|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Apr 22, 2010 10:45 am | |
| KULIT KERING Kulit Kering (Xerosis, Asteatosis) adalah suatu keadaan dimana kulit kehilangan kelembabannya sehingga tampak pecah-pecah. Kulit kering sering terjadi, terutama pada usia diatas setengah baya.
PENYEBAB # Faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya kulit kering adalah: Faktor keturunan Kadang kulit kering yang parah (iktiosis) merupakan akibat dari penyakit keturunan, seperti iktiosis vulgaris atau hiperkeratosis epidermolitik. # Faktor metabolisme Kulit kering lebih banyak ditemukan pada tiroid yang kurang aktif atau penurunan berat badan yang berlebihan. # Penuaan Penambahan umur menyebabkan berkurangnya pelumasan kulit secara alami. # Cuaca dingin dengan tingkat kelembaban yang rendah # Penyejuk ruangan, pemanas ruangan atau duduk dekat perapian atau kipas pemanas # Terlalu sering mandi atau berenang (terutama jika airnya terlalu banyak mengandung klorin) # Kontak dengan sabun, deterjen atau bahan pelarut # Gesekan yang menyebabkan iritasi atau kulit pecah-pecah.
Iktiosis juga bisa merupakan akibat dari kelainan yang tidak diturunkan, yaitu: # Lepra # Tiroid yang kurang aktif # Limfoma # AIDS # Sarkoidosis.
GEJALA Kulit kering bisa mengalami iritasi dan sering menimbulkan gatal, kadang kulit terkelupas dalam serpihan-serpihan kecil dan sisik-sisik kecil. Pembentukan sisik paling sering terjadi pada tungkai bawah. Penderita iktiosis vulgaris kulitnya bersisik tanpa disertai lepuhan. Penderita hiperkeratosis epidermolitik memiliki lepuhan yang tebal dan berbau busuk, dengan kutil yang bersisik dan terasa nyeri. Menggosok atau menggaruk kulit yang kering bisa menyebabkan infeksi dan pembentukan jaringan parut. Kulit kering juga bisa menyebabkan dermatitis, dimana kulit tampak merah dan gatal.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik
PENGOBATAN Untuk mengobati kulit kering kuncinya adalah menjaga kelembaban kulit. Jangan terlalu sering mandi atau berenang; gunakan air hangat suam-suam kuku. Lebih jarang mandi memungkinkan minyak pelindung tetap berada di kulit. Salep atau krim seperti jeli minyak (vaselin), minyak mineral atau pelembab tanpa wewangian, juga bisa menahan air dalam kulit. Sabun yang keras, detergen dan wewangian dalam beberapa pelembab bisa mengiritasi kulit dan membuat kulit kering. Untuk membuang sisik pada kulit, bisa digunakan larutan atau krim yang mengandung asam salisilat. Setelah pengolesan obat tersebut, pada dewasa bisa dilakukan pembungkusan kulit dengan perban yang terbuat dari filem plastik atau selofan; tetapi pada anak-anak tidak dilakukan hal seperti ini.
Untuk iktiosis berat, bisa digunakan krim yang mengandung vitamin A (tretinoin). Campuran vitamin A membantu merontokkan sisik-sisik di kulit. Etretinat merupakan obat yang berhubungan dengan vitamin A dan digunakan pada beberapa bentuk iktiosis. Antibiotik dan beberapa sabun desinfektan yang kuat bisa digunakan pada hiperkeratosis epidermolitik.
PENCEGAHAN Pencegahan bisa dilakukan dengan mengoleskan pelembab secara teratur pada kulit seluruh tubuh. Kurangi penurunan kelembaban kulit dengan mengubah kebiasaan mandi; mandi lebih singkat dan menggunakan air hangat. Kurangi pemakaian sabun, batasi penggunaannya di daerah wajah, ketiak maupun alat kelamin; keringkan kulit secara perlahan.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Apr 22, 2010 10:47 am | |
| KERINGAT BERLEBIHAN Keringat Berlebihan (Hiperhidrosis) adalah suatu penyakit yang ditandai dengan keringat yang berlebihan.
Keringat berlebihan bisa terjadi di: - tangan (hiperhidrosis palmaris) - ketiak (hiperhidrosis aksilaris) - kaki (hiperhidrosis plantaris).
PENYEBAB Penyebab yang pasti tidak diketahui, apakah terdapat hiperaktivitas pada rantai sistem saraf simpatis sebagai pengendali pembentukan keringat atau hiperaktivitas pada kelenjar keringatnya sendiri.
Beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengeluarkan keringat yang berlebihan: 1. Makanan atau minuman tertentu. Minuman panas dan minuman yang mengandung kafein atau alkohol bisa membuat kita berkeringat. Makanan pedas juga bisa menyebabkan berkeringat. 2. Obat-obatan. - Beberapa anti-psikosa yang digunakan untuk mengobati kelainan jiwa - Morfin - Tiroksin dosis tinggi - Overdosis obat pereda nyeri (misalnya aspirin dan asetaminofin). 3. Menopause. Wanita yang memasuki masa menopause bisa mengalami hot flashes, dimana terjadi peningkatan suhu kulit yang disertai dengan keringat dan kegerahan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan kadar estrogen. Beberapa wanita menopause bahkan sering terbangun pada malam hari karena pakaiannya basah oleh keringat. 4. Hipoglikemia. Kadar gula darah yang rendah sering dijumpai pada penderita diabetes yang mengkonsumsi insulin atau obat anti-diabetes-oral. Gejala awalnya adalah berkeringat, badan gemetaran, lemah, lapar dan mual. Hipoglikemia juga bisa terjadi setelah makan, terutama pada orang-orang yang telah menjalani pembedahan lambung atau usus. 5. Demam. Demam terjadi jika suhu tubuh naik sampai diatas batas normal. Demam bisa terjadi pada berbagai jenis infeksi batreri dan virus. Pada saat suhu tubuh mulai turun kembali, bisa disertai dengan keringat yang berlebihan. 6. Hipertiroidisme. Kadang kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar hormon tiroksin. Hal ini bsa menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung yang cepat atau tidak teratur, gelisah, peningkatan kepekaan terhadap panas dan keringat yang berlebihan. 7. Serangan jantung. Serangan jantung terjadi jika aliran darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya adalah nyeri dada yang menyebar ke bahu, lengan atau punggung, sesak nafas dan keringat berlebihan. 8. Tuberkulosis. Salah satu gejala tuberkulosis adalah berkeringat di malam hari. 9. Malaria. Gejala malaria berhubungan dengan siklus hidup parasit penyebabnya. Pada awalnya penderita menggigil, sakit kapala, mual dan muntah; ketika suhu tubuh mulai turun, akan keluar banyak keringat.
GEJALA Penderita mengeluarkan keringat yang berlebihan, yang bisa menghambat aktivitasnya sehari-hari. Hal ini kadang dipicu oleh stres, emosi atau olah raga, tetapi juga bisa terjadi secara spontan. Pada hiperhidrosis palmaris, tangan penderita lembab dan basah. Hal ini menimbulkan masalah sosial karena setiap mereka bersalaman akan menyebabkan telapak tangan lawannya juga basah. Pada hiperhidrosis aksilaris, penderita banyak mengeluarkan keringat di ketiaknya sehingga harus sering berganti pakaian. Pada hiperhidrosis plantaris, keringat yang berlebihan di kaki menyebabkan kaos kaki dan sepatu menjadi lembab dan timbul bau yang tidak sedap (bromhidrosis), karena adanya bakteri atau jamur di kulit yang basah. Bagian tubuh yang mengalami hiperhidrosis sering berwarna merah muda atau putih kebiruan, dan pada kasus yang lebih parah kulit dapat pecah-pecah dan bersisik, terutama pada kaki.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk menentukan adanya kelainan fungsi kelenjar tiroid atau untuk mengetahui kadar gula darah bisa dilakukan pemeriksaan darah.
PENGOBATAN Keringat yang berlebihan pada telapak tangan, telapak kaki atau ketiak dapat dikurangi dengan larutan alumunium klorida. Pada malam hari sebelum tidur, daerah yang terkena dikeringkan terlebih dahulu lalu diolesi dengan larutan aluminium klorida dan ditutup dengan plastik tipis. Keesokan harinya plastik dilepas dan daerah yang terkena dicuci. Bisa juga digunakan larutan metenamin. Antiperspiran yang dijual bebas juga bisa mengurangi keringat yang berlebihan. Antiperspiran bekerja dengan cara menghambat saluran keringat dengan garam aluminium sehingga keringat yang sampai ke permukaan kulit jumlahnya berkurang. Jika hiperhidrosis tidak dapat diatasi dengan obat yang dijual bebas, biasanya akan diberikan resep drisol.
# Untuk kasus yang lebih berat dilakukan pengobatan berikut: Iontoforesis. Dilakukan perangsangan dengan arus listrik pada daerah yang terkena. Dengan cara ini kelenjar keringat dilumpuhkan dan pembentukan keringat akan berkurang selama 6 jam smpai 1 minggu. # Suntikan Botox (racun Botulinum). Racun ini mempengaruhi ujung saraf dan menyebabkan berkurangnya pengiriman gelombang saraf ke kelenjar keringat sehingga mengurangi pembentukan keringat. Biasanya penyuntikan harus dilakukan beberapa kali dan masa efektivitasnya berlaku selama 1-6 bulan. # Pembedahan. Jika keringat berlebihan hanya terjadi di ketiak, bisa dilakukan pengangkatan kelenjar keringat di ketiak. Prosedur lainnya adalah memotong saraf yang membawa pesan dari saraf simpatis ke kelenjar keringat (ETS, endoscopic thoracic sympathectomy, simpatektomi torakalis endoskopik). Setelah prosedur ETS pembentukan keringat di tangan akan terhenti tetapi di bagian tubuh lainnya bisa terjadi peningkatan pembentukan keringat (misalnya di punggung atau di belakang tungkai). Sumber: Medicastore
KERINGAT BERLEBIH JAKARTA, KOMPAS.com Berkeringat merupakan hal yang normal. Namun, jika berlebihan, bisa menimbulkan masalah. Bisa dibayangkan betapa tidak percaya dirinya seseorang dalam pergaulan jika daerah ketiak selalu basah akibat produksi keringat yang berlebihan. Celakanya lagi apabila tercium bau tidak sedap akibat keringat berlebih tersebut. Masalah ini merupakan persoalan klasik yang amat sering dijumpai di Indonesia, terkait dengan iklim tropis.
Sebenarnya, berkeringat merupakan mekanisme tubuh sebagai upaya melepaskan panas dari dalam tubuh. Pada umumnya tubuh akan mengeluarkan keringat saat mendapat rangsangan panas, baik dari dalam tubuh maupun temperatur udara. Keringat juga keluar ketika manusia sedang berolahraga agar panas dari dalam tubuh keluar. "Karena itu, keringat menjadi salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk mempertahankan kelembaban kulit," ucap Retno Iswari Tranggono, MD, ahli kulit dan kecantikan dari Ristra House.
Namun, persoalannya akan beda jika produksi keringat berlebihan dan mengalir nyaris sepanjang waktu. Persoalan yang pasti timbul adalah perasaan kurang nyaman dan menurunnya percaya diri. "Malu banget rasanya ketika bertemu klien dan ada bekas keringat di bagian ketiak kemeja saya," ucap Arien. Pegawai perusahaan swasta di kawasan Blok M ini mengaku dirinya mudah berkeringat jika merasa gugup atau emosi berlebih.
Keluarnya keringat secara berlebihan atau yang dalam dunia kedokteran disebut hiperhidrosis. Hiperhidrosis ini disebabkan oleh rangsangan berlebih pada saraf yang berhubungan dengan kelenjar keringat. Kondisi emosi yang tidak tenang, seperti takut, gugup, atau cemas dapat menyebabkan hiperhidrosis. Ada dugaan jika faktor keturunan turut berperan menyebabkan hiperhidrosis.
Pada penderita hiperhidrosis, biasanya keringat keluar di daerah tangan, kaki, ketiak, wajah, dan kepala. Satu hal yang mungkin cukup menghibur bahwa hiperhidrosis ini murni hanya terbatas pada persoalan terlalu aktifnya kelenjar memproduksi keringat setiap waktu. Tidak ada penyakit yang bersembunyi di balik kondisi yang sering menjadi topik pembicaraan kaum wanita ini. "Jika hiperhidrosis diakibatkan oleh kondisi emosional, keadaan ini hanyalah reaksi tubuh dan tak akan bertahan lama," lanjut Retno Tranggono.
Suatu keadaan yang sedikit berbeda apabila seluruh tubuh (tidak hanya terbatas pada ketiak saja) sering dibanjiri peluh pada malam hari terutama ketika sedang tidur, apakah cuaca sedang panas atau dingin. Bisa jadi ada suatu penyakit sebagai biang keladinya. "Biasanya penyakit diabetes melitus, penyakit paru seperti TBC, penyakit jantung, dan penyakit hipertiroid yang dapat menyebabkan hiperhidrosis, tutur Retno yang juga pendiri Ristra Institute of Skin Health and Beauty Science ini.
Akan tetapi, tentu saja harus disertai oleh sejumlah gejala klinis lainnya semisal seseorang sering gemetar, banyak makan tetapi badan makin mengurus, suhu tubuh yang lebih tinggi dari keadaan normalnya dan sebagainya. Keadaan ini juga bisa disebabkan karena efek dari suatu pengobatan yang sedang dijalani. Apabila Anda tidak mengalami gangguan kesehatan apa pun selain keringat berlebih ini, kemungkinan besar Anda mengalami hiperhidrosis idiopatik, yang artinya penyebab terjadinya keringat berlebih pada Anda tidak diketahui..
Berbagai upaya sederhana sering kita dengar untuk mengatasi persoalan meresahkan bagi orang yang banyak melakukan kontak sosial dengan orang lain ini. Misalnya dengan minum berbagai ramuan jamu tradisional, seperti daun beluntas dan kunyit asem.
Secara medis, cara yang paling mudah dan aman untuk mengatasi masalah keringat berlebih adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup yang meliputi pemilihan pakaian. Tidak dianjurkan untuk mengenakan pakaian ketat, berbahan nilon, polyester, atau wool (kecuali pada suhu dingin), dan juga topi. Untuk bagian wajah, mungkin dapat menggunakan bedak bayi dengan cara ditaburkan merata dan tipis. Selain itu, untuk hiperhidrosis yang disebabkan oleh stres, ada baiknya si penderita belajar mengelola emosinya. Bisa juga dengan menghentikan pemakaian obat yang sedang digunakan jika hiperhidrosis disebabkan oleh penggunaan obat.
Penggunaan obat baru dianjurkan jika cara pertama tidak berhasil. Obat yang paling mudah digunakan adalah deodoran. Deodoran dapat mengurangi keringat meskipun bersifat sementara. "Deodoran mengandung aluminium klorida yang bersifat antiperspirant atau menyerap keringat berlebih, ujarnya.
Apabila penggunaan antiperspirant biasa tidak mempan untuk mengerem produksi kelenjar keringat yang berlebihan, cobalah gunakan antiperspirant dari golongan yang lebih kuat. Sebagai contoh, drysol atau certain dry. Pada beberapa orang yang memiliki jenis kulit yang sensitif, bahan aktif yang terkandung di dalamnya kadang-kadang menimbulkan efek iritasi pada kulit. Maka, gunakanlah pada malam hari serta tidak lupa membersihkannya pada pagi berikutnya. Efek yang diharapkan biasanya akan tampak dalam 1-2 minggu.
Karena produksi keringat dipengaruhi oleh saraf koliner, aka jenis obat oral yang tepat adalah obat golongan antikolinergik yang dapat menekan produksi keringat. Meskipun demikian, seringkali timbul efek samping berupa mulut kering, mual, serta sulit buang air kecil dan buang air besar (konstipasi). Sementara obat penenang biasanya tidak berespons untuk hiperhidrosis yang dipengaruhi oleh stres emosional.
Selain itu, saat ini dapat digunakan teknik iontoforesis, yaitu pemberian rangsang listrik pada kulit sehingga mengganggu kerja kelenjar keringat. Hanya saja, keterbatasan metode ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terapi serta efek samping berupa iritasi kulit, rasa kering, sampai pengelupasan kulit.
Pilihan lain adalah dengan melakukan injeksi botox pada daerah yang sering mengeluarkan keringat. Botox ini sendiri merupukan ekstrak dari racun botolinum (botolinum toxic) yang awalnya digunakan untuk mencegah kerutan pada kulit. "Karena botox bekerja dengan melumpuhkan saraf, maka digunakan untuk melumpuhkan saraf yang berpengaruh pada produksi keringat, papar Retno .
Saat ini, metode ini sedang laris digunakan di Australia dan Amerika Serikat untuk mengatasi hiperhidrosis karena, antara lain, efektivitasnya yang tinggi (efektif selama 6-8 bulan). Efek sampingnya, antara lain, pasien akan merasa sakit, tidak nyaman, dan bisa mengalami otot wajah kaku untuk sementara waktu.
Jika cara lain sudah tidak mempan mengatasi keringat berlebih, jalan operasi dapat ditempuh. "Dengan catatan, kalau pasien benar-benar merasa terganggu dengan hiperhidrosis yang dideritanya, cetus Retno. Dalam proses bedah ini, dokter akan mengangkat sebagian kelenjar keringat untuk mengurangi jumlah produksi keringat. Yang diangkat pun tergantung dari daerah mana yang paling banyak mengeluarkan keringat.
Metode operasi lebih menguntungkan karena efek yang lebih lama atau permanen. Efek samping yang timbul pada metode operatif sama seperti metode bedah pada umumnya, misalnya perdarahan selama dan sesudah operasi, infeksi, timbunan serum, radang getah bening, ketidaknyamanan pada lengan atas, rasa kebas, dan dapat timbul keloid pada orang yang memiliki bakat keloid. @ mic
Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit kulit KURANG BERKERINGAT Bebrapa orang berkeringat terlalu sedikit (sebuah kondisi yang disebut hipohidrosis). Kekurangan keringat biasanya terbatas pada daerah khusus pada tubuh. hal itu bisa disebabkan oleh sebuah luka kulit (seperti dari trauma, radiasi, infeksi(seperti leprosy), atau peradangan) atau oleh penyakit jaringan penghubung (seperti scleroderma, systemic lupus erythematosus, atau sindrom sjogrens) yang menghilangkan kelenjar keringat. Kekurangan keringat juga bisa disebabkan oleh obat-obatan, khusunya yang memiliki efek anticholinergic. Kerusakan syaraf disebabkan oleh diabetes (diabetic neuropathy) bisa juga menyebabkan kekurangan keringat, bisa juga berbagai macam keberadaan sindrom sebelum lahir. Kadangkala, orang yang memiliki stroke jantung sangat akut berhenti berkeringat.
Seorang dokter membuat diagnosa dengan mengamati orang tersebut. Jika terdapat kekurangan keringat dalam porsi yang berlebihan pada tubuh, orang tersebut bisa kepanasan, dan alat pendingin (seperti AC dan menggunakan pakaian basah) adalah pengobatan terbaik.
Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 5:47 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Apr 22, 2010 10:49 am | |
| JIKA SERING BERKERINGAT DI MALAM HARI Vera Farah Bararah - detikHealth - Rabu, 26/05/2010 17:03 WIB Jakarta, Berkeringat di malam hari bisa terjadi jika temperatur di kamar tidur terasa panas atau menggunakan baju tidur tebal yang tidak menyerap keringat. Namun jika kondisi tersebut tidak terjadi, tapi tetap mengalami keringat berlebih saat malam hari, sebaiknya mencari tahu apa penyebabnya. Dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap 2.267 pasien yang mengunjungi dokter, didapatkan bahwa sekitar 41 persen orang melaporkan mengalami keringat berlebih di malam hari selama sebulan lebih. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi hal umum yang sering dikeluhkan orang. Terdapat banyak penyebab berbeda dari keringat di malam hari. Untuk menentukan apa penyebabnya, dokter biasanya harus menggunakan riwayat medis lengkap dan tes diagnostik untuk memutuskan kondisi apa yang mendasari hal tersebut.
Seperti dikutip dari WebMD, Rabu (26/5/2010) ada beberapa kondisi yang diketahui dapat menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih di malam hari, yaitu: 1. Menopause, masa transisi saat seorang perempuan akan memasuki menopause seringkali menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih dan kondisi ini merupakan penyebab yang sangat umum dari perempuan berusia menopause. 2. Hiperhidrosis idiopatik, suatu kondisi yang mana kelenjar keringat di tubuh terlalu banyak memproduksi keringat dan hingga kini belum diketahui penyebab medis yang diidentifikasi. 3. Infeksi, ada berbagai macam infeksi yang bisa menyebabkan seseorang berkeringat di malam hari, tapi infeksi yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah tuberkulosis. Selain itu ada juga berbagai infeksi lain yang memicu kondisi ini seperti infeksi endokarditis (radang pada katup jantung), osteomyelitis (radang dalam tulang) atau infeksi virus HIV. 4. Kanker, beberapa jenis kanker juga ada yang terkait dengan kondisi ini seperti limfoma, biasanya diikuti dengan gejala lain seperti penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan demam. 5. Pengobatan tertentu, beberapa obat tertentu memiliki efek samping berkeringat saat malam hari seperti obat antidepresi, obat psikiatri, obat penurun demam yang mengandung aspirin dan acetaminophen, dosis tinggi dari niacin (obat untuk gangguan lipid), tamoxifen, nitrogliserin dan Viagra. 6. Hipoglikemia, kondisi tubuh yang memiliki kadar gula darah rendah juga bisa menyebabkan keringat di malam hari. 7. Gangguan hormon, tidak semua gangguan hormon menyebabkan keringat di malam hari, tapi beberapa gangguan hormon yang memicu kondisi ini adalah pheochromocytoma, sindrom karsinoid dan hipertiroid (kadar hormon tiroid yang melebihi normal). 8. Kondisi neurologis, beberapa kondisi neurologis termasuk stroke, autonomic dysreflexia atau pasca-trauma. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:23 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Apr 22, 2010 10:52 am | |
| MENGAPA KERINGAT BAU? Kamis, 1 Juli 2010, 05:17 WIB Pipiet Tri Noorastuti VIVAnews - Hidup di negara tropis membuat kita akrab dengan keringat. Air yang merembes lewat pori-pori kulit ini biasa muncul ketika kita merasa gerah atau usai berolah raga. Baunya cenderung asam. Mengapa keringat menghasilkan aroma tak sedap? Keringat yang dihasilkan tubuh menimbulkan bau setelah mengalami kontak dengan bakteri di permukaan kulit. Bakteri mengurai kandungan lemak dan protein dalam keringat sehingga menghasilkan senyawa asam.
Keringat dihasilkan dua kelenjar yang ada di lapisan kulit yaitu akrin dan apokrin. Kelenjar akrin tersebar di hampir sekujur tubuh. Keringat yang dihasilkan berperan sebagai pengatur suhu tubuh. Keringat biasanya muncul saat tubuh melakukan aktivitas yang menghasilkan energi panas, juga ketika merasa gugup dan mual. Sedangkan kelenjar apokrin umumnya terdapat di area perakaran rambut seperti ketiak dan organ intim. Keringat yang dihasilkan kelenjar inilah yang berpotensi menghasilkan bau badan saat bersentuhan dengan bakteri. Kelenjar apokrin mulai aktif saat memasuki usia pubertas.
Produksi keringat setiap orang berbeda. Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya, aktivitas tubuh, suhu lingkungan, genangan emosi, dan rangsangan saraf. Keringat memiliki kandungan utama sodium klorida, sama seperti bahan utama garam. Itulah mengapa keringat tubuh terasa asin saat tercecap. Mengatasi keringat berlebih atau bau badan akibat keringat bukan hal yang sulit. Dewasa ini, banyak produk deodorant dipasarkan untuk menghalau bau tak sedap yang muncul di area ketika. Mencukur bulu di area ketiak juga efektif mengurangi bau tak sedap. VIVAnews
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:24 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Apr 22, 2010 11:08 am | |
| MENGAPA BAU KAKI BISA MUNCUL? Rabu, 14 Juli 2010, 13:18 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni VIVAnews Resah karena mengalami masalah bau kaki tak sedap? Anda tidak sendiri. Problem ini bisa menjadi gangguan bagi banyak orang, yang merasa tak percaya diri saat harus melepas sepatu di depan orang lain. Seharian beraktivitas menggunakan sepatu, mau tidak mau kaki pasti akan berkeringat. Keringat yang bercampur bakteri dalam sepatu itulah yang menimbulkan bau yang tidak sedap.
Lebih dari 250.000 kelenjar keringat terdapat di kaki Anda. Jadi akan banyak sekali keringat yang dikeluarkan saat menggunakan sepatu. Bakteri yang ada di kaki tentu saja akan bercampur dengan keringat dan akan membuat kaki menjadi bau. Bakteri bisa datang datang dari mana saja, baik sepatu maupun kaos kaki yang Anda gunakan. Untuk mencegah bau, kurangi bakteri yang ada di alas kaki Anda dengan mencucinya secara teratur. Usahakan jangan menggunakan sepatu yang sama selama dua hari berturut-turut. Selesai menggunakan sepatu angin-anginkan sebentar, untuk menghilangkan kelembabannya. Hal itu juga menghindari tumbuhnya jamur dalam sepatu karena lembab terkena keringat.
Jika menggunakan kaos kaki, gantilah setiap hari. Karena dengan tidak menggantinya, akan semakin banyak bakteri yang tumbuh dan kaki menjadi semakin bau. Lalu sehabis menggunakan sepatu cucilah kaki Anda menggunakan sabun anti bakteri. Anda juga bisa membeli penyerap bau kaki, atau membeli foot spray, untuk mengurangi bau kaki.
Cara lain untuk menghilangkan bau pada kaki adalah dengan mengurangi produksi keringat di kaki. Untuk itu pilihlah sepatu yang memiliki lubang-lubang udara untuk ventilasi. Lalu, gunakan kaos kaki dengan bahan katun yang menyerap keringat. Tetapi, jika cara tersebut tidak ampuh, konsultasilah dengan dokter. Anda akan diberi obat yang bisa mengontrol produksi keringat dan pembunuh bakteri. VIVAnews
Last edited by gitahafas on Thu Jul 15, 2010 10:49 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Apr 22, 2010 11:13 am | |
| AMANKAH PAKAI DEODORANT TIAP HARI? Vera Farah Bararah - detikHealth - Senin, 11/01/2010 18:00 WIB Jakarta, Deodoran banyak dipakai untuk menghindari bau badan dan keringat berlebih di ketiak. Tapi ada beberapa orang yang khawatir penggunaan deodoran ini bisa menjadi racun bagi tubuh. Amankah menggunakan deodoran setiap hari? Penggunaan deodoran umumnya sebagai pertahanan tubuh agar ketiak tidak basah atau menghindari bau keringat yang tidak menyenangkan akibat bakteri di dalam tubuh. Fungsi dari deodoran ini menghambat saluran keringat agar jumlah keringat yang dihasilkan lebih sedikit di daerah ketiak. Salah satu bahan yang terkandung dalam deodoran untuk menghambat keringat berlebih adalah alumunium. Bahan ini juga bisa ditemukan dalam air minum atau peralatan memasak.
Dalam beberapa tahun terakhir, santer kabar bahwa alumunium dalam deodoran dapat diserap oleh tubuh dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan kanker payudara pada perempuan. Senyawa alumunium seperti alumunium zirconium dan alumunium klorida memang mengandung estrogen yang dapat mendorong pertumbuhan jaringan kanker payudara. Ada kekhawatiran alumunium ini memiliki efek yang sama ketika diserap melalui kulit.
Sebuah studi pernah dilakukan pada tahun 2007 dengan menganalisis jaringan payudara dari 17 pasien kanker payudara dengan mengukur kandungan alumuniumnya. Ditemukan kadar alumunium pada daerah luar payudara di dekat tempat deodoran dipakai memang lebih tinggi. Namun menurut American Cancer Society, sampai sejauh ini peneliti belum menemukan hubungan yang jelas antara alumunium dari deodoran dengan kanker payudara.
Sementara itu alumunium juga diketahui memiliki kontribusi yang potensial untuk penyakit Alzheimer. Meskipun alumunium seringkali dikaitkan dengan masalah otak pada penderita Alzheimer, tapi belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kaitannya dengan alumunium dalam deodoran. Seperti dikutip dari Howstuffworks, Senin (11/1/2010), bahaya dari alumunium ini sangat nyata terutama pada orang yang memiliki masalah dengan fungsi ginjal. Sehingga bagi orang yang yang memiliki masalah dengan ginjal, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan deodoran.
Karena ditemukan alumunium diserap dari jalur pencernaan dan dapat menyebabkan penyakit tulang atau dialysis dementia. Alumunium yang diserap oleh tubuh, setengahnya akan diserap oleh tulang dalam waktu 2 jam saja sedangkan sisanya akan diekskresikan (dikeluarkan). Pada orang yang bermasalah dengan ginjalnya, maka proses ekskresi ini akan terganggu.
Masalah umum lainnya jika menggunakan deodoran terlalu sering adalah tubuh tidak bisa membuang limbahnya melalui kelenjar keringat akibat dihambat oleh deodoran, sehingga hal ini membuat ginjal dan hati bekerja keras untuk menyaring racun. Meski belum ada bukti ilmiah bahwa deodoran bisa menyebabkan kanker payudara atau penyakit Alzheimer tapi sebaiknya cermatlah menggunakannya agar keringat dari dalam tubuh tidak terhambat terlalu banyak. Dan tak ada salahnya untuk menggunakan deodoran yang bebas dari alumunium. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:24 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Apr 22, 2010 11:14 am | |
| TRIK ATASI BEKAS GIGITAN SERANGGA Kamis, 24 Juni 2010, 17:14 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Tak hanya membuat kulit gatal, gigitan serangga juga bisa menyebabkan kulit bengkak atau bentol. Jika terlanjur digigit serangga, seperti nyamuk, lebah atau semut merah, tangani masalah dengan ramuan dari dapur Anda. Praktekkan cara mempersiapkan ramuan untuk mengatasi bekas gigitan serangga dalam sekejap:
1. Cuka apel Segera setelah disengat serangga, rendam daerah gigitan dengan sari cuka apel selama beberapa menit. Atau, gunakan kapas yang dicelupkan ke dalam cuka apel, lalu tempelkan kapas pada daerah sengatan. Cara ini bisa membantu mengurangi bengkak atau kemerahan akibat gigitan serangga.
2. Aspirin Gunakan bagian belakang sendok untuk menghaluskan satu atau dua tablet aspirin di piring kecil. Tambahkan air secukupnya, lalu aduk hingga menyerupai pasta. Lalu, oleskan ramuan di lokasi kulit yang tersengat serangga. Dijamin kemerahan atau bengkak dikulit akan berkurang, karena aspirin membantu menetralkan racun.
3. Es Masukkan es ke dalam kantung plastik. Lalu, tempelkan kantung berisi es itu pada bekas gigitan. Es bisa membantu memperlambat pembengkakan. Anda juga bisa menggunakan handuk kecil yang diisi es batu, lalu tempelkan pada bekas gigitan selama 20 menit.
4. Pepaya Pepaya mengandung enzim yang dapat menetralkan racun serangga. Jika Anda kebetulan memiliki pepaya, cukup gunakan pepaya iris untuk ditempelkan pada kulit yang tersengat serangga selama kurang lebih satu jam.
5. Baking Soda Baking soda atau soda kue dapat meredakan peradangan dan bengkak. Caranya, campur soda kue dengan body lotion, kemudian oleskan pada daerah sensitif. Atau, Anda dapat mencampurkan satu sendok teh dengan soda kue dalam segelas air, biarkan larut. Kemudian, celupkan kain atau kapas pada larutan, dan tempelkan pada kulit selama 20 menit.
6. Bawang putih Potong atau gerus satu siung bawang putih, lalu aplikasikan pada daerah bekas disengat. Bawang putih mengandung enzim yang mampu memecah inflamasi senyawa, sehingga bisa meredakan bekas gigitan serangga. VIVAnews
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:25 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Fri Apr 23, 2010 2:41 pm | |
| SELULITIS Selulitis adalah infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam.
PENYEBAB Bakteri streptokokus atau stafilokokus atau bakteri lainnya. Dalam keadaan normal kulit memiliki berbagai jenis bakteri, tetapi kulit yang utuh merupakan penghalang yang efektif untuk mencegah masuknya bakteri dan mencegah pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Jika kulit robek, bakteri bisa masuk dan berkembangbiak, menyebabkan infeksi dan peradangan. Faktor resiko terjadinya selulitis: #Gigitan dan sengatan serangga, gigitan hewan, gigitan manusia # Luka di kulit # Riwayat penyakit pembuluh darah perifer, diabetes # Baru menjalani prosedur jantung, paru-paru atau gigi # Pemakaian obat imunosupresan atau kortikosteroid.
GEJALA Infeksi paling sering ditemukan di tungkai dan seringkali berawal dari: - kerusakan kulit akibat cedera ringan - luka terbuka di kulit - infeksi jamur diantara jari-jari kaki.
Selulitis menyebabkan kemerahan atau peradangan yang terlokalisasi. Kulit tampak merah, bengkak, licin disertai nyeri tekan dan teraba hangat. Ruam kulit muncul secara tiba-tiba dan memiliki batas yang tegas. Bisa disertai memar dan lepuhan-lepuhan kecil.
Gejala lainnya adalah: - demam - menggigil - sakit kepala - nyeri otot - tidak enak badan.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk menentukan penyebabnya, dilakukan pembiakan terhadap contoh darah atau jaringan kulit yang terinfeksi.
PENGOBATAN Pengobatan yang tepat dapat mencegah penyebaran infeksi ke darah dan organ lainnya.
Diberikan penicillin atau obat sejenis penicillin (misalnya cloxacillin). Jika infeksinya ringan, diberikan sediaan per-oral (ditelan). Biasanya sebelum diberikan sediaan per-oral, terlebih dahulu diberikan suntikan antibiotik jika: - penderita berusia lanjut - selulitis menyebar dengan segera ke bagian tubuh lainnya - demam tinggi.
Jika selulitis menyerang tungkai, sebaiknya tungkai dibiarkan dalam posisi terangkat dan dikompres dingin untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
PENCEGAHAN Hindari kerusakan kulit pada saat bekerja atau berolah raga dengan menggunakan perlengkapan yang tepat. Bersihkan setiap luka di kulit. Menjaga kesehatan tubuh dan mengendalikan penyakit menahun. Tubuh yang sehat lebih mudah melawan bakteri sebelum mereka berkembangbiak dan menyebabkan infeksi.Medicastore
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:29 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun Apr 25, 2010 11:10 am | |
| LYMPHANGITIS Lymphangitis adalah peradangan pada satu atau lebih pembuluh darah lymphatic, biasanya disebabkan oleh infeksi streptococcal.
PENYEBAB Bakteri streptococci biasanya memasuki pembuluh darah lymphatic (bagian dari sistem kekebalan tubuh) dari goresan atau luka pada lengan atau kaki. Seringkali, infeksi streptococcal pada kulit dan jaringan hanya di bawah kulit (cellulitis) menyebar menuju pembuluh getah bening. Kadangkala, staphylococci atau bakteri lain adalah penyebab tersebut.
GEJALA Merah, tidak teratur, hangat, lapisan lembut terbentuk di atas kulit pada lengan atau kaki yang terkena. Lapisan tersebut biasanya merenggang dari daerah yang terinfeksi menuju kelompok kelenjar getah bening, seperti pada lipatan paha atau ketiak. Kelenjar getah bening menjadi membesar dan terasa lunak. Gejala umum termasuk demam, panas-dingin, detak jantung cepat, dan sakit kepala. Kadangkala gejala-gejala ini terjadi sebelum goresan merah timbul. Penyebaran pada infeksi yang berasal dari sistem getah bening ke dalam aliran darah bisa menyebabkan infeksi seluruh tubuh, seringkali dengan kecepatan mengejutkan. Kulit atau jaringan sepanjang pembuluh getah bening menjadi meradang. Jarang, borok kulit terbentuk. Kadangkala, bakteri memasuki aliran darah (bakteremia).
DIAGNOSA Diagnosa pada lymphangitis didasarkan pada penampakan khas itu sendiri. Tes darah biasanya menunjukkan bahwa jumlah sel darah putih telah meningkat untuk melawan infeksi. Dokter mengalami kesulitan mengidentifikasikan organisme yang menyebabkan infeksi sampai organisme tersebut telah menyebar melalui aliran darah atau nanah bisa diambil dari luka pada daerah yang terkena.
PENGOBATAN Kebanyakan orang cepat sembuh dengan antibiotik yang membunuh staphylococci dan streptococci, seperti dicloxacilin, nafcillin, atau oxacillin.Medicastore
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:30 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Apr 28, 2010 6:18 am | |
| LIPEDEMA Lipedema adalah pengumpulan lemak yang abnormal dibawah kulit, paling sering pada bagian bawah tungkai, yaitu diantara betis dan pergelangan kaki. Walaupun tampak menyerupai limfedema, tetapi keduanya merupakan penyakit yang berbeda.
PENYEBAB Lipedema lebih sering terjadi pada wanita dan merupakan kelainan bawaan.
GEJALA Bisa mengenai kedua tungkai. Tungkai bagian bawah dan pergelangan kaki kehilangan konturnya yang normal, tetapi pembengkakan hanya sebatas pada tulang pergelangan kaki dan tidak mengenai kaki. Tungkai tampak membengkak dan bisa timbul nyeri. Penekanan pada tungkai dengan jari tangan tidak meninggalkan lekukan. Kulit tungkai tampak normal tetapi teraba lunak, mungkin karena menumpuknya lemak dibawah kulit.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
PENGOBATAN Untuk memperbaiki bentuk tungkai bisa dilakukan pengisapan lemak.Medicastore
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:30 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun May 02, 2010 5:33 pm | |
| IMPETIGO Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula). Impetigo paling sering menyerang anak-anak, terutama yang kebersihan badannya kurang dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering ditemukan di wajah, lengan dan tungkai. Pada dewasa, impetigo bisa terjadi setelah penyakit kulit lainnya. Impetigo bisa juga terjadi setelah suatu infeksi saluran pernafasan atas (misalnya flu atau infeksi virus lainnya).
PENYEBAB Bakteri Staphylococcus atau Streptococcus. Impetigo bisa terjadi setelah suatu cedera atau suatu keadaan yang menyebabkan robekan di kulit (misalnya infeksi jamur, luka bakar karena matahari atau gigitan serangga). Impetigo juga bisa menyerang kulit yang normal, terutama pada tungkai anak-anak.
GEJALA Impetigo berawal sebagai luka terbuka yang menimbulkan gatal, kemudian melepuh, mengeluarkan isi lepuhannya lalu mengering dan akhirnya membentuk keropeng. Impetigo merupakan penyakit menular, yang ditularkan melalui cairan yang berasal dari lepuhannya. Besarnya lepuhan bervariasi, mulai dari seukuran kacang polong sampai seukuran cincin yang besar. Lepuhan ini berisi carian kekuningan disertai rasa gatal. Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terinfeksi.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus atau streptokokus, bisa dilakukan pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi di laboratorium.
PENGOBATAN Untuk infeksi ringan, diberikan salep antibiotik (misalnya erythromycin atau dicloxacillin). Antibiotik per-oral (ditelan) bisa mempercepat penyembuhan. Untuk melepaskan keropeng, kulit sebaiknya dicuci dengan sabun anti-bakteri beberapa kali/hari.
PENCEGAHAN Infeksi bisa dicegah dengan memelihara kebersihan dan kesehatan badan. Goresan ringan atau luka lecet sebaiknya dicuci bersih dengan sabun dan air, bila perlu olesi dengan zat anti-bakteri.
# Untuk mencegah penularan: Hindari kontak dengan cairan yang berasal dari lepuhan di kulit # Hindari pemakaian bersama handuk, pisau cukur atau pakaian dengan penderita # Selalu mencuci tangan setelah menangani lesi kulit.
Sumber: Medicastore
MIRIP DISUNDUT ROKOK, MUNGKIN CACAR API Sabtu, 22 Mei 2010 | 11:16 WIB KOMPAS.com Bila di kulit anak Anda muncul bintik kemerahan seperti disundut rokok, mungkin itu cacar api. Penyakit cacar api (impetigo) memang belum sepopuler cacar air. Ada yang menyebutnya cacar monyet. Cacar ini disebabkan kuman atau bakteri dan datangnya bisa tiba-tiba. Faktor kebersihan diri sangat berperan dalam berjangkitnya cacar api. Walaupun seseorang pernah terkena cacar sebelumnya, menurut dr Ratna Komala Dewi SpKK MKes, tak tertutup kemungkinan terkena cacar lagi dengan jenis cacar api. Sebenarnya jika daya tahan tubuh baik dan jumlah kuman tak berlebihan, kulit aman-aman saja karena di kulit dan lubang-lubang alamiah, seperti mulut, hidung, dan dubur, terdapat berbagai jenis kuman yang hidup dan berkembang biak (multiplikasi), yang dikenal sebagai kolonisasi.
"Pada keadaan tertentu, misal daya tahan tubuh menurun, seperti pada bayi, apalagi yang prematur, kolonisasi ini dapat menimbulkan penyakit dan terjadilah infeksi," kata dr Ratna. Cacar api disebabkan oleh kuman gram positif Staphlyllococcus, terutama Staphlycoccus aureus dan streptococcus. Faktor predisposisi atau yang memudahkan munculnya cacar api adalah higienitas yang kurang, menurunnya daya tahan tubuh, misal menderita penyakit menahun, kurang gizi, atau ada penyakit lain di kulit yang menyebabkan fungsi perlindungan kulit terganggu. "Penyakit cacar api hanya terjadi pada lapisan kulit jangat," ujarnya. Biasanya tidak disertai gejala infeksi pada tubuh manusia, seperti demam, nyeri, dan lesu.
Seperti disundut rokok Cacar api memiliki ciri khas, yaitu kemerahan di kulit dan muncul gelembung-gelembung mirip kulit yang tersundut rokok. Mungkin ini sebabnya disebut cacar api. Gelembung di kulit ini berisi cairan putih kekuningan atau nanah dan mudah pecah. Selain mudah pecah, cacar api juga mudah menular. Penularannya tidak seperti pada cacar air yang melalui saluran pernapasan. Bila si anak yang terkena cacar api menggaruk cacarnya dan kemudian menggaruk bagian tubuh lain yang sehat, dengan cepat bagian tubuh tersebut akan terinfeksi.
Karena itu, anak yang menderita cacar api dilarang menggaruk bagian badan yang terinfeksi. Bagian tubuh yang digaruk tadi akan mengalami luka. Kalau luka tidak diobati, akan membuat kulit terinfeksi dan membusuk. "Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kelainan ini disertai demam dan menimbulkan infeksi serius," tutur dokter spesialis kulit dan kelamin di Rumah Sakit Haji Pondok Gede ini. Karena penyebabnya berbeda, pengobatan cacar air dan cacar api juga berbeda. Namun, ada pula kesamaan di antara keduanya, yakni menimbulkan bekas kalau sampai pecah. Jenis cacar air lebih berat bekasnya. Mengingat cacar api disebabkan bakteri, penanganannya dengan antibiotik. Yang juga perlu diperhatikan adalah senantiasa menjaga self hygiene atau kebersihan diri dengan baik agar tidak terjangkit cacar api. (GHS/putri)
Last edited by gitahafas on Sat May 22, 2010 7:44 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun May 02, 2010 6:11 pm | |
| HERPES ZOSTER Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster yang memberikan gambaran ruam pada kulit. Ruam ini kemudian akan berkembang seperti cacar dan menimbulkan rasa nyeri. Herpes zoster biasanya terjadi akibat re-aktivasi virus varisela zoster. Jadi, seseorang yang sudah sembuh dari varisela ( cacar air ) yang dapat mengalami herpes zoster.
Pada cacar air kelainan dapat mengenai seluruh tubuh, sedangkan pada herpes zoster kelainan sesuai dengan persarafan, sehingga hanya bagian tertentu yang mendapat persarafan tersebut yang mengalami kelainan. Karena itu, kelainan biasanya terbatas pada daerah tertentu dan hanya separuh badan. Artinya, kelainan tersebut hanya pada bagian kanan atau kiri badan saja. Memang pada kekebalan tubuh yang amat menurun kelainan dapat meluas, bahkan dapat menyeberang pada bagian tubuh lain karena persarafan yang diserang dapat lebih dari satu ( multiple ).
Gejala khas herpes zoster berupa ruam vesikuler ( berair ) dengan penyebaran unilateral, tersebar terbatas pada 1-3 dermatom. Daerah yang paling sering terkena adalah daerah dada dan lengan meskipun daerah lain dapat juga terkena seperti daerah muka. Jika herpes zoster menyerang muka dan melibatkan mata, rasa nyeri dapat dibayangkan akan semakin hebat.Bahkan kalau kelainan mata tidak ditangani dengan baik, hal itu berpotensi menimbulkan kebutaan.
Sebelum ada gejala kulit, biasanya sudah ada gejala pendahuluan berupa demam, lemah, nyeri otot dan tulang. Setelah 4-14 hari barulah timbul kelainan kulit. Herpes zoster adalah self limiting disease, penyakit yang dapat sembuh sendiri, namun pemberian obat akan mempercepat penyembuhan. Pada orang muda penyembuhan mungkin meninggalkan sedikit bekas berupa kehitaman pada kulit, namun pada orang berusia lanjut dapat terjadi neuralgia post herpetic, ini merupakan nyeri yang terjadi karena rangsangan saraf, dan nyeri ini tetap ada meskipun herpes pada kulit sudah sembuh. Rasa nyeri pasca herpes ini bila dengan obat anti nyeri tidak juga berkurang bisa dilakukan tindakan pada saraf yang terlibat oleh dokter neurologi atau dokter bedah saraf.
Sumber: Kompas Minggu 28 Februari 2010
Last edited by gitahafas on Thu Jul 15, 2010 9:45 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun May 02, 2010 6:34 pm | |
| VITILIGO Vitiligo adalah suatu keadaan dimana terjadi kehilangan sejumlah melanosit yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak halus berwarna putih di kulit.
PENYEBAB Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan sistem kekebalan (reaksi autoimun). # Vitiligo bisa terjadi setelah trauma fisik yang tidak biasa, terutama cedera kepala dan cenderung timbul bersamaan dengan penyakit tertentu, seperti: penyakit Addison # diabetes # anemia pernisiosa # penyakit tiroid. Secara psikis, vitiligo bisa mengganggu penderitanya karena perubahan pigmentasi pada kulitnya tidak enak dipandang mata.
GEJALA Pada beberapa penderita tampak 1-2 bercak berbatas tegas; pada penderita lainnya bercak vitiligo menutupi suatu bagian tubuh yang luas. Perubahan ini tampak sangat jelas pada orang yang berkulit gelap. Bercaknya datar, berbatas tegas dengan bentuk yang tidak beraturan. Sering ditemukan di wajah, sikut, lutut, tangan, kaki dan alat kelamin. Kulit yang tidak memiliki pigmen ini sangat peka terhadap luka bakar karena matahari. Rambut yang tumbuh di atas kulit yang terkena vitiligo juga berwarna putih karena melanosit juga hilang dari selubung akar rambut (folikel).
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
PENGOBATAN Belum ada pengobatan yang memuaskan. Bercak yang kecil bisa disamarkan dengan kosmetika. Psoralen dan sinar ultraviolet A (PUVA) kadang efektif, tetapi harus terus dipakai sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Untuk mencegah terjadinya luka bakar karena matahari bisa digunakan tabir surya sebagai pelindung terhadap sinar matahari. Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Thu Jul 22, 2010 7:47 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun May 02, 2010 7:26 pm | |
| TRANSPLANTASI SEL BANTU OBATI VITILIGO KILAS - Edisi April 2010 (Vol.9 No.9) Farmacia Vitiligo merupakan penyakit munculnya bercak-bercak putih atau hipopigmentasi yang dapat muncul pada kulit. Kasus yang popular adalah yang menimpa penyanyi Michael Jackson. Vitiligo adalah sebuah kondisi dimana kulit kehilangan melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut dan mata.
Vitiligo bisa terjadi ketika sel yang memproduksi melanin mati atau menjadi inaktif, tidak memproduksi melanin lagi. Hal ini menyebabkan munculnya bercak putih yang semakin lama akan semakin membesar pada kulit. Perawatan umum yang dilakukan selama ini adalah dengan terapi cahaya dan perawatan kulit dengan obat-obatan. Namun, perawatan ini tidak selalu bekerja.
Kini, harapan baru muncul dengan suksesnya sebuah operasi transplantasi kulit untuk mengobati vitiligo. Operasi ini juga disinyalir aman. Dalam penelitian baru yang mereka lakukan, para peneliti di Henry Ford Hospital di Detroit mengatakan bahwa mereka mengikuti 23 pasien selama enam bulan setelah operasi, yang melibatkan transplantasi sel-sel kulit dari satu bagian pasien ke bagian lain.
Pasien yang dapat kembali rata-rata sekitar 52 persen dari mereka yang kehilangan warna kulit alami di area yang diobati. Delapan pasien dengan satu jenis vitiligo khusus dapat kembali kurang lebih 74 persen.
Selain itu, operasi tersebut berlangsung antara 30 menit dan dua jam di mana pasien berada di bawah anestesi local. Bahkan dalam catatanya, para peneliti mengatakan, pasien ini sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya.
"Pasien warna dan orang-orang dengan vitiligo di salah satu bagian tubuh mereka ataupun di di satu area tubuh dapat memperoleh manfaat paling banyak dari prosedur ini," ujar Dr Iltefat Hamzavi, penulis senior studi pada penelitian ini. Temuan ini telah dipresentasikan 9 Maret di American Academy of Dermatology Annual Meeting di Miami.
Last edited by gitahafas on Thu Jul 22, 2010 7:47 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun May 02, 2010 7:32 pm | |
| ULKUS DEKUBITUS Ulkus Dekubitus (Luka akibat penekanan, Ulkus kulit, Bedsores) adalah kerusakan kulit yang terjadi akibat kekurangan aliran darah dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol, dimana kulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur, kursi roda, gips, pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka panjang. Bagian tubuh yang sering mengalami ulkus dekubitus adalah bagian dimana terdapat penonjolan tulang, yaitu sikut, tumit, pinggul, pergelangan kaki, bahu, punggung dan kepala bagian belakang.
PENYEBAB Kulit kaya akan pembuluh darah yang mengangkut oksigen ke seluruh lapisannya. Jika aliran darah terputus lebih dari 2-3 jam, maka kulit akan mati, yang dimulai pada lapisan kulit paling atas (epidermis). Penyebab dari berkurangnya aliran darah ke kulit adalah tekanan. Jika tekanan menyebabkan terputusnya aliran darah, maka kulit yang mengalami kekurangan oksigen pada mulanya akan tampak merah dan meradang lalu membentuk luka terbuka (ulkus). Gerakan yang normal akan mengurangi tekanan sehingga darah akan terus mengalir. Kulit juga memiliki lapisan lemak yang berfungsi sebagai bantalan pelindung terhadap tekanan dari luar.
Resiko tinggi terjadinya ulkus dekubitus ditemukan pada: 1. Orang-orang yang tidak dapat bergerak (misalnya lumpuh, sangat lemah, dipasung) 2. Orang-orang yang tidak mampu merasakan nyeri, karena nyeri merupakan suatu tanda yang secara normal mendorong seseorang untuk bergerak. Kerusakan saraf (misalnya akibat cedera, stroke, diabetes) dan koma bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk merasakan nyeri. 3. Orang-orang yang mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) tidak memiliki lapisan lemak sebagai pelindung dan kulitnya tidak mengalami pemulihan sempurna karena kekurangan zat-zat gizi yang penting. Karena itu penderita malnutrisi juga memiliki resiko tinggi menderita ulkus dekubitus. 4. Gesekan dan kerusakan lainnya pada lapisan kulit paling luar bisa menyebabkan terbentuknya ulkus. Baju yang terlalu besar atau terlalu kecil, kerutan pada seprei atau sepatu yang bergesekan dengan kulit bisa menyebabkan cedera pada kulit. Pemaparan oleh kelembaban dalam jangka panjang (karena berkeringat, air kemih atau tinja) bisa merusak permukaan kulit dan memungkinkan terbentuknya ulkus.
GEJALA Ulkus dekubitus kebanyakan menyebabkan nyeri dan gatal-gatal; tetapi jika terdapat gangguan pada indera perasa, ulkus yang dalampun tidak menimbulkan nyeri. Ulkus dekubitus dikelompokkan ke dalam beberapa stadium: #Stadium 1 : ulkus belum terbentuk seutuhnya # Stadium 2 : kulit merah dan membengkak, seringkali disertai oleh pembentukan lepuhan, lapisan kulit paling atas mulai mati # Stadium 3 : ulkus mulai timbul di kulit, menyusup ke lapisan kulit yang lebih dalam # Stadium 4 : ulkus menembus kulit dan lemak, sampai ke otot # Stadium 5 : terjadi kerusakan otot # Stadium 6 : merupakan stadium ulkus yang paling dalam, dimana terjadi kerusakan tulang dan kadang terjadi infeksi tulang.
Jika kulit terluka atau robek maka akan timbul masalah baru, yaitu infeksi. Infeksi memperlambat penyembuhan ulkus yang dangkal dan bisa berakibat fatal terhadap ulkus yang lebih dalam.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
PENGOBATAN Mengobati ulkus dekubitus lebih sulit daripada mencegahnya. Pada stadium awal, ulkus biasanya membaik dengan sendirinya setelah tekanan dihilangkan. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi protein dan kalori tambahan bisa mempercepat penyembuhan. Jika kulit terluka sebaiknya ditutup dengan perban. Agar tidak melekat pada luka, gunakan perban yang dilapisi teflon atau mengandung jeli minyak. Untuk ulkus yang lebih dalam, digunakan perban yang mengandung bahan yang menyerupai gelatin, yang bisa membantu pertumbuhan kulit yang baru. Jika luka mengalami infeksi atau mengeluarkan nanah, sebaiknya dibersihkan dengan sabun atau gunakan cairan desinfektan (misalnya povidon-iodin).
Kadang dokter membuang bagian kulit yang mati dengan bantuan pisau bedah (debridemen). Ulkus yang dalam sulit untuk diobati. Kadang perlu dilakukan pencangkokan kulit sehat pada daerah yang mengalami kerusakan. Tetapi pencangkokan ini tidak selalu dapat dilakukan, terutama pda usia lanjut yang menderita malnutrisi. Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik. Jika tulang dibawahnya terinfeksi (osteomielitis) diberikan antibiotik jangkan panjang karena osteomielitis sulit disembuhkan dan bisa menyebar melalui aliran darah.
PENCEGAHAN Ulkus dekubitus menyebabkan nyeri dan bisa berakibat fatal. Ulkus juga menyebabkan masa perawatan di rumah sakit menjadi lebih panjang dan menghabiskan biaya lebih banyak. Untuk mencegah terbentuknya ulkus bisa dilakukan beberapa tindakan berikut: #Merubah posisi pasien yang tidak dapat bergerak sendiri, minimal setiap 2 jam sekali untuk mengurangi tekanan # Melindungi bagian tubuh yang tulangnya menonjol dengan bahan-bahan yang lembut (misalnya bantal, bantalan busa) # Mengkonsumsi makanan sehat dengan zat gizi yang seimbang # Menjaga kebersihan kulit dan mengusahakan agar kulit tetap kering.
Jika pasen harus menjalani tirah baring dalam waktu yang lama, bisa digunakan kasur khusus, yaitu kasur yang diisi dengan air atau udara.
Sumber: Medicastore |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |