Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Tulang dan Otot

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 15 ... 27, 28, 29, 30  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Aug 04, 2011 12:04 pm

OLAH RAGA PERBAIKI OSTEOPOROSIS
Asep Candra | Kamis, 4 Agustus 2011 | 08:57 WIB
KOMPAS.com — Penelitian para ahli di Universitas Glasgow Caledonian menunjukkan, olahraga memberikan manfaat signifikan bagi penderita keropos tulang. Latihan fisik yang rutin ternyata dapat memperbaiki kepadatan tulang dan menurunkan risiko patah tulang pada wanita penderita osteoporosis. Kesimpulan tersebut diambil setelah mengkaji 43 penelitian yang semua melihat efek dari program latihan pada kesehatan tulang wanita pascamenopause. Kajian ini melibatkan sekitar 4.300 wanita yang mengalami osteoporosis. Hasil analisis menunjukkan, wanita yang melakukan latihan kekuatan fisik mendapatkan keuntungan, yaitu peningkatan kepadatan tulang, sehingga mengurangi risiko patang tulang. Wanita yang berolahraga secara teratur rata-rata mengalami pengeroposan tulang sekitar 1 persen lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga. Risiko patah tulang pada mereka yang olahraga secara teratur juga berkurang dari 11 orang per 100 wanita menjadi hanya 7 orang per 100 wanita. "Pengeroposan tulang merupakan bagian yang tak terhindarkan dari penuaan, dan tinjauan kami menunjukkan bahwa latihan tersebut (latihan kekuatan fisik) dapat memperlambat pengeroposan tulang. Tetapi, olahraga harus dilakukan secara teratur, karena jika berhenti berlatih, berarti pengeroposan tulang akan berlanjut pada tingkat yang sama seperti sebelumnya” ujar penulis utama Tracey Howe, yang penelitiannya dipublikasikan Conchrane Collaboration. Menurut data National Osteoporosis Society, setengah dari wanita dan seperlima dari pria di atas usia 50 tahun akan mengalami patah tulang. Mayoritas kasus patah tulang ini merupakan hasil dari osteoporosis. (M10-11)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Aug 04, 2011 12:05 pm

INGIN TERJAUHKAN DARI OSTEOPOROSIS? MARI BEROLAH RAGA !
Sabtu, 29 Januari 2011, 21:19 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Ingin tulang tetap padat dan tidak mudah terserang osteoporosis? Berolahragalah secara teratur karena olah raga dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang, yang mencerminkan tulang yang kuat. Kepadatan tulang ditentukan oleh kadar kalsium dan vitamin D. Karena itu setiap orang memberlukan kalsium dan vitamin dalam jumlah cukup untuk mengurangi risiko osteoporosis dan pengeroposan tulang. Lembaga Kesehatan Nasional (NIH) Amerika Serikat merekomendasikan asupan kalsium harian sebanyak 1.000 miligram per hari untuk pria berusia 19 - 70 tahun, dan 1.200 miligram per hari untuk pria berusia lebih dari 70 tahun. Untuk vitamin D, direkomendasikan sebanyak 600 'international units' (IU) per hari pada orang dewasa hingga usia 70 tahun dan 800 IU untuk mereka yang berusia di atas 70 tahun. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Kira-kira 99 persen kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu tulang dan gigi. Sebanyak satu persen kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium sebanyak satu persen ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, dan transmisi saraf terganggu. Untuk memenuhi kebutuhan satu persen kalsium ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, tubuh akan mengambilnya dari tulang sehingga jika hal ini terjadi dalam waktu lama, tulang akan mengalami pengeroposan.

Kalsium dapat diperoleh dari makanan seperti susu dan makanan yang terbuat dari susu, keju dan makanan yang terbuat dari keju, yogurt, ikan Sarden dan ikan lain yang dimakan bersama tulangnya, sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung, sereal, jus jeruk, kacang kedelai dan makanan yang terbuat dari kedelai, serta roti dan makanan yang berasal dari biji-bijian. Kekurangan kalsium dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti nyeri otot, keropos tulang/ osteoporosis, kekebalan tubuh berkurang, daya ingat berkurang, dan gangguan jantung. Sementara itu, Vitamin D sebetulnya bisa diproduksi tubuh setelah kulit menyerap sinar matahari. Vitamin D juga dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman seperti susu, sereal, telur, dan minyak ikan.

Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan sejumlah penyakit seperti multiple sclerosis dan sejumlah jenis kanker, meskipun tidak ada data yang cukup untuk menyebutkan vitamin D dapat membantu mengobati atau mencegah penyakit itu. Kalsium dan vitamin D juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi suplemen, tetapi sejumlah peneliti dari Australia menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dan Kalsium ternyata tidak dapat mencegah pengeroposan tulang. Robin M. Daly dari Universitas Melbourne, Australia, dan sejumlah koleganya mengamati sejumlah pria perusia 59 hingga 70 yang secara acak diminta menjalani program olah raga, meminum susu yang telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin D, melakukan keduanya, atau tidak melakukan keduanya sama sekali. Mereka mengukur kepadatan tulang para pria itu sebelum dan sesudah penelitian yang berlangsung selama 18 bulan. Pada akhir penelitian, para pria yang berolah raga memiliki kepadatan tulang lebih tinggi dibanding mereka yang mengonsumsi makanan dengan suplemen 1.000 miligram kalsium dan 800 IU vitamin D per hari.

Menambahkan suplemen dalam program olah raga ternyata tidak memberikan keuntungan tambahan, yang mengisyaratkan bahwa para pria itu telah mendapatkan cukup vitamin D dan kalsium dalam diet mereka, dan kekuatan tulang mereka meningkat hanya dengan olah raga. Untuk membangun kepadatan tulang, diperlukan olah raga seperti lari atau angkat beban. Dalam studi yang menggunakan hewan, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan sejumlah penyakit seperti multiple sclerosis dan sejumlah jenis kanker. Namun, tidak ada data yang cukup untuk menyebutkan vitamin D dapat membantu mengobati atau mencegah penyakit itu, kata Zaidi. Menurut the American College of Physicians, lebih dari 40 juta orang di AS mengalami osteoporosis, yang lebih banyak dialami wanita lanjut usia, tetapi sekitar tujuh persen pria kulit putih dan lima persen pria kulit hitam mengalaminya.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 14, 2011 1:19 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Aug 04, 2011 12:06 pm

KONSUMSI SUSU BERLEBIHAN PICU OSTEOPOROSIS?
Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 30 Mei 2011 | 07:02 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ahli gizi klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Samuel Oetoro, MS, SpGK, tidak menyangkal pendapat bahwa konsumsi susu yang berlebihan dapat memicu timbulnya osteoporosis atau keropos tulang. Menurut Samuel, susu memiliki kandungan gizi lengkap, termasuk protein, kalsium, dan asam lemak penting bagi tubuh. Namun, susu bisa saja memberi efek merugikan apabila konsumsinya setiap hari membuat seseorang menjadi kelebihan asupan protein. "Kita tahu, di dalam susu kan mengandung protein. Kalau orang konsumsi proteinnya berlebihan, dia akan menarik kalsium dari dalam tulang," katanya, Jumat (27/5/2011) di Jakarta. Samuel memaparkan, kebutuhan protein orang normal antara 0,8 gram dan 1,5 gram per kg berat badan. Namun, kalau dalam kondisi sakit, protein dapat diberikan sampai 1,5 gram per kg, bahkan 2 gram per kg berat badan. "Artinya kalau Anda beratnya 60 kg, maksimal (kebutuhan protein) sehari 120 gram. Kalau Anda minum susu, misalnya sehari sampai 10 gelas, berarti kan 60-70 gram. Padahal, kebutuhan Anda 100 gram, dan Anda masih makan nasi, ayam, ikan. Artinya Anda akan kelebihan (protein). Kalau kelebihan, pelan-pelan kalsium akan ditarik dari dalam tulang," ungkapnya. Meski begitu, Samuel menegaskan bahwa jangan mengartikan susu secara langsung sebagai penyebab osteoporosis. Pasalnya, banyak manfaat yang diperoleh dari susu sebagai bahan makanan yang mengandung gizi lengkap dan seimbang. "Justru susu, bagusnya, akan memasukkan kalsium ke dalam tulang dan dia akan mencukupi asupan protein. Dalam terbentuknya tulang, itu perlu protein karena protein itu ibaratnya perekat," imbuhnya. Samuel menambahkan, penyebab terjadinya osteoporosis bukan karena seseorang kekurangan kalsium semata, melainkan disebabkan banyak faktor. "Osteoporosis itu banyak faktor penyebabnya. Seperti sinar matahari, benturan, aktivitas, itu akan lebih memperkuat tulang," tandasnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Aug 04, 2011 12:07 pm

ORANG MUDA JUGA BISA KEROPOS TULANG
Bramirus Mikail | Lusia Kus Anna | Senin, 9 Mei 2011 | 11:14 WIB
Kompas.com - Berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis memang lebih banyak diderita orang berusia lanjut. Namun perempuan berusia dua atau tiga puluhan pun dapat terkena osteoporosis, meski hal itu jarang terjadi. Osteoporosis yang diderita orang muda pada umumnya berkaitan dengan kelainan hormon, gizi serta pengaruh obat yang dikonsumsi jangka panjang. "Misalnya mereka minum obat-obatan steorid seperti obat asma atau obat rematik," kata dr.Elida Ilyas, Sp.RM, dari FKUI/RSCM Jakarta. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah kebiasaan makan makanan tidak sehat, kurang olahraga, merokok, terlalu kegemukan, serta kekurangan kalsium. "Orang yang tidak terbiasa minum susu juga bisa mengalami keropos tulang karena susu sangat kaya akan kalsium," katanya. Cara memiliki tulang sehat dan kuat -selain menerapkan gaya hidup sehat- adalah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat, rendah lemak, dan kaya kalsium. Di Indonesia, asupan kalsium masyarakat dinilai masih rendah. Hingga kini, konsumsi kalsium rata-rata masyarakat Indonesia diketahui sekitar 254 mg per hari, masih jauh di bawah standar internasional yang menyarankan konsumsi kalsium untuk orang dewasa sebesar 1.000-1.200 mg per hari.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Aug 11, 2011 8:11 pm

POLA MAKAN SAYANG TULANG
Lusia Kus Anna | Kamis, 4 Agustus 2011 | 11:35 WIB
Kompas.com - Penyakit keropos tulang atau osteoporosis pada masa-masa mendatang akan menjadi salah satu penyakit serius di kalangan penduduk Asia. Tahun 2050 diperkirakan 50 persen kasus osteoporosis di dunia akan terjadi di Asia. Selain karena usia harapan hidup penduduk makin tinggi, gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi pemicunya. Padahal, osteporosis sebenarnya sangat mudah dicegah, yakni dengan menjaga kesehatan tulang sejak usia muda. Dengan menjalankan aktivitas olahraga dan nutrisi yang baik, kalsium, ditambah paparan sinar matahari pagi yang cukup agar vitamin D berproduksi di tubuh, sudah bisa menguatkan tulang. Menurut dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjaga kesehatan tulang harus dimulai sejak masa anak-anak. "Begitu kita memasuki usia 30 tahun, kepadatan tulang akan berkurang karena kecepatan siklus regenerasi tulang lebih lambat dari pada proses penghancurannya," katanya. Terkait dengan kebutuhan nutrisi, Fiastuti menjelaskan nutrisi yang diasup sebaiknya tidak berlebihan dan memperhatikan prinsip gizi seimbang. "Bila pola makan kita terlalu banyak lemak, ia akan berikatan dengan kalsium sehingga menghambat penyerapan kalsium," paparnya dalam acara Peringatan 10 Tahun Kerjasama Anlene dengan Perwatusi di Jakarta beberapa waktu lalu. Protein juga sebaiknya tidak berlebihan karena akan menyebabkan pengeluaran kalsium berlebih. "Hindari pula makanan yang mengandung sodium atau garam tinggi karena akan meningkatkan pengeluaran kalsium," ujarnya. Tulang yang kuat juga harus ditunjang dengan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup. Di Indonesia, asupan kalsium masyarakat dinilai masih rendah. Hingga kini, konsumsi kalsium rata-rata masyarakat Indonesia diketahui sekitar 254 mg per hari, masih jauh di bawah standar internasional yang menyarankan konsumsi kalsium untuk orang dewasa sebesar 1.000-1.200 mg per hari. "Kalsium memang banyak sumbernya, tetapi yang mudah diserap tubuh adalah yang berasal dari susu karena ada laktosanya," imbuh dokter dari MRCCC Siloam Semanggi ini. Namun konsumsi kalsium saja tidak cukup, tanpa diimbangi olahraga yang sesuai. Olahraga yang sesuai adalah yang mendukung berat tubuh (weight bearing) misalnya berjalan kaki atau angkat beban.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Aug 14, 2011 1:20 pm

OSTEOPOROSIS DIAM DIAM MEMATIKAN
KAMIS, 11 AGUSTUS 2011 | 09:45 WIB
TEMPO Interaktif, Eva penuh rasa haru memandangi foto ibundanya yang tergantung di dinding ruang keluarga. Pengacara muda ini menuturkan dengan sedih bagaimana dirinya kehilangan mama tercinta hampir sebulan yang lalu karena pengeroposan tulang. “Mamaku wanita yang hebat, sejak muda menjadi aktivis, dan kegiatannya luar biasa. Aku tidak menduga osteoporosis yang diderita mama, yang tidak pernah dirasakan karena kesibukannya, merenggut nyawa mama. Penyakit ini diam-diam mematikan,” ujar Eva panjang-lebar dengan perasaan sedih. Menurut Dokter Fiastuti Witjaksono, MS SpGk, rasa kehilangan yang dialami Eva sering tidak disadari oleh perempuan Indonesia. Dalam acara talk show "Kesehatan Tulang dan Sendi untuk Perempuan Aktif Indonesia" yang diselenggarakan Anlene dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) beberapa waktu lalu di Jakarta, Fiastuti menjelaskan osteoporosis yang dikategorikan silent killer alias penyakit yang diam-diam mematikan. “Peristiwa mamanya Eva dengan segala aktivitasnya tidak menyadari ancaman membahayakan karena memang tidak ada gejalanya dan perlahan tulang mulai keropos,” tuturnya. Fiastuti mengatakan banyak perempuan yang memiliki kesibukan tidak peduli dan tidak menyadari, tak tahu kapan tulang rapuh bahkan tiba-tiba patah. Di Indonesia dan beberapa negara di Asia penyebab utama osteoporosis adalah kekurangan vitamin D dan rendahnya asupan kalsium.

Dokter yang berpraktek di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ini memaparkan pertumbuhan tulang sejak dalam kandungan bernama woven yang bentuknya seperti anyaman. Pertumbuhan tulang selama dalam rahim dipengaruhi oleh hormon plasenta dan kalsium. Kemudian setelah lahir disebut tulang lamellar dan proses pertumbuhan tulangnya dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan (human growth hormone/HGH) dan kalsium. Dokter cantik ini menjelaskan, ketika lahir, bayi memiliki 350 tulang, lalu menyusut menjadi 206 tulang ketika dewasa karena terdapat tulang yang saling menyambung dan membentuk tulang lebih kuat. “Pada dasarnya osteoporosis bisa dicegah sejak dini dan menjaga kesehatan tulang dilakukan pada segala usia.” Namun Fiastuti memaparkan pertumbuhan massa tulang sendiri mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Setelah itu massa tulang akan mulai rapuh seiring dengan pertambahan usia. Dia mengingatkan menjaga kesehatan tulang ibarat menabung: semakin kita banyak menyimpan kalsium, kebutuhan kita semakin tercukupi di kemudian hari. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang, yang biasanya menyerang tulang punggung, tulang panggul, dan pergelangan tangan. “Osteoporosis menurunkan kualitas hidup penderitanya; menimbulkan rasa sakit dan kehilangan pekerjaan. Secara statistik, kerapuhan akibat osteporosis diperkirakan terjadi setiap tiga detik di seluruh dunia,” ucap dia.

Dia pun menerangkan penyebab osteoporosis terbagi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah, seperti genetik, ras, usia, proporsi tubuh, jenis kelamin, menopause dini, kondisi kesehatan seperti anoreksi, serta diare kronis. Menurut dia, apabila orang tua menderita osteoporosis, kita akan lebih mudah mengalami hal yang sama. Kemudian, ras Asia dan Kaukasia lebih tinggi angka osteoporosis daripada ras kulit hitam. Dia pun mengingatkan supaya berhati-hati bagi mereka yang bertubuh kecil karena lebih berisiko osteoporosis. Faktor kedua yang dapat diubah termasuk nutrisi dan gaya hidup. Anita Hutagalung, Ketua Perwatusi, menjelaskan osteoporosis sejak 2006 dinyatakan oleh Departemen Kesehatan RI sebagai masalah kesehatan serius dan menjadi salah satu penyakit berbahaya di Indonesia dalam kurun 11 tahun terakhir. Anita mengutip data Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) tentang sekitar 41,8 persen pria dan 90 persen wanita di Indonesia menunjukkan gejala osteoporosis. Sebanyak 28,8 persen pria dan 32,2 persen wanita telah menderita osteoporosis. Karena itu, sejak berdiri pada 2000 Perwatusi mengimbau untuk memasyarakatkan upaya cegah dini osteoporosis. Hampir satu dasawarsa Perwatusi bermitra dengan Fonterra Brands Indonesia untuk memasyarakatkan serangkaian program inti terhadap ancaman penyakit diam-diam mematikan ini. Dickson Susanto, Marketing Manager Anlene Fonterra Brands Indonesia, menegaskan komitmen dan upaya pencegahan bagi perempuan muda dan aktif melalui kampanye minum susu berkalsium. Hal itu merupakan sosialisasi dan pendidikan bagi kaum hawa di Tanah Air untuk memahami arti penting asupan kalsium bagi kesehatan tulang. Dickson percaya, untuk menanamkan kesadaran bahaya osteoporosis dan pencegahannya diperlukan energi yang sungguh besar dan napas panjang. “Intinya supaya terhindar dari ancaman si diam-diam mematikan,” ujarnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Mon Aug 22, 2011 7:26 pm

JANGAN SEPELEKAN NYERI PINGGANG
Senin, 22 Agustus 2011 - 09:45 wib Okezone
NYERI pinggang sering kali diabaikan. Jika dibiarkan terus-menerus, penyakit ini dapat berakibat serius. Cara sederhana menghindarinya adalah selalu menjaga tubuh dalam posisi yang benar. Pasti Anda pernah mengalami nyeri pinggang sekali dalam seumur hidup Anda. Keluhan ini umumnya terjadi saat duduk terlalu lama atau mengangkat beban berat dalam posisi yang salah. Memang, hampir 80 persen penduduk di seluruh dunia pernah mengalami sakit ini. Di Indonesia sendiri, berdasar data 2002, sebesar 18,37 persen dari seluruh pasien nyeri adalah penderita nyeri pinggang. Sekitar tujuh dari delapan pasien yang mengunjungi spesialis ortopedi juga biasanya karena keluhan sakit pinggang. Banyak dari mereka yang menganggap nyeri pinggang penyakit yang sepele. Pergi ke dukun urut biasanya menjadi pilihan untuk mengurangi rasa sakit. Padahal, membiarkan nyeri pinggang berlarut-larut dapat menyebabkan pembengkokan tulang belakang hingga perlu tindakan operasi.

“Banyak orang tidak menanggapi nyeri pinggang secara serius karena gangguan tersebut diasosiasikan dengan nyeri akibat melakukan aktivitas sehari-hari dan akan hilang dalam waktu tertentu. Nyeri pinggang dapat berakibat serius jika tidak ditangani dengan benar,” kata Dr Muki Partono SpOT, dokter ahli bedah tulang dari Rumah Sakit Puri Indah saat temu media sekaligus buka puasa bersama di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Muki menjelaskan, penyebab nyeri pinggang terbagi atas dua,yaitu akut dan kronik. Untuk akut, biasanya rentan terjadi di daerah lumbal yaitu bagian bawah punggung yang terdiri atas lima tulang kecil (vertebra). Daerah tersebut paling elastis dan menyangga berat badan atas manusia serta beban yang berasal dari benda yang dibawa seseorang. Besarnya beban yang diterima bantalan lumbal bergantung pada posisi berdiri, duduk, hingga tidur seseorang. Selama ini, kata dia, banyak yang tidak menyadari jika duduk terlalu lama dapat menyebabkan nyeri pinggang karena banyak anggapan bahwa duduk adalah posisi mengistirahatkan badan. Padahal, duduk membuat tulang membawa beban lebih berat dibanding berdiri. “Jika Anda termasuk orang yang bekerja di depan komputer dan selalu duduk lama, biasakan sesekali dalam setiap jam berdiri dan berjalan-jalan untuk merenggangkan otot dan mengistirahatkan tulang belakang,” tutur Muki.

Beban yang diterima oleh bantalan lumbal pada saat seseorang duduk tegap adalah 150 kg, bandingkan dengan 100 kg beban yang diterima pada saat seseorang berdiri. Posisi yang paling santai untuk tulang belakang, ujar Muki, adalah tiduran telentang. Dalam posisi ini, tulang belakang hanya mengangkat beban tekanan seberat 25 kg. Sementara, pada posisi tidur miring membawa 75 kg beban bagi tulang belakang. Karena itu, jika tulang belakang Anda terasa nyeri karena tekanan di daerah lumbal ini, coba istirahatkan dengan tidur telentang. Tidak hanya itu, posisi tidur pun harus diatur sedemikian rupa yaitu dengan mengganjal bantal di bawah lutut. Pemilihan kasur pun sangat penting untuk dilakukan. Lebih baik memilih kasur yang agak keras sehingga tulang belakang bisa rileks. “Tempat tidur yang empuk justru membuat tulang belakang tidak istirahat karena alas tidur yang akan mengatur posisi tulang belakang,” ungkapnya. Anda juga dapat melakukan olahraga seperti berenang, yoga, dan pilates dengan konsentrasi di area tulang belakang, menggunakan korset secara tepat, atau dengan menjalani pola hidup sehat. Sementara itu, nyeri pinggang kronik biasanya disebabkan oleh daerah non-lumbal seperti usus, ginjal, infeksi, tumor, hingga organ reproduksi wanita.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Fri Aug 26, 2011 8:47 pm

BEGINI CARA MENGHINDARI SAKIT PINGGANG
Jumat, 26 Agustus 2011 16:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tahukah Anda? 80 persen penduduk di dunia pernah merasakan nyeri pada pinggang. Jika sudah parah, penyakit yang terkadang dianggap kebanyakan orang merupakan penyakit sepele ini bisa menye babkan penderitanya tak bisa berjalan, bahkan ketika minum pun akan terasa sakit. Membiarkan nyeri pinggang berlarut-larut dapat menyebabkan rasa sakit yang amat sangat hingga lumpuh. Bagaimana cara menghindari nyeri pinggang? Begini kiatnya:


- Duduk dengan posisi tubuh yang benar.

- Bagi mereka yang sehariharinya bekerja di depan komputer, dan selalu duduk, Muki menyarankan untuk sesekali atau setiap jam sekali, berjalan-jalan untuk meregangkan otot dan memberi tulang belakang waktu untuk beristirahat. Posisi duduk yang benar adalah dengan duduk tegak dan agar sedikit membusungkan dada. Hal ini dilakukan untuk membuat bantalan berada di posisi yang benar. Mengubah posisi monitor secara berkala juga dapat menghindari nyeri pada leher.

- Menetralkan posisi tulang belakang juga dapat dilakukan dengan berdiri dan agak membusungkan perut ke depan dan meletakkan kedua tangan di belakang.

- Olahraga dan posisi tidur yang bisa dilakukan
Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari nyeri pinggang adalah olahraga yang baik untuk tulang, seperti yoga, pilates dan renang.

- Untuk cara tidur yang benar, posisi terlentang dengan menaruh bantal di bagian belakang lutut.

- Jeli memilih kasur yang baik untuk pinggang
Pemilihan kasur juga ternyata baik dilakukan untuk menghindari nyeri pinggang. Kasur yang baik bukan yang mengikuti jatuhnya tubuh kita, tetapi yang agak keras, sehingga tulang belakang tetap berada di posisi yang benar

Sumber: Dokter Spesialis Orthopedi Rumah Sakit Puri Indah, Muki Partono SpOT
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Sep 08, 2011 6:50 pm

JANGAN ANGGAP ENTENG NYERI PINGGANG
KAMIS, 08 SEPTEMBER 2011 | 05:28 WIB
TEMPO Interaktif, Leni, perempuan berusia 30-an tahun, awalnya tak menganggap serius sakit pinggang yang sering dialaminya. Pertama kali terserang ia malah sama sekali tak menghiraukannya. “Saya pikir, paling keseleo. Nanti diurut juga hilang,” kata karyawan swasta di Jakarta itu. Hingga suatu kali ia terpaksa kerja lembur di kantornya. Saat mencoba membantu sedikit mengangkat beberapa barang, tiba-tiba Leni tersentak. Ia merasakan rasa sangat sakit, yang membuatnya sampai tak bisa bergerak hingga beberapa hari kemudian. “Rasa sakit masih bisa tertahankan dalam posisi duduk. Tapi untuk berjalan lima menit saja tidak sanggup.” Leni sempat mencoba pengobatan alternatif hingga 10 kali pertemuan. “Bukannya sembuh, saya malah merasa kesemutan dari ujung kaki hingga bokong.” Lalu Leni bertemu dengan Dr Muki Partono, SpOT, ahli bedah tulang dari Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta, di dunia maya. Lewat konsultasi via Internet dilanjutkan dengan pertemuan di tempat Dr Muki bertugas, Leni mendapat kepastian. Dia didiagnosis mengalami HNP, atau herniated nucleus pulposus.

HNP adalah salah satu jenis nyeri pinggang karena nukleus pulposus atau bantalan lunak yang terdapat di antara ruas tulang belakang mengalami tekanan dan pecah. Luruhnya nukleus pulposus ini dalam beberapa kasus, seperti yang dialami Leni, menyebabkan penyempitan dan menekan urat-urat saraf yang melalui tulang belakang. Inilah sebenarnya sumber rasa nyeri itu. HNP biasanya ditandai dengan rasa kesemutan, atau baal. Sebenarnya ini kondisi yang mudah ditemui. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama dalam mengalami HNP, terutama di kelompok usia produktif, yakni 30-50 tahun. “Saya sendiri pernah menangani pasien yang berusia 23 tahun,” kata Dr Muki. Tapi efek HNP lumayan berat karena akan mengurangi mobilitas dan produktivitas pengidapnya. Dulu HNP memang sering diatasi dengan operasi besar dengan sayatan yang besar pula. Dengan teknik micro-discectomy per endoscopy (MDE), yang diperkenalkan oleh salah satu guru Dr Muki, yaitu Dr John Destandeu dari Universitas Bordeaux di Prancis, operasi besar itu tak diperlukan lagi.

Dengan dipandu kamera endoskopi, dokter akan memasukkan semacam capit yang digunakan untuk mengambil bagian nukleus pulposus yang pecah sedikit demi sedikit hingga tak ada lagi bagian yang menekan saraf. Leni memilih teknik yang lebih sedikit membutuhkan sayatan ini, lebih cepat proses pembedahan dan lebih singkat pula masa perawatannya. Hanya butuh waktu satu hari penanganan HNP dengan teknik MDE itu. HNP memang hanya satu dari banyak jenis penyebab nyeri pinggang. “Nyeri pinggang jangan dianggap sepele karena, jika dibiarkan, bisa mengakibatkan pembengkokan tulang belakang,” kata Dr Muki. Ia mengingatkan, diagnosis yang ditegakkan harus benar-benar jernih sebelum mengambil tindakan medis. “Karena kalau tidak hati-hati bisa over atau under correction.” Penyebab sakit pinggang juga bermacam-macam. Sebuah penelitian di Skandinavia menyebutkan bahwa orang yang merokok lebih dari sebungkus dalam sehari berisiko mengalami sakit pinggang kronis hingga 70 persen. Namun hubungan sebab-akibat dua hal ini belum terungkap.

Merokok cuma salah satu sebab yang diduga menjadi pemicu masalah sakit pinggang. Namun, selain merokok, ada sejumlah penyebab yang sudah dipastikan menjadi penyebab sakit pinggang, misalnya fraktur kompresi atau fraktur osteoporosis. Ada lagi penyebab nyeri pinggang lain, misalnya tumor tulang. Tumor tulang ini bisa terjadi karena memang tumor berada di tulang, tapi bisa juga akibat metastasis atau penyebaran sel tumor dari tempat lain. Pada perempuan sering kali merupakan metastasis dari mamae atau tumor payudara, bisa pula dari tiroid. Sedangkan pada kelompok pria sering terjadi akibat metastasis dari tumor prostat. Penyebab lain dari nyeri pada pinggang adalah spinal stenosis atau penyempitan lubang saraf. Nyeri pinggang terbagi atas nyeri pinggang yang akut dan kronik. Yang akut biasanya kurang dari enam minggu dan kebanyakan disebabkan oleh cedera saat olahraga, melakukan aktivitas sehari-hari, atau mengangkat benda yang berat. Sedangkan nyeri pinggang kronis berlangsung lebih dari dua bulan dan rasa nyerinya sering kali memberat seiring dengan berjalannya waktu. Seperti teknik MDE, kemajuan teknologi kini mengizinkan penanganan penderita nyeri pinggang tak harus lewat operasi besar. Banyak cara bisa dilakukan, dari penggunaan obat-obatan antinyeri, fisioterapi, treatment fisik seperti manipulasi otot, sampai pemijatan. Bahkan dengan penggunaan korset khusus atau olahraga, seperti berenang, yoga, atau pilates.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Sep 18, 2011 6:11 am

MELAWAN SERANGAN PEGAL DAN NYERI OTOT
Lusia Kus Anna | Kamis, 15 September 2011 | 14:21 WIB
Kompas.com - Sehabis menyelesaikan tumpukan pekerjaan di kantor atau sepulang bepergian dan menempuh kemacetan, rasa nyeri dan pegal sering datang menyerang. Padahal aktivitas yang dilakukan tidak berat. Nyeri otot dan pegal-pegal adalah pertanda tubuh kita sudah terlalu letih dan butuh dilenturkan. Menurut dr.Michael Triangto, Sp.KO, pakar kebugaran dan olahraga, nyeri otot tidak harus disebabkan oleh aktivitas fisik yang berat. "Duduk lama menyetir mobil di saat macet, seharian di depan komputer, berdiri terlalu lama, atau memakai sepatu hak tinggi bisa menyebabkan nyeri otot. Terutama pada otot penopang tubuh seperti leher, bahu, siku, pinggang, dan lutut," paparnya dalam sebuah acara bertajuk Terus Aktif Tanpa Nyeri Otot yang diadakan oleh Panadol di Jakarta beberapa waktu lalu. Ada sekitar 650 otot yang membantu tubuh untuk bergerak. Otot terdiri dari serat yang dapat berkontraksi sehingga mampu memanjang dan memendek untuk menghasilkan gerakan. Tendon menghubungkan otot dengan tulang. Penggunaan otot melebihi kemampuannya akan berakibat terjadinya terkilir, disebut juga dengan otot yang tertarik. Sementara itu penggunaan yang berlebihan bagian tubuh tertentu dapat menyebabkan cedera otot ringan. Otot bukannya kehilangan kekuatannya tetapi terasa nyeri.

"Nyeri otot terjadi karena gerakan berlebihan atau tidak seimbang. Akibatnya, otot mengejang setelah berkontraksi dalam waktu lama tanpa henti. Kondisi itu muncul karena relaksasi otot sangat kurang dan pergerakan tubuh terbatas atau statis," papar dokter yang berpraktik di klinik Slim and Health Sport Therapy ini.
Ia menjelaskan, nyeri otot dan pegal adalah dua hal yang berbeda. "Rasa pegal timbul karena penumpukan asam laktat, sementara nyeri hanya terjadi pada otot-otot tertentu saja dan penyebabnya lebih jelas, misalnya karena gerakan berulang dan statis atau karena trauma," imbuhnya. Sementara itu persendian berfungsi untuk melancarkan seluruh gerakan yang terjadi pada tubuh kita. Jika kondisi persendian tidak baik, otomatis kinerja tubuh ikut menurun. Dijelaskan oleh Michael, pada dasarnya tubuh memiliki daya untuk beradaptasi dengan suatu kesalahan. "Cidera ringan atau berat bisa menyebabkan peradangan sehingga otot dan jaringan ikat memendek. Sebenarnya ini merupakan cara tubuh agar bagian itu bisa beristirahat," paparnya. Pemendekan yang terjadi di otot-otot itu terjadi tanpa disadari dan lama kelamaan akan membuat kita tidak nyaman melakukan suatu gerakan sehingga lingkup gerak pun menurun. "Karena otot-otot terasa kaku kita jadi tidak leluasa bergerak," katanya.

Terapi pemanasan
Meski keluhan nyeri datang dan pergi tetapi sulit mengabaikan rasa tidak nyaman pada otot dan tubuh. Di samping bisa menggangggu dalam aktivitas sehari-hari, tidak jarang nyeri yang hebat bisa membuat kita sulit bergerak. Meski begitu, jangan buru-buru minum obat penghilang rasa nyeri karena nyeri otot dan pegal-pegal sebenarnya bisa ditangani sendiri, bahkan bisa sembuh sendiri dengan beristirahat. Michael menyerankan agar kita tidak terbiasa meminum obat pereda nyeri. "Sebenarnya dengan kompres saja sudah cukup, atau jika ingin memakai obat sebaiknya pilih yang topikal atau dioles," katanya. Perawatan sendiri di rumah dengan menggunakan sarana hangat, seperti mandi air hangat, kompres hangat, atau penggunaan koyo hangat, dapat mengurangi gejala otot sakit dan radang. "Pada prinsipnya semua benda yang dipanaskan akan memuai, termasuk otot yang memendek tadi. Sementara itu sifat panas yang dihasilkan akan melancarkan aliran darah sehingga asam laktat lebih mudah dibawa. Penyembuhan nyeri dan pegal pun lebih cepat," katanya. Koyo atau tempelan yang mengandung menthol atau pun glycol salicylate, terbukti efektif memberikan efek pemanasan lebih lama dan menghilangnya gejala nyeri pada otot. Cara lain untuk mencegah nyeri otot dan sendi dalah melakukan latihan peregangan setiap hari. Selain menjaga kebugaran tubuh secara umum, olahraga juga efektif melancarkan sirkulasi darah dan menguatkan otot. Kendati demikian, bila keluhan nyeri otot dan sendi tidak juga hilang, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk mencari penyebabnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Mon Sep 19, 2011 6:14 am

PENGOBATAN ALAMI UNTUK RADANG SENDI
Minggu, 18/09/2011 10:08 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth
Jakarta, Nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan adalah gejala utama dari psoriatic arthritis. Penyakit ini dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh, termasuk ujung jari dan tulang belakang. Penyakit ini juga dapat terjadi dalam kisaran yang relatif ringan hingga parah. Tidak ada obat untuk psoriatic arthritis, sehingga fokusnya adalah pada pengendalian gejala dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. Tanpa pengobatan, psoriatic arthritis pada akhirnya dapat melumpuhkan. Psoriatic arthritis adalah suatu bentuk radang sendi yang mempengaruhi beberapa orang dengan psoriasis. Psoriasis merupakan suatu kondisi dengan bentuk bercak merah pada kulit dan di atasnya dengan sisik keperakan. Kebanyakan orang mengalami psoriasis pertama kali dan kemudian didiagnosis dengan psoriatic arthritis, tetapi masalah pada sendi tersebut kadang-kadang dapat mulai terjadi sebelum lesi pada kulit muncul.

Perawatan psoriatic arthritis dengan pengobatan alami
Memang tidak banyak penelitian yang dapat menunjukkan bukti yang kuat mengenai segala pengobatan alami. Namun, beberapa obat tradisional memang telah terbukti dapat menunda kerusakan dari suatu penyakit. "Banyak suplemen atau vitamin yang dapat meringankan beberapa gejala psoriatic arthritis, tetapi belum terbukti untuk dapat mencegah kerusakan," kata Guy Fiocco, MD, asisten profesor internal medicine at Texas A&M Health Science Center College of Medicine, di Bryan seperti dikutip dari Health, Minggu (18/9/2011). Dr. Fiocco mengatakan ada 9 pengobatan alami yang dapat digunakan untuk mengobati psoriatic arthritis, antara lain:

1. Minyak ikan
"Minyak ikan dapat sedikit mengurangi protein yang terlibat dalam peradangan," kata Eric L. Matteson, MD, ketua rheumatology di Mayo Clinic, di Rochester, Minn yang menyarankan penderita psoriatic arthritis untuk mengonsumsi 2.000-3.000 mg per hari, jika dibutuhkan. Dr. Fiocco mencatat bahwa populasi Eskimo memiliki insiden lebih rendah dari arthritis dan rematik psoriatis jika dibandingkan dengan kelompok lain. Genetika mungkin dapat memainkan peran, tetapi hal tersebut juga dapat dihubungkan dengan diet tinggi asam eicosapentaenoic atau minyak ikan. Diet tinggi asam eicosapentaenoic atau minyak ikan kemungkinan dapat membantu pengobatan psoriatic arthritis.

2. Akupunktur
Akupunktur telah berhasil meringankan hampir semua bentuk radang sendi, termasuk psoriatis arthritis. "Akupunktur memang tidak membantu pengobatan psoriatis arthritis secara langsung. Namun, beberapa orang mengatakan bahwa akupunktur dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh radang sendi. Hasil terbaik telah dilaporkan mengenai efek akupunktur untuk radang sendi lutut," kata Dr Matteson.

3. Kunyit
"Kunyit dapat meringankan gejala Psoriatic arthritis. Hal tersebut dikarenakan kunyit memiliki efek pada pengurangan protein inflamasi tertentu. Beberapa pasien psoriatis arthritis mungkin mendapatkan efek positif dari kunyit, namun efeknya sangat ringan dan sulit untuk diukur," kata Dr. Matteson. Beberapa orang memang telah mencoba kunyit dengan tujuan untuk meringankan gejala psoriatis arthritis yang mereka alami, namun umumnya mereka tidak menyadari efeknya.

4. Kulit pohon Willow
Kulit pohon Willow kadang-kadang disebut sebagai 'aspirin herbal'. Kulit pohon Willow mengandung salisin, yang merupakan bahan kimia yang mirip dengan aspirin (asam asetilsalisilat). Sebuah penelitian pada tahun 2001 menemukan bahwa ekstrak kulit pohon willow setara dengan dosis 240 mg salisin sehari. Penelitian tersebut dilakukan pada kelompok placebo dan kelompok pasien dengan osteoarthritis, yang terdiri dari 78 orang.

5. Vitamin D
Berdasarkan studi pada tahun 2011, kekurangan vitamin D adalah umum terjadi pada orang dengan psoriatic arthritis. Namun, kekurangan vitamin D yang biasa terjadi pada pasien psoriatic arthritis, belum diketahui penyebabnya secara jelas. Mungkin hal tersebut disebabkan karena pasien psoriatic arthritis banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, sehingga paparan sinar matahari untuk tubuh kurang dan menyebabkan kekurangan vitamin D. Namun penelitian yang lain mengatakan bahwa, kadar vitamin D tampaknya tidak mempengaruhi aktivitas penyakit psoriatic arthritis. Pada sebuah penelitian dari 10 pasien yang mengonsumsi vitamin D, terdapat 7 orang yang mengalami penurunan nyeri sendi. Tetapi dalam penelitian tersebut tidak ada kelompok plasebo untuk perbandingan. Masih perlu dilakukan banyak penelitian untuk membuktikan kegunaan vitamin D untuk penderita psoriatic arthritis.

6. Vitamin K
Vitamin K banyak ditemukan dalam sayuran berdaun hijau seperti kangkung, bayam, dan brokoli, minyak canola, dan zaitun. Dari hasil penelitian dikatakan bahwa, rendahnya kadar vitamin K dikaitkan dengan osteoarthritis yang lebih parah dalam kelompok yang terdiri hampir 700 pasien. Namun, belum jelas apakah vitamin K dapat membantu osteoartritis, artritis, dan psoriatis. Tetapi tidak ada salahnya untuk mengonsumsi sayur-sayuran yang berdaun hijau secara cukup.

7. L-carnitine
L-carnitine berasal dari asam amino, carnitine terlibat dalam metabolisme lemak dan ditemukan pada hampir semua sel tubuh. Orang sehat pada umumnya menghasilkan cukup carnitine dari tubuh sendiri, dan carnitine tidak dianggap sebagai nutrisi esensial. Beberapa ahli mengatakan bahwa, mungkin carnitine bermanfaat bagi orang dengan psoriatic arthritis, tetapi belum terbukti. Sebagai contoh, pada seorang pria 36 tahun yang diberikan L-carnitine, mengalami penurunan nyeri lutut yang terkait dengan psoriatis arthritis, namun pada penelitian ini tidak disertai kelompok placebo untuk pembanding.

8. Vitamin B12
Dari hasil penelitian dikatakan bahwa kekurangan vitamin B12 lebih umum pada orang dengan psoriatis arthritis dibandingkan dengan orang yang tidak menderita penyakit tersebut. "Tetapi seperti vitamin D, vitamin B12 tampaknya tidak menjadi pilihan pengobatan utama," kata Dr. Fiocco. Vitamin B12 banyak ditemukan dalam kerang, ikan, sereal, dan yogurt.

9. Pengobatan Tradisional China
Herbal tertentu yang digunakan dalam pengobatan China telah menunjukkan beberapa manfaat pada orang dengan artritis. Sebagai contoh, ekstrak tanaman Tripterygium wilfordii (TwHF) yang diperkirakan memiliki efek anti-inflamasi. Satu studi yang dilakukan oleh National Institutes of Health menemukan bahwa, pasien yang memakai TwHF bersama dengan steroid dan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) tidak lebih baik dibandingkan pasien yang mengonsumsi obat Azulfidine (sulfasalazine) dengan steroid dan NSAID. Secara keseluruhan, meskipun Dr. Fiocco juga merasa efek dari 9 pengobatan alami untuk psoriatis arthritis tersebut belum terlalu memuaskan, namun tidak ada salahnya dilakukan untuk sekedar mengurangi gejala yang ditimbulkan psoriatis arthritis.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Tue Sep 20, 2011 6:06 am

7 PEMICU SAKIT PUNGGUNG
Lusia Kus Anna | Kamis, 15 September 2011 | 10:04 WIB
Kompas.com - Sakit punggung merupakan salah satu penyakit yang pasti diderita 8 dari 10 orang dewasa dalam hidupnya. Paling sering sakit punggung terjadi karena meregangnya otot punggung atau meregangnya ligamen. Namun ada kalanya sakit timbul begitu saja secara perlahan. Pemakaian dan pembebanan pada diskus atau bantalan tulang lama kelamaan akan menimbulkan perubahan struktur atau keseimbangan normal. Padahal masalah bantalan, sendi atau otot akan menimbulkan rasa nyeri ketika dipakai bergerak. Terlepas dari bagaimana terjadinya nyeri tersebut, seringkali pasien, bahkan dokter, kesulitan menemukan pemicu nyeri punggung. Namun menurut Arya Nick Shamie, juru bicara American Academy of Orthopedic Surgeons, ada beberapa penyebab nyeri punggung yang sering tidak disadari.

1. Olahraga berat di akhir pekan
Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena nyeri punggung. Keadaan ini diperberat dengan kebiasaan olahraga berlebihan hanya di akhir pekan "Jika kita melakukan sesuatu yang berat setelah sepanjang minggu lebih banyak beraktivitas pasif, kita sangat beresiko mencederai diri," kata Shamie. Ia menambahkan olahraga high impact yang dilakukan tanpa pemanasan untuk menguatkan batang tubuh (core) akan membuat otot-otot tidak kuat mendukung gerakan yang dilakukan. Karena itu ia menyarankan agar setidaknya kita melakukan latihan dasar untuk penguatan batang tubuh 15 menit setiap hari serta pemanasan agar batang tubuh dan otot-otot lebih siap ketika kita berolahraga lebih intens di akhir pekan.

2. Menggendong anak
Menggendong anak di punggung, terlebih jika berat badan anak cukup besar, akan menyebabkan tekanan yang besar pada tulang punggung. Apalagi jika si anak banyak bergerak, risikonya adalah salah urat.

3. Duduk membungkuk
Duduk dengan punggung melengkung dalam waktu lama akan menyebabkan tulang lumbal tidak tersangga dengan baik sehingga tekanan pada diskus semakin besar. "Akan tetapi tekanan paling besar pada diskus terjadi ketika kita dalam posisi duduk kemudian dalam posisi miring hendak mengambil sesuatu dari lantai. Karena itu jika ingin memungut sesuatu berdirilah dulu baru berjongkok untuk mengambilnya," katanya.

4. Merokok
Merokok akan menyebabkan diskus memburuk dengan cepat. Diskus atau bantalan tulang ini memiliki dinding fibrosa di bagian luar yang melindungi gel di dalamnya.

5. Memilintir pinggang
Semua gerakan yang melibatkan rotasi di bagian perut atas secara berulang-ulang akan menyebabkan trauma mikro pada tulang punggung bawah. Kerusakan ini akan berakumulasi dan beresiko menyebabkan kerusakan di kemudian hari.

6. Kurang tidur
Diskus tulang belakang tidak memiliki pembuluh darah sehingga mereka tidak mendapat cukup nutrisi. Akibatnya diskus lebih rentan retak dan dehidrasi. "Usahakan untuk tidur cukup minimal 7 jam setiap malam karena di malam hari diskus akan terhidrasi kembali," katanya.

7. Kasur empuk
Alas tidur yang terlalu empuk dan melengkung di bagian tengah akan membuat struktur tulang berubah.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Sep 21, 2011 8:41 am

DAFTAR PEMICU KAMBUHNYA RADANG SENDI
Selasa, 20/09/2011 15:49 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Radang sendi adalah penyakit kronis karena terjadinya peradangan pada jaringan yang melapisi sendi. Radang sendi jarang sembuh dengan sendirinya dan cenderung sering kumat jika si penderitanya tidak menghindari pemicunya. Berikut daftar pemicu kambuhnya radang sendi. Saat kambuh, penyakit ini membatasi aktivitas penderita dan menyebabkan rasa sakit ketika berjalan atau mengggerakkan tangan. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan struktur sendi progresif yang menyebabkan perubahan bentuk sendi dan kecacatan. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi risiko dan gejala radang sendi. Beberapa faktor memainkan peranan baik besar atau kecil terhadap kambuhnya radang sendi seperti dilansir health.com, Selasa (20/9/2011):

1. Merokok
"Salah satu faktor yang mempengaruhi radang sendi adalah merokok," kata Susan Goodman, MD, rheumatologist di Rumah Sakit Khusus Bedah di New York City. "Merokok jelas memiliki dampak, itu memperparah kondisi dan meningkatkan kemungkinan terserang Radang sendi," katanya. Penelitian telah menunjukkan bahwa radang sendi pada orang yang bukan perokok lebih sedikit bengkak dan nyeri sendinya dibandingkan pada perokok. Radang sendi pada perokok tiga kali lebih mungkin berkembang menjadi arthritis yang parah dan dua kali lebih mungkin menyebabkan kerusakan sendi.

2. Kopi
Hubungan antara kopi atau teh dan radang sendi sebenarnya masih diperdebatka. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa minum kopi tanpa kafein sebanyak empat cangkir sehari atau lebih dapat meningkatkan risiko terkena radang sendi. Tetapi kopi berkafein tidak memiliki dampak apapun, sedangkan teh justru dapat mengurangi risikonya. Penelitian lain menemukan bahwa tidak ada korelasi antara kafein dan radang sendi, Namun, beberapa jenis kopi dapat menyebabkan beberapa obat radang sendi seperti methotrexate (Rheumatrex, Trexall), menjadi kurang efektif.

3. Cuaca
Penelitian mengenai hubungan antara cuaca dengan radang sendi sebenarnya masih sedikit, namun tampaknya ada hubungan antara cuaca dan gejala radang sendi. Sangat mungkin tekanan barometrik dan perubahan suhu berdampak besar pada gejalanya. Perubahan iklim cenderung memperburuk gejala, sehingga pasien radang sendi mungkin merasa lebih baik ketika cuaca lebih konsisten.

4. Alergi musiman
Seperti faktor-faktor lain sebelumnya, hubungan antara radang sendi dan alergi dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa orang dengan radang sendi cenderung lebih jarang mengalami alergi. Dan orang yang memiliki keduanya mungkin memiliki gejala radang sendi yang kurang parah. "Dugaan saya adalah bahwa beberapa obat alergi dapat membantu beberapa terapi gejala Radang sendi. Atau bisa saja orang-orang yang mengalami gejala radang sendi kurang merasakannya karena begitu terganggu dan sengsara dengan alergi mereka," kata Dr. Goodman.

5. Alkohol
Dalam sebuah penelitian terbaru di jurnal Rheumatology, peneliti menanyai sekitar 1.800 orang tentang kebiasaan minum alkoholnya dan radang sendi. Peneliti menemukan bahwa orang yang meminum setidaknya satu gelas tiga hari atau lebih dalam seminggu memilki kemungkinan empat kali lebih besar terserang radang sendi dibandingkan yang bukan peminum. Pasien radang sendi yang tidak minum cenderung memiliki gejala lebih ringan..

6. Kurang Vitamin D
Hubungan antara vitamin D dan radang sendi sebenarnya cukup rumit. Penelitian menunjukkan wanita di Amerika Serikat bagian timur laut lebih besar risikonya mengalami radang sendi dibandingkan yang hidup di daerah yang lebih hangat. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan kekurangan vitamin D. Dan kekurangan vitamin D berkaitan dengan penyakit autoimun lainnya. "Vitamin D memiliki banyak efek kekebalan dan metabolik serta sangat penting untuk kesehatan tulang," kata Dr. Goodman. Vitamin D merupakan bagian yang penting untuk kesehatan tulang secara keseluruhan."

7. Kehamilan
Sulit untuk memprediksi dampak kehamilan pada Radang sendi. Wanita biasanya berhenti minum obat ketika hamil karena obatnya bisa melukai janin. "Pada beberapa ibu hamil, gejala radang sendi justru membaik atau bahkan sembuh," Dr. Goodman mengatakan. Dia mengaitkan hal ini dengan fakta bahwa sistem kekebalan tubuh ditekan selama kehamilan. Tetapi ibu hamil lain ada yang mengalami sakit akibat radang sendi bahkan lebih dari yang biasanya dirasakan. Dan pada ibu-ibu hamil terkadang dapat mencetuskan gejala setelah melahirkan.

8. Hormon atau kontrasepsi
Data mengenai hubungan antara hormon dan radang sendi masih sedikit. Penelitian belum dapat menemukan hubungan antara kontrasepsi dan risiko radang sendi atau tingkat keparahan penyakitnya. Sebuah penelitian tahun 2004 menemukan bahwa wanita yang siklus haidnya tidak teratur memiliki risiko terserang radang sendi lebih tinggi.

9. Pilek atau flu
Tampaknya ada sebuah hubungan antara flu dan memburuknya gejala radang sendi. Dan flu dapat sangat berbahaya bagi orang yang memakai obat untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh, temasuk sebagian besar obat yang digunakan untuk mengobati radang sendi. Centers for Disease Control and Prevention di AS merekomendasikan vaksin flu untuk pasien radang sendi, tapi bukan vaksin flu semprot lewat hidung yang mengandung virus hidup.


Last edited by gitahafas on Wed Nov 09, 2011 5:23 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Nov 09, 2011 5:19 pm

NYERI AKIBAT HIGH HEELS?
TRIBUNnews.com – Sel, 27 Sep 2011 22.23 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Sebagai kaum hawa, Anda pasti sangat suka mengenakan sepatu high heels alias sepatu dengan hak tinggi. Tak bisa dipungkiri, seseorang yang mengenakan sepatu high heels akan merasa lebih percaya diri (PD) ketimbang hanya mengenakan sepatu lepek alias sepatu datar.
Karena itu jangan heran bila Anda merasa betis Anda seperti diremas-remas, telapak kaki senut-senut, dan jari-jari kaki seperti habis diinjak-injak dengan sangat keras. Ketika kondisi kaki sudah memilukan seperti itu, apa sih yang sebaiknya kita lakukan? Berdiam diri saja hingga si kaki menjadi lebih enak? Tentu saja tidak. Stephen Strain, ahli penyakit kaki dari Harley Street, punya beberapa tips untuk mengatasi derita akibat memakai sepatu hak tinggi. Mau tahu tips apa yang disarankan oleh Stephen Strain? Berikut tipsnya untuk Anda:

1. Regangkan kaki
Lakukan peregangan kaki pada pagi hari agar aliran darah kembali lancar. Coba lakukan gerakan-gerakan yoga untuk peregangan ini, seperti pose downward-facing dog. Posisi ini mengharuskan Anda meletakkan kedua tangan di lantai dengan jarak sekitar 1 meter dari kedua kaki, dan bokong diregangkan ke arah langit-langit, sehingga dari samping tubuh Anda membentuk segitiga. Teknik peregangan lain yang lebih mudah adalah dengan membungkuk sambil mencoba menyentuh jari-jari kaki dengan jari tangan Anda. Pastikan kedua kaki lurus (bagian lutut tidak menekuk). Perlahan, bungkukkan tubuh Anda, dan tahan selama lima atau 10 detik. Ulangi tiga kali. Trik lainnya adalah duduk dengan kaki menjulur ke depan, lalu angkat kaki untuk meregangkan. Jari-jari kaki rapat dan meruncing ke depan, lalu cobalah membentuk huruf-huruf dengan jari kaki Anda.

2. Rendam dengan air hangat
Mandi air hangat akan membantu mengendurkan otot-otot yang kaku dan kelelahan. Coba tambahkan garam Epsom, yang diperkaya dengan mineral alami seperti magnesium dan sulfat. Kulit akan menyerap magnesium, yang kemudian akan membantu tubuh membangun dan memperbaiki jaringan-jaringan.

3. Manjakan kaki Anda
Coba perhatikan lagi kondisi kaki Anda. Mungkinkah ada kuku yang tidak dipotong rapi, atau ada kuku yang tumbuh ke dalam, sehingga menyebabkan jari-jari kaki terasa sakit ketika memakai sepatu? Lakukan pedicure di salon, atau lakukan sendiri di rumah (karena Anda tentu lebih tahu bagian mana dari kaki yang terasa sakit). Rapikan kuku, lalu beri pelembab. Kulit kaki yang kering juga bisa membuatnya terasa kasar dan kapalan. Bagian kaki yang biasa menjadi kering adalah pada tumit dan bola kaki (telapak kaki bagian atas), karena area tersebut yang paling terkena pengaruh hak yang tinggi. Agar manfaatnya terasa maksimal, oleskan moisturizer untuk kaki setelah mandi air hangat. Saat itu, pori-pori Anda terbuka, sehingga kulit menyerap bahan pelembab lebih mudah.

4. Libur dulu
Setelah beberapa hari mengenakan sepatu berhak tinggi, beri kesempatan bagi kaki Anda untuk beristirahat beberapa hari. Jangan mengenakan sepatu atau sandal yang benar-benar datar. Pakailah sepatu dengan sol sekitar 3 cm. Mengenakan sepatu jogging adalah pilihan terbaik.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Nov 09, 2011 5:22 pm

OSTEOPOROSIS BUKAN PENYAKIT LANJUT USIA
Bramirus Mikail | Asep Candra | Sabtu, 29 Oktober 2011 | 16:24 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyakit osteoporosis selama ini memang identik diderita oleh kalangan usia lanjut. Namun, ini bukan berarti semakin tua usia seseorang semakin mudah pula mereka menderita osteoporosis. "Osteoporosis itu bukan penyakit tua. Memang lebih banyak diderita pada orang tua, tapi penyakit ini bisa dicegah," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, Ekowati Rahajeng saat acara temu media dengan tema "Cintai Tulangmu Cegah Osteoporosis", di Jakarta, Jumat (28/10/2011). Osteoporosis sering disebut sebagai silent disease. Si penderita biasanya tidak merasakan nyeri atau gejala apa pun sampai pada akhirnya mengalami patah tulang. Eko mengatakan, berdasarkan data Puslitbang Gizi Departemen Kesehatan dan Persatuan Osteoporosis Indonesia (Perosi), perempuan memiliki angka kejadian lebih tinggi mengalami osteoporosis ketimbang laki-laki. Bahkan, diperkirakan pada 2015 jumlah perempuan dengan osteoporosis di Indonesia meningkat menjadi 24 juta orang.

Kalsium saja tak cukup
Selama ini, kata Eko, masih banyak warga yang beranggapan, kalau sudah mengonsumsi kalsium, maka dapat dipastikan bebas dari ancaman osteoporosis. "Padahal, walaupun konsumsi kalsium tinggi, tapi kalau tidak diimbangi makan sayur dan buah tidak akan efektif karena buah dan sayur sangat diperlukan untuk metabolisme," paparnya. Ia mengungkapkan, asupan kalsium orang Indonesia saat ini masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah yang dianjurkan. Rata-rata orang dewasa di Indonesia baru memenuhi asupan kalsium sebesar 270-300 mg per hari, padahal jumlah yang dianjurkan menurut standar internasional adalah 1000-1200 mg per hari. Untuk memenuhi asupan kalsium, tidak harus selalu dengan mengonsumsi susu saja karena masih banyak makanan sumber kalsium lain seperti ikan teri dan kacang-kacangan. "Dalam mencegah osteoporosis, pemenuhan gizi saja tidak cukup tanpa dibarengi latihan fisik, paparan sinar matahari yang cukup, serta yang paling penting stop merokok," tegasnya. Eko mengatakan, kebanyakan orang belum sadar bahwa rokok juga dapat menjadi salah satu faktor pencetus keroposnya tulang. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan, kandungan tar dan nikotin dapat sangat mengganggu metabolisme penyerapan dari kalsium. "Hal-hal seperti ini diharapkan semakin disadari masyarakat sehingga dapat tersosialisasikan dengan baik," tandasnya.
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Tulang dan Otot

View previous topic View next topic Back to top 
Page 28 of 30Goto page : Previous  1 ... 15 ... 27, 28, 29, 30  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Tulang dan Otot
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Asuransi Kesehatan ( ASKES )
» PP No. 32 tahun 1996, tentang TENAGA KESEHATAN

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-