|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Sep 14, 2011 11:23 am | |
| KENALI GEJALA ALERGI DETERJEN Rabu, 14/09/2011 07:44 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Deterjen biasa digunakan saat mencuci baju untuk membantu membersihkan kotoran. Tapi kandungan tertentu dari deterjen kadang bisa menimbulkan alergi. Apa saja gejala dari alergi deterjen? Alergi terhadap deterjen bisa terjadi secara tiba-tiba setelah penggunaan yang intens. Gejala yang timbul akibat kontak langsung antara kulit dengan deterjen atau dari residu sabun yang tertinggal di pakaian atau bahan lainnya. Terkadang agak sulit mendiagnosis alergi ini, karena pasien bisa menderita reaksi alergi terhadap banyak bahan dalam produk pembersih seperti kontak dengan parfum, sabun atau komponen pembersih lainnya. American Academy of Dermatology mengungkapkan kandungan yang bisa menyebabkan iritasi adalah wewangian, pewarna dan pengawet. Bahan yang berpotensi menyebabkan alergi lainnya termasuk amonia, sulingan minyak bumi, polimer dan surfaktan sintetik. Gejala dari alergi deterjen yang biasa muncul adalah kulit gatal setelah kontak dengan deterjen, atau mengalami gatal pada bagian tubuh yang kontak langsung dengan pakaian, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (14/9/2011).
Jika alergi yang muncul parah maka akan timbul respons inflamasi dengan mengirimkan histamin ke dalam aliran darah, sehingga timbul reaksi alergi seperti bengkak, mengembangkan rasa panas, kemerahan dan muncul ruam. Peradangan bisa menyebar hingga ke daerah lain, tapi biasanya sulit bagi pasien untuk menentukan kapan dirinya terkena alergi karena residu deterjen yang menempel di pakaian sehingga banyak yang tidak menyadari. Peneliti dari University of Maryland Medical Center melaporkan beberapa bahan bisa bereaksi dengan residu deterjen yang tertinggal di pakaian dan menimbulkan alergi ketika kontak langsung dengan kulit dan terkena sinar matahari.Gejala lain yang bisa timbul akibat iritasi dengan deterjen ini adalah kulit terasa kering dan pecah-pecah, rasa gatal yang bisa menimbulkan lecet dan kulit seperti melepuh, serta bisa menimbulkan rasa nyeri. Untuk mengetahuinya cobalah hentikan penggunaan deterjen selama beberapa waktu, jika gejala yang timbul berkurang maka kemungkinan akibat deterjen yang digunakan. Jika gejala semakin parah maka konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebabnya.
Last edited by gitahafas on Wed Nov 09, 2011 5:12 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Nov 09, 2011 5:07 pm | |
| INI CARANYA AGAR LUKA TIDAK MENIMBULKAN BEKAS Selasa, 08/11/2011 08:32 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Berbagai kecelakaan baik ringan atau berat bisa menimbulkan goresan dan bekas luka di kulit. Untuk itu ketahui langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya bekas luka. Tersandung trotoar, teriris pisau dapur atau terkena benda tajam lain akan menimbulkan luka, jika tidak ditangani dengan benar maka luka ini akan menimbulkan bekas di kulit yang bisa mengurangi kepercayan diri seseorang. Ahli kulit atau dermatologis memberikan tips cepat dalam merawat luka ringan dan goresan agar tidak menimbulkan bekas luka, seperti dikutip dari WebMD, Selasa (8/11/2011) yaitu:
1. Membersihkan luka dan sekitarnya Usahakan untuk membersihkan luka dengan air dingin kemudian mensterilkan dari pecahan atau kotoran yang menempel menggunakan pinset yang sudah disterilkan dengan alkohol. Lalu bersihkan dengan lembut daerah sekitar luka dengan saun dan kain lap. Hindari penggunaan sabun keras, hidrogen peroksida dan yodium karena tidak baik untuk bersihkan luka dan menunda penyembuhan.
2. Usahakan untuk tetap tertutup Menutup luka bisa membantu mencegah masuknya bakteri, kotoran dan iritasi lainnya serta menjaga kelembaban luka untuk mempercepat penyembuhan. Menjaag luka tertutup dan lembab membantu mengurangi munculnya bekas luka.
3. Jangan mengorek-orek atau menggaruk luka dan koreng Ketika terjadi luka maka sel darah putih akan menyerang bakteri penyebab infeksi dan sel darah merah, fibrin serta platelet membuat gumpalan di atas luka. Dalam waktu singkat akan terbentuk koreng. Jika digaruk atau dicabut maka tidak hanya membuka luka kembali dan memberi kesempatan bakteri untuk masuk, tapi menciptakan bekas luka yang lebih besar.
Meski begitu beberapa orang ada yang lebih rentan terhadap jaringan parut dan bagian tubuh tertentu (dada, bahu, punggung) lebih rentan terhadap luka. Bekas luka cenderung berkembang di daerah kulit yang berada dibawa ketegangan atau tertarik. Bekas luka yang terbentuk umumnya berwarna pucat dan datar. Tapi jika bekas luka yang muncul menonjol biasa disebut dengan hipertrofik atau keloid bekas luka yang terjadi ketika tubuh memproduksi kolegan terlalu banyak. Namun dalam beberapa kasus, luka yang terjadi kadang butuh bantuan medis untuk mencegah atau mengurangi jaringan parut terutama jika:
- Perdarahan berat dan tidak berhenti setelah 5-10 menit dari pemberian tekanan langsung - Luka yang muncul dalam atau lebih dari 0,5-1 cm - Luka terletak di dekat mata atau di wajah - ukanya kotor atau disebabkan oleh benda kotor dan berkarat - Luka berasal dari gigitan binatang atau manusia - Sangat menyakitkan atau menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, keluar cairan kuning atau hijau, bengkak, demam, menggigil, nyeri tubuh dan pembengkakan kelenjar getah bening. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Nov 09, 2011 5:10 pm | |
| NUTRISI YANG MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA Senin, 10/10/2011 07:04 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Nutrisi memainkan peran yang besar dalam proses penyembuhan luka, meski tergantung pula pada keparahan dari luka yang dialami. Karenanya ketahui nutrisi apa saja yang dibutuhkan untuk mempercepat penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka adalah kompleks dan melalui beberapa tahap yaitu:
1. Fase inflamasi Pada fase ini, penyempitan pertama dari pembuluh darah untuk memastikan pembentukan gumpalan. Setelahnya, prostaglandin dan histamin dalam darah akan mulai melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah ke luka.
2. Fase prolifetarif Selama fase ini, matriks darah baru dan sel-sel kulit mulai terbentuk, serta fibrolast yang berfungsi memproduksi kolagen juga terbentuk. Proses ini dipengaruhi oleh asam laktat, asam askorbat dan faktor yang mempengaruhi oksigen seperti zat besi, tembaga dan pyridoxine.
3. Fase pematangan Pada tahap ini, penutupan luka di kulit terjadi, kulit mulai melakukan renovasi meskipun kadang tidak tertutup secara sempurna.
Untuk mendukung ketiga tahapan ini, ada beberapa nutrisi yang berperan, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin, 10/10/2011) yaitu:
Vitamin C Vitamin ini bertindak sebagai kofaktor dalam produksi kolagen, serta mencegah pecahnya luka-luka yang sudah sembuh. Sumbernya bisa dari tomat, paprika, kentang, bayam, jeruk, strawberry, brokoli, kol dan kembang kol.
Vitamin A Perannya adalah mempromosikan sintesis kolagen dan diferensiasi fibroblast serta mengendalikan infeksi. Sumbernya dari sayuran berdaun hijau, buah-buahan berwarna kuning dan orange, produk susu yang sudah difortifikasi serta hati hewan.
Vitamin K Pembekuan darah adalah fase pertama dari proses penyembuhan luka, dan vitamin K berperan besar dalam proses ini. Vitamin K bersama kalsium menghasilkan trombin (agen utama pembekuan tubuh). Sumbernya dari sayuran berdaun hijau, brokoli, anggur, alpukat dan kiwi.
Zinc Zinc membantu berbagai jenis enzim di tubuh untuk melaksanakan fungsinya, karena banyak enzim yang terlibat dalam penyembuhan luka terutama produksi kolagen. Selain itu membantu proses pembelahan sel yang memungkinkan tubuh menggunakan protein tertentu. Sumbernya dari seafood, domba, daging merah, sereal. asparagus, sawi, kacang polong, miso dan biji wijen.
Zat besi Dalam proses sintesis kolagen, zat besi diperlukan untuk hidroksilasi proline dan lisin. Jika orang kekurangan zat besi (anemia) akan mengganggu penyembuhan luka. Sumbernya bisa dari kunyit, kacang panjang, aspragaus, tahu, jamur shiitake, bayam, daun bawang, rumput laut, daging sapi dan rusa.
Tembaga (copper) Tembaga membantu enzim lysyl oxidase untuk memproduksi kolagen dan elastin yang berfungsi mempromosikan penyembuhan luka agar lebih cepat. Sumbernya dari tomat, kentang, kacang hijau, jahe, sawi, terong, asparagus, biji bunga matahari, peppermint, lobak, jamur crimini dan tempe.
Last edited by gitahafas on Wed Nov 09, 2011 5:20 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Nov 09, 2011 5:11 pm | |
| AWAS, BENCANA DIBALIK WAXING DAN BOTOX MINGGU, 6 NOVEMBER 2011, 09:56 WIB Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Melakukan perawatan kecantikan tubuh seolah menjadi ritual yang harus dijalani kebanyakan kaum wanita. Mereka bahkan rela mengeluarkan anggaran yang tak sedikit demi tampil cantik. Mulai dari waxing, manikur dan pedikur, penyamakan kulit hingga botox, ritual kecantikan itu banyak dilakoni kaum hawa. Namun, tahukah Anda bencana kosmetik mengintai saat sebagian besar kaum wanita melakukan perawatan kecantikan mahal tersebut. Untuk itu, Anda perlu waspada sebelum melakukannya. Bukan tidak mungkin penggunaan bahan kimia dan penggunaan alat canggih dalam metode perawatan tubuh bisa menimbulkan bencana. Anda perlu tahu efek buruknya sebelum memutuskan melakukan botox atau perawatan kecantikan lainnya. Berikut adalah beberapa produk dan perawatan kecantikan yang dinilai berisiko seperti diberitakan Times of India:
Laser hair removal Teknik menghilangkan rambut tubuh secara permanen menggunakan laser kini banyak diminati kaum wanita. Kedengarannya menarik. Demi tampil mulus tanpa bulu, banyak wanita melakukannya. Namun, prosedur laser hair removal efektif dan bermanfaat hanya jika dilakukan oleh seorang praktisi yang berpengalaman. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan hiper pigmentasi, kulit melepuh, timbul jaringan parut, bahkan bisa menimbulkan luka bakar. Untuk menghindari kecelakaan seperti ini, penting untuk membatasi paparan sinar matahari beberapa minggu setelah menjalani prosedur ini. Saat menggunakan alat ini pun perlu diperhatikan pengaturan laser yang tepat yang cocok dengan jenis kulit dan pertumbuhan rambut.
Manikur dan pedikur Manikur dan pedikur di salon memang bisa membuat tubuh merasa santai. Namun, sebuah laporan yang dirilis oleh Professional Beauty Association, the National Cosmetology Association and the Nail Manufacturers Council, mengatakan bahwa sangat penting untuk mengevaluasi kebersihan tempat di mana Anda melakukan teknik kecantikan ini. Salon kecantikan yang tidak memperhatikan kebersihan bisa menimbulkan bencana. Sejumlah infeksi dan kecelakaan bisa saja terjadi karena tidak melakukan pedoman perawatan kecantikan yang benar. Tanda-tanda umum infeksi, termasuk rasa sakit, kutikula merah bengkak serta perubahan dalam bentuk kuku. Sering kali, prosedur salon yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan infeksi jamur dan bakteri yang mungkin sulit untuk diobati.
Tanning bed (penyamakan kulit) Sangat sering orang menggunakan tanning bed untuk tujuan kosmetik agar kulit terlihat sehat dan berkilau. Tapi, sejumlah organisasi seperti American Academy of Dermatology dan Organisasi Kesehatan Dunia telah menyarankan agar tidak berlebihan dalam menggunakan teknik perawatan kecantikan ini. Mereka meyakini bahwa bahaya dari over-exposure metode penyamakan kulit ini dapat menyebabkan kerusakan kulit dan kanker mata. Selain itu, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa penyamakan juga menyebabkan penuaan dini.
Botox Dianggap sebagai salah satu penemuan kosmetik yang paling revolusioner untuk meminimalkan efek keriput. Prosedur ini melibatkan pemberian toksin botulinum tipe A dengan melumpuhkan sementara otot-otot wajah. Jika tidak disuntikkan dengan benar, efek sampingnya bisa menimbulkan kemerahan sementara di kulit, memar, serta bisa menyebabkan terjadinya kelemahan otot. Biasanya, komplikasi ini terjadi karena terlalu banyak toksin botolinum tipe A yang disuntikkan.
Waxing daerah intim Meskipun jarang, ada bahaya tertentu yang berkaitan dengan prosedur waxing bikini atau waxing daerah intim. Beberapa efek samping yang paling umum termasuk infeksi bakteri dan ragi. Selain itu, ada juga kasus penyakit menular seksual seperti herpes yang terjadi karena lilin bikini. Namun, untungnya, potensi bahaya ini dapat dihindari, asalkan dilakukan dengan prosedur yang benar dan menggunakan tenaga profesional berpengalaman. Dan pastikan pula. produk yang digunakan dari sebuah perusahaan terkenal dan bermerek.
Waxing alis Sama seperti prosedur kecantikan lainnya yang berbahaya, melakukan waxing alis juga perlu dilakukan oleh ahli kecantikan berlisensi. Dan pastikan juga, bahwa Anda menggunakan krim berbasis lilin untuk menghindari segala jenis kulit lecet atau kemerahan.
Pewarnaan rambut Memilih produk pewarnaan rambut juga tidak boleh sembarangan. Pastikan produk yang digunakan adalah produk pewarnaan rambut bebas amoniak. Amoniak pada produk perawatan rambut Anda dapat menyebabkan kerusakan dan rambut mudah rapuh. (kd) |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Nov 09, 2011 5:20 pm | |
| KENAPA KETOMBE BIKIN KULIT KEPALA GATAL? Rabu, 26/10/2011 17:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Ketombe termasuk masalah kulit kepala yang cukup mengganggu. Selain bisa membuat orang malu, ketombe juga dapat menimbulkan rasa gatal di kepala. Apa penyebabnya? Masalah ketombe biasanya muncul seperti sisik kering yang dapat menimbulkan serpihan-sepihan putih yang jatuh ke pakaian jika digaruk serta menyebabkan gatal di kulit kepala yang cukup mengganggu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kulit kepala yang terlalu kering, udara dingin atau suhu terlalu panas. Jika ketombe tidak disertai dengan kemerahan umumnya kondisi tersebut tidak menular. Namun ketombe juga bisa disebabkan oleh mikroorganisme yang dikenal dengan nama pityorosporum ovale.
Sedangkan untuk kondisi yang lebih serius lagi, American Osteopathic College of Dermatology menuturkan bisa disebabkan oleh organisme ragi penyebab ketombe di kulit kepala yaitu malassezia. Jika ketombe yang muncul menimbulkan rasa gatal kemungkinan karena mikroorganisme pityrosporum ovale memakan minyak yang ada di kulit kepala. Kondisi ini memicu ia untuk melepaskan asam lemak bebas pro-inflamasi yang mengakibatkan peradangan dan hipersensitivitas dan menyebabkan rasa gatal. Selain itu mikroorganisme ini juga bisa melepaskan bahan kimia beracun yang dapat berkontribusi terhadap infeksi jamur, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (26/10/2011).
Beberapa kondisi bisa membuat seseorang lebih mudah memiliki ketombe seperti pola makan kurang zinc (seng), vitamin B dan juga lemak sehat, serta penyakit tertentu seperti parkinson, stres, serangan jantung atau menurunnya sistem kekebalan tubuh. Ada cara alami yang bisa dilakukan untuk mengusir ketombe seperti mengoleskan minyak kelapa pada kulit kepala saat waktu tidur, saat pagi hari oleskan sedikit campuran antara jus lemon dan cuka ke kulit kepala dengan menggunakan kapas sebelum keramas, atau menggunakan campuran antara jus lemon dengan air hangat. Jika ketombe akibat dermatitis seboroik yaitu kulit kepala berminyak tertutup sisik yang terkelupas berwarna putih atau kuning, maka kondisi ini tidak cukup diatasi dengan keramas saja namun butuh bantuan medis. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Mon Nov 14, 2011 9:42 am | |
| NEURALGIA POSTHERPETIK, KERUSAKAN SARAF PASCA HERPES ZOSTER Senin, 14/11/2011 07:52 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Neuralgia postherpetik merupakan suatu kondisi yang menyakitkan yang mempengaruhi saraf dan kulit. Rasa sakit terbakar yang terkait dengan neuralgia postherpetik dapat cukup parah untuk dapat sangat mengganggu tidur dan nafsu makan. Neuralgia postherpetik merupakan komplikasi dari herpes zoster, yang disebabkan oleh virus cacar air. Sebagian besar kasus herpes zoster dapat sembuh dalam waktu beberapa minggu. Tetapi jika sakit berlangsung lama setelah ruam herpes zoster dan lepuh telah menghilang, sakit itu disebut neuralgia postherpetik. Risiko neuralgia postherpetik meningkat dengan bertambahnya usia, terutama mempengaruhi orang di atas usia 60 tahun. Pengobatan yang efektif untuk neuralgia postherpetik pun sulit, dan rasa sakit dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Penyebab Selama infeksi awal cacar air, beberapa virus dapat tetap aktif dalam beberapa sel-sel saraf tubuh. Bertahun-tahun kemudian, virus dapat aktif kembali, menyebabkan herpes zoster. Neuralgia postherpetik terjadi jika serabut saraf rusak selama terkena herpes zoster. Serat yang rusak tidak dapat mengirim pesan dari kulit ke otak seperti biasa. Sehingga pesan yang terkirim ke otak menjadi kacau dan berlebihan, menyebabkan nyeri kronis. Nyeri tersebut seringkali menyiksa dan dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Gejala Tanda dan gejala neuralgia postherpetik umumnya terbatas pada daerah kulit, di mana herpes zoster pertama terjadi. Hal tersebut, biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh (unilateral). Tanda dan gejala yang dapat terjadi pada neuralgia postherpetik, antara lain:
1. Nyeri Rasa sakit yang terkait dengan neuralgia postherpetik biasanya digambarkan sebagai rasa terbakar, tajam, dan menusuk, atau sakit yang mendalam.
2. Sensitivitas terhadap sentuhan ringan Orang yang memiliki neuralgia postherpetik sering tidak tahan terhadap sentuhan ringan bahkan sentuhan pakaian pada kulit yang terkena.
3. Gatal dan mati rasa Neuralgia postherpetik dapat menyebabkan perasaan gatal atau mati rasa.
4. Kelemahan atau kelumpuhan Dalam kasus yang jarang terjadi, penderita neuralgia postherpetik mungkin juga mengalami kelemahan otot atau kelumpuhan jika saraf yang terlibat merupakan saraf yang mengontrol gerakan otot.
Pengobatan Tidak ada pengobatan tunggal yang mengurangi neuralgia postherpetik pada semua orang. Dalam banyak kasus, mungkin diperlukan kombinasi pengobatan untuk mengurangi rasa sakit.
1. Lidocaine skin patches Lidocaine skin patches adalah perban kecil seperti patch yang berisi, obat penghilang rasa sakit lidokain topikal. Patch ini dapat dipotong agar sesuai dengan luas daerah yang terkena.
2. Antidepresan trisiklik Antidepresan seperti nortriptyline dan amitriptilin mempengaruhi kimia otak, yang merupakan kunci yang memainkan peran dalam depresi dan bagaimana tubuh menafsirkan rasa sakit. Dokter biasanya meresepkan antidepresan untuk neuralgia postherpetik dalam dosis lebih kecil daripada yang diresepkan untuk depresi.
3. Antikonvulsan tertentu Obat anti kejang juga dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan neuralgia postherpetik. Obat-obat tersebut dapat menstabilkan aktivitas listrik yang abnormal dalam sistem saraf yang disebabkan oleh saraf yang terluka. Dokter mungkin akan meresepkan gabapentin (Neurontin), pregabalin (Lyrica) atau antikonvulsan lain untuk membantu mengontrol rasa terbakar dan nyeri.
4. Opioid penghilang rasa sakit Beberapa orang mungkin membutuhkan resep obat penghilang rasa nyeri dengan kekuatan ekstra yang mengandung tramadol (Ultram, Ryzolt), oxycodone (Percocet), atau morfin. Namun, obat-obat tersebut dapat menimbulkan kecanduan. Meskipun risiko tersebut umumnya rendah, tetapi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Tue Nov 22, 2011 8:37 am | |
| MENGAPA PEWARNA RAMBUT BERBAHAYA? Senin, 21 November 2011 13:22 WIB REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Seorang wanita Inggris, Julie McCabe menjadi korban kesekian kalinya produk pewarna rambut. Dia mengalami koma sesaat setelah melakukan pembilasan cat rambut, seperti saran dalam kemasan produk cat rambut merek populer di dunia. Dugaan sementara, ia mengalami keracunan zat kimia para-phenylenediamine (PPD) – yang terkandung dalam 99 persen produk pewarna rambut yang saat ini beredar di pasaran. PPD sebelumnya telah dilarang di Perancis, Jerman, dan Swedia, dan sebuah studi AS telah menghubungkan paparan untuk itu untuk peningkatan tingkat kanker kandung kemih. Berdasarkan aturan UE, di Inggris zat ini bisa digunakan sampai 6 persen dalam satu produk pewarna rambut. PPD adalah senyawa tidak berwarna tetapi mempunyai warna yang kaya ketika bereaksi dengan oksigen yang terkandung dalam bahan-bahan pewarna rambut, seperti hidrogen peroksida. Kimia ini digunakan dalam banyak pewarna rambut permanen karena ia mengikat kuat ke rambut dan tidak luntur saat dicuci.
Alergi itu jarang terjadi, hanya mempengaruhi satu dalam 250 ribu orang, dan dalam kebanyakan kasus efeknya hanya ruam ringan. Tapi reaksi dapat menjadi parah, menyebabkan iritasi kulit yang serius, atau bahkan anafilaksis. Suatu reaksi alergi tidak selalu saat pertama kali produk mereka gunakan. Hal ini dapat terjadi setelah beberapa kali digunakan. Pengguna cat rambut biasanya diminta melakukan tes 'uji tempel' sebelum mengenakannya. Caranya adalah dengan menerapkan sejumlah kecil cat rambut pada kulit mereka 48 jam sebelum digunakan. Untuk kasus Julie, spesialis rambut dan kulit kepala mengklaim bahwa alergi terhadap pewarna rambut meningkat sebagai akibat dari pajanan kumulatif terhadap PPD. Seorang juru bicara L'Oreal mengatakan, "L'Oreal sangat prihatin mendengar tentang hal ini situasi yang serius. Kami tidak tahu rincian kasus sehingga tidak pantas bagi kita untuk komentar lebih lanjut, namun kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu keluarga ini wanita dan tim medis dengan informasi yang mereka mungkin perlu untuk mendirikan apa yang terjadi." |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sat Dec 10, 2011 10:40 am | |
| SEBERAPA AMAN BOTOX DAN DERMAL FILLER SABTU, 10 DESEMBER 2011, 10:23 WIB Anda Nurlaila, Febry Abbdinnah VIVAnews - Saat ini banyak cara instan untuk mendapatkan kulit cantik. Tak perlu bersembunyi di balik make up tebal, tak perlu pula menghabiskan uang untuk prosedur operasi yang menyeramkan. Botox dan filler adalah jawabannya. Hanya dengan suntikan kecil, dalam 10 menit, kulit akan kembali muda. Tak terhitung lagi artis-artis Hollywood yang rela melakukan perawatan botox dan filler agar tetap eksis di dunianya. Tapi jangan pikir hanya artis Hollywood yang melakukannya. Banyak artis Indonesia, sosialita, bahkan politisi yang melakukan perawatan seharga jutaan rupiah tersebut. Tapi, pertanyaan yang selalu hadir di dalam kepala adalah apakah ini sebuah prosedur yang aman? "Botox dan filler terbilang aman karena tidak melalui prosedur pembedahan. Bahan-bahan yang digunakan pun aman untuk disuntikkan pada kulit," ujar spesialis anti-aging dan estetika dr. Olivia Ong, Dipl. AAAM, di klinik kecantikannya di bilangan Jakarta. Menurutnya, saat ini semakin banyak orang yang beralih dari facelift ke teknik injeksi karena mereka menghindari efek negatif dari operasi. "Masyarakat sekarang kan mobilitasnya tinggi, sedangkan proses penyembuhan paska operasi seperti facelift membutuhkan waktu yang lama."
Setali tiga uang dengan dr. Olivia Ong, spesialis kecantikan dr. Windy Keumala Budianti, SpKK juga menyediakan fasilitas serupa dengan alasan efektivitas. "Tanpa operasi, botox dan filler bisa mengubah bentuk wajah seseorang dan bisa menyamarkan kerut. Hasilnya, pasien bisa tampak lebih muda secara natural dalam 2 hingga 3 hari," ujarnya. Meski diaplikasikan dengan cara yang sama, ternyata kedua jenis perawatan ini berbeda. Seperti diketahui, botox merupakan senyawa racun bernama botoxin atau Botlulinum Toxin A yang telah medapatkan sertifikasi dari FDA. "Sebenarnya, racun tersebut sudah dimanipulasi jadi cukup aman jika dilakukan sesuai prosedur. Lagipula disuntikannya hanya di bawah permukaan kulit tidak sampai mengenai otot," ujar dr. Windy. Botox diklaim mampu menyamarkan garis-garis halus, memperbesar mata, memperkecil lubang hidung, menaikkan ujung hidung yang turun, hingga membentuk rahang persegi menjadi lebih lonjong.
Sedangkan, filler merupakan zat hyaluronic acid yang berguna mengikat air, memberi volume, menjaga kekencangan dan kekenyalan kulit, menambah hidrasi dan memberikan tekstur yang halus pada permukaan kulit. "Sebenarnya, hyaluronic acid ini diproduksi secara alami oleh tubuh. Tapi, seiring bertambahnya usia, zat ini akan semakin menipis sehingga kulit pun menipis," ujar dr. Olivia. Diakui kedua dokter kecantikan ini, filler lebih alami menyamarkan garis kerut yang dalam dibandingkan botox. Adapun kelebihannya adalah menyamarkan smiling line, meratakan cekungan bawah mata, membentuk pipi, memancungkan hidung, membentuk dagu, dan meremajakan kulit wajah dan leher. Kedua perawatan kecantikan dengan injeksi ini memerlukan waktu yang cukup singkat. Jika botox memerlukan waktu 10 menit dalam mengampilkasikannya, filler memerlukan kurang lebih 30 menit. "Lebih lama filler karena saya harus merekonstruksi wajah pasien," ujar dr. Olivia.
Namun bedanya akan terlihat pada hasil keduanya. Pada botox, hasil akan terlihat setelah 2 hingga 3 hari setelah injeksi. Hasil maksimal bakal terlihat pada hari ke-7 hingga ke-14. Sedangkan, hasil dari filler dapat langsung terlihat. "Botox bisa bertahan hingga 6 bulan, filler bisa lebih lama yakni 9 bulan. Tapi biasanya kami menganjurkan pengulangan pada bulan ke-6 agar hasilnya lebih baik." ujar dr. Windy. Meski kedua dokter mengklaim bahwa botox dan filler aman tanpa efek samping, kedua perawatan ini kerap kali memerlihatkan hasil yang tidak alami. Wajah artis Kelly Minogue, baru-baru ini, terlihat sangat kaku akibat suntik botox dan filler yang dilakukannya. Beberapa artis, seperti Nicole Kidman menyesal pernah melakukan prosedur suntik botox karena ia tidak dapat dengan bebas mengerutkan keningnya. "Sebenarnya di setiap area yang bisa disuntikkan itu sudah ada prosedur yang baku dari penelitian. Hal ini bisa menghindari efek kaku tersebut," ujar dr. Windy. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sat Dec 10, 2011 11:12 am | |
| INI TANDA TANDA TERJADINYA PENUAAN DINI Kamis, 08/12/2011 18:05 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Tua itu pasti! Tapi kalau terlihat tua karena penuaan dini tentu sayang bukan. Idealnya, penampilan tua sesuai umur atau penampilan lebih muda dari umur. Maka itu kenali tanda-tanda penuaan dini yang paling jelas terlihat. Beberapa faktor baik lingkungan atau dari dalam diri bisa membuat seseorang terlihat lebih tua dari usianya yang membuat tanda-tanda penuaan muncul lebih dini. Tanda-tanda penuaan dini umumnya paling mudah dijumpai di daerah wajah dan juga kulit. Hal yang berkontribusi besar terhadap tanda-tanda penuaan dini adalah radikal bebas yang bisa berasal dari paparan sinar matahari, stres dan juga polusi lingkungan. "Salah satu tanda pertama dari adanya penuaan dini yang ada adalah kulit tidak lagi terlihat bersinar dan biasanya diikuti dengan tanda-tanda lainnya," ujar Eric Braverman dari Weill Cornell Medical Center di New York, seperti dikutip dari Forbes.com, Kamis (8/12/2011). Berikut ini adalah tanda-tanda penuaan dini yang terlihat yaitu:
1. Munculnya keriput di ujung mata American Academy of Dermatology melaporkan keriput disebabkan oleh paparan sinar matahari dan diperparah jika merokok. Paparan radikal bebas ini menyebabkan kerusakan DNA kulit dalam membran sel, akibatnya kolagen dan elastisitas kulit menjadi rusak yang memicu keriput.
2. Flek atau bercak hitam Bercak atau flek hitam yang muncul merupakan tanda penuaan kulit, karena sudah banyaknya kulit terpapar sinar matahari tanpa perlindungan. Flek atau bercak ini biasanya muncul di tangan, wajah, dahi dan bahu.
3. Kulit menjadi lebih kasar dan kering Paparan radikal bebas yang terus menerus membuat kulit menjadi kehilangan kolagen dan elastisitas sehingga kekuatannya serta fleksibilitasnya berkurang. Akibatnya penampilan kulit akan menjadi lebih kering dan kasar.
4. Pori-pori membesar Penuaan dini juga ditandai dengan membesarnya pori-pori karena penumpukan sel kulit mati di sekitar pori. Kondisi ini biasanya bisa dikurangi dengan pengelupasan kulit secara teratur.
5. Memiliki lingkaran hitam dan kantung di bawah mata Kondisi ini terjadi karena kapiler kecil yang bocor dan darah mengalami oksidasi sehingga membuatnya berwarna gelap, serta kulit bawah mata yang tipis membuatnya terlihat berwarna lebih gelap atau hitam.
6. Adanya penumpukan lemak yang lebih banyak di sekitar perut dan lengan Metabolisme yang terjadi di dalam tubuh biasanya menjadi lebih lambat sehingga muncul penumpukan lemak yang kebanyakan ada di perut dan lengan tangan.
7. Terganggunya siklus tidur, mudah lelah, sering lupa, sulit memulai kegiatan bahkan saat pagi hari sekali pun. Kondisi yang terjadi ini merupakan penanda pertama dari penyusutan otak yang bisa dipicu oleh berbagai hal seperti merokok, konsumsi makan olahan dan tidak mendapat udara segar yang cukup.
Beberapa hal bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penuaan dini seperti melakukan olahraga secara rutin, tidur cukup, minum air putih cukup, memiliki pola makan yang sehat (mengandung asam lemak omega 3 dan rendah lemak jenuh), banyak makan buah dan sayuran, kacang-kacangan serta gandum. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun Jan 29, 2012 6:16 am | |
| MENIMBANG RISIKO TINDIK Lusia Kus Anna | Sabtu, 28 Januari 2012 | 12:11 WIB Share: Kompas.com - Menindik satu lubang di telinga mungkin terdengar biasa. Secara umum risikonya sangat kecil, apalagi bila hanya satu tindik di setiap telinga. Lalu, bagaimana kalau yang ditindik hidung, lidah, alis, atau bagian tubuh lainnya? Belum lagi bila menindiknya bukan di tempat yang tepat atau terjamin keamannya? Mayo Clinic membeberkan beberapa risiko yang harus dipertimbangkan sebelum tindik:
- Reaksi alergi Reaksi ini dapat terjadi dari perhiasan yang digunakan di tempat yang sudah ditindik. Jenis perhiasan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi.
- Merusak gigi Perhiasan yang digunakan di lidah, selain bisa tertelan kalau terlepas, juga dapat membuat gigi pecah atau retak. Begitu juga gusi. Lidah yang membengkak saat baru ditindik juga dapat menyumbat jalan pernapasan.
- Infeksi kulit Biasanya ditandai kemerahan, bengkak, dan nyeri, mungkin terjadi dalam beberapa hari hingga minggu setelah tindikan.
- Masalah kulit lain Menindik di bagian tubuh tertentu dapat menimbulkan bekas luka dan keloid, penebalan area tertentu yang disebabkan jaringan bekas luka yang tumbuh berlebihan.
- Penularan penyakit Bila peralatan yang digunakan untuk menindik terkontaminasi daerah yang terinfeksi, sejumlah penyakit dapat ditularkan, seperti hepatitis B, C, tetanus, bahkan HIV.
- Trauma Perhiasan yang digunakan dapat tersangkut atau merobek bagian tubuh tanpa sengaja. Akibatnya bisa luka, yang memerlukan jahitan maupun pembedahan. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Fri Feb 10, 2012 11:21 am | |
| EFEK NEGATIF JARUM TATO Jumat, 10 Februari 2012 09:00 WIB Media Indonesia TATO sering dikatakan sebagai karya seni yang sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Jika penggunaan alat dalam pembuatan tato dipastikan aman dan steril, hal tersebut tidak akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan, namun bagaimana jika tato dilakukan secara asal-asalan dari segi alat? Menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tato non profesional mengakibatkan risiko infeksi melalui darah yang pada akhirnya akan mengundang datangnya hepatitis C. Dr. Rania A. Tohme, seorang pemimpin dalam penelitian dan ahli epidemiologi medis di CDC menyatakan, tato dan tindik dapat menyebabkan hepatitis C dan infeksi lain jika dilakukan dengan alat yang tidak steril. Hepatitis C yang diakibatkan dari jarum suntik pada pembuatan tato ditularkan melalui kontak darah oleh orang yang telah terinfeksi hepatitis C. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, didasarkan pada kumpulan penelitian yang diterbitkan sejak tahun 1994. Secara umum, orang yang memiliki tato dilakukan oleh non-profesional menghadapi risiko hepatitis C yang berumur dua sampai empat kali lebih tinggi. Di Amerika tercatat sekitar 18.000 orang yang terinfeksi setiap tahunnya akibat jarum suntik yang sebagian besar terjadi ketika orang menyuntikkan heroin atau obat serupa, termasuk saat pembuatan tato. (*/OL-06) |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Fri Feb 10, 2012 11:24 am | |
| SERBA SERBI RISIKO MEMBUAT TATO Kamis, 23 Juli 2009 12:00 WIB Media Indonesia - Penulis : Ikarowina Tarigan TORA Sudiro pernah berkelakar bahwa kepanjangan dari namanya adalah 'Tatonya Rame'. Ya memang, sudah sejak lama hingga kini pembuatan tato semakin digemari. Bukan hanya karena aksesnya yang gampang, biayanya pun relatif terjangkau. Inilah yang kemudian membuat tato semakin populer. Tidak hanya kaum laki-laki, para perempuan pun marak memasang tato dengan berbagai alasan. Anda berniat memasang tato juga? Sebelum memutuskan, ada baiknya melihat efeknya terlebih dahulu. Pasalnya, menurut pakar dermatologi, tato juga bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari alergi hingga infeksi hepatitis. Berikut beberapa fakta seputar tato sebagai bahan pertimbangan Anda dalam menentukan pilihan mApa manfaat tato? Pada dasarnya, ada dua alasan utama mengapa orang membuat tato, untuk menggambarkan kepribadian dan keunikan atau menunjukkan keanggotaan dari suatu kelompok. Apakah Anda perlu membuat tato juga? Menurut pakar dermatologi Jonette Keri , MD , PhD., Anda tidak memerlukan tato.
Risiko pembuatan tato Tato amatir Jenis ini biasanya dibuat secara pribadi atau oleh teman dengan menusukkan tinta, arang kayu, atau debu ke bawah kulit dengan menggunakan peniti. Biasanya, karena dilakukan pada lingkungan yang kurang bersih dan dengan pigmen yang tidak standar, risiko infeksinya juga lebih besar.
Infeksi Apapun jenis tato yang Anda gunakan, semuanya memiliki risiko. Risiko yang paling serius adalah infeksi yang bersifat mengancam kehidupan seperti HIV atau hepatitis C. Infeksi ini berasal dari jarum yang tidak bersih. Selain itu, bisa juga menimbulkan infeksi yang memicu penyakit kulit.
Reaksi alergi Selain infeksi, tato juga bisa menimbulkan alergi akibat pigmen yang digunakan, khususnya pigmen merah. Di samping itu, bisa juga menimbulkan reaksi peradangan dan luka pada jaringan sebagai reaksi terhadap pewarna atau komponen besi yang dimasukkan ke dalam kulit. Kadang-kadang juga bisa menyebabkan dermatitis.
Tato yang bersifat sementara juga berisiko Pembuatan tato dengan henna merupakan alternatif dari tato permanen. Akan tetapi, bukan berarti tato ini bebas dari reaksi alergi. Jika hendak menggunakan henna, pastikan Anda tidak menggunan henna hitam atau biru. Warna hitam seringkali berasal dari aspal cair yang bisa memicu reaksi alergi kronis. Pada dasarnya, henna dari tumbuhan hanya diterima oleh FDA untuk mewarnai rambut, bukan untuk menghias kulit.
Risiko pengangkatan tato Reaksi alergi Laser akan memecah pigmen tato dan meningkatkan risiko alergi. Teknik laser biasanya menimbulkan bekas lepuhan. Tapi, bekas lepuhan ini akan membaik seiring dengan perawatan selanjutnya.
Bekas luka Tidak semua tato bisa diangkat dengan sempurna. Pemindahan tato dengan laser seringkali menimbulkan goresan bekas luka. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11775 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Mon Feb 20, 2012 5:57 pm | |
| INGAT INI DULU SEBELUM MENINDIK TUBUH Senin, 20/02/2012 09:03 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Jakarta, Hampir semua wanita biasanya pernah menindik telinga agar dapat memakai anting. Tetapi sekarang, semakin banyak wanita dan pria yang menindik beberapa bagian tubuh, seperti alis, hidung, pusar, lidah, dan bahkan alat kelamin sebagai bentuk kesenangan, ekspresi budaya, atau artistik. Di Amerika Serikat pada tahun 2004, sekitar 49 persen wanita dan 19 persen pria berusia 18-50 tahun memiliki tindikan di telinga. Sedangkan sekitar 21 persen wanita dan 8 persen pria memiliki tindikan di tempat lain. Ketika dilakukan oleh seorang profesional terlatih, tindikan di badan (body piercing) cukup aman secara keseluruhan. Menurut sebuah tinjauan ulang oleh ahli kulit di Northwestern University Feinberg School of Medicine dalam American Journal of Clinical Dermatology, masalah yang paling umum adalah infeksi, yang telah mempengaruhi hingga 20 persen dari semua tindikan. Seringkali terjadi infeksi bakteri di lokasi tindikan. Komplikasi lain mungkin termasuk perdarahan, reaksi alergi, robeknya kulit, atau jaringan parut. Dalam kajian tersebut, para peneliti menggambarkan beberapa risiko kesehatan utama dari body piercing dan cara pencegahannya. Berikut 9 pertimbangan sebelum menindik tubuh seperti dikutip dari WebMD, Senin (20/2/2012) antara lain:
1. Mengetahui risiko infeksi Jika saat ini memiliki infeksi atau luka terbuka, maka sebaiknya menunda penindikan. Risiko infeksi lebih tinggi, terutama jika yang melakukan penindikan kurang terlatih dan bekerja di lingkungan yang tidak steril atau menggunakan peralatan yang tidak bersih atau jika luka tidak benar-benar sembuh.
2. Menyadari masalah medis Jika memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes tidak terkontrol atau kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan, maka peluang untuk terjadi infeksi lebih tinggi.
3. Faktor gaya hidup Sebuah tindikan di hidung ketika berusia 20 tahun mungkin terlihat keren. Tetapi ketika telah berusia diatas 30 tahun atau setelah memasuki dunia kerja, tentunya hal tersebut tidak sesuai. Jika berencana untuk berusaha menghilangkan bekas tindikan, hal tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi. Hal tersebut juga dapat memperpanjang waktu penyembuhan kulit yang baru ditindik. Lokasi tindikan pada daerah tubuh yang aktif, juga lebih rentan terjadi robekan.
4. Kenali kecenderungan penyembuhan Beberapa orang mungkin rentan terhadap jaringan parut yang dapat diangkat, atau tebal, dan bentuk apa yang disebut keloid. Tindikan bukanlah ide yang baik untuk dilakukan orang yang memiliki kecenderungan mudah terjadi jaringan parut atau keloid. Waktu penyembuhan bervariasi tergantung pada daerah yang ditindik.Daerah pusar, puting susu, dan alat kelamin adalah daerah yang paling lambat untuk proses penyembuhan.
5. Pertimbangkan anatomi Tidak semua permukaan kulit dapat memiliki penindikan sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya pusar dengan punggung, tentunya paling mudah untuk menusuk pusar. Lidah dengan frenulum pendek (lipatan di bagian bawah lidah), adalah bukan daerah yang baik untuk dilakukan tindikan.
6. Memilih penindik profesional terlatih Tindikan tubuh yang paling sering dilakukan di tempat tato dan tindik. Sedangkan tindikan pada daun telinga dapat dilakukan di toko-toko perhiasan atau pusat layanan kesehatan. "Penindik yang berkualitas memiliki pemahaman yang baik tentang fisiologi dan anatomi dari bagian tubuh yang akan ditindik. Para penindik juga harus menggunakan alat steril dan tindakan pencegahan untuk menangani perdarahan dan mengendalikan infeksi.," tulis para peneliti Northwestern.
7. Menceritakan riwayat kesehatan pada penindik Penindik profesional harus memperoleh riwayat kesehatan dari orang yang akan menggunakan jasanya. Termasuk alergi, penyakit jantung, diabetes, dan asma. Sehingga risiko kesehatan dapat diprediksi. Untuk membatasi pendarahan, dianjurkan untuk menghindari aspirin selama seminggu. Sebelum dilakukan penindikan biasanya dianjurkan mengonsumsi obat nonsteroidal anti inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen untuk setidaknya 1 hari sebelum proses penindikan dan selama 7 hari sesudahnya.
8. Pastikan bahan yang tepat digunakan Cincin, pin, atau perhiasan bebas nikel untuk mengurangi risiko reaksi alergi dan infeksi. Perhiasan yang terlalu kecil atau tipis atau berkualitas rendah dapat berpindah dari penempatan awal, yang dikenal sebagai migrasi, atau ditolak oleh tubuh.
9. Ikuti petunjuk perawatan Cari tahu berapa lama luka biasanya akan sembuh dan bagaimana untuk menjaga kebersihan luka. Mengetahui kemungkinan efek samping dari penindikan, seperti nyeri atau bengkak, dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan efek samping tersebut. |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |