Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Diabetes Melitus

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 7 ... 10, 11, 12 ... 17 ... 23  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:18 am

OLAHRAGA PADA DM
20-11-2009 | Bekti-medicastore.com
Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi secara terus menerus dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf dan organ tubuh lainnya.

Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke. Selain itu komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah kerusakan pada pembuluh darah di retina mata (retinopati diabetikum) yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan, kelainan pada fungsi ginjal yang bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (hemodialisa) dan kerusakan pada saraf yang menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera. Selain itu luka/infeksi pada penderita diabetes biasanya berjalan lambat penyembuhannya karena kadar gula yang tinggi dalam darah menyebabkan bakteri dapat tumbuh dengan subur, akibatnya pada beberapa kasus terkadang amputasi mejadi salah satu pilihan untuk menghentikan penyebaran infeksi.

Pentingnya Olahraga bagi Penderita Diabetes
Olahraga secara teratur sangat penting bagi penderita diabetes karena dapat mengontrol kadar gula darah serta menurunkan berat badan dan tekanan darah. Penderita diabetes yang berolahraga secara rutin juga lebih jarang untuk mengalami serangan jantung ataupun stroke dibandingkan yang kurang berolahraga.

Penyebab kenapa olahraga dapat membantu mengontrol kadar gula darah adalah karena pada saat olahraga, sel-sel di otot bekerja lebih keras sehingga lebih membutuhkan gula dan oksigen untuk dibakar menjadi tenaga dibandingkan saat beristirahat. Olahraga juga membantu kerja dari insulin karena gula dalam darah dialirkan ke dalam sel otot untuk dirubah menjadi energi sehingga otomatis kadar gula didalam darah akan menurun sehinga akan meringankan kerja dari insulin.

Berikut adalah beberapa manfaat lain dari olahraga secara rutin terhadap penderita diabetes :
* Mengontrol gula darah, terutama pada diabetes tipe 2, sedangkan bagi diabetes tipe 1 masih merupakan problematik.
* Menghambat dan memperbaiki faktor resiko penyakit kardiovaskular yang banyak terjadi pada penderita diabetes, seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke dan penyakit pembuluh darah perifer.
* Membantu program penurunan berat badan pada penderita diabetes yang juga mengalami obesitas, terlebih lagi apabila dilakukan bersama dengan pengaturan pola makan.
* Memberikan keuntungan psikologis, olah raga yang teratur dapat memperbaiki tingkat kesegaran jasmani karena memperbaiki sistem kardiovaskular, respirasi, pengontrolan gula darah sehingga penderita merasa fit, mengurangi rasa cemas terhadap penyakitnya, timbul rasa senang dan lebih meningkatkan rasa percaya diri serta meningkatkan kualitas hidupnya.
* Mengurangi kebutuhan pemakaian obat oral dan insulin.
* Mencegah terjadinya diabetes yang dini terutama bagi orang – orang dengan riwayat keluarga penderita diabetes ataupun bagi yang masuk dalam golongan pre diabetes.

Olah raga yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah olahraga aerobic low impact dan rithmis seperti senam, jogging, berenang dan naik sepeda, sedangkan latihan resistensi statis tidak dianjurkan (seperti angkat beban dll). Porsi latihan juga harus diperhatikan, latihan yang berlebihan akan merugikan kesehatan, sedangkan latihan yang terlalu sedikit tidak begitu bermanfaat. Penentuan porsi latihan tersebut harus memperhatikan intensitas latihan, lama latihan dan frekuensi latihan.

Secara praktis intensitas latihan yang dilakukan oleh klub – klub bagi penderita diabetes dinilai dengan :
* Target nadi / area latihan.
* Kadar gula darah sebelum dan sesudah latihan.
* Tekanan darah sebelum dan sesudah latihan.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 4:55 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:19 am

KONTROL KADAR GULA DENGAN OLAHRAGA
Monday, 31 May 2010
SELAIN melakukan diet rendah gula, sebaiknya penderita diabetes juga berolahraga untuk menekan kadar gulanya.Nah,olahraga apa yang tepat bagi mereka? Manfaat olahraga bagi tubuh sudah tak perlu diragukan lagi. Selain menjaga kesehatan, olahraga juga mampu meminimalisasi berkembangnya beberapa penyakit.Salah satunya adalah penyakit diabetes. Bagi pengidap penyakit diabetes, olahraga sangat membantu mengendalikan gula darah. Dikatakan oleh ahli rehabilitasi medik dari Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Internasional Omni Alam Sutera Tangerang, Dr Jovita M Melania SpRM, pengaruh olahraga terhadap diabetes sangatlah besar.

”Jika dilakukan teratur,olahraga dapat membantu kendalikan gula darah,”ujar Jovita saat menghadiri acara seminar awam bertema ”Hindari Stroke dan Jantung Akibat Komplikasi Diabetes” yang diadakan oleh RS Internasional Omni Alam Sutera Tangerang,Sabtu (22/5) kemarin. Dijelaskan Jovita, olahraga yang dilakukan secara teratur oleh penderita diabetes ini akan meningkatkan aliran darah ke berbagai organ tubuh sehingga badan menjadi segar dan membantu menurunkan kadar kolesterol.

Perbaikan profil kolesterol ini akan mengurangi risiko terjadinya komplikasi penyakit jantung dan stroke yang sering terjadi pada penderita diabetes. ”Olahraga dapat memperbaiki ketegangan otot, meningkatkan kekuatan otot, membuat tidur lebih nyenyak, dan mengurangi stres,”tandasnya. Terlebih lagi apabila olahraga dilakukan bersamaan dengan pengaturan makan,maka akan dapat mencapai sasaran yang diinginkan, yakni memperbaiki kadar gula darah.

Dengan adanya perbaikan gula darah akibat olahraga yang dilakukan secara rutin, teratur, dan tepat, ini dapat mengurangi kebutuhan atau dosis obatobatan penurun gula darah. Masih dijelaskan Jovita, biasanya setelah berolahraga akan terjadi peningkatan kebutuhan energi, di mana glukosa adalah sumber energi yang diperlukan otot pada waktu kita bergerak, terutama pada saat berolahraga. Energi mula- mula diperoleh dari pembakaran cadangan glukosa kita di dalam otot. Bila sudah tidak mencukupi, diambil dari glukosa yang sedang beredar dalam pembuluh darah.

”Jadi, selama berolahraga kadar glukosa darah dapat turun,” terangnya. Apabila dilakukan secara teratur, maka olahraga dapat mengakibatkan penggunaan glukosa oleh otot meningkat hingga 20 kali lipat, akibat meningkatnya aliran darah, membaiknya kinerja insulin, dan berkurangnya resistensi insulin. Setelah selesai berolahraga, tubuh akan mengambil glukosa yang berasal dari darah untuk mengisi kembali cadangan glukosa di dalam otot dan hati yang telah dipergunakan saat berolahraga. ”Hal ini dapat mengakibatkan turunnya kadar glukosa darah hingga beberapa jam setelah selesai berolahraga,” jelas Jovita.

Hanya saja saat berolah raga sebaiknya penderita diabetes harus memerhatikan beberapa faktor. Sebaiknya pilih olahraga ringan yang memiliki risiko cedera minimal. Jangan memilih olahraga berat seperti futsal, karena olahraga ini rentan cedera. Seperti diketahui cedera atau luka pada penderita diabetes akan berakibat buruk bagi kesehatannya. Olahraga ini akan menunjukkan manfaatnya sebagai pengontrol gula darah bila diimbangi dengan asupan pola makan yang seimbang juga.Kurangi gula dan karbohidrat, sebagai gantinya, konsumsi banyak sayuran berserat.

Faktor tingginya kadar gula darah jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang. Di antaranya, gangguan saraf tepi yang menyebabkan menurunnya sensasi nyeri,tekanan,dan suhu pada kaki. Oleh karena itu,dalam melakukan olahraga, penderita diabetes haruslah memperhatikan bagian kaki yang merupakan organ tubuh utama untuk menopang kegiatan sehari-hari. Hal itu dikarenakan kaki sering kurang diperhatikan, bahkan kadang demi keindahan,dipaksakan dikurung tanpa memperhatikan kepentingan kaki itu sendiri.

Dengan demikian, kita tidak merasakan bila kaki kita terluka. Karena apabila kaki terluka dan disertai komplikasi pembuluh darah,maka akan memperburuk aliran darah ke kaki. ”Hal inilah yang menyebabkan luka sukar sembuh,” ujarnya. Jadi, untuk mencegah terjadinya masalah pada kaki,disarankan oleh Jovita,yang terpenting adalah mencegah terjadinya luka.

Dimulai dari pengelolaan diabetes sebaik mungkin sehingga komplikasi kronis dapat dicegah,termasuk kaki diabetes. Pasalnya, bila penderita diabetes mengalami luka di kaki bisa berakibat fatal. ”Cara perawatan kaki yang baik, yang tampaknya sederhana dapat memberikan manfaat yang sangat besar,” ungkapnya. Adapun cara pencegahan terjadinya luka disesuaikan dengan keadaan risiko kaki.Untuk kaki yang kurang merasa peka, dianjurkan untuk selalu memakai alas kaki guna melindungi kaki tersebut. Jika bentuk kaki sudah berubah, maka perlu perhatian khusus mengenai sepatu atau alas kaki khusus yang dipakai untuk pengguna diabetes.

Sedangkan bila ada masalah pembuluh darah, latihan kaki perlu diperhatikan benar untuk memperbaiki aliran darah ke kaki. ”Keikutsertaan aktif pasien dan keluarganya dalam usaha pencegahan sangat penting dalam usaha menyelamatkan kaki. Perhatikan dan peliharalah kaki setiap hari seperti memperhatikan dan memelihara wajah,”pesannya. (inggrid namirazswara)

Sumber: Seputar Indonesia Selasa 1 Juni 2010


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 4:57 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:20 am

SENAM DIABETES DI INDONESIA
Di Indonesia sendiri ada senam kesehatan yang terutama ditujukan untuk penderita diabetes, senam tersebut adalah senam diabetes. Senam diabetes dibuat oleh para spesialis yang berkaitan dengan diabetes, diantaranya adalah rehabilitasi medis, penyakit dalam, olahraga kesehatan, serta ahli gizi dan sanggar senam.

Gerakan senam diabetes merupakan gerakan yang energik, tapi tidak mengentak seperti pada senam kesegaran jasmani (SKJ) namun juga tidak low impact seperti pada senam lansia. Yang terutama gerakan senam diabetes sendiri mampu untuk membakar kalori tubuh sehingga juga dapat menurunkan kadar gula darah. Variasi gerakan dalam senam diabetes sendiri cukup banyak sehingga senam diabetes tersebut bisa menggerakkan semua bagian tubuh, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Gerakan yang bervariasi pada senam tersebut juga berfungsi sebagai media latihan mengingat pada otak, karena dengan membiasakan otak bekerja akan dapat membantu meningkatkan daya ingat dan mencegah terjadinya pikun.

Karena manfaatnya yang banyak, senam diabetes sebenarnya tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan diabetisi saja. Tapi, senam diabetes tersebut juga bisa dilakukan oleh orang yang bukan penderita diabetes, dengan tujuan untuk mencegah supaya tidak terkena penyakit diabetes.

Berikut adalah gerakan senam diabetes :
* Pemanasan 1
Berdiri di tempat. Angkat kedua tangan ke atas selurus bahu. Kedua tangan bertautan. Lakukan bergantian dengan posisi kedua tangan di depan tubuh.
* Pemanasan 2
Berdiri di tempat. Angkat kedua tangan ke depan tubuh hingga lurus bahu. Kemudian, gerakkan kedua jari tangan seperti hendak meremas. Lalu, buka lebar. Lakukan secara bergantian, namun tangan diangkat ke kanan-kiri tubuh hingga lurus bahu.
* Inti 1
Posisi berdiri tegap. Kaki kanan maju selangkah ke depan. Kaki kiri tetap di tempat. Tangan kanan diangkat ke kanan tubuh selurus bahu. Sedangkan tangan kiri ditekuk hingga telapak tangan mendekati dada. Lakukan secara bergantian.
* Inti 2
Posisi berdiri tegap. Kaki kanan diangkat hingga paha dan betis bentuk sudut 90 derajat. Kaki kiri tetap di tempat. Tangan kanan diangkat ke kanan tubuh selurus bahu. Sedangkan tangan kiri ditekuk hingga telapak tangan mendekati dada. Lakukan secara bergantian.
* Pendinginan 1
Kaki kanan agak menekuk, kaki kiri lurus. Tangan kiri lurus ke depan selurus bahu. Tangan kanan ditekuk ke dalam. Lakukan secara bergantian.
* Pendinginan 2
Posisi kaki bentuk huruf V terbalik. Kedua tangan direntangkan ke atas dengan membentuk huruf V.

Senam ini sebaiknya rutin dilakukan setiap hari atau setidaknya 2-3 kali seminggu sehingga akan mendapatkan manfaat yang maksimal. Di rumah sakit ataupun klub penderita diabetes, biasanya mereka rutin mengadakan acara senam tersebut setiap pagi selama dua kali seminggu.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:06 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:21 am

OLAHRAGA BIKIN INSULIN LEBIH SENSITIF
Kamis, 3 Juli 2008 | 17:51 WIB
Kompas.com - BANYAK manfaat bisa diperoleh dari berolahraga rutin. Pada orang tua yang kurang gerak (sedentari) dan berisiko mengalami diabetes, ada perbaikan nyata pada fungsi sel beta pembuat insulin setelah satu minggu berolahraga. Demikian dilaporkan peneliti dari University of Michigan, Amerika Serikat. Meski belum diketahui secara jelas penyebabnya, fungsi sel beta diketahui menurun sejalan dengan laju usia. Hal ini dikemukakan oleh Drs. Cathie J. Bloem dan Annette M. Chang dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, Februari 2008, seperti dikutip Reuters Health awal Maret ini.

Menurut peneliti, saat orang beranjak tua, mungkin menjadi kurang sensitif terhadap efek insulin yang mengatur gula darah dan menimbulkan gangguan sekresi insulin. Walau olahraga jangka pendek meningkatkan sensitivitas insulin, masih belum jelas bagaimana hal itu bisa memengaruhi fungsi sel beta.
Bloem dan Chang melakukan investigasi dengan mengamati 12 orang sedentari berusia lebih 60 tahun dan berolahraga satu jam lebih lama setiap harinya selama seminggu. Sesi olahraga itu mencakup latihan treadmil, sepeda, dan mesin cross training. Responden berlatih 60-70 persen dari kapasitas detak jantung maksimal mereka.

Setelah periode olahraga, sensitivitas responden terhadap insulin meningkat hingga 53 persen dan fungsi sel beta yang disebut indeks disposisi 28 persen. Sayang, tak ada perubahan pada massa lemak, kadar lemak darah, atau faktor lain yang bisa menjelaskan efek olahraga terhadap sel beta. “Penelitian latihan olahraga jangka panjang sedang dilanjutkan untuk mengevaluasi efek lebih jauh olahraga terhadap fungsi sel beta dan intoleransi glukosa yang berhubungan dengan usia,” lapor para peneliti.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:02 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:21 am

TAI CHI BANTU PENDERITA DM
Kamis, 3 April 2008 | 12:32 WIB
MENJALANI senam Tai Chi ternyata bukan saja mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi orang sehat. Senam tradisional ini juga memberi manfaat signifikan bagi para penderita diebetes tipe dua khususnya dalam mengontrol kondisi kesehatan mereka. Setidaknya ada dua hasil penelitian terpisah yang menunjukkan bukti nyata bahwa program latihan Tai Chi selama 12 pekan cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan dan menurunkan kadar gula darah para pasien diabetes. Senam bela diri tradisional Negeri Tirai Bambu ini memang memiliki gerakan unik yang mengombinasikan penafasan serta gerakan lembut untuk meningkatkan relaksasi.

Dua riset yang dilakukan oleh para ahli di Taiwan dan Australia ini dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine. Riset yang pertama yang dilakukan di Taiwan membandingkan 30 pasien pengidap diabetes dengan 30 orang sehat. Selama 12 pekan, seluruh partisipan mempelajari 37 gerakan Tai Chi di bawah arahan seorang guru. Partisipan juga dimodali kaset video sehingga bisa mengulang pelajaran di rumah. Partisipan secara rutin mengikuti pelajaran senam Tai Chi ini selama tiga jam seminggu.

Pada akhir program, hasil tes pada kelompok pengidap diabetes tipe 2 menujukkan adanya penurunan drastis kadar gula darah dan meningkatnya sel-sel serta senyawa yang menjadi kunci respon kekebalan tubuh. Aktivitas fisik yang menuntut banyak tenaga memang dikenal dapat menurunkan kekebalan tubuh, tetapi studi terbaru mengindikasikan bahwa latihan atau aktivitas yang sedang atau moderat justru memberi dampak yang menguntungkan. Riset sebelumnya pun mengindikasikan bahwa Tai Chi dapat memperbaiki fungsi pernafasan dan kardiovaskuler, selain pula memperbaiki fleksibilitas dan menghilangkan stres.

Menurut peneliti, jika Tai Chi mampu membuktikan bagaimana tubuh mengendalikan gula darah, hal itu akan memberi manfaat pada sistem kekebalan tubuh, yang kemudian akan memicu aktivitas yang berlebihan dengan hadirnya kadar gula yang tinggi dalam darah. Sebagai pengobatan alternatif, latihan sebaiknya hanya cukup dilakukan sekedar merangsang sistem kekebalan dengan cara meningkatkan tingkat kebugaran yang kemudian melahirkan sebuah perasaan sehat.

Sementara itu pada riset kedua yang digagas peneliti dari University of Queensland, yang hanya melibatkan 11 partisipan, pun menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda. Pada riset ini, semua partisipan yang mengalami kenaikan kadar gula darah - diwajibkan menjalani senam Tai Chi dan sejenis bela diri lainya yakni Qigong selama 60-90 menit tiga kali seminggu.

Selain mengalami penurunan kadar gula darah, para partisipan juga mengalami penurunan berat badan dan mencatat penurunan tekanan darah yang signifikan. Resistansi insulin para pasien juga dilaporkan mengalami perbaikan. Para partisipan juga mengaku bisa tidur lebih baik, memiliki energi yang besar, jarang mengalami kesakitan serta jarang merasakan rasa lapar yang sangat ketika menjalani program.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:46 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:22 am

CEGAH DM DENGAN JALAN KAKI 30 MENIT
Minggu, 12/07/2009 08:35 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Jalan kaki sungguh memberikan khasiat yang beragam. Mulai dari kebugaran, meningkatkan stamina, mencegah osteoporosis. Jalan kaki juga ternyata juga bisa mencegah diabetes. Siapa yang tidak mengenal penyakit diabetes? Penyakit ini bisa menyerang siapa saja baik laki-laki ataupun perempuan dan tidak memandang usia penderita.

Hidup dengan diabetes sangat tidak nyaman. Selain bisa menyebabkan komplikasi, penderita diabetes juga harus tergantung pada obat dan menjalani diet seumur hidupnya. Nah, salah satu cara yang mudah untuk mencegah penyakit ini adalah dengan berjalan kaki. Aktivitas fisik yang termasuk ringan hingga sedang dan aktivitas fisik yang lebih intensif, bisa mengurangi risiko terkena diabetes.

Seperti dilansir dari diabetesvic.org.au, Minggu (12/7/2009) menurunkan kadar gula darah dengan mengurangi produksi glukosa dari hati pada orang yang gemuk. Meningkatkan pengaturan rata-rata glukosa dalam sel dan sensitivitas glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin hingga 12-24 jam setelah melakukan aktifitas fisik, dan meningkatkan high-density liporpotein (HDL-kolesterol baik) dalam darah. Study di Australia mengindikasikan bahwa partisipan yang berjalan kaki antara 85 menit-3 jam per minggu, bisa mengurangi risiko terkena diabetes hingga 31%. Intensitas berjalan yang rutin (5 hari per minggu) setidaknya selama 3 jam per minggu bisa mengurangi risiko terkena diabetes pada remaja 31-42%.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa wanita yang aktif melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki bisa mengurangi risiko terkena diabetes dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. Berjalan kaki juga dihubungkan dengan penurunan berat badan yang bisa mengurangi risiko terkena diabetes. Remaja yang dikategorikan overweight atau tidak aktif melakukan aktivitas fisik memiliki 3 kali kemungkinan lebih besar terkena diabetes dibandingkan remaja yang memiliki berat badan normal.

Dengan berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan kontrol glukosa, yang bisa membantu otot menyerap gula darah dan ini mencegah penyumbatan aliran darah. Efek ini bisa bertahan selama berjam-jam ataupun beberapa hari, tapi tidak permanen sehingga diperlukan jalan kaki yang teratur untuk mengontrol gula darah.

Kesehatan cardiovascular atau jantung yang lebih baik, karena orang dengan diabetes akan meningkatkan risiko penyakit jantung, jadi dengan berjalan kaki bisa mengurangi terkena penyakit jantung juga. Untuk awalnya, mulailah dengan perlahan, berjalan selama 5-10 menit pada hari pertama masih bisa diterima, yang terpenting adalah tidak mendapatkan luka atau sakit pada tubuh anda.

Tambahkan 5-10 menit per minggu, lalu tingkatkan lagi hingga mencapai tujuan selama 45 menit sampai 1 jam, 5 sampai 7 hari seminggu, karena itu adalah waktu yang ideal untuk pemeliharaan glukosa darah. Namun manfaat kesehatan mulai bertambah saat 30 menit per hari. Hal yang paling penting dalam jalan kaki adalah menggunakan sepatu yang nyaman untuk kaki anda sehingga tidak menimbulkan cedera atau luka, sebaiknya gunakan walking shoes dan jangan lupa menggunakan kaus kaki.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:11 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:22 am

WAKTU TERBAIK UNTUK OLAHRAGA
Senin, 23 Agustus 2010 | 14:01 WIB
Kompas.com - Sebagai orang yang aktif, tentu kita harus memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu sehat. Salah satunya adalah dengan membuat jadwal rutin untuk berolahraga. Namun, kapankah waktu yang paling tepat untuk melakukan kegiatan gerak badan ini?

Pada dasarnya tidak ada standar waktu olahraga yang terbaik karena hal itu sifatnya sangat individual, tergantung pada tingkat kesibukan masing-masing. "Bila Anda bukan tipe 'morning person', maka pagi hari bukanlah waktu yang tepat untuk olahraga. Sebaliknya, bila makin siang kesibukan Anda terus bertambah, mungkin yang paling tepat untuk olahraga adalah pagi," kata Chris Freytag, penulis buku Shortcut to Big Weight Loss and Move to Lose.

Singkat kata, yang paling penting adalah konsistensi. Untuk itu, cermati rutinitas harian dan mingguan Anda untuk menentukan kapan waktu yang paling ideal untuk berolahraga. Bila Anda adalah ibu yang bekerja, mungkin olahraga di pagi hari paling tepat karena sore dan malam hari biasanya aktivitas mengurus anak dan keluarga akan menjadi prioritas para ibu bekerja.

Para ahli sendiri telah melakukan berbagai penelitian untuk menentukan waktu yang paling ideal untuk berolahraga. Sebagian berpendepat waktu yang paling pas adalah sore hari ketika temperatur tubuh sedang tinggi, otot-otot lebih mengembang dan flesibilitas tubuh tinggi. Namun penelitian yang dilakukan para ahli dari Mollen Clinic, Phoenix, Amerika, menemukan setelah satu tahun, 75 persen orang-orang yang memilih berolahraga di pagi hari cenderung terus konsisten pada rutinitasnya, dibanding dengan 25 persen orang yang memilih aktivitas fisik di sore hari.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:23 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:23 am

PAGI HARI PALING BAGUS UNTUK OLAHRAGA
Sabtu, 31/10/2009 08:34 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Banyak orang memilih olahraga di sore dan malam hari karena ingin menghindari panas atau hanya punya waktu di saat itu. Tapi menurut penelitian ternyata olahraga yang paling baik adalah saat pagi hari. Mau tahu kenapa? Banyak orang yang belum menyadari bahwa olahraga di pagi hari sangat berguna untuk keseluruhan kebugaran dan juga proses penurunan berat badan. Meskipun hanya berolahraga lari atau berjalan kaki selama 10 menit setiap hari, tetap bisa memberikan manfaat yang besar bagi tubuh.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan prima tidak harus mahal dan pergi ke pusat kebugaran. Banyak olahraga sederhana dan murah meriah, namun tetap menyehatkan dan bisa memberikan mafaat yang besar bagi tubuh. Ini dia manfaat yang bisa didapatkan jika berolahraga di pagi hari, seperti dikutip dari Health24, Sabtu (31/10/2009):

1. Olahraga pagi hari bisa membangkitkan semangat dan mempertahankan metabolisme sehingga dapat membakar kalori lebih banyak sepanjang hari. Berdasarkan penelitian olahraga di pagi hari bisa membakar kalori 2 sampai 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan waktu lainnya. Selain itu juga bisa membantu mengatur nafsu makan agar tidak berlebihan.

2. Saat tidur semua hormon yang terlibat dalam aktivitas meningkat, sehingga tubuh akan merasa lebih aktif dan segar saat pagi hari. Meskipun hanya olahraga ringan berjalan kaki sudah cukup hebat untuk melawan kelelahan. Selain itu membuat pikiran menjadi lebih tajam selama 4 sampai 10 jam setelah berolahraga dan meningkatkan energi alami yang jauh lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan dengan minum secangkir kopi.

3. Meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih nyenyak sepanjang malam. Jika olahraga di malam hari justru membuat seseorang menjadi susah untuk tidur malam dengan tenang. Olahraga di pagi hari juga membantu mengatur jam biologis tubuh menjadi normal.

4. Memiliki jadwal olahraga lebih teratur karena memiliki sedikit gangguan. Jika Anda sudah terbiasa untuk bangun pagi maka tidak ada halangan untuk tidak berolahraga, tapi jika olahraga siang atau malam mungkin akan mandapat gangguan untuk pergi dengan teman atau sudah lelah bekerja seharian.

Mulai sekarang tidak ada salahnya menyempatkan sedikit waktu di pagi hari untuk melakukan olahraga seperti berlari atau hanya berjalan-jalan di sekitar halaman rumah.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 25, 2010 8:38 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:23 am

MENJAGA KEBUGARAN TUBUH PADA DM
Walaupun DM tidak dapat disembuhkan, namun kadar gula darah harus tetap terkontrol sehingga kualitas hidup diabetisi dapat dipertahankan.
Untuk menjaga kebugaran tubuh, selain diabetisi harus diberi bekal pengetahuan yang cukup tentang DM dan pola pengaturan makanan yang benar, diabetisi juga harus mulai melakukan olahraga untuk membantu pengendalian kadar glukosa dalam darah dan penurunan berat badan bagi yang berat badannya berlebihan.
Bila semua itu belum berhasil menurunkan kadar gula baru diberikan obat penurun kadar gula.

Pilihan olahraga sebaiknya mengikuti prinsip CRIPE ( Continous, Rhythmical, Interval, Progressive, Endurance ) yang berarti suatu olahraga yang bersifat berkesinambungan, terus menerus, berirama, berselangseling gerak cepat dan gerak lambat, meningkat secara bertahap, dan dapat meningkatkan kemampuan pernafasan serta jantung.
Berdasarkan CRIPE, maka olahraga yang dinilai cocok adalah jalan kaki, berenang dan bersepeda.
Frekuensi latihan jasmani sebaiknya 3-5 kali seminggu dengan durasi 30-60 menit.

Sumber: Health First vol 9 Jan-Mar 2010


Last edited by gitahafas on Wed Aug 25, 2010 8:39 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:24 am

OLAHRAGA PADA PENDERITA DM
Monday, 04 October 2010 Seputar Indonesia
SEBENARNYA olahraga sangat disarankan kepada siapa saja. Olahraga juga sangat cocok bagi mereka yang ingin mencegah penyakit dan untuk mereka yang ingin mengobati penyakit. Untuk penderita diabetes, beberapa olahraga pun disarankan. Seperti untuk mengendalikan gula darah, penderita diabetes yang rajin berolahraga juga dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada obat. Berikut beberapa tips olahraga yang cocok bagi penderita diabetes: Lakukan Olahraga Ringan. Untuk melakukan olahraga, penderita diabetes disarankan untuk melakukan olahraga ringan terlebih dahulu. Semisal berjalan kaki dengan menggunakan alas kaki atau bisa juga menggunakan alas kaki khusus untuk penderita diabetes. Senam aerobik atau bersepeda juga bermanfaat untuk memperdalam pernapasan dan meningkatkan kerja jantung. Hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan alas kaki sebelum berolahraga misalnya selalu gunakan kaus kaki yang nyaman.

Selain itu, periksa apakah ada kerikil atau benda lain sebelum mengenakan sepatu. Jangan lupa hindari lecet atau goresan di kaki. Lakukan secara bertahap. Untuk membiasakan rajin berolahraga bisa dimulai dengan durasi 10–20 menit setiap kali latihan. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Untuk menghilangkan keraguan akan dampak dalam melakukan berolahraga, sebelum menjalankan olahraga, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Karena dokter akan menyarankan mana yang baik dan sebaiknya tidak Anda lakukan saat berolahraga. Bila Anda memiliki masalah di kaki, sebaiknya pilih berenang, senam, atau bersepeda yang tidak terlalu membebani kaki. Lakukan pemanasan dan pendinginan untuk mengawali dan mengakhiri latihan selama 5–10 menit untuk mengurangi risiko jantung dan cedera otot. Untuk melakukan olahraga, Anda bisa bergabung dengan klubklub olahraga diabetes yang ada di dekat tempat tinggal Anda. (inggrid)


Last edited by gitahafas on Tue Nov 16, 2010 4:34 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:24 am

PASIEN DM JANGAN DISURUH JALAN DIATAS ASPAL
Selasa, 28/09/2010 16:11 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Kesemutan adalah keluhan yang umum dirasakan pasien diabetes. Anjuran kuno untuk berjalan tanpa alas kaki di aspal tidak mengatasi keluhan tersebut, bahkan memicu dampak lain yang lebih serius. Zaman dahulu orang meyakini, berjalan tanpa alas kaki di aspal hangat dapat merangsang saraf agar tidak sering kesemutan. Namun sebaiknya anjuran ini tidak diikuti, terutama bagi penyandang diabetes.

"Ketika orang normal jalan di aspal, seberapa panas aspal itu ia bisa merasakan. Tapi penyandang diabetes biasanya baal dan tidak terlalu merasakan panas, tahu-tahu kakinya melepuh," ungkap Prof Sarwono Waspadji, MD, PhD dalam diskusi media di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (28/9/2010). Sebaliknya, Prof Sarwono mengatakan pasien diabetes harus sangat memperhatikan alas kaki. Bukan sekedar melindungi telapak kaki dari kemungkinan menginjak benda tajam, alas kaki juga harus bisa mencegah luka yang terjadi akibat tekanan dari kaki itu sendiri.

Pada diabetes, masalah luka di kaki merupakan komplikasi paling menakutkan setelah masalah jantung dan pembuluh darah. Seringkali luka di bagian tersebut terlambat mendapat penanganan karena memang sulit disembuhkan, sehingga berkembang menjadi infeksi parah yang berakhir dengan amputasi. Karena itu, kaki harus mendapat perawatan istimewa seperti halnya kulit wajah. Jika perlu, Prof Sarwono menyarankan perawatan tersebut bisa dilakukan di salon-salon perawatan kaki seperti yang ada di RS Cipto Mangunkusumo. Kalaupun hendak melakukan perawatan sendiri, hal-hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut.

1. Gunting kuku kaki dengan benar secara teratur, hindari pertumbuhan kuku ke dalam (cantengan).
2. Jaga kebersihan celah di sela-sela jari dengan mencucinya secara teratir memakai sabun.
3. Hilangkan kapal atau penebalan kulit, karena bisa menyebabkan luka akibat tekanan pada permukaan kulit di sekitar kapal.
4. Jika terjadi luka, obati dengan tekun agar bisa sembuh secepat mungkin.
5. Pilih alas kaki yang tepat, jangan sampai memberikan tekanan pada telapak kaki. Sesuaikan dengan deformitas atau perubahan bentuk pada kaki.


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 1:24 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:25 am

LATIHAN AEROBIK PENURUN GULA DARAH
Sunday, 12 December 2010 Seputar Indonesia
PENDERITA diabetes tipe 2 disarankan untuk menjalani setidaknya 150 menit latihan aerobik mulai dari yang sederhana hingga berat,selama setidaknya tiga hari dalam seminggu. Pedoman baru ini merupakan rekomendasi yang dikeluarkan para ahli kedokteran di Amerika Serikat. Olahraga secara rutin sejatinya penting bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.Namun bagaimana dengan para penderita diabetes? Selain memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita penyakit yang juga disebut dengan kencing manis ini juga harus melakukan latihan fisik.Pada prinsipnya olahraga bagi penderita diabetes tidak berbeda dengan yang untuk orang sehat.

Juga antara penderita baru ataupun lama. Olahraga itu terutama untuk membakar kalori tubuh sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi.Dengan demikian,kadar gulanya bisa turun.American College of Sports Medicine and the American Diabetes Association barubaru ini merilis panduan baru metode olahraga bagi pasien diabetes tipe 2.Mereka disarankan untuk menjalankan setidaknya 150 menit latihan aerobik mulai dari yang sedang hingga berat, selama setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Penderita diabetes tipe 2 juga diminta untuk tidak melewati lebih dari dua hari tanpa berolahraga. Saat latihan, penggunaan pemberat untuk mengembangkan massa otot, juga penting dalam manajemen pasien diabetes. Pelatihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus menjadi bagian dari latihan seorang pasien diabetes. Pedoman baru ini dipublikasikan pada edisi Desember jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise.

Disebutkan,latihan sangat penting untuk mengurangi risiko diabetes serta membantu orang dengan diabetes meningkatkan produksi insulin dan gula darah. Olahraga juga dapat meningkatkan profil lipid pasien diabetes yang dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol dan lemak lainnya dalam darah,juga penurunan berat badan.

Penulis metode ini menekankan bahwa intensitas berkelanjutan dan durasi aktivitas aerobik sangat penting bagi mereka dan diharapkan dapat meraih efek biologis yang tidak dapat dicapai dari aktivitas fisik ringan. Pasien dengan diabetes tipe 2 mungkin merasa ragu memulai latihan,tetapi para ahli mengungkapkan manfaat yang jauh lebih besar daripada potensi risiko yang didapat.

Para dokter juga berperan dalam mendorong orang diabetes untuk “memaksanya” berolahraga. “Banyak dokter masih enggan atau berhati- hati dalam memberikan resep latihan untuk pasien diabetes tipe 2 karena berbagai alasan,”kata Sheri R Colberg PhD FACSM,seorang ahli fisiologi dan profesor ilmu olahraga di Old Dominion University di Norfolk, Virginia,Amerika Serikat,yang memimpin kelompok penulis. Alasan tersebut,kata dia,di antaranya berat badan yang berlebihan atau adanya komplikasi yang berhubungan dengan kesehatan.

“Namun, sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 bisa latihan dengan aman,asalkan diambil tindakan pencegahan tertentu. Adanya komplikasi diabetes tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari partisipasi mereka dalam kegiatan fisik,” tandasnya seperti dilansir laman webMD.com. “Jika tren ini mulai berlanjut, sebenarnya kita ditakdirkan untuk meningkatkan biaya perawatan kesehatan yang lebih tinggi dan secara drastis mengurangi kualitas dan keberlangsungan hidup manusia akibat komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.

Sebagai individu, masyarakat, serta bagian dari bangsa dan dunia, kita harus bekerja secara kolektif untuk menghentikan laju diabetes, sebelum diabetes membunuh kita,”kata Colberg. Bagi orang yang sudah memiliki diabetes tipe 2, pedoman baru ini merekomendasikan setidaknya 150 menit per minggu latihan aerobik mulai dari sedang hingga kuat tersebar minimal 3 hari selama seminggu, dengantidaklebihdari2hariberturut- turut cuti aktivitas aerobik.

“Kebanyakan orang dengan diabetes tipe 2 tidak memiliki kapasitas aerobik yang cukup untuk melakukan kegiatan yang bertahan selama durasi mingguan. Mereka mungkin juga memiliki keterbatasan kesehatan ortopedi atau lainnya,”kata Colberg.“Untuk alasan ini,ADA (American Diabetes Association) dan ACSM (American College of Sports Medicine) memberi rekomendasi perawatan aktivitas mulai sedang hingga berat dan tidak menganjurkan untuk jumlah yang lebih rendah lagi dari aktivitas berat,”lanjutnya.

Panel juga khusus merekomendasikan olahraga ringan tersebut terkait dengan sekitar 40% sampai 60% dari kapasitas aerobik maksimal dan menyatakan bahwa bagi kebanyakan orang dengan diabetes tipe 2, jalan cepat adalah latihan intensitas sedang yang dianjurkan. Panel pakar juga merekomendasikan bahwa pelatihan ketahanan harus menjadi bagian dari latihan. Hal ini harus dilakukan setidaknya dua kali seminggu, idealnya 3 kali seminggu, meskipun harinya tidak berurutan.

Panel juga merekomendasikan bagi penderita diabetes yang baru memulai latihan beban harus diawasi oleh seorang pelatih yang memenuhi syarat. Hal ini untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan manfaat yang optimal untuk mengendalikan glukosa darah, tekanan darah, lipid, dan risiko jantung, serta meminimalkan risiko cedera. Penggunaan alat pedometer juga dianjurkan.

Melalui analisis meta dari 8 penelitian terkontrol secara acak dan 18 studi observasi, orang yang menggunakan pedometer terbukti aktivitas fisik mereka meningkat sekitar 27% dari pedoman dasar.Panel ahli juga meminta pasien untuk memiliki target, seperti 10.000 langkah per hari,yang merupakan prediksi penting dari aktivitas fisik yang meningkat.

Akhirnya, pedoman baru tersebut menekankan bahwa olahraga harus dilakukan secara teratur untuk memiliki manfaat lanjutan dan harus mencakup pelatihan reguler dari berbagai jenis olahraga.Baru-baru ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centre for Disease Prevention and Control/CDC) melaporkan bahwa sebanyak satu dari tiga orang di sana dapat terserang diabetes pada 2050. (rendra hanggara)


Last edited by gitahafas on Sat Dec 18, 2010 9:33 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:26 am

BANYAK BERJALAN DIABETES MENJAUH
Sabtu, 15 Januari 2011 | 09:02 WIB
Kompas.com - Berjalan kaki merupakan jenis olahraga aerobik yang diketahui baik untuk kebugaran dan kesehatan jantung. Olahraga murah meriah ini sebenarnya juga bisa dilakukan untuk Anda yang ingin menjauh dari penyakit diabetes melitus. Sebuah penelitian untuk memetakan angka kejadian diabetes di Australia tahun 2000-2005 menemukan, makin banyak langkah kaki Anda berjalan, makin rendah risiko diabetes yang dihadapi. Penelitian itu dilakukan terhadap 592 orang berusia pertengahan hingga usia lanjut.

Di awal studi seluruh responden melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengisi rincian gaya hidup yang dilakoni, mulai dari kebiasaan olahraga hingga pola makan. Partisipan studi ini kemudian diberi pedometer, alat untuk mengukur langkah kaki yang telah dilakukan dalam satu hari. Penelitian yang berlangsung selama lima tahun ini menemukan mereka yang langkah kakinya paling banyak memiliki indeks massa tubuh lebih rendah, rasio pinggang dan paha lebh rendah serta sensitivitas insulin yang lebih baik. Bahkan jika faktor pola makan, kebiasaan merokok dan asupan alkohol juga disertakan.

Mereka yang memiliki gaya hidup kurang aktif dan mulai mengubah kebiasaannya hingga mencapai 10.000 langkah dalam sehari mengalami perbaikan sensitivitas insulin dibanding dengan mereka yang berjalan 3000 langkah dalam sehari, lima kali dalam seminggu. Sensitivitas insulin adalah kemampuan dari hormon insulin menurunkan kadar glukosa darah dengan menekan produksi glukosa hepatik dan menstimulasi pemanfaatan glukosa di dalam otot skelet dan jaringan adiposa. Jika sensitivitas insulin menurun akan terjadi resistensi insulin yang menyebabkan diabetes.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 27, 2011 10:08 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:27 am

KOMBINASI TERBAIK UNTUK TURUNKAN KADAR GULA DARAH
Rabu, 24 November 2010 | 09:45 WIB
KOMPAS.com — Para penderita diabetes disarankan untuk selalu menggerakkan tubuh. Kombinasi antara melakukan jenis olahraga aerobik dengan latihan beban dapat membantu Anda menurunkan kadar gula darah. Kombinasi kedua jenis latihan itu juga dianggap paling efektif untuk menurunkan berat badan sebagai pemicu diabetes. Gula darah atau glukosa merupakan bahan bakar untuk otot dan selama kita melakukan aktivitas aerobik makin banyak gula yang dibakar. Sementara itu, latihan beban akan membangun lebih banyak otot sehingga kedua aktivitas itu bisa mengubah protein otot dengan cara meningkatkan prosesnya.

"Kombinasi olahraga aerobik dan latihan kekuatan akan lebih baik daripada dilakukan secara terpisah. Ini seperti minum dua jenis obat," kata DrTim Church dari Pennington Biomedical Research Center. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Church, sebanyak 245 orang penderita diabetes melakukan kombinasi dua latihan itu selama 9 bulan dan berhasil menurunkan kadar gula darahnya. Tiap responden melakukan olahraga tiga kali seminggu selama 45 menit setiap sesinya. "Durasi latihan selama itu bisa dilakukan semua orang. Bahkan, para responden ini tidak melakukan diet. Ini murni dari dampak melakukan olahraga," kata Laurie Goodyear dari Joslin Diabetes Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 27, 2011 10:23 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Aug 24, 2010 7:27 am

KONTROL KENCING MANIS DENGAN 45 MENIT JALAN KAKI
25 September 2008
Kencing Manis | Menderita diabetes atau yang biasa disebut penyakit gula memang tidak mudah. Ukuran asupan makanan harus tepat, tidak boleh kurang apalagi lebih. Kini ada cara mudah yang dapat Anda lakukan. Cukup dengan jalan kaki 45 menit per hari. Nyatanya kegiatan berjalan selama 45 menit per hari dapat membantu penderita diabetes menggunakan kadar gula darah dalam tubuhnya lebih baik. Hal itu diungkapkan oleh Michael Trenell dari Brittain Newcastle University dan tim dalam studi yang dilaporan pada journal Diabetes Care. “Banyak orang menganggap bahwa latihan ke gym agak menakutkan, tapi kami menemukan bahwa hampir semua orang penderita diabetes dapat lebih aktif melalui kegiatan berjalan,” ujar Trenell.

Tim peneliti melakukan studi terhadap 10 pasang orang penderita diabetes tipe 2 yang memiliki kondisi yang sama termasuk tinggi badan, berat badan, usia serta meminta mereka untuk berjalan lebih dari 10.000 langkah per hari. Hasil pemindaian dari tes magnetic resonance imaging (MRI) menunjukkan, orang yang berjalan lebih dari 45 menit per hari dapat membakar sekitar 20% lemak. Serta, meningkatkan kemampuan dari otot untuk menyimpan gula dalam darah dan mengontrol diabetes.

“Yang menarik dari penelitian itu yaitu dapat mencari cara untuk membantu mengontrol diabetes tanpa obat tambahan,” terang Trenell. Diabetes diperkirakan menjangkiti sekitar 246 juta orang dewasa di seluruh dunia. Diikuti dengan angka kematian per tahun sekitar 6%. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling banyak yaitu sekitar 90% dari keseluruhan jumlah penderita diabetes. Jenis itu juga paling dekat berkaitan dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Obesitas dan diabetes adaah dua penyakit yang paling banyak berkembang terutama dari negara-negara berkembang yang mengadopsi gaya hidup negara barat. International Diabetes Federation memperkirakan hal tersebut akan mendorong peningkatan angka penderita diabetes hingga 380juta orang pada tahun 2025. Menurut John Jakicic dari University of Pittsburgh, panduan terbaru mengenai latihan fisik sekitar 150 menit atau 2,5 jam per minggu, dapat membantu penderita obesitas untuk menurunkan berat badan. Hal itu diungkapkan pada tulisannya yang dimuat Archives of Internal Medicine.

Untuk mencapai jumlah optimal berlatih fisik, pemerintah Amerika Serikat memasukkan sekitar 201 wanita yang kelebihan berat badan serta obesitas dalam program menurunkan berat badan antara tahun 1999-2003. Kemudian membagi mereka menjadi empat grup dengan tugas berbeda. Setelah enam bulan, semua wanita dalam empat grup berhasil mengurangi berat badan sekitar 8%-10% dari berat sebelumnya. Namun, banyak yang kembali ke berat semula.

Wanita yang menjalankan latihan fisik ekstra satu jam per hari, berhasil mempertahankan berat badan yang turun. Para peneliti juga mengungkap, para wanita itu juga lebih taat mengikuti pola makan sehat. Jakicic merekomendasikan, orang yang ingin menurunkan berat badan tanpa kembali ke brat semula, harus berlatih fisik minimal 4,5 jam per minggu. “Ada kesepakatan yang berkembang, latihan fisik yang lebih banyak dibutuhkan untuk mempertahankan penurunan berat badan,” terangnya. (Reuters/ri)

Sumber : http://republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3830
Read more: http://indodiabetes.com/kontrol-diabetes-dengan-45-menit-jalan-kaki.html#ixzz1CPdpms6A


Last edited by gitahafas on Sat Jan 29, 2011 3:58 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Diabetes Melitus

View previous topic View next topic Back to top 
Page 11 of 23Goto page : Previous  1 ... 7 ... 10, 11, 12 ... 17 ... 23  Next

 Similar topics

-
» Diabetes Melitus
» IH -- Actos, a diabetes drug being used for scarring alopecia
» Type of diet for diabetes recovery
»  Diabetes, depression, dementia, heart disease, and hair loss - all linked
» Diabetes (Gula Darah)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-