|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Kesehatan Anak Sat Jan 02, 2010 8:17 pm | |
| BAYI BARU LAHIR DAN BAYI NORMAL
PERAWATAN AWAL Peralihan yang berhasil dari janin yang terendam dalam cairan ketuban dan sepenuhnya bergantung pada plasenta (ari-ari) untuk pemenuhan kebutuhan makanan dan oksigennya, menjadi bayi yang menangis keras dan bernafas menghirup udara, merupakan suatu keajaiban. Bayi baru lahir yang sehat memerlukan perawatan yang baik agar dapat tumbuh secara normal dan sehat.
Segera setelah lahir, dokter atau perawat dengan lembut akan membersihkan lendir dan benda-benda lain dari mulut, hidung dan tenggorokan bayi dengan alat penghisap. Bayi akan segera bernafas sendiri. Tali pusat dijepit pada dua tempat dan dipotong diantaranya. Bayi kemudian dikeringkan dan dibaringkan diatas selimut hangat yang steril atau diatas perut ibunya. Bayi kemudian ditimbang dan diukur panjangnya. Dokter akan memeriksa adanya kelainan yang jelas terlihat, sedangkan pemeriksaan fisik secara lengkap akan dilakukan kemudian.
Kondisi bayi secara keseluruhan dinilai pada menit pertama dan 5 menit setelah kelahiran dengan menggunakan skor Apgar. Skor Apgar adalah penilaian bayi baru lahir yang didasarkan pada: - Warna kulit bayi (merah muda atau biru) - Denyut jantung - Pernafasan - Respon bayi - Ketegangan otot (lemah atau aktif).
Menjaga kehangatan bayi baru lahir adalah suatu hal yang sangat penting. Sesegera mungkin bayi diberi baju dari bahan yang nyaman, dibedong dan kepalanya ditutup untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Diberikan tetes mata perak nitrat atau antibiotik untuk perlindungan terhadap infeksi akibat kontak dengan organisme berbahaya selama persalinan. Setelah dipindahkan ke ruang perawatan, bayi ditempatkan dalam tempat tidur bayi yang kecil dalam posisi miring dan menjaganya tetap hangat. Menidurkan bayi dalam posisi miring akan mencegah penyumbatan saluran pernafasan oleh cairan atau lendir yang bisa menghalangi pernafasan.
Karena semua bayi baru lahir memiliki sedikit jumlah vitamin K, dokter atau perawat memberikan suntikan vitamin K untuk mencegah perdarahan (penyakit perdarahan pada bayi baru lahir). Larutan antiseptik dioleskan pada tali pusat yang baru dipotong untuk mencegah infeksi.Sekitar 6 jam atau lebih setelah lahir, bayi dimandikan. Perawat mencoba untuk tidak membersihkan bahan putih berminyak (verniks kaseosa) yang menutupi hampir seluruh kulit bayi baru lahir, karena bahan ini membantu melindungi terhadap infeksi.
Penyebab bayi baru lahir lebih besar atau lebih kecil dari normal 1. Lebih besar dari normal - Ibu menderita diabetes - Ibu dengan kelebihan berat badan - Bayi dengan kelainan jantung - Keturunan 2. Lebih kecil dari normal - Ibu memakai obat atau alkohol selama kehamilan - Ibu merokok selama kehamilan - Ibu dengan konsumsi gizi yang buruk selama kehamilan - Ibu yang tidak melakukan perawatan kehamilan dengan baik - Bayi yang terinfeksi dalam kandungan - Bayi dengan kelainan kromosom.
PEMERIKSAAN FISIK Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dalam 12 jam pertama setelah bayi lahir. Pemeriksaan dimulai dengan serangkaian pengukuran seperti: - Menimbang berat badan, rata-rata bayi baru lahir beratnya adalah 3,5 kg - Mengukur panjang badan, rata-rata panjang bayi baru lahir adalah 50 cm - Mengukur lingkar kepala.
Selanjutnya dokter akan menilai kulit, kepala dan wajah, jantung dan paru-paru, sistem saraf, perut dan alat kelamin bayi. Kulit biasanya kemerahan, walaupun jari-jari tangan dan jari-jari kaki nampak agak kebiruan karena sirkulasi darah yang kurang baik dalam jam-jam pertama kehidupan bayi baru lahir.
Persalinan normal dengan bagian kepala yang lebih dahulu keluar, akan mengakibatkan bentuk kepala bayi berubah dan hal ini menetap selama beberapa hari. Tulang-tulang yang membentuk tengkorak kepala saling bertumpuk untuk memudahkan lahirnya kepala melalui jalan lahir. Memar dan pembengkakan di kulit kepala adalah hal yang sering ditemui.
Pada persalinan sungsang dimana bokong lahir terlebih dahulu, biasanya tidak terjadi perubahan bentuk kepala bayi, sebagai gantinya anggota tubuh yang mengalami pembengkakan dan memar adalah bokong, alat kelamin dan kaki. Kadang-kadang bisa terjadi perdarahan dari tulang kepala dan lapisan penutupnya (periosteum), mengakibatkan timbulnya benjolan di kepala (sefal hematom) yang akan menghilang dalam beberapa minggu.
Penekanan selama proses persalinan normal bisa menimbulkan memar pada wajah. Tekanan ini juga bisa menyebabkan wajah terlihat tidak simetris. Asimetri pada wajah juga bisa terjadi karena kerusakan pada salah satu saraf wajah. Penyembuhan pada umumnya akan terjadi secara perlahan-lahan dalam beberapa minggu. Pemeriksaan jantung dan paru-paru dilakukan dengan stetoskop untuk memeriksa adanya suatu kelainan. Kelainan pada salah satu dari organ ini juga bisa terlihat melalui warna kulit bayi dan keadaannya secara umum. Dilakukan pemeriksaan terhadap denyut nadi di lipat paha.
Dokter juga akan memeriksa adanya kelainan pada saraf-saraf dan menguji refleks bayi. # Refleks penting pada bayi baru lahir adalah refleks Moro, refleks mencucur dan refleks menghisap: Refleks Moro : bila bayi baru lahir dikejutkan, tangan dan kakinya akan terentang ke depan tubuhnya seperti mencari pegangan, dengan jari-jari terbuka. # Refleks Mencucur : bila salah satu sudut mulut bayi disentuh, bayi akan memalingkan kepalanya ke sisi tersebut. Refleks ini membantu bayi baru lahir untuk menemukan putting. # Refleks Menghisap : bila suatu benda diletakkan dalam mulut bayi, maka bayi akan segera menghisapnya.
Pemeriksaan daerah perut dilakukan dengan menilai bentuknya, dan memeriksa ukuran, bentuk dan posisi alat-alat dalam seperti ginjal, hati dan limpa. Pembesaran ginjal bisa menunjukkan adanya sumbatan pada aliran keluar dari air kemih. Pemeriksaan lengan, tungkai dan pinggul dilakukan dengan menilai kelenturan dan kemampuan geraknya. Masalah yang sering dijumpai pada bayi baru lahir adalah dislokasi panggul. Keadaan ini bisa diatasi dengan memasang atau menyimpan dua atau tiga lapis popok pada bayi untuk menahan panggul pada posisi normalnya, sampai sembuh. Jika perlu, bisa dipasang bidai oleh seorang ahli tulang.
Pemeriksaan alat kelamin pada anak laki-laki salah satunya untuk memastikan bahwa kedua buah pelirnya lengkap dalam kantong buah zakar. Meskipun jarang dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada bayi baru lahir, buah pelir bisa terpelintir (torsio testis), yang perlu diatasi dengan tindakan pembedahan darurat. Pada bayi perempuan, bibir vaginanya menonjol. Sisa hormon ibu yang didapat selama dalam kandungan akan menyebabkan bibir vagina ini membengkak selama beberapa minggu pertama.
BEBERAPA HARI PERTAMA Segera setelah persalinan normal, ibu dibantu oleh petugas ruang persalinan untuk menggendong bayinya. Jika ibunya menginginkan, pemberian air susu ibu bisa dimulai pada saat ini. Sang ayah juga didorong untuk menggendong bayinya dan melewatkan saat-saat indah ini bersama. Beberapa ahli percaya bahwa kontak fisik secara dini dengan bayi akan membantu terbentuknya ikatan yang kuat. Tetapi orang tua bisa membentuk ikatan yang kuat dengan bayinya meskipun pada jam-jam pertama mereka tidak bersama-sama.
Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran anaknya, orang tua belajar untuk memberi makan, memandikan dan memakaikan baju bayi dan akan segera terbiasa dengan kegiatan ini. Meskipun ibu dan bayi harus tinggal selama seminggu bahkan lebih di rumah sakit, dewasa ini masa perawatan di rumah sakit hanya berkisar antara 2-3 hari saja. Penjepit plastik pada tali pusar bayi akan dilepas dalam waktu 24 jam. Setelah itu tali pusat yang tersisa harus selalu dibasahi dengan larutan alkohol, untuk mempercepat pengeringan dan mengurangi resiko terjadinya infeksi.
Penyunatan (sirkumsisi), kalau diinginkan, biasanya dilakukan dalam hari-hari pertama. Tetapi prosedur ini harus ditunda jika penis abnormal, dimana kulit depannya mungkin memerlukan reparasi melalui bedah plastik. Keputusan untuk melakukan sunat tergantung sepenuhnya pada keyakinan orang tua bayi. Secara medis tindakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kelebihan kulit yang bisa menghambat aliran urin. Alasan lain seperti mengurangi resiko kanker penis masih dalam perdebatan. Sunat bisa beresiko bila dalam keluarga ada riwayat penyakit kelainan darah. Sunat juga harus ditunda bila selama hamil ibunya mengkonsumsi obat-obatan yang meningkatkan resiko perdarahan seperti antikoagulan atau aspirin. Dokter akan menunggu sampai semua jenis obat-obatan ini tidak terdapat lagi dalam sirkulasi bayi. Bayi juga mendapat vitamin K untuk menghalangi anti pembekuan ini.
Kebanyakan bayi baru lahir akan mengalami ruam kulit dalam minggu-minggu pertama. Ruam biasanya muncul di tempat kulit bergesekan dengan baju seperti lengan, tungkai dan punggung. Tetapi bisa juga muncul di wajah. Ruam ini cenderung menghilang sendiri tanpa pengobatan. Penggunaan lotion atau bedak, sabun wangi, air panas untuk mandi dan celana plastik untuk bayi akan memperburuk keadaan ini, terutama pada cuaca panas. Pengeringan dan pengelupasan kulit sering terjadi setelah beberapa hari, terutama di lipatan pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
Bayi baru lahir memiliki beberapa benjolan keras dibawah kulitnya (nekrosis lemak subkutaneus), dimana penekanan tulang merusak beberapa jaringan lemak. Pada persalinan dengan pertolongan forsep, benjolan tertentu sering ditemukan di kepala, pipi dan leher. Benjolan bisa pecah menembus permukaan kulit, mengeluarkan cairan kuning jernih, tetapi biasanya akan segera sembuh.
Bayi yang sebetulnya normal akan tampak sedikit kuning pada hari kedua. Yang harus diperhatikan adalah bila kuning muncul sebelum bayi berusia 24 jam. Air kemih pertama yang dikeluarkan bayi bersifat pekat dan mengandung zat kimia urat yang tampak sebagai pewarnaan merah muda pada popok. Dokter akan memeriksa penyebabnya, bila bayi belum berkemih dalam 24 jam.
Penundaan berkemih lebih sering terjadi pada bayi laki-laki. Penundaan ini mungkin disebabkan karena kulit depan penisnya terlalu erat atau karena pembengkakan sementara dari penis setelah disunat. Tinja yang pertama keluar disebut mekonium, konsistensinya lengket berwarna hitam kehijauan. Setiap bayi harus mengeluarkan mekonium dalam 24 jam setelah kelahiran. Kegagalan pengeluaran mekonium biasanya disebabkan mengerasnya mekonium dalam usus bayi, yang biasanya bisa dikeluarkan dengan satu atau dua enema secara lembut. Cacat bawaan bisa menyebabkan penyumbatan yang lebih serius. Bayi baru lahir akan kehilangan 5-10% dari berat badannya dalam beberapa hari pertama. Berat ini akan segera kembali setelah bayi mulai menerima makanan dari luar.
PEMBERIAN MAKAN Bayi normal memiliki refleks mencucur dan refleks menghisap yang aktif, dan dapat segera mulai makan setelah lahir. Jika bayi tidak disusui oleh ibunya di ruang persalinan, pemberian makanan biasanya dimulai dalam 4 jam setelah kelahiran. Meludah dan memuntahkan lendir adalah hal yang biasa terjadi pada hari pertama. Jika hal ini terjadi lebih lama lagi, dokter atau perawat bisa membuang sisa lendir dari lambung dengan memasukkan selang secara perlahan melalui hidung menuju ke lambung. Bayi baru lahir yang diberi susu botol bisa muntah karena alergi terhadap susu. Sebagai gantinya diberikan formula yang rendah alergi.Bila bayi masih muntah, harus dicari penyebabnya. Muntah terus menerus pada bayi yang mendapat ASI bisa disebabkan oleh sumbatan pada saluran cerna yang menghalangi pengosongan lambung. Bayi tidak pernah alergi terhadap ASI.
Bayi baru lahir akan berkemih sebanyak 6-8 kali sehari. Mereka juga buang air besar setiap hari, menangis keras, keadaan kulitnya bagus dan mempunyai refleks menghisap yang kuat. Semua ciri-ciri ini menandakan bahwa bayi mendapat cukup ASI atau susu formula. Penambahan berat badan akan memperkuat hal tersebut. Waktu tidur yang panjang diantara waktu makan menunjukkan bahwa bayi mendapat susu dalam jumlah yang cukup. Meskipun kadang-kadang bayi yang mendapat ASI bisa tidur lama padahal tidak mendapatkan susu yang cukup. Karena itu, bayi yang mendapat ASI, harus diperiksa secara dini dan secara rutin oleh dokter untuk memastikan bahwa pemberian makanannya mencukupi.
Pemberian Susu botol. Bayi yang disusui melalui botol sering diberikan air suling yang steril pada saat pemberian makanan pertama, untuk meyakinkan bahwa mereka bisa mengisap dan menelan dan bahwa refleks muntahnya berfungsi dengan baik. Air ini tidak membahayakan bayi yang memiliki masalah pemberian makanan. Jika bayi tidak meludahkan air ini, bisa diberikan formula pada pemberian makanan berikutnya.
Di rumah sakit, bayi-bayi biasanya diberi makan setiap 4 jam untuk alasan efisiensi. Susu formula yang mengandung kalori dan vitamin yang memadai bisa diberikan dalam botol steril. Ibu tidak boleh memaksa bayinya untuk cepat-cepat menghabiskan susunya. Biarkanlah bayi minum sebanyak yang dia mau. Pemberian makanan ini harus ditingkatkan secara bertahap selama minggu pertama kehidupan bayi. Formula bayi yang diperjualbelikan lebih disukai dari pada susu sapi, yang tidak tepat untuk minggu pertama kehidupan bayi. Meskipun susu sapi memiliki komposisi gizi yang seimbang untuk bayi, tetapi kandungan zat besinya kurang. Padahal zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah.
Multivitamin yang diteteskan, yang mengandung vitamin A, C dan D, harus diberikan setiap hari kepada bayi yang mendapat formula atau ASI selama tahun pertama dan pada musim dingin, dimana sinar matahari dan aktivasi vitamin D terbatas. Fluor bisa ditambahkan ke dalam formula, jika tidak tersedia air yang mengandung fluor. Bayi yang diberi susu botol harus diberi air putih diantara pemberian susunya, terutama jika cuaca panas atau lingkungannya panas dan kering. Kadang-kadang bayi yang tidak cukup diberi makan bisa memerlukan pemberian makanan tambahan melalui infus. Dokter kemudian akan mencoba mencari tahu apa penyebabnya.
Pemberian Air Susu Ibu. Air susu ibu adalah makanan yang paling ideal untuk bayi. Kelebihan yang dimiliki ASI dibandingkan susu botol adalah: # ASI menyediakan zat-zat gizi yang diperlukan bayi dalam bentuk yang paling mudah dicerna dan paling mudah diserap # ASI mengandung antibodi dan sel-sel darah putih yang melindungi bayi terhadap infeksi # ASI bisa merubah keasaman tinja dan flora usus sehingga melindungi bayi terhadap diare karena bakteri.
Karena sifat perlindungan tersebut, bayi yang diberi ASI pada umumnya lebih jarang terkena infeksi dibandingkan bayi yang diberi susu botol. Keuntungan bagi ibu adalah ikatan batin dengan bayi lebih kuat dan ibu merasa dekat dengan bayinya. Cairan encer kekuningan, yang disebut kolostrum, mengalir dari puting ibu sebelum ASI diproduksi. Kolostrum kaya akan kalori, protein dan antibodi. Antibodi dalam kolostrum akan sangat berharga bila diserap langsung ke dalam tubuh dari lambung. Dengan jalan ini, bayi terlindungi dari penyakit yang antibodinya telah dibentuk oleh ibu. Puting ibu tidak memerlukan persiapan khusus sebelum digunakan untuk menyusui. Mengeluarkan cairan secara manual sebelum persalinan bahkan pada awal persalinan, bisa menyebabkan infeksi payudara (mastitis). Secara alami, dihasilkan pelumas untuk melindungi permukaan areola dan puting yang dipersiapkan untuk diisap. Pelumas ini tidak boleh dibersihkan/diseka.
Ibu mengambil posisi yang nyaman dan santai, mungkin berbaring hampir mendatar dan berganti posisi untuk payudara kiri dan kanan. Bayi menghadap ke ibu. Ibu memegang payudaranya, dengan ibu jari dan telunjuk di puncak payudara dan jari lainnya di bawah payudara, dan menyentuhkan putingnya ke bibir bawah bayi. Ini akan merangsang bayi untuk membuka mulutnya (refleks mencucur) dan melahap payudara ibu. Ibu mendorong puting dan areola payudara ke dalam mulut bayi, memastikan bahwa puting berada di tengah-tengah untuk mencegah terjadinya luka pada puting payudara. Sebelum menjauhkan bayi dari puting payudara, ibu menghentikan kegiatan menyusui ini dengan memasukkan jarinya ke dalam mulut bayi dan dengan lembut menekan dagu bayi ke bawah.
Pada awalnya, bayi menyusu hanya beberapa menit setiap kalinya. Refleks umpan balik (refleks let-down) dalam tubuh ibu akan memacu pembentukan ASI. Pengisapan yang berlebihan pada awal menyusui harus dihindari. Puting yang luka merupakan akibat dari posisi menyusui yang salah dan lebih sulit untuk mengobatinya. Pada sisi yang lain, produksi ASI tergantung pada waktu menyusui yang memadai. Waktu menyusui akan meningkat secara bertahap sampai produksi ASI benar-benar stabil. Mulanya bayi disusui sekitar 10 menit, kemudian disusui selama bayi menginginkannya.
Untuk anak pertama, produksi ASI biasanya terjadi dalam 72-97 jam setelah persalinan. Untuk anak berikutnya, ASI akan lebih cepat terbentuk. Jika ibu merasa lelah selama malam-malam pertama, pemberian ASI pada tengah malam (jam 2 malam) bisa diganti dengan air. Tetapi tenggang waktu antara menyusui tidak boleh lebih dari 6 jam. Menyusui hendaknya berdasarkan kemauan bayi, tidak berdasarkan waktu. Demikian pula halnya dengan lamanya menyusui, harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Ibu harus memeriksakan bayinya ke dokter, terutama pada anak pertama, pada 7-10 hari setelah persalinan sehingga dokter bisa mengetahui bagaimana proses menyusui berlangsung dan menjawab berbagai pertanyaan mengenai menyusui. Payudara cenderung membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama hari-hari pertama menyusui. Pembengkakan ini bisa dikurangi dengan lebih sering menyusui. Mengenakan BH yang nyaman selama 24 jam sehari bisa membantu mengurangi nyeri. Mengeluarkan ASI dengan tangan juga akan mengurangi tekanan.
Ibu mungkin perlu mengeluarkan ASInya secara manual sebelum menyusui agar mulut bayi dapat mencakup daerah areola yang membengkak. Tetapi pengeluaran berlebihan diantara waktu menyusui cenderung menyebabkan pembengkakan yang berlanjut dan pengeluaran secara manual seharusnya hanya dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Posisi yang salah dari bayi juga bisa menyebabkan luka pada puting ibu. Kadang-kadang bayi menarik bibir bawahnya dan mengisapnya, menimbulkan iritasi pada puting. Bila hal ini terjadi, ibu dapat melepaskan bibir bayi dengan jari ibu. Setelah menyusui, ASI yang tersisa di puting dibiarkan mengering dengan sendirinya, jangan dilap atau dicuci. Bisa juga dikeringkan dengan pengering rambut dengan panas yang rendah. Pada iklim yang sangat kering, lanolin hipoalergenik atau salep bisa dioleskan pada puting. BH yang dilapisi plastik harus dihindari.
Seorang ibu yang menyusukan ASInya, memerlukan zat gizi tambahan terutama kalsium. Hasil olahan susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik. Tetapi jika ibu tidak menyukai susu, bisa diganti dengan kacang-kacangan dan sayuran hijau. Atau ibu juga bisa mengkonsumsi kalsium tambahan dalam bentuk tablet. Vitamin tambahan tidak diperlukan lagi bila kebutuhan gizi sudah terpenuhi dalam makanan ibu, yang terutama harus mengandung vitamin C, vitamin B6 dan vitamin B12 yang cukup. Kapan saatnya bayi disapih (berhenti mendapatkan ASI), tergantung kepada kebutuhan dan keinginan dari ibu dan bayi. Pemberian ASI selama minimal 6 bulan akan sangat menguntungkan. Penyapihan secara bertahap akan lebih mudah, baik bagi ibu maupun bayi, dari pada pemberhentian secara tiba-tiba.
Pada saat disapih, biasanya bayi diperkenalkan kepada makanan padat. ASI diberikan sebanyak 8-10 kali/hari, dan makanan padat diberikan sampai 3 kali/hari. Pemberian ASI secara bertahap lalu dikurangi. Bila bayi sudah berumur 7 bulan, satu kali menyusui ASI hendaknya diganti dengan sebotol jus buah, ASI yang diperas atau formula. Belajar minum dari gelas merupakan saat perkembangan yang penting dan biasanya bisa terlaksana pada saat bayi berusia 10 bulan. Beberapa bayi tetap memerlukan 1-2 kali/hari menyusu kepada ibunya sampai berusia 18-24 bulan. Jika menyusui berlangsung lebih lama, anak juga harus diberi makanan padat dan diajari minum dengan gelas.
Pemberian Makanan Padat. Waktu untuk mulai memberikan makanan padat tergantung pada kebutuhan dan kesiapan bayi. Biasanya sebelum mencapai umur 6 bulan, bayi tidak memerlukan makanan padat, meskipun mereka sudah bisa menelan makanan pada usia 3 atau 4 bulan. Kadang-kadang orang tua memaksakan bayi untuk banyak memakan makanan padat agar tidur lelap di malam hari. Tapi hal ini tidak akan berhasil dan bisa menimbulkan masalah pemberian makanan di kemudian hari. Banyak bayi yang mendapatkan makanan padatnya setelah minum susu botol atau ASl, sehingga kebutuhan menghisapnya sudah terpenuhi dan rasa laparnya sudah hilang.
Pertama kali biasanya diberikan bubur gandum, lalu buah-buahan dan sayuran. Alergi atau sensitivitas terhadap makanan lebih mudah diketahui bila bayi diberikan bubur, buah atau sayuran yang sama selama beberapa hari. Makanan ini hendaknya diberikan dengan sendok sehingga bayi belajar cara makan yang baru. Kebanyakan makanan bayi yang diperjualbelikan, terutama jenis makanan penutup dan sup, mengandung tepung dalam kadar tinggi. Tepung tidak mengandung vitamin atau mineral, kalorinya tinggi dan sulit dicerna oleh bayi. Beberapa makanan bayi instan juga mengandung natrium dalam kadar sangat tinggi. Makanan yang dibuat di rumah harganya jauh lebih murah dan nutrisinya jauh lebih baik.
Daging dapat diberikan setelah bayi berumur 7 bulan. Daging lebih baik dibandingkan makanan kaya karbohidrat, karena bayi memerlukan protein dalam jumlah besar. Karena kebanyakan bayi tidak menyukai daging, pemberiannya harus hati-hati dan penuh perhatian. Banyak anak alergi terhadap gandum, telur dan coklat sehingga pemberiannya pada bayi sebaiknya ditunda sampai usia 1 tahun. Memberikan makanan ini akan menyebabkan alergi di kemudian hari. Pemberian madu sebaiknya setelah usia 1 tahun, karena kemungkinan adanya spora Clostridium botulinum. Spora ini bisa menyebabkan botulisme pada bayi, tapi tidak berbahaya pada anak yang lebih tua.
PERKEMBANGAN FISIK Perkembangan fisik bayi tergantung kepada faktor keturunan, gizi dan lingkungan. Kelainan fisik dan psikis juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya. Pertumbuhan optimal memerlukan gizi dan kesehatan yang optimal pula. Panjang badan bayi bertambah sekitar 30% pada usia 5 bulan dan lebih dari 50% dalam setahun. Berat badannya akan menjadi dua kali lipat dalam 3 bulan dan tiga kali lipat dalam 1 tahun.
Organ-organ yang berbeda tumbuh dengan tingkatan yang berbeda. Misalnya sistem reproduksi berubah sangat sedikit sebelum masa pubertas. Sementara perkembangan otak hampir seluruhnya terpenuhi selama tahun pertama kehidupan seorang anak. Pada saat dilahirkan ukuran otak kira-kira 1/4 ukurannnya di saat dewasa. Pada usia satu tahun ukurannya 3/4 ukuran dewasa. Fungsi ginjal pada akhir tahun pertama sudah mencapai fungsi dewasanya. Gigi depan bawah akan muncul pada umur 5-9 bulan. Gigi depan atas akan muncul pada umur 8-12 bulan.
PERKEMBANGAN PERILAKU & INTELEKTUAL Tingkat perkembangan perilaku dan intelektual berbeda antara anak yang satu dengan lainnya. Kadang-kadang terdapat pola tertentu dalam suatu keluarga seperti terlambat berjalan atau terlambat bicara. Faktor lingkungan seperti kurangnya stimulasi bisa menghambat perkembangan normal. Faktor fisik seperti tuli juga bisa memperlambat perkembangan bayi. Meskipun perkembangan anak-anak biasanya terus berkelanjutan, tapi bisa terhenti pada suatu fungsi tertentu, misalnya bicara. Pada awalnya bayi tidur hampir sepanjang waktu. Bayi bisa makan, batuk bila saluran nafasnya terganggu dan menangis sebagai reaksi terhadap gangguan atau ketidaknyamanan.
Pada usia 6 minggu bayi akan melihat langsung pada objek yang berada langsung di depannya dan tersenyum bila diajak bicara. Kepalanya masih bergoyang kalau bayi ditarik ke posisi duduk. Pada usia 3 bulan bayi tersenyum bila mendengar suara ibunya, membuat suara-suara pertamanya dan mengikuti objek bergerak. Kepala sudah mantap bila bayi dalam posisi duduk. Bayi akan menggenggam objek dalam tangannya. Pada usia 6 bulan, bayi bisa duduk dengan bantuan dan berguling. Kebanyakan bayi bisa berdiri dengan bantuan dan bisa memindahkan suatu benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Bayi mengeluarkan suara bila sedang bermain. Pada usia 9 bulan bayi bisa duduk dengan baik dan merangkak, menarik dirinya ke posisi berdiri dan mengatakan "mama" dan "papa" dengan jelas. Pada usia 12 bulan bayi biasanya sudah bisa berjalan dengan memegang tangan seseorang dan mengucapkan beberapa kata.
PEMERIKSAAN PADA TAHUN PERTAMA Tes penyaringan (screening test) dimaksudkan untuk mengetahui adanya kelainan pada tahap awal. Diagnosis dini dan pengelolaan tepat bisa mengurangi atau mencegah kelainan yang akan mempengaruhi perkembangan kesehatan bayi. Sebelum meninggalkan rumah sakit, bayi baru lahir diambil darahnya untuk sejumlah pemeriksaan laboratorium. Contohnya untuk mengetahui kadar hormon tiroid dalam darah, karena kadar yang rendah bisa menyebabkan kretinisme, suatu kelainan tiroid menahun yang ditandai dengan perkembangan fisik dan mental yang terhambat. Seorang bayi baru lahir dengan kadar hormon tiroid yang rendah mendapatkan pengobatan hormon tiroid per-oral (melalui mulut) pada hari ke7-10. Penyakit lainnya, fenilketonuria, jika tidak diobati bisa menyebabkan keterbelakangan mental.
Banyak tes uji saring lainnya yang bisa dilakukan. Contohnya uji saring terhadap homosistinuria, penyakit kemih sirup mapel, galaktosemia dan penyakit sel sabit. Kadang-kadang uji saring ini dilakukan berdasarkan latar belakang suku bangsa dan genetik dari orang tuanya. Panjang badan, berat badan dan lingkar kepala selalu diperiksa pada setiap kunjungan rutin ke dokter dalam tahun pertama. Pada setiap kunjungan dokter akan mendengarkan bunyi jantung bayi dengan stetoskop. Suatu kelainan bunyi bisa menandakan adanya penyakit jantung. Pada setiap kunjungan, dokter juga akan memeriksa perut bayi karena beberapa kanker yang jarang seperti tumor Wilm dan neuroblastoma dapat diketahui hanya sejalan dengan pertumbuhan bayi. Bayi yang dilahirkan prematur secara berkala akan menjalani pemeriksaan mata untuk menemukan adanya retinopati karena prematuritas.
IMUNISASI Anak-anak harus diimunisasi untuk melindungi mereka terhadap penyakit menular. Vaksin sangat aman dan efektif, walaupun beberapa anak bisa saja mengalami reaksi ringan setelah diimunisasi. Kebanyakan vaksin diberikan melalui suntikan dan beberapa melalui mulut, misalnya polio. Vaksin pertama yang diterima bayi adalah vaksin Hepatitis B, lalu dosis pertama vaksin ini diberkan selama minggu pertama kehidupan, kadang keitka bayi masih di rumah sakit. Imunisasi rutin lainnya dimulai pada minggu ke 6-8. Imunisasi tidak boleh ditunda, meskipun bayi sedang mengalami demam ringan karena infeksi ringan biasa. Banyak vaksin memerlukan lebih dari satu dosis untuk memberikan perlindungan penuh. Jadwal imunisasi yang harus diberikan bukanlah jadwal yang kaku. Orang tua sebaiknya berusaha membawa anaknya untuk imunisasi sesuai jadwal, tapi bila terjadi penundaan, hasil akhir kekebalan yang didapat tidak akan terpengaruh. Juga tidak diperlukan pengulangan serial vaksin dari awal. Beberapa vaksin dianjurkan diberikan pada keadaan tertentu. Misalnya, vaksin Hepatitis A diberikan kepada orang-orang yang melanjutkan sekolahnya atau bepergian ke luar negeri.
Pada satu kali kunjungan ke dokter, mungkin diberikan lebih dari satu vaksin. Tetapi beberapa vaksin sering dicampurkan dalam satu suntikan, misalnya vaksin pertusis, difteri, tetanus dan Hemophilus influenzae tipe B. Suatu vaksin kombinasi mengurangi jumlah suntikan tetapi tidak menjamin kemanan dan efektivitas vaksinnya. Untuk membantu mencegah gastroenteritis berat karena infeksi rotavirus, bisa diberikan vaksin rotavirus per-oral (melalui mulut).
KEJADIAN PENTING DALAM TAHUN PERTAMA 1 bulan - Membawa tangannya menuju ke mata dan mulut - Menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri jika ditengkurapkan - Mengikuti pergerakan benda pada jarak sekitar 15 cm dari garis tengah mukanya (tepat di depannya) - Bereaksi terhadap suara berupa kaget, menangis atau terdiam - Berpaling kepada suara atau bunyi yang dikenalnya - Memperhatikan wajah seseorang
3 bulan - Mengangkat kepala 45 derajat (mungkin sampai 90 derajat) jika ditengkurapkan - Membuka dan menutup tangannya - Jika diberdirikan diatas permukaan yang datar, kakinya menekan ke bawah - Mengikuti gerakan mainan yang bergoyang dan berusaha mencapainya - Mengikuti pergerakan benda di depan wajahnya, dari kanan ke kiri atau sebaliknya - Memperhatikan wajah lebih seksama - Tersenyum mendengar suara ibunya - Mulai mengeluarkan suara-suara
5 bulan - Mulai bisa menegakkan kepalanya dengan mantap - Berguling dari tengkurap ke terlentang - Menggapai benda - Mengenali orang pada jarak tertentu - Mendengarkan suara orang dengan seksama - Tersenyum spontan - Menjerit dengan gembira
7 bulan - Duduk tanpa bantuan - Bila diberdirikan, bisa menahan beberapa berat badannya - Memindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri atau sebaliknya - Memperhatikan benda yang dijatuhkan - Bereaksi bila namanya dipanggil - Bereaksi bila dilarang - Mengoceh, menggabungkan vokal dan konsonan - Bergoyang dengan penuh suka cita bila diajak bermain - Bermain ciluk-ba
9 bulan - Berusaha menggapai mainan yang berada diluar jangkauannya - Tampak keberatan bila mainannya diambil - Merangkak atau melata pada tangan dan lutunya - Berusaha untuk berdiri - Berdiri dengan berpegangan - Mengucapkan 'mama' atau 'papa'
12 bulan - Duduk dari posisi tengkurap - Berjalan dengan berpegangan, mungkin melangkah 1-2 langkah tanpa bantuan - Berdiri tegak tanpa bantuan untuk beberapa saat - Memanggil orangtuanya dengan menyebut 'mama' atau 'papa' - Minum dari gelas - Bertepuk tangan dan melambaikan tangannya.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 5:03 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: PENYAKIT KAWASAKI Fri Jan 15, 2010 10:49 am | |
| PENYEBAB BAYI LAHIR KEKURANGAN OKSIGEN Senin, 12/04/2010 14:46 WIB Irna Gustia - detikHealth Jakarta, Kekurangan oksigen pada bayi yang baru dilahirkan merupakan kasus serius. Kekurangan oksigen yang telat ditangani akan membuat sel-sel di otak mati yang bisa mengakibatkan kecacatan hingga kematian. Kekurangan oksigen ke janin dapat terjadi pada setiap kehamilan. Maka itu penting buat paramedis memperlakukan bayi yang kekurangan oksigen dengan sigap. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kecacatan yang serius yang dapat menghancurkan hidup si anak dan keluarga, menguras emosi dan finansial. Kasus cerebral palsy (cedera otak) pada bayi sebesar 20 persen disebabkan karena kekurangan oksigen. Seperti dilansir dari babycenter, Senin (12/4/2010) ada tiga penyebab bayi lahir kekurangan oksigen:
1. Terbelit tali pusat atau tali pusat mampat Tali pusat bisa terpelintir atau tertekan selama masa persalinan yang berhubungan posisi si bayi. Tali pusat ini sangat penting karena janin bisa menerima semua nutrisi lewat ini terutama yang paling penting adalah oksigen. Jika tali pusat bengkok atau mampat selama persalinan maka bayi dalam posisi yang berbahaya.
2. Tali pusat mencekik leher Ini biasa terjadi ketika bayi hendak dalam posisi turun. Gerakannya ketika turun terkadang membuat tali pusatnya melilit di leher. Pemantauan selama melahirkan harus cermat karena jika leher bayi terlilit tali pusat akan sulit mendapat pasokan oksigen.
3. Posisi bayi saat keluar lahir Jika proses kelahiran sulit maka si bayi kadang terjebak di jalur keluar saat akan keluar. Paramedis harus bergerak cepat agar bayi tidak terlalu lama di jalur keluar karena bayi akan kekurangan oksigen. Kebanyakan kekurangan oksigen terjadi karena janin belum dimonitor dengan hati-hati. Jika menemukan kondisi-kondisi yang sulit dokter biasanya akan segera melakukan operasi caesar.
Bayi yang kekurangan oksigen memiliki tanda-tanda: 1. Skor Apgar yang rendah Segera setelah bayi lahir, paramedis akan melakukan serangkaian tes untuk melihat respons si bayi. Skornya akan rendah jika bayi mengalami kekurangan oksigen. Skor Apgar pertama kali ditemukan Dr Virginia Apgar pada tahun 1952 yang mengevaluasi bayi baru lahir pada 5 kriteria dengan skala 0-2, kemudian menjumlahkan kelima kriteria tersebut. Nilai skor Apgar berkisar 0-10. Kelima kriteria itu adalah Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration.
2. Kejang pada 24-48 jam pertama setelah dilahirkan 3. Kesulitan makan, kesulitan mengisap dan tidak mampu menelan susu. 4. Mengalami apnea atau napas berhenti dalam beberapa waktu. 5. Kesulitan bangun dari tidur 6. Memiliki pH yang rendah yang menunjukkan asam terlalu banyak dalam tali pusat yang disebabkan kekurangan oksigen.
Efek Jangka Panjang Anak yang ketika bayi mengalami kekurangan oksigen biasanya dalam masa pertumbuhannya akan mengalami kesulitan belajar, ketidakmampuan berkonsentrasi, masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh. Autisme dan epilepsi juga diduga terkait dengan kekurangan oksigen saat lahir. Untuk menghindari bayi lahir kekurangan oksigen, ibu harus rajin memantau posisi bayi apalagi menjelang masa kelahirannya.
PRESTASI ANAK DISEKOLAH BISA DIPREDIKSI SEJAK LAHIR Jumat, 22/07/2011 15:58 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Helsingborg, Swedia, Ketekunan dan kerja keras untuk belajar paling menentukan prestasi bejalar di sekolah. Namun ada faktor lain yang mempengaruhinya, yakni kecerdasan dan kondisi bawaan pada beberapa fungsi organ yang bisa diperiksa sejak bayi baru lahir. Pemeriksaan kondisi bawaan yang bisa dipakai untuk memprediksi pretasi belajar di sekolah adalah Apgar, sebuah prosedur pemeriksaan bayi yang diperkenalkan oleh Dr Virginia Apgar di Amerika Serikat tahun 1952. hasil pemeriksaan ini dinyatakan dengan skor 1-10. Makin tinggi skor Apgar pada pemeriksaan tersebut, maka artinya berbagai sistem organ yang dimiliki bayi tersebut berfungsi dengan baik. Sementara jika skornya rendah, maka berarti ada kelaianan bawaan pada sistem organ tertentu yang mempengaruhi kesehatannya.
Menurut penelitian terbaru di Swedia, skor Apgar tidak hanya menunjukkan kondisi kesehatan bayi secara fisik. Bayi-bayi yang memiliki skor Apgar di bawah 7 cenderung mengalami masalah dengan kecerdasan, sehingga kurang berprestasi di sekolah saat beranjak remaja. Kesimpulan ini merupakan hasil pengamatan para ahli dari Center Hospital di Helsingborg, terhadap 877.000 remaja usia sekolah yang tersebar di seluruh Swedia. Para ahli mengamati hasil ujian di sekolah, lalu mmbandingkannya dengan hasil tes Pagar yang dilakukan semasa kecil. "Sebenarnya bukan tes Apgar yang menentukan, tetapi kondisi di balik hasil tes tersebut. Bayi dengan skor Apgar rendah punya masalah kesehatan, sehingga mempengaruhi tumbuh kembang sel otaknya," ungkap salah satu peneliti, Dr Andrea Stuart seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (22/7/2011).
Meski demikian dr Stuart mengatakan, bayi yang lahir dengan skor Apgar rendah tidak berarti akan mengalami keterbelakangan mental. Menurut hasil penelitian, hanya 1 dari 22 bayi dengan skor Apgar di bawah 7 yang membutuhkan penanganan khusus di sekolah sedangkan sisanya hanya butuh belajar lebih tekun dan serius. Seperti yang telah disebutkan, tes Apgar diperkenalkan oleh Dr Virginia Apgar di Amerika Serikat tahun 1952. Tes yang dilakukan 1-5 menit setelah bayi dilahirkan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, kepadatan massa otot, warna kulit dan kemampuan refleks.
Last edited by gitahafas on Fri Jul 22, 2011 7:58 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: KESEHATAN ANAK Fri Jan 22, 2010 6:11 am | |
| KENALI 11 TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR Bayi baru lahir mudah sakit. Jika sudah sakit maka mudah juga menjadi penyakit yang berat dan serius, bahkan bisa menimbulkan kematian. Gejala sakit pada bayi baru lahir kadang sulit dikenali oleh orangtua, atau orangtua seringkali tidak mewaspadainya. Padahal dengan mengetahui tanda tanda bahaya, maka bayi akan cepat mendapat pertolongan sehingga mencegah terjadinya kematian. Bersumber dari Direktorat Bina Kesehatan Anak DepKes RI, berikut ini adalah tanda tanda bahaya pada bayi baru lahir:
1. Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Ini tandanya bayi terkena infeksi berat. 2. Bayi kejang. Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Jika melihat gerakan yang tidak biasa dan terjadi secara berulang ulang ( menguap, mengunyah, mengisap, berkedip kedip, mendelik, bola mata berputar, kaki seperti mengayuh sepeda ) yang tidak berhenti jika bayi disentuh atau dielus elus, maka kemungkinan itu adalah kejang.
3. Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang. Ini artinya bayi sakit berat. 4. Sesak napas ( frekuensi napas lebih sama dengan 60 kali / menit ). 5. Bayi merintih. Ini tandanya bayi sakit berat. 6. Pusar kemerahan sampai dinding perut. Jika kemerahan sudah sampai ke dinding perut, tandanya sudah infeksi berat. 7. Demam dengan suhu tubuh bayi lebih dari 37,5 *C atau tubuh bayi teraba dingin, suhu tubuhnya kurang dari 36,5*C. 8. Mata bayi bernanah banyak. Ini dapat menyebabkan bayi menjadi buta. 9. Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali dengan lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan yang berat, bisa menyebabkan terjadinya kematian.
10. Kulit bayi terlihat kuning pada hari pertama ( kurang dari 24 jam setelah lahir ) atau umur lebih dari 14 hari, kuning sampai telapak tangan atau kaki. 11. Buang air besar / tinja bayi berwarna pucat.
Sumber: Majalah Dokter Kita Edisi 1 - Tahun V - Januari 2010
KAPAN BAYI BUTUH PENANGANAN DARURAT? Jumat, 22/07/2011 11:45 WIB Adelia Ratnadita SKG - detikHealth Jakarta, Tubuh bayi sangat rentan mengalami gangguan. Selain gangguan kesehatan umum seperti demam dan panas tinggi, beberapa bayi kadang mengalami kasus yang begitu mendadak. Jika menemukan kasus mendadak di bawah ini, itu artinya bayi perlu mendapat perawatan darurat. Ketika bayi dalam kondisi yang membahayakan, diperlukan sikap tenang orangtua agar bisa berpikir jernih untuk melakukan pertolongan pertama. Dilansir dari MayoClinic, Jumat (22/7/2011), perawatan darurat pada bayi diperlukan pada beberapa kondisi, antara lain:
1. Perdarahan yang tidak dapat berhenti 2. Keracunan 3. Kejang 4. Kesulitan bernapas 5. Luka pada kepala 6. Mendadak tidak mampu untuk bergerak 7. Pingsan 8. Mengalami luka bakar atau luka yang melibatkan daerah yang luas 9. Mengalami kaku leher 10. Mengalami kencing darah, berak darah atau diare yang terus menerus 11. Kulit atau bibir yang terlihat biru, ungu atau abu-abu
Ketika membawa bayi untuk mendapatkan perawatan darurat ke dokter atau rumah sakit terdekat, bantulah dokter untuk memahami riwayat apa yang telah terjadi pada bayi Anda dengan menjawab setiap pertanyaan dengan lengkap. Pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan oleh dokter, antara lain:
1. Gejala yang telah terjadi pada bayi a. Apa yang mendorong untuk mencari bantuan medis untuk bayi Anda? b. Apa yang dikhawatirkan mengenai bayi Anda?
2. Catatan medis bayi a. Apakah bayi memiliki alergi tertentu yang telah diketahui? b. Imunisasi terakhir yang telah dilakukan? c. Apakah bayi memiliki riwayat penyakit yang sudah kronis (berlangsung lama)? d. Bersiaplah untuk menceritakan tentang masa kehamilan dan kelahiran bayi.
3. Perubahan dalam menyusui bayi Pernahkah Anda memperhatikan perubahan pola makan dan minum bayi, dalam jumlah popok basah, atau dalam jumlah dan konsistensi buang air besar?
4. Perubahan suhu bayi a. Apakah bayi mengalami demam? b. Berapa suhu bayi? c. Bagaimana cara Anda mengukur suhu bayi? d. Kapan suhu bayi diukur?
5. Pemberian obat-obatan yang dijual bebas pada bayi a. Obat-obatan apa saja yang telah diberikan pada bayi tanpa sepengetahuan dokter? b. Berapa banyak? c. Kapan?
Apabila pertanyaan-pertanyaan dari dokter dapat dijawab dengan urut, jelas dan lengkap, maka akan sangat membantu dokter untuk dapat menentukan diagnosis yang akurat.
Last edited by gitahafas on Fri Jul 22, 2011 8:14 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Fri Jan 22, 2010 6:51 am | |
| USIA RENTAN SEORANG BAYI Usia rentan seorang bayi adalah sejak dilahirkan hingga 28 hari sesudahnya. Pada masa tersebut, jika bayi mengalami suatu kelainan ataupun gangguan, maka akan mudah menimbulkan kesakitan bahkan hingga kematian. Sebanyak 80% diantaranya terjadi pada minggu pertama. Utamanya hal itu timbul karena daya tahan bayi baru lahir yang lemah dan pengetahuan para ibu yang masih kurang mengenai bagaimana menjaga kesehatan bayinya. Penyebab kematian bayi baru lahir sebagian besar adalah karena berat badan lahir yang rendah. Selain itu infeksi dan komplikasi saat persalinanpun bisa menjadi penyebab. Infeksi yang tersering adalah pneumonia ( penyakit infeksi paru ) dan diare ( mencret ). Sumber: dr. Badriul Hegar Syarief Sp A ( K ) - Ketua IDAI
10 MASALAH PADA BAYI BARU LAHIR Senin, 26/7/2010 | 10:17 WIB KOMPAS.com - Kehadiran seorang bayi di tengah keluarga pasti akan mengundang sejuta rasa. Bahagia, bangga, terharu, deg-degan, semua bercampur menjadi satu. Namun, di balik tubuh mungilnya, bayi pun rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Ditambah lagi dengan masih terbatasnya kemampuan untuk berkomunikasi, semakin menyulitkan orangtua untuk memahami masalah yang dialami buah hatinya ini. Bayi baru lahir mudah mengalami sakit. Untuk mencegahnya menjadi problem kesehatan yang serius, sebaiknya segera memperhatikan benar kondisi fisik buah hati. Tindakan selanjutnya segera bawa dia ke dokter dan usahakan tetap hangat selama dalam perjalanan. Nah, berikut 10 masalah utama pada bayi baru lahir dilansir dari informasi Direktorat Bina Kesehatan Anak Departemen Kesehatan RI:
1. Kejang Masalah ini kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Namun, bila Anda melihat gejala atau gerakan yang tidak biasa terjadi berulang-ulang dan tidak berhenti saat bayi disentuh atau dielus-elus, kemungkinan besar dia mengalami kejang. Gejalanya berulang-ulang dalam rupa menguap, mengunyah, mengisap, bola mata berputar-putar, kaki seperti mengayuh sepeda, mata mendelik, dan berkedip.
2. Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum Kondisi ini terjadi karena bayi mengalami infeksi berat.
3. Kondisi tubuh lemah Bayi bergerak saat hanya dipegang, hal ini menandai bayi sakit berat.
4. Demam Apabila suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius, bayi anda dipastikan mengalami demam. Kondisi ini dapat terjadi sebaliknya jika tubuhnya terasa dingin, dengan suhu tubuh kurang dari 36,5 derajat Celsius.
5. Sesak napas dan terus menerus merintih Ini menandakan bayi mengalami sakit serius.
6. Pusar kemerahan hingga ke dinding perut Ini menandakan bayi terkena infeksi berat.
7. Mata bayi bernanah banyak Bila tidak segera diobati, bayi terancam kebutaan.
8. Diare yang disertai dengan gejala mata cekung dan kondisi tidak sadar Jika kulit perut bayi dicubit kembali dengan lambat, hal ini menandakan dia mengalami kekurangan cairan dalam tahap kronis.
9. Feses bayi berwarna pucat
10. Kulit bayi terlihat berwarna kuning (jaundice) Warna kuning ini terjadi akibat penumpukan zat kimia yang disebut bilirubin. Kuning pada bayi akan berbahaya bila muncul kurang dari 24 jam setelah lahir, pada umur lebih dari 14 hari, dan kuning sampai ke telapak tangan atau kaki.
Last edited by gitahafas on Mon Jul 11, 2011 9:25 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Fri Jan 22, 2010 9:04 am | |
| ANAK LAHIR NORMAL TUBUHNYA LEBIH KEBAL Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 22/06/2010 11:00 WIB Jakarta, Melahirkan secara normal memang memiliki banyak keuntungan. Selain proses penyembuhannya yang cepat, melahirkan normal membuat bayi mendapatkan bakteri pelindung yang lebih banyak yang membuat tubuh bayi lebih kebal. Sebuah penelitian menunjukkan anak yang dilahirkan lewat operasi caesar cenderung menderita alergi seperti asma. Hal ini dikarenakan anak-anak tersebut kurang mendapatkan kekebalan alami dari tubuh ibunya karena tidak mendapatkan bakteri menguntungkan saat melalui jalan lahir.
Melahirkan secara caesar biasanya dilakukan karena ada alasan medis tertentu, seperti usia ibu yang sudah terlalu tua, obesitas atau ada komplikasi tertentu yang bisa membahayakan jiwa bayi dan ibunya. Namun saat ini banyak calon ibu yang memilih operasi caesar hanya karena untuk menghindari rasa sakit. Pada penelitian sebelumnya juga telah ditemukan bahwa bayi yang dilahirkan melalui caesar berisiko dua kali lebih tinggi mengalami alergi makanan, secara signifikan berisiko lebih besar mengalami diare dan peningkatan risiko asma di kemudian hari.
Kesimpulan ini semakin diperkuat dengan hasil penelitian dari University of Puerto Rico dan University of Colorado. Studi ini menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan secara normal memiliki bakteri yang bisa melindungi tubuhnya, bakteri ini didapatkan saat bayi melalui jalan lahir ibunya. Sementara bayi yang dilahirkan secara caesar hanya memiliki komunitas bakteri yang umum di kulit.
Para peneliti percaya banyaknya komunitas mikroba berbeda yang berada pada manusia, maka bisa membantu melindungi orang tersebut dari berbagai penyakit. Dalam studi ini melibatkan 9 perempuan berusia 21-33 tahun dan 10 bayi yang baru lahir. Bayi-bayi yang ikut serta dalam penelitian ini diteliti selama 24 jam dengan mengambil sampel dari mulut, kulit, leher atas serta ususnya. Tim peneliti kemudian menggunakan teknik sekuensing gen secara bersamaan untuk menganalisa semua bakteri. Ternyata bayi yang dilahirkan secara normal memiliki kemunitas bakteri yang lebih beragam.
"Tantangan selanjutnya adalah melacak bagaimana mikroba ini berkembang dan berubah di dalam tubuh bayi saat berusia lebih dari seminggu, bulan dan tahun-tahun ke depan," ujar rekan penulis Elizabeth Costello, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (22/6/2010). Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:25 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Fri Jan 22, 2010 10:12 am | |
| BEGINILAH BENTUK BAYI BARU LAHIR Kamis, 02/12/2010 12:29 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Beberapa bayi yang baru lahir kadang terlihat lucu dengan bentuk kepala atau badannya yang 'aneh'. Kenapa bayi yang baru lahir memiliki bentuk badan yang unik? Bentuk unik bayi yang baru lahir itu biasanya memiliki bentuk kepala lonjong, alat kelamin yang membengkak atau kulit yang terlihat seperti keriput. Seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (2/12/2010) ada beberapa penyebab tubuh bayi yang baru lahir terlihat unik, yaitu:
Kepala Jika bayi dilahirkan melalui vagina atau normal, maka kepala bayi mungkin terlihat agak lonjong atau disebut molding. Kondisi ini terjadi akibat dorongan saat bayi berusaha keluar melalui jalan lahir atau akibat penggunaan alat bantu forcep dan vakum. Tapi bentuk kepala akan kembali normal sekitar satu minggu kemudian. Sedangkan bagi bayi yang lahir melalui operasi caesar umumnya memiliki bentuk kepala bulat bagus karena tidak mendapat tekanan saat keluar.
Lengan dan kaki Setelah menghabiskan waktu lama meringkuk di dalam rahim yang sempit, maka bayi butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebebasannya. Karenanya lengan dan kaki mungkin agak terlihat bengkok dalam beberapa hari pertama, tapi lengan dan kaki akan melurus dalam waktu 1-2 minggu.
Perut Bayi akan kehilangan sedikit berat badannya pada minggu pertama, tapi akan meningkat lagi di minggu kedua dan pada bulan-bulan berikutnya perut si kecil akan cepat terisi. Dan ususnya belum sempurna karena masih terdapat pori-pori, biasanya pori-pori ini akan tertutup sempurna oleh cairan dari air susu ibunya. Tapi setelah 10-14 hari tali pusat akan copot dan meninggalkan bentuk pusar yang menggemaskan.
Alat kelamin dan payudara Alat kelamin dan payudara anak laki-laki dan perempuan yang baru lahir sering terlihat membengkak, hal ini karena kelebihan dosis hormon sebelum kelahiran. Selain itu mungkin akan keluar sedikit cairan dari puting susu, tapi jangan mencoba memeras karena cairan ini tidak berbahaya dan akan mengering sendiri. Semua ini akan hilang dalam beberapa minggu pertama.
Kulit Kulit bayi yang muncul biasanya bervariasi. Bayi yang lahir prematur akan memiliki kulit tipis, hampir transparan dan terdapat rambut berbulu halus yang disbeut lanugo. Selain itu juga terlihat vernix, yaitu cairan putih yang melindungi kulit bayi dari cairan ketuban. Semakin cepat usia kelahirannya, maka lanugo dan vernix yang muncul semakin banyak. Jika normal, bayi dari semua ras dan etnis dilahirkan dengan kulit kemerahan-ungu yang akan berubah menjadi merah-pink dalam waktu sehari atau lebih. Warna pink berasal dari pembuluh darah merah yang terlihat akibat kulit bayi yang tipis. Setelah enam bulan, kulit bayi akan berkembang dengan warna yang tetap.
Rambut Umumnya bayi akan kehilangan beberapa helai rambut dalam minggu atau bulan pertamanya, tapi akan tumbuh kembali meskipun mungkin tidak sama. Tekstur rambut bayi selama 6 bulan pertama sering berubah-ubah, misalnya kadang kasar, ikal dan lebat, ikal halus atau justru rambutnya tipis.
Mata Terkadang warna mata bayi berubah-ubah dalam beberapa minggu setelah lahir, ada yang berwarna hitam, coklat atau biru tua. Tapi warna mata paling sering terlihat telah permanen setelah berusia 6-9 bulan.
Telinga Telinga bayi mungkin akan sangat lembut dan lemas atau tidak keras, dengan salah satu ujungnya sedikit tertekuk. Setelah tulang rawan di telinga menjadi keras, maka bentuk telinganya akan terlihat lebih pasti.
Hidung Hidung bayi mungkin akan terlihat sedikit membengkak akibat tekanan yang terjadi saat persalinan, serta terlihat pipih atau tidak teratur. Tapi kondisi ini akan kembali normal setelah beberapa hari atau minggu kelahiran.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 28, 2011 7:34 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Fri Jan 22, 2010 10:34 am | |
| BENTUK NORMAL BAYI YANG BARU LAHIR Rabu, 06/01/2010 13:50 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Tubuh bayi yang baru lahir terlihat sangat lucu dengan anggota badan yang serba mungil dan sangat lembut dipegang. Seperti apa struktur tubuh bayi baru lahir yang normal? Bentuk tubuh bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap sesuatu, sehingga tak jarang banyak orangtua yang merasa khawatir dengan bentuk tubuh bayinya. Orangtua bisa berpikir macam-macam jika ada yang tak beres dengan bayinya. Seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (6/1/2010) bentuk tubuh bayi yang normal sebagai berikut:
Kepala Jika bayi dilahirkan secara normal, maka akan terlihat lebih besar atau agak sedikit lonjong. Bentuk ini disebut dengan molding dan terjadi saat bayi berusaha keluar melalui jalan lahir. Tapi bentuk kepala ini biasanya akan kembali ke bentuk semula dalam waktu sekitar 1 minggu. jika melalui operasi caesar, akan memiliki kelebihan dalam hal penampilan. Bayi akan lahir dengan bentuk kepala bulat dan normal.
Lengan dan kaki Setelah menghabiskan waktu meringkuk yang begitu panjang di dalam rahim yang sempit, maka bayi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebebasan barunya. Lengan dan kaki bayi biasanya akan melurus dalam waktu 1-2 minggu. Ketika bayi mulai merenggang ada kemungkinan kaki bayi akan terlihat seperti bengkok.
Perut Bayi biasanya akan kehilangan sedikit berat badannya di minggu pertama, tapi harus bertambah di minggu kedua dan berat badannya akan cepat bertambah dalam bulan-bulan berikutnya. Setelah 10-14 hari, tali pusat bayi akan lepas dengan sendirinya sehingga meninggalkan bentuk pusar yang lucu.
Alat kelamin dan payudara Alat kelamin dan payudara pada bayi laki-laki dan perempuan sama-sama sering muncul bengkak. Ini disebabkan karena kadar hormon yang berlebih tepat sebelum bayi dilahirkan. Sedikit cairan seperti susu akan keluar dari puting susu bayi, jangan mencoba untuk menekannya karena akan mengering dengan sendirinya.
Kulit Kulit bayi yang baru lahir penampilannya bervariasi. Bayi prematur umumnya berkulit tipis atau ada juga yang hampir transparan, berbulu halus yang disebut rambut lanugo serta adanya zat putih (vernix) yang melindungi kulit bayi dari cairan ketuban. Semakin matang usia kehamilan saat dilahirkan, maka lanugo dan vernix akan semakin berkurang.
Rata-rata bayi yang baru lahir memiliki kulit kemerahan, warna merah muda ini berasal dari pembuluh darah yang terlihat saat kulit bayi masih tipis. Setelah enam bulan kulit bayi akan berkembang sesuai dengan kulit permanennya.
Mata Warna mata bayi tidak sama, ada yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa mendapatkan warna mata permanen. Tapi rata-rata anak sudah bisa mendapatkan warna mata permanennya saat menginjak usia 6-9 bulan.
Telinga Telinga bayi yang baru lahir akan terasa lembut dan terkulai serta salah satu sisinya akan membungkuk sedikit. Tapi semakin lama tulang rawan di telinga akan semakin mengeras dan bentuk telinga akan terlihat jelas.
Hidung Hidung bayi mungkin akan terlihat bengkak akibat dari tekanan yang terjadi selama proses persalinan. Tapi seiring berjalannya waktu, hidung bayi akan kembali terlihat normal.
Last edited by gitahafas on Mon Jul 11, 2011 9:26 am; edited 12 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Tue Jan 26, 2010 12:56 pm | |
| 1 JAM PERTAMA DALAM HIDUP BAYI Selasa, 21/12/2010 | 14:46 WIB KOMPAS.com — Akhirnya, setelah sembilan bulan hidup di dalam rahim Anda, si kecil pun hadir dalam hidup Anda. Ia menangis, menendang, mengepal, menutup matanya, dan sebagainya. Tetapi, apa saja sih yang seharusnya diperhitungkan dan diperhatikan pada bayi yang baru lahir untuk memastikan ia sehat? Begitu bayi lahir, dokter akan mengecek kesehatan si anak dan mengatakan kepada Anda kondisi bayi secara pengamatan matanya. Apa saja sih yang diperhitungkan oleh para pelaku medis saat seorang bayi lahir?
"Dalam kelahiran medis, begitu kepala bayi muncul, yang menangani kelahiran akan menggunakan semacam alat suntik tanpa jarum untuk menarik cairan yang menghambat di saluran hidung dan mulutnya," jelas Ulana Sanocka, MD, asisten profesor dokter anak di Columbia Presbyterian Medical Center. Membebaskan saluran udara akan membantu bayi bernapas lebih mudah. Saat seluruh tubuhnya keluar, tali pusarnya akan diberi klep di dua tempat. Kemudian dokter, suster, atau ayahnya akan diminta untuk mengguntingnya. Sampel dari darah bayi akan diambil untuk dianalisis nantinya. Jika ini adalah anak pertama Anda, bisa jadi Anda akan terkejut melihat wujud bayi Anda untuk pertama kalinya. Ia tak akan terlihat berwarna pink cantik seperti yang ada di film-film atau di iklan.
Jika Anda melahirkan alami, kepala bayi akan membentuk seperti baru saja melewati saluran sempit. Bentuknya akan berubah normal dalam beberapa hari. Tangan dan kakinya akan terlihat agak biru karena sirkulasi darahnya belum efisien. Dari hirupan napas pertama, bayi akan mulai menangis secara spontan, atau dengan sedikit bantuan fisik, seperti usapan pada punggung atau tepukan pada kakinya, baru ia akan bergerak lebih banyak. Setelah beberapa menit itu barulah bayi mulai terlihat berwarna pink. Jangan pula kaget ketika melihat cara bernapas bayi yang sedikit aneh. Bayi akan terbatuk kecil, mengeluarkan cairan, dan bersin untuk mengeluarkan cairan yang menghambat saluran pernapasannya dan mulai beradaptasi untuk menghirup udara.
"Saat bayi dilahirkan secara normal, ia akan melewati lubang sempit. Sekitar 50 cm kubik cairan akan dikeluarkan dari paru-paru bayi dengan cara ini. Penekanan cairan semacam ini akan memfasilitasi bayi untuk bernapas lebih baik. Sementara bayi yang lahir caesar akan bernapas lebih cepat dan pendek hingga cairan yang menyumbat saluran pernapasannya bersih. Normalnya, cara bayi bernapas berbeda dengan orang dewasa. Cara bayi bernapas bisa jadi tidak rutin dan periodik. Bayi baru lahir mungkin akan banyak menghela napas panjang, sedikit ngos-ngosan, menahan napas, dan bernapas cepat. Saluran napas bayi baru lahir lebih cepat dari orang dewasa, sekitar 40-60 per menit, sementara orang dewasa sekitar 20 tarikan napas dalam 1 menit secara rata-rata. Detak jantungnya juga lebih cepat, sekitar 120 detakan per menit, sementara orang dewasa sekitar 70 detakan per menit.
Begitu keluar dari rahim, bayi akan berlapis cairan putih yang menempel pada kulitnya. Lapisan inilah yang melindungi si bayi saat berada dalam rahim. Cairan ini akan dibersihkan oleh petugas medis yang juga menyekanya dari cairan ketuban. Selama 9 bulan, si bayi berada dalam suhu hangat tubuh si ibu, begitu lahir, ia harus menyesuaikan diri. Bayi memiliki kulit yang lebih rentan akan perubahan suhu karena masih tipis, begitu pun di kepalanya, yang belum banyak tubuh rambut. Ia harus ditutupi dengan selimut segera agar tidak kedinginan. Tetes mata antibiotik juga biasa langsung diberikan untuk mencegah infeksi gonore. Kemudian ia akan diberikan penanda pada lengan kaki atau tangannya.
"Setelah kelahiran, dokter yang menangani akan memberikan semacam rapor kelahiran pada bayi. Rapor tersebut bernama skor Apgar. Skor Apgar ini (berasal dari nama dokter Virginia Apgar) menilai keadaan bayi begitu lahir, dari warna bayi, kemampuan bernapas, kekuatan otot, detak jantung, dan respons rangsangan. Angka 10 menunjukkan angka terbaik. Biasanya ada 2 angka, misal 9/10, artinya antara kedua angka itu," tutur dr Handrawan Nadesul, pada suatu konferensi kesehatan di Kelapa Gading. Setelah prosedur-prosedur tadi, si bayi akan dibungkus selimut, kemudian diberikan kepada si ibu atau ayahnya. Sekarang ini sudah ada yang meminta perlakuan inisiasi menyusui dini. Artinya, begitu dilahirkan, si bayi akan langsung diberikan kepada si ibu untuk ditaruh di dada supaya si bayi langsung mencari puting susu si ibu dan menyusu.
Kemudian si bayi akan ditimbang dan diukur dalam setengah jam setelah kelahiran. Setelah itu bayi akan dibawa ke dalam ruangan untuk ditaruh dalam ruangan bertemperatur hangat. Lalu, suster akan memberikan mandi pertama si bayi, diikuti perhitungan tanda-tanda kesehatan si bayi, dari nadi, tekanan darah, refleks, mata, kepala, kemaluan, kulit, dan tangan. Meski Anda memilih fasilitas rooming in pun, si bayi akan diperiksa kesehatannya dulu. Bayi akan merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Anda, tempat ia bisa mendengar dan merasakan detak jantung Anda. Posisi dekat ini akan menenangkan bagi Anda dan si bayi. Dalam beberapa hari, ia akan bertumbuh dan berkembang begitu pesat. Jangan lupa menikmati masa-masa Anda dan dia memulai hubungan erat itu.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:37 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Jan 27, 2010 12:24 pm | |
| KOK, KEPALANYA LONJONG? Sabtu, 11 Juni 2011 - 08:10 wib Okezone BENTUK kepala bayi selalu menjadi perhatian utama orangtua saat mengikuti perkembangan buah hatinya. Baik lewat persalinan normal, maupun lewat operasi cesar. Lantas, bagaimana jika bentuk kepala anak agak besar dan sedikit lonjong? Untuk mengetahui penyebabnya, Dr M. Vinci Ghazali, Sp. A, MM, MBA dari Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial Hospital Memang benar, jika moms melahirkan melalui persalinan normal, bentuk kepala akan sedikit memanjang atau lonjong. Hal ini karena ukuran kepala yang besar harus melalui jalan lahir yang sempit dan kecil, sehingga tulang kepala harus melakukan penyesuaian yang dalam istilah kedokteran disebut moulage (mulase). Tapi moms tak perlu khawatir, kepala lonjong pada bayi karena persalinan normal bukan suatu kelainan. Biasanya akan kembali pada bentuk semula dalam waktu berkisar satu minggu. Lain halnya jika moms melahirkan melalui bedah cesar dan kepala bayi belum masuk ke panggul, maka bentuk kepala bayi akan bagus, bulat seperti bola. Hal ini dikarenakan bayi lahir melalui jalan yang dibuat agak "luas". Bentuk kepala dipengaruhi oleh...
1. Bentuk panggul Bentuk panggul memang tidak berpengaruh secara langsung dengan bentuk kepala bayi, namun lamanya proses persalinan dapat mempengaruhi bentuk kepala janin. Bentuk panggul yang ideal adalah bentuk ginekoid (pintu atas panggul tampak berbentuk bulat atau agak lonjong). Sedangkan beberapa bentuk panggul yang dapat menghambat proses persalinan antara lain; bentuk antropoid (pintu atas panggul agak lonjong seperti telur), android (panggul seperti laki-laki atau pintu atas panggul seperti bentuk segitiga) dan platipelloid (pintu atas panggul lonjong tapi menyempit di bagian belakang).
2. Berat janin Janin yang besar bisa dipastikan kepalanya akan besar juga. Dibandingkan dengan janin yang kecil, janin yang besar akan lebih sulit untuk melewati jalan lahir dan membutuhkan penyesuaian bentuk kepala yang lebih selama proses persalinan.
3. Penggunaan alat bantu persalinan. Misalnya penggunaan vakum atau forcep.
Perhatikan lingkar kepala! Sebenarnya, yang harus Mom perhatikan bukan bentuk kepala, melainkan lingkar kepala bayi. Karena lingkar kepala menentukan proses perkembangan otak bayi. Tak masalah bentuk kepalanya lonjong jika lingkar kepalanya normal. Untuk bayi Indonesia rata-rata panjang badannya 48-50 cm, dengan lingkar kepala 34-35 cm dan akan bertambah 0,5 cm setiap bulannya. Agar lebih akurat moms bisa melihat pada grafik lingkar kepala. Jenis kelamin dan panjang badan juga mempengaruhi lingkar kepala bayi.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:40 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jan 28, 2010 7:29 am | |
| KOK BENTUK KEPALA BAYIKU KURANG 'BAGUS'? Minggu, 11 Juli 2010 - 09:05 wib - okezone BENTUK kepala bayi baru lahir tak selalu bulat, bisa saja lonjong. Proses persalinan memengaruhi hal ini. Pada bayi yang lahir spontan –melalui persalinan normal– bentuk kepala akan menyesuaikan dengan jalan keluar bayi. Kepala bayi terdorong dan melewati saluran jalan lahir yang ”sempit”. Sehingga bentuk kepalanya akan terlihat sedikit lonjong (slightly elongated shape). Tak mengapa, hal ini hanya sementara. Dalam beberapa hari, kepala si kecil akan berubah ke bentuk normal (oval shape). Nah, berbeda hal bila bayi lahir melalui operasi cesar -tak melalui jalan lahir-, bentuk kepala akan tampak membulat (roundish shape).
Akibat Vakum atau Forceps Proses kelahiran bayi kadang memerlukan bantuan alat, baik dengan forceps atau vakum. Hal ini sering meninggalkan jejak atau bakas pada kepala bayi yang dikenal dengan istilah kaput suksedaneum, hematoma sefal, dan perdarahan subaponeurotik. Kaput suksedaneum merupakan keadaan di mana terjadi edema –pembengkakan- di kulit kepala, bila diraba terasa lunak dan tidak berfluktuasi dengan batas tidak tegas, menyeberangi batas antara tulang kepala. Nah, bagi orangtua, kaput memang menakutkan, tapi hal ini bukan masalah serius dan akan hilang dalam beberapa hari.
Berbeda dengan kaput yang dapat terlihat pascapersalinan, hematoma sefal sering kali tidak tampak pada hari pertama karena dapat tertutup oleh kaput. Konsistensi hematoma sefal lunak, berfluktuasi dan berbatas tegas pada tepi tulang tengkorak, jadi tidak menyeberangi batas antara tulang kepala. Hematoma akan mengalami pengerasan (kalsifikasi) dan dapat hilang sempurna dalam waktu dua sampai enam bulan.
Sedangkan perdarahan subaponeurotik merupakan suatu kondisi serius yang dapat terjadi pada tiap persalinan yang menggunakan alat bantu. Perdarahan subsponeurotik terjadi karena pecahnya pembuluh darah, tidak berbatas tegas sehingga bentuk kepala dapat tampak asimetris. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan kegawatan pada bayi baru lahir.
Sindrom Kepala Rata Ada pula bentuk kepala bayi yang terlihat datar pada satu sisi. Hal ini bisa diakibatkan lingkungan rahim yang sempit, dikenal dengan istilah plagiosefali atau sindrom kepala rata. Bayi yang selalu tidur telentang atau selalu tidur hanya pada satu sisi kepala juga dapat membuat bentuk kepala datar pada bagian yang bersentuhan langsung dengan alas tidurnya, hal ini dikenal dengan istilah plagiosefali posisional. Kondisi plagiosefali posisional ini semakin meningkat utamanya setelah AAP (American Academy of Pediatrics) merekomendasikan bayi tidur telentang untuk menghindari kasus kematian bayi mendadak/SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
Bisa dikoreksi? Jika Anda merasa bentuk kepala bayi kurang "bagus", jangan panik dulu. Umumnya, bentuk kepala tersebut akan berubah mendekati normal, seiring pertambahan usianya. Namun Anda bisa mencoba upaya berikut ini:
* Ubahlah posisi tidur bayi agar tidak pada satu posisi yang itu-itu saja. * Biarkanlah bayi tidur di gendongan Anda, untuk meredakan tekanan pada sisi kepala yang sering terkena bantal. * Sesekali biarkan ia tidur tengkurap alias tummy time. Ditengkurapkan si kecil selama 5 menit sehari pada usia 6 minggu, sudah dapat mencegah terjadinya kepala gepeng. Tengkurap juga menyebabkan otot leher menjadi lebih kuat sehingga anak cepat dapat menoleh kepalanya ke kiri dan kanan. Namun, pastikan Anda selalu siaga mengawasinya karena sangat berisiko bila jalan napasnya terhambat. Begitu Anda tidak bisa lagi berada di sampingnya karena harus melakukan sesuatu, gendonglah bayi Anda. * Beri kesempatan bayi untuk tengkurap pada saat dia dalam keadaan terjaga. * Ada pula bayi yang selalu menoleh ke satu sisi karena ada benda yang menarik perhatiannya. Coba Moms pindahkan benda tersebut, atau putar posisi tidur bayi. * Ubah posisi tempat tidur bayi secara berkala, misalnya seminggu sekali. Dengan begitu, bayi akan melihat pemandangan menarik dari arah berbeda.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:53 pm; edited 10 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Jan 28, 2010 7:38 am | |
| BAYI LAHIR DI VAKUM BERBAHAYAKAH? Sabtu, 25 Desember 2010 - 12:04 wib - okezone “KALAU nanti melahirkan, jangan mau divakum, ya? Dengar-dengar bisa menghambat pertumbuhan otak anak, loh!” Lia mewanti-wanti temannya, Rimby, yang sedang hamil 8 bulan. Sebulan kemudian, Rimby memandangi bayinya yang baru saja lahir. Ada benjolan di kepala sang bayi. Rupanya saat bersalin tadi, dokter memutuskan – atas persetujuannya - melakukan vakum untuk membantu mengeluarkan bayinya karena ia mulai kehabisan tenaga untuk mengejan. “Bagaimana ini?” ia jadi ingat ucapan temannya.
Tindakan Aman Banyak pendapat miring tentang dampak alat bantu vakum. Padahal, teknik membantu persalinan ini sebenarnya relatif aman digunakan apabila dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan kompeten. Hal tersebut diutarakan oleh dr. Satrio Dwi Prasojo, SpOG dari RSIA Budhi Jaya, Jakarta. Dikatakannya, keputusan menggunakan alat bantu vakum pada proses persalinan didasarkan pada berbagai pertimbangan. “Faktor yang utama adalah adakah indikasi terhadap ibu dan anak untuk dilakukan tindakan vakum, serta tidak ada kontra indikasi dari tindakan tersebut. Secara umum tindakan vakum adalah untuk mempercepat proses persalinan kala 2 (misalnya, ibu dengan sakit jantung, preklampsia berat, gawat janin kala 2, dan lainnya),” papar dr Satrio.
Membentuk Kaput di Kulit Kepala Prinsip kerja alat ekstraksi vakum adalah dengan membuat tekanan negatif, sehingga akan membentuk kaput di kulit kepala bayi yang berguna sebagai tempat tarikan saat ibu mengejan. “Pada saat dilakukan vakum, bukan seluruhnya berasal dari tarikan alat vakum terhadap bayi. Vakum hanya membantu tarikan saat ibu mengejan, bukan menggantikan tenaga ibu mengejan,” ungkap dr Satrio. “Efek yang langsung terlihat pada bayi adalah terbentuknya kaput - kulit kepala yang menonjol pada tempat tarikan vakum - seperti ‘panjul’ di kulit kepala,” paparnya lagi. “Komplikasi pada bayi bisa menimbulkan laserasi (lecet) pada kulit kepala , cefal hematom - benjolan yang terbentuk pada kepala tempat jejas vakum, atau perdarahan intrakranial (walau sangat jarang),” jelas dr Fahrul W Arbi SpA dari RSIA Budi Kemuliaan, Jakarta. Mengenai benjolan di kulit kepala tadi, Moms tak perlu khawatir, hal ini tak berbahaya kok. “Hal itu akan menghilang dalam waktu 3 – 4 minggu,” hibur dr Fahrul.
Tiap Persalinan Mengandung Risiko Yang ditakutkan oleh orangtua dengan dilakukannya vakum adalah bila terjadi komplikasi lanjut pada bayi, utamanya perdarahan pada otak. Padahal, menurut dr Satrio, setiap persalinan biasa atau persalinan yang dibantu (vakum, forseps maupun operasi cesar) dapat pula terjadi.
Ia mengutip suatu penelitian di Amerika. Data menunjukkan bahwa angka kejadian perdarahan intrakranial yang timbul pada: - Persalinan vakum: 1 dari 860 tindakan. - Persalinan lahir spontan: 1 dari 1900 tindakan. - Persalinan dengan tarikan forseps: 1 setiap 600 tindakan. - Persalinan lewat operasi cesar: 1 dari 900 tindakan.
Tak Pengaruhi Kecerdasan Apakah benar tindakan vakum memengaruhi kecerdasan anak? Suatu penelitian pernah dilakukan Seidman, dkk (1991) untuk membandingkan tingkat inteligensi anak di West Jerusalem Hospital setelah sang anak berusia 17 tahun. Anak yang dilahirkan spontan mempunyai intelligence score: 105, kelahiran dengan forseps: 104, kelahiran dengan vakum: 105 dan dengan operasi cesar: 103. Artinya, sama sekali tak berpengaruh!
Kembali dr Satrio menegaskan, “Tidaklah beralasan bahwa vakum memengaruhi kecerdasan. Karena saat bayi divakum, kaput yang terbentuk di kulit kepala terjadi akibat tekanan negatif yang dibuat. Sama sekali tidak berpengaruh pada tulang tengkorak ataupun otak yang ada di dalam tempurung kepala,” terangnya gamblang.
Hal senada disampaikan dr Fahrul, “Vakum adalah alat yang aman untuk membantu melahirkan bayi dan tidak ada alasan yang menganggap ekstraksi vakum akan berdampak mengurangi tingkat kecerdasan anak. Jika dilakukan oleh orang yang ahli, hasilnya (kualitas) sama dengan bayi yang dilahirkan lewat persalinan normal,” tutupnya.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:53 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Feb 03, 2010 8:26 pm | |
| MENGHADAPI GUMOH PADA BAYI Senin, 22 Maret 2010 | 18:34 WIB KOMPAS.com - Menurut dr Tommy Indrawan, MARS, dalam buku Serba-Serbi Anak, karangan Windya Novita, gumoh merupakan dikeluarkannya isi lambung lewat mulut si kecil, namun bukan muntah. Muntah merupakan pengeluaran isi lambung lewat mulut dengan kekuatan aktif dan diikuti kontraksi isi perut. Kadang, karena sering terjadi, gumoh sering dianggap sepele, padahal bisa berpotensi berbahaya bagi anak.
"Gumoh sebenarnya adalah kejadian yang normal, namun gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan si bayi bila cairan yang keluar tidak seimbang dengan yang masuk. Lebih bahaya lagi bila cairan lambung sampai ke dalam paru karena sudah mengandung asam lambung, bisa terjadi infeksi," terang dr Tommy, direktur RSB Juwita Bekasi. Dalam buku Serba-Serbi Anak diterangkan macam-macam penyebab gumoh, diantaranya;
1. Katup penutup lambung belum sempurna Setelah masuk lewat mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, kemudian ke lambung. Di antara organ tersebut terdapat katup penutup lambung yang ada di antara lambung dan kerongkongan. Karena itulah, jika ia baru saja diberikan susu, lalu dibaringkan, ketika katupnya belum sempurna, susu bisa keluar lagi dari mulutnya.
2. Menangis kencang Bayi yang menangis sesenggukkan akan membuat udara tertelan berlebihan. Ketika mendapat tekanan berlebihan dari luar, sebagian isi perut bayi bisa keluar. Ada pula kemungkinan si bayi menangis karena tak bisa menelan susu dengan sempurna.
3. Lambung yang masih terlalu kecil Bayi memiliki lambung yang kecil. Ketika susu yang ia telan melebihi kapasitas lambung. Ketika bayi menggeliat, tekanan dalam perut menjadi tinggi, alhasil terjadilah gumoh. Gumoh masih terbilang normal ketika cairan yang masuk dan keluar masih seimbang.
Jika si kecil bisa gumoh lebih dari 5 kali sehari, sebaiknya segera bawa bayi Anda ke dokter, karena jika terlalu sering, si kecil bisa kekurangan cairan. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan akibat gumoh, ada baiknya Anda melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini: Buat bayi bersendawa dengan digendong dalam posisi berdiri sambil diletakkan di bahu, lalu tepuk perlahan punggung atasnya setiap usai minum susu. Berikan susu sedikit demi sedikit, lalu dibuat sendawa, untuk mencegah udara masuk ke dalam lambung. Ketika gumoh terjadi saat bayi dalam posisi tidur, jangan diberdirikan, lebih baik dibuat dalam posisi menyamping atau dibuat tengkurap untuk mengurangi kemungkinan cairan lambung masuk ke paru-paru.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:44 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Feb 03, 2010 8:29 pm | |
| BAYI LAHIR BESAR DAN RISIKONYA Senin, 30/08/2010 14:45 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Beberapa bayi dilahirkan dengan memiliki berat badan yang berlebih atau besar. Kenapa bayi bisa lahir besar dan apa risiko buat bayi dan ibunya? Bayi dianggap besar jika berat badannya lebih dari 4,5 kg atau disebut dengan macrosomic yang secara harfiah berarti 'tubuh besar'. Sedangkan rata-rata berat bayi sekitar 3,4 kg. Kondisi bayi besar sangat sulit didiagnosis ketika masih berada di dalam kandungan, karenanya hal ini baru akan diketahui setelah bayi dilahirkan.
Biasanya berat bayi yang dikandung akan diprediksi melalui pemeriksaan ultrasound. Tapi pengukuran ini juga tidak selalu akurat karena bisa terdapat perbedaan sekitar 10-15 persen antara berat yang diprediksi melalui ultrasound dengan berat bayi yang sebenarnya. Dikutip dari Babycenter, Senin (30/8/2010) salah satu faktor yang paling berpengaruh untuk kasus bayi besar adalah faktor genetika. Selain juga kadar gula darah yang tidak terkontrol selama hamil akibat mengalami diabetes gestational atau memang memiliki diabetes melitus.
Faktor lainnya adalah adanya peningkatan risiko obesitas pada ibu hamil dan juga peningkatan berat badan ibu yang terlalu besar selama hamil. Jenis kelamin dari bayi yang dikandung juga bisa berperan. Bayi laki-laki lebih sering memiliki berat badan besar dibandingkan anak perempuan. Jika pernah melahirkan bayi dengan berat badan besar, maka ada kecenderungan kehamilan berkutnya juga memiliki bayi besar. Namun jika seorang ibu memiliki faktor risiko tersebut, sebaiknya jangan panik. Karena ada beberapa faktor lain yang tidak dapat dijelaskan yang dapat mempengaruhi berat badan bayi yang dikandung.
Risiko memiliki bayi dengan berat badan besar tentu akan mempengaruhi proses persalinan seperti: 1. Ada kemungkinan ibu yang melahirkan mengalami peningkatan robek perineum 2. Kehilangan darah yang lebih banyak atau kerusakan pada tulang selangka (tulang ekor) 3. Ada juga kemungkinan kecil bayi mengalami distosia bahu, yaitu saat bahu bayi terjebak setelah kepalanya berhasil keluar.
Jika bayi memiliki distosia bahu, maka memungkinkan ia mengalami patah tulang leher atau kerusakan saraf di bahu dan lengan selama persalinan. Kerusakan saraf ini terjadi antara 4-16 persen kasus distosia bahu. Karena itu penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan berat badan bayi yang dikandungnya, seperti melakukan olahraga secara teratur dan menghilangkan pemikiran bahwa dirinya harus makan untuk porsi dua orang. Serta rajin memeriksakan kadar gula darahnya selama hamil, meskipun sebelumnya tidak memiliki diabetes.
Last edited by gitahafas on Sat Jul 09, 2011 2:24 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Feb 04, 2010 8:20 pm | |
| KENAPA BAYI MENANGIS SAAT BARU LAHIR? Rabu, 11/11/2009 13:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Sering timbul pertanyaan kenapa bayi baru lahir menangis yang identik dengan kesedihan bukannya tertawa yang pertanda keriangan? Orang zaman dulu bahkan membuat filosofi tangis bayi sebagai tanda perjuangan hidup yang akan dilakoninya tidaklah mudah. Tapi sebenarnya ada penjelasan ilmiah kenapa bayi yang lahir menangis. Semua ibu melahirkan pasti bahagia dan merasa hilang sakitnya saat mendengar bayi yang dilahirkan menangis. Ini juga bisa menjadi salah satu indikator bahwa bayinya telah lahir ke dunia dalam keadaan selamat. Seperti diketahui oleh semua orang bahwa bayi hanya bisa berkomunikasi dengan orangtuanya hanya melalui tangisan saja, karena itu tangisan bayi yang terdengar saat dilahirkan adalah salah satu bentuk komunikasi dari si bayi.
Selama di dalam kandungan bayi hidup dalam lingkungan yang berair dan terdapat jalan yang menghubungkan jantung dan paru-paru untuk membantu bayi mendapatkan nutrisi dari darah ibu. Ketika bayi baru dilahirkan, bayi mengambil napas untuk pertama kalinya melalui perubahan peredaran darah dan dengan menangis membantu membuka sirkulasi untuk mengirim oksigen melalui paru-paru. Tangisan pada bayi tersebut membantu membuka paru-parunya agar bisa menghirup oksigen. Dan tepukan pelan di bagian belakang tubuh bayi berguna untuk mendorong bayi agar melakukan pernafasan udara. Selain itu, menangis juga merupakan salah satu cara bayi berkomunikasi. Seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (11/11/2009), ibu yang melahirkan anaknya secara alami atau normal akan menunjukkan lonjakan yang lebih besar dalam aktivitas otaknya ketika mendengar sang bayi menangis dibandingkan dengan ibu yang melahirkan secara caesar.
Dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, para peneliti menggambarkan peneliti menggunakan scan MRI fungsional untuk melihat reaksi dari 12 perempuan setelah mendengar bayinya pertama kali menangis selama 30 detik. Hasil scan menunjukkan bahwa tangisan bayi tersebut mampu mengatur aktivitas di berbagai daerah otak ibu yang salah satunya adalah amigdala, yaitu bagian yang berperan dalam mengatur emosi ibu. Selain membantu bayi dalam pernapasan dengan menggunakan paru-parunya, menangis saat dilahirkan juga membantu aktivitas dari anggota tubuh bayi itu sendiri. Karena saat menangis secara otomatis bayi tersebut akan bergerak. Jadi sudah sewajarnya jika bayi yang baru dilahirkan tersebut menangis, karena itu merupakan pertama kalinya si bayi bisa melihat dunia. Justru jika bayi tidak menangis, berarti ada yang tidak beres dengan kondisi bayi tersebut dan dokter harus segera mencari tahu.
KIAT MENENANGKAN BAYI REWEL Lusia Kus Anna | Kamis, 28 Juli 2011 | 11:39 WIB KOMPAS.com — Para orangtua baru biasanya dihinggapi kebingungan jika bayinya hobi menangis. Biasanya bayi menangis karena merasa sakit atau tidak nyaman dengan keadaannya, bisa karena lapar, takut, popoknya basah, atau untuk menarik perhatian ayah-ibunya. Menenangkan bayi yang rewel terkadang bukan sesuatu yang mudah. Simak tips untuk menanganinya:
- Popok yang basah dapat mengganggu bayi Anda. Karena itu, pastikan apakah popoknya kering atau memang perlu diganti. - Rasa lapar bisa membuatnya menangis. Segera susui atau beri minum sebelum ia tidur agar tidurnya lebih nyenyak. - Pastikan pakaian bayi nyaman dengan cuaca atau suhunya di ruangannya. Bila di kamar menggunakan AC, Anda bisa mengenakannya kaus kaki atau baju lengan panjang agar ia tidak kedinginan. - Bayi akan menangis jika dia merasakan sesuatu yang asing. Misalnya ia terbangun dalam ruangan yang gelap atau banyak orang yang lalu-lalang. Untuk menenangkannya, gendong dan tepuk-tepuk punggungnya sampai ia tertidur lagi. -Jika bayi menangis dan menarik kakinya, itu menunjukkan tanda-tanda sakit perut. Anda bisa membantu meredakan sakitnya dengan mengecek apakah ia kembung atau ada masalah lain. - Bayi yang kelelahan biasanya lebih rewel. Dalam kasus ini, timang bayi hingga ia tertidur. - Bayi menyukai sesuatu atau keadaan yang hangat. Menggendong bayi Anda atau memeluknya dapat memberikan rasa nyaman dan hangat sehingga ia lebih tenang. - Bayi suka sesuatu yang lembut. Menganyunnya dengan lembut sambil bersenandung akan membantunya tidur lebih nyenyak. - Ide lain yang bagus untuk menenangkan bayi yang rewel adalah membawanya naik mobil di sekitar rumah. Gerakan ritmis dalam mobil akan membuatnya mengantuk. - Ciptakan ruangan tidur yang nyaman, misalnya dengan penerangan yang lembut dan kipas angin agar suasana lebih nyaman. - Bacakan dongeng meski ia masih bayi. Intonasi suara sang ibu akan menenangkannya. - Jangan menggunakan makanan sebagai solusi pertama saat bayi menangis, terutama ketika bayi baru mengenal makanan padat. Pada keadaan seperti itu, memberinya makan mungkin malah menambah masalah. (M05-11)
Last edited by gitahafas on Thu Jul 28, 2011 7:36 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sun Feb 07, 2010 8:10 am | |
| PUTUSNYA TALI PUSAR SI KECIL Selasa, 29/6/2010 | 18:29 WIB KOMPAS.com - Dalam episode Anchors Away, serial Sex and the City season 5, Miranda Hobbes (Cynthia Nixon) dikisahkan memutuskan untuk menjadi full-time mommy. Tugas itu sangat tak mudah buatnya. Dalam salah satu adegan misalnya, Miranda tampak kebingungan ketika pusar Brady, anaknya, terlepas. Pusat yang sudah mengering itu lalu digondol kucing, dan Miranda terpaksa menelepon ayah Brady untuk mengatasinya.
Anda yang baru pertama menjadi ibu mungkin juga akan panik melihat pemandangan semacam itu. Mungkin Anda khawatir pusar yang mengering dan terlepas akan melukai si bayi. Apa sebenarnya yang terjadi pada tali pusar bayi?
Ketika tali pusar bayi digunting, bentuknya mirip pipa karet putih yang tergantung dari pusarnya, dengan panjang sekitar 4 cm. Saat si kecil lahir, tali pusar ini dijepit dengan penjepit plastik, dan akan dilepas saat tali pusarnya sudah benar-benar kering. Dalam 7-10 hari berikutnya, tali pusar ini akan mengering, berubah coklat, dan lepas. Terkadang, tali pusar ini akan menjadi lengket, dan walau jarang, sedikit terinfeksi.
Biasanya, ini tidak perlu dikhawatirkan. Anda hanya perlu mengelapnya dengan kapas yang dicelupkan ke air matang yang sudah didinginkan. Tunjukkan pada dokter saat pemeriksaan rutin. Pada kasus yang sangat jarang, si kecil mungkin memerlukan antibiotik.
Saat tali pusarnya mengering, pusar si kecil akan mengalami proses penyembuhan di bawahnya, dan berubah menjadi pusar seperti orang dewasa. Kadang-kadang, kulit di bawah tali pusar akan sangat lembab dan merah muda. Jika ini terjadi, dokter biasanya akan mengobatinya dengan perak nitrat. Hal ini sama sekali tidak berbahaya bagi si buah hati.
Sumber: Ensiklopedia Perkembangan Bayi, oleh Su Laurent dan Peter Reader
Last edited by gitahafas on Wed Jul 13, 2011 7:44 pm; edited 1 time in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |