|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Aug 18, 2010 12:08 pm | |
| UNTUNG RUGI MEMILIKI TATO Rabu, 03/03/2010 18:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Ada berbagai risiko yang bisa ditimbulkan jika membuat tato. Sebaiknya pikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk menato tubuh dengan gambar apapun agar tidak menyesal nantinya. Jika dulu hanya laki-laki saja yang berani menato tubuhnya kini kaum perempuan pun tak takut untuk menghias tubuh dengan tato di tempat-tempat mencolok seperti leher, perut atau lengan. Tato adalah salah satu bentuk seni yang melekat selamanya di tubuh, hingga kini belum ada satupun teknik yang dapat menghilangkan tato dengan sempurna.
Memang belum ada kasus mentato menimbulkan penyakit serius. Efek terjelek yang dirasakan hanya iritasi. Sementara risiko infeksi bisa terjadi saat pembuatan tato karena jarum yang tidak steril atau tinta yang dipakai mengandung zat-zat berbahaya. Seperti dikutip dari Hubpages, Rabu (3/3/2010), ada beberapa keuntungan dan kerugian memiliki tato permanen, yaitu:
Kerugian memiliki tato permanen 1. Rasa sakit yang harus dirasakan oleh seseorang saat membuat tato karena pembuatannya menggunakan jarum berisi tinta sesuai warna yang diinginkan. 2. Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat tato. 3. Bersifat permanen sehingga tidak bisa dihilangkan dengan mudah, jika ingin menghapusnya tidak selalu berhasil 100 persen dan harganya pun sangat mahal. 4. Setelah bertahun-tahun warnanya bisa memudar atau muncul garis-garis patahan dari gambar tersebut. 5. Mode dan tren selalu berubah-ubah, bisa saja saat ini gambar tersebut sedang tren tapi bisa menjadi hal yang kuno beberapa tahun ke depan. 6. Mungkin tato akan terlihat menarik saat masih berusia 20-an tahun, tapi akan menjadi hal yang aneh setelah berusia di atas 50-an tahun. 7. Ada risiko infeksi dari setiap pembuatan tato, seperti dari jarum yang tidak steril atau tinta yang dipakai mengandung zat-zat berbahaya.
Keuntungan memiliki tato permanen 1. Tato bisa mengekspresikan pribadi, seni atau pesan yang bermakna bagi sang empunya tubuh. 2. Ada kepuasan tersendiri jika memiliki sesuatu yang berbeda dengan orang lain. 3. Tato bisa menjadi ciri khas dari seseorang.
Dr Roy Geronemus, direktur Laser & Skin Surgery Center di New York menuturkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan tato di tubuh seperti menggunakan sinar laser, mengoleskan krim ke bagian tubuh yang ada tatonya, teknik eksisi (menghapus seluruh tato beserta lapisan kulit di bawahnya hingga meninggalkan bekas luka menonjol) dan dermabrasi (menghapus lapisan kulit dengan cara seperti pengamplasan namun dapat merusak kulit).
Hingga kini teknik laser masih lebih efektif dibandingkan metode lain, tapi warna kulit juga bisa menjadi faktor penentu keberhasilan. Karena laser bekerja dengan cara membedakan antara warna kulit dan warna tatonya, jika tidak ada banyak perbedaan maka sulit untuk menghilangkan tato. "Ada risiko bekas luka atau kehilangan pigmen kulit alami jika menggunakan teknik laser, terutama bagi orang yang memiliki kulit gelap. Rata-rata diperlukan beberapa kali perawatan untuk bisa menghilangkannya," ujar Geronemus. Jadi pikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk menato agar tidak menyesal nantinya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Aug 18, 2010 12:09 pm | |
| MENGAPA TATO BANYAK DISUKAI? Senin, 2 Agustus 2010 | 13:56 WIB KOMPAS.com — Seni menghias tubuh, seperti tato dan tindik, diprediksi akan terus populer. Bila dulu dua tindakan tersebut dipakai sebagai pernyataan jati diri, kini tato dan tindik telah menjadi bagian dari mode. Sebenarnya praktik merajah tubuh atau tato sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Seni kuno ini dahulu lebih dikaitkan dengan pemujaan dan religi atau kekuasaan dan status sosial. Di India, cara menghias tubuh menggunakan henna yang dibuat dari serbuk tanaman semak Lawsonia inermis telah berumur ribuan tahun dan masih dipraktikkan hingga kini dalam upacara keagamaan.
Suku Dayak Iban di Kalimantan Barat juga mengenakan tato sebagai penanda klan dan penolak mara bahaya serta penyakit. Karena itu, tradisi tato tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan upacara ritual sebelum memiliki tato. Sementara itu, tato di bagian tubuh yang tersembunyi semula dipraktikkan para bangsawan Inggris sepulang dari pelayaran ke daerah selatan. Kemudian, tato ini ditiru para penato yang membuka praktik di dekat pelabuhan. Karena itu, selama ratusan tahun, tato "turun derajat" karena lebih banyak dipakai oleh para pekerja seks komerisal dan kalangan kriminal.
Pada era modern ini, ketika tato dan tindik meraih kepopuleran kembali setelah ratusan tahun seolah lekat dengan citra kriminal, seni menghias tubuh ini lebih dikaitkan dengan citra keindahan agar lebih eksotik, sarana ungkapan perasaan terdalam, dan juga hanya sekadar tren. Akan tetapi, sebelum Anda memutuskan untuk mengusik kulit Anda dengan jarum tato, pertimbangkan dengan matang tujuan dan alasan kesehatannya. Pastikan jarum yang dipakai steril. Jangan hanya karena alasan estetik, misalnya suka dengan motif atau warnanya, Anda langsung memutuskan untuk membuat tato. Pasalnya, tidak mudah menghapus tato. Setidaknya, tato yang Anda patri di kulit Anda memiliki makna. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Aug 18, 2010 12:10 pm | |
| SEJARAH PERKEMBANGAN TATO Saturday, 12 June 2010 - Seputar Indonesia SEJARAH mencatat,tato dan body piercing sudah menjadi bagian dari budaya di banyak negara sejak beberapa abad silam. Orang Mesir kuno sudah memakai tato sejak 2000 tahun sebelum Masehi. Tato di Jepang sudah ada sekitar 10.000 tahun lalu pada zaman Palaelotikum. Dalam budaya Romawi kuno, anting dipasang di bagian dada wanita sebagai simbol kekuatan. Begitu juga dengan suku Dayak di Indonesia.Sementara suku Indian Karafa menggunakan bambu tipis di bibir mirip dengan beberapa suku di Afrika. Dulu,kedua hal itu diterapkan untuk berbagai kepentingan,antara lain menunjukkan status sosial, lambang religius, simbol keberanian, kesuburan,dan tanda cinta. Di Indonesia, legenda tato berasal dari suku Kayan, Borneo (Kalimantan), sebagai tempat paling modern kala itu.
Berdasarkan buku The World of Tattoo karangan Maarten Hesselt van Dinter, Indonesia ditempatkan sebagai negara yang berperan dalam perkembangan sejarah tato. Dalam bukunya, sejarah tato dari Indonesia dijelaskan dalam satu bab tersendiri. Sejarah mencatat, gaya tato di Indonesia menjadi terkenal di dunia karena adanya pengaruh gaya new tribalism yang populer.Umumnya, tato di Indonesia digunakan sebagai salah satu ritual ibadah.Ini terjadi di Borneo dan suku Mentawai, Sumatera. Setiap daerah mempunyai ciri khas yang berbeda. Di Borneo,Kalimantan, misalnya, terutama para pemudanya yang bekerja sebagai prajurit menggunakan tato bergambar binatang.Biasanya gambar macan,buaya,dan kalajengking.
Gusti,pemilik Gusti Body Art di Kemang Selatan, Jakarta, menuturkan, ”Jika kita ingin berbicara tentang tato, kita tidak akan pernah melupakan Indonesia. Indonesia bisa dikatakan sebagai negara yang memopulerkan perkembangan tato di dunia.” Gusti menambahkan,di Amerika Serikat, pemerintahnya sangat peduli terhadap perkembangan tato. ”Mereka berpikir lebih maju karena tato merupakan budaya yang harus dilindungi. Sementara, kalau di Indonesia, citra tato itu sudah buruk, jadi masyarakatnya juga sudah tidak peduli,”ucapnya. Meski begitu, Gusti tidak pernah menyerah untuk memopulerkan lagi tato di Indonesia.
”Pekerjaan saya sebagai tattoo artist sudah bisa melindungi budaya bangsa,” katanya.Dia juga menyebutkan, setiap bulan tidak pernah mendapatkan penghasilan yang tetap.”Pekerjaan seperti ini kadang bisa besar atau kecil. Setidaknya, rata-rata sebulan saya menerima kurang lebih Rp3 juta,”paparnya.(sali) |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Aug 18, 2010 12:13 pm | |
| BAGAIMANA CARA MENGHILANGKAN TATO? Rabu, 25/11/2009 16:33 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Jika ingin memiliki sebuah tato, maka pikirkanlah dengan matang bahwa Anda memang benar-benar ingin memilikinya. Karena sampai saat ini belum ada teknik untuk menghilangkan tato yang benar-benar aman bagi kulit. Menurut survei yang terdapat dalam Journal of the American Academy of Dermatology terdapat 24 persen orang berusia 18 sampai 50 tahun yang memiliki tato dan 17 persen diantaranya ingin menghilangkan tato tersebut dari tubuhnya.
Tato bersifat permanen yang melekat di tubuh, peluang keberhasilan untuk menghapus tato tergantung dari warna kulit, zat yang digunakan untuk membuat tato dan ukurannya. Berikut adalah teknik-teknik yang bisa digunakan untuk menghilangkan tato, seperti dikutip dari Health, Rabu (25/11/2009):
1. Teknik Pembedahan. Jika melakukan pembedahan umumnya meninggalkan bekas luka. Kulit sekitar tato akan dihilangkan dan kulit sekitarnya akan dijahit kembali, sehingga menimbulkan luka jahitan di tubuh.
2. Teknik dermabrasi atau mengamplas lapisan kulit. Salah satu bagian dari dermabrasi adalah salabrasi, yaitu dengan menggosokkan larutan garam di kulit dengan sedikit pemanasan. Cara ini bisa menghilangkan tato tapi bekas lukanya cenderung tertinggal di kulit.
3. Teknik scarification. Teknik ini menggunakan suatu bahan kimia untuk menghilangkan lapisan kulit bagian atas, biasanya larutan yang digunakan adalah larutan asam dan menimbulkan bekas.
4. Cryosurgery atau cryotherapy. Prosedur ini dengan cara membakar kulit bertato dan mendinginkannya dengan nitrogen cair, cara ini umumnya digunakan untuk menghilangkan kutil atau luka pada kulit tubuh.
5. Teknik laser. Teknik ini paling sering digunakan dalam beberapa tahun terakhir. Menggunakan kontras sinar cahaya antara warna kulit dan tinta, secara terus menerus sinar tersebut akan memecah partikel tinta dan partikel yang kecil akan terserap ke tubuh. "Sampai saat ini teknik penghapusan tato dengan menggunakan laser merupakan cara yang paling baik dibandingkan dengan metode lainnya," ujar Paul Jarrod Frank, MD, direktur dari Dermatology Surgery and Laser Center di New York.
Meskipun saat ini banyak dijual berbagai macam krim yang mengklaim bisa menghapus dan memudarkan tato, tapi badan pengawas obat dan makanan Amerika tidak menyarankan masyarakat untuk menggunakannya. "Bahan kimia yang terkandung di dalam krim tersebut sangat aktif, sehingga bisa menyebabkan iritasi dan mengikis kulit," ujar Frank. Berbagai metode untuk menghilangkan tato sangat rentan memicu alergi atau iritasi di kulit serta meninggalkan bekas luka, terutama pada orang yang memiliki sensitifitas sangat tinggi. Untuk itu sebaiknya pikirkan dengan matang apakah Anda memang benar-benar menginginkan tato atau tidak, agar tidak menyesal nantinya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Aug 18, 2010 12:13 pm | |
| PENYEBAB TATO SUSAH DIHILANGKAN Rabu, 18/08/2010 11:15 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Ada beberapa teknik yang diklaim bisa menghilangkan tato di kulit, tapi nyatanya tato tidak dapat hilang begitu saja tanpa meninggalkan bekas. Mengapa tato bisa awet puluhan tahun dan sulit sekali dihilangkan? Dilansir dari Ehow, Rabu (18/8/2010), tato permanen begitu sulit dihilangkan dari kulit. Salah satunya karena pembuatan tato harus menyuntikkan tinta ke dalam lapisan kulit dalam yang disebut dermis, yaitu lapisan kulit bawah setelah epidermis.
Bila masih di lapisan epidermis tato bisa saja dihilangkan, tapi pembuatan tato adalah menyuntikkan ke dalam lapisan kulit yang paling dalam. Jika dilihat dari lapisannya, lapisan atas kulit disebut dengan epidermis. Pada lapisan ini terdiri dari lima lapisan, yaitu stratum basale, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lucidum dan stratum corneum.
Dua lapisan atas, yaitu stratum lucidum dan stratum corneum, merupakan sel kulit datar dan kering, tahan air dan berfungsi melindungi kulit. Sel-sel kulit akan berganti dan mengelupas dimulai pada stratum basale hingga permukaan kulit dalam satu bulan. Nah, karena bertujuan membuat gambar yang awet, akhirnya gambar tato harus disuntikkan lebih dalam yang menembus lapisan epidermis. Tak selesai hanya disitu, ada efek lain jika lapisan kulit dalam 'dikoyak-koyak'.
Penyuntikkan tinta tato di dalam lapisan kulit ini akan memicu reaksi sistem kekebalan (imun) tubuh, yang ironisnya akan membuat tato tertahan di kulit lebih lama. Sel-sel pada kulit yang menyerang benda asing disebut fagosit atau phagocytes (sel pemakan). Sel pemakan ini akan menelan dan mengonsumsi partikel tinta. Kemudian, fibroblas (sel-sel yang memproduksi kolagen) akan mengunci fagosit bersama jaringan di bawah kulit, tepat di bawah epidermis yang memenuhi dermis, sekitar 1 milimeter dari permukaan kulit. Hal ini memungkinkan tinta tinggal di lapisan kulit tersebut selama bertahun-tahun.
Dilansir dari Medic8, ada beberapa alasan lagi yang membuat tato sulit dihilangkan yaitu warna tato yang digunakan dan warna kulit orang yang ditato. Warna tato tertentu seperti hitam, hijau dan cokelat akan lebih mudah dihilangkan ketimbang merah, oranye dan putih. Dan tato satu warna seperti hitam atau biru jauh lebih mudah untuk dihilangkan. Untuk warna kulit, orang dengan kulit warna gelap akan lebih sulit untuk menghilangkan tato ketimbang orang dengan warna kulit lebih terang. Pada orang kulit gelap ada risiko bekas luka atau kehilangan pigmen kulit alami walaupun dilakukan dengan menggunakan teknik laser. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Sun Aug 22, 2010 9:40 am | |
| AMANKAH MEMBUAT TATO ALIS? VIVAnews By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti - Jumat, 5 November VIVAnews - Banyak wanita mengandalkan riasan untuk menyempurnakan kecantikannya. Bagi mereka yang tak mahir menjadikan wajah sebagai 'kanvas lukisan', riasan permanen atau make-up tato biasanya menjadi pilihan instan. Riasan permanen yang dikenal dengan micropigmentation ini paling populer diaplilasikan untuk alis. Orang biasa menyebutnya tato alis. Selain itu, ada juga tato eyeliner dan garis bibir. Ini memang sangat praktis karena tak perlu mengaplikasikan ulang setiap kali hendak bepergian. Riasan ini mampu menempel di wajah sesuai keinginan selama beberapa bulan. Hanya, di balik kepraktisannya, ada efek buruk yang mengancam.
Seperti dikutip laman thestir.cafemom.com, sejumlah negara sudah mengeluarkan aturan ketat tentang penggunaaan make-up tato ini. "Aplikasi dari riasan permanen dapat mengakibatkan masalah serius, jangka panjang," demikian peringatan yang disampaikan badan pengawas keamanan mutu produk makanan dan obat Amerika Serikat (FDA). Perlu tingkat kewaspadaan tinggi sebelum memutuskan untuk menggunakan make-up tato pada wajah. Banyak jasa kecantikan tidak mengikuti prosedur penggunaan yang ditetapkan. Pastikan Anda melakukannya dengan dokter kecantikan terpercaya. Dalam kasus terburuk, make-up tato ini bisa menyebabkan infeksi kulit. Bahkan penyakit menular, seperti hepatitis. Reaksi alergi hingga kerusakan pigmen juga berpotensi terjadi untuk penggunaan make-up tato dalam jangka panjang tanpa perawatan.
Make-up tato juga tak selalu menunjukkan hasil memuaskan. Aplikasi yang tak sempurna justru bisa membuat Anda bak badut. Mulai dari warna dan bentuk alis terlihat aneh, garis mata terkesan kotor, hingga bentuk garis bibir yang berantakan. Ancaman lain juga muncul saat memutuskan menghentikan penggunaan make-up tato. Bukan hanya mahal, menghapus riasan permanen bisa meninggalkan jaringan parut yang merusak estetika wajah. (pet)
Last edited by gitahafas on Tue Nov 16, 2010 6:32 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Tue Aug 31, 2010 8:23 pm | |
| 5 RISIKO MENATO TUBUH Rabu, 5/1/2011 | 18:22 WIB KOMPAS.com — Anda penggemar tato? Jika seni melukis tubuh adalah salah satu kegemaran Anda, pastikan Anda sudah membekali diri dengan berbagai informasi seputarnya. Apalagi, jika Anda pemula yang hendak mencoba-coba. Tato permanen akan ada selamanya pada bagian tertentu tubuh yang ingin Anda lukis gambar atau tulisan, simbol karakter diri. Pilihan ini adalah sepenuhnya hak pribadi, tetapi tak ada salahnya memahami juga risikonya. Tato bisa menyebabkan infeksi kulit atau komplikasi lain. Lebih spesifik lagi, inilah risiko tato:
* Alergi Tato berwarna, terutama warna merah, bisa menyebabkan reaksi berupa alergi pada kulit. Efeknya, kulit akan terasa gatal pada bagian tubuh yang ditato. Alergi ini tak hanya muncul sesaat, tetapi bisa berlangsung bertahun-tahun setelah Anda menato tubuh.
* Infeksi Tato bisa menimbulkan infeksi karena bakteri. Tandanya, kulit memerah, bengkak, sakit, dan bernanah.
* Masalah kulit lain Benjolan pada kulit di sekitar area yang ditato, atau disebut granulomas, menjadi masalah lain yang ditimbulkan dari menato tubuh. Tato juga bisa mendorong pertumbuhan keloid atau jaringan kulit tambahan yang tumbuh di bekas luka.
* Penyakit yang dibawa dari darah Saat menato, pastikan alat yang digunakan steril dan higienis. Risiko yang bisa muncul saat menato tubuh adalah jarum terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi penyakit, seperti hepatitis B, hepatitis C, tetanus, dan HIV.
* Komplikasi MRI Tato bisa menyebabkan bengkak atau kulit terbakar saat si pemilik tato menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI). MRI menggunakan medan magnetik kuat dengan teknologi terkomputerisasi untuk menghasilkan gambaran detail dari organ dan jaringan lunak dalam tubuh lainnya. Tato permanen pada tubuh bisa memengaruhi gambar hasil pemeriksaan MRI ini.
Semua masalah kulit atau penyakit karena tato bisa diatasi dengan perawatan dan pengobatan khusus. Bahkan, dalam sejumlah kasus, tato harus dihilangkan jika ingin mengatasi masalah yang mengganggu kesehatan ini.
Last edited by gitahafas on Sat Jan 08, 2011 10:46 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Tue Aug 31, 2010 8:25 pm | |
| YANG TERJADI PADA TATO SETELAH MENEMPEL DI TUBUH BERTAHUN TAHUN Jumat, 29/04/2011 16:16 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth London, Keputusan untuk membuat tato sebaiknya sudah dipikirkan secara matang, karena bentuk seni masih sangat sulit untuk dihilangkan. Lalu apa yang terjadi jika tato ini sudah menempel bertahun-tahun di tubuh? Tato merupakan salah satu bentuk seni yang akan menempel seumur hidup di tubuh seseorang. Sebuah studi baru mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa bentuk dari tato ini akan memburuk seiring dengan bertambahnya usia seseorang.
Ian Eames, seorang peneliti mekanika fluida dari University College London telah menciptakan suatu model matematik yang bisa digunakan untuk memprediksi gerakan partikel tinta tato dari waktu ke waktu dan memberikan ide yang lebih baik dalam mendesainnya. "Tato sangat populer di seluruh dunia, penelitian ini memberikan ide tentang bagaimana gambar yang dipilihnya bisa terlihat baik selama beberapa tahun," ujar Eames, seperti dikutip dari ABC.net.au, Jumat (29/4/2011). "Jenis kulit, usia, ukuran tato, paparan sinar matahari dan jenis tinta yang digunakan bisa mempengaruhi bagaimana tato menyebar dari waktu ke waktu," ungkap Eames. Eames menuturkan setelah bertahun-tahun menempel di tubuh maka tato akan:
1. Tinta tato umumnya terbuat dari suspensi partikel yang larut dalam air seperti merkuri, kadmium, timah dan besi yang disuntikkan di bawah kulit untuk membentuk suatu gambar dengan menggunakan jarum. Seiring waktu dan bertambahnya usia, maka partikel dari tinta ini akan menyebar.
2. Detail kecil dari tato akan hilang pertama kali, lalu detail yang lebih tebal mulai terpengaruh. Meskipun awalnya tato terlihat bagus dan bisa dimengerti maknanya, tapi setelah 15 tahun mungkin gambar yang terlihat akan berbeda dan bisa jadi lebih sulit dimengerti maknanya.
3. Setelah bertahun-tahun warnanya bisa memudar atau muncul garis-garis patahan dari gambar tersebut, serta gambar tato akan terlihat aneh ketika memasuki usia 50-an tahun akibat sudah munculnya kerutan di kulit.
4. Efek samping lain yang bisa muncul dari pembuatan tato adalah adanya risiko infeksi seperti penggunaan jarum yang tidak steril atau kandungan zat-zat berbahaya dari tinta yang dipakai.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 11, 2011 12:35 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Tue Aug 31, 2010 8:26 pm | |
| TEHNIK HAPUS TATO DARI LASER SAMPAI MENGIRIS KULIT Minggu, 24/04/2011 12:06 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Jakarta, Pemilik tato permanen umumnya sadar bahwa 'lukisan' tersebut akan menempel di kulitnya sepanjang hayat. Namun ada juga yang menyesal atau kurang puas, lalu ingin menghapusnya. Caranya mulai dari mengiris kulit hingga menggunakan laser. Risiko menghilangkan tattoo umumnya adalah bekas luka, yang kadang-kadang lebih mengganggu penampilan dibandingkan tato itu sendiri. Karena itu bagi siapapun yang ingin membuat tato, pikirkan betul-betul segala risikonya agar tak menyesal di kemudian hari. Teknik menghilangkan tato dan berbagai risikonya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari WebMD, DoctorOz dan BBC, Minggu (24/4/2011).
1. Dermabrasi Teknik ini memakai sejenis amplas atau butiran pasir untuk menggosok kulit hingga lapisan paling luarnya terkelupas. Tinta tato yang terletak di bawah lapisan tersebut kemudian tinggal dikikis dengan pisau bedah oleh seorang dokter kulit. Meski mudah dan relatif murah, cara ini memiliki kerugian yakni rasa sakit yang luar biasa terutama jika ukuran tatonya cukup besar. Teknik ini berisiko menyebabkan luka, bahkan sering meninggalkan bekas jaringan parut yang lebih tidak menarik dibandingkan tato itu sendiri.
2. Mengiris kulit Teknik lain yang cukup mudah meski tetap harus dilakukan oleh dokter adalah mengiris kulit yang ada tattoonya. Risiko terbentuknya jaringan parut pada teknik ini lebih besar dibandingkan dermabrasi, sehingga hanya dilakukan pada jenis tato yang tidak terlalu besar. Mengiris kulit hanya dilakukan pada tato berukuran besar jika teknik lain tidak berhasil menghilangkannya. Misalnya karena tintanya terlalu dalam meresap ke dalam kulit atau jenis tintanya memang sulit untuk dihilangkan dengan cara lain.
3. Cryotherapy Tato juga bisa dihilangkan dengan menggunakan nitrogen cair yang suhunya berada di bawah titik beku. Jaringan kulit yang ditetesi cairan tersebut akan membeku dan hancur, kemudian luruh bersama tinta tato yang pada lapisan di bawahnya. Kelemahan teknik yang disebut cryotherapy ini adalah memicu kerusakan kulit yang serius. Dokter tidak bisa menghancurkan tinta tato yang letaknya di bawah kulit, tanpa merusak permukaan terluar dengan hanya meneteskan nitrogen cair di atasnya.
4. Krim anti-tato Serupa dengan cryotherapy, krim anti-tato juga bekerja dengan cara menghancurkan tinta tato agar bisa luruh dari permukaan kulit. Krim semacam ini umumnya berisi larutan trichloroacetic acid (TCA) yang akan bereaksi dengan tinta namun lebih aman bagi kulit. Kerugiannya tak lain adalah harganya yang sangat mahal, yakni sekitar US$ 100 atau sekitar Rp 863 ribu untuk pemakaian rutin selama 2 bulan. Selain itu, efektivitasnya relatif rendah sehingga lebih tepat disebut menyamarkan tato dan tidak dijamin akan hilang 100 persen.
5. Laser Teknologi paling mutakhir untuk menghilangkan tato adalah laser, yang cukup efektif sekaligus paling aman bagi kulit. Prinsipnya adalah mengurai partikel tinta di bawah permukaan kulit, agar dapat dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh alami manusia. Meski aman, teknologi ini cukup mahal dan kadang butuh waktu lebih lama untuk menghilangkan warna tertentu misalnya hijau, oranye dan putih. Beberapa orang yang kulitnya sensitif juga dianjurkan memakai tabir surya setelah menjalani prosedur ini.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 11, 2011 12:36 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Tue Aug 31, 2010 8:31 pm | |
| BAHAYA TATO KOSMETIK KAMIS, 3 MARET 2011, 10:10 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Febry Abbdinnah VIVAnews - Banyak wanita mengandalkan riasan untuk menyamarkan kekurangan wajah. Bagi yang tak mahir menjadikan wajah sebagai 'kanvas lukisan', tato kosmetik muncul sebagai alternatif instan. Amankah? Seperti dikutip dari laman The New York Times, tato riasan pada wajah memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih besar daripada tato pada bagian tubuh lainnya. Keluhan paling populer usai tato kosmetik antara lain radang kulit, keloid, kulit melepuh, dan memunculkan tanda bekas luka. Bahkan, sejumlah penikmat tato kosmetik mengaku merasakan kulit seperti terbakar.
Terlepas dari kandungan kimianya, tato kosmetik juga seringkali memunculkan keluhan kesehatan akibat pemakaian oleh mereka yang tak memiliki keahlian khusus. Data Permanent Cosmetic menyebut, 90 persen bisnisnya adalah membetulkan kesalahan-kesalahan tato yang dibuat oleh orang-orang yang tidak terlatih. "Anda bisa mendapatkan mesin tato dan pewarnanya di eBay, lalu dengan mudah membuat klinik kecantikan," ujar Dr Charles Zwerling, seorang ophthalmologist dan penulis buku 'Micropigmentation Millenium'. "Tidak ada yang bisa menjamin apakah orang tersebut benar-benar seorang ahli menato wajah atau tidak."
Tidak sedikit pula kasus pembengkakan pada area wajah yang ditato. Bahkan, tato kosmetik memiliki risiko infeksi termasuk HIV/ AIDS, hepatitis, dan radang akibat penggunaan jarum yang tak steril. Ada pula keluhan alergi terhadap bahan pewarna yang digunakan. Tato yang juga dikenal dengan micropigmentation ini, awalnya tercipta untuk menolong penderita alopecia. Sebuah kondisi yang membuatnya kehilangan rambut dan alis. Perkembangannya, tato ini dimanfaatkan membantu mempercantik korban kebakaran, penderita kanker, dan penderita parkinson.
Seiring perkembangannya, metode ini pun digunakan wanita untuk menutupi kekurangan wajahnya tanpa repot menambahkan make up. Namun ternyata, tato kosmetik ini pun memiliki banyak kekurangan bahkan bahaya tersendiri yang justru membuat pencintanya menyesal. Menjadi cantik itu pilihan. Namun, Anda pun harus lebih bijak agar tidak memunculkan penyesalan di kemudian hari. Jika Anda ingin menato bagian alis, bibir, atau mata Anda, pastikan tempat yang Anda datangi adalah tempat yang sudah memiliki izin dan memberikan Anda garansi kesehatan.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 11, 2011 12:40 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Tue Oct 19, 2010 10:23 am | |
| HATI HATI BIKIN TATTO! WARNA TERTENTU LEBIH BERBAHAYA Senin, 21/02/2011 10:09 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Tatto Glasgow RangerGlasgow, Akibat sembarangan bikin tatto, seorang pria di Glasgow Skotlandia mengalami pembengkakan limpa. Menurut dokter, kondisi ini dipicu oleh warna tinta yang digunakannya yakni merah, biru dan hitam. Seandainya pakai warna hijau, pria ini lebih aman. Pria 23 tahun yang tidak disebutkan namanya ini merupakan penggemar berat klub sepakbola Glasgow Ranger, sampai-sampai rela membuat tatto bergambar logo klub tersebut di dadanya. Kebetulan, warna dominan pada logo Ranger adalah biru dan merah, dengan hitam sebagai bingkainya.
Siapa sangka, gara-gara tatto tersebut pria ini harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan karena mengalami pembengkakan kelenjar limpa di ketiak dan selangkangan. Lokasinya memang agak jauh dari dada tempat tatto itu terpahat sehingga tak ada yang menyangka keduanya saling berhubungan. Awalnya dokter mengira pembengkakan itu terjadi karena kanker sehingga langsung melakukan pemeriksaan agar bisa diantisipasi sedini mungkin. Di rumah sakit, pria yang berprofesi sebagai petinju amatir ini langsung disarankan untuk menjalani pemeriksaan darah.
Namun dalam pemeriksaan sel darah, dokter menemukan bercak-bercak pigmen (zat warna) gelap yang mengotori darah. Oleh karena itu dokter menduga, pembengkakan terjadi karena zat warna yang digunakan dalam pembuatan tatto berupa logo Glasgow Ranger. Pembengkakan limpa ini mengakibatkan fungsi imunitas atau sistem kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit. Karena bereaksi dengan zat warna tertentu yang digunakan dalam tatto, kelenjar ini menjadi tidak optimal dalam memproduksi sel-sel imun.
Kasus langka ini kemudian dipelajari oleh 3 ahli hematologi di Skotlandia, yakni Mike Leach, Robert Jackson dan Edward J Fitzsimon. Dalam laporannya di British Journal of Haematology, ketiganya menyimpulkan bahwa pembengkakan itu memang dipicu oleh zat warna hitam, hijau dan merah. "Kebetulan kota Glasgow punya 2 klub sepakbola, Ranger dan Celtic. Risiko pembengkakan kelenjar limpa pada suporter Celtic ternyata lebih rendah karena logo tim itu berwarna hijau," tulis para peneliti dalam laporannya, seperti dikutip dari The Sun, Senin (21/2/2011).
Temuan ini menyiratkan bahwa tatto yang dibuat dengan warna hijau lebih aman dari risiko pembengkakan kelenjar limpa. Namun bagi suporter fanatik Glasgow Ranger, tatto hijau yang identik dengan logo klub lawan yakni Glasgow Celtic tentu bukan pilihan menarik.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 11, 2011 12:41 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Oct 20, 2010 4:19 pm | |
| TATO MEDIS BUKAN UNTUK GAYA GAYAAN Rabu, 02/02/2011 16:01 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Selama ini tato diketahui sebagai salah satu bentuk seni untuk mengekspresikan sesuatu. Tapi kini tato juga bisa digunakan untuk kepentingan medis yang dikenal dengan medical tattoo. Tato merupakan bentuk seni yang melekat selamanya di tubuh, hingga kini belum ada satupun teknik yang dapat menghilangkan tato dengan sempurna. Meskipun belum ada kasus seseorang sakit serius akibat menato, tapi ada risiko infeksi jika alat yang digunakan tidak steril atau tintanya mengandung bahan berbahaya.
Namun tato yang digunakan dalam bidang medis memiliki tujuan untuk menyembuhkan suatu penyakit atau memperbaiki penampilan seseorang, meskipun kadang harus dilakukan pada daerah yang sulit. Tato yang digunakan dalam bidang medis bukan bertujuan untuk memenuhi hasrat seseorang yang ingin memiliki tato di tubuhnya, tapi merupakan metode pengobatan penyakit dengan tujuan dan aturan yang berbeda. Jenis tato ini terutama di praktikkan dalam bidang terapi kanker radiasi. Umumnya pengobatan untuk kanker berlangsung lama yaitu selama beberapa bulan dan daerah yang akan diradiasi ini akan ditandai dengan tato.
Metode ini merupakan yang terbaik dan bisa diandalkan untuk menandai daerah yang terkena atau terinfeksi dan sedang diobati, sehingga para dokter tidak perlu menelusuri keseluruhan daerah tubuh serta membantu para ahli onkologi untuk mengikuti jalur pengobatan yang tepat. Selain itu juga ada tato medis yang digunakan untuk tujuan rekonstruksi atau dikenal sebagai medical micropigmentation, yaitu suatu perawatan yang mana menanamkan pigmen di kulit. Jenis tato medis ini digunakan untuk beberapa tujuan seperti dikutip dari Dermaticians.co.uk, Rabu (2/2/2011) yaitu:
1. Untuk menyamarkan jaringan parut yang timbul akibat luka bakar atau trauma. 2. Melakukan tato celah bibir untuk mengembalikkan dan menyeimbangkan operasi bibir selanjutnya. 3. Pasien yang menjalani operasi payudara dan membutuhkan perbaikan area puting yang kompleks. 4. Untuk mengatasi rambut rontok atau alopecia.
Tato untuk keperluan rekonstruksi ini biasanya diikuti dengan perawatan setelah operasi untuk membantu memulihkan penampilan kulitnya yang hilang atau rusak menjadi lebih baik. Namun tinta yang digunakan untuk jenis tato ini umumnya akan bekerja lebih baik pada orang yang memiliki kulit lebih gelap. Tato untuk kepentingan medis ini akan dilakukan oleh para ahli yang mana sebelumnya telah melakukan konsultasi untuk menentukan kondisi pasien seperti karakteristik kulit dan juga gaya hidupnya.
Last edited by gitahafas on Sat Jun 11, 2011 12:42 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Thu Oct 21, 2010 1:57 pm | |
| PENGARUH GAYA HIDUP PADA KESEHATAN KULIT Kamis, 21 Oktober 2010, 12:29 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni VIVAnews - Kondisi kulit bukan hanya tergantung dari jenis kulit Anda. Tetapi, juga bagaimana gaya hidup dan kebiasaan Anda sehari-hari. Wanita yang selalu sibuk bekerja hingga tengah malam tentu masalah kulitnya berbeda dari ibu rumah tangga yang sibuk di rumah. Ketahui masalah kulit yang sering muncul karena gaya hidup dan cara mengatasinya.
- Jika Anda suka pesta Masalah kulit yang sering terjadi adalah kulit kering, pecah-pecah, garis wajah yang terlihat jelas dan mata sembab. Hal itu karena Anda kurang tidur dan sering minum alkohol serta merokok. Menurut Sonia Badreshia-Bansal, ahli kulit dari California, Amerika Serikat, untuk menngatasinya Anda harus menggunakan krim hypoallergenic sesering mungkin agar tidak kering. Perbanyak minum air putih dan kurangi kopi. Lalu, untuk mata sembab, kompreslah dengan mentimun dingin atau kantung teh.
- Jika Anda gila kerja Jerawat adalah hal paling dikeluhkan oleh para wanita pekerja yang selalu sibuk. Hal ini memang seringkali dipicu stres. "Stres adalah pencetus hormon yang membuat kulit lebih berminyak dan tumbuhnya jerawat," kata Carolyn Jacob, MD, ahli kulit dari Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology, seperti dikutip dari Self. Stres juga membuat sel tubuh lebih cepat rusak dan memicu keriput dini. Untuk mengatasinya hal yang harus Anda lakukan adalah tidur cukup. Juga selalu bersihkan wajah sesampai di rumah, jangan tidur tanpa membersihkan wajah. Wajah yang kotor akan membuat kondisi jerawat semakin parah.
- Jika Anda ibu rumah tangga yang sibuk Masalah kulit yang sering muncul pada ibu rumah tangga adalah noda hitam dan kulit yang kusam. Hal itu karena saat menemani anak bermain di luar rumah atau menjemput mereka, seringkali Anda lupa atau tidak sempat menggunakan pelembab atau krim SPF. Sinar matahari pun langsung menyinari kulit dan menimbulkan noda dan terkesan kusam. Untuk itu gunakan pelembab setiap hari dan gunakan krim yang mengandung SPF 30, jika Anda akan banyak berada di luar rumah menemani si kecil. Gunakan juga krim yang mengandung vitamin A dan alpha hydroxy, untuk memperlambat penuaan. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Mon Nov 01, 2010 3:56 pm | |
| DETEKSI PENYAKIT DARI TANDA DI KULIT Jumat, 13/08/2010 12:46 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Jakarta, Penyakit kulit merupakan salah satu bencana paling buruk bagi yang sangat mengutamakan penampilan. Namun bagi praktisi kesehatan, kemunculan penyakit kulit bisa bermanfaat dalam mendeteksi adanya penyakit lain yang lebih parah. "Kondisi kulit selalu mencerminkan segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh," ungkap Dr Jeffrey Dover, seorang profesor dermatologi dari Yale School of Medicine. Beberapa kondisi kulit yang dimaksud oleh Dr Jeffrey seperti dikutip dari AOL Health, Jumat (13/8/2010), adalah sebagai berikut.
Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah Wajah memerah tidak selalu menandakan seseorang sdang tersipu. Jika sering muncul di pangkal hidung dan sekitar pipi, ruam bisa menandakan penyakit autoimun Lupus, apalagi jika disertai rasa letih, lemah dan nyeri sendi.
Gatal di seluruh tubuh Bila tidak disertai bentol-bentol, ruam atau eksim, gatal yang terjadi di seluruh tubuh bisa menunjukkan gejala lymphoma (kanker limfa), ganguan ginjal maupun hati. Jika gatal itu tidak hilang berhari-hari, disarankan untuk segera memeriksakan diri untuk mencegah kemungkinan adanya penyakit tersebut.
Psoriasis Gangguan kulit yang ditandai dengan bercak-bercak putih atau kemerahan di tangan, lutut dan siku ini sangat mengganggu karena gatal dan sering menyebabkan rasa malu bagi pengidapnya.
Namun yang perlu dikhawatirkan bukan hanya itu saja, sebab seringkali penyakit ini juga menyertai komplikasi lain yang lebih berat. Di antaranya penyakit jantung dan diabetes.
Spider-vein Pelebaran pembuluh darah yang membentuk lingkaran terpusat seperti sarang laba-laba sering dialami oleh wanita hamil. Namun jika kemunculannya sangat banyak atau ukurannya tidak wajar, spider-vein dapat menandakan penyakit hati yang kronis terutama jika muncul di daerah leher, wajah dan lengan.
Jerawat Salah satu gangguan hormonal yang� bisa menyebabkan jerawat tak terkendali adalah penyakit policystic ovary. Gejala lain yang menyertai penyakit ini selain jerawat adalah sering terlambat datang bulan, obesitas dan pertumbuhan rambut halus di wajah yang berlebihan.
Kutil Munculnya 1 atau 2 kutil dalam waktu bersamaan masih bisa dianggap wajar, tetapi perlu diwaspadai jika belasan kutil muncul bersamaan atau paling tidak, berdekatan. Gejala ini sering mengindikasikan adanya kanker di dalam tubuh, terutama di bagian payudara, usus dan paru-paru.
Ruam di tangan dan wajah Ruam kemerahan yang muncul dalam jumlah banyak di wajah dan tangan (terutama punggung tangan, sela-sela jari dan buku jari) adalah gejala klasik yang menunjukkan adanya kanker. Gejala yang disebut dermatomyositis ini biasanya disertai dengan rasa kurang bergairah dan melemahnya otot secara keseluruhan.
Kulit tangan mengeras Hilangnya elastisitas kulit tangan atau disebut scloderma sering menjadi petunjuk untuk mengetahui adanya masalah pada ginjal, paru-paru dan tenggorokan. Scloderma terjadi karena aliran darah di tangan berkurang, sehingga kulit dan jemari mengeras dan menjadi seperti cakar.
Last edited by gitahafas on Sat Jan 08, 2011 10:47 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12069 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Tue Nov 02, 2010 9:58 am | |
| "DARAH MANIS" SUSAH SEMBUH? Selasa, 2/11/2010 | 09:24 WIB KOMPAS.com - "Banyak orang bilang darah saya darah manis, Sebabnya, kalau luka susah sembuh dan bekas luka juga susah hilang. Seingat saya, ini sudah terjadi sejak saya kecil. Benarkah ada darah yang digolongkan darah manis? Bagaimana supaya darah saya tidak manis lagi sehingga luka dan bekas luka bisa cepat sembuh dan pulih? Atau saya harus memakai krim kulit tertentu?" (Helena, Jakarta)
Menurut Riani Susanto, ND, CT, naturopathy doctor dan detoxification specialist dari Klinik Harmony Zone, kalau kulit terluka dan bekasnya susah hilang, itu disebabkan oleh kondisi kulit yang kering. Kulit lembab memerlukan minyak dan air. Minyak berguna untuk melumas permukaan kulit, sedangkan air untuk melembabkan melalui jalan darah. Jika air di dalam sel dipertahankan, kulit akan kelihatan sehat dan awet muda.
Kondisi kurang kelembaban, awalnya disebabkan oleh kurang gizi atau komposisi gizi yang tidak tepat, misalnya kurang vitamin A dan B. Bisa juga karena kurang sinar matahari, kena efek bahan kimia pada kosmetik, serta pemakaian sabun mandi yang tidak cocok. Kulit kering ada dua jenis, yaitu kulit kering simpel dan kompleks. Kulit kering yang simpel, disebabkan oleh kurangnya kandungan minyak dan biasanya terjadi pada wanita di bawah usia 35 tahun. Sedangkan yang kompleks terjadi karena kekurangan minyak dan air sekaligus. Tanda-tandanya adalah kulit mulai kusam, keriput, kering, dan timbul bercak.
Untuk mengatasinya, minumlah vitamin A dan E minimal selama 3 bulan, perbanyak asupan buah dan sayur yang mengandung beta-karoten, pisang, telur, asparagus, bawang putih, dan bawang bombay. Plus, minum air putih secukupnya dan sering. Minum evening primrose oil pada malam hari, jus lidah buaya dicampur wortel ungu, wortel biasa, nanas, dan pepaya. Untuk perawatan luar, pakailah sabun jenis paraben free atau sabun mandi organik. Tambah dengan penggunaan body lotion berbahan dasar air dan tetap yang paraben free, serta organik dan natural. Yang perlu dihindari adalah minuman dan makanan manis, makanan dari terigu, gorengan, soft drink, dan minuman beralkohol. |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |