Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Ilmu Bedah

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 11, 12, 13  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 08, 2010 8:57 pm

OPERASI PLASTIK GAGAL, NYAWA BISA MELAYANG
Senin, 24 Januari 2011 - 17:25 wib Chaerunnisa - Okezone
OPERASI plastik merupakan solusi jitu untuk memperindah dan memperbaiki beberapa bagian tubuh tertentu, terutama wajah. Meski begitu, prosedur ini tak lepas dari risiko. Selain belum tentu menuai hasil sesuai keinginan, operasi plastik juga bisa membuat nyawa melayang, jika dilakukan tanpa prosedur tepat. Salah satu prosedur yang harus dilakukan ialah memilih tempat aman untuk melakukan bedah plastik. Pasalnya, operasi plastik saat ini tak hanya bisa dilakukan di rumah sakit, namun klinik kecantikan, bahkan salon pun sudah menyediakan pelayanan “permak” wajah atau tubuh ini. Sayangnya, masih banyak wanita yang tidak mementingkan keamanan prosedur ini. Akibatnya, tak sedikit korban yang muncul karena operasi plastik yang gagal.

Menurut International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS), negara-negara Asia seperti China, India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand adalah termasuk 20 negara teratas sebagai pelaku prosedur bedah kosmetik di seluruh dunia. Pada tahun 2009, Asia juga menjadi pusat operasi plastik terbesar kedua di dunia. Di zaman di mana Botox dan liposuction umum dilakukan, sebagian besar dari kita melupakan mengenai bahaya dan komplikasi yang mungkin terjadi pada prosedur ini.

Untuk kebanyakan orang, melakukan suntikan Botox tidak terlalu berbahaya, karena hal ini dianggap simpel seperti menindik telinga mereka. Tapi kenyataannya berbicara lain, ternyata banyak yang telah menjadi korban kegagalan operasi plastik. Di tempat lain di Asia, ada lonjakan jumlah pusat kecantikan bermunculan tanpa izin dan ahli bedah plastik tidak berakreditasi yang menawarkan operasi kecantikan dengan harga murah untuk pasien yang sedang menginginkan kelopak mata baru, bibir lebih penuh, atau perut datar. Tapi hasilnya, malah lebih sering menjadi bencana.

Bahkan, pasar medis canggih seperti Amerika Serikat tidak luput dari peristiwa tragis seperti ini. Dan beberapa kejadian serupa tidak dilaporkan karena terjadinya di sebuah klinik illegal di luar negeri. Mengacu pada peristiwa meninggalnya ibunda rapper terkenal Kanye West, Donda West, dan mantan Miss Argentina, Solange Magnano, setelah komplikasi yang timbul dari operasi plastik, maka semakin banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai risiko operasi elektif.

Jutaan orang pernah melakukan pengangkatan, penurunan, perubahan bentuk, pengambilan atau pengupasan pada bagian tubuh mereka di setiap tahunnya. Sejumlah besar mereka juga memilih untuk melakukannya tidak di rumah sakit, tapi di klinik-klinik swasta yang bahkan tidak memiliki fasilitas tepat. Ini yang bahaya! Dr Marco Faria Correa mengatakan, jika dokter bedah Anda tidak memiliki sebuah klinik di rumah sakit, pastikan bahwa dia memiliki anestesiologi terlatih dan perawat. Pada saat-saat tertentu, dokter bedah nakal akan melakukan operasi tanpa ahli anestesi yang terlatih atau perawat anestesi di ruang operasi. Ini merupakan beberapa penyebab bencana bisa terjadi.


OPERASI PLASTIK BIKIN KECANDUAN
Kamis, 01/04/2010 10:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Dalam situasi tertentu, operasi plastik hampir sama seperti merokok karena menimbulkan perilaku kecanduan. Jadi jangan heran orang yang pernah sekali operasi plastik bakal mengulanginya hingga beberapa kali. Operasi plastik sudah dianggap tidak tabu yang membuat wanita atau pria berkantong lumayan akan terus menyempurnakan tubuhnya melalui operasi plastik. Awalnya cuma operasi kelopak mata, kemudian operasi bibir, hidung, leher, bokong, pinggang, panggul, kaki dan lainnya.

Bintang film Elizabeth Taylor sepanjang usianya yang 78 tahun telah melakukan 100 kali operasi lebih mulai dari operasi kesehatan
, operasi caesar dan terbanyak operasi kecantikan. Bintang reality show Heidi Montag juga mengakui ia telah menjalani 10 kali operasi plastik dalam satu hari. Meskipun ia tidak mengaku kecanduan, tapi para ahli berpendapat perilaku seperti itu sudah merupakan kecanduan. "Kecanduan itu ditandai tiga gejala fundamental yaitu mengulangi lagi, ngidam sesuatu dan melakukan sesuatu meskipun memiliki konsekuensi negatif," ujar Tom Horvarth, psikolog di pusat perawatan kecanduan di La Jolla, California, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (1/4/2010).

Horvarth menambahkan meskipun kenikmatan yang didapatkan seseorang dari operasi plastik tidak sama dengan kenikmatan dari zat tertentu seperti merokok, tapi perilaku ini berpotensi menimbulkan adiktif (kecanduan). "Potensi ini dilihat jika seseorang telah berhasil mengubah tubuhnya dan mendapatkan hasil bagus, maka orang tersebut akan berpikir tentang operasi berikutnya yang ingin diperbaiki dengan operasi plastik. Di sinilah kecanduan operasi plastik dimulai," ungkapnya.

Kebanyakan orang yang telah kecanduan operasi plastik karena ingin memenuhi kebutuhan fisiologisnya. Biasanya orang-orang ini merasa harus tampil cantik di sepanjang waktunya. Orang yang tidak merasa puas dengan dirinya sendiri dari waktu ke waktu juga akan melakukan apapun untuk meningkatkan kepuasan tubuhnya, sehingga memicu orang untuk ketagihan operasi plastik.

Alasan lain orang ingin melakukan operasi plastik adalah keinginan untuk tampil lebih muda, agar bisa diterima oleh lingkungan sosial. Ada juga yang melakukan operasi agar terlihat tidak terlalu etnis seperti kelopak mata sipit yang dilebarkan. Dalam beberapa kasus, orang yang melakukan operasi plastik karena memiliki persepsi realistis dari fiturnya yang dalam kondisi medis dikenal dengan gangguan tubuh dismorfi (body dysmorphic disorder).

Jika pasien sudah menunjukkan tanda-tanda kecanduan, maka seorang ahli bedah biasanya akan merekomendasikan pasien untuk melakukan konseling dan membicarakan seberapa perlu dirinya melakukan operasi plastik. Namun hal ini akan menjadi sangat sulit, terutama jika pasien sebelumnya telah melakukan banyak operasi plastik di tubuhnya. Jika hal ini terjadi maka terapi fisiologis kemungkinan dibutuhkan.

Cara terbaik untuk mencegah kecanduan operasi plastik adalah menghentikannya sebelum benar-benar terjadi. Operasi plastik bukanlah suatu hal yang buruk, tapi jika dilakukan terus menerus dan mengubah banyak hal bisa menjadi sesuatu yang buruk. Seseorang harus tahu kapan dirinya membutuhkan operasi plastik dan kapan tidak. (ver/ir)


Last edited by gitahafas on Sun Jul 03, 2011 5:58 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 08, 2010 8:58 pm

JANGAN SEPELEKAN RISIKO BEDAH PLASTIK
Minggu, 13 Januari 2008 | 17:17 WIB
LOS ANGELES, SABTU - Operasi atau bedah plastik kini marak dilakukan untuk memperindah dan memperbaiki beberapa bagian tubuh tertentu terutama bagian wajah. Masyarakat semakin mengenal bedah plastik untuk memperbaiki kelopak mata atas dan bawah serta alis, membentuk pipi, dagu, dan hidung, face lift, neck lift, membuang tato, tummy tuck, liposuction atau sedot lemak, hingga memperbesar maupun mengecilkan payudara.

Banyak anggapan yang muncul bahwa risiko bedah plastik tidaklah sebesar tindakan bedah lainnya seperti operasi organ-organ bagian dalam tubuh. Namun faktanya, risiko bedah ini sama besarnya dengan jenis operasi lainnya. Peringatan akan besarnya risiko dari bedah plastik ditegaskan para ahli kesehatan belum lama ini. Mereka pun menekankan bahwa bedah plastik seharusnya hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berbadan sehat. Direktur Bedah Plastik pada University of Texas Southwestern Medical Center, Dr. Rod Rohrich, seperti dikutip kantor berita Xinhua, Sabtu (12/1), mengatakan bedah plastik memiliki risiko yang sama besar dengan bedah-bedah lainnya.

Seiring dengan makin tingginya jumlah orang yang ingin melakukan bedah plastik, khususnya di Amerika Serikat, para pakar kesehatan berupaya memberikan edukasi yang tepat tentang bedah plastik kepada masyarakat. "Saya melihat konsumen AS menganggap operasi plastik itu seperti suatu kebutuhan pokok. Padahal, menjalani operasi plastik bukan seperti membeli sebuah sepatu. Anda bisa mengembalikannya (bila tidak cocok). Sedangkan Anda tidak bisa mengembalikan hidup Anda," terang Dr. Rohrich.

"Bedah plastik hanya dapat dilakukan bagi para pasien yang sehat. Jika mereka tidak sehat, maka jangan sekali-kali memaksakan diri menjalani bedah plastik," tegasnya lagi. Menurut data American Society of Plastic Surgeons, sebanyak 11 juta orang menjalani bedah plastik pada 2006, atau meningkat 48 persen dibanding tahun 2000. Sebuah studi yang dipublikasikan baru-baru ini oleh jurnal Plastic and Reconstructive Surgery mengungkapkan bahwa komplikasi serius terjadi dalam satu di antara 298 kasus, dan kematian terjadi dari satu di antara 51.459 kasus.

Dr Rohrich mengatakan, gencarnya pemberitaan media yang memfokuskan kepada kehidupan para selebritis dan tayangan reality shows di televisi menjadi penyebab utama meningkatnya popularitas bedah plastik. Riset yang dipublikasikan oleh jurnal Plastic and Reconstructive Surgery pada Juli 2007 lalu itu juga mengungkapkan, penayangan reality shows di televisi dapat mempengaruhi orang secara langsung dalam mengambil keputusan menjalani operasi plastik.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 7:53 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 08, 2010 8:58 pm

INILAH KONSEKUENSI OPERASI PLASTIK
Selasa, 2/11/2010 | 17:38 WIB
KOMPAS.com - Mempercantik diri dengan operasi dianggap mampu menunjang penampilan. Jika cara ini menjadi pilihan terakhir Anda, sebelum melakukan operasi plastik, pastikan Anda memahami risiko, manfaat, dan konsekuensinya. Inilah faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan operasi plastik:

Ekspektasi
Jika Anda tak cukup puas dengan penampilan saat ini, operasi plastik dianggap solusi. Namun perlu dipahami, bahwa perubahan fisik setelah operasi tak lantas menjadikan Anda sosok sempurna. Jangan berlebihan dengan ekspektasi diri sendiri. Operasi plastik lebih dimaksudkan memperbaiki kondisi saat ini, bukan menjadikan Anda sama seperti bintang idola. Operasi yang dilakukan akan berujung pada kekecewaan atau penyesalan, jika tujuannya untuk menjadikan Anda selebriti.

Biaya
Jangan berharap asuransi kesehatan bisa membiayai operasi plastik. Artinya, Anda mengeluarkan uang khusus untuk menjalani niat ini. Biaya operasi plastik bervariasi tergantung prosedur yang diterapkan. Jumlah anggaran yang perlu disiapkan juga tak sedikit. Kebutuhan biaya bukan sekadar saat operasi. Namun juga biaya untuk perawatan pascaoperasi dan prosedur penanganan tambahan.

Risiko
Sejumlah risiko yang harus siap ditanggung adalah ketidakpuasan akan hasil akhirnya (berlaku untuk semua jenis operasi plastik), komplikasi, pendarahan, dan infeksi di titik operasi. Jadi, jika ingin menjalani operasi plastik untuk alasan kecantikan, bersiaplah dengan semua risiko ini.

Masa penyembuhan
Pascaoperasi plastik, Anda membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan dalam hitungan bulan, untuk melewati masa penyembuhan. Masa penyembuhan ini memberikan sejumlah efek secara fisik bahkan kehidupan personal dan profesional. Aktivitas terkait profesi terganggu bahkan terhenti dalam periode waktu yang lama.

Perubahan psikis
Kepercayaan diri boleh jadi meningkat, itu pun jika hasil operasi memuaskan Anda. Perubahan piskis pascaoperasi adalah faktor lain yang perlu dipersiapkan. Depresi dan kondisi kesehatan mental lainnya mungkin saja muncul meski secara fisik, Anda lebih terpuaskan dengan operasi plastik.

Jadi, jangan mudah tergiur operasi plastik, di bagian tubuh kekecil apapun, jika tak siap dengan semua konsekuensi ini.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:36 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 08, 2010 8:59 pm

'PERMAK' HIDUNG YANG BERUJUNG MAUT
Jum'at, 17 Desember 2010, 04:55 WIB Petti Lubis, Anda Nurlaila
VIVAnews - Bedah kosmetik kerap digunakan sebagai cara instan untuk memperoleh kecantikan dan tubuh idaman. Kendati demikian, sebaiknya pertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan melakukan 'permak' tubuh. Seorang wanita muda meninggal setelah mengalami serangan jantung selama operasi 'permak' hidung rutin. Ambulans yang datang menjemputnya dari meja operasi plastik harus menunggu sekitar satu jam sebelum para ahli bedah mengizinkan membawa Kat McClure. Diduga karena itulah yang membuat nyawa Kat asal Wellingborough, Northamptonshire, Inggris ini tidak dapat bertahan.

Dikutip dari Daily Mail, operasi berbiaya 5.800 poundsterling atau sekitar Rp63 juta untuk operasi memperkecil hidung dan implan dagu sebenarnya merupakan prosedur sederhana. Dr Ahmed el Sayed Moustafa yang memimpin operasi tersebut, gagal memberikan catatan penuh mengenai McClure akibat ingin menyelamatkan nyawanya. Dalam laporan medisnya, McClure mendapat serangan jantung selama proses operasi. Selama operasi tekanan darahnya anjlok, disusul serangan jantung. Setelah satu jam menunggu, ambulan akhirnya membawa McClure ke Rumah Sakit Belvedere di Abbey Wood, London Tenggara dalam keadaan koma. Enam bulan kemudian, McClure tidak bertahan dan meninggal dunia.

Di pengadilan, Moustafa mengatakan dirinya berusaha mencegah agar McClure tak melakukan operasi karena kondisinya yang mengidap defisiensi anti-trombin III. Operasi yang biasanya berlangsung 15-20 menit berlangsung hingga berjam-jam. Dokter berusia 73 tahun kini tak diperbolehkan lagi menangani pasien. Sebelumnya, pada 2005 ia juga menangani operasi ibu pesepakbola Inggris John Terry. Sue Terry mengalami serangan jantung di meja operasi, namun sembuh.


Last edited by gitahafas on Fri Dec 17, 2010 10:31 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Jul 08, 2010 8:59 pm

BEDAH PLASTIK MATA PALING BANYAK DIMINATI
Rabu, 16 Januari 2008 | 17:25 WIB
Kompas.com - JAKARTA, KCM - Operasi plastik atau bedah kosmetik di Indonesia kini makin banyak diminati masyarakat. Kebutuhan akan penampilan yang sempurna dan tetap awet muda menjadi salah satu latar belakangnya. Di antara berbagai jenis operasi kecantikan atau bedah plastik yang ada, operasi untuk memperbaiki atau memperindah mata adalah yang paling banyak diminati saat ini. "Operasi plastik untuk memperindah mata adalah jenis operasi yang paling banyak diminta pasien di Indonesia saat ini," ungkap Dr Irena Sakura Rini MARS, SpBP, spesialis bedah plastik dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) dalam talkshow bertajuk The Quest for Beautiful Eyes : A Cosmetic Lens Trend Report di Jakarta, Rabu (16/1).

Jika diperingkat, lanjut Irena, operasi mata menempati posisi teratas setelah jenis bedah kecantikan lainnya seperti memperbaiki alis, facelift (pengencangan kulit muka), dan operasi membuat kelopak mata bagi pasien yang tak punya kelopak mata. "Saat ini memang belum ada data pasti mengenai jumlahnya. Tetapi dari praktik yang saya lakukan sehari-hari, dari 10 pasien rata-rata lima hingga enam meminta operasi mata, sisanya bisa operasi hidung, payudara, tummytuck (merapikan perut) dan lipposuction," ungkap Irena yang juga aktif dalam Pengembangan Riset & Program Finansial PERAPI atau IAPS (Indonesian Association of Plastic Surgeons). Menurut Irena, operasi kecantikan pada mata banyak digunakan untuk memperindah bagian kelopak mata bawah maupun atas. "Bedah plastik dapat memperbaiki kelopak yang keliatan mengantuk atau dipenuhi lemak. Juga memperbaiki kelopak mata yang tipis," ujarnya

Bagian Gaya Hidup
Kebutuhan akan bedah plastik di Indonesia memang cenderung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan perubahan gaya hidup dan bergantinya persepsi akan kecantikan. "Bedah plastik kini telah menjadi bagian dari gaya hidup atau lifestyle khususnya masyarakat kota besar. Bedah plastik kini tak hanya sekedar untuk memperbaiki penampilan saja, namun juga untuk menambah rasa percaya diri," ungkap Irena. Sekitar dua puluh tahun lalu, lanjutnya, masyarakat Indonesia masih agak canggung dengan bedah plastik. Namun seiring waktu dan bukti keberhasilan, masyarakat makin percaya dan lebih terbuka untuk bertanya dan menjalani bedah plastik.

"Bedah plastik kini sudah menjadi pembahasan rutin di kota-kota besar. Bahkan sekarang ibu-ibu bisa mengenal bedah plastik lewat acara arisan. Mereka mengundang dokter ahli untuk menjelaskan risiko dan prosedurnya. Ibu-ibu juga datang ke klinik rame-rame, bisa membawa suami atau anak-anaknya," terang Irena yang juga membuka klinik di daerah Ciawi Bogor. Seiring waktu pula, kata Irene, tren bedah plastik di Indonesia telah mengalami pergeseran sejak 20 tahun lalu. "Bila dulu bedah plastik hanya digunakan untuk perbaikan yang tak kelihatan pada bagian yang tertutup seperti payudara atau dinding perut. Tetapi kini digunakan untuk yang kelihatan seperti bagian wajah atau lengan," katanya.

Bedah plastik pun kini tak cuma milik para wanita saja, tetapi kaum Adam pun banyak yang menjalaninya sebagai cara untuk memperbaiki penampilan. "Prosentasenya memang lebih banyak wanita ketimbang pria. Tapi para pria lebih spesifik dalam memilih kebutuhannya ketimbang para wanita. Banyak pria yang memilih lipposuction untuk mengurangi lemak di beberapa bagian tubuh," tandasnya.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:36 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Mon Aug 16, 2010 10:39 am

INGIN OPERASI PLASTIK? TANYAKAN INI DULU!
Selasa, 23/3/2010 | 15:49 WIB
KOMPAS.com - Berniat melakukan operasi plastik? Jangan terburu nafsu dulu. Ada baiknya Anda bertanya kepada dokter bedah plastik mengenai prosedur yang dilakukan, apa yang akan terjadi paska operasi (misalnya jika terjadi pembengkakan atau apa pun sebagai reaksinya), dan hasil yang Anda inginkan. ''Tanyakan dulu tata cara dan kenyamanan seputar bedah yang ingin Anda lakukan,'' ujar Robert M. Schwarcz, MD, ahli bedah plastik dan rekonstruksi di New York. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda tanyakan.

1. Sudah berapa kali dokter tersebut melakukan operasi plastik dalam dua tahun terakhir? Pertanyaan ini untuk mengetahui jam terbang sang ahli bedah.

2. Setelah operasi selesai, apakah yang harus dilakukan? Berapa lama Anda harus beristirahat, atau tidak bersentuhan dengan air (pada bagian yang dioperasi). Apakah ada bercak kemerahan, parut, atau rasa sakit yang umum.

3. Bagaimana cara dan proses pemulihan pasca operasi?
Ahli bedah plastik mungkin akan menyarankan sejumlah pantangan sebelum dan setelah bedah plastik. Entah itu soal makanan, kebiasaan merokok, perawatan, gerakan tubuh yang ekstrem, hingga soal menjaga emosi. Bagaimana pun juga, melakukan operasi plastik berarti melakukan perubahan pada tubuh Anda yang asli, sehingga Anda harus siap dengan konsekuensinya.

4. Tanyakan tentang hasil bedah plastik, apakah ada bekas luka yang akan lama sembuhnya, atau disembunyikan. Operasi pengencangan kulit umumnya akan menimbulkan bekas parut yang disembunyikan di balik telinga. Begitu juga dengan operasi pembentukan kelopak mata, meninggikan hidung, dan membentuk bibir. Ahli bedah plastik yang berpengalaman umumnya bisa memperbaiki atau menyamarkan luka akibat prosedur operasi. Namun kita sebagai pasien juga harus menyadari dan paham bahwa hasil bedah plastik tidak selalu sama dengan keinginan kita.

''Operasi plastik bukan untuk mengubah penampilan secara drastis. Sebab kalau dipaksakan Anda akan mendapatkan hasil yang tidak natural,'' ujar Schwarcz. Ia juga menyarankan agar kita sebagai calon pasien memberikan contoh hasil operasi plastik yang kita inginkan. Semakin besar gambarnya, akan semakin jelas hasilnya.


PAYUDARA SILIKON AMAN, TETAPI TIDAK UNTUK USIA PANJANG
Kamis, 23 Juni 2011 | 11:47 Suara Pembaruan
[WASHINGTON] Kaum wanita diingatkan kalau operasi memperbesar payudara dengan menanam silikon memang aman, hanya saja tidak untuk jangka yang panjang. Karena di masa mendatang ini akan menimbulkan masalah. Demikian keterangan dari Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA), baru-baru ini. “Payudara yang ditanam (implant) bukanlah alat untuk jangka panjang. Semakin lama seorang wanita menggunakan gel silicon di tubuhnya, ia semakin berpeluang terjadinya komplikasi,” demikian pernyataan FDA.

FDA memang pernah menyetujui penjualan payudara silicon untuk kaum wanita pada November 2006. Namun itu boleh dibeli untuk kebutuhan kaum wanita yang sudah berusia 22 tahun ke atas. Dalam peringatannya FDA menyatakan, kalau satu dari lima wanita yang melakukan operasi payudara dengan tujuan memperbesar ukurannya, dalam kurun waktu 10 tahun akan melakukan operasi lagi.

Satu dari lima wanita yang melakukan operasi payudara untuk meningkatkan penampilannya, dalam waktu 10 tahun ke depan harus kembali melakukan operasi untuk mengangkat gel silikon di tubuhnya. Jika tidak melakukannya, ancaman komplikasi bisa menimpa diri mereka, diantaranya adalah terjadinya pengerasan jaringan payudara sekitar implan, gel silikon yang, atau kerutan, asimetri, jaringan parut, nyeri dan infeksi. Meski sejumlah penelitian menunjukan kalau operasi pauyudara tidak berisiko kanker, namun masih butuh penelitian lebih mendalam. [L-9]


Last edited by gitahafas on Sun Jul 03, 2011 6:06 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Mon Aug 23, 2010 6:24 am

MENJALANI OPERASI PLASTIK BUTUH KESIAPAN MENTAL
Kamis, 14/1/2010 | 15:42 WIB
KOMPAS.com - Operasi plastik sebaiknya tidak sekadar dilihat dari sisi finansialnya. Sebelum berniat mengubah bentuk fisik, Anda perlu tahu bahwa operasi bedah plastik, baik untuk kecantikan maupun bedah untuk rekonstruksi (kesehatan), merupakan teknik untuk membuat perlukaan pada tubuh. Untuk itu, diperlukan persiapan yang matang baik fisik maupun psikis. Menurut ahli bedah plastik dan spesialis bedah craniofacial, dr Enrina Diah, SpBP, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Kondisi badan harus optimal. Tekanan darah dan detak jantung dalam kondisi baik, tidak mengalami flu atau kondisi badan yang menurun.

2. Mereka yang memiliki penyakit, semisal tekanan darah tinggi, gula darah tinggi (diabetes), gangguan detak jantung, hingga penyakit kronis lainnya, harus berkonsultasi dulu dengan dokternya sebelum melakukan operasi.

3. Merokok dan minum minuman beralkohol akan mengubah tekstur kulit, sedangkan untuk menjalani operasi plastik, kondisi kulit Anda harus dalam keadaan normal. Karena itu mereka yang punya kebiasaan merokok dan minum alkohol harus menghentikan kebiasaan mereka minimal 2 minggu sebelum operasi.

4. Mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan China juga harus menghentikan pengobatannya, karena obat-obatan tersebut dapat membekukan aliran darah atau mengganggu kelancaran aliran darah.

5. Anda harus melakukan medical check up, dan memperbanyak minum air putih.

6. Mempersiapkan diri secara psikis untuk menghadapi paska operasi, karena terkadang hasil yang kita bayangkan tidak selalu 100 persen terjadi.

7. Puasa makan dan minum minimal 6 jam sebelum operasi, agar tidak terjadi muntah di meja operasi karena pengaruh obat bius.

8. Mempersiapkan mental untuk menghadapi pergaulan sosial. Untuk operasi rekonstruksi rahang, contohnya. Karena wajah akan berubah, kadang-kadang Anda bahkan diharuskan mengganti kartu identitas (KTP, paspor, dan lain-lain).

9. Mental yang kuat juga harus disiapkan untuk menghadapi teman-teman atau keluarga yang mungkin tidak mengenali Anda paska bedah plastik. Belum lagi -mungkin- menghadapi cemoohan orang yang menganggap Anda tidak mensyukuri pemberian Tuhan.

10. Persiapan paska operasi lainnya, atau yang dikenal dengan penyembuhan yang bertahap, serta bersiap untuk merasakan nyeri yang cukup lama.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:29 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Aug 24, 2010 7:52 pm

DIBALIK OPERASI PLASTIK SELEBRITI KITA
Senin, 10/8/2009 | 19:36 WIB
KOMPAS.com - Banyak selebriti kita yang menjalani berbagai perawatan tubuh, dari suntik botoks, sedot lemak, hingga operasi plastik untuk mengubah salah satu bagian tubuh. Contohnya, Titi DJ, Rebecca Tumewu, Ruth Sahanaya, hingga yang terakhir Krisdayanti. Penyanyi yang kerap disebut diva ini blak-blakan mengungkapkan semua rahasia dirinya dalam buku My Life, My Secret, karya Alberthiene Endah.

Tak menjadi masalah siapa artis yang membuat pengakuan, dan siapa yang berkeras menutupi rahasia tersebut. Bagaimana pun juga, apa yang mereka lakukan merupakan keputusan pribadi yang harus dihargai. Begitu pula apa alasan di balik keputusan melakukan operasi plastik, tummy tuck, atau lipo suction itu. "Harus diakui, aku memang dihinggapi hasrat untuk terus menjadi cantik. Aku ingin terus dan terus cantik. Sempurna. Seksi," kata KD, seperti dituliskan Alberthiene Endah dalam buku tadi.

KD menjelaskan, setelah melahirkan anak kedua, Azriel, tubuhnya mengalami perubahan yang sangat kentara. Perutnya menggelambir dan gelambir itu sulit dienyahkan walaupun ia sudah melakukan olahraga mati-matian. Sudah begitu, payudaranya pun mengalami perubahan, jadi turun dan tidak kencang. KD mengaku harus mengenakan bra khusus untuk menyangga payudaranya dengan maksimal, dan korset yang membuatnya sulit bergerak dan nafasnya sesak.

Sejumlah perawatan tubuh dilakukan KD secara bertahap. Ia melakukan suntik botoks sekitar 8 bulan sekali untuk mengusir kerut-kerut di dahinya, dan untuk menyempurnakan siluet wajahnya. Bila Anda melihat giginya yang begitu rata dan bersinar, hal itu merupakan hasil karya drg. Hilly, yang mengikir dan melapis giginya dengan teknik veneer, dengan biaya Rp 100 juta. "Sakitnya lumayan," ujar KD pada majalah Femina.

KD sudah dua kali melakukan operasi breast implant (tahun 2004 dan 2008, di Bangkok dan Singapura), tummy tuck, dan perawatan kulit dengan stem cell. Seperti dituturkan KD pada majalah Femina, dalam perawatan yang memakan biaya 14.000 dollar dan bertahan untuk 5 bulan ini, cairan plasenta disuntikkan, sehingga kulitnya yang gelap tampak lebih cerah, kenyal, dan sehat.

Lain KD, lain pula alasan Becky Tumewu saat melakukan operasi payudara. Menurut perempuan yang kini aktif mengajar di TALK-Inc, sekolah TV presenter-MC dan Public Speaking ini, ia sering kesulitan mencari bra yang cocok, karena ukuran payudara kanan dan kirinya berbeda. "Kadang yang kiri pas, yang sebelah kanan koplok dan harus ekstra busa tambahan," papar Becky pada majalah Sekar.

Hal ini jelas merepotkan, dan Becky berulangkali terpikir untuk mencari bantuan agar ukuran payudara kiri kanan sama besar. Hanya saja, pemikiran ini datang dan pergi. Maklum, setelah menikah, hamil, dan punya anak, ia sempat happy karena melihat bentuk payudara yang penuh. "Tapi setelah menyusui, eh malah kempot. Ketika hamil anak kedua, melahirkan, dan menyusui lagi, tambah kempot lagi. Setelah itu baru benar-benar berpikir, apakah harus dioperasi?" katanya.
Dengan demikian, keduanya menyimpulkan, harus ada alasan yang kuat mengapa kita menjalani berbagai prosedur operasi tersebut.

Harus sadar konsekuensinya
Karena melakukan operasi plastik merupakan suatu keputusan besar, kita harus memikirkan rencana ini dengan matang. Becky berpendapat bahwa masyarakat harus menjadi konsumen yang pintar dan cerdas dengan membekali diri dengan informasi sebanyak-banyaknya. Cari tahu bagaimana prosedur operasi, dan pilih dokter bedah plastik dengan reputasi terpercaya. Dengan demikian konsumen bisa terhindar dari malpraktek.

Dari berbagai informasi yang ditemukannya, Becky tahu bahwa dirinya lebih baik menggunakan silikon padat untuk ditanam pada payudaranya. Dokternya menggunakan silicon cohesive gel, yang bentuknya gel, tapi satu sama lain menempel. Jadi bila terkena hentakan keras, tetap aman, walaupun tetap harus dikeluarkan. Silikon cair, yang digunakan sebagai bahan industri, sebaiknya tidak dijadikan pilihan.

Meskipun merupakan keputusan pribadi, rencana untuk melakukan prosedur operasi sebaiknya juga didiskusikan dengan keluarga dan orang-orang dekat lainnya. Anang, suami KD, sempat tak habis pikir mengenai keinginan sang istri melakukan suntik botoks, meskipun akhirnya menyetujui rencana tersebut. Sedangkan Johannes Dermawan, suami Becky, mengatakan, "Buatku tidak penting, apakah kamu mau melakukannya atau tidak. Karena aku suka kamu apa adanya, dan aku bahagia dengan apa yang ada di diri kamu. Tapi kalau hal itu bisa membuatmu lebih bahagia, lakukan. Lakukan untuk kamu," demikian Becky menuturkannya pada majalah Sekar.

Konsekuensi lain, seperti diungkapkan KD pada awal tulisan, adalah menahan rasa sakit pasca operasi. Tubuh yang semula mulus, disayat, ditarik, dimasuki benda-benda asing. Jelas hal ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa selama beberapa hari pasca operasi. Depresi kerap terjadi pada pasca operasi, yang antara lain disebabkan oleh trauma operasi yang menimbulkan efek fisik yang tanpa kita sadari akan mempengaruhi emosi kita. Kita juga akan menjadi stres karena komplikasi atau mengkhawatirkan perubahan bentuk yang tidak sesuai keinginan. Belum lagi menghadapi reaksi negatif keluarga dan teman-teman, dan rasa bersalah atau penyesalan karena menjalani prosedur ini.

Setelah masa penyembuhan berlalu, dan hasil operasi sudah bisa dinikmati pun, menurut KD, kita harus tetap melakukan perawatan tubuh dengan cermat. Ia mengingatkan, bahwa operasi seperti yang ia lakukan hanyalah membantu pembentukan dan menciptakan kontur lebih baik. Untuk menjaga agar bentuknya tetap indah tetap diperlukan diet, olahraga rutin, dan disiplin. "Tanpa itu, operasi mungkin hanya bertahan beberapa bulan saja," tegasnya.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:30 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Aug 24, 2010 7:53 pm

INGIN OPERASI PLASTIK? TUNGGU UMUR 52!
Sabtu, 11/12/2010 | 10:45 WIB
KOMPAS.com — Usia perempuan yang berniat untuk melakukan operasi plastik semakin muda saja. Di Amerika Serikat, misalnya, konon banyak remaja putri yang menginginkan breast implant sebagai hadiah ulang tahunnya. Padahal, sebenarnya ada usia ideal untuk melakukan transformasi kosmetik terhadap tubuh kita. Menurut sebuah survei yang diadakan oleh Superdrug, peritel kesehatan dan kecantikan di London, Inggris, sebaiknya Anda baru melakukan operasi plastik ketika memasuki usia 52 tahun, 41 minggu, dan 4 hari. Tak dijelaskan alasan di balik patokan usia tersebut. Survei dari Superdrug ini melibatkan 3.000 perempuan usia 40-65 tahun, yang mendapati bahwa satu dari tiga perempuan mempertimbangkan untuk menjalani prosedur kosmetik tertentu. Dan, jenis operasi plastik yang mereka inginkan antara lain:

* 20 persen perempuan ingin melakukan face lift jika uang tak lagi jadi masalah.
* 25 persen ingin melakukan eye lift.
* 29 persen ingin prosedur tummy tuck.
* 29 persen perempuan yang tidak akan melakukan operasi plastik ternyata menginginkan perawatan chemical peeling atau Botox.
* 29 persen perempuan lebih memilih terlihat 20 tahun lebih muda daripada menjadi miliuner.
* Mayoritas perempuan yang disurvei mengatakan bahwa Twiggy adalah role model terbaik untuk contoh perempuan yang mulai menua.

"Popularitas akan suatu perawatan tertentu memang didorong oleh prosedur yang dijalankan oleh selebritas," kata Dr Darren McKeown, dokter kecantikan yang berbasis di London. "Ketika seorang wanita terkenal ditampilkan dengan bibirnya yang kelewat monyong, kaum perempuan akan menghindari prosedur lip enhancement. Tetapi, ketika seorang selebritas terlihat telah menjalani perawatan tertentu dan kelihatan cantik, biasanya kami melihat ada kenaikan permintaan untuk prosedur tersebut."

Dr McKeown juga menganggap bahwa tekanan di tempat kerja memengaruhi keinginan perempuan untuk memperbaiki penampilannya. "Kalau Anda sudah bekerja di suatu perusahaan dalam waktu lama, dan ada rekan kerja yang lebih muda terlihat 'mengancam', Anda pasti tidak ingin terlihat kalah. Usia rata-rata klien saya adalah 40 tahun," katanya.

Sementara itu, majalah Saga juga mengadakan survei yang melibatkan 10.000 orang, dan mendapatkan kesimpulan bahwa perempuan di atas 50 tahun makin banyak yang terjebak dalam keangkuhan ketimbang generasi sebelumnya. Begini hasil penemuan majalah ini:

* Mereka 10 kali lebih banyak menggunakan tanning beds (peralatan untuk membuat kulit terlihat lebih gelap) atau self tanner daripada orangtua mereka.
* Mereka 14 kali lebih cenderung menggunakan produk-produk antipenuaan dini daripada orangtua mereka.
* 15 persen perempuan di atas 50 tahun juga mengakui mengenakan padded bra, lima kali lebih banyak daripada ibu mereka.
* 62 persen perempuan tersebut merasa mereka lebih cenderung dinilai dari penampilan mereka ketimbang generasi sebelumnya.

Mengenai hasil survei ini, Emma Soames, editor majalah Saga, mengatakan bahwa aktris yang terlihat awet muda, seperti Helen Mirren pada usianya yang ke-65, menambah tekanan untuk perempuan seusianya sehingga ingin memperbaiki diri. Namun, perlu disadari bahwa Helen adalah contoh perempuan yang menganut konsep menua secara alami. Kebetulan saja ia memiliki gen yang baik, dan tahu cara merawat tubuhnya sejak awal.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:30 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Aug 24, 2010 7:54 pm

4 OPERASI BEDAH PLASTIK PALING FENOMENAL
Selasa, 21/09/2010 17:31 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Memperbaiki penampilan melalui operasi plastik sah-sah saja dilakukan. Beberapa orang dapat merasakan manfaatnya, meski tak sedikit juga yang gagal dan malah terjebak dalam ketergantungan. Sifat manusia yang tidak pernah puas merupakan pemicu utama ketergantungan pada operasi plastik. Sukses di operasi pertama seringkali menghadirkan tantangan untuk melakukan operasi berikutnya, khususnya bagi yang sanggup mendanainya.

Ketergantungan juga bisa disebabkan oleh kegagalan di operasi yang pertama. Untuk memperbaikinya ia harus melakukannya lagi, berulang-ulang walau kadang tidak pernah mencapai hasil yang diharapkan. Seperti dikutip dari ABC News, Selasa (21/9/2010), berikut ini beberapa operasi plastik yang fenomenal baik karena kesuksesannya maupun kegagalannya.

Janet-Jane Cunliffe: Ibu dan Anak Seperti Saudara Kembar
Bagi Janet Cunliffe, wanita Inggis berusia 50 tahun, tampil lebih muda adalah impian yang ingin diwujudkannya melalui operasi plastik. Bukan itu saja, ia ingin penampilannya dibuat sama persis seperti anaknya, Jane yang berusia 27 tahun. Lewat operasi yang menelan biaya US$ 14.700, Janet menjalani rekonstruksi mata dan hidung serta sejumlah suntikan di bibir agar tampak lebih penuh. Ditunjang diet yang ketat, kini ia dan putrinya nyaris tidak bisa dibedakan karena keduanya lebih mirip saudara kembar.

Sheyla Hershey: Implan Payudara Terbesar di Dunia
Butuh silikon sebanyak 1 galon atau sekitar 3,8 liter untuk membentuk payudara berukuran 38 KKK. Berkat implan berukuran ekstrem inilah, model asal Brazil Sheyla Hershey mencatatkan diri dalam rekor Guiness sebagai pemilik payudara terbesar sejak tahun 2009. Payudara tersebut sempat diperbesar ukurannya menjadi M pada Juni 2010, meski akhirnya malah menghadirkan petaka bagi ibu 2 anak tersebut. Operasi yang terakhir ini menyebabkan infeksi parah, sehingga ia harus merelakan payudaranya diangkat jika tidak ingin mati karenanya.

Jocelyn Wildenstein: Wanita Berwajah Kucing
Sifat kucing yang manja sepertinya menjadi inspirasi bagi wanita asal New York, Jocelyn Wildenstein untuk berpenampilan seksi seperti kucing. Bukan sekedar lewat pakaian, ia ingin sudut-sudut di wajahnya dibuat serba tajam seperti kucing. Tak terhitung berapa kali Jocelyn menjalani operasi, yang jelas biayanya diperkirakan lebih dari US$ 3 juta meski hasilnya lebih menyerupai monster daripada kucing. Beberapa pakar psikologi menyebut obsesinya tersebut sebagai gangguan kejiwaan yang disebut Body Dysmorphic Disorder (BDD).

Hang Mioku: Tak Ada Silikon, Minyak Goreng pun Jadi
Gangguan mental BDD juga dialami oleh wanita asal Korea, Hang Mioku yang melakukan operasi plastik pertamanya di Jepang saat berusia 28 tahun. Meski wajahnya justru menjadi rusak, ia tak bisa membendung keinginan untuk terus melakukan modifikasi wajah. Saat dokter di Jepang tidak mau lagi melanjutkan penyuntikan silikon, ia kembali ke Korea dan menemukan dokter yang mau menolongnya. Dokter itu memberikan silikon yang bisa ia suntikkan sendiri ke wajahnya dengan dosis tertentu. Semakin rusak wajahnya, keinginan untuk menyuntikkan silikon justru makin menggebu. Hingga suatu saat silikon itu habis, lalu ia nekat menyuntikkan minyak goreng ke wajahnya dan mengakibatkan pembengkakan hebat. Meski dokter berhasil mengeluarkan silikon dan minyak goreng sebanyak 60 gram dari wajahnya dan 200 gram dari lehernya, Mioku diperkirakan tidak akan pernah mendapatkan wajah aslinya lagi.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:34 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Aug 24, 2010 7:55 pm

MAU BEDAH PLASTIK, CEK DULU REPUTASI DOKTERNYA!
Senin, 18 Oktober 2010 | 09:43 WIB Oleh Dr Marco Faria-Correa
Kompas.com - Semakin tingginya jumlah pasien bedah kosmetik di dunia, khususnya di Asia, membuat para dokter bedah bermunculan dan kemudian melakukan tindakan operasi tanpa standar yang tepat. Adalah kewajiban setiap pasien untuk melakukan riset terlebih dulu dan mengenal reputasi dokter yang dipilihnya dengan baik! Seorang ahli bedah yang baik tidak akan mengambil jalan pintas dan akan mematuhi standar perawatan yang ketat. Pasien harus diminta untuk melakukan pemeriksaan medis atau izin medis dari dokter pribadi mereka sebelum ahli bedah setuju untuk melakukan operasi.

Kondisi seperti alergi obat, tiroid, hipertensi, tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit jantung meningkatkan risiko komplikasi selama prosedur bedah plastik. Pilihan gaya hidup tertentu seperti merokok dan obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko komplikasi maka standar pelayanan yang ketat dan menyeluruh harus dipatuhi.

Setiap operasi memiliki sejumlah risiko, yang mana tidak dapat dihilangkan, tetapi dokter yang bertanggung jawab akan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan risiko dengan mengikuti secara ketat 'Standar Operasional Prosedur (SOP)' seperti daftar keselamatan bedah, mendokumentasikan time-out secara benar, tidak melakukan terlalu banyak prosedur pada pasien pada saat yang bersamaan, pemeriksaan menyeluruh secara tepat dan masih banyak lagi.

Titik awal yang baik bagi pasien untuk mengetahui apakah klinik atau rumah sakit dapat dipercaya adalah dengan mengecek akreditasi internasional RS tersebut. The Joint Commission International (JCI), misalnya, adalah salah satu contoh organisasi untuk itu. Pasien juga dapat mempelajari lebih lanjut tentang daftar keselamatan bedah dari website Organisasi Kesehatan Dunia. Informasi tersebut akan berguna bagi pasien, terutama selama tahap konsultasi karena di situs ini dapat dilihat nilai tingkat profesionalisme dari para dokter bedah.

Kita tahu bahwa setiap orang menyukai tawaran yang bagus. Tapi ingat, bedah plastik tidak segampang membeli perhiasan mahal. Meskipun sebagian pasien beruntung dan hanya menghadapi masalah kecil pascabedah kosmetik seperti kesulitan berekpresi pada wajah dan penyok kecil di bokong, sebagian pasien lainnya terpaksa membayar harga yang sangat mahal, yaitu kematian. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa latar belakang dokter bedah yang Anda pilih!

Marco Faria Correa adalah seorang ahli bedah plastik dari Brazil bersertifikat internasional yang berpraktek di Gleneagles & East Shore Medical Centre, Singapura. Untuk informasi lebih lanjut tentang Dr Marco atau dokter lainnya, hubungi info@flyfreeforhealth.com ©FlyFreeForHealth2010


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:24 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Wed Aug 25, 2010 9:55 am

AWAS! 50% BEDAH PLASTIK TIDAK DITANGANI AHLINYA
Selasa, 4 November 2008 | 08:10 WIB
MALANG, SELASA — Sekitar 50 persen operasi bedah plastik, khususnya kosmetik (kecantikan), seperti suntik silikon, sedot lemak (liposuction), dan ekspansi jaringan, tidak ditangani oleh dokter spesialis (ahli) sehingga tidak jarang menimbulkan efek negatif bagi pasien. Menurut spesialis bedah plastik estetika dan rekonstruksi, Prof Dr dr Bambang Pardjianto, di Malang, Selasa, maraknya praktik bedah plastik untuk kecantikan saat ini tidak kurang dari 50 persen pelaku tidak memiliki latar belakang medis, apalagi bedah plastik sehingga bisa dikategorikan ilegal. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya itu mengakui, maraknya praktik ilegal bedah plastik tersebut dipicu terbatasnya dokter ahli sehingga pihak yang tidak berkompeten di bidangnya pun ikut menangani melalui salon-salon kecantikan.

"Dokter spesialis bedah plastik di Malang Raya ini hanya ada tiga orang, termasuk saya dan di Indonesia baru ada 87 orang. Dari 87 orang itu sebanyak 50 persen berada di Jakarta dan 50 persen menyebar di seluruh Indonesia, tetapi tetap saja "menumpuk" di Jawa," katanya. Bambang mengakui, dirinya sering kali menangani pasien korban bedah plastik yang tidak sesuai standar dan sebagian besar dilakukan di salon-salon kecantikan yang membuka layanan bedah plastik.

Bambang mengatakan, secara psikis, bedah plastik kosmetik (estetika) memang bisa meningkatkan rasa percaya diri terhadap kondisi fisiknya yang secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap sumber daya manusia. Hanya, katanya, perkembangan bedah plastik di Indonesia masih mengalami beberapa kendala, di antaranya penanganan pasien masih banyak dilakukan nonspesialis, jumlah spesialis bedah plastik minim, dan sosialisasi terhadap ruang lingkup bedah plastik juga jauh dari sasaran.

Ia mencontohkan, sampai saat ini pihak asuransi belum bersedia menangani (membiayai) operasi bedah plastik akibat luka bakar atau kecelakaan lainnya yang mengharuskan operasi, dengan dalih itu semua dengan tujuan kecantikan. "Kalau luka-luka akibat kecelakaan dan harus operasi, apa itu masuk kategori kecantikan? Sampai sekarang kondisi ini masih menjadi perdebatan, khususnya soal nilai pertanggungan," tuturnya.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:23 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Wed Sep 15, 2010 9:50 am

CANTIK DI NEGERI OPERASI PLASTIK
Rabu, 25/11/2009 17:50 WIB Irna Gustia - detikHealth
Caracas, Wanita Venezuela dikenal akan kecantikannya. Bahkan beberapa kali ratu kecantikan sejagad berasal dari negara Hugo Chavez ini. Tapi hampir sebagian besar perempuan cantik di negeri latin ini bersentuhan dengan pisau bedah. Di Venezuela adalah lumrah perempuan melakukan operasi plastik karena tujuannya dianggap baik untuk memperbaiki penampilan sampai-sampai negara ini dianggap surganya operasi plastik. Gadis muda yang baru memasuki usia 20 tahun, yang belum punya masalah kulit keriput pun sudah berani melakukan operasi plastik.

Acara mempermak tubuh pun terus berlanjut meski negara tersebut dilanda inflasi tinggi, yang naik 20% sejak awal tahun akibat resesi ekonomi. Tapi resesi ekonomi tak mengganggu permintaan bedah payudara, sedot lemak liposuction atau pengencangan kulit (facelifts) yang jalan terus. "Tak pernah ada pertanyaan untuk tidak melakukan operasi plastik tapi yang muncul bagaimana Anda melakukannya. Kita semua ingin dapat melakukan semuanya," kata Helen Patino, 37 tahun, mantan model yang telah melakukan operasi pembesaran payudara pertama kali di usia 21 tahun seperti dilansir dari ABCNews, Rabu (25/11/2009).

Berbagai cara dilakukan perempuan Venezuela untuk bisa melakukan operasi plastik mulai dari menggunakan uang tabungan atau meminjam dana dari keluarga. Bahkan tidak sedikit klinik yang membolehkan pasiennya membayar kredit. "Krisis keuangan justru memacu orang untuk membelanjakan lebih banyak uangnya untuk operasi untuk menghibur diri di kala krisis. Saya belum pernah melihat adanya penurunan permintaan untuk operasi," kata ahli bedah plastik Peter Romer di Caracas. Bagi Iris Delgado (57 tahun) yang berprofesi sebagai teknisi gigi, kekurangan dana bukanlah halangan untuk memiliki kelopak mata baru demi mengurangi lipatan lemak.

"Orang harus berkorban jika tidak memiliki uang. Anda bisa mendapatkannya dari kartu kredit atau meminjam kepada keluarga," kata Delgado yang harus berutang 7.000 bolivares atau US$ 3.250 (Rp 32 juta) untuk bisa melakukan operasi plastik. Seperti Delgado banyak orang Venezuela yang memilih berutang untuk membiayai operasi plastik. "Ini merupakan investasi yang membuat mereka mencari uang kemana-mana," kata Romer. Bahkan menurut Romer, salah satu pasiennya memilih pindah ke apartemen yang lebih kecil untuk bisa melakukan operasi dan menjual lagi mobilnya agar bisa melakukan facelift.

Leoncio Barrios, psikolog sosial di Central University of Venezuela mengatakan sebagian besar kelas menengah dan perempuan yang berpenghasilan rendah tidak memiliki properti untuk dijual atau memiliki simpanan. "Tapi iklan yang begitu gencar, bahkan di kereta bawah tanah, Anda dapat melihat iklan klinik yang menawarkan kredit untuk beberapa jenis operasi. Akibatnya banyak perempuan pekerja yang menggunakan bonus liburan atau meminjam dari rekening tabungannya untuk operasi," tambahnya.

Sementara Patino mengatakan meskipun biayanya mahal, pilihan untuk melakukan operasi plastik bukanlah sesuatu yang mewah di Venezuela. "Karena perempuan perlu menjadi cantik," kata Patino. Menurutnya, dorongan perempuan di Venezuela melakukan operasi plastik juga karena kompetisi untuk mendapatkan tempat kerja atau menang perlombaan. "Secara sosial memang banyak permintaan terutama dari laki-laki, sehingga perempuan berupaya memiliki tubuh yang bagus," kata Prem Pratita, 27 tahun yang baru saja melakukan operasi pembesaran payudara.

Maraknya operasi plastik tidak hanya terjadi di Venezuela, tapi juga banyak negara lain, hanya saja tidak seekstrim di Venezuela hingga harus berutang agar bisa operasi. Negara Asia seperti Korea Selatan dan China pun dilanda tren operasi plastik. Namun para pakar kesehatan memperingatkan sebisa mungkin menghindari pisau bedah karena risiko yang dihadapi cukup besar. Beberapa metode operasi plastik dinilai tidak aman seperti sedot lemak Mesotherapy, apalagi banyak pelaku operasi plastik bukan dokter (ir/ver)


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:21 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Fri Sep 24, 2010 6:04 am

TIP SEHAT DARI PEMULIHAN BEDAH PLASTIK
Rabu, 9 September 2009 - 16:09 wib Dewi Arta - Okezone
Perawatan pada masa pemulihan bedah plastik memang harus diperhatikan. Pasalnya di masa transisi ini Anda yang ingin mendapatkan kesempuranaan dalam bentuk fisik harus beradaptasi terlebih dahulu dengan rasa sakit, namun berbagai perawatan khusus wajib Anda perhatikan agar rasa sakit lagi tak mendera. Konon, apa pun prosedur yang akan Anda lakukan, kondisi baik fisik maupun emosional akan mempengaruhi pemulihan Anda. Melalui bukunya yang berjudul ?Ultimate Beauty, Menjadi Pribadi yang Menakjubkan dengan Aesthetic Surgery', Dr. Enrina Diah, ApBP memaparkan lebih rinci mengenai perawatan yang bisa anda terapkan pasca operasi plastik.

Berikut ini beberapa petunjuk untuk membantu pemulihan yang sehat :
Untuk mengurangi pembengkakan pada wajah setelah operasi, kompreslah dengan es. Meskipun ahli bedah telah memasangkan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan, namun Anda tetap perlu mengompres dengan es secara berkala. Mintalah saran kepada ahli bedah berapa lama Anda harus melakukan hal tersebut.

Rencana waktu pemulihan Anda ini bergantung pada prosedur operasi, waktu pemulihan yang berkisar antara beberapa hari sampai beberapa minggu. Ini penting diketahui karena akan mempengaruhi pekerjaan hubungan keluarga dan sosial, serta jadwal Anda setelah melakukan operasi. Anda harus realistis dengan harapan Anda. Biarkan wajah Anda terlihat apa adanya sebelum mendapatkan hasil lebih baik dari operasi bedah Anda. Hampir semua jenis prosedur operasi kosmetika menyisakan pembengkakan dan luika. Jangan panik! Biarkan proses penyembuhan berjalan secara alami, jika anda menemukan kelainnan segera konsultasikan dengan ahli bedah Anda.

Ikutilah panduan dari ahli bedah Anda. Ikuti aturan minum obat, resep atau petunjuk memulai aktifitas atau petunjuk kebersihan. Untuk perawatan awal selama 48-72 jam setelah operasi, sebaiknya Anda tidak sendiri. Walaupun Anda yakin, Anda dapat melanjutkan kegiatan rutin seperti biasa tetap saja Anda membutuhkan seseorang untuk membantu Anda untuk memungkinkan proses penyembuhan. Operasi apa pun dapat mengurangi cairan dalam tubuh Anda, oleh karena itu setelah melakukan operasi plastik, minumlah air sesering mungkin untuk menambah kehilangan cairan tubuh Anda. Selain itu, makanlah makanan ringan untuk hari-hari pertama pasca operasi.

Jika Anda melakukan operasi di leher atau kepala, Anda dianjurkan selalu dalam posisi kepala lebih tinggi selama beberapa hari. Ini akan mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses pemulihan. Hindari terkena sinar matahari secara langsung. Gunakan sunblock UV protection untuk melindungi kulit Anda. Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat sejenisnya selama pemulihan. Untuk menutupi dan meminimalisir bekas operasi, dianjurkan untuk berdandan yang dapat menyamarkan parut operasi.



KAPOK 'DIOBOK OBOK' SETELAH 100x DI OPERASI
Rabu, 31/03/2010 16:37 WIB Irna Gustia - detikHealth
California, Bagaimana rasanya menjalani lebih dari 100 operasi mulai dari operasi kecantikan, operasi melahirkan hingga operasi mengatasi sakit? Tanyakan pada Elizabeth Taylor yang kini mengaku kapok dioperasi lagi setelah menjalani lebih dari 100 kali operasi sepanjang hidupnya. Sang ratu Holywood itu kini tak berdaya melawan aneka macam penyakit yang masuk ditubuhnya yang kini berusia 78 tahun. Kini Liz makin layu di atas kursi roda karena penyakit Scoliosis, yakni kelainan tulang belakang yang membuat badannya melengkung tidak normal. Sebelumnya Liz harus berjuang melawan tumor otak, diabetes, pneumonia, kanker kulit, kejang-kejang hingga stroke.

Seperti dilansir Telegraph, Rabu (31/3/2010), keluarga dan temannya mengatakan Liz sangat lelah dan lemah untuk pergi lagi ke meja operasi. Padahal sakitnya saat ini cukup serius yang biasanya Scoliosis diatasi dengan operasi. Pemenang Oscar dua kali itu berulangkali masuk rumah sakit dan tahun ini sudah ketiga kalinya masuk rumah sakit dengan menggunakan kursi roda. Lehernya terkadang tidak bisa tegak dan tak mampu mengangkat kepalanya. Tapi sang bintang bersikeras tidak mau lagi tidur di meja operasi.

"Ia menghabiskan harinya dengan duduk di kursi roda dengan kepala terkulai di bahunya. Ini satu-satunya posisi yang nyaman buat dia," kata orang dekat Liz. Bintang film Cleopatra ini suatu kali pernah mengatakan," Saya masuk rumah sakit sesering orang masuk taksi," katanya. Sang 'Cleopatra' antara lain pernah menjalani 2 kali operasi panggul, 5 kali operasi punggung, 3 kali operasi caesar. Sisanya kebanyakan operasi kecantikan untuk wajah, payudara dan lainnya. Aktris yang menikah 8 kali ini juga pernah operasi jantung untuk mengobati gagal jantun (ir/ver)


Last edited by gitahafas on Sun Jan 02, 2011 11:54 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Sun Sep 26, 2010 12:51 pm

THAILAND INGIN JADI 'SURGA' OPERASI PLASTIK
Rabu, 03/03/2010 17:06 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Bukan cuma wisatanya saja yang populer, Thailand kini gencar mencari wisatawan yang ingin operasi plastik. Negeri Gajah Putih itu menawarkan biaya operasi yang lebih murah ketimbang negara Eropa atau Amerika. Operasi plastik ini merupakan salah satu program 'Medical Tourism' yang sedang digalakkan Thailand. Jadi wisatawan bisa melakukan operasi plastik sambil jalan-jalan menikmati tempat liburan eksotis di sana. Operasi plastik ini menjadi medical tourism yang utama karena Thailand melihat tren orang melakukan operasi plastik terus meningkat. Lambat laun Thailand bisa menjadi salah satu surga operasi plastik di dunia selain Venezuela, Korea Selatan. Tapi tak cuma operasi plastik yang digalakkan dalam 'Medical Tourism', operasi mata seperti Lasik dan layanan spa juga disuguhkan.

"Kami terbuka untuk kesehatan, pengobatan, wisata dan travel," kata Surapong Ambhanwong, MD, penasehat The Private Hospital Association, Thailand, pada presentasi 'Amazing Thailand Health and Wellness' yang diadakan di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (3/3/2010). Operasi plastik di Thailand kini makin populer karena menawarkan harga 50 persen lebih murah dari negara-negara barat. Jutaan wisatawan medis mendatangi Thailand untuk melakukan operasi plastik dengan harga terjangkau, yang dikombinasikan dengan menikmati salah satu tempat liburan eksotis di dunia.

Thailand bertekad menjadi salah satu titik di Asia untuk wisatawan medis yang mencari perawatan medis terjangkau di lingkungan yang menyenangkan. Rumah sakit umum Bangkok dan Bumrungrad menerima pasien internasional masing-masing hingga 150.000 dan 400.000 orang.Surapong mengatakan pasien-pasien biasanya adalah turis umum, turis medis, diplomat, investor, pasien dari negara terdekat dan pasien yang membutuhkan pengobatan intensif.

Letak Thailand yang strategis, perkembangan ilmu kedokteran yang mutakhir dan memiliki peralatan dan pelayanan yang memuaskan, analisa yang akurat, serta biaya yang murah menjadi nilai jual yang ditawarkan. Apirag Chuangsuwanich, MD, Presiden The Thai Society of Plastic and Reconstructive Surgeons of Thailand, mengatakan bahwa banyak pasien yang telah melakukan operasi plastik di Thailand.

Operasi yang biasa dilakukan adalah operasi kelopak mata, kantung mata, implantasi penambahan hidung, pengurangan hidung, perbaikan hidung, perataan garis leher (neck contouring), implantasi pembesaran payudara, pengurangan lemak perut, pengecilan payudara, suntik lemak, perbaikan muka, memajukan dagu, perawatan kulit dengan laser atau IPL (Intense Pulsed Light), pergantian kelamin, mata dan lainnya.

Selain operasi plastik, Thailand juga menawarkan pengobatan canggih untuk operasi mata. "Kami telah mampu menyediakan peralatan canggih untuk operasi LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis/jenis operasi untuk pengobatan kerusakan mata miopi, hipermetropi, dan astigmatisma) dan IOL (intraocular lens/implantasi lensa ke dalam mata untuk menggantikan lensa mata katarak)," kata Prin Rojanapongpun, MD, ketua The Royal College of Ophthalmologists of Thailand.

Untuk operasi pembesaran payudara biaya yang dikenakan mulai dari US$ 2.600, operasi LASIK sebesar US$ 3.550, rata-rata lebih murah dibandingkan biaya operasi di Amerika, Eropa dan Australia. Melihat keseriusan Thailand yang inovatif mengembangkan wisatanya dengan pelayanan kesehatan, seharusnya menjadi tantangan buat dunia medis Indonesia berbenah lebih baik lagi. Siapa tahu Indonesia juga bisa menjadi tempat tujuan wisata medis sambil menikmati uniknya tempat wisata di In (ir/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Dec 15, 2010 8:19 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Ilmu Bedah

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 13Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 11, 12, 13  Next

 Similar topics

-
» Ilmu Bedah
» mengenai ilmu hitam melalui panggilan telefon
» Budaya ilmu vs budaya Arab
» Oksigen dan Ilmu
» Ilmu Rei-ki... Sesat???!!!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-