|
| | Kesehatan Tulang dan Otot | |
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Sat Nov 12, 2011 5:20 pm | |
| LATIHAN SEDERHANA ATASI NYERI PINGGANG Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 12 November 2011 | 09:06 WIB KOMPAS.com — Nyeri pada pinggang (low back pain) adalah sindroma klinis yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan tidak nyaman di daerah tulang punggung bagian bawah. Hampir setiap orang pernah mengalami kondisi seperti ini. Penyebabnya bisa karena beragam alasan, mulai dari otot tegang hingga cedera. Berikut adalah beberapa latihan dan gerakan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu Anda mengatasi masalah nyeri punggung bagian bawah.
- Hindari posisi atau kegiatan yang meningkatkan atau menyebabkan nyeri punggung. Gunakan kompres es bila diperlukan dan gunakan obat pereda rasa sakit jika Anda benar-benar sudah tidak dapat lagi menahan rasa nyeri. Kebanyakan masalah nyeri punggung bawah akan berangsur membaik bila Anda tetap aktif.
- Anda dapat memilih untuk latihan penguatan sederhana pada bagian perut, punggung, dan kaki, yang diikuti beberapa latihan peregangan. Latihan tidak hanya membantu Anda pulih lebih cepat, juga mencegah kembali cedera pada punggung Anda.
- Ingat bahwa Anda harus terus aktif setelah sembuh dari sakit punggung dan secara bertahap meningkatkan level aktivitas Anda. Sedikit aktivitas akan menyebabkan hilangnya fleksibilitas, kekuatan, dan daya tahan sehingga akhirnya berdampak pada kekambuhan.
- Hindari tidur dengan posisi tengkurap. Ketika posisi Anda tengkurap, perut akan menjorok ke bawah, membentuk lengkungan pada punggung, meningkatkan kurva lumbal, sehingga memberikan rasa nyeri. Tidur telentang akan membuat Anda merasa nyaman. Para ahli menyarankan tidur miring dengan posisi kaki ditekuk pada bagian lutut. Posisi ini dimaksudkan untuk meminimalkan stres tulang punggung.
- Perhatikan bagaimana Anda duduk dan berdiri Postur tubuh yang buruk sering menjadi penyebab utama terjadinya nyeri punggung bawah. Jangan membungkuk saat Anda duduk dan berdiri.
Last edited by gitahafas on Mon Jan 16, 2012 8:52 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Mon Nov 28, 2011 2:31 pm | |
| 3 LATIHAN PENTING MENJAGA SENDI LUTUT Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 28 November 2011 | 11:50 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Menginjak usia 30 tahun, setiap orang secara alamiah akan mengalami apa yang disebut penurunan hormon dan massa otot. Kondisi tersebut umumnya secara tidak langsung dapat memengaruhi berkurangnya stabilisasi sendi pada lutut. Masalah gangguan sendi memang rentan dialami oleh hampir semua orang seiring dengan bertambahnya usia. Baik pria maupun wanita mempunyai risiko yang sama untuk mengalami hal ini. Menurut praktisi kesehatan yang juga coorporate health trainer dr. Phaidon Lumban Toruan, penurunan hormon khususnya hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) akan berdampak pada terganggunya fungsi kerja dari otot-otot paha depan, belakang dan betis. "Karena yang menjaga stabilisasi sendi di lutut itu otot. Kalau masa otot berkurang, stabilisasinya berkurang. Ketika stabilisasi berkurang, beban di sendi lutut menjadi sangat banyak," ungkap Phaidon dalam workshop Anti Aging Lifestyle, Minggu, (27/11/2011), di Jakarta.
Penurunan hormon pertumbuhan juga memengaruhi kemampuan sendi melakukan pemulihan (recovery). Pasalnya, lanjut Phaidon, yang bertugas untuk melakukan regenerasi adalah insulin like growth factors (IGF's) - yang merupakan hasil stimulasi dari GH. Phaidon menuturkan, penuaan merupakan sesuatu yang lazim dan akan dihadapi semua orang. Tetapi permasalahannya, kebanyakan orang tidak tahu bahwa sendi harus dipelihara dan sendi juga bisa mengalami penuaan. Kerusakan pada sendi, meski jarang menimbulkan kematian, namun penderitanya akan mengalami gangguan kebebasan, kesehatan dan kebugaran seumur hidup.
"Masalah sendi lebih dari sekedar olahraga. Karena olahraga justru bisa membebani sendi. Kalau orang olahraga tidak pada tempatnya dan tidak tahu bagaimana aturan mainnya, malahan sendinya akan tambah bermasalah," ungkapnya. Lantas apa yang harus dilakukan? Pertama kali adalah dengan mengubah mind set. Untuk mempunyai badan yang sehat, maka harus mau menjalankan hidup sehat. Hidup sehat dimulai dari pikiran sehat, setelah itu belajar berperilaku sehat dan mencari tahu informasi yang tepat dan benar. Phaidon menambahkan, informasi yang tepat dan benar soal sendi adalah bagaimana seseorang mampu untuk melatih otot-otot yang menopang sendi. "Cara latihannya bisa dengan squat dan hamstring supaya masa otot tetap terpelihara sama ketika kita masih muda. Dengan demikian kekuatan sendi lututnya terpelihara," bebernya. Berikut ini adalah 3 (tiga) jenis latihan mudah dan sederhana untuk menjaga dan merawat agar sendi pada lutut agar tetap dalam kondisi sehat :
1. Squat Squat (jongkok-berdiri) adalah salah satu jenis latihan kekuatan yang mengasah otot-otot terutama pada paha, pinggul dan bokong, paha belakang, serta memperkuat tulang. Gerakan squat, menurut Phaidon, adalah jenis latihan yang melibatkan paling banyak otot dalam pelaksanaannya, dan memicu pengeluaran hormon pertumbuhan terbanyak dibandingkan latihan beban lainnya. Sehingga dianjurkan untuk melakukan latihan ini dengan rutin jika ingin menambah masa otot tubuh.
2. Leg curl Gerakan Leg Curl merupakan latihan isolasi untuk melatih otot paha belakang (hamstring). Latihan ini dapat bervariasi antara posisi telungkup atau berbaring maupun dengan cara berdiri.
3. Calves raise Ini merupakan gerakan untuk melatih otot betis. Untuk melakukannya, Anda cukup berdiri dengan kaki dibuka selebar pinggul. Jika butuh penyeimbang, gunakan kursi atau bersandar pada tembok. Secara perlahan jinjit pada ujung kaki sambil mempertahankan torso dan kaki tetap lurus. Tahan dan turunkan kembali. Lakukan terus secara berulang Suplemen alami Selain ketiga gerakan di atas, Phaidon menambahkan, untuk membantu pembentukan sel-sel sendi yang sehat dapat pula didukung dengan konsumsi suplemen yang berasal dari Omega 3 dan vitamin C. "Kalau pun harus pakai suplemen dianjurkan mengonsumsi natural suplement (yang dibuat secara alami) bukan yang sintetis," sarannya. Hingga saat ini, belum ada obat ataupun tindakan yang dapat menyembuhan radang pada sendi lutut. Pengobatan radang sendi saat ini hanya ditujukan untuk mengurangi rasa sakit, mengembalikan fungsi sendi dan mencegah atau menunda terjadinya penyakit degeneratif pada sendi atau osteoartritis (OA).
