Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Diabetes Melitus

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 13 ... 23  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun May 30, 2010 10:07 am

DIABETES MELITUS
DEFINISI
Istilah diabetes mellitus mengarah pada beberapa kondisi kesehatan yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula dalam darah (glukosa). Glukosa sangat penting bagi kesehatan karena merupakan sumber energi utama bagi otot dan jaringan. Jika anda memiliki diabetes tipe apapun, itu berarti anda memiliki terlalu banyak glukosa. Terlalu banyak glukosa dalam darah akan menyebabkan masalah yang serius. Diabetes kronis terdiri dari diabetes tipe 1 dan tipe 2.

GEJALA
Gejala diabetes bervariasi berdasarkan jenis diabetes yang anda miliki. Jika anda memiliki prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal tapi belum cukup dikategorisasikan sebagai diabetes) atau gestational diabetes (gula darah yang meningkat saat kehamilan) mungkin tidak akan mengalami gejala.

Tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain:
• Sering haus
• Sering buang air kecil
• Sangat lapar
• Hilang berat badan secara tiba-tiba
• Kelelahan
• Pandangan kabur
• Apabila memiliki luka, luka tersebut sulit sembuh
• Sering mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau kulit dan infeksi vagina atau kandung kemih

Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Diabetes tipe 2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah.

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Untuk dapat mengerti tentang diabetes anda harus mengetahui bagaimana glukosa diproses tubuh secara normal.

Bagaimana glukosa bekerja secara normal
Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber yang utama, yaitu makanan dan hati. Saat mencerna makanan gula diserap ke dalam aliran darah dengan dibantu oleh insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat). Hormon insulin dihasilkan oleh pankreas.
Dalam proses ini hati bertindak sebagai gudang penyimpanan dan pusat pengolahan. Contohnya ketika anda tidak makan untuk beberapa waktu, hati akan melepaskan glukosa yang tersimpan untuk menjaga kadar glukosa tetap normal.

- Penyebab diabetes tipe 1
Pada diabetes tipe 1, sistem imun anda yang normalnya berfungsi untuk melawan bakteri atau virus malah menyerang hormon insulin. Kondisi ini membuat anda kekurangan atau bahkan tidak memiliki insulin. Alih-alih dihantarkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam aliran darah.

- Penyebab prediabetes dan diabetes tipe 2
Pada kondisi prediabetes – yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 – dan diabetes tipe 2, sel menjadi resisten terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin. Alih-alih mengalirkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam darah. Penyebab pastinya tidak diketahui meskipun kelebihan lemak dan perilaku pasif merupakan faktor penting.

- Penyebab gestational diabetes
Saat kehamilan, plasenta memproduksi hormon untuk menopang kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih resisten terhadap insulin. Seiring pembesaran plasenta pada tiga bulan kedua dan ketiga, maka hormon tersebut semakin banyak dihasilkan.
Normalnya pankreas akan merespon dengan menghasilkan lebih banyak insulin. Tetapi terkadang pankreas justru tidak mampu meresponnya. Ini membuat glukosa banyak menumpuk di darah dan tidak terserap ke dalam sel.

Faktor risiko
Faktor risiko diabetes didasarkan pada tipe diabetes.

- Faktor risiko diabetes tipe 1
Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi. Faktor lainnya adalah terkena penyakit yang disebabkan virus.

- Faktor risiko diabetes tipe 2
• Lemak. Semakin banyak lemak pada jaringan tubuh anda, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
• Perilaku pasif. Perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrolnya dan semakin banyak penggunaan glukosa untuk energi maka semakin sensitif sel anda terhadap glukosa.
• Faktor keturunan.
• Usia. Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.
• Gestational diabetes. Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4 kilogram maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.
• Polycystic ovary syndrome. Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut yang terlalu banyak dan obesitas.

Kondisi lain yang terkait diabetes antara lain:
• Tekanan darah tinggi
• Kolesterol

Pencegahan
Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
• Makan makanan sehat rendah kalori dan lemak
• Lebih aktif secara fisik, khususnya dengan berolahraga
• Jaga berat badan ideal


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:38 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun May 30, 2010 10:12 am

INDONESIA PERINGKAT 4 DUNIA PASIEN DM
Kamis, 16 Oktober 2008 | 19:26 WIB
MALANG, KAMIS - Indonesia saat ini menjadi negara peringkat empat dengan jumlah penderita diabetes mellitus atau kencing manis terbesar di dunia. Para penderita tersebar mulai dari wilayah perkotaan hingga ke pedesaan. Total penderita diabetes mellitus di Indonesia berdasar data WHO, saat ini sekitar 8 juta jiwa, dan diperkirakan jumlahnya melebihi 21 jiwa pada tahun 2025 mendatang. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara peringkat keempat penderita diabetes terbesar setelah Shina, India, dan Amerika.

Sementara jumlah penderita diabetes di dunia, mencapai 200 juta jiwa. Diprediksi angka tersebut terus bertambah menjadi 350 juta jiwa pada tahun 2020.
Demikian dituturkan ahli diabetes dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, Prof.dr.Djoko Wahono Soeatmadji, SpPD-KEMD, Kamis (16/10) dalam rangka menyambut Kongres Nasional Persatuan Diabetes Indonesia VII di Batu, Malang, Jawa Timur. Dahulu ada pandangan salah bahwa diabetes mengancam orang kota yang suka makan fast food. "Itu benar, namun tidak berarti orang yang makan singkong, nasi, atau makanan tradisional lain tidak berisiko terkena diabetes," tuturnya.

Yang perlu diperhatikan menurutnya agar terhindar dari diabetes mellitus, orang harus makan makanan dengan seimbang atau tidak kelebihan kalori.
Orang yang banyak makan karbohidrat sehingga kelebihan kalori hingga kegemukan, inilah yang berisiko terkena diabetes. Bukan hanya makanan fast food , namun juga makanan tradisional seperti nasi, jagung, ketela, dan sebagainya yang dimakan dalam jumlah yang cukup banyak, tutur pakar diabetes dari Fakultas Kedokteran Universitas Malang itu.

Karbohidrat adalah makanan yang boros insulin. Orang yang dalam tubuhnya kekurangan insulin, akan membuatnya terkena penyakit diabetes.
Djoko menambahkan, diabetes merupakan penyebab utama kebutaan di negara-negara maju dan kelompok masyarakat menengah ke atas, penyebab utama gagal ginjal, penyebab utama amputasi tungkai kaki bagian bawah, penyebab risiko serangan jantung, mengakibatkan disfungsi ereksi, dan sebagainya.

Untuk itulah pada 23-26 Oktober mendatang, kami menggelar kongres nasional Persatuan Diabetes Indonesia di Batu Malang. Tujuannya mencegah terus meningkatnya penderita diabetes di Indonesia, ujar ketua panitia kongres, dr Putu Moda Arsana SpPD-KEMD.
Peserta konggres tercatat 600 dokter se-Indonesia, 300-an peserta non medis, dan 100-an perawat.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 9:27 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 01, 2010 5:15 am

MINUM KOPI SAMBIL MAKAN SIANG KURANGI RISIKO DM
Selasa, 09/03/2010 11:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Sao Paolo, Menikmati kopi hitam (dengan sedikit gula) yang ditemani makan siang bisa mendapatkan keuntungan lebih dalam mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Tapi minum kopi di waktu lain tidak mempengaruhi risiko diabetes sama sekali. Sebuah studi menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi ditambah dengan makan siang dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan diabetes tipe 2 sekitar sepertiganya. Hal ini berlaku untuk kopi tanpa kafein dan kopi dengan kafein.

"Temuan ini sangat menyarankan bahwa hanya kopi yang dikonsumsi dengan makan siang saja yang dapat mengurangi risiko diabetes," ujar Dr Daniela S. Sartorelli dari University of Sao Paulo di Ribeirao Preto, Brasil, seperti dikutip dari Health24, Selasa (9/3/2010). Telah banyak penelitian minum kopi yang dilakukan terkait dengan risiko rendah terkena diabetes tipe 2, tapi belum ada penelitian yang melihat apakah waktu mengonsumsi kopi juga bisa memiliki efek yang baik.

Dalam penelitian ini tim Sartorelli menganalisis 69.532 perempuan yang berusia antara 41-72 tahun dan waktu penelitiannya selama 11 tahun. Selama waktu itu didapatkan 1.451 perempuan terkena diabetes tipe 2. Secara keseluruhan perempuan yang mengonsumsi 3 cangkir kopi setiap harinya dapat mengurangi risiko terkena diabetes hingga 27 persen, tapi jika dikonsumsi dengan makan siang setiap harinya dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 33 persen. Efek minum kopi dengan makan siang hanya terlihat pada perempuan yang mengonsumsi kopi hitam, bukan kopi dengan susu atau tambahan lainnya. Karena pada penelitian ini perempuan yang mengonsumsi kopi dengan susu sangat sedikit, sehingga hasilnya belum terlalu jelas.

Sartorelli menyarankan meskipun minum kopi saat makan siang bisa mengurangi risiko diabetes, tapi seseorang juga harus memperhatikan makanan apa yang dikonsumsinya. Karena makanan yang dikonsumsi juga bisa mempengaruhi risiko terkena diabetes. Para peneliti masih akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek apa yang menyebabkan minum kopi dengan makan siang dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:40 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 01, 2010 6:32 am

DIABETES MELITUS
Selasa, 30/06/2009 15:02 WIB
Diabetes millitus terjadi karena kadar gula dalam darah meningkat akibat� gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Kadar gula yang normal dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.

indodiabetes.com menyatakan bahwa salah satu penyebab diabetes millitus adalah sakit gigi. Menurut situs tersebut penelitian di Amerika Serikat (AS) yang menyatakan penderita kerusakan gigi kronis bisa menjadi pengidap penyakit diabetes tipe 2. Ahli diabetes dan gigi di Inggris menyetujui hasil riset itu walau perlu penelitian lebih dalam lagi.

Pada kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut cytokines. Cytokines inilah penyebab kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes. Gejala Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Pengobatan
Prinsip pengobatan diabetes adalah mengembalikan atau mempertahankan kadar gula darah dalam keadaan normal. Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet.
(tbs/tbs)


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 6:02 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Mon Jun 07, 2010 9:42 am

DM PENYEBAB KEMATIAN UTAMA NOMOR 2 DI INDONESIA
Kamis, 5 November 2009 | 13:30 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyakit diabetes melitus (DM) atau yang biasa disebut kencing manis telah menjadi penyebab kematian utama kedua pada penduduk usia 45-54 tahun di wilayah perkotaan. Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Kamis (5/11), diabetes mengakibatkan 4,7 persen kematian penduduk perkotaan pada kelompok usia tersebut.

Sementara prevalensi nasional diabetes berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah pada penduduk umur di atas 15 tahun di perkotaan, kata Tjandra, mengutip Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007, sebanyak 15,7 persen. "Dan hampir 80 persen kasus adalah diabetes tipe dua. Artinya, gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utama peningkatan kasus diabetes di Indonesia," kata Tjandra.

Hal itu didukung oleh hasil Riskesdas Tahun 2007 yang menunjukkan tingginya jumlah penduduk yang mengalami obesitas (kegemukan), kurang banyak mengonsumsi buah dan sayur, kurang melakukan kegiatan fisik dan merokok. Prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk usia di atas 15 tahun mencapai 10,3 persen, prevalensi kurang makan buah dan sayur sebanyak 93,6 persen, prevalensi kurang kegiatan fisik 48,2 persen, dan prevalensi merokok 23,7 persen.

Menurut Tjandra, pemerintah berusaha mengendalikan faktor risiko untuk menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat diabetes. Faktor risiko yang dimaksud, yakni konsumsi sayur dan buah rendah, kurang berolahraga, obesitas, hipertensi, kebiasaan merokok, hiperglikemia, hiperkolesterol, dan konsumsi alkohol. "Fokusnya pada pencegahan dini dengan upaya promotif dan preventif, tapi tentu tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif," kata Tjandra. Hal itu, kata dia, antara lain dilakukan dengan mengampanyekan penerapan perilaku hidup sehat kepada seluruh kelompok masyarakat melalui para pendidik dan kader kesehatan.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:16 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Fri Jun 11, 2010 4:33 pm

DIABETES MOTHER OF DISEASE
Selasa, 6 Oktober 2009 | 15:34 WIB
KOMPAS.com - Para penderita diabetes alias kencing manis ini janganlah terlalu menganggap sepele penyakit yang satu ini, karena ternyata tanpa Anda sangka penyakit ini menyimpan sejuta kejutan! Tahukah Anda bahwa si "manis" ini merupakan "mother of disease"- ibu dari segala penyakit?
"Dengan adanya diabetes, Anda bisa menderita kelainan berbagai macam organ tubuh, dari mata, jantung, lambung, hati, ginjal, kulit sampai kaki," kata dr.Candra Wibowo, Sp.PD dari Mitra International Hospital Jatinegara, Jakarta.

Dokter Candra menuturkan, diabetes bisa menyebabkan aliran pembuluh darah menjadi kurang baik yang berakibat pada kerusakan organ dalam mata dari retina yang disebut retinopati diabetik dan menyebabkan kebutaan perlahan - lahan, hingga kerusakan pada lensa seperti katarak. Perubahan metabolisme sel lapisan dalam pembuluh darah juga bisa menyebabkan aliran darah kurang baik dan menjadi kaku (tidak elastis). Akibatnya organ-organ yang harus dialiri darah menjadi kekurangan nutrisi dan oksigen. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya serangan jantung koroner, stroke dan luka yang susah sembuh.

Masalah kesehatan lain yang kerap dialami pasien diabetes (diabetesi) adalah gastropati diabetik dengan gejala perasaan kembung, begah, dan cepat kenyang. Para diabetesi juga seringkali terlihat semakin kurus. Hal ini terjadi karena tubuh butuh lebih banyak insulin karena insulin yang ada dalam tubuh hanya digunakan separuh akibat ketidakefesieanan reseptor atau biasa disebut resitensi insulin.

Diabetes juga menyebabkan kebocoran protein di ginjal, yang berakibat gagal ginjal di mana seseorang memerlukan terapi pengganti ginjal, seperti cuci darah, cuci rongga perut, atau cangkok ginjal. Komplikasi lain yang mungkin dihadapi diabetesi adalahkaki diabetik. Komplikasi ini terjadi karena terjadinya kerusakan saraf, pasien tidak dapat membedakan suhu panas dan dingin, rasa sakit pun berkurang.

"Saat diabetes sudah lama dan tidak terkontrol, aliran pembuluh darah kita jarang sampai ke ujung - ujung tubuh, termasuk jari kaki, tangan, ujung rambut hingga penis. Dari situ jika mengalami luka di kaki atau tangan akan sulit sembuh karena aliran darah yang memberi makanan tidak sampai ke ujung jari kaki atau tangan tersebut. Untuk rambut bahkan bisa menyebabkan alopesia atau kebotakan dan bagi laki – laki, bisa terjadi disfungsi ereksi ", papar dokter Candra.

Oleh karena itu kontrol secara teratur gula darah Anda dengan cara rutin berolahraga dan melakukan diet. Selain itu hindari semua kelainan yang mungkin mengancam anda di masa depan sehingga kualitas hidup Anda akan lebih baik meskipun Anda penderita diabetes.

dr. Intan Airlina Febiliawanti


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 9:33 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun Jun 13, 2010 1:13 pm

BAWANG BOMBAI CEGAH DM
Sabtu, 13 Februari 2010 | 10:39 WIB
KOMPAS.com — Bawang bombai (Allium cepa L) memiliki kandungan kromium yang baik. Kromium berperan mencegah diabetes melitus. Seperti bawang putih, bawang bombai juga berperan penting bagi kesehatan. Namun, berbeda dengan bawang putih, komponen sulfur pada bawang bombai terdapat dalam bentuk allyl propyl disulphide. Komponen ini berperan penting dalam menurunkan glukosa darah sehingga baik bagi penderita diabetes. Bawang bombai juga baik untuk mencegah serangan jantung dan stroke. Komponen sulfur dalam bawang bombai akan bersinergi dengan kromium dan vitamin B6 untuk menurunkan kadar homosistein dalam darah. Bawang bombai juga memiliki sifat antiperadangan.

Komponen isothiocyanates (juga terdapat pada brokoli) dilaporkan dapat menghambat sel kanker. Komponen tersebut berasal dari senyawa glukosinolates yang mengalami perubahan setelah bawang bombai digigit, dikunyah, dan dicerna. Bawang bombai juga mengandung komponen flavonoid yang sangat baik untuk mencegah kanker usus. Para ahli di University of Bendi Swiss pernah meneliti manfaat bawang bombai terhadap tulang. Terbukti konsumsi bawang bombai setiap hari selama 4 minggu mampu meningkatkan konsentrasi kalsium penguat tulang hingga 17 persen.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 6:36 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 15, 2010 10:30 am

KONSUMSI SOFTDRINK PICU DM
Kamis, 11 Maret 2010 | 14:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Diabetes mellitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Bila tidak ditangani, diabetes akan membawa komplikasi pada berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga impotensi. Dr Kristen Bibbins-Domingo, peneliti dari University of California, San Fransisco, Amerika Serikat, baru-baru ini memublikasikan hasil penelitiannya mengenai insiden penyakit jantung dengan konsumsi softdrink.

Ia mengatakan, meningkatkan konsumsi minuman bersoda yang umumnya mengandung gula tinggi berdampak pada terjadinya 130.000 kasus baru diabetes, 14.000 kasus baru penyakit jantung, dan 50.000 penderita gangguan jantung dalam satu dekade terakhir. "Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan, semua kebijakan yang bisa mengurangi konsumsi softdrink mungkin akan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat," kata Dr Kristen Bibbins-Domingo.

Dengan menggunakan simulasi komputer, penyakit jantung dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti obesitas dan konsumsi makanan mengandung garam. "Selama ini kita kurang memperhitungkan insiden antara softdrink dengan penyakit jantung karena memang minuman ini lebih populer pada para remaja. Fokus penelitian penyakit ini lebih banyak orang dewasa berusia di atas 35 tahun," papar Domingo. Ia menambahkan, kaitan antara insiden penyakit kardiovaskular dan diabetes sangat nyata. Meski demikian, faktor meningkatnya obesitas juga mungkin berpengaruh.

"Berbagai penelitian menunjukkan dampak konsumsi minuman manis. Selama beberapa dekade terjadi peningkatan konsumsi minuman manis," katanya.
Para ahli mengingatkan, untuk mencegah diabetes, kita harus mengurangi asupan minuman dengan tambahan gula. Jika didiagnosis diabetes maka gula darah, berat badan, tekanan darah, dan kadar lemak darah harus dikendalikan. Kalau dengan olahraga tidak terkontrol, harus dilakukan dengan obat.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 6:39 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 15, 2010 10:32 am

GAMPANG CAPAI TANDA DM?
Senin, 14 Desember 2009 | 13:15 WIB
KOMPAS.com — Mudah haus, banyak kencing pada malam hari, mudah lapar, dan berat badan turun drastis merupakan gejala umum penyakit diabetes. Meski begitu, masih ada beberapa gejala tidak khas yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah mudah lelah. Rasa mudah lelah ini terjadi karena tubuh kekurangan energi. Gula atau glukosa bersama asam lemak merupakan molekul bahan bakar utama pemicu metabolisme makhluk hidup. Organ pengguna bahan bakar terbanyak adalah hati, otak, jantung, otot, dan jaringan adiposa.

Pada orang yang menderita diabetes sel-sel tidak dapat memperoleh glukosa yang dibutuhkannya karena insulinnya tidak bekerja. Oleh karena itu, meski jumlah glukosa berlebih, penggunaannya di dalam organ-organ tubuh sangat rendah. Artinya, penderita diabetes merasa kelaparan walau kelebihan gula darah. "Tubuh akan memakai protein dan lemak sebagai sumber energi yang tentu saja tidak sebagus dari gula. Itu yang menyebabkan orang gampang capai dan lelah," papar dr Sandra Utami Widiastuti, Sp PD dari Diabetic & Wound Clinic RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta.

Sementara itu, glukosa yang tidak masuk ke dalam sel akan menumpuk dalam aliran darah. Tubuh lalu meresponsnya dengan memproduksi lebih banyak insulin sampai ada gula yang bisa masuk ke dalam sel. Namun, lama kelamaan tubuh tidak mampu lagi memproduksi insulin. Glukosa yang menumpuk dalam darah tadi secara perlahan akan merusak pembuluh darah di mata, ginjal, dan jantung.

Kelebihan konsentrasi glukosa dalam larutan tubuh membuat masalah metabolisme lain. Pada kadar 180 mg per 100 ml, ginjal tidak lagi mampu mengabsorbsi gula dari filtrat darah sehingga gula tumpah melalui urin, kadang mencapai 100 gr per hari, sehingga disebut diabetes melitus (secara harfiah berarti kencing manis).

Menurut dokter Sandra, gejala tidak khas dari penyakit diabetes lainnya adalah keputihan, gampang kesemutan, mudah infeksi, serta gigi sering berlubang. Untuk memastikannya, konsultasikan ke dokter dan lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula darah.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:19 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 22, 2010 5:35 am

KENAPA PENDERITA DIABETES SERING PIPIS DAN HAUS?
Kamis, 29/07/2010 14:13 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Salah satu gejala yang muncul dari penyakit diabetes adalah sering buang air kecil dan merasa haus. Apa yang membuat pederita penyakit yang susah sembuh ini sering pipis dan haus? Pakar diabetes Prof Dr dr Sri Hartini KS Kariadi, SpPD, KEMD menjelaskan, jika kadar gula darah dalam tubuh seseorang tinggi, maka glukosa yang tidak bisa dimetabolisme akan ikut terbuang melalui urine.

Hal ini menyebabkan urine menjadi lebih kental, sehingga membutuhkan air untuk mengencerkannya. Air yang digunakan ini diambil dari dalam tubuh.
"Akibatnya tubuh akan mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan banyak minum. Jika seseorang banyak minum, maka buang air kecilnya juga akan menjadi lebih sering," ujar Prof Sri dalam acara Media Edukasi dan Peluncuran Buku 'Diabetes? Siapa Takut!', di Hotel le-Meridien, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Prof Sri menuturkan terdapat lima gejala klasik (khas) dari diabetes, yaitu:
1. Poliuri, sering buang air kecil dengan volume yang banyak dan biasanya lebih sering di malam hari.
2. Polidipsi, yaitu sering merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya.
3. Polifagi, yaitu nafsu makan yang meningkat.
4. Berat badan menurun secara drastis sehingga seseorang menjadi lebih kurus.
5. Kurang bertenaga.

Namun kadang terdapat gejala-gejala lain yang muncul seperti kesemutan di kaki, gatal-gatal yang biasanya terjadi di daerah selangkangan serta luka yang tak kunjung sembuh. Gejala-gejala ini disebut dengan gejala komplikasi yang menunjukkan sudah adanya komplikasi yang terjadi. Gula darah yang selalu tinggi pada penderita diabetes dapat terjadi karena 2 hal, yaitu pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin dan yang kedua karena kerja insulin mengalami hambatan atau terganggu. Hambatan insulin atau resistensi insulin sering terjadi karena kegemukan (obesitas).

"Obesitas merupakan salah satu faktor risiko dari diabetes, tapi faktor risiko ini bisa dicegah dengan menjaga berat badannya agar tetap tidak berlebih. Karena obesitas yang berbahaya itu jika banyak lemak di perut," ungkap guru besar Universitas Padjajaran ini. Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah dan juga dikenal sebagai penyakit kencing manis.Hal ini karena di dalam urine diabetesi memang terdapat gula yang rasanya manis, padahal urine yang normal ini tidak mengandung gula dan tentunya tidak terasa manis. Dan penyakit ini bisa menyerang siapa saja.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:34 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 29, 2010 7:36 pm

SEBERAPA BESAR RISIKO ANDA TERSERANG DM?
Kamis, 5 Agustus 2010, 09:03 WIB Petti Lubis
VIVAnews - Selama ini, banyak orang beranggapan, diabetes adalah sepenuhnya penyakit keturunan, yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Padahal, selain karena faktor keturunan, penyakit yang juga biasa disebut 'kencing manis' atau 'penyakit gula' ini, dapat pula menyerang orang yang sama sekali tak punya silsilah diabetes dalam keluarganya. Menurut Frank Hu, profesor dari Harvard School of Public Health diabetes melitus adalah suatu penyakit yang timbul ketika tubuh tidak bisa lagi secara otomatis mengendalikan tingkat gula dalam darah (glukosa).

Penyakit ini merupakan gangguan metabolisme, akibat pankreas tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah cukup, atau tubuh tak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini akan menjadi racun bagi tubuh.

“Selain faktor genetik serta pertambahan usia, obesitas akibat gaya hidup tak sehat adalah salah satu pemicu utama timbulnya diabetes,” ujar Prof Hu.
Yang menakutkan, penelitian yang dilakukan PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) menunjukkan, dengan tinggi dan berat badan sama, wanita Asia lebih berisiko mengidap diabetes dibandingkan wanita yang tinggal benua lainnya.

Menurut dugaan, penyebabnya karena mereka telah meninggalkan pola makan dan gaya hidup tradisional, dan menggantinya dengan gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya, pola makan yang serampangan dan porsi olahraga yang semakin minim. Perubahan gaya hidup seperti ini bisa memicu semacam dampak biologis yang dapat mengganggu proses pengolahan gula darah, yang pada akhirnya berakibat diabetes. Jika satu atau lebih dari empat kasus di bawah ini adalah kebiasaan Anda, tampaknya Anda perlu mengubah gaya hidup sehari-hari. Kenali tingkat risiko Anda terserang penyakit ini.

1. Pola makan salah
Tingkat risiko: Tinggi
Untuk mencegah diabetes, pencegahan terbaik adalah dengan cara memperbaiki atau mengatur kembali pola makan. Kurangi asupan karbohidrat (berbagai jenis gula, tepung, nasi, kentang, ubi, singkong, dan lain sebagainya) dan makanan berlemak (daging berlemak, kuning telur, keju, gorengan, susu tinggi lemak). Perbanyak konsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral. Sebagai sumber protein, Anda dapat memanfaatkan ikan, ayam (terutama bagian dada), tahu, dan tempe dalam menu sehari-hari. Selain itu, batasi konsumsi minuman ringan (soft drink) dan hindari minuman alkohol, karena mengandung kadar gula tinggi. Tapi hati-hati, selain obesitas, ternyata kekurangan asupan gizi pada tubuh pun bisa meningkatkan risiko diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas. Akibatnya, akan timbul gangguan terhadap produksi insulin maupun gangguan terhadap sensor insulin pada tubuh.

2. Stres
Tingkat risiko: Tinggi
Bila Anda kerap diliputi stres, tingkat gula darah Anda bisa naik secara drastis. Tingkat gula darah tergantung pada kegiatan hormon yang dikeluarkan kelenjar adrenal, yaitu adrenalin dan kortikosteroid. Kedua hormon ini mengatur kebutuhan energi tubuh dalam menghadapi keadaan stres. Adrenalin yang dipacu terus-menerus akan mengakibatkan insulin kewalahan mengatur kadar gula darah yang ideal. Akibatnya, kadar gula darah akan naik secara drastis.

3. Malas berolahraga
Tingkat risiko: Medium
Jika tak ingin diabetes mengancam Anda, sebaiknya mulailah berolahraga dengan teratur dan porsi yang cukup. Pasalnya, olahraga teratur berfungsi memacu aktivitas produksi insulin, serta membuat kerja insulin lebih efisien, sehingga memperlancar pengangkutan glukosa. Jadi, selain membakar lemak dan karbohidrat, olahraga dapat meningkatkan aktivitas reseptor insulin dalam tubuh, sehingga kadar gula dalam darah terkontrol dengan baik.
Olahraga yang ideal adalah yang bersifat aerobik, seperti jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya. Lakukan olahraga aerobik ini paling tidak selama 30-40 menit.

4. Merokok
Tingkat Risiko: Medium
Secara tidak langsung, kandungan racun yang terdapat dalam rokok, lama kelamaan bisa merusak sel-sel pada pankreas. Jika tubuh terus menerus mengisap asap rokok dan racun nikotin, pankreas akan rusak, sehingga kerja insulin terganggu, dan akhirnya bisa memicu timbulnya diabetes.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:33 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 29, 2010 7:41 pm

MITOS SEPUTAR DIABETES
Terkadang, mitos yang beredar tentang penyakit diabetes membuat orang melakukan cara yang kurang tepat untuk mencegah penyakit ini. Berikut beberapa mitos salah yang dilansir oleh Organisasi Diabertes Amerika.

1. Konsumsi gula terlalu banyak menyebabkan diabetes. Diabetes disebabkan oleh kombinasi genetic dan factor gaya hidup. Bagaimanapun, kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes type-2. Jika ada riwayat diabetesdalam keluarga, hal yang direkomendasikan adalah makan makanan sehat dan olahraga teratur untuk menjaga berat badan.

2. Penderita diabetes tidak bisa memakan permen atau coklat. Jika makanan yang dimakan adalah bagian dari program makan sehat atau digabungkan dengan olahraga, maka permen, coklat, atau kudapan yang manis dapat dikonsumsi oleh penderita. Pada orang dengan diabetes cenderung tidak ada ‘off limit’ atau larangan dibanding mereka yang tidak memiliki diabetes.

3. Seseorang dapat tertular diabetes dari orang lain. Ini sepenuhnya salah. Meski hingga saat ini belum diketahui mengapa seseorang menderita diabetes, namun diabetes tidak menular seperti halnya batuk atau flu. Gen ditengarai lebih berperan, terutama diabetes type-2. Faktor lain adalah gaya hidup.

4. Penderita diabetes harus memakan makanan khusus penderita diabetes. Makanan yang sehat untuk penderita diabetes sama dengan makanan sehat untuk orang lain – rendah lemak (terutama lemak jenuh dan trans), moderat untuk garam dan gula, dan makanan berbasis bahan biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan. Versi makanan diabetis tidak membuktikan adanya keuntungan khusus. Kadar gula darah tetap meningkat, biasanya lebih mahal, dan memiliki efek laksatif jika mengandung alcohol gula.

5. Penderita diabetes, hanya boleh sedikit mengonsumsi makanan bertepung, seperti roti atau kentang. Makanan bertepung adalah bagian dari makanan sehat. Yang terpenting adalah porsi yang dikonsumdi. Roti gandum, sereal, nasi, dan sayuran bertepung seperti kentang, ubi, dan jagung dapat dimasukkan dalam daftar makanan atau kudapan. Kuncinya adalah ukuran porsi. Untuk kebanyakan penderita diabetes, tidak masalah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Makanan bertepung dari biji-bijian juga merupakan sumber serat yang baik untuk pencernaan.

6. Penderita diabetes lebih rentan untuk terkena flu atau penyakit lain. Seseorang dengan diabetes tidak menjadi lebih mudah menderita flu atau penyakit lain. Namun, penderita diabetes disarankan untuk vaksinasi flu. Ini karena infeksi dapat mempengaruhi control gula darah, hingga berisiko untuk meningkatkan kadar gula darah, dan untuk penderita diabetes type-1, meningkatkan risiko ketoacidosis.

7. Insulin menyebabkan atherosclerosis dan tekanan darah tinggi. Insulin tidak menyebabkan atherosclerosis. Di laboratorium, memang ada bukti bahwa insulin dapat memulai proses awal terkait atherosclerosis yang membuat dokter kerap khawatir insulin mungkin dapat memperburuk tekanan darah tinggi dan penyempitan arteri. Tapi sekali lagi, itu tidak terjadi.

8. Insulin menyebabkan pertambahan berat badan, dan karena obesitas tidak menguntungkan, maka insulin seharusnya tidak digunakan. Baik UKPDS (United Kingdom Prospective Diabetes Study) dan DCCT (Diabetes Control & Complications Trial) menunjukkan bahwa benefit manajemen glukosa dengan insulin jauh dari risiko menambah berat badan.

9. Buah-buahan adalah makanan yang sehat. Oleh karena itu, tidak masalah untuk mengonsumsi sebanyak yang diinginkan. Buah memang makanan sehat karena mengandung serat, vitamin, dan mineral. Karena buah mengandung karbohidrat, maka perlu dimasukkan dalam daftar makanan. Jumlah, frekuensi, dan type buah perlu dikonsultasikan pada ahli gizi.

10. Tidak perlu mengubah regimen diabetes kecuali kadar A1C lebih besar dari 8 persen. Makin baik control glukosa, makin sedikit kemungkinan komplikasi diabetes. A1C dalam kisaran 7, tidak menggambarkan control yang baik. Makin dekat ke kisaran normal, yaitu di bawah 6 persen, makin kecil kemungkinan komplikasi.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:32 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 29, 2010 7:45 pm

10 KEBIASAAN KECIL PEMICU DM
Kamis, 26 Februari 2009 | 16:10 WIB
Kompas.com - Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula.*


Last edited by gitahafas on Tue Aug 17, 2010 11:28 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 29, 2010 7:53 pm

BERAPA KADAR GULA DARAH YANG NORMAL?
Selasa, 10 Agustus 2010, 10:23 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Saatnya waspada masalah prediabetes sebelum terserang diabetes. Data WHO menyebutkan pasien diabetes di Indonesia akan mengalami kenaikan pesat. Peningkatannya diperkirakan dari 8,4 juta jiwa pada 2000, menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada 2030. Prof.DR, dr, Sidartawan Soegondo, spesialis endokrinologi dan Ketua Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) menjelaskan, seseorang dikatakan sebagai pengidap prediabetes jika kadar gula darah telah melampaui batas normal, namun belum mencapai batas diagnosa diabetes.

Kondisi prediabetes tidak boleh dianggap enteng, karena sebagian individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes apabila tidak ditangani dengan baik. Orang yang terdiagnosis prediabetes, dan tak segera dikendalikan, dalam waktu sekitar 5-10 tahun akan meningkat menjadi diabetes.
“Jika sudah diabetes, tidak dapat disembuhkan dan lebih sulit penanganannya,” kata Prof. Sidartawan menambahkan.

Dia menjelaskan, batas gula darah yang normal dibedakan atas dua kondisi, puasa atau sesudah makan. Untuk kondisi puasa (tidak mendapat asupan kalori 8-10 jam sebelumnya), batasnya adalah 100 mg/dL. Sedangkan untuk kondisi sesudah makan atau sewaktu makan, batasnya adalah 140 mg/dL. Lewat dari salah satu ketentuan tersebut, seharusnya masuk pada prediabetes. “Namun, wewenang penegakan diagnosis hanya dimiliki dokter, dan mesti mengikuti prosedur medis khusus,” katanya menambahkan. Untuk itu waspadalah jika kadar gula darah telah mencapai 140 mg/dL.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Tue Aug 17, 2010 11:27 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 29, 2010 7:58 pm

LANGSING DENGAN MINYAK KELAPA
Senin, 9 Agustus 2010, 11:17 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
VIVAnews - Banyak orang menyangka segala jenis lemak mengacaukan diet dan memicu gemuk. Studi terbaru menunjukkan, diet kaya lemak atau minyak kelapa justru memberi perlindungan terhadap resistensi insulin penyebab diabetes, sekaligus merampingkan tubuh. Penelitian sebagaimana dilansir Times of India menyebutkan, orang yang mengasup minyak kelapa dapat mengurangi lemak tubuh. Selain itu, lemak rantai medium penyebab diabetes tipe 2 berkurang dengan asupan minyak kelapa.

Nigel Turner dan Jiming Ye dari Sydney Garvan Institut Riset Medis membandingkan metabolisme lemak dan resistensi insulin pada tikus yang mendapat asupan minyak kelapa dan lemak babi. "Asam lemak rantai menengah dalam minyak kelapa berbeda dengan lemak yang umumnya ditemukan dalam makanan kita," kata Turner, kepala peneliti.

"Berbeda dengan rantai panjang pada lemak hewan, lemak rantai menengah merupakan bahan bakar yang langsung digunakan sebagai energi." Meskipun demikian, temuan yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes ini memiliki kekurangan. Lemak rantai menengah bisa menumpuk di bagian hati. Saat mengasup makanan kaya lemak, tubuh akan mengompensasi dengan melakukan pembakaran lebih banyak. "Orang yang kelebihan berat badan menggunakan 40-50 persen kalori sebagai lemak. Tikus membakar 45 persen kalori mereka sebagai lemak," kata Turner.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Tue Aug 17, 2010 11:26 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Diabetes Melitus

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 23Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 13 ... 23  Next

 Similar topics

-
» Diabetes Melitus
» IH -- Actos, a diabetes drug being used for scarring alopecia
» Type of diet for diabetes recovery
»  Diabetes, depression, dementia, heart disease, and hair loss - all linked
» Diabetes (Gula Darah)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-