Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Anak

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 34 ... 67  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sat Feb 13, 2010 12:10 pm

BAYI TABUNG
Definisi bayi tabung sebenarnya adalah proses pembuahan sel telur dan sperma diluar tubuh wanita, atau istilahnya In Vitro Fertilization ( IVF ).
In Vitro adalah istilah bahasa Latin yang berarti dalam gelas / tabung gelas, sedangkan fertilization adalah bahasa Inggrisnya dari pembuahan.

Proses bayi tabung atau IVF dimulai dengan perangsangan indung telur istri dengan hormon. Ini untuk memacu perkembangan sejumlah folikel. Folikel adalah gelembung yang berisi sel telur. Perkembangan folikel dipantau secara teratur dengan alat USG dan pengukuran kadar hormon estradiol dalam darah.
Pengambilan sel telur dilakukan tanpa operasi, tetapi melalui pengisapan cairan folikel dibantu dengan tuntunan alat USG transvaginal. Cairan folikel tersebut kemudian segera dibawa ke laboratorium. Seluruh sel telur yang diperoleh, selanjutnya di eramkan dalam inkubator. Beberapa jam kemudian terhadap masing masing sel telur akan ditambahkan sejumlah sperma suami ( inseminasi ) yang sebelumnya telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. Setelah kira kira 18-20 jam, akan terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. Sel telur yang telah dibuahi sperma disebut zigote, akan dipantau selama 22-24 jam dahulu, untuk melihat perkembangannya menjadi embryo. Dokter akan memilih 4 embryo yang terbaik, yang kemudian akan dihisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. Terjadinya kehamilan atau tidak baru dapat diketahui setelah 14 hari.

Ketika memutuskan mengikuti program bayi tabung sebaiknya pasutri sudah mempunyai persiapan yang matang, baik dari segi mental maupun segi materi.
Dari segi materi harus mengeluarkan biaya yang cukup besar yaitu Rp 16,5 - 54 juta tergantung pada jenis paket yang harus diambil. Dari segi mental dibutuhkan tingkat ke disiplinan yang tinggi dan motivasi yang kuat, untuk bisa mengatasi rasa sakit dan stress yang timbul sselama menjalani program bayi tabung.
Program yang lebih menitik beratkan pada istri ini membawa konsekuensi berat pada istri, setiap hari sekitar 5-14 hari ( tergantung perkembangan tiap individu ) istri harus disuntik pada waktu yang sama. Jadi setiap hari istri harus bolak balik ke RS, 2x sehari, untuk disuntik dan diambil darah serta pemeriksaan USG. Belum lagi rasa sakit waktu diambil sel telur dan waktu ditanam kembali ke rahim setelah menjadi embryo.

Saat ini tingkat keberhasilan bayi tabung masih sekitar 25%, angka ini berlaku diseluruh dunia, bukan di Indonesia saja.
Semakin muda umur istri semakin besar tingkat keberhasilannya. Pada wanita kurang dari 35 tahun mencapai 30-33%, sementara bila berusia lebih dari 40 tahun peluang kehamilannya hanya 8%.

Program bayi tabung juga ditentukan oleh kualitas sperma, karena prinsip program bayi tabung adalah mempertemukan sperma dan ovum secara in vitro, karena secara alami tidak dapat terjadi pembuahan.

Sumber: Seputar Indonesia Rabu 10 Maret 2010


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 5:12 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sat Feb 13, 2010 12:12 pm

KESEHATAN ANAK DARI PROSES BAYI TABUNG
Anak muda yang terlahir melalui proses bayi tabung memiliki ketahanan fisik yang hampir sama dengan bayi biasa, namun bayi tabung kelak cenderung memiliki masalah psikologi lebih besar. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal The Fertility and Sterility ini merupakan tindak lanjut penelitian generasi pertama anak anak Amerika Serikat ( AS ) yang dikandung melalui bayi tabung. Semua bayi lahir antara tahun 1981-1990 melalui program bayi tabung di Eastern Virginia Medical School, AS.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa tahap tahap awal perkembangan embryo manusia dalam rahim dapat mempengaruhi resiko dari berbagai kondisi kesehatan kronis di kemudian hari. Karena itu, secara teoritis bayi tabung lebih berresiko menderita berbagai penyakit. Selain itu, bayi tabung kebanyakan lahir kembar, yang berarti lebih besar kemungkinan kelahiran secara prematur dan berat lahir rendah. Hal ini bisa jadi berdampak negatif pada perkembangan bayi tersebut di usia dewasanya.

Namun, dalam penelitian mereka, orang dewasa muda yang dilahirkan melalui proses bayi tabung umumnya sehat dan menyesuaikan diri dengan baik, bahkan kadang kadang lebih baik ketahanan tubuhnya dari anak AS umumnya dalam menghadapi faktor resiko penyakit fisik yang kronis. Mereka umumnya lebih kecil kemungkinannya untuk merokok dan lebih senang olah raga daripada orang dewasa AS lainnya direntang usia mereka.

Namun, kondisi psikologis mereka masih mengkhawatirkan, terutama menjadi anak yang hiperaktif ( ADHD = Attention Defisit Hyperactivity Disorder ), suka minum minuman keras, serta kemungkinan mengalami depresi.

Diketahui, persentase partisipan yang mengatakan mereka pernah di diagnosis dengan ADHD lebih tingga dari normal sekitar 27%, dibandingkan dengan perkiraan pervalensi ADHD diantara anak anak AS yang mencapai 3-5%. Tingkat depresi juga tampak tinggi, dengan hampir 16% mereka yang pernah di diagnosis dengan gangguan ini. Hampir 55% wanita muda yang dikandung secara bayi tabung dilaporkan menjadi pecandu minuman keras dibandingkan dengan 36% wanita muda AS umumnya. Definisi pecandu minuman keras yaitu mereka yang menenggak 5 gelas atau lebih minuman beralkohol dalam waktu 2 jam.

Sumber: Seputar Indonesia Rabu 10 Maret 2010


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 5:16 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Feb 17, 2010 9:04 am

KELAINAN BAWAAN YANG SERING TERJADI PADA BAYI
Jumat, 11/06/2010 15:45 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Setiap orangtua menginginkan anaknya lahir dengan fisik yang sempurna. Tapi beberapa faktor ternyata dapat membuat seorang bayi terlahir dengan kelainan bawaan. Apa saja kelainan bawaan yang umum terjadi? Sekitar 1 persen bayi dilahirkan dengan kelainan bawaan atau kongenital, yaitu kondisi abnormal yang sudah ada sejak bayi baru lahir. Kelainan ini mulai dari yang sangat ringan, seperti jari ekstra atau tambahan kulit, hingga yang mengancam nyawa seperti penyakit jantung.

Kelainan bawaan ini berbeda dengan kelainan genetik karena kalau kelainan bawaan bisa disembuhkan melalui operasi. Sedangkan kelainan genetik sulit untuk disembuhkan. Kelainan genetik itu contohnya Down Syndrome, Palsi serebral, Fibrosis kistik, Spina bifida, Epilepsi, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan.

Untuk kelainan bawaan saat ini makin jarang ditemukan karena bisa dilihat dengan USG atau pemindaian sebelum kelahiran. Pemberian suplemen asam folat selama trimester pertama kehamilan mampu mencegah beberapa kelainan bawaan. Seperti dikutip dari buku Your Baby Month by Month karangan Su Laurent dan Peter Reader, yang diterbitkan Esensi, Jumat (11/6/2010), beberapa kelainan bawaan yang umum terjadi antara lain:

1. Bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit)
Pada kondisi ini, kedua belahan muka bayi tidak menyatu dengan baik sewaktu bertumbuh dalam rahim, sehingga terdapat celah di bibir atau langit-langit mulutnya, atau lebih sering keduanya. Bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit/cleft lip and palate) kadang-kadang dapat didiagnosa melalui pemindaian sebelum kelahiran.

2. Dislokasi panggul kongenital (Congenital Dislocation of the Hip/CDH)
Pada kondisi ini, panggul bayi tidak terbentuk sepenuhnya sehingga bagian bulat dari sendi panggulnya mudah bergeser dari sambungan sendi. Kelainan ini dialami oleh sekitar 1 dari 1.000 bayi dan lebih umum dijumpai pada anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Bayi yang berisiko CDH adalah yang lahir dalam keluarga dengan riwayat CDH, kelahiran sungsang, dan bayi dengan talipes (bayi yang lahir dengan kaki yang bengkok ke bawah).

3. Talipes atau Club foot
Beberapa bayi dilahirkan dengan kondisi kaki yang bengkok ke bawah atau ke arah dalam. Kondisi ini dideskripsikan sebagai talipes posisional atau club foot. Kondisi ini dapat dikoreksi melalui pemijatan dan perentangan pergelangan kaki.

4. Hipospadias
Ini adalah kondisi yang diderita oleh anak laki-laki saat lubang uretra (saluran yang terhubung melalui penis) tidak berada di ujung penis seperti yang seharusnya, tetapi bisa berada di sepanjang penis bagian bawah. Hipospadias cukup umum dijumpai pada sekitar 1 dari 300 anak laki-laki.
Operasi umumnya dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun. Kulup (kulit yang menutupi ujung penis) merupakan jaringan yang sempurna untuk digunakan dalam operasi ini. Oleh karena itu, bayi dengan hipospadias tidak boleh disunat sebelum menjalani operasi.

5. Testis tidak turun
Sewaktu masih dalam kandungan, testis bayi laki-laki terbentuk di dalam rongga perutnya. Pada saat lahir, kedua testis seharusnya sudah turun ke dalam buah zakar. Akan tetapi, kadang-kadang ini tidak terjadi. Satu atau kedua testis tersangkut di tengah-tengah proses.

6. Hidrokel
Ini adalah masalah umum lainnya yang hanya menyerang anak laki-laki. Hidrokel adalah benjolan berisi cairan di dalam skrotum di sekitar testis. Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya pada usia setahun atau bahkan sebelum itu.

7. Penyakit jantung bawaan
Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi ketika terdapat abnormalitas pada struktur dan atau fungsi jantung bayi. Sebelum lahir, bayi menerima semua oksigennya melalui plasenta. Namun, begitu ia menghirup napas pertamanya, jantungnya mulai menerima darah yang dipenuhi oksigen dari paru-paru.

Hal ini dimungkinkan apabila saluran di antara dua pembuluh darah utama (ductus arteriosus) dan lubang (foramen ovale) di antara dua ruang jantungnya menutup. Untuk beredar ke seluruh tubuh, darah harus mengalir dengan urutan yang tepat melalui keempat ruang jantung yang dihubungkan dengan katup-katup.

Kelainan jantung bawaan dapat melibatkan katup-katup yang menghubungkan ruang-ruang jantung, lubang di antara dua atau lebih ruang jantung, atau kesalahan penghubungan antara ruang jantung denga arteri atau vena. Gejala PJB dapat diketahui ketika bayi yang baik-baik saja setelah dilahirkan, tapi kemudian menjadi kebiruan, diikuti dengan kesulitan bernapas atau menyusui. (mer/ir)


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:38 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Feb 17, 2010 9:05 pm

5 MASALAH UMUM YANG DIALAMI BAYI BARU LAHIR
Senin, 3 Januari 2011, 12:15 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Banyak hal yang bisa dialami bayi baru lahir. Tak mengherankan jika sebagian hal dialami bayi membuat panik orangtua. Masalahnya, mulai dari bayi kuning, bayi menangis terus menerus dan infeksi tali pusat. Namun sebenarnya, masalah-masalah tersebut wajar dialami bayi baru lahir, dan bisa hilang dengan sendirinya. Agar tidak langsung panik, Anda perlu tahu cara tepat menangani masalah-masalah yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Berikut tipsnya, seperti dikutip dari laman Methodsofhealing.com:

1. Kulit Bayi Kuning
Biasanya, bayi baru lahir menderita penyakit kuning, karena mereka memiliki terlalu banyak bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Masalah ini menyebabkan bayi menguning di bagian mata dan kulit. Kondisi ini termasuk masalah umum, yang mempengaruhi hampir 80 persen bayi baru lahir, selama minggu pertama hidup mereka. Masalah ini menyebabkan menguning di bagian mata dan kulit. Biasanya hari ketiga atau keempat kuning pada bayi masih tampak jelas terlihat dan reda hari ketujuh atau kesepuluh. Penyakit ini tidak berbahaya. Untuk menanganinya, bayi hanya perlu dijemur di bawah terik matahari pagi secara rutin. Paparan sinar dan memberikan ASI terus menerus juga menjadi pengobatan sederhana, yang bisa membantu ekskresi bilirubin melalui urin. Namun jika bilirubin tinggi, bayi mungkin perlu pengobatan khusus seperti fototerapi.

2. Infeksi tali pusat
Saat masih di dalam rahim ibu, tali pusat bermanfaat menyediakan makanan bayi dan oksigen selama di dalam rahim. Setelah lahir, bayi tidak tergantung pada tali pusat sebagai penyalur makanannya. Saat lahir, tali ini akan dipotong. Namun, perawatan tali pusat setelah dipotong harus dilakukan dengan hati-hati, karena area ini harus selalu bersih dan kering agar tidak terjadi infeksi. Jangan tutupi dengan kain, popok atau bahkan mengaplikasikan bedak untuk mengeringkannya. Potongan tali pusat akan mengerut, kering dan rontok dalam waktu kurang dari sebulan.

3. Bayi menangis terus menerus
Kolik atau bayi menangis selama berjam-jam hal yang wajar bagi bayi baru lahir. Hal ini terjadi karena bayi menelan udara saat mengambil napas. Udara ini lolos dari perut ke usus menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kondisi ini hanya sementara. Jangan memberikan obat apapun, hingga bayi bersendawa. Bersendawa akan membawa udara yang tertelan dan memberikan rasa lega pada bayi. Dan jangan panik jika bayi sering bersendawa atau cegukan setelah mengonsumsi ASI. Kondisi ini akan normal setelah bayi berusia tiga bulan.

4. Mata sulit dibuka
Kebanyakan bayi akan sulit membuka mata setelah lahir. Bahkan sering terlihat kotoran kental kekuningan dari mata. Hal ini terutama disebabkan oleh penyumbatan saluran air mata. Membersihkannya dengan hati-hati bisa membantunya membuka mata lebar. Tapi gunakan kapas steril yang sudah direndam air mendidih dan dihangatkan untuk menghindari infeksi. Perlu diingat, jangan pernah mencampur kapas mata dengan kapas pembersih kotoran bayi.

5. Muntah
Muntah atau gumoh untuk sebutan pada bayi baru lahir lumrah terjadi ketika bayi mengalami kelebihan lendir di perut. Jika si kecil sering mengalami hal ini, cobalah memberinya makan dalam porsi kecil, namun sering, dan membiarkan bayi bersendawa setelah minum ASI. Cara ini bisa membantunya lebih lega. Jika bayi mengalami demam dan muntah berulang kali, segera membawanya ke dokter. Anda juga harus memperhatikan, jangan sampai bayi mengalami dehidrasi. Berikan asupan cairan yang cukup.

Selain muntah atau gumoh, bayi juga kerap berketombe. Ketombe pada bayi biasa dikenal dengan sebutan 'cap cradle'. Biasanya berupa serpih kekuningan atau putih dan berkerak pada kulit kepala yang sulit untuk dihilangkan. Anda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini tidak berbahaya. Jangan membatasi penggunaan minyak dan mencuci rambut bayi. Kondisi 'cradle cap' akan mereda dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.

• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 1:46 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Thu Feb 18, 2010 10:36 am

7 HAL YANG SEHARUSNYA IBU BARU TAHU
Sabtu, 8 Januari 2011 - 12:09 wib Okezone
BAGI seorang ibu baru, kehadiran bayi menjadi momen yang membahagiakan sekaligus membingungkan. Mengapa setiap dua jam dia harus diberikan ASI, mengapa dia buang air besar dan kecil lebih dari tiga kali, mengapa napasnya bunyi saat tidur? Itu merupakan beberapa pengalaman asing bagi seorang ibu baru.
Agar tak bingung, simak yuk penjelasan dr Robert Soetandio, SpA. MSi. Med, dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang.

Tidur
Bayi baru lahir biasanya tidur selama 16-20 jam yang dibagi menjadi empat sampai enam periode. Pola tidur bayi masih belum teratur, karena jam biologis yang belum matang. Tetapi perlahan-lahan akan bergeser sehingga lebih banyak waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan siang hari. Pada usia dua bulan, bayi mulai lebih banyak tidur malam dibandingkan siang. Pada usia tiga sampai enam bulan, jumlah tidur siang akan semakin berkurang, kira-kira tiga kali dalam sehari, dan terus berkurang hingga dua kali sehari saat usia bayi enam sampai 12 bulan. Menjelang usia satu tahun biasanya bayi hanya perlu tidur siang satu kali dengan total jumlah waktu tidur berkisar antara 12-14 jam. Posisi tidur bayi ada tiga; posisi miring, telentang, dan tengkurap. Bayi baru lahir sampai usia tiga bulan, posisinya hanya telentang karena kemampuan motoriknya baru sampai di situ. Moms bisa membantu mengubah posisinya dengan dimiringkan ke kanan atau kiri maupun ditengkurapkan. Bayi boleh saja tidur tengkurap asalkan tetap diawasi karena alasan takut tersedak atau tercekik saluran napasnya. Sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS - Sudden Infant Death Syndrome) hingga napasnya berhenti bisa saja terjadi. Karena itu, sebaiknya posisi tengkurap dihindari saat malam hari karena saat itu pengawasan pada bayi kurang.

Napas Bunyi Saat Tidur
Sering memerhatikan napas bayi yang berbunyi keras saat tidur? Tarikan napas si kecil begitu berat seperti orang yang menderita asma. Ini dia penyebabnya: Bunyi napas yang muncul saat bayi tidur berasal dari tidak lancarnya aliran udara yang keluar dan masuk melalui saluran napas. Bunyi napas yang muncul dapat juga akibat terhalangnya cairan atau lendir yang berada dalam paru-paru bayi. Perlu diingat bahwa organ ini juga memroduksi lendir. Hambatan aliran udara ini dapat terjadi karena kepala bayi tertekuk atau memang karena struktur leher bayi yang belum sempurna sehingga ada bagian yang menyempit saat tidur. Produksi lendir yang berlebih mudah dialami bayi yang membawa bakat alergi. Begitu terpacu oleh alergen (pemicu timbulnya alergi), produksi lendirnya akan meningkat. Selain alergi, peningkatan lendir juga dapat terjadi jika bayi terkena virus, contohnya influenza. Sejauh tidak mengganggu proses menyusu, tidak disertai demam dan infeksi serta tidak mengganggu aktivitas sehari-hari bayi, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Yang dapat moms lakukan adalah coba posisi tengkurap dengan kepala dimiringkan, namun posisi ini harus dalam pengawasan orangtua. Letakkan bantal kecil di bahu bayi, usahakan kepala jangan terlalu tengadah.

Gumoh
Gumoh adalah kondisi di mana bayi memuntahkan kembali susu yang sudah ditelannya. Bagi ibu baru, hal ini seringkali mengkhawatirkan. Karena itu, jangan memberi minum susu terlalu banyak, berikan sedikit namun sering dan biasakan membuatnya bersendawa setelah diberi susu. Penyebab gumoh bermacam-macam. Salah satunya klep penutup lambung belum sempurna. Sehingga jika si kecil langsung ditidurkan setelah disusui dan juga menggeliat, susu akan keluar dari mulut. Pada tahun-tahun pertama, mekanisme klep ini perlahan-lahan menguat seiring perkembangan bayi sehingga kemungkinan terjadinya gumoh berkurang. Gumoh berbahaya khususnya jika terjadi saat tidur karena gumoh dapat masuk ke saluran napas utamanya paru-paru sehingga dapat membuat sesak napas dan anak menjadi biru karena kekurangan oksigen. Oleh karena itu, bila anak gumoh langsung seka mulutnya dengan lap lembut.

BAB & BAK
Sedikit-sedikit pipis atau "pup". Wah, apa bayiku baik-baik saja? Ini dia rahasia di balik Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB) si kecil:

Pada bayi yang menyusu ASI usia 0-6 bulan
* Frekuensi BAB normal:
Sehari satu sampai tujuh kali atau bahkan hanya satu sampai dua hari sekali. Dengan catatan: berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat atau KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter.

* Frekuensi BAB tidak normal:
- Setelah dua hari tidak BAB
- BAB tiga hari satu kali atau lebih dari tujuh kali sehari. Kondisi ini perlu dikonsultasikan kepada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi.

Pada bayi yang tidak menyusu ASI usia nol sampai enam bulan
# Frekuensi BAB normal:
- Berkisar tiga sampai empat kali sehari sampai hanya satu hingga dua hari sekali. Pada bayi yang diberi susu formula, frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI karena ASI sangat mudah dicerna oleh bayi, sementara susu formula lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi.

* Frekuensi BAB tidak normal:
- Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan.

Pada bayi usia 6 bulan ke atas
# Frekuensi BAB normal:
- Biasanya tiga sampai empat kali sehari, atau dua hari sekali. Setelah anak menginjak empat tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtua, yakni satu sampai dua kali sehari.

* Frekuensi BAB tidak normal:
- Lebih dari empat kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai enam kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi Moms bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah.

# Frekuensi BAK:
- Dalam sehari, normalnya si kecil BAK berkisar tiga sampai empat kali. Namun, sebetulnya frekuensi BAK tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika lebih dari itu tidak masalah, kecuali bila pipis-nya sangat sering (lebih dari 10 kali per hari) atau jarang sama sekali. Artinya, selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya. Apalagi sampai khawatir bayi terkena Diabetes Mellitus (DM), karena DM pada anak apalagi bayi sangat jarang terjadi.

- Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang atau menjadi jarang. Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya bisa empat kali. Atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi.

Menyusu
Pada bayi yang menyusu ASI, ASI diberikan secara on demand (semau bayi). Pada hari pertama bayi akan minum dalam jumlah sedikit tetapi dengan frekuensi yang sering, misalnya 10 kali dalam waktu 24 jam. Setelah beberapa hari, pada saat produksi ASI sudah cukup dan bayi sudah cukup kuat mengisap, maka bayi akan minum selama 15 menit atau lebih dan baru minta minum lagi tiga jam kemudian. Moms dapat menilai apakah bayinya mendapatkan cukup ASI atau tidak. Bayi usia nol sampai enam bulan dinilai mendapat kecukupan ASI bila mencapai keadaan sebagai berikut:

1. Bayi minum ASI tiap dua sampai tiga jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI delapan kali pada dua sampai tiga minggu pertama.
2. Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering dan warna menjadi lebih muda pada hari kelima setelah lahir.
3. Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak enam sampai delapan kali sehari.
4. Moms dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI.
5. Payudara terasa lebih lembek, yang menandakan ASI telah habis.
6. Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal.
7. Pertumbuhan berat badan (BB) bayi dan tinggi badan (TB) bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan.
8. Perkembangan motorik baik (bayi aktif dan motoriknya sesuai dengan rentang usianya). Jika kurang, ada kemungkinan cara pemberian ASI salah – mungkin dari perlekatan atau posisi menyusui. Jika hal ini terjadi Moms dapat berkonsultasi ke klinik laktasi.

Bagi bayi yang tidak menyusu ASI, jumlah susu formula yang diberikan sangat individual bergantung kondisi bayi. Ada yang jumlahnya sedikit tapi sering, namun ada yang jumlahnya banyak tetapi dalam waktu yang lama.

Makan
Mulai usia enam bulan hingga satu tahun, si kecil diperkenalkan dengan MPASI (makanan pendamping ASI). Nah, seberapa banyak bayi akan makan dalam satu hari?

- Kebutuhan energi dari MPASI untuk bayi di negara sedang berkembang dengan masukan ASI yang cukup berkisar 200 kkal/hari untuk bayi usia enam sampai delapan bulan.

- 300 kkal/hari untuk bayi umur 9-11 bulan. Dan 550 kkal/hari untuk anak umur 12-23 bulan.

- Estimasi kebutuhan tersebut hanya berlaku untuk bayi yang mengonsumsi ASI rata-rata. Jika konsumsi ASI lebih banyak atau lebih sedikit, kebutuhan energi dari ASI dapat bertambah atau berkurang.

- Sedangkan untuk bayi yang tidak mendapat ASI, kebutuhan energinya 600 kkal/hari, 700 kkal/hari pada umur 9-11 bulan dan 900 kkal/hari pada anak umur 12-23 bulan.

- Rata-rata bayi yang mendapat ASI diberi MPASI dua sampai tiga kali sehari saat bayi umur enam sampai delapan bulan. Tiga sampai empat kali per hari saat bayi umur 9-11 bulan dan 12-24 bulan dengan tambahan makanan selingan bergizi satu sampai dua kali dalam sehari.

Menangis
Bayi menangis karena ia merasa tidak nyaman, lapar, bosan, lelah, mengantuk, kolik dan sakit. Orangtua perlu belajar mencari tahu sebab bayi menangis. Yang terpenting, hentikan tangis bayi dengan lembut, perlahan dan tenang. Berikut ini kondisi di mana bayi acapkali menangis:

Lapar
Ciri tangisan: Keras, terjadi beberapa kali dalam sehari dan dapat diprediksi kapan kira-kira akan terjadi, yaitu berkisar waktu bayi biasa menyusu atau makan. Cara atasi: Orangtua sebaiknya menenangkan bayi dengan memeluk dan menciumnya setelah tangisnya reda baru diberi susu atau makan.

Terlalu Ramai
Ciri tangisan: Bayi tampak lelah dan menangis cukup keras sambil menatap mata kita seperti mengajak kita pergi dari suasana itu. Mungkin ia termasuk bayi yang sangat peka terhadap keramaian sehingga tidak suka pada bunyi-bunyian yang tidak pernah kita pikirkan misalnya suara TV atau radio. Bisa juga dia lelah karena terlalu banyak orang yang mengajaknya bermain. Cara atasi: Sebaiknya membawa bayi ke tempat yang lebih tenang dan matikan TV atau radio. Bila perlu nyalakan lampu yang lebih redup atau mengurangi jumlah mainan yang ada didekatnya.

Bosan
Ciri tangisan: lirih tapi kalau tidak ditanggapi bisa semakin keras. Cara atasi: Orangtua sebaiknya mengalihkan rasa bosan bayi dengan memberikan mainan yang menarik dari bentuk dan warnanya, atau yang bisa mengeluarkan suara. Ajak bayi menyanyi dan menari dalam suasana santai dan menyenangkan, atau ajak bayi jalan-jalan ke tempat yang berbeda misalnya ke halaman rumah.

Kolik
Ciri tangisan: tiba-tiba menangis hebat, terus menerus, tidak dapat dihibur, tangisannya memelas utamanya pada sore atau menjelang malam hari. Lamanya bisa sampai tiga jam atau lebih. Penyebab dan mengapa terjadi pada waktu sore atau menjelang malam hari belum diketahui secara pasti. Namun kolik biasa dialami bayi usia dua minggu dan akan hilang sendiri saat bayi berumur tiga sampai empat bulan. Cara atasi: Sebaiknya dekap dan pijat perut bayi dengan lembut. Bila bayi tetap menangis coba letakkan dia dengan nyaman di tempat tidur dan hibur kembali.

Tidak Nyaman
Ciri tangisan : merengek gelisah sambil menggerakkan tubuh seperti ingin menunjukkan bagian tubuhnya yang terasa tidak nyaman. Kondisi yang menyebabkan bayi tidak nyaman misalnya popoknya kotor karena BAK atau BAB, ruam kulit, udara yang terlalu panas atau terlalu dingin, atau perutnya kembung. Orangtua sebaiknya mencari tahu penyebab dan segera mengatasinya:

* Popok yang kotor karena BAK atau BAB segera diganti dengan yang bersih

* Kalau ada ruam kulit, atasi dengan membersihkan kulit yang terkena ruam dengan air bersih, keringkan dengan handuk atau kain yang kering dan diberi salep atau krim untuk ruam kulit.

* Kalau kedinginan segera beri selimut atau baju hangat. Sebaliknya jika kepanasan dan bajunya basah karena keringat, lap tubuhnya dan ganti bajunya.

* Bila perutnya kembung, coba menyendawakannya dan beri minyak telon atau minyak kayu putih di perutnya. Usapan tangan Ibu di punggung bayi dapat membuat bayi lebih tenang.

Sakit
Ciri tangisan: suara tangis bervariasi dari lirih sampai keras, yang intinya menarik perhatian. Penyebabnya mungkin karena jatuh, terjepit, terinfeksi kuman atau virus, digigit serangga atau sebab lain. Cara atasi: sebaiknya periksa seluruh tubuh bayi termasuk mengukur suhu tubuhnya. Bila perlu segera ke dokter.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 1:50 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Feb 21, 2010 8:40 am

BILA BAYI ALAMI HIPOTERMIA
Sabtu, 30 April 2011 - 09:36 wib Okezone
KANIA bingung, bayinya yang berusia seminggu tak mau menyusu dan terlihat mengantuk terus. Bahkan, tangan dan kaki bayinya terasa dingin ketika diraba. Dengan sigap Kania mendekap putranya itu di dadanya lalu menyelimuti tubuh keduanya dengan selimut. Apalagi cuaca di luar sangat dingin, hujan turun terus menerus. Kania takut Rio terkena hipotermia. Hmm, apa itu?

Bayi hipotermia adalah bayi dengan suhu badan di bawah normal. Suhu normal pada bayi neonatus adalah adalah 36,5-37,5 derajat Celsius (suhu ketiak). Gejala awal hipotermi apabila suhu kurang dari 36 derajat Celsius atau kedua kaki dan tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang (suhu 32–36 derajat Celsius). Disebut hipotermi berat bila suhu < 32 derajat Celsius, diperlukan termometer ukuran rendah (low reading thermometer) yang dapat mengukur sampai 25 derajat Celsius.

Gejala
Adapun beberapa gejala hipotermi yang biasa ditemukan pada bayi baru lahir adalah:
• Bayi tidak mau minum/menyusu
• Bayi tampak lesu atau mengantuk saja
• Tubuh bayi terasa dingin
• Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema).

Hangatkan Tubuh Bayi
Luas permukaan tubuh pada bayi baru lahir (utamanya jika berat badannya rendah), relatif lebih besar dibandingkan dengan berat badannya sehingga panas tubuhnya cepat hilang. Nah, pada cuaca dingin, suhu tubuh bayi cenderung menurun. Hal itu lah yang memungkinkan terjadinya hipotermia. Yang dapat Moms lakukan adalah mengenali gejala-gejalanya dan memberikan pertolongan pertama yang tepat. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menghangatkan tubuh si bayi dengan metoda kanguru yakni mendekap bayi di dada ibu dan keduanya diselimuti.

Kenali Sebabnya!
Berdasarkan kejadiannya, hipotermia dibagi atas:

1. Hipotermia sepintas, yaitu penurunan suhu tubuh 1–2 derajat Celsius sesudah lahir. Suhu tubuh akan menjadi normal kembali sesudah bayi berumur 4-8 jam, bila suhu lingkungan diatur sebaik-baiknya. Biasanya hal ini terdapat pada BBLR, hipoksia (suatu keadaan dimana suplai oksigen tidak mencukupi untuk keperluan sel, jaringan atau organ), ruangan tempat bersalin yang dingin, bila bayi tidak segera dibungkus setelah lahir, terlalu cepat dimandikan (kurang dari 4 jam sesudah lahir), dan pemberian morfin pada ibu yang sedang bersalin.

2. Hipotermia akut terjadi bila bayi berada di lingkungan yang dingin selama 6-12 jam. Umumnya terdapat pada bayi dengan BBLR di ruang tempat bersalin yang dingin, inkubator yang tidak cukup panas, kelalaian terhadap bayi yang akan lahir, yaitu diduga mati dalam kandungan tetapi ternyata hidup dan sebagainya. Gejalanya adalah lemah, gelisah, pernapasan dan bunyi jantung lambat serta kedua kaki dingin. Terapi yang dilakukan adalah dengan segera memasukkan bayi ke dalam inkubator yang suhunya telah diatur menurut kebutuhan bayi dan dalam keadaan telanjang supaya dapat diawasi dengan teliti.

3. Hipotermia sekunder. Penurunan suhu tubuh yang tidak disebabkan oleh suhu lingkungan yang dingin, tetapi oleh sebab lain seperti sepsis, sindrom gangguan pernapasan dengan hipoksia atau hipoglikemia, perdarahan intra-kranial tranfusi tukar, penyakit jantung bawaan yang berat, dan bayi dengan BBLR serta hipoglikemia. Pengobatannya ialah dengan mengobati penyebabnya, misalnya dengan pemberian antibiotik, larutan glukosa, oksigen, dan sebagainya. Pemeriksaan suhu tubuh pada bayi yang sedang mendapat tranfusi tukar harus dilakukan beberapa kali karena hipotermia harus diketahui secepatnya. Bila suhu tubuh bayi sekitar 32 derajat Celsius, tranfusi tukar harus dihentikan untuk sementara waktu sampai suhu tubuh menjadi normal kembali.

4. Cold injury, yaitu hipotermia yang timbul karena terlalu lama dalam ruangan dingin (lebih dari 12 jam). Gejalanya ialah lemah, tidak mau minum, badan dingin, suhu berkisar antara 29,5–35 derajat Celsius, tak banyak bergerak, edema, serta kemerahan pada tangan, kaki, dan muka seolah-olah bayi dalam keadaan sehat; pengerasan jaringan subkutis. Bayi seperti ini sering mengalami komplikasi infeksi, hipoglikemia, dan perdarahan. Pengobatannya ialah dengan memanaskan secara perlahan-lahan, antibiotik, pemberian larutan glukosa 10 persen, dan kortikosteroid.

(Sumber: Tabloid Mom/Kiddie)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 1:51 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Tue Mar 02, 2010 12:56 pm

PERTANYAAN ORANGTUA YANG BARU PUNYA BAYI
Selasa, 11/01/2011 15:46 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Setiap pasangan yang baru menjadi orangtua pasti memiliki berbagai macam pertanyaan di benaknya tentang cara merawat bayi dan mengatasi frustasinya. Ini dia 7 pertanyaan yang sering diajukan oleh orangtua baru. Merawat bayi terutama bagi orang yang baru pertama kali menjadi orangtua bukanlah pekerjaan yang mudah. Seperti dikutip dari Daily Telegraph, Selasa (11/1/2011) berikut ini beberapa pertanyaan yang sering mengganggu pikiran orangtua baru, yaitu:

Apakah payudara saya bekerja? Apakah bayi saya mendapatkan ASI yang cukup?
Sangat mudah bagi ibu yang baru melahirkan untuk terjebak dalam kecemasan seperti ini. Satu hal yang harus diketahui adalah hanya sebagian kecil perempuan yang secara fisik tidak bisa menyusui. Jadi sangat mungkin payudara Anda bekerja dengan baik, serta hindari mendiagnosis diri sendiri. Jika mengalami masalah, cobalah konsultasikan dengan ahli laktasi.

Bagaimana feses bayi yang normal? Seberapa sering bayi BAB?
Pada hari-hari awal, feses bayi sering mengalami perubahan konsistensi, warna dan frekuensi, tergantung pada usia dan apa yang dikonsumsinya (ASI atau susu formula). Beberapa hari pertama setelah lahir, feses bayi disebut dengan meconium yang berwarna hitam kehijau-hijauan. Bayi yang diberi ASI bisa BAB beberapa kali dalam sehari, sedangkan bayi yang diberi susu formula akan lebih jarang BAB.

Bagaimana mengatasi kurang tidur?
Tidak ada jawaban yang mudah untuk pertanyaan ini, terutama pada hari-hari awal kelahiran bayi. Untuk mengatasinya dibutuhkan kerjasama dengan pasangan dalam mengatur jadwal menjaga bayi, serta usahakan ikut beristirahat saat bayi tengah tertidur.

Mengapa bayi saya tidak tidur sepanjang malam?
Bayi memiliki pola tidur yang unik dan berbeda-beda. Beberapa bayi bisa memiliki pola tidur yang teratur dan dapat diprediksi, sedangkan yang lainnya sangat sulit ditebak. Sebagai permulaan cobalah mengikuti pola tidur bayi dan jangan terlalu memaksakan diri, hal ini mencegah orangtua lebih stres dan lelah.

Bagaimana mengatasi bayi yang menangis?
Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi, biasanya untuk menandakan bayi lapar, popok kotor, sakit perut, lelah, haus, kesakitan atau udaranya terlalu panas atau dingin. Seiring waktu ibu akan bisa membedakan sinyal dari bayi yang menangis. Jika bayi menangis, gendonglah dan buat ia merasa nyaman dengan gerakan dan suara detak jantung ibunya.

Bagaimana cara menidurkan bayi di malam hari?
Setiap bayi memiliki karakter yang berbeda-beda, karenanya cobalah untuk tidak terlalu cemas mengenai bayi yang sulit tidur di malam hari. Buatlah ranjang bayi senyaman mungkin, akan lebih baik jika bayi bersebelahan dengan ibu di tempat tidur yang sama. Lalu aturlah suhu yang ideal, serta pakaian yang disesuaikan dengan musim dan udara. Saat bayi semakin besar, ia bisa melewati malam lebih lama tanpa minum susu.

Apakah bayi saya tumbuh berkembang dengan normal dan waktu yang tepat?
Orangtua sebaiknya tidak membandingkan anaknya dengan anak-anak lain, karena semua bayi berkembang dan tumbuh pada tingkat yang berbeda. Cara terbaik untuk memantau dan memastikan perkembangan anak adalah melalui grafik perkembangannya dan konsultasi dengan dokter.

Cobalah untuk tidak cemas dan menikmati setiap tahap perkembangan dan pertumbuhan anak. Seperti halnya orang dewasa, bayi juga datang dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan temperamen dan kepribadian yang berbeda.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 1:52 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Tue Mar 02, 2010 12:58 pm

BOLEHKAH BAYI DIBEDONG?
Selasa, 6 Juli 2010 | 13:48 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak ibu modern yang malas membedong bayinya karena dianggap kuno dan khawatir napas bayi menjadi sesak. Padahal, bayi yang dibedong merasa lebih nyaman. "Bayi yang dibedong akan merasakan seolah berada dalam rahim ibunya karena posisinya kan mirip dalam rahim," kata dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K), konsultan perinatologi dari Departemen IKA FKUI RSCM, di Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para ibu ketika membedong bayi. "Ketika membedong, kaki bayi jangan dibuat lurus. Penelitian di Jepang menunjukkan, bayi yang dibedong terlalu kuat dengan kaki lurus, kakinya bisa pincang sebelah karena sendi panggulnya keluar," paparnya.

Membedong juga disarankan untuk bayi yang sering rewel dan menangis. Terkadang bayi juga terbangun karena kaget dengan gerakan tubuhnya sendiri yang disebut refleks moro. "Dibedong membuat bayi tidur nyenyak," tambahnya. Kain bedong juga perlu diperhatikan. Agar bayi merasa nyaman, pilih kain yang lembut dan menghangatkan tubuh bayi tanpa membuatnya kepanasan.


Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 7:45 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Thu Mar 04, 2010 8:20 pm

KAKI BAYI PERLU DIBEDONG AGAR TIDAK PENGKOR?
Jumat, 28/5/2010 | 09:05 WIB
KOMPAS.com — Ada banyak mitos tentang perawatan bayi yang berkembang dan terus dipertahankan di masyarakat. Sebagian salah, tetapi ada pula yang secara ilmiah benar. Mana yang Anda ikuti? Berikut beberapa di antaranya.

Mitos: Pakai gurita agar tidak kembung.
Fakta: Salah. Pasalnya, organ dalam tubuh malah akan kekurangan ruangan. Dinding perut bayi masih lemah, volume organ-organ tubuhnya pun tak sesuai dengan rongga dada dan rongga perut yang ada karena sampai 5 bulan dalam kandungan organ-organ ini terus tumbuh sementara tempatnya sangat terbatas. Jika bayi menggunakan gurita, ruangan untuk pertumbuhan organ-organ ini akan terhambat. Boleh memakai gurita asal ikatan bagian atas dilonggarkan sehingga jantung dan paru-paru bisa berkembang.

Mitos: Kuku tak boleh dipotong sebelum 40 hari.
Fakta: Salah. Jika tidak dipotong, kuku yang panjang itu bisa melukai wajah bayi, bahkan melukai kornea mata. Kalau sampai kena kornea, tak bisa disembuhkan lagi. Mitos ini mungkin lebih disebabkan kekhawatiran akan melukai kulit jari tangan atau kaki si bayi saat ibu menggunting kuku-kukunya. Sebaiknya gunting dengan gunting kuku khusus untuk bayi.

Mitos: Kaki dibedong agar tidak pengkor.
Fakta: Salah. Bedong bisa membuat peredaran darah bayi terganggu karena kerja jantung memompa darah menjadi sangat berat. Akibatnya, bayi sering sakit di sekitar paru-paru atau jalan napas. Selain itu, bedong juga bisa menghambat perkembangan motorik si bayi karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak. Sebaiknya bedong dilakukan hanya setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin, untuk menjaganya dari udara dingin. Dipakainya pun longgar. Yang jelas, pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki. Semua kaki bayi yang baru lahir memang bengkok. Pasalnya, di dalam perut tak ada ruangan cukup bagi bayi untuk meluruskan kaki sehingga waktu lahir kakinya pun masih bengkok.

Mitos: Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari.
Fakta: Salah. Yang tepat adalah tidak pergi ke tempat yang penuh orang (crowded). Banyak orang berarti banyak kuman penyakit. Misalnya ke mal atau perhelatan. Ingat, kekebalan bayi masih sangat rentan saat usianya di bawah 40 hari. Jadi, di bawah setahun, sebaiknya jangan membawa bayi ke mal, kecuali memang sangat penting dan hanya sebentar.
(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)


Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 7:45 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Mar 07, 2010 8:32 pm

6 GEJALA PADA BAYI YANG TAK BOLEH DIABAIKAN
Rabu, 12/1/2011 | 16:53 WIB
KOMPAS.com - Menjadi orangtua untuk pertama kalinya akan menjadi hal yang mengagumkan sekaligus menakutkan. Akan tambah menyeramkan ketika si bayi sakit. Untuk orangtua baru, tak heran akan ada kala terasa ingin panik setiap si bayi terbatuk atau mengalami ruam bahkan hanya sedikit. Berikut adalah gejala-gejala yang harus dinilai serius oleh para orangtua jika terlihat pada bayi:

1. Bibir biru (cyanosis)
Jika bibir bayi Anda terlihat kebiruan, atau membran mukus di dalam mulutnya atau pada lidahnya berubah biru, ini bisa jadi tanda bahwa si bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup, begitu keterangan dari Carrie Drazba, MD, dokter anak di Rush University Medical Center, Chicago. Kondisi ini disebut cyanosis. Saat ini terjadi, segeralah ke dokter atau panggil ambulans.

2. Napas terengah-engah tanpa sebab yang jelas
Setiap bayi akan menggerutu atau menghela napas dalam sesekali. Namun jika mereka terus menerus bernapas dengan berat dan terengah-engah, dan Anda melihat bahwa mereka menggunakan otot dada lebih sering ketimbang seharusnya dan cuping hidung terus-terusan mengembang saat bernapas, bisa jadi ia menghadapi masalah pernapasan. "Jika ini terjadi, segera hubungi dokter anak dan jika berlangsung cukup lama, pertimbangkan untuk membawanya ke ruang gawat darurat," saran Jadene Wong, instruktur klinik di Lucille Packard Children’s Hospital.

3. Demam lebih dari 38 derajat Celsius pada bayi baru lahir
Jika bayi yang usianya kurang dari 2 bulan mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, disarankan dr Drazba untuk membawanya ke dokter anak sesegera mungkin. Demam pada bayi yang baru lahir bisa berarti beragam. Mulai dari meriang hingga meningitis. Bayi baru lahir yang mengalami demam sangat patut diperhatikan.

4. Kekuningan pada kulit
Jika kulit bayi baru lahir terlihat menguning dan tambah menguning, ia bisa mengalami masalah penyakit kuning. Ada yang kondisinya masih normal, ada pula yang harus ditindaklanjuti serius. Bilirubin diproduksi di hati. Liver pada bayi butuh waktu hingga berfungsi penuh, tetapi ketika sudah berfungsi baik, segalanya akan baik-baik. Saat kelahiran, jika hati si bayi tidak bergerak cepat, bilirubinnya bisa meningkat dan menyebabkan kulit bayi menguning. Bilirubin bayi yang meningkat bisa memengaruhi otak, menyebabkan kejang-kejang, serta kerusakan permanen. Kebanyakan dokter akan merekomendasikan agar si ibu memberikan si bayi ASI sesering mungkin agar tubuh si bayi bisa mengeluarkan bilirubin yang berlebihan lewat BAB-nya. Langkah selanjutnya adalah menaruh si bayi di bawah sinar UV untuk terapi foto agar mempercepat pemecahan bilirubuh. Jika terus meningkat, akan dibutuhkan transfusi darah.

5. Dehidrasi
Jika si bayi jarang membasahi popoknya, sebaiknya dicurigai ia mengalami dehidrasi. Popok bayi seharusnya basah setiap hari dan makin sering basah seiring ia bertambah usia. Sekitar 6 kali popok basah ketika ia menginjak usia seminggu ke atas. Ciri-ciri lain anak dehidrasi adalah mulut kering, mata sayu, dan lesu. Segera konsultasikan dengan dokter anak Anda. Para dokter umumnya akan merekomendasikan memberi anak cairan pengganti khusus. Air biasanya tidak disarankan karena bisa menurunkan level sodium yang bisa menyebabkan kejang-kejang.

6. Memuntahkan cairan kehijauan terang
Anak-anak seringkali muntah. Mereka bisa muntah karena batuk terlalu keras, menangis terlalu kencang, makan terlalu banyak, dan masalah perut. Jika muntahan yang ia keluarkan berwarna kehijauan, Anda sebaiknya memperhatikan lebih lanjut. Muntahan yang berwarna kehitaman juga bisa berarti hal yang serius. Cairan muntah yang berwarna kehijauan bisa mengindikasikan ada hambatan pada saluran cernanya, yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Muntahan yang berwarna hitam seperti kopi bisa jadi tanda ada perdarahan di dalam. Muntah usai cidera atau kecelakaan di kepala juga butuh evaluasi lebih lanjut karena bisa mengarah kepada gegar otak. Tetapi, bagaimana pun, cidera atau benturan keras pada kepala sebaiknya diperiksa oleh dokter.

Secara garis besar, lebih baik aman dan berjaga-jaga ketimbang menyesal di kemudian hari. Saat ragu, percayakan pada insting Anda dan telepon dokter untuk bertanya.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 1:53 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Sun Mar 07, 2010 8:49 pm

PEMOTONGAN TALI LIDAH MEMUDAHKAN BAYI MENYUSU
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Senin, 05/07/2010 14:05 WIB
Gainesville, Ketika bayi sulit menghisap Air Susu Ibu (ASI) sebaiknya perhatikan lidahnya. Karena tali lidah menyulitkan bayi untuk menghisap puting ibunya. Tapi jangan khawatir, dengan pemotongan tali lidah yang sederhana bayi bisa menyusu dengan mudah. Tali lidah atau dalam istilah medis disebut tongue tie merupakan jaringan tipis yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung bagian bawah. Bayi dengan kelainan bawaan tersebut akan merasa sakit dan kesulitan saat menghisap.

Pengatasannya cukup mudah, hanya dengan prosedur pemotongan yang sederhana. Namun Sandra Sullivan, MD, dokter anak dari University of Florida mengatakan prosedur itu jarang dilakukan karena sebagian dokter menganggapnya tidak terlalu penting. "Prosedur tersebut dinamakan frenotomy, yang jauh lebih sederhana dibandingkan sunat," ungkap Sullivan seperti dikutip dari Sciencedaily, Senin (5/7/2010).

Padahal menurut Sullivan, untuk menghisap secara efektif dibutuhkan kemampuan lidah yang lebih kompleks dibandingkan menghisap botol susu. Adanya tali lidah membuat bayi tidak bebas menggerakkan lidahnya ke atas, bawah atau menyamping sesuai kebutuhan. Ketika bayi sulit menggerakkan lidahnya ke atas untuk menahan, ia masih bisa menggigit karet dot tetapi tidak bisa melakukan hal yang sama pda puting ibunya. Selain akan menyakiti si ibu, gigitan juga akan membuat kelenjar susu yang sangat kecil itu tersumbat.

Dalam laporannya di jurnal Paediatrics, Sullivan menyebut dampak dari masalah tali lidah antara lain berupa gangguan pertumbuhan. Ia mencontohkan seorang bayi yang pada usia 6 bulan, berat badannya justru lebih rendah dibanding saat dilahirkan. "Ketika dirawat di rumah sakit, dalam 36 jam berat badannya bertambah hampir 1 kg. Padahal yang kami lakukan hanya memotong tali lidahnya," ungkap Sullivan.

Ibunya mengetahui ada masalah dengan tali lidah, namun dokter memberitahunya untuk tidak terlalu khawatir. Dokter tersebut mengatakan, operasi baru bisa dilakukan pada mulut si bayi jika usianya sudah 6 bulan. Sementara itu sebuah penelitian mengungkap, 3-5 persen dari 4 juta kelahiran bayi di Amerika setiap tahunnya, mempunyai kelainan pada tali lidah. Dari angka tersebut, hampir setengahnya punya masalah saat menyusu.
(up/ir)


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:39 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Mar 10, 2010 6:54 am

BELAJAR SAAT TIDUR? CUMA BAYI YANG BISA
Rabu, 19 Mei 2010, 11:06 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Bayi yang baru lahir mungkin hanya terjaga beberapa jam setiap hari, namun otak mereka tetap bekerja sepanjang waktu. Para peneliti meyakini, otak secara konstan menyesuaikan dengan keadaan di sekitarnya. Studi dilakukan terhadap bayi-bayi berusia satu dan dua hari menunjukkan, kemampuan mereka untuk bersikap seperti spons data dengan menyerap informasi mengenai kondisi di sekitar mereka tak pernah berhenti.

Hasil studi yang dilakukan para ahli dari University of Florida itu berhasil diungkap setelah percobaan sederhana melibatkan 26 bayi yang sedang tidur. Peneliti memainkan sebuah nada untuk mereka kemudian diikuti dengan tiupan lembut di sekitar kelopak mata. Setelah 20 menit, percobaan itu diulang. Sebanyak 24 bayi telah belajar mengantisipasi tiupan tersebut dengan menutup mata mereka.

Gelombang otak bayi juga diketahui berubah.
Seorang Psikolog, Dana Byrd mengatakan, ia menemukan bentuk dasar dari proses belajar pada bayi yang baru lahir. "Jenis pembelajaran yang mungkin tidak akan tampak pada orang dewasa yang tertidur," ujarnya. "Bayi-bayi itu adalah pembelajar yang lebih baik, penyerap data yang lebih baik dibanding yang kita tahu. Studi sebelumnya mengungkap, kemampuan belajar tersebut ketika mereka terjaga, maka studi ini merupakan yang pertama mengetahui kemampuan itu juga dimiliki bayi yang sedang tidur," paparnya. Studi yang dipublikasikan pada journal Proceedings of the National Academy of Sciences itu kemudian dapat digunakan untuk mengidentifikasi bayi yang tidak berkembang dengan normal seperti yang berisiko disleksia atau autis.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:51 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Mar 10, 2010 12:19 pm

CARA YANG TEPAT MERANGSANG PANCAINDERA BAYI
Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 15/06/2010 12:30 WIB
Jakarta, Selama ini bayi yang baru lahir selalu menerima dan menanggapi rangsangan dari lingkungan sekitar. Karena itu orangtua harus cermat dalam memberikan rangsangan untuk buah hatinya. Bayi yang baru lahir sebenarnya sudah bisa melihat, mendengar, merasakan, mencium dan mengenal rasa, meskipun beberapa bayi terkadang membutuhkan waktu untuk membuat kelima indera ini sepenuhnya matang. Karena semua indera di tubuhnya sudah dikembangkan sejak usia tujuh bulan dikandungan. Kegagalan dalam memberikan rangsangan bisa berdampak buruk terhadap pertumbuhan fisik dan psikologis serta perkembangannya. Karena itu orangtua harus memahami bagaimana cara memberikan rangsangan pada bayi untuk membantunya mengenal dunia, seperti dikutip dari Howstuffworks, Selasa (15/6/2010), yaitu:

Indera perasa (sentuhan)
Salah satu cara yang paling penting untuk berkomunikasi dengan bayi adalah melalui sentuhan, karena bayi sangat menikmati setiap gerakan tangan dan gerakan yang lembut. Selama di dalam rahim bayi sudah terbiasa digoyang oleh gerakan-gerakan sang ibu, sehingga setelah lahir bayi akan merasa terhibur jika digoyang-goyangkan. Rangsangan yang diberikan pada si kecil bisa melalui kegiatan sehari-hari seperti saat memandikan, mengganti pakaian, popok, berjalan-jalan dengan posisi bayi ada di tangan sang ibu serta merangsang bayi dengan berbagai sentuhan dan gerakan.

Indera penciuman dan rasa
Bayi yang baru lahir akan sangat cepat untuk mengenali bau terutama bau ibunya, sehingga jika ibu selalu berada di dekat bayi maka akan mudah baginya untuk mengenali bau sang ibu. Meskipun lidah bayi belum berkembang sepenuhnya dibandingkan orang dewasa, tapi bayi sudah mulai bisa mengenal rasa manis dan juga asam atau kecut. Indera rasa ini akan semakin berkembang setelah bayi mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI), karenanya ibu harus kreatif dalam memberikan variasi makanan.

Indera pendengaran
Selama trimester terakhir kehamilan, bayi sudah bisa mendengarkan suara ibunya. Indera pendengaran ini sudah bisa dirangsang sejak bayi dilahirkan melalui suara-suara lembut, kotak musik, mainan yang menimbulkan bunyi menenangkan, mendengarkan seseorang bernyanyi atau mengajaknya berbicara. Namun bayi bisa menjadi kesal jika mendengar suara yang tajam atau keras.

Indera penglihatan
Meskipun sistem penglihatannya belum berkembang sempurna, tapi bayi bisa melihat cukup baik pada jarak tertentu terutama jarak dari hidung si kecil ke puting ibunya. Untuk merangsangnya bisa dengan memberikan beberapa pola atau benda yang menarik, seperti bermain wajah, bermain dengan kaca atau memperlihatkan mainan yang lucu dan menarik perhatiannya.

Tahapan pembelajaran untuk bayi harus melibatkan keseluruhan indera seperti penciuman, perasa, pendengaran, penglihatan dan sentuhan. Indera bayi bisa berkembang sangat cepat sama seperti pertumbuhannya. Karena itu orangtua bisa mulai memberikannya rangsangan sejak dini.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:54 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Thu Mar 11, 2010 10:28 am

BISAKAH BEDAK TALEK MENYEBABKAN KANKER?
Vera Farah Bararah - detikHealth - Sabtu, 22/05/2010 07:20 WIB
Jakarta, Bedak talek masih banyak digunakan orang terutama ibu-ibu untuk diusapkan di tubuh bayinya. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa bedak talek memicu kanker. Bagaimana kondisi yang sebenarnya? Bedak talek dihasilkan dari mineral yang disebut dengan talc atau magnesium trisillicate. Dalam bentuk alamnya, talc ditemukan berbentuk batuan dan diketahui mengandung serat menit terutama asbes. Proses yang harus dilakukan untuk memisahkan kandungan ini dari batu tidaklah mudah.

Seperti dilansir dari buzzle, Sabtu (22/5/2010), sebuah studi menunjukkan bahwa asbes sebagai salah satu bahan yang terkandung dalam bedak talek bersifat karsinogen, yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker dalam penggunaan jangka panjang. Kemungkinan ada berbagai macam bedak yang digunakan. Namun studi menunjukkan bahwa penggunaan bedak yang terlalu sering dapat mengarah pada pengembangan dari dua jenis kanker yaitu kanker paru-paru dan kanker ovarium. Sebenarnya pada tahun 1973, badan pengawas makanan dan obat AS (US Food and Drug Administration) merancang resolusi untuk membatasi jumlah serat asbes seperti pada bedak kosmetik. Namun, tidak pernah ada keputusan yang dibuat untuk batasan talc pada bedak kosmetik.

Bubuk talek dan kanker paru-paru
Sebuah penelitian mengklaim bahwa sering menghirup bedak bisa menjadi penyebab kanker paru-paru. Para ibu yang menggunakan bubuk talek ini juga sudah diperingatkan terhadap penggunaannya secara teratur. Hal ini bukan saja menempatkan bayi pada risiko kanker, tapi juga bagi orang disekitarnya yang menghirup bubuk talek ini.

Selain itu, talc juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bedak anti kutu pada anjing, dan hal ini ditemukan berbahaya baik bagi hewan peliharaan dan keluarga yang tinggal bersama-sama. Hal ini terutama disebabkan oleh partikel asbes yang sangat kecil dalam bentuk bubuk sehingga mudah dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Kondisi ini tentu saja dapat memicu reaksi inflamasi (peradangan) yang nantinya dapat berkembang menjadi kanker. Sementara itu saat penelitian lebih lanjut dilakukan, ditemukan para penambang talc dalam jumlah besar telah didiagnosa menderita kanker paru-paru. Hal ini disebabkan pekerjaan tersebut mengharuskan seseorang kontak dengan talc secara konstan. Selain itu juga ditemukan talc yang belum diproses akan jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan produk akhir yang sampai ke konsumen.

Bedak talek dan kanker ovarium
Studi mengenai hal ini masih sedikit kabur dan memerlukan klarifikasi. Berdasarkan studi penelitian berskala besar, penggunaan bedak talek oleh perempuan di alat kelaminnya bisa menyebabkan partikel tersebut masuk ke dalam indung telur dan mengakibatkan multiplikasi sel ovarium dengan cepat. Kondisi ini adalah salah satu karakteristik utama dari kanker.

Namun hal ini juga tergantung pada seberapa banyak bedak tersebut digunakan, diperkirakan risiko kanker ovarium akan meningkat jika sering menggunakan bedak talek. Seperti dikutip dari Cancer.org, Sabtu (22/5/2010) sebuah studi prospektif (umumnya dianggap yang paling informatif) diterbitkan pada tahun 2000 yang menemukan tidak ada pengaruhnya secara menyeluruh dengan kanker ovarium, tapi meningkatkan risiko sebesar 40 persen pada salah satu tipe dari invasive serous cancers. Sementara yang terkait dengan kanker paru-paru, satu studi menemukan adanya peningkatan risiko paru-paru, tapi studi lain menemukan tidak ada peningkatan risiko. Studi terhadap penggunaan bedak talek ini bersifat pribadi sehingga memberikan hasil yang tidak konsisten, walaupun beberapa hal mendukung peningkatan risiko kanker. Namun bagi orang yang terbiasa menggunakan bedak, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan menghindari atau tidak menggunakan bedak yang mengandung talc.

Datuk Dr Nor Ashikin Mokhtar, ahli kandungan konsultan & ginekolog seperti dilansir dari the Star mengatakan sampai penelitian ilmiah dapat memberikan jawaban yang lebih baik, maka terserah pada individu untuk membuat keputusannya sendiri mengenai penggunaan bedak talek.
"Kita harus ingat bahwa belum tentu setiap butir bedak adalah karsinogenik karena tergantung pada tingkat serat asbes-seperti di bedak yang digunakan," katanya. Menurut Dr Nor salah satu alternatif untuk bedak talek adalah dengan menggunakan serbuk pati jagung yang tidak mengandung talc. Pati jagung tidak terkait ke setiap bentuk kanker dan lebih mudah dipecah oleh tubuh, seperti bedak. Konsultasikan juga dengan dokter anak Anda, apakah aman untuk menggunakan bedak bayi pada bayi dan anak-anak.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:00 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Anak   Wed Mar 24, 2010 6:09 am

HATI HATI MEMBEDAKI BAYI
Sabtu, 12 Juni 2010 | 08:12 WIB
Kompas.com - Sehabis bayi dimandikan, biasanya para ibu akan membubuhkan bedak di tubuh si bayi. Begitupun setelah si bayi usai dibersihkan sehabis buang air, tak lupa dibedaki. Tujuannya agar kulit si kecil tak jadi kasar atau timbul lecet-lecet. Hal ini, menurut dr. Darmawan B.S., Sp.A dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUPN-CM FKUI, sedikit banyak ada benarnya. "Bedak memang bisa untuk mengurangi keringat. Juga berfungsi sebagai pelicin karena kulit bayi masih sangat peka dan gampang luka akibat gesekan. Nah, dengan bedak, gerakan-gerakannya jadi lebih smooth," terangnya. Selain itu, bedak juga memberi kesegaran dan rasa nyaman pada kulit. Apalagi bedak kadang diberi kandungan bahan-bahan aktif, seperti mentol, yang membuat badan terasa adem dan nyaman dipakai. Kendati demikian, penggunaan bedak pada bayi tidaklah wajib. Karena, seperti dituturkan Darmawan, tak memakai bedak pun sebetulnya enggak apa-apa. "Ibu-ibu memakaikan bedak pada anaknya, kan, biasanya secara otomatis. Karena sejak dulunya orang tua mengerjakan seperti ini."

Sangat sensitif
Penting diingat, kulit bayi masih sangat sensitif. "Kulit bayi lebih tipis, baik epidermis maupun dermisnya, dibandingkan kulit orang dewasa. Selain itu, produksi kelenjar keringat dan minyak kulit bayi masih belum sempurna, sehingga kelembabannya harus selalu dijaga," terang Darmawan. Itu sebabnya kulit bayi sangat peka dan mudah terkena iritasi. Baik karena masuknya benda luar, maupun akibat friksi atau gesekan. Kesensitifan kulit bayi, selain disebabkan umur si bayi yang masih muda (0-1 tahun), juga dipengaruhi faktor keturunan atau bakat. "Ada, kan, orang yang lebih sensitif dari orang lain?" ujar Darmawan. Nah, begitu pula dengan kulit bayi. Setelah usia 5 tahun, barulah kulit si anak sempurna seperti halnya kulit orang dewasa. Itulah mengapa anak usia di atas 5 tahun meskipun masih sering ngompol tapi kulitnya enggak apa-apa. Lantaran kulitnya sudah lebih tahan terhadap "serbuan" dari luar.

Iritasi vagina
Untuk para ibu yang terbiasa membedaki bayinya, Darmawan menganjurkan agar berhati-hati. "Jangan main teplok saja. Terutama di sekitar lipatan pahanya. Salah-salah si bedak bisa masuk ke vagina anak." Yang paling riskan memang untuk alat kelamin wanita. Kalau alat kelamin lelaki, menurut Darmawan, relatif lebih aman. Karena strukturnya relatif lebih terlindungi. Berbeda dengan kelamin wanita, yang lebih terbuka, sehingga mudah terkena infeksi akibat masuknya benda-benda yang tak diinginkan. Contohnya serbuk bedak ini.

Seperti dituturkan Darmawan, kulit di bagian dalam saluran reproduksi wanita, termasuk vagina, sangat halus. Kulit ini disebut mukosa. Nah, mukosa ini susunan selnya berbeda dengan kulit luar. Kalau kulit luar, dilapisi oleh epitel gepeng, sehingga relatif lebih kuat gempuran dari luar. Tapi yang mukosa, epitelnya berbentuk batang atau kubus sehingga lebih halus dan sensitif. Jadi kalau ada serbuk bedak yang masuk, akan menyebabkan iritasi. Untuk mengetahui ada-tidak iritasi, lihatlah apakah ada tanda-tanda radang atau tidak. Tanda-tandanya ialah seperti ada tumor (bengkak), rubor (kemerahan), dolor (nyeri), dan kalor (panas)). Nah, bila ada tanda-tanda tersebut berarti terdapat iritasi.

Sembuh sendiri
Selain karena masuknya serbuk bedak, radang di daerah vagina juga bisa disebabkan masuknya zat-zat lain. Misalnya ketumpahan susu atau kemasukan sampo kala mengeramasinya. Bahkan, tangan pembantu atau pengasuh yang tak bersih, habis memegang sesuatu lalu menceboki si bayi tanpa cuci tangan dulu, sehingga kotorannya masuk ke dalam. Namun demikian, para ibu tak perlu terlalu khawatir. Karena serbuk bedak biasanya tak sampai masuk ke dalam vagina. "Paling-paling hanya di bagian mulut vagina saja, sehingga radang tersebut hanya jangka pendek saja. Juga tak menyebabkan mengkristal atau hal lainnya yang akan mengakibatkan gangguan reproduksi kala besar nanti," tutur Darmawan. Radang ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Karena tubuh mengalami regenerasi. Ia akan menciptakan zat antinya sendiri, sehingga tanpa diapa-apakan pun akan sembuh dengan sendirinya. Tapi bukan berarti kita lantas boleh ceroboh, membiarkan hal itu terus terjadi, lo. Makanya Darmawan menganjurkan, sebaiknya bersihkan daerah vagina dengan cairan antiseptik. Tentunya yang sudah diencerkan dengan air. Cairan ini bisa membunuh kuman-kuman yang terdapat di daerah kelamin.

Cara tepat membedaki
Ada ibu yang membedaki bayinya dengan menggunakan puff (spon bedak), tapi ada juga yang menggunakan tangan si ibu. Manapun yang dipilih, sama baiknya. Hanya saja, seperti dituturkan Rini Budiyanti, Senior Brand Manager Cussons, membedaki bayi dengan menggunakan tangan si ibu mempunyai nilai lebih. "Sentuhan atau usapan tangan si ibu di tubuh bayi dapat lebih mempererat hubungan batin dengan si bayi," katanya. Bila menggunakan puff, Rini menyarankan untuk menyediakan lebih dari satu. Yang agak tebal dan tipis. "Gunakan puff yang agak tebal untuk bagian pantat, sedangkan yang tipis untuk bagian wajah." Sebaiknya pilih puff dari bahan katun. Jangan lupa untuk mencucinya, minimal seminggu sekali, agar terhindar dari tumbuhnya jamur. Saat membubuhi bedak di tangan atau puff, jangan dekat-dekat dengan wajah si bayi. Sehingga serbuknya tak bertaburan dan masuk ke jalan nafas bayi.

Jangan pula membedaki bayi saat kulitnya tengah berkeringat. Karena bedak yang bercampur keringat akan menempel di permukaan kulit sehingga saluran keringat tersumbat. Akibatnya keringat tak keluar dan terjadilah keringat buntet. Sebaiknya kulit dibasuh dulu dengan lap basah, lalu dikeringkan dengan lap bersih. Setelah itu barulah dibubuhi bedak. "Jadi fungsi bedak untuk menyerap keringat," kata Rini. Jika tak pakai bedak, bisa digunakan baby oil. Baby oil ini fungsinya juga untuk membuat kenyamaan. Yaitu melindungi kulit agar lembut, sehingga tak terluka saat terjadi gesekan. (Nova/Indah Mulatsih)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:00 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Anak

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 67Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 34 ... 67  Next

 Similar topics

-
» Banyak sebab anak lambat bercakap
» DOA MUDAH BERSALIN DAN KESEJAHTERAAN ANAK DALAM KANDUNGAN
» Kesehatan Anak
» Kesehatan Otak
» anak GM mana ya ?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-