|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:46 am | |
| quote="Ali Alkatiri"] Botox treatments prompt warning Doctors have issued a warning about the dangers of using excessively high doses of the potentially fatal toxin botox in cosmetic treatments. The Journal of the American Medical Association reports four cases where patients were given doses many times higher than the estimated lethal dose. The treatments were given using toxin intended for laboratory use. Experts said UK patients were at risk from delays in deciding if those who can give botox should be restricted. Lethal doses Botulism is a rare paralytic illness caused by the botulinum toxins. Left untreated, it may result in respiratory failure and death. In the four cases reported to the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), in Atlanta, the patients were found to have been injected with a highly concentrated, unlicensed preparation of botulinum toxin A. It had been intended for laboratory research, and was not intended for human use. But a doctor at one unnamed clinic gave the three patients - and himself - courses of four to six injections as facial cosmetic treatments. All four eventually reported symptoms of progressive weakness and abnormalities in the nerves that control functions such as movement of the facial muscles and swallowing. Two also experienced shortness of breath. The CDC researchers say the patients may have received doses 2,857-times the estimated human lethal dose by injection. Although the precise lethal dose is not known, researchers point to primate studies suggesting it is around 40 micrograms per kilogram of body weight. Tests prior to treatment showed three out of the four had blood serum toxin levels equivalent to 21 to 43 times the estimated lethal dose. Data for the fourth patient was not available. The researchers say the patients did not die because they received prompt hospital treatment. The doctor involved in the case pleaded guilty to misbranding a drug and was sentenced to three years in prison. 'Negative attention' Writing in the journal, the team, led by Daniel Chertow, said: "Physicians and patients must be aware of the hazards associated with illegitimate use of unlicensed botulinum toxin products. "Only licensed products should be used clinically." In the UK, an expert working group submitted a report to the government in January last year calling for powers to regulate the cosmetic treatment industry, including who should be able to give botox treatments. But there has so far been no decision on whether or not these recommendations will be accepted. Paul Stapleton, head of the Mapperly Park Clinic, part of the Independent Healthcare Advisory Service which has backed calls for tougher regulation, said: "Problems like this case reported in the US could occur in the UK. "Without regulation, there is nothing to stop unqualified and untrained people giving botox treatments." He added: "We have been working for a number of years to bring regulation to a sector that has run rampant, bringing both damage and risk to public health. "There is clearly a direct link between the huge growth in this sector and the rise in medical problems, complaints and negative media attention." A Department of Health spokeswoman said: "We are still considering the form of regulation that would provide the best approach for both treatment providers and their patients and will publish further information in due course."  [/quote] |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:48 am | |
| WAJAH TANPA EKSPRESI GARA GARA SUNTIK BOTOX Rabu, 23 Juni 2010, 14:50 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila VIVAnews - Sejumlah wanita mengandalkan suntik botoks untuk menghaluskan tanda-tanda penuaan di wajah dan leher. Mereka agaknya tak sadar bahwa metode kecantikan itu memiliki risiko kesehatan jangka panjang dan bisa memengaruhi ekspresi wajah dan emosi penggunanya. Penelitian Barnard College seperti yang dikutip Shine menunjukkan, cairan botoks yang disuntik ke wajah bisa melumpuhkan otot-otot dan mengurangi ekspresi wajah. Akibatnya, bisa mempengaruhi emosi yang bersangkutan.
Para ilmuwan yang meneliti cara kerja botoks terkait kinerja motorik untuk mengubah ekspresi wajah serta mengirim umpan balik ke sensoris otak. Ekspresi wajah merupakan sinyal perasaan kita. Namun, mereka menemukan, penampilan 'awet muda' akibat botoks bukan hanya menciptakan penampilan muda yang palsu, tetapi juga menjadikan pemiliknya terlihat tak memiliki emosi atau memakai 'topeng'. Jadi, sebelum memutuskan untuk mempermak wajah dan memperbaiki penampilan dengan suntik botoks, ada baiknya mempertimbangkan kemungkinan berikut: Beroleh wajah muda tanpa ekspresi atau mempertahankan wajah dengan ekspresi dan emosi saat tersenyum. (pet) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 6:32 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:49 am | |
| LABEL PERINGATAN LEBIH KERAS UNTUK BOTOX PERLUKAH? KILAS - Edisi Maret 2008 (Vol.7 No.Cool) Farmacia Sebuah organisasi pembela hak konsumen di Amerika Serikat (Public Citizen) pada 24 Januari 2008, mengajukan petisi pada FDA agar mempertajam peringatan tentang Botox, toksin yang digunakan oleh jutaan orang untuk mempermulus kulit. Menurut organisasi yang didirikan oleh mantan kandidat wakil presiden AS , Ralph Nader, upaya ini penting dilakukan karena efek samping serius dari Botox, termasuk kematian.
Meski demikian, tak satupun baik Allergen Inc sebagai perusahaan yang memproduksi dan memasarkan Botox, maupun American Society for Dermatologic Surgery, kelompok ahli bedah yang menggunakan produk ini, percaya bahwa peringatan lebih lanjut memang diperlukan. Alhasil FDA tidak begitu bergeming untuk mempertajam peringatan tentang Botox.
Botulinum toxin merupakan suatu racun alami yang dijumpai pada makanan yang telah terurai. Kekuatan racun ini 40 juta kali melebihi sianida. Saat disuntikkan, sejumlah kecil dosis toksin memparalisis otot dan mencegahnya berkontraksi untuk antara 4 dan 6 bulan, waktu ideal untuk mengurangi sementara kerut muka.
Pada petisinya, Public Citizen mencatat bahwa FDA telah melegalkan penggunaan Botox untuk sejumlah indikasi terbatas, termasuk kontraksi otot leher dan bahu yang tidak tekontrol, mata juling, mata terbelalak ( spasmodic blinking of the eyes), dan keringat yang berlebihan di ketiak. Satu-satunya penggunaan kosmetik yang dilegalkan adalah untuk menghilangkan kerut di antara dua kelopak mata untuk sementara. Dan, sebagian besar penggunaan Botox untuk kosmetis selama ini tidak disahkan.
Untuk beberapa kasus, menurut Public Citizen, toksin telah menyebar ke bagian tubuh lain dengan konsekwensi serius, semisal paralisis otot pernapasan dan susah menelan yang memungkinkan makanan dan cairan masuk ke saluran napas dan paru-paru, sehingga menyebabkan aspirasi pneumonia. Kelompok ini juga mengatakan, antara November 1997 dan Desember 2006 terjadi sekitar 16 kematian dari 658 kasus efek samping yang dilaporkan.
Meski organisasi pembela hak konsumen tersebut gencar meminta agar peringatan dipertajam, namun menurut American Society for Dermatologic Surgery yang beranggotakan 5000 dokter spesialis ini mengatakan, peringatan yang ada di label Botox selama ini sudah cukup, yakni "hanya digunakan oleh dokter terlatih".
Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 6:32 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:49 am | |
| TAMPIL AWET MUDA SECARA INSTAN Selasa, 25 Mei 2010, 08:52 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak wanita rela menghabiskan uang agar senantiasa awet muda. Tak tanggung-tanggung, teknik perawatan kecantikan yang dipilih bisa memakan biaya selangit, plus menyakitkan. Namun, saat ini makin marak tren kecantikan yang bisa membuat penampilan awet muda dalam hitungan menit, dan bisa bertahan lama. Seperti dikutip dari situs Modern Mom, berikut cara yang ditempuh banyak wanita untuk tampil awet muda secara instan:
Photofacial Teknik kecantikan ini tengah populer di Hollywood. Photofacial adalah teknik laser yang mampu menghapus noda-noda di wajah atau kerusakan kulit lainnya. Dengan cara ini perubahan warna kulit bisa dilakukan hanya dalam waktu 15 menit. Teknik ini juga meningkatkan produksi kolagen sehingga membuat wajah tampak segar. Serta, bisa membunuh bakteri, sehingga bagus untuk kulit berjerawat.
Botox Botox telah lema dikenal sebagai teknik kecantikan mujarab yang bisa melenyapkan keriput dalam waktu singkat. Banyak selebriti menggunakan teknik botox agar kulit mereka kencang dan mulus. Perawatan ini cukup favorit di kalangan wanita karena efeknya yang instan dan bisa bertahan hingga 3-6 bulan.
Radiesse Menurut para ahli kecantikan di Laser Away, Radiesse adalah sebuah teknik perbaikan kulit di bagian lipatan jauh di dalam kulit. Perawatan ini bisa dengan instan menggantikan kulit mati, sehingga membuat terlihat lebih kencang. Wanita yang telah menjalani proses persalinan biasanya menjalani teknik ini untuk menurunkan berat badan pasca-kehamilan. Hanya dalam waktu 20 menit, berat badan Anda akan kembali ideal.
Juvederm Teknik satu ini merupakan bentuk lain dari perawatan filler (terapi mengisi lapisan kulit dengan bahan tertentu agar kulit lebih halus). Juvederm berfungsi menghindari kerutan dan garis wajah dengan cara menyuntikkan jarum ke kulit wajah. Teknik ini banyak diminati, karena efeknya bisa dirasakan sampai satu tahun.
Thermage Prosedur ini dapat memperhalus kerut-kerut pada kulit, membuat Anda berpenampilan lebih muda. Tidak seperti prosedur-prosedur lainnya, seperti operasi pengangkatan kerutan wajah (facelift), Thermage tidak memerlukan pengirisan. Teknik ini dapat dilakukan kurang dari satu jam.
Manfaat lain dari perawatan Thermage adalah prosedur ini dapat dilakukan selama istirahat makan siang Anda. Sehingga para pasien dapat makan siang, melaksanakan prosedur ini, dan kembali ke tempat kerja mereka dengan tampilan lebih muda. Karena itulah prosedur Thermage ini dikenal sebagai 'facelift saat istirahat makan siang'. (umi) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 3:56 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:50 am | |
| PERAWATAN KULIT BERBAGAI USIA Selasa, 1 Juni 2010, 09:19 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni VIVAnews - Perawatan tiap usia tentu berbeda, karena kondisi kulit juga selalu berubah. Jangan sampai ketika usia sudah mencapai kepala tiga, Anda masih melakukan perawatan yang sama ketika berusia dua puluhan. Untuk itu ketahui perawatan kulit yang tepat di berbagai usia.
- Usia 20an Pada pertengahan 20-an, kekenyalan kulit dan kandungan kolagen masih sangat baik. Tentu saja, jika kulit Anda sering terkena sengatan sinar matahari kondisinya akan menurun dan terjadi beberapa perubahan tekstur. Anda mungkin tidak menyadarinya hingga kerusakan kulit terlihat jelas. Lalu kulit Anda mungkin sedikit berminyak di bagian sisi, yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan berjerawat. Untuk perawatan lakukanlah pembersihan pori-pori secara teratur dengan menggunakan pembersih yang mengandung asam salisilat. Menggunakan krim pelindung dari sinar matahari adalah wajib. Gunakan yang krim yang mengandung SPF 15 atau 20, serta antioksidan untuk menetralkan sat radikal bebas pemicu keriput.
- Usia 30an Garis-garis wajah sudah mulai terlihat dan muncul bintik coklat atau hitam. Ekfolisasi harus mulai dilakukan secara teratur untuk mengurangi bintik hitam pada wajah. Gunakan scrub yang mengandung AHA setidaknya tiga kali seminggu. Atasi tanda-tanda penuaan lain dengan krim yang mengandung bahan aktif seperti peptida, vitamin A derivatif seperti retinol, dan vitamin C.
- Usia 40an Garis wajah sudah mulai menjadi keriput dan bintik hitam semakin jelas. Untuk membuat wajah tetap terlihat segar, Anda bisa melakukan ekfoliasi lebih teratur untuk mengangkat sel kulit mati, yang membuat kulit terlihat kusam.
Jika Anda belum menggunakan retinoid, mulailah menggunakannya. Jaga juga konsumsi makanan Anda, jangan terlalu sering mengonsumsi makanan manis. Konsumsi gula berlebihan menyebabkan warna kulit berubah, cepat keriput, dan kulit kehilangan vitalitas. (umi) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 3:57 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:51 am | |
| 10 OPERASI KOSMETIK YANG SEBAIKNYA DIHINDARI Irna Gustia - detikHealth - Sabtu, 10/10/2009 16:50 WIB Jakarta, Kini semakin banyak saja wanita yang rela tubuhnya 'diobok-obok' di meja operasi demi mendapatkan tubuh sempurna untuk menjaga penampilannya. Namun para pakar kesehatan memperingatkan sebisa mungkin menghindari pisau bedah karena risiko yang dihadapi cukup besar. Presiden American Society of Plastic Surgeons (ASPS) Dr. Richard A. D'Amico mengaku prihatin karena meski ekonomi dunia sedang memburuk masih banyak perempuan merogoh koceknya agar penampilannya terlihat lebih baik. Laporan tahunan ASPS seperti dilansir dari ABCNews, Sabtu (10/10/2009) terdapat 12 juta orang menjalani operasi kosmetik di Amerika Serikat pada tahun lalu. "Permintaan untuk operasi semakin besar karena ongkosnya pun relatif lebih murah," kata D'Amico. Ahli bedah plastik dan kosmetik serta dermatologis mengatakan ada 10 prosedur operasi yang harus diwaspadai konsumen.
1. Suntikan untuk pelarut lemak dengan Mesotherapy dan Lipodissolve Lipodissolve adalah suntikan bahan kimia yang tujuannya untuk menembak lemak keras di tubuh. Sedangkan Mesotherapy adalah suntikan dengan dosis yang lebih kecil di lapisan kulit tertentu. "Apakah bahan kimia yang dipakai aman, tindakan ini menyebabkan rasa sakit, bengkak, benjolan keras, kulit bernanah dan penyimpangan kontur. Bisa terjadi kerusakan pengendalian lemak dalam jangka panjang," kata Dr. Susan Kaweski dari Aesthetic Arts Institute of Plastic Surgery di San Diego. Ia juga mengungkapkan sebagian besar dokter yang melakukan tindakan ini tidak memiliki pelatihan sedot lemak, operasi plastik atau operasi dermatologi, bahkan dokter gigi pun melakukannya.
2. Operasi merampingkan kaki agar terlihat seksi Prosedur bedah ini dilakukan untuk membuat kaki terlihat seksi dengan rasa sakit yang minimal. Caranya dengan melakukan suntikan disekitar kaki kemudian dokter membentuk kembali kakinya sehingga rasa sakitnya sedikit. Operasi ini memperpendek jari-jari kaki atau mengecilkan bentuk kaki. Dokter biasanya menyuntikkan lemak di alas kaki dengan kolagen atau zat lain. "Komplikasinya bisa dari infeksi, cedera saraf, bahkan mengalami kesakitan ketika berjalan," kata Presiden American Orthopaedic Foot and Ankle Society Dr. Glenn B. Pfeffer. Perempuan yang melakukan operasi ini kebanyakn berharap bisa memiliki kaki yang indah sehingga bebas menggunakan sepatu jenis apapun terutama sepatu tumit tinggi.
3. Suntikan zat secara permanen Memasukkan zat secara permanen melalui suntikan seperti gel atau silikon cair banyak dilakukan untuk membuat bibir terlihat penuh atau menghilangkan keriput. Zat tersebut dimasukkan secara permanen ke tubuh. Namun tindakan seperti itu telah banyak menimbulkan komplikasi bahkan banyak kejadian perempuan yang wajahnya terlihat aneh dengan bentuk muka yang sama terutama hidung dan mulut bagi para perempuan yang telah melakukan operasi seperti ini. "Zat itu tidak akan hilang begitu sudah dimasukkan ke tubuh bahkan dengan suntikan yang tidak permanen sekalipun zat itu akan terus menetap ditubuh," kata Dr. Malcolm Roth, direktur bedah plastik Maimondes Medical Center di Brooklyn, New York.
4. Suntikan untuk memperbesar payudara Operasi untuk membuat payudara penuh lemak tanpa meninggalkan bekas luka. Dokter yang melakukan ini biasanya menggunakan lemak yang diambil dari pantat dan paha yang kemudian dimurnikan. Namun ahli bedah dari American Society for Aesthetic Plastic Surgery mengatakan tindakan menanam lemak dari bagian tubuh di tempat lain berpotensi terjadinya pengapuran lemak dan dapat memicu terjadinya kanker payudara. Operasi dengan biaya US$ 4.000 ini juga akan membuat dokter kesulitan mendeteksi kanker ketika melakukan tes kanker payudara karena payudaranya yang sudah mengalami perubahan sehingga jika ada kanker sulit dideteksi.
5. Operasi memanjangkan kaki Operasi untuk menambah panjang kaki beberapa inchi ini menggunakan alat seperti sekrup yang melekat pada kaki untuk memperluas ruang tulang-tulang kaki. Bedah seperti ini banyak dilakukan di China dan negara Asia. "Ini adalah tindakan yang esktrim ketika Anda berbicara dengan mereka yang telah melakukan operasi seperti ini Anda akan melihat wajah kesakitan mereka ketika berjalan," kata Roth. Operasi ini tidak murah untuk menambah tinggi 3 inci saja dibutuhkan biaya US$ 120.000.
6. Tanam lemak di bokong (buttock implants) Tidak seperti payudara yang disuntik dengan silikon berbentuk gel atau garam, buttock implants menggunakan bongkahan silikon yang padat yang ditaruh di lapisan fibrosa otot pantat. Hasilnya bokong menjadi lebih bulat dan berisi di bagian belakangnya. Tapi ada risiko terkena infeksi yang tinggi karena operasi ini dilakukan di sekitar anus dimana banyak kuman di daerah itu.
7. Mentato untuk make up permanen Wanita yang melakukan tato untuk make up kebanyakan karena tidak ingin repot setiap pagi harus membentuk alis atau bibir. Padahal sekali Anda melakukan tato sangat sulit dihilangkan. Apalagi daerah yang ditato adalah jaringan yang lembut seperti kelopak mata atau bibir.
8. Perawatan wajah ekstrim Banyak perempuan yang melakukan perawatan atau facial wajah dengan ekstrim seperti mengencangkan kulit wajah (face lift) atau menghilangkan keriput. Tapi banyak pasien yang mukanya rusak karena jahitan yang gagal setelah melakukan sedot lemak di wajah. Ada lagi cara dengan menggunakan suntik laser CO2 yang membuat wajah merah selama berminggu-minggu.
9. Kombinasi antara Mastopexy dan Breast Implant Apa jadinya jika menggabungkan operasi angkat payudara atau mastopexy kemudian melakukan pula pembesaran payudara (breast implant)? Mastopexy biasanya dilakukan untuk pengurangan volume payudara dengan memperketat jaringan payudara sedangkan breast implant adalah sebaliknya. Risikonya mulai dari infeksi, hilangnya rasa sensasi di puting, payudara menjadi tidak simetris, tidak bisa menyusui dan komplikasi lainnya.
10. Melakukan bedah dengan yang bukan ahlinya Bukan rahasia umum lagi tingginya permintaan operasi kecantikan membuat ini menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Tapi sayangnya tidak semua dokter yang melakukan pembedahan adalah dokter yang benar-benar ahlinya. Bahkan kegiatan seperti ini banyak dilakukan oleh para pembedah itu di hotel atau gedung bawah tanah agar biayanya miring.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 3:58 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:51 am | |
| KOSMETIK Minggu, 27 Desember 2009, 11:25 WIB Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Peralatan kosmetik untuk kecantikan di rumah terkadang tidak terkontrol tanggal kadaluarsanya. Hal ini bisa berakibat fatal untuk kulit dan tubuh Anda jika tetap digunakan. Untuk menghindari kerusakan pada kulit dan tubuh Anda cek peralatan kosmetik yang ada di meja rias, mulai dari sekarang.
Cek tanggal kadaluarsa Semua produk perawatan pribadi mempunyai batas waktu penggunaan. Apalagi kebanyakan sabun dan shampoo yang Anda gunakan untuk merawat kulit dan rambut menggunakan bahan pengawet. Pastinya jika digunakan setelah melewati batas kadaluarsanya akan meberikan efek negatif pada bagian tubuh.
Seiring waktu, bahan-bahan aktif dalam produk-produk bodycare secara alami akan hilang keampuhannya. "Anda mungkin melihat rambut Anda tidak mengkilap atau kulit Anda kering meskipun menggunakan body lotion," kata Joyce Carboni, pendiri dan director of Skinsational Skin & Body Spa di Carlsbad, California.
Selain mengubah efektivitas fungsinya, para ahli juga mengatakan bahwa out-of-date pada produk-produk kecantikan dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Produk kadaluarsa membawa bakteri yang dapat mengakibatkan bahaya. Misalnya, ketika lipstick yang Anda gunakan telah melewati batas kadaluarsanya mungkin pada saat goreskan ke bibir bisa menimbulkan iritasi, tergores, atau terluka, dan bisa pula daerah sensitif disekitar bibir seperti mata dan kulit bisa terkena imbasnya. "Hasilnya bisa ruam, iritasi, berjerawat, dan infeksi," kata Carboni.
Penyimpanan Selain usia produk kecantikan Anda, bagaimana Anda menyimpan mereka juga mempengaruhi efektifis fungsi di alat kecantkan tersebut. Kimberly Sayer,ahli kimia organic di London mengatakan, tempat yang sejuk dan kering atau lemari obat bisa menjaga alat –alat kosmetik Anda berfungsi lebih lama. Dan perlu diingat, sinar matahari juga bisa merusak produk kecantikan Anda.
Dan meskipun beberapa produsen menyarankan tetap menjaga produk perawatan pribadi di dalam lemari es, tapi jangan langsung diikuti. Anda wajib melakukan penyimpanan di dalam lemari es jika ada label bertuliskan demikian. Sebab ada beberapa produk yang jika disimpan dalam lemari pendingin justru bisa mengubah struktur molekul yang ada pada produk itu. Jadi jangan sembarang menyimpan obat ataupun produk kecantikan di dalam lemari es.
Selain melihat tanggal kadaluarsa,dan memperhatikan tempat penyimpanan gunakan juga indra lain untuk menilai kelayakan produk. Jika telah mulai terpisah, bau aneh, warna berubah, atau tampak aneh Anda patus waspada. Sebab produk kimia yang masih bisa digunakan tidak boleh ada perubahan baik dalam penampilan fisiknya atau dalam warna, bau atau tekstur selama masa penyimpanan.
Untuk lebih waspada terhadap produk kecantikan yang ANDA miliki ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Mascara, krim mata, tetes mata pelumas, masa penyimpanan tiga sampai empat bulan • Sunscreen: sampai dua tahun jika disimpan di tempat yang sejuk, lokasi gelap • Shampoo dan conditioner: dua tahun, tetapi jika terkena air dapat mengurangi masa penggunaannya. • Moisturizer: sampai enam bulan, tergantung pada bahan; botani-atau berbahan dasar minyak esensial bisa berlangsung tiga sampai empat bulan • Deodorant: Meskipun bisa berlangsung lebih lama, tapi paling baik digunakan pada tahun pertama. • Body lotion: tiga sampai empat bulan • Lip balm: Jika disegel kembali setelah digunakan dan disimpan di tempat yang sejuk, lokasi kering,bisa bertahan tiga bulan . • VIVAnews
IRITASI AKIBAT KOSMETIK KADALUARSA Kamis, 25/02/2010 16:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Rata-rata perempuan menyimpan peralatan kosmetika hingga 4 tahun. Padahal kosmetika sama seperti makanan tidak bisa bertahan lama. Jika makanan biasanya memiliki tanggal kadaluarsa yang jelas tidak begitu dengan peralatan kosmetik. Tahu-tahu badan sudah iritasi dan kena infeksi akibat kosmetik kadaluarsa. Perempuan terkadang tidak memperhatikan kapan dirinya pertama kali menggunakan alat make up tersebut. Padahal itu merupakan salah satu kunci untuk mengetahui sampai kapan make up tersebut bisa digunakan.
Apa yang terjadi jika memakai kosmetik kadaluarsa? Seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (25/2/2010), seiring waktu bakteri dapat masuk ke dalam alat make up yang sudah pernah dipakai atau terbuka. Hal ini bisa menyebabkan bakteri tersebut ditransfer ke wajah yang dapat menimbulkan iritasi atau infeksi.
1. Alat make up yang digunakan di mata seperti maskara, eye liner atau eye shadow yang sudah terlalu lama bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri yang dapat menyebabkan sakit mata konjungtivitis dengan gejala kemerahan, gatal dan bengkak. 2. Make up lipstik, lip balm atau lip gloss yang sudah terlalu lama dapat menyebabkan bibir kering, iritasi dan yang paling parah adalah kulit melepuh. 3. Sedangkan untuk kuas kotor yang digunakan dapat menjadi tempat ideal untuk perkembangbiakan mikroorganisme yang dapat menyebabkan herpes, kurap atau impetigo yaitu penyakit menular yang mengakibatkan kulit lecet-lecet.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Debenhams, sekitar 89 persen perempuan tidak tahu mengenai informasi yang terkandung di dalam make upnya, tidak bisa memahami serta tidak pernah membacanya. Sebanyak 68 persen perempuan mengaku mengganti make up jika sudah kehabisan dan tak peduli berapa lama waktu yang diperlukan dan 72 persen perempuan tidak pernah mencuci kuas atau spons make up.
Rekomendasi waktu pengunaan kosmetik adalah: 1. Maskara selama 6 bulan. 2. Eye shadow atau blush on selama 24 bulan. 3. Lipstick dan lip gloss selama 24 bulan. 4. Eye liner dan lip liner selama 18 bulan. 5. Parfum 36 bulan sejak pertama kali digunakan.
"Sebaiknya perempuan tidak perlu ragu untuk membuang make up yang sudah melebihi batas waktu, ini penting untuk melindungi dirinya dari berbagai jamur ataupun bakteri yang dapat menginfeksi," ujar Sara Stern, juru bicara Debenhams.Salah satu ciri yang menandakan alat make up tersebut sudah melebihi batas waktunya berdasarkan bau dan warnanya yang mulai berubah. Bahaya yang bisa ditimbulkan dari penggunaan make up kadaluarsa ini mulai dari gatal, iritasi ringan hingga masalah dermatitis lain yang lebih serius.
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 9:44 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:52 am | |
| TERAPI OKSIGEN Terapi Oksigen adalah tindakan perawatan muka yang menggunakan sistim Cerasome dengan bantuan liquid base O2 menghantarkan oksigen kedalam lapisan dermis dari kulit kita untuk menstimulasi kolagen, elastin dan fibroglass. Adapun tujuan dari Terapi Oksigen adalah sebagai pembunuh kuman, mengontrol kadar minyak dan oksigenasi jaringan / nutrisi kulit kita. Respons dari Terapi Oksigen ini akan terasa 6 jam kemudian. Ada baiknya jika perawatan mikrodermabrasi dilakukan bersamaan dengan Terapi Oksigen.
Terapi Oksigen langsung memberikan nutrisi pada kulit yang telah bersih dari sel sel kulit mati pada mikrodermabrasi, dan memisu pertumbuhan sel sel kulit yang baru. Sangat baik untuk pasien yang memiliki masalah dengan kulit keriput, antiaging, kulit yang tidak sehat, kusam, tipis, kendur dan berjerawat. Disarankan untuk melakukan terapi setiap 10-14 hari sekali.
Sumber: Info Serpong Edisi 42 / IV / Februari 2009 |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:52 am | |
| MIKRODERMABRASI Mikrodermabrasi adalah salah satu metode peremajaan kulit secara fisik, lewat proses pengikisan bagian kulit terluar dengan menggunakan bahan bertekstur atau kristal yang digosokkan secara lembut diatas permukaan kulit. Tujuannya adalah membuang lapisan kulit mati untuk kemudian mengekspose kulit baru, sehingga kulit tampak lebih cerah dan lembut.
Berbeda dengan berbagai metode peremajaan kulit lainnya, mikrodermabrasi dapat secara aman dilakukan serial yaitu antara 10-24 kali tergantung berat ringannya kelainan kulit dan usia, dengan interval lebih singkat yaitu 1-2 minggu sekali. Waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 10-20 menit untuk sekali perawatan. Lalu bila telah mencapai hasil yang maksimal yang diinginkan, disarankan untuk kembali memengikuti pemeliharaan setiap 3-4 bulan sekali.
Mikrodermabrasi juga merupakan tindakan yang aman, dengan risiko efek samping minimal, nyeri sangat minimal, sehingga tidak perlu penggunaan krim pembuat baal untuk mempersingkat waktu pengerjaan. Setelah tindakan pasienpun dapat langsung beraktivitas. Mikrodermabrasi juga membantu meningkatkan penyerapan obat / krim / cairan yang dioleskan, dibandingkan bila dioleskan pada kulit yang intak ( utuh ). Dengan begitu, vitamin C yang dioleskan pada akhir prosedur akan memberikan efek pencerahan kulit yang lebih baik.
Saat dilakukan tindakan mikrodermabrasi, akan ada beberapa perubahan yang terjadi pada kulit. Lapisan kulit epidermis ( lapisan kulit terluar ) dan dermis akan menjadi lebih tebal. Proses pengelupasan kulit epidermis ini, pada akhirnya akan memicu pertumbuhan kulit baru yang lebih optimal, sehingga kulit menjadi lebih tebal secara keseluruhan. Selain itu, kulit juga akan menjadi lebih kenyal. Hal ini terjadi akibat pembentukan baru serat kolagen dan elastin. Kulit juga akan menjadi lebih cerah karena berkurangnya zat melamin ( pigmen ) pada lapisan kulit. Dan akan terjadi peningkatan kadar ceramid ( moisturizer alami kulit ). Walaupun pada 1-2 hari pertama kulit terasa kering, namun hasil akhir yang didapat adalah kulit yang lebih lembab pada 1-2 tindakan pertama.
Perubahan tersebut dapat berbeda untuk orang yang berbeda, dengan tingkatan keberhasilan yang berbeda pula. Hasil segera yang didapatkan pasca mikrodermabrasi adalah kulit yang jauh lebih halus dibandingkan dengan kulit sebelumnya. Setelah menjalani mikrodermabrasi jangan kaget bila kulit akan tampak kemerahan selama 1-2 hari, selain itu kulit terasa lebih hangat, peka terhadap sentuhan, sedikit geli. Dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung yang berlebihan selama 1 minggu serta hindari pemakaian scrub selama 72 jam
Perlu dicatat, mikrodermabrasibekerja superfisial ( di bagian permukaan kulit ), tidak mencapai lapisan dalam. Oleh karenanya, mikrodermabrasi kurang bermanfaat untuk kasus kerut dalam dan lubang lubang bekas jerawat. Untuk pasien dengan kasus demikian, diperlukan metode peremajaan kulit yang lain seperti laser rejuvenation.
Ada beberapa tipe alat yang digunakan untuk mikrodermabrasi, yaitu: 1. Kristal Aluminium 2. Diamond Tip 3. Geomatrix Matrix Point ( GMP )
Mikrodermabrasi merupakan metode peremajaan kulit yang sangat aman, terutama bila dilakukan oleh operator yang berpengalaman. Efek samping jarang sekali terjadi, walaupun tetap mungkin terjadi pada sebagian kecil kasus, misalnya efek kemerahan pada kulit yang berkepanjangan dan luka lecet. Yang juga mungkin terjadi adalah reaksi alergi terhadap kandungan masker vitamin C yang digunakan pada akhir prosedur.
Sumber: Health First vol 9 Jan-Mar 2010 |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 6:53 am | |
| AWET MUDA TANPA OPERASI dr. Shannaz Nadia Yusharyahya SpKK - MHA
Ada banyak cara untuk mengatasi penuaan kulit tanpa tindakan operasi. Tindakan yang cocok untuk teman anda belum tentu cocok untuk anda. Untuk mencapai hasil maksimal, seringkali dokter menganjurkan kombinasi dari beberapa tindakan, misalnya laser dengan botox atau fillers dengan aplikasi tretinoin, dll. Jangan terperangkap oleh salon kecantikan yang mengiklankan diri bahwa mereka dapat melakukan tindakan tindakan yang semestinya dilakukan oleh seorang dokter kulit. Sebaiknya anda cukup cerdas untuk tidak membiarkan kulit muka anda di utak atik oleh individu yang tidak kompeten.
Jangan lupa, anda harus tetap realistis, apapun yang dokter kulit anda lakukan, anda tidak akan tampak 30 tahun lebih muda. Lagipula bila anda sudah berumur 50 tahun, mengapa anda ingin tampak seperti berusia 20 tahun? Yang anda inginkan adalah tampak awet muda yang alamiah, bukan?
Beberapa pilihan tindakan non bedah untuk mengatasi penuaan kulit: 1. Peremajaan kulit A. Topikal ( Yaitu pengolesan dengan obat obatan yang mengandung tretinoin, alpha hidroxy acid, beta hidroxy acid, bahan kimia ). B. Mekanikal ( Dermabrasi, Laser, Radiothermoplasty, Fractional photodermolysis ). 2. Fillers 3. Botox
Tretinoin / Retinoic Acid / Asam Vitamin A Terbukti dapat memperbaiki struktur kulit, yaitu mengurangi kerut, merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru, merangsang pembentukan kolagen, meningkatkan pergantian lapisan kulit dan mengurangi pigmentasi. Dengan pemakaian yang teratur dan benar, hasilnya akan terlihat setelah 3-6 bulan. Pemakaiannya cukup sekali sehari yaitu pada malam hari, dioleskan di seluruh wajah. Kulit akan menjadi merah, bersisik dan mengelupas, efek ini memang yang diharapkan, kulit baru yang kemudian tumbuh, menjadi lebih halus, kencang dan bersinar.
Peremajaan kulit dengan bahan kimia ( Chemical peeling ) Chemical peeling dibagi 3 berdasarkan kedalaman yaitu superficial, medium dan dalam. Semakin dalam peel, semakin dramatik hasilnya, tetapi semakin besar resiko terjadinya komplikasi. Chemical peeling perlu diulang setiap 3-6 bulan. Efek samping yang dapat terjadi antara lain kulit menjadi lebih gelap atau kemerahan, pembuluh darah kapiler pecah, infeksi, rasa gatal yang berkepanjangan, reaksi allergi, gangguan ritme jantung. Wanita hamil dan menyusui tidak boleh menjalani pengobatan ini, begitu juga orang orang yang allergi terhadap bahan kimia yang akan dioleskan dan orang yang berpenyakit jantung.
Dermabrasi dan dermabrasi mikro Kulit seperti digosok dengan mesin amplas. Indikasinya untuk jaringan parur ( bekas jerawat atau bekas cacar air ) yang agak dalam, kerut kerut yang agak dalam dan warna kulit yang tidak rata. Setelah dermabrasi, kulit akan kelihatan seperti luka yang luas dan akan membaik setelah beberapa minggu. Pasien tidak bisa melakukan aktivitas sehari hari, harus menghindari sinar matahari selama masa penyembuhan. Hasil yang diharapkan, kulit akan menjadi lebih halus, bersih, bercahaya dan bila sebelumnya ada bekas luka yang dalam, akan mendatar. Cara ini sudah banyak ditinggalkan dokter kulit selain karena banyak cara lain yang lebih mudah dengan hasil yang lebih bagus, cara ini juga kurang cocok untuk orang Indonesia yang warna kulitnya kecoklatan karena seringkali membuat kulit malah menjadi semakin gelap atau malah timbul bercak bercak warna yang tidak merata. Yang sekarang lebih popular adalah dermabrasi mikro ( sering disebut sebagai Power Peeling ). Alat mikro dermabrasi terdiri dari pecahan pecahan kristal. Efek sampingnya lebih ringan dibandingkan dermabrasi, tetapi hasilnya juga tidak se dramatis dermabrasi.
Laser Penggunaan Laser untuk peremajaan kulit akhir akhir ini semakin populer, tetapi karena alat ini sangat mahal tidak semua dokter kulit / klinik / rumah sakit mempunyai alat ini. Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Laser adalah hiperpigmentasi ( warna kulit menjadi lebih gelap ) dan spotting ( bercak bercak kecoklatan ). Pada penggunaan Laser CO2 dan Erbium YAG, ada kemungkinan terbentuknya keloid pada orang orang yang mempunyai bakat keloid. Yang juga mulai populer untuk peremajaan kulit adalah radiothermoplasty ( Thermage ) dan fractional photothermolysis ( Fraxel ), biasa dijuluki sebagai facelift tanpa operasi. Pada prinsipnya, baik Laser, radiothermoplasty maupun fractional photothermolysis, kerjanya adalah menyalurkan panas sampai ke lapisan dermis sehingga merangsang pertumbuhan kolagen, akibatnya kulit akan menjadi kencang.
Fillers Skin Filling adalah memasukkan suatu bahan yang disebut skin filler ke dalam kulit, untuk menambah volume jaringan subkutis. Umumnya digunakan untuk iindikasi kosmetik, yaitu mengisi bagian tertentu dari kulit yang mengalami lipatan atau kerut yang dalam seperti lipatan sudut hidung-mulut, kerut didahi, jaringan parut ( scar ), cekung bekas jerawat atau untuk menambah volume ( misalnya bibir ). Skin fillers yang sekarang banyak dipakai adalah lemak sendiri, kolagen, asam hyaluronat, PMMA ( polymethyl metacrylate ), PAA ( poly acyl amide ) dan matrix dermal. Setiap fillers memiliki sifat dan cara bekerja yang berbeda. Umumnya fillers dimasukkan dengan cara disuntik. Fillers hanya bertahan beberapa bulan sampai 1-2 tahun, sehingga penyuntikan perlu di ulangi. Efek samping yang mungkin terjadi adalah memar, allergi, infeksi dan terbentuknya granuloma ( benjolan dibawah kulit ).
Botox Botox, kependekan dari Botulism toxin A, merupakan hasil pemurnian toksin yang berasal dari bakteri Clostridium botulinum, kerjanya melumpuhkan sementara otot yang disuntik sehingga kulit diatasnya tidak dapat berkerut. Selain untuk mengatasi kerutan wajah, botox juga dipakai untuk mengurangi keringat di telapak tangan dan ketiak. Jangan terlalu berambisi untuk menghilangkan seluruh kerut di wajah anda, karena wajah anda akan tampak seperti topeng. Efek dari botox bersifat sementara, sehingga perlu diulang setiap 3-6 bulan. Wanita hamil dan menyusui tidak boleh mengikuti prosedur ini, begitu juga bila anda mempunyai kelainan saraf dan otot.
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983 |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 7:48 pm | |
| TAK LAGI MENGKERUT KARENA KERUT GERAI - Edisi Mei 2007 (Vol.6 No.10) Farmacia Siapa yang tidak bisa menjadi tua? Menjadi tua itu pasti. Namun berbagai upaya terus dilakukan agar pertambahan usia tidak dikuti dengan penurunan kualitas kesehatan segala lini, termasuk kesehatan kulit. Menurut hasil riset, terdapat 20 tanda klinis penuaan pada wajah wanita di Asia. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan wanita Eropa. Empat tanda penuaan utama pada kulit wanita Asia adalah timbulnya pigmentasi, perubahan tekstur kulit, perubahan pada area mata, dan pengenduran atau penurunan kulit.
Penuaan kulit biasanya dimulai pada usia 40-45 tahun. Ditandai dengan merapuhnya tekstur kulit dan menurunnya kulit pipi sehingga mengubah bentuk dagu secara dramatis. Tanda penuaan di daerah ini disertai perubahan tekstur dan penebalan kulit leher. Kerutan di sudut bibir mulai terlihat di usia 40 tahun. Kerutan ini muncul akibat gerakan dan kontraksi otot yang sangat aktif. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan merokok.Wanita Asia juga seringkali mengalami kelainan pigmentasi akibat kelebihan pigmen melanin. Kelainan itu disebabkan oleh tingginya paparan sinar matahari di kawasan Asia dan reaksi terhadap melanocytes (sel penghasil pigmen) khusus kulit wanita Asia. Tanda penuaan akibat pigmentasi itu tampak dari timbulnya bercak-bercak hitam di kulit wajah. Selain itu, kulit wajah juga terlihat kusam. Tanda penuaan lainnya adalah kerutan serta lingkaran hitam di sekitar mata.
Penuaan pada kulit merupakan proses alamiah yang dipengaruhi faktor intrinsik (dalam) dan ekstrinsik (luar). Faktor dari dalam terdiri dari genetik, hormonal, dan ras. Sedangkan faktor dari luar berupa pengaruh lingkungan, radikal bebas, dan salah perawatan. Agar kulit kita tetap sehat, fresh, dan tidak lekas terlihat tua, maka ada beberapa langkah yang wajib dilakukan. Misalnya, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, olahraga teratur, melakukan relaksasi, dan gaya hidup sehat lainnya. Menghilangkan kerutan di wajah akan lebih sulit dibandingkan menghilangkan bercak kehitaman. Salah satunya adalah dengan melakukan chemical peeling, yaitu kulit wajah diolesi dengan cairan khusus yang membuat kulit ari mengelupas dan kerutan menjadi hilang setelah makan waktu cukup lama. Cara lainnya yaitu dengan operasi face lift, namun biayanya besar. Kemungkinan lain ialah dengan menggunakan krim asam vitamin A atau asam retinoat yang dioleskan setiap malam.
Asam retinoat sering digunakan untuk meningkatkan tampilan dan tekstur kulit. Bahan ini menghasilkan peeling dangkal yang lembut di epidermis. Asam retinoat akan memiliki efek baik pada permukaan kulit (epidermis) maupun lapisan kulit yang lebih dalam yaitu dermis. Manfaat utama adalah mengurangi efek sinar matahari yang menyebabkan proses aging, caranya dengan memperepat pengelupasan sel-sel di permukaan kulit. Pada lapisan epidermis, asam retinoat akan menipiskan lapisan terluar atau stratum corneum, sehingga membuat kulit lebih permeabel. Tetapi ketealan epidermis ditingkatkan dan sel-sel di epidermis juga lebih aktif sehingga produksi kolagen di dermis akan meningkat. Asam retinoat adalah turunan vitamin A. Tidak seperti turunan vitamin A lain, hanya asam retinoat yang memiliki efek langsung ke sel-sel kulit untuk bisa bermetabolisme sehingga sampai pada tahap “awet muda”.
Selain asam retinoat, juga bisa digunakan AHA (alpha hidrocxy acid) atau kelompok fruit acid. AHA dinilai mampu mengatasi kelemahan scrub yang hanya melepas lapisan paling luar, namun tidak bisa memperbaiki hubungan antarsel di dalam. AHA, sering disebut sebagai zat ajaib antipenuaan dan mampu mengelupas kulit mati tanpa digosok, akan mengurangi keriput dan membuat kulit lebih segar. Sebab zat itu juga melembapkan lapisan kulit di bawahnya dan merangsang terbentuknya sel-sel baru. Tetapi AHA tidak cocok untuk semua usia. Mereka yang berusia 30 - 40 tahun masih bisa menggunakannya. Mereka yang berusia di atas 40 akan lebih baik kalau menggunakan asam retinoat. Sebab, bila AHA hanya bisa masuk sampai ke lapisan antarsel, maka asam retinoat mampu menembus ke dalam sel. Kulit yang sudah jelek dan kusam pun akan berubah menjadi lebih lembap, tebal, merah, dan segar lagi.
Last edited by gitahafas on Fri Jul 23, 2010 10:27 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 7:52 pm | |
| ASAM RETINOAT AGENT PENTING UNTUK ANTIAGING GERAI - Edisi Februari 2008 (Vol.7 No.7) Farmacia Penuaan (aging) merupakan proses yang pasti terjadi pada semua makhluk, termasuk manusia. Aging bukanlah proses tunggal, melainkan gabungan dari berbagai proses biologi di dalam tubuh dengan mekanisme berbeda. Hal inilah yang membuat proses aging relatif sulit untuk dituangkan ke dalam sebuah konsep, karena banyak sekali teori tentang aging.
Penelitian menunjukkan, ada dua tipe aging. Yakni aging yang dipengaruhi faktor internal (genetik/faktor alamiah), dan aging yang dipengaruhi faktor eksternal misalnya faktor lingkungan. Misalnya paparan sinar matahari. Apapun proses yang melatarbelakangi aging, namun sebisa mungkin tanda-tanda penuaan mesti diredam. Salah satunya penuaan yang terjadi di kulit.
Aging karena faktor internal atau proses penuaan secara alamiah normalnya dimulai di pertengahan usia 20-an. Di dalam kulit, produksi kolagen mulai menurun. Kematian sel-sel kulit tidak dibarengi dengan pembentukan kulit baru yang relatif sudah menurun. Saat proses perubahan ini mulai, kita tidak menyadarinya. Tahu-tahu, bertahun-tahun kemudian muncul kerutan di wajah, kulit makin menipis, hilangnya bantalan lemak terutama di pipi dan sekitar mata, kulit menjadi kering, berkurangnya produksi keringat, munculnya bintik-bintik hitam dan sebagainya.
Selain faktor internal, faktor lingkungan luar juga ikut mempercepat penuaan kulit. Sebagian besar penuaan dini disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan. Gaya gravitasi bumi, posisi tidur dan kebiasaan merokok juga merupakan faktor yang mempercepat penuaan dini.
"Photoaging" atau fotoaging adalah istilah dermatologi untuk mendiskripsikan jenis kerusakan kulit akibat sinar matahari. Tingkat kerusakan fotoaging tergantung dari warna kulit, dan seberapa banyak seseorang menerima paparan sinar matahari langsung. Biasanya orang berkulit putih/cerah lebih rentan terkena fotoaging dibandingkan mereka yang berkulit gelap.
Fotoaging terjadi selama bertahun-tahun. Paparan sinar matahari berulang akan menyebabkan kulit kehilangan kemampuannya meregenerasi diri, sehingga kerusakan pada akhirnya akan terakumulasi. Studi ilmiah menunjukkan, sinar ultraviolet akan memecah kolagen dan merusak sintesa kolagen. Keriput pun lebih cepat muncul, bahkan di usia yang relatif muda.
Salah satu bentuk perawatan kulit untuk mencegah kerusakan fotoaging, termasuk menghilangkan gejalanya (kerut, noda di kulit) adalah penggunaan asam retinoat. Efek obat-obat dari golongan retinoat seperti asam ratinoat (asam vitamin A) dan retinol (alkohol vitamin A) sangat kompleks. Asam retinoat merupakan agen yang pertama kali digunakan secara luas untuk rejuvenasi kulit.
Asam retinoat yang merupakan vitamin A atu retinol dalam bentuk asam, adalah satu-satunya produk yang disetujui FDA untuk mengembalikan formasi kulit akibat proses aging. Asam retinoat membantu mengurangi kerutan dan menghilangkan bintik-bintik hitam di kulit serta melembutkan kulit. Selain itu asam retinoat juga digunakan untuk mengurangi produksi minyak dengan cara menyusutkan kelenjar lemak. Ketebalan epidermal akan meningkat dengan terapi asam retinoat.
Biasanya krim asam tretinoat atau sering disebut tretinoin tersedia 0,025-0,1%. Jumlah yang melebihi itu justru tidak terlalu bermanfaat. Sebuah studi menunjukkan, 0,025% tretinoin sama efektifnya dengan 0,05 atau 0,1% namun dengan insiden iritasi kulit yang lebih rendah. Untuk kulit sensitif, 0,025% menujukkan hasil paling optimal. Masih menurut penlitian yang sama, perbaikan dengan tretinoin akan terus berlanjut pada pemakaian dalam hitungan tahun.
Dr. Jonathan S. Weiss, M.D. dkk melakukan studi double blind selama 16 minggu untuk melihat efektivitas asam retinoat dalam bentuk krim dalam memperbaiki kerusakan kulit akibat sinar matahri, pada 30 pasien. Ternyata ke-30 pasien menunjukkan perbaikan secara signifikan dibandingkan krim plasebo. Perbaikan juga terlihat pada 14 dari 15 pasien yang menggunakan tretinoin di wajah mereka.
Dalam uji klinis terkontrol selama 48 minggu, oleh Olsen dkk., perbaikan terlihat pada 68-79% orang yang menggunakan asam retinoat. Perbaikan terlihat dari berkurangnya kerut, menipisnya hiperpigemntasi kulit, dan kembalinya kulit muka yang kasar menjadi halus kembali. Perbaikan juga terlihat di kelompok placebo (krim kosong) namun jumlahnya tak lebih dari separuh dari mereka yang membaik pada kelompok asam retinoat.
Salah satu efek samping asam retinoat yang sering dilaporkan adalah iritasi, ringan hingga berat. Iritasi ditandai dengan pengelupasan sementara, kemerahan, rasa panas, dan semakin sensitif dengan matahari. Iritasi bisa diobati dengan kortison atau kortikosteroid. Obat ini sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat photosensitizing seperti golongan tiazida, tetrasiklin, fluorokuinolon, fenotiazine, dan sulfonamida.
Last edited by gitahafas on Fri Jul 23, 2010 10:45 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 8:12 pm | |
| ASAM RETINOAT TANGKAL FOTOAGING KULIT GERAI - Edisi Agustus 2007 (Vol.7 No.1) Farmacia Salah satu fungsi kulit adalah melindungai tubuh dari sinar matahari. Sinar matahari merupakan sumber radiasi ultraviolet yang bisa merusak sel-sel tubuh. Paparan sinar matahari berlebihan dalam waktu singkat menyebabkan luka bakar dan penebalan lapisan kulit paling atas (epidermis) serta peningkatan pembentukan pigmen (melanin) oleh sel-sel penghasil pigmen (melanosit). Melanin merupakan zat pelindung alami yang menyerap energi dari sinar ultraviolet dan mencegah masuknya sinar ke jaringan yang lebih dalam. Tetapi produksi melanin berlebihan mengakibatkan kulit menjadi hitam dan kusam atau sering disebut hiperpigmentasi.
Risiko hiperpigmentasi juga meningkat seiring proses aging, menyebabkan munculnya "noda-noda", kerut, dan manifetasi ketuaan lain di kulit. Dalam pikiran sebagian besar orang, perubahan ini adalah alamiah. Tetapi sebenarnya semua proses kerusakan kulit tadi bisa dicegah sejak dini. Proses penuaan kulit dini sebagai konsekuensi paparan sinar ultraviolet sering disebut fotoaging (photoaging atau photodamage). Untuk orang yang tinggal di daerah tropis yang berlimpah matahari, maka proses fotoaging bisa jadi semakin progresif. Kerusakan kulit ini bisa terjadi di usia muda. Beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi fotoaging kini sudah tersedia, mulai dari operasi atau cukup dengan mengoleskan obat topikal. Tujuannya sama, membuat tampilan kulit lebih muda dan cerah.
Berdasarkan salah satu makalah yang dilansir Journal for Primary Care Physician, saat ini obat topikal yang merupakan "gold standard" dalam mengatasi fotoaging adalah obat dari golongan retionoat (derivate vitamin A). Salah satu obat topikal dari kelompok ini yang sudah dikenal sejak lebih dari 30 tahun lalu adalah asam retinoat atau tretinoin. Jenis retinoat topikal lain untuk fotoaging dengan efek yang hampir sama dengan tretinoin antara lain krim emollient 0,05%. Beberapa penelitian sudah banyak dipublikasikan tentang kemampuan tretinoin memperbaiki kondisi kulit karena proses fotoaging dengan mengurangi kerut, menghilangkan titik-titik hiperpigmentasi, dan memperhalus wajah sehingga wajah lebih berkilau. Manfaat lain tretinoin termasuk memperbaiki atropi epidermal, menambah produksi kolagen, memicu pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis), dan memperbaiki mitogenesis atau mempercepat pergantian sel-sel kulit. Pergantian sel kulit yang cepat akan memicu proses bleaching di kulit sehingga terjadi depigmentasi.
Isu keamanan memang bukan isu besar dalam terapi dengan tretinoin. Dalam penggunaan obat ini selama bertahun-tahun, tidak ada efek samping berupa parut di kulit, kecacatan janin, atau abnormalitas lain dalam tubuh yang pernah dilaporkan. Cara kerja tretinoin yang mempercepat pergantian sel-sel kulit juga efektif untuk mengatasi jerawat. Dengan mekanisme ini, maka lapisan-lapisan sel kulit akan menipis secara bertahap. Pada pasien jerawat, sel-sel baru akan menggantikan lesi jerawat dan mencegah lesi baru muncul. Dengan mekanisme yang hampir sama, tretinoin bisa mengurangi kerut, pigmentasi kulit, dan kulit yang kasar. Hasil tersebut bisa dicapai dengan pengobatan sekitar 3-4 minggu.
Last edited by gitahafas on Fri Jul 23, 2010 10:52 am; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 8:13 pm | |
| SEDOT LEMAK Liposuction atau sedot lemak adalah menyedot lemak dengan menggunakan kanula penyedot yang dimasukkan melalui sayatan kecil pada kulit. Sedot lemak bukanlah suatu cara untuk mengurangi berat badan, melainkan untuk body contouring yaitu untuk membentuk tubuh agar menjadi lebih baik.
Tindakan sedot lemak memiliki batasan jumlah lemak yang bisa dikeluarkan dalam satu kali tindakan. Prosedur sedot lemak menggunakan tehnik bius lokal dengan menggunakan cairan liokain dengan batasan 55 mg/kgbb, jadi seseorang dengan berat badan 50 kg hanya mampu menerima 2500 mg lidokain dalam satu kali tindakan. Jika lebih, maka pasien akan mengalami keracunan. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik sedot lemak yang digunakan, lemak yang disedot dalam satu kali tindakan rata rata 2000 cc, dengan batas maksimal 5000 cc.
Sebelum melakukan sedot lemak, pasien harus menghentikan sementara pemakaian obat obatan dan suplemen, misalnya aspirin, vitamin E, gingko biloba, bawang putih, jahe dan obat anti radang, karena obat obatan tersebut dapat meningkatkan resiko perdarahan. Bagi perokok, seminggu sebelum dilakukan sedot lemak, harus mulai menghentikan kebiasaan tersebut. Penderita penyakit jantung, paru paru, anemia dan gangguan perdarahan tidak dianjurkan menjalani sedot lemak.
Resiko sedot lemak: 1. Hematoma ( perdarahan dibawah kulit ). 2. Seroma 3. Emboli lemak 4. Kelebihan cairan 5. Perdarahan 6. Infeksi 7. Tromboembolisme
Kini kemungkinan resiko sedot lemak sangat jarang terjadi berkat tehnik tumescent yang menggunakan bius lokal saat dilakukan proses sedot lemak, karena pasien dalam kondisi sadar sehingga dokter tahu ketika kanula menyentuh daerah yang seharusnya disedot. Jika pasien kesakitan akan langsung memberi respons dan resiko mengenai organ lain dibawah kulit menjadi sangat kecil. Penelitian di Amerika mendapatkan sedot lemak dengan bius umum, resiko kematiannya adalah 1:4000, sedangkan dengan kematian akibat sedot lemak dengan bius lokal sampai saat ini belum pernah dilaporkan.
Sedot lemak bisa dilakukan di semua rentang usia, mulai dari remaja sampai lanjut usia asalkan mereka dalam keadaan sehat. Meskipun demikian, hasil terbaik akan diperoleh mereka yang masih elastis kulitnya, seperti yang dimiliki oleh mereka yang masih muda, karena jika kulit tidak elastis lagi seperti pada orang lanjut usia, maka setelah sedot lemak ada kemungkinan kulit tidak akan kencang kembali sehingga perlu dilakukan operasi pengencangan kulit.
Prosedur operasi Operasi dimulai dengan membersihkan daerah yang akan dilakukan operasi, lalu dilakukan proses pembiusan lokal ditempat tempat yangakan dibuat sayatan. Sayatan dibuat sebanyak 5 buah, berukuran sekitar 0,5 cm, lalu dimasukkan jarum tumpul untuk menyuntikkan cairan yang berfungsi melarutkan lemak sekaligus sebagai obat bius lokal. Setelah beberapa saat, proses penyedotan lemak dengan kanula yang sudah terpasang ke alat vakum, dimulai. Setelah selesai, lubang bekas operasi akan dijahit. Proses operasi membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam tergantung luasnya daerah yang dikerjakan, dan setelah itu pasien bisa langsung pulang ke rumah.
Dirumah pasien dianjurkan untuk makan dan minum banyak cairan. Pada hari pertama sebaiknya pasien istirahat saja dan membatasi aktivitas. Setelah operasi tetap tidak diperbolehkan minum obat obatan dan suplemen yang telah disebutkan tadi, dan juga belum diperbolehkan merokok. Proses penyembuhan berlangsung biasanya sekitar 2 minggu, dan selama 2 minggu tersebut pasien harus menggunakan korset atau perban elastis, supaya rongga rongga kosong bekas tempat lemak tidak terisi darah atau cairan. Selama itu pasien benar benar tidak diperbolehkan melepas korsetnya, kecuali hanya selama 10 menit sehari. Untuk mencegah masuknya kuman dan terjadinya infeksi, maka selama seminggu daerah yang di operasi tidak boleh kena air. Setelah 2 minggu pasien baru bisa melakukan aktivitas seperti biasa, termasuk olahraga dan aktivitas seksual.
Sedot lemak memberi hasil permanen, tetapi bila setelah operasi pasien tidak merubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, pastilah lemak akan kembali menumpuk di tubuhnya. Walaupun bisa saja dilakukan sedot lemak kembali, tetapi terlalu banyak sedot lemak juga tidak baik. Tanpa sedot lemakpun, jika anda menjalani gaya hidup sehat, lemak pastinya akan menumpuk ditubuh anda secukupnya dan tidak berlebihan.
Pasal 69 UU NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN (1) Bedah plastik dan rekonstruksi hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. (2) Bedah plastik dan rekonstruksi tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat dan tidak ditujukan untuk mengubah identitas. (3) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara bedah plastik dan rekonstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 8:10 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Kulit Wed Jul 21, 2010 8:37 pm | |
| WAJAH KAKU SETELAH OPERASI PLASTIK Rabu, 28 April 2010, 10:16 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila VIVAnews - Mengapa wajah wanita yang terlalu banyak melakukan operasi plastik justru terlihat kaku dan kusut? Alasan utamanya karena facelift. Operasi plastik hanya memperbaiki otot wajah, bukan tulang. Padahal tulang juga menua seiring pertambahan usia. Saat baru lahir, wajah bayi biasanya tampak kemerahan dengan pipi yang cenderung tembem. Ini menunjukkan tulang dan otot masih muda dan akan tumbuh saat dewasa. Para peneliti menemukan bahwa tulang di sekitar mata, rahang, dan pipi menyusut bersamaan dengan usia yang makin tua. "Itu merupakan hal yang alami dan seharusnya diketahui semua orang," kata dr. Smithsonian.
Dia menambahkan bahwa tulang manusia pada usia 20-an tahun memiliki bentuk paling sempurna. "Tetapi kualitasnya akan terus menurun dan tidak akan seperti itu selamanya," katanya. Tidak satupun operasi yang akan mengembalikan kesegaran wajah seperti saat muda. Sehingga disarankan agar mempertimbangkan hal tersebut sebelum memutuskan untuk melakukan operasi plastik.
Jadi, suntik botoks atau operasi plastik yang ada saat ini mungkin akan mempercantik wajah dalam beberapa waktu. Namun, selanjutnya hanya akan membuat wajah kaku dan kusut. Sebelum operasi kosmetik tulang ditemukan, sebaiknya hindari bedah plastik tanpa alasan kesehatan. (pet)
Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 6:31 am; edited 2 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |