Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Wanita

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 35 ... 67  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Apr 17, 2010 4:06 pm

HINDARI KEGUGURAN PADA IBU HAMIL
Rabu, 16 Juni 2010 | 09:27 WIB
Kompas.com - Keguguran atau aborsi merupakan peristiwa akhir dari kehamilan yang gagal di mana embrio atau janin tidak berkembang dan bertahan hidup. Biasanya ini terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu. Pendarahan atau bercak darah pada kehamilan trimester pertama adalah tanda awal dari keguguran bagi kebanyakan wanita. Normalnya, ketika sperma membuahi sel telur, saat itulah embrio terbentuk. Embrio membagi karakterisitik sel genetik dari ayahnya dan ibunya. Walaupun begitu, beberapa genetik tertentu yang tidak normal dapat menyebabkan keguguran.

Beberapa ahli percaya bahwa aneuploidi, sejumlah kromosom yang abnormal, dapat menyebabkan gagalnya embrio tertanam pada dinding rahim. Pada beberapa kasus embrio aneuploidi dapat menjalani proses penanaman normal tetapi hanya sampai titik tertentu. Pada kedua kasus ini, apakah embrio aneuploidi dapat menempelkan dirinya pada dinding rahim atau tidak, keguguran masih mungkin tetap terjadi. Sekitar 30-80 persen kasus ini akan berakhir pada kematian janin atau bahkan lahir mati. Walaupun begitu, ada beberapa janin abnormal dapat terus berkembang sampai pada akhir usia kehamilan dan menghasilkan seorang bayi dengan kecacatan besar. Masalah kromosom ini terjadi secara acak dan tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang dilakukan oleh kedua orangtua.

Bagaimana cara pandang kita pada peristiwa ini, keguguran merupakan hal yang tidak diinginkan wanita manapun. Namun, berita baiknya adalah masih ada kesempatan lagi karena kehamilan berikut tidak selalu berakhir pada keguguran lagi. Walaupun faktor lingkungan dan gaya hidup sang ibu memiliki sedikit pengaruh terhadap peristiwa di atas, terdapat hal-hal lebih penting lainnya yang harus diperhatikan. Gaya hidup hidup yang penuh dengan tekanan tidak selalu meningkatkan resiko wanita mengalami keguguran. Namun, merokok, konsumsi alkohol dan obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya keguduran. Selain itu, proses pencernaan teratogen atau zat kimia dapat menyebabkan kelahiran cacat yang kemungkinan mengarah pada keguguran. Dengan cara yang sama, beberapa infeksi seperti Toksoplasma dan Listeria memiliki efek teratogenik. ©FlyFreeForHealth2010

Dr Ivan Sini adalah seorang Ginekolog dan Direktur Klinik Morula IVF Jakarta


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:16 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Sat Apr 17, 2010 4:13 pm

KEGUGURAN, APA PEMICUNYA?
Senin, 22 Februari 2010 | 14:56 WIB
KOMPAS.com - Mutlak, tak bisa dipungkiri, satu hal yang paling ditakuti ibu saat hamil adalah keguguran. Terlebih hal itu terjadi berulang-ulang seperti yang dialami Angie Baker (33), yang telah 18 kali hamil namun semuanya berakhir dengan keguguran. Kondisi ini jelas menimbulkan tekanan mental, dan trauma bagi pasangan yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Lantas, apa sebenarnya penyebab keguguran? Saat ini, hal itu masih menjadi misteri yang besar. Namun secara umum, ada beberapa jenis pemicu keguguran, sesuai dengan usia kehamilan. Simak penjelasan berikut:

Keguguran karena faktor genetik
Menurut dr.Boy Abidin, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, keguguran karena faktor genetik pada umumnya terjadi pada usia kehamilan di bawah 10 minggu. "Pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu biasanya keguguran terjadi karena faktor genetik, atau kromosom yang tidak lengkap. Pada usia ini biasanya juga belum terbentuk plasenta dan komunikasi darah ibu dan janin," papar dr.Boy saat dihubungi Kompas.com

Dia menambahkan, keguguran kurang dari 10 minggu banyak dihubungkan dengan kejadian kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium dan faktor imunologi. Oleh sebab itu tidak mudah menentukan keberhasilan kehamilan selanjutnya. "Karena pemicu kegugurannya dari faktor internal, yakni pertemuan sperma dan sel telur, agak sulit memanipulasi itu," kata dr.Boy.

Keguguran karena autoimun
Sementara itu, keguguran pada tahap janin awal dan lanjut (usia kehamilan lebih dari 10 minggu) banyak dikatikan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan reaksi autoimun. Sindrom antifosfolipid (APS) terjadi karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel. Dalam keadaan normal, antibodi berfungsi untuk melawan kuman dan infeksi yang disebabkan virus. Tapi terkadang sistem imum mengalami kerusakan sehingga menyerang tubuh sendiri. "Di darah ibu terjadi kelainan yang sifatnya autoimun sehingga janin dianggap sebagai benda asing dan diserang oleh sel-sel darah ibu. Padahal, normalnya ada mekanisme khusus dari tubuh saat seorang wanita hamil sehingga janin dapat tumbuh," papar dr.Boy.

APS seringkali menjadi penyebab terjadinya keguguran berulang, atau kejadian keguguran lebih dari 3 kali berturut-turut. Antibodi APS dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah, yang meliputi pemeriksaan ACA, faktor koagulan (bekuan darah), dan lain sebagainya. Pengobatan diberikan dengan suntikan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah. Menurut dr.Boy, diagnosa keguguran perlu dilakukan sesegera mungkin supaya bisa diterapi sehingga peluang kehamilan menjadi besar. "Keguguran banyak dialami oleh perempuan. Namun diagnosanya tidak mudah. Penanganannya pun perlu biaya tinggi," katanya.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:17 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Mon Apr 19, 2010 8:05 pm

KEGUGURAN, MENGAPA BISA TERJADI?
Kamis, 17/6/2010 | 08:37 WIB
KOMPAS.com - Keguguran bukanlah sesuatu yang diinginkan. Jika cara hidup kita sehat selama masa kehamilan, niscaya hal itu dapat dihindarkan. Jika tetap terjadi? Yakinlah, keguguran bukan akhir segalanya Perjalanan nasib tiap manusia memang sulit diramalkan. Ada kalanya kita mendapat kesenangan, tapi di lain saat ditimpa kemalangan. Tak jarang pula, kesenangan dan kemalangan datang berbarengan. Contoh yang sering terjadi, Anda begitu mengharapkan kehadiran seorang anak. Setelah Anda hamil, ternyata setelah usia kehamilan beberapa minggu Anda mengalami keguguran. Kejadian itu terulang kembali pada kehamilan keduanya. Sebabnya pun tak jelas diketahui. Kata orang-orang tua, mungkin terlalu lelah.

Keguguran spontan
Apa sebetulnya yang disebut keguguran? "Keguguran adalah peristiwa keluarnya janin dan plasenta secara spontan dari rahim sebelum usia kehamilan 20 minggu," jelas dr Karno Suprapto, DSOG, dari RS Pondok Indah.

Umumnya, seperti dijelaskan dr Karno, gejala keguguran ditandai perdarahan yang disertai rasa sakit di bagian bawah perut. Sayangnya, tak semua wanita sadar bahwa ia tengah mengalami keguguran. Hal ini terutama sekali berlaku bagi wanita yang siklus menstruasinya tak teratur. Mungkin mereka menduga terlambat datang bulan dan darah yang keluar cukup banyak, berbeda dari biasanya. Padahal, bisa jadi ia tengah mengalami keguguran. Pada kenyataannya keguguran cukup banyak terjadi. Apalagi keguguran yang terjadi pada trimester pertama. Ini disebabkan kejadiannya hampir tak berbeda dengan terlambat datang bulan. "Data penelitian menunjukkan, sekitar 10-20 persen dari kehamilan mengalami keguguran spontan," jelas dr Karno.

Faktor penyebab
Penyebab keguguran sangat beragam. Secara garis besar, dibagi dalam 4 faktor, yaitu faktor genetik, masalah hormonal, infeksi, dan faktor-faktor yang tak diketahui.

* Faktor Genetik
Sel-sel manusia yang normal mengandung 46 kromosom. Sel telur mengandung kromosom XX, sedangkan sperma mengandung kromosom X dan kromosom Y. Kendati demikian, adakalanya terjadi ketidaksempurnaan seperti jumlah yang kurang (misalnya 45) atau jumlah berlebih (menjadi 47). Keadaan ini mengakibatkan ketidaknormalan pada janin.

Faktor ibu memberi pengaruh sebesar 60 persen, sedangkan ayah berpengaruh 40 persen pada peristiwa keguguran. "Jadi, tak benar jika hanya ibu yang bisa mengakibatkan keguguran," tegas dr Karno. Bisa jadi, dalam hal ini hukum alam telah mengatur sedemikian rupa, sehingga janin yang tak sempurna gugur dengan sendirinya. Seakan ada seleksi alam yang menentukan, apakah janin ini layak berkembang atau gugur di tengah jalan. Faktor genetik menjadi penyebab terbesar dalam keguguran, sekitar 80 persen.

* Faktor Hormonal
Sekitar 10 persen keguguran disebabkan faktor hormonal. Mungkin si ibu mempunyai hormon prolaktin terlalu banyak. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan telur yang baru dibuahi. Mungkin juga hormon progresteron terlalu sedikit. Padahal kehadiran hormon ini diperlukan untuk menunjang kematangan janin dan plasenta.

* Faktor Infeksi
Bila ibu terkena infeksi virus TORCH, juga bisa menyebabkan keguguran. Seperti kita ketahui, yang termasuk infeksi virus TORCH adalah toksoplasmosis, rubella, CMV (cytomegalovirus) dan HSV (herpes simpleks virus). Jika ibu hamil mengalami infeksi ini, janin akan tumbuh secara tak normal. Mungkin seleksi alam mengakibatkan janin itu gugur sebelum waktunya.

* Faktor Tak Diketahui
Faktor-faktor tak diketahui mencapai 5 persen dari keguguran yang terjadi pada kehamilan. Bisa karena wanita hamil terkena kontak zat-zat kimia, radiasi, fisika, dan sebagainya.

Persalinan dini
Seorang wanita disebut mengalami keguguran jika hal itu terjadi pada usia kehamilan di bawah 20 minggu dengan berat janin tak lebih dari 500 gram. Ada beberapa jenis keguguran yang dikenal di dunia kedokteran. Antara lain, abortus iminen yaitu keguguran yang mengancam, abortus insipien, yaitu abortus yang sedang berlangsung. Ada pula abortus komplet yaitu abortus di mana hasil konsepsi (pembuahan) keluar seluruhnya. Sedangkan abortus inkomplet adalah abortus di mana hasil konsepsi keluar sebagian.

"Bila keguguran berulang sebanyak tiga kali, disebut abortus habitualis. Sementara bila janin mati dan tak berkembang di dalam rahim disebut missed abortion," jelas dr Karno. Namun bila janin telah berkembang antara 20-28 minggu dan terjadi sesuatu, hal itu tak disebut keguguran melainkan persalinan immatur (dengan berat bayi 500-1.500 gram). Sedangkan persalinan dini (prematur) terjadi bila usia kehamilan mencapai 28-34 minggu dengan berat bayi 1.500-2.500 gram.

Keguguran yang timbul pada kehamilan trimester pertama umumnya disebabkan faktor genetik, seperti kasus kelainan kromosom akibat translokasi berimbang antara kromosom-kromosom sperma dan kromosom-kromosom sel telur. Sedangkan keguguran yang terjadi pada trimester kedua lebih sering disebabkan faktor ibu, seperti kelemahan mulut rahim, kerusakan dinding penyekat rahim, atau ukuran rahim. Persalinan (partus) prematur lebih kerap terjadi karena infeksi yang diderita ibu, seperti TORCH, infeksi saluran kemih, penyakit jantung bawaan, diabetes, dan sebagainya.

Jika seorang ibu mengalami keguguran, peluang untuk melahirkan anak dengan selamat sekitar 87 persen pada kehamilan berikutnya. Jika ia pernah dua kali keguguran, peluang itu menurun menjadi sekitar 60 persen melahirkan pada waktunya. Sedangkan jika ia pernah mengalami keguguran sebanyak tiga kali, peluang melahirkan bayi hanya sekitar 40 persen.
(Riesnawiati Soelaeman/Tabloid Nakita)


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:17 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Apr 20, 2010 11:55 am

WASPADA BILA KEGUGURAN TERUS BERULANG
Rabu, 10 Desember 2008 | 09:33 WIB
Kompas.com - KELAHIRAN buah hati dalam rumah tingga menjadi dambaan setiap pasangan suami-istri. Karenanya, tidak mengherankan, ketika kehamilan yang dinanti-nanti datang, perhatian ekstra pun tercurah. Ini bukan semata dipicu rasa bahagia, tapi karena masa kehamilan juga merupakan saat yang rentan. Sedikit saja kesalahan dalam beraktivitas bisa berakibat buruk bagi perkembangan janin. Namun, perhatian itu bisa berubah menjadi kecemasan bila si ibu memiliki kandungan yang lemah. Pasalnya, menurut anggapan umum, kandungan lemah bisa mengakibatkan keguguran, Anggapan kandungan lemah ini biasanya menempel pada ibu-ibu yang telah beberapa kali mengalami keguguran sewaktu hamil. Namun, menurut para pakar medis, istilah kandungan lemah serta pemahaman masyarakat mengenai fenomena ini sebetulnya tidak tepat. "Dalam dunia kedokteran, tidak ada yang namanya kandungan lemah," ujar Boyke Dian Nugraha, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang membuka klinik di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Faktor penyebab
Muhammad Lutfi Alkaff, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Dokter Sardjito, Yogyakarta, menambahkan bahwa yang lemah bukanlah kandungannya. "Tapi, penempelan janin ke rahim yang kurang kuat," ajar dia. Akibatnya, janin tersebut tidak bisa bertahan dalam kandungan selama sembilan bulan seperti janin pada umumnya. Ia akan keluar dari rahim sebelum waktunya sehingga si ibu disebut mengalami keguguran. "Biasanya, hal ini terjadi saat usia kandungan kurang dari lima bulan," tutur Lutfi.

Sayangnya, meski fenomena tersebut sudah dikenal sejak dulu kala, kalangan medis belum mengetahui secara pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, mereka sudah mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. Salah satunya, akibat kurangnya hormon progesteron. "Awal kehamilan usia 1 hingga 3 bulan, sangat membutuhkan hormon progesteron," kata Boyke yang juga pakar seksologi. Bila produksi hormon itu kurang, janin tidak akan dapat berkembang dengan baik.

Kelainan pada rahim juga bisa menjadi penyebab kandungan lemah. Yang dimaksud dengan kelainan pada rahim ini bisa berupa kelainan bentuk rahim karena cacat bawaan ibu atau karena adanya tumor pada rahim (mioma uteri). Kelainan ini biasanya terjadi pada mulut rahim yang tidak tertutup (inkompetensia serviks). "Akibatnya janin bisa jatuh dan keluar sebelum waktunya," terang Lutfi. Selain itu, rahim juga bisa terinfeksi virus yang berpotensi besar mengganggu kehidupan janin. Janin akan mati karena virus tersebut dan berakibat gagalnya kehamilan. Infeksi virus yang mematikan ini berasal dari kelompok virus yang disebut TORCH, yakni toksoplasma, rubela, sitomegalovirus (CMV) dan herpes.

Toksoplasma adalah virus yang berasal dari hewan piaraan, seperti kucing. Sedangkan, virus rubela berasal dari udara yang kotor dan CMV disebarkan oleh unggas. Adapun, herpes simpleks atau campak jerman bisa ditularkan oleh seseorang yang dekat dengan si ibu hamil tanpa si ibu mengalami gejal gejalanya. Biasanya timbul bintik-bintik merah pada orang yang tengah menderita penyakit ini. "Virus tersebut sebenarnya virus ringan, tapi sangat berbahaya bagi perkembangan janin," ujar Boyke.

Kondisi sel telur dan sel sperma juga bisa menjadi penyebab kandungan lemah atau keguguran. Sel telur dan sperma yang tidak berkualitas akan berpotensi membentuk janin yang tidak sempurna. "Secara fisik memang terlihat hamil, tapi benarnya hanya membentuk kantong kehamilan (blighted ovum)," kata Lutfi.
Dalam kondisi ini, melalui USG kita bisa mendapat gambaran embrio. Namun kita tidak menemukan kehidupan atau tidak ada detak jantung. "Dengan kondisi sudah tidak bisa ditolong tinggal menunggu proses keguguran saja," kata Lutfi. (Adi Wikanto)


MENCEGAH TERJADINYA KEGUGURAN BERULANG
Selasa, 20/07/2010 12:18 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Mengalami keguguran berulang akan menimbulkan luka emosional dan fisik bagi perempuan. Namun bukan berarti perempuan yang mengalami keguguran tak bisa memiliki kehamilan yang sukses. Ketahui cara mencegah keguguran berulang. Keguguran terjadi jika ibu hamil kehilangan kehamilannya yang berusia kurang dari 20 minggu. Secara emosi kadang timbul perasaan bersalah dan juga keraguan terhadap diri perempuan yang keguguran.

Penyebab keguguran ini beragam seperti adanya kromosom yang abnormal pada janin, penyakit genetik yang diwariskan, usia ibu yang sudah berada di atas 35 tahun, kondisi rahim yang tidak normal, kelainan metabolisme dan hormon, gangguan autoimun dan juga adanya gangguan pembekuan darah.
Ketika seseorang mengalami dua kali atau lebih keguguran di trimester pertama atau satu kali keguguran di trimester kedua, maka harus ada evaluasi dari dokter kandungan. Pemeriksaannya mencakup tes darah, USG rahim, histeroskopi (melihat rahim melalui leher rahim) dan biopsi endometrium.
Dikutip dari Health.MSN, Selasa (20/7/2010) jika penyebabnya diketahui dan diobati maka tingkat keberhasilan kehamilan perempuan yang pernah keguguran bisa meningkat hingga 90 persen.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendukung kehamilan yang sehat dan mencegah terjadi keguguran kembali yaitu:
1. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan juga bergizi, serta mengambil manfaat dari asam folat.
2. Menghentikan kebiasaan minum alkohol, merokok dan juga menghindari paparan asap rokok.
3. Melakukan olahraga teratur, terutama latihan yang memiliki intensitas rendah seperti berjalan kaki.
4. Menjaga berat badan agar tetap sehat dan tidak berlebihan.
5. Mengurangi konsumsi kafein yang terdapat dalam berbagai minuman dan makanan.
6. Menanyakan pada dokter atau apoteker jika ingin mengonsumsi obat yang dijual bebas atau obat resep yang diberikan.
7. Menghindari terkena paparan radiasi atau zat kimia yang bisa berbahaya, terutama jika pekerjaannya berhubungan dengan radiasi.
8. Menjaga kebersihan dan kesehatan dari hewan peliharaan.

Berapa lama waktu yang harus ditunggu seseorang sebelum akhirnya memutuskan untuk hamil kembali tergantung dari diri setiap orang.
Para ahli menyarankan agar seseorang menunggu hingga ia mendapatkan satu atau dua kali siklus menstruasi yang teratur. Selain itu juga memberikan waktu untuk memulihkan emosi dirinya. (ver/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 6:07 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Tue Apr 20, 2010 12:54 pm

ABORSI
Aborsi buatan adalah penghentian kehamilan dengan pembedahan atau obat.

* Kehamilan mungkin dihentikan dengan pembedahan membuang isis dari uterus atau minum obat tertentu..
* Komplikasi jarang terjadi bila aborsi dilakukan oleh tenaga kesehata yang terlatih di rumah sakit atau klinik.

Di seluruh dunia, status aborsi bervariasi mulai dicap legal hingga boleh dilakukan sesuai permintaan. Sekitar dua pertiga dari wanita di dunia mempunyai akses untuk aborsi yang legal. Di Amerika Serikat, aborsi elektif (aborsi yang diinisiasi oleh pilihan pribadi) adalah legal selama trisemester pertama (hingga 12 minggu). Setelah 12 minggu, apakah aborsi elektif adalah legal bervariasi di tiap negaranya.di Amerika Serikat, sekitar 25 persen dari kehamilan dihentikan oleh aborsi elektif, membuat hal ini salah satu pembedahan yang paling umum dilakukan.

Metode
Metode aborsi termasuk pembedahan (evakuasi operasi) dan obat untuk merangsang kontraksi rahim. Metode digunakan bergantung antara lain berapa lama seorang wanita sudah hamil. Biasanya dilakukan Ultrasonography untuk menaksir umur kehamilan. Evakuasi operasi bisa dipakai untuk kebanyakan kehamilan. Obat bisa dipakai untuk beberapa kehamilan yang sangat awal atau tua (lebih dari 15 minggu). Untuk aborsi dilakukan pada awal kehamilan, hanya anestetik lokal yang diperlukan. Untuk aborsi kehamilan tua, anestetik umum mungkin diperlukan.

Evakuasi operasi: isi rahim dikeluarkan lewat vagina. Evakuasi operasi dipakai untuk lebih dari 95% dari aborsi. Teknik berbeda dipakai bergantung pada usia kehamilan.

Untuk kehamilan kurang dari 12 minggu, sedotan kuretisasi selalu digunakan. Biasanya, dokter memakai tabung fleksibel yang kecil yang disambungkan pada sumber vakum, biasanya pompa isapan mesin atau pompa tangan tetapi kadang-kadang jarum suntik vakum. Tabung dimasukkan melalui leher rahim yang terbuka ke dalam bagian dalam rahim, kemudian dengan lembut dan seksama mengosongkan semuanya. Kadang-kadang prosedur ini tidak menggugurkan kandungan, khususnya kalau prosedur dilakukan pada minggu pertama sesudah periode menstruasi yang hilang/berhenti.

Kadang-kadang dokter harus memperlebar (membesar) leher rahim agar tabung sedotan dapat lewat dari leher rahim ke dalam rahim. Misalnya, untuk kehamilan usiaampai 12 minggu, leher rahim dibesarkan karena tabung yang digunakan lebih besar. Untuk kehamilan usia 4 sampai 6 minggu, tabung yang lebih kecil digunakan, sangat jarang atau tidak diperlukan tindakan perlebaran.. Untuk mengurangi kemungkinan melukai leher rahim selama memperbesar, dokter mungkin memakai bahan alami yang menyerap cairan, seperti tangkai rumput laut kering (laminaria), daripada alat mesin. Laminaria dimasukkan ke dalam leher rahim yang terbuka dan ditinggalkan di dalam selama sedikitnya 4 sampai 5 jam, biasanya semalam. Sewaktu laminaria menyerap banyak cairan dari badan, mereka berkembang dan merentangkan pembukaan leher rahim. Obat seperti prostaglandins juga bisa gunakan untuk membesarkan leher rahim.

Untuk kehamilan lebih dari 12 minggu, pelebaran dan evakuasi biasanya dipakai. Sesudah leher rahim dibesarkan, sedotan dan tang dipergunakan untuk mengeluarrkan janin dan plasenta. Lalu rahim dengan lembut digores untuk meyakinkan segalanya sudah dikeluarkan. Teknik ini menghasilkan lebih sedikit komplikasi kecil daripada melakukan dengan obat yang dapat menyebabkan aborsi. Tetapi, untuk kehamilan lebih dari 18 minggu, pelebaran dan evakuasi bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan pada rahim atau usus.

Obat: obat untuk aborsi mungkin dipakai untuk kehamilan kurang dari 9 minggu atau lebih dari 15 minggu. Obat biasanya dipakai untuk aborsi yang sangat awal, sebelum rahim berisi embrio dan plasenta benar-benar tampak pada scan ultrasound. Pilihan obatnya termasuk mifepristone (RU–486) dan prostaglandins, seperti misoprostol.

Mifepristone, yang diminum, menghentikan tindakan hormon progesteron, yang menyiapkan sepanjang uterus untuk menyangga janin. Mifepristone dipakai hanya untuk kehamilan kurang dari 9 minggu.

Prostaglandin ialah senyawa seperti hormon yang merangsang rahim untuk berkontraksi. Obat ini mungkin dipakai dengan mifepristone untuk kehamilan kurang dari 9 minggu atau dipakai sendiri untuk kehamilan lebih dari 15 minggu. Prostaglandin dapat ditelan, bertahan di mulut (di samping pipi atau di bawah lidah) sampai mereka larut, disuntikkan, atau ditempatkan di vagina. Prostaglandin diberikan sesudah mifepristone kalau keduanya dipakai. Regimen biasanya 1 sampai 3 tablet mifepristone dan, sesudah 2 hari, menggunakan prostaglandin (misoprostol) diminum atau dimasukkan ke vagina. Regimen ini menyebabkan aborsi pada sekitar 95% dari wanita. Jika aborsi tidak terjadi, dilakukan evakuasi operasi. Untuk kehamilan lebih dari 15 minggu, dua tablet yang ditempatkan di vagina tiap 6 jam adalah hampir 100% efektif dalam 48 jam.

Komplikasi
Risiko komplikasi berhubungan dengan usia kehamilan: semakin tua usia kehamilan seorang wanita, semakin besar risikonya. Risiko juga berhubungan dengan metode yang digunakan.

* Evakuasi operasi: rahim dilubangi dengan alat operasi pada 1 di antara 1.000 aborsi. Lebih jarang terjadi, usus atau organ lain terluka. Pendarahan hebat terjadi selama atau segera setelah operasi pada 6 di antara 10.000 aborsi. Alat yang digunakan bisa menyobek leher rahim, khususnya pada kehamilan lebih dari 12 minggu. Kemudian, infeksi mungkin timbul. Sangat jarang, prosedur atau infeksi berikut menyebabkan parut jaringan yang terbentuk sepanjang rahim, yang menyebabkan kemandulan. Komplikasi ini disebut sindrom Asherman.
* Obat: Mifepristone dan prostaglandin misoprostol mempunyai efek samping. Yang paling sering terjadi adalah kram rasa sakit panggul, pendarahan pada vagina, dan masalah gastrointestinal seperti mual, muntah, dan diare. Infeksi lebih jarang terjadi kalau obat dipakai digunakan lebih dahulu sebelum tindakan pembedahan.
* Metode lain: Pendarahan dan infeksi bisa terjadi jika sebagian plasenta ditinggalkan di rahim. Kemudian, khususnya jika wanita tidak aktif, gumpalan darah mungkin berkembang di kaki. Jika janin memiliki darah Rh posistif, seorang wanita yang memiliki darah Rh negative dapat memproduksi antibody Rh sewaktu hamil, keguguran atau melahirkan. Antibody seperti itu membahayakan kehamilan berikutnya. Pemberian injeksi Rh0(D) imuno globulin pada wanita mencegah pembentukan antibody

Aborsi elektif mungkin tidak menambah risiko bagi janin atau wanita selama kehamilan berikutnya.

Kebanyakan wanita tidak mempunyai masalah psiklogis setelah aborsi. Tetapi, masalah lebih mungkin terjadi pada wanita yang mempunyai gejala psiklogis sebelum kehamilan, yang mengakhiri kehamilan karena alasan kesehatan, yang sangat ambivalen tentang aborsi, remaja, yang menglami aborsi pada usia kehamilan tua, atau yang mendapatkan aborsi secara ilegal.
Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:19 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Wed Apr 21, 2010 5:09 pm

ABORSI PERLU ALASAN MEDIS
Selasa, 3 Maret 2009, 17:32 WIB Petti Lubis
VIVAnews - Banyaknya klinik aborsi ilegal yang bisa menerima pasien tanpa alasan medis, tentu cukup mengkhawatirkan. Apalagi, tenaga ahli yang melakukan serta alat-alat yang digunakan bukanlah melalui prosedur medis yang aman. Padahal. Menurut dr. Dwiana Ocvyanti, SpOG, alasan untuk menggugurkan kandungan harus kuat. Aborsi,yang legal umumnya, dilakukan karena terjadi kehamilan yang tak diinginkan atau kehamilan yang tak diizinkan.

Aborsi karena kehamilan tak diizinkan biasanya berhubungan dengan alasan medis. Seperti bila kehamilan dilanjutkan maka akan berisiko pada keselamatan ibu, atau bila dilahirkan bayi akan cacat. Risiko tinggi kehamilan ini biasanya juga dipengaruhi oleh faktor usia ibu hamil, yaitu bila ia sudah terlalu tua (di atas 35 tahun) atau terlalu muda (di bawah 20 tahun). Sedangkan, aborsi akibat kehamilan tak diinginkan biasanya terjadi karena beberapa masalah, misalnya karena si wanita hamil akibat tindakan kekerasan seperti perkosaan, incest, dan sejenisnya.

Aborsi hanya akan aman dilakukan bila lima syarat di bawah ini mutlak terpenuhi sekaligus.
- Tindakan pengakhiran kehamilan dilakukan apabila usia kehamilan di bawah 12 minggu. Karena, pada usia itu, kemungkinan rasa sakit, atau kematian sangat kecil. Sedangkan bila usia kehamilan di atas 12 minggu, prosedur pemeriksaan dan tindakan menjadi kompleks dan sulit.
- Harus dilakukan oleh dokter dan sudah terlatih. Jadi, meski aborsi dilakukan oleh dokter, bila ia tidak memiliki keahlian, aborsi tetap berisiko.
- Sebelum dan sesudah aborsi, harus disertai konseling terhadap pasien.
- Keputusan melakukan aborsi yang diambil wanita harus bukan merupakan keputusan yang dipaksakan (harus diambil oleh wanita itu sendiri).
- Setelah aborsi, harus disertai asuhan pasca-keguguran. Di antaranya adalah diberikannya informasi tentang pemakaian alat KB agar tidak terjadi aborsi berulang.

Bagaimana Aborsi Aman Dilakukan Dokter?
Aborsi aman ada dua cara, yaitu aborsi medisinalis dan aborsi surgikal.

Aborsi medisinalis dilakukan dengan cara:
- Diberi obat suntikan dan 5 hari kemudian pasien diberikan obat tablet yang dimasukkan ke dalam vaginanya. Atau, pasien diberi obat yang diminum. Beberapa hari kemudian dia diberikan obat lagi. Aborsi terjadi setelah 1-2 hari atau lebih.
- Hanya dilakukan pada usia kehamilan di bawah 7 minggu

Aborsi surgikal dilakukan dengan cara:
- Memasukkan alat (vakum, karenanya disebut sebagai manual vacuum aspiration, bentuknya seperti pipet) ke dalam vagina-uterus sesuai dengan usia kehamilan, dengan melakukan kuret dalam waktu 10 menit.
- Sebelum dikuret, pasien diberi anestesi (pembiusan) lokal atau umum.
- Dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:19 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:30 am

BED REST, HARUSKAH SELALU BERBARING?
Bed rest artinya istirahat sepenuhnya, dengan mengurangi aktivitas Anda biasanya.

Selasa, 1/6/2010 | 11:40 WIB
KOMPAS.com — Anda yang memiliki kandungan yang lemah, atau problem kehamilan lainnya, biasanya diminta dokter untuk bed rest di rumah. Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak menghiraukan permintaan ini dan hanya mengurangi sedikit aktivitasnya. Akibatnya, problem bertambah, bahkan ada yang mengalami keguguran. Bed rest umumnya diperintahkan oleh dokter untuk sejumlah kondisi kehamilan tertentu, tetapi banyak ibu hamil yang merasa bingung apa yang harus dilakukan saat itu. Persepsi mereka mengenai bed rest berbeda-beda, antara lain:

* Mild bed rest, artinya menurunkan tingkat aktivitasnya dengan tetap berada di dekat rumah, tidak berolahraga, tetapi secara umum masih bisa berjalan-jalan di sekitar rumah.

* Home bed rest, secara umum berarti Anda harus tinggal di rumah, harus menerima bantuan untuk mengasuh anak atau mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan menghabiskan waktu beberapa jam untuk tidur setiap hari.

* Strict bed rest, yaitu ketika Anda harus terus berada di atas tempat tidur dan hanya bangun ketika harus ke kamar mandi. Kadang-kadang, Anda bahkan harus mandi (dimandikan) di atas ranjang.

* Very strict, yang mengharuskan Anda tetap di atas tempat tidur selama 24 jam sehari. Dengan demikian, segala aktivitas, termasuk buang air, harus dilakukan di tempat tidur dengan bantuan orang lain.

Pada dasarnya, dokter meminta Anda untuk bed rest untuk mengurangi tekanan pada serviks dan meningkatkan aliran darah ke plasenta. Selain itu, bed rest juga diperlukan bila ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, pendarahan vagina atau masalah plasenta dan serviks, serta kelahiran prematur.
Lamanya bed rest umumnya bervariasi, tergantung kapan problem kehamilan tersebut didiagnosis. Anda harus meminta petunjuk kepada dokter mengenai batasan-batasan aktivitas yang boleh Anda lakukan selama bed rest sesuai kondisi kandungan Anda. Para perempuan yang bekerja umumnya tidak siap menghadapi masa ini karena mereka terbiasa aktif. Dengan kata lain, mereka harus mau mengubah gaya hidupnya.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:21 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:32 am

SETELAH KEGUGURAN KAPAN BOLEH HAMIL LAGI?
Kamis, 17/6/2010 | 10:16 WIB
KOMPAS.com - Seperti sudah disinggung sebelumnya, keguguran terjadi ditandai perdarahan. Itu sebabnya seorang ibu hamil jika mengalami perdarahan sesedikit apa pun, harus segera menghubungi dokter. Sedikit atau banyak darah yang keluar, perdarahan ini harus segera ditangani. Biasanya dokter akan mencegah jangan sampai janin keluar. Antara lain dengan meminta calon ibu melakukan istirahat total (bed rest), disertai pemberian obat-obatan seperti dupaston atau gestanon. Selain itu akan dilakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui dengan pasti apakah janin masih ada atau sudah gugur.

Bila tak ada janin tapi tanda-tanda kehamilan masih ada, hal ini dalam ilmu kedokteran disebut blighted ovum (BO). Bila keadaan sudah demikian, dokter akan mengambil tindakan kuretase, yaitu pengerokan pada rahim dengan tujuan mengosongkan rongga rahim. Bila disebabkan infeksi, dokter akan mengobati infeksinya lebih dahulu. Jika infeksi sudah dipastikan sembuh, ibu tersebut baru diperbolehkan hamil kembali. Jika keguguran akibat mulut rahim yang lemah, maka pada kehamilan berikutnya akan dilakukan tindakan operasi pengikatan mulut rahim.

Untuk boleh hamil kembali setelah mengalami keguguran, umumnya dokter akan menganjurkan 3-6 bulan ke depan. Hal ini lebih disebabkan, bagi seorang ibu, untuk hamil kembali, ia memerlukan kesiapan fisik dan mental. Apalagi setelah kehilangan calon bayinya yang tentu saja akan meninggalkan kesedihan. Jadi, kehamilan memang memerlukan dua faktor, yaitu sehat secara fisik dan sehat pula psikisnya. Di sisi lain, diperlukan pula dukungan dari orang-orang terdekat seperti suami atau orangtua.
(Riesnawiati Soelaeman/Tabloid Nakita)


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:21 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:34 am

PERLUKAH SEKS DISAAT DAN SETELAH KEHAMILAN?
Minggu, 4 Juli 2010, 20:10 WIB
Irina Damayanti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Hal ini akan terjadi di saat Anda memasuki masa kehamilan dan setelah melahirkan. Biasanya, kebanyakan pasangan mengalami intensitas yang cenderung menurun untuk berhubungan intim. Namun psikolog Stephanie Buehler, PsyD, CST, seorang terapis seks bersertifikat di Orange County, California mengatakan, seks selama kehamilan dan setelah melahirkan adalah subyek yang mengilhami berbagai reaksi dan perilaku, tergantung pada si wanita. Sebagai terapis seks, kebanyakan kaum hawa selalu menanyakan padanya seputar hubungan intim di saat dan pasca kehamilan. Seperti dikutip dari laman Momlogic.com, berikut pertanyaan penting seputar seks yang biasa ditanyakan para ibu:

1. Keinginan seksual seperti apa yang banyak diinginkan wanita selama kehamilan?
Keinginan wanita saat hamil benar-benar bervariasi, beberapa dari mereka ada yang sangat menginginkan hubungan seksual secara intens, namun ada pula yang merasa terlalu lelah dan sangat sedikit menginginkan hubungan intim dengan suami. Secara umum, wanita merasa tubuhnya tidak seksi terutama pada trimester pertama, ketika mereka mencoba untuk mengatasi morning sickness. Pada trimester kedua, mereka mungkin merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi untuk melakukan seks. Beberapa wanita merasa ingin berhubungan seks ketika usia kandungannya memasuki trimester ketiga, namun banyak juga yang mulai merasa lelah. Mencari posisi yang nyaman untuk berhubungan seks juga dapat menjadi masalah. Sebagai saran, Anda dapat mencoba posisi lain, seperti "menyendok" atau posisi belakang, untuk membuat hubungan intim lebih mudah.

2. Suami tak menginginkan hubungan seks saat hamil, apa yang salah?
Jujur saja, beberapa pria tidak menemukan gairah dan keseksian pada tubuh wanita hamil. Mereka mungkin hanya melihat tubuh istri mereka sebagai mesin pembuatan bayi daripada untuk kenikmatan seksual. Rata-rata pria takut melakukan hubungan seks karena khawatir menyakiti si jabang bayi. “Lebih lucunya lagi, sebagian pasangan takut, kalau bayi mereka tahu bahwa ayah dan ibunya sedang berhubungan seks,” kata Buehler. Buehler pun menyarankan lebih baik untuk berbicara terus terang dengan pasangan untuk memahami perasaan-perasaan atau ketakutan dan memikirkan bagaimana Anda berdua bisa lebih bahagia.

3. Apakah berhubungan seks saat hamil membahayakan bayi?
Jika Anda berada dalam kesehatan yang baik dan tidak memiliki risiko yang membahayakan seperti keguguran sebelumnya atau terkait dengan usia, maka seks tidak akan mengganggu kehamilan. Ada beberapa kekhawatiran jika mencapai orgasme. Banyak anggapan dapat menyebabkan kontraksi dan menyebabkan kelelahan. Anda harus berkonsultasi dengan dokter kandungan jika Anda mempunyai keluhan apapun.

4. Apa yang terjadi pada bayi ketika wanita hamil mengalami orgasme?
Setiap hubungan yang telah mencapai orgasme, menurut terapis seks, akan menghasilkan endorfin atau "kimia bahagia" bagi si calon ibu. “Apa yang dirasakan ibu, bisa membuat bayi merasakan hal yang sama, namun tidak ada salahnya dan tidak ada efeknya untuk si bayi,” kata Buehler. Anda mungkin merasakan kontraksi, tetapi jika hubungan yang dilakukan berlangusng lama, ini adalah normal. Maka nikmati saja!

5. Aturan umum melakukan seks adalah menunggu enam minggu setelah melahirkan bayi. Apakah ini cocok untuk semua orang?
Tidak! "aturan enam minggu " umumnya merujuk pada waktu yang diperlukan untuk rahim kembali ke ukuran semula, sebelum bayi lahir dan untuk memulihkan kondisi rahim. Setiap wanita memiliki proses penyembuhan yang berbeda. Dtambah lagi, Anda pasti merasa lelah merawat bayi. Jadi, mungkin Anda tidak terlalu berselera melakukan senggama bersama suami. Jika Anda membutuhkan satu atau dua minggu lagi untuk berhubungan, jalani saja. Pastikan bahwa Anda dan suami meluangkan waktu untuk tetap terhubung secara fisik dengan memeluk, memegang tangan, saling memijat atau mandi bersama.

6. Suami merasakan kesedihan secara tiba-tiba setelah kehadiran bayi. Apa yang bisa menenangkan suasana hatinya?
Ternyata, pria juga mungkin mengalami depresi post-partum. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa sebanyak 10 persen pria Amerika menjadi tertekan setelah kehadiran bayi.

Hal ini mungkin dipicu karena kelelahan, kesulitan menghadapi tanggung jawab yang lebih besar atau perasaan campur aduk saat menjadi seorang ayah. Menyadari kemungkinan ini, jangan ragu untuk mencari bantuan jika Anda melihat suami Anda menjadi tertekan. Tanda-tanda depresi pada pria adalah menarik diri, jadi mudah tersinggung, kurang nafsu makan, mengonsumsi alkohol atau perubahan kebiasaan lainnya. (adi)
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:22 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:37 am

JIKA KEHAMILAN TAK DIKEHENDAKI
Rabu, 10 Desember 2008 | 08:04 WIB
Kompas.com - BIASANYA pasangan akan merasa sangat bahagia bila istri dipastikan hamil, apalagi bagi yang sangat mendambakan kehadiran buah hati. Apakah hal ini berlaku bagi semua wanita yang mendapatkan kabar gembira tersebut? Ternyata tidak. Kenyataan menunjukkan bahwa kadang kehamilan tak ubahnya mimpi buruk yang menjadi kenyataan, berujung pada fakta yang dirasakan bagai sebuah tragedi. Suatu realitas kehidupan yang tidak hanya menyangkut diri wanita, tetapi juga keluarga bahkan masyarakat sekitarnya. Unwanted Pregnancy (UWP) atau kehamilan tak diinginkan merupakan terminologi yang biasa dipakai di kalangan medis untuk memberi istilah adanya kehamilan yang tidak dikehendaki oleh wanita bersangkutan maupun lingkungannya. Umumnya UWP berkisar pada terjadinya kehamilan di luar nikah, sehingga bukan kebahagiaan yang diperoleh, tetapi sebuah penolakan akan kenyataan yang sedang dialaminya. Apakah hanya pada kondisi demikian latar belakang UWP?

Ternyata tidak. Ada beberapa kejadian yang biasanya mendahului UWP, meskipun kehamilan didapatkan dalam pernikahan. Antara lain jumlah anak sudah cukup banyak, merasa umur terlalu tua untuk hamil, riwayat kehamilan atau persalinan sebelumnya yang penuh penyulit dan komplikasi, alasan ekonomi, merasa telanjur mengonsumsi obat atau menderita kelainan yang dikhawatirkan membuat cacat pada anak, riwayat melahirkan anak cacat (mungkin lebih dari satu kali), pasangan suami-istri di ambang perpecahan, dan kegagalan penggunaan alat KB atau kontrasepsi.

Hal lain yang lebih menyedihkan adalah kehamilan hasil perkosaan atau kehamilan pada ibu cacat mental. Hasil hubungan sesama anggota keluarga sedarah (incest) kadang juga dijumpai. Masih sederet lagi alasan yang dianggap sebagai penyebab UWP bisa kita dapatkan di klinik sehari-hari, malahan kadang latar belakangnya sederhana, seperti malu dilihat tetangga karena anak bungsunya masih kecil kok sudah hamil lagi.

Berbagai Sikap Penerimaan
Sepertinya sebuah fenomena yang mengada-ada, tetapi data dari badan terpercaya seperti UNFPA (United Nations Populations Fund) mengungkap, 75 juta atau sepertiga kehamilan dari sekitar 200 juta kehamilan setiap tahun di seluruh dunia adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Jelas angka kejadian tersebut membuat kita terperanjat dan bisa menempatkan seberapa penting masalah tersebut untuk dipahami dan dikaji untuk dicari pendekatan pemecahannya yang terbaik.

Bagaimana sikap wanita yang mengalami UWP? Ada tiga sikap penerimaan, yaitu (1) segera menerima dan meneruskan kehamilan sampai melahirkan dengan wajar saja, (2) mulanya menolak, tetapi kemudian menerimanya dengan beban psikologis yang mengganggu kehamilan dan proses persalinan, dan (3) tetap menolak dan berupaya untuk tidak meneruskan kehamilan. Penyelesaian pertama adalah yang terbaik, tidak ada risiko menyalahi etika atau melanggar norma yang ada. Pasangan yang segera bisa menerima kehamilannya, tak akan banyak menghadapi masalah. Agar bisa menerima kehamilan segera, dituntut konsep pemikiran yang dewasa dan bijaksana, sedangkan dari pihak tenaga kesehatan dibutuhkan kemampuan melakukan konseling secara baik.

Pengaruh Faktor Psikis
Bagi yang menerima dengan berat hati harus diperhitungkan dampak psikologis yang timbul, agar dapat dicarikan penyelesaian dan upaya mengantisipasi selama berlangsungnya kehamilan dan proses persalinan. Selain upaya medis, harus tetap diusahakan pendekatan yang bersifat memperbaiki goncangan psikologis karena sangat berarti dalam penanganan kasus seperti ini. Tentu diharapkan wanita yang hamil tersebut dapat menerima dengan baik, dan menjalani kehamilannya secara wajar.

Pada wanita hamil dengan beban psikologis, gejala-gejala tidak mengenakkan yang sering didapatkan di masa kehamilan akan dirasakan lebih berat. Contohnya, muntah-muntah di kehamilan awal bisa dialami sangat berlebihan sampai menimbulkan komplikasi yang mengganggu kesehatan umum. Motivasi untuk mengonsumsi nutrisi yang baik pun bisa terganggu. Kadang perhatian yang kurang terhadap kehamilan dan janin dimanifestasikan sebagai keengganan kontrol secara teratur, bahkan malas minum suplemen yang diberikan. Kualitas kesehatan janin bisa jadi tidak akan sebaik yang diharapkan.

Di akhir kehamilan gangguan emosional bisa lebih meningkat karena bertambah dengan kecemasan menjelang persalinan. Gejala depresif dan gangguan tidur dapat dialami. Kontraksi rahim bisa dirasakan berlebihan. Faktor psikologis merupakan faktor dominan yang memengaruhi berlangsungnya persalinan. Perlangsungan dan kemajuan persalinan dapat terganggu dan risiko bedah cesar meningkat. Pasca persalinan juga bisa terpengaruh. Keengganan merawat dan memberikan air susu kepada bayinya sering ditemui. Produksi air susu juga bisa menurun. Kesemuanya akan berdampak pada kualitas kesehatan bayi.

Abortus Provokatus
Bagi yang sama sekali tidak menerima kehamilannya, mereka akan berusaha atau memikirkan alternatif penghentian kehamilan. Menurut laporan WHO, tiap tahun terjadi 50 juta pengguguran kandungan di seluruh dunia, 20 juta di antaranya berkategori unsafe (tidak aman) dan 95 persen dilakukan di negara berkembang.
Diperkirakan 200 orang meninggal setiap hari akibat proses dan komplikasi pengguguran kandungan (abortus provokatus) di seluruh dunia. Beberapa kasus dapat disimak di bawah ini. Nany tergolek di kamar ICU dalam keadaan tidak sadar. Kadang terjadi serangan kejang. Dari hari ke hari kondisinya menurun akibat infeksi tetanus. Heru, pacarnya, hanya bisa menunggu di samping tempat tidurnya dengan pilu. Nany dan Heru bukan orang tak berpendidikan dan miskin. Keduanya mahasiswa tahun terakhir. Nany anak dokter kepala rumah sakit, sedangkan Heru anak pejabat tinggi lembaga hukum. Mereka memilih aborsi setelah tahu Nany hamil 2 bulan.

Seorang dukun didatanginya. Menurut pengakuan Heru, sang dukun berhasil melakukan pengguguran dengan memasukkan sesuatu ke vagina Nany lalu memberinya jamu. Sebulan Nany terkapar di ICU, tetapi dokter tak berhasil mempertahankan hidupnya. Nany mengembuskan napas terakhir di depan ayah dan ibunya. Wanti, mahasiswi perguruan tinggi swasta, datang ke unit gawat darurat dalam keadaan pucat pasi kehabisan darah. Perdarahan masih mengalir dari vagina. Menurut pengakuan teman kosnya, siangnya Wanti mendatangi perawat kesehatan untuk menggugurkan kandungan. Perawat itu memasukkan sebuah alat dan memberinya obat yang kemudian menimbulkan rasa sakit perut hebat. Malam itu juga Wanti menjalani operasi. Saat pembedahan dokter menemukan robekan pada rahim yang terus berdarah. Setelah operasi lebih dari 2 jam, dokter berhasil menjahit dan menghentikan perdarahan, meski Wanti akhirnya meninggal di ICU akibat komplikasi infeksi yang meluas ke seluruh tubuhnya.

Solusi Sembarangan
Sangat banyak dijumpai wanita yang mengalami UWP minum jamu atau obat secara membabi-buta dan sembarangan, seperti kasus Prapto dan Prapti ini. Mereka suami istri yang sedang giat membangun industri kecil sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Mereka belum menginginkan anak meski sudah empat tahun berumah tangga, dan menganggap kehadiran anak akan mengganggu pekerjaannya. Dua kali kehamilan digagalkan dengan cara minum obat pelancar haid. Saat dijumpai, Prapto sedang memandangi bayi laki-laki hasil kehamilan Prapti yang ketiga. Bayi mungil itu begitu tampannya, tak kalah dengan pelakon sinetron. Sayangnya ia tak punya tangan dan kaki. Prapto mengaku, dia memang membeli obat pelancar haid berbentuk bulat kehitaman kecil 12 biji untuk menggagalkan kehamilan istrinya. Ternyata upayanya tidak berhasil, kehamilan berlangsung terus.

Sering terjadi mereka yang melakukan aborsi lantas menyesalinya. Seperti dialami Faisal dan Betty. Sebelum menikah Betty pernah hamil dan aborsi. Setelah 6 tahun menikah, buah hati yang diharapkan tak kunjung datang karena adanya kerusakan akibat infeksi, yang diduga diperoleh saat pengguguran. Bisa jadi orang yang mengalami UWP mencari tangan yang lebih aman, meski kenyataannya kadang lain. Ade meninggal di meja operasi saat aborsi karena ada masalah dalam teknik pelaksanaannya. Sejatinya bagi dokter kandungan tindakan abortus provokatus bukan operasi besar, tetapi jatuhnya korban meninggal atau komplikasi yang memilukan cukup sering dijumpai. Dari sisi norma apa pun, termasuk hukum dan agama, pengguguran kandungan tidak dibenarkan. Jalan pintas yang diambil saat menghadapi masalah UWP jelas bukan sikap yang baik.

Pendekatan Menghadapinya
Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari UWP? Pendidikan seks yang bijak di lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat mutlak diperlukan. Penyebaran pengetahuan dan menggiatkan penggunaan kontrasepsi harus ditanamkan kepada pasangan yang belum menghendaki kehamilan.
Upaya konseling yang bermutu dan pembekalan metode serta materi konseling kepada petugas kesehatan dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar dapat dipilih sikap yang terbaik bila berhadapan dengan kasus UWP. Kalangan yang terkait kebijakan di bidang kesehatan harus menaruh perhatian pada besarnya masalah UWP dengan melakukan upaya nyata untuk menghindari kekerasan seksual terhadap wanita, mengetahui secara komprehensif dan mampu melakukan pengendalian status dan masalah reproduksi di masyarakat.
Penulis : Dr Bharoto


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:23 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:40 am

HAMIL PALSU, KETIKA SANGAT YAKIN HAMIL
Senin, 05/04/2010 10:42 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Tidak menstruasi, morning sickness, mengidam, sakit di bagian perut dan pembesaran payudara adalah gejala-gejala yang dikeluhkan penderita pseudocyesis atau hamil palsu. Benarkah pernah ada kehamilan tersebut atau hanya perasaan si perempuan? Berbeda dengan hamil anggur yakni perempuan hamil tapi kehamilannya gagal membentuk janin dalam kandungan atau dalam dunia kedokteran mengenalnya dengan istilah Mola hidatidosa.

Perempuan hamil palsu, rahimnya kosong dalam arti tidak ada bayinya. Sedangkan hamil anggur karena berisi gelembung-gelembung cairan bening seperti buah anggur atau gelembung udara. Tapi penderita pseudocyesis benar-benar kosong rahimnya alias tidak ada janin. Tapi penderita mengeluhkan gejala yang biasa dialami oleh seseorang yang benar-benar hamil.

Seperti dikutip dari Womenshealth, Senin (5/4/2010), pseudocyesis adalah suatu kondisi dimana seorang perempuan yang tidak hamil merasa atau percaya bahwa dirinya sedang hamil, meskipun tidak ada bukti fisik kehamilan. Perempuan yang mengalami kehamilan palsu terkadang disebut dengan pseudopregnancy dan seringkali mengalami gejala kehamilan yang nyata, seperti perempuan hamil pada umumnya.

Meskipun kondisi ini belum sepenuhnya dapat dijelaskan, tapi para ahli percaya penyebab utamanya adalah masalah emosional dan psikologis.
Para psikolog percaya bahwa perempuan yang mengalami kehamilan palsu memiliki keinginan yang sangat kuat untuk hamil, sehingga dirinya merasa mengalami proses kehamilan. Biasanya hal ini terjadi saat ada seseorang didekatnya yang sedang hamil.

Sebuah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kehamilan palsu dengan kelenjar pituitary (pusat produksi hormon selama kehamilan).
Ketidakseimbangan hormon ini sering dipicu oleh stres dan kecemasan, sehingga dapat menyebabkan perubahan emosi dan psikologis yang mengarah pada kepercayaan atas sesuatu yang sangat diharapkannya. Perempuan yang mengalami kondisi ini biasanya dianjurkan untuk melakukan konseling, karena penyebab dasarnya adalah emosional dan psikologis termasuk stres, kegelisahan dan depresi.(ver/ir)


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:24 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:43 am

SEBERAPA PENTING MAKAN IKAN BAGI IBU HAMIL?
Senin, 31 Mei 2010, 10:49 WIB
Petti Lubis, Anda Nurlaila
VIVAnews - Para wanita hamil dianjurkan untuk mengasup ikan minimal tiga porsi dalam seminggu. Asupan kurang dari tiga porsi memicu meningkatnya gangguan otak pada bayi. Lewat sebuah temuan terbaru, pakar mengungkap, asam lemak omega-3 pada ikan yang dikenal sebagai asam docosahexaenoic, sangat penting bagi perkembangan otak. Agar perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan berkembang sempurna, wanita hamil dianjurkan makan sedikitnya tiga porsi ikan seminggu.

Hal ini menepis kekhawatiran yang berkembang untuk membatasi konsumsi ikan akibat kontaminasi bahan kimian berbahaya seperti dioxin dan methylmercury.
Profesor Jack Winkler, Direktur Kebijakan Unit Gizi di London Metropolitan University, seperti dikutip laman Telegraph, mengatakan manfaat minyak ikan jauh melebihi risiko lainnya. "Studi membuktikan, makan ikan membuat kinerja otak anak jauh lebih baik daripada anak dari ibu yang tidak mengonsumsi ikan dalam porsi cukup saat hamil," katanya.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Lancet tahun 2007 terhadap 12 ribu wanita hamil menunjukkan mereka yang mengasup kurang dari 340 gram ikan laut seminggu, atau setara dua setengah porsi, memiliki anak-anak dengan risiko kecerdasan verbal rendah lebih tinggi. Penelitian baru juga menyatakan bahwa kekurangan asam docosahexaenoic mungkin juga berperan dalam perkembangan gangguan perilaku seperti hiperaktif (ADHD) pada anak-anak. Sebuah studi yang dipimpin Dr Robert McNamara, dari Departemen Psikiatri pada University of Cincinnati College of Medicine, menemukan anak laki-laki delapan hingga sepuluh yang diberi tambahan asam docosahexaenoic terbukti meningkatkan kegiatan otak dalam mengerjakan tugas akademik daripada anak yang diberi plasebo. Minyak ikan dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan lain termasuk mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, mencegah kehilangan memori dan arthritis. (umi)


IBU HAMIL DIANJURKAN MAKAN BANYAK IKAN
Vera Farah Bararah - detikHealth - Senin, 31/05/2010 11:35 WIB
London, Ahli gizi menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi banyak ikan untuk mengurangi risiko gangguan otak pada anaknya kelak. Ibu hamil harus mengonsumsi setidaknya tiga porsi (400 gram) ikan dalam seminggu. Ahli gizi mencemaskan nasihat yang beredar selama ini yang membatasi konsumsi ikan tak lebih dari dua porsi dalam seminggu pada ibu hamil. Para ahli menduga hal inilah yang menyebabkan peningkatan gangguan otak pada anak. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 atau dikenal dengan asam docosaheksanoat (DHA) yang ditemukan pada ikan, sangat penting bagi otak agar bisa berfungsi dengan baik. Selama ini konsumsi ikan pada ibu hamil dan anak-anak masih terbatas, hal ini disebabkan adanya kekhawatiran mengenai kontaminasi dioksin dan juga metil merkuri pada ikan yang nantinya bisa berpotensi bahaya.

"Meski demikian, manfaat minyak ikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan risiko lainnya," ujar Profesor Jack Winkler, direktur Nutrition Policy Unit di London Metropolitan University dalam acara konferensi Royal Society of Medicine di London, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (31/5/2010).
Sebuah studi yang diterbitkan dalam majalah Lancet di tahun 2007 menunjukkan hampir 12.000 perempuan hamil menunjukkan konsumsi makanan lautnya kurang dari 340 gram (setara dengan dua setengah porsi) dalam seminggu. Kondisi ini membuat anak-anak berisiko lebih besar memiliki kecerdasarn verbal yang rendah. Hal ini menyimpulkan bahwa risiko kehilangan nutrisi akan lebih besar dibandingkan dengan bahaya kontaminasi. "Tidak seperti bagian tubuh lainnya, otak manusia terbuat dari lemak. Sehingga otak sangat membutuhkan asupan asam lemak untuk pertumbuhan dan perkembangannya," ujar Profesor Michael Crawford, direktur Institute of Brain Chemistry and Human Nutrition di London Metropolitan University.

Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut juga menyatakan bahwa kekurangan asam docoheksanoat (DHA) kemungkinan juga berperan dalam perkembangan gangguan perilaku seperti ADHD pada anak-anak. Selain itu studi yang dilakukan oleh Dr Robert McNamara, dari departemen psikiatri University of Cincinnati College of Medicine menemukan anak laki-laki berusia antara 8-10 tahun yang diberi tambahan DHA menunjukkan peningkatan kemampuan otak untuk lebih fokus terhadap tugas-tugasnya. Minyak ikan juga telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan lain seperti mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, memerangi kehilangan meori dan juga artritis.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:25 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:45 am

SUPLEMEN PENTING PADA KEHAMILAN
GERAI - Edisi April 2008 (Vol.7 No.9) Farmacia
Kehamilan adalah suatu kejadian penting pada setiap pasutri dan merupakan awal dari kehidupan seorang manusia.Selayaknya kehamilan disiapkan dengan matang demi kesehatan ibu dan buah hati. Saat ini pun ibu sudah harus diberi pengertian bagaimana seharusnya ia menjaga kondisi tubuh untuk kelancaran kehamilan dan perkembangan janin dalam kandungan. Salah satunya dengan mencukupi kebutuhan gizi. Jika ibu yang mengandung tidak tercukupi zat-zat gizinya maka bayi yang dikandungnya akan mengalami defisiensi zat gizi dimana hal ini akan berdampak pada kesehatan dan kualitas kehidupan anak tersebut di kemudian hari kelak.

Nutrisi penting untuk ibu hamil dan janin adalah : asam folat, vitamin A, B, C, E, mineral (besi, kalsium, magnesium, zinc, iodium, selenium). Defisiensi zat-zat gizi pada fase kehamilan berhubungan erat dengan tingginya angka kematian pada ibu (AKI) dan bayi (AKB) yang merupakan komponen penting Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada setiap trimester ibu hamil membutuhkan asupan zat-zat gizi yang berbeda dimana hal ini disesuaikan dengan fase pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Nutrisi untuk ibu & perkembangan janin pada Trimester 1
Pada fase ini terjadi pembelahan sel telur yang telah dibuahi dimana pada minggu ke 3 terbentuk embrio dan plasenta. Pembentukan organ-organ vital telah dimulai (organogenesis; otak, mata, spinal cord, hati, libs, pankreas, jantung mulai berdetak serta sistem neural. Defisiensi asam folat pada fase ini akan mengganggu pertumbuhan sistem saraf pasca fertilisasi yang berdampak pada bayi lahir cacat seperti encephali dan gangguan pembentukan tulang belakang sehingga janin menderita spina bifida.

Pemberiaan suplementasi asam folat pada ibu hamil harus dalam dosis yang tepat 400 – 800 mcg/hari dan tidak boleh berlebihan karena diduga dapat mengganggu penyerapan zat besi. Bagi ibu yang pernah melahirkan bayi dengan kelahiran saraf pusat dianjurkan untuk mengkonsumsi asam foalt dengan dosis 4 mg / hari. Asam Lemak Tak Jenuh Ganda (LC PUFA/Long Chain Poly Unsaturated fatty Acid) merupakan lemak yang baik bagi pertumbuhan janin yang terdiri dari asam amino, DHA dan asam lemak tak jenuh ganda yang diperlukan untuk pembentukan otak, hati dan retina. Dengan cukupnya asupan asam lemak tak jenuh diharapkan bayi akan lahir dalam usia cukup bulan

Nutrisi untuk ibu & perkembangan janin pada Trimester II dan III
Pada saat memasuki trimeseter II dan III ibu hamil akan mengalami perubahan sistem sirkulasi dimana volume darah akan diproduksi lebih banyak (meningkat 40 – 60 %) untuk mensuplai oksigen dan memenuhi kebutuhan zat gizi janin melalui plasenta. Untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi selama hamil dan aman menurut The American Journal of Clinical Nutrition 2003;78:145-53 efikasi suplementasi Fe 20 mg / hari pada masa kehamilan sampai melahirkan sangat efektif untuk mencegah IDA ( Iron Deficiency Anemia) dan ID (Iron Deficiency) tanpa efek samping. Sedangkan bagi janin kondisi kekurangan Fe hingga <9 g/dl meingkatkan resiko persalinan preterm, intrauterine growth retardation (IUGR) dan Intrauterine Fetal Death (IUFD).

Pada trimester III atau tahap akhir dari siklus kehamilan terjadi penyempurnaan dan pendewasaan di mana semua organ vital dan sistem tubuh sudah selesai. Nutrisi dan zat gizi masih tetap dibutuhkan untuk proses akhir pembentukan janin.


AGAR IBU HAMIL TIDAK KURANG DARAH
Selasa, 18 Mei 2010, 12:18 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Saat hamil, jangan sampai Anda kekurangan zat besi. Jumlah zat besi yang direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil setiap hari adalah 300 miligram. Zat besi ini sangat penting karena berfungsi sebagai pembentuk sel darah merah dan membawa oksigen dalam darah ke setiap jaringan. Pada ibu hamil, volume darah meningkat hingga 50 persen. Untuk itu, zat besi harus ekstra dikonsumsi ibu yang sedang mengandung. Karena, zat besi membentuk sel darah merah yang akan menyuplai oksigen dan gas lain yang sangat penting bagi pertumbuhan janin. Lalu, untuk wanita yang tidak hamil, direkomendasikan untuk mengonsumsi zat besi 15 miligram per hari. Jika Anda meningkatkan konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging, telur, sayuran, dan sereal hampir tidak mungkin untuk mencapai 15 miligram per hari tanpa suplemen. Untuk itu baik wanita hamil maupun tidak hamil disarankan mengonsumsi suplemen zat besi.

Sayangnya, efek samping suplemen zat besi dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti perut terasa penuh gas dan sembelit. Sembelit mungkin sudah menjadi masalah kehamilan karena hormon progesteron, bisa memperlambat proses pencernaan. Menambahkan suplemen zat besi dapat membuat konstipasi menjadi lebih buruk. Pastikan Anda mendapatkan cukup serat dari buah-buahan, dan sayuran mentah, karena dapat mengurangi sembelit. Selain itu, mengonsumsi banyak cairan, terutama air putih dan melakukan aktivitas fisik membantu merangsang aktivitas usus untuk mengatasi sembelit. Jadi, jangan lupa imbangi dengan minum air putih yang cukup dan konsumsi makanan kaya serat. (umi) • VIVAnews


PANTANGAN BAGI WANITA HAMIL
NEWS - 24 Januari 2008
Selama hamil, seorang wanita harus benar-benar menjaga agar makanan dan minuman yang dikonsumsinya sarat gizi dan tidak membahayakan bagi janin yang dikandungnya. Misalnya saja, wanita hamil sebaiknya menghindari minuman beralkohol karena berbahaya bagi si buah hati. Selain itu, American Pregnancy Association juga mengingatkan untuk menghindari makanan sebagai berikut :

· Makanan mentah termasuk daging, ikan, kerang, dan telur yang tidak dimasak
· Daging asap dan seafood asap, yang mungkin menjadi tempat bertengger bakteri yang berbahaya bagi wanita hamil dan jabang bayi.
· Keju lunak atau yang tidak dipasturisasi, kepala susu dan susu yang tidak dipasteurisasi.
· Kopi
· Ikan yang mengandung merkuri, termasuk hiu, ikan pedang, mackarel, dan tilefish


Last edited by gitahafas on Fri Jul 23, 2010 5:58 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:48 am

PERUT PENUH GAS SAAT HAMIL
Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 30/03/2010 13:30 WIB
Jakarta, Ibu hamil akan merasa perutnya penuh dengan gas. Banyaknya gas yang dihasilkan ini membuat perut menjadi kembung dan sering bersendawa.
Setiap orang baik sedang hamil atau tidak memiliki gas di dalam tubuhnya. Namun jumlah gas akan mengalami peningkatan lebih banyak selama orang tersebut hamil, hingga terkadang seseorang harus bersendawa beberapa kali.

Seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (30/3/2010) penyebab utama perut kembung saat hamil karena memiliki jumlah hormon progesterone yang lebih tinggi. Hormon ini akan merilekskan jaringan otot halus di seluruh tubuh termasuk pada saluran pencernaan. Relaksasi ini dapat memperlambat proses pencernaan, hal ini mengakibatkan banyaknya gas yang dihasilkan sehingga perut menjadi kembung dan membuat orang sering bersendawa. Perut yang kembung umumnya menimbulkan sensasi tersendiri di dalam usus terutama setelah makan besar.

Saat hamil, rahim akan tumbuh dan menimbulkan banyak rongga di perut. Hal ini juga menyebabkan proses pencernaan melambat dan mendorong perut terasa kembung setelah makan. Selama hamil seseorang juga mengalami mulas atau konstipasi, meskipun gangguan ini tidak pernah dialami sebelumnya.
Banyaknya gas yang ada di dalam saluran pencernaan bisa diakibatkan oleh dua cara yaitu masuknya udara saat seseorang sedang makan serta ketika bakteri di dalam usus besar (colon) mencerna makanan. Sebagian besar gas dihasilkan oleh bakteri di usus besar yang menghancurkan sisa makanan setelah dicerna secara tidak sempurna oleh lambung dan usus kecil.

Pada saat hamil, proses pencernaan akan melambat sehingga memberikan waktu lebih banyak untuk bakteri mencerna makanan sebelum akhirnya dikeluarkan.
Akibat waktunya lebih banyak, maka proses fermentasi juga semakin besar yang mengakibatkan produksi gas semakin banyak. Sebenarnya faktor apapun yang dapat memperlambat fungsi usus akan menimbulkan gas tambahan dalam tubuh.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi jumlah gas di dalam tubuhnya sehingga perut tidak terasa terlalu besar, yaitu:
1. Usahakan untuk tidak makan dalam jumlah banyak, biasakan untuk makan dalam jumlah kecil namun sering.
2. Usahakan untuk mengunyah makanan secara menyeluruh dan tidak berbicara saat sedang makan serta membatasi banyaknya air yang diminum saat makan.
3. Menghindari berbagai makanan atau minuman yang mengandung banyak gas sehingga perut tidak terasa semakin kembung.
4. Gunakanlah pakaian yang longgar dan nyaman sehingga tidak menyebabkan sesak di daerah pinggang dan perut.
5. Melakukan olahraga seperti jalan cepat dapat membantu proses pencernaan sehingga dapat mengurangi jumlah gas di dalam tubuh.
6. Mempertimbangkan untuk melakukan latihan yoga atau hal lain yang dapat membantu seseorang belajar relaksasi dan teknik pernapasan dengan baik. Hal ini akan mempengaruhi jumlah udara yang ikut tertelan saat sedang gembira, gelisah atau makan.




Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:26 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Wanita   Fri Apr 23, 2010 9:52 am

VARISES PADA KEHAMILAN
Kamis, 1 Juli 2010 | 09:52 WIB
KOMPAS.com — Masa iya sih hanya gara-gara tidak menaikkan kaki ke atas bantal saat tiduran, lalu varises itu muncul? Jangan-jangan itu hanya ketakutan orangtua zaman dulu saja yang berlebihan. Varises terjadi bila pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) melebar dan berkelok atau melingkar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah. Paling mudah terlihat adanya galur-galur biru kehijauan seperti "cacing" yang memanjang di kaki. Cacing atau tonjolon itu sejatinya adalah pembendungan aliran darah yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena). Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor (darah yang banyak mengandung karbon dioksida) kembali ke jantung.

Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena yang mengalami tarikan gaya berat yang besar, seperti kaki dan anus. Nah, karena terbendung, aliran darah pun mencari jalan alternatif melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. "Varises memang tidak hanya muncul di kaki," ujar Dr Agus Supriyadi, SpOG, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta. Varises juga bisa muncul di bagian tubuh lain, seperti tangan, lambung, rektum (usus besar dekat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kelamin). Beberapa hal bisa menjadi penyebab munculnya varises maupun faktor risiko, yaitu:

Faktor hormonal
Pada saat hamil terjadi peningkatan hormon progesteron yang membuat elastisitas dinding pembuluh darah bertambah sehingga dinding pembuluh darah (baik arteri maupun vena) makin lentur yang berakibat pembuluh darah jadi tambah besar dan melebar. Di satu sisi pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk memenuhi kebutuhan janin, yakni agar aliran darah dan volume darah tersuplai dengan baik, hingga pertumbuhan janin normal.

Tekanan rahim
Tekanan rahim juga ikut andil dalam memunculkan varises. Perut yang semakin membesar akan menghambat kerja pembuluh darah. Umumnya varises terjadi di daerah panggul dan anggota gerak bagian bawah. Hal ini karena pembuluh-pembuluh darah di daerah inilah yang berhubungan erat dengan rahim.

Berdiri terlalu lama
Ibu hamil yang karena tuntutan pekerjaan/keadaan setiap hari harus berdiri diam dalam waktu lama atau justru duduk terus tanpa banyak bergerak juga lebih berpeluang mengalami varises. Ini terjadi karena gravitasi membuat otot-otot kaki bekerja keras memompakan darah ke atas.

Kegemukan
Wanita hamil yang mengalami pertambahan berat badan lebih dari 12-15 kg akan membebani aliran pembuluh darah pada kaki.

Keturunan
Orangtua yang mengalami varises saat hamil berisiko menurunkan hal yang sama kepada anaknya.

Cegah sebelum terjadi
Pada bagian yang terdapat varises umumnya akan terasa sakit/nyeri, gatal, disertai perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Sekitar 20-30 persen ibu hamil mengalami varises. Paling sering muncul di trimester kedua atau ketiga kehamilan. Langkah paling baik yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan, seperti:

Menaikkan kaki
Menaikkan kaki di atas bantal sehingga posisi kepala lebih rendah merupakan langkah pencegahan. Posisi itu memungkinkan aliran darah ke kaki lebih baik.

Posisi tidur
Disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri supaya pembuluh darah balik yang menuju jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan tidak tertekan.

Banyak bergerak
Ibu hamil juga disarankan banyak bergerak setiap hari, jangan hanya berdiri atau duduk diam. Banyak gerak memungkinkan peredaran darah berjalan lebih lancar. Senam hamil juga disarankan karena ibu harus berolahraga dengan tepat.

Konsumsi makanan sehat
Perbanyak asupan yang mengandung antioksidan alami seperti buah dan sayur segar. Makanan yang tinggi serat juga bisa mencegah varises pada anus (wasir/ambien) dan vagina.

Pakaian hamil yang nyaman
Kenakan pakaian hamil yang nyaman, jangan terlalu ketat/sempit sehingga sirkulasi darah akan terganggu. Sebaiknya jangan pula menggunakan sepatu berhak tinggi, atau maksimal 2 cm, selain tidak aman dan nyaman untuk ibu hamil, juga bisa menyebabkan aliran darah tidak lancar.

VARISES
Varises adalah suatu kelainan yang berupa urat urat halus yang menyembul diseputar betis.
Kelainan ini terjadi karena pelebaran pembuluh darah balik ( vena ) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh kembali ke jantung.
Kalau ada varises artinya dinding pembuluh darah sudah tidak benar. Kelenturannya secara sudah ada. Varises paling banyak disebabkan kelainan genetik, jadi memang sudah ada kelainan pada pembuluh darah maka bisa timbul terjadinya varises.

Varises banyak terapinya, namun yang pertama adalah memakai stoking khusus untuk varises.
Kalau kelainannya ada pada bagian luar, pembuluh darah balik bagian luar bisa diatasi dengan pemakaian stoking, karena stoking akan mempengaruhi penyembuhan.
Semakin ringan varisesnya akan semakin mudah penyembuhannya. Pemakaian stoking dapat membantu penyembuhan sekitar 80%.
Kalau sudah kena pembuluh darah balik bagian dalam ( varises dalam ), tidak bisa diambil tindakan bedah, sehingga harus memakai stoking.
Sumber: Seputar Indonesia Sabtu, 13 Februari 2010


Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:28 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Wanita

View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 67Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 35 ... 67  Next

 Similar topics

-
» lelaki menyerupai wanita
» Kementerian Pembangunan Wanita Sasar Lahirkan 4,000 Usahawan
» kenapa wanita berkerjaya lambat menamatkan zaman dara??
» Taktik sindiket warga Afrika tipu wanita tempatan
» Swine Flu H1N1 : Wanita muda dijangkiti H1N1 meninggal (Kosmo)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-