|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Mar 20, 2010 12:32 pm | |
| TEKNOLOGI TERKINI UNTUK PROGRAM BAYI TABUNG GERAI - Edisi Oktober 2008 (Vol.8 No.3) Farmacia Meski angka keberhasilan bayi tabung kini semakin meningkat, namun tetap saja sel kegagalan pembuahan jauh lebih besar dibandingkan yang berhasil. Saat ini di dunia, termasuk Indonesia, angka keberhasilan program "pembuahan di cawan petri" ini sekitar 30-40%.
Menurut Ludwig M dan Howles Cm (2005) ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siklus pengobatan fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung. Di antaranya factor pasis, protokol stimulasi ovarium yang digunakan, laboratorium embriologi, jumlah embrio per transfer, teknik transfer embrio, penunjang faseluteal, konsistensi dan kemurnian obat, hingga pengalaman dokter.
Dijelaskan Dr. Indra NC. Anwar dari Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung Teratai, RS Gading Pluit, saat ini sudah ditemukan teknologi-teknologi baru sehingga bisa memperbesar keberhasilan program IFV. Teknologi bari meliputi temuan baru obat-obatan, medium kultur yang semakin "ramah" untuk sel telur maupun sperma, serta dari sisi instrumen dan komputer pendukung.
Pilihan utama adalah melalui bioteknologi. Pada awal 90-an, FSH berhasil dibuat melalui rekayasa genetika dan bioteknologi. FSH recombinant pertama dibuat dan telah disahkan oleh European Medicines Evaluation Agency (EMEA) dan FDA. Produk ini melengkapi produk recombinant yang sudah tersedia dan banyak digunakan saat ini, misalnya recombinant human growth hormone, Interferon Beta 2a, dan sebagainya.
Menurut Indra, FSH rekombinan digunakan untuk induksi ovulasi pada wanita yang tidak responsif terhadap klomifen sitrat, termasuk pada penderita simdrom ovarium polikistik (SOPK). Selain itu diindikasikan untuk menstimulasi perkembangan folikel pada pasien yang menjalani program bayi tabung atau program teknik bantu reproduksi lainnya. "kini sediaan FSH rekombinan lebih praktis lagi yakni dalam bentuk pen sehingga ketepatan dosis bisa dicapai dan meningkatkan kenyamanan pasien," jelas Indra.
Untuk program bayi tabung, pengobatan dengan FSH rekombinan bisa diberikan 2 minggu setelah pemberian GNRH agonist yang bermanfaat untuk menekan lonjakan LH endogen, juga untuk mengontrol kadar LH. Rekombinan FSH dan GNRH dilanjutkan sampai respon folikel yang adekuat diperoleh.
Selain revolusi obat-obatan, tambah Indra, protokol stimulasi ovarium untuk program bayi tabung kini juga semakin sederhana, menggantikan long down regulation yang lebih panjang. Protokol terkini lebih aman, efektif dan fleksibel terutama karena penggunaan obat-obatan baru tersebut. Penggunaan GnRH antagonis sering disebut dengan "short protocol". Beberapa keuntungan protokol singkat ini di antaranya waktu lebih singkat (14 hari), total dosis untuk stimulasi lebih rendah, komplikasi bisa ditekan, kontrol rumah sakit lebih sedikit, mulai program lebih rendah, prosedur lebih sederhana, dan bisa menekan tingkat stress pasien.
Dalam program IVF ada tiga tahap pelaksanaan. Pertama tahap pengambilan sel telur. Tahap ini dilakukan jika jumlah folikel ≥ 3 dan diameternya ≥ 18 mm. Dalam tahap ini dilakukan injeksi hCG urin 5000 IU atau hCG rekombinan 250 IU 36 jam sebelum pengambilan telur. Pemberian GnRH dan FSH injeksi dihentikan. Pengambilan sel telur dilakukan dengan pembiusan umum dengan jarum khusus dipandu USH transvaginal.
Tahap kedua, tahap pembuahan dilakukan dengan metode konvensional maupun dengan ICSI. Pada tahap konvensional 1 sel telur dicampur dengan 50.000 sperma dalam medium kultur di cawan peteri. ICSi adalah menyuntikkan 1 sel sperma ke dalam sel telur dengan bantuan mikromanipulator. Tahap terakhir adalah tandur alih embrio. Jumlah embrio yang ditanamkan maksimal 3 embrio dan dilakukan pada hari ke-3. Saat itu embrio sudah membelah menjadi 8 sel.
INSEMINASI Merupakan salah satu cara pengobatan konvensional untuk mengatasi masalah ke tidaksuburan. Inseminasi adalah suatu proses membantu masuknya sperma suami ke dalam rahim istri pada sekitar masa subur, setelah sperma diproses / washing terlebih dahulu.
Keberhasilan kehamilan dengan inseminasi intra uterin berkisar antara 10-20%, tergantung dari indikasi, usia pasien, faktor sperma, cara pemicuan ovulasi dan frekuensi inseminasi. Perlu diketahui bahwa inseminasi memiliki keterbatasan dan syarat syarat yang harus dipenuhi agar memberi hasil yang baik. Oleh karena itu, jika inseminasi sudah dilakukan dengan cara cara yang baik dan benar, dan sudah diulang sebanyak 3x tapi belum juga berhasil hamil, maka tidak ada gunanya untuk mencoba lagi dan sebaiknya segera pindah ke program bayi tabung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kehamilan tertinggi justru diperoleh pada inseminasi siklus I ( 21,4% ), dan mulai menurun secara bermakna pada siklus II ( 11,5% ) dan siklus ke III ( 8,2% ). Banyak peneliti merekomendasikan 3 siklus inseminasi adalah optimal, jika belum berhasil maka tidak akan ada gunanya untuk meneruskan ke siklus ke IV dan seterusnya karena hanya akan membuang waktu dan biaya serta menimbulkan rasa frustrasi pada pasien. Sumber: dr. Indra Nurzam Chalik Anwar SpOG / BUNGA RAMPAI MASALAH KESEHATAN Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 12:00 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Mar 20, 2010 12:33 pm | |
| MEMILIH 'BIBIT UNGGUL' DIANTARA JUTAAN SPERMA AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Rabu, 02/06/2010 13:19 WIB New York, Dalam proses pembuahan, sel telur hanya memilih satu sperma terbaik lalu menolak jutaan lainnya. Peneliti di Amerika menemukan cara untuk memisahkan sperma unggul, untuk meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan. Selama ini, analisis cairan semen untuk melihat kesuburan hanya didasarkan pada konsentrasi dan mobilitas sel sperma. Asumsinya, pria dikatakan subur jika memiliki jumlah sperma yang banyak dengan mobilitas yang aktif. Cara ini tidak memberikan informasi yang cukup, sperma manakah yang memiliki kesuburan paling tinggi. Sebab hanya satu sperma terbaik yang akan dapat menembus pertahanan sel telur, untuk kemudian membuahinya. Ini menjadi masalah ketika pria dengan jumlah sperma sedikit melakukan inseminasi buatan atau in vitro fertilization (IVF) atau dikenal dengan bayi tabung untuk mendapat keturunan. Ketika menyuntikkan sperma yang hanya sedikit itu, dokter tidak tahu apakah sperma itu unggul atau tidak.
Dikutip dari Dailymail, Rabu (2/6/2010), peneliti dari Yale University mengembangkan penanda biokimia untuk menyeleksi sperma, sehingga hanya sperma unggul saja yang disuntikkan ke sel telur. Untuk uji coba, peneliti menggunakan sampel sperma dari 50 pria. Idenya didasari oleh teori bahwa sperma unggul akan mengikatkan diri pada asam hialuronat. Sedangkan sperma yang rusak, cacat, dan tidak subur, tidak akan terikat oleh senyawa tersebut. Selain tidak subur, ternyata sperma juga tidak akan terikat pada asam hialuronat ketika memiliki penyimpangan kromosom. Biasanya penyimpangan tersebut terkait dengan penyakit keturunan. Peneliti mengklaim, teknik ini dapat memisahkan sperma dengan integritas DNA paling baik. Efektivitasnya sama dengan seleksi alami yang terjadi pada sel telur. Penelitian tersebut akan dipublikasikan dalam Journal of Andrology edisi Juni atau Juli.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:43 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sun Mar 21, 2010 9:23 pm | |
| HARUS PROGRAM BAYI TABUNG Teknologi bayi tabung telah membawa perubahan dan manfaat yang luar biasa dalam pengobatan masalah ketidaksuburan. Banyak pasangan suami istri yang dulunya tidak mungkin memiliki anak biologik mereka sendiri sehingga memiliki anak hanya merupakan impian belaka, tetapi dengan adanya program bayi tabung impian mereka kini bisa terwujud.
Jika pasangan suami istri mempunyai masalah seperti dibawah ini, maka sebaiknya segera berpikir untuk mengikuti program bayi tabung: 1. Masalah saluran telur ( tuba ), yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. - Tuba non paten ( tersumbat ) yang tidak memungkinkan tindakan koreksi bedah. - Kegagalan operasi koreksi tuba ( angka keberhasilan operasi rekonstruksi tuba berkisar 20-30% ). - Tuba paten ( terbuka ) tapi abnormal ( fungsi tuba tidak baik ).
2. Masalah sperma. - Oligozoospermia berat ( jumlah sperma sangat sedikit ( < 10 juta/cc ). - Astenozoospermia berat ( jumlah sperma yang bergerak baik sangat sedikit ( < 30% ) atau sebagian besar sperma tidak bergerak ). - Teratozoospermia berat ( jumlah sperma dengan bentuk normal sangat sedikit ( < 10% ) dengan jumlah dan gerak sperma kurang dari normal. - Azozoospermia ( tidak ada sperma keluar bersama air mani, bisa karena sumbatan saluran sperma atau kegagalan buah zakar memproduksi sperma ). - Adanya antibodi antisperma terutama di kepala sperma, menyebabkan sperma tidak mampu menembus dinding sel telur ( ovum ).
Untuk dapat terjadinya kehamilan alamiah, maka seorang pria harus mampu memproduksi minimal 20 juta sperma/cc dengan gerakan sperma yang baik >50% dan dengan sperma bentuk normal >30%. Pada umumnya kelainan pada sperma tidak ada pengobatan yang spesifik untuk meningkatkan jumlah maupun kualitasnya.
3. Masalah endometriosis. 4. Masalah tidak ditemukan kelainan yang dapat menyebabkan ketidaksuburan. 5. Masalah kegagalan inseminasi berulang. 6. Masalah imunologik ( adanya antibodi antisperma pada tubuh wanita terhadap sperma suaminya ). Sumber: dr. Indra Nurzam Chalik Anwar / Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:44 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sun Mar 21, 2010 9:45 pm | |
| KAPAN PERLU PROGRAM BAYI TABUNG? Rabu, 16 Juni 2010 | 16:15 WIB Kompas.com - Program bayi tabung ibarat jurus terakhir untuk bisa mendapatkan keturunan setelah mencoba berbagai usaha. Pada awalnya, teknik fertilisasi in vitro atau bayi tabung hanya ditujukan untuk para istri yang saluran telurnya mengalami kerusakan. Saat ini indikasi bayi tabung telah diperluas. Menurut paparan Prof.dr.Soegiharto Soebijanto, pakar kebidanan dan kandungan dari RSCM Jakarta, ada beberapa indikasi dilakukannya teknik bayi tabung, yaitu:
1. Tidak subur karena faktor saluran telur Salah satu penyebab infertilitas adalah faktor saluran telur yang buntu atau cidera akibat jaringan parut karena endometriosis, infeksi atau karena pembedahan.
2. Infertilitas tidak terjelaskan Kurang lebih 15 persen kasus infertil adalah unexplained (tak terjelaskan). Diagnosis dilakukan dengan cara memeriksa faktor infertilitas sampai laparoskopi tidak ditemukan adanya kelainan.
3. Produksi spermatozoa yang rendah Infertilitas pada pria dapat terjadi bila spermatozoa sangat rendah atau bentuk yang abnormal atau motilitas (pergerakan) yang rendah. Bentuk yang abnormal menyebabkan tidak mampu melakukan penetrasi ke dalam sel telur.
4. Kelainan anatomi Apa pun yang menghalangi pengeluaran spermatozoa menyebabkan infertilitas. Kelainan anatomi pada testis bisa disebabkan karena jaringan parut bekas operasi atau infeksi.
5. Antibodi pada sel sperma Pada beberapa pria ada yang memproduksi antibodi terhadap spermanya sendiri. Antibodi yang menempel pada sperma yang melemahkan pergerakan sehingga sperma tidak mampu melakukan penetrasi pada sel telur.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:45 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Mon Mar 22, 2010 6:08 am | |
| TEHNIK BAYI TABUNG Fertilisasi in vitro ( bayi tabung ) adalah suatu cara untuk memperoleh kehamilan dengan bantuan teknologi sehingga cara ini disebut Assisted Reproductive Technology ( Teknologi Reproduksi Dibantu ). Fertilisasi in vitro merupakan suatu prosedur pengambilan sel telur dari indung telur dan kemudian dilakukan pembuahan dengan sperma suami di dalam medium pertumbuhan ( medium kultur ) diluar tubuh manusia ( didalam tabung / cawan petri ).
Proses bayi tabung ini mencakup: - perangsangan indung telur dengan obat obatan hormonal, untuk memperoleh jumlah sel telur yang cukup banyak. - pengambilan sel telur dari indung telur dilakukan melalui vagina dengan alat khusus. - proses pengolahan sel telur di laboratorium. - proses pengolahan sperma suami di laboratorium - proses pembuahan ( fertilisasi ) sel telur dengan sperma suami dilakukan di dalam medim kultur. - proses pertumbuhan embrio di dalam medim kultur. - proses pengembalian ( transfer ) embrio kembali ke dalam rahim. - proses pembekuan embrio ( freezing ) untuk disimpan kalau terdapat kelebihan embrio.
Ada 2 tehnik bayi tabung yang biasa dilakukan saat ini, yaitu: 1. Tehnik fertilisasi in vitro konvensional ( tehnik ini dilakukan jika sperma suami cukup baik jumlah dan kualitasnya ). 2. Tehnik ICSI ( Intra Cytoplasmic Sperm Injection ), teknik injeksi mikro menyuntikkan 1 sperma langsung kedalam 1 sel telur sehingga terjadi pembuahan.
Dalam keadaan tidak adanya sperma yang keluar bersama air mani, maka dewasa ini sudah dikembangkan tehnik pengambilan sperma langsung dari epididimis ( saluran penyimpanan sperma ), yaitu dengan teknik MESA / PESA ataupun pengambilan sperma langsung dari buah zakar dengan tehnik TESE.
Sumber: dr. Indra Nurzam Chalik Anwar SpOG / Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:45 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Mar 23, 2010 6:25 am | |
| INGIN PUNYA ANAK KEMBAR? Senin, 7/9/2009 | 09:19 WIB KOMPAS.com - Tren bayi kembar di Hollywood sudah beberapa waktu lalu berlangsung. Angelina Jolie, Jennifer Lopez, Marcia Cross, Rebecca Romijn, adalah beberapa di antara para selebriti yang mempunyai bayi kembar. Anda yang sudah lama menanti-nantikan kehadiran seorang anak, akhirnya ikut berharap diam-diam supaya dianugerahi bayi kembar. Harapannya, supaya tidak perlu repot mengusahakan kehamilan lagi karena sudah langsung mendapatkan dua anak. Selain itu, bayi kembar tentu lucunya juga dobel. Kemungkinan terjadinya bayi kembar memang meningkat secara dramatis selama dua dekade ini. Namun tentu, tak semua ibu bisa memenuhi harapannya ini. Ada yang mengatakan bahwa kehadiran bayi kembar hanya terjadi dalam 1 dari 33 kehamilan (ada yang mengatakan 1 dari 80 kehamilan). Namun bila ditinjau secara ilmiah, ada 3 hal yang meningkatkan kemungkinan terjadinya bayi kembar:
Faktor usia. Satu alasan meningkatnya kelahiran bayi kembar di Amerika adalah tren dalam menunda kehamilan. Kehadiran bayi-bayi kembar ini meningkat di kalangan wanita berusia di atas 35 tahun. Kesempatan Anda memiliki bayi kembar jika usia Anda di bawah 25 tahun kurang dari separuh daripada jika Anda berusia di atas 35 tahun. Kemungkinan kembar dihadirkan oleh teknologi reproduksi. Anda mungkin belum pernah mendengarnya, namun obat-obatan yang mendukung terjadinya ovulasi (untuk menyuburkan) maupun in-vitro fertilization (IVF) ternyata meningkatkan kemungkinan hadirnya bayi kembar. Selama tahun 1973 hingga 1990, kelahiran kembar meningkat dua kali dibandingkan bayi tunggal, dan kembar tiga dan selebihnya juga meningkat tujuh kali lipat.
Keluarga dekat Anda kembar. Anda bisa memprediksi bahwa Anda mungkin punya kesempatan melahirkan bayi kembar sebelum Anda dinyatakan hamil, jika keluarga Anda memiliki keturunan kembar fraternal (dizygotic). Kebalikan dengan apa yang diyakini oleh sebagian orang, Anda tidak perlu melewati satu generasi dulu untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Jika ibu atau nenek Anda kembar, Anda pun mungkin mewarisi gen yang menyebabkan Anda melepaskan lebih dari satu telur dalam sekali waktu, sehingga memungkinkan untuk mendapatkan bayi kembar.
Program bayi tabung dan risikonya Seperti yang telah disebut tadi, bayi kembar juga bisa diperoleh dari program bayi tabung, atau IVF. Salah satu pasangan yang disebut-sebut menjalani prosedur ini adalah Angelina Jolie dan Brad Pitt. Dilaporkan oleh majalah US Weekly, bayi mereka yang lahir setahun lalu di Nice, Perancis, yaitu Knox dan Vivienne, merupakan hasil program IVF. Angelina dikabarkan ingin meminimalisasi kesulitan yang dihadapi saat hamil. "Dengan IVF, Angelina tidak perlu menghadapi stres saat berusaha untuk hamil," ujar sebuah sumber dari US Weekly. Angelina, yang selalu mengatakan ingin punya banyak anak, menyangkal laporan tersebut.
Program bayi tabung kini memang tidak lagi dijalani oleh wanita yang sulit memiliki anak, tetapi juga oleh pasangan yang ingin punya anak kembar. Yang menjadi pertimbangan adalah, usia sudah semakin beranjak naik, program kesuburan tak juga membuahkan hasil, sekalian saja membayar prosedur IVF yang mahal untuk mengusahakan kehadiran bayi; tak cuma satu, tetapi dua. Kalau si ibu ternyata melahirkan satu bayi, atau dua bayi (kembar), ongkosnya tetap sama (biaya bervariasi, di kisaran Rp 30-60 jutaan).
Namun menurut para dokter, program ini juga berisiko. Dibandingkan dengan satu bayi, mengandung dua bayi atau lebih juga menyimpan risiko masalah kesehatan, termasuk kelahiran prematur, bayi dengan bobot kurang, dan cacat pada bayi. "Pasien biasanya hanya fokus pada usaha menjadi hamil dengan segala cara dan bentuk, sehingga apa yang berkenaan dengan (risiko) kembar tidak begitu dipikirkan," ujar Alan Peaceman, MD, profesor dan kepala pengobatan janin di Northwestern University Feinberg School of Medicine. "Kadang-kadang, mereka juga tidak memahami bahwa risiko itu bisa sangat buruk."
Karena itu, banyak dokter yang menolak mengusahakan janin kembar karena faktor risikonya. Ingin tahu apa saja risikonya: * Kematian bayi: Bayi kembar lima kali lebih berpotensi meninggal dunia setelah usia 1 bulan daripada bayi tunggal. * Lahir prematur: Menurut Centers for Disease Control (CDC), 60% bayi kembar di Amerika yang lahir pada tahun 2006 dilahirkan prematur. Sedangkan bayi tunggal hanya 11% yang lahir prematur. Ada pun 12% bayi kembar lahir sangat prematur (saat kehamilan berusia 32 minggu), dibandingkan dengan bayi tunggal yang hanya 2%. * Bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah): CDC melaporkan bahwa sekitar 58% bayi kembar di Amerika yang lahir tahun 2006 mengalami BBLR, sedangkan bayi tunggal hanya 6%. Kemudian 10% bayi kembar mengalami BBLR sangat rendah, sementara bayi tunggal hanya 1%. * Bayi dengan cacat otak, termasuk cerebral palsy, adalah risiko yang dialami bayi lahir prematur. * Risiko untuk ibu: Wanita dengan bayi kembar berisiko tinggi mengalami preeklamsia, diabetes semasa kehamilan, dan pendarahan sebelum dan sesudah melahirkan, dibandingkan dengan wanita yang melahirkan bayi tunggal.
Survei juga menunjukkan bahwa ketika pasien yang pertama kali datang ke klinik atau rumah sakit untuk menjalani program bayi kembar via IVF adalah sebanyak 29%. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter dan mengetahui risikonya, pasien yang tetap menginginkan program bayi kembar via IVF menurun menjadi 11%. Tentu, melalui konsultasi kita juga bisa mengetahui apakah diri kita memenuhi persyaratan untuk menjalani program ini. Pada akhirnya, semua keputusan ada pada Anda dan pasangan.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:46 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Fri Mar 26, 2010 10:02 am | |
| BEDA INSEMINASI BUATAN DAN BAYI TABUNG Jumat, 11/6/2010 | 07:27 WIB KOMPAS.com - Anda dan pasangan sudah memeriksakan kesehatan, dan sudah menjalani perawatan apa pun meningkatkan kesuburan Anda. Sayang, program kehamilan Anda tak kunjung berhasil. Akhirnya, Anda berniat untuk mengikuti program bayi tabung. Tetapi, dengar-dengar, ada pula yang disebut dengan inseminasi buatan. Apa sih perbedaannya?
Inseminasi buatan, atau juga disebut Intrauterine Insemination (IUI) merupakan prosedur dimana sperma dari ejakulasi dicuci untuk menempatkan konsentrasi terbaik dari seluruh sperma ke dalam kateter. Kateter ini lalu dimasukkan melalui leher rahim menuju rahim di mana sperma akan disimpan. Setelah itu, tergantung pada sperma, bagaimana agar ia bisa menemukan cara untuk mencapai tuba falopi dan menemukan telur untuk dibuahi.
Prosedur ini hanya bisa dilakukan pada perempuan dengan tuba falopi terbuka, dan biasanya dikombinasikan dengan beberapa bentuk stimulasi rahim, seperti Injectable Gonadotropins. Ini semacam persiapan medis dari hormon-hormon yang diproduksi oleh otak untuk menstimulasi rahim mempersiapkan telurnya untuk dilepaskan. Perawatan ini bisa digunakan untuk menangani beberapa kasus ketidaksuburan yang tidak bisa dijelaskan, dan kasus jumlah sperma yang cenderung rendah.
Sedangkan In Vitro Fertilization (IVF) atau biasa disebut program bayi tabung, adalah proses dimana ovarium biasanya distimulasi untuk memproduksi banyak telur yang kemudian diekstrasi dari rahim melalui penyedotan. Prosedur ini dilakukan dengan melakukan bius total, tetapi tanpa memasukkan tabung ventilasi mekanis melalui tenggorokan Anda. Sel telur dan sperma lalu diletakkan di suatu cawan untuk membiarkan pembuahan terjadi, dan diinkubasi selama 3-5 hari. Beberapa dari embryo yang dihasilkan lalu diletakkan di dalam kateter dan disimpan di dalam rahim bersama embryo beku yang tersisa.
IVF biasanya dilakukan antara lain oleh perempuan dengan tuba falopi yang tersumbat, usia reproduksi yang lanjut, pria dengan jumlah sperma yang rendah, atau ketidaksuburan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Kromosom embryo tersebut juga bisa dievaluasi melalui prosedur terpisah yang disebut Pre-implantation Genetic Diagnosis (PGD) untuk menilai apakah sebuah embryo memiliki ketidaknormalan genetik seperti Down’s Syndrome. Meskipun program bayi tabung ini biayanya cukup mahal, teknologi yang digunakan kini makin memperbesar kemungkinan keberhasilannya.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:49 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Fri Mar 26, 2010 10:33 pm | |
| 4 PENENTU KESUKSESAN PROGRAM HAMIL Selasa, 22/6/2010 | 10:32 WIB KOMPAS.com - Suami-istri perlu menjalani pemeriksaan yang menyeluruh dan dilakukan bersamaan. Konsultasi medis umumnya diawali dengan penjelasan mengenai pengetahuan fisiologis dasar, bahwa terjadinya sebuah kehamilan memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
# Syarat pertama, adanya sperma suami. Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi harus memiliki jumlah yang cukup, yaitu sekitar 20 juta ml. Bentuk sperma pun mesti bagus atau tidak cacat, dan mempunyai daya tahan hidup yang lama, sekitar 2 hari agar dapat mencapai dan membuahi sel telur.
# Kedua, diperlukan sel telur dan saluran telur yang baik. Ini berarti saluran telur bebas dari segala macam sumbatan, sistem perteluran baik, dan memiliki sel telur matang yang siap dibuahi dalam siklus tertentu. Adanya sel telur yang baik biasanya ditandai dengan siklus haid yang teratur.
# Persyaratan ketiga berkaitan dengan lingkungan atau kondisi rahim yang harus bagus. Artinya, secara anatomis rahim tidak memiliki kelainan, tidak cacat, dan bentuknya baik: tidak kecil atau bercabang, misalnya. Rahim juga tidak mengalami infeksi atau mengalami masalah seperti endometriosis, kista, dan sebagainya.
# Keempat, perlu adanya interaksi yang baik antara sel sperma dengan sel telur. Ada kalanya kondisi sel telur baik dan sel sperma baik, tetapi kehamilan tak kunjung terjadi. Bisa jadi masalahnya ada dalam hal "interaksi" keduanya. Biasanya terjadi jika ibu mempunyai antibodi antisperma suami. Nah, keempat faktor itulah yang mempengaruhi munculnya persoalan sulit hamil.
Narasumber: Dr R. Muharam, SpOG (K), praktek di SamMarie, Family HealthCare, Jakarta, dan Dr Bambang Fajar, SpOG, praktek di Bintaro Jaya Sektor III, Tangerang (Dedeh/Zali/Tabloid Nakita)
BENARKAH INFERTILITAS AKIBAT GAYA HIDUP? GERAI - Edisi Februari 2008 (Vol.7 No.7) Farmacia Gaya hidup memegang peran dalam menyumbang angka kejadian infertilitas. Kondisi jiwa yang stress bisa menyebabkan gangguan reproduksi. Penanganan infertilitas meliputi melibatkan pihak suami maupun istri. Keduanya tergantung dari apa penyebabnya masing-masing.
Jika ditanya, mengapa setiap pasangan menikah? Mungkin 80% diantaranya akan menjawab karena ingin mempunyai keturunan. Anak memang dirasa memiliki peran sosial yang cukup penting. Fungsi anak dalam keluarga menjadikan ikatan keluarga menjadi lebih kokoh. Anak juga merupakan wahana aktualisasi sebuah keluarga, berperan sebagai generasi penerus dan tumpuan masa depan bagi orang tuanya. Namun sayangnya, dari 10 pasangan yang menikah, di bulan ini misalnya, bulan depan pasutri yang akan hamil mungkin hanya 1-2 orang, dan bulan depannya lagi 1-2 orang hingga satu tahun ke depan, akan masih ada 1-2 orang yang menunggu datangnya kehamilan.
Adalah infertilitas, yaitu perkawinan yang sudah satu tahun atau lebih dan berusaha untuk hamil tetapi belum berhasil. Untuk mengatasi hal ini, tentu sudah bukan zamannya lagi sang suami menyalahkan pasangannya untuk berkonsultasi dulu ke ahlinya. Penanganan pasutri sebagai satu kesatuan merupakan tindakan yang paling baik dalam mengatasi masalah infertilitas ini. Prof Dr Samsul Hadi SpOG dari Klinik Fertilitas Graha Amerta RSU Dr Soetomo menjelaskan bahwa penyebab infertilitas adalah 40% dari faktor suami, 40 % dari faktor istri dan 20% adalah karena faktor hubungan di antara keduanya.
Jika ditinjau dari perubahan sosial yang terjadi pada zaman ini, ternyata gaya hidup memegang peran dalam menyumbang angka kejadian infertilitas, yaitu sebesar 15-20%. Salah satu komponen gaya hidup yang berpengaruh adalah peranan faktor kejiwaan terhadap kesuburan. Kondisi jiwa yang stress bisa menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan spermatogenesis, spasme tuba fallopi, dan disfungsi seksual yaitu menurunnya frekuensi senggama.
Banyaknya pasutri yang mengkonsumsi alkohol tentunya berpengaruh pula terhadap kesuburan. Pada wanita, alkohol menekan produksi hormon estrogen dan progesteron serta meningkatkan prolaktin. Hal ini akan menghambat terjadinya proses ovulasi. Sedangkan pada pria, alkohol akan menyebabkan penurunan ukuran testis, menurunkan volume semen (air mani), dan menurunkan konsentrasi, motilitas serta morfologi normal dari spermatozoa. Pemakaian ganja, kokain, dan heroin ditengarai menyebabkan gangguan sekresi gonadotropin dan prolaktin sehingga bisa menghambat ovulasi. Sedangkan pengaruh obat-obat golongan opiat secara umum pada kesuburan pria adalah menekan sekresi gonadotropin yang berujung pada menurunnya biosintesa testosteron. dengan kualitas dan kuantitas testosteron yang menurun. Maka dapat dipastikan kualitas sperma juga bisa menurun.
Gemar melakukan hubungan seks berganti pasangan juga bisa menimbulkan infeksi di organ genitalia baik wanita maupun laki-laki. Setelah infeksi biasanya akan terbentuk perlekatan di organ tersebut. Selain itu bisa terbentuk pula jaringan ikat yang mengganti jaringan fisiologis. Jika sudah terjadi demikian, fungsi organ genitalia secara anatomis akan terganggu baik dalam proses fertilisasi hingga berlangsungnya kehamilan.
Merokok bagi wanita, sungguh mengancam kesuburan. Pengaruhnya tergantung pada jumlah rokok yang dihisap setiap harinya. Wanita perokok sedang yaitu yang merokok kurang dari 20 batang per hari kesuburannya menurun hingga tinggal 75 % dibanding dengan yang tidak merokok. Sedangkan pada wanita perokok berat yaitu yang merokok lebih dari 20 batang setiap harinya, kesuburannya jauh menurun hingga tinggal 57%. Kandungan nikotin pada rokok berdampak pada meningkatnya amplitudo gelombang uterotuba sehingga angka kejadian kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim) akan meningkat. Selain itu merokok juga menyebabkan meningkatnya kejadian abortus dan kelainan kongenitas khususnya sindroma down. Pada percobaan hewan coba, nikotin bisa mempengaruhi desidualisasi, menghambat pembelahan sel, menghambat pembentukan blastocyst, mengganggu masuknya buah kehamilan ke rongga rahim, bahkan mencegah implantasi sehingga menurunkan angka keberhasilan bayi tabung.
Bagi calon ibu yang gemar mengkonsumsi kopi dan soft drinks, harap hati-hati. Kafein yang banyak terkandung dalam kopi, teh dan soft drinks merupakan stimulan yang dicurigai menurunkan kesuburan jika diminum lebih dari 7 cangkir per hari. Hubungannya masih kontroversial. Jadi disarankan jika ingin hamil, jangan minum kopi lebih dari satu cangkir kopi per harinya.
Olahraga penting artinya bagi kesehatan. namun olahraga yang berlebihan akan mengganggu siklus haid berupa pemendekan siklus luteal dan amenorhea sekunder. Olahraga yang berlebihan bisa menyebabkan seorang wanita menjadi sulit hamil. Mekanismenya masih belum jelas. Diduga karena penurunan produksi gonadotropin, peningkatan produksi endorfin dan kortisol.
Bahan kimia tertentu serta polutan yang terpapar secara terus menerus selama bekerja dapat meningkatkan resiko infertilitas. Sebagai contoh, bahan pestisida, solvent yang dipakai pada industri dry cleaning, thinner, logam berat misalnya cadmium dan mercury, serta gas anestesi. Radiasi dalam dosis besar serta jangka panjang atau berulang akan meningkatkan kejadian infertilitas.
Obat-obatan yang paling sering dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala, nyeri haid, dan nyeri sendi yaitu golongan NSAID ternyata turut pula menyumbang kejadian infertilitas. Pasalnya, obat-obat ini menyebabkan luteinized unrupted follicle syndrome, yakni kegagalan folikel untuk melepaskan sel telur. Lain lagi dengan obat untuk epilepsi, berdasarkan penelitian menyebabkan wanita yang mengkonsumsinya mengalami gangguan haid, polikistik ovari dan peningkatan kadar hormon testosteron. Pada wanita yang mendapat terapi kanker khususnya obat-obatan kemoterapi, dapat menyebabkan kerusakan ovarium sehingga kadar hormon yang diperlukan untuk mengontrol siklus haid menjadi terganggu. Sedangkan obat golongan dopamin agonist seperti metoclopramide (anti mual), metil dopa (antihipertensi), cimetidine (H2 antagonist) dan haloperidol menyebabkan peningkatan kadar prolaktin sehingga menekan sekresi gonadotropin releasing hormon (GnRH). Dampaknya bisa tidak terjadi ovulasi.
Last edited by gitahafas on Fri Jul 23, 2010 6:01 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Mar 27, 2010 9:17 pm | |
| MENDETEKSI PELUANG KEHAMILAN Selasa, 22/6/2010 | 11:47 WIB KOMPAS.com - Demi memastikan peluang kehamilan yang ada, pasangan harus menjalani berbagai tahapan pemeriksaan. Untuk istri dan suami akan dilakukan pemeriksaan berbeda. Suami akan ditangani oleh seorang androlog atau urolog, sementara istri ditangani oleh ahli kandungan dan kebidanan. Hanya saja, tahapannya tak jauh berbeda. Inilah dia:
1. Wawancara Pada istri, dokter akan menanyakan kondisi pola haidnya. Jika memang bermasalah, problem haid inilah yang akan dibereskan terlebih dulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Mengapa? Sebab menstruasi terkait erat dengan masa subur. Jadi besar kemungkinan masalah haid yang dialami seorang istri merupakan penyebab utama mengapa kehamilan tidak terjadi selama ini. Sementara pada suami, pemeriksaan yang dilakukan umumnya difokuskan pada sistem reproduksinya.
2. Pemeriksaan fisik Hasil konsultasi akan digabungkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter pun akan memastikan ada tidaknya gangguan yang dapat menghambat terjadinya kehamilan. Jika memang ada diagnosis yang menunjukkan permasalahan patologis (penyakit), pasien akan dirujuk ke dokter kandungan yang ahli di bidang fertilitas. Pada pria, umumnya pemeriksaan fisik (yang dilakukan oleh androlog atau urolog) menyoroti kondisi saluran sperma, kondisi testis, dan ada tidaknya gangguan seperti varikokel (varises di buah zakar), testis tidak turun, ejakulasi balik, sumbatan di epididimis atau saluran ejakulasi, dan lubang kencing yang salah tempat (hypo-epispadia). Dilihat juga kemungkinan adanya kesulitan ereksi atau ketidaknormalan penis. Sementara, pemeriksaan analisis sperma dapat dilakukan kapan pun dengan persyaratan tertentu.
3. Pemeriksaan radiologi Dugaan masalah pada organ reproduksi Anda yang letaknya di bagian dalam akan dibuktikan dengan pemeriksaan radiologi hysterosalpingography (HSG). Pada tes ini, dokter menggunakan alat rontgen untuk melihat bentuk fisik dari saluran tuba dan rahim. Tes dimulai dengan memasukkan cairan kontras ke rahim melalui vagina untuk melihat adakah sumbatan-sumbatan di situ.
Bila diperlukan bisa juga dilakukan pemeriksaan laparoskopi. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat yang disebut laparoskop guna melihat keadaan bagian dalam rongga perut Anda. Dokter akan membuat irisan kecil pada kulit perut bagian bawah lalu memasukkan alat laparoskop ini. Melalui kamera yang terdapat di laparoskop, dokter dapat melihat kondisi ovarium, saluran tuba, dan rahim. Siapa tahu terjadi masalah fisik yang disebabkan oleh suatu penyakit. Sekiranya terdapat ketidaknormalan pada selaput lendir rahim (endometriosis), dokter juga dapat menemukannya dengan alat ini. Narasumber: Dr R. Muharam, SpOG (K), praktek di SamMarie, Family HealthCare, Jakarta, dan Dr Bambang Fajar, SpOG, praktek di Bintaro Jaya Sektor III, Tangerang (Dedeh/Zali/Tabloid Nakita)
H S G ( HYSTEROSALPHINGOGRAPHY ) Pemeriksaan ini berguna untuk memvisualisasikan dan menilai keadaan rongga rahim dan kedua tuba ( saluran telur ) beserta indung telurnya. Pemeriksaan ini menggunakan kontras media yang larut dalam air dan berbahan yodium serta dimasukkan ke dalam rongga rahim melalui lubang vagina. Untuk pemeriksaan ini pasien harus dalam keadaan tidak hamil, untuk itu pemeriksaan dilakukan 10 hari setelah haid hari pertama. Dan 2 hari menjelang dan sesudah pemeriksaan, pasien diminta untuk tidak melakukan hubungan suami istri.
Indikasi pemeriksaan HSG yaitu: 1. Infertilitas primer maupun sekunder. 2. Dugaan translokasi kontrasepsi IUD. 3. Dan lain lain.
Pemeriksaan radiologi konvensional dengan menggunakan media kontras saat ini merupakan pemeriksaan yang sederhana, namun masih tetap dikerjakan di semua sentra kesehatan karena selain prosedurnya lebih sederhana juga lebih cepat dan biaya lebih murah. Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:50 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Apr 10, 2010 5:27 am | |
| TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM BAYI TABUNG CAPAI 30-60% Kristianto Poernomo/Kompas.com Kamis, 22/10/2009 | 16:44 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Anda punya masalah infertilitas dan berniat menjalani bayi tabung? Tak perlu repot merogoh kocek puluhan ribu dollar hanya untuk mengikuti program bayi tabung di luar negeri. Pasalnya, di Indonesia pun sejumlah pusat medis kini mampu menyediakan program fertilisasi in vitro dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi berkat pengembangan teknologi dan temuan obat-obatan terbaru.
Kepala Unit Program Bayi Tabung Rumah Sakit Bunda, Menteng, dr Ivan Rizal Sini, bahkan mengatakan tingkat keberhasilan program bayi tabung ini terbukti mencapai 30-60 persen. "Dalam 3 tahun terakhir angka keberhasilan bayi tabung mencapai 30-60 persen," ujarnya dalam talk show yang diadakan untuk merayakan peluncuran Kompas Female, di Mario's Place, Jakarta, Kamis (22/10). Pasangan muda yang berusia di bawah 35 tahun, tambah dr Ivan, mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi di atas 33 persen dibandingkan pasangan dengan usia lebih tua.
Menurut dokter, yang pernah dipercaya menjadi kepala unit bayi tabung di Clinician of Repromed Darwin IVF Centre, Australia, pada tahun 2004–2005 ini, penyebab infertilitas sangat beragam. Mulai dari kurang berolahraga, merokok, alkohol, narkoba, hingga paparan radiasi di lingkungan kerja. Kendati demikian, dr Ivan menyebut sekitar 65 persen penyebab infertilitas ada di faktor pria. "Biasanya kan kalau ada pasangan yang tidak juga mendapatkan anak, pihak wanita dianggap yang menjadi penyebabnya. Padahal, masalah lebih banyak ada di pihak pria," cetusnya.
Program bayi tabung ini dilakukan dengan cara mempertemukan sel telur dengan sperma. Sebelumnya, sel telur ini diambil dengan cara disedot terlebih dahulu dari indung telur. Program ini terbilang mudah dan nyaman karena hanya perlu datang ke pusat medis atau klinik untuk melakukan konsultasi. "Tidak perlu bed rest, hanya perlu datang ke klinik, kemudian konsultasi, terus disuntik. Suntiknya juga bisa sendiri. Tetapi biayanya memang masih mahal," terangnya.
Jadi, bila Anda belum juga berhasil mendapatkan sang buah hati, jangan dulu berputus asa. Masih ada teknologi yang memungkinkan Anda mendapatkannya.
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:12 am; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Wed Apr 14, 2010 8:13 pm | |
| TINGKATKAN KESUBURAN, RSCM COBA BEKUKAN INDUNG TELUR Minggu, 25/4/2010 | 17:00 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Tim dokter Klinik Yasmin Kencana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tengah mengembangkan penelitian untuk program bayi tabung. Kepala Klinik Yasmin Kencana dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K) mengatakan penelitian ini menggunakan teknik pengangkatan indung telur dari rahim dan mengembalikannya kembali sehingga fungsi hormon dapat berfungsi normal. Diharapkan, metode ini bisa membantu wanita yang menderita kanker dan ingin hamil. "Menurut kami itu sangat penting bagi pasien kanker terutama kanker darah. Kan kalau selama ini kalau kena kanker ya sudah terima nasib. Kalau pasien kena kanker nggak akan punya anak," papar dr. Andon, di RSCM, Jakarta, Minggu ( 25/4/2010 ).
Penelitian yang telah dilakukan sejak 1,5 tahun lalu ini, telah diujicobakan pada kambing atau domba usia produktif. Tekniknya, indung telur diambil dari rahim kemudian menyimpannya dan dilakukan pembekuan dengan proses nitrifikasi. "Jadi di proses ini membekukan tanpa harus merusak jaringannya. Jadi hewan itu diambil, dipotong, dibekukan. Kemudian selnya akan bertahan beberapa lama dan ditanamkan kembali pada hewan. Hasilnya hewan tersebut bisa haid," jelasnya. Untuk penelitian ini, pihaknya bekerjasama dengan Divisi Reproduksi IPB. Namun, hingga kini penelitian ini belum diujicobakan pada manusia. Diharapkan, dengan teknik ini pasien penderita kanker bisa memiliki momongan.
Nantinya, kata dia, indung telur penderita kanker akan diangkat dari rahim. Setelah diangkat, pasien penderita kanker akan disuntik anti kanker dan diobati sampai sembuh. Setelah sembuh, baru indung telur tersebut dimasukkan kembali ke dalam rahim. "Hasilnya tubuh bisa haid dan hamil kembali dan kandungan tidak terkena kanker," cetusnya.
Teknik ini juga bisa digunakan bagi wanita yang mengalami masalah gangguan kesuburan ataupun menopouse. Pasalnya, teknik ini akan mengembalikan hormon wanita. "Karena indung telur itu kan perannya dua. Yakni, sumber dari hormon, selanjutnya sumber keturunan atau sel telur. Pertaman, akan dicoba untuk mengembalikan fungsi hormon. Kalau ini berhasil, langkah kemudian adalah sebagai kesuburan keturunan," tandas dia.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:52 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Apr 17, 2010 8:54 am | |
| IKUT BAYI TABUNG BISA KREDIT Minggu, 25/4/2010 | 15:11 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya biaya program bayi tabung membuat sebagian besar pasangan suami istri terkadang bimbang dan berpikir dua kali sebelum mengikuti program ini. Pasalnya, ongkos paling murah untuk program biaya bayi tabung ini seharga satu unit mobil.
Namun, keinginan untuk menimang momongan menjadi kebutuhan mendesak. Untuk itu, Klinik Yasmin Kencana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggandeng Bank Mandiri guna menyediakan kredit bagi pasangan suami istri yang ingin mengikuti program ini. Bunganya pun ringan, karena mencapai 0 persen.
Demikian disampaikan Kepala Klinik Yasmin Kencana dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K), di sela-sela seminar Penanganan Ganggan Kesuburan Pada Pasutri, di RSCM, Jakarta, Minggu (25/4/2010)."Kami mengupayakan kerjasama dengan Bank Mandiri untuk dimungkinkan mendapatkan kredit dengan bunga 0 persen. Kalau bisa pembyarannya nyicil selama 1 tahun. Ini tentu akan meringankan buat pasien," kata Andon.
Dia menuturkan, saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Mandiri untuk pengucuran kredit ini. Menurutnya, pemberian kredit untuk bayi tabung ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia.
Sebelumnya, pihaknya telah melakukan program kredit untuk pengobatan Katarak dan telah berhasil. Karena itu, diharapkan program ini juga bisa sukses untuk bayi tabung. "Diharapkan dengan adanya program kredit, peserta nggak memikirkan keuangan. Jadi pasien nggak usah harus ada uang," jelasnya.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:53 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Apr 17, 2010 9:17 am | |
| INFERTILITAS ( KETIDAK SUBURAN ) PADA PRIA Infertilitas merupakan ketidak mampuan pasangan suami istri ( tanpa memakai kontrasepsi ) untuk melahirkan bayi setelah menikah 1 tahun. Pada wanita angkanya mencapai 50-60% dan pada pria mencapai sekitar 30-40%.
Pada pria infertilitas terjadi karena adanya gangguan yang terjadi pada kualitas sperma, hal ini ditandai dengan adanya masalah seperti: 1. Pada jumlah sperma yang diproduksi. 2. Kelincahan sperma yang tidak baik. 3. Bentuk sperma yang kurang sempurna.
Pria subur akan menghasilkan sperma lebih dari 20 juta per cc. Dari total sperma yang dihasilkan tersebut, lebih dari 25% merupakan sperma yang motil. Idealnya, lebih dari 30% sperma memiliki bentuk yang tidak terputus. Jika salah satu bagian dari bentuk tersebut ada yang rusak maka sperma tersebut tidak akan mampu melakukan pembuahan terhadap sel telur.
Faktor pemicu terjadinya infertilitas pada pria adalah faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik mencakup faktor gen yang berasal dari kromosom yang abnormal, sedangkan faktor luar mencakup infeksi pada alat kelamin baik di testis maupun saluran kelamin. Prognosis paling berat dalam penangan infertilitas pada pria terkait dengan konsentrasi sperma. Karenanya solusi terbaik untuk mengatasinya adalah harus dengan terapi hormonal, yang korelasi efeknya nanti berdampak pada peningkatan jumlah sperma.
Tingginya kasus infertilitas pada pria di Indonesia, yang tertinggi terletak pada kasus kelincahan sperma atau yang dikenal sebagai motilitas sperma ( 50-60% ). Sedangkan kasus yang diakibatkan oleh problem bentuk sperma hanya 20-30% dan sisanya adalah akibat masalah jumlah sperma. Pada pria dengan jumlah sperma normal, terkadang juga masih mengalami ganngguan pada kelincahan sperma / motilitas, hal ini dipicu oleh beberapa faktor antara lain merokok, 0bat obatan dan alkohol.
Hal yang lebih krusial dan memegang peranan paling penting pada kasus infertilitas pria adalah terletak pada kasus kelincahan sperma / motilitas. Ibarat seperti main bola, bolanya akan masuk gawang, tetapi kalau tidak motil, maka tidak akan bisa masuk gawang dan sperma cepat mati. Sumber: Farmacia vol IX No 2 September 2009
Last edited by gitahafas on Fri Jul 23, 2010 5:40 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Apr 17, 2010 11:09 am | |
| RESIKO GANGGUAN REPRODUKSI LAKI LAKI 1. Bahan Kimia Bahan kimia dapat mempengaruhi fungsi reproduksi laki laki melalui berbagai cara seperti mengganggu sistim saraf dan hormon, langsung pada buah pelir ( testis ) atau pada organ kelamin dan pelengkapnya. Beberapa bahan kimia berpengaruh pada sistim saraf dan hormon yang mengatur reproduksi, misalnya timah hitam menurunkan hormon testosteron, DDT yang sudah dilarang pemakaiannya mempunyai sifat bertentangan dengan hormon. Pestisida golongan hidrokarbon yang berkhlor yang masih digunakan sampai saat ini, menyebabkan menurunnya jumlah sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal dan yang non motil ( lemah ). Begitu juga timah hitam. Bahkan jenis pestisida dibromochlorpropan dapat menyebabkan sama sekali tidak ada sperma ( azospermia ). Bahan kemoterapi untuk pengobatan kanker dan obat golongan steroid untuk doping dan pembesar otot dapat memperlambat bahkan menghentikan spermatogenesis. Kerusakan sperma yang terjadi dapat mengakibatkan kemandulan ataupun kalau terjadi pembuahan, menghasilkan keturunan yang cacat. Kadmium dan timah hitam menyebabkan juga penurunan kualitas sperma. Kadmium dapat menyebabkan gangguan pematangan sperma dengan merusak sel sel muda sperma. Kadmium banyak digunakan sebagai anti karat, pelapisan atau elektroplating dan pembuatan baterai.
2. Radiasi Elektromagnetik dan temperatur Ada penurunan kesuburan pada laki laki pekerja las berdasarkan penelitian Bonde di Denmark. Penelitian juga menunjukkan bahwa pekerjaan dengan menggunakan laptop dapat menurunkan kesuburan laki laki, apalagi bila laptop dipangku karena panas yang dihasilkan akan menyebabkan meningkatnya temperatur tubuh setempat sampai 2,8 derajat Celcius diatas suhu normal sehingga mampu mempengaruhi produksi sperma dan kesuburan. Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 9:28 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sat Apr 17, 2010 1:05 pm | |
| KONDISI IBU HAMIL YANG TAK BOLEH DIABAIKAN Vera Farah Bararah - detikHealth - Selasa, 15/06/2010 10:44 WIB Jakarta, Saat hamil seorang calon ibu kadang mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya, sehingga bingung untuk mengetahui kondisi apa saja yang harus dikhawatirkan. Kenali kondisi ibu hamil yang tidak boleh diabaikan. Perempuan yang baru mengandung anak pertama terkadang belum memiliki pengalaman mengenai kehamilan, sehingga tidak mengetahui kondisi seperti apa yang tidak boleh diabaikan. Seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (15/6/2010) ada beberapa hal yang sebaiknya tidak diabaikan oleh ibu hamil, yaitu:
1. Bayi yang dikandung tidak bergerak atau menendang seperti biasanya. Ibu hamil sebaiknya mulai membiasakan diri untuk menghitung gerakan bayi tiap harinya, hal ini penting sebagai deteksi awal. 2. Mengalami sakit perut atau nyeri yang persisten. 3. Mengalami perdarahan atau bercak darah dari vagina. 4. Adanya peningkatan cairan vagina seperti berair atau berlendir. Tapi jika terjadi setelah 37 minggu, maka kondisi ini normal dan bisa menjadi petunjuk untuk segera melahirkan. 5. Mengalami tekanan di tulang panggul, sakit pada pinggang atau mengalami lebih dari empat kali kontraksi dalam sehari sebelum usia kehamilan 37 minggu. 6. Muntah yang terus menerus atau disertai dengan demam dan sakit. 7. Merasa nyeri saat buang air kecil atau hanya sedikit urin yang keluar saat berkemih. 8. Sakit kepala yang persisten atau disertai dengan gangguan penglihatan. 9. Pembengkakan yang terjadi tidak hanya di tangan dan kaki tapi juga di sekitar wajah atau mata. 10. Kenaikan berat badan yang terlalu drastis misalnya lebih dari 4 kilo dalam seminggu. 11. Sering pusing, detak jantung yang cepat, kesulitan bernapas atau pernah mengalami trauma perut. 12. Kontak dengan penyakit menular seperti cacar air atau rubela, jika belum pernah terpapar penyakit tersebut maka segera konsultasikan dengan dokter untuk melakukan upaya pencegahan. 13. Mengalami depresi atau kecemasan yang berat. Hal ini harus segera diatasi sehingga tidak mengganggu kehamilan serta perkembangan janin yang dikandungnya.
Tubuh seseorang yang hamil memang bisa berubah sangat cepat sehingga sulit untuk mengetahui apakah hal tersebut normal atau tidak. Jika tidak yakin dengan gejala yang dialami atau membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, maka tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk lebih menyakinkan.
Last edited by gitahafas on Tue Jul 20, 2010 10:15 am; edited 4 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |