Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kesehatan Kulit

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 6 ... 8, 9, 10 ... 20 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:46 am

quote="Ali Alkatiri"]Botox treatments prompt warning



Doctors have issued a warning about the dangers of using excessively high doses of the potentially fatal toxin botox in cosmetic treatments.
The Journal of the American Medical Association reports four cases where patients were given doses many times higher than the estimated lethal dose.
The treatments were given using toxin intended for laboratory use.
Experts said UK patients were at risk from delays in deciding if those who can give botox should be restricted.

Lethal doses
Botulism is a rare paralytic illness caused by the botulinum toxins.
Left untreated, it may result in respiratory failure and death.
In the four cases reported to the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), in Atlanta, the patients were found to have been injected with a highly concentrated, unlicensed preparation of botulinum toxin A. It had been intended for laboratory research, and was not intended for human use.
But a doctor at one unnamed clinic gave the three patients - and himself - courses of four to six injections as facial cosmetic treatments.
All four eventually reported symptoms of progressive weakness and abnormalities in the nerves that control functions such as movement of the facial muscles and swallowing. Two also experienced shortness of breath.
The CDC researchers say the patients may have received doses 2,857-times the estimated human lethal dose by injection.

Although the precise lethal dose is not known, researchers point to primate studies suggesting it is around 40 micrograms per kilogram of body weight.
Tests prior to treatment showed three out of the four had blood serum toxin levels equivalent to 21 to 43 times the estimated lethal dose. Data for the fourth patient was not available. The researchers say the patients did not die because they received prompt hospital treatment.
The doctor involved in the case pleaded guilty to misbranding a drug and was sentenced to three years in prison.

'Negative attention'
Writing in the journal, the team, led by Daniel Chertow, said: "Physicians and patients must be aware of the hazards associated with illegitimate use of unlicensed botulinum toxin products. "Only licensed products should be used clinically."
In the UK, an expert working group submitted a report to the government in January last year calling for powers to regulate the cosmetic treatment industry, including who should be able to give botox treatments.
But there has so far been no decision on whether or not these recommendations will be accepted.

Paul Stapleton, head of the Mapperly Park Clinic, part of the Independent Healthcare Advisory Service which has backed calls for tougher regulation, said: "Problems like this case reported in the US could occur in the UK.
"Without regulation, there is nothing to stop unqualified and untrained people giving botox treatments."
He added: "We have been working for a number of years to bring regulation to a sector that has run rampant, bringing both damage and risk to public health.
"There is clearly a direct link between the huge growth in this sector and the rise in medical problems, complaints and negative media attention."

A Department of Health spokeswoman said: "We are still considering the form of regulation that would provide the best approach for both treatment providers and their patients and will publish further information in due course."

[/quote]
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:48 am

WAJAH TANPA EKSPRESI GARA GARA SUNTIK BOTOX
Rabu, 23 Juni 2010, 14:50 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
VIVAnews - Sejumlah wanita mengandalkan suntik botoks untuk menghaluskan tanda-tanda penuaan di wajah dan leher. Mereka agaknya tak sadar bahwa metode kecantikan itu memiliki risiko kesehatan jangka panjang dan bisa memengaruhi ekspresi wajah dan emosi penggunanya. Penelitian Barnard College seperti yang dikutip Shine menunjukkan, cairan botoks yang disuntik ke wajah bisa melumpuhkan otot-otot dan mengurangi ekspresi wajah. Akibatnya, bisa mempengaruhi emosi yang bersangkutan.

Para ilmuwan yang meneliti cara kerja botoks terkait kinerja motorik untuk mengubah ekspresi wajah serta mengirim umpan balik ke sensoris otak. Ekspresi wajah merupakan sinyal perasaan kita. Namun, mereka menemukan, penampilan 'awet muda' akibat botoks bukan hanya menciptakan penampilan muda yang palsu, tetapi juga menjadikan pemiliknya terlihat tak memiliki emosi atau memakai 'topeng'. Jadi, sebelum memutuskan untuk mempermak wajah dan memperbaiki penampilan dengan suntik botoks, ada baiknya mempertimbangkan kemungkinan berikut: Beroleh wajah muda tanpa ekspresi atau mempertahankan wajah dengan ekspresi dan emosi saat tersenyum. (pet) • VIVAnews


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 6:32 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:49 am

LABEL PERINGATAN LEBIH KERAS UNTUK BOTOX PERLUKAH?
KILAS - Edisi Maret 2008 (Vol.7 No.Cool) Farmacia
Sebuah organisasi pembela hak konsumen di Amerika Serikat (Public Citizen) pada 24 Januari 2008, mengajukan petisi pada FDA agar mempertajam peringatan tentang Botox, toksin yang digunakan oleh jutaan orang untuk mempermulus kulit. Menurut organisasi yang didirikan oleh mantan kandidat wakil presiden AS , Ralph Nader, upaya ini penting dilakukan karena efek samping serius dari Botox, termasuk kematian.

Meski demikian, tak satupun baik Allergen Inc sebagai perusahaan yang memproduksi dan memasarkan Botox, maupun American Society for Dermatologic Surgery, kelompok ahli bedah yang menggunakan produk ini, percaya bahwa peringatan lebih lanjut memang diperlukan. Alhasil FDA tidak begitu bergeming untuk mempertajam peringatan tentang Botox.

Botulinum toxin merupakan suatu racun alami yang dijumpai pada makanan yang telah terurai. Kekuatan racun ini 40 juta kali melebihi sianida. Saat disuntikkan, sejumlah kecil dosis toksin memparalisis otot dan mencegahnya berkontraksi untuk antara 4 dan 6 bulan, waktu ideal untuk mengurangi sementara kerut muka.

Pada petisinya, Public Citizen mencatat bahwa FDA telah melegalkan penggunaan Botox untuk sejumlah indikasi terbatas, termasuk kontraksi otot leher dan bahu yang tidak tekontrol, mata juling, mata terbelalak ( spasmodic blinking of the eyes), dan keringat yang berlebihan di ketiak. Satu-satunya penggunaan kosmetik yang dilegalkan adalah untuk menghilangkan kerut di antara dua kelopak mata untuk sementara. Dan, sebagian besar penggunaan Botox untuk kosmetis selama ini tidak disahkan.

Untuk beberapa kasus, menurut Public Citizen, toksin telah menyebar ke bagian tubuh lain dengan konsekwensi serius, semisal paralisis otot pernapasan dan susah menelan yang memungkinkan makanan dan cairan masuk ke saluran napas dan paru-paru, sehingga menyebabkan aspirasi pneumonia. Kelompok ini juga mengatakan, antara November 1997 dan Desember 2006 terjadi sekitar 16 kematian dari 658 kasus efek samping yang dilaporkan.

Meski organisasi pembela hak konsumen tersebut gencar meminta agar peringatan dipertajam, namun menurut American Society for Dermatologic Surgery yang beranggotakan 5000 dokter spesialis ini mengatakan, peringatan yang ada di label Botox selama ini sudah cukup, yakni "hanya digunakan oleh dokter terlatih".


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 6:32 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:49 am

PRAKTIK KECANTIKAN DENGAN BOTOX TIDAK SEMBARANGAN
Selasa, 29 Januari 2013 | 16:03 WIBBBCTERKAIT
Metrotvnews.com: Memiliki kulit yang cantik dan awet muda merupakan dambaan setiap perempuan. Untuk mendapatkan impian tersebut, tidak sedikit perempuan yang menempuh perawatan dengan botox untuk memperoleh penampilan yang sempurna. Namun demikian, perawatan kecantikan dengan botox sebenarnya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. The Royal College of Surgeons (RCS), menyebutkan bahwa pihaknya kini telah menarik bahan baku botox dari para pedagang nakal. Direktur medis NHS,Sir Bruce Keogh, telah memonitor industri kosmetik dan akan melaporkan hasilnya kepada pemerintah pada bulan Maret tahun ini. Dalam penuturannya, pihak dari RCS telah melakukan tindakan keras bagi pedagang yang membandel. Bukan hanya bentuk hukuman, pihaknya bahkan telah mengatur penetapan standar penggunaan botox, termasuk dari para ahli kecantikan. Presiden RCS, Prof Norman Williams mengatakan, "Profesi seperti kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan standar yang kita harapkan dalam penggunaan (botox)." Ia melanjutkan, "Kami memiliki keprihatinan serius bahwa tidak semua orang yang menawarkan prosedur kosmetik secara memadai memenuhi syarat atau bahwa pasien mendapatkan informasi yang akurat sebelum perawatan." "Kami berharap standar ini akan menjadi masukan review berkelanjutan industri yang dipimpin oleh NHS direktur medis, Sir Bruce Keogh, sehingga mampu meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien," papar Prof William. Seperti diketahui, RCS membuat beberapa rekomendasi, termasuk ketentuan bahwa siapa pun yang berencana untuk melakukan prosedur kosmetik harus memiliki penilaian psikologis menyeluruh terlebih dahulu. Hanya mereka yang telah diakui kualifikasi medis dan telah menjalani pelatihan resmi yang bisa melangsungkan praktik operasi kecantikan dengan botox. The British Association of Plastic Surgeons Estetika (BAAPS), yang mewakili sekitar sepertiga dari ahli bedah plastik di Inggris, juga akan menyambut jika ada kontrol yang lebih ketat. BAAPS mengatakan semua ahli bedah yang terakreditasi sepenuhnya terlatih, diperiksa dan memenuhi syarat untuk melaksanakan prosedur kosmetik. "Tapi itu tidak bisa menjamin hilangnya bahaya yang bisa dilakukan oleh pihak swasta. Dalam hal ini, konsumen harus lebih peduli dalam memilih," pungkas Prof. William. (BBC/*/OL-12)


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:04 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:50 am

INOVASI JARUM TUMPUL MEMBUAT PROSEDUR BOTOX DAN FILLER BEBAS NYERI
Penulis : Hesti Pratiwi | Rabu, 25 Juli 2012 | 16:24 WIB
KOMPAS.com - Tak peduli berapa pun umur Anda, jarum suntik bagi sebagian orang akan sangat mengerikan. Apalagi kalau harus membayangkan bakal ditusuk-tusuk di sekitar wajah. Maka, kalau mendengar kata botox atau filler yang pertama kali tersirat bagi sebagian dari kita adalah sakit serta ngeri. Seperti hal zaman yang selalu berkembang, begitu pun teknologi dunia kecantikan. Berbagai penemuan baru tercipta dan terus dikembangkan atas nama keamanan serta kenyamanan pasien. Kemajuan tersebut juga termasuk pada jarum yang digunakan buat mengaplikasikan filler atau botox. "Pix'L Cannula, disebut juga jarum tumpul itu temuan baru yang sangat istimewa, sebab memudahkan kerja dokter sekaligus membuat pasien lebih nyaman. Tidak merasakan sakit dan juga tidak lebam setelah perawatan,"ujar Dr. Olivia Ong, Dipl. AAAM, pada acara buka puasa bersama di tempat prakteknya, Hang Lekir 5 No 23, Jakarta, Selasa (24/7), kemarin.

Dalam kesempatan itu Dr. Olivia menerangkan lebih banyak tentang keuntungan jarum tumpul tersebut. Penggunaan jarum tumpul memiliki keunggulan mengurangi rasa sakit sebab, Pix'L micro cannula tidak seperti jarum tajam yang langsung menembus serta menabrak apa saja yang menghalanginya. Jarum tumpul bekerja dengan cara meluncur perlahan ke dalam. Ujung tumpulnya tidak akan melukai pembuluh darah.

"Saat di tusukan jarum tumpul itu jika ia menyentuh pembuluh darah, jarummya tidak akan menembus pembuluh darah tapi membelok mencari jalan lain. Beda dengan jarum tajam sekali masuk ia akan menembus apa saja di bagian bawahnya." Panjang lebar Dr. Olivia menjelaskan akibat tidak ada pembuluh darah yang luka pasien akan merasakan hampir tidak ada nyeri atau pembengkakan. "Jarum ini sangat istimewa karena dibuat di perbatasan Perancis, buatan tangan oleh para pengrajin jam tangan mewah Rolex. "Jarum dibuat satu-satu dengan sangat teliti,"terang Dr. Olivia yang merasa pekerjaan juga sangat terbantu oleh inovasi ini. "Jarumnya juga fleksibel di dalam kulit, mampu menjangkau area yang lebih luas untuk mengisi filler. Saat pengerjaannya pun tak perlu suntikan di banyak titik wajah. Misalnya buat filler daerah mata hanya perlu dua titik saja sudah mencakup banyak area yang butuh pengisian." Tanpa trauma yang terjadi pada jaringan pembuluh darah, tanpa bengkak dengan inovasi ini memungkinkan Anda bisa langsung beraktivitas seperti biasa. "Pasien saya yang sudah senior dan rutin mengisi filler banyak yang merasa happy. Sebab mereka biasa pakai jarum tajam yang lebih sakit dan mengalami lebam setelahnya."


Last edited by gitahafas on Wed Jul 25, 2012 4:26 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:51 am

KENALI MANFAAT DAN BAHAYA SUNTIKAN BOTOX
Posted on November 17, 2012 by GrowUp Clinic http://painkillerclinic.wordpress.com/2012/11/17/
Injeksi Botok semakin marak digunakan di dunia medis karena berbagai manfaat dan keuntungannya. Botox semakinbanyak digemari masyarakat ketika juga bermanfaat untuk kometika dan kecantikan. Tetapi dibalik berbagai manfaat suntikan botox tersebut dapat berdampak komplikasi mulai yang ringan dan menganccam jiwa. Mengingat dampak dan bahaya yang bisa terjadi maka sebaiknya pemberian injeksi Botox harus dilakukan oleh dokter ahli yang berkompeten. Botox adalah nama dagang dari Botullinum Toxin A yaitu protein murni yang diekstraksi dari bakteri Clostridium Botullinum. Proses pemurnian protein dari bakteri ini sama dengan proses pemurnian protein pada obat antibiotika lainnya. Botox lebih tepat dikatakan obat, bukan kosmetik. Penggunaan botox untuk tujuan pengobatan disetujui FDA Amerika (Food & Drug Administration) pada tahun 1980-an. Saat itu dilaporkan botox terbukti dapat mengatasi kedutan sekitar mata. Awalnya digunakan untuk tujuan medis, seperti memperbaiki kelainan fungsi otot, mengurangi kejang-kejang di sekitar mata serta meringankan kedutan, botox kemudian mulai lazim digunakan dalam dunia kecantikan dan kosmetik untuk menghaluskan kerutan. Dalam dunia kecantikan, botox masih sangat populer sebagai jalan pintas untuk menghilangkan kerutan, apalagi tak banyak diketahui efek samping dari suntikan toksin ini. Botox dulu dipakai oleh para dokter syaraf untuk membantu pasien yang wajah miring supaya kelihatan seimbang kembali. Saat ini Botox dipakai luas di seluruh negara sebagai salah satu terapi terpopuler di dunia kecantikan. Botox adalah racun hasil mikroba clostridium botulinum, yang biasanya ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Pada dosis yang sangat rendah, botox dapat mengendurkan otot yang tegang. Botox disuntikkan pada bagian yang berkerut sehingga otot menjadi relaks dan tidak berkontraksi. Botox juga bisa berfungsi untuk menahan otot bagian tertentu sehingga alis atau rahang menjadi lebih naik posisinya. Botox juga sering dipakai untuk mengatasi masalah keringat berlebih pada ketiak. Efek botox dapat terlihat dalam 2-3 hari setelah penyuntikan. Di Indonesia, biaya sekali suntik botox masih cukup mahal, sekitar Rp 3-4 juta.

Botox Untuk Kosmetika
Pada April 2002, botox memperoleh persetujuan dari FDA untuk perawatan anti kerut antara alis atau biasa disebut frown lines. Botox kini sering digunakan untuk mengatasi masalah kecantikan, antara lain untuk melemaskan otot yang berkerut, menaikkan alis yang disebabkan oleh mata yang turun, mengoreksi bentuk rahang serta mengurangi produksi keringat yang terlalu berlebihan pada ketiak, tangan, dan bagian tubuh lainnya. Botox (Botulinum Toxin) untuk merelaksasi otot wajah. Obat itu berfungsi supaya garis kerutan dari hasil ekspresi wajah yang berlebihan bisa dipudarkan dan kelihatan natural tanpa garis berarti. Terapi kecantikan ini bisa diberikan pada pasien yang sudah menampakkan garis-garis di wajah. Usia yang disarankan adalah setelah 20 tahun ke atas, bilamana garis wajah sudah mulai bermunculan. Botox bekerja dengan cara melemaskan otot wajah, tepatnya di area yang berkerut. Botox bekerja efektif pada kerut dinamis atau kerut yang tampak saat wajah Anda berekspresi (tersenyum, mengerutkan dahi, misalnya). Ekspresi wajah Anda terjadi saat otak mengirimkan sinyal ke serat otot wajah. Hasilnya, otot tersebut melakukan kontraksi sehingga menimbulkan kerutan. Jika hal ini berlangsung secara sering dan terus menerus dan didukung oleh usia yang semakin menua maka akan terjadi bekas kerutan yang cukup dalam. Akibatnya, wajah pun terlihat lebih tua. Botox yang disuntikan pada bagian yang berkerut akan menghambat otot berkontraksi kuat sehingga kerut menghilang. Pada kasus browlift (menaikan alis) dan koreksi rahang, botox berfungsi untuk menahan otot bagian tertentu sehingga alis atau rahang menjadi lebih naik posisinya. Pada kasus keringat yang berlebih, botox berfungsi menghambat kerja acetylcholine (penyebab keluarnya keringat dari kelenjar keringat). Karena terhambat, maka keringat pun tidak keluar pada tempat tertentu. Prosedur perawatan botox tidak memakan waktu lama namun harus dilakukan oleh dokter ahli, untuk menghindari resiko negatif dari salah injeksi dan sebagainya. Injeksi botox biasanya dilakukan dengan atau tanpa anastesi, tergantung dari kondisi setiap individu. Anastesi sendiri, digunakan untuk menghindari rasa tidak nyaman selama proses injeksi. Hasil suntikan botox akan terlihat maksimal dalam 3-7 hari setelah injeksi, selain itu Anda harus menghindari konsumsi alkohol dan aspirin. Efek injeksi botox dapat bertahan 4 hingga 6 bulan dan secara perlahan-lahan otot akan kembali mampu berkontraksi kuat seperti semula. Anda dapat kembali menggunakan botox kapan pun Anda inginkan. Namun tidak dapat digunakan untuk mengatasi kerutan dalam atau kerut yang terlihat bahkan saat tidak berekspresi yang terjadi akibat radiasi sinar matahari. Untuk menyempurnakan hasil akhir injeksi botox agar terlihat lebih halus dan alami, Anda dapat memadukan perawatan anti aging botox dengan dermal filler Restylane. Dermal filler efektif bahkan untuk kerutan dalam yang bersifat statis. Yang dimaksud dengan kerutan statis adalah kerutan yang tampak bahkan saat Anda tidak berekspresi atau diam saja. Dermal filler akan mengisi lapisan dermis kulit sehingga kontur kulit kembali halus sekaligus meremajakan kulit


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:14 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:51 am

EFEK SAMPING DAN DAN BAHAYA SUNTIKAN BOTOX
Posted on November 17, 2012 by GrowUp Clinic http://painkillerclinic.wordpress.com/2012/11/17/
Efek samping yang umumnya ringan dan bersifat sementara dapat diprediksi dari adanya kelumpuhan otot dan struktur kimia protein dari molekul, sehingga, secara umum, dalam dua bidang utama dari efek samping berupa kelumpuhan kelompok yang salah otot dan reaksi alergi. Memar di tempat suntikan adalah efek samping bukan dari racun, melainkan cara pemberian.

- Dalam penggunaan kosmetik mengakibatkan ekspresi wajah yang tidak pantas, seperti kelopak mata terkulai, penglihatan ganda, senyum tidak merata, atau hilangnya kemampuan untuk menutup mata. Hal ini akan hilang dalam sekitar enam minggu.

- Memar dicegah dengan menerapkan tekanan dokter untuk tempat suntikan, tetapi masih mungkin terjadi, dan akan berlangsung sekitar tujuh sampai 11 hari.

- Ketika menyuntikkan otot masseter rahang, hilangnya fungsi otot akan berakibat pada hilangnya atau pengurangan kekuatan untuk mengunyah makanan padat. Semua perawatan kosmetik dari durasi yang terbatas, dan hingga enam minggu. Tetapi biasanya Periode yang efektif berlangsung dari dua sampai tiga bulan. Pada dosis yang sangat rendah digunakan untuk pengobatan, toksin botulinum memiliki tingkat yang sangat rendah toksisitas manusia dan hewan.

- Efek samping lainnya dari penggunaan kosmetik termasuk sakit kepala, disfagia, seperti flu sindrom, penglihatan kabur, mulut kering, kelelahan, reaksi alergi dan pembengkakan atau kemerahan di tempat suntikan

- Sebuah petisi oleh masyarakat awam ke FDA telah meminta tindakan pengaturan mengenai kemungkinan penyebaran toksin botulinum (Botox, Myobloc) dari tempat injeksi ke bagian lain dari tubuh.

- Individu yang sedang hamil, memiliki alergi telur atau gangguan neuromuskular disarankan untuk menghindari Botox.

- Botox menghilangkan atau mengimbangi perasaan emosional dalam situasi tertentu. Itu mungkin karena interaksi kurang antara gerakan otot wajah dan otak. Jika sinyal otot dari wajah ke otak yang basah, Anda kurang mampu membaca emosi. Salah satu cara botox dapat mempengaruhi perasaan emosional adalah dengan meredam relay sinyal dari wajah ke pusat amigdala dan batang otak untuk gairah otonom.

- Efek botox terhadap gangguan mental dapat melampaui perasaan emosional dengan kemampuan untuk memahami bahasa tentang emosi. Sebuah studi eksperimental menunjukkan penggunaan kosmetik toksin botulinum untuk pengobatan lini glabellar mempengaruhi kognisi manusia. Penelitian oleh Havas dkk terhadap subyek untuk membaca emosi (marah, sedih, senang) kalimat sebelum dan dua minggu setelah suntikan Botox dalam otot corrugator supercilii digunakan dalam mengerutkan kening. Kemampuan membaca kalimat untuk marah dan sedih lebih panjang setelah injeksi dibanding sebelum injeksi, saat membaca kalimat bahagia kali untuk tidak berubah. Temuan ini menunjukkan kelumpuhan otot wajah memiliki efek selektif dalam kognisi manusia, dan menunjukkan Botox menghambat kemampuan untuk memahami bahasa.

- Berpotensi masuk ke otak
Penelitiant terakhir menyebutkan bahwa Botulinum toxin” memutuskan hubungan antara sel-sel saraf dengan merusak protein yang disebut SNAP-25. Gangguan itu melumpuhkan otot yang dikendalikan oleh sel-sel saraf tersebut. Benda yang lumpuh itu memungkinkan para dokter merawat beberapa penyakit seperti “strabismus” (atau mata juling). Operasi plastik juga menggunakan dosis rendah untuk melumpuhkan otot wajah, sehingga garis dan kerutan jadi tak terlihat. Satu tim peneliti Italia meneliti penggunaan potensial lain toksin tersebut: untuk merawat epilepsi. Namun saat mempelajari dampaknya pada tikus yang menderita epilepsi, mereka menemukan bukti mengenai toksin pada kedua sisi otak hewan itu, sekalipun mereka hanya telah menyuntiknya di satu sisi. Dengan menggunakan dosis yang sesuai dengan yang disarankan pada manusia, para peneliti kemudian menyuntikkan “botulinum” ke dalam mata, dagu, dan otak pada tikus normal. Mereka melacak toksin itu –SNAP-25 yang tergantung– untuk melihat di mana dan bagaimana zat tersebut bergerak melewati sistem saraf. Dalam kasus “botulinum” jenis A, jenis yang digunakan pada Botox, mereka mendapati bahwa rongsokan di sepanjang saraf berasal dari tempat suntikan dan di saraf yang berdekatan. Toksin itu bahkan mencapai bagian pangkal otak. Satu bagian penting toksin itu aktif di tempat yang bukan diperuntukkan baginya. Percobaan itu adalah yang pertama yang memperlihatkan bahwa “botulinum” bergerak. Namun beberapa ahli menyanggah larena Botox telah digunakan selama lebih dari 25 tahun dengan sangat sedikit komplikasi, kecuali Anda kelebihan dosis. Ia menambahkan bahwa kemampuan toksin itu untuk menyebar mungkin memiliki sisi positif, sehingga memungkinkan dokter mengobati penyakit yang berpusat di otak seperti epilepsi.

- Mengancam Jiwa.
Bukti bahaya penggunaan botox kembali terungkap setelah jatuhnya beberapa korban meningggal di Inggris belum lama ini. Dari 16 orang yang terenggut nyawanya akibat dampak suntikan Botox, empat di antaranya adalah remaja belia berusia belasan tahun. Seperti dilaporkan The Sun, suntikan botox telah merenggut nyawa empat remaja berusia 18 tahunan tersebut. Selain mereka, ada 87 orang lainnya yang menjadi korban, namun masih dapat diselamatkan lewat pertolongan medis di rumah sakit. Di Inggris sendiri, tercatat sekitar 55.000 suntikan botox diberikan kepada para pasien dengan berbagai keperluan termasuk perawatan wajah supaya terlihat awet muda. Botox sebenarnya berasal dari racun atau bakteria bernama botulinum toxin type A. Sebuah layanan perlindungan konsumen kini telah mendesak pemerintah untuk menarik obat kosmetik berbahaya tersebut -termasuk versi sejenisnya yakni Myobloc - sekaligus memberi peringatan bahwa obat tersebut dapat menyebabkan kematian. Kelompok Public Citizen dari AS juga melaporkan setidaknya ada 180 laporan dikirim kepada Food and Drug Administration (FDA) mengenai penggunaan Botox dan Myobloc, yang digunakan pada pengobatan kekakuan leher. Dalam laporan tersebut, botox dapat menimbulkan kematian selain juga gangguan pelemahan pada otot dan kesulitan menelan. Kelompok itu pun meminta pencantuman label peringatan “risiko kematian” pada seluruh botol kemasan botox. Badan Obat Eropa (European Medicines Agency) yang berbasis di London pada Agustus 2007 mencatat ada 600 kasus efek samping yang buruk akibat perawatan kecantikan yang kian marak digunakan di seluruh dunia ini. Pada 28 kasus, ditemukan adanya korban jiwa. Di Jerman,the Federal Institute for Medication and Medical Product (semacam badan pengawas obat) menerima 210 laporan kasus yang diduga terkait dengan suntik botox. Lima kasus di antaranya mematikan.The US Food and Drug Administration (FDA) bulan Februari 2008 lalu juga mengingatkan, penggunaan suntik anti kerut ini memiliki dampak yang fatal, yakni kematian. Demikian dilaporkan media di Jerman, Deutsche Welle.

- Penumpukan bakteri
Suntikan yang terus-menerus ini tentu saja bisa menyebabkan penumpukan bakteri botox di wajah.

- Otot menipis
Pemakaian yang berulang juga akan membuat otot-otot wajah menipis. Sehingga otot malah menjadi gampang kendur.

- Otot wajah kaku dan sulit berekspresi
Sistem kerja botox hanya berlangsung sementara, yakni hanya bekerja dalam waktu empat hingga enam bulan. Setelah itu, otot wajah kembali mengerut. Ketika otot kembali normal, suntik botox bahkan dapat meninggalkan dampak negatif pada wajah. Otot wajah terkadang menjadi kaku dan susah berekspresi

- Mengganggu otot
Suntik botox juga bisa menimbulkan efek samping pada otot. Otot bisa menjadi tidak simetris, bahkan menimbulkan kelumpuhan. Komplikasi lain bila salah dalam penanganan berpotensi menimbulkan kelumpuhan otot.

- Mengganggu bicara dan makan
Suntik botox juga bisa menimbulkan rasa sakit dan memar ringan di sekitar suntikan. Oleh karena itu, lebih baik, jangan melakukan suntik botox di sekitar mulut karena akan mengganggu cara berbicara dan makan.

- Menurunkan alis mata atau kelopak mata
Dampak lainnya juga bisa menurunkan alis mata atau kelopak mata

- Botox menyebabkan jenis ringan, kebutaan sementara, kognitif terhadap informasi di dunia, informasi sosial tentang emosi orang lain.”

- Mulut kering

- Kesulitan bernafas

- Gangguan bicara

- Kelopak mata terkulai.


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:21 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:52 am

9 LANGKAH PEMULIHAN SETELAH SUNTIK BOTOX
http://bumbata.co/1537/tips-kecantikan
Bila dibandingkan dengan prosedur kosmetik lainnya, langkah pemulihan setelah suntik Botox cukup mudah dan cepat. Botox disuntikkan tanpa anestesi. Setelah prosedur dilakukan, pasien dapat segera pulang. Efek samping secara umum amat minimal, apalagi jika penyuntikan dilakukan oleh ahli yang berpengalaman. Berikut adalah 9 langkah pemulihan pasca mendapatkan suntikan Botox:

Langkah 1
Segera setelah prosedur dilakukan, pastikan untuk mengompres area injeksi dengan es selama paling tidak 10 menit. Kompresan es akan mencegah memar dan pembengkakan.

Langkah 2
Jika harus menggunakan make up, pakai tipis saja. Ini untuk meminimalkan bintik kemerahan yang mungkin timbul. Memakai concealer juga akan membantu.

Langkah 3
Hindari memijat atau menekan daerah injeksi. Memijat dapat membuat Botox jadi menyebar sehingga akan melumpuhkan otot-otot wajah yang lain. Cuci wajah dengan lembut dan usahakan tidur dalam posisi terlentang.

Langkah 4
Luangkan waktu agar tubuh dapat pulih sepenuhnya serta hindari aktivitas fisik berat selama minimal 24 jam. Aktivitas berat dapat menyebabkan Botox menyebar ke daerah lain.

Langkah 5
Tinggikan atau tegakkan kepala minimal 3 sampai 4 jam setelah suntikan diberikan. Sekali lagi, ini dapat membantu menghindari Botox menyebar ke area lain.

Langkah 6
Bicaralah dengan dokter berkenaan dengan “latihan wajah” untuk menguji otot-otot wajah. Tes atau latihan wajah diperlukan untuk memastikan wajah masih bisa melakukan berbagai ekspresi.

Langkah 7
Cari tahu apakah ada zat yang harus dihindari. Diskusikan dengan dokter berbagai jenis make up, pembersih, dan pelembab yang boleh atau tidak boleh digunakan untuk menghindari infeksi dan efek samping yang mungkin timbul.

Langkah 8
Cari tahu hasil apa yang Anda harapkan serta evaluasi hal ini setelah 24 jam. Jika belum puas, mungkin diperlukan tambahan 3 – 10 hari untuk sepenuhnya melihat hasilnya. Setiap orang bereaksi berbeda terhadap aplikasi Botox. Jangan terlalu khawatir jika hasilnya tidak segera tampak.

Langkah 9
Jadwalkan dengan dokter untuk bertemu kembali setelah masa pemulihan selesai. Dokter akan mengevaluasi apakah hasilnya sesuai dengan tujuan semula atau tidak.


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:25 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:52 am

ADAKAH EFEK SAMPING JANGKA PANJANG BOTOX?
http://bumbata.co/1557/tips-aman-botox
Botox sangat populer digunakan untuk mengurangi keriput pada wajah. Botox bekerja cepat dan cukup efektif. Memang prosedur ini tidak murah, tapi jelas lebih murah dibanding melakukan bedah kosmetik. Suntikan Botox tidak bertahan permanen. Itu sebab, pengulangan diperlukan untuk tetap menyamarkan kerutan pada wajah. Pertanyaannya sekarang adalah apakah menggunakan Botox untuk waktu yang lama tetap aman? Tidak ada keraguan bahwa Botox terbukti efektif, tapi menyuntikkan racun dari tahun ke tahun apakah tidak menyebabkan efek samping tertentu Botox dibuat dari racun yang diproduksi oleh bakteri Botulism yang digunakan untuk melemaskan otot-otot wajah sehingga keriput menghilang. Botox menjadi populer karena prosedur ini relatif tidak menyakitkan dibanding dengan operasi kosmetik wajah. Siapa yang ingin memiliki operasi di wajah? Tidak ada. Tapi semua ingin memiliki hasilnya. Semua menginginkan wajah muda tanpa kerut atau keriput. Kabar baiknya, Botox telah digunakan sejak tahun tujuh puluhan. Telah ada cukup pengalaman dan statistik tentang penggunaan prosedur ini. Sejauh ini penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan jumlah kecil Botox tidak akan merugikan dalam jangka panjang. Tapi toh seseorang harus menghentikan penggunaan Botox suatu saat nanti. Ini disebabkan Botox tidak akan lagi efektif menghapus semua keriput di wajah. Jika masih tetap ingin tampil muda, bukan lagi Botox, melainkan operasi kosmetik wajah yang harus dipertimbangkan.


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:29 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 6:53 am

CARA KERJA BOTOX MENGHILANGKAN KERIPUT
http://bumbata.co/1527/tips-anti-kerut-cara-kerja-botox-menghilangkan-keriput/
Botox dianggap merupakan solusi dari berbagai masalah kecantikan seperti dagu dan kelopak mata kendur hingga keriput pada wajah.

Kita lantas bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya cara kerja Botox?
Untuk memahami cara kerja Botox, pertama kita harus mengetahui dari mana asal Botox. Racun Botulinum, yang merupakan bahan dasar Botox, pertama kali diteliti pada tahun 1960-an. Awalnya Botox ditujukan untuk mengobati gangguan neurologis. Pada tahun 1989, Botox akhirnya disetujui oleh FDA (BPPOM Amerika) untuk mengobati gangguan otot mata seperti blefarospasme, mata berkedip tak terkendali, strabismus, juling, hingga keriput. Pada tahun 2000, Botox disetujui untuk mengobati distonia leher. Ini adalah gangguan yang menyebabkan kontraksi parah pada bahu dan leher. Dalam perjalanannya, dokter menemukan bahwa Botox ternyata mampu melembutkan kerutan di antara alis. Akhirnya pada tanggal 15 April 2002, Botox disetujui oleh FDA.

Jadi bagaimana cara kerja Botox?
Ketika disuntikkan ke otot-otot dahi, Botox memblok impuls saraf yang mengakibatkan melemahnya otot-otot yang menyebabkan kerutan. Akhirnya selama beberapa bulan berikutnya, kerutan atau keriput menjadi lebih lembut dan dalam banyak kasus akhirnya hilang sepenuhnya. Botox juga bisa disuntikkan ke bagian lain otot wajah dengan tujuan sama, menyamarkan kerutan. Suntikan Botox sendiri sebenarnya berasal dari Botulinum. Ya, Botulinum yang bisa membuat tubuh keracunan. Botox dibuat dari toksin Botulinum yang dimurnikan. Untuk membuatnya lebih sederhana, setiap kali Anda tertawa, tersenyum, cemberut, atau saat melakukan apa saja dengan otot-otot wajah, kerutan muncul akibat kontraksi otot-otot wajah. Setelah bertahun-tahun melakukan segala macam ekspresi ini, garis atau kerutan mulai menjadi permanen. Jika ini telah terjadi, tidak ada krim anti kerut yang bisa menyembuhkan. Di situlah Botox bisa menjadi solusi. Setelah disuntikkan, untuk sementara Botox akan melumpuhkan otot-otot wajah sehingga Anda tidak dapat membuat ekspresi. Itu sebabnya orang-orang yang memiliki suntikan Botox terlihat seperti manekin. Orang yang disuntik Botox mungkin saja masih bisa membuat ekspresi, tapi ekspresi ini tidak sampai menampakkan kerut atau keriput. Itu sebab, hal ini akan membuat wajah terlihat lebih muda.


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:35 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 7:48 pm

DIBAGIAN TUBUH MANA BOTOX DAPAT DISUNTIKKAN?
http://bumbata.co/1574/
Botox merupakan obat injeksi yang digunakan untuk melumpuhkan atau melemahkan otot. Suntik Botox digunakan untuk mengurangi kekuatan atau kemampuan kontraksi otot-otot wajah sehingga mengurangi pembentukan keriput. Botox dapat disuntikkan di banyak tempat, tapi kebanyakan suntikan dilakukan pada daerah wajah. Di wajah, penggunaan Botox telah disetujui oleh FDA (BPPOM Amerika) untuk otot antara alis, yang dikenal pula sebagai daerah glabella. Otot ini diketahui menyebabkan keriput atau kerutan pada daerah di antara alis. Otot ini akan melemah setelah disuntikkan Botox, membuat keriput jadi memudar. Botox bisa pula digunakan pada area lain selain wajah. Walaupun dokter memiliki keleluasaan untuk menggunakan Botox di wilayah yang berbeda, tidak semua area tubuh telah terbukti aman setelah mendapatkan suntikan ini. Daerah yang umum mendapatkan Botox adalah dahi dan sisi luar kelopak mata. Botox dapat disuntikkan di sekitar sisi alis untuk membuat alis lebih atau kurang melengkung. Teknik ini lebih sulit daripada jenis suntikan biasa, pastikan untuk mendapatkan seorang dokter atau tenaga kesehatan yang berpengalaman. Dalam kasus lain, otot-otot yang muncul saat rahang dikatupkan dapat menyebabkan wajah tampak jadi lebar. Otot-otot ini disebut otot masseter. Jika Botox disuntikkan ke otot-otot ini, maka wajah akan terlihat kurang lebar. Botox bisa digunakan di daerah leher, meskipun ini lebih jarang dilakukan, untuk mengurangi kerut leher terutama saat tersenyum. Seiring bertambahnya usia, kerutan ini akan semakin nampak. Botox dapat pula digunakan untuk mengurangi keringat. Istilah kesehatan untuk keringat berlebih adalah hiperhidrosis. Pada kondisi ini, keringat umumnya mengalir banyak dari ketiak atau telapak tangan. Saat disuntikkan ke dalam kelenjar keringat, Botox akan membuat aktivitas kelenjar keringat berkurang sehingga kelebihan keringat dapat diatasi. Botox baru-baru ini telah memperoleh persetujuan FDA untuk mengatasi migren. Studi membuktikan bahwa injeksi Botox bisa mengurangi keluhan migren dibandingkan dengan sebelum injeksi.


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:41 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 7:52 pm

EFEKTIF MENGHILANGKAN KERUT PADA WAJAH DENGAN BOTOX
http://bumbata.co/2943/tips-botox-efektif-menghilangkan-kerut-pada-wajah-dengan-botox/
Botox adalah salah satu prosedur kecantikan yang sedang populer saat ini. Botox menjadi salah satu alternatif solusi bagi Anda yang ingin menghilangkan garis halus dan kerut pada wajah. Kerut atau keriput pada wajah biasanya disebabkan oleh bahan kimia yang disebut asetilkolin (acetylcholine). Akibat aksi asetilkolin pada kulit, maka otot menjadi kontraksi dan menghasilkan keriput. Botox memerangi keriput dengan cara melumpuhkan otot, sehingga otot berhenti berkontraksi. Saat melakukan prosedur Botox, maka Anda akan melihat hasil yang luar biasa hanya dalam satu minggu. Bahkan Botox bisa mengurangi keriput yang tidak sedap dipandang hampir 80% dan hasil yang didapat dalam satu sesi bisa bertahan lebih dari 3 bulan. Botox treatment biasanya diberikan melalui suntikan kepada pasien oleh dokter tanpa menggunakan anestesi atau obat bius. Sebelum disuntikan, dokter akan memilih berbagai titik suntik di wajah untuk memberikan hasil yang terbaik. Tidak seperti yang Anda ekspektasikan, titik suntikan ini biasanya berada di area otot bukan di keriputnya. Setelah memilih jumlah Botox yang akan disuntikkan, dokter akan menyuntikkan Botox ke kulit. Keseluruhan proses ini memakan waktu sekitar beberapa menit hingga 20 menit. Setelah itu, Anda pun bisa segera pulang. Botox adalah perawatan yang sangat efektif dan tidak terlalu invasif (minimally invasive) untuk mengurangi keriput dan tanda-tanda penuaan. Hasilnya pun bisa segera terlihat dan tidak memerlukan waktu pemulihan. Untuk wanita yang sadar akan penampilannya, Botox merupakan solusi ideal untuk menyingkirkan kerut dan keriput di wajah yang tidak diinginkan.


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 9:48 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 8:12 pm

AMANKAH MENGGUNAKAN BOTOX SAAT KEHAMILAN?
http://bumbata.co/2943/tips-botox
Suntik Botox menjadi prosedur yang banyak dipilih untuk menghilangkan kerut dan keriput pada wajah. Efek Botox bisa dilihat dengan cepat dan dapat bertahan hingga beberapa bulan. Suntik Botox juga relatif tidak terlalu mahal sehingga lebih terjangkau dibanding melakukan pembedahan kosmetik. Namun, wanita hamil dan menyusui sangat disarankan untuk tidak menggunakan segala jenis injeksi Botox. Hubungan antara Botox dan kehamilan belum pernah diteliti secara mendalam. Tidak diketahui bagaimana menggunakan Botox bisa membahayakan janin dalam kandungan. Namun dokter umumnya sepakat bahwa wanita hamil dan menyusui tidak boleh menggunakan suntikan Botox. Ada alasan lain mengapa praktisi kesehatan mengatakan bahwa menggunakan Botox selama kehamilan tidak diperlukan. Selama kehamilan, kulit umumnya akan menjadi lebih halus sehingga menghilangkan alasan untuk menggunakan Botox.

Apa itu Botox?
Botox merupakan singkatan dari Botulinum Toxin A. Ini adalah racun yang diproduksi oleh bakteri Botulism yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Jadi, ketika Botox disuntikkan untuk menghilangkan kerutan pada kulit, Anda sebenarnya memasukkan racun ke bawah kulit! Itulah sebabnya diasumsikan bahwa Botox dan kehamilan tidak akan bisa dilakukan beriringan. Mengapa begitu sedikit penelitian pada kasus ini? Penelitian akan sulit dilakukan karena Botox harus benar-benar disuntikkan pada wanita hamil untuk mengetahui efeknya. Tentu saja tidak ada calon ibu yang mau mengambil risiko ini. Oleh karena itu belum ada kesimpulan yang pasti terhadap hubungan Botox dan kehamilan.

Konsensus antara Dokter
Kebanyakan ahli bedah kosmetik dan dokter kandungan memperingatkan pasien mereka untuk tidak menggunakan Botox selama kehamilan. Saat hamil, akibat diproduksinya hormon tertentu, kulit akan menjadi lebih halus. Ini antara lain karena selama kehamilan tubuh lebih banyak menyimpan air sehingga kulit jadi lebih elastis dan lembut. Dalam beberapa kasus, bakteri Botulism dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, di luar daerah yang disuntik. Kondisi ini dapat mengakibatkan efek samping termasuk kesulitan bernapas dan menelan. Gejala lain mungkin saja timbul seperti perubahan suara, otot menjadi lemah, serta penglihatan kabur. Semua hal ini menjadi peringatan untuk menghindari Botox selama kehamilan.


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 10:09 am; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 8:13 pm

9 FAKTA UNIK DAN MENARIK TENTANG BOTOX
http://bumbata.co/1517/tips-kecantikan-9-fakta-unik-dan-menarik-tentang-botox/
Botox secara luas digunakan dalam bedah umum dan kosmetik. Tapi tahukah Anda bahwa Botox juga bisa melupuhkan otot tubuh? Itulah sebagian fakta tentang Botox, banyak orang mendukung pemakaiannya terutama karena manfaat kosmetik, sedang yang lain menentangnya akibat adanya potensi bahaya yang tidak kecil. Berikut adalah beberapa fakta unik dan aneh tentang Botox yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya:

1. Botox adalah nama komersil dari botulinum.
Botox sebenarnya beracun, bahkan dianggap salah satu racun paling kuat. Botox merupakan protein yang diproduksi oleh bakteri.

2. Anda mungkin pernah mendengar tentang botulisme sebelumnya, yaitu penyakit yang muncul akibat konsumsi makanan yang tercemar.
Namun, Botox tidak akan menyebabkan penyakit ini. Meskipun dibuat dari protein yang sama, Botox disuntikkan dalam tubuh dalam jumlah yang amat kecil sehingga tidak akan menyebabkan penyakit. Racun dalam Botox dimurnikan terlebih dahulu sehingga mampu menciptakan efek yang mirip dengan botulisme (kelumpuhan otot) tapi tidak berbahaya.

3. Koreksi kosmetik hanya sebagian kecil dari penggunaan Botox untuk pasien.
Orang yang menderita kejang otot, termasuk masalah pada kandung kemih bisa mendapatkan keuntungan dari suntikan Botox. Botox dapat menghilangkan rasa sakit bagi mereka yang menderita masalah otot.

4. Botox bisa digunakan untuk mengatasi masalah keringat.
Sebagian orang memiliki kelenjar keringat yang terlalu aktif sehingga berkeringat terus-menerus. Dengan menyuntikkan Botox ke dalam kelenjar keringat, produksi keringat bisa dikurangi secara efektif.

5. Ada lebih banyak kematian disebabkan penggunaan pengobatan “palsu” daripada jika menggunakan substansi yang benar. Dalam dua puluh tahun terakhir, kurang dari lima puluh kematian tercatat dan tidak ada yang terkait dengan penggunaan Botox kosmetik. Menggunakan bahan lain sebagai pengganti Botox yang belum diakui secara medis dapat menyebabkan cedera serius, komplikasi, bahkan kematian.

6. Botox cukup aman untuk kebanyakan orang.
Namun, wanita yang hamil atau orang yang memiliki alergi telur dianjurkan tidak menjalani perawatan ini karena potensi risiko yang lebih besar.

7. Kurang dari lima persen pasien yang menerima suntikan mengalami efek samping yang serius.
Efek samping suntikan Botox antara lain memar, pembengkakan, mual, demam, dan beberapa perdarahan kecil di tempat suntikan. Efek samping biasanya hanya bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu beberapa hari.

8. Belum siap menjalani bedah kecantikan?
Botox dapat dikombinasikan dengan pengisi dermal untuk membantu mengangkat dan mengencangkan wajah kendur dan menghilangkan keriput. Prosedur ini disebut sebagai “liquid facelift”, berbiaya lebih murah dan tidak terlalu menyakitkan dibanding prosedur pembedahan konvensional.

9. Hampir siapa saja dengan lisensi medis diperkenankan untuk memberikan suntikan Botox.
Namun, tentu lebih aman untuk menemukan seseorang yang benar-benar berpengalaman dan terampil seperti dokter kulit atau ahli bedah plastik


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 10:19 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 22848
Age: 56
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jul 21, 2010 8:37 pm

ANCAMAN KELUMPUHAN DIBALIK SUNTIKAN BOTOX
Rabu, 10 Maret 2010 | 08:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi sebagian orang, menjadi tua memang menakutkan. Makanya, begitu pantulan wajah di cermin memperlihatkan sedikit kerutan di wajah atau leher, mereka merasa resah dan gelisah bukan main. Bahkan, ada di antara mereka yang rela melakukan apa saja untuk menghilangkan kerutan itu. Sekarang memang tersedia banyak cara untuk menghilangkan kerutan di wajah, mulai dari menenggak obat untuk menghambat penuaan, memakai krim antipenuaan (anti-aging) yang banyak di pasar, suntik botox, hingga menjalani operasi plastik. Semua itu menjadi pilihan. Namun, tentu, Anda juga paham bahwa berbagai opsi itu punya konsekuensi dan harga masing-masing. Ongkos menghilangkan kerutan di wajah lewat operasi plastik, ambil contoh, lebih mahal ketimbang membeli krim atau menenggak kapsul tertentu. Begitu juga dengan metode suntik botox yang belakangan ini disukai oleh kebanyakan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebelum memilih suntik botox, Anda harus mengerti plus dan minus cara ini. Banyaknya artis papan atas Holywood, seperti Madonna, Liz Hurley, dan Kyle Minoque yang melakukan suntik botox, tidak otomatis bisa menjadi dasar bagi Anda untuk mengikuti jejak mereka. Suntik botox tak bisa dilakukan sembarangan. ”Apabila dosis dan cara penyuntikannya salah, bisa menyebabkan wajah rusak,” ajar Deby Susanti Vinski, Direktur Perfect Beauty Anti-Aging Clinic, Jakarta. Asal tahu saja, botox sebenarnya berasal dari bakteri beracun. Bakteri ini bahkan mampu meracuni makanan dalam kaleng. Saat dipakai ke wajah, lewat berbagai teknologi, sifat racunnya dikurangi. Cara kerja suntik botox adalah menyuntikkan bakteri botulinum toxin (botox) ke wajah. Bakteri ini bisa melemahkan atau menghalangi otot-otot berkontraksi. Walhasil, ketika otot tidak berkontraksi, kulit akan mengencang dan terlihat lebih halus. ”Dengan begitu, berbagai kerutan di wajah pun bisa hilang,” kata Eddy Karta, dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Otot wajah bisa lumpuh
Eddy mengatakan, sistem kerja botox hanya berlangsung sementara, yakni hanya bekerja dalam waktu empat hingga enam bulan. Setelah itu, otot wajah kembali mengerut. Menurut dia, ketika otot kembali normal, suntik botox bahkan dapat meninggalkan dampak negatif pada wajah. ”Otot wajah terkadang menjadi kaku dan susah berekspresi,” ujarnya. Oleh sebab itu, orang yang telah disuntik botox biasanya kecanduan. Setelah efek kencang hilang, mereka ingin mengulangnya kembali agar tampak awet muda. ”Biasanya empat bulan, mereka datang lagi untuk suntik botox,” ucap Eddy. Suntikan yang terus-menerus ini tentu saja bisa menyebabkan penumpukan bakteri botox di wajah. Pemakaian yang berulang juga akan membuat otot-otot wajah menipis. Alhasil, otot malah menjadi gampang kendur. Parahnya lagi, suntik botox juga bisa menimbulkan efek samping pada otot. Otot bisa menjadi tidak simetris, bahkan menimbulkan kelumpuhan. ”Terkadang juga bisa terjadi salah suntik yang berpotensi menimbulkan kelumpuhan otot,” ungkap Eddy. Bukan hanya itu, suntik botox juga bisa menimbulkan rasa sakit dan memar ringan di sekitar suntikan. ”Oleh karena itu, lebih baik, jangan melakukan suntik botox di sekitar mulut karena akan mengganggu cara berbicara dan makan,” kata Eddy. Dampak lainnya, botox juga bisa menurunkan alis mata atau kelopak mata. (Kontan/Adi Wikanto)


Last edited by gitahafas on Mon Feb 11, 2013 10:35 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Kulit

View previous topic View next topic Back to top 
Page 9 of 32Go to page : Previous  1 ... 6 ... 8, 9, 10 ... 20 ... 32  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 ::  :: -