|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Kesehatan Wanita Thu Jan 21, 2010 8:34 pm | |
| HORMON & REPRODUKSI Reproduksi manusia yang normal melibatkan interaksi antara berbagai hormon dan organ, yang diatur oleh hipotalamus (suatu daerah di otak). Pada pria dan wanita, hipotalamus menghasilkan hormon yang disebut releasing factors (RH).
RH berjalan ke hipofisa (sebuah kelenjar yang terletak di bawah hipotalamus) dan merangsang hipofisa untuk melepaskan hormon lainnya. Misalnya gonadotropin-releasing hormones (dihasilkan oleh hipotalamus) merangsang hipofisa untuk menghasilkan luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). # LH dan FSH merangsang pematangan kelenjar reproduktif dan pelepasan hormon seksual: Ovarium pada wanita melepaskan estrogen # Testis pada pria melepaskan androgen (misalnya testosteron). Hormon seksual juga dilepaskan oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal.
Pola pelepasan hormon dan kadar hormon di dalam darah merupakan petunjuk dari adanya perangsangan maupun penghambatan dalam pelepasan LH dan FSH oleh hipofisa. Misalnya, penurunan kadar hormon seksual merangsang hipofisa untuk melepaskan lebih banyak LH dan FSH. Hormon dilepaskan setiap 1-3 jam, karena itu kadar hormon di dalam darah biasanya turun naik.
PUBERTAS Pubertas adalah masa awal pematangan seksual, yaitu suatu periode dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, hormonal dan seksual serta mampu mengadakan proses reproduksi. Pubertas berhubungan dengan pertumbuhan yang pesat dan timbulnya ciri-ciri seksual sekunder.
Pada saat lahir, kadar LH dan FSH adalah tinggi, tetapi beberapa bulan kemudian menurun dan tetap rendah sampai masa pubertas. Pada awal masa pubertas, kadar kedua hormon tersebut meningkat, sehingga merangsang pembentukan hormon seksual. Peningkatan kadar hormon menyebabkan: # Pematangan payudara, ovarium, rahim dan vagina # Dimulainya siklus menstruasi # Timbulnya ciri-ciri seksual sekunder (misalnya rambut kemaluan dan rambut ketiak). Perubahan tersebut terjadi secara berurutan selama masa pubertas sampai terjadi kematangan seksual.
Pada anak perempuan, perubahan yang pertama kali terjadi pada masa pubertas biasanya adalah penonjolan payudara, yang segera diikuti dengan tumbuhnya rambut kemaluan dan rambut ketiak. Jarak antara penonjolan payudara dengan siklus menstruasi yang pertama biasanya sekitar 2 tahun. Bentuk tubuh berubah dan persentase lemak tubuh bertambah. Pertumbuhan badan yang pesat (terutama penambahan tinggi badan) biasanya dimulai sebelum payudara membesar. Selain itu dari vagina keluar cairan yang jernih atau keputihan dan terjadi penambahan lebar tulang panggul.
Pertumbuhan badan relatif paling cepat terjadi pada masa awal pubertas (sebelum siklus menstruasi mulai). Lalu pertumbuhan menjadi lambat dan biasanya berhenti pada usia 14-16 tahun. Pada anak laki-laki adalah sebaliknya, pertumbuhan badan yang paling pesat terjadi pada usia 13-17 tahun dan terus berlangsung sampai awal 20 tahun.
Pada anak perempuan, pubertas biasanya terjadi pada usia 9-16 tahun. Anak perempuan rata-rata mengalami masa pubertas 2 tahun lebih awal daripada anak laki-laki. Usia pubertas tampaknya dipengaruhi oleh kesehatan dan gizi anak, juga faktor sosial-ekonomi dan keturunan. Anak perempuan yang agak gemuk cenderung mengalami siklusnya yang pertama lebih awal, sedangkan anak perempuan yang kurus dan kekurangan gizi cenderung mengalami siklusnya yang pertama lebih lambat. Siklus yang pertama juga terjadi lebih awal pada anak perempuan yang tinggal di kota. Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:29 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Thu Jan 21, 2010 9:06 pm | |
| FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUBURAN 1. Usia Kemampuan wanita untuk hamil, paling tinggi adalah pada usia 24 tahun, kemudian mulai menurun sejak usia 25 tahun dan menurun drastis pada usia 35 tahun. Penurunan ini disebabkan berkurangnya jumlah dan kualitas sel telur di dalam indung telur sehubungan dengan bertambahnya usia. Pada pria, usia juga akan mempengaruhi kesuburannya dan meningkatkan resiko pada janin.
2. Merokok Merokok terbukti menghambat perkembangan embrio dan menghambat implantasi ( proses tertanamnya embrio ke dinding rahim ). Fungsi indung telur akan menurun dan kejadian keguguran / kelahiran prematur meningkat. Pada pria, merokok sangat berhubungan dengan penurunan jumlah dan kualitas sperma dan meningkatkan resiko impotensi.
3. Alkohol Alkohol dapat mempengaruhi kesuburan wanita dan meningkatkan resiko kelainan pada janin ( sindroma alkohol-janin ). Pada pria alkohol mempengaruhi kualitas sperma.
4. Kafein Konsumsi kafein juga dapat menurunkan kesuburan wanita dan meningkatkan resiko keguguran dan bayi dengan berat lahir rendah. Pada pria belum jelas resiko penurunan kesuburannya sehubungan dengan konsumsi kafein.
5. Berat Badan / Indeks Massa Tubuh Indeks Massa Tubuh ditentukan dari berat badan dan tinggi badan, untuk menentukan seseorang mempunyai berat badan sesuai atau tidak. Wanita dengan berat badan berlebihan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil dibandingkan dengan wanita dengan berat badan normal. Wanita dengan berat badan berlebihan juga akan meningkatkan resiko terjadinya keguguran spontan, diabetes kehamilan dan hipertensi. Wanita dengan berat badan kurang juga akan menurun kesuburannya secara umum. Pria dengan berat badan berlebihan juga akan menurun kesuburannya.
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 7:56 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Fri Jan 22, 2010 5:21 am | |
| PENGARUH USIA TERHADAP KESUBURAN WANITA Kesuburan wanita jelas menurun dengan bertambahnya usia. Menurunnya kesuburan ini berhubungan dengan menurunnya jumlah maupun kualitas sel telur di dalam indung telur ( ovarium ) sesuai bertambahnya usia wanita. Diketahui bahwa waktu lahir, ovarium mengandung 1-2 juta sel telur, pada saat menstruasi pertama, jumlah sel telur sudah tinggal 300.000-500.000, dan setiap kali menstruasi terjadi pengurangan sel telur, sampai akhirnya habis saat menopause. Penurunan jumlah sel telur ini juga diikuti penurunan kualitasnya sesuai bertambahnya usia. Hal ini merupakan suatu proses yang terjadi secara bertahap dan dimulai pada saat usia 24-25 tahun, menurun cepat pada usia 35-40tahun dan akan diikuti proses menopause 10-12 tahun kemudian.
Proses penuaan ovarium ini tampak pengaruhnya pada bertambahnya persentase wanita dengan gangguan kesuburan, yaitu: - 2% pada usia 15-19 tahun. - 7% pada usia 20-24 tahun. - 15% pada usia 30-34 tahun. - 28% pada usia diatas 35 tahun.
Bertambahnya usia wanita juga berhubungan dengan meningkatnya kejadian abnormalitas kromosom ( faktor genetik ) pada embrio setelah pembuahan. Hal ini menjelaskan mengapa bertambahnya usia ibu berhubungan dengan meningkatnya kejadian masalah ketidak suburan ( infertilitas ), keguguran dan bayi lahir dengan kelainan kromosom ( kelainan genetik ) seperti Sindrom Down.
Selain faktor diatas, bertambahnya usia wanita tentu juga berhubungan dengan menurunnya fungsi dan kemampuan adaptasi organ organ tubuh secara keseluruhan, sehingga meningkatkan risiko timbulnya kelainan kelainan seperti hipertensi, DM, menurunnya kemampuan kontraksi rahim, resiko perdarahan pasca persalinan, persalinan dengan bantuan alat / obat / operasi, yang secara keseluruhan akan meningkatkan risiko kecacatan maupun kematian wanita karena proses kehamilan dan persalinan.
Karena faktor usia, maka kesuburan akan menurun secara alami, oleh karena itu jangan menunda kehamilan. Karena meningkatnya berbagai risiko yang akan dihadapi dengan bertambahnya usia, maka perencanaan kehamilan merupakan langkah awal yang baik. Konsultasi dengan dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan, sehingga anda mengetahui apa yang perlu dilakukan.
Sumber:Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Sat Jul 17, 2010 2:14 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sun Jan 24, 2010 7:52 am | |
| RISIKO KEHAMILAN DI USIA MATANG Jum'at, 13 Maret 2009, 07:15 WIB Petti Lubis VIVAnews - Ingin menambah momongan, tapi usia Anda sudah di atas 35 tahun? Kondisi ini memang bisa menjadi dilema. Usia reproduksi yang dianjurkan adalah antara 20-35 tahun. Setelah usia 35 tahun, risiko seorang ibu untuk melahirkan anak dengan cacat kongenital menjadi lebih tinggi. Maka itu, wanita yang hamil di atas usia 35 tahun disarankan melakukan triple atau amnio test. Yaitu, tes untuk mengambil cairan ketuban dari rahim dengan jarum halus, untuk mengetahui bayi yang dikandung normal atau cacat.
Selain itu, karena usia 35 sudah mengalami proses penuaan, maka ada peningkatan risiko terkena penyakit degeneratif (penyakit tambahan yang berhubungan dengan usia, seperti penyakit darah tinggi atau kencing manis). Contohnya, untuk penyakit kencing manis, baik ibu dan bayi terkena risikonya. Ibu yang melahirkan mudah terkena infeksi pada luka operasi, sedangkan bayi yang lahir ukurannya bisa terlalu besar atau justru terlalu kecil. Mengandung di atas usia 35 tahun juga meningkatkan terjadinya tekanan darah tinggi dan mengakibatkan penyakit pre-eklampsia (keracunan pada kehamilan).
Tapi, hal ini tidak bisa dijadikan patokan. Jika ibu yang berusia di atas 35 tahun ini mempunyai kondisi fisik yang bugar, why not?. Banyak wanita mengandung pada usia di atas 35 tahun tak mengalami kesulitan yang berarti pada kehamilannya. Kondisi fisik dan daya tahan tubuh memang tak bisa dipatok berdasarkan usia. Tapi, disarankan, bagi mereka yang memutuskan hendak mengandung di usia 35 tahun, berat badan harus dijaga. Kenaikan berat badan 6-12 kg sudah cukup, kok.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:28 am; edited 10 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sun Jan 24, 2010 8:00 am | |
| KEHAMILAN PADA USIA DIATAS 35 TAHUN Pada fase kehidupan seorang wanita, usia yang dianggap sehat untuk hamil adalah pada usia antara 20 - 30 tahun, yang disebut usia reproduksi sehat. Pada masa kini, dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan wanita, kesetaraan gender dan semakin tingginya aktivitas wanita dalam berkarier, meng akibatkan banyaknya kaum hawa yang menunda untuk menikah ataupun menunda kehamilannya. Kondisi ini secara tidak langsung menambah jumlah calon ibu diatas usia 35 tahun.
Kerugian hamil pada usia diatas 35 tahun: 1. Angka keguguran yang lebih tinggi. 2. Meningkatnya kelainan bawaan ( kelainan kongenital ). 3. Meningkatnya kelainan genetik ( kelainan kromosom ). 4. Meningkatnya resiko terjadinya DM, hipertensi, preeklampsi, tromboembolisme pada kehamilan. 5. Meningkatnya resiko komplikasi persalinan. Oleh karena itu kehamilan pada usia diatas 35 tahun disebut kehamilan resiko tinggi yang membutuhkan penanganan khusus.
Keuntungan hamil pada usia diatas 35 tahun: 1. Umumnya kepribadian wanita tersebut sudah sangat matang. 2. Cenderung lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan perubahan yang terjadi pada saat hamil maupun setelah melahirkan.
Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai pada janin dari wanita hamil diatas 35 tahun adalah: 1. Sindroma Down / Trisomi 21, yaitu 1 dari 500 kehamilan. 2. Sindroma Edwards / Trisomi 18, yaitu 1 dari 6500 kehamilan. 3. Sindroma Patau / Trisomi 13, yaitu 1 dari 12.500 kehamilan.
Pada trimester pertama kehamilan ( idealnya pada kehamilan 10 - 13 minggu ) biasanya dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat adanya Nuchal Transluscenci ( NT Test ) pada janin, yaitu adanya area transparan antara kulit janin dan jaringan dibawahnya pada daerah leher belakang. Jika di kombinasi dengan pemeriksaan darah untuk PAPP-A ( Pregnancy Associated Plasma Protein-A ) yang cenderung rendah dan free beta hCG, maka dapat mendeteksi 91% adanya Sindroma Down.
Pada trimester kedua ( idealnya pada kehamilan 15 - 17 minggu ), biasanya dilakukan pemeriksaan Triple Test, yaitu pemeriksaan darah untuk alpha-feto protein ( AFP ), Unconyugated Estriol dan hCG ( Human Chorionic Gonadotopin ). Dengan Triple Test dapat dideteksi 65% adanya Sindroma Down. Beberapa klinik melakukan Quadruple Screen, dengan menambahkan pemeriksaan Inhibin A pada Triple Test tadi, sehingga meningkatkan kemampuan deteksi Sindroma Down menjadi 75 - 80%.. Meskipun demikian, menurut banyak ahli, cara terbaik mendeteksi Sindroma Down adalah kombinasi USG Trimester1 ( NT Test ), PAPP-A Trimester 1 dan Quadruple Screen pada Trimester 2. Gabungan pemeriksaan ini disebut UJI SARING KOMPREHENSIF ( INTEGRATED SCREENING ). Dengan cara ini dapat di deteksi Sindroma Down sampai 90%.
JIka diduga ada kemungkinan janin mengalami Sindroma Down, maka pemeriksaan akan dilakukan dengan cara lain untuk memastikan diagnosa. 1. Pada kehamilan 10 - 12 minggu biasanya dilakukan Chorionic Villus Sampling, yaitu mengambil sedikit bagian dari jonjot ari ari melalui vagina. 2. Pada usia lebih tua ( diatas 4 bulan ), dilakukan amniosentesis, yaitu pengambilan cairan ketuban melalui dinding perut wanita hamil, dipandu USG.
Proses persalinan pada wanita diatas usia 35 tahun tetap dapat berlangsung secara normal, tetapi tentu dengan pengawasan yang lebih ketat. Keputusan melakukan operasi Sectio Caesaria, dilakukan lebih cepat, bila nampak proses persalinan berjalan lambat atau kondisi janin cenderung memburuk. Keputusan melakukan operasi Sectio Caesaria berencana hanya dilakukan bila memang tidak memungkinkan persalinan normal.
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan ILUNI FK 1983
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:29 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Sun Jan 24, 2010 8:02 am | |
| 10 TANDA TANDA KEHAMILAN Rabu, 13/01/2010 11:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Perempuan biasanya baru mulai berpikir dirinya hamil atau tidak setelah jadwal menstruasinya telat 1-2 minggu. Padahal ada beberapa tanda yang bisa dijadikan petunjuk bahwa dirinya memang hamil. Bagi orang yang memang jadwal menstruasinya tidak teratur tentu sulit untuk menyadari apakah dirinya hamil atau tidak dan baru akan menyadarinya setelah hasil test kehamilan menunjukan tanda positif. Tapi selain jadwal menstruasi yang telat ada beberapa tanda lain yang ditunjukkan jika seorang perempuan sedang hamil, seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (13/1/2010), yaitu:
1. Payudara membengkak dan empuk. Salah satu tanda kehamilan adalah payudara menjadi sensitif dan sedikit sakit akibat meningkatnya kadar hormon. Rasa sakit yang dialami biasanya lebih sakit dibandingkan saat mengalami menstruasi. Ketidaknyaman ini akan berkurang secara signifikan setelah trimester pertama karena tubuh sudah bisa menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.
2. Cepat merasa lelah. Orang yang hamil di trimester pertama seringkali merasa lelah secara tiba-tiba, mungkin diakibatkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron secara cepat. Tapi perempuan hamil akan merasa lebih energik setelah mencapai trimester kedua.
3. Ada sedikit pendarahan. Beberapa perempuan mengalami sedikit pendarahan di vagina sekitar 11-12 hari setelah berhubungan. Pendarahan ini disebabkan oleh sel telur yang dibuahi memasuki lapisan rahim. Pendarahan yang terjadi sangat ringan seperti muncul sebagai bercak darah, merah muda atau hanya bercak noda berwarna coklat kemerahan.
4. Mengalami mual dan muntah. Perempuan yang mengalami mual dan muntah di pagi hari biasanya dialami setelah 1 bulan melakukan hubungan suami istri. Tapi bagi perempuan yang hamil rasa mual dan muntah ini tidak hanya terjadi di pagi hari tapi juga masalah di siang dan malam hari.
5. Meningkatnya kepekaan terhadap bau-bauan. Terkadang perempuan hamil merasa jijik dengan bau tertentu seperti kopi, parfum atau bau makanan yang sebelumnya sangat disenangi oleh perempuan tersebut. Reaksi ini dapat memicu refleks muntah.
6. Perut kembung. Perubahan hormon yang terjadi saat awal kehamilan dapat membuat perut seseorang terasa kembung, mirip seperti saat perempuan sebelum periode menstruasinya datang.
7. Sering buang air kecil. Perempuan hamil sering buang air kecil sepanjang waktu, karena jumlah darah dan cairan selama hamil meningkat sehingga mengakibatkan adanya cairan tambahan yang diproses oleh ginjal dan kandung kemih.
8. Telatnya jadwal menstruasi. Jika periode menstruasinya teratur, maka seseorang akan melakukan tes kehamilan sebelum tanda yang lain muncul. Tapi jika periodenya tidak teratur, maka salah satu gejala di atas bisa menjadi petunjuk bahwa Anda akan telat mendapatkan periode menstruasi.
9. Suhu basal tubuh tetap tinggi. Suhu basal tubuh adalah suhu yang diukur pada pagi hari saat masih di tempat tidur dan belum melakukan kegiatan apapun. Untuk mengukurnya bisa menggunakan termometer yang diletakkan di bawah lidah. Jika suhu basal tubuh tetap tinggi selama 18 hari berturut-turut ada kemungkinan Anda hamil.
10. Menggunakan tes kehamilan. Salah satu tanda kehamilan yang bisa dibilang akurat adalah dengan menggunakan alat tes kehamilan. Penggunaan alat tes kehamilan paling baik sekitar 1 minggu setelah telat mendapatkan menstruasi. Jika tanda-tanda diatas tetap ada tapi hasilnya negatif, cobalah untuk mengulanginya lagi beberapa hari kemudian. (ver/ir)
Jika Anda memutuskan untuk mengandung lagi di usia 35, Anda harus melakukan olahraga secara teratur, punya latar belakang konsumsi makan yang baik, dan memeriksa fisiknya. Sekurang-kurangnya memeriksa tekanan darah, HB, dan gula darah.
Selain sisi negatif, ternyata kehamilan di usia matang juga memberikan unsur positif. Mereka yang mengandung di usia 35 umumnya sudah matang secara psikis. Apalagi, bila ini merupakan kehamilan mereka yang kedua. Mereka sudah berpengalaman dan mengutamakan kesehatan si janin, tak lagi mementingkan diri sendiri. • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:30 am; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Mon Jan 25, 2010 12:40 pm | |
| ATASI MUAL MUNTAH SAAT HAMIL Rabu, 25 Juni 2008 | 18:00 WIB Kompas.com - MENGALAMI mual atau muntah pada awal-awal masa kehamilan adalah hal yang lumrah di antara calon ibu. Gejala yang juga disebut 'morning sickness' ini memang belum diketahui secara pasti penyebabnya oleh para ahli, tetapi kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti kenaikan berbagai hormon serta pengaruh psikologis.
"Secara medis keadaan ini dapat dihubungkan dengan beberapa hal seperti peningkatan hormon Human Chorionic Gonodotropin (hCG) secara cepat pada awal kehamilan seiring perkembangan plasenta. Kenaikan hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan juga dinyatakan sebagai salah satu penyebab mual dan rasa ingin muntah dan indera pengecap dan penciuman menjadi lebih sensitif pada masa awal kehamilan," ungkap spesialis kebidanan dan kandungan dr Boy Abidin, SpOG, di Jakarta Rabu (25/6).
Mual dan muntah, lanjutnya, biasanya terjadi pada usia kehamilan minggu ke-6 hingga minggu 10 dimana kadar hCG melonjak drastis. Gejalanya beragam mulai dari yang ringan sampai dengan berat atau bahkan timbul komplikasi. Mual dan muntah ini relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan menurunnya kadar hCG setelah usia kehamilan 12 minggu. "Kalau mualnya hebat atau tak kunjung berkurang setelah melewati beberapa minggu, tentu harus ditangani dan diperiksa lebih lanjut apakah ada komplikasi. Dokter akan mencari penyebab lain yang mengakibatkannya karena bisa jadi ada kelainan pada pankreas, empedu atau ginjal," terang Boy.
Supaya morning sickness ini tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin, sebenarnya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan para ibu hamil untuk meringankan gejalanya. Salah satunya adalah mengonsumsi vitamin B6 dan jahe. "Vitamin B6 atau Pyridoxine dan jahe dengan kehangatannya yang memberikan rasa nyaman pada perut dapat mengurangi rasa mual dan muntah saat hamil. Rasa mual juga dapat dikurangi dengan konsumsi makanan mengandung karbohidrat tinggi yang sedikit-sedikit namun sering," tambahnya.
Berikut Tip atasi Mual dan Muntah : 1. Ngemil saat bangun tidur 2. Awali dengan kegiatan menyenangkan 3. Jangan biarkan perut dalam keadaan kosong. Makanlah dengan porsi sedikit tapi sering. Ini perlu karena peningkatan kadar asam lambung merupakan salah satu penyebab utama rasa mual . 4. Pilih makanan yang lebih mudah dicerna. Hindari makanan pedas, bersantan dan asam karena memperberat lambung. 5. Buat variasi menu makanan supaya tak bosan. 6. Jangan kekurangan cairan. Konsumsi makanan yang berkadar air tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan 7. Konsumsi Vitamin B6, jahe dan madu.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:31 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Jan 26, 2010 8:19 am | |
| HIPEREMESIS GRAVIDARUM Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering dijumpai pada kehamilan trimester I, kurang lebih pada 6 minggu setelah haid terakhir selama 10 minggu.
Penyebab mual dan muntah berlebihan ini belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain; kehamilan ganda, alergim, perubahan metabolik, psikologis. Jika mual dan muntah berlebihan ini dibiarkan menyebabkan penderita mengalami dehidrasi, dan pernurunan klotida urin, Akibat paling berbahaya penderita mengalami pendarahan dan akhirnya menyebabkan kematian ibu dan janin.
Gejala Mual dan muntah pada 3 bulan pertama kehamilan.
Pencegahan Mual dan muntah berlebihan ini dapat dicegah dengan memahami bahwa bagi wanita yang hamil, kehamilan merupakan proses fisiologis, makan makanan ringan sedikit namun sering, menguarangi makanan berlemak dan berbau. (tbs/tbs) Sumber: Detik Health
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:32 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Jan 26, 2010 10:49 am | |
| MORNING SICKNESS BISA MENURUN Senin, 03/05/2010 08:50 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Gejala mual dan muntah di pagi hari atau morning sickness biasa dialami oleh ibu hamil usia di bawah 6 bulan. Morning sickness ternyata adalah penyakit yang bisa diturunkan oleh gen alias keturunan. Peneliti Norwegia melaporkan anak perempuan dari ibu yang memiliki morning sickness parah kemungkinan tiga kali lipat mengalami hal yang sama. Salah satu bentuk morning sickness adalah hyperemesis gravidarum, yaitu suatu kondisi yang melibatkan mual dan muntah sebelum usia kehamilan mencapai 22 minggu. Pada kasus yang berat bisa menyebabkan penurunan berat badan.
Lebih dari 2 persen perempuan hamil mengalami hal ini dan menjadi penyebab umum ibu hamil dirawat di rumah sakit. Hal ini juga terkait dengan kelahiran prematur dam berat bayi lahir rendah. Dalam studi terbaru yang dipimpin oleh peneliti Ase Vikanes dari Norwegian Institute of Public Health di Oslo, menunjukkan bahwa ada pengaruh yang kuat dari gen sang ibu yang diturunkan ke anak perempuannya terhadap perkembangan kondisi ini. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada 30 April lalu di edisi British Medical Journal (BMJ).
"Kondisi ini dipengaruhi oleh garis keturunan sang ibu dan diikuti oleh faktor indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, infeksi serta faktor gizi yang dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan hypermeresis gravidarum," ujar Vikanes, seperti dikutip dari HealthDay, Senin (3/4/2010). Sebelumnya, kondisi hypermeresis gravidarum diduga akibat masalah psikologis, seperti penolakan alam bawah sadar terhadap kehadiran anak yang dikandung atau pasangannya. Lalu tim peneliti mencoba melihat apakah faktor genetika turut mempengaruhi hal ini.
Untuk studi ini, Vikanes dan tim menganalisa 2,3 juta data kelahiran tahun 1967-2006. Didapatkan sekitar lebih dari 500.000 pasangan ibu dan anak perempuan yang mengalami hal ini. Jika seorang ibu memiliki kondisi tersebut, maka putrinya tiga kali lebih besar mengembangkan kondisi ini. "Temuan ini dapat menambah wawasan baru tentang hypermeresis gravidarum dan menjadi acuan apakah nantinya seorang perempuan memiliki kemungkinan mengalami kondisi hypermeresis gravidarum dengan melihat sejarah keluarganya," ungkapnya
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:32 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Jan 26, 2010 8:08 pm | |
| JAGA KEHAMILAN DEMI SANG JANIN Wednesday, 07 July 2010 - Seputar Indonesia KECACATAN bayi saat lahir terbukti dapat dicegah secara dini saat proses kehamilan berlangsung. Bergaya hidup sehat dan mengikuti anjuran dokter adalah kunci utama. Tidak ada hal yang paling menakutkan bagi seorang ibu hamil apabila mengetahui kemungkinan janin yang berada di rahimnya mengalami kecacatan yang tentu saja akan mengancam kesehatan dan kehidupannya kelak.Namun para ahli medis meyakinkan, banyak cara yang bisa dilakukan wanita sebelum dan selama kehamilan untuk mengurangi risiko anak terlahir cacat. Sebagian besar langkah-langkah terkait tindakan pencegahan anak terlahir cacat ini ternyata mudah dan bisa dijalankan oleh siapa pun yang ingin mendapatkan hidup sehat.
“Wanita di usia produktif sebaiknya harus menyadari fakta bahwa mereka harus sehat,” kata Dr Michael Katz,Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Program Global di March of Dimes, sebuah organisasi nirlaba terkait masalah kehamilan dan kesehatan bayi. “Mereka (para wanita) tentu saja harus bergaya hidup sehat.Ini tentu bukan beban pekerjaan tambahan. Ini merupakan gaya hidup yang baik,” tegas Katz yang juga seorang profesor bidang kesehatan anak dari Columbia University dan konsultan di New York- Presbyterian Hospital, New York City, Amerika Serikat, seperti dikutip laman healthday.com.
Diketahui, sekitar 1 dari setiap 33 anak yang lahir di Amerika Serikat memiliki beberapa jenis cacat lahir.Menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kebanyakan kelahiran cacat terjadi saat tiga bulan pertama kehamilan dan melibatkan beberapa kelainan struktural, fungsional, atau biokimia, yang menghasilkan anak cacat atau bahkan kematian. Kelainan jantung merupakan jenis cacat lahir yang paling sering terjadi. Selain itu, diperkirakan 1 dari 100 atau 200 bayi yang lahir membawa kelainan ini.Kejadian cacat jantung lebih umum karena perkembangan jantung janin paling rumit karena banyak kesempatan terjadinya hal-hal yang tidak beres.
“Jantung adalah organisme yang sangat kompleks, dan datang selaras dengan berbagai kekuatan yang berkembang di embrio,”kata Katz. Sering kali bayi yang baru lahir dengan cacat jantung memiliki apa yang disebut atrial septal defectatau ventricular septal defect. Mereka lahir dengan lubang di hati mereka. “Jantung memiliki empat kamar, dua di atas disebut atria,dua di bawah disebut ventrikel. Mereka dipisahkan oleh dinding otot yang disebut septum,” kata Dr Adolfo Correa, supervisor medis untuk CDC’s National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities.
Dalam beberapa bayi yang lahir dengan cacat jantung bawaan, dinding jantung belum tertutup sepenuhnya.Ada lubang antara sisi kanan dan sisi kiri. “Itu (lubang) menutup jalan darah untuk menjadi oksigen di paru-paru dan kemudian diedarkan ke organ untuk menyediakan oksigen. Darah yang masuk ke dalam jaringan tidak mengandung oksigen seperti biasanya. Kadang-kadang hal seperti itu bisa menjadikan orang cacat ringan, tetapi bisa jadi sangat parah dan berat, dan memengaruhi tumbuh kembang anak,”papar Correa.
Correa menyebut,paparan lingkungan memainkan peran penting yang dapat menentukan apakah seorang anak lahir cacat atau tidak. Misalnya, dua faktor utama dalam terjadinya kelainan jantung yakni obesitas dan diabetes. Mengontrol berat badan dan kadar gula darah merupakan kunci untuk melindungi kesehatan anak di dalam kandungan. “Wanita usia subur dapat mendatangi dokter langganan untuk mengetahui cara-cara untuk mencapai berat badan yang ideal untuk memastikan kehamilan mereka yang sehat.
Selain itu, bila diabetes terkontrol dengan baik, risiko cacat lahir dapat dikurangi dengan risiko rata-rata dalam populasi wanita dengan diabetes,”katanya. Para wanita juga bisa mencegah terjadinya cacat lahir dengan pengaturan pola makan dan memperhatikan asupan gizi dan nutrisi.Pastikan kadar asam folat terpenuhi, baik dari makanan sehari-hari maupun suplemen asam folat. Para ahli medis menganjurkan mengonsumsi sedikitnya 400 mikrogram asam folat setiap hari. Kecacatan janin saat lahir lainnya yang umum terjadi, menurut catatan CDC, di antaranya neural tube defect yaitu cacat lahir akibat tidak sempurnanya pertumbuhan dan perkembangan sistem tabung saraf pada masa janin.
Jenisnya seperti spina bifida dan anencephaly.Cacat ini terjadi pada 1 dari 1.000 kehamilan. Selain itu, bibir sumbing juga termasuk sering, sekitar 1 dari 700 sampai 1.000 kelahiran bayi. Baik Correa maupun Katz sama-sama berpendapat bahwa yang perlu diubah adalah gaya hidup sebelum seorang wanita hamil. Hal ini penting, mengingat kelainan pada tumbuh kembang janin sering kali terjadi di masa awal kehamilan, bahkan sebelum seorang wanita menyadari dirinya hamil. Untuk melahirkan bayi sehat tanpa komplikasi, setiap wanita disarankan untuk menjaga kebugaran dan memenuhi gizi yang baik, bahkan sebelum terjadinya konsepsi.
Tindakan pencegahan lain bisa dilakukan selama kehamilan. Hal pertama adalah menganalisis kembali semua obat, baik resep maupun obat bebas, yang dikonsumsi. Tanyakan kepada dokter, obat apa yang harus dihindari karena berbahaya bagi janin. “Setiap kali seorang wanita hamil dan meminum obat yang diresepkan dokter untuk dirinya, dia harus bertanya apakah obat ini aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Jika jawaban dokter tidak tahu, hal itu perlu diteliti lebih lanjut,” tukas Katz.
Para ibu hamil juga sebaiknya melindungi diri dari kemungkinan penularan penyakit. Hindari bepergian jauh untuk mencegah penularan penyakit. Atau jika tak bisa dihindari, lakukan tindakan pencegahan,seperti mengonsumsi obat antimalaria atau mendapatkan vaksin tertentu sebelum bepergian. (rendra hanggara)
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:34 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Jan 26, 2010 9:02 pm | |
| AGAR BAYI TERLAHIR SEHAT Wednesday, 07 July 2010 - Seputar Indonesia 1. Sebelum kehamilan terjadi, sebaiknya Anda perlu melakukan pemeriksaan TORCH terlebih dahulu, yaitu pemeriksaan laboratorium untuk mencegah adanya virus Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes. Dengan pemeriksaan ini, dari awal sudah diketahui apakah kehamilan Anda akan berjalan sehat atau tidak.
2. Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat bawaan, hendaknya lebih waspada karena bisa diturunkan secara genetik. Segara lakukan konseling genetik sebelum hamil.
3. Setelah diketahui hamil, makanlah makanan dengan mutu yang baik dan gizi seimbang. Perbanyaklah minum air putih, sari buah atau jus, apalagi jika mengalami mual atau muntah-muntah.
4. Jangan minum alkohol, rokok, termasuk jamu-jamuan. Karena benda-benda ini akan mengganggu perkembangan janin dan dapat menyebabkan bayi terlahir dengan cacat.
5. Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air, tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh.
6. Hindari ketegangan emosional. Di usia kehamilan yang semakin tua,pada umumnya ibu akan mengalami peningkatan ketegangan emosional. (rendra hanggara)
BERAT BADAN WANITA HAMIL Jum'at, 30 Juli 2010, 16:02 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Berat badan melonjak saat hamil memang tergolong wajar. Namun, bukan berarti ketika mengandung, Anda tidak menjaga berat badan. Pasalnya, jika tubuh ibu terlalu gemuk, jutstru bisa membahayakan kondisi janin, seperti dikutip dari laman modernmom.com. Bertambahnya bobot tubuh waktu hamil, tidak sepenuhnya berisi lemak. Berat badan yang naik juga bisa disebabkan, cairan dan jaringan yang sedang berkembang.
Ibu hamil disarankan untuk mengatur berat badan agar tetap berada pada kondisi ideal dan tetap menjaga pola makan dengan gizi cukup dan seimbang. Peningkatan berat badan di trimester pertama memang relatif sedikit, tidak naik atau bahkan berkurang karena morning sickness (mual di pagi hari). Peningkatan berat badan yang cukup pesat terjadi di trimester 2 dan 3, pada periode inilah perlu dilakukan pemantauan ekstra terhadap berat badan.
Berat badan ideal calon ibu saat mulai kehamilan berkisar antara 45-65 kg. Kenaikan total berat badan selama kehamilan, normalnya berkisar antara 12-15 kg. Memasuki trimester 2, janin tumbuh pesat dengan pertumbuhan kurang lebih 10 gr per hari ( minggu ke 16 sekitar 90 gr, minggu ke 20 sekitar 256 gr, minggu ke 24 sekitar 680 gr, minggu ke 27 sekitar 900 gr).
Jika berat badan ibu berlebih (overweight), risiko kesehatan yang bisa muncul pada ibu dan janin, antara lain, ibu berisiko mengalami hipertensi dan terkena diabetes. Sedangkan risiko pada janin, plasenta yang berfungsi menyuplai oksigen akan menyempit karena lemak, hal ini dapat menghambat pertumbuhan bayi. Terhambatnya suplai oksigen dapat merusak sel-sel otak janin sehingga mengakibatkan kecerdasan si kecil pun menjadi berkurang.
Bahaya lainnya, janin dapat mengalami gangguan paru-paru atau terlahir obesitas. Untuk ibu hamil yang mengalami overweight dianjurkan untuk berolahraga ringan, seperti jalan kaki di pagi hari atau berenang, sehingga selain membuat ibu sehat juga dapat membakar kolesterol dan lemak dalam tubuh. Perlu diingat jangan melakukan olahraga berat seperti jogging maupun olahraga berat lainnya karena akan membahayakan janin, selain itu mengakibatkan penghancuran lemak terlalu drastis dan mengakibatkan keton lemak meracuni janin. Maka itu, perlu Anda tahu, kebutuhan makan ibu hamil hanya naik rata-rata 10-15 persen dari kebutuhan asupan sebelum hamil.
Namun, tak hanya berat badan berlebih, kurangnya berat badan (underweight) saat hamil juga bisa membahayakan ibu dan janin. Di antaranya, berisiko pertumbuhan bayi akan terhambat, ancaman kelahiran prematur serta risiko cacat pada bayi. Pada ibu yang underweight, kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 0,5 kg setiap minggu. Perlu diperhatikan para ibu hamil agar mengonsumsi makanan bergizi yang memenuhi syarat dengan gizi seimbang, hentikan kebiasaan merokok, minum alkohol, minum obat-obatan yang tidak perlu dan istirahat cukup. • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Fri Jul 30, 2010 6:29 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Jan 26, 2010 9:29 pm | |
| 7 MITOS SEPUTAR KEHAMILAN Selasa, 13/07/2010 13:38 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Berbagai mitos kehamilan berkembang dari mulut ke mulut. Tak sedikit masyarakat yang mempercayai mitos ini meski tidak terbukti kebenarannya. Setidaknya ada 7 mitos yang beredar seputar kehamilan. Seperti dikutip dari Parenting, Selasa (13/7/2010) ada 7 mitos tentang kehamilan, yaitu:
Mitos 1: Kehamilan adalah pengalaman yang menyenangkan Berbagai faktor seperti biologis, psikososial dan sosial bisa mempengaruhi perjalanan kehamilan seseorang hingga saatnya melahirkan. Orang-orang berpikir perempuan hamil merasa indah dan bergembira, padahal perempuan hamil juga bisa menjadi cemas dan tertekan. Biasanya akibat perubahan tubuh dan ketakutan tidak bisa merawat anaknya dengan baik. Karenanya dibutuhkan keseimbangan antara tekanan dari pekerjaan dan juga kebutuhan fisik serta emosionalnya.
Mitos 2: Morning Sickness akan berakhir pada trimester pertama Tidak semua ibu yang mengalami morning sickness akan berakhir di trimester pertama, beberapa diantara masih mengalami kondisi tersebut hingga trimester kedua. Selain itu rasa mual juga tidak hanya menyerang pagi hari, tapi bisa menyerang setiap saat baik siang atau malam hari. Dikenal denga nama morning sickness karena saat bangun tidur biasanya perut dalam kondisi kosong, sehingga memicu rasa mual. Salah satu faktor yang mempengaruhi morning sickness adalah human chorionic gonadotropin (hCG), yaitu hormon yang dihasilkan oleh plasenta. Hormon ini akan mencapai puncaknya pada minggu ke 8-12. Namun beberapa orang memiliki efek yang lebih lama dibandingkan orang lain.
Mitos 3: Kulit akan lebih bersinar saat hamil Semua hormon yang diproduksi oleh tubuh akan meningkat saat hamil, karenanya banyak ibu yang memiliki rambut lebih tebal dan kuku tumbuh lebih cepat saat hamil. Selain itu hormon kehamilan merangsang tubuh perempuan untuk memproduksi pigmen lebih banyak. Jadi kulit akan terlihat lebih bersinar saat hamil akibat perubahan hormon ini.
Mitos 4: Semua perempuan hamil mengalami efek dan gejala yang sama Setiap pertumbuhan saat hamil bisa memicu berbagai kondisi, tapi tidak semua ibu hamil mengalami kondisi yang sama. Beberapa orang ada yang sangat sensitif terhadap bau-bauan tapi perempuan lainnya menderita ptyalism, kondisi yang membuat seseorang harus meludah terus menerus.
Mitos 5: Memasuki bulan kedelapan, tubuh menjadi tidak menarik Semakin bertambah bulan, maka perut ibu hamil akan semakin membesar dan membuat tubuhnya menjadi tidak menarik lagi. Namun pada kondisi tersebut terjadi lonjakan estrogen yang membuat libido beberapa perempuan meningkat, sehingga ia merasa dirinya lebih seksi daripada sebelumnya.
Mitos 6: Pasangan tidak bisa merasakan penderitaan istri yang sedang hamil Tidak semua suami akan berlaku cuek pada istrinya saat sedang hamil, karena beberapa suami ada yang turut merasakan ngidam seperti istrinya dan mau berbagi hal dengan istrinya. Ada berbagai cara untuk mendorong suami agar ikut memahami apa yang dialami istrinya, misalnya dengan turut mempersiapkan hal-hal seputar persalinan, membaca buku kehamilan dan melahirkan serta ikut dalam konsultasi dengan dokter.
Mitos 7: Tahap kedua kontraksi membuat proses persalinan lebih cepat Setiap orang memiliki waktu proses persalinan yang berbeda-beda, ada yang hanya membutuhkan waktu 20-60 menit, tapi ada juga yang membutuhkan waktu hingga 3 jam. Kondisi ini tergantung dari seberapa cepat proses pembukaan dari leher rahim. Lebih baik ibu hamil menghemat energi dengan berkonsentrasi pada pernapasan melalui kontraksi dan mengatur waktu istirahat.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:35 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Jan 26, 2010 9:40 pm | |
| KENALI PERUBAHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL Selasa, 6/7/2010 | 17:52 WIB KOMPAS.com - Memasuki masa kehamilan sama dengan mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Dengan mengenali berbagai perubahan pada ibu hamil (bumil), pasutri bisa lebih mempersiapkan kehamilan sehingga mampu menjalaninya dengan lebih menyenangkan. Psikolog Dr Rose Mini AP, MPsi, mengatakan, dengan mendapatkan informasi yang tepat seputar kehamilan, pasutri akan lebih siap menghadapi berbagai perubahan. Entah informasi itu didapat dari konsultasi dengan dokter, pengalaman orangtua, saudara, maupun teman-teman.
Pada trimester pertama, biasanya istri akan mengalami ngidam yang kadang berlebihan dan sekadar meminta perhatian suami. Sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah ada kekurangan dalam tubuh bumil. Sedangkan pada trimester kedua bentuk tubuh bumil mulai berubah, diikuti dengan perubahan posisi tidur, hingga pola hubungan seks pasutri. Jika bumil stres dengan kondisinya, sebaiknya konsultasikan kepada psikolog untuk mencari bantuan. "Lain lagi pada trisemester ketiga. Bumil akan ngidam pada bulan terakhir, ditambah munculnya ketakutan akan fisik anak, misalnya apakah jarinya lengkap, atau ketakutan atas kondisi ibunya, misalnya meninggal (saat melahirkan). Akibatnya bumil cenderung moody," papar psikolog yang akrab disapa Romi ini, dalam seminar diadakan oleh Lactamil beberapa waktu lalu. Lebih detailnya, berikut kondisi psikologis bumil yang umum dialami, dan sebaiknya pasutri mempersiapkan secara psikis menjelang kehamilan:
Trimester pertama * Bumil mengalami kondisi psikis campur-aduk, antara cemas, bahagia, dan ragu dengan kehamilannya. Ia mengetahui kemunculan tanda kehamilan, namun masih ragu apakah positif hamil atau tidak. * Bumil mengalami fluktuasi emosi, risikonya akan muncul pertengkaran atau rasa tidak nyaman. Dengan komunikasi yang baik, pasutri bisa menyiapkan kondisi ini berjalan lebih baik. * Bumil mengalami perubahan hormonal, yang akan juga mempengaruhi psikis perempuan. * Bumil mengalami morning sickness, jadi perempuan membutuhkan dukungan suami untuk menjalani kondisi yang juga akan berpengaruh pada psikis perempuan.
Trimester kedua * Bumil mulai lebih tenang dan bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi dan kehamilannya. * Bentuk tubuh mulai berubah. Untuk ibu yang fokus pada penampilannya, kondisi ini bisa mempengaruhi psikis dan emosinya. Perubahan bentuk tubuh juga mempengaruhi kehidupan seksual, karena itu pasutri perlu melakukan penyesuaian agar hubungan seks menyenangkan bagi keduanya. Hubungan ibu dengan bayi juga mulai terjalin pada masa ini. Mengajak janin bicara atau mendengarkan musik misalnya, bisa membangun hubungan lebih dekat, dan mempengaruhi bumil agar lebih nyaman dengan kehamilannya. * Bumil akan mulai melihat dan meniru peran ibu, karena kebutuhannya akan figur ibu semakin kuat. * Bumil akan semakin bergantung kepada pasangannya.
Trimester ketiga * Kehamilan semakin membesar, begitupun dengan stres pada bumil. Seringkali kondisi ini membuat bumil bermasalah dengan posisi tidur yang kurang nyaman, sehingga bumil mudah terserang lelah. * Emosi bumil juga kembali fluktuatif. Kali ini bumil lebih membayangkan risiko kehamilan dan proses persalinan. Rasa takut mulai muncul, bukan hanya ketakutan atas risiko kondisi bayi namun juga keselamatan bumil untuk melewati proses persalinan.
"Bumil perlu release dan berserah agar lebih tenang menjelang proses persalinan. Sebab dalam beberapa hal ada yang sifatnya genetik, sehingga tidak bisa dikendalikan," tandas Romi.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:39 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Tue Jan 26, 2010 9:59 pm | |
| CARA MENIKMATI MASA KEHAMILAN KOMPAS.com - Kehamilan menjadi berita gembira bagi keluarga, sekaligus membawa perubahan. Tak hanya perubahan fisik calon ibu, namun juga psikisnya. Bahkan suami pun bisa ikut berubah emosinya, seiring perubahan emosional sang istri. Fakta yang dirilis PT Sari Husada menunjukkan, hampir 80 persen ibu hamil kecewa, menolak, gelisah, depresi, dan murung dengan kehamilannya. Emosi ini berdampak buruk, stres, yang tak hanya diderita oleh ibu, tetapi juga bayi dalam kandungannya. Bahkan penelitian oleh Thomas O'Connor di Institute of Psychiatry, London, menyebutkan, dari 7.000 ibu yang stres saat hamil, 15 persen anak yang dilahirkan cenderung menjadi anak hiperaktif.
Psikolog Dr Rose Mini, MPsi, mengatakan ketidaksiapan psikis pada ibu hamil disebabkan oleh ketakutan atau stres akan kehamilan yang muncul karena ketidaktahuan calon ibu maupun calon ayah. Selain itu ada pula faktor lain yang mempengaruhi gangguan psikis, seperti konflik eksternal. "Perempuan tidak bisa menikmati kehamilan karena berbagai faktor, mulai fisik yang membuat badan semakin membesar, dan masalah eksternal lain yang membuat stres dan psikis. Faktor hormonal juga mempengaruhi karenanya dalam menghadapi masa kehamilan ini, perempuan perlu dibantu terutama oleh suaminya. Apalagi jika menjalani kehamilan pertama," jelas psikolog yang akrab disapa Romi ini kepada Kompas Female, Sabtu (3/7/2010).
Jika sudah mengenali apa saja penyebab gangguan emosional masa kehamilan, perempuan juga perlu menikmati kehamilan dengan persiapan psikis yang matang dengan cara berikut:
Pelajari dengan buku Buku referensi seputar kehamilan banyak jumlahnya. Informasi dari bacaan bermanfaat seperti ini sangat dibutuhkan calon ibu dan ayah. Karena ketakutan dan berbagai masalah yang muncul pada masa kehamilan lahir karena pasutri tidak punya pengetahuan tentangnya. Apalagi pasutri yang menjalani masa kehamilan untuk pertamakalinya. Selain buku, sumber lain seperti keluarga atau teman yang pernah menjalani kehamilan juga bisa menjadi tempat bertanya.
Konsultasi dan tanyakan langsung kepada ahlinya Saat memeriksakan diri ke dokter kandungan, sebaiknya manfaatkan kesempatan untuk bertanya, dan catat setiap informasi yang Anda terima. Anda berhak kritis kepada dokter dan tanyakan detail untuk mendapat penjelasan yang utuh dan memuaskan Anda. Dalam posisi ini, suami sudah seharusnya mendampingi. Calon ibu sangat membutuhkan dukungan suami menjalani berbagai perubahan yang dialaminya saat masa kehamilan, baik perubahan fisik maupun psikis. Memanfaatkan kesempatan mencari informasi seputar kehamilan kepada pakar juga bisa dari seminar. Saat inilah biasanya para pakar dengan berbagai keahliannya bisa bertemu langsung dan bertanya jawab dengan Anda dan suami.
Bangun komunikasi dengan suami Kondisi perempuan memang berubah saat hamil. Perempuan yang tadinya sangat menjaga bentuk badan, lalu berubah bentuk saat hamil, tentunya akan mengalami emosi yang berbeda. Belum lagi perubahan fisik yang alami terjadi saat hamil karena kulit meregang, yang menimbulkan rasa gatal lalu berbekas karena perlakuan yang keliru pada kulit. Berbagai perubahan fisik ini memicu emosi perempuan. Calon ibu juga kerapkali menuntut perhatian sebagai bagian perubahan emosi yang dialaminya saat hamil.
Dalam kondisi seperti ini, suami tak bisa hanya cuek. Empati dan perhatian suami dibutuhkan istri. Namun istri juga perlu menyampaikannya kepada suami. Bangun komunikasi untuk beradaptasi dengan perubahan ini. Ajak juga suami untuk terlibat di setiap kegiatan yang berhubungan dengan kehamilan. Misalnya saat senam hamil, atau saat memeriksakan kehamilan. Persoalan lain yang juga penting dikomunikasikan dengan suami adalah hubungan seksual semasa kehamilan. Banyak referensi mengenai seks pada masa kehamilan. Namun yang penting adalah kesepakatan bersama Anda dan suami untuk menjalankannya.
Bangun hubungan dengan janin Mengajak janin bicara juga bisa menentramkan. Mendengarkan janin dengan musik klasik sudah menjadi informasi yang umum Anda dengar, bukan? Banyak hal yang bisa Anda ciptakan sendiri untuk membangun hubungan emosional dengan janin. Cara ini bisa membantu calon ibu lebih menikmati masa kehamilannya.
Menerima keadaan, dan jangan menyalahkan diri sendiri Ketakutan ibu dan ayah pada masa kehamilan semakin genting saat masuk triwulan ketiga. Saat itu, kekhawatiran mulai beranjak kepada bagaimana fisik bayi nantinya saat lahir. Apakah lengkap semua bagian tubuhnya, dan lain sebagainya. Jika Anda sudah mempersiapkan kehamilan dengan matang, dan melakukan hal positif lain yang membangun energi baik bagi ibu maupun bayi, hentikan kekhawatiran ini dengan menerima dan berserah. Karena cacat fisik misalnya, juga muncul karena sifatnya genetik yang tidak bisa dihindari. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, karena faktor genetik sangat mungkin mempengaruhi.
Konseling psikologis Kondisi psikis bisa diatasi bersama suami maupun keluarga besar. Namun jika Anda merasa sudah sangat terganggu dengan berbagai gangguan emosional, lalu sudah tak tahu lagi bagaimana mengelola konflik, tak ada salahnya Anda mulai mencari bantuan psikolog. Konseling psikologis juga wajar dilakukan ibu hamil untuk membantu mengatasi stres pada masa kehamilan.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:41 am; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Wanita Wed Jan 27, 2010 6:55 pm | |
| 8 PANDUAN POLA MAKAN IBU HAMIL Jumat, 16/7/2010 | 09:31 WIB KOMPAS.com — Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah pola makan, dan tentunya istirahat yang cukup. Sebab, apa yang Anda konsumsi memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Sebagai contoh, satu hal yang mungkin sudah sering Anda dengar, yaitu pentingnya mengonsumsi asam folat. Folat, baik yang terdapat dalam sumber makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan, susu untuk ibu hamil, maupun dalam bentuk suplemen, perlu dikonsumsi, bahkan sejak Anda merencanakan kehamilan. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan cacat bawaan pada bayi.
Untuk mengingatkan kembali apa yang perlu Anda konsumsi, simak 8 panduan berikut:
1. Gabungan energi: zat besi + vitamin C Selama masa kehamilannya, kebutuhannya akan zat besi hampir dua kali lipat. Untuk mendapatkan lebih banyak manfaat zat besi dari sayuran, seperti buncis, artichoke, dan kacang merah, kombinasikan dengan makanan-makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah-buahan sitrusg, brokoli, paprika, maupun stroberi. Hal ini disebabkan zat besi yang berasal dari tumbuhan tidak diserap seefektif kandungan zat besi dari daging merah, ikan, dan daging unggas. Nah, vitamin C-lah yang berfungsi menyerap mineral ini. Salah satu resep yang dapat dicoba: sereal yang diperkaya dengan zat besi dengan topping stroberi.
2. Maksimalkan penyerapan zat besi Beberapa makanan, termasuk teh, kuning telur, susu, dan kedelai, mengandung senyawa-senyawa yang membatasi penyerapan zat besi. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, hindari mengonsumsi makanan tersebut bersamaan dengan makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, maupun ikan. Ibu hamil khususnya membutuhkan lebih banyak zat besi (dari 18 mg menjadi 27 mg per hari) karena bayi di dalam kandungan juga membutuhkannya.
3. Mengonsumsi asam folat Perempuan yang sedang hamil, dan khususnya yang sedang merencanakan kehamilan, membutuhkan 400 mikrogram asam folat dari suplemen dan makanan yang diperkaya dengan folat sebagai tambahan, seperti sayuran hijau, jeruk, dan gandum utuh. Asam folat adalah vitamin B yang bermanfaat untuk menurunkan risiko cacat tabung saraf (neural tube defects). Perlu diketahui bahwa sebagian besar multivitamin mengandung asam folat, tetapi tidak semua multivitamin tersebut dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, atau yang sedang merencanakan kehamilan. Cek dulu informasi nutrisi pada label kemasan ketika Anda memilih salah satunya.
4. Mempertahankan kadar cairan dalam tubuh Kekurangan cairan dapat membuat Anda merasa lelah dan lemah. Jadi, pastikan Anda cukup minum. Pada ibu hamil, volume darah meningkat secara signifikan sehingga butuh banyak cairan untuk mempertahankannya. Banyak minum air juga dapat membantu pencernaan dan mengurangi sembelit. Cobalah untuk minum air setiap kali Anda makan dan di sela-sela kegiatan Anda. Anda juga bisa minum jus atau susu sesekali untuk menambah beberapa nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh.
5. Mengatasi sembelit Salah satu penyakit ibu hamil adalah sembelit. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan dapat memperlambat pencernaan. Untuk membantu meringankan sembelit, Anda dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat tinggi, seperti sayuran, kacang, gandum utuh, dan sereal bekatul. Selain itu, jangan bosan minum air putih (antara 8 hingga 10 gelas dalam sehari).
6. Jangan lupa asupan kalsium Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Saat Anda hamil, kalsium di dalam tubuh Anda akan diserap oleh janin, terutama bila ia tidak mendapatkannya dari makanan. Anda bisa memilih susu berkalsium tinggi yang non-fat atau low-fat. Yoghurt, keju, butter, dan es krim juga bisa jadi sumber kalsium yang baik.
Selain dari segi pola makan, Anda juga perlu memerhatikan cara Anda menyimpan dan memperlakukan peralatan makan.
7. Suhu aman untuk menyimpan makanan Riset terbaru menunjukkan bahwa risiko listeriosis—penyakit bawaan makanan yang dapat membahayakan wanita hamil dan janin—akan berkurang banyak ketika makanan didinginkan dalam suhu yang aman. Suhu di dalam lemari pendingin sebaiknya tidak lebih dari 4 derajat celsius. Hanya gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhu yang aman.
8. Menjaga kebersihan tangan dan peralatan memasak Untuk mengurangi risiko bawaan pada makanan (yang menjadi lebih berbahaya ketika Anda sedang hamil), cuci buah-buahan dan sayuran segar sebelum Anda mengonsumsinya. Pastikan daging dimasak dalam suhu yang tepat, terutama bersihkan juga tangan Anda berikut peralatan memasak, entah itu pisau, panci, atau talenan, yang sudah terpapar daging mentah.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 29, 2010 5:44 am; edited 7 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |