Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Tulang dan Otot

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3 ... 15 ... 30  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Jan 10, 2010 9:11 pm

TULANG
Menurut bahan pembentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan (KARTILAGO) dan tulang keras (= tulang/OSTEON). Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel-sel tulang rawan (KONDROSIT) yang mensekresikan matriks (KONDRIN) berupa hialin atau kolagen. Rawan pada anak berasal dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin. Sebaliknya, pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (PERIKONDRIUM) yang banyak mengandung KONDROBLAS (pembentuk kondrosit). Rawan pada dewasa antara lain terdapat pada cincin batang tenggorokan dan daun telinga. Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga yang akan terisi oleh OSTEOBLAS (sel-sel pembentuk tulang). Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk SISTEM HAVERS. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau OSIFIKASI. Jenis osifikasi adalah DESMAL dan KONDRAL. Kondral meliputi PERIKONDRAL dan ENKONDRAL.

Tulang Keras atau Osteon terbagi menljadi
- Tulang panjang (tulang pipa)
- Tulang pipih
- Tulang pendek
- Tulang pneumatika

Tulang Pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
- Bagian ujung yang disebut EPIFISE.
- Bagian tengah yang disebut DIAFISE.
Di pusatnya terdapat rongga yang berisi sumsum tulang. Rongga terbentuk karena aktivitas OSTEOKLAS (perombak tulang).
- Di antara epifise dan diafise terdapat CAKRAM EPIFISE (DISCUS EPIPHYSEALIS). Cakram ini kaya akan osteoblas dan menentukan pertumbuhan tinggi.

Sumsum Tulang ada dua jenis yaitu :
1. Sumsum tulang merah (MEDULLA OSSIUM RUBBA)
2. Sumsum tulang kuning (MEDULLA OSSIUM FLAVA)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:05 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Jan 10, 2010 9:41 pm

TULANG TULANG YANG PENTING UNTUK TUBUH
Vera Farah Bararah - detikHealth - Senin, 28/06/2010 17:00 WIB
Jakarta, Setiap manusia memiliki kerangka yang terbuat dari ratusan tulang. Tulang-tulang ini menghasilkan struktur tubuh, membuat seseorang mudah bergerak dan melindungi organ. Tulang apa saja yang penting bagi tubuh? Tubuh memiliki sekitar 300 tulang saat baru dilahirkan, tapi seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan maka tulang yang terbentuk saat dewasa hanya sekitar 206 tulang saja. Saat bayi tulang terbuat dari tulang rawan (cartiage) yang lembut serta fleksibel, tulang ini akan tumbuh dan lambat laun akan digantikan oleh tulang yang keras dengan bantuan kalsium. Pada usia 20-an tahun, proses ini sudah lengkap dan tidak ada lagi pertumbuhan. Tulang-tulang tersebut sudah besar dengan kerangka yang sangat kuat dan ringan. Seperti dikutip dari Kidshealth, Senin (28/6/2010) ada empat tulang yang memiliki peran penting untuk tubuh, yaitu:

Tulang tengkorak
Tulang datar ini sangat penting bagi tubuh karena berfungsi menutupi dan melindungi otak serta bentuk wajah, yang terbuat dari beberapa tulang berbeda. Semua bayi dilahirkan dengan ada jarak (spasi) antar tulang, hal ini memungkinkan tulang untuk bergerak. Seiring pertumbuhan, ruang antar tulang ini akan menutup dan ada sendi khusus yang menghubungkan tulang-tulang tersebut. Tulang tengkorak ini terdiri dari delapan tulang, tulang depan, dua tulang temporal, dua tulang parietal, sebuah tulang occipital, sebuah tulang ethmoid dan tulang sphenoid. Selain itu tulang terkecil di tubuh juga terdapat di kepala yaitu tulang sanggurdi yang berada di balik gendang telinga dan memiliki ukuran 2,5-3,3 mm.

Tulang belakang
Tulang ini bisa memutar, membungkuk dan membuat tubuh tegak. Fungsi terpenting dari tulang ini adalah untuk melindungi saraf tulang belakang dan sekumpulan saraf besar yang berfungsi mengirimkan informasi dari otak ke seluruh tubuh. Tulang belakang ini terdiri dari 26 tulang dan masing-masing berbentuk seperti cincin yang disebut dengan tulang vertebrata. Selain itu juga terdiri dari sakrum dan tulang ekor.

Tulang iga/rusuk
Tulang ini meiliki fungsi yang penting karena bertugas melindungi organ-organ seperti jantung, paru-paru dan hati. Berbentuk seperti sangkar tulang di sekitar dada dan sangat mudah dirasakan jika seseorang memegangnya di bagian depan badan. Rusuk ini berpasangan di sisi kiri dan kanan dengan setiap pasangan yang sama persis. Sebagian besar orang memiliki 12 pasang tulang rusuk, tetapi beberapa orang tertentu dilahirkan dengan tulang rusuk yang lebih banyak atau justru kurang satu pasang.

Tulang tungkai
Beberapa tulang utama membentuk tungkai seseorang. Pada lengan masing-masing memiliki satu humerus yang merupakan tulang besar di bagian atas lengan, serta dua tulang panjang di lengan yang merupakan ulna dan radius. Selain itu juga ada tulang carpal di pergelangan tangan, tulang panjang di paha yang disebut femur, dua tulang memanjang (tibia dan fibula) dari lutut ke pergelangan kaki, tulang pergelangan kaki (tarsals), tulang tangan dan kaki (metacarpals dan metatarsal) serta phalanges yang merupakan tulang jari kaki dan tangan. (ver/ir)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:07 am; edited 10 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Mon Jan 25, 2010 1:02 pm

TIPS MENJAGA KESEHATAN TULANG
Minggu, 24/07/2011 11:02 WIB Adelia Ratnadita SKG - detikHealth
Jakarta, Saat muda, pembentukan sel tulang baru lebih cepat daripada penghancuran tulang tua sehingga kepadatan tulang masih terjaga. Setelah usia 30 tahun yang terjadi penghancuran sel tulang tua lebih cepat daripada pembentukan sel tulang baru. Semakin tinggi kepadatan tulang, semakin kecil kemungkinan untuk mengalami osteoporosis yaitu, suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Seperti dikutip dari MayoClinic, Minggu (24/7/2011), memahami bagaimana diet, aktivitas fisik dan faktor gaya hidup lainnya dapat membantu menjaga kesehatan tulang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan tulang, antara lain:

1. Jumlah kalsium dalam asupan makanan
Asupan makanan yang rendah kalsium menyebabkan kepadatan tulang berkurang, tulang keropos secara dini dan risiko patah tulang meningkat.

2. Tingkat aktivitas fisik
Seseorang dengan aktivitas fisik yang rendah memiliki risiko osteoporosis yang lebih tinggi dibandingkan yang aktif.

3. Merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan
Penelitian menunjukkan bahwa merokok dapat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh. Jika mengonsumsi lebih dari dua botol minuman beralkohol sehari dapat meningkatkan risiko osteoporosis, karena alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.

4. Faktor gender
Wanita memiliki jaringan tulang lebih sedikit daripada laki-laki.

5. Faktor usia
Semakin tua usia tulang lebih tipis dan rapuh.

6. Faktor ras, indeks massa tubuh, dan genetik
Risiko terbesar adalah ras Mongoloid (Asia). Indeks massa tubuh yang rendah (19 atau kurang) juga memiliki risiko yang lebih besar. Selain itu, memiliki orangtua atau saudara yang mengalami osteoporosis juga memiliki risiko yang lebih besar (faktor genetik).

7. Faktor hormonal
Pembentukan hormon tiroid yang terlalu banyak dapat menyebabkan rapuhnya tulang. Pada wanita, kerapuhan tulang meningkat secara drastis pada masa menopause karena kadar estrogen yang menurun. Amenorrhea (masa tidak menstruasi sebelum masa menopause) dalam jangka panjang, juga meningkatkan risiko osteoporosis. Pada pria, kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang.

8. Gangguan makan
Orang yang menderita anoreksia atau bulimia memiliki risiko yang tinggi mengalami kerapuhan tulang. Selain itu, gastrectomy (salah satu prosedur operasi pada perut), operasi penurunan berat badan dan penyakit Crohn, penyakit Celiac dan penyakit Cushing dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.

9. Penggunaan obat tertentu
Penggunaan jangka panjang obat kortikosteroid, seperti prednison, kortison, prednisolon dan deksametason dapat menyebabkan kerusakan tulang. Obat lain yang terkait dengan peningkatan risiko osteoporosis antara lain: penggunaan jangka panjang inhibitor aromatase untuk mengobati kanker payudara, obat antidepresan yang disebut selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), pengobatan obat kanker dengan methotrexate, beberapa obat anti-kejang, the acid-blocking drugs yang biasa disebut proton pump inhibitors dan antasid yang mengandung aluminium.

Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang?
Langkah-langkah untuk mencegah kerusakan tulang, antara lain:

1. Meningkatkan kandungan kalsium dalam asupan makanan
Untuk dewasa (usia 19-50 tahun) dan pria berusia 51-70 tahun, Institute of Medicine merekomendasikan 1.000 mg kalsium per hari.
Rekomendasi meningkat menjadi 1.200 mg per hari untuk wanita usia lebih 51 tahun dan pria usia lebih dari 71 tahun.

Kalsium terdapat dalam almond, brokoli, kangkung, salmon kalengan, sarden, dan kedelai dan olahannya (tahu dan tempe). Jika merasa sulit untuk mendapatkan cukup kalsium dari pola makan sehari-hari, berkonsultasilah kepada dokter tentang suplemen kalsium.

2. Perhatikanlah asupan vitamin D
Untuk dewasa (usia 19-70 tahun), Institute of Medicine merekomendasikan 600 IU (international units) vitamin D sehari. Rekomendasi meningkat menjadi 800 IU sehari untuk dewasa (usia lebih dari 71 tahun).

3. Pastikan memiliki aktivitas fisik yang cukup setiap harinya
Aktivitas fisik seperti berjalan, jogging, tenis, dan menaiki tangga dapat membantu tubuh membentuk tulang yang kuat dan memperlambat proses kerapuhan tulang.

4. Hindari merokok dan tidak minum lebih dari dua minuman beralkohol dalam sehari.

5. Pertimbangkan penggunaan obat
Sejumlah obat yang tersedia untuk membantu memperlambat proses kerusakan tulang dan mempertahankan kepadatan tulang, termasuk bifosfonat (Fosamax, Actonel, Boniva) dan raloxifene (Evista). Jika mengonsumsi obat yang mempengaruhi kesehatan tulang, berkonsultasilah kepada dokter. Dokter akan memonitor kepadatan tulang dan mungkin dapat merekomendasikan obat lain untuk membantu mencegah kerusakan tulang.

6. Pertimbangan terapi hormon bagi wanita
Terapi Estrogen, terutama dimulai segera setelah menopause, dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang. Namun, penggunaan terapi hormon dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, kanker endometrium dan kemungkinan kanker payudara. Berkonsultasilah kepada dokter apakah memerlukan terapi hormon.

Jika khawatir dengan kesehatan tulang atau faktor risiko mengalami osteoporosis, berkonsultasilah kepada dokter. Dokter mungkin dapat merekomendasikan tes kepadatan tulang. Hasil tes akan membantu dokter mengukur kepadatan tulang dan menentukan tingkat kerusakan tulang yang telah terjadi.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:08 am; edited 12 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Jan 27, 2010 6:15 pm

6 CARA BIKIN TULANG KUAT
Selasa, 22/12/2009 13:35 WIB Irna Gustia - detikHealth
New York, Ancaman pengeroposan tulang lebih banyak dialami perempuan ketika mulai masuk usia lanjut. Perempuan usia 35 tahun ke atas sudah harus selektif dalam urusan makan terutama makanan yang bisa membangun tulang menjadi sehat. Dr. Maoshing Ni, penulis buku Second Spring menguraikan 6 cara mudah untuk membangun tulang kuat yang bisa diterapkan siapa saja sebelum kepadatan tulang hilang akibat osteoporosis, seperti dilansir dari MSN, Selasa (22/12/2009).

1. Dapatkan kalsium dari biji-bijian
Sebagian besar orang memilih produk susu dan turunannya dari sapi untuk kebutuhan kalsiumnya. Namun Dr Maoshing mengatakan kandungan protein dan kalsium dalam susu sapi yang tinggi menyebabkan kadar asam tinggi dalam darah. Efeknya adalah lebih banyak kalsium dari tubuh yang hilang daripada yang diperoleh ketika minum susu. Molekul protein dalam susu juga lebih besar daripada molekul pencernaan manusia sehingga sistem kekebalan tubuh terkadang menolaknya dan menganggapnya sebagai benda asing atau menyebabkan alergi. Itu sebabnya banyak orang yang mengalami kelelehan, menurunnya kemampuan konsentrasi dan memiliki lendir yang berlebih ketika minum susu. Beberapa orang yang tidak memiliki enzim, seperti laktase, yang digunakan untuk mencerna gula susu, ketika mengonsumsi susu menyebabkan sakit perut, perut bergas hingga diare. Cara yang paling aman mendapatkan kalsium selain dari susu adalah mengonsumsinya dari biji-bijian, kacang-kacangan atau daun hijau.

2. Konsumsi jeruk
Kalsium dan Vitamin D bagus untuk kesehatan tulang. Kalsium digunakan untuk membangun dan mempertahankan kepadatan tulang, sedangkan vitamin D diperlukan karena tubuh tidak bisa menyerap kalsium tanpa vitamin D. Susu sapi sering diagungkan sebagai makanan terbaik untuk tulang yang kuat. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa tubuh juga dapat menyerap kalsium dan vitamin D dari jus jeruk semudah susu. Jus jeruk yang kaya vitamin C mengandung antioksidan yang membantu penyerapan kalsium ke dalam tubuh.Namun diingatkan karena jus jeruk mengandung asam asetat yang dapat mengikis enamel gigi, sebaiknya jangan langsung sikat gigi, tunggu selama satu jam setelah minum jus jeruk.

3. Berjemur di waktu yang tepat
Berjemur sebelum pukul 9 pagi atau sesudah pukul 4 sore sangat diperlukan tubuh untuk memproduksi vitamin D. Tetapi juga penting menghindari paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan karena dapat menyebabkan penuaan dini bahkan ancaman kanker kulit, sehingga penting untuk memperhatikan waktu berjemur.

4. Kurangi minuman bersoda
Minum minuman bersoda memang memuaskan dahaga terlebih saat matahari sedang terik. Terkadang orang memilih minuman bersoda jenis diet untuk menghindari kalori yang tinggi dengan harapan tidak menambah berat badan. Tapi tahukah Anda, masalah minuman bersoda termasuk jenis diet bukan melulu masalah kalori yang aman? Minuman berkarbonasi dapat menguras kalsium dalam tulang karena mengandung asam fosfat. Jika Anda benar-benar merasa dahaga lebih baik minum air mineral berkarbonasi ditambah dengan irisan jeruk yang lebih aman untuk tulang.

5. Mengonsumsi suplemen dengan benar
Ketika usia Anda sudah memasuki 35 tahun mulailah mengonsumsi suplemen kalsium yang tepat. Pastikan Anda mengonsumsi suplemen yang mudah terserap dengan ukuran magnesium 600 mg dan kalsium 1200 mg. Perlu diperhatikan juga jumlah boron, tembaga, seng, dan Vitamin B3. Kalsium cair yang mengandung basis sitrat adalah pilihan yang tepat karena bisa ditambahkan ke minuman jus.

6. Memilah mineral yang bisa membikin tulang kuat
Selain kalsium, magnesium, dan vitamin D, mineral juga penting untuk pembentukan tulang. Sayangnya, kandungan mineral seperti boron, mangan, tembaga, seng dan vitamin K sering terabaikan. Padahal mineral ini bertindak sebagai kofaktor (elemen penting) dalam proses pembangunan tulang. Boron mengurangi kehilangan kalsium dalam urin. Boron ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Vitamin K ditemukan di sayuran berdaun hijau yang terbukti penting untuk protein membangun blok tulang. Asupan mineral harian yang baik adalah 10 mg boron, mangan 5 mg, 5 mg tembaga, 25 mg seng dan 150 mg vitamin K. Pastikan multivitamin harian Anda mengandung mineral-mineral ini.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:09 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Thu Jan 28, 2010 3:22 pm

NUTRISI AGAR TULANG TAK CEPAT KEROPOS
Kamis, 15 April 2010, 10:55 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Untuk membuat tulang Anda sehat, kebutuhan kalsium memang harus terpenuhi. Tetapi, selain kalsium ada lima nutrisi lain yang sangat penting untuk membuat tulang Anda tetap sehat dan kuat. Untuk itu, usahakan untuk mendapatkan asupan lima nutrisi berikut untuk membuat tulang tetap kuat.

1. Protein
Tulang memiliki "kesibukan" yang luar biasa. Tanpa Anda disadari, tulang mengalami keropos, dan "memperbaikinya" sendiri dengan asupan nutrisi yang ada. Salah satu nutrisi pembentuk tulang adalah protein. Sebanyak 22 persen tulang terbentuk dari protein. Untuk itu, pastikan asupan protein Anda terpenuhi agar tulang tetap dalam keadaan kuat. Anda bisa mengonsumsi protein hewani atau nabati, tapi ingat jangan sampai mengonsumsi protein berlebihan.

2. Potasium
Potasium ditemukan hampir diseluruh buah dan sayur. Penelitian menunjukkan orang yang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung potasium memiliki tulang yang lebih kuat. Anda bisa mendapatkan potasium pada buah pisang, tomat dan jeruk. Kebutuhan potasium per hari adalah 4.700 mg.

3. Vitamin K
Zat pembentuk tulang seperti protein GLA dan osteocalcin membutuhkan vitamin K untuk membentuk tulang. Jika Anda kekurangan vitamin K, risiko patah tulang bisa mencapai 30 persen. Anda bisa mendapatkan vitamin K dari brokoli, bayam dan sayuran hijau lainnya.

4. Vitamin B12
Pada 2008, penelitian menunjukkan orang yang kekurangan vitamin B12, mengalami keropos tulang yang cukup mengkhawatirkan. Vitamin ini dapat ditemukan pada ikan dan daging dan produk susu rendah lemak.

5. Magnesium
Wanita yang mengalami osteoporosis, banyak juga yang kadar magnesiumnya rendah. Jika Anda tidak memiliki cukup magnesium, tulang akan lebih rapuh dan rentan terhadap patah tulang. Asupan magnesium per hari adalah 400 mg. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi bayam, gandum, atau kacang-kacangan.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:10 am; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Mar 17, 2010 5:36 am

VITAMIN D DAN KESEHATAN TULANG
October 28 2009 majalahkesehatan.com
Vitamin D sangat penting bagi kesehatan tulang karena berperan dalam penyerapan kalsium di lambung dan saluran pencernaan. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh kita tidak akan mampu menyerap kalsium dengan baik sehingga memiliki tulang yang lemah. Vitamin D adalah pro-hormon yang digunakan tubuh kita untuk mengangkut kalsium dari pencernaan melalui darah menuju ke tulang, jantung, otak, paru-paru dan organ lain yang memerlukannya.

Sumber Vitamin D
Vitamin D adalah vitamin yang larut di lemak yang secara alami hanya tersedia pada sedikit sekali jenis makanan. Vitamin D2 (ergocalciferol) terdapat pada beberapa tumbuhan dan jamur. Beberapa jenis ikan yang berlemak, seperti ikan cod, tuna dan salmon, mengandung vitamin D2 karena mereka memakan alga yang mengolah vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D3 (cholecalciferol) diproduksi tubuh ketika sinar ultraviolet mengenai kulit kita dan merangsang produksinya. Untuk mendapatkan vitamin D3 yang memadai, paparkan kulit Anda di sinar matahari selama 10-15 menit beberapa kali seminggu. Radiasi yang mengubah vitamin D di kulit memiliki panjang gelombang yang sama dengan yang menyebabkan kulit menghitam, karena itu penggunaan tabir surya akan menghambat produksi vitamin D. Seiring penuaan, efektivitas kulit dalam memproduksi vitamin D semakin berkurang.

Vitamin D yang berasal dari makanan, suplemen dan paparan sinar matahari bersifat inaktif secara biologis sehingga harus menjalani dua proses hidroksilasi di dalam tubuh untuk mengaktifkannya. Proses pertama terjadi di hati dan mengubah vitamin D menjadi 25-hidroksivitamin D [25(OH)D], juga dikenal sebagai calcidiol. Calcidiol paling banyak tersedia di dalam tubuh dibandingkan bentuk vitamin D lainnya. Proses kedua terjadi terutama di ginjal dan membentuk zat aktif 1,25-dihidroksivitamin D [1,25(OH)2D], dikenal juga sebagai calcitriol. Inilah bentuk vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Hati dan ginjal kita sangat berperan dalam pengubahan dari bentuk vitamin D yang inaktif menjadi aktif. Alasan utama mengapa alkohol memperburuk kondisi tulang adalah efek negatifnya terhadap hati. Beberapa penyakit ginjal juga menjadi pemicu terjadinya osteoporosis. Beberapa riset, misalnya, menunjukkan bahwa pasien yang menderita urolithiasis (proses pembentukan batu di ginjal, kandung kemih dan uretra) memiliki massa tulang yang lebih rendah dibandingkan rata-rata.

Mencegah Osteoporosis dengan Vitamin D
Osteoporosis dapat dicegah dengan asupan vitamin D harian sebesar 200-400 unit. Banyak multivitamin dan suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D. Rata-rata satu tablet multivitamin tersebut mengandung 400 IU vitamin D. Karena itu satu tablet multivitamin setiap hari sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D Anda. Perlu diketahui bahwa dalam proses pengubahan calcidiol menjadi calcitrol, hormon paratiroid (PTH)-lah yang merangsang ginjal melakukan proses itu. Bila Anda memiliki terlalu banyak calcidiol di dalam tubuh, akan terlalu banyak hormon paratiroid yang dilepaskan. Karena hormon tersebut juga merangsang pembentukan osteoclast (sel-sel yang melarutkan tulang), terlalu banyak PTH akan menyebabkan pengeroposan tulang. Karena itu, terlalu banyak vitamin D juga tidak baik bagi tulang Anda.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:11 am; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Apr 14, 2010 4:53 pm

SI LICIN BELUT KUATKAN TULANG
Jumat, 7 November 2008 | 10:45 WIB
Kompas.com - MESKI tampilannya tak menarik, bahkan sementara orang jijik melihatnya, belut merupakan makanan unggulan yang kaya berbagai zat gizi. Salah satu keunggulannya, kaya hormon kalsitonin, yang berfungsi untuk memelihara kekuatan tulang. Licin bagaikan belut merupakan pepatah lama yang ditujukan kepada orang yang sangat licik, tetapi selalu terbebas dari segala tuntutan. Ungkapan itu merupakan sebuah pengakuan bahwa belut itu sangat licin dan sulit ditangkap. Belut (Monopterus albus) merupakan ikan darat dari keluarga Synbranchidae dan tergolong ordo Synbranchiodae, yaitu ikan yang tidak mempunyai sirip atau anggota lain untuk bergerak. Belut mempunyai ciri-ciri badan bulat panjang seperti ular tetapi tidak bersisik, dan kulitnya licin mengeluarkan lendir. Matanya kecil hampir tertutup oleh kulit. Giginya juga kecil runcing berbentuk kerucut dan bibir berupa lipatan kulit yang lebar di sekeliling mulutnya. Belut mempunyai sirip punggung, sirip dubur, dan sirip ekor yang sangat kecil, sehingga hampir tidak terlihat oleh mata. Jenis ikan darat ini merupakan komoditas perikanan darat yang bergerak dengan jalan melenggak-lenggokkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Habitatnya di tempat berlumpur, genangan air tawar, atau aliran air yang kurang deras. Bentuknya yang seperti ular membuat sebagian orang enggan untuk melihatnya. Padahal, dagingnya sangat lezat dan dapat diolah menjadi berbagai makanan yang bergizi tinggi. Selain itu, belut juga memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan.

Jenis Belut
Di Indonesia terdapat tiga jenis ikan belut, yaitu belut sawah (Monopterus albus Zuieuw), belut rawa (Synbranchus bengalensis Mc. Clell), dan belut bermata sangat kecil (Macrotema caligans Cant). Belut sawah merupakan jenis yang paling dikenal di Indonesia, sedangkan belut rawa jumlahnya terbatas sehingga kurang begitu dikenal. Ikan belut sawah mempunyai bentuk tubuh panjang dan bulat seperti ular, tetapi tidak bersisik dan matanya kecil. Panjang seekor belut berkisar antara 10 cm hingga 3 m, dengan berat yang sangat bervariasi, dari ratusan gram hingga ada yang mencapai 65 kg. Penangkapan belut sama seperti cara menangkap ikan lainnya, yaitu dengan peralatan antara lain bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, serta pancing atau kail. Cara lainnya adalah dengan mengeringkan air kolam, sehingga belut mudah diambil. Distribusi geografis belut cukup luas mencakup Asia Tenggara, Cina, dan Indonesia (Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera). Di Indonesia, selain untuk pemenuhan pasar lokal, belut juga merupakan salah satu komoditas ekspor. Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat jumlahnya, saat ini budi daya belut sudah mulai banyak dilakukan oleh petani.

Sumber Energi dan Protein
Dilihat dari komposisi gizinya, belut mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, yaitu 303 kkal per 100 gram daging. Nilai energi belut jauh lebih tinggi dibandingkan telur (162 kkal/100 g tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 g). Hal itulah yang menyebabkan belut sangat baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Nilai protein pada belut (18,4 g/100 g daging) setara dengan protein daging sapi (18,8 g/100g), tetapi lebih tinggi dari protein telur (12,8 g/100 g). Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga usia lanjut. Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada orang dewasa.

Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter. Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG). Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Kaya Mineral dan Vitamin
Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu. Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor harus berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan. Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan proses reproduksi. Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.

Waspada, Lemaknya Cukup Tinggi
Meskipun mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut cukup tinggi, yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5 g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g). Di antara kelompok ikan, belut digolongkan sebagai ikan berkadar lemak tinggi. Kandungan lemak pada belut hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 g). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, belut termasuk makanan berkolesterol tinggi dan wajib untuk diwaspadai. Walaupun kadar lemaknya tinggi, belut tidak perlu dihindari dalam pola makan kita. Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sebagai sumber kelezatan, sumber energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sebagai pembawa vitamin larut lemak (A, D, E dan K).

Pada lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan menghalanginya dari proses resorpsi (pelepasan kalsium dari tulang). Upaya untuk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dengan cara dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari daging belut, menetes ke bara api. Sebaiknya belut tidak diolah dengan cara digoreng, agar kadar lemaknya tidak bertambah banyak. Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:14 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Wed Apr 14, 2010 7:10 pm

SAYURAN YANG BIKIN TULANG KUAT
Senin, 27/12/2010 08:40 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Kebanyakan orang berpikir bahwa terbaik untuk tulang dan gigi adalah susu. Tapi ternyata tak hanya itu, sayuran pun tak kalah baiknya untuk membuat tulang dan gigi tetap kuat. Susu memang sumber kalsium yang membangun tulang tumbuh kuat, tapi susu bukan satu-satunya sumber mineral penting tersebut. Sayuran tertentu juga memberikan banyak kalsium dan vitamin K, nutrisi yang sama pentingnya untuk kesehatan tulang. Baik sayuran dan buah-buahan dapat meningkatkan kesehatan tulang dengan menetralisir darah, yang membantu mengurangi ekskresi kalsium dan kehilangan atau kekeroposan tulang. Untuk membangun dan mempertahankan tulang yang kuat, tubuh membutuhkan jumlah kalsium, vitamin D dan vitamin K yang cukup. Ketiga nutrisi tersebut bekerja sama untuk membangun dan memperbaiki tulang, dengan vitamin D dan K memainkan peran sentral dalam penyerapan kalsium. Dilansir Livestrong, Senin (26/12/2010), sayuran hijau merupakan sumber utama vitamin K dan juga menyediakan kalsium. Contohnya antara lain:

1. Lobak
2. Brokoli
3. Kubis Brussel
4. Peterseli
5. Bawang,
6. Selada
7. Asparagus
8. Okra
9. Kacang polong
10. Selada air
11. Bok choy

Namun, tidak semua sayuran hijau mengandung kalsium, mineral yang penting untuk tulang. Menurut Harvard School of Public Health, beberapa sayuran juga mengandung asam oksalat, yang menghambat penyerapan kalsium, contohnya bayam dan lobak Swiss. Ketika darah menjadi terlalu asam, tubuh meminjam kalsium dari tulang untuk menetralkan darah. Jika hal ini terjadi sering dan tubuh Anda tidak cukup mengkonsumsi nutrisi tinggi kalsium, vitamin K dan D, maka tulang akan menjadi rapuh dan lemah. Untuk itu, selain mengonsumsi susu, perbanyaklah makan sayuran yang mengandung kalsium dan nutrisi penting lain yang baik untuk menjaga tulang tetap kuat.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:13 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sat Apr 17, 2010 9:42 am

WORTEL BIKIN TULANG KUAT
Eka Septia Wulan - detikFood
Jakarta - Memiliki tulang yang kuat pasti jadi dambaan semua orang. Meskipun memasuki usia 30 ataupun 40, Anda tetap bisa menjaga kesehatan tulang dengan cara mengkonsumsi makanan-makanan yang tepat nutrisinya. Apa saja kira-kira? Menjaga kesehatan tulang memang tidak bisa instan, harus dilakukan sejak usia dini. Banyak orang mengetahui kalau sumber kalsium yang dibutuhkan untuk menjaga tulang adalah dengan meminum susu dan juga produk turunannya. Padahal, tidak terbatas hanya susu saja, masih ada beberapa jenis makanan lain yang baik untuk pertumbuhan tulang Anda, antara lain:

Susu
Suka malas kalau disuruh minum susu? Bosan dengan rasanya atau mungkin ada rasa eneg? Padahal susu begitu penting untuk pertumbuhan tulang dan menjaganya tetap kuat. Susu merupakan sumber vitamin D dan juga kalsium yang utama. Jika Anda bermasalah dengan aroma ataupun dengan rasanya, Anda bisa mengganti dengan produk turunannya seperti yoghurt, es krim dan juga keju. Pilihlah produk susu yang non fat sehingga semua manfaatnya bisa Anda rasakan.

Kacang-kacangan dan biji-bijian
Jangan pernah meremehkan segala jenis kacang-kacangan maupun biji-bijian yang Anda makan. Meskipun terihat sepele, ternyata di dalam kacang-kacangan mengandung magnesium, yang dapat membantu kalsium melakukan metabolisme. Kacang ataupun biji-bijian yang bisa Anda konsumsi diantaranya biji labu yang biasa dibuat kuadi, almond, pistachio, kacang tanah, dan lain-lain.

Walnut
Walnut mengandung banyak asam lemak omega-3, yang banyak manfaatnya untuk tubuh. Selain itu, walnut juga mengandung alphalinoleic acid yang membantu tulang tetap kuat.

Wortel
Sayuran yang satu ini dikenal orang sebagai sumber vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Kandungan alpha-carotene, beta-carotene, dan betacryptoxanthin ternyata tak hanya baik untuk mata tapi juga untuk kesehatan tulang. Anda bisa memakannya secara mentah ataupun dijadikan salad sayuran Anda.

Ternyata menjaga tulang sehat dan kuat tidak sulit bukan?


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:16 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Apr 18, 2010 11:52 am

LOMPATLAH AGAR TULANG KUAT
Sabtu, 18/12/2010 08:04 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Ingin punya tulang kuat dan padat agar struktur tubuh bagus? Banyak upaya yang bisa dilakukan dan salah satu cara termudah untuk mendapatkannya adalah dengan cara melompat. Kok bisa? Ya, untuk mendapatkan dan meningkatkan kekuatan tulang bisa dengan cara melompat secara berulang-ulang yang dilakukan dalam rutinitas mingguan. Dikutip dari The New York Times, Sabtu (18/12/2010) penelitian terbaru menemukan bahwa melompat secara teratur sebagai bagian dari olahraga bisa meningkatkan densitas (massa) tulang terutama pada orang dewasa. Sebuah studi yang dilakukan di Jepang melaporkan massa tulang meningkat setelah melompat sebanyak 40 kali per minggu. Sedangkan studi lain yang dilakukan Christian Snow dari Oregon State University dan dilaporkan dalam Journal of Gerontology: Medical Sciences tahun 2000 menemukan perempuan dengan massa tulang memadai dan melompat sebanyak 50 kali sehari mendapatkan peningkatan massa tulang yang signifikan selama periode lima tahun.

Selain itu juga dilakukan dengan latihan gabungan secara teratur bisa lebih meningkatkan kepadatan tulang. Latihan gabungan disini adalah dengan melakukan jongkok dan menekuk lutut serta duduk dan bangkit dari kursi. Latihan ini bisa memperkuat tubuh sebelum melakukan lompatan. Kegiatan lainnya yang dikaitkan dengan massa tulang lebih tinggi pada perempuan lansia adalah berjalan cepat. Melompat secara teratur juga memiliki manfaat lain bagi tubuh yaitu meningkatkan keseimbangan. Dengan keseimbangan tubuh yang baik akan membuat seseorang terhindar dari jatuh, sehingga menjaga tulang agar tidak patah. Serta memberikan stabilitas yang lebih baik serta membantu mengurangi rasa sakit dari artritis. Tulang yang kuat bisa membantu melindungi organ-organ vital di dalam tubuh serta menjaga kesehatan otot. Umumnya beberapa hal bisa menjadi faktor risiko hilangnya massa tulang, seperti mengonsumsi rendah kalsium, kurang latihan fisik, penuaan, mengonsumsi alkohol dan tembakau, memiliki kadar tiroid tinggi, riwayat keluarga osteoporosis, berkulit putih atau menggunakan obat-obatan tertentu.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:17 am; edited 10 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Apr 18, 2010 1:25 pm

MAKANAN YANG JADI MUSUHNYA TULANG
Senin, 25/04/2011 13:03 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Tulang merupakan bentuk dasar dari tubuh sehingga kesehatannya harus diperhatikan secara khusus. Salah satunya adalah dengan menghindari 5 makanan dan minuman yang bisa mengancam kesehatan tulang. Makanan atau nutrisi yang dikonsumsi bisa berdampak positif dan juga negatif bagi kesehatan tulang, seperti kalsium yang bagus untuk kesehatan tulang. Tapi beberapa nutrisi lainnya justru bisa menyebabkan tulang melemah sehingga mengancam kesehatannya. Ada 5 makanan dan minuman yang sebaiknya dikurangi asupannya agar tulang tetap sehat, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (25/4/2011) yaitu:

1. Minuman bersoda (soft drink)
Sebagian besar minuman soda mengandung asam fosfat yang bisa meningkatkan laju ekskresi kalsium melalui urine. Selain itu minuman ini juga kerap lebih disukai dibanding minuman lain yang lebih sehat sehingga mengurangi asupan kalisum secara keseluruhan.

2. Garam
Konsumsi garam berlebih atau kadar natrium yang spesifik bisa menyebabkan hilangnya kalsium sehingga tulang akan melemah dari waktu ke waktu. Para ahli menuturkan seseorang akan kehilangan 40 mg kalsium dalam urine setiap konsumsi 2.300 mg natrium. Selain garam meja, garam juga kerap ditemukan pada hampir semua makanan olahan seperti sereal sarapan dan makanan cepat saji. Mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium bisa membantu mengurangi hilangnya kalsium di dalam tubuh dan membantu keseimbangan kadar natrium dalam darah. Makanan kaya kalium seperti ubi jalar, pisang, tomat dan bayam.

3. Kafein
Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tapi juga dalam minuman energi. Terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa mengancam kesehatan tulang. Untuk mengatasinya cobalah membatasi asupan kopi, pilihlah minuman teh karena senyawa dalam tanamannya ada kemungkinan bisa melindungi tulang serta menambahkan susu pada kopi untuk mengurangi efek melemahnya tulang.

4. Alkohol
Studi menunjukkan konsumsi alkohol berlebih bisa mempengaruhi kesehatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Hal ini karena konsumsi alkohol bisa mengganggu pankreas dan penyerapan kalsium serta vitamin D. Selain itu alkohol juga mempengaruhi fungsi osteoblast (sel-sel pembentuk tulang) dan mengurangi estrogen yang membuat renovasi tulang melambat.

5. Minyak terhidrogenasi
Studi menunjukkan vitamin K akan hancur ketika minyak nabati cair dikonversikan ke dalam bentuk padat melalui proses hidrogenasi (menjenuhkan). Padahal vitamin K dibutuhkan untuk tulang kuat dan penyerapan kalsium. Untuk itu cobalah menggantinya dengan minyak canola dan minyak zaitun.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:18 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Apr 18, 2010 2:07 pm

AWAS, ADA SI 'PENCURI' TULANG
Sabtu, 30/04/2011 08:02 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak orang tidak menyadari karena kebiasaan tertentu tulang tubuh akan menjadi begitu rapuh. Kekokohan tulang lambat laun berkurang karena kebiasaan yang dilakukan membuat si 'pencuri' kepadatan tulang beraksi. Si 'pencuri' kepadatan tulang dengan leluasa menggeroti tulang tanpa disadari. Disini vitamin D dan kalsium memainkan peran penting dalam menjaga kepadatan tulang. Penyakit akibat kepadatan tulang yang rendah adalah osteoporosis dan kebanyakan mempengaruhi wanita. Ada tiga faktor yang menyebabkan osteoporosis, yaitu kurang olahraga, makan yang salah dan kurangnya paparan sinar matahari. Beberapa hal yang membuat si 'pencuri' tulang beraksi mengambil kepadatan tulang, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (30/4/2011) adalah:

1. Kelebihan protein
Konsumsi protein sangat penting untuk pertumbuhan tulang, tapi bila kebanyakan maka hal tersebut malah bisa berakibat buruk. Kelebihan protein yang berasal dari hewani lebih membahayakan tulang ketimbang protein nabati. Tubuh menghasilkan zat kimia tertentu yang disebut sulfat yang dapat menyebabkan kalsium keluar dari tulang dan sulfat akan diproduksi semakin banyak ketika Anda banyak makan daging merah.

2. Terlalu banyak minum kafein
Swedish Department of Toxicology’s National Food Administration melakukan penelitian yang dilakukan pada 31.527 wanita Swedia usia antara 40 dan 76 tahun yang minum tidak kurang dari 330 miligram kafein atau empat cangkir kopi harian. Penelitian menunjukkan bahwa mereka lebih rentan terhadap patah tulang. Risiko semakin besar ketika Anda sering minum minuman cola. Tidak hanya kandungan kafeinnya, tetapi juga kandungan fosfor yang bisa mencuri kepadatan tulang.

3. Kelebihan vitamin A
Susu adalah makanan penting yang memasok tubuh dengan vitamin A yang diperlukan dan kalsium penting untuk pertumbuhan tulang. Tapi bila asupan vitamin A berlebihan, hal tersebut justru dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang. Vitamin A mengandung retinol yang akan menghambat penyerapan vitamin D oleh tulang. Makanan tinggi vitamin A ditemukan dalam produk hewan seperti hati, kuning telur dan produk susu. Untuk mendapatkan asupan vitamin A, vitamin A dalam bentuk beta karoten, seperti sayuran berdaun hijau, wortel dan ubi jalar lebih cocok untuk tubuh dan membantu dalam kepadatan tulang.

4. Kebanyakam konsumsi alkohol
Orang yang kebanyakan mengonsumi alkohol lebih rentan terhadap berkurangnya kepadatan tulang. Alkohol menghambat penyerapan vitamin D dan kalsium, yang paling penting untuk pertumbuhan tulang yang kuat. Satu-satunya cara untuk menghindari masalah ini adalah untuk mengurangi asupan alkohol atau lebih baik tidak minum minuman beralkohol sama sekali.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:19 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Apr 18, 2010 4:03 pm

BAGAIMANA ALKOHOL MERUSAK TULANG?
Sabtu, 6 November 2010 | 07:20 WIB
Kompas.com - Para pecandu alkohol terancam berbagai masalah kesehatan, salah satunya pada tulang. Penelitian jangka panjang menunjukkan orang yang hobi menenggak alkohol, terutama sejak usia remaja beresiko tinggi terkena pengeroposan tulang di usia tua. Ketika Anda mengonsumsi alkohol berlebihan, sekitar 2-3 ons alkohol setiap hari, akibatnya lambung tidak mampu menyerap kalsium secara optimal. "Alkohol mengganggu kerja pankreas dan penyerapan kalsium serta vitamin D. Alkohol juga berpengaruh pada liver yang sangat penting untuk mengaktivasi vitamin D," kata Primal Kaur, dokter spesialis osteoporosis dari Temple University Health System, Philadelphia, Amerika Serikat.

Selain itu, alkohol juga mengganggu kerja hormon-hormon yang penting untuk kesehatan tulang. Berbagai penelitian menunjukkan alkohol mengurangi estrogen yang memicu gangguan haid. Bila jumlah estrogen berkurang, proses pembentukan tulang menjadi lambat sehingga tulang menjadi rapuh. Jika hal ini terjadi di usia menopause, proses pengeroposan tulang menjadi lebih cepat. Kaur menambahkan, alkohol bisa mematikan osteoblas, sel-sel pembentuk tulang. "Kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh akibat kecanduan alkohol juga akan mengganggu saraf di tangan dan kaki. Pada orang yang mulai usia lanjut yang keseimbangan tubuhnya mulai terganggu, hal itu akan meningkatkan risiko terjatuh sehingga tulang mudah patah," paparnya. Kabar baiknya, jika Anda mulai berhenti menenggak alkohol, proses perbaikan tulang bisa berjalan dengan cepat lagi. Penelitian menunjukkan tulang rapuh bisa diperbaiki begitu kecanduan alkoholnya disembuhkan.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:21 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Sun Apr 18, 2010 4:41 pm

CEK KANDUNGAN METAL TULANG BIAR TIDAK CEPAT MATI
Nurul Ulfah - detikHealth - Rabu, 09/09/2009 10:45 WIB
Jakarta, Pria yang memiliki level bahan metal di tulangnya akan lebih cepat mati hingga dua kali lipat dibanding mereka yang level bahan metalnya rendah. Bagaimana bahan metal bisa masuk ke tulang dan adakah cara mencegahnya? Dalam studi yang berlangsung selama 9 tahun tersebut, Dr. Marc G. Weisskopf dari Harvard School of Public Health, Boston pun mengatakan bahwa risiko terkena serangan jantung 6 kali lebih besar pada mereka yang tulangnya mengandung metal tinggi. "Ini adalah pertanda bahwa tulang pun harus rutin dicek sebagaimana halnya dengan darah," ujar Weisskopf seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/9/2009). Selama ini pengukuran bahan metal dalam tubuh hanya melalui darah, namun cara tersebut ternyata kurang efekif dibanding pengukuran dari tulang. Mengukur kandungan bahan metal dan logam melalui tulang bisa menunjukkan apa yang terjadi beberapa tahun hingga dekade sebelumnya sehingga bisa mendeteksi penyakit yang sudah tertimbun dalam tubuh lebih akurat.

Weisskopf dan rekannya menganut paham Hippocrates, dimana terdapat hubungan antara kelebihan bahan metal dalam tubuh dengan risiko penyakit jantung. Studi yang melibatkan 868 partisipan pria berusia rata-rata 67 tahun itu mencoba mengecek kandungan metal dari bagian lutut. Selama studi berlangsung, 241 partisipan pun meninggal dunia, dan setelah diteliti level bahan metal dalam tulangnya ternyata lebih tinggi dibanding mereka yang belum meninggal. Partisipan yang memiliki kandungan metal yang tinggi dalam tulangnya rata-rata meninggal karena penyakit jantung yang disebut ischemic heart disease yang disebabkan karena terhambatnya arteri dan mengakibatkan rusaknya sistem saraf, tekanan darah dan merusak jaringan dalam jantung. Kandungan metal bisa masuk ke dalam tubuh melalui asap rokok, cemaran air yang mengandung logam atau bahan-bahan yang terbuat dari metal lainnya. Menghindari faktor-faktor risiko tersebut bisa menghindarkan seseorang dari kematian lebih cepat


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:22 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Tulang dan Otot   Tue Apr 20, 2010 9:37 am

JENIS GANGGUAN TULANG
Mon, 20/10/2008 - 1:06am — godam64
Manusia memiliki tulang dan sendi (sistem gerak) yang memiliki banyak fungsi untuk menunjang kehidupan manusia. Tanpa kondisi fit tulang dan sendi, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah beberaa bentuk kelainan / gangguan tulang dan sendi pada orang dari organisasi.org.

A. Kelainan / Gangguan Pada Tulang Belakang / Spinal Manusia
1. Kiposis / Kyphosis
Kiposis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke depan yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok

2. Lordosis
Lordosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok ke belakang.

3. Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis
Skoliosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita bungkuk ke samping.

4. Sublubrikasi
Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke kanan.

B. Kelainan / Gangguan Pada Sendi Manusia
1. Keseleo / Terkilir / Sprained
Terkilir atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya kesleo bisa menyebabkan rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.

2. Dislokasi / Dislocation
Dislokasi adalah gangguan pada sendi seseorang di mana terjadi pergeseran dari kedudukan awal.

3. Artritis / Arthritis
Artritis adalah radang sendi yang memberikan rasa sakit dan terkadang terjadi perubahan posisi tulang. Salah satu contoh artritis yang terkenal adalah rematik.

4. Ankilosis / Ankylosis
Ankilosis adalah gangguan pada sendi di menyababkan sendi tidak dapat digerakkan di mana ujung-ujung antar tulang serasa bersatu.

C. Kelainan/Gangguan Retak Tulang / Patah Tulang / Fraktura / Fracture
Fraktura tulang adalah ratak tulang atau patah tulang yang umumnya terjadi akibat benturan, kelebihan beban, tekanan, dan lain sebagainya. Fraktura tulang sederhana yaitu keretakan tulang yang tidak melukai organ-organ yang ada di sekelilingnya. Fraktura kompleks adalah keretakan tulang yang menyebabkan luka pada organ di sekitarnya.

D. Kelainan / Gangguan Fisiologik
1. Mikrosefalus / Microcephalus
Mikrosefalus adalah kelainan pertumbuhan terkorak kepala yang menyebabkan kepala penderita terlihat lebih kecil dari normal.

2. Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang rapuh. keropos dan mudah patah. Umumnya osteoporisis disebabkan oleh hormon jantan / betina yang kurang sempurna atau akibat kekurangan asupan kalsium untuk tulang.

3. Rakitis / Rachitis / Rakhitis
Rakitis adalah penyakit tulang yang terjadi akibat kurang vitamin D sehingga umumnya menyebabkan bentuk tulang kaki bengkok membentuk huruf O atau X.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 30, 2011 6:24 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Tulang dan Otot

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 30Goto page : 1, 2, 3 ... 15 ... 30  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Tulang dan Otot
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Asuransi Kesehatan ( ASKES )
» PP No. 32 tahun 1996, tentang TENAGA KESEHATAN

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-