadi, jika seseorang anak mengonsumsi aneka makanan yang bervariasi, kemungkinan tubuhnya akan mendapatkan semua nutrien yang diperlukan. Dan, untuk memastikan bahwa dietnya sudah tepat, maka piramida makanan merupakan salah satu petunjuk yang baik untuk membantu menilai berapa banyak makanan tertentu yang harus dikonsumsi agar diet anak seimbang. “Lakukan pola makan sehat dimulai sejak lahir dan sampai seumur hidup,” sarannya. Makanan yang baik ialah yang bergizi, begitu pula jenis makanan saat mengajarkan diet seimbang. Ingat, makanan haruslah yang bergizi, tetapi tetap harus lezat dan menarik untuk disantap. “Lakukan diet sehat, namun tetap sesuaikan dengan masa pertumbuhan si buah hati,” ujarnya.
Adapun yang penting untuk diingat saat mengajarkan diet, fokuskan pembicaraan pada berbagai jenis makanan bernutrisi yang dibutuhkan tubuh, misalnya mineral, vitamin, dan protein. Jika pola makan dan diet seimbang bisa ditanamkan dengan baik sejak dini, kebiasaan anak pun akan memengaruhi sepanjang hidupnya. Ingatkan juga bahwa diet seimbang juga berarti tidak ada makanan yang dilarang, mengingat setiap makanan mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, beberapa jenis makanan mesti dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, misalnya sayur dan buah atau daging-dagingan tanpa lemak.
Si kecil butuh asupan nutrisi yang baik dan seimbang agar dapat tumbuh sehat dan optimal. Ahli gizi dari Semanggi Clinic, Plaza Semanggi, Jakarta Dr Fiastuti Witjaksono MsSpGK mengatakan, untuk menunjang pertumbuhannya, si kecil membutuhkan berbagai asupan zat gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan juga kalsium. Dalam mengajarkan berdiet sehat, jelaskan kepada anak bahwa memilah menu yang akan dikonsumsi, sangat baik untuk kesehatan tubuh. Sebab itu, lakukanlah pola hidup yang sehat dengan makanan tepat. “Orangtua punya tanggung jawab besar mengatur kebiasaan dan pola makan anak. Itu sebabnya, jadilah contoh yang baik untuk anak dalam menjalankan pola hidup sehat, termasuk diet seimbang,” paparnya. (SINDO//tty)
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:21 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 8:02 pm | |
| ES KRIM BAIK UNTUK ANAK 28-05-2009 | kuwat mulyono - medicastore.com Wall’s kembali meluncurkan es krim varian rasa baru Wall's Moo Active sebagai produk berkualitas dengan standard World Health Oganization (WHO). Wall’s menambahkan formulasi mengandung kalsium setara dengan segelas susu plus yogurt dengan probiotik Bb12. Hal dinyatakan oleh Sr Brand Manager Wall,s Ibu Meila Putri Handayani.
Dr. Rifan Fauzie, SpA, seorang dokter spesialis anak, menerangkan Salah satu unsur dari komponen nutrisi adalah kalsium. Kalsium memiliki banyak fungsi vital didalam tubuh. Manfaat kalsium adalah berperan dalam proses pertumbuhan tulang dan gigi, proses koagulasi/pembekuan darah, fungsi kerja otot-otot termasuk otot jantung, metabolisme tingkat sel, sistem pernafasan, dan sebagainya. Begitu pentingnya kalsium bagi proses di dalam tubuh, maka pemenuhan kebutuhan akan kalsium adalah amat penting.
Sebanyak 99% kandungan kalsium didalam tubuh berada di tulang, maka proses pertumbuhan tulang amat sensitif terhadap kandungan kalsium di dalam tubuh secara keseluruhan, sayangnya didalam diet makanan anak Indonesia secara umum masih mengandung rendah kalsium. Perlu diupayakan peningkatan asupan kalsium melalui sumber/jenis makanan yang lain, diantaranya dalam bentuk makanan ringan yang menarik secara umum gizi tinggi. Diantaranya dapat didapatkan dari es krim yang mengandung kadar kalsium yang optimal.
Sumber lain kalsium dapat berasal dari sumber nabati seperti : sayuran daun hijau (brokoli, bayam, sawi, daun pepaya, daun singkong, daun labu), biji-bijian (kenari, wijen, almond), dan kacang-kacangan (dan olahannya) seperti kedelai, kacang merah dan kacang polo. Sumber kalsium yang berasal dari hewan diantaranya adalah daging (ikan, sapi, kambing, udang), telur, susu dan produk-produk dari susu : yogurt, keju, es krim dan sebagainya. Kebutuhan kalsium bagi anak-anak Indonesia adalah bervariasi sesuai dengan usianya. Semakin bertambah usianya maka kebutuhan akan kalsium semakin meningkat. Berdasarkan data angka kecukupan gizi (AKG) rata-rata bagi bangsa Indonesia setiap harinya, kebutuhab kalsium pada anak Indonesia dapat dilihat pada table di bawah ini.
KEBUTUHAN KALSIUM PADA ANAK Anak : 1. 0 – 6 bulan : 200 2. 7 – 11bulan : 400 3. 1 – 3 tahun : 500 4. 4 – 6 tahun : 500 5. 7 – 9 tahun : 600
PRIA : 6. 10 – 12 tahun : 1000 7. 13 – 15 tahun : 1000 8. 16 – 18 tahun : 1000
Wanita : 9. 10 – 12 tahun : 1000 10. 13 – 15 tahun : 1000 11. 16 – 18 tahun : 1000 Sumber : table AKG, KepMenKes no. 1593 / MENKES / SK / XI / 2005
Jika pemenuhan asupan terganggu, maka akan muncul gejala-gejala yang timbul akibat kekurangan kalsium, diataranya adalah akan timbul gejala lesu, lemah, berkeringat, kram otot, nyeri perut, gangguan tidur, kejang pembentukan tulang tidak optimal, tulang keropos (osteoporosis), Proses pembekuan darah terganggu dan lain-lain. Gejala yang timbul tersebut bila berlangsung terus menerus/kronis maka akan mempengaruhi proses tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal.
Mengingat betapa vitalnya peran kalsium dalam proses pembentukan anak, maka seyogyanya kita memenuhi kebutuhan asupan yang mengandung kalsium sesuai kebutuhan tiap anak didalam dietnya sehari-hari. Selain dari diet Utamanya yaitu dengan criteria 4 sehat 5 sempurna, asupan tambahan lain yang berasal dari makana ringan/pendampingan dapat diberikan. Makanan pendamping/ ringan yang diberikan seharusnya yang sehat dan mengandung zat gizi yang bermanfaat, diantaranya yang mengandung vitamin, mineral seperti kalsium yang cukup, dan sebagainya. Dengan pemenuhan akan asupan nutrisi yang optimal, diharapkan proses pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi optimal, dan berkualitas, yang akan menjadikan mereka sebagai generasi penerus yang dapat mengharumkan nama bangsanya.
PERAN PROBIOTOK TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK Definisi Probiotik adalah Mikroba non patogenik (yang tidak berbahaya), biasanya yang menghasilkan asam laktat, yang berupa untuk meningkatkan dan menormalkan keseimbangan flora normal usus. Probiotik terdapat pada makanan suplemen seperti yogurt atau ditambahkan kedalam susu, es krim dan sebagainya.
Beberapa contoh dari probiotik yang paling sering di gunakan sebagai terapi pendamping/alternative adalah lactobacillus GG, Bifidobacterium, dan Saccharomyces sp. Bifidobacterium lactis Bb12 dikatakan terbukti memiliki daya melekat tertinggi terhadap selaput lendir manusia dibandingkan dengan jenis bifidobakteria lainnya. Daya lekat yang tinggi itu akan menghasilkan kolonisasi bakteri yang tinggi sehingga membuat efektifitasnya juga meningkat. Berbagai penelitian banyak dilakukan untuk membuktikan dampak/manfaat probiotik terhadap berbagai penyakit seperti diare, intoleransi laktosa, penyakit alergi, dan sebagainya.
Penelitian-penelitian yang dilakukan berhasil membuktikan bahwa pengguna probiotik dapat mengurangi resiko diare, baik diare karena infeksi ataupun diare yang berhubungan dengan penggunan antibiotik. Probiotik dapat meningkatkan aktifitas imun/daya tahan tubuh anak melalui aktifitas yang berbeda dari reseptor epitel dan sel imun serta meningkatkan kinerja system pencernaan dan penyerapan makanan.
Pada kesempatan itu juga Brand Ambassador Wall’s Moo Active Shelomita berbagi pengalaman serta menyatakan “Selain asupan gizi dan zat positif dalam makanan, aktivitas yang menyehatkan dan melibatkan motorik yang menyenangkan bagi anak, merupakan pilihat tepat dalam membantu tumbuh kembang anak. Permainan traditional yang dulu sering saya mainkan waktu kecil, adalah kegiatan yang sesuai bagi anank-anak untuk melatih kemampuan motorik mereka. Ini disebabkan karena permainan traditional mengharuskan anak-anak ubtuk menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dengan berlari, melompat, berjongkok, dan menjaga keseimbangan.” Medicastore >
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:23 am; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 8:03 pm | |
| AJARI SI KECIL MAKAN SENDIRI Rabu, 11/11/2009 14:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Ada saatnya anak kecil harus sudah bisa makan sendiri tanpa perlu disuapi lagi oleh ibu atau pembantunya. Penting bagi orangtua untuk mengajari anak makan sendiri sejak masih kecil. Risiko yang biasanya harus dihadapi ketika mengajarkan si kecil makan sendiri adalah makanan akan berceceran dimana-mana, berantakan dan kotor. Tapi jika anak tidak diajarkan makan sendiri sejak masih kecil, nantinya anak selalu tergantung pada ibunya ketika ingin makan dan tidak bisa mandiri.
Biasanya saat anak mulai diajarkan makan sendiri, anak akan memain-mainkan makanan tersebut. Untuk itu orangtua harus selalu mendampingi si kecil saat makan dan dibutuhkan kesabaran yang tinggi dalam mengajarkannya. Karena mengajarkan anak untuk bisa makan sendiri adalah bukan suatu hal yang mudah. Dibutuhkan teknik khusus untuk membuat anak tertarik belajar makan sendiri. Mengajarkan anak makan sendiri bisa dimulai saat anak berusia 1,5 tahun sampai 3 tahun. Karena diusia tersebut anak sudah bisa menggenggam sesuatu dengan baik dan anak sudah sedikit mengerti apa yang orang lain bicarakan dengannya. Seperti dikutip dari Sainsburys, Rabu (11/11/2009), mengajarkan anak untuk makan sendiri bisa dimulai dengan beberapa cara seperti berikut:
1. Beri tahu anak cara memegang sendok yang benar serta biasakan anak untuk cuci tangan terlebih dahulu sebelum makan. 2. Ajarkan teknik bagaimana mengambil makanan dengan sendok, orangtua bisa memberinya contoh atau menggenggam tangan anak secara bersama-sama. 3. Buatlah makanan menjadi potongan-potongan kecil yang mudah diambil oleh anak serta berikan porsi makanan sedikit demi sedikit. 4. Biasakan anak makan di meja dan dalam posisi duduk, bukan berdiri, tiduran atau sambil berlari-lari. 5. Buatlah kegiatan makan tersebut menjadi hal yang menyenangkan bagi anak. 6. Sebaiknya hindarkan dahulu barang-barang yang bisa menarik perhatiannya, sehingga konsentrasi si anak hanya terpaku pada makanannya saja. 7. Pastikan anak menggunakan alas dada sehingga makanannya tidak mengotori baju. 8. Usahakan orangtua mengajari anaknya saat semua anggota keluarga sedang makan bersama, karena ini bisa memotivasi anak untuk bisa makan sendiri seperti yang lainnya. 9. Jangan memarahi anak jika makannya berantakan atau berceceran dimana-mana, karena anak akan merasa takut untuk mencoba lagi. 10. Berikan apresiasi seperti tepuk tangan, pelukan atau pujian lain jika anak berhasil makan sendiri dengan benar.
Bagi orangtua yang ingin mengajarkan anaknya makan sendiri harus memiliki kesabaran yang tinggi dan jangan pernah memarahi anak jika melakukan kesalahan. Tapi orangtua harus bisa memotivasi anak untuk berusaha mencoba lagi.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 10:27 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 8:06 pm | |
| ASUPAN GIZI UNTUK ANAK USIA 5-18 TAHUN Banyak orang tua yang luput memperhatikan asupan makanan bagi anak anaknya setelah mereka berusia 5 tahun. Anak diatas usia 5 tahun hingga 18 tahun kurang terekspose oleh asupan nutrisi, padahal jika dilihat dari segi psikologis, anak mengalami perkembangan karakter dan hormonal disetiap fase pertumbuhan, mulai dari anak anak, pra remaja, dan remaja, hingga berusia 18 tahun sehingga pemenuhan gizi yang layak mampu memaksimalkan pertumbuhan mereka. Contoh sederhana adalah konsumsi susu, minuman yang kaya sumber kalsium dan protein ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan body, bone dan brain pada masa prapubertas dan pubertas. Namun kegiatan minum susu kerap diabaikan setelah masa balita. Orangtua juga tidak boleh membedakan asupan gizi untuk anak laki laki dan anak wanita. Makanan sehat adalah makanan sesuai kebutuhan, diberikan 3x sehari dengan ditambah selingan makanan ringan. Makanan sehat juga harus segar, bebas bakteri, virus, jamur serta bebas bahan kimia yang berbahaya. Selain wajib memenuhi kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air, suplementasi juga penting untuk diperhatikan. Suplementasi harus mengandung omega 3, zat besi, prebiotik, probiotik, taurin, kolin dan sphingomyelin. Kelengkapan kebutuhan makanan bisa didapat dengan mengisi piring dengan makanan pokok ( sumber kalori ), lauk pauk hewani dan nabati ( sumber protein dan lemak ), sayur dan buah ( sumber vitamin dan mineral serta serat ). Sementara susu menjadi pelengkap hidangan, agar asupan zat gizi dari makanan dapat disempurnakan untuk mendukung proses tumbuh kembang optimal. Susu tetap menjadi sumber terbaik untuk mencukupi kebutuhan kalsium tubuh.
Usia 5-8 tahun Nutrisi yang dibutuhkan harus dilengkapi dengan kolin, DHA, AA serta asam lemak Omega 3 ( prekursor DHA ) dan Omega 6 ( prekursor AA ) untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak.
Usia 9-12 tahun Makanan yang dibutuhkan adalah yang kaya akan vitamin B kompleks dan tinggi kalsium guna menunjang pertumbuhannya di masa pubertas serta kolin untuk terus membantu pertumbuhan dan perkembangan sel otak.
Usia 13-18 tahun Membutuhkan nutrisi untuk mengakselerasi pertumbuhan tinggi badan, berat badan serta perkembangan karakteristik seks sekunder.
Kalsium dan protein sangat menunjang pertumbuhan tulang dan otot. Ditambah juga, protein dibutuhkan untuk perkembangan fungsi otak yang dapat meningkatkan fungsi belajar atau kognitif anak. Dalam satu harinya, setiap anak membutuhkan 600 mg kalsium yang bisa dicukupi dengan meminum dua gelas susu. Untuk menghindari pengeroposan tulang sejak dini, kalsium sudah perlu ditumpuk dalam tubuh sebagai cadangan saat proses penulangan yang akan berhenti di sekitar usia 30 tahun.
Sumber: Suara Pembaruan Minggu 7 Maret 2010 dan Seputar Indonesia Rabu 24 Maret 2010
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 6:28 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Sep 01, 2010 8:10 pm | |
| YANG BOLEH DAN TAK BOLEH DIKONSUMSI ANAK YANG SUSAH BAB Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 25/05/2010 16:30 WIB Jakarta, Saat si kecil mengalami susah buang air besar (BAB) atau sembelit, orangtua harus cermat memberikan makanan yang tepat. Karena ada makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari ketika si kecil sedang susah BAB. Bagi beberapa anak, jarangnya frekuensi BAB bisa jadi merupakan hal yang normal karena frekuensi BAB tiap orang pasti berbeda. Tapi untuk mengetahui apakah anak mengalami susah BAB tergantung dari seberapa sering ia merasa sakit perut tapi sangat sulit buang air besar dan membutuhkan waktu yang lama bagi anak di toilet. Jika feses yang dihasilkan lunak dan keluar dengan mudah dari dalam tubuh, maka itu bukanlah sembelit meskipun frekuensi BAB si kecil termasuk jarang.
Seperti dikutip dari Familydoctor.org, Selasa (25/5/2010) seorang anak dikatakan memiliki masalah susah BAB jika memiliki satu atau lebih dari gejala berikut, yaitu: 1. Anak melakukan BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu. 2. Feses yang dikeluarkan si kecil sangat keras, kering dan besarnya tidak seperti biasa. 3. Anak harus mengejan dengan keras saat BAB, karena kotorannya sulit untuk dikeluarkan. 4. Beberapa anak biasanya diikuti dengan sakit perut dan menjadi lebih rewel.
Sulitnya si kecil BAB kemungkinan terjadi akibat ia kurang mengonsumsi air, susu atau cairan lainnya. Selain itu bisa juga disebabkan anak tidak mengonsumsi makanan yang sehat terutama yang mengandung serat cukup. Serta akibat anak sering mengabaikan keinginan untuk BAB karena tidak ingin acara bermainnya terganggu atau merasa takut dan malu dengan gurunya saat di sekolah.
Untuk mengatasi susahnya BAB, terkadang orangtua harus mengetahui makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan makanan yang sebaiknya dihindari, yaitu: Makanan yang sebaiknya dikonsumsi 1. Mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung serat, baik dalam bentuk potongan atau dibuat jus, seperti apel, pir, brokoli atau bayam. 2. Mengonsumsi kacang-kacangan seperti kacang polong, buncis atau lobak. 3. Mengonsumsi tomat dan jagung. 4. Mengonsumsi roti dari gandum atau terigu. 5. Mengonsumsi sereal atau cracker, terutama yang mengandung sayuran.
Makanan yang sebaiknya dihindari 1. Menghindari susu sapi, karenanya banyak anak yang mengalami susah BAB saat berpindah dari ASI ke susu sapi. 2. Menghindari makanan atau minuman yang berbahan dasar susu, seperti yoghurt, keju atau es krim. 3. Menghindari konsumsi buah pisang. 4. Menghindari konsumsi wortel. 5. Menghndari makanan yang mengandung lemak dan kadar gula tinggi.
Untuk mencegah susah BAB pada anak, orangtua sebaiknya memberikan pelatihan agar BAB anak teratur. Orangtua bisa mengajarkan anak pergi ke kamar mandi ketika ia pertama kali merasakan keinginan untuk BAB. Selain itu bantulah anak untuk membentuk kebiasaan BAB yang teratur dengan meminta anak duduk di toilet setidaknya 10 menit setiap harinya di waktu yang sama, usahakan setelah anak makan.
Susah BAB biasanya adalah hal yang umum terjadi pada anak-anak dan bisa hilang dengan sendirinya. Tapi pada beberapa kondisi tertentu si kecil sebaiknya perlu dibawa ke dokter, jika disertai dengan muntah-muntah, feses yang berdarah, anak merasakan sakit perut yang hebat setiap kali ingin BAB dan kondisi ini sudah berlangsung lebih dari 3 hari. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Thu Jul 14, 2011 10:05 am; edited 3 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |