Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Anak

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 35 ... 67  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Thu Mar 25, 2010 6:08 am

BAYI PREMATUR
Sandika Dwi Putri - detikHealth - Kamis, 24/06/2010 16:32 WIB
Jakarta, Kelahiran bayi prematur kadang tidak terhindarkan. Di Indonesia saja ada sekitar 400 ribu bayi dilahirkan prematur setiap tahunnya dari jumlah kelahiran 4,4 juta bayi. Bagaimana menyelamatkan bayi prematur? Menyelamatkan bayi prematur sangat penting, karena dari 400 ribu bayi yang lahir prematur tersebut, 30 persen atau sekitar 120 ribu bayi meninggal di usia dini. Indonesia sendiri harus bisa menekan angka kematian bayi sebagai upaya mendukung pencapaian Millenium Development Goals (MDGs).

Tapi dengan melihat tingginya angka bayi prematur justru berpotensi menambah angka kematian bayi dan tidak maksimalnya kualitas hidup. Karena itulah Wyeth Indonesia meluncurkan Kampanye 'Peduli Bayi Prematur', yang diresmikan di Hotel Le-Meridien, Jakarta, Kamis (24/6/2010). Badan kesehatan dunia atau WHO menyatakan setiap 2 detik di dunia seorang bayi lahir dengan keadaan berat badan rendah (low birth weight). Di Indonesia, data WHO dan DHS (USAID) menunjukkan bahwa pada tahun 1991, angka kelahiran bayi dengan berat badan rendah adalah 2,6 persen. Angka ini terus meningkat dan pada 2007 mencapai 5,5 persen. Ini menunjukkan terdapat peningkatan angka kelahiran bayi dengan berat badan rendah sebanyak lebih dari dua kali lipat.

Dr. Djaja Nataatmadja, Senior Medical Manager PT. Wyeth Indonesia, Jakarta, mengungkapkan masalah bayi prematur bukan hanya kurang berat badan tapi kondisi lainnya yang harus diperhatikan agar si bayi bisa bertahan hidup. "Bayi prematur pasti memiliki berat badan lahir rendah, tetapi tidak semua bayi dengan berat badan lahir rendah itu dilahirkan prematur," ujar lulusan kedokteran Universitas Tarumanegara ini. Bayi prematur yang lahir 4 bulan 8 hari lebih awal, menurutnya memiliki kesempatan hidup yang lebih besar dibandingkan bayi prematur yang lahir lebih muda dari itu.

Untuk penanganan bayi prematur secara tepat dan saintifik, Dr. Djaja memaparkan kampanye 'PDF Action' yaitu:
1. Pastikan (P)
Pastikan suhu tubuh bayi ada pada temperatur normal, yaitu berkisar antara 36.5-37.5 oC, untuk menghindari hipotermia dan hipertermia, antara lain dengan melakukan kangaroo-care. Kangaroo-care merupakan sentuhan kulit-ke-kulit yang penting untuk dilakukan ibu dengan bayi prematur. Ini merupakan cara sederhana dan jitu untukmemastikan kenyamanan bayi prematur.

2. Disiplin (D)
Disiplin dalam memberikan asupan nutrisi dengan frekuensi 8-10 kali sehari. Nutrisi alamiah yang diperlukan adalah yang kaya akan protein, vitamin, mineral, AA, dan DHA.

3. Fokus (F)
Fokus pada pemantauan frekuensi BAB dan BAK pada bayi. Normalnya adalah antar 4-6 kali per hari, sesuai dengan asupan yang diberikan. Ini penting untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan buah hati kita.

Kampanye ini akan dilakukan di 5 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar, dengan Dr. Gilberto R. Pereira M. D. sebagai pembicaranya. Dalam kampanyenya, Wyeth akan mengundang para ibu dan calon ibu untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta berinteraksi melalui situ jejaring seperti Facebook, Twitter dan BlackBerry Messenger mengenai bayi prematur, pencegahan serta penanganannya.

Definisi bayi prematur adalah:
1. Semua bayi dikategorikan prematur jika lahir sebelum 37 minggu
2. Prematur moderat jika lahir antara minggu 35 dan 37
3. Sangat prematur jika lahir antara minggu ke-29 dan 34
4. Ekstrim prematur jika lahir kurang dari 29 minggu
5. Berat badan bayi rendah jika kurang dari 2,5 kg
6. Berat badan sangat rendah jika kurang dari 1,5 kg
7. Berat badan ekstrim rendah kurang dari 1 kg.

"Bayi prematur merupakan bayi yang lahir dengan kondisi khusus yang berbeda dengan bayi kelahiran normal pada umumnya. Oleh karena itu, bayi prematur memiliki kebutuhan khusus serta perawatan yang tepat dan seksama," kata Dr. Gilberto R. Pereira, Professor Emeritus of Pediatries di University of Pennsylvania, School of Medicine.

Ahli perinatalogi terkemuka tersebut mengungkapkan berbagai macam penyebab kelahiran prematur, di antaranya adalah:
1. Incompetence Cervix
Pada umumnya, cervix ini berada dalam keadaan menutup. Namun, dalam beberapa kasus, cervix ini ada dalam keadaan membuka. Hal inilah yang membuat potensi kelahiran prematur.

2. Pre-Eclampsia/Eclampsia
Yaitu penyakit kehamilan seperti hipertensi yang dapat mengganggu kondisi bayi dalam kandungan.

3. Placenta Previa
Placenta previa ini adalah suatu keadaan di mana saluran makan ada di bawah leher rahim, sehingga menutup jalannya lahir.

4. Fetal Growth Retardation
Fetal growth retardation adalah terjadinya gangguan atau kelainan pertumbuhan bayi dalam kandungan yang diketahui melalui USG, sehingga memerlukan kelahiran cepat.

5. Infection/Chorio-amniotis
Yaitu terjadinya infeksi pada selaput pembungkus bayi.

6. Multiple Gestations
Keadaan rahim yang tak bisa menampung bayi karena terlalu bsar muatannya, biasanya terjadi pada kasus bayi kembar.

7. Poly-Hydramnios/Fetal Malformation
Terlalu banyaknya air ketuban juga dapat menyebabkan bayi lahir prematur.

8. Uterine Abnormalities
Uterine abnormalities adalah adanya kelainan rahim.

Peralatan yang digunakan dalam perawatan yang dilakukan dokter pada bayi prematur adalah sebagai berikut:
1. Heat Incubator
Bayi terlahir dalam keadaan belum mempunyai lemak, kulitnya sangat tipis sehingga sangat rentan terhadap suhu dan mudah terserang hipotermia. Oleh karena itu, bayi prematur dimasukkan ke dalam heat incubator untuk menjaga suhu tubuhnya.

2. Breathing Machine
Organ napas bayi belum berkembang secara sempurna sehingga digunakan alat bantu pernapasan ini. Dalam penggunaan alat ini perlu diperhatikan kadar oksigen yang diterima oleh bayi.

3. Saluran Makanan
Saluran makanan ini digunakan karena refleks menghisap bayi belum berfungsi dengan baik. ASI sang ibu harus dipompa terlebih dahulu barulah dimasukkan ke dalam saluran makanan tersebut.

"Semakin muda usia kelahiran bayi prematur, semakin besar pula resiko kematiannya. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring secara ketat. Dan yang dapat memutuskan bayi tersebut sudah boleh dibawa pulang adalah dokter anak yang menangani bayi tersebut," jelas Dr. Pereira
Bayi prematur boleh meninggalkan rumah sakit apabila telah memenuhi kriteria berikut:
1. Berat badan telah melebihi 1.800 gr.
2. Sudah mampu mengkonsumsi makanan secara oral (melalui mulut).
3. Sudah mampu mengatur suhu tubuh secara stabil.
4. Tidak lagi membutuhkan terapi oksigen.
5. Kenaikan berat badan yang cukup stabil.
6. Bayi telah mencapai kestabilan klinis. Dalam hal ini, harus dipastikan bahwa bayi telah benar-benar dapat bernafas dengan normal, karena bisa saja terjadi henti napas pada bayi secara tiba-tiba, walaupun kelihatannya pernapasan telah stabil.
7. Orang tua telah dibekali pengetahuan mengenai perawatan bayi prematur.
8. Telah berkonsultasi dengan dokter anak.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 5:48 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Fri Mar 26, 2010 10:58 pm

METODE KANGURU, PAYUDARA SEBAGAI INKUBATOR ALAMI
Selasa, 6 Juli 2010 | 14:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Bayi yang dilahirkan prematur memang membutuhkan perawatan intensif maupun semi intensif di rumah sakit. Namun jika keadaan memungkinkan, bayi prematur juga bisa dirawat di rumah. Salah satu hal yang perlu diperhatikan para orangtua adalah memastikan suhu badan bayi tetap hangat, karena bayi prematur rentan terkena hipotermia karena kulitnya masih sangat tipis. Itu sebabnya bayi prematur ditempatkan dalam inkubator di rumah sakit.

Di rumah, cara paling tepat agar bayi tetap hangat adalah dengan metode kanguru. Metode ini meniru cara kanguru menghangatkan badan anaknya.
Caranya adalah, bayi ditelanjangi dan hanya memakai popok serta penutup kepala. Bayi lalu dimasukkan ke dalam baju ibunya dan diletakkan di antara payudara ibu. Baju ibu berfungsi untuk menutup seluruh tubuh bayi seperti kantong kanguru.

"Metode kanguru ini yang paling aman karena suhu badan ibu akan mentransfer panas ke bayi sehingga bayi tak akan kedinginan," kata dr.Rinawati Rohsiswatmo Sp.A, ahli perinatologi dari FKUI RSCM, Selasa (6/7/2010). Ia menambahkan, sebaiknya bayi tidak diberi pencahayaan atau panas berlebihan. "Tidak perlu diberikan lampu di dekat tempat tidurnya, apalagi botol berisi air panas. Cukup dipeluk di dada ibunya," katanya.

Metode kanguru ini dilakukan selama 24 jam. Oleh karena itu, dibutuhkan "ibu pengganti" yang bisa dilakukan oleh ayah atau anggota keluarga lainnya. "Prinsipnya adalah kulit bayi menempel pada kulit ibu agar bayi bisa mengambil panas dari tubuh ibunya," tutur Rina. Sampai kapan metode kanguru ini dilakukan? "Sampai bayinya sudah tidak mau," katanya. Bayi pun bisa memberi sinyal misalnya rewel jika dipeluk atau memberontak.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 5:23 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Mar 28, 2010 6:17 am

PERAWATAN KHUSUS BAGI BAYI PREMATUR
Kamis, 24 Juni 2010 | 15:25 WIB
Kompas.com - Bayi yang lahir prematur memang butuh penanganan berbeda ketimbang bayi yang lahir cukup bulan. Dokter ahli perinatologi di University of Pennyslvania, School of Medicine, Gilberto R.Pereira, mengatakan, bayi yang lahir pada masa kehamilan lima bulan dianggap layak hidup. Penentuan kondisi bayi tak cukup berdasarkan usia kehamilan, tapi juga berat badan bayi saat lahir. "Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari satu kilogram, memiliki angka harapan hidup sekitar 50 persen. Karena itu perlu penanganan dan monitoring yang sangat ketat," kata Pereira dalam peluncuran kampanye Peduli Bayi Prematur yang diadakan oleh Wyeth di Jakarta, Kamis (24/6).

Bayi dengan berat badan kurang dari 1,8 kilogram harus terus menerus diukur tumbuh kembangnya, seperti berat badan, lingkar kepala, pengukuran level oksigen, kemampuan pendengaran, perkembangan otak, dan biokemikal. "Bayi prematur lebih rentan mengalami hipotermia, perdarahan di otak dan gangguan retina mata yang bisa berakibat pada kebutaan," kata Pereira.

Pemberian nutrisi pada bayi juga harus diperhatikan, mengingat refleks menghisap dan menelan bayi prematur belum sempurna. "Asupan nutrisinya harus memenuhi unsur gizi untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan," katanya. Sebelum dipulangkan, menurut Pereira bayi harus memenuhi berbagai persyaratan, antara lain berat badan minimal 1800 gr, mampu minum secara aktif, mampu mengontrol suhu tubuhnya, tidak membutuhkan terapi oksigen, berat badannya stabil, secara klinis stabil dan orangtua telah mendapatkan pelatihan perawatan bayi prematur di rumah.


PANTAU PERTUMBUHAN BAYI SECARA RUTIN
Friday, 16 July 2010
SAAT melahirkan bayi prematur memang diperlukan perawatan khusus saat di rumah. Sebaiknya bekali informasi perawatan bayi prematur secara cukup dari dokter agar bisa dilakukan secara maksimal, sehingga tidak mengganggu pertumbuhannya.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO),setiap dua detiknya bayi lahir di dunia dengan berat badan rendah (low birth weight). Bahkan, setiap 31 detiknya, seorang bayi prematur meninggal di dunia. Sementara di Indonesia, kelahiran bayi dengan berat badan rendah mencapai 400,000 jiwa, dan 30–40% dari bayi meninggal karena prematur.Pada 1991,data WHO dan DHS (USAID) menunjukkan bahwa di Indonesia angka kelahiran bayi dengan berat badan rendah adalah 2,6%, dan pada 2007 mencapai 5,5%.

Namun, tidak semua bayi yang lahir dengan berat badan rendah adalah bayi prematur. ”Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan angka kelahiran bayi,dengan berat badan rendah sebanyak lebih dari dua kali lipat,” tutur seorang ahli perinatologi terkemuka dan profesor emeritus di University of Pennsylvania, School of Medicine, Dr Gilberto R Pereira. Senior Medical Manager PT Wyeth Indonesia Dr Djaja Nataatmadja menuturkan, pada kelahiran normal, lama kehamilan terjadi selama 40 minggu, dihitung dari periode haid terakhir yang normal; sedangkan pada seorang wanita yang alami, kelahiran prematur adalah saat bayi dilahirkan sebelum tercapai usia kehamilan 37 minggu.

”Bayi prematur atau yang juga disebut dengan kelahiran bayi yang kurang cukup bulan, adalah persalinan atau kelahiran bayi sebelum usia kehamilan standar lengkap,” jelasnya dalam acara peluncuran ”Kampanye Peduli Bayi Prematur” yang diadakan PT Wyeth beberapa waktu lalu. Banyaknya kematian pada bayi prematur bisa disebabkan karena penanganan yang kurang tepat. Karena itu, diperlukan adanya edukasi, terutama kepada para ibu, akan penanganan tepat pada bayi prematur serta menghindari kelahiran prematur. Dijelaskan Djaja bahwa untuk ibu yang melahirkan bayi prematur dan dirawat di rumah,maka ibu harus melakukan PDF Action,yakni pastikan, disiplin, dan fokus untuk merawat bayi.

Pastikan,artinya orang tua harus memastikan suhu tubuh bayi berada di antara 36,5–37,5 derajat Celsius untuk menghindari hipotermia dan hipertemia. ”Bayi prematur butuh suhu tubuh yang panas karena tidak mempunyai lemak di dalam tubuhnya. Selain itu, juga ditakutkan terjadi hipotermia yang bisa saja menyebabkan kematian,”ungkap Pereira yang berpraktik di Rumah Sakit Anak Philadelphia. Sementara itu, disiplin berarti bahwa orang tua harus memberikan asupan gizi dengan frekuensi 8–10 kali sehari dengan nutrisi alamiah yang kaya akan protein, vitamin, mineral, AA dan DHA.

Adapun fokus,berarti orang tua harus fokus pada pemantauan frekuensi buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) adalah 4–6 kali dalam sehari sesuai dengan asupan per harinya. ”Jika ada kelainan dari frekuensi BAB dan BAK tersebut, segera konsultasikan pada dokter,” sarannya. Adanya pencegahan dan penanganan sedini mungkin terhadap bayi prematur akan memengaruhi kualitas kehidupan bayi dalam masa pertumbuhannya kelak. Selain itu, mendorong peningkatan kualitas generasi mendatang di Indonesia. ”Bayi prematur merupakan bayi yang lahir dengan kondisi khusus yang berbeda dengan bayi kelahiran normal pada umumnya.

Oleh karena itu, bayi prematur memiliki kebutuhan khusus serta perawatan yang tepat dan saksama,” ujar Pereira dalam acara yang sama. Pereira mengatakan bahwa asupan gizi bayi prematur perlu menjadi perhatian.Misalnya perlu adanya strategi nutrisi khusus untuk memenuhi kebutuhan kesehatan bayi prematur, seperti dengan memastikan asupan gizi ekstra untuk ibu menyusui dan bayinya. Bayi prematur membutuhkan asupan protein, mineral, dan vitamin yang lebih tinggi.

”Yang terpenting adalah asupan AA dan DHA yang esensial,” ucap dokter yang juga berprofesi sebagai pengajar di universitas Chicago dan Pennsylvania. Selain melakukan PDF Action, bayi prematur yang ingin dirawat di rumah harus memenuhi kriteria,di antaranya sudah bisa mengedot ASI langsung dari mulutnya,sudah tidak membutuhkan peralatan dari oksigen, dan berat badannya meningkat setiap minggu. ”Yang jelas, membawa bayi prematur ke rumah harus seizin dokter yang merawatnya,” tutur dokter yang juga berpengalaman sebagai editor untuk berbagai jurnal akademik bidang kesehatan di dunia.

Semakin kecil ukuran bayi yang dilahirkan, memiliki risiko kematian lebih tinggi.Sama halnya seperti pada bayi yang beratnya di bawah 1 kg, maka kemampuan untuk bertahannya mencapai 50% atau mengalami gangguan. Untuk itu,harus ada pemantauan terpadu untuk mengukur atau memonitor pertumbuhan bayi. ”Untuk mencegah melahirkan bayi prematur, sebaiknya periksakan kandungan setiap satu bulan sekali,”sarannya.

Bayi prematur, papar Pereira, memang memiliki perkembangan pertumbuhan yang berbeda dengan bayi yang lahir normal. ’’Jangan memberi beban terlalu besar pada diri sendiri,bahwa bayi Anda yang lahir secara prematur tumbuh seperti bayi normal. Sebaiknya, fokuskan untuk memantau perkembangannya secara rutin,’’ imbuhnya. (inggrid namirazswara)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 17, 2010 6:58 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Mon Mar 29, 2010 12:21 pm

3 LANGKAH TEPAT MERAWAT BAYI PREMATUR
Kamis, 24 Juni 2010, 14:40 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Pada umumnya bayi dilahirkan saat usia kehamilan 40 minggu atau lebih. Tetapi pada beberapa kasus, bayi lahir ketika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Hal ini dikenal dengan prematuritas atau persalinan prematur. Menurut data WHO setiap detik 31 detik, seorang bayi prematur meninggal dunia. Lalu, di Indonesia terdapat 400.000 bayi lahir dengan berat badan rendah dan 30% - 40% dari bayi meninggal karena prematur. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan.
Untuk merawat bayi prematur memang dibutuhkan penanganan khusus. Hal itu karena organ-organ tubuh bayi belum berkembang secara maksimal. Sehingga risiko mengalami gangguan kesehatan sangat tinggi.

"Bayi prematur memiliki kondisi khusus yang berbeda dari bayi yang lahir normal. Untuk itu, perawatan harus dilakukan secara detail dan seksama. Hal ini untuk menghindari gangguan kesehatan di kemudian hari dan risiko kematian pada bayi," kata Dr. Gilberto R. Pereira, ahli perinatologi dan profesor emeritus dari University of Pennsylvania, School of Medicine, saat ditemui di Jakarta dalam acara peluncuran Kampanye Peduli Bayi Prematur oleh Wyeth. Ada tiga langkah yang harus diketahui para orang tuadalam merawat bayi prematur. Hal ini sangat penting dilakukan sebagai cara mengurangi risiko masalah kesehatan dan kematian serta meningkatkan kualitas hidup bayi lahir prematur.

Langkah pertama yaitu 'Pastikan'. Artinya, selalu memastikan suhu tubuh bayi berada di antara 36,5 hingga 37,5 derajat celcius. Hal ini untuk menghindari hipotermia (tubuh kedinginan) atau hipertermia (tubuh kepanasan). "Untuk hipotermia, cara paling mudah dilakukan adalah memeluk bayi dengan posisi kanguru (kangaroo care). Yaitu, menempelkannya di dada dan biarkan kulit ibu menempel pada kulit bayi. Hal ini bisa membuat suhu bayi kembali naik dan juga berdampak positif bagi kondisi psikologis ibu dan bayi," kata Dr. Pereira.

Langkah kedua adalah 'Disiplin'. Berikan asupan gizi yang lengkap tepat waktu dengan frekuensi 8 hingga 10 kali sehari. Asupan gizi paling baik untuk bayi adalah ASI (air susu ibu). "Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi prematur, ASI harus diperas. Nantinya ASI akan diberikan melalu selang, karena pada bayi prematur, kemampuan menghisapnya belum maksimal," kata Dr. Pereira.

Langkah ketiga adalah 'Fokus'. Lakukan pemantauan dan fokus pada frekuensi buang air besar dan kecil bayi prematur. Frekuensinya sekitar 4 hingga 6 kali sehari. Jika kurang atau lebih dari itu sebaiknya langsung periksakan ke dokter.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:41 am; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Fri Apr 02, 2010 2:32 pm

KENALI PENYEBAB KELAHIRAN PREMATUR
Jumat, 25 Juni 2010 | 11:33 WIB
Kompas.com - Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir. Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau membutuhkan perawatan intensif karena organ-organ vitalnya belum matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya. Di Indonesia, 30 persen kelahiran terjadi prematur. Persalinan prematur seringkali tidak diketahui sebabnya. Namun menurut Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Philadelphia, Amerika, ada beberapa penyebab persalinan prematur. Di antaranya adalah:

- Serviks atau mulut rahim tidak menutup sempurna sehingga kehamilan tidak bisa dipertahankan.
- Pre-eklampsia atau eklampsia, yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin dan bengkak di kedua tungkai. "Bila kehamilan diteruskan bisa membahayakan nyawa ibunya," kata Pereira.
- Plasenta previa atau letak ari-ari berada menutupi jalan lahir.
- Kegagalan pertumbuhan janin.
- Infeksi pada selaput amnion atau ketuban.
- Cairan ketuban terlalu sedikit
- Kelahiran kembar
- Bentuk rahim tidak normal
- Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya

Gejala persalinan prematur adalah terdapat penambahan jumlah lendir di vagina, adanya rasa kram seperti haid yang hilang timbul, terasa ada tekanan dengan irama yang teratur di daerah panggul, sakit punggung yang berhubungan dengan rasa kram di perut. Mereka yang mengalami hal tersebut harus langsung menghubungi dokter terdekat. Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, ibu hamil disarankan untuk rutin memeriksakan kandungannya sehingga dapat diketahui adanya kelainan. "Kelahiran prematur bisa dicegah dengan cara meningkatkan status kesehatan ibu," kata Pereira dalam peluncuran Kampanye Peduli Bayi Prematur di Jakarta, Kamis (24/6).


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 6:16 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Fri Apr 02, 2010 3:21 pm

SELAMAT DARI LAHIR PREMATUR, GANGGUAN MENTAL MENGINTAI
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Senin, 26/04/2010 15:25 WIB
London, Bayi yang lahir prematur makin banyak yang bisa bertahan hidup seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun risiko lain masih mengintai, yakni gangguan kejiwaan saat bayi tersebut tumbuh dewasa. Penelitian di Inggris menemukan kelahiran sangat prematur dengan masa kandungan yang ekstrem yakni kurang dari 26 minggu dapat meningkatkan risiko tersebut. Dilansir dari ScienceDaily, Senin (26/4/2010), risiko pada bayi yang lahir sebelum 26 minggu meningkat hingga 3 kali lipat. Penelitian berkelanjutan yang dilakukan Johnson and colleagues itu melibatkan 219 anak yang lahir prematur sebelum masa kehamilan 26 minggu. Data dikumpulkan dari EPICure Study, yang digelar di Inggris dan Irlandia sejak tahun 1995.

Hasilnya menunjukkan hampir seperempat dari populasi mengalami gangguan kognitif, neuromotorik dan sensorik saat menginjak usia 11 tahun. Gangguan tersebut meliputi gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau GPPH (12
persen), gangguan emosional (9 persen), dan gangguan spektrum autisme (8 persen).

Penelitian yang didukung juga didukung oleh Medical Research Council (MRC) tersebut akan dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry edisi Mei 2010. Dalam editorialnya, Dr. Joan J. Luby dari Washington University School of Medicine turut memberikan komentar. "Penelitian ini adalah yang terbesar dan paling lama yang pernah dilakukan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan risiko gangguan perilaku pada bayi sangat prematur, dan menjadi temuan paling penting di bidang terkait," kata Dr. Joan.

Sementara itu Dr. Johnson dan rekannya menekankan, monitoring sejak masa prasekolah penting dilakukan terhadap bayi yang lahir sangat prematur. Pemantauan rutin terhadap perkembangan kognitif dan perilaku bisa menekan resiko
gangguan kejiwaan saat tumbuh dewasa.

Definisi bayi prematur seperti dikutip dari Pregnancy adalah:
1. Semua bayi dikategorikan prematur jika lahir sebelum 37 minggu
2. Prematur moderat jika lahir antara minggu 35 dan 37
3. Sangat prematur jika lahir antara minggu ke-29 dan 34
4. Ekstrem prematur jika lahir kurang dari 29 minggu
5. Berat badan bayi rendah jika kurang dari 2,5 kg
6. Berat badan sangat rendah jika kurang dari 1,5 kg
7. Berat badan ekstrim rendah kurang dari 1 kg.

EFEK LAHIR PREMATUR TERASA SAAT DEWASA
Felicitas Harmandini | Dini | Sabtu, 2 Juli 2011 | 17:15 WIB
KOMPAS.com - Bayi yang lahir di usia kurang dari 37 minggu biasanya disebut sebagai bayi lahir prematur. Saat lahir, bayi biasanya akan menjalani perawatan intensif untuk menguatkan kondisinya. Bila tak ada masalah, setelah itu bayi pun bisa tumbuh sehat dan normal seperti yang lain. Namun, menurut para peneliti dari University of Rhode Island, bayi prematur seringkali tumbuh menjadi anak yang kurang sehat dan menghadapi risiko masalah jantung yang lebih besar daripada anak-anak lain. Mereka juga cenderung akan mengalami masalah secara sosial. Kesimpulan ini didapat setelah mengamati lebih dari 200 bayi prematur selama 21 tahun.

Menurut ketua peneliti, Mary Sullivan, profesor keperawatan di universitas tersebut, berat lahir yang sangat rendah, penghambilan darah berulang, pembedahan, dan masalah pernafasan, bisa memengaruhi kadar stres pada orang-orang yang dulunya lahir prematur. Sumber stres semacam ini bisa memproduksi hormon kortisol yang lebih tinggi, yang mempengaruhi pengaturan metabolisme, respons kekebalan, dan sirkulasi darah. Semakin kurang berat lahir bayi, semakin tinggi risikonya, demikian menurut Sullivan, yang juga profesor pediatri di Alpert Medical School, Brown University ini. Timnya mendapati bahwa bayi dengan berat lahir sangat rendah memiliki kondisi paru-paru yang paling lemah dan tekanan darah yang lebih tinggi. Bayi prematur dengan masalah medis dan neurologis meningkatkan risiko kondisi kesehatan akut dan kronis 32 persen lebih besar dibandingkan bayi dengan berat normal.

Ditambahkannya pula, bayi lahir prematur yang tak punya masalah medis -khususnya bayi laki-laki- masih akan bergulat secara akademis. Mereka cenderung mengalami masalah ketidakmampuan belajar, mengalami kesulitan dengan matematika, dan membutuhkan lebih banyak layanan di sekolah ketimbang anak-anak yang dulunya lahir dengan normal. Penemuan ini sangat penting bagi para orangtua, perawat di unit perawatan intensif, guru dan staf di sekolah, dan penyedia perawatan primer. "Dengan mengidentifikasi masalah yang akan dihadapi anak-anak yang (dulunya) lahir prematur dalam masa kecilnya, remaja, hingga dewaswa, kita akan lebih siap untuk mengambil langkah yang meringankan pengaruhnya," papar Sullivan.

ANAK CERDAS BISA DI PREDIKSI 5 MENIT SETELAH LAHIR
Selasa, 26 Juli 2011 - 11:36 wib Fitri Yulianti - Okezone
MAU mengukur kecerdasan anak di masa remaja? Sebuah tes kesehatan setelah menit-menit kelahiran anak bisa mengungkapkan seberapa cerdas mereka. Sebuah studi terhadap 877.000 remaja Swedia membandingkan hasil ujian sekolah dengan skor Apgar mereka ketika lahir. Apgar adalah tes untuk mengukur kesehatan bayi baru lahir pada skala satu sampai sepuluh dan berapa besar perhatian medis yang diperlukan sang anak. Hasilnya, para peneliti menemukan hubungan antara skor Apgar di bawah tujuh dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah pada anak di kemudian hari.

Dengan tes Apgar, orangtua diharapkan dapat mengenali masalah awal pada untuk sehingga membantu mengatasi kebutuhan mereka nantinya. "Bukan skor Apgar yang menurunkan kemampuan kognitif anak. Alasan yang mengarah skor Apgar rendah (termasuk sesak napas, kelahiran prematur, konsumsi obat ibu, infeksi) adalah yang mungkin berdampak pada fungsi otak anak di masa depan," jelas Dr Andrea Stuart, dokter kandungan di Central Hospital in Helsingborg, Swedia, seperti dilansir Dailymail, Selasa (26/7/2011).

Para peneliti juga mencatat bahwa hanya satu dari 44 bayi baru lahir dengan nilai Apgar rendah yang kemudian membutuhkan pendidikan khusus. Oleh karena itu, ibu dari bayi yang memiliki skor Apgar rendah tidak semestinya khawatir. "Kebanyakan bayi yang memiliki nilai Apgar kurang dari tujuh atau kurang, mereka baik-baik saja,” sahut Dr Richard Polin, Direktur Neonatologi Columbia University Medical Center dan anggota American Academy of Pediatrics Committee on Fetus and Newborn. Studi ini sendiri merupakan studi terbesar yang pernah dilakukan untuk melihat hubungan antara kemampuan kognitif bayi melalui tes Apgar. Rencananya, studi ini akan muncul di jurnal Obstetrics & Gynecology edisi Agustus.

Apa itu tes Apgar?
Sistem Apgar dirancang oleh dokter asal Amerika, Dr Virginia Apgar pada 1952. Tes biasanya digunakan sebagai dasar untuk melihat implikasi jangka panjang dari kesehatan bayi. Tes Apgar diberikan antara 1-5 menit setelah bayi dilahirkan yang mengevaluasi denyut jantung, pernapasan, tonus otot, warna kulit, dan refleks bayi (bersin atau batuk) pada skala satu sampai sepuluh. Skor delapan ke atas dianggap tanda-tanda kesehatan yang baik.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 26, 2011 2:35 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Fri Apr 02, 2010 4:16 pm

WASPADAI KELAINAN RETINA PADA BAYI PREMATUR
Minggu, 11 Januari 2009 | 22:07 WIB
JAKARTA,MINGGU-Orangtua yang memiliki bayi yang lahir prematur harus waspada. Salah satu penyebab kebutaan anak di negara maju dan beberapa negara berkembang adalah Retinophaty of Prematurity (ROP), yaitu kelainan retina pada bayi-bayi prematur. "Karena itu kerjasama antara dokter anak dan dokter mata itu sangat penting," kata ahli mata dari RSCM/FKUI Dr Rita Sitorus SpM(K) PhD saat seminar mengenai Management Preterm Infant and ROP di Jakarta, Sabtu (10/1).

ROP pada bayi prematur dapat disertai gangguan penglihatan yang minimal atau disertai dengan adanya pertumbuhan pembuluh darah abnormal di retina yang pada akhirnya dapat mengakibatkan ablasio retina. Semakin muda dan kecil bayi yang hidup maka semakin besar pula risiko ROP pada bayi tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya ROP pada bayi prematur, di antaranya adalah pemberian oksigen pada bayi prematur.

Staf ahli bagian Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI Dr Anita Juniatiningsih SpA menyatakan, pada bayi yang lahir kurang dari 750 gram juga berisiko terkena ROP. Selain itu, saturasi oksigen yang tinggi meningkatkan risiko ROP. Begitu juga pada bayi-bayi prematur yang mendapat transfusi darah, maka kadar besinya akan makin tinggi.

Insiden ROP pada bayi laki-laki sedikit lebih tinggi daripada bayi perempuan. Bayi prematur kurang dari 32 minggu atau berat badan kurang dari 1.500 gram berisiko tinggi mengalami ROP. Sekitar 20 persen bayi lahir prematur akan mengalami strasbismus atau kelainan refraksi ketika usia mereka mencapai tiga tahun. Oleh karena itu, skrining bayi prematur dengan atau tanpa risiko ROP perlu dilakukan secara rutin tiap enam bulan. Dengan adanya skrining pada bayi prematur diharapkan ROP dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga dapat diterapi secara optimal.

"Identifikasi dini ini penting karena ROP berpotensi penyebab kebutaan pada anak, khusus di kota besar untuk bayi prematur tinggi jumlahnya. Ini bisa dicegah kebutaannya, jika ditangani lebih dini," kata Rita Sitorus. "Deteksi dini memang perlu, tetapi tidak semua memerlukan treatment. Dokter mata yang tahu mana yang perlu ditreatment. Karena ketakutan terjadi malpraktik, beberapa pasien saya datang saat stadium sudah mencapai 4-5 atau stadium tinggi dengan riwayat lah ir prematur. Ini sudah terlambat," papar Rita.

Karena itu, kepedulian dokter anak perlu ditingkatkan. Dokter anak perlu memperhatikan pasien-pasien yang lahir prematur yang perlu mendapat penanganan dokter mata. Kapan seorang anak perlu diperiksa untuk skrining ROP? Pemeriksaan awal bisa dilakukan pada 4-6 minggu usia kronologis. "Kita bisa bayangkan bayi prematur yang matanya sangat kecil diperiksa, tetapi dengan skill dokter mata, itu bisa dilakukan dalam beber apa periode waktu tertentu. Ada pemeriksaan zona tertentu, kapan harus difollow up itu tergantung dari level ROP tersebut. Kapan berhenti untuk skrining ROP? Sampai kita yakin tidak ada risiko serius untuk jadi ROP," papar Rita Sitorus. Setelah masa itu berakhir, masih diperlukan follow up jangka panjang. Tidak saja memeriksa retina tetapi juga memperhatikan risiko jangka panjang.


Medicastore > Kategori Penyakit > Masalah Kesehatan Anak
RETINOPATI PADA BAYI PREMATUR
Retinopati Pada Bayi Prematur adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada pembentukan pembuluh darah retina pada bayi prematur.
Retinopati yang berat ditandai dengan proliferasi pembuluh retina, pembentukan jaringan parut dan pelepasan retina.

PENYEBAB
Pembuluh darah retina mulai terbentuk pada 3 bulan setelah pembuahan dan terbentuk sempurna pada saat lahir. Jika bayi lahir prematur, maka perkembangannya terganggu. Pembuluh darah retina akan mulai terbentuk lagi pada saat keadaan umum bayi membaik dan kebanyakan akan berkembang secara sempurna.
Pada retinopati karena prematuritas, pembuluh darah tumbuh secara abnormal yaitu ke dalam cairan jernih yang mengisi mata bagian belakang. Disini pembuluh darah tidak memiliki jaringan penyokong sehingga sangat rapuh dan sering mengalami perdarahan ke dalam mata. Hal ini akan diikuti oleh pembentukan jaringan parut yang menarik retina dari lapisan bagian dalamnya ke arah pusat bola mata sehingga retina terlepas. Bisa terjadi gangguan penglihatan, atau jika keadaanya berat, bisa menyebabkan buta total.

Bayi prematur banyak yang mengalami pertumbuhan retina abnormal yang sifatnya sementara dan akan diikuti oleh pertumbuhan yang normal tanpa harus menjalani pengobatan. Hanya 1 diantara 10 bayi yang menderita retinopati yang lebih berat.
Dulu, pemakaian oksigen yang berlebihan bisa merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal. Saat ini, pemakaian oksigen bisa dipantau secara akurat dan mudah, sehingga gangguan pertumbuhan pembuluh darah jarang terjadi.
Saat ini, resiko terjadinya retinopati karena prematuritas sebanding dengan beratnya prematuritas; bayi yang paling kecil memiliki resiko yang paling tinggi.

GEJALA
# Retinopati yang berat bisa menyebabkan gejala berikut: Leukokoria (pupil berwarna putih)
# Nistagmus (gerakan bola mata yang abnormal)
# Strabismus (juling)
# Miopia (rabun dekat).

DIAGNOSA
Retinopati karena prematuritas bisa didiagnosis dengan bantuan oftalmoskopi.
Pemeriksaan mata pada bayi prematur dilakukan dalam waktu 6 minggu setelah persalinan dan kemudian dilakukan setiap beberapa minggu sampai pembuluh darah retina terbentuk sempurna.
Pada bayi yang memiliki jaringan parut akibat retinopati, pemeriksaan mata harus dilakukan setiap 1 tahun seumur hidupnya.

PENGOBATAN
Retinopati yang ringan seringkali mengalami proses penyembuhan yang spontan. Tetapi meskipun telah terjadi penyembuhan, bayi memiliki resiko menderita rabun dekat, juling dan gangguan penglihatan.
Pada retinopati yang berat, krioterapi (pembekuan bagian pinggir retina) bisa mengurangi resiko terjadinya pelepasan retina dan gangguan penglihatan.
Jika telah terjadi pelepasan retina, dilakukan pembedahan untuk mengembalikan retina ke tempatnya.

PENCEGAHAN
Pencegahan yang paling efektif adalah mencegah terjadinya kelahiran prematur.
Jika bayi lahir prematur dan menderita gangguan pernafasan, maka dilakukan pemantauan ketat terhadap pemakaian oksigen untuk mencegah terlalu tingginya kadar oksigen dalam darah.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 8:09 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Apr 04, 2010 9:14 pm

MENGATASI MASALAH BAYI LAHIR PREMATUR
Senin, 28 Januari 2008 | 18:58 WIB
Kompas.com - AGAR bayi lahir prematur tumbuh kembang secara optimal, perawatan intensif bayi prematur butuh kesabaran dan kecermatan ekstra dari dokter yang merawat maupun dari orangtua. ”Makin rendah atau kecil bayi prematur, risiko kesakitan atau kematiannya kian besar,” kata ahli perinatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), dr Rinawati Rohsiswatmo, Sabtu (26/1), dalam diskusi di auditorium Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta. Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang bulan menurut masa gestasinya (usia kehamilannya) yang biasanya 37-42 minggu. Jika lahir pada usia kehamilan 28-32 minggu, bayi dikatakan sangat prematur, dan jika lahir kurang dari 28 minggu, dinyatakan prematur ekstrem.

Ada sejumlah kelainan yang menyertai bayi prematur, di antaranya sindroma gangguan pernapasan—jumlah cairan pelapis paru-paru kurang dari normal. Hal ini menyebabkan paru-paru sulit berkembang sempurna. ”Selain itu, bisa terjadi kelainan usus yang menyebabkan imaturitasnya dalam menerima nutrisi, anemia, dan infeksi,” kata Rina. Bayi lahir prematur juga berisiko mengalami perdarahan otak pada minggu pertama kelahiran. Bayi lahir prematur juga berisiko menderita kelainan jantung, terutama adanya hubungan antara aorta dan pembuluh darah jantung yang menuju paru-paru.

”Kerap terjadi bayi prematur tak mampu minum sebagaimana mestinya karena masih lemahnya refleks isapnya,” ujarnya. Bayi prematur juga rentan mengalami refluks atau terhambatnya pengosongan lambung, kuning, dan kebutaan atau gangguan penglihatan. Bayi prematur perlu perawatan khusus untuk memantau asupan nutrisinya dan dirawat di unit perawatan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yang dilengkapi peralatan medis pendukung, seperti alat bantu napas atau ventilator dan inkubator untuk menjaga suhu tubuh normal.


BERAT TERLALU RENDAH, BAYI RENTAN PENYAKIT
Lusia Kus Anna | Asep Candra | Kamis, 21 Juli 2011 | 17:00 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram harus mendapatkan perhatian lebih. Bayi seperti ini lebih rentan mengalami kematian dan kesakitan. Mereka juga lebih rawan memiliki gangguan perilaku. "Bayi yang lahir dengan berat terlalu rendah ini paling tidak sudah membawa empat penyakit dalam hidupnya. Di usia 40 tahun mereka lebih rawan penyakit," kata dr Judi Januadi Endjun, SpOG, ahli fetomaternal dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Menurut hipotesa Barker, penyakit yang diderita seseorang di usia dewasa sudah terprogram sejak saat ia berada di dalam kandungan. "Bayi yang BBLR berisiko mengalami kematian dalam 28 hari pertama hidupnya serta di usia dewasa rentan menderita hipertensi, diabetes, atau serangan jantung," paparnya dalam acara Nutritalk bertema "Bentuk Awal Cinta Ibu untuk Si Buah Hati" yang diadakan oleh Sari Husada di Jakarta, Kamis (21/7/2011). Ia menambahkan, berat badan bayi saat lahir sudah bisa diprediksi sejak usia kehamilan 10 minggu atau 2,5 bulan. "Normalnya setiap minggu bayi bertambah panjang 8 milimeter. Jika di usia 10 minggu panjangnya tidak bertambah, bisa dipastikan bayi akan lahir dengan berat badan kurang," imbuhnya.

Kondisi bayi dengan berat badan rendah (BBLR) sangat berkaitan dengan asupan nutrisi sang ibu sebelum kehamilan dan saat hamil. Selain itu, BBLR juga bisa disebabkan terganggunya asupan nutrisi bayi karena adanya gangguan pada transpor nutrisi melalui plasenta. "Saat melakukan pemeriksaan USG di trisemester awal, minta dokter untuk mengukur juga kelancaran sirkulasi darah terutama di uter uterina atau pembuluh darah utama yang mengalirkan darah ke plasenta," katanya. Jika bayi di kandungan memiliki kecenderungan lahir dengan berat badan rendah, Judi tidak menyarankan kehamilan diteruskan sampai bayi berusia 40 minggu. "Jika sudah pasti ada gangguan pada plasenta, lebih baik bayi dilahirkan lebih cepat. Sebab, jika dibiarkan sampai 9 bulan, kerusakan sel pada bayi lebih besar," katanya. Kecukupan nutrisi bayi, kata Judi, bisa dipenuhi di luar kandungan. Kendati demikian, menurut Judi, pada dasarnya bayi yang lahir dengan berat rendah bukanlah bayi yang sehat. "Ibarat bangunan, fondasinya kurang kuat," imbuhnya.


Last edited by gitahafas on Fri Jul 22, 2011 8:30 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Apr 04, 2010 9:16 pm

SENTUHAN IBU SELAMATKAN BAYI PREMATUR
Senin, 26 Mei 2008 | 10:04 WIB
Kompas.com - BAGI Anda khsusnya para ibu yang melahirkan bayi prematur, sering-seringlah memeluk atau bersentuhan kulit dengan si kecil. Kontak dan kasih sayang yang Anda curahkan ternyata sangat membantu bayi melewati masa-masa sulit. Menurut hasil penelitian terbaru para ahli dari Kanada, melakukan kontak kulit dengan bayi sangat prematur sekalipun dapat mengurangi tingkat stres dan rasa sakit akibat tindakan atau prosedur medis yang biasanya harus dijalani para bayi kecil di rumah sakit. Seperti ditulis dalam jurnal BMC Pediatrics, tim dari McGill University mengindikasikan bahwa sentuhan atau kontak kulit sang ibu dengan bayi sangat membantu proses pemulihan. Di banyak rumah sakit, para petugas unit khusus perawatan bayi (unit neonatal) masih jarang yang menganjurkan para ibu melakukan kontak atau bersentuhan dengan buah hatinya. Padahal, ini akan sangat penting bagi pemulihan dan perbaikan kondisi bayi yang lahir prematur.

Beberapa riset lain telah membuktikan bahwa inisiatif ibu memeluk bayinya secara rutin, bahkan pada bayi harus dirawat dalam inkubator, tidak hanya akan meningkatkan kualitas kesehatan, namun memperkuat ikatan batin yang sangat penting bagi perkembangan di masa pertumbuhan. Para ahli dari McGill University melalui risetnya telah mengungkapkan betapa sentuhan kasih sayang ini penting. Kesimpulan ini diambil setelah mereka memantau perkembangan bayi prematur yang lahir pascakehamilan 28- 31 minggu.

Awalnya, para ahli menyangka para bayi prematur ini tidak akan mendapat cukup manfaat dari sentuhan dengan orang tuanya. Para bayi prematur yag di rawat di unit neonatal biasanya harus melewati tes darah dengan tusukan jarum pada tumit kaki guna mengecek kadar gula darah. Untuk ukuran bayi, tes ini jelas sangat menyakitkan dan pada beberapa kasus efeknya bisa cukup serius. Dibutuhkan waktu beberapa menit untuk meredakan stres pad bayi dan bisa menjadi ancaman bila kesehatannya sedang terganggu.

Tim dari McGill melakukan tes pada sejumlah bayi yang sering disentuh atau dipeluk oleh ibunya, menganalisis ekspresi wajah mereka, mencatat detak jantung rate dan kadar oksigen dalam darah untuk mengukur tingkat rasa sakit yang dialami bayi. Tingkat rasa sakit setelah 90 detik pada bayi yang dipeluk lebih rendah dibanding mereka yang tidak disentuh orang tuanya. Setengah dari bayi yang disentuh juga tidak menunjukkan ekspresi kesakitan ketika menjalani tes darah. Pimpinan riset, Celeste Johnston, mengatakan pendeknya masa pemulihan dapat membantu mempertahankan kondisi kesehatan bayi. "Respon rasa sakit paada bayi yang sangat prematur tampaknya berkurang dengan sentuhan atau kontak kulit dengan ibunya," ujar Johsnton seperti dikutip BBC .



Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:57 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Apr 07, 2010 6:15 am

BAYI KUNING
60% saat bayi baru lahir mengalami kuning, kondisi ini diakibatkan kadar bilirubin yang meningkat melebihi normal.
Dalam tubuh manusia darah yang baru dihasilkan sepanjang waktu dan darah yang lama dimusnahkan, salah satu produk darah yang dmusnahkan dikenal sebagai bilirubin. Bayi kuning sebagian besar tidak berbahaya, masih merupakan proses fisiologis yaitu proses pemusnahan sel darah merah yang tinggi dibadannya sehingga sisa dari pemusnahan tersebut membuat kadar bilirubin meningkat, normal timbul di hari kedua dan ketiga setelah lahir.

Penyebab bayi kuning:
1. Proses Fisiologis.
2. Belum sempurnanya enzim hati.
3. Perbedaan golongan Rhesus darah antara bayi dan ibu.
4. Kekurangan enzim G6PD.
5. Infeksi.
6. Gangguan fungsi hati.
7. Trauma kepala waktu lahir
8. Ada masalah di thyroid.

Kuning pada bayi biasanya terlihat pada kulit wajah bayi, kemudian akan berlanjut ke dada bayi, perut dan akhirnya sampai ke kaki. Penyakit ini juga dapat menyebabkan mata bayi menjadi kuning. Bayi yang sudah dipulangkan 2 hari dari RS sebaiknya menemui dokternya 1-2 hari setelah pulang dari RS untuk mendeteksi adanya kuning pada bayi. Kadar bilirubin yang tinggi, biasanya diatas 25mg dapat menyebabkan penurunan pendengaran dan penglihatan bayi serta intelegensi.
Bayi menjadi malas minum, cenderung tidur terus dan bisa menimbulkan kejang pada bayi. Bahkan pada kondisi yang mengenai otak, dapat terjadi yang disebut Kern Icterus, yaitu bayi kejang, muntah, punggung melengkung, mata mendelik keatas dan dapat menyebabkan kematian.

Penanganan bayi kuning, sebagian tidak memerlukan terapi khusus, cukup dengan lebih sering menyusui ASI akan mempercepat penurunan bilirubin ( 8-12x sehari ) dan tempatkan bayi dekat jendela terbuka untuk mendapatkan sinar matahari pagi antara jam 7-8 pagi, karena sinar matahari dapat membantu memecahkan bilirubin sehingga lebih mudah diproses oleh hati. Atur posisi agar wajah bayi tidak menghadap langsung ke matahari dan agar bayi tidak kepanasan. Lakukan selama 30 menit, 15 menit dalam posisi terlentang dan 15 menit dalam posisi tengkurap dalam keadaan bayi tidak memakai pakaian, tetapi hati hati jangan sampai kedinginan.

Fototerapi dengan sinar ultraviolet baru dianjurkan bila kadar bilirubin melebihi 12 mg/dl, bahkan bila kadarnya melebihi 25 mg/dl diperlukan pemantauan ketat dan dipertimbangkan kemungkinan untuk transfusi tukar ( membuang sebagian darah bayi yang mengandung bilirubin tinggi dan menggantinya dengan darah yang cocok ).

Batasan kuning yang normal pada bayi baru lahir adalah:
1. Warna kuning timbul di hari kedua dan ketiga.
2. Kenaikan kadar bilirubin tidak lebih dari 5mg setiap harinya.
3. Kadar bilirubin tidak melebihi 12,5 mg/dl.

Sumber: Seputar Indonesia Sabtu 3 April 2010
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Apr 11, 2010 7:18 pm

RISIKO PENYAKIT PADA BAYI LAHIR PREMATUR
Vera Farah Bararah - detikHealth - Senin, 24/05/2010 13:03 WIB
Jakarta, Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu dianggap sebagai prematur. Karena dilahirkan sebelum waktunya maka ada beberapa risiko penyakit yang mungkin terjadi pada bayi mulai dari infeksi, anemia hingga kebutaan. Kebanyakan bayi dilahirkan pada usia kehamilan penuh yaitu sekitar 38-42 minggu, organ tubuhnya sudah berkembang sepenuhnya. Namun tak sedikit bayi yang lahir sebelum waktunya.

Lebih dari 90 persen bayi prematur yang lahir dengan berat 800 gram atau lebih bisa bertahan hidup, sedangkan jika beratnya sekitar 500 gram atau lebih hanya memiliki 40-50 persen kesempatan hidup. Bayi yang lahir prematur memang memiliki risiko kesehatan karena organ tubuhnya belum berkembang secara optimal. Seperti dikutip dari Kidshealth, Senin (24/5/2010) ada beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi pada bayi prematur, yaitu:

Hiperbilirubinemia
Kondisi ini biasanya mempengaruhi sekitar 80 persen bayi prematur. Bayi prematur ini memiliki tingkat bilirubin yang tinggi, sehingga mengembangkan penyakit kuning. Selain itu bilirubin yang tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan otak, karenanya bayi prematur dengan penyakit kuning harus terus dipantau dan ditangani dengan cepat.

Apnea (Berhenti bernapas)
Apnea adalah masalah kesehatan umum pada bayi prematur, hal ini terjadi karena kurang matangnya daerah di otak yang mengendalikan dorongan untuk bernapas. Biasanya bayi berhenti bernapas, denyut jantung yang berkurang dan kulit bisa menjadi pucat, ungu atau biru untuk sementara. Untuk menanganinya cukup merangsang bayi untuk memulai kembali bernapas, tapi jika terlalu sering terjadi kemungkinan diperlukan obat-obatan.

Anemia
Banyak bayi prematur yang kekurangan jumlah sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga mengakibatkan anemia. Dalam beberapa minggu pertama kehidupan, bayi tidak membuat sel darah merah yang baru dan usianya lebih pendek dari orang dewasa. Tak jarang beberapa bayi prematur membutuhkan transfusi sel darah merah.

Tekanan darah rendah
Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi, kehilangan darah, kehilangan cairan atau obat-obatan yang diberikan ibu sebelum kelahiran. Biasanya kondisi ini ditangani dengan meningkatkan asupan cairan, resep obat atau transfusi darah.

Respiratory distress syndrome (RDS)
Salah satu masalah yang paling umum adalah kesulitan bernapas dan paling sering disebabkan oleh sindrom distress pernapasan (RDS). Dalam kondisi ini paru-paru bayi belum berkembang sepenuhnya sehingga tidak cukup menghasilkan zat penting yang disebut surfaktan. Untuk menanganinya biasanya bayi dibantu dengan mesin pernapasan atau ventilator untuk sementara atau penggunaan surfaktan buatan.

Bronchopulmonary Dysplasia
Kondisi ini adalah masalah umum pada paru-paru bayi lahir prematur, terutama jika beratnya kurang dari 1.000 gram. Beberapa hal bisa menyebabkan kondisi ini seperti infeksi, prematur ekstrim serta penggunaan berkepanjangan dari ventilator pernapasan.

Infeksi
Infeksi merupakan ancaman terbesar bagi bayi prematur karena bayi ini masih kurang mampu untuk melawan kuman yang masuk ke tubuhnya. Infeksi ini bisa berasal dari ibu sebelum kelahiran, selama proses persalinan atau setelah kelahiran. Salah satu cara untuk mengurangi risiko infeksi adalah menjaga kebersihan terutama cuci tangan selama bayi di NICU.

Patent Ductus Arteriosus
Ductus arteriosus adalah pembuluh darah pendek yang menghubungkan pembuluh darah utama untuk memasok dari paru-paru ke aorta (pembuluh darah utama yang meninggalkan jantung). Fungsinya pada bayi yang belum lahir adalah memungkinkan darah untuk melewati paru-paru, karena oksigen untuk darah berasal dari ibu. Pada bayi, pembuluh darah ini cukup panjang dan akan segera menutup setelah lahir. Tapi pada bayi prematur kadang tetap terbuka, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas dan terkadang gagal jantung.

Cedera mata atau kebutaan
Mata pada bayi prematur sangat rentan terhadap cedera setelah lahir. Salah satu komplikasi yang serius adalah retinopathy of prematurity (ROP), yaitu pertumbuhan abnormal dari pembuluh darah di mata bayi. Sekitar 7 persen bayi yang lahir dengan berat badan 1.250 gram atau kurang mengembangkan ROP dan kerusakan yang terjadi mulai dari mata minus hingga kebutaan. Hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya. Karenanya pemeriksaan 1-2 hari setelah kelahiran bayi prematur sangat penting.
(ver/ir)


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:41 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Apr 14, 2010 2:14 pm

MENGAPA BAYI PREMATUR HARUS MASUK INKUBATOR?
Kamis, 27 Agustus 2009, 10:19 WIB
Tanya:
Saya (27) baru melahirkan prematur (usia kandungan 7,5 bulan). Bayi saya selamat, namun harus dimasukkan dalam inkubator. Apa alasan bayi prematur dimasukkan ke dalam incubator? Hingga kapan bayi harus berada dalam inkubator?
txxx@cbn.net.id

Jawab:
Persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan genap 37 minggu disebut kelahiran preterm. Bayi yang dilahirkan juga disebut bayi preterm atau kurang bulan. Walaupun sebenarnya berbagai sistem di dalam tubuhnya belum berkembang sempurna, kebanyakan bayi ini tampil normal secara fisik. Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kelahiran preterm adalah kehamilan kembar, preeklampsi, kelainan plasenta, dan ketuban pecah sebelum waktunya.

Ada 3 masalah utama bayi kurang bulan, yaitu kemampuan bernapasnya belum sempurna, serta belum optimalnya kemampuan isap untuk mendapatkan ASI, dan kemampuan mengontrol suhu tubuh.

Oleh karena itu, kita sering melihat bayi kurang bulan yang dirawat di inkubator, diberi O2 agar kebutuhan oksigennya terpenuhi, serta dijamin suhu lingkungannya tetap hangat. Selain itu, bayi dalam inkubator juga diberi makanan lewat selang cairan yang kecil dan terpasang lewat hidung menuju lambungnya. Karena bayi ini masih terlalu muda, masalah utama yang harus dicegah adalah terjadinya infeksi. Inkubator harus selalu berada dalam keadaan steril dan semua tenaga kesehatan yang menyentuhnya perlu melakukan persiapan-persiapan, seperti mencuci tangan yang baik dan benar serta memakai jubah khusus yang disediakan rumah sakit.

Bila keadaannya telah stabil, bayi ini dapat dirawat oleh ibudengan cara perawatan bayi lekat atau perawatan metode ‘kanguru’. Dengan metode ini, bayi yang membutuhkan sentuhan kasih sayang ini akan mendapatkan kehangatan dari tubuh ibu atau ayahnya seperti saat dalam kandungan. Cara perawatan yang sekarang telah diakui keberhasilannya ini akan sangat menguntungkan karena kebutuhan fisik, psikis, dan ASI untuk bayi terpenuhi secara optimal.
• VIVAnews



Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 8:05 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Apr 14, 2010 3:18 pm

PREMATUR
Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang, yang ditemukan pada bayi yang lahir pada saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.
Prematuritas (terutama prematuritas yang ekstrim) merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian pada bayi baru lahir. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki resiko tinggi menderita penyakit tertentu.

PENYEBAB
Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui.
15% dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim terdapat lebih dari 1 janin).

Faktor resiko yang mungkin berperan dalam terjadinya persalinan prematur adalah:
- Kehamilan usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)
- Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur
- Golongan sosial-ekonomi rendah
- Keadaan gizi yang kurang
- Penyalahgunaan obat.
Masalah pada ibu biasanya berupa:
- Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
- Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak diketahui
- Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi selaput ketuban)
- Kelainan pada rahim atau leher rahim
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Plasenta previa.
- Pre-eklamsi (suatu keadaan yang bisa terjadi pada trimester kedua kehamilan, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam air kemih dan pembengkakan tungkai)
- Diabetes melitus
- Penyakit jantung.

GEJALA
Gambaran fisik bayi prematur:
# Ukuran kecil
# Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)
# Kulitnya tipis, terang dan berwarna pink (tembus cahaya)
# Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)
# Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput
# Rambut yang jarang
# Telinga tipis dan lembek
# Tangisannya lemah
# Kepala relatif besar
# Jaringan payudara belum berkembang
# Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi cukup bulan)
# Refleks menghisap dan refleks menelan yang buruk
# Pernafasan yang tidak teratur
# Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit ( anak laki - laki )
# Labia mayora belum menutupi labia minora ( pada anak perempuan).

KOMPLIKASI
1. Sindroma gawat pernafasan (penyakit membran hialin).
Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi baru lahir. Agar bisa bernafas dengan bebas, ketika lahir kantung udara (alveoli) harus dapat terisi oleh udara dan tetap terbuka. Alveoli bisa membuka lebar karena adanya suatu bahan yang disebut surfaktan, yang dihasilkan oleh paru-paru dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan.
Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah yang memadai, sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. Diantara saat-saat bernafas, paru-paru benar-benar mengempis, akibatnya terjadi Sindroma Distres Pernafasan.
Sindroma ini bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus bisa berakibat fatal. Kepada bayi diberikan oksigen; jika penyakitnya berat, mungkin mereka perlu ditempatkan dalam sebuah ventilator dan diberikan obat surfaktan (bisa diteteskan secara langsung melalui sebuah selang yang dihubungkan dengan trakea bayi).

2. Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat bisa menyebabkan gangguan refleks menghisap atau menelan, rentan terhadap terjadinya perdarahan otak atau serangan apneu.
Selain paru-paru yang belum berkembang, seorang bayi prematur juga memiliki otak yang belum berkembang. Hal ini bisa menyebabkan apneu (henti nafas), karena pusat pernafasan di otak mungkin belum matang. Untuk mengurangi mengurangi frekuensi serangan apneu bisa digunakan obat-obatan.
Jika oksigen maupun aliran darahnya terganggu. otak yang sangat tidak matang sangat rentan terhadap perdarahan (perdarahan intraventrikuler).atau cedera .

3. Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi pemberian makanan.
Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah. Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

4. Retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasia retrolental)
5. Displasia bronkopulmoner.
6. Penyakit jantung.

7. Jaundice.
Setelah lahir, bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah) dalam tinjanya. Kebanyakan bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat (yang bersifat sementara), yang dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice).
Peningkatan ini terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna. Jaundice kebanyakan bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan perbaikan fungsi pencernaan bayi.

8. Infeksi atau septikemia.
Sistem kekebalan pada bayi prematur belum berkembang sempurna. Mereka belum menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melewati plasenta (ari-ari).
Resiko terjadinya infeksi yang serius (sepsis) pada bayi prematur lebih tinggi. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis nekrotisasi (peradangan pada usus).

9. Anemia .
10. Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubah-ubah, bisa tinggi (hiperglikemia maupun rendah (hipoglikemia).
11. Perkembangan dan pertumbuhan yang lambat.
12. Keterbelakangan mental dan motorik.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran fisik dan usia kehamilan.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan pada bayi prematur:
- rontgen dada untuk melihat kematangan paru-paru
- analisa gas darah
- kadar gula darah
- kadar kalsium darah
- kadar bilirubin.

PENGOBATAN
Jika kemungkinan akan terjadi kelahiran prematur, biasanya diberikan obat tokolitik untuk menghentikan kontraksi dan kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru bayi. Makanan diberikan melalui sebuah selang yang dimasukkan ke dalam lambung bayi karena fungsi menghisap dan menelan pada bayi prematur masih belum matang. Pada prematur yang ekstrim, makanan diberikan melakui infus. Pada usia sekitar 34 minggu, bayi mulai disusui ASI atau susu botol.
Bayi prematur sangat cepat kehilangan panas dan mengalami kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuh, sehingga mereka biasanya ditempatkan di dalam suatu inkubator. Mungkin bayi memerlukan bantuan respirator dan tambahan oksigen.

PENCEGAHAN
Salah satu langkah terpenting dalam mencegah prematuritas adalah mulai melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan terus melakukan pemeriksaan selama kehamilan.
Statistik menunjukkan bahwa perawatan kehamilan yang dini dan baik bisa mengurangi angka kejadian prematuritas, kecil untuk kehamilan dan angka kesakitan akibat persalinan dan pada masa baru lahir. Medicastore


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:42 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Apr 14, 2010 8:33 pm

INKUBATOR BERDAMPAK PSIKOLOGIS PADA ANAK
Rabu, 7/7/2010 | 08:30 WIB
KOMPAS.com — Bayi yang lahir prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) biasanya akan dimasukkan ke dalam inkubator sebelum dinyatakan cukup sehat untuk dibawa pulang. Namun, penanganan terhadap bayi dengan kebutuhan perawatan khusus ini kelak bisa memengaruhi tumbuh kembang anak. Hal itu terutama pada pertumbuhan otak dan emosi, apalagi inkubator memisahkan kontak fisik dan emosi antara bayi dan orangtuanya.

Orangtua juga perlu mencermati bahwa melakukan perawatan di inkubator dengan banyak cahaya akan berdampak kurang baik bagi bayi. Di antaranya mempengaruhi perkembangan bahasa hingga psikologis. "Secara psikologis, pencahayaan yang terlalu terang akan membuat anak menjadi mudah marah. Berbeda dengan anak yang lebih tenang dan penuh kasih sayang, sebagai efek stimulasi dari kontak fisik bayi dengan orangtuanya," papar dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA, ahli perinatologi dari FKUI RSCM, Selasa (6/7/2010).

Untuk itu, orangtua perlu mempelajari cara merawat bayi dengan kebutuhan khusus ini tanpa bergantung pada inkubator, yakni dengan mengandalkan sentuhan kulit (skin to skin care) dari orangtuanya. Perawatan ini dikenal sebagai Kangaroo Care (lihat metode kanguru, inkubator alami). Selain itu, dr Rina menjelaskan bahwa suhu tubuh orangtua bayi atau orang dewasa lebih memberikan kehangatan alami. Jika inkubator memiliki batas aman suhu sekitar 34 derajat celsius, maka tubuh ayah-ibu bisa lebih hangat dari itu. Dengan bantuan perawat atau tenaga medis, orangtua bisa mempelajari metode inkubator alami ini.

Kangaroo Care, kata dr Rina, berasal dari negara miskin Bogota, Kolombia. Karena sulit dan mahalnya perawatan dengan inkubator, Kangaroo Care dipraktikkan dan ternyata memberikan hasil optimal dan dikembangkan di banyak negara maju. "Bayi yang membutuhkan perawatan lebih khusus, bayi kecil atau bayi lahir prematur, bukan berarti tidak sehat. Bisa jadi bayi itu sehat hanya saja butuh dirawat lebih khusus. Namun, tidak usah terlalu lama di rumah sakit, apalagi dengan bantuan inkubator," ucap dokter yang mendapatkan penghargaan dokter teladan se-Kalimantan Timur 1990 ini.

Cara lain (sebagai penghangat atau inkubator) yang dianggap tak perlu adalah menggunakan lampu atau botol panas. Kangaroo Care memang ilmu baru di Indonesia. Namun sejumlah tenaga medis dan rumah sakit sudah mendapatkan pelatihan perawatan ini. Ia menyebutkan, RS Harapan Kita dan RS Budhi Asih adalah beberapa yang sudah memberikan pelatihan tersebut. "Keberhasilan Kangaroo Care berada di tangan para dokter dan perawat, bagaimana meyakinkan ibu bayi untuk menjalani perawatan ini. Fungsi rumah sakit juga harus diubah, yakni lebih mencerdaskan orangtua," tandas dr Rina.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 1:42 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Fri Apr 16, 2010 10:54 pm

MANFAAT INKUBATOR ALAMI UNTUK BAYI
Selasa, 6/7/2010 | 18:35 WIB
KOMPAS.com - Inkubator bukan satu-satunya solusi bagi perawatan bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Menempelkan bayi pada dada telanjang ibu dan ayahnya juga bisa menjadi inkubator alami. Perawatan semacam ini disebut skin to skin care, atau Metode Kanguru. Memang perlu adaptasi, namun bisa dilatih dan berdampak positif bagi bayi.

Seperti dijelaskan dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA, ahli perinatologi dari FKUI RSCM, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (6/7/2010), metode inkubator alami membutuhkan adaptasi bagi orangtua yang mempelajarinya. Orangtua perlu memberanikan diri untuk menghangatkan bayi dengan bersentuhan kulit. Jika bayi menjadi demam, suhu panas bayi akan diserap orangtuanya melalui kulit. Bayi juga akan mendapat panas dari suhu tubuh orangtua. Sesekali boleh letakkan bayi dalam inkubator, namun latih metode kanguru ini lebih sering dengan bantuan tenaga medis di rumah sakit, dr Rina memaparkan. "Metode ini juga menjadi stimulasi bagi bayi yang bisa berdampak pada perkembangannya. Perawatan ini sangat baik dilakukan para ibu dengan bayi prematur atau bayi kecil, karena bayi hafal gerak tubuh ibu, dari pengalamannya di kandungan," jelas dr Rina.

Dalam paparannya, dr Rina menjelaskan, Metode Kanguru ini mampu mengurangi rasa sakit dan stres pada bayi, serta mempengaruhi perkembangan bayi. Untuk orangtua, metode ini memberikan rasa percaya diri pada ibu, memberikan ikatan lebih kuat antara ibu dan bayi, serta meningkatkan produksi ASI. "Bahkan bayi prematur bisa mencari sendiri puting ibu, dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bisa terjadi, karena bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu di area payudara," tambahnya. Manfaat lainnya adalah, jika beratnya sudah melebihi 1,2 kilogram, bayi prematur atau bayi kecil bisa keluar dari perawatan di rumah sakit dan melanjutkan perawatan di rumah dengan pengawasan dari bidan atau tenaga medis.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 1:41 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Anak

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 67Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 35 ... 67  Next

 Similar topics

-
» Banyak sebab anak lambat bercakap
» DOA MUDAH BERSALIN DAN KESEJAHTERAAN ANAK DALAM KANDUNGAN
» Kesehatan Anak
» Kesehatan Otak
» anak GM mana ya ?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-