Last edited by gitahafas on Sat Dec 10, 2011 10:46 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Sat Dec 10, 2011 10:45 am | |
| YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH DIKONSUMSI PENDERITA ASAM URAT Selasa, 29/11/2011 11:33 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Asam urat adalah kondisi yang bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Untuk itu ketahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam urat. Asam urat disebabkan oleh endapan kristal urat pada sendi, karena urat ini membantu memecah senyawa menjadi purin. Orang dengan asam urat cenderung menghasilkan asam urat dalam jumlah melebihi normal karena tidak bisa mengekskresi asam urat dengan baik sehingga kadar dalam darahnya meningkat. Umumnya laki-laki lebih rentan mengembangkan asam urat dibanding dengan perempuan, tapi jika sudah mencapai menopause maka terjadi peningkatan risiko terhadap asam urat. Serangan asam urat yang dialami oleh seseorang biasanya dipicu oleh berbagai faktor meliputi:
- Kelebihan berat badan - Kelaparan atau mengonsumsi makanan yang sangat rendah energi, karena ketika protein tubuh dipecah akibat kelaparan atau asupan energi yang rendah maka kadar asam urat akan meningkat secara drastis - Penyakit ginjal - Penyakit yang bisa meningkatkan produksi asam urat sepertri leukemia atau psoriasis - Beberapa obat tertentu yang bisa mengurangi ekskresi asam urat seperti diuretik thiazide.
Berbagai hal bisa dilakukan untuk mengurangi risiko serangan asam urat seperti mengurangi berat badan, menghindari alkohol, tidak berlebihan konsumsi teh atau kopi, konsumsi karbohidrat relatif tinggi (roti, nasi dan pasta), moderat dalam protein dan rendah lemak serta mengonsumsi air putih yang cukup. Satu hal yang penting adalah menghindari makanan yang mengandung kadar purin tinggi karena biasanya mengandung 100-1.000 mg nitrogen purin dalam 100 gram nya, seperti dikutip dari Health24, Selasa (29/11/2011) yaitu:
- Hati - Ginjal - Roti manis - Sarden - Ikan teri - Telur ikan - Eksrak daging - Otak - Jantung
Sedangkan makanan yang sebaiknya dibatasi biasanya mengandung 9-100 mg nitrogen purin per 100 mg makanan, seperti 1 porsi daging, 90 gram ikan atau unggas, satu porsi sayuran. Dan makanan yang diperbolehkan per hari tergantung dari kondisi pasien seperti asparagus, kacang kering, lentil, jamur, kacang polong dan bayam. Untuk makanan yang mengandung kadar purin rendah biasanya dapat dikonsumsi sehari-hari dan jumlah purinnya dapat diabaikan, seperti:
- Roti putih - Sereal - Keju - Cokelat - Telur - Buah - Makanan penutup yang mengandung gelatin - Es krim - Susu - Mie - Minyak zaitun - Pasta - Puding - Beras - Sayuran (kecuali yang sudah disebutkan sebelumnya)
Last edited by gitahafas on Mon Jan 16, 2012 8:51 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Sat Jan 14, 2012 10:49 am | |
| TAK PERLU OPERASI LUTUT KELUAR NEGERI, DOKTER RI JUGA AHLI Jumat, 13/01/2012 15:06 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Saat ini masyarakat sering menganggap dokter dari luar lebih ahli sehingga memilih berobat ke luar negeri. Padahal untuk operasi lutut dan panggul tak perlu ke luar negeri, karena dokter disini juga punya kemampuan yang sama bahkan lebih maju. "Di Indonesia misalnya di Asean kita tergolong maju, teknologi apa yang kita tidak punya? teknologi dengan robot kita ada, cuman kita tidak boleh mempromosikan di dalam negeri sementara negara tetangga boleh," ujar Dr Nicolaas C Budhiparama, SpOT, Ketua Asosiasi Ahli Bedah Lutut dan Panggul Indonesia disela-sela acara 2nd Annual Scientific Meeting of The Indonesia Hip and Knee Soiety (IHKS) di HOtel Gran Melia, Jakarta, JUmat (13/1/2012). Dr Nicolaas menuturkan untuk teknik computer assistent surgery disini sudah mulai sejak tahun 2004-2005, lalu ada juga teknik Double Bundle Reconstruction untuk sport yang dilakukan dr Andre Pontoh, SpOT dilakukan sejak tahun 2006.
"Teknik itu salah satu yang perdana di Asia, tapi banyak yang tidak tahu mengenai kemajuan ini," ujar dokter yang mengambil pendidikan bedah ortopedi di University Hospital, Leiden, Belanda. Dr Nicolaas menjelaskan selama ini operasi yang dilakukan di luar negeri belum tentu semuanya berhasil karena ada juga yang gagal dan mengalami komplikasi, tapi pemerintahnya melindungi hal tersebut agar tidak muncul ke luar. "Banyak masyarakat yang seolah-olah tidak boleh tahu mengenai kemajuan dari dokter yang ada di Indonesia, padahal negara tetangga belum tentu levelnya di atas kita," ujar dr Nicolaas yang menjadi kepala Departemen bedah ortopedi di RS Medistra, Jakarta.
"Saat ini ada 490 dokter bedah tulang tapi yang khusus hip and knee tidak sampai 10 persennya, itu masih kurang. Untuk itu kita ingin mengedukasi anggota sehingga kalau pengetahuannya baik maka mereka bisa melayani pasien dengan baik," ujar dr Andre Pontoh, SpOT. Selain itu masyarakat cenderung belum peduli, masih kurangnya pengetahuan serta adanya kesalahan persepsi di masyarakat yang membuat sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit sudah dalam tahap lanjut. Untuk di Indonesia paling banyak penyebab cedera ini disebabkan oleh trauma seperti kecelakaan, gangguan pada sendi panggul serta urat atau ligamen yang putus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh olahraga atau proses degeneratif. Degeneratif pada umumnya karena usia, ada juga yang sekitar 15 persen disebabkan oleh bekas kecelakaan dulu (sekunder). Misalnya dulu pernah kecelakaan terus patahnya atau sambungannya tidak rata.
Last edited by gitahafas on Mon Jan 16, 2012 8:43 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Sat Jan 14, 2012 10:49 am | |
| INI BEDANYA OSTEOPOROSIS DARI PERKAPURAN Jumat, 13/01/2012 14:33 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Selama ini banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai kondisi osteoporosis (pengeroposan tulang) dan perkapuran (osteoartritis). Padahal kedua kondisi adalah 2 hal yang sangat berbeda. Apa saja bedanya? "Osteoporosis dan perkapuran adalah 2 hal yang sangat berbeda, seperti halnya sakit lever dan sakit ginjal, itu kan berbeda," ujar dr Andre Pontoh, SpOT disela-sela acara 2nd Annual Scientific Meeting of The Indonesia Hip and Knee Soiety (IHKS) di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (13/1/2012). dr Andre menuturkan perbedaan osteoporosis (pengeroposan tulang) dan perkapuran (osteoartritis):
1. Oteoporosis adalah pengeroposan tulang atau adanya kelainan pada tulang dan benar obatnya susu. Sedangkan perkapuran atau osteoatritis adalah kelainan pada sendi dan obatnya bukan susu.
2. Pasien osteoporosis tidak pernah akan mengeluh sakit, jadi kalau ia mengeluh sakit itu bukan osteoporosis kecuali ia mengalami patah tulang. Kalau tidak ada patah tulang maka ia tidak akan mengeluh.
3. Tapi kalau perkapuran maka ia akan selalu merasakan sakit karena sendi-sendi tersebut bergerak. Pengobatannya tidak semua harus dioperasi karena dilihat dulu tahapan-tahapannya bisa saja hanya dengan mengubah gaya hidupnya.
4. Perkapuran ini bisa dimulai sejak usia 20 tahun dan itu memang normal karena termasuk proses degenerasi, hanya masalahnya ada yang ringan hingga berat dan menimbulkan keluhan. Beberapa hal bisa memperberat perkapuran misalnya banyak naik turun tangga, sering memakai high heels untuk wanita atau sering squat jump.
5. Kondisi osteoporosis ini bisa dicegah dengan mengonsumsi susu sejak dini sehingga depositnya bagus atau dasarnya sudah kuat. Hal ini karena puncak deposit terjadi pada usia 5-35 tahun. "Jangan sudah nenek-nenek baru disuruh minum susu, ya mana bisa. Ada yang minum susu ini, nenek yang sudah tua bisa tegak lagi, itu tidak mungkin. Karenanya pencegahan yang paling penting," ujar Dr Nicolaas C Budhiparama, SpOT, Ketua Asosiasi Ahli Bedah Lutut dan Panggul Indonesia.
6. Pada perkapuran yang parah atau berat, ia bisa tidak dioperasi tapi harus mengubah gaya hidupnya misal dengan menggunakan sepatu yang pas, pakai sandal yang bantalannya empuk, menggunakan tongkat atau jika sudah tua menggunakan kursi roda ketika berjalan-jalan.
7. Perkapuran bisa dimulai sejak usia 20 tahun dan itu adalah hal yang normal karena termasuk proses degeneratif (penuaan), hanya masalahnya ada yang ringan hingga berat dan menimbulkan keluhan. Beberapa hal bisa memperberat perkapuran misalnya banyak naik turun tangga, sering memakai high heels untuk wanita atau sering squat jump.
8. Ada kondisi perkapuran tertentu yang membuatnya harus melakukan operasi misalnya operasi ganti sendi (Total Knee Arthroplasty). Rata-rata 1,5 bulan setelah operasi pasien bisa jalan seperti biasa asal program rehabilitasinya berjalan dengan baik dan sebelumnya ia harus pakai tongkat dan fisioterapi.
Last edited by gitahafas on Mon Jan 16, 2012 8:41 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Mon Jan 16, 2012 6:21 am | |
| BAGAIMANA MENCEGAH ASAM URAT? Asep Candra | Minggu, 15 Januari 2012 | 19:26 WIB KOMPAS.com - Mencegah dalam artian mencari cara agar kadar asam urat dalam tubuh tidak melonjak. Menjaga agar kadar asam urat tidak meningkat adalah bagian penting dari target jangka panjang mencegah asam urat berlebih. Karena asam urat sebenarnya ada secara alami di dalam tubuh, jumlahnya bisa meningkat karena ada faktor dari luar, misalnya makanan. Ada beberapa trik agar asam urat tidak melejit jumlahnya. Menurut situs Best Gout Remedies, caranya adalah sebagai berikut :
1. Menghindari makanan yang kaya urin Tukar dengan makanan rendah purin atau yang kadar purinnya sedang-sedang saja. Untuk jenis makanan dengan kadar purin masing-masing; silakan lihat penjelasan di bagian akhir.
2. Kurangi asupan minuman beralkohol Atau lebih baik dipangkas saja sekaligus. Minuman beralkohol, terutama bir, adalah jenis minuman dengan kadar purin tertinggi. Jika tidak dapat rneninggalkan alkohol, minumlah dengan porsi sedang, yaitu tidak lebih dari satu atau dua gelas wine sehari.
3. Minum banyak air Terutama minuman yang diionisasi atau yang mengandung mineral. Minumlah delapan hingga 12 gelas sehari. Kurangi konsumsi air alkalin dan jangan minum air berbaking soda, sebab mengandung banyak garam.
4. Minum susu dan jus jeruk Menurut beberapa riset, susu menurunkan kadar asam urat. Jika Anda potensial menderita asam urat, risikonya dapat diturunkan bila minum segelas susu setiap hari. Satu gelas susu dapat menurunkan asam urat hingga 0,25 mg/dL, Demikian pula dengan jus jeruk, walau kedigdayaannya sedikit di bawah susu.
5. Minum kopi Dalam beberapa penelitian, didapat hasil bahwa kopi dapat menurunkan risiko terkena asam urat. Kopi juga dapat sedikit menurunkan risiko terkena asam urat. untuk mereka yang telah terkena.
6. Santap ceri, seledri, stroberi Makan buahnya atau minum jusnya. Semuanya mengandung komponen yang mampu memerangi asam urat. Beberapa pasien melaporkan, nyeri karena asam urat langsung hilang karena ceri. Buah beri juga bisa membantu pencegahan. Empat besar buah beri yang disarankan adalah elderberi, stroberi, bluberi, dan bilberi. Semuanya dapat mencegah asam urat karena kaya antioksidan, berpurin rendah, dan tidak terlalu asam. Beri paling oke? Stroberi!
7. Multivitamin Minimal asup satu tablet multivitamin setiap hari. Pilih yang paling kuat dan mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, dan zinc, terutama untuk mereka yang telah berusia di atas 40 tahun.
8. Turunkan berat badan Jika Anda termasuk kelebihan berat, sebaiknya turunkan berat badan. Penurunan berat badan adalah tip paling penting dalam pencegahan asarn urat, meski yang paling sulit untuk dilakukan.
9. Minum vitamin C Asupan vitamin C sebanyak 500 mg setiap hari, menurut sebuah penelitian, terbukti dapat mencegah asam urat.
Makanan dan Kadar Purin - Tinggi : ikan hering, sardin, teri, hati (dari semua jenis hewan), kaldu, daging jeroan, ikan tuna, ikan trout, lobster dan keluarganya, udang, kerang, minuman beralkohol.
- Sedang : ikan (kecuali yang telah disebutkan di kategori tinggi), polong-polongan termasuk kacang-kacangan (kedelai, kacang pea), daging sapi, daging domba, daging babi, ayam, kalkun, jamur, bayam, asparagus, lentil.
- Rendah : telur (dan juga putih telur), buah-buahan (termasuk beri) susu, mentega, keju, yogurt, krim, es krim, kentang, produk biji-bijian (roti, krakers, pasta, mi, spageti, beras), kacang-kacangan dan biji-bijian, cake, biskuit, sereal, zaitun, cuka, minyak sayur, gula cokelat, acar dari sayuran, kimchi.
Penderita asam urat sebaiknya... - Memakai baju hangat jika cuaca sedang dingin - Memastikan tekanan darah dalam level normal - Menghindari dehidrasi - Menghindari perut kosong dalam waktu lama - Berolahraga tetapi hindari latihan berat
Last edited by gitahafas on Mon Jan 16, 2012 8:40 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Mon Jan 16, 2012 8:38 am | |
| REDAKAN SAKIT PUNGGUNG DENGAN 6 CARA INI Jumat, 23/12/2011 15:19 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Jakarta, Sakit punggung kadang dianggap sepele tapi ketika terkena ini efeknya bisa sangat mengganggu. Sakit punggung memang mempunyai beberapa penyebab yang dapat berbeda-beda pada masing-masing orang. Setidaknya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala sakit punggung. Berikut 6 cara yang dapat dilakukan untuk meredakan sakit punggung seperti dikutip dari FoxNewsHealth, Jumat (23/12/2011) antara lain:
1. Kompres dingin Kompres dingin dapat dicoba ketika sakit punggung pertama kali muncul. "Ketika otot punggung sakit, nyeri biasanya disebabkan oleh jaringan yang meradang. Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan," kata Dr Jason Highsmith, seorang ahli bedah saraf di Charleston, SC. Begitu merasa sakit, mengompres dingin beberapa kali sehari, selama 10 menit selama sekitar 3 hari dapat meredakan sakit punggung. "Kompres panas dapat membantu setelah 3 hari. Namun, menggunakan kompres panas terlalu cepat dapat memperburuk peradangan. Mengompres panas beberapa kali sehari, selama 15 menit selama 3 hari dpat meredakan sakit punggung," kata Dr Jeffrey Katz, seorang profesor kedokteran di Brigham and Women’s Hospital, Boston.
2. Obat pereda nyeri yang tersedia di pasaran Ketika kompres dingin atau panas tidak cukup, maka dapat mencoba mengonsumsi obat pereda nyeri yang tersedia di pasaran. Kedua jenis obat anti inflamasi (NSAID), seperti Advil dan acetaminophen (Tylenol) dapat menghambat jalur kimia dalam tubuh yang dapat menghasilkan rasa sakit. Sebaiknya mengonsumsi obat-obat NSAID bersama dengan makanan, karena obat tersebut dapat menyebabkan mual.
3. Krim topikal Krim topikal dapat digunakan ketika ingin mencari alternatif dari pil. Ketika dioleskan pada kulit, krim tersebut dapat menyebabkan ujung saraf untuk merasa baik panas atau dingin, sehingga menumpulkan rasa sakit. "Beberapa krim topikal dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan kemerahan. Cuci tangan setelah mengoleskan krim tersebut, dan jangan sampai krim tersebut mengenai daerah mata," kata Katz.
4. Latihan fisik ringan Ketika punggung terasa agak kaku, sebaiknya melakukan latihan fisik ringan. "Kegiatan seperti berjalan, bersepeda, dan olahraga air dapat memperbaiki hampir semua otot yang berhubungan dengan masalah dalam tubuh. Olahraga juga dapat merangsang endorfin, sehingga seseorang dapat merasa lebih baik. Hal tersebut dapat membantu mengurangi rasa sakit," kata Katz. Untuk mencegah kekakuan paling efektif adalah dengan melakukan latihan fisik ringan selama 30 menit selama 3 kali seminggu. Hasil sebuah studi menunjukkan bahwa, orang yang mengangkat beban selama 4 kali seminggu dapat mengalami penurunan sebanyak 42 persen pada nyeri punggung.
5. Kasur baru Ketika terbangun dengan sakit punggung, mungkin dapat merupakan tanda bahwa harus mengganti dengan kasur yang baru. Setelah 8 atau 9 tahun, kasur dapat mulai memberikan dukungan kurang, sehingga biasanya dapat menyebabkan nyeri punggung. "Orang yang menderita sakit punggung secara konstan, kondisinya sering membaik ketika telah mengganti dengan kasur yang baru," kata Todd Sinett. Berlawanan dengan kepercayaan populer, bahwa kasur yang lebih kaku tidak selalu lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kasur dengan kekakuan sedang adalah yang terbaik. Waspadalah terhadap kasur yang diiklankan sebagai rekomendasi dari ahli ortopedi atau dokter, karena hal tersebut belum tentu benar.
6. Perawatan chiropractic Perawatan chiropractic dapat dicoba ketika upaya lain untuk meredakan sakit punggung tidak bekerja. "Seorang praktisi kesehatan profesional dapat memberikan bantuan dari otot-otot yang mengalami peradangan kronis," kata Sinett. Tulang belakang yang sejajar dapat menyebabkan ketegangan otot. Terapi fisik dan terapi chiropractic dapat meningkatkan keselarasan tulang belakang. Perawatan tersebut dapat memanipulasi tulang belakang untuk meredakan ketegangan daerah pada otot. Berkonsultasilah dengan dokter mengena perawatan tersebut. "Setelah melakukan perawatan tersebut, seharusnya kondisi sakit punggung dapat mereda dalam waktu 6 minggu. Jika tidak, mungkin perlu dilakukan MRI, yang dapat menentukan apakah nyeri berasal dari sesuatu yang lebih serius, seperti herniated disk," kata Sinett. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Mon Jan 16, 2012 8:48 am | |
| FAKTA FAKTA TENTANG TULANG SEHAT YANG MENGEJUTKAN Rabu, 28/12/2011 08:31 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Jakarta, Banyak yang didiagnosa dengan penipisan tulang di usia tua. Tapi ada beberapa kejutan yang bersembunyi di dalam tulang dan kebiasaan di masa muda bahkan dapat mempengaruhi kondisi tulang di usia tua. Mungkin banyak orang yang tidak benar-benar mempertimbangkan tulang sebagai sumber daya yang membutuhkan perlindungan dan memeliharanya seumur hidup. Berikut 14 fakta tentang tulang sehat yang mengejutkan seperti dikutip dari Health, Rabu (28/12/2011) antara lain:
1. Tulang itu hidup Tulang mungkin tampak keras seperti batu, tetapi sebenarnya tulang itu hidup. Sekelompok sel yang disebut osteoblas, terus-menerus membuat tulang baru. Selain itu juga ada sekelompok sel yang disebut osteoklas, yang berfungsi menghancurkan tulang. Proses penghancuran dan pembuatan tulang baru disebut sebagai remodeling tulang. Hal tersebut merupakan alasan tulang beregenerasi setelah istirahat, tumbuh pesat selama muda. Saat usia tua pembentukan tulang baru tidak seimbang dengan penghancurannya, sehingga dapat terjadi penipisan tulang.
2. Menabung pembentukan tulang dari usia muda Bermain, olahraga, mengangkat beban, lari, dan hampir setiap kegiatan yang menggerakkan otot akan memicu tulang untuk meletakkan mineral lebih banyak, sehingga tulang menjadi lebih kuat dan lebih padat. Puncak kepadatan tulang sekitar usia 30 tahun dan kemudian mulai menurun. Sehingga usaha untuk menjaga kesehatan tulang harus dijaga sejak muda. "Bila memiliki tulang yang lebih padat sebelum tulang keropos, maka tidak akan mencapai tingkat kekurangan yang menyebabkan patah tulang," kata Felicia Cosman, MD, direktur klinis National Osteoporosis Foundation.
3. Penipisan tulang bisa terjadi pada usia muda Perempuan muda yang berhenti menstruasi akan memiliki proses meniru hormon menopause, yang menyebabkan hilangnya tulang. Anoreksia pada khususnya dapat membahayakan tulang dengan menghentikan menstruasi. "Jika perempuan tidak menstruasi, maka akan mengalami menopause pada usia sekitar 20 atau 30-an tahun bukan 50-an tahun," kata Dr. Cosman. Dan penurunan yang terkait dalam proses estrogen menyebabkan remodeling tulang untuk mempercepat dan menjadi seimbang.
4. Tulang adalah unit penyimpanan Jika tubuh membutuhkan kalsium karena misalnya menyusui, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang jika asupan kalsium kurang. Satu-satunya masalah adalah bahwa kadang-kadang zat beracun, seperti timah atau merkuri, dapat bersarang di tulang juga. "Tulang adalah sebuah tempat penyimpanan utama untuk kalsium dan fosfat, dan menyimpan zat-zat seperti logam berat dalam tingkat rendah untuk jangka waktu yang lama," jelas Dr. Cosman.
5. Alkohol buruk untuk tulang Terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan sakit hati, otak, dan bagian lain dari tubuh, dan alkohol juga dapat menjadi masalah besar bagi tulang. Peminum berat cenderung kehilangan kepadatan tulang, dan ketika kepadatan cukup rendah, itu disebut osteopenia. Hal tersebut merupakan kondisi yang lebih ringan daripada osteoporosis. Tetapi alkohol atau kebiasaan minum berat dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kekurangan kalsium dan penipisan tulang lebih parah yang dikenal sebagai osteoporosis. Merokok juga merupakan faktor risiko yang diketahui untuk osteoporosis.
6. Kelebihan berat dapat membantu tulang Kelebihan berat badan mungkin dapat membuat tulang kuat, meskipun hasil penelitian telah bertentangan. Sama seperti latihan dan menggerakkan otot dapat membangun tulang kuat, tubuh mungkin menanggapi kelebihan berat badan dengan meletakkan mineral tulang lebih untuk mendukung berat itu. Namun jika kelebihan berat badan terfokus dalam perut, maka dapat meningkatkan risiko penipisan tulang.
7. Lemak perut merugikan tulang Hasil penelitian menunjukkan bahwa, wanita premenopause yang memiliki kelebihan lemak di bagian tengah tubuh mereka berada pada peningkatan risiko untuk osteoporosis. Karena lemak perut berbeda dari lemak pada paha atau pantat. Lemak perut adalah lemak jahat dan sangat aktif secara metabolik. "Lemak perut dapat menghasilkan semua jenis hormon yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, dan hasil akhir dari peradangan adalah peningkatan pelarutan tulang," kata Dr. Cosman.
8. Obat untuk memperkuat tulang Ada banyak obat untuk memperkuat tulang yang tersedia di pasaran. Tetapi obat-obat tersebut belum tentu cocok untuk setiap orang. "Obat bisfosfonat (Fosamax, Boniva, Actonel, Reclast) dapat mengurangi patah tulang, tetapi obat-obat tersebut telah dikaitkan dalam kasus langka untuk patah tulang rahang dan masalah serius," kata Dr Cosman. Para ahli merekomendasikan penggunaan oobat untuk memperkuat tulang perlu dievaluasi setelah 3-5 tahun untuk memastikan apakah masih memerlukan obat.
9. Dokter gigi dapat mendiagnosa Keropos tulang bisa menyerang di mana saja di tubuh, termasuk tulang rahang. Jika tulang rahang kehilangan kepadatan, hasilnya mungkin gigi goyah atau hilang, gusi turun, atau sakit akibat gigi palsu yang tidak pas. Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, dokter gigi dapat memprediksi terjadinya osteoporosis dengan pemeriksaan penunjang sinar-X dan mengamati dengan masalah kesehatan yang terkait.
10. Makanan yang baik untuk tulang Makanan kaya kalsium sangat bagus untuk tulang. Dan meskipun susu merupakan sumber yang baik, tetapi bukan satu-satunya. Dr Cosman merekomendasikan yogurt dan keju, dan makanan yang kaya kalsium seperti almond dan sayuran hijau. Bahkan buah-buahan atau sayur tanpa kalsium dapat bermanfaat untuk tulang. "Buah-buahan dan sayuran dapat membantu asam buffer dalam tubuh, dan kandungan asam yang tinggi tidak baik untuk tulang," kata Dr Cosman.
11. Suplemen mungkin tidak terbaik Pil-pil telah dikaitkan dengan batu ginjal dan studi menunjukkan bahwa risiko serangan jantung lebih tinggi pada orang yang mengambil kalsium dibandingkan pada mereka yang tidak. Sebuah laporan Institute of Medicine tahun 2010 menyarankan bahwa, kebanyakan orang di Amerika Serikat mendapatkan cukup vitamin D dan kalsium dalam diet mereka tanpa suplemen.
12. Patah pinggul lebih mungkin dibandingkan dengan kanker tulang Meskipun kanker payudara dan kanker lainnya adikhawatirkan oleh banyak wanita, namun patah tulang karena osteoporosis juga harus menjadi perhatian utama. Bahkan, risiko seorang wanita untuk mengalami patah tulang pinggul yang disebabkan osteoporosis adalah sama dengan kanker payudara, ovarium, dan risiko kanker rahim gabungan. Pinggul patah paling umum terjadi pada orang dengan usia lebih dari 65 tahun. Patah tulang pinggul dapat menjadi peristiwa yang berpotensi mengubah hidup atau bahkan mengancam jiwa, dan mungkin memerlukan operasi dan waktu pemulihan yang lama. Beberapa tidak pernah sepenuhnya pulih dari patah pinggul dan harus menggunakan alat bantu jalan atau kursi roda.
13. Istirahat tidak memperkuat tulang "Ketika tulang istirahat, tidak akan menjadi lebih kuat dari sebelum mengalami trauma. Bahkan dengan patah tulang karena osteoporosis, tulang dapat sama kuat seperti sebelum istirahat setelah sembuh. Patah tulang ini umumnya dapat sembuh sama dengan baik," kata Dr Cosman.
14. Etnisitas mempengaruhi kekuatan tulang Sementara siapa pun dapat mengembangkan osteoporosis, risiko jauh lebih tinggi pada orang kulit putih atau Asia. Orang kulit hitam atau Hispanik, risiko untuk mengembangkan penipisan tulang lebih rendah secara keseluruhan. Sebuah survei menemukan bahwa, antara 13-18 persen dari wanita yang lebih tua dari 50 tahun di Amerika Serikat telah osteoporosis pada pinggul mereka, dan termasuk sekitar 20 persen dari perempuan kulit putih non-Hispanik, 5 persen dari perempuan kulit hitam non-Hispanik, dan 10 persen dari perempuan Meksiko-Amerika. Pria memiliki risiko lebih rendah untuk osteoporosis, tetapi risikonya masih lebih tinggi pada orang kulit putih dan Asia dibandingkan pada mereka dengan latar belakang etnis lainnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Mon Jan 16, 2012 8:50 am | |
| JANGAN LAKUKAN PEREGANGAN SEBELUM OLAHRAGA Lusia Kus Anna | Selasa, 27 Desember 2011 | 13:46 WIB Kompas.com — Melakukan peregangan adalah rutinitas wajib yang banyak dilakukan banyak orang. Padahal, teknik ini sebetulnya kurang tepat. Para pakar kebugaran kini yakin peregangan sebelum olahraga bukan hanya tidak efektif, tetapi juga bisa menyebabkan cedera. Peregangan ringan, seperti memutar pinggang atau menyentuh jari kaki, ternyata justru bisa menyebabkan otot-otot mengencang. Padahal yang kita perlukan untuk berolahraga adalah otot yang rileks. Para pakar menyebut peregangan semacam itu seperti memanjangkan karet sampai maksimal. Akibatnya, otot malah tertarik. "Selama ini kita melakukan peregangan statis pada saat yang tidak tepat," kata Kieran O'Sullivan, pakar olahraga dari University of Limerick, Irlandia, yang telah melakukan penelitian terhadap berbagai jenis peregangan dan dampaknya pada atlet.
Dia menjelaskan, jika kita melakukan peregangan sebelum olahraga, tubuh akan berpikir hal itu akan menimbulkan risiko tarikan yang berlebihan. Akibatnya, tubuh akan melakukan kompensasi dengan melakukan pemendekan dan menjadi lebih tegang. Ini berarti kita justru tidak bisa fleksibel dalam bergerak sehingga lebih rawan cedera. Peregangan memang membantu fleksibilitas, tetapi jika dilakukan tidak untuk olahraga, misalnya pada sore hari atau setelah olahraga. "Sama halnya seperti olahraga angkat beban agar otot kuat. Tentu Anda tak akan melakukannya sebelum olahraga," katanya.
Teori O'Sullivan itu diperkuat dengan beberapa penelitian ilmiah yang menyatakan pemanasan statis sebelum berolahraga justru menyebabkan tubuh menjadi lambat dan lemah. Karena itu, sebagai pengganti peregangan, para ahli merekomendasikan untuk melakukan pemanasan dengan cara lari santai selama beberapa menit atau melakukan beberapa kali tendangan sebelum bermain bola, atau melakukan servis sebelum main tenis.Pemanasan ringan itu akan membantu meningkatkan detak jantung dan aliran darah ke otot sehingga temperatur tubuh menghangat. Dengan cara ini, kita bisa mencapai gerakan maksimal tetapi dengan cara terkontrol. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Tue Jan 17, 2012 5:50 am | |
| CEGAH CEDERA OLAHRAGA PADA LUTUT DAN PANGGUL Senin, 16 Januari 2012 | 10:43 Suara Pembaruan [JAKARTA] Olahraga kini makin digemari dan telah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang, namun kebanyakan dari mereka tidak sadar bahwa aktivitas tersebut bisa menyebabkan cedera. Futsal adalah salah satu jenis olahraga yang dilaporkan paling banyak mengalami cedera pada lutut maupun panggul karena penderitanya tidak tahu bagaimana cara mencegahnya. Ahli bedah tulang dan panggul, dr Andre Pontoh, mengatakan, cedera karena olah raga biasanya terjadi karena penderitanya tidak melakukan pemanasan atau melatih otot dengan baik sebelum berolahraga. Karena setiap kaki memiliki bentuk yang berbeda, maka sebaiknya sebelum berolahraga konsultasikan dulu gerakan yang tepat kepada ahlinya. Cedera karena olah raga tidak sampai membuat lumpuh, tetapi sangat menganggu aktivitas sehari-hari, sehingga membuat produktivitas penderitanya menurun .
Parahnya sebagian besar dari penderita datang berobat ke spesialis sudah pada stadium lanjut, karena rasa sakit yang diabaikan atau ketidaktahuan mereka menggunakan obat urut sendiri maupun dukun. “Kebanyakan dari penderita ketika datang ke spesialis sudah terjadi komplikasi, seperti putus urat atau ligamen, kerusakan bantalan sendi atau meniskus dan gangguan tulang rawan. Ini masalah berat yang seharusnya mendapatkan penanganan khusus dari ahlinya, misalnya bisa dengan cara penggantian sendi,” kata dr Andre pada acara pertemuan tahunan ke-2 The Indonesian Hip and Knee Society (IHKS) atau Asosiasi Ahli Bedah Lutut dan Panggul Indonesia di Jakarta, belum lama ini. Ia mengatakan, komplikasi bisa terjadi karena kekurangtahuan penderita tentang pertolongan pertama pada awal cedera. Ada yang mengabaikan rasa sakit selama berhari-hari, dan bahkan ada yang kembali berolahraga ketika sakitnya berkurang, padahal hilangnya rasa sakit bukan berarti tidak cedera. Adapula yang hanya menggunakan obat urut atau konsumsi obat penghilang rasa sakit, kemudian merasa sudah membaik. Menggunakan obat urut, mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit dan memilih terapi alternatif tidak dilarang, tetapi ada baiknya disertai dengan diagnosa yang benar.
Apabila sudah cedera, asal terapi tanpa mengetahui jenis gangguannya sangat tidak dianjurkan dr Andre. Menurutnya, sebaiknya perlu didiagnosa terlebih dahulu untuk mengetahui jenis gangguan guna menetapkan jenis terapi yang tepat. “Jangan sampai tidak mengetahui jenis gangguannya tetapi langsung melakukan terapi. Jangan jadi dokter sendiri, karena terapi hanya benar kalau diagnosis juga benar. Sedangkan konsumsi obat obatan penghilang rasa nyeri juga boleh saja, tetapi kalau tambah jelek kondisinya segera bawa ke dokter ortopedik yang memang khusus menangani masalah itu,” kata dokter yang berpraktek di RSPU Fatmawati dan RS Pondok Indah ini menambahkan.
Upaya sederhana yang bisa dilakukan ketika mengalami cedera sendi saat olahraga, di antaranya adalah dengan mengompres bagian yang sakit atau cedera, dibebat agar tidak bengkak, istirahat yang cukup. Jangan kembali berolahraga dalam waktu dekat setelah merasa enak, karena itu akan menyebabkan kondisi makin parah tanpa disadari. Saat tidur usahakan kaki berada pada posisi lebih tinggi dari badan, untuk mencegah bengkak dan rasa sakit yang semakin bertambah ketika bangun tidur. Untuk mencegah komplikasi, sebaiknya merujuk ke dokter ahli apabila dalam beberapa hari kondisi tidak membaik. Penderita diabetes sangat rentan terhadap masalah sendi, karena itu dianjurkan menghindari olah raga yang high impact seperti futsal. Olah raga yang low impact, seperti bersepeda dan renang sangat dianjurkan bagi penderita diabetes.
Selain karena olah raga dan kecelakaan, masalah lutut dan panggul di Indonesia juga terjadi karena faktor degeneratif atau usia yang erat kaitannya juga dengan osteoporosis maupun perkapuran tulang. Agar tidak salah pemahaman, osteoporosis dan perkapuran adalah dua masalah yang berbeda. Osteoporosis adalah proses pengeroposan tulang karena faktor hormon, karenanya kondisi ini umumnya terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Osteoporosis tidak menyebabkan rasa sakit, dan hanya bisa dioperasi jika sampai terjadi patah tulang. Maka, mencegah osteoporosis dengan cara konsumsi susu untuk meningkatkan kalsium di dalam tulang sebenarnya sudah harus dimulai sejak usia balita hingga dewasa. Konsumsi susu untuk menambah kalsium di usia kakek nenek sebetulnya tidak efektif lagi. Sedangkan perkapuran adalah kelainan pada sendi, yang selalu ditandai dengan rasa sakit.
Inilah yang paling membedakan antara osteoporis dan perkapuran. Perkapuran bahkan sudah dialami sejak usia 20 tahun, dan akan semakin parah jika aktivitas kaki lebih berat, seperti push up yang berlebihan atau menggunakan high heels terus menerus. Walaupun operasi dilakukan untuk mengoptimalkan pasien perkapuran berat, sebetulnya operasi bukanlah satu-satunya cara untuk sembuh. Tanpa operasi pasien bisa hidup dalam jangka lama hanya dengan mengubah pola hidup. Bagi yang sudah berumur, minimalkan aktivitas jalan-jalan ke mal tanpa kursi roda. “Jika kambuhnya sudah tidak merata, tidak bisa jalan, maka di sinilah memerlukan pergantian sendi lutut atau panggul,” katanya. Sementara itu, Ketua IHKS, dr Nicolaas Budhiparama, mengatakan, IHKS merupakan tempat berkumpulnya para ahli lutut dan panggul, dengan misi antara lain , memberikan pendidikan, riset dan praktek bagin para ahli bedah ortopedik dengan kekhususan di bidang panggul maupun lutut.
Disamping itu, memperbaiki para ahli ortopedik Indonesia untuk menjadi satu asosiasi yan berkontribusi pada skala nasional maupun internasional. Salah satunya dengan menggelar pertemuan tahunan ini, yang dihadiri oleh 430 peserta terdiri dari spesialis ortopedik dan residen, serta para pembicara dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, soal panggul dan lutut Indonesia paling tertinggal dari negara lain. Banyak pasien Indonesia lebih memilih berobat ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia, padahal dari segi sumber daya manusia dan kecanggihan teknologi kesehatan dalam negeri tidak kalah dengan negara lain. Ini dikarenakan masyarakat Indonesia sendiri tidak mengenal produk dalam negeri karena kebijakan pemerintah sejauh ini belum berpihak masalah ini, di antaranya melarang promosi di bidang kesehatan, sementara barang luar negeri dibiarkan promosi besar-besaran melalui media massa di Tanah Air. [D-13] |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Wed Jan 18, 2012 7:53 pm | |
| SI ASAM URAT YANG MENGGANGGU Rabu, 18/01/2012 10:57 WIB Fendie K Syailawan - detikHealth Jakarta, Penyakit asam urat disebut juga Arthritis Gout atau penyakit Gout. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit radang sendi metabolik yang lebih sering menyerang pada usia paruh baya, pria tua dan wanita pasca menopause. Seringkali orang salah kaprah tentang perbedaan kadar asam urat dengan penyakit Gout. Kadar asam urat yang tinggi belum tentu berkembang menjadi penyakit Gout. Proses terjadinya penyakit ini diawali terjadinya penumpukan asam urat di dalam darah yang disebabkan oleh produksi berlebih atau kurangnya pengeluaran asam urat lewat air seni. Jika asam urat dibiarkan terlalu lama di dalam darah, bisa menyebabkan peradangan di sendi-sendi yang dipicu oleh sel darah putih, enzim lisozim dan zat-zat peradangan lainnya. Hal inilah yang menjadi cikal bakal terjadinya penyakit Gout. Jadi asam urat sendiri belum tentu menyebabkan radang sendi atau penyakit Gout. Gejala penyakit ini bisa bermacam-macam seperti nyeri dan peradangan sendi terutama sendi jempol kaki. Serangan akut biasanya terjadi di malam hari yang disertai bengkak, panas dan nyeri dan biasanya akan hilang sendiri dalam 3-10 hari serta kadang-kadang bisa kambuh. Penyakit ini bisa dipicu oleh konsumsi makanan tinggi purin yang berlebih, trauma, pasca pembedahan, konsumsi alcohol berlebih, stroke dan penyakit jantung koroner. Bila sudah menjadi kronis, akan terjadi radang cairan sendi dan bisa menimbulkan komplikasi menjadi penyakit ginjal yang kronis.
Untuk memastikan diagnosis penyakit ini sebenarnya memerlukan analisis cairan sendi, tetapi karena tindakan ini kadang-kadang beresiko dan sulit maka dengan gejala klinis yang mendukung saja, dokter sering sudah memastikan diagnosis penyakit ini. Hasil pemeriksaan kadar asam urat serum atau darah yang normal tidak menyingkirkan penyakit Gout ini. Pemeriksaan sinar x pada sendi yang terkena kadang-kadang menunjukkan perubahan-perubahan yang signifikan. Untuk pengobatan penyakit ini hanyalah bersifat sementara dan hanya berdasarkan gejala yang timbul. Karena hanya 5 persen pasien yang kadar asam urat darahnya tinggi yang berkembang menjadi penyakit Gout. Pengobatan bagi orang yang kadar asam urat darahnya tinggi tapi tidak bergejala adalah sangat tidak dianjurkan. Obat anti nyeri golongan non Steroid bisa membantu meringankan gejala penyakit ini. Tidak semua asam urat tinggi harus segera diturunkan. Indikasi kadar asam urat di dalam darah harus diturunkan adalah jika terjadi serangan yang berulang, banyak sendi yang terkena ataupun terdapat batu ginjal.
Penulis dr. Fendie K Syailawan Dokter Umum di Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Wed Jan 25, 2012 6:21 am | |
| WASPADAI CEDERA SAAT FUTSAL Wednesday, 25 January 2012 Seputar Indonesia Cedera saat bermain futsal terkadang dianggap remeh. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, cedera bisa berakibat fatal. Bagaimana mencegah cedera saat berebut bola di lapangan mini ini? Minimnya lapangan sepak bola membuat futsal dipilih sebagai alternatifnya. Dengan luas lapangan yang lebih kecil, futsal kian diminati saja. sejak awal 2000-an futsal menjadi salah satu olahraga favorit di Tanah Air. Bermain bola dengan hanya lima pemain itu tidak hanya digemari oleh kaum pria, tetapi juga para wanita. Terbukti, arena futsal yang tak pernah sepi sejak sore hingga malam hari. Tidak hanya membuat sehat, olahraga ini sudah menjadi semacam gaya hidup,sebagai ajang kumpul dan bergaul. Asyiknya bermain futsal membuat Suroso ketagihan. Pria berusia 36 tahun ini selalu menyempatkan bermain futsal setiap Kamis malam bersama teman-teman kerjanya. Sudah satu tahun, pegawai salah satu bank pemerintah ini rutin bermain futsal. Sebelum bermain futsal, Suroso selalu mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu.Suroso paham betul jika futsal juga memiliki risiko cedera, selayaknya sepak bola. Dia biasanya melakukan pemanasan dengan lari-lari kecil mengelilingi lapangan dan peregangan otot selama kurang lebih 10 menit. Suroso juga melapisi kakinya dengan kaus kaki khusus bagian engkel untuk mencegah cedera.
Meski mengaku belum pernah mengalami cedera berat, pria berkulit hitam itu sering mengalami kram usai kecapekan main bola.“Kalau lupa pemanasan, biasanya kaki suka kram. Yang penting hati-hati saja mainnya, jangan pakai otot,” ujar Suroso ketika ditemui di Taman Menteng,Jakarta Pusat. Di balik keasyikan berebut bola, futsal juga memiliki risiko cedera.”Saya paling banyak menerima pasien cedera akibat futsal. Kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana untuk mencegah cedera,”kata dr Ludwig Andre Pontoh,SpOT, Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi, Konsultan Bedah Lutut dari RS Pondok Indah dalam acara pertemuan tahunan ke-2 The Indonesia Hip and Knee Society (IHKS) di Gran Melia Hotel,Jakarta. Sayang, pasien cedera karena bermain futsal selalu datang ke dokter dengan kondisi yang sudah parah.
Mereka mengobati sendiri rasa sakitnya dengan menggunakan obat oles atau diurut oleh dukun patah tulang.Padahal, jika tidak tertangani dengan baik,cedera bisa menyebabkan komplikasi yang butuh prosedur operasi. “Paling banyak cedera karena kurangnya pemanasan atau tidak melatih otot dengan baik, karena futsal termasuk olahraga high impact,” tuturnya. Salah satu cedera yang biasa terjadi, ungkap Andre, adalah putusnya bagian ligamen,yaitu jaringan ikat yang mengikat tulang persendian. Cedera ligamen terjadi pada keadaan ketika sedang lari mendadak lalu berhenti kemudian berputar arah sehingga menyebabkan lutut terpuntir atau lompat dan mendarat dengan posisi lutut terpuntir. Ada juga cedera pada bagian meniscus, yaitu bantalan sendi lutut berbentuk seperti cincin dan berfungsi sebagai penahan benturan. Biasanya berupa cedera saat lutut terpuntir mendadak.
Gejala yang timbul sering dianggap sebagai “keseleo” biasa. Futsal juga dapat menyebabkan cedera tulang rawan, yaitu jaringan penghubung yang bertindak sebagai struktur penyerap guncangan dan menyediakan permukaan mulus pada sendi lutut. Penanganan pertama ketika mengalami cedera sendi saat bermain futsal adalah dengan mengompres bagian yang sakit dengan batu es, bukan air hangat. Lalu dibebat agar tidak menimbulkan bengkak.Sebaiknya istirahat yang cukup, jangan kembali berolahraga dalamwaktu dekat setelah merasa enak karena akan menyebabkan kondisi semakin parah tanpa disadari. Saat duduk atau tidur usahakan kaki berada pada posisi lebih tinggi daripada badan, jangan diletakkan di lantai karena akan berasa sakit dan bengkak. ● |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Wed Jan 25, 2012 6:22 am | |
| MENANGANI CEDERA LUTUT Wednesday, 25 January 2012 Seputar Indonesia Mungkin Anda pernah mengalami cedera saat bermain futsal? Sebaiknya jangan sepelekan gangguan ini. Sebab, bisa jadi cedera yang Anda alami bukanlah keseleo bisa.Bisa jadi,Anda mengalami cedera ligamen sendi. Bila ini yang terjadi,mungkin Anda harus bersiap untuk melakukan operasi sendi atau lutut. Tapi jangan khawatir,kini Indonesia sudah memiliki dokter- dokter yang mumpuni dalam menangani operasi lutut dan panggul akibat cedera olahraga,seperti saat futsal. Apalagi,teknologi dan alat kedokteran yang digunakan juga merupakan yang paling canggih di dunia.Misalnya, operasi sendi dengan robot (robotic surgery) yang termasuk pertama diaplikasikannya di Asia. Teknik ini sudah dikerjakan untuk operasi lutut pada 2005.Ada juga operasi cedera ligamen yang disebut double bundle reconstruction, yang telah diakukan lebih dari 200 kali sejak 2007.Metode operasi ini sangat populer di Amerika Serikat,Eropa,dan Jepang karena hasilnya yang sangat memuaskan bagi pasien. Saat ini,operasi jenis ini menjadi standar untuk cedera ligamen atlet-atlet kelas dunia, misalnya Tiger Wood.
Sayangnya, banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu jika negaranya sendiri termasuk sudah maju dalam hal kemampuan dan teknologi yang digunakan. ”Hal itu dikarenakan kurangnya informasi dan kebijakan dalam negeri yang melarang tenaga medis berpromosi dalam bentuk apa pun,” ujar dr Nicolaas C Budhiparama SpOT, Presiden IHKS. Padahal, lanjut dia, tenaga medis atau institusi kesehatan asing justru dipersilakan beriklan bebas di media massa. Akhirnya pasien Indonesia lebih memilih berobat ke luar negeri,seperti Singapura dan Malaysia. Nicolaas yang juga Kepala Departemen Bedah Orthopedi RS Medistra,Jakarta,ini meminta masyarakat tidak mendewakan dokter asing. Saat ini diperkirakan ada sekitar 490 dokter bedah tulang di Indonesia,dengan 10% di antaranya spesialis lutut dan panggul.Jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.Terlebih lagi, kebutuhan masyarakat semakin besar seiring meningkatnya minat masyarakat yang semakin sadar manfaat melakukan olahraga. ● rendra Hanggara |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Sun Feb 05, 2012 5:12 pm | |
| UPS! HIGH HEELS RUSAK CARA JALAN WANITA Oleh Innes | ghiboo.com – Kam, 2 Feb 2012 16.44 WIB Ghiboo.com - Kebiasaan memakai sepatu high heels memang acapkali dianggap tidak menyehatkan. Meskipun demikian, para wanita tetap nekat memakainya demi meningkatkan rasa percaya diri. Namun, sebaiknya kini Anda perlu berpikir seribu kali jika ingin memakai high heels. Penelitian terbaru menunjukkan memakai sepatu berhak tinggi bisa mempengaruhi cara jalan penggunanya, bahkan saat mereka tidak mengenakannya. Temuan ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari Griffith University di Queensland, Australia. Peneliti merekrut beberapa wanita muda dan membaginya menjadi dua kelompok. Yang pertama adalah para wanita yang terbiasa memakai sepatu high heels dengan hak 5 cm atau lebih selama 40 jam dalam seminggu dalam dua tahun. Sementara kelompok kedua adalah para wanita yang selalu memakai flat shoes. Peneliti kemudian meminta semua partisipan untuk berjalan tanpa high heels guna menilai apakah telah terjadi perubahan cara mereka berjalan. Para peneliti juga meminta semua partisipan berjalan disebuah runway bersensor sepanjang 26 kaki atau sekitar 7-8 meter untuk mengetahui tekanan masing-masing kaki di lantai beserta gerakan sendi dan otot. Peneliti menemukan para wanita yang terbiasa memakai sepatu high heels memiliki cara jalan yang berbeda, bahkan saat mereka berjalan tanpa alas kaki dan saat mereka beralih menggunakan flat shoes. "Wanita yang terbiasa memakai high heels pada sebagian besar aktivitasnya, maka posisi kaki dan tumit pada saat memakai high heels akan menjadi standar baru bagi bagi sendi dan struktur dalam kaki," ungkap peneliti Neil J Cronin seperti dilansir melalui Topnews, Rabu (1/2). Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology bulan ini juga menunjukkan wanita yang terbiasa memakai high heels dilaporkan mengambil langkah lebih pendek dalam berjalan atau berlari. Setelah diteliti, otot kaki wanita yang terbiasa memakai high heels ternyata mengalami perubahan, menjadi lebih tipis dan tegang. Akibatnya, kemampuan untuk berjalan dan berlari dengan cepat pun menjadi berkurang. Bahkan Dr Cronin juga menambahkan pemakai high heels lebih mungkin menderita kelelahan otot dan cedera regangan. Maka sebaiknya berilah waktu waktu pada kaki untuk beristirahat dari ketegangan yang diakibatkan saat memakai high heels. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot Tue Feb 07, 2012 9:10 pm | |
| TIPS HINDARI NYERI LEHER DAN PUNGGUNG SAAT DI DEPAN KOMPUTER Selasa, 07/02/2012 12:52 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Jakarta, Posisi dan lama waktu duduk seringkali dapat menyebabkan sakit leher dan sakit punggung. Namun, banyak orang yang oleh karena tuntutan pekerjaan harus duduk lama di belakang komputer. Sakit leher dan sakit punggung seringkali disepelekan. Posisi yang salah ketika duduk tidak hanya dapat menyebabkan sakit, namun juga perubahan postur tubuh. Sakit punggung, yang juga dikenal sebagai dorsalgia adalah nyeri yang terasa di bagian belakang yang biasanya berasal dari otot, saraf, tulang, sendi atau struktur lainnya dalam tulang belakang. Sakit punggung mungkin memiliki onset mendadak atau dapat menjadi rasa sakit kronis, bisa konstan atau hilang timbul, tinggal di satu tempat atau menyebar ke daerah lain. Kemungkinannya dapat berupa rasa nyeri atau sensasi tajam, menusuk atau terbakar. Rasa sakit bisa menjalar ke lengan dan tangan serta kaki. Mungkin juga termasuk gejala lain selain rasa sakit, seperti kelemahan, mati rasa atau kesemutan.
Nyeri leher atau cervicalgia adalah masalah umum, dengan dua pertiga dari populasi mengalami sakit leher di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Sakit leher, walaupun dirasakan di leher, dapat disebabkan oleh berbagai masalah tulang belakang lainnya. Sakit leher mungkin timbul akibat sesak otot di kedua leher dan punggung atas, atau dari saraf yang berasal dari vertebra serviks. Gangguan sendi di leher menciptakan rasa sakit, seperti halnya gangguan di punggung atas. Jika ini sistem pendukung yang terkena dampak negatif, maka otot-otot di daerah tersebut akan tegang, sehingga menyebabkan sakit leher. Sakit leher juga mungkin timbul dari banyak masalah kesehatan lainnya, yaitu fisik dan emosional. Berikut cara pengaturan duduk dengan posisi yang benar menurut Dr. David Rempel, profesor kedokteran di UC San Francisco seperti dikutip dari Epharmapedia, Selasa (7/2/2012) antara lain:
1. Pastikan memiliki kursi belakang yang nyaman dan dengan dukungan lengan Menyesuaikan tinggi kursi sehingga kaki dapat menapak di lantai, dan mata dapat sejajar dengan bagian atas monitor. Bagi pengguna kacamata layar monitor harus sedikit lebih rendah.
2. Posisikan layar monitor agak jauh Posisikan layar agak jauh, yaitu sepanjang lengan untuk menghindari silau dari jendela dan lampu. Keyboard harus berada pada ketinggian siku dan tombol mudah untuk ditekan. Gunakan meja atau lengan kursi untuk menopang lengan.
3. Jauhkan mouse dekat dengan keyboard Hal ini untuk menghindari gerakan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan nyeri lengan, bagi sebagian orang, mouse pad dapat membantu.
4. Periksa postur tubuh Mengendurkan otot-otot di lengan, bahu, dan leher dengan duduk tegak atau bersandar kembali di kursi. Berdiri dan melakukan peregangan setiap 20 menit. Dengan mengikuti cara-cara tersebut diatas, maka dapat menghabiskan jam kerja di depan komputer dengan nyaman dan tanpa rasa sakit. |
|  | | | | Kesehatan Tulang dan Otot | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |