Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Ilmu Bedah

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... , 11, 12, 13  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Sat Mar 26, 2011 1:50 pm

OPERASI LEBIH NYAMAN DENGAN LAPARASKOPI
Jumat, 25 Maret 2011 | 10:48 WIB
KOMPAS.com - Perkembangan teknologi di bidang medis terutama alat-alat bedah terus mengalami kemajuan. Seiring waktu berjalan, teknologi telah membuat prosedur bedah atau tindakan operasi pun berkembang semakin efektif dan efisien. Ketakutan terbesar pasien saat masuk ke ruang operasi salah satunya adalah kekhawatiran mengalami kecacatan karena luka sayatan bekas operasi. Namun saat ini, pasien tidak perlu lagi terlalu merasa khawatir. Pasalnya, berkat teknologi bedah invasif minimal, luka bekas sayatan operasi tidak lagi besar. Selain itu, waktu penyembuhan pascaoperasi pun relatif jauh lebih cepat.

"Dulu jika seseorang menjalani operasi usus buntu, luka bekas operasinya sangat besar seperti lambang mobil (segitiga), tapi sekarang sangat kecil," papar spesialis dan konsultan bedah saluran cerna dari Rumah Sakit Premier Bintaro Errawan Wiradisuria dalam bincang kesehatan Penanganan Terkini Problem Saluran Cerna, di Jakarta, Kamis (24/3/2011)..
Bedah invasif minimal adalah alternatif dari bedah konvensional atau operasi terbuka yang menggunakan sayatan besar untuk menjangkau bagian tubuh yang perlu dioperasi. Tindakan bedah invasif minimal disebut juga dengan bedah laparoskopi, di mana pada prosedur ini tidak membutuhkan sayatan besar seperti pada bedah konvensional.
"Luka operasi berkisar antara 1cm, 0,5cm, 0,2cm)," imbuh Errawan.

Dalam tindakan bedah invasif minimal, sayatan kecil dibuat untuk memasukan alat-alat bedah khusus. Sebuah kamera video dan sumber cahaya yang disebut laparoskop digunakan untuk melihat bagian yang perlu dioperasikan melalui layar monitor. "Seluruh prosedur operasi dilakukan dengan alat-alat kecil yang dilewatkan melalui tabung kecil (trokar) yang dipasang pada sayatan tersebut sebagai akses masuknya alat-alat," tambahnya.

Keuntungan lain dari prosedur bedah invasif minimal kata Errawan adalah pemulihan peristaltik usus (pergerakan usus) yang lebih cepat. Dengan demikian, pasien dapat lebih cepat mengonsumsi makanan dan minuman pascaoperasi. Selain itu, dengan luka yang kecil membuat pasien tidak mengalami kerugian dari segi estetik. Sejauh ini, lanjut Errawan, ada beberapa jenis tindakan yang dapat dilakukan melalui bedah invasif minimal. Operasi yang dapat dilakukan melalui teknik bedah ini adalah pengangkatan kandung empedu, pengangkatan usus buntu yang meradang, melepas perlekatan usus, menyambung saluran cerna dan pengangkatan tumor di usus.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Sat Mar 26, 2011 1:54 pm

OPERASI USUS BUNTU BERISIKO PERLENGKETAN USUS
Jumat, 25 Maret 2011 | 10:14 WIB
KOMPAS.com - Pelengketan usus sebagian besar terjadi karena faktor bawaan dan masalah infeksi pada usus. Mereka yang pernah menjalani operasi pada organ pencernaan seperti usus buntu juga memiliki risiko lebih besar mengalami pelengketan usus. "Seseorang yang pernah dioperasi pada usus akan mempunyai resiko yang lebih besar dibanding yang belum pernah operasi," papar spesialis dan konsultan bedah saluran cerna dari RS Premier Bintaro, Errawan Wiradisuria, dalam acara bincang kesehatan Penanganan Terkini Problem Saluran Cerna, di Jakarta, Kamis (24/3/2011).

Menurut Errawan, operasi yang tidak bersih menjadi penyabab faktor utama terjadinya pelengketan usus. Sebagai contoh, dalam kasus usus buntu yang pecah. Pada usus buntu yang pecah, meskipun pascaoperasi telah dicuci, tetapi tetap memiliki potensi timbulnya infeksi. "Karena kalau pecah, kotoran yang seharusnya dibuang di wc akan terbuang ke perut," ujarnya. Lebih lanjut Errawan menambahkan faktor infeksi juga bisa menyebabkan pelengketan usus. "Misalnya dalam kasus penusukan yang mengakibatkan perdarahan pada usus, perdarahan itu kemungkinan cucinya juga tidak telalu maksimal sehingga ada sisa-sisa darah yang menjadi fibrin. Fibrin itu seperti sarang laba-laba atau tali," jelasnya.

Gejala
Pasien penderita pelengketan usus biasanya mengalami sejumlah gejala di antaranya perasaan tidak nyaman pada perut. Rasa tidak enak tersebut dapat mengakibatkan rasa mulas dan susah buang air besar. Hal ini menurut Errawan disebabkan terjadinya perubahan pada posisi usus sehingga membuat gerakan usus menjadi terbatas. Rasa sakit pada perut biasanya akan dirasakan oleh pasien setelah mengonsumsi makanan. Gejala lain yang dapat muncul adalah pola buang air besar yang mengalami perubahan.

Kesimpulannya, seseorang yang pernah melakukan operasi saluran pencernaan seperti usus buntu, akan lebih berpotensi terserang penyakit ini dibandingkan yang tidak. Faktor dari luar, seperti makanan, ternyata sama sekali tidak berpengaruh menyebabkan pelengketan usus.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Mar 31, 2011 6:55 pm

BAHAYA ANESTESI PADA ORANG OBESITAS
Kamis, 31 Maret 2011 | 13:46 WIB
Kompas.com - Pasien obesitas yang mendapatkan anestesi total memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami komplikasi saluran napas dibanding dengan pasien yang tidak obesitas. Risikonya bahkan meningkat sampai empat kali jika pasien sangat obesitas. Penelitian yang dimuat dalam British Journal of Anaesthesia itu dibuat berdasarkan data pasien Inggris yang mendapatkan bius total antara tahun 2008-2009. Fokus penelitian ini adalah komplikasi berat seperti kerusakan otak, bantuan selang napas yang dimasukkan melalui leher, pasien yang dirawat di ICU, ataupun kematian.

Berdasarkan data tersebut diketahui pasien yang obesitas lebih banyak yang masuk ke unit perawatan intensif (ICU) akibat komplikasi pernapasan. Kendati demikian penggunaan alat monitor pernapasan bisa mengurangi risiko kerusakan otak dan kematian. "Hasil penelitian ini bisa menjadi informasi mengenai risiko anestesi sehingga para dokter bisa memilih teknik anestesi yang risikonya lebih rendah, seperti bius lokal jika dimungkinan. Selain itu perlu dipersiapkan pula pertolongan pada kesulitan pernapasan saat membius pasien obesitas," kata Dr. Nick Woodall, konsultan anaestesi dari Norwich Hospital, Inggris.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Apr 14, 2011 10:46 am

MENYAMBUNG TANGAN PUTUS AKIBAT LEDAKAN BOM
KAMIS, 17 MARET 2011 | 04:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bagian bawah lengan kiri Ajun Komisaris Besar Dodi Rahmawan kini terbalut perban putih tebal. Tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, memutuskan untuk mengamputasi tangan kiri Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur karena kondisinya tak memungkinkan untuk diperbaiki. Dodi adalah korban terparah dalam ledakan bom buku di kompleks komunitas Utan Kayu, Selasa petang, dengan tangan yang nyaris putus. Dokter Spesialis Orthopedi RSCM, Dohar Tobing, menyatakan ketika dibawa ke rumah sakit telapak tangan kiri Dodi sudah hancur dan pertengahan lengan bawahnya rusak. “Untuk itu dilakukan amputasi pada lengan bawahnya,” kata Dohar, kemarin.

Operasi yang dilakukan Selasa malam itu dikerjakan oleh dua spesialis, yaitu dokter spesialis bedah plastik (SpBp) Unit Luka Bakar dan dokter spesialis bedah orthopedi atau tulang (SpBO) RSCM. Dokter spesialis bedah plastik Aditya Wardhana yang menangani pembedahan itu menyatakan luka bakar akibat ledakan bom yang mematahkan tulang itu harus segera ditangani agar tidak menghambat pemulihan sehingga melibatkan ahli bedah tulang.

Setelah pengambilan darah dan foto di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Dodi langsung dibawa ke ruang operasi untuk pembersihan jaringan kulit. “Menjelang Maghrib, kami langsung mengamputasi tangan kirinya,” kata Aditya. Operasi itu tidak berlangsung lama dan berjalan lancar. Jika kondisinya tidak terlalu parah, tangan yang terputus sekalipun sebenarnya dapat disambung kembali. Dalam operasi replantasi, bagian yang terpotong atau amputasi bisa dipulihkan jika potongannya bersih, kondisinya relatif baik dan mengandung pembuluh darah yang dapat disambung kembali untuk membuat darah dapat mengalir ke jaringan tersebut.

Bagian yang terputus dari tubuh harus dijaga agar tetap segar. Idealnya, potongan tubuh itu harus dibungkus dalam kain lembab dan diletakkan dalam kontainer plastik yang diberi es. Temperatur terbaik untuk mengawetkan jaringan itu adalah empat derajat Celsius. Jika terlampau rendah justru menimbulkan risiko kerusakan jaringan, atau cold burn, yang disebabkan mengkristalnya air dalam sel jaringan.

Mengurangi temperatur jaringan membantu memperlambat tingkat metabolisme, sehingga sel dapat bertahan hidup tanpa memperoleh pasokan nutrisi dan oksigen selama suplai darah dari tubuh terhenti. Operasi penyambungan tangan telah beberapa kali dilakukan di dalam negeri. Pertengahan 2010, misalnya, tim dokter bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung berhasil menyambung kembali tangan Hendra. Pergelangan tangan kiri lelaki asal Purwakarta itu buntung setelah terpotong mesin percetakan beberapa hari sebelumnya.

Operasi selama 11 jam itu berhasil menyambung kembali tangan pemuda 19 tahun itu. Pekan berikutnya Hendra kembali dibawa ke meja bedah untuk penyambungan saraf. Dokter memperkirakan tangan Hendra bisa pulih dan bergerak lagi dalam 6-12 bulan. “Tulangnya kita sambung dengan pen, pembuluh darahnya sudah normal,” terang dr. Widya Arsa di Bagian Orthopaedi dan Traumalogi RS Hasan Sadikin.

Kepala Bagian Orthopaedi dan Traumalogi RS Hasan Sadikin dr. Nucki Nursjamsi Hidajat mengatakan penyambungan bisa dilakukan karena potongan tangannya tak hancur. Dokter perusahaan sigap dan menyimpan tangan yang putus dengan baik. “Banyak jaringan yang selamat hingga 90 persen,” katanya.

Nucki menuturkan, potongan tubuh harus dibungkus dengan kain kasa lembab lalu dibungkus plastik. Agar tak cepat mati karena kekurangan oksigen, potongan itu harus diberi es lalu dimasukkan dalam termos. "Dengan cara itu jaringan bisa bertahan 10-11 jam dan bisa disambung kembali," katanya. Sejak 1983, RS Hasan Sadikin telah menangani 28 kasus bagian tubuh terpotong. Namun banyak di antaranya yang gagal disambung kembali karena kesalahan cara menyimpan bagian yang putus.

Untuk menangani Ajun Komisaris Besar Dodi Rahmawan yang terpaksa kehilangan sebagian tangan kirinya, tim dokter RSCM masih menunggu kondisi tangannya hingga sembuh total pasca asmputasi. Dohar mengungkapkan kemungkinan pemasangan tangan palsu, tapi tim dokter masih menunggu izin dari pihak keluarga. “Kita tunggu setelah luka cukup membaik,” kata Dohar. “Keluarga belum ada rencana pemasangan tangan palsu.”
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Apr 28, 2011 5:25 pm

KAPAN ORANG HARUS DIBIUS TOTAL DAN LOKAL?
Kamis, 28/04/2011 11:56 WIB Detik Health
Dok, bagaimana menentukan seorang pasien harus diberi bius total atau lokal? Soalnya terkadang pada kasus operasi yang sama pemberian biusnya berbeda. Apa saja yang jadi bahan pertimbangan Dokter dalam pemberian bius ini? Mohon dijelaskan. Terimakasih.

Andi (Pria Lajang, 28 Tahun), andi-akbar@yahoo.com
Tinggi Badan 170 Cm dan Berat Badan 54 Kg

Jawaban
Tindakan anestesi atau pembiusan utamanya terdiri dari tiga jenis yaitu lokal, regional dan anestesi umum. Anestesi lokal dilakukan apabila tindakan operasi akan dilakukan terutama di daerah yang tidak memerlukan sayatan dalam dan lebar. Apabila berupa tumor, harapannya tumor yang akan di ambil tidak berukuran kecil dan tidak mengganggu jaringan lain. Syarat lain adalah operasi yang dilakukan tidak lebih dari 1 jam. Contohnya untuk operasi lipoma atau ganglion. Dalam penggunaan anestesi lokal ini, pasien diharapkan untuk dapat kooperatif dengan dokter terutama saat operasi agar tidak menggerakkan anggota badan yang dioperasi.

Anestesi regional dilakukan dengan melakukan pengeblokan saraf yang menghantarkan rasa nyeri pada area yang akan dioperasi. Anestesi regional yang sering kita kenal adalah anestesi spinal yang dilakukan dengan melakukan penyuntikan obat anestesi melalui tulang belakang. Pada umumnya anestesi spinal dilakukan untuk operasi di daerah perut bagian bawah, panggul dan anggota gerak bawah. Operasi yang dilakukan juga diharapkan untuk yang diperkirakan tidak lebih dari 2 jam.

Teknik anestesi regional lain yang dikenal adalah epidural dan regional block. Anestesi epidural serupa dengan anestesi spinal, bedanya anestesi epidural dapat diberikan sampai ketinggian leher untuk mengurangi nyeri operasi bedah jantung. Sedangkan regional block merupakan teknik anestesi yang memerlukan alat khusus untuk dapat mengetahui saraf nyeri spesifik untuk anggota tubuh tertentu. Biasanya dilakukan untuk operasi anggota gerak atas atau bawah (tangan atau kaki) tertentu. Semua teknik anestesi di atas memungkinkan pasien untuk dapat tetap sadar selama operasi. Tetapi dapat juga dilakukan pemberian sedasi atau obat untuk menenangkan pasien saat operasi, terutama apabila pasien terlalu cemas.

Anestesi umum dapat dilakukan untuk semua jenis operasi. Dokter anestesi akan membuat pasien tertidur selama operasi. Teknik anestesi umum juga ada beberapa jenis, dari yang menggunakan obat yang melalui jalur infus saja, sampai dengan menggunakan alat bantu napas. Anestesi umum dapat dilakukan untuk operasi yang sangat lama dengan prosedur operasi yang lebih kompleks.

dr. M. Helmi, Sp.An., MSc.
Dokter spesialis anestesi yang tengah riset untuk PhD Research Fellow di Belanda. Intensive Care Adults Erasmus MC, Kamer H602 's Gravendijkwal 230, 3015CE, Rotterdam, The Netherlands.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Tue Jun 07, 2011 8:39 pm

OPERASI AMANDEL DAN USUS BUNTU DISARANKAN MINIMAL USIA 20 TAHUN
Selasa, 07/06/2011 08:42 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Studi baru yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Amerika Serikat dan Skandinavia menunjukkan bahwa mengangkat amandel dan usus buntu sebelum usia 20 tahun bisa membuat seseorang lebih berisiko mengalami gangguan jantung prematur. Dalam studi ini peneliti memantau setiap warga negara Swedia yang telah melakukan pengangkatan amandel atau usus buntu. Total operasi amandel dan usus buntu yang dilibatkan untuk studi ini diperkirakan sekitar 80.000 prosedur. Hasil dari studi ini diketahui orang yang mengangkat amandel sebelum usia 20 tahun memiliki risiko 44 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung dibanding yang tidak melakukan operasi. Sedangkan pada orang yang usus buntunya diangkat sebelum usia 20 tahun risikonya meningkat sebesar 33 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kedua organ tersebut memiliki fungsi bagi tubuh. Ketika organ tersebut diangkat maka bisa menurunkan produksi antibodi imunoglobulin di dalam tubuh yang berfungsi mencari dan menghancurkan bakteri serta virus yang berbahaya. Para peneliti yang tergabung dalam studi ini mengungkapkan bahwa bakteri dan virus berbahaya ini diyakini berperan dalam mengganggu kesehatan jantung, seperti dikutip dari Menshealth.com, Selasa (6/6/2011).

Sementara itu orang yang melakukan operasi setelah usia 20 tahun tidak terlihat adanya peningkatan risiko jantung. Hal ini menunjukkan bahwa organ tersebut memainkan peran yang besar dalam sistem kekebalan tubuh selama masa kanak-kanak dan remaja. Meski begitu diharapkan untuk tidak panik terlebih dahulu, karena jumlah serangan jantung dini dalam penelitian ini masih rendah. Dari 54.000 operasi pengangkatan usus buntu dan 27.000 operasi amandel, hanya terjadi 633 serangan jantung yang terkait.

Untuk itu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu jika memiliki peradangan pada amandel atau usus buntu, apakah bisa berbahaya bagi tubuh atau tidak. Serta tetaplah menjaga dan merawat jantung agar tetap sehat pada usia berapa pun. Amandel adalah suatu bagian dari jaringan limfa yang terletak di kedua sisi bagian belakang tenggorokan. Amandel ini akan mengalami pembesaran atau radang jika terjadi infeksi baik oleh bakteri atau virus. Tapi biasanya amandel tersebut akan kembali ke bentuk semula setelah infeksi berakhir.

Radang amandel ini bisa disebabkan oleh infeksi virus (coxsackie virus, adenovirus atau Epstein-Barr virus), atau bisa juga oleh bakteri yang kebanyakan dari Group A Streptococcus. Sedangkan usus buntu adalah kantong tipis seukuran 2 sampai 4 inci (5-10 cm) yang terletak di dekat persimpangan usus besar dan kecil. Namun, fungsi sebenarnya masih menjadi perdebatan di kalangan kedokteran.

Terlepas dari ada atau tidaknya fungsi usus buntu, organ ini diketahui tidak menyebabkan dampak apa-apa bila dihilangkan atau diangkat dari tubuh manusia. Namun usus buntu justru dapat merugikan kesehatan bila mengalami peradangan. Tapi dengan melihat dampak hilangnya amandel dan usus buntu pada risiko jantung menunjukkan bahwa kedua organ ini juga memiliki fungsi penting bagi tubuh.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Mon Aug 22, 2011 7:18 pm

MEMILIH TIDAK DIBIUS SAAT OPERASI BEDAH TUMOR OTAK
Senin, 22/08/2011 17:31 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
London, Saat melakukan operasi besar seperti pembedahan, kebanyakan pasien memilih dibius karena takut mengikuti prosesnya yang horor. Tapi seorang pasien tumor bedah, memilih tetap sadar saat dibedah. Ia mengaku tenang dan hanya merasa geli di wajah. Grace Connel, perempuan usia 29 tahun didiagnosis memiliki tumor otak. Ahli bedah otak Kevin O'Neill dari Charing Cross Hospital melakukan operasi pengangkatan tumor otak sebesar 5 cm selama 5 jam. Selama itu pula Grace dalam kondisi sadar sehingga ia bisa melihat otaknya sendiri melalui layar tapi tidak merasa sakit. Grace hanya sebentar saja dibius saat dokter menyayat kepalanya. "Aku sama sekali tidak merasa tidak nyaman karena operasi itu tidak sakit. Mereka mengambil sekitar 85 persen dari tumor yang ada, setelah operasi baru saya ditidurkan sementara dan terbangun di kamar pemulihan," ujar Grace, seperti dikutip dari The Sun, Senin (22/8/2011). Saat operasi, Grace diberi anestesi umum saat dokter melakukan sayatan di tengkorak, tapi ketika kepala sudah terbuka, dokter pun membangunkan Grace. Saat tersadar Grace bisa melihat isi dari otaknya. Ketika tersadar, dokter meminta Grace untuk berhitung, mengidentifikasi gambar atau menggoyangkan jarinya. Jika Grace bisa melakukannya maka dokter akan melanjutkan operasi, tapi jika tidak maka dokter akan menghentikan operasi tersebut. "Satu-satunya sensasi yang saya rasakan ketika dokter menyentuh bagian tertentu di otak saya adalah perasaan geli di wajah. Tapi untungnya saya telah diberi penjelasan lengkap mengetahui hal itu jadi tahu apa yang bisa diharapkan," ujar Grace.

Dokter mengungkapkan kondisi Grace yang terjaga ini merupakan cara terbaik untuk mengurangi risiko terlukanya jaringan otak normal di dekatnya saat mengangkat tumor tersebut. Pada proses pengangkatan tumor ini dokter menggunakan USG 3D untuk mengidentifikasi letak dari tumor dan menjaga pasien tetap terjaga. "Teknik ini juga memungkinkan kami untuk merangsang otak, melokalisasi fungsi berbicara dan gerakan serta memantau fungsi tubuh pasien selama operasi," ujar Kevin O'Neill selaku dokter yang membedah. Grace mengungkapkan ketika terbangun ia hanya merasakan sedikit rasa sakit di kepalanya, dan seminggu kemudian dokter melepaskan staples yang ada di kepalanya. Dokter mengungkapkan bahwa tumor yang ada di kepala Grace tergolong jinak, meski begitu kondisi Grace terus dipantau selama 6 bulan. "Sejak saat itu saya tidak punya masalah lagi, meski kadang suka mengalami kesulitan dalam memikirkan kata tertentu tapi hal ini jauh lebih baik. Sekarang saya harus mengonsumsi obat anti kejang dan tidak diizinkan untuk menyetir sendiri," ungkapnya.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Sep 01, 2011 11:02 am

IMPLAN PAYUDARA JOHNSON&JOHNSON DIRAGUKAN KEAMANANNYA
Kamis, 01/09/2011 08:03 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
New York, Produk implan payudara buatan salah satu perusahaan farmasi ternama digugat para aktivis perempuan. Pasalnya perusahaan yang membuatnya dinilai gagal menyediakan data tentang keamanan produk tersebut jika dipakai dalam jangka panjang. Gugatan ini bermula dari izin edar yang diberikan badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau FDA terhadap 2 produk implan payudara berbahan silikon, masing-masing buatan Allergan dan Johnson & Johnson. Izin tersebut dikeluarkan tahun 2006 dengan beberapa syarat. Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan tersebut adalah memantau sekurang-kurangnya 40.000 penggunanya dalam jangka waktu 10 tahun dan melaporkan kondisinya secara periodik. Hal-hal yang perlu dilaporkan meliputi efek samping dan kemungkinan bocor.

Hingga saat ini, FDA telah menerima data dari Allergan untuk 2 tahun pertama yang mencakup 61 persen dari jumlah partisipan yang diminta. Meski belum lengkap, data ini dinilai sudah lebih baik daripada Johnson & Johnson yang baru menyerahkan data 3 tahun pertama dengan cakupan hanya 21 persen. Terkait keterlambatan tersebut, para aktivis perempuan termasuk dari National Organization for Women Foundation dan National Research Center for Women and Families mendesak pencekalan produk implan payudara Johnson & Johnson. Usulan tersebut disampaikan baru-baru ini dalam rapat FDA. "Izin edar untuk implan silikon Johnson & Johnson harus dicabut, sedangkan Allergan harus didesak untuk segera melengkapi datanya," ungkap Jan Erickson dari National Organization for Women Foundation seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/9/2011).

Jaminan keamanan terhadap produk-produk implan payudara dianggap sangat penting karena peminatnya dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2010 saja, FDA mencatat sedikitnya 400.000 perempuan di Amerika Serikat telah menggunakan implan payudara yang sebagian besar berbahan saline dan silikon. Implan berbahan saline relatif lebih aman dibanding silikon. Bahkan pada tahun 1992, FDA pernah melarang penggunaan silikon sebagai implan payudara karena berisiko mengalami kebocoran dan bisa memicu infeksi pada limpa dan kelenjar getah bening. Setelah proses pembuatan implan silikon mengalami banyak perkembangan, pada tahun 1995 akhirnya larangan itu dicabut. Namun pada Juni 2011, FDA kembali menegaskan bahwa implan silikon tidak dianjurkan untuk dipakai seumur hidup sehingga harus diperiksan dan dioperasi ulang tiap 10 tahun.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Sep 01, 2011 11:11 am

IMPLAN PAYUDARA TAK BOLEH DIPASANG SEUMUR HIDUP
Kamis, 23/06/2011 13:17 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Wanita yang menggunakan implan payudara silikon harus bersiap-siap untuk melakukan operasi tambahan dalam waktu 8 sampai 10 tahun ke depan untuk menghindari terjadinya komplikasi. FDA mengatakan implan payudara tidak boleh dipasang seumur hidup. Food and Drug Administration (FDA) AS akan bekerja untuk merevisi label keselamatan untuk implan payudara silikon setelah meninjau beberapa data dari studi jangka panjang, yang menunjukkan bahwa implan payudara memiliki kaitan dengan jenis kanker yang jarang terjadi. "Kuncinya adalah implan payudara bukan merupakan perangkat yang bisa digunakan seumur hidup," kata Jeff Shuren, direktur FDA Pusat untuk Perangkat dan Kesehatan Radiologi, seperti dilansir Foxnews, Kamis (23/6/2011). Menurut Shuren, semakin lama orang menggunakan implan di dalam payudaranya, maka semakin besar kemungkinannya mengalami komplikasi.

Data American Society of Plastic Surgeons menunjukkan ada hampir 400.000 pembesaran payudara atau prosedur rekonstruksi di Amerika Serikat pada 2010. Itu termasuk implan silikon dan implan saline. Studi menunjukkan 70 persen dari semua wanita yang menerima operasi rekonstruksi dan 40 persen dari mereka melakukan prosedur pembesaran menggunakan silikon, memerlukan operasi lain dalam waktu 8 sampai 10 tahun kemudian. FDA pertama kali menyetujui silikon gel sebagai bahan yang digunakan untuk implan payudara pada tahun 2006, yakni kepada Allergan's Natrelle and Mentor Worldwide's MemoryGel. Sejak itu, produsen dan lembaga telah melakukan penelitian untuk meninjau keamanan pasca operasi.

FDA mengatakan komplikasi yang paling umum adalah pengerasan daerah payudara sekitar implan, operasi tambahan dan pecah atau deflasi implan. Komplikasi lokal lainnya seperti kerutan implan, asimetri, jaringan parut, nyeri dan infeksi di lokasi sayatan. Studi juga menemukan adanya korelasi kecil antara implan dan anaplastic large-cell lymphoma (ALCL), yaitu suatu bentuk kanker yang mempengaruhi sekitar 3.000 orang Amerika dalam setahun. "Jika ada hubungan yang sejati antara kanker dan implan, itu sangat sangat langka," kata Shuren.Namun FDA mengatakan bahwa wanita yang menggunakan implan harus selalu memantau payudaranya selama sisa hidup mereka untuk memastikan tidak ada masalah yang disebabkan karena implan tersebut.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Sep 01, 2011 11:15 am

PAYUDARA IMPLAN, SUSAH DIDETEKSI MAMMOGRAFI
Rabu, 18/05/2011 08:40 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Salah satu cara deteksi dini dari kanker payudara adalah dengan melakukan mamografi. Tapi bagi perempuan dengan implan (tambahan) payudara harus melakukan tes lainnya, karena mamografi kadang memberikan hasil negatif palsu. Data American Society of Breast Surgeons di Washington, DC menemukan bahwa perempuan dengan implan payudara memiliki tingkat mamografi negatif palsu yang lebih tinggi daripada populasi umum lainnya. Kondisi ini membuat perempuan harus melakukan tes tambahan lainnya. "Jika perempuan dengan payudara implan lebih berisiko mengalami kanker payudara, maka ia disarankan melakukan tes tambahan MRI selain mamografi," ujar Dr Sheldon Feldman, kepala operasi payudara di Columbia University Medical Centre, New York, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/5/2011). Hasil temuan ini berdasarkan data dari 195 pasien kanker payudara yang melakukan implan dan 4.810 pasien yang tidak melakukan implan payudara. Studi ini sendiri dilakukan oleh Dr Jessica Rayhanadad dari University of Southern California, Los Angeles. Tim peneliti menguji pasien dengan melakukan tes perabaan, ukuran tumor, spesifikasi kelangsungan hidup kanker payudara dan juga faktor lain dari pasien yang terkait dengan terjadinya kanker. Didapatkan hasil negatif palsu pada pasien dengan implan payudara sebesar 35 persen, sedangkan yang tidak implan hanya 15 persen.

Salah satu alasan yang mungkin terkait dengan hasil tersebut adalah pada metode augmentasi. Orang umumnya menggunakan implan di atas otot dada yang membuat hasil mamografi cenderung sulit untuk dibaca. Bahkan metode implan yang baru pun tetap menimbulkan beberapa kesulitan selama melakukan skrining. Umumnya perempuan melakukan implan payudara karena ingin menambah kepercayaan dirinya, ia akan berpikir lebih percaya diri jika memiliki ukuran payudara yang besar. Tapi sayangnya banyak perempuan yang melakukan implan dengan menggunakan bahan berbahaya seperti string polypropylene yang terbuat dari semacam polimer plastik. Untuk itu jika ingin melakukan implan payudara sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional serta menggunakan bahan yang sudah diketahui keamanannya oleh badan pemeriksa setempat. Hal ini untuk menghindari implan bocor atau pecah yang bisa berbahaya bagi tubuh.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Sep 01, 2011 11:17 am

TANDA TANDA WANITA BERPAYUDARA PALSU
Rabu, 13/07/2011 18:36 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Payudara merupakan salah satu bagian paling menarik bagi tubuh wanita yang juga sering menjadi perhatian para pria. Tak mengherankan bila banyak wanita ingin membuatnya tampak lebih indah dengan operasi. Lantas bagaimana caranya membedakan payudara asli dan palsu Menurut American Society of Plastic Surgeons, hampir 300.000 wanita telah melakukan operasi pembesaran payudara pada tahun 2010 saja, yang berarti ada banyak silikon terselip di balik payudara wanita yang tampak seksi. Tapi tak perlu khawatir, Norman Rowe, M.D., seorang ahli bedah New York City telah mengumpulkan bagaimana caranya untuk membedakan antara payudara asli dan 'palsu' hanya dengan melihatnya. Berikut adalah tanda-tanda payudara wanita palsu, seperti dilansir Menshealth, Rabu (13/7/2011):

1. Jarak antar payudara terlalu dekat
Payudara wanita kebanyakan memiliki jarak sekitar 5 sampai 7 sentimeter. Tetapi bila seorang wanita telah memasang implan pada payudaranya, jarak antar dua payudara tersebut akan sangat dekat. Jika payudara terlihat seperti menempel di tengah-tengah, maka kemungkinan besar payudara tersebut palsu. "Ketika dokter memasukkan implan, sebagian besar akan menempatkan dan mengaturnya sangat dekat satu sama lain, di dekat garis tengah dada," kata Rowe.

2. Payudara terlihat terlalu tinggi
Payudara palsu juga bisa diamati dari letaknya yang terlalu tinggi. Biasanya, payudara wanita alami terletak sejajar atau dekat dengan ketiak. Tetapi pemasangan implan biasanya akan membuat payudara terletak lebih tinggi.

3. Terlihat seperti melon
"Payudara alami berbentuk seperti pir atau tetesan air, tetapi jika miliknya terlihat lebih besar seperti melon bulat, itu adalah tanda-tanda mereka palsu," kata Rowe. Tidak seperti payudara alami yang penuh di bagian bawah, payudara implan akan merata dengan silikon atau salin dari atas ke bawah, menciptakan bentuk bulat sempurna.

4. Terdapat bekas luka
Ahli bedah plastik umumnya akan menggunakan empat jalur akses pada tubuh untuk memasukkan implan ke dalam, yang kesemuanya akan meninggalkan bekas luka. Bekas luka biasanya terlihat di pusar (kira-kira setengah atau satu inci dari arah perut), lipatan antara payudara dan dada (dua bekas luka simetris), sekitar puting susu dan ketiak.

5. Terdengar suara dari payudara
Anda memerlukan telinga bionik untuk mendengarkan suara dari payudara palsu (bila suasana ruangan tenang). Payudara implan kadang-kadang akan mengeluarkan suara 'tumpah' saat keduanya bergerak. Hal ini biasanya terjadi karena dokter mengisi implan setelah berada di dalam payudara. "Jika implan tidak diisi dengan salin akan menciptakan kantong udara yang bisa mengeluarkan suara. Suara ini tidak terdengar saat wanita berjalan, tetapi saat berhubungan intim," kata Rowe.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Fri Sep 09, 2011 4:23 pm

APA EFEKNYA PEN YANG DIPASANG SAAT OPERASI JIKA TAK DICABUT?
Jumat, 09/09/2011 11:46 WIB Detik Health
Dok, saya penah kecelakaan lalu lintas tahun 2008 kemudian dioperasi pasang pen di paha kiri. Dulu saya mau buka pen tapi dokter yang merawat menyarankan tidak usah dibuka. Yang mau saya tanya:
1. Apa tidak ada efeknya jika tidak dibuka?
2. Apakah saya bisa beraktivitas seperti lari, main bola. Mohon info. Terimakasih

Surya DG (Pria Lajang, 30 Tahun), suryaXXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 170 Cm dan Berat Badan 65 Kg

Jawaban
1. Kalau di buku-buku tidak wajib dibuka. Tetapi bila tidak dibuka bisa menyebabkan beberapa hal misalnya infeksi, fatique fraktur, atau patah di atas atau di bawah pen-nya.

2. Bisa beraktifitas berat, dengan risiko patah di atas atau di bawah pen-nya. Saran saya sebaiknya dicabut saja.

Dr Wahyu Eko Widiharso Sp.OT
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi Interest in Spine Surgery. Praktik di Rumah Sakit Puri Indah Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222.


Last edited by gitahafas on Wed Nov 09, 2011 5:00 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Wed Nov 09, 2011 4:58 pm

13 FAKTA BEDAH PLASTIK DALAM ANGKA
Selasa, 08 November 2011 09:00 WIB Media Indonesia
SEIRING dengan semakin maraknya jumlah peminat bedah plastic dan kosmetik, hasil survey American Society for Aesthetic Plastic Surgery pada 2010 mengungkap bedah plastik dan kosmetik seperti dikutip dari Oprah.com:

a. 318.123
Jumlah operasi implan payudara yang dilakukan pada 2010.

b. 2.414
Jumlah operasi plastik yang dilakukan pada pasien berusia 65 tahun lebih.

c. 4.153
Jumlah operasi yang dilakukan pada pasien berusia 18 tahun atau lebih muda.

d. 20
Persentase pasien dengan implan payudara. Padahal dalam 10 tahun mendatang, implan tersebut harus diambil kembali karena akan pecah, pengerasan jaringan di sekitar implan, dan komplikasi lain.

e. 133.511
Jumlah operasi hidung yang dilakukan tahun lalu.

d. 9.094
Jumlah operasi hidung yang dilakukan pada pasien berusia 18 tahun atau lebih muda.

e. 33
Persentase operasi hidung pasien yang diiringi gejala gangguan dismorfik tubuh dari tingkat sedang sampai parah.

f. 84.685
Jumlah prosedur bedah kosmetik yang dilakukan pada pasien berusia 65 tahun dan lebih tua pada 2010, termasuk 26.635 facelifts dan 24.783 operasi kelopak mata.

g. 91
Persentase prosedur bedah kosmetik yang dilakukan perempuan pada 2010.

h. 184
Jumlah anggota American Society for Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS) pada 1967 saat didirikan.

i. 2.069
Jumlah anggota ASAPS saat ini.

j. 1,35
Persentase anggota perempuan ASAPS

k. 10.677.415.674
Biaya yang dikeluarkan warga Amerika (dalam dollar AS) untuk prosedur kosmetik di 2010. (Pri/OL-06)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Wed Nov 09, 2011 4:59 pm

TIMBANG TIMBANG SEBELUM BEDAH PLASTIK
Lusia Kus Anna | Senin, 7 November 2011 | 17:20 WIB
Kompas.com - Untuk sejumlah orang, bedah plastik menjadi pilihan untuk memperbaiki penampilan. Namun, ada hal yang harus dipertimbangkan sebelum menjalani operasi tersebut.

- Tidak berharap kesempurnaan
Jangan mengharapkan bedah plastik sebagai jalan menuju kesempurnaan, melainkan perbaikan. Jadi jangan terlalu berharap bahwa setelah melakukan plastik, seperti disebutkan Mayo Clinic, Anda akan terlihat seperti bintang film atau model.

- Biaya
Pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani tindakan tesebut, yang biasanya bervariasi, tergantung prosedur yang dilakukan. Pertimbangkan pula biaya perawatan lanjutan maupun prosedur koreksi tambahan.

- Kemungkinan risiko
Ketidakpuasan bisa saja muncul setelah tindakan bedah plastik. Begitu juga kemungkinan terjadinya komplikasi seperti perdarahan maupun infeksi.

- Perkiraan waktu pemulihan
Usai operasi, Anda membutuhkan waktu untuk pemulihan. Bisa dalam hitungan minggu atau bahkan bulan. Pahami pula efek fisik yang dapat terjadi di masa pemulihan tersebut.

- Perubahan psikologi
Bisa saja rasa percaya diri akan meningkat usai melakukan bedah plastik. Hanya saja, perbaikan pada bagian tubuh yang dikoreksi dengan bedah plastik tidak menghilangkan depresi atau gangguan mental yang dialami sebelumnya. (GHS/dee)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Ilmu Bedah   Thu Nov 10, 2011 3:46 pm

INTERVENSI NON BEDAH MENGHEMAT BIAYA PENGOBATAN
Lusia Kus Anna | Kamis, 10 November 2011 | 10:03 WIB
KOMPAS.com — Teknologi kedokteran telah memungkinkan dokter bedah melakukan pelebaran pembuluh arteri jantung hanya melalui sayatan kecil. Dalam dunia kedokteran tindakan tersebut disebut dengan bedah minimal invasif. Dengan teknik tersebut, dokter hanya memerlukan sayatan tak lebih dari 4 sentimeter untuk memasukkan kateter, klip, dan endoskop ke rongga dada pasien. Karena tidak termasuk operasi besar, tindakan bedah minimal invasif ini memungkinkan pasien bisa kembali beraktivitas sehari setelah "dibedah". Untuk kebanyakan orang, hal ini berarti waktu produktif untuk mencari uang dan uang tak perlu banyak terbuang akibat menjalani perawatan pasca-operasi yang lama jika dilakukan operasi jantung konvensional. "Keuntungan lain dari bedah invasif ini adalah mengurangi biaya pengobatan dan tentu kualitas kesehatan pasien," kata Joe Shrawder, President & CEO GE Surgery dari GE Healthcare, dalam acara bincang dengan media di Jakarta beberapa waktu lalu. Kendati sudah dipakai dalam dunia kedokteran lebih dari dua dekade, menurut Joe, Indonesia termasuk tertinggal di bandingkan dengan negara lain dalam hal penggunaan teknologi bedah invasif.

Ia menyebut faktor mahalnya alat bedah invasif dan kesulitan mencari alat yang tepat sebagai faktor utama. "Faktor lain adalah masih terbatasnya ahli bedah yang berpengalaman dalam mengoperasikan teknik operasi ini," ujarnya. Padahal, menurut dia, di masa depan akan semakin jarang ditemui terapi bedah dengan cara konvensional. "Teknik nonbedah ini bukan cuma mengatasi gangguan jantung, tapi juga saraf, ortopedi, elektrofisiologi, dan penanganan nyeri kronik," paparnya. Sementara itu, dr Fritz Sumantri Usman, SpS, ahli interventional neurologist dari RS Fatmawati, Jakarta, mengungkapkan, Indonesia termasuk dalam yang terdepan dalam bidang kedokteran invervensi neurologi di bandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. "Untuk menangani pasien stroke kini pendekatannya memang bedah invasif, misalnya pemasangan stent di leher," katanya di sela acara. Ia mengakui teknologi bedah invasif memang menghemat biaya pengobatan. "Bila dengan operasi konvensional pasien harus menginap sampai 10 hari pascatindakan, sekarang sehari sudah boleh pulang," katanya.
Back to top Go down
View user profile
 

Ilmu Bedah

View previous topic View next topic Back to top 
Page 12 of 13Goto page : Previous  1, 2, 3 ... , 11, 12, 13  Next

 Similar topics

-
» Ilmu Bedah
» mengenai ilmu hitam melalui panggilan telefon
» Budaya ilmu vs budaya Arab
» Oksigen dan Ilmu
» Ilmu Rei-ki... Sesat???!!!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-