Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Tulang dan Otot

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 16 ... 30  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Tue Apr 20, 2010 1:12 pm

OSTEOMIELITIS
Osteomielitis adalah infeksi tulang yang biasanya disebabkan oleh bakteri, tetapi kadang-kadang disebabkan oleh jamur.
Jika tulang terinfeksi, bagian dalam tulang yang lunak (sumsum tulang) sering membengkak. Karena pembengkakan jaringan ini menekan dinding sebelah luar tulang yang kaku, maka pembuluh darah di dalam sumsum bisa tertekan, menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tulang. Tanpa pasokan darah yang memadai, bagian dari tulang bisa mati.
Infeksi juga bisa menyebar keluar dari tulang dan membentuk abses(pengumpulan nanah) di jaringan lunak di sekitarnya, misalnya di otot.

PENYEBAB
# Tulang, yang biasanya terlindung dengan baik dari infeksi, bisa mengalami infeksi melalui 3 cara: Aliran darah
# Penyebaran langsung
# Infeksi dari jaringan lunak di dekatnya.

Aliran darah bisa membawa suatu infeksi dari bagian tubuh yang lain ke tulang.
Infeksi biasanya terjadi di ujung tulang tungkai dan lengan (pada anak-anak) dan di tulang belakang (pada dewasa).
Orang yang menjalani dialisa ginjal dan penyalahguna obat suntik ilegal, rentan terhadap infeksi tulang belakang (osteomielitis vertebral).
Infeksi juga bisa terjadi jika sepotong logam telah ditempelkan pada tulang, seperti yang terjadi pada perbaikan panggul atau patah tulang lainnya. Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis juga bisa menginfeksi tulang belakang (penyakit Pott).

Organisme bisa memasuki tulang secara langsung melalui patah tulang terbuka, selama pembedahan tulang atau dari benda yang tercemar yang menembus tulang. Infeksi ada sendi buatan, biasanya didapat selama pembedahan dan bisa menyebar ke tulang di dekatnya.
Infeksi pada jaringan lunak di sekitar tulang bisa menyebar ke tulang setelah beberapa hari atau minggu. Infeksi jaringan lunak bisa timbul di daerah yang mengalami kerusakan karena cedera, terapi penyinaran atau kanker, atau ulkus di kulit yang disebabkan oleh jeleknya pasokan darah atau diabetes (kencing manis). Suatu infeksi pada sinus, rahang atau gigi, bisa menyebar ke tulang tengkorak.

GEJALA
Pada anak-anak, infeksi tulang yang didapat melalui aliran darah, menyebabkan demam dan kadang-kadang di kemudian hari, menyebabkan nyeri pada tulang yang terinfeksi. Daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan nyeri.
Infeksi tulang belakang biasanya timbul secara bertahap, menyebabkan nyeri punggung dan nyeri tumpul jika disentuh. Nyeri akan memburuk bila penderita bergerak dan tidak berkurang dengan istirahat, pemanasan atau minum obat pereda nyeri. Demam, yang merupakan tanda suatu infeksi, sering tidak terjadi. Infeksi tulang yang disebabkan oleh infeksi jaringan lunak di dekatnya atau yang berasal dari penyebaran langsung, menyebabkan nyeri dan pembengkakan di daerah diatas tulang, dan abses bisa terbentuk di jaringan sekitarnya. Infeksi ini tidak menyebabkan demam, dan pemeriksaan darah menunjukkan hasil yang normal. Penderita yang mengalami infeksi pada sendi buatan atau anggota gerak, biasanya memiliki nyeri yang menetap di daerah tersebut. Jika suatu infeksi tulang tidak berhasil diobati, bisa terjadi osteomielitis menahun (osteomielitis kronis). Kadang-kadang infeksi ini tidak terdeteksi selama bertahun-tahun dan tidak menimbulkan gejala selama beberapa bulan atau beberapa tahun. Osteomielitis menahun sering menyebabkan nyeri tulang, infeksi jaringan lunak diatas tulang yang berulang dan pengeluaran nanah yang menetap atau hilang timbul dari kulit. Pengeluaran nanah terjadi jika nanah dari tulang yang terinfeksi menembus permukaan kulit dan suatu saluran (saluran sinus) terbentuk dari tulang menuju kulit.

DIAGNOSA
Diagnosis berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada skening tulang dengan teknetium, area yang terinfeksi menunjukkan kelainan, kecuali pada anak-anak. Tetapi hal ini tidak akan muncul pada foto rontgen sampai lebih dari 3 minggu setelah gejala pertama timbul. CT scan dan MRI juga bisa menunjukkan daerah yang terinfeksi. Tetapi pemeriksaan ini tidak selalu dapat membedakan infeksi dari kelainan tulang lainnya. Untuk mendiagnosa infeksi tulang dan menentukan bakteri penyebabnya, harus diambil contoh dari darah, nanah, cairan sendi atau tulangnya sendiri. Biasanya untuk infeksi tulang belakang, diambil contoh jaringan tulang melalui sebuah jarum atau melalui pembedahan.

PENGOBATAN
Untuk anak-anak dan dewasa yang mendapatkan infeksi tulang melalui aliran darah, pengobatan paling efektif adalah antibiotik. Jika bakteri penyebabnya tidak dapat ditentukan, maka antibiotik akan efektif untuk melawan Staphylococcus aureus (bakteri yang paling sering ditemukan sebagai penyebabnya), dan pada beberapa kasus melawan bakteri lainnya. Tergantung kepada beratnya infeksi, pada awalnya antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah), selanjutnya diberikan per-oral (ditelan) selama 4-6 minggu. Beberapa penderita bahkan memerlukan antibiotik sampai berbulan-bulan. Jika infeksi bisa ditemukan pada stadium awal, biasanya tidak diperlukan pembedahan. Tetapi kadang-kadang suatu abses memerlukan pembedahan untuk mengeluarkan nanahnya.

Orang dewasa yang mengalami infeksi tulang belakang, biasanya akan mendapatkan antibiotik selama 6-8 minggu, kadang-kadang disertai dengan istirahat total. Mungkin diperlukan pembedahan untuk mengeringkan abses atau untuk menstabilkan tulang belakang yang terkena.
Jika infeksi tulang berasal dari jaringan lunak di dekatnya, pengobatannya lebih kompleks. Biasanya semua jaringan dan tulang yang mati diangkat melalui pembedahan, dan ruang kosong yang ditinggalkannya, diisi dengan tulang, otot atau kulit yang sehat.
Selanjutnya infeksi diobati dengan antibiotik.

Biasanya, suatu sendi buatan yang terinfeksi diangkat dan diganti. Antibiotik diberikan beberapa minggu sebelum pembedahan, sehingga sendi buatan yang terinfeksi tersebut bisa diangkat dan digantikan oleh sendi buatan yang baru. Kadang pengobatan bisa gagal dan infeksinya berlanjut, sehingga diperlukan pembedahan untuk menggabungkan sendi atau mengamputasi anggota gerak yang terkena. Infeksi yang menyebar dari ulkus di kaki karena pasokan darah yang buruk atau karena kencing manis, sering melibatkan sejumlah bakteri dan sulit untuk diobati hanya dengan antibitotik saja, mungkin diperlukan pembedahan untuk mengangkat tulang yang terinfeksi.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:27 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Apr 21, 2010 5:49 pm

OSTEOMYELITIS ( INFEKSI TULANG )
Osteomyelitis adalah infeksi pada tulang. Osteomyelitis dapat terjadi pada bayi-bayi, anak-anak, dan kaum dewasa. Tipe-tipe yang berbeda dari bakteri-bakteri secara khas mempengaruhi kelompok-kelompok umur yang berbeda. Pada anak-anak, osteomyelitis paling umum terjadi pada ujung-ujung dari tulang-tulang yang panjang dari lengan-lengan dan tungkai-tungkai, mempengaruhi pinggul-pinggul, lutut-lutut, pundak-pundak, dan pergelangan-pergelangan tangan. Pada kaum dewasa, adalah lebih umum pada tulang-tulang dari spine (vertebrae) atau pada pelvis.

Penyebab Osteomyelitis
Ada beberapa cara-cara yang berbeda untuk mengembangkan osteomyelitis. Yang pertama adalah bakteri berpergian melalui aliran darah (bacteremia) dan menyebar ke tulang, menyebabkan infeksi. Ini paling sering terjadi ketika pasien mempunyai infkesi ditempat lain di tubuh, seperti pneumonia atau infeksi sitim kencing (urinary tract infection), yang menyebar melalui darah ke tulang. Luka yang terbuka diatas tulang dapat menjurus pada osteomyelitis. Patah tulang yang terbuka dimana tulang menusuk melalui kulit juga adalah penyebab yang berpotensi. Operasi atau suntikan baru-baru ini sekitar tulang dapat juga memaparkan tulang pada bakteri-bakteri dan menjurus pada osteomyelitis. Pasien-pasien dengan kondisi-kondisi atau mengkonsumsi obat-obat yang memperlemah sistim imun mereka berada pada risiko yang lebih tinggi mengembangkan osteomyelitis. Ini termasuk pasien-pasien dengan kanker, penggunaan steroid yang kronis, penyakit sel sabit, human immunodeficiency virus (HIV), diabetes, hemodialysis, pengguna-pengguna obat intravena, dan kaum tua.

Gejala-Gejala Dan Tanda-Tanda Dari Osteomyelitis
Gejala-gejala dari osteomyelitis dapat bervariasi sangat besar. Pada anak-anak, osteomyelitis paling sering terjadi lebih cepat. Mereka mengembangkan nyeri atau kepekaan pada tulang yang terpengaruh, dan mereka mungkin mempunyai kesulitan atau ketidakmampuan untuk menggunakan anggota tubuh yang terpengaruh atau membawa beban atau berjalan yang disebabkan oleh nyeri yang parah. Pada kaum dewasa, gejala-gejala sering berkembang lebih secara berangsur-angsur. Gejala-gejala lain termasuk demam, kedinginan, keiritasian, pembengkakan atau kemerahan diatas tulang yang terpengaruh, kekakuan, dan mual.

Mendiagnosa Osteomyelitis
Diagnosis dari osteomyelitis mulai dengan sejarah medis dan pemeriksaan fisik sepenuhnya. Sewaktu sejarah medis, dokter mungkin menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang infeksi-infeksi baru-baru ini ditempat lain di tubuh, sejarah medis yang lalu, penggunaan obat, dan sejarah medis keluarga. Pemeriksaan fisik akan mencari area-area kepekaan, kemerahan, pembengkakan, batasan gerakan yang berkurang atau yang menyakitkan, dan luka-luka terbuka. Dokter anda mungkin kemudian memerintahkan beragam tes-tes untuk membantu mendiagnosa osteomyelitis. Beberapa tes-tes darah dapat digunakan untuk membantu menentukan apakah anda mempunyai infeksi dalam tubuh anda. Ini termasuk complete blood count (CBC), erythrocyte sedimentation rate (ESR), C-reactive protein (CRP), dan pembiakan-pembiakan darah. Tidak satupun dari ini adalah spesifik untuk osteomyelitis namun agaknya mereka dapat menyarankan bahwa mungkin ada beberapa infeksi dakam tubuh. Studi-studi pencitraan (imaging) mungkin diperoleh dari tulang-tulang yang terlibat. Ini dapat termasuk radiographs (X-rays) sederhana, scans tulang, computed tomography (CT) scans, magnetic resonance imaging (MRIs), dan ultrasounds. Studi-studi pencitraan ini dapat membantu mengidentifikasi perubahan-perubahan pada tulang-tulang yang terjadi dengan osteomyelitis. Setelah area dari tulang diidentifikasi dengan kemungkinan osteomyelitis, biopsi dari tulang mungkin diperoleh untuk membantu menentukan secara tepat bakteri apa yang terlibat, dan pembiakan dari ini dapat mengindikasikan pilihan yang terbaik untuk perawatan antibiotik.

Perawatan Untuk Osteomyelitis
Pada banyak kasus-kasus, osteomyelitis dapat dirawat secara efektif dengan antibiotik-antibiotik dan obat-obat nyeri. Jika biopsi diperoleh, ini dapat membantu memandu pilihan dari antibiotik yang terbaik. Pada beberapa kasus-kasus, area yang terpengaruh akan dilumpuhkan dengan brace untuk mengurangi nyeri dan mempercepat perawatan. Adakalanya, operasi mungkin diperlukan. Jika ada area dari bakteri yang dilokalisir (nanah), ini mungkin perlu dibuka, dibersihkan, dan dialirkan. Jika ada jaringan lunak atau tulang yang rusak, ini mungkin perlu dikeluarkan. Jika tulang perlu dikeluarkan, ia mungkin perlu diganti dengan cangkokan tulang atau distabilkan selama operasi.

Prognosis (Ramalan) Untuk Osteomyelitis
Dengan diagnosis dan perawatan awal yang tepat, prognosis untuk osteomyelitis adalah baik. Jika ada penundaan yang lama pada diagnosis atau perawatan, dapat terjadi kerusakan yang parah pada tulang atau jaringan lunak sekelilingnya yang dapat menjurus pada defisit-defisit yang permanen. Umumnya, pasien-pasien dapat membuat kesembuhan sepenuhnya tanpa komplikasi-komplikasi yang berkepanjangan.

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 7:16 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:23 pm

OSTEOMYELITIS
Senin, 23/11/2009 15:48 WIB Detik Health
Deskripsi
Osteomielitis adalah infeksi tulang akut atau kronis, biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur. Infeksi yang menyebabkan osteomielitis sering dimulai di bagian lain dari tubuh dan menyebar ke tulang melalui darah.

Cedera mungkin telah membuat tulang yang terkena lebih mungkin untuk terkena infeksi. Pada anak-anak, tulang panjang biasanya terpengaruh. Pada orang dewasa, kaki, tulang belakang, dan panggul yang paling sering terkena. Faktor risiko yang mendukung terjadinya penyakit
ini adalah trauma, diabetes, hemodialisis, dan penyalahgunaan narkoba.

Gejala
* Nyeri tulang
* Demam
* Ketidaknyamanan, kegelisahan, atau sakit-perasaan (malaise)
* Lokal pembengkakan, kemerahan, dan kehangatan
* Mual

Perawatan
Tujuan pengobatan adalah untuk menghilangkan infeksi dan mencegah dari semakin buruk. Antibiotik akan diberikan untuk menghancurkan bakteri yang menyebabkan infeksi. Pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan jaringan tulang mati jika memiliki infeksi yang tidak hilang.

Ruang terbuka yang ditinggalkan oleh jaringan tulang yang dihapus dapat diisi dengan graft tulang atau material kemasan yang mendorong pertumbuhan jaringan tulang baru. Pemberian antibiotik dilanjutkan berlanjut selama sedikitnya 6 minggu setelah pembedahan. Sedangkan infeksi ortopedi prostesis mungkin memerlukan operasi pengangkatan dari jaringan yang terinfeksi prostesis.

Sumber: medlineplus dan UMM.


Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 7:52 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:27 pm

TENDINITIS
Senin, 28/09/2009 09:16 WIB
Pada kondisi normal tendon berfungsi menyalurkan gaya ke tulang. Namun jika tendon mengalami peradangan atau iritasi, maka hal tersebut disebut tendinitis. Tendinitis disebabkan oleh gerakan berulang. Beberapa gerakan tersebut antara lain, menyapu, menukang, menyekop, tenis, atau golf. Tendinitis umumnya terjadi di pangkal jempol, siku, bahi, atau lutut, dimana organ tersebut yang paling dominan dalam melakukan gerakan.

Gejala
Gejala tendinitis dapat diketahui jika penderita mengalami sakit pada daerah sekitar tendon. Selain gejala tersebut, juga penderita kesulitan menggerakkan bahu.

Perawatan
Perawatan yang bisa dilakukan antara lain menghindari kegiatan yang memperburuk masalah, istirahat, serta obat anti inflamasi.


Last edited by gitahafas on Tue Feb 01, 2011 8:30 am; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:31 pm

TORTICOLLIS
Senin, 28/09/2009 14:02 WIB
Torticollis merupakan gangguan pada leher, di mana otot leher terpelintir ke satu sisi kanan atau kiri. Gangguan ini berhubungan dengan riwayat torticollis dalam keluarga. Artinya, penyakit ini akan makin parah jika orangtua mengalami gangguan serupa. Penyebab penyakit ini bisa karena kelainan gen atau jaringan saraf yang mengalami gangguan pada leher. Bagi bayi, penyakit ini bisa menyebabkan cacat wajah permanen.

Gejala
Tremor pada kepala, leher sakit, gerakan leher terbatas, sakit kepala.

Pengobatan
Salah satu pengobatan yang bisa dolakukan adalah dengan terapi fisik. Pengobatan lain bisa berupa operasi jika ditemukan penyebab gangguan ini karena kelainan tulang leher.

Sumber: disarikan dari beberapa sumber.


Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 7:27 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:36 pm

BAHAYA TERJATUH PADA POSISI TERDUDUK
Rabu, 19/01/2011 16:32 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Seringkali orang terjatuh dalam posisi terduduk, seperti terpeleset atau terjatuh dari tangga. Jatuh dengan posisi duduk rasanya nyeri bukan kepalang. Selain nyeri, ada bahaya lain lho bila terjatuh dalam posisi terduduk. Jatuh dalam posisi terduduk bisa sangat membahayakan karena bisa mengalami cedera pada tulang ekor yang terhubung dengan saraf di tulang belakang. Tulang ekor (coccyx) merupakan salah satu tulang terkecil dalam tubuh, tetapi bisa menyebabkan sakit yang luar biasa dan masalah kesehatan serius bila mengalami cedera pada saat terjatuh.

Tulang ekor terletak di ujung bawah tulang belakang. Ruas tulang ini biasanya terlindungi dengan baik, tetapi ketika terluka saat jatuh atau trauma lain, maka tulang ekor bisa memar atau dislokasi tulang. Segala bentuk cedera pada tulang ekor dapat menyebabkan masalah serius karena terdapat banyak saraf dan otot yang melekat pada tulang ekor, seperti saraf yang mengelilingi seluruh tulang belakang, otot-otot dasar panggul, daerah usus, serta paha dan kaki bagian atas. Beberapa bahaya bila mengalami cedera tulang ekor seperti dilansir Webmd dan coccyx.org, Rabu (19/1/2011) adalah:

1. Sakit saat atau setelah duduk
2. Sakit akut ketika bergerak dari duduk ke berdiri
3. Sakit kepala parah
4. Nyeri di seluruh tubuh terutama pinggang dan panggul
5. Nyeri di daerah tulang ekor yang tidak mereda dalam jangka waktu lama (coccygodynia)
6. Mengalami masalah pencernaan kronis, terutama sembelit.
7. Kram hebat saat menstruasi
8. Depresi dan susah tidur
9. Sakit saat melakukan hubungan seksual

Selain terjatuh dalam posisi duduk, cedera tulang ekor juga bisa terjadi karena kondisi berikut:

1. Posisi duduk yang salah
2. Pukulan langsung ke tulang belakang,
3. Terluka atau patah tulang ekor saat persalinan
4. Tegang atau gesekan berulang-ulang seperti gerakan pada mendayung dan bersepeda
5. Infeksi atau tumor pada tulang ekor

Beberapa masalah kesehatan dapat muncul tepat setelah cedera tulang ekor, sementara yang lain muncul pada bulan atau tahun berikutnya.
Cedera tulang ekor lebih sering terjadi pada perempuan karena bentuk panggul perempuan membuat tulang ekornya lebih terbuka.


Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 7:27 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:42 pm

CEDERA TULANG EKOR
Selasa, 15/09/2009 09:48 WIB Detik Health
Tulang ekor adalah tulang segitiga yang terletak di bagian bawah tulang belakang. Cedera tulang ekor dapat mengakibatkan memar, dislokasi tulang, atau patah pada tulang ekor.

Penyebab cedera tulang ekor antara lain, posisi duduk yang salah, pukulan langsung ke tulang belakang, terluka atau patah selama persalinan, tegang atau gesekan berulang-ulang seperti gerakan pada mendayung dan bersepeda.

Gejala
Sakit pada tulang belakang, memar, sakit bertambah saat duduk, kesulitan ketika buang air besar.

Perawatan
Tujuan utama perawatan adalah mengurangi gejala yakni dengan penderita disarankan untuk tidak duduk terlalu lama, mengkonsumsi obat nyeri, bisa juga dengan kompres es di sekitar tulang yang mengalami cedera.


Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 7:54 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:49 pm

FLU TULANG
Rabu, 01/07/2009 13:10 WIB
Flu Tulang disebabkan virus Parvovirus B19. Meski tidak menyebabkan kematian, penyakit ini menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini biasanya disebut sebagai chikungunya atau juga demam tulang. Penyebabnya sama seperti DBD, yakni nyamuk Aides Aegypty. Sifat Penyebarannya sangat cepat sehingga chikungunya sangat cepat, bisa menyebabkan kelumpuhan.

Gejala
Gejala utama flu tulang adalah tubuh terasa demam, diikuti dengan linu di persendian. Gejala ngilu ini berlangsung hingga 2-4 minggu pasca flu biasa. Gejala lain, penderita merasa sangat kedinginan.

Pengobatan
Biasanya kondisi kesehatan penderita akan berangsur-angsur membaik setelah 3 minggu. Para penderita sebaiknya mengkonsumsi makanan bergizi tinggi dan sedapat mungkin menghindari rokok, kopi dan makanan berlemak tinggi agar tidak menjadi lebih parah. Sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi sembarang jenis obat flu yang ada di pasaran karena sangat berbahaya.
(tbs/tbs)



Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 7:36 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:52 pm

POLYMYALGIA RHEUMATICA
Kamis, 17/12/2009 09:10 WIB
Polymyalgia Rheumatica (PMR) adalah suatu gangguan peradangan yang meluas, menyebabkan sakit dan kekakuan otot, terutama di leher, bahu, lengan atas, paha dan pinggul. Meskipun beberapa orang mengalami gejala-gejala ini secara bertahap, polymyalgia rheumatica dapat muncul dalam semalam. Orang dengan polymyalgia rheumatica bisa saja tidur dengan kondisi baik-baik saja, namun ketika bangun merasakan kekakuan dan rasa sakit.

Belum diketahui secara pasti pemicu polymyalgia rheumatica, tetapi gangguan ini dipengaruhi masalah sistem kekebalan tubuh,� genetik dan faktor lingkungan. Selain itu, penuaan juga muncul untuk berperan dalam gangguan ini.

Gejala
Gejala Polymyalgia Rheumatica meliputi:
* Rasa sakit dari sedang hingga parah dan kekakuan pada otot-otot di pinggul, paha, bahu, lengan atas dan leher
* Kelelahan
* Kelemahan atau perasaan umum tidak sehat
* Kadang-kadang, sedikit demam
* Anemia--jumlah sel darah merah rendah

Pengobatan
Non-steroid Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin, others) efektif dalam mengobati gejala-gejala ringan polymyalgia rheumatica. Namun, dalam jangka panjang penggunaan NSAID dapat menyebabkan perdarahan lambung dan usus, retensi cairan, tekanan darah tinggi, gagal ginjal, gagal jantung kongestif yang memburuk, kelainan tes fungsi hati, dan kemungkinan perubahan kognitif.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 7:41 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:54 pm

BURSITIS
Bursitis adalah peradangan pada bursa yang disertai rasa nyeri.
Bursa adalah kantong datar yang mengandung cairan sinovial, yang memudahkan pergerakan normal dari beberapa sendi pada otot dan mengurangi gesekan. Bursa terletak pada sisi yang mengalami gesekan, terutama di tempat dimana tendon atau otot melewati tulang. Dalam keadaan normal, sebuah bursa mengandung sangat sedikit cairan. Tetapi jika terluka, bursa akan meradang dan terisi oleh cairan.

PENYEBAB
Penyebabnya seringkali tidak diketahui, tetapi bursitis dapat disebabkan oleh:
- Pemakaian berlebihan selama bertahun-tahun
- Cedera
- Gout
- Pseudogout
- Artritis rematoid
- Infeksi.

Yang paling mudah terkena bursitis adalah bahu, bagian tubuh lainnya yang juga bisa terkena bursitis adalah sikut, pinggul, panggul, lutut, jari kaki dan tumit.

GEJALA
Bursitis menyebabkan nyeri dan cenderung membatasi pergerakan, tetapi gejalanya yang khusus tergantung kepada lokasi bursa yang meradang.
Jika bursa di bahu meradang, maka jika penderita mengangkat lengannya untuk memakai baju akan mengalami kesulitan dan merasakan nyeri.

Bursitis akut terjadi secara mendadak. Jika disentuh atau digerakkan, akan timbul nyeri di daerah yang meradang. Kulit diatas bursa tampak kemerahan dan membengkak. Bursitis akut yang disebabkan oleh suatu infeksi atau gout menyebabkan nyeri yang luar biasa dan daerah yang terkena tampak kemerahan dan teraba hangat.

Bursitis kronis merupakan akibat dari serangan bursitis akut sebelumnya atau karena cedera yang berulang. Pada akhirnya, dinding bursa akan menebal dan di dalamnya terkumpul endapan kalsium padat yang menyerupai kapur. Bursa yang telah mengalami kerusakan sangat peka terhadap peradangan tambahan. Nyeri menahun dan pembengkakan bisa membatasi pergerakan, sehingga otot mengalami penciutan (atrofi) dan menjadi lemah. Serangan bursitis kronis berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu dan sering kambuh.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.
Daerah di sekitar bursa terasa sakit jika diraba dan pergerakan sendi tertentu menimbulkan nyeri.
Jika bursa tampak membengkak, bisa diambil contoh cairan dari bursa dan dilakukan pemeriksaan terhadap cairan untuk menentukan penyebab dari peradangan.

PENGOBATAN
Bursa yang terinfeksi harus dikeringkan dan diberikan antibiotik.

Bursitis akut non-infeksius biasanya diobati dengan istirahat, dimana untuk sementara waktu sendi yang terkena tidak digerakkan dan diberikan obat peradangan non-steroid (misalnya indometasin, ibuprofen atau naproksen) Kadang diberikan obat pereda nyeri. Selain itu bisa disuntikkan campuran dari obat bius lokal dan kortikosteroid langsung ke dalam bursa. Penyuntikan ini mungkin perlu dilakukan lebih dari 1 kali.

Pada bursitis yang berat diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) per-oral (ditelan) selama beberapa hari.
Setelah nyeri mereda, dianjurkan untuk melakukan latihan khusus guna meningkatkan daya jangkau sendi.

Bursitis kronis diobati dengan cara yang sama.
Kadang endapan kalsium yang besar di bahu bisa dibuang melalui jarum atau melalui pembedahan.
Kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi.
Terapi fisik dilakukan untuk mengembalikan fungsi sendi. Latihan bisa membantu mengembalikan kekuatan otot dan daya jangkau sendi.
Bursitis sering kambuh jika penyebabnya (misalnya gout, artritis rematoid atau pemakaian berlebihan) tidak diatasi.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Fri Dec 17, 2010 10:57 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:56 pm

MONONEUROPATI
Mononeuropati adalah kerusakan pada sebuah saraf perifer.

PENYEBAB
Cedera fisik merupakan penyebab yang paling sering ditemukan pda mononeuropati.
Cedera ini seringkali disebabkan oleh tekanan terus menerus pada sebuah saraf yang berjalan di dekat permukaan tubuh dan di sekitar tulang-tulang yang menonjol, seperti sikut, bahu, pergelangan tangan atau lutut.
Kerusakan saraf juga bisa terjadi karena:
- aktivitas berlebihan
- kecelakaan
- pemaparan dingin atau panas yang lama
- terapi penyinaran untuk kanker.

Infeksi bisa menyebabkan mononeuropati dengn merusak sebuah saraf.
Pada beberapa negara, kadang lepra bisa menyebabkan neuropati.
Saraf perifer tertentu lebih sering mengalami cedera dibandingkan dengan yang lainnya karena lokasinya rentan:
- saraf medianus di pergelangan tangan (menyebabkan sindroma terowongan karpal)
- saraf ulnaris di siku
- saraf radialis di lengan atas
- saraf peronealis di betis.

GEJALA
SINDROMA TEROWONGAN KARPAL
Sindroma terowongan karpal (Carpal tunnel syndrome) merupakan akibat dari penekanan pada saraf medianus yang berjalan di sepanjang pergelangan tangan, menuju ke tangan pada sisi ibu jari.
Penekanan ini menyebabkan sensasi yang ganjil, mati rasa, kesemutan dan nyeri pada 3 jari pertama dan tangan pada sisi ibu jari.
Kadang timbul nyeri dan parestesi (rasa terbakar atau kesemutan) di lengan dan bahu.
Lama-lama otot-otot di tangan pada sisi ibu jari bisa menjadi lemah dan menyusut (atrofi).

Sindroma terowongan karpal sering terjadi (terutama pada wanita) dan bisa mengenai salah satu ataupun kedua tangan.
Yang memiliki resiko untuk menderita sindroma ini adalah:
- orang yang pekerjaannya banyak menggunakan obeng
- mengetik dengan komputer
- wanita hamil
- penderita diabetes
- kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Pengobatan terbaik untuk sindroma ini adalah menghindari hiperekstensi pergelangan tangan atau memberikan tekanan tambahan pada saraf medianus.
Tindakan yang bisa dilakukan adalah pembidaian pergelangan tangan dan penyesuaian posisi tangan ketika mengetik.
Penyuntikan kortikosteroid ke dalam terowongan karpal kadang bisa meringankan gejala.
Jika nyeri sangat hebat atau jika terjadi kelemahan dan atrofi otot, dilakukan pembedahan untuk mengurangi tekanan pada saraf. Sebelum pembedahan, dilakukan pemeriksaan kecepatan penghantaran saraf untuk meyakinkan bahwa masalahnya adalah sindroma terowongan karpal.

KELUMPUHAN SARAF ULNARIS
Saraf ulnaris berjalan di dekat permukaan kulit pada sikut dan mudah mengalami kerusakan karena sering bertumpu pada sikut atau kadang karena pertumbuhan tulang abnormal di daerah sikut.
Terjadi sensasi aneh dan kelemahan pada tangan.

Kelumpuhan saraf ulnaris yang berat dan menahun bisa menyebabkan atrofi otot dan kelainan berupa clawhand (tangan dalam posisi seperti akan mencakar).
Untuk menentukan lokasi kerusakan saraf, bisa dilakukan uji penghantaran saraf.
Penyakit ini biasanya diatasi dengan terapi fisik dan menghindari tekanan pada sikut.

KELUMPUHAN SARAF RADIALIS
Saraf radialis berjalan di sepanjang sisi bawah dari tulang pada lengan atas.
Kelumpuhan terjadi karena adanya penekanan yang terus menerus pada saraf radialis.

Saraf yang rusak menyebabkan kelemahan pada pergelangan tangan dan jari tangan sehingga jari tangan berada dalam posisi tertekuk/bengkok dengan jari-jari tangan yang melengkung (wristdrop).
Kadang punggung tangan kehilangan rasa.
Jika tekanannya dihilangkan, maka kelumpuhan saraf radialis akan membaik.

KELUMPUHAN SARAF PERONEALIS
Saraf peronealis berjalan di dekat permukaan kulit pada lekukan di puncak betis, di belakang lutut.
Kelumpuhan saraf peronealis terjadi karena adanya penekanan pada saraf peronealis.
Terjadi kelemahan pada otot yang mengangkat kaki, sehingga kaki menggantung (footdrop).

Sering terjadi pada:
- orang yang menjalani tirah baring
- orang yang duduk di kursi roda
- orang yang sering menyilangkan kakinya ketika duduk dalam waktu yang lama.
Medicastore >


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 10:01 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 12:59 pm

POLINEUROPATI
Polineuropati adalah kelainan fungsi yang berkesinambungan pada beberapa saraf perifer di seluruh tubuh.

PENYEBAB
1. Infeksi bisa menyebabkan polineuropati, kadang karena racun yang dihasilkan oleh beberapa bakteri (misalnya pada difteri) atau karena reaksi autoimun (pada sindroma Guillain-Barr?).
2. Bahan racun bisa melukai saraf perifer dan menyebabkan polineuropati atau mononeuropati (lebih jarang).
3. Kanker bisa menyebabkan polineuropati dengan menyusup langsung ke dalam saraf atau menekan saraf atau melepaskan bahan racun.
4. Kekurangn gizi dan kelainan metabolik juga bisa menyebabkan polineuropati.
Kekurangan vitamin B bisa mengenai saraf perifer di seluruh tubuh.
5. Penyakit yang bisa menyebabkan polineuropati kronik (menahun) adalah diabetes, gagal ginjal dan kekurangan gizi (malnutrisi) yang berat.
Polineuropati kronik cenderung berkembang secara lambat (sampai beberapa bulan atau tahun) dan biasanya dimulai di kaki (kadang di tangan).

Pengendalian kadar gula darah yang buruk pada penderita diabetes bisa menyebabkan beberapa jenis polineuropati.
Yang paling sering ditemukan adalah neuropati diabetikum, yang merupakan polineuropati distalis, yang menyebabkan kesemutan atau rasa terbakar di tangan dan kaki. Diabetes juga bisa menyebabkan mononeuropati atau mononeuropati multipel yang berakhir dengan kelemahan, terutama pada mata dan otot paha.

GEJALA
Kesemutan, mati rasa, nyeri terbakar dan ketidakmampuan untuk merasakan getaran atau posisi lengan, tungkai dan sendi merupakan gejala utama dari polineuropati kronik. Nyeri seringkali bertambah buruk di malam hari dan bisa timbul jika menyentuh daerah yang peka atau karena perubahan suhu.
Penderita tidak bisa merasakan suhu dan nyeri, sehingga mereka sering melukai dirinya sendiri dan terjadilah luka terbuka (ulkus di kulit) akibat penekanan terus menerus atau cedera lainnya. Karena tidak dapat merasakan nyeri, maka sendi sering mengalami cedera (persendian Charcot).

Ketidakmampuan untuk merasakan posisi sendi menyebabkan ketidakstabilan ketika berdiri dan berjalan.
Pada akhirnya akan terjadi kelemahan otot dan atrofi (penyusutan otot).
Banyak penderita yang juga memiliki kelainan pada sistem saraf otonom, yang mengendalikan fungsi otomatis di dalam tubuh, seperti denyut jantung, fungsi pencernaan, kandung kemih dan tekanan darah.
Jika neuropati perifer mengenai saraf otonom, maka bisa terjadi:
- diare atau sembelit
- ketidakmampuan untuk mengendalikan saluran pencernaan atau kandung kemih
- impotensi
- tekanan darah tinggi atau rendah
- tekanan darah rendah ketika dalam posisi berdiri
- kulit tampak lebih pucat dan lebih kering
- keringat berlebihan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Elektromiografi dan uji kecepatan penghantaran saraf dilakukan untuk memperkuat diagnosis.
Pemeriksaan darah dilakukan jika diduga penyebabnya adalah kelainan metabolik (anemia pernisiosa karena kekurangan vitamin B12), diabetes (kadar gula darah meningkat) dan gagal ginjal (kadar kreatinin meningkat).
Pemeriksaan air kemih bisa menunjukkan adanya keracunan logam berat atau mieloma multipel.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Jika penyebabnya adalah diabetes, maka pengendalian kadar gula darah bisa menghentikan perkembangan penyakit dan menghilangkan gejala, tetapi penyembuhannya lambat.
Mengobati gagal ginjal dan mieloma multipel bisa mempercepat penyembuhan polineuropati.
Pembedahan dilakukan pada penderita yang mengalami cedera atau penekanan saraf.
Terapi fisik kadang bisa mengurangi beratnya kejang otot atau kelemahan otot.
Medicastore > Artikel Kesehatan


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 10:00 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 1:02 pm

VITAMIN B1
Vitamin B1 (tiamin) diperlukan dalam sejumlah reaksi yang melibatkan enzim, termasuk pelepasan energi dari gula.

SUMBER
Sumber vitamin B1 ini adalah ragi, daging babi, tanaman polong dan gandum. Kekurangan vitamin B1 terjadi bila makanan tersebut tidak terdapat dalam menu makanan sehari-hari.

PENYEBAB
Penggilingan padi untuk membuang sekam, pada dasarnya akan membuang vitamin-vitamin.
Orang-orang Asia beresiko mengalami kekurangan vitamin B1 karena makanannya terutama terdiri dari padi yang telah digiling. Tetapi merebus beras sebelum membuang sekamnya, akan memindahkan vitamin ke seluruh butir padi sehingga keberadaan vitamin tetap terjaga.
Kekurangan vitamin B1 juga bisa diakibatkan oleh berkurangnya penyerapan karena diare menahun atau bertambahnya kebutuhan vitamin karena hipertiroidisme, kehamilan atau demam.

Peminum alkohol berat menggunakan alkohol sebagai pengganti makanan, sehingga mengurangi asupan vitamn-vitamin, termasuk vitamin B1. Karena itu peminum alkohol berat memiliki resiko menderita penyakit kekurangan zat-zat gizi.
Beri-beri pada bayi terjadi karena menyusi ASI dari ibu yang mengalami defisiensi vitamin B1. Hal ini ditandai dengan gagal jantung, kehilangan suara, kerusakan saraf tepi. Ketidaknormalan jantung biasanya teratasi dengan pemberian vitamin B1.

GEJALA
Gejala awal berupa kelemahan, mudah tersinggung, gangguan daya ingat, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, rasa tidak enak perut dan penurunan berat badan.
Pada akhirnya bisa terjadi kekurangan vitamin B1 yang berat (beri-beri), yang ditandai dengan kelainan saraf, otak dan jantung.
Pada semua bentuk beri-beri, metabolisme sel darah merah mengalami perubahan dan kadar vitamin B1 dalam darah dan air kemih akan menurun tajam.

Kelainan saraf (beri-beri kering) dimulai sebagai:
- sensasi rangsangan (seperti tertusuk jarum) di jari- jari kaki
- sensasi panas terbakar di kaki terutama memburuk pada malam hari
- kejang otot betis
- nyeri pada tungkai dan kaki.

Jika penderita juga mengalami kekurangan asam pantotenat, gejala-gejala diatas akan semakin parah:
- otot betis terasa sakit
- bangun dari posisi jongkok menjadi sulit
- berkurangnya kemampuan untuk merasakan getaran di jari-jari kaki.

Pada akhirnya otot betis dan otot paha akan mengecil (atrofi) dan timbul footdrop dan toedrop (keadaan dimana kaki atau jari-jari kaki tergantung timpang dan tidak dapat diangkat). Hal ini terjadi karena saraf-saraf dan otot-otot tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Bisa juga terjadi wristdrop.

Kelainan otak (beriberi otak, sindroma Wernicke-Korsakoff) sering timbul jika terjadi suatu kekurangan vitamin B1 yang berat dan mendadak, yang dapat disebabkan oleh pemakaian alkohol yang berlebihan atau muntah berat pada kehamilan, dan memperburuk suatu kekurangan vitamin B1 yang bersifat menahun.
Gejala awalnya berupa kelainan mental, laringitis dan penglihatan ganda.
Selanjutnya penderita akan mengarang-ngarang kejadian dan pengalaman untuk mengisi kekosongan ingatannya (konfabulasi)

Jika ensefalopati Wernicke tidak diobati, gejalanya akan bertambah buruk, menyebabkan koma bahkan kematian.
Penyakit ini merupakan kedaruratan medis dan diobati dengan vitamin B1 intravena (melalui pembuluh darah) sebanyak 100 kali dosis harian yang dianjurkan, selama beberapa hari.
Dilanjutkan dengan pemberian vitamin B1 per-oral (ditelan) sebanyak 10 kali dosis harian yang dianjurkan sampai gejalanya menghilang.
Penyembuhan sering terjadi tidak secara menyeluruh karena kerusakan otaknya bersifat menetap.

Kelainan jantung (beri-beri basah) ditandai oleh:
- tingginya curah jantung
- denyut jantung yang cepat
- pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan kulit menjadi hangat dan lembab.

Karena kekurangan vitamin B1, jantung tidak dapat mempertahankan curah jantung yang tinggi dan terjadi kegagalan jantung, dimana ditemukan:
- pelebaran vena-vena
- sesak nafas
- penahanan cairan di paru-paru dan jaringan perifer.

Pengobatannya berupa pemberian vitamin B1 secara intravena (melalui pembuluh darah) sebanyak 20 kali dosis harian yang dianjurkan selama 2-3 hari, diikuti dengan pemberian vitamin per-oral (ditelan).
Beri-beri infantil terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang menderita kekurangan vitamin B1, yang terutama terjadi pada usia 2-4 bulan.
Gejalanya berupa:
- kegagalan jantung
- suara hilang
- kerusakan saraf perifer.

Kelainan jantung biasanya akan pulih sempurna bila diobati dengan vitamin B1.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 9:59 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 1:14 pm

VITAMIN B6
# Vitamin B6 adalah nama generik untuk: Piridoksin
# Piridoksal
# Piridoksamin.

Vitamin ini diperlukan sebagai katalisator pada reaksi yang melibatkan asam amino dalam sel darah, sel otak dan sel kuliKEKURANGAN VITAMIN B6
Kekurangan vitamin B6 terjadi karena penyerapan yang buruk dalam saluran pencernaan atau pemakaian obat-obat yang menguras cadangan vitamin B6 dalam tubuh (misalnya isoniasid, hidralazin dan penisilamin).

KEKURANGAN VITAMIN B6
Kekurangan vitamin ini juga terjadi pada penyakit keturunan yang menghambat metabolisme vitamin B6.
Penyakit ni dapat menyebabkan keterbelakangan mental yang berat, kejang dan anemia yang sulit dikoreksi.
Kekurangan vitamin B6 pada bayi dapat menyebabkan kejang dan anemia.
Pada dewasa akan timbul dermatitis, kerusakan saraf (neuropati) dan kebingungan.

Gejala lainnya berupa:
- luka kemerahan yang terbuka pada lidah
- sudut mulut yang pecah-pecah
- mati rasa dan rasa tertusuk jarum di tangan dan kaki.

Untuk membantu diagnosis dilakukan pemeriksaan darah.
Diberikan vitamin B6 dosis tinggi (10-20 kali dosis harian yang dianjurkan), sampai gejala mereda.
Pada penyakit yang diturunkan, dibutuhkan dosis yang lebih tinggi.

KELEBIHAN VITAMIN B6
Vitamin B6 dosis tinggi (500-3000 kali dosis harian yang dianjurkan) diberikan untuk mengobati sindroma tunnel karpal atau ketegangan premenstrual, bisa menyebabkan kerusakan saraf yang hebat, dimana terjadi kerusakan sebagian urat saraf tulang belakang, yang bisa menimbulkan kesulitan dalam berjalan.
Penyembuhan pada keadaan ini berjalan lambat dan kesulitan dalam berjalan bisa menetap setelah pemakaian vitamin B6 tambahan dihentikan


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 9:59 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Apr 22, 2010 1:21 pm

KANKER TULANG
Kanker tulang disebabkan oleh masalah pada sel yang membuat tulang. Umumnya kanker tulang terjadi pada anak-anak dan remaja dan jarang terjadi pada orang dewasa atau lanjut usia. Kanker tulang pada orang dewasa biasanya terjadi akibat metastasis dari tumor lain. Perlu diketahui bahwa pada orang dewasa atau lanjut kanker tulang berbeda dengan penyakit osteoporosis--penyakit yang ditandai dengan adanya kerapuhan di tulang karena kekurangan kalsium.

Hingga kini belum diketahui penyebab pasti dari kanker tulang. Ahli medis belum bisa menjelaskan mengapa satu orang bisa mengalami kanker tulang sedangkan orang lain tidak. Namun yang jelas bahwa penyakit ini tidak menular dan bukan karena faktor keturunan.

Gejala
Gejala yang paling umum adalah rasa sakit pada tulang. Dalam kebanyakan kasus, gejala-gejala menjadi makin parah secara bertahap seiring dengan waktu. Awalnya, rasa sakit hanya muncul pada malam hari atau ketika beraktivitas. Dalam beberapa kasus, terdapat benjolan pada tulang atau di jaringan sekitar tulang.

Pengobatan
Ada berbagai metode untuk pengobatan kanker tulang. Perawatan yang terbaik didasarkan pada jenis kanker tulang, lokasi kanker, seberapa agresif kanker tersebut, dan apakah kanker telah menyerang jaringan di sekitarnya atau jauh (metastasis). Ada tiga jenis utama pengobatan untuk kanker tulang: operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Jika kondisi sangat parah, kemungkinan terburuk adalah amputasi.

Sumber: Detik Health


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 10:07 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Tulang dan Otot

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 30Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 16 ... 30  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Tulang dan Otot
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Asuransi Kesehatan ( ASKES )
» PP No. 32 tahun 1996, tentang TENAGA KESEHATAN

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